Media Reformasi Indonesia (MRI)

31 Agustus 2026

Diduga Sebar Informasi Hoaxs, PDI Perjuangan Jakut Desak Akun Info Kapuk Hapus Foto Melva Pardede Berbaju PDI P



REFORMASI-ID | Jakarta - Tim Advokasi dan Hukum DPC PDI Perjuangan Jakarta Utara meminta akun media sosial Instagram Info Kapuk Sekitarnya (@info_kapuk_sekitarnta) segera menghapus konten yang menampilkan foto Melva Pardede mengenakan atribut atau pakaian PDI Perjuangan.

Tim hukum PDIP Jakarta Utara menegaskan bahwa Melva Pardede bukan anggota maupun pengurus PDI Perjuangan. Karena itu, mereka menilai penggunaan foto tersebut berpotensi menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat mengenai keterkaitan Melva Pardede dengan partai.

Desakan tersebut disampaikan dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Hadir dalam konferensi pers tersebut, Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DPC PDI Perjuangan Jakarta Utara Patra Jaya Saragih, S.H., M.H., Kepala Badan Bantuan Hukum & Advokasi Rakyat DPC PDI Perjuangan Jakarta Utara Oktavian Banta T Tarigan, Bendahara Badan Bantuan Hukum & Advokasi Rakyat DPC PDI Perjuangan Jakarta Utara Anthony Lee, serta Mikhael Septiano, dari Badan Bantuan Hukum & Advokasi Rakyat Pilkada dan Pemilu DPC PDI Perjuangan Jakarta Utara.

Patra Jaya Saragih mengatakan, pihaknya perlu memberikan klarifikasi karena akun Info Kapuk dan Sekitarnya memuat gambar yang memperlihatkan Melva Pardede seolah-olah mengenakan pakaian PDI Perjuangan.

“Kami pengurus DPC PDIP Jakarta Utara ingin mengklarifikasi akun Info Kapuk dan Sekitarnya yang menaruh foto Melva Pardede memakai baju PDIP. Kami tegaskan bahwa informasi itu tidak benar,” ujar Patra.

Menurut Patra, pihaknya juga menduga gambar yang beredar tersebut telah mengalami manipulasi digital atau dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Namun demikian, ia menekankan bahwa yang menjadi persoalan utama bagi PDIP Jakarta Utara adalah adanya konten yang dapat membangun persepsi publik seolah-olah Melva Pardede memiliki hubungan struktural atau keanggotaan dengan PDI Perjuangan.

“Melva bukan anggota dan pengurus PDIP di mana pun, termasuk di Jakarta,” tegasnya.

Atas dasar itu, Patra meminta pengelola akun Info Kapuk dan Sekitarnya segera melakukan take down atau menghapus konten tersebut.

“Kami mendesak Info Kapuk dan Sekitarnya segera melakukan take down terhadap gambar itu,” katanya.

Siapkan Langkah Hukum

Kepala Badan Bantuan Hukum & Advokasi Rakyat DPC PDI Perjuangan Jakarta Utara, Oktavian Banta T Tarigan, menegaskan bahwa permintaan penghapusan tersebut bukan sekadar teguran.

Ia menyatakan pihaknya telah memberikan batas waktu kepada pengelola akun untuk menghapus konten yang dipersoalkan. Jika permintaan tersebut tidak dipenuhi, tim hukum PDIP Jakarta Utara menyatakan siap mengambil langkah hukum.

“Apabila sampai batas waktu yang ditentukan pihak Info Kapuk tidak menghapus, maka pihak kami akan melakukan upaya hukum,” kata Oktavian.

Menurutnya, setiap pihak yang dinilai memiliki itikad buruk terhadap PDI Perjuangan dapat berhadapan dengan langkah hukum apabila kontennya dianggap merugikan harkat dan martabat partai.

“Siapapun yang memiliki itikad buruk terhadap partai kami, menjadi hak kami melakukan laporan polisi atau upaya hukum dalam menjaga harkat dan martabat partai kami,” ujarnya.

Tim Advokasi dan Hukum PDIP Jakarta Utara menilai persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele. Di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial, sebuah foto yang telah dimanipulasi atau ditempatkan dalam konteks yang keliru dapat dengan cepat membentuk persepsi publik sebelum kebenarannya terverifikasi.

PDIP Jakarta Utara pun meminta masyarakat tidak serta-merta mempercayai maupun menyebarluaskan konten tersebut sebelum memperoleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, hingga jumpa pers tersebut disampaikan, pernyataan mengenai konten yang dipersoalkan merupakan klarifikasi dan keberatan dari pihak DPC PDI Perjuangan Jakarta Utara. Pengelola akun Info Kapuk dan Sekitarnya belum menyampaikan tanggapan yang dimuat dalam keterangan tersebut.

Tim hukum PDIP Jakarta Utara selanjutnya menunggu itikad pengelola akun untuk menghapus konten dimaksud. Apabila tidak dilakukan sesuai batas waktu yang telah ditentukan, mereka menyatakan akan mempertimbangkan laporan kepada aparat penegak hukum maupun langkah hukum lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Majelis Taklim Baitul A'la LDII Kayuringin Jaya Tekankan Nilai Kekeluargaan Lewat Family Gathering


REFORMASI-ID - Bogor  - Majelis Taklim Baitul  A'la Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan  ke-81 Republik Indonesia dengan cara yang unik dan meriah. Mengusung Tema "Kenal, Kompak, Barokah" Kegiatan ini memadukam Family Gathering dengan pengajian Cinta Alam Indonesia (CAI).

Peserta acara adalah jamaah pengajian Majelis Taklim Baitul A'la yang berada di bawah naungan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kelurahan Kayuringin Jaya. 
Mereka berangkat menuju lokasi pada Sabtu pagi dengan 2 Bus dan 23 mobil pribadi.

Ajang kebersamaan yang dipusatkan di Villa Bukit Pancawati, Kabupaten Bogor Jawa Barat pada Sabtu dan Minggu, (29 -30/8/2026) ini sukses mencuri antusiasme tinggi warga LDII. Sejak sabtu siang, lebih dari 250 warga LDII dari berbagai kelompok usia tampak memadati lokasi acara dalam balutan suasana yang khidmat sekaligus penuh keakraban.


Diawali penyampaian materi pengajian CAI Khataman penutupan oleh Ustadz Hendro. Sebelumnya penyampaian CAI dilaksanakan secara berkala di Majelis Ta'lim Baitul A'la PAC LDII Kayu ringin Jaya. Adapun Dilokasi Family Gathering hanya penutupan atau Khataman. 

Dalam pemaparannya, Ustadz Hendro menegaskan bahwa sebagai bagian integral dari bangsa Indonesia, LDII berkomitmen penuh untuk berjalan seiring dengan pemerintah dalam membangun karakter bangsa. Ia merujuk pada Keputusan Munas VII LDII Nomor 08/2011 tentang Sumber Daya Manusia (SDM) profesional religius. Menurutnya, kemampuan akademik, ilmu pengetahuan, teknologi, maupun profesionalisme saja tidaklah cukup tanpa fondasi keagamaan yang kuat.

“Sejak saat itulah, dinamika perkembangan substansi karakter-karakter yang ditetapkan oleh pemerintah terus diikuti, untuk kemudian disintesakan serta dikontekstualisasikan dengan kebutuhan LDII, sehingga menjadi 29 karakter luhur,” tegas Hendro di hadapan para peserta.


Ketua panitia, Muhammad Fernandes menyampaikan bahwa penyelenggaraan Family Gathering merupakan bagian dari komitmen Majelis Ta'lim Baitul A'la PAC LDII Kayuringin Jaya untuk mempererat jalinan silaturahmi di lingkungan warga. 
“Harapannya, warga semakin akrab, saling mendukung, dan dapat menjaga kekompakan dalam setiap kegiatan,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa aktivitas nonformal seperti permainan kelompok dan kegiatan luar ruangan mampu menciptakan kedekatan yang tidak selalu terbangun melalui kegiatan keagamaan rutin.
“Melalui Family Gathering ini, kami ingin mempererat tali silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat beribadah dan kontribusi positif di tengah masyarakat,” ujar Nandes.


Sementara itu pembina LDII Kayuringin Jaya, H. Sriyanto melalui H.M Fathoni menyampaikan, kegiatan Family Gathering ini bukan sekadar rekreasi biasa, melainkan sarana krusial untuk mewujudkan rukun, kompak, dan kerja sama yang baik antar warga. 

"Kami berharap, melalui kebersamaan di alam terbuka seperti ini, rasa kekeluargaan kita semakin solid sehingga dapat mendukung terciptanya lingkungan masyarakat yang harmonis dan religius,” ujarya.

Senada dengan hal tersebut, Ganang pengurus Majelis Taklim Baitul A'la menjelaskan bahwa pemilihan Villa Bukit Pancawati bertujuan memberikan sarana rekreasi edukatif bagi anak-anak agar mereka dapat mengenal alam sekaligus mempererat tali persaudaraan.
Hj. Siti Masruroh, Salah satu peserta Family Gathering menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia dan juga seluruh keluarga besar Majelis Ta'lim Baitul A'la yang sudah mensukseskan acara ini. 


Hj. Siti Masruroh juga menyampaikan harapananya  semoga acara ini dapat mempererat silaturahmi, meningkatkan kekompakan serta memotivasi keluarga besar Majelis Ta'lim Baitul A'la untuk  kerukunan dan  bekerjasama lebih baik lagi.

Sebagai pakar pendidikan, Hj Siti Masruroh mengatakan, family gathering bukan sekadar rekreasi atau kegiatan bersenang-senang semata, melainkan sebuah ruang edukatif non-formal yang krusial untuk membangun ekosistem pendidikan anak yang sehat.

Family Gathering dengan kepanitiaan pemuda LDII. Dipandu Thony Fernandhezt  sebagai master of ceremony (MC) profesional yang dikenal sangat hebat, memukau, dan mampu menghidupkan suasana di berbagai acara. Toni dengan Gaya membawakannya yang interaktif, penuh energi, namun tetap elegan membuat setiap peserta  merasa terlibat dan terkesan. 


Agus Wiebowo, pemerhati masalah sosial yang hadir sebagai peserta Family Gathering, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan sarana tadabbur alam, yaitu merenungi ciptaan Allah melalui keindahan dan ketenangan alam sekitar. 

Menurutnya, Family Gathering ini menjadi bagian dari upaya dalam membangun keluarga yang harmonis, “Keluarga jadi punya waktu untuk benar-benar berkumpul, saling mengenal lebih dekat dan membangun komunikasi yang hangat. Ini penting dalam membina keluarga yang kokoh dan lingkungan yang rukun,” tambahnya.


Ia mengungkapkan ke depan harapannya Majelis Ta'lim yang tersebar di beberapa tempat dibawah naungan  LDII kayuringin Jaya bisa menghadirkan program-program pembinaan yang seimbang antara aspek jasmani, rohani dan sosial, “Sebagai bagian dari kontribusi dalam mencetak masyarakat yang kuat secara karakter, sehat secara fisik dan kokoh dalam nilai-nilai kebersamaan,” tutupnya.

































Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Polda Lampung, Ini Daftar Lengkapnya


REFORMASI-ID |  LAMPUNG – Sejumlah pejabat di lingkungan Polda Lampung mengalami mutasi jabatan berdasarkan Telegram resmi Kapolri yang diterbitkan pada Agustus 2026.

Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1877/VIII/KEP./2026, ST/1878/VIII/KEP./2026, dan ST/1879/VIII/KEP./2026.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Isawandari Yuyun membenarkan adanya mutasi sejumlah pejabat tersebut.

"Mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang biasa dalam organisasi Polri sebagai bagian dari dinamika organisasi serta pembinaan karier personel," kata Yuni.

Dalam ST/1877/VIII/KEP./2026, Irwasda Polda Lampung Kombes Pol Yudi Hermawan, S.H., S.I.K., M.H. diangkat sebagai Dosen Kepolisian Utama TK II STIK Lemdiklat Polri.

Posisi Irwasda Polda Lampung selanjutnya ditempati Kombes Pol Jukiman Situmorang, S.I.K., M.Hum. yang sebelumnya menjabat Irbidjemensarpras Itwil I Itwasum Polri.

Sementara itu, Kapolres Lampung Tengah AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, S.I.K., S.H., M.H. mendapat tugas baru sebagai Wadirreskrimum Polda Jawa Timur.

Jabatan Kapolres Lampung Tengah kemudian dipercayakan kepada AKBP Zaldy Kurniawan, S.H., S.I.K., M.H. yang sebelumnya menjabat Koorspripim Polda Lampung.

Karo Ops hingga Kapolres Tanggamus Berganti

Mutasi juga terjadi pada sejumlah jabatan strategis berdasarkan ST/1878/VIII/KEP./2026.

Karo Ops Polda Lampung Kombes Pol Fadly Munzir Ismail, S.I.K., S.H., M.Si. diangkat sebagai Auditor Kepolisian Madya TK I Itwasum Polri.

Posisi Karo Ops Polda Lampung selanjutnya diisi Kombes Pol M. Anggi Naulifar Siregar, S.I.K., M.Si. yang sebelumnya menjabat Kabagpakatkerma Rokerma KL Stamaops Polri.

Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H. mendapat penugasan baru sebagai Kasipatwalair Subdit Patroli Air Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri.

Jabatan Kapolres Tanggamus selanjutnya ditempati AKBP AH. Hudi Arif, S.T.P., S.I.K., M.A. yang sebelumnya menjabat Kasatlantas Polrestabes Bandung Polda Jawa Barat.

Yuni mengatakan, pergantian jabatan tersebut diharapkan dapat memberikan penyegaran sekaligus memperkuat pelaksanaan tugas kepolisian di masing-masing satuan kerja.

"Setiap pejabat yang mendapatkan amanah baru diharapkan dapat segera beradaptasi dan melanjutkan program serta tugas-tugas yang sudah berjalan," ujarnya.

Jabatan Karo SDM dan Kabid Propam Turut Berganti

Perubahan jabatan juga terjadi pada bidang sumber daya manusia dan pengamanan internal berdasarkan ST/1879/VIII/KEP./2026.

Karo SDM Polda Lampung Kombes Pol Dr. Ariefaldi Warganegara, S.H., S.I.K., M.M. diangkat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Watpers SSDM Polri dalam rangka Dikbangti TA 2026.

Jabatan Karo SDM Polda Lampung selanjutnya diemban Kombes Pol Jeni Junaidi, S.I.K., M.M. yang sebelumnya menjabat Karo SDM Polda Maluku.

Selain itu, Kabid Propam Polda Lampung Kombes Pol Didik Priyo Sambodo, S.I.K. diangkat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Provost Divpropam Polri dalam rangka Dikbangti TA 2026.

Posisi Kabid Propam Polda Lampung selanjutnya dijabat Kombes Pol Herry Afandi, S.I.K., M.M. yang sebelumnya merupakan Penyelidik Pengamanan Internal Madya TK III Divpropam Polri.

Yuni menegaskan, seluruh personel yang mendapat amanah dalam jabatan baru akan menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing.

"Yang terpenting, seluruh proses mutasi ini dapat berjalan dengan baik dan para pejabat yang baru dapat segera melaksanakan tugas untuk memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat," pungkasnya. (Hms/Mdn) 

Sejak 27 Agustus, 200 Perwira dan Bhabin Bergerak Cegah Karhutla, dari Edukasi hingga Shalat Istisqa



REFORMASI-ID  | Jakarta, 31 Agustus 2026 — Polri terus bergerak mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari hulu. Sejak 27 Agustus 2026, 200 peserta didik Polri bersama Bhabinkamtibmas telah diterjunkan ke empat Polda prioritas untuk menjangkau masyarakat secara langsung.

Mereka bergerak dari pintu ke pintu memberikan edukasi, membagikan masker, memberikan bantuan kemanusiaan, memetakan wilayah rawan, berkoordinasi dengan berbagai pihak, hingga membantu penanganan titik api. Di tengah kemarau, pendekatan spiritual juga dilakukan bersama masyarakat melalui Shalat Istisqa dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan.

Kegiatan ini tidak berhenti pada satu lokasi. Para peserta didik bersama Bhabinkamtibmas akan terus bergerak menjangkau warga di wilayah rawan karhutla sesuai kebutuhan dan perkembangan situasi di lapangan.

Kalbar Jadi Salah Satu Contoh Paling Masif

Kalimantan Barat menjadi salah satu gambaran kuat pelaksanaan Satgas Edukasi Polri. Sebanyak 104 peserta didik diterjunkan ke 14 wilayah Polresta dan Polres jajaran.

Terdiri dari 68 mahasiswa S2 PTIK, 7 Serdik Sespimma dan 29 siswa Setukpa, mereka telah melaksanakan 91 kegiatan.

Sebanyak 55 kegiatan di antaranya berupa edukasi, penyuluhan dan sosialisasi dialogis. Kegiatan lainnya meliputi 16 koordinasi lintas sektoral dan pemetaan, 10 kegiatan kemanusiaan dan kesehatan, 7 bantuan fisik lapangan dan pemadaman, serta 3 kegiatan spiritual dan kultural.

Para peserta didik bersama Bhabinkamtibmas mendatangi warga secara door-to-door, memberikan edukasi bahaya pembakaran lahan, membagikan masker, mendistribusikan air bersih, melakukan pemeriksaan kesehatan, hingga membantu penanganan titik api.

Di Kabupaten Melawi, kegiatan tersebut turut mendorong deklarasi komitmen warga dan komponen masyarakat untuk menghentikan pembakaran hutan secara sengaja selama musim kemarau 2026.

Kalteng: Edukasi Berjalan Bersama Pemadaman

Di Kalimantan Tengah, 48 peserta didik diterjunkan ke 14 wilayah Polresta dan Polres jajaran.

Sebanyak 27 kegiatan telah dilakukan, terdiri dari 16 edukasi, penyuluhan dan imbauan, 7 pemetaan hotspot dan koordinasi lintas instansi, serta 4 kegiatan bantuan pemadaman.

Di lapangan, peserta didik bersama jajaran kewilayahan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla, dampak kesehatan dan konsekuensi hukum, sekaligus membantu ketika ditemukan titik api.

Sumsel: Menjangkau Kelompok Tani hingga Rumah Ibadah

Di Sumatera Selatan, 38 peserta didik bergerak di 9 wilayah Polres jajaran dan telah melaksanakan 41 kegiatan.

Sebanyak 19 kegiatan berupa edukasi, penyuluhan dan imbauan langsung. Edukasi dilakukan melalui door-to-door, kelompok tani, rumah ibadah hingga talkshow radio.

Satgas juga membagikan masker, bantuan sembako, memasang poster dan membagikan pamflet, melakukan pengecekan hotspot, mengecek kesiapan peralatan pemadaman serta berkoordinasi dengan BNPB dan TNI.

Kaltim: Edukasi hingga Shalat Istisqa

Di Kalimantan Timur, 10 peserta didik diterjunkan ke empat wilayah, yakni Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Paser dan Berau.

Sebanyak 16 kegiatan telah dilakukan, termasuk 7 edukasi dan penyuluhan, 3 kegiatan kemanusiaan dan kesehatan, 3 kegiatan spiritual dan doa bersama, serta 3 kegiatan sinergitas instansi dan peningkatan kapasitas personel.

Untuk pendekatan spiritual, Satgas bersama unsur pemerintah, TNI dan masyarakat melaksanakan Shalat Istisqa dan doa bersama di Halaman Kantor Bupati Kutai Timur, lingkungan Polres Kutai Kartanegara, dan wilayah Berau.

Selain itu, peserta didik memberikan penguatan kepada Bhabinkamtibmas dan fungsi Samapta mengenai pemetaan wilayah rawan dan langkah mitigasi karhutla.

175 Kegiatan, 97 di Antaranya Edukasi dan Penyuluhan

Secara keseluruhan, rekapitulasi empat Polda mencatat 175 kegiatan lapangan yang telah dilaksanakan.

Dari jumlah tersebut, 97 kegiatan merupakan edukasi, penyuluhan dan sosialisasi langsung kepada masyarakat.

Rinciannya:

* Kalbar: 104 personel — 91 kegiatan — 55 edukasi/penyuluhan;
* Kalteng: 48 personel — 27 kegiatan — 16 edukasi/penyuluhan;
* Sumsel: 38 personel — 41 kegiatan — 19 edukasi/penyuluhan;
* Kaltim: 10 personel — 16 kegiatan — 7 edukasi/penyuluhan.

Karo Penmas: Terus Bergerak Menjangkau Warga

Karo Penmas Polri menegaskan bahwa pengerahan peserta didik merupakan bagian dari upaya Polri merespons ancaman karhutla secara cepat dan menyeluruh.

“Karhutla tidak bisa menunggu. Sejak 27 Agustus, para perwira peserta didik sudah bergerak bersama Bhabinkamtibmas dan masyarakat. Mereka tidak menunggu api membesar, tetapi hadir dari hulu untuk mencegahnya.”

Menurutnya, bentuk kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi wilayah.

“Ada yang bergerak dari pintu ke pintu memberikan edukasi, membagikan masker, membantu masyarakat, melakukan pemetaan, membantu penanganan titik api, sampai bersama masyarakat melaksanakan Shalat Istisqa di Kutai Timur, Kutai Kartanegara dan Berau. Semua dilakukan karena Polri ingin hadir secara nyata di tengah masyarakat.”

Karo Penmas menambahkan, kegiatan tersebut belum berhenti.

“Ini bukan kegiatan yang berhenti setelah satu atau dua kali penyuluhan. Para peserta didik bersama Bhabinkamtibmas akan terus bergerak menjangkau warga, khususnya di wilayah yang memiliki potensi karhutla. Semakin dekat kita dengan masyarakat, semakin cepat kita membangun kesadaran dan mendeteksi potensi kebakaran.”

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat.

“Masyarakat adalah bagian dari garda terdepan pencegahan. Satu warga yang memilih tidak membakar lahan, satu informasi yang cepat disampaikan dan satu titik api yang segera dilaporkan dapat mencegah kebakaran menjadi lebih besar.”

Polri memastikan edukasi dan pembinaan masyarakat berjalan beriringan dengan deteksi dini, pemetaan, koordinasi lintas sektoral, pemadaman dan penegakan hukum.

Polri mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah atau daun kering sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Dari pintu ke pintu hingga rumah ibadah, dari membagikan masker hingga membantu memadamkan api, Polri terus bergerak bersama masyarakat.

Bukan sekadar datang. Tetapi terus menjangkau, mencegah dan menjaga agar karhutla tidak meluas

Polda Sumsel Bersama Tim SAR Gabungan Evakuasi Tiga Korban Tenggelam di Sungai Musi


REFORMASI-ID | PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan bersama jajaran kepolisian dan Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seluruh korban dalam insiden tiga anak tenggelam di perairan Sungai Musi, kawasan Plaza 7 Ulu, Kelurahan Tujuh Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang.

Ketiga korban yang sebelumnya dilaporkan hilang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Seluruh jenazah kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 30 Agustus 2026 sekitar pukul 13.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, lima orang anak berangkat dari kawasan Rusun 23 Ilir menuju tepian Sungai Musi untuk mandi.

Kelima anak kemudian turun ke perairan melalui dermaga Plaza 7 Ulu. Dari lima anak tersebut, tiga di antaranya dilaporkan tenggelam, yakni R (9), AHO (11), dan N (10), sementara dua anak lainnya berhasil menyelamatkan diri.

Warga bersama petugas yang berada di sekitar lokasi segera melakukan upaya pertolongan. Korban R sempat ditemukan dalam kondisi mengapung di dekat kapal yang bersandar dan kemudian dibawa ke rumah sakit. Namun, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu, korban N dan AHO masih dinyatakan hilang. Personel Ditpolairud Polda Sumsel dan Satpolairud Polrestabes Palembang bersama Tim SAR Gabungan kemudian melakukan pencarian secara intensif dengan menyisir perairan Sungai Musi di sekitar lokasi kejadian.

Memasuki hari kedua pencarian, Senin, 31 Agustus 2026, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban N dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 06.12 WIB.

Pencarian kemudian dilanjutkan terhadap korban AHO. Sekitar pukul 11.00 WIB, Tim SAR Gabungan kembali menemukan korban di perairan Plaza 7 Ulu Kampung Kapitan, sekitar 10 meter dari titik awal kejadian.

Dengan ditemukannya korban terakhir, seluruh rangkaian pencarian terhadap tiga anak yang tenggelam tersebut dinyatakan selesai. Seluruh jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka untuk dimakamkan.

Dirpolairud Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Heru Agung Nugroho, S.I.K., mengatakan jajaran kepolisian bersama Tim SAR Gabungan bergerak sejak laporan kejadian diterima untuk melakukan pencarian dan evakuasi secara maksimal.

“Kami mengerahkan seluruh potensi SAR dan personel di lapangan untuk melakukan penyisiran secara intensif hingga seluruh korban berhasil ditemukan dan diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Dirpolairud Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Heru Agung Nugroho, S.I.K.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa proses pencarian dan evakuasi dapat berjalan optimal melalui sinergi antara kepolisian, Tim SAR Basarnas, dan masyarakat setempat.

“Kami memastikan proses penanganan musibah ini dilakukan secara profesional dan transparan,” ujar Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Polda Sumatera Selatan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah tersebut. Kepolisian juga mengimbau para orang tua dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama agar tidak melakukan aktivitas mandi atau bermain di perairan yang memiliki arus deras dan berpotensi membahayakan keselamatan.

Polda Sumsel mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peristiwa ini sebagai pengingat pentingnya pengawasan anak serta kewaspadaan terhadap lingkungan perairan, sehingga kejadian serupa dapat dicegah dan keselamatan anak-anak senantiasa menjadi perhatian bersama. (Hms/Mdn) 

Peduli Kebutuhan Pengungsi, Satgas SAR Brimob Salurkan Paket Kebersihan ke Desa Ruis



REFORMASI-ID | Manggarai - Satgas SAR Korps Brimob terus bergerak memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana yang masih berada di posko pengungsian. Kali ini, bantuan berupa paket kebersihan dan paket kebersihan wanita disalurkan kepada warga di Desa Ruis, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Senin (31/8/2026) pukul 12.50 WITA, sebanyak delapan personel Satgas SAR Korps Brimob yang dipimpin Briptu Naufal bergerak dari Posko Logistik Kecamatan Reo untuk mendistribusikan bantuan menuju posko pengungsian Desa Ruis.

Bantuan yang disalurkan berupa paket kebersihan dan paket kebersihan wanita. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan sehari-hari pengungsi sekaligus membantu menjaga kebersihan dan kesehatan selama berada di lokasi pengungsian.

Distribusi bantuan dilakukan sebagai bagian dari upaya Satgas SAR Korps Brimob memastikan kebutuhan masyarakat terdampak bencana dapat terpenuhi secara berkelanjutan. Personel juga terus hadir di lapangan untuk memastikan bantuan menjangkau warga yang membutuhkan.

Melalui penyaluran logistik tersebut, Satgas SAR Korps Brimob menunjukkan kepedulian dan komitmennya dalam mendampingi masyarakat selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan pascabencana.

Respons Laporan Warga, Brimob Evakuasi Barang Berharga dari Rumah Terdampak Gempa



REFORMASI-ID | Manggarai, NTT - Ketika rumah warga terdampak gempa dan kondisi bangunan belum sepenuhnya aman, kekhawatiran tidak hanya soal keselamatan, tetapi juga barang-barang berharga yang masih tertinggal di dalam rumah. Merespons kondisi tersebut, Satgas SAR Korps Brimob Polri BKO Polda NTT bergerak membantu warga di Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Senin (31/8/2026).

Sebanyak 15 personel Satgas SAR dipimpin Ipda Ahmad Hariri mendatangi sebuah rumah di Ronting, Desa Satar Kampas, setelah menerima laporan dari warga, Bapak Agus dan Bapak Syahid.

Setibanya di lokasi, personel terlebih dahulu memastikan kondisi sekitar dan bagian rumah yang terdampak. Setelah dinilai memungkinkan, proses evakuasi barang berharga dilakukan secara hati-hati untuk mencegah kerusakan maupun risiko terhadap personel dan warga.

Satu per satu barang milik warga dikeluarkan dari rumah dan dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Bagi warga yang tengah menghadapi situasi sulit akibat bencana, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus memberikan rasa tenang karena barang-barang penting milik mereka dapat diamankan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Satgas SAR Brimob dalam memberikan bantuan langsung sesuai kebutuhan masyarakat terdampak bencana. Tidak hanya hadir dalam penanganan keadaan darurat, personel juga membantu warga menghadapi berbagai persoalan yang muncul setelah bencana.

Di tengah proses pemulihan, kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus memastikan mereka tidak menghadapi dampak bencana seorang diri.

Bantu Warga Tetap Terhubung, Brimob Hadirkan Wi-Fi Gratis di Posko Pengungsian Barangkolong



REFORMASI-ID | Manggarai, NTT - Di tengah masa pemulihan pascabencana gempa bumi, akses komunikasi menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat terdampak. Korps Brimob Polri melalui Tim Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terus memberikan dukungan dengan menghadirkan akses Wi-Fi gratis di posko pengungsian.

Senin (31/8/2026) pukul 08.20 WITA, Tim TIK Korbrimob melaksanakan pemasangan perangkat WONTECH di Posko Pengungsian Barangkolong, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Pemasangan perangkat tersebut dilakukan untuk mendukung kegiatan operasional sekaligus memberikan layanan Wi-Fi gratis bagi warga yang terdampak gempa bumi. Hingga pelaksanaan kegiatan, sebanyak 30 perangkat telah tersambung dengan jaringan internet yang disediakan.

Kehadiran akses internet di lokasi pengungsian diharapkan dapat membantu warga tetap terhubung dengan keluarga maupun memperoleh informasi selama menjalani masa pemulihan. Bagi personel di lapangan, jaringan tersebut juga mendukung kelancaran komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan tugas kemanusiaan.

Selain dukungan teknologi komunikasi, kesiapsiagaan personel Satgas SAR Korps Brimob juga terus diperkuat. Pada waktu yang sama, personel Satgas SAR Korps Brimob melaksanakan apel pagi di Posko Ronting, Desa Satarkampas, Kabupaten Manggarai Timur.

Apel dipimpin Dansatgas SAR Korps Brimob Kombes Pol. Muh. Hasripuddin sebagai bagian dari pengecekan kesiapan personel sebelum melaksanakan berbagai kegiatan pelayanan dan penanganan pascabencana.

Melalui perpaduan kesiapan personel dan dukungan teknologi, Korps Brimob terus berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak gempa, memastikan komunikasi tetap berjalan, serta mendukung kebutuhan warga selama berada di lokasi pengungsian.

29 Agustus 2026

Yonif 9 Marinir Brigif 4 Mar/BS Gelar Bedah Rumah Ibu Suryati di Desa Paya


REFORMASI-ID | LAMPUNG - Dispen Kormar TNI Angkatan Laut (Lampung). Dalam semangat kepedulian dan pengabdian, prajurit Batalyon Infanteri 9 Marinir, jajaran Brigade Infanteri 4 Marinir/BS, bergotong royong bersama warga Desa Paya, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, merenovasi rumah milik Ibu Suryati, warga berkebutuhan khusus (tuna wicara), pada Sabtu (29/8/2026).

Bertempat di Dusun Paya Induk, kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dengan dihadiri Kepala Desa Paya Bapak Zaenulloh, Letda Mar Oki Setiawan, perangkat desa, seluruh personel Yonif 9 Marinir Brigif 4 Mar/BS, serta masyarakat sekitar. Acara diawali apel pagi, pengecekan perlengkapan, dan doa bersama sebagai tanda dimulainya pekerjaan renovasi secara bersama-sama.

Tak hanya itu, kegiatan sosial ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Korps Marinir, sebagai bentuk pengabdian tulus TNI kepada rakyat. Terlihat jelas kebersamaan dan kekompakan yang harmonis antara prajurit Marinir dan warga selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.

Komandan Batalyon Infanteri 9 Marinir Letkol Marinir Ricky Sandro, M. Tr. Opsla, menyampaikan Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial Brigif 4 Marinir/BS khususnya Yonif 9 Marinir untuk membantu warga kurang mampu, agar Ibu Suryati memiliki hunian yang layak, aman, dan sehat. 

Selain itu tuturnya, momen ini juga mempererat ikatan silaturahmi antara prajurit dengan masyarakat di wilayah binaan.

"Sekaligus membangkitkan budaya gotong royong yang kental di tengah warga," pungkasnya. (Mdn) 

Tinjau Jembatan Gantung di OKU, Kasad Pastikan Infrastruktur Berikan Manfaat Nyata bagi Rakyat


REFORMASI-ID | OKU — Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.I.P., M.M., mengikuti rangkaian kegiatan kunjungan kerja Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., salah satunya peninjauan jembatan gantung di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) , Sumsel, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan peninjauan tersebut merupakan bagian dari perhatian TNI Angkatan Darat terhadap pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses dan konektivitas antarwilayah.

Dalam kesempatan tersebut, Kasad meninjau secara langsung kondisi serta keberadaan jembatan gantung yang menjadi salah satu sarana penting bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Keberadaan jembatan diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, sekaligus membuka akses yang lebih baik terhadap berbagai fasilitas umum dan pusat kegiatan ekonomi.

Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud menyampaikan bahwa pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur seperti jembatan gantung memiliki nilai strategis bagi masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses transportasi.

“Jembatan ini bukan hanya menjadi sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi penghubung aktivitas masyarakat, pendidikan, perekonomian, dan berbagai kebutuhan sosial lainnya,” ujar Danrem.

Menurutnya menegaskan, Korem 044/Gapo bersama jajaran TNI AD di wilayah Sumatera Selatan akan terus mendukung program pembangunan yang berorientasi pada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

"Kehadiran Kasad bersama jajaran dalam peninjauan tersebut juga menjadi bentuk nyata kepedulian TNI AD terhadap kondisi infrastruktur di daerah serta upaya memastikan pembangunan yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkasnya. (Mdn) 

Pelaku Curas di Jalinsum Lampung Selatan Ditangkap, Polisi: Modus Ancam Pecahkan Kaca Mobil Pakai Batu


REFORMASI-ID | Lampung Selatan – Polisi menangkap dua pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) yang mengancam sopir kendaraan menggunakan batu di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Desa Sukabaru, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan. Kasus tersebut terjadi saat korban melintas pada dini hari.

Pengungkapan kasus ini disampaikan dalam konferensi pers di Polres Lampung Selatan, Jumat (28/8/2026). Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan menjelaskan, aksi tersebut terjadi pada Rabu (19/8) sekitar pukul 04.50 WIB.

“Pelaku sudah berhasil kita amankan, dan kita pastikan untuk perjalanan di jalan lintas Sumatra ini aman” lanjutnya

Korban, Darmaji (37), seorang karyawan swasta asal Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, saat itu sedang melintas di Jalinsum Desa Sukabaru. Para pelaku diduga membuntuti kendaraan korban sebelum melakukan aksinya.

Saat mendekati kendaraan korban, pelaku mengancam sopir akan memecahkan kaca mobil menggunakan batu apabila tidak memberikan uang. Ancaman tersebut membuat korban berada dalam tekanan saat melintas di jalur tersebut.

“Polisi berhasil menangkap  pelaku berinisial S (31), warga Desa Pisang, Kecamatan Penengahan, serta seorang anak berinisial FK (16), warga Kecamatan Penengahan” kata Deddy saat konferensi pers di Mapolres Lampung Selatan, Jumat (28/8/2026).

"Modusnya, pelaku membuntuti kendaraan korban, kemudian mengancam sopir dengan menggunakan batu. Mereka mengancam akan memecahkan kaca mobil apabila tidak diberikan uang," urainya menerangkan.

Kedua pelaku ditangkap pada Rabu (26/8) sekitar pukul 13.00 WIB. Penangkapan dilakukan setelah Unit Jatanras Polres Lampung Selatan memperoleh informasi mengenai keberadaan mereka.

Dalam pemeriksaan awal, keduanya mengakui perbuatan tersebut. Polisi turut menyita satu unit Honda Beat warna hitam tanpa nomor polisi, sebuah topi hitam, kaus merah, serta batu yang diduga digunakan untuk mengancam korban.

Deddy mengatakan penanganan perkara dilakukan sesuai ketentuan hukum, termasuk terhadap pelaku yang masih berstatus anak.

"Terhadap pelaku dewasa kami proses sesuai hukum yang berlaku, sementara untuk yang masih anak, penanganannya kami lakukan sesuai dengan ketentuan peradilan anak," ujarnya.

"Pelaku (S) disangkakan Pasal 479 KUHP sebagaimana UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Pelaku terancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara," pungkasnya. (Mdn) 

28 Agustus 2026

Diduga Curi Emas Senilai Rp150 Juta, Pria di Pagar Alam Digulung Polisi


REFORMASI-ID | TANJUNG TEBAT — Polsek Kota Agung, Polres Lahat, berhasil mengungkap dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang terjadi di Desa Tanjung Kurung Ulu, Kecamatan Tanjung Tebat, Kabupaten Lahat. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap P (33), warga wilayah Dempo Selatan, Kota Pagar Alam, yang diduga terlibat dalam pencurian dengan kerugian korban sekitar Rp150 juta.

Pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan polisi LPB/04/VIII/2026/SPKT/Polsek Kota Agung/Polres Lahat/Polda Sumsel tertanggal 22 Agustus 2026. Kapolsek Kota Agung Iptu Armansa, S.H., bersama personel kemudian melakukan penyelidikan setelah menerima laporan dari korban.

Peristiwa terjadi pada Sabtu, 22 Agustus 2026 sekitar pukul 13.00 WIB. Korban berinisial M (55) meninggalkan rumah bersama istrinya untuk melayat dan saat kembali mendapati kondisi rumah sudah berantakan.

Korban kemudian memeriksa bagian dalam rumah dan menemukan pintu kamar yang sebelumnya terkunci telah terbuka. Sejumlah perhiasan emas yang disimpan di dalam kamar diketahui hilang sehingga korban mengalami kerugian sekitar Rp150 juta.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Kota Agung meminta keterangan korban dan sejumlah saksi serta melakukan penyelidikan di sekitar lokasi kejadian. Dari hasil penyelidikan, polisi memperoleh informasi mengenai seseorang yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Petugas kemudian mengembangkan informasi tersebut hingga diketahui bahwa terduga pelaku berada di wilayah Kota Pagar Alam. Kapolsek Kota Agung bersama Kanit Reskrim dan personel selanjutnya melakukan penyelidikan terhadap keberadaan terduga pelaku.

Dalam proses tersebut, polisi memperoleh informasi bahwa P sedang menggunakan kendaraan roda empat yang disewa. Petugas kemudian berkoordinasi dengan pihak rental dan melakukan pelacakan kendaraan menggunakan sistem GPS.

Pelacakan mengarah ke kawasan Perkebunan Teh Gunung Dempo, Kota Pagar Alam. Kapolsek bersama anggota bergerak ke lokasi dan berhasil mengamankan P tanpa perlawanan.

Saat pemeriksaan awal, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa perhiasan emas yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Dalam interogasi awal, P juga mengakui perbuatannya dan menyampaikan bahwa aksi tersebut dilakukan seorang diri.

Berdasarkan keterangan awal, P diduga masuk ke rumah korban dengan cara memanjat menuju lantai dua. P kemudian masuk melalui jendela yang tidak terkunci dan mengambil sejumlah barang berharga milik korban.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu tas selempang warna cokelat merek SINGJAZZ, dua kalung emas 24 karat berbentuk padi dengan berat masing-masing tiga dan empat suku, satu cincin emas 24 karat seberat 25 gram, serta satu unit telepon genggam Vivo Y05E warna biru.

Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto, S.I.K., M.I.K. menegaskan bahwa pengungkapan tersebut merupakan bentuk komitmen Polres Lahat dan jajaran dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menindak setiap tindak pidana yang terjadi di wilayah hukumnya.

“Setiap laporan masyarakat akan kami tindak lanjuti secara profesional. Kami juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memastikan rumah dalam keadaan aman ketika ditinggalkan,” tegas Novi.

Perkara tersebut saat ini ditangani Polsek Kota Agung. P bersama barang bukti telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku terkait dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan/atau pencurian berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa jajaran Polda Sumsel akan terus memperkuat respons cepat terhadap laporan masyarakat dan memastikan setiap perkara ditangani secara profesional.

“Kami akan menindak tegas setiap bentuk kejahatan yang mengganggu keamanan dan meresahkan masyarakat. Pengungkapan ini menunjukkan bahwa jajaran Polda Sumsel bersama Polres Lahat terus bekerja cepat dan profesional dalam memberikan perlindungan serta rasa aman kepada masyarakat,” ujar Nandang.

Nandang juga mengajak masyarakat memperkuat kewaspadaan lingkungan, terutama ketika meninggalkan rumah dalam keadaan kosong. Pastikan pintu, jendela dan seluruh akses masuk rumah terkunci dengan baik. 

"Jika menemukan aktivitas yang mencurigakan, segera laporkan kepada kepolisian agar dapat ditindaklanjuti,” katanya.

Keberhasilan pengungkapan ini sekaligus menegaskan komitmen jajaran Polda Sumsel dalam menjaga keamanan wilayah, merespons laporan masyarakat secara cepat, serta memastikan proses penegakan hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. (Hms/Mdn) 

Danbrigif 4 Mar/BS resmi menutup Latihan Bersama PLATEX 2026


REFORMASI-ID | LAMPUNG - Brigif 4 Mar/BS Pesawaran. Latihan Bersama Platoon Exchange (Latma PLATEX) 2026 antara Korps Marinir TNI Angkatan Laut dan United State Marines Corps (USMC) resmi ditutup oleh Komandan Brigif 4 Mar/BS Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo, M.Tr. Hanla., CHRMP., melalui upacara yang dilaksanakan di Lapangan Apel Batalyon Infanteri 7 Marinir, Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Jumat (28/8/2026).

Upacara penutupan dihadiri oleh Komandan Batalyon Infanteri 7 Marinir (Danyonif 7 Mar), Perwira Seksi Operasi (Pasops) Brigif 4 Marinir/BS dan Perwira Seksi Intelijen (Pasintel) Brigif 4 Marinir/BS, serta Tamu undangan lainnya.

Latma PLATEX 2026 merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemampuan, profesionalisme, dan kesiapsiagaan prajurit dalam melaksanakan tugas. Melalui latihan ini, prajurit mengasah kemampuan teknis dan taktis, kedisiplinan, serta koordinasi dan kerja sama antar unsur yang terlibat.

Seluruh rangkaian latihan telah dilaksanakan aman dan lancar, sesuai prosedur yang telah ditetapkan dengan hasil memuaskan. Selanjutnya hasil pelaksanaan latihan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan prajurit dalam menghadapi tugas selanjutnya.

Dalam Amanatnya Komandan Brigade Infanteri 4 Mar/BS menyampaikan "Kegiatan Latihan Bersama Platex 2026 merupakan bentuk diplomasi militer dan  kerjasama antar dua negara dalam menjaga stabilitas keamanan regional".

Dengan berakhirnya Latma PLATEX 2026, diharapkan seluruh prajurit mampu mempertahankan dan meningkatkan kemampuan yang telah diperoleh selama latihan serta mengimplementasikannya dalam pelaksanaan tugas di satuan. (Mdn) 

Ketua SENKOM Lampung Selatan Hadiri Rakor Lintas Sektoral Antisipasi Karhutla dan Bencana


REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN – Polres Lampung Selatan menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka kesiapsiagaan dan penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan serta bencana lainnya di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

Kegiatan berlangsung di Aula Raden Intan Polres Lampung Selatan pada Jumat, 28 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB.

Rakor dipimpin oleh *Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, S.T.,M.Pd.* dan *Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan, S.H., S.I.K., M.M., M.Si.* Hadir dalam kegiatan Forkopimda, PJU Polres, para Kapolsek, Kepala BPBD, Kadis Damkar, TNI, Basarnas, BMKG, PMI, Kwarcab Pramuka, Senkom Mitra Polri dan Balakar Lampung Selatan.

Dalam sambutannya, Kapolres Lampung Selatan menyampaikan bahwa rakor ini merupakan tindak lanjut perintah Kapolda Lampung untuk meningkatkan sinergitas antar instansi. Berdasarkan pemantauan Januari s.d Agustus 2026 terdapat lebih dari 3.000 titik panas yang terindikasi di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

“Penanganan Karhutla, banjir, tsunami dan bencana lainnya merupakan tanggung jawab bersama. Diperlukan koordinasi antara Pemkab, TNI-Polri, instansi terkait, perusahaan dan masyarakat,” tegas Kapolres.

Kapolres juga menginstruksikan Polsek jajaran melalui Bhabinkamtibmas agar terus melakukan sosialisasi dan pemasangan spanduk. Jika ditemukan pembakaran sengaja maupun karena kelalaian, maka akan dilakukan penegakan hukum sesuai peraturan perundang-undangan.

Sementara itu Wakil Bupati Lampung Selatan menyampaikan data 121 kejadian kebakaran selama Januari s.d Agustus 2026, terdiri dari 49 kejadian kebakaran lahan dan 41 kejadian kebakaran rumah. Kecamatan Kalianda tercatat sebagai wilayah tertinggi dengan 32 kasus.

“Himbauan pencegahan agar dilaksanakan secara masif melalui online dan offline. Seluruh unsur sampai tingkat desa harus meningkatkan kesiapsiagaan dan mengaktifkan relawan, Tagana, Pramuka, dan unsur masyarakat dalam deteksi dini,” ujarnya.

Dalam rakor tersebut juga disampaikan paparan dari Kadis Damkar, BPBD, KPHP Way Pisang dan Satpol PP. Hasilnya disepakati pembentukan tim terpadu, penguatan time response, penyediaan tandon air di wilayah rawan, serta pembentukan posko gabungan penanganan bencana tingkat Kabupaten.

*Kesimpulan Rakor:*

1.  Meningkatkan sinergitas dan menghilangkan ego sektoral antar instansi

2.  Melaksanakan edukasi dan himbauan pencegahan secara masif dan rutin

3.  Mengaktifkan kesiapsiagaan di tingkat desa melalui Destana, Linmas, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas

4.  Memverifikasi dan menindaklanjuti setiap laporan hotspot dan titik api

5.  Memperkuat sarana prasarana dan penyediaan sumber air

6.  Mengaktifkan posko gabungan sebagai pusat koordinasi

7.  Menindak tegas pelaku pembakaran sesuai hukum

8.  Memperbarui rambu dan jalur evakuasi khususnya wilayah pesisir

Masyarakat diimbau segera melaporkan jika melihat titik api atau kejadian kebakaran melalui Call Center 110. (Mdn)

Tindaklanjuti Pergub, Satgas Pangan Putar Balik Gabah Tanpa Dokumen di Pelabuhan Bakauheni



REFORMASI-ID | Lampung Selatan –  Satgas Pangan TNI AD Kodim 0421 Lampung Selatan bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Provinsi Lampung memperketat pengawasan terhadap kendaraan bermuatan gabah yang hendak keluar dari Lampung menuju Pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Jumat, 28/08/2026.

Penyekatan dan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan distribusi gabah berjalan sesuai ketentuan serta setiap kendaraan pengangkut komoditas tersebut dilengkapi dokumen yang dipersyaratkan.

"Alhamdulillah, dalam kegiatan tersebut tim Satgas pangan menemukan kendaraan truk besar bermuatan 25 ton Gabah dari Mesuji hendak dibawa ke Karawang dan tim memutar balik kendaraan tersebut ke daerah asalnya," ungkap Irfan. 

Dalam keterangan Persnya Dantim Satgas Pangan TNI AD Kodim 0421/LS, Irfan menyampaikan Langkah ini mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) Lampung Nomor 7 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Pergub Lampung Nomor 71 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pengawasan dan Pengendalian Distribusi Gabah. Serta menindaklanjuti perintah Pangdam Radin Inten XXI, Danrem Garam melalui Dandim 0421/LS.

Dantim TNI AD Satgas Pangan Kawasan Pelabuhan Bakauheni, Irfan, mengatakan pemeriksaan menyasar kendaraan, khususnya mobil yang mengangkut gabah, guna memastikan kelengkapan dokumen sesuai aturan.

“Untuk Satgas Pangan di Pelabuhan Bakauheni, sesuai arahan dan SOP, kami melakukan pemeriksaan kendaraan, khususnya yang bermuatan gabah, agar melengkapi dokumen-dokumen yang sesuai dengan Pergub,” kata Irfan.

Menurut Irfan, kendaraan pengangkut gabah yang tidak dapat menunjukkan dokumen yang dipersyaratkan tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan menuju Pulau Jawa.

“Apabila ada mobil bermuatan gabah yang tidak dilengkapi dokumen, akan kami putar balik dan dikembalikan ke kota asal untuk melengkapi dokumennya terlebih dahulu,” ujarnya.


Ia menegaskan, penyekatan dan pengawasan akan dilaksanakan secara berkelanjutan sesuai perintah komando. Dalam pelaksanaannya, Satgas Pangan TNI AD juga akan berkoordinasi dengan Satpol-PP Provinsi Lampung.

“Untuk penyekatan dan pengawasan akan dilaksanakan sesuai dengan perintah komando dan kami akan bekerja sama dengan Satpol-PP Provinsi Lampung,” katanya.

Tak hanya di Pelabuhan Bakauheni, pengawasan distribusi gabah juga akan diperluas. Satgas Pangan bersama Satpol-PP Provinsi Lampung akan membentuk dua tim untuk meningkatkan pengawasan di sejumlah titik pelabuhan.

“Tim Satgas juga akan membentuk dua tim bersama Satpol-PP Provinsi Lampung untuk meningkatkan pengawasan di pelabuhan BBJ yang akan melakukan bongkar muat di Pelabuhan Bojonegara (Cilegon),” jelas Irfan.

Selain itu sebut Irfan. Pengawasan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mengendalikan distribusi gabah dari Lampung agar berjalan sesuai ketentuan, sekaligus memastikan arus keluar komoditas pangan dilakukan secara tertib dan dilengkapi dokumen resmi.

"Penerapan aturan ini juga diarahkan untuk menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga beras di wilayah Provinsi Lampung. Dengan pengawasan distribusi, pemerintah berupaya memastikan pasokan gabah lokal tetap tersedia dan tidak terkuras akibat pengiriman ke luar daerah," pungkasnya.

Dengan demikian, setiap kendaraan yang membawa gabah keluar Lampung diwajibkan memenuhi ketentuan administrasi dan dokumen yang berlaku sebelum melanjutkan perjalanan menuju Pulau jawa. (Mudian)

Satlinmas Didorong Perkuat Peran Hadapi Bencana dan Gangguan Ketertiban


REFORMASI-ID | PALEMBANG -  Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) didorong bertransformasi menjadi organisasi yang profesional, solid, dan responsif dalam menghadapi berbagai situasi kebencanaan maupun dinamika ketertiban di daerah.

Dorongan tersebut disampaikan dalam Apel Akbar Satlinmas dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang dirangkaikan dengan Deklarasi Pengukuhan serta Pelantikan DPP dan DPD Satlinmas Indonesia.

Ketua Pembina Satlinmas sekaligus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, menegaskan bahwa keberadaan Satlinmas harus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan dan sinergi dengan berbagai unsur pemerintahan serta masyarakat.

“Satlinmas tidak perlu berlomba menjadi besar dalam nama. Yang terpenting adalah kuat dalam pengabdian, tertib dalam organisasi, dan nyata dalam karya. Jaga keamanan masyarakat, jaga persatuan, dan jangan pernah menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan bangsa dan negara,” tegas Maruli.

Sementara itu, Mewakili Koordinator Satlinmas, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menilai Satlinmas memiliki posisi strategis karena berada paling dekat dengan masyarakat.

Dalam penanganan bencana, Satlinmas dapat berperan sebagai penghubung antara masyarakat dengan pemerintah dan unsur terkait. Perannya mencakup penyampaian informasi, dukungan kesiapsiagaan, hingga membantu masyarakat saat terjadi bencana sesuai tugas dan kewenangannya.

“Dalam setiap tahapan penanganan bencana, Satlinmas dapat membantu menyampaikan informasi, mendukung kesiapsiagaan, serta membantu masyarakat sesuai kemampuan dan kewenangannya. Penanganan bencana tidak berhenti pada evakuasi, tetapi juga mencakup pemulihan kehidupan masyarakat,” ujar Tito.

Selain bencana alam, Satlinmas juga diminta berperan dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), terutama melalui deteksi dini, pemantauan kondisi lingkungan, serta edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Di tingkat daerah, peran tersebut turut dijalankan oleh Linmas Kota Bandar Lampung. Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan Linmas memiliki peran penting dalam membantu masyarakat, baik ketika terjadi bencana, kegiatan sosial, maupun dalam mendukung edukasi pembangunan daerah.

“Alhamdulillah, untuk Linmas kita selalu siap membantu masyarakat saat ada bencana, kegiatan sosial, dan edukasi terkait pembangunan Kota Bandar Lampung. Linmas kita juga selalu berkoordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas terkait dinamika yang terjadi di lapangan,” ungkap Eva Dwiana.

Penguatan peran Satlinmas diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, mempercepat penyampaian informasi dari lapangan, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, dan unsur terkait lainnya dalam menghadapi berbagai situasi darurat. (*)

Danrem 044/Gapo Sambut Kehadiran Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Palembang


REFORMASI-ID | Palembang – Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.I.P., M.M., mendampingi Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., menyambut kedatangan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Jumat (28/8/2026).

Kedatangan orang nomor satu di jajaran TNI Angkatan Darat tersebut disambut langsung oleh Pangdam II/Sriwijaya bersama Danrem 044/Gapo dan pejabat terkait sebagai bentuk penghormatan sekaligus kesiapan jajaran dalam mendukung rangkaian agenda Kasad selama berada di wilayah Sumatera Selatan.

Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak hadir di Kota Palembang dalam rangka menghadiri Apel Akbar Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas). Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kasad juga diagendakan mengikuti deklarasi, pengukuhan dan pelantikan sebagai Ketua Pembina Teknis DPP Aslinmas.

Kehadiran Kasad dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat pembinaan dan sinergi antara TNI AD dengan berbagai komponen masyarakat, khususnya Satlinmas, dalam mendukung terciptanya ketenteraman, ketertiban serta kesiapsiagaan masyarakat.

Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud menyampaikan bahwa jajaran Korem 044/Gapo siap mendukung rangkaian kunjungan dan kegiatan Kasad di wilayah Sumatera Selatan.

“Jajaran Korem 044/Gapo siap mendukung seluruh rangkaian kegiatan Bapak Kasad selama berada di Palembang. Kehadiran beliau tentunya menjadi kehormatan sekaligus memberikan motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pengabdian dan memperkuat sinergi bersama seluruh komponen masyarakat,” ujar Danrem.

Selanjutnya, Kasad beserta rombongan melanjutkan rangkaian agenda yang telah dijadwalkan selama kunjungan di Kota Palembang. (Mdn) 

Lagi Liputan, Diduga Wartawan Dianiaya Di UIN Radin Intan Hingga Lebam Lalu Disekap 1 Jam


REFORMASI-ID | Lampung - Dua wartawan Media Akurat Lampung, Ade dan Zul, diduga menjadi korban penganiayaan serta penyekapan di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Radin Intan Lampung, mendatangi Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung. pada Kamis (27/8/2026).

Kedatangan mereka bersama sejumlah puluhan jurnalis Kota Bandar Lampung bertujuan untuk meminta dukungan moral dan pengawalan hukum agar aparat kepolisian mengusut tuntas kasus penganiayaan dan penyekapan yang dialami kedua wartawan Ade dan Zul.

Kedatangan para jurnalis ini diterima langsung oleh Sekretaris PWI Lampung, Andi Panjaitan, didampingi Ketua Lembaga Advokasi dan Konsultasi Hukum (LAKH) PWI Lampung, Kusmawati Fatahong.

Adapun kronologi kejadian bermula saat Ade dan Zul hendak melakukan peliputan terkait proyek pembangunan gapura di UIN Radin Intan Lampung yang dinilai mangkrak sejak tahun 2024. 

Korban menegaskan bahwa mereka telah mengikuti prosedur penulisan berita yang benar dengan melakukan konfirmasi terlebih dahulu ke Humas.

"Kami sebelum datang ke UIN terlebih dahulu menghubungi Pak Fahmi selaku Humas UIN, dan sudah diperbolehkan untuk datang meliput. Makanya kami datang. Kami datang baik-baik mau meliput dengan mengambil foto dan video pembangunan gapura UIN yang menurut kami lama pengerjaannya sejak 2024 sampai sekarang," ujar Zul saat memberikan keterangan di Kantor PWI.

Zul menambahkan, saat tiba di lokasi, pihak satuan pengamanan (Satpam) kampus juga sempat menelepon pihak Humas untuk memastikan izin tersebut. Humas UIN pun membenarkan bahwa kedua jurnalis telah mengantongi izin peliputan. Namun, situasi mendadak berubah menjadi anarkis ketika pengawas proyek gerbang mendatangi mereka.

"Ada sejumlah laki-laki datang secara  tiba-tiba kami dipukuli, lalu handphone mau dirampas. Tapi saya keburu lari mencari pertolongan, sedangkan teman saya, Ade, ditarik sama mereka. Tragisnya, para Satpam UIN hanya membiarkan dan menonton saat saya berteriak-teriak meminta tolong. Saya akhirnya menghubungi kawan-kawan di Forwako," lanjut Zul.

Merespons aduan tersebut, PWI Lampung melalui Lembaga Advokasi dan Konsultasi Hukum menyatakan sikap tegas untuk mengawal kasus kekerasan pers ini. PWI Lampung mendesak pihak kepolisian untuk segera menangkap para pelaku penganiayaan dan penyekapan, serta mendesak pihak kampus UIN Radin Intan mengevaluasi kinerja oknum Satpam yang melakukan pembiaran terhadap tindak pidana di area kampus. (*) 

27 Agustus 2026

Perkuat Pencegahan Karhutla di Sumsel, Danrem 044/Gapo Gencarkan Penyuluhan


REFORMASI-ID | Palembang – Upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Sumatera Selatan terus diperkuat. Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud lakukan penyuluhan Karhutla sebagai langkah meningkatkan kesadaran dan peran aktif masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan penyuluhan tersebut menjadi bagian dari langkah Korem 044/Gapo dalam meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat upaya pencegahan Karhutla sejak dini. Edukasi kepada masyarakat dinilai menjadi salah satu langkah penting, mengingat sebagian besar potensi kebakaran dapat ditekan apabila masyarakat memahami bahaya dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran.

Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak boleh hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Pencegahan, deteksi dini, pemantauan wilayah rawan dan respons cepat harus berjalan secara berkesinambungan.

“Pencegahan harus menjadi prioritas. Jangan sampai kita menunggu api membesar baru melakukan tindakan. Dengan deteksi dini, kepedulian dan partisipasi masyarakat, potensi Karhutla dapat kita tekan sejak awal,” tegas Brigjen TNI Khabib Mahfud.

Menurut Danrem, jajaran Korem 044/Gapo melalui Kodim dan Babinsa akan terus berada di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi, melakukan pemantauan wilayah rawan serta membangun komunikasi dengan masyarakat apabila ditemukan indikasi terjadinya Karhutla.

Tak hanya itu paparnya. Penyuluhan juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dampak Karhutla, baik terhadap kesehatan, lingkungan maupun aktivitas sosial dan ekonomi. Masyarakat diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. 

"Laporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap diwilayahnya," pungkas Danrem 044/Gapo. (Mdn) 

Perkuat Jati Diri dan Sejarah Kepolisian, Kapolda Sumsel Bangun Monumen Juang


REFORMASI-ID | PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan memulai pembangunan Monumen Juang Polisi Sumatera Selatan melalui peletakan batu pertama di lingkungan Mapolda Sumsel, Kamis (27/8/2026). 

Pembangunan monumen yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Juang Polri tersebut merupakan upaya merawat sejarah, menghormati pengabdian para pendahulu, sekaligus mewariskan nilai-nilai perjuangan kepada generasi penerus Polri.

Peletakan batu pertama dilaksanakan Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Sumatera Selatan Ny. Eka Sandi Nugroho, Wakapolda Sumsel, serta jajaran Pejabat Utama Polda Sumsel.

Monumen Juang Polisi Sumatera Selatan dirancang bukan sekadar sebagai bangunan monumental, tetapi sebagai ruang ingatan yang menggambarkan perjalanan panjang kepolisian di Sumatera Selatan, mulai dari masa perjuangan kemerdekaan hingga pengabdian Polri kepada masyarakat pada era Presisi.

Relief monumen akan memuat lima tema besar perjalanan kepolisian, yakni masa penjajahan Belanda dan Jepang, pengibaran Merah Putih pada 1945, perjuangan mempertahankan kemerdekaan 1945–1949, pembentukan dan perkembangan Polda Sumsel, serta pengabdian Polda Sumsel kepada masyarakat pada masa kini.

Salah satu peristiwa yang diabadikan adalah pengibaran Bendera Merah Putih di Kantor Polisi 10 Ulu Palembang pada akhir Agustus 1945. Sekitar 100 anggota polisi ketika itu mengikuti upacara yang dilanjutkan dengan sumpah kesetiaan kepada Pemerintah Republik Indonesia. Peristiwa tersebut menjadi salah satu penanda keberpihakan anggota kepolisian kepada Republik pada masa awal kemerdekaan.

Jejak perjuangan polisi bersama tentara, laskar, dan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan juga menjadi bagian penting dari relief. Termasuk perjuangan dalam Pertempuran Lima Hari Lima Malam di Palembang pada 1–5 Januari 1947 serta kiprah sejumlah tokoh kepolisian dalam mempertahankan kemerdekaan hingga 1949.

Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol. Sudrajat Hariwibowo, S.I.K., M.Si., selaku Ketua Pelaksana Pembangunan Monumen menegaskan komitmen untuk menggali dan mendokumentasikan sejarah perjuangan polisi di Sumatera Selatan.

“Materi sejarah disusun dengan mengacu pada arsip dan dokumen kepolisian, literatur sejarah, dokumentasi foto dan media, serta keterangan keluarga maupun ahli waris pelaku sejarah. Salah satunya diperkuat melalui keterangan keluarga almarhum AKBP Agoestjik Bakri, yang telah dikunjungi secara langsung oleh Bapak Kapolda dalam kegiatan anjangsana,” ujar Kombes Pol. Sudrajat Hariwibowo, S.I.K., M.Si.


Terkait material relief, Karo SDM menjelaskan bahwa pengerjaan akan dilakukan oleh pengrajin dari Boyolali menggunakan plat tembaga premium dengan berat keseluruhan kurang lebih 360 kilogram. Material tersebut dipilih untuk menghasilkan ukiran yang lebih timbul, detail relief yang maksimal, sekaligus mendukung kekuatan dan daya tahan monumen dalam jangka panjang.

"Keseluruhan pembangunan Monumen Juang Polisi Sumatera Selatan ditargetkan selesai pada Oktober 2026," jelasnya.

Selain merekam sejarah masa lalu, bagian relief juga akan menggambarkan wajah Polda Sumsel pada era Presisi melalui berbagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, antara lain pelayanan publik, ketahanan pangan, tata kelola sumur minyak masyarakat, Command Center, bantuan sosial, penyediaan air bersih, pembangunan infrastruktur, hingga sinergi Forkopimda sebagai Super Team.

"Kehadiran berbagai tema tersebut menjadikan monumen sebagai penghubung antara sejarah perjuangan dan wajah pengabdian kepolisian pada masa kini. Nilai perjuangan para pendahulu diharapkan tidak berhenti sebagai catatan sejarah, tetapi menjadi inspirasi dalam menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin dekat dengan masyarakat," tuturnya.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan pembangunan monumen tersebut diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus pengingat bagi seluruh personel bahwa pengabdian Polri saat ini merupakan kelanjutan dari perjuangan para pendahulu.

“Monumen ini bukan hanya untuk mengenang perjalanan sejarah, tetapi juga untuk menghidupkan nilai perjuangan itu dalam setiap pelaksanaan tugas. Generasi Polri saat ini harus menjaga warisan tersebut melalui integritas, profesionalisme, prestasi, dan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Monumen yang mengusung semangat “Merawat Ingatan, Menghormati Pengabdian, dan Mewariskan Nilai Perjuangan” tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi personel Polri, generasi muda, dan masyarakat mengenai perjalanan kepolisian di Bumi Sriwijaya.

Menurut Nandang. Melalui pembangunan Monumen Juang Polisi Sumatera Selatan, Polda Sumsel ingin memastikan sejarah perjuangan tidak berhenti sebagai cerita masa lalu. Nilai keberanian, pengorbanan, kesetiaan kepada NKRI, serta pengabdian kepada masyarakat diharapkan terus hidup.

"Menjadi semangat bagi setiap personel untuk tidak hanya menjadi pewaris sejarah, tetapi turut menciptakan sejarah melalui pengabdian terbaiknya," pungkas kabidhumas Polda Sumsel. (Mdn) 

26 Agustus 2026

Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri Tinjau Langsung Obvitnas Ketenagalistrikan PT PLN UP2D Jateng



REFORMASI-ID | Semarang - Guna memastikan keamanan dan keandalan pasokan energi listrik sebagai salah satu Objek Vital Nasional (Obvitnas), Tim Audit Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri melaksanakan kegiatan Audit Implementasi SMP di lingkungan PT PLN (Persero) UP2D – UID Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan audit yang berpusat di Ruang Borobudur Kantor PT PLN UID Jateng dan PT PLN UP2D Jateng ini difokuskan pada pengamanan instalasi vital ketenagalistrikan, khususnya area Distribution Control Center (DCC) dan Ruang Server SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition).

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan resmi (Opening Meeting) yang dihadiri langsung oleh Penanggung Jawab Tim Audit, Brigjen Pol Dr. Drs. Ignatius Agung Prasetyoko, S.H., M.H., Ketua Tim Audit Kombes Pol Joseph Febriano Hartono Mandagi, S.I.K., serta General Manager PT PLN UID Jateng, Bramantyo Anggun Pambudi. Turut hadir jajaran pejabat struktural PLN UID Jateng, Tenaga Ahli SMP Ir. Mangasa Ritonga, M.M., serta tim audit internal Polri.

Dalam sambutannya, Penanggung Jawab Tim Audit, Brigjen Pol Dr. Drs. Ignatius Agung Prasetyoko, S.H., M.H., menegaskan pentingnya penerapan standar pengamanan yang ketat dan terintegrasi pada objek vital nasional. Menurutnya, keandalan infrastruktur sistem kontrol dan server kelistrikan PLN berdampak langsung terhadap stabilitas pelayanan publik dan perekonomian masyarakat.

Senada dengan hal tersebut, General Manager PT PLN UID Jateng, Bramantyo Anggun Pambudi, menyambut baik pelaksanaan audit ini sebagai wujud komitmen PLN dalam meningkatkan kepatuhan tata kelola pengamanan serta mitigasi risiko terhadap potensi gangguan fisik maupun operasional.

Pada hari pertama pelaksanaan audit, tim gabungan Ditpamobvit Polri melakukan serangkaian tinjauan lapangan secara mendalam ke berbagai titik perimeter dan objek penting di area PT PLN UP2D Jateng, meliputi, Pos Pengamanan Utama (Pos Jaga), Ruang Dispatcher (Distribution Control Center)Ruang Server SCADA;
Area Genset Cadangan dan Rumah Pompa Hydrant (Sistem Proteksi Kebakaran)

Selain verifikasi lapangan, Tim Audit juga melaksanakan sesi wawancara dan telaah dokumen teknis terkait Elemen 1: Komitmen dan Kebijakan Manajemen bersama jajaran manajemen dan Tim SMP PLN UP2D Jateng.

Ketua Tim Audit, Kombes Pol Joseph Febriano Hartono Mandagi, S.I.K., menyampaikan bahwa audit implementasi ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepatuhan serta memastikan kesiapan sistem proteksi pengamanan PLN berjalan sesuai standar Perpol No. 7 Tahun 2019 tentang Sistem Manajemen Pengamanan Obvitnas. Kegiatan audit akan berlangsung secara bertahap guna memastikan seluruh aspek pengamanan fisik, personel, informasi, hingga penanganan kedaruratan terpenuhi secara optimal.

Sabet Medali Emas, Prajurit YONIF 7 MARINIR Juarai Kejuaraan Pencak Silat PDM Kota Bandar Lampung


REFORMASI-ID | LAMPUNG - Prajurit Muda Batalyon Infanteri 7 Marinir raih juara 1 dan juara 2 dalam Kejuaran Pencak Silat PDM Kota Bandar Lampung. Selasa (25/08/2026).

Dalam kejuaraan kali ini, Pratu Mar Agung Dwi Kurniawan Kembali berhasil meraih Juara 1 dan mengusung medali emas berturut turut dalam kejuaraan Gubernur Cup Kelas G Putra Dewasa 75-80 Kg. Sedangkan Prajurit Pratu Mar Risandi prajurit Batalyon Infanteri 7 marinir mendapatkan juara 2 dan meraih perak dalam kejuaraan Gubernur Cup di kelas D Putra 60 - 65 kg. Atlit muda Ajabra tersebut menjadi yang terbaik di kelasnya dan memperoleh Medali Emas dan medali perak.

Komandan Batalyon Infanteri 7 Marinir Letkol Mar M. Kristian Widiantoro, M.Tr.Opsla. menyampaikan. Diharapkan dengan keberhasilan tersebut dapat menambah pengalaman dan motivasi yang tinggi bagi prajurit untuk menghadapi ajang kejuaraan yang lebih bergengsi kedepannya serta dapat mengharumkan nama satuan dan TNI AL.

"Selamat atas prestasinya, tetap berlatih dengan penuh semangat sehingga selalu siap dalam kejuaraan dan pertandingan berikutnya," ungkapnya. (Mdn)