20 Agustus 2026
19 Agustus 2026
Solar Subsidi Dilansir Berulang dengan QR Barcode Berbeda, Polda Sumsel Tangkap Tiga Pelaku
REFORMASI-ID | PALEMBANG – Polda Sumatera Selatan melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) berhasil mengungkap dugaan tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan dan niaga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di Kota Palembang. Dalam pengungkapan tersebut, Subdit IV Tipidter mengamankan sedikitnya 5.350 liter solar bersubsidi beserta sejumlah kendaraan dan peralatan yang diduga digunakan untuk menjalankan aksi pelangsiran dan penampungan BBM subsidi. Pengungkapan dilakukan pada Selasa, 11 Agustus 2026, sekitar pukul 22.00 WIB, di kawasan Jalan Kolonel Sulaiman Amin, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kota Palembang.
Wadirreskrimsus Polda Sumsel AKBP Listiyono Dwi Nugroho, S.I.K., M.H., dalam konferensi pers, Rabu (19/8/2026), menjelaskan bahwa pengungkapan berawal dari informasi masyarakat mengenai adanya aktivitas mencurigakan di dalam Bengkel Las Air Balui.
Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel melakukan penyelidikan secara intensif. Dari hasil penyelidikan, petugas menemukan adanya aktivitas pembelian solar bersubsidi secara berulang di sejumlah SPBU dengan menggunakan QR barcode yang berbeda-beda. Solar tersebut kemudian dimasukkan ke dalam tangki kendaraan yang telah dimodifikasi untuk menampung BBM dalam jumlah lebih besar.
Petugas selanjutnya melakukan pembuntutan terhadap aktivitas para pelaku sejak dari salah satu SPBU di wilayah Palembang. Hingga akhirnya, pada Selasa malam, personel berhasil mengamankan tiga orang yang diduga terlibat, masing-masing berinisial Sun (34), Her (41), dan Hek (41).
"Ketiganya diamankan di lokasi gudang penampungan ketika sedang membongkar dan menurunkan muatan solar bersubsidi yang diduga merupakan hasil pelangsiran dari sejumlah SPBU," ujarnya.
Dari lokasi tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Panther warna hijau, dua unit truk warna kuning, serta satu unit truk modifikasi tanpa nomor polisi yang telah dilengkapi tangki petak. Selain kendaraan, petugas juga mengamankan puluhan jerigen berisi solar, beberapa unit baby tank atau tedmond, drum, mesin penyedot, selang, serta sejumlah alat komunikasi.
Dalam pengungkapan ini, penyidik juga menemukan adanya dugaan keterlibatan seorang pemodal berinisial S yang diduga berperan sebagai pemodal sekaligus pemilik gudang penampungan. Terhadap S, penyidik masih melakukan pengejaran dan pengembangan untuk mengungkap lebih jauh jaringan penyalahgunaan BBM bersubsidi tersebut.
Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Andrie Setiawan, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa penyidik masih terus mengembangkan perkara, khususnya terkait asal-usul dan kepemilikan QR barcode yang digunakan dalam pembelian solar bersubsidi.
“Kami masih mengembangkan kasus ini, terutama akan mendalami kepemilikan QR barcode yang digunakan dalam aksi penimbunan ini guna membongkar jaringan yang lebih luas,” ujar AKBP Andrie Setiawan, S.H., S.I.K., M.H.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Para pelaku terancam pidana penjara paling lama enam tahun dan pidana denda paling banyak Rp60 miliar.
Pengungkapan ini menjadi bagian dari komitmen Polda Sumatera Selatan dalam menjaga distribusi energi bersubsidi agar tepat sasaran. Penyalahgunaan BBM bersubsidi tidak hanya merugikan masyarakat yang berhak menerima, tetapi juga berpotensi mengganggu ketersediaan energi serta menimbulkan kerugian terhadap perekonomian negara.
Kompol I Putu Suryawan mewakili Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kepolisian akan mengambil tindakan tegas terhadap setiap bentuk penyalahgunaan BBM bersubsidi.
“Kami akan menindak tegas setiap bentuk kejahatan penyalahgunaan BBM bersubsidi tanpa kompromi guna memastikan distribusi energi tepat sasaran dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polda Sumatera Selatan,” ujar Kompol I Putu Suryawan.
Saat ini, penyidik masih melengkapi berkas perkara untuk selanjutnya dilimpahkan kepada jaksa penuntut umum. Polisi juga terus mendalami keterlibatan pihak lain, termasuk menelusuri jaringan pemodal, asal-usul QR barcode, serta kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas dalam praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi di wilayah Sumatera Selatan.
Polda Sumatera Selatan menegaskan bahwa pengawasan dan penindakan terhadap penyalahgunaan BBM bersubsidi akan terus dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap kepentingan masyarakat sekaligus memastikan program subsidi energi pemerintah benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak. (Mdn)
Dukung Swasembada Bawang Putih Nasional, Polda Sumsel Targetkan Panen 810 Ton
REFORMASI-ID | MUARA ENIM — Polda Sumatera Selatan memperkuat dukungan terhadap program swasembada pangan nasional melalui penanaman bawang putih serentak yang dilaksanakan di lima wilayah Polres jajaran, Rabu (19/8/2026). Dari total lahan seluas 81 hektare yang disiapkan, Polda Sumsel menargetkan potensi hasil panen mencapai 810 ton bawang putih pada November 2026. Rabu, 19/08/2026.
Kegiatan di Sumatera Selatan dipusatkan di kawasan perkebunan Dusun 3, Desa Gunung Agung, Kecamatan Semende Darat Tengah, Kabupaten Muara Enim, dan dipimpin Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Penanaman Bawang Putih Serentak Nasional yang terhubung dengan kegiatan utama di Sembalun, Nusa Tenggara Barat.
Program nasional tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung Asta Cita pemerintah dalam memperkuat kemandirian pangan, khususnya bawang putih. Saat ini, kebutuhan bawang putih nasional masih memiliki tingkat ketergantungan terhadap impor sekitar 90–95 persen, sehingga peningkatan produksi dalam negeri menjadi salah satu langkah strategis menuju swasembada.
Pada penanaman serentak kali ini, Polda Sumsel memanfaatkan 9,6 hektare lahan siap tanam dengan bibit sebanyak 7,7 ton dari total ketersediaan bibit 44,7 ton. Varietas yang dikembangkan terdiri dari Sangga Sembalun, Lumbu Hijau, dan Lumbu Putih, dengan melibatkan 113 petani dari 14 kelompok tani.
Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho mengatakan, pengembangan bawang putih tersebut dilaksanakan melalui lima Polres jajaran dengan karakteristik lahan dan varietas yang disesuaikan dengan wilayah masing-masing.
“Secara keseluruhan total luas lahan yang disiapkan untuk penanaman bawang putih di wilayah Polda Sumatera Selatan seluas 81 hektare. Kami menargetkan hasil panen sebanyak 810 ton yang insyaallah akan dipanen pada November 2026,” ujar Irjen Pol. Sandi Nugroho.
Lima wilayah tersebut meliputi Polres Muara Enim dengan total lahan 20 hektare dan varietas Lumbu Hijau; Polres Lahat seluas 15 hektare dengan varietas Lumbu Putih; Polres Pagar Alam seluas 21 hektare dengan varietas Sangga Sembalun; Polres OKU Selatan seluas 15 hektare dengan varietas Sangga Sembalun; serta Polres Empat Lawang seluas 10 hektare dengan varietas Sangga Sembalun.
Secara nasional, penanaman serentak pada 19 Agustus 2026 dilaksanakan di 14 Polda dan 59 Polres jajaran dengan luas lahan mencapai 279,53 hektare, potensi hasil sekitar 2.795,3 ton, serta melibatkan 110 kelompok tani dan 2.174 petani. Tiga provinsi lainnya dijadwalkan menyusul pelaksanaan program tersebut.
Dalam skala nasional, Sumatera Selatan menjadi salah satu wilayah dengan kontribusi lahan terbesar. Setelah Nusa Tenggara Barat yang menyiapkan lahan 120 hektare dengan potensi hasil 1.200 ton, Polda Sumsel menyiapkan 81 hektare dengan potensi hasil 810 ton, disusul Jawa Barat seluas 34,58 hektare dengan potensi hasil 345,8 ton.
Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. dalam arahannya menekankan pentingnya kerja bersama seluruh pihak untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor sekaligus mengembalikan kemampuan Indonesia mencapai swasembada bawang putih.
“Terus semangat dan mari kita sama-sama menunjukkan bahwa Indonesia mampu mencapai swasembada, khususnya swasembada bawang putih,” tegas Kapolri.
Pelaksanaan program di Sumatera Selatan turut mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan unsur Forkopimda, pemerintah kabupaten, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sumatera Selatan (BRMP Sumsel), Dinas Pertanian Provinsi Sumsel dan kabupaten jajaran, para ahli pertanian, kelompok tani, Bhayangkari, pihak swasta, serta berbagai elemen masyarakat.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam program tersebut diarahkan untuk memperkuat sinergi dan memastikan program berjalan berkelanjutan dari proses penanaman hingga panen.
“Polda Sumsel bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus mengawal proses penanaman, pemeliharaan hingga panen. Targetnya bukan hanya meningkatkan produksi bawang putih, tetapi juga memberikan manfaat bagi petani dan secara bertahap membantu mengurangi ketergantungan terhadap impor,” ujarnya.
Melalui pengembangan lahan bawang putih di lima wilayah tersebut, Polda Sumsel berkomitmen terus mendukung program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan. Sinergi pemerintah, Polri, kelompok tani, akademisi dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat produksi bawang putih dalam negeri sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani menuju terwujudnya swasembada pangan nasional. (Mdn)
Aliansi Mahasiswa Batavia Jakarta Desak Transparansi dan Evaluasi Kinerja Sekda DKI
SAR Korbrimob Polri Perkuat Trauma Healing bagi Warga Terdampak Gempa NTT
Aksi Humanis Kapolres Lampung Selatan, Duduk di Jalanan dan Minum Es Jeruk Bareng Massa
REFORMASI-ID | Lampung Selatan – Ada pemandangan berbeda dalam pengamanan aksi unjuk rasa karyawan PT Bumi Sentosa Abadi (BSA) di depan Mapolda Lampung, Jalan Terusan Ryacudu, Lampung Selatan, Rabu (19/8/2026).
Sebanyak 250 personel Polres Lampung Selatan dikerahkan untuk mengamankan aksi. Pengamanan dipimpin langsung Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan, S.H., S.I.K., M.M., M.Si., dengan mengedepankan pendekatan humanis dan komunikasi bersama peserta aksi.
“Kami hadir bukan untuk membatasi masyarakat menyampaikan aspirasi. Kami ingin memastikan penyampaian pendapat berjalan aman, tertib, dan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kepolisian,” kata Deddy.
Massa aksi menyampaikan aspirasi melalui orasi di depan pintu gerbang Mapolda Lampung. Perwakilan pengunjuk rasa kemudian diterima Wakapolda Lampung bersama Dirkrimum dan sejumlah pejabat utama Polda Lampung untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Di tengah pengamanan, suasana berlangsung cair ketika Kapolres memilih mendekat dan duduk bersama sejumlah pengunjuk rasa. Deddy bahkan membagikan es jeruk kepada massa dan ikut duduk menikmati minuman tersebut sambil berbincang.
“Saya ingin teman-teman menyampaikan aspirasinya dengan tenang. Kita sama-sama menjaga situasi agar tetap aman. Polisi juga bagian dari masyarakat, jadi mari kita komunikasi dengan baik,” ujarnya.
Momen tersebut menjadi perhatian tersendiri. Di tengah aksi yang diwarnai orasi, Kapolres justru membangun komunikasi secara langsung tanpa sekat dengan peserta aksi.
“Tidak ada salahnya kita duduk bersama, ngobrol bersama. Ini bukan soal es jeruknya, tetapi bagaimana kita membangun komunikasi dan suasana yang lebih sejuk,” kata Deddy.
Selain pendekatan dialogis, personel Polwan dan anggota Polres Lampung Selatan juga terlihat memberikan pelayanan kepada massa selama aksi berlangsung. Kehadiran personel tidak hanya diarahkan untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan peserta aksi dapat menyampaikan pendapat secara tertib.
Untuk menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan, petugas melakukan rekayasa lalu lintas dengan menerapkan sistem contra flow. Langkah tersebut dilakukan agar keberadaan massa di sekitar Mapolda Lampung tidak sepenuhnya menghambat mobilitas pengguna jalan.
Aksi tersebut digelar karyawan Sungai Budi Group. Mereka menyampaikan tuntutan agar kepolisian mengusut tuntas dugaan pembakaran dan perusakan aset PT Bumi Sentosa Abadi (BSA) di Anak Tuha, Lampung Tengah.
Pengamanan yang dipimpin langsung Kapolres Lampung Selatan itu menunjukkan bahwa menjaga keamanan aksi tidak selalu dilakukan dengan pendekatan yang kaku. Komunikasi, pelayanan, dan suasana yang lebih cair menjadi bagian dari upaya polisi menjaga penyampaian aspirasi tetap aman dan kondusif. (Mdn)
Buruh Harian PT BSA Gelar Aksi Demo Dimapolda Lampung, Minta Keadilan
REFORMASI-ID | LAMPUNG - Ribuan buruh harian dan karyawan PT BSA di Lampung Tengah mendatangi Polda Lampung untuk meminta keadilan serta perlindungan hukum atas dugaan pengerusakan dan pembakaran tempat tinggal maupun fasilitas kerja perusahaan pada Rabu (19/8/2026)
Kedatangan para buruh tersebut menjadi bentuk keresahan setelah sejumlah bangunan dan fasilitas yang digunakan untuk menunjang aktivitas pekerjaan mengalami kerusakan hingga terbakar. Para buruh meminta Polda Lampung bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
Para buruh juga mengaku khawatir dengan keselamatan mereka lantaran dalam aksi tersebut terdapat massa yang diduga membawa senjata tajam (sajam) dan bambu runcing. Mereka meminta kepolisian melakukan langkah tegas serta memastikan tidak terjadi aksi susulan yang dapat membahayakan pekerja.
Usai melakukan mediasi dengan Wakapolda Lampung, Korlap Demo Budi Sukoco mengatakan pihaknya menerima respons yang baik dari jajaran Polda Lampung. Ia berharap kepolisian dapat memberikan keadilan serta mengusut secara menyeluruh persoalan yang terjadi.
“Alhamdulillah kami diterima dengan baik oleh Wakapolda. Tentunya kami datang untuk meminta keadilan. Total kerugian yang kami alami sekitar Rp30 miliar. Semua alat dan bangunan kantor hangus dan ludes terbakar,” ujar Budi.
Budi menjelaskan, persoalan tersebut telah berlangsung cukup panjang. Pada 2013, PT BSA disebut memiliki lahan seluas sekitar 930 hektare. Namun, dalam perjalanan waktu, terdapat sejumlah masyarakat yang mengakui kepemilikan atas lahan tersebut.
“Pada 2013 kami punya lahan sekitar 930 hektare. Namun banyak masyarakat di sana yang mengakui kepemilikan. Kami berikan tali asih. Kemudian pada 2023 kembali di-claim oleh masyarakat dan kami kembali memberikan tali asih kepada masyarakat,” jelasnya.
Menurut Budi, meski pihak perusahaan telah beberapa kali memberikan tali asih sebagai bentuk penyelesaian, persoalan tersebut kembali memuncak hingga pada 2026 tempat kerja dan sejumlah fasilitas milik perusahaan mengalami pembakaran.
“Kami sudah beberapa kali memberikan tali asih kepada masyarakat. Namun sampai 2026, tempat kerja kami justru dibakar oleh pihak masyarakat,” lanjut Budi.
Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui jalur hukum dan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Pihaknya juga meminta kepolisian memberikan perlindungan kepada para pekerja yang saat ini merasa khawatir terhadap keselamatan mereka.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Lampung Yuni Yuyun Iswandar mengatakan, pihak kepolisian menerima kedatangan para buruh dengan baik dan akan melakukan penyelidikan terhadap persoalan tersebut.
“Kami menerima dengan baik. Tentunya ini akan kami selidiki. Kami juga sudah memanggil perwakilan dari Lampung Tengah untuk dimintai keterangan,” kata Yuni Yuyun Iswandar.
Ia menegaskan, kepolisian akan melakukan proses penyelidikan terhadap laporan dan informasi yang disampaikan guna mengetahui secara jelas rangkaian peristiwa serta pihak-pihak yang terlibat.
Polda Lampung juga diharapkan dapat memastikan situasi tetap aman dan kondusif, khususnya bagi para buruh dan masyarakat di sekitar lokasi. Langkah kepolisian tersebut dinilai penting untuk mencegah terjadinya aksi lanjutan yang dapat kembali merugikan pekerja maupun masyarakat.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia M. Alzier Dianis Thabranie melalui sekretaris Eko Rahmawan yang mengawal langsung dilokasi demo mengungkapkan, KSPSI mengawal para buruh mendukung Polda Lampung untuk penindakan terhadap para provokator aksi massa yang melakukan pengrusakan terhadap tempat tinggal dan tempat bekerja buruh di PT. BSA.
"Kami berharap proses hukum dapat berjalan secara objektif dan transparan. Mereka meminta siapapun yang terbukti melakukan pengerusakan maupun pembakaran diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Mereka sampai saat ini masih trauma saat massa datang membawa bambu runcing dan senjata tajam saat mereka sedang bekerja," ujarnya. (*)
Visitasi Kompolnas ke Polda Lampung, Dalami Kinerja dan Inovasi Pelayanan untuk Kompolnas Award 2026
REFORMASI-ID | Lampung – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melakukan visitasi ke Polda Lampung dalam rangka penilaian Kompolnas Award 2026, Selasa (18/8/2026). Visitasi menjadi bagian dari proses verifikasi dan pendalaman terhadap kinerja, inovasi, serta kualitas pelayanan kepolisian yang telah dijalankan Polda Lampung.
Kedatangan tim Kompolnas tidak sekadar melakukan pemeriksaan administratif, tetapi juga melihat secara langsung implementasi berbagai program dan inovasi yang menjadi indikator penilaian. Tim melakukan pencocokan antara data dan dokumen yang disampaikan dengan pelaksanaan program di lapangan.
Sejumlah aspek menjadi perhatian dalam visitasi, mulai dari pelaksanaan tugas kepolisian, pelayanan publik, inovasi, pengelolaan sumber daya, hingga berbagai upaya Polda Lampung dalam meningkatkan kepercayaan dan kepuasan masyarakat.
Wakapolda Lampung Brigjen Pol Drs. Sumarto, M.Si. mengatakan, visitasi Kompolnas merupakan momentum penting bagi Polda Lampung untuk memperoleh penilaian secara objektif sekaligus mendapatkan masukan dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
“Bagi kami, visitasi ini bukan sekadar proses penilaian untuk mendapatkan penghargaan. Ini merupakan kesempatan untuk melihat kembali sejauh mana program dan inovasi yang kami laksanakan benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat,” ujar Sumarto.
Menurutnya, setiap evaluasi harus menjadi bahan pembenahan bagi seluruh jajaran. Polda Lampung berkomitmen memastikan program yang dijalankan tidak berhenti pada tataran administrasi, tetapi dapat diwujudkan dalam pelayanan yang nyata dan dirasakan masyarakat.
“Kami terbuka terhadap seluruh evaluasi dan masukan dari Kompolnas. Apa yang sudah baik akan kami pertahankan dan yang masih perlu diperbaiki akan menjadi perhatian untuk segera kami benahi,” katanya.
Sumarto menegaskan, penghargaan bukan menjadi tujuan akhir. Hal yang lebih penting adalah terwujudnya pelayanan kepolisian yang profesional, transparan, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, Polda Lampung terus mendorong keterbukaan informasi, inovasi, dan pemanfaatan teknologi sebagai bagian dari transformasi pelayanan Polri yang semakin dekat dengan masyarakat.
“Yang paling penting dari kegiatan ini adalah bagaimana setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat. Evaluasi dari Kompolnas menjadi bahan penting bagi kami untuk terus melakukan pembenahan,” kata Yuni.
Ia menambahkan, Polda Lampung akan terus memperkuat inovasi pelayanan publik maupun komunikasi kepolisian, sehingga masyarakat semakin mudah memperoleh informasi, menyampaikan pengaduan, serta mengakses layanan kepolisian.
“Semangat kami bukan hanya mengejar penilaian, tetapi memastikan setiap inovasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena ukuran keberhasilan pelayanan kepolisian pada akhirnya adalah kepercayaan dan kepuasan masyarakat,” ujarnya.
Visitasi Kompolnas Award 2026 diharapkan tidak berhenti pada proses penilaian, tetapi menjadi momentum evaluasi berkelanjutan untuk memperkuat tata kelola, kinerja, dan kualitas pelayanan Polda Lampung.
Dengan semangat Presisi, Polda Lampung berkomitmen menjadikan setiap evaluasi sebagai bagian dari upaya membangun institusi kepolisian yang semakin profesional, responsif, transparan, dan dipercaya masyarakat. (Mdn)
Dukung Pembangunan Sumsel, Danrem 044/Gapo: Perkuat Sinergi Lintas Instansi
REFORMASI-ID | Palembang — Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud, melaksanakan kunjungan kerja ke sejumlah instansi strategis di Sumatera Selatan, yakni Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan, dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VIII, Selasa (18/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Korem 044/Gapo dalam memperkuat silaturahmi, komunikasi, koordinasi dan sinergi lintas sektoral guna mendukung pembangunan serta menjaga stabilitas wilayah Sumatera Selatan.
Dalam kunjungannya ke BPS Provinsi Sumatera Selatan, Danrem diterima Kepala BPS Provinsi Sumatera Selatan Moh. Wahyu Yulianto, beserta jajaran. Pertemuan diisi dengan paparan mengenai berbagai data dan informasi strategis yang berkaitan dengan kondisi sosial, ekonomi, kependudukan, kemiskinan, ketahanan pangan serta perkembangan wilayah Sumatera Selatan.
Data statistik yang akurat dinilai penting sebagai salah satu bahan dalam memahami kondisi wilayah sekaligus mendukung koordinasi dan perencanaan pembangunan.
Selanjutnya, Danrem 044/Gapo mengunjungi BNN Provinsi Sumatera Selatan dan diterima Kepala BNN Provinsi Sumatera Selatan Brigjen Pol. Hisar Siallagan, Kunjungan tersebut menjadi momentum memperkuat koordinasi dalam mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di wilayah Sumatera Selatan.
Danrem kemudian melanjutkan kunjungan kerja ke BWS Sumatera VIII. Kunjungan ini merupakan bagian dari penguatan koordinasi dengan instansi yang memiliki peran strategis dalam pengelolaan sumber daya air dan pembangunan infrastruktur wilayah.
Danrem Brigjen TNI Khabib Mahfud, menegaskan. Melalui rangkaian kunjungan tersebut, Korem 044/Gapo terus mendorong terbangunnya sinergi yang erat dengan berbagai instansi pemerintah dan pemangku kepentingan. Kolaborasi lintas sektoral diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan wilayah sekaligus mendukung program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
"Rangkaian kunjungan kerja ini menjadi wujud komitmen Korem 044/Gapo untuk hadir dan bersinergi bersama seluruh komponen daerah dalam menjaga stabilitas serta mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan," pungkasnya. (Mdn)
18 Agustus 2026
Pelayanan Makanan dan Evakuasi Korban Gempa oleh SAR Korbrimob Polri di Manggarai Timur
Kapolri Tinjau Pengungsian Korban Gempa NTT, Pastikan Penanganan Bencana Berjalan Optimal
Personel SatBrimob Polda Bali Melaksanakan Apel Keberangkatan Dalam Rangka BKO Polda NTT
Kapolri: Polri Pastikan Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas Penanganan Gempa NTT
Polri Perkuat Penanganan Gempa NTT, Kapolri Tinjau Lokasi Terdampak dan Serahkan Bantuan
Tim K-9 SAR Ditpolsatwa Korpsabhara Baharkam Polri Sisir Lokasi Terdampak di Manggarai NTT, Pastikan Sterilisasi dan Keselamatan Satwa
PAC LDII Kayuringin Jaya Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Lomba dan Bazar UMKM
Warga Dusun Way Baru Bawah Meriahkan HUT ke-81 RI dengan Beragam Lomba
Kepala Dusun Way Baru Bawah Ma'ruf bersama warga menggelar berbagai perlombaan yang diikuti masyarakat dari empat RT, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di kediaman Kepala Dusun Way Baru Bawah, RW 018, tersebut berlangsung meriah. Warga tampak antusias mengikuti berbagai perlombaan yang digelar dalam rangka memeriahkan bulan kemerdekaan.
Kepala Dusun Way Baru Bawah, Ma’ruf, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI.
“Setiap tahun kami menggelar kegiatan lomba. Tahun ini dimulai Sabtu, 15 Agustus 2026 dan akan ditutup Jumat, 21 Agustus 2026, sekaligus pembagian hadiah,” ujar Ma’ruf.
Beragam perlombaan disiapkan panitia, mulai dari karaoke, joget balon, lomba kelereng, makan kerupuk, pindah sarung, hingga permainan lainnya. Kegiatan juga dirangkai dengan jalan sehat dan pembagian doorprize.
Menurut Ma’ruf, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan bagi warga, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kekompakan masyarakat.
“Harapan kami kegiatan ini bisa menumbuhkan semangat kebersamaan, kekompakan dan gotong royong di tengah masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan sosial dan kemasyarakatan seperti ini akan terus didukung sebagai bagian dari upaya membangun kebersamaan warga di Desa Bakauheni.
Kemeriahan terlihat dari antusiasme warga yang mengikuti setiap perlombaan. Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut pun dimanfaatkan masyarakat Dusun Way Baru Bawah untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif, sekaligus memperkuat persaudaraan dan semangat gotong royong. (Mudian)
Korbrimob Perkuat Penanganan Pascagempa di NTT, Dirikan Posko dan Layani Warga Terdampak
Pasukan Brimob Sudah Bergerak ke Lokasi Bencana, Perkuat Operasi Penyelamatan dan Kemanusiaan di NTT
Di Tengah Perayaan Kemerdekaan, Korbrimob Polri Hadir untuk Masyarakat NTT Terdampak Bencana
Astamaops Kapolri Turun Langsung Maksimalkan Operasi Kemanusiaan di Manggarai, 45 Posko Tampung 13.881 Pengungsi
Ads 970x90























