Media Reformasi Indonesia 🇮🇩

17 Januari 2026

Wujud Negara Hadir, Jasa Raharja Memberi Perlindungan Korban Kecelakaan Rp3,22 Triliun Sepanjang 2025

REFORMASI-ID 🇮🇩 | Jakarta, 17 Januari 2026 - Sepanjang tahun 2025, Jasa Raharja meringankan beban korban kecelakaan lalu lintas dan keluarga yang ditinggalkan melalui santunan dengan total nilai mencapai Rp3,22 triliun.

Santunan ini merupakan wujud dari komitmen berkelanjutan Jasa Raharja sebagai BUMN yang sejalan dengan penguatan ekosistem perlindungan sosial nasional bersama Danantara Indonesia, dalam menghadirkan perlindungan dasar bagi masyarakat melalui layanan yang cepat, tepat, dan berorientasi pada kemanusiaan. Hingga akhir tahun 2025, tercatat sebanyak 153.141 korban kecelakaan lalu lintas telah menerima santunan. 

Dari jumlah tersebut, santunan bagi korban meninggal dunia mencapai Rp1,36 triliun, sementara santunan untuk korban luka-luka tercatat sebesar Rp1,85 triliun. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun
sebelumnya, angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 3,87 persen, sesuai data tahun 2025.

Sebagai penyelenggara asuransi kecelakaan, Jasa Raharja terus memperkuat kualitas layanan dengan mengedepankan kecepatan dan ketepatan. 

Saat ini, penyampaian santunan kepada ahli waris dan korban luka-luka dapat dilakukan
dalam waktu kurang dari 24 jam sejak dokumen dinyatakan lengkap. Capaian ini
tidak terlepas dari peran aktif petugas Jasa Raharja di lapangan yang bekerja dengan semangat melayani sepenuh hati sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pelayanan prima bagi masyarakat.


Percepatan layanan tersebut menjadi wujud nyata negara hadir dalam memberikan
perlindungan dasar kepada masyarakat. Melalui sistem pelayanan yang terintegrasi
dan responsif, korban kecelakaan maupun ahli waris dapat memperoleh haknya secara cepat, tepat, dan transparan sebagai bagian dari penyelenggaraan pelayanan publik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Corporate Secretary Jasa Raharja Dodi Apriansyah menegaskan bahwa percepatan layanan menjadi kurang dari 24 jam ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan perlindungan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Kami memahami bahwa kecelakaan tidak hanya membawa duka, tetapi juga berdampak langsung pada kondisi ekonomi keluarga. Karena itu, Jasa Raharja berkomitmen memastikan santunan dapat diterima secepat mungkin agar dapat membantu meringankan beban ahli waris dan mempercepat proses pemulihan bagi korban luka-luka," ujar Dodi.


la menambahkan, penanganan yang cepat terhadap korban luka-luka memungkinkan proses pemulihan berjalan lebih optimal sehingga korban dapat kembali beraktivitas dan produktif. 

Sementara itu, santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia, yang disertai dengan berbagai program pendampingan, turut
membantu menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga yang ditinggalkan.

Dodi juga menyampaikan bahwa penguatan sistem layanan terus dilakukan melalui
sinergi lintas sektor guna memastikan proses penanganan berjalan efektif dan
akuntabel.

"Pelaksanaan pelayanan santunan ini tidak dapat dipisahkan dari sinergi yang
terbangun antara Jasa Raharja dengan Kepolisian, rumah sakit, pemerintah daerah,
serta stakeholder terkait lainnya. Melalui kerja sama yang semakin terintegrasi dan
berbasis data, proses penanganan korban kecelakaan dapat berjalan lebih tertib, terkoordinasi, dan memberikan kepastian bagi masyarakat." ujar Dodi.

Melalui penguatan sinergi lintas institusi dan peningkatan kualitas layanan, Jasa
Raharja terus menghadirkan perlindungan dasar yang responsif dan berorientasi
pada kebutuhan masyarakat. 

Upaya ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan perusahaan dalam menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan layanan santunan dapat dirasakan oleh korban kecelakaan dan keluarga yang terdampak.



Tim SAR Gabungan Ditsamapta Polda Sulsel dan Basarnas Kerahkan Personel Cari Pesawat ATR 400 yang Hilang Kontak di Maros



REFORMASI-ID | Maros - Menindaklanjuti laporan hilangnya kontak pesawat jenis ATR 400 milik maskapai Indonesia Air Transport di wilayah Kabupaten Maros, tim SAR gabungan yang terdiri dari Ditsamapta Polda Sulsel, Sat Brimob, Basarnas, TNI AU, dan BPBD bergerak cepat melakukan upaya pencarian dan pertolongan (SAR). Sabtu 17/01/25.

Operasi pencarian ini dimulai sejak Sabtu sore, 17 Januari 2026, dengan titik fokus di kawasan Leang-leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Kombes Pol Brury Soekotjo A.P., S.I.K., melalui Plt. Kasi Pammat AKP Acang Suryana, S.H., telah mengerahkan 11 personel dari Unit Pammat Ditsamapta Polda Sulsel untuk bergabung dalam misi kemanusiaan ini.

"Setelah menerima laporan, personel langsung melaksanakan apel kesiapan dan pemberangkatan menuju titik lokasi di Kabupaten Maros pada pukul 17.00 WITA. Kami berkoordinasi intensif dengan jajaran Sat Brimob dan instansi terkait untuk memastikan proses pencarian berjalan maksimal," ujar Kasi Pammat AKP Acang Suryana, S.H.

Tim SAR Gabungan telah membagi kekuatan ke dalam dua rute pencarian utama guna memperluas jangkauan di area yang diduga menjadi lokasi terakhir pesawat:

Tim 1 (Rute Balocci Pangkep): Melakukan penyisiran melalui jalur Balocci menuju lereng Gunung Bulusaraung.

Tim 2 (Rute Leang-leang Maros): Melakukan penyisiran dari titik Leang-leang menuju kawasan Gunung Bulusaraung.

Untuk mendukung operasional personel di medan yang cukup berat, dukungan logistik telah disalurkan melalui Polsek Bantimurung pada pukul 20.00 WITA menuju titik-titik standby personel di lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, tim masih terus berupaya menembus medan di kawasan Bulusaraung. Kondisi cuaca dan medan yang menantang menjadi perhatian utama dalam operasi malam ini. Pihak Polda Sulsel bersama Basarnas berkomitmen untuk terus memberikan informasi terbaru terkait perkembangan pencarian pesawat ATR 400 tersebut.

Tim Medis Polri Jangkau Korban Banjir Aceh Tamiang, Pulihkan Kesehatan dan Semangat Warga



REFORMASI-ID | Aceh - Kepedulian Polri terhadap kondisi kesehatan masyarakat terdampak bencana banjir kembali diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan.  Tim BKO Polda Metro Jaya melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pemberian vitamin kepada masyarakat terdampak banjir di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Jumat, (16/1/2026).

Kegiatan kemanusiaan tersebut dilaksanakan di dua lokasi, yakni Pondok Pesantren Hidayah Raudatun Najah, Desa Matang Tepah, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, serta Desa Bukit Seulema, Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur. Sejak pagi hari, tim medis Polri memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada warga dengan penuh empati dan ketelatenan.

Pelaksanaan kegiatan dipimpin oleh dr. Yuliantikha Nurul Qumariah, selaku Dokter Ahli Bidokkes Polda Metro Jaya, bersama anggota Tim BKO PMJ.

Selain pemeriksaan kesehatan, masyarakat juga diberikan vitamin guna menjaga daya tahan tubuh di tengah kondisi lingkungan pascabencana yang rentan terhadap berbagai penyakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tercatat sebanyak 80 orang masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan, dengan keluhan yang didominasi penyakit pascabanjir seperti ISPA sebanyak 20 pasien, dispepsia 20 pasien, dermatitis 10 pasien, hipertensi 5 pasien, low back pain 6 pasien, rematik 4 pasien, cephalgia 4 pasien, konjungtivitis 3 pasien, diare 3 pasien, sakit gigi 2 pasien, diabetes melitus 2 pasien, serta 1 pasien suspek TB.

Salah seorang warga penerima layanan, Ibu Nurjanah, warga Desa Matang Tepah, Kecamatan Bendahara, tampak terharu saat menerima pemeriksaan kesehatan langsung di desanya. “Kami mengucapkan beribu-ribu terima kasih. Hanya Tuhan yang dapat membalasnya. Di saat kondisi seperti ini, kehadiran polisi dan dokter sangat berarti bagi kami,” ungkap Ibu Nurjanah dengan suara bergetar.

Dokter yang memimpin pelayanan di lapangan, dr. Yuliantikha Nurul Qumariah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memastikan kesehatan masyarakat tetap terjaga selama masa pemulihan pascabencana. “Pascabanjir, risiko penyakit cukup tinggi. Oleh karena itu kami melakukan pemeriksaan menyeluruh, pemberian obat dan vitamin, serta edukasi kesehatan agar masyarakat tetap waspada dan segera mendapatkan penanganan bila muncul keluhan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pendekatan langsung ke lokasi warga dilakukan agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara merata, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan.

Kegiatan ini menjadi wujud kehadiran negara melalui Polri, tidak hanya dalam penanganan darurat bencana, tetapi juga dalam memastikan aspek kesehatan masyarakat tetap terjaga. Kehadiran tim medis Polri disambut dengan rasa syukur dan antusias oleh warga, sebagai bentuk nyata kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan kemanusiaan ini, Polri berharap kondisi kesehatan masyarakat terdampak banjir di wilayah Aceh Tamiang dan Aceh Timur dapat terus terpantau, sekaligus mendukung percepatan pemulihan kehidupan sosial dan kesehatan pascabencana.

Brimob Polda Sulteng Bangun Jembatan Sementara Penghubung Wani 3–Labuan Kungguma



REFORMASI-ID | Donggala - Akses transportasi warga yang menghubungkan Desa Wani 3, Kecamatan Tanantovea, dengan Desa Labuan Kungguma, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, sempat terputus akibat banjir yang merusak infrastruktur jalan dan jembatan penghubung antarwilayah.

Merespons kondisi tersebut, personel Brimob Polda Sulawesi Tengah bergerak cepat turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Dengan dukungan unsur TNI serta partisipasi aktif masyarakat setempat, Brimob membangun jembatan sementara sebagai solusi cepat pemulihan akses warga.

Pembangunan jembatan darurat dilakukan secara manual dengan memanfaatkan material lokal berupa batang pohon kelapa yang disumbangkan warga. Keterbatasan peralatan tidak menjadi penghalang, personel Brimob tetap bekerja menggunakan alat seadanya demi mempercepat tersambungnya kembali jalur penghubung antar desa.

Proses pembangunan jembatan sederhana tersebut berlangsung selama dua hari dan kini dapat dilalui pejalan kaki. Kehadiran jembatan darurat ini sangat membantu masyarakat yang sebelumnya terisolasi akibat terputusnya akses utama.

Selain membangun jembatan, personel Brimob Polda Sulteng juga aktif membantu warga melakukan pembersihan rumah-rumah yang terdampak banjir, sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.

Komandan Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol. Kurniawan Tandi Rongre, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa pembangunan jembatan darurat merupakan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

“Dalam kondisi darurat, yang paling utama adalah bagaimana akses warga bisa kembali terhubung. Personel kami bergerak cepat dengan segala keterbatasan, bekerja bersama TNI dan masyarakat untuk membantu meringankan beban warga,” ujarnya.

Ia menegaskan, Brimob Polda Sulteng akan terus hadir dan berperan aktif dalam setiap penanganan bencana, baik pada tahap tanggap darurat maupun pemulihan, sebagai wujud pengabdian dan tanggung jawab kemanusiaan kepada masyarakat.

Polri Hadir Menyembuhkan Luka Bencana, Ratusan Warga Aceh Tengah dan Sekitarnya Terlayani Bakti Kesehatan



REFORMASI-ID | Aceh - Kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak bencana banjir kembali diwujudkan melalui rangkaian kegiatan Bakti Kesehatan (Baktikes) yang digelar secara berkelanjutan di sejumlah wilayah terdampak di Provinsi Aceh.

Kegiatan kemanusiaan tersebut berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis, 14–15 Januari 2026, dengan fokus utama di wilayah hukum Polres Aceh Tengah. 

Pelayanan kesehatan ini juga diperluas hingga ke Kabupaten Bener Meriah, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang guna menjangkau masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis pascabencana.

Di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, tim kesehatan Polri memberikan pelayanan medis kepada warga terdampak banjir di Desa Jamat, Desa Delung Sekinel, dan Desa Kute Reje. 

Sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai, personel kesehatan gabungan dari Sidokkes Polres Aceh Tengah bersama tenaga medis BKO Polda Jawa Tengah melakukan pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan, serta edukasi kesehatan lingkungan kepada masyarakat.

Kegiatan ini melibatkan sejumlah tenaga medis Polri, di antaranya Kasidokkes Polres Aceh Tengah IPDA Johariyadi, S.Kep., IPDA dr. Henri Aprilio Purnomo, serta personel kesehatan Brimob dan jajaran tenaga kesehatan lainnya.

Dari hasil pelayanan di wilayah tersebut, tercatat sebanyak 326 warga berhasil mendapatkan layanan kesehatan gratis. Keluhan yang paling banyak ditemukan meliputi ISPA, hipertensi, dispepsia, dislipidemia, serta gangguan kulit akibat dampak banjir.

Salah seorang warga Desa Jamat, Rahmawati (47), mengaku sangat terbantu dengan kehadiran tim kesehatan Polri di kampungnya.

“Sejak banjir kemarin, banyak warga yang batuk dan sesak napas. Kami sulit ke puskesmas karena akses jalan rusak. Alhamdulillah, polisi datang langsung memeriksa kami dan memberi obat. Ini sangat membantu dan menenangkan warga,” tuturnya haru.

Rangkaian Bakti Kesehatan Polri juga berlanjut pada Kamis (15/1/2026) di Kabupaten Bener Meriah, tepatnya di Desa Rusip dan Desa Tembolon, Kecamatan Syiah Utama. Di lokasi ini, tim medis melayani pemeriksaan kesehatan terhadap 84 warga dan menggelar kegiatan trauma healing bagi 41 anak untuk memulihkan kondisi psikologis mereka pascabencana.

Di hari yang sama, pelayanan kesehatan turut digelar di Desa Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara, wilayah hukum Polres Lhokseumawe. Di lokasi ini, sebanyak 67 warga menerima layanan kesehatan gratis dari tim medis Polri.

Sementara itu di Kabupaten Aceh Tamiang, pelayanan kesehatan dipusatkan di Posko Polri Kesehatan. Tim gabungan dari Biddokkes Polda Aceh, Polda Metro Jaya, dan Polda Jawa Tengah memberikan pemeriksaan kesehatan serta pembagian vitamin kepada 61 warga terdampak banjir bandang.

Kabid Dokkes Polda Aceh Kombes Pol dr. Dafianto Arief, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan Bakti Kesehatan ini merupakan bagian dari Operasi Aman Nusa II yang digelar Polri dalam rangka penanganan bencana.

“Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan layanan kesehatan yang layak. Kami mengerahkan tenaga medis lintas polda agar pelayanan bisa menjangkau hingga ke desa-desa yang sulit diakses,” ujarnya.

Menurutnya, metode pelayanan dilakukan secara proaktif melalui pendekatan door to door, home visit, serta edukasi kesehatan guna mencegah munculnya penyakit pascabencana.

Melalui rangkaian kegiatan Bakti Kesehatan tersebut, Polri kembali menegaskan perannya sebagai institusi yang selalu berdiri bersama masyarakat. Di tengah keterbatasan pascabencana, kehadiran tim medis Polri menjadi harapan dan kekuatan baru bagi warga untuk bangkit dan pulih kembali.

Gotong Royong Menahan Longsor: Polsek Kute Panang dan Warga Lukup Sabun Barat Bersatu Menjaga Jalan Kehidupan



REFORMASI-ID | Aceh - Ancaman tanah longsor yang mengintai di sisi jalan Kampung Lukup Sabun Barat tidak memadamkan semangat warganya. Justru dari tanah yang rapuh itu, tumbuh solidaritas yang kokoh antara Polri dan masyarakat.

Pascakejadian longsor, personel Polsek Kute Panang bersama warga turun langsung ke lapangan, bahu-membahu menjaga agar akses jalan tetap aman dilalui. Kegiatan gotong royong lanjutan ini dilaksanakan selama dua hari, Rabu dan Kamis, 14–15 Januari 2026, di ruas jalan Kampung Lukup Sabun Barat, Kecamatan Kute Panang, yang menjadi jalur penghubung penting antara Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah. Pada sejumlah titik rawan pergerakan tanah, personel Polsek bersama masyarakat memasang tiang-tiang bambu sebagai penahan dinding jalan, sebagai langkah darurat untuk menahan tekanan tanah dan menjaga kestabilan badan jalan, (15/1/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kute Panang, Iptu Kamarudin, S.H., serta dihadiri Reje Kampung Lukup Sabun Barat, personel Polsek Kute Panang, Bhabinkamtibmas, aparatur kampung, dan masyarakat setempat. Tanpa sekat dan tanpa jarak, seluruh elemen bergerak dalam satu semangat menyelamatkan jalan yang menjadi urat nadi kehidupan warga, mulai dari akses anak-anak menuju sekolah, aktivitas petani, hingga jalur distribusi kebutuhan harian.

Kapolsek Kute Panang Iptu Kamarudin, S.H. menyampaikan bahwa gotong royong ini merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana alam. “Kami bersama masyarakat bergerak cepat melakukan penanganan sementara untuk mencegah longsor lanjutan. Jalan ini sangat vital bagi aktivitas warga, sehingga harus dijaga bersama demi keselamatan,” ujar Iptu Kamarudin, S.H., di sela kegiatan.

Ia menambahkan bahwa pemasangan bambu penahan tanah dilakukan sebagai solusi darurat sambil menunggu penanganan lanjutan dari instansi terkait. “Upaya ini memang bersifat sementara, kami berharap risiko longsor dapat diminimalkan dan jalan tetap aman dilalui,” tambahnya.

Sementara itu, Reje Kampung Lukup Sabun Barat menyampaikan apresiasi atas keterlibatan langsung jajaran Polsek Kute Panang yang turun bergotong royong bersama warga. “Kami sangat berterima kasih kepada Kapolsek dan seluruh personel Polsek Kute Panang yang hadir dan bekerja bersama masyarakat. Kehadiran polisi memberi kami rasa aman dan semangat untuk menjaga akses jalan kampung ini,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh salah seorang warga Kampung Lukup Sabun Barat yang ikut bergotong royong sejak pagi hari. “Kalau jalan ini sampai amblas, aktivitas kami akan terganggu. Alhamdulillah polisi turun langsung membantu. Ini bukan sekadar kerja bakti, tapi bentuk kebersamaan,” ujarnya.

Gotong royong ini bertujuan mencegah terjadinya longsor lanjutan atau amblasnya badan jalan yang dapat membahayakan keselamatan pengguna. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi cerminan kuatnya sinergi Polri dan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana alam. Di balik kerja fisik yang melelahkan, tersimpan makna yang lebih dalam: kehadiran Polri bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra dan bagian dari masyarakat.

Polri dan Tim Gabungan Bangun Jembatan, Dampingi Ribuan Warga Terdampak Pascabanjir Bandang di Donggala



REFORMASI-ID | Sulteng - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama tim gabungan TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait terus berupaya bergerak cepat dalam penanganan pascabanjir bandang yang melanda Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah. Tidak hanya fokus pada pembersihan dan pemulihan lingkungan, Polri juga membangun jembatan darurat menggunakan gorong-gorong guna membuka kembali akses vital warga yang sempat terputus akibat terjangan banjir.

Memasuki hari keenam pascabencana (H+6), kegiatan pemulihan difokuskan di Kecamatan Tanantovea dan Kecamatan Labuan. Meski status Tanggap Darurat Bencana telah berakhir pada 15 Januari 2026, Polri tetap melanjutkan upaya kemanusiaan melalui Operasi Aman Nusa II hingga 17 Januari 2026 demi memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman.

Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Dr. Endi Sutendi, S.I.K., S.H., M.H., dalam keterangan tertulisnya menegaskan bahwa kehadiran jajarannya di lokasi bencana merupakan bentuk kehadiran negara terhadap keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga memastikan akses warga kembali terbuka dan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Pembangunan jembatan darurat ini menjadi prioritas agar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan warga dapat segera berjalan normal,” tegasnya.

Dampak terhadap Warga

Berdasarkan data terakhir per 14 Januari 2026, banjir bandang di Donggala berdampak pada 134 kepala keluarga dengan total 1.093 jiwa. Rinciannya:
Rumah hanyut: 4 unit
Rumah tergenang air: 268 unit
Rumah rusak: 8 unit
Korban jiwa: Nihil

Selain rumah warga, bencana ini juga merusak berbagai fasilitas umum, meliputi 10 jembatan, 1 sekolah, 1 masjid, 1 kantor KUA, serta 3 ruas jalan raya. Kerusakan jembatan menjadi perhatian utama karena berdampak langsung pada mobilitas dan distribusi bantuan.

Upaya di Lapangan

Di lapangan, personel gabungan tim dibagi ke sejumlah titik untuk pembersihan rumah warga, hunian sementara, serta pembangunan jembatan gorong-gorong menuju Desa Labuan Lumbu baka, Kecamatan Labuan. Kapolres Donggala AKBP Angga Dewanto Basari, S.I.K., M.Si., turut meninjau langsung lokasi pembangunan guna memastikan pengerjaan berjalan cepat dan aman.

Dalam operasi kemanusiaan ini, dikerahkan 92 personel Polres Donggala, 102 personel Sat Brimobda Sulawesi Tengah, 30 personel TNI AD, 25 personel BPBD Kabupaten Donggala, serta tim kesehatan Bid Dokkes Polda Sulawesi Tengah yang memberikan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak.

Polri dan tim gabungan akan melanjutkan pembangunan jembatan darurat hingga akses sepenuhnya terbuka, melakukan pembersihan lanjutan sisa material banjir, menyalurkan air bersih menggunakan mobil AWC, serta memberikan pelayanan kesehatan berkelanjutan kepada masyarakat terdampak.

Hingga saat ini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polda Sulawesi Tengah terpantau aman dan terkendali. Polri memastikan akan terus mendampingi masyarakat Donggala hingga proses pemulihan benar-benar tuntas

16 Januari 2026

Polri Hadir Menyembuhkan Luka Bencana, Ratusan Warga Aceh Tengah dan Sekitarnya Terlayani Bakti Kesehatan



REFORMASI-ID  | Aceh - Kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak bencana banjir kembali diwujudkan melalui rangkaian kegiatan Bakti Kesehatan (Baktikes) yang digelar secara berkelanjutan di sejumlah wilayah terdampak di Provinsi Aceh.

Kegiatan kemanusiaan tersebut berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis, 14–15 Januari 2026, dengan fokus utama di wilayah hukum Polres Aceh Tengah. 

Pelayanan kesehatan ini juga diperluas hingga ke Kabupaten Bener Meriah, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang guna menjangkau masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis pascabencana.

Di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, tim kesehatan Polri memberikan pelayanan medis kepada warga terdampak banjir di Desa Jamat, Desa Delung Sekinel, dan Desa Kute Reje. 

Sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai, personel kesehatan gabungan dari Sidokkes Polres Aceh Tengah bersama tenaga medis BKO Polda Jawa Tengah melakukan pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan, serta edukasi kesehatan lingkungan kepada masyarakat.

Kegiatan ini melibatkan sejumlah tenaga medis Polri, di antaranya Kasidokkes Polres Aceh Tengah IPDA Johariyadi, S.Kep., IPDA dr. Henri Aprilio Purnomo, serta personel kesehatan Brimob dan jajaran tenaga kesehatan lainnya.

Dari hasil pelayanan di wilayah tersebut, tercatat sebanyak 326 warga berhasil mendapatkan layanan kesehatan gratis. Keluhan yang paling banyak ditemukan meliputi ISPA, hipertensi, dispepsia, dislipidemia, serta gangguan kulit akibat dampak banjir.

Salah seorang warga Desa Jamat, Rahmawati (47), mengaku sangat terbantu dengan kehadiran tim kesehatan Polri di kampungnya.

“Sejak banjir kemarin, banyak warga yang batuk dan sesak napas. Kami sulit ke puskesmas karena akses jalan rusak. Alhamdulillah, polisi datang langsung memeriksa kami dan memberi obat. Ini sangat membantu dan menenangkan warga,” tuturnya haru.

Rangkaian Bakti Kesehatan Polri juga berlanjut pada Kamis (15/1/2026) di Kabupaten Bener Meriah, tepatnya di Desa Rusip dan Desa Tembolon, Kecamatan Syiah Utama. Di lokasi ini, tim medis melayani pemeriksaan kesehatan terhadap 84 warga dan menggelar kegiatan trauma healing bagi 41 anak untuk memulihkan kondisi psikologis mereka pascabencana.

Di hari yang sama, pelayanan kesehatan turut digelar di Desa Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara, wilayah hukum Polres Lhokseumawe. Di lokasi ini, sebanyak 67 warga menerima layanan kesehatan gratis dari tim medis Polri.

Sementara itu di Kabupaten Aceh Tamiang, pelayanan kesehatan dipusatkan di Posko Polri Kesehatan. Tim gabungan dari Biddokkes Polda Aceh, Polda Metro Jaya, dan Polda Jawa Tengah memberikan pemeriksaan kesehatan serta pembagian vitamin kepada 61 warga terdampak banjir bandang.

Kabid Dokkes Polda Aceh Kombes Pol dr. Dafianto Arief, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan Bakti Kesehatan ini merupakan bagian dari Operasi Aman Nusa II yang digelar Polri dalam rangka penanganan bencana.

“Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan layanan kesehatan yang layak. Kami mengerahkan tenaga medis lintas polda agar pelayanan bisa menjangkau hingga ke desa-desa yang sulit diakses,” ujarnya.

Menurutnya, metode pelayanan dilakukan secara proaktif melalui pendekatan door to door, home visit, serta edukasi kesehatan guna mencegah munculnya penyakit pascabencana.

Melalui rangkaian kegiatan Bakti Kesehatan tersebut, Polri kembali menegaskan perannya sebagai institusi yang selalu berdiri bersama masyarakat. Di tengah keterbatasan pascabencana, kehadiran tim medis Polri menjadi harapan dan kekuatan baru bagi warga untuk bangkit dan pulih kembali.

Gotong Royong Menahan Longsor: Polsek Kute Panang dan Warga Lukup Sabun Barat Bersatu Menjaga Jalan Kehidupan



REFORMASI-ID | Aceh - Ancaman tanah longsor yang mengintai di sisi jalan Kampung Lukup Sabun Barat tidak memadamkan semangat warganya. Justru dari tanah yang rapuh itu, tumbuh solidaritas yang kokoh antara Polri dan masyarakat.

Pascakejadian longsor, personel Polsek Kute Panang bersama warga turun langsung ke lapangan, bahu-membahu menjaga agar akses jalan tetap aman dilalui. Kegiatan gotong royong lanjutan ini dilaksanakan selama dua hari, Rabu dan Kamis, 14–15 Januari 2026, di ruas jalan Kampung Lukup Sabun Barat, Kecamatan Kute Panang, yang menjadi jalur penghubung penting antara Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah. Pada sejumlah titik rawan pergerakan tanah, personel Polsek bersama masyarakat memasang tiang-tiang bambu sebagai penahan dinding jalan, sebagai langkah darurat untuk menahan tekanan tanah dan menjaga kestabilan badan jalan, (15/1/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kute Panang, Iptu Kamarudin, S.H., serta dihadiri Reje Kampung Lukup Sabun Barat, personel Polsek Kute Panang, Bhabinkamtibmas, aparatur kampung, dan masyarakat setempat. Tanpa sekat dan tanpa jarak, seluruh elemen bergerak dalam satu semangat menyelamatkan jalan yang menjadi urat nadi kehidupan warga, mulai dari akses anak-anak menuju sekolah, aktivitas petani, hingga jalur distribusi kebutuhan harian.

Kapolsek Kute Panang Iptu Kamarudin, S.H. menyampaikan bahwa gotong royong ini merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana alam. “Kami bersama masyarakat bergerak cepat melakukan penanganan sementara untuk mencegah longsor lanjutan. Jalan ini sangat vital bagi aktivitas warga, sehingga harus dijaga bersama demi keselamatan,” ujar Iptu Kamarudin, S.H., di sela kegiatan.

Ia menambahkan bahwa pemasangan bambu penahan tanah dilakukan sebagai solusi darurat sambil menunggu penanganan lanjutan dari instansi terkait. “Upaya ini memang bersifat sementara, kami berharap risiko longsor dapat diminimalkan dan jalan tetap aman dilalui,” tambahnya.

Sementara itu, Reje Kampung Lukup Sabun Barat menyampaikan apresiasi atas keterlibatan langsung jajaran Polsek Kute Panang yang turun bergotong royong bersama warga. “Kami sangat berterima kasih kepada Kapolsek dan seluruh personel Polsek Kute Panang yang hadir dan bekerja bersama masyarakat. Kehadiran polisi memberi kami rasa aman dan semangat untuk menjaga akses jalan kampung ini,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh salah seorang warga Kampung Lukup Sabun Barat yang ikut bergotong royong sejak pagi hari. “Kalau jalan ini sampai amblas, aktivitas kami akan terganggu. Alhamdulillah polisi turun langsung membantu. Ini bukan sekadar kerja bakti, tapi bentuk kebersamaan,” ujarnya.

Gotong royong ini bertujuan mencegah terjadinya longsor lanjutan atau amblasnya badan jalan yang dapat membahayakan keselamatan pengguna. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi cerminan kuatnya sinergi Polri dan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana alam. Di balik kerja fisik yang melelahkan, tersimpan makna yang lebih dalam: kehadiran Polri bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra dan bagian dari masyarakat.

Progres Pembangunan Huntara Puluik Puluik di Polda Sumatera Barat



REFORMASI-ID | Sumbar -Pada hari Jumat, tanggal 16 Januari 2026, personel Brimob Polda Sumatera Barat melaksanakan kegiatan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) ditargetkan berjumlah 34 Unit di lokasi Puluik Puluik Kecamatan Bayang Utara Kab. Pesisir Selatan Sumatera Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana bagi masyarakat terdampak.

Adapun progres pekerjaan yang telah dilaksanakan hingga hari ini yaitu: pengecoran dasar rumah telah selesai dan siap digunakan pada 22 unit rumah. Kerangka baja ringan untuk tiang rumah juga telah terpasang pada 22 unit rumah. Pemasangan dinding GRC saat ini sedang berlangsung pada 22 unit rumah, bersamaan dengan pengerjaan teras untuk jumlah unit yang sama.

Selain itu, penggalian septic tank telah dilakukan sebanyak 6 lubang. Untuk atap rumah, pemasangan seng telah siap pada 22 unit rumah. Pemasangan tempat duduk WC telah terpasang pada 22 unit rumah, serta pemasangan kerangka baja ringan untuk WC telah terpasang pada 20 unit rumah.

Brimob Hadir Dukung Pemulihan Rumah dan Aktivitas Ibadah Pascabencana Batang Toru



REFORMASI-ID | Tapsel - Personel Batalyon C Satuan Brimob Polda Sumatera Utara terus melanjutkan upaya pemulihan pascabencana banjir bandang di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Pada Kamis pagi (15/1/2026), personel Brimob kembali diterjunkan untuk melakukan pembersihan rumah warga yang terdampak material pasir, kayu, dan batu, sekaligus pembangunan fasilitas MCK di rumah ibadah.

Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Huta Godang dan Desa Garoga, dengan sasaran dua unit rumah warga serta pembangunan MCK Masjid At-Taqwa Muhammadiyah. Rumah warga yang menjadi fokus pembersihan yakni milik Bapak Elwin Telambanua dan Bapak Boyke Siregar, yang mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan banjir bandang.

Dipimpin oleh Danton Penugasan Iptu Deny Lius Tarigan, S.H., personel Brimob bekerja secara bertahap dengan mengerahkan peralatan manual dan mesin, mulai dari cangkul, sekop, beko sorong, mesin penyedot air, hingga chainsaw, guna mempercepat proses pembersihan dan perbaikan.

“Upaya ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk membantu masyarakat bangkit pascabencana. Tidak hanya rumah warga, fasilitas ibadah juga menjadi perhatian agar aktivitas keagamaan dapat kembali berjalan dengan nyaman,” ujar IPTU Deny Lius Tarigan.

Hingga siang hari, progres pembersihan rumah Bapak Elwin Telambanua telah mencapai sekitar 70 persen, sementara rumah Bapak Boyke Siregar mencapai 60 persen. Pada rumah Bapak Boyke, personel juga melakukan pembongkaran bagian bangunan yang rusak berat dan penimbunan tanah agar lahan siap untuk proses pembangunan ulang. Adapun pembangunan MCK Masjid At-Taqwa Muhammadiyah telah mencapai sekitar 90 persen dan ditargetkan segera rampung.

Masyarakat setempat menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan bantuan yang diberikan oleh personel Brimob. Kehadiran aparat di tengah proses pemulihan ini dinilai sangat membantu, tidak hanya secara fisik, tetapi juga memberikan semangat dan harapan bagi warga untuk kembali menata kehidupan mereka.

Banjir dan Martabat Manusia: Patia Menunggu Uluran Tangan Dunia



REFORMASI-ID  | Banten - Banjir bukan sekadar peristiwa alam. Ia adalah ujian sunyi bagi nurani manusia. Ketika air meluap dan merenggut rasa aman, yang tersisa bukan hanya genangan, tetapi pertanyaan mendasar tentang solidaritas dan tanggung jawab kolektif umat manusia, Jum'at (16/01/2026).

Di wilayah Kecamatan Patia dan sekitarnya, Kabupaten Pandeglang, ratusan warga terdampak banjir yang memutus akses, melumpuhkan aktivitas ekonomi, serta memaksa keluarga bertahan dalam ketidakpastian. Dalam situasi seperti ini, kemanusiaan tidak boleh berhenti pada rasa iba—ia harus menjelma menjadi tindakan nyata.

Merespons kondisi tersebut, Entis Sumantri, Sekretaris DPD KNPI Kabupaten Pandeglang, membuka donasi kemanusiaan sekaligus mendirikan posko bantuan di wilayah Kecamatan Patia. Langkah ini menjadi penanda bahwa di tengah keterbatasan, masih ada harapan yang dibangun di atas kepedulian.

“Bencana mengingatkan kita bahwa manusia pada hakikatnya saling bergantung,” ujar Entis Sumantri di sela persiapan bantuan sosial yang akan disalurkan pada Sabtu, 16 Januari 2026.

Dalam pandangan filsafat humanisme, penderitaan satu orang adalah cermin bagi kesadaran banyak orang. Karena itu, Entis mengajak para dermawan—baik individu, komunitas, dunia usaha, maupun lembaga kemanusiaan—untuk tidak memandang Patia sebagai wilayah pinggiran, melainkan sebagai bagian dari denyut kehidupan bersama.

“Derma bukan tentang kelebihan harta, tetapi tentang keberanian berbagi, Bantuan sekecil apa pun adalah bentuk perlawanan terhadap ketidakpedulian,” lanjutnya.

Posko kemanusiaan yang dibuka DPD KNPI Pandeglang menjadi pusat pengumpulan bantuan berupa kebutuhan pokok, logistik, pakaian layak pakai, serta dukungan moral bagi warga terdampak.

Bantuan tersebut akan disalurkan secara langsung dan bertahap, dengan prinsip transparansi dan keadilan. Di tengah dunia yang kerap disibukkan oleh kepentingan sendiri, Patia mengirimkan pesan yang sederhana namun universal: kemanusiaan tidak mengenal batas geografis. Kepedulian adalah bahasa global yang dipahami oleh semua nurani yang hidup.

Ketika air surut kelak, yang akan dikenang bukan hanya besarnya banjir, tetapi siapa saja yang memilih untuk hadir dan peduli.

(Rilis)

Redam Konflik Lahan Isenpatow Bonow, Kapolda: Polri Tegaskan Solusi Damai dan Berkeadilan


REFORMASI-ID | Tulang Bawang – Negara kembali menunjukkan kehadirannya di tengah masyarakat. Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, SIK, MH turun langsung memimpin rangkaian rapat koordinasi, audiensi, hingga dialog lapangan terkait konflik pendudukan lahan Rawa Isenpatow Bonow yang berada di areal HGU PT. Indo Lampung Perkasa (ILP), Kamis (15/01/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Presisi Lounge Polres Tulang Bawang ini menjadi langkah strategis Polri bersama Forkopimda dalam meredam konflik agraria yang melibatkan warga tiga Kampung Bakung (Bakung Udik, Bakung Ilir, dan Bakung Rahayu), Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang.

Rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar pukul 10.45 WIB dihadiri lengkap unsur pimpinan Polda Lampung, Pemkab Tulang Bawang, TNI, ATR/BPN, Pengadilan Negeri, hingga para kepala OPD terkait.

Dalam paparannya, Kasat Intelkam menjelaskan secara rinci kronologis dan dinamika pendudukan lahan oleh warga. Sementara itu, ATR/BPN Tulang Bawang menegaskan bahwa titik koordinat lahan yang diduduki masuk dalam areal HGU PT. ILP.

Kapolda Lampung menegaskan bahwa Polri tidak berpihak, namun berpihak pada keadilan dan ketertiban hukum.

“Polri hadir untuk menjadi penengah. Penyelesaian konflik agraria harus dilakukan secara bermartabat, terukur, dan mengedepankan dialog. Tidak boleh ada gesekan, apalagi kekerasan,” tegas Irjen Pol Helfi Assegaf.

Usai rakor, Kapolda Lampung melaksanakan audiensi langsung dengan tiga kepala kampung dan perwakilan masyarakat. Kapolda memberikan ruang penuh bagi masyarakat untuk menyampaikan sejarah dan tuntutan mereka atas lahan Isenpatow Bonow.

“Kami akan memediasi, memverifikasi, dan menelusuri seluruh dokumen yang ada. Bila perlu, kami koordinasikan langsung dengan Kementerian ATR/BPN. Namun selama proses berjalan, kami minta masyarakat menahan diri dan menjaga kamtibmas,” ujar Kapolda.

Komitmen Polri tidak berhenti di ruang rapat. Pukul 14.20 WIB, Kapolda Lampung bersama Forkopimda turun langsung ke lahan Isenpatow Bonow, berdialog dengan sekitar 40 warga yang menduduki lokasi.

“Aspirasi masyarakat kami catat dan tindak lanjuti. Solusi terbaik pasti dicari, namun harus melalui proses hukum yang benar. Kami minta semua pihak menjaga kondusivitas dan tidak terpancing provokasi,” kata Kapolda di hadapan warga.

Kapolda memastikan bahwa: Pengukuran ulang HGU akan dilakukan pada hari Senin, Berkas perpanjangan HGU dari ATR/BPN sedang diverifikasi, Masyarakat dapat ikut memantau proses penyelesaian.

Perwakilan masyarakat Dari 3 kampung Bakung Memberikan Rasa Terimakasih dan menyatakan kepercayaan penuh kepada Kapolda Lampung agar peninjauan lahan dilakukan secara objektif.

“Kami Mengucapkan Rasa Syukur Dan Terimakasih Kepada Bapak Kapolda Yang Mau Terjun Langsung KeLapangan Untuk Mencari Jalan Yang Terbaik Serta Membantu Kami, Memperjuangkan Kami 3 Warga Bakung, Sekali Lagi Kami Ucapkan Terimakasih Kepada Bapak Kapolda” Ungkap Perwakilan Warga Dari 3 kampung Bakung

Akhirnya, masyarakat bersedia meninggalkan lokasi secara bertahap untuk kembali ke kampung masing-masing.

Pukul 15.10 WIB, Kapolda Lampung dan rombongan meninggalkan lokasi. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.

“Polri akan terus hadir menjaga stabilitas kamtibmas sekaligus memastikan penyelesaian konflik agraria berjalan adil, transparan, dan berkeadaban,”pungkas Kapolda Lampung.

Polda Lampung menegaskan, sinergi antara Polri, TNI, Pemda, dan masyarakat menjadi kunci utama agar konflik lahan tidak berulang dan keadilan sosial benar-benar terwujud di Bumi Sai Bumi Nengah Nyappur. (Hms/Mdn)

Patroli Maung Koramil 01/Kranji Tegaskan Kehadiran Negara, Warga Merasa Aman dan Nyaman


REFORMASI-ID | Kodam Jaya, Kota Bekasi — Guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban wilayah, Personel Koramil 01/Kranji Kodim 0507/Bekasi melaksanakan kegiatan Patroli Keamanan dengan Berkendara Maung pada Kamis malam, 15 Januari 2026, mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai.

Patroli dipimpin oleh Serka Ujang dengan kekuatan 6 personel Babinsa, menggunakan 1 unit Randis Maung, 2 unit sepeda motor dinas R2, serta 3 unit sepeda motor pribadi. Kegiatan ini menyasar titik-titik strategis dan jalur utama yang dinilai rawan pada malam hari.

Adapun rute patroli meliputi Koramil 01/Kranji sebagai titik awal, dilanjutkan menyusuri Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Kalibaru Timur, Jalan Pangeran Jayakarta, Jalan Boulevard Summarecon, Jalan Ahmad Yani, dan kembali ke Koramil 01/Kranji.

Di sela pelaksanaan patroli, personel Babinsa juga menyambangi warga yang masih beraktivitas di malam hari, sekaligus memberikan imbauan secara humanis agar tidak beraktivitas hingga larut malam demi menghindari potensi gangguan keamanan dan hal-hal yang tidak diinginkan.

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat disambut positif. Terlihat keakraban dan komunikasi hangat antara warga dan aparat, mencerminkan kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai pilar utama ketahanan wilayah.

Babinsa Koramil 01/Kranji, Serka Ujang, menyampaikan bahwa patroli ini merupakan wujud komitmen TNI dalam menjaga keamanan wilayah binaan.
“Kami hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Patroli ini bukan semata pengawasan, tetapi juga sarana silaturahmi dan komunikasi langsung dengan warga,” ujarnya.

Sementara itu, Danramil 01/Kranji Mayor Inf Taufik Ismail menegaskan bahwa patroli malam rutin menjadi bagian dari langkah preventif Koramil dalam menciptakan wilayah yang kondusif.
“Patroli ini adalah bentuk kehadiran nyata negara di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan situasi tetap aman, serta membangun kedekatan emosional agar masyarakat tidak ragu berkomunikasi dengan Babinsa,” tegasnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi wilayah terpantau aman, tertib, dan kondusif, tanpa adanya kejadian menonjol. Patroli berakhir dengan aman dan seluruh personel kembali ke pangkalan.

15 Januari 2026

Tim Audit "SMP" Baharkam Polri, Tuntaskan Wasdal Implementasi Sistem Keamanan Obvitnas di PT Donggi Senoro LNG, Raih Skor Fantastis 98,04%



REFORMASI-ID | Luwuk - Tim Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) II dari Baharkam Polri resmi menyelesaikan rangkaian kegiatan supervisi implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) Objek Vital Nasional (Obvitnas) di PT Donggi Senoro LNG (DSLNG), Luwuk, Sulawesi Tengah, pada Kamis (15/01/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini ditutup dengan hasil yang sangat memuaskan. Berdasarkan hasil audit dan verifikasi dokumen yang dilakukan secara ketat, PT Donggi Senoro LNG berhasil meraih skor implementasi SMP sebesar 98,04%.

Ketua Tim Wasdal II, KBP. Mirzal Alwi, S.I.K., memimpin langsung jalannya evaluasi pada hari terakhir yang dipusatkan di Kintom Meeting Room, Admin Building PT Donggi Senoro. Agenda hari ketiga meliputi wawancara mendalam, pemeriksaan dokumen, hingga skoring elemen IV dan V dalam standar pengamanan Obvitnas.

"Seluruh rangkaian kegiatan Wasdal II Implementasi SMP di PT Donggi Senoro LNG berjalan dengan lancar. Skor 98,04 persen ini menunjukkan komitmen tinggi perusahaan dalam menjalankan standar pengamanan yang ditetapkan Polri," ungkap laporan resmi tim tersebut.

Selain dihadiri oleh internal Polri yang terdiri dari Pembina Andy Mulyadi, S.E. (Sekretaris) serta auditor profesional Jemmy Rosdiantoro dan M. Roy Kusumawardhana, kegiatan ini juga diikuti oleh jajaran manajemen puncak PT Donggi Senoro LNG.

Tampak hadir Sugianto Darsani selaku Plant General Manager, didampingi oleh Senior Manager QHSE Muhammad Haerul, Manager Corporate Security M. Ali Wiryawan, serta para pimpinan departemen terkait.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara (BA) hasil pelaksanaan Wasdal II yang menandai kesiapan dan kepatuhan PT Donggi Senoro LNG dalam menjaga stabilitas keamanan sebagai salah satu Objek Vital Nasional yang strategis.

Dengan hasil ini, PT Donggi Senoro LNG diharapkan terus mempertahankan dan meningkatkan sistem manajemen pengamanan guna mendukung kelancaran operasional industri energi nasional di wilayah Sulawesi Tengah.

Pemkot Bandar Lampung Raih Penghargaan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional


REFORMASI-ID | Jawa Tengah - Pemerintah kota Bandar Lampung berhasil raih penghargaan kelurahan berprestasi tingkat nasional, Penghargaan ini diberikan atas peran aktif Pemkot Bandar Lampung dalam mendorong kelurahan berprestasi serta pembinaan administrasi dan pelayanan publik ditingkat kelurahan.

Penghargaan diberikan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus saat peringatan Hari Desa Nasional (HDN) Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Gede Kabupaten Boyolali, Kamis, 15 Januari 2026. 

Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas capaian daerah serta komitmen pemerintah Kota Bandar Lampung dalam memajukan wilayah administratif paling bawah dengan inovasi pelayanan publik yang berdampak langsung pada masyarakat.

"Alhamdulillah, penghargaan ini adalah buah dari kebersamaan dan komitmen dalam membangun tata kelola Kelurahan yang baik, transparan dan melayani masyarakat,” ujar Eva Dwiana. 

Walikota Bandar Lampung, yang sering disapa Bunda Eva menambahkan, capaian ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, pembangunan kelurahan, serta pemberdayaan masyarakat ke depan.

"Terimakasih atas apresiasi yang diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri.  Penghargaan ini menjadi motivasi Pemkot untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," tutup Eva Dwiana. (*)

Menembus Kampung Terpencil, Kapolres Aceh Tengah Hadirkan Senyum bagi Warga Terdampak di 5 desa yg ada di kecamatan Linge Aceh Tengah



REFORMASI-ID | Aceh - Di tengah keterbatasan akses dan beratnya medan pascabencana, Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., kembali menunjukkan kepedulian nyata dengan menembus kampung-kampung terpencil di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. 

Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyalurkan bantuan logistik serta memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor, Rabu (14/1/2026).

Kegiatan kemanusiaan ini menyasar sejumlah kampung di wilayah Kemukiman Wih Dusun Jamat, yakni Kampung Linge, Jamat, Reje Payung, Delung Sekinel, dan Kampung Kute Reje. Selain menyalurkan bantuan, Kapolres Aceh Tengah juga berdialog langsung dengan warga guna mendengarkan kondisi serta kebutuhan masyarakat pascabencana.

Untuk mencapai lokasi, rombongan Kapolres harus menggunakan sepeda motor trail. Hal tersebut disebabkan akses jalan menuju kampung-kampung tersebut belum dapat dilalui kendaraan roda empat akibat jembatan penghubung yang terputus diterjang banjir bandang.

Bantuan kemanusiaan yang disalurkan berupa paket sembako, lauk pauk, beras, perlengkapan ibadah, alat tulis, pakaian layak pakai, air mineral, susu anak, serta kelambu. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis.

Pelayanan kesehatan diberikan oleh tim gabungan dari Pusdokkes Mabes Polri, Sidokkes Polres Aceh Tengah, dan Keslap Brimob Polda Aceh. Tim medis melakukan pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan dan vitamin, serta penanganan medis sesuai dengan kebutuhan masing-masing warga.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Aceh Tengah juga meninjau langsung sejumlah posko pengungsian warga Kampung Jamat, dan posko warga Delung Sekinel dan Kute Reje. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi para pengungsi serta terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Kehadiran Kapolres beserta rombongan disambut hangat oleh warga, khususnya anak-anak. Kapolres menyempatkan diri bercengkerama dengan masyarakat, memberikan semangat, serta menghadirkan keceriaan di tengah suasana duka pascabencana.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq menegaskan bahwa Polri akan selalu hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi bencana alam. Ia menekankan komitmen Polres Aceh Tengah untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, relawan, serta seluruh elemen masyarakat dalam upaya penanganan dan pemulihan pascabencana.

“Kehadiran kami di sini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab Polri agar masyarakat tidak merasa sendiri menghadapi musibah. Kami akan terus berupaya membantu hingga kondisi benar-benar pulih,” tegas Kapolres.

Kegiatan kemanusiaan tersebut turut dihadiri para pejabat utama, personel Polres Aceh Tengah, Brimob Polda Aceh, dan komunitas Trail Aceh Tengah Tragong. 

Sementara itu, Ilyas selaku Mukim Kemukiman Wih Dusun Jamat, mewakili aparatur kampung dan masyarakat, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran Kapolres Aceh Tengah beserta rombongan.

“Kami mengucapkan terima kasih karena Bapak Kapolres telah datang langsung melihat kondisi kami serta memberikan bantuan sembako dan pelayanan pengobatan kepada masyarakat di sini,” ujar Ilyas.

Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri Gelar Edukasi Penanganan Satwa Liar


REFORMASI-ID | Depok - Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri melaksanakan kgiatan edukasi penanganan satwa liar yang berlangsung di Markas Komando Korsabhara Baharkam Polri, Kelapa Dua, Depok.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Korps Samapta (Kakorsabhara) Baharkam Polri, Direktur Polisi Satwa (Dirpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri, serta para Pejabat Utama (PJU) Korsabhara Baharkam Polri.

Edukasi disampaikan oleh pemateri dari Pemerhati Polisi Satwa (PPS) yang memberikan materi terkait pengenalan jenis satwa liar, potensi risiko yang dapat ditimbulkan, serta teknik penanganan satwa liar yang aman, tepat, dan sesuai dengan standar operasional prosedur.

Dalam kegiatan tersebut ditekankan pentingnya penanganan satwa liar yang mengedepankan prinsip keselamatan personel, perlindungan masyarakat, serta kesejahteraan satwa. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai regulasi dan etika penanganan satwa liar sebagai bagian dari tugas Polri di lapangan.

Melalui kegiatan edukasi ini, Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri berharap dapat meningkatkan kompetensi dan profesionalisme personel dalam menangani kejadian yang melibatkan satwa liar, sehingga pelaksanaan tugas Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dapat berjalan secara optimal dan humanis.

Polri Hadir Menyentuh dari Pintu ke Pintu: Layanan Kesehatan dan Home Visit Ringankan Derita Warga Terdampak Banjir Aceh Tamiang



REFORMASI-ID | Aceh - Pascabanjir bandang yang melanda wilayah Aceh Tamiang, kebutuhan layanan kesehatan menjadi salah satu perhatian utama. Menjawab kondisi tersebut, Polri hadir melalui langkah kemanusiaan dengan menyentuh langsung masyarakat, bahkan hingga ke pintu rumah warga yang membutuhkan perawatan khusus.

Pusdokes Polri dan Bid Dokes Polda Aceh melaksanakan pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan dan vitamin, edukasi kesehatan, serta home visit kepada masyarakat terdampak bencana banjir di Desa Tanjung Binjai dan Desa Kula Penaga, Kabupaten Aceh Tamiang Pada Rabu, (14/1/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan secara terpadu oleh Tim BKO Biddokkes Polda Metro Jaya, Tim BKO Biddokkes Polda Jawa Tengah, dokkes Polres Aceh Tamiang, serta Tim Biddokkes Polda Aceh, sebagai wujud sinergi lintas satuan dalam mendukung percepatan pemulihan kesehatan masyarakat pascabencana.

Kabid Dokkes Polda Aceh, Kombes Pol dr. Dafianto Arief, M. Si. dalam keterangannya, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pelayanan kesehatan terpadu Polri di wilayah terdampak bencana. “Pelayanan kesehatan ini merupakan bentuk tanggung jawab Polri dalam memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga pascabencana. Kami fokus pada penanganan penyakit yang umum muncul setelah banjir, sekaligus melakukan edukasi dan home visit bagi warga dengan kondisi khusus,” ujar dr. Dafianto Arief.

Ia menambahkan, kehadiran tim kesehatan dari berbagai Polda merupakan upaya memperkuat layanan agar menjangkau masyarakat secara merata.
“Sinergi tim BKO dari Polda Metro Jaya, Polda Jawa Tengah, serta jajaran Polda Aceh memungkinkan pelayanan dilakukan secara optimal, cepat, dan tepat sasaran,” tambahnya.

Salah satu dokter yang terlibat dalam kegiatan tersebut, Penda I dr. Yuliantikha Nurul Qumariah, menjelaskan bahwa sebagian besar keluhan warga berkaitan dengan penyakit pascabanjir.

“Penyakit yang paling banyak kami temukan adalah hipertensi, dermatitis, ISPA, diare, serta hiperkolesterolemia. Selain pengobatan, kami juga memberikan edukasi agar masyarakat memahami cara menjaga kesehatan di lingkungan pascabanjir,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tercatat 193 warga menerima layanan kesehatan. Penyakit yang paling dominan antara lain hipertensi sebanyak 70 pasien, dermatitis 50 pasien, hiperkolesterolemia 30 pasien, ISPA 15 pasien, diare 10 pasien, diabetes melitus 5 pasien, serta keluhan sakit gigi 3 pasien.

Tim juga melaksanakan home visit terhadap warga dengan kondisi suspek psoriasis vulgaris dan stroke non hemoragik. Perwakilan dokkes Polres Aceh Tamiang, APITU Faisal Riza Syahputra, AMK, menyampaikan bahwa pendekatan jemput bola menjadi kunci dalam pelayanan kesehatan pascabencana.

“Kami tidak hanya menunggu masyarakat datang ke pos kesehatan, tetapi juga mendatangi langsung rumah warga yang membutuhkan penanganan khusus. Ini adalah bentuk kehadiran Polri yang humanis,” ujarnya.

Kehadiran tim kesehatan Polri disambut hangat oleh masyarakat. Sulaiman (52), warga Desa Tanjung Binjai, mengaku sangat terbantu dengan layanan yang diberikan.
“Sejak banjir, banyak warga yang mengeluh sakit. Alhamdulillah polisi datang memeriksa kesehatan, memberi obat dan vitamin. Kami merasa diperhatikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Nur Aisyah (40), warga Desa Kula Penaga, menilai kegiatan home visit sangat membantu warga lanjut usia dan pasien dengan keterbatasan mobilitas.
“Petugas datang langsung ke rumah warga yang tidak bisa berjalan jauh. Ini sangat membantu dan membuat kami merasa tidak sendirian,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Polri berharap dapat mencegah peningkatan penyakit pascabencana, sekaligus mempercepat pemulihan kualitas hidup masyarakat Aceh Tamiang. Aksi kemanusiaan tersebut menegaskan komitmen Polri untuk selalu hadir, melayani, dan melindungi masyarakat—bukan hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam menjaga kesehatan dan keselamatan rakyat.

14 Januari 2026

PERMAHI Lampung Apresiasi Kinerja Awal Kapolda Lampung dalam Ungkap Kasus Narkotika Antar Pulau


REFORMASI-ID | Lampung, 13 Januari 2026 - Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPC PERMAHI) Lampung menyampaikan apresiasi atas kinerja Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf beserta jajaran dalam mengungkap kasus penyelundupan narkotika jenis sabu antar pulau di Pelabuhan Bakauheni.

Ketua PERMAHI Lampung, Tri Rahmadona, menilai pengungkapan kasus sabu dengan jumlah sangat besar tersebut merupakan indikator awal keseriusan dan ketegasan Kapolda Lampung yang baru dalam memerangi kejahatan narkotika yang terorganisir dan lintas wilayah.

“Kami memandang keberhasilan Polda Lampung menggagalkan penyelundupan narkotika dalam jumlah besar ini sebagai langkah konkret dan progresif dari Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf. Ini menunjukkan adanya komitmen kuat dalam menjaga Lampung dari ancaman jaringan narkotika antar pulau,” ujar Tri Rahmadona .

Menurutnya, Pelabuhan Bakauheni merupakan titik strategis nasional yang kerap dijadikan jalur distribusi narkotika dari Sumatera ke Pulau Jawa. Oleh karena itu, penguatan pengawasan dan keberhasilan pengungkapan kasus ini patut diapresiasi sebagai bentuk penegakan hukum yang berbasis pencegahan dan intelijen.

Tri Rahmadona juga menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada aspek penindakan hukum, tetapi juga memiliki nilai penting dalam perlindungan generasi muda dari bahaya narkotika.

“Dari perspektif mahasiswa hukum, langkah ini tidak sekadar penegakan hukum, tetapi juga bentuk perlindungan negara terhadap masa depan generasi bangsa. Kami berharap pengungkapan ini diikuti dengan pengusutan tuntas hingga ke aktor intelektual dan jaringan utama,” tegasnya.

PERMAHI Lampung mendorong Polda Lampung di bawah kepemimpinan Irjen Pol Helfi Assegaf untuk konsisten, transparan, dan berkelanjutan dalam pemberantasan narkotika, serta tetap membuka ruang pengawasan publik sebagai bagian dari prinsip negara hukum.

“PERMAHI siap menjadi mitra kritis dan konstruktif aparat penegak hukum demi terwujudnya penegakan hukum yang adil, profesional, dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” tutup Tri Rahmadona. (Hms/Mdn)

Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi, Komitmen Tindaklanjuti Arahan Presiden Prabowo



REFORMASI-ID | Jateng - Kapolri Jenderal Listyo Sigit meresmikan secara langsung 19 jembatan merah putih presisi di Desa Cucukan, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah (Jateng). Hal ini merupakan komitmen Polri dalam rangka menindaklanjuti arahan dari Presiden Prabowo Subianto. 

"Alhamdulillah hari ini saya ucapkan apresiasi kepada Bapak Kapolda Jateng dan jajarannya, yang bergerak cepat tindaklanjuti apa yang menjadi arahan Bapak Presiden terkait dengan keprihatinan beliau melihat anak-anak yang sekolah terpaksa harus menyeberang atau memutar jauh," kata Sigit kepada awak media, Rabu (14/1/2026). 

Secara keseluruhan terdapat 63 jembatan yang dibangun oleh Polda Jateng yaitu 19 jembatan yang diresmikan hari ini, 15 jembatan dalam tahap proses pembangunan, empat jembatan dalam tahap persiapan dan 25 jembatan lainnya dalam tahap survei serta perencanaan.

"Alhamdulillah dari rencana 63 jembatan hari ini telah diresmikan 19 jembatan secara serentak dan sisanya saat ini sedang dalam proses baik percencanaan, maupun pembangunan," ujar Sigit. 

Lebih dalam, Sigit menekankan, dalam proses pembangunannya, polisi bersinergi dengan warga setempat. Sehingga, terjalin hubungan yang baik antara personel Korps Bhayangkara dengan masyarakat. 

"Di dalam pengerjaan melibatkan langsung masyarakat di sekitar. Sehingga, kemudian terjalin interaksi baik yang kita harapkan hubungan Polri dengan masyarakat semakin baik, sesuai tagline kita Polri untuk masyarakat," ucap Sigit. 

Sampai dengan saat ini, Polri telah melakukan perbaikan dan pembangunan 178 unit jembatan dinseluruh Indonesia, dengan rincian 58 unit selesai dibangun, 32 unit dalam proses pembangunan, 6 unit jembatan Bailey dalam tahap pengiriman dan 82 unit dalam tahap perencanaan.

"Di samping itu 178 jembatan saat ini sudah terbangun namun yang paling besar di wilayah Polda Jateng," ucap Sigit. 

Dengan dibangunnya jembatan ini, Sigit berharap bisa dimanfaatkan dengan maksimal oleh anak sekolah, petani dan seluruh masyarakat. Kemudian, jalur penghubung ini juga bisa meningkatkan perekonomian wilayah setempat. 

"Mudah-mudaha  selain bisa membantu berangkat sekolah lebih cepat, kemudian petani ke sawah lebih cepat dan juga kegiatan masyarakat lain terbantu, harapan kita juga bisa membantu menambah atau menaikan pertumbuhan perekonomian desa," tutur Sigit.

Untuk diketahui, dalam hal ini, sebanyak 34 unit jembatan di antaranya dibangun di wilayah terdampak bencana dengan rincian 17 unit telah selesai, tiga unit masih dalam proses pembangunan, enam unit jembatan Bailey dalam tahap pengiriman, dan delapan unit dalam tahap perencanaan.

Pembangunan jembatan ini merupakan wujud komitmen Polri dalam melaksanakan perintah Presiden RI untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat, sehingga dapat mempermudah mobilitas masyarakat terutama anak-anak untuk dapat bersekolah dengan aman, mendukung aktivitas ekonomi, pemulihan infrastruktur, dan memperkuat akses antar-wilayah, khususnya di daerah yang membutuhkan infrastruktur penunjang.

Tim Trauma Healing Polri Bersama Relawan UI Hadir Bersama Warga Pascabanjir di Cilincing



REFORMASI-ID | Jakarta - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, pada Senin (13/1/2026) berdampak pada ribuan warga dan memaksa mereka mengungsi ke berbagai titik aman. Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 1.903 jiwa terdampak di tujuh kelurahan. Seiring surutnya air, para pengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing pada Selasa (14/1/2026) untuk membersihkan hunian dan menata kembali kehidupan sehari-hari.

Di tengah proses pemulihan tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Biro SDM Polda Metro Jaya menghadirkan tim trauma healing bersama relawan mahasiswa Universitas Indonesia untuk mendampingi warga, Rabu (14/1/2026). Kehadiran ini difokuskan pada pemulihan psikologis masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu-ibu, yang masih merasakan dampak pascabanjir.

Tim Psikologi SDM Polda Metro Jaya menyusuri lingkungan permukiman warga. Mereka menyapa para orang tua, mendengarkan cerita dan keluhan yang masih tersisa, serta mengajak anak-anak bermain agar suasana kembali terasa lebih ringan. Pendekatan yang sederhana dan dekat ini dilakukan agar warga merasa ditemani dalam melewati masa pemulihan.

Dalam kegiatan tersebut, Polri turut mengajak relawan mahasiswa psikologi Universitas Indonesia yang tengah magang, yakni Belva Catalina Detalicia, Erinna Terta Magee, dan Sang Ayu Made Chanda Dewi Andika Putri, untuk membantu proses pendampingan langsung di lapangan.

Pendampingan dilakukan melalui hal-hal yang dekat dengan keseharian warga. Selain berbincang dan bermain bersama anak-anak, tim juga menyalurkan bantuan kebutuhan dasar seperti handuk, selimut, makanan ringan, perlengkapan kebersihan, alat tulis sekolah, serta mainan anak-anak. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya meringankan beban warga yang baru kembali dari pengungsian.

Kegiatan juga diisi dengan edukasi singkat bagi para ibu. Dalam suasana santai, psikolog Polri memperkenalkan sekaligus mempraktikkan teknik pernapasan 4-7-8, sebuah metode sederhana yang bertujuan membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks. Teknik ini diberikan agar para ibu memiliki cara mudah untuk meredakan ketegangan, stres, dan kelelahan yang kerap muncul akibat kondisi pascabanjir.

Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan bahwa kehadiran tim trauma healing merupakan bagian dari upaya Polri untuk memastikan masyarakat terdampak mendapat pendampingan yang dibutuhkan.

“Setelah banjir, yang tersisa bukan hanya kerusakan fisik, tetapi juga kelelahan dan rasa cemas. Karena itu, Polri hadir bersama warga, mendengarkan, dan mendampingi agar mereka merasa tidak sendiri serta dapat perlahan memulihkan diri,” ujar Kombes Pol Budi Hermanto, S.I.K., M.Si.

Salah satu relawan mahasiswa psikologi Universitas Indonesia, Belva Catalina Detalicia, mengungkapkan pengalamannya saat terjun langsung ke lapangan.

“Ini menjadi pengalaman pertama bagi kami mendampingi warga terdampak banjir secara langsung. Ada rasa hangat ketika melihat anak-anak tersenyum, tetapi juga kesedihan saat melihat kondisi yang mereka hadapi. Interaksi langsung membuat empati kami semakin terasa,” tutur Belva.

Ia menambahkan bahwa pendekatan sederhana justru membuat warga lebih terbuka.

“Kami berbagi mainan, susu, camilan, kaos kaki, handuk, sikat gigi, dan roti. Kami juga mendampingi ibu-ibu dengan penyuluhan singkat, termasuk latihan pernapasan 4-7-8, agar mereka memiliki cara sederhana untuk menenangkan diri saat merasa lelah atau tertekan,” tambahnya.

Menutup keterangannya, Kabidhumas Polda Metro Jaya menegaskan bahwa Polri akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat terdampak bencana, tidak hanya dalam penanganan darurat, tetapi juga pada fase pemulihan, agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal dengan kondisi psikologis yang lebih baik.

Diduga Terindikasi Selewengkan Dana Bos, Oknum Kepala Sekolah Lecehkan Profesi Jurnalis dan LSM


REFORMASI-ID | BANYUASIN, SUMSEL - Komunitas Masyarakat Silampari (KANTI) bersama Media Pers, melakukan kunjungan ke SMPN 1 Sembawa dalam rangka menjalankan fungsi. Sebagaimana amanat undang - undang diantaranya yakni pengawasan kebijakan dan pelayanan publik dengan melakukan evaluasi, kontrol juga mengingatkan pemerintah terkait pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik, serta menjaga transparansi dalam pengelolaan keuangan negara. Senin, 12/01/2026.

Pada kesempatan itu Ketua Tim Komunitas Masyarakat Silampari (KANTI) Bung Jali Roy menyampaikan. Dari hasil temuan dan peninjauan Tim di SMP Negeri 1 Sembawa, diduga ditemukan adanya aroma korupsi dalam penyerapan dana BOS terkhususnya pelaksanaan kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah, yang mana hal ini di kuatkan dengan keterangan salah satu Dewan Guru bahwa pada tahun 2023 telah dilakukan pemeliharaan sarana dan prasarana.

"Pihak Sekolah telah melakukan pengecatan bagian depan gedung SMP Negeri 1 Sembawa dan pemeliharaan yang lainnya di pandang belum perlu dan masih layak digunakan," ungkap Bung Jali Roy saat konfirmasi disekolah tersebut. (Senin, 12/01/2026).

Diketahui jelas Bung Jali sapaan akrabnya, berdasarkan aturan standar pemeliharaan Sarana dan Prasarana untuk PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah, Permendikbudristek No. 22 Tahun 2023 dengan rincian juga uraian sebagai berikut :

1. Pemeliharaan Rutin (Harian/Mingguan): Kebersihan kelas lingkungan, mengecek lampu, memadamkan listrik saat tidak dipakai dan merawat alat sehari-hari.

2. Pemeliharaan Berkala (Bulanan/Tahunan): Pengecatan ulang, perbaikan mebel, perawatan alat elektronik, penyemprotan anti-hama buku, perbaikan struktur bangunan yang rusak.

3. Pemeliharaan Darurat: Perbaikan segera saat terjadi kerusakan mendadak misalnya kebocoran pipa, korsleting.

4. Pemeliharaan Preventif/Perawatan: Pencegahan kerusakan agar awet dan siap pakai, seperti servis berkala alat TIK atau mesin.

Menurutnya, mengingat rincian penggunaan komponen dana BOS Tahun Anggaran 2023 s/d 2025, sumber dokumen Permendikbudristek, bahwa SMP Negeri 1 Sembawa telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 1.090.480.803 (terbilang : Satu milyar sembilan puluh juta, Empat ratus delapan ribu delapan ratus riga rupiah) yang dipergunakan untuk pemeliharaan Sarana dan Prasarana.

"Namun berdasarkan hasil tinjauan sarana dan prasarana pada SMP Negeri 1 Sembawa, sungguh memprihatinkan terkesan tidak dilakukan pemeliharaan seperti Plafon bolong, Kaca pecah, Cat ruang kelas mengelupas, Pintu jebol, Tiang hampir putus, Lis plang rapuh, dan banyak lagi lainnya," ujarnya.

Menyikapi hal ini Bung Jali Roy beserta Media Pers konfirmasi langsung dengan Kepala SMP Negeri 1 Sembawa untuk melakukan klarifikasi di ruangan kerjanya, Ironis dan miris dengan nada bahasa yang meninggi dan terkesan melecehkan profesi jurnalis dan LSM oknum tersebut mempertanyakan apa kontribusi LSM dan Wartawan. Sangat bertentangan dengan UU  NO 40 tahun 1999 tentang Pers. (Senin, 12/01/2026).

“Kamu jangan hanya cari-cari kesalahan, apa kontribusi LSM dan Wartawan untuk SMP Negeri 1 Sembawa, kinerja kami telah di tinjau oleh Dinas dan sudah di periksa Inspektorat tidak ada masalah silahkan mau melapor,” ucap Ketua Team Investigasi KANTI Bung Jali Roy, menirukan ucapan Oknum Kepala Sekolah tersebut.

Dalam pada itu Komunitas Masyarakat Silampari (KANTI) Bung Jali Roy menegaskan dari hasil temuan, tinjauan dilapangan dan berdasarkan dokumen data yang di miliki, bahwa kegiatan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 1 Sembawa dalam kurun waktu Tahun 2023 s/d 2025 yang menghabiskan dana milyaran rupiah diduga terindikasi adanya kejanggalan.

"Maka dalam waktu dekat perihal ini. Kami akan melaporkan pengaduan kepada Aparat Penegak Hukum wilayah Kabupaten Banyuasin," pungkasnya. (Tim)

Manfaatkan Lumpur Banjir, Kapolda Aceh Serahkan Ribuan Karung Tanam Untuk Masyarakat Aceh Tamiang



REFORMASI-ID | Aceh - Dari sisa lumpur banjir yang sempat melumpuhkan kehidupan, kini tumbuh secercah harapan bagi masyarakat. Kepedulian itu hadir langsung dari Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M, yang menyerahkan bantuan 20.000 karung tanam serta 500 bungkus bibit pertanian kepada Polres Aceh Tamiang, Selasa (13/1/2026).

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi dan ketahanan pangan pascabencana.

Yang membedakan bantuan ini, seluruh karung tanam diisi dengan lumpur bekas banjir yang telah dikeringkan dan diolah. Lumpur yang sebelumnya menjadi simbol bencana dan penderitaan, kini dimanfaatkan kembali sebagai media tanam yang produktif.

Langkah ini menjadi wujud nyata pendekatan humanis dan solutif Polri dalam membantu masyarakat bangkit dari keterpurukan.

Kapolda Aceh dalam keterangannya menyampaikan bahwa pemanfaatan lumpur banjir ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan pesan optimisme dan semangat bangkit bagi masyarakat. “Lumpur banjir ini pernah membawa kesedihan bagi masyarakat. Namun hari ini, kita ubah menjadi media tanam yang memberi harapan. Polri ingin hadir tidak hanya saat bencana terjadi, tetapi juga dalam proses membangun kembali kehidupan masyarakat,” ujar Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah.

Ia menegaskan bahwa Polri berkomitmen mendukung masyarakat terdampak bencana melalui langkah-langkah yang bermanfaat, berkelanjutan, dan menyentuh langsung kebutuhan warga.

“Kami berharap karung tanam dan bibit ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat Aceh Tamiang. Semoga dari tanah lumpur ini tumbuh hasil pertanian yang mampu menggerakkan kembali ekonomi keluarga dan memperkuat ketahanan pangan,” tambahnya.

Penyerahan bantuan tersebut juga menjadi simbol gotong royong dan kepedulian sosial, sekaligus mendorong masyarakat untuk kembali produktif dengan memanfaatkan potensi yang ada di sekitar mereka.

Dari lumpur yang sempat membawa duka, kini tumbuh benih harapan.
Polri hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menanam masa depan bersama masyarakat.

13 Januari 2026

Waka Polri Tinjau Pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Progres Capai 43 Persen: Wujudkan Ekosistem Garuda Menuju Indonesia Emas 2045



REFORMASI-ID | Bogor - Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. melakukan kunjungan kerja dalam rangka meninjau langsung perkembangan pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara yang berlokasi di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Proyek strategis di bidang pendidikan ini tercatat telah mencapai progres pembangunan sebesar 43 persen.

Pembangunan sekolah unggulan ini merupakan manifestasi nyata dari komitmen Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam memberikan kontribusi konkret terhadap dunia pendidikan. Polri tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan, tetapi juga aktif dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui penyediaan sarana pendidikan yang berkualitas.

SMA Kemala Taruna Bhayangkara dirancang untuk membentuk apa yang disebut sebagai "Ekosistem Garuda". Ini adalah sebuah ekosistem pendidikan komprehensif yang bertujuan menyiapkan generasi muda Indonesia yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas tinggi, dan mampu bersaing di kancah global.

Dalam kunjungannya, Wakapolri menegaskan pentingnya proyek ini bagi masa depan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.

"Pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara ini adalah bagian dari langkah strategis Polri dalam mendukung Program Asta Cita. Kita sedang mempersiapkan SDM unggul untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Melalui Ekosistem Garuda, kita ingin mencetak putra-putri terbaik bangsa yang berkarakter dan berintegritas," ujar Wakapolri di sela-sela peninjauan.

Beliau juga menambahkan bahwa inisiatif ini selaras dengan semangat Transformasi Polri yang semakin Presisi, di mana institusi Polri terus berorientasi pada kemajuan masa depan bangsa dan kemaslahatan masyarakat luas.

"Kehadiran SMA Kemala Taruna Bhayangkara diharapkan menjadi standar baru bagi sekolah berbasis asrama (boarding school) di Indonesia, yang memadukan kedisiplinan, wawasan kebangsaan, dan kurikulum pendidikan modern". Tutup Wakapolri