Media Reformasi Indonesia (MRI)

02 Mei 2026

Edukasi dan Aksi K-9 Serta Turangga Pukau Pengunjung PetFest 2026 di ICE BSD



REFORMASI-ID | Tangerang Selatan  - Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri hadir memeriahkan gelaran festival hewan peliharaan terbesar, PetFest 2026, yang berlangsung di Hall 8-10 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan, Jumat (01/05/2026).

Kehadiran tim Ditpolsatwa yang dipimpin langsung oleh Kasubditcakkal bersama personel Den K-9 dan Den Turangga ini sukses mencuri perhatian ribuan pengunjung. Tidak hanya memamerkan ketangkasan satwa, Polri juga memanfaatkan momentum ini sebagai sarana sosialisasi dan edukasi mengenai tugas pokok serta fungsi Polisi Satwa kepada masyarakat luas.

Dalam giat yang dimulai pukul 14.00 WIB ini, Ditpolsatwa menurunkan kekuatan penuh yang terdiri dari 27 personel ahli. Turut serta dalam barisan, delapan ekor anjing K-9 dengan kemampuan khusus yakni Doben, Rubin, Art, Scoby, Cleo, Jack, Russo, dan Bruno. Tak ketinggalan, dua ekor kuda andalan dari Den Turangga, Kywest dan Margoce, juga hadir menyapa pengunjung.

Direktur Polisi Satwa Korsabhara Baharkam Polri menyatakan bahwa partisipasi dalam PetFest merupakan langkah strategis untuk mendekatkan Polri kepada masyarakat melalui pendekatan yang humanis.

"Kami ingin masyarakat, khususnya para pencinta satwa, lebih mengenal bagaimana peran strategis satwa K-9 dan Turangga dalam mendukung tugas kepolisian, mulai dari pengamanan hingga pelacakan," ungkap perwakilan Ditpolsatwa dalam laporan kegiatannya. 

Sepanjang acara, stan Polisi Satwa dipadati pengunjung yang antusias berinteraksi dan berfoto bersama satwa-satwa terlatih milik Polri. Selain demonstrasi ketangkasan, para personel di lapangan secara aktif memberikan edukasi mengenai cara penanganan satwa dan bagaimana Polri melatih mereka menjadi mitra kerja yang andal.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Dengan hadirnya Polri di tengah komunitas seperti ini, diharapkan kepercayaan masyarakat semakin meningkat serta tercipta pemahaman yang lebih baik mengenai dedikasi Polri dalam menjaga keamanan melalui berbagai unit spesialis, termasuk Ditpolsatwa.

01 Mei 2026

Tanah yang Dipertahankan, Negara yang Dinantikan

iIustrasi


REFORMASI-IDEDITORIAL

Di sebuah lapangan, di Jalan Usman Harun, siang itu tidak ada yang benar-benar santai. Matahari tertutup awan hitam yang menggantung, sisa hujan yang merimis, dan udara sejuk meski terasa lebih berat. Seolah-olah setiap orang yang duduk di kursi plastik, berdiri di pinggir lapangan, atau sekadar menyandarkan tubuh di tembok, sedang memikul satu pertanyaan yang sama: “Sampai kapan kami di sini?”

Itulah suasana Halal Bihalal yang dirangkai dengan reses anggota DPRD DKI Jakarta, Ir. Manuara Siahaan, di RW 05 Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Jumat, 1 Mei 2026.

Acara itu tampak seperti pertemuan biasa. Ada tausiyah. Ada salam-salaman. Ada doa. Tapi yang tidak biasa adalah isi kepala para hadirin. Mereka tidak datang hanya untuk bersilaturahmi. Mereka datang membawa keresahan yang sudah menahun.


Tanah yang Tidak Pernah Benar-Benar Pergi

Tanah itu punya sejarah panjang. Dulu, orang menyebutnya bagian dari perusahaan pelayaran haji_eks PT Arafat Pelayaran Haji, di mana para jamaah haji juga diwajibkan “membeli saham”. Sehingga ada yang percaya tanah itu milik umat. Ada yang tidak peduli lagi pada cerita lama. 

Yang pasti, perusahaan itu sudah lama runtuh. Pailit. Menghilang dari percakapan publik.

Yang tersisa adalah tanahnya.

Dan manusia-manusia yang kemudian datang, membangun rumah, membesarkan anak, dan perlahan menganggap tanah itu sebagai miliknya_meski tanpa kepastian.

Lebih dari dua puluh tahun.

Di Indonesia, dua puluh tahun itu bukan angka kecil. Itu sudah satu generasi.



Negara Datang Terlambat?

Warga sudah lama hidup di sana. Tapi negara baru terasa hadir ketika masalah muncul.

Beberapa tahun lalu, sempat hilang, dan beberapa bulan terakhir, suhu naik lagi.

Ada kabar tentang klaim kepemilikan. Ada isu perusahaan. Ada nama PT yang disebut-sebut. Ada surat yang beredar. Ada pengurus lingkungan yang dicopot. Ada yang merasa dibela, ada yang merasa ditinggalkan.

Dan yang paling terasa: ketidakpastian.

Di situlah peran Bhabinkamtibmas, Babinsa, Pol PP, Satlinmas, FKDM dan unsur kewilayahan mulai intens memantau. Laporan demi laporan dibuat. Bahasanya dingin. Tapi isinya panas:
potensi konflik sosial laten, menuju terbuka.

-

Sebelum acara dimulai, Manuara tidak langsung duduk di kursi depan. Ia berjalan lebih dulu, berkeliling ke lokasi tanah. Melihat. Mengamati. Mungkin menghitung dalam kepala di tanah itu ada berapa rumah, berapa jiwa.

Di forum, ia bicara dengan gaya yang tidak terlalu birokratis. Tentang soliditas warga. Tentang dirinya yang akan memperjuangkan.

Dengan kalimat sederhana yang di telinga warga, itu adalah janji.

Atau harapan.

Atau bahkan bahan bakar.

Ia lalu masuk ke wilayah yang lebih teknis: reforma agraria.
Ia menyebut angka: sekitar 6,8 hektare.
Ia menyebut kemungkinan: tanah negara, tanah terlantar, yang sedang dikuasai dan diduduki warga itu, bisa masuk objek TORA (Tanah Obyek Reforma Agraria).

Di titik itu, forum berubah. Dari sekadar pertemuan warga, menjadi ruang politik yang hidup.

Meski di sini sempat keceplosan dan mempreteli kepercayaan warga ke pemerintah. Seperti aktifnya kembali ketua RT 016/09 yang dicopot, sebagai hasil perjuangannya. Menurut informasi resmi, karena memang prosedur dijalankan dengan adanya pemilihan, supaya tidak ada kekosongan kepengurusan di lingkup RT.

Begitu juga soal digesernya lurah kelurahan Kebon Pala ke Makasar, dikatakan hasil perjuangannya. Digesernya camat kecamatan Makasar ke Kramatjati, hasil perjuangannya. Faktanya, kala itu memang sedang terjadi rotasi lebih dari 2.700 pejabat eselon 3 dan 4 di DKI Jakarta.


Di titik ini, adzan berkumandang dari Masjid Ar-Rahmah di kompleks TNI AL Usman-Harun, acara dipause sejenak, suasana yang sedang mau naik suhunya, seketika turun.

Sebelumnya, suasana juga sempat dilunakkan oleh hujan, kemudian oleh tausiyah.

Ustaz Ahmad Fahmi mengingatkan bahwa halal bihalal adalah tradisi pemersatu. Bahwa ini bukan hanya milik umat Islam. Warisan walisongo yang dihidupkan kembali ulama NU untuk mempersatukan beragam fraksi di lingkungan istana zaman orde lama. Halal bihalal sebagai pesan saling mengikhlaskan, saling memaafkan.

Kalimatnya bagus. Menenangkan.

Tapi realitas di lapangan tidak sesederhana itu. Karena tidak semua merasa sedang berdiri sejajar. Mereka bahkan justru saling curiga, karena ada yang tetap bertahan, dan ada yang melepas penguasaan lahan dengan menerima pembayaran dari perusahaan.

Warga juga merasa pemerintah tidak sepenuhnya hadir.
Pemerintah sendiri merasa terikat aturan.
Pengusaha, PT, atau pihak yang dianggap pengusaha, dipandang sebagai ancaman.

Dan tokoh masyarakat berusaha menjahit semuanya, kadang dengan benang yang sudah mulai rapuh.


Yang Paling Ditakuti: Bukan Orang Luar

Satu kalimat dari warga RT 016/09 terdengar paling jujur:

“Kami tidak takut serangan dari luar. Kami takut serangan (penghianatan) dari dalam.”

Kalimat itu tidak dramatis. Tapi sangat dalam.

Konflik "tanah perjuangan" di Kebon Pala bukan hanya soal siapa pemilik tanah. Tapi juga soal siapa yang tetap bertahan, siapa yang mulai goyah, siapa yang diam-diam berbeda arah.

Ada yang sudah mengembalikan dan menerima pembayaran kerohiman.
Ada yang menyesal.
Ada yang tetap bertahan, meski tidak pasti.

Soliditas, ternyata tidak otomatis ada. Ia harus dijaga. Dirawat. Dan itu tidak mudah.


Pemerintah yang Tidak Hadir?

Ada satu hal yang menurut warga, justru paling terasa, karena tidak terlihat.

Camat tidak hadir.
Lurah tidak hadir.
Nama mereka disebut. Undangan dikirim. Tapi kursinya kosong.
Meski secara administratif ada alasan. Secara sosial, penerimaannya bisa berbeda.

Adapun ketua RW tidak hadir.
Bahwa LMK tidak hadir.
Karena memang tidak diundang.

Tapi warga membaca itu sebagai jarak.
Sebagian membaca sebagai ketidakpedulian.
Sebagian lagi sebagai tanda bahwa mereka harus berjuang sendiri.

Dan di ruang kosong itulah, aktor lain masuk.

Politisi. Tokoh masyarakat. Penggerak warga.



Antara Harapan dan Risiko

Bagi warga, kehadiran Manuara adalah harapan.
Bagi pengamat sosial, itu juga bisa menjadi titik kritis.

Karena harapan yang terlalu tinggi, kalau tidak segera mendapat hasil, bisa berubah menjadi kekecewaan kolektif.

Dan kekecewaan kolektif, dalam banyak kasus di kota besar, sering menjadi pintu masuk konflik terbuka.

Apalagi jika:

- status tanah tetap tidak jelas 
- klaim pihak lain menguat
- atau ada langkah penertiban



Negara, Tanah, dan Waktu

Di akhir acara, orang-orang pulang perlahan. Kursi dilipat. Tenda dibongkar. Tapi persoalan tidak ikut bubar.

Tanah itu tetap di sana.

Rumah-rumah tetap berdiri.

Anak-anak tetap bermain di gang sempit.

Dan orang tua tetap memikirkan satu hal:
apakah besok mereka masih di tempat yang sama?

Di Indonesia, tanah bukan sekadar aset. Ia adalah identitas. Tempat berpijak. Tempat berharap.

Di Kebon Pala, tanah itu belum selesai bercerita.

Dan seperti banyak kisah tanah lainnya, yang paling menentukan bukan siapa yang paling lama tinggal,  tetapi siapa yang akhirnya diakui oleh negara.

Sementara itu, warga hanya bisa melakukan dua hal:
bertahan… dan berharap.




Tampil Memikat di Persit Bisa 2, Benang Kain Embroidery Angkat Wastra Lokal Berkelas


REFORMASI-ID | Bandung - Nuansa klasik berpadu dengan sentuhan modern hadir memikat dalam ajang Persit Bisa 2 yang digelar pada 7, 8, dan 9 Mei 2026 di Balai Kartini, Jakarta. Di antara deretan pelaku UMKM yang ambil bagian, nama Benang Kain Embroidery mencuri perhatian lewat karya-karya wastra lokal yang elegan dan berkarakter.

Di balik brand tersebut, sosok Ny. Ayu Triyadi tampil sebagai motor kreatif yang konsisten menghadirkan produk berbasis bordir dengan kualitas tinggi. Mengusung filosofi memadukan tradisi dan tren masa kini, Benang Kain Embroidery menghadirkan beragam koleksi seperti kebaya bordir, kain bordir, vest, hingga gamis bordir yang dirancang dengan detail presisi.

Kehadiran UMKM ini dalam pameran Persit Bisa 2 tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga bentuk nyata dukungan terhadap pelestarian wastra Nusantara. Produk-produk yang ditampilkan memperlihatkan bagaimana kain tradisional dapat dikemas secara modern tanpa kehilangan identitas budaya.

Salah satu produk yang paling diminati pasar adalah bahan kebaya bordir, yang dinilai memiliki daya tarik kuat baik dari segi estetika maupun fleksibilitas desain. Kain ini banyak dipilih karena mampu menghadirkan kesan anggun sekaligus eksklusif, cocok untuk berbagai kesempatan formal maupun semi-formal.

Partisipasi Benang Kain Embroidery juga mendapat dukungan dari jajaran Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXI Pussiberad PG Mabesad. Pembina Persit, Brigjen TNI Dr. Fransiscus Ari Susetio, S.E., M.Han., bersama Ketua Persit, Ny. Theresa Ari Susetio, terus mendorong para pelaku UMKM binaan untuk berkembang dan berdaya saing di pasar yang lebih luas.

Tak hanya aktif dalam pameran, Benang Kain Embroidery juga telah memiliki basis usaha yang representatif. UMKM ini berlokasi di Ruko Burgundy No. RAL 33, Summarecon Bekasi, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat 17123, yang menjadi pusat produksi sekaligus etalase karya-karya unggulan mereka.

Melalui ajang Persit Bisa 2 ini, Benang Kain Embroidery tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga pengalaman estetika—mengajak pengunjung menikmati harmoni antara seni, kualitas, dan profesionalitas dalam satu ruang. Sebuah bukti bahwa wastra lokal, dengan sentuhan inovasi, mampu tampil sebagai ikon gaya yang tak lekang oleh waktu. (TJ)





30 April 2026

HUT ke-29 Kota Bekasi, Kecamatan Pondokgede Gelar Tasyakuran dan Halal Bihalal


REFORMASI-ID  | Kota Bekasi Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kota Bekasi menjadi momentum refleksi bagi Pemerintah Kota Bekasi dalam melihat perjalanan pembangunan yang telah dilalui sekaligus merumuskan langkah ke depan. 

Seperti halnya peringatan Hari Ulang Tahun  (HUT) ke-29 Kota Bekasi yang digelar kecamatan Pondokgede di Pendopo dan Halaman Kecamatan Pondokgede, Kota  Bekasi, kamis (30/4/2026).

Dalam sambutannya, Camat Pondokgede  Zainal Abidin Syah menyampaikan  bahwa berbagai capaian telah diraih Kota Bekasi. Namun demikian, ia menegaskan bahwa masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan bersama demi mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan.



Camat Pondokgede, Zainal Abidin Syah menyampaikan bahwa Kota Bekasi saat ini meraih  Penghargaan Indeks Kota Toleran (IKT)  yang ke-5. 

"Tentu sudah banyak capaian yang diraih dan bisa kita persembahkan, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama,” ujar Zainal. 

Camat juga menyinggung asta cita dan Indonesia Emas 2045 untuk menjadi negara maju, modern, dan berdaya saing global. Fokus utamanya adalah memanfaatkan bonus demografi dengan membangun SDM unggul, berkualitas, berpendidikan, serta sehat, terutama melalui peran generasi muda. Pembangunan SDM Unggul dengan malakukan  penanganan stunting, peningkatan gizi melalui makan bergizi gratis, dan peningkatan kualitas pendidikan dengan Optimalisasi Generasi Muda. 

Camat mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan, gotong royong, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. 

Menurutnya, keberhasilan pembangunan Kota Bekasi tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat.

“Ini hanya bisa dilakukan apabila masyarakatnya bersatu, mau bergotong royong, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungannya. Pemerintah tentu hanya menggelorakan semangatnya, tetapi masyarakatlah yang bergerak bersama, Semoga tercapai Kota Bekasi yang nyaman dan sejahtera ," ucapnya.


Salah satu tokoh yang juga pengurus FBR yang dikenal dengan panggilan  bang Jalu memberikan harapan dan ucapan Selamat HUT ke-29 Kota Bekasi.

"Semoga kota patriot ini semakin keren, maju, sejahtera, dan nyaman bagi warganya.  Harapannya Bekasi terus berkembang dengan pembangunan yang berkelanjutan," Ucapnya.

HUT Kota Bekasi ke-29 di kecamatan Pondokgede dimeriahkan dengan gebyar UMKM dan layanan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) gratis. (Agus W) 























Perkuat Kompetensi Personel 36 Polda, Ditpamobvit Fokus pada Reformasi Polri dan Pengamanan Strategis



REFORMASI-ID | Jakarta - Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Korsabhara Baharkam Polri sukses menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengamanan Pengawasan Tertentu (Pamwaster) Tahun Anggaran 2026. 

Acara yang berlangsung pada Rabu (29/4) di Ballroom Hotel Fave PGC, Jakarta Timur ini menjadi ajang penguatan kompetensi bagi personel Polri di seluruh Indonesia.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit), BJP. Syahduddi, S.I.K., M.Si. Dalam pembukaannya, beliau menekankan pentingnya profesionalisme personel dalam menjaga stabilitas keamanan di berbagai sektor strategis nasional.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari 36 Polda se-Indonesia, yang terdiri dari 12 perwira menengah (Pamen) dan 24 perwira pertama (Pama). Kehadiran para peserta dari seluruh penjuru tanah air menunjukkan komitmen kuat Polri dalam menyeragamkan standar pengamanan di seluruh wilayah hukum Indonesia.

Guna memberikan wawasan yang komprehensif, Bimtek ini menghadirkan sejumlah narasumber ahli dari berbagai kementerian kunci, antara lain:

Kementerian ESDM: Bapak Sumarto, S.E., S.H., M.T. (Kepala Pusat Pengelolaan BMN) memberikan pembekalan terkait manajemen aset negara.

Kementerian Perindustrian: Ibu Binoni (Direktur Ketahanan Iklim Usaha Industri) memaparkan materi seputar iklim usaha industri yang aman.

Kementerian Perhubungan: Bapak Yuserizal, S.Si.T., M.M., Tr (Dirjen Perhubungan Laut) yang memberikan pendalaman mengenai pengamanan di sektor transportasi laut.

Sesi sore hari diisi oleh Kasubdit Pamwaster, KBP Waluya, S.I.K., yang memberikan pemaparan krusial mengenai Indikator Kinerja Utama (IKU) dan peran Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) khususnya di bidang Pamobvit. Sesi ini ditutup dengan diskusi interaktif dan tanya jawab yang melibatkan para peserta secara aktif.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 17.30 WIB ini berjalan dengan tertib dan lancar. Melalui Bimtek ini, diharapkan seluruh jajaran Pamwaster di tingkat Polda mampu mengimplementasikan strategi pengamanan yang lebih adaptif, modern, dan sejalan dengan semangat reformasi birokrasi Polri.

29 April 2026

Perkuat Keamanan Aset Negara, Baharkam Polri dan Kemenko Polkam Evaluasi Pengamanan Obvitnas



REFORMASI-ID | Bekasi - Dalam upaya memperkuat sistem proteksi aset strategis bangsa, Korps Sabhara Baharkam Polri mengikuti Rapat Koordinasi Evaluasi Pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) yang diselenggarakan oleh Kemenko Polkam di Hotel Avanzel, Cibubur, Bekasi, Rabu (29/4/2026).

Rapat krusial ini dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Kamtibmas Kemenko Polkam, Irjen Pol S. Tarigan, didampingi Asdep 1 Brigjen TNI Muhamad Sujono. Pertemuan ini menjadi wadah sinergi antara Polri dengan berbagai kementerian teknis, termasuk Kementerian Perindustrian, Pariwisata, Perhubungan, PUPR, dan ESDM.

Salah satu poin utama yang dibahas adalah urgensi penerapan Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) di seluruh sektor Obvitnas. Data menunjukkan bahwa saat ini masih terdapat banyak pengelola Obvitnas yang belum menjalin kerja sama resmi melalui MoU maupun Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Polri terkait penerapan standar keamanan tersebut.

Kasubdit Pamwaster Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri, KBP Waluya, S.I.K., memaparkan data komprehensif mengenai jumlah Obvitnas dan Objek Tertentu (Obter) di Indonesia. Beliau menyoroti perlunya pemutakhiran regulasi untuk mewajibkan penerapan SMP guna menghadapi dinamika ancaman yang kian kompleks.

Evaluasi Total dan Kesiapan May DaySelain membahas legalitas kerja sama, rapat ini juga menghasilkan beberapa poin kesimpulan strategis:

1.Revitalisasi Regulasi: Kementerian terkait didorong untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian (wasdal) terhadap kepatuhan penerapan SMP. Regulasi lama perlu diperbarui agar relevan dengan ancaman keamanan masa kini.

2.Validasi Data: Akan dilakukan evaluasi ulang terhadap jumlah Obvitnas di tiap kementerian, terutama bagi sektor Perhubungan (regulasi tahun 2004) dan Pariwisata (regulasi tahun 2016) yang dinilai perlu segera direvisi.

3.Pengamanan Hari Buruh: Menjelang peringatan May Day, diskusi intensif juga dilakukan untuk memastikan kesiapan pengamanan internal dan koordinasi dengan Polri guna menjamin situasi tetap kondusif di area Obvitnas.

"Evaluasi ini penting agar pengamanan aset negara tidak hanya bersifat rutinitas, tetapi benar-benar berbasis pada manajemen risiko yang standar dan terukur di seluruh sektor," ujar perwakilan pimpinan rapat.

Melalui langkah proaktif ini, Polri bersama Kemenko Polkam berkomitmen menciptakan ekosistem investasi dan operasional industri yang aman, nyaman, dan terlindungi bagi kemajuan ekonomi nasional.

Gerakan Sadar Hukum Pademangan Digencarkan, Tawuran Jadi Sorotan Serius



Media Reformasi - Jakarta, 30 April 2026 — Upaya menekan maraknya tawuran di wilayah Jakarta Utara terus diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Gerakan Sadar Hukum yang digelar di Kantor Kecamatan Pademangan, Kamis (30/4). Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam membangun kesadaran hukum masyarakat sekaligus mencegah meningkatnya aksi kekerasan, khususnya di kalangan remaja.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kecamatan Pademangan, Kantor Hukum Handy & Partner Law Office, serta unsur Tiga Pilar Kecamatan Pademangan, dengan dukungan dari GRIB PAC Pademangan.

 Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menghadirkan pendekatan komprehensif, tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga edukasi yang menyentuh langsung masyarakat.

Kegiatan tersebut dijadwalkan dihadiri oleh Camat Pademangan Arief Wibowo, Kapolsek Pademangan AKP Daniel Dirgala, unsur Binmas, tokoh masyarakat, serta praktisi hukum Handy, S.H., M.H. sebagai narasumber utama. 

Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan keseriusan bersama dalam mengatasi persoalan tawuran yang kerap meresahkan warga.

Dalam pemaparannya, Handy menegaskan bahwa tawuran bukan sekadar kenakalan remaja, melainkan bentuk tindak pidana yang memiliki konsekuensi hukum serius. Ia menjelaskan bahwa berbagai tindakan dalam tawuran dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hukum, mulai dari pengeroyokan, penganiayaan, hingga perusakan fasilitas umum yang berpotensi menimbulkan korban jiwa.

“Tawuran merupakan fenomena kekerasan sosial yang menjadi ancaman nyata bagi ketertiban dan keamanan masyarakat. Ini bukan konflik biasa, melainkan sudah masuk dalam ranah pidana dengan konsekuensi hukum yang tegas,” ujar Handy.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa rendahnya tingkat kesadaran hukum di masyarakat menjadi salah satu faktor utama terjadinya tawuran. Banyak pihak, terutama generasi muda, belum memahami bahwa setiap keterlibatan dalam aksi tersebut—baik sebagai pelaku utama, yang turut serta, maupun yang membantu—tetap dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum.

Handy juga mengingatkan bahwa penggunaan senjata tajam atau alat berbahaya dalam tawuran akan memperberat ancaman pidana yang dikenakan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya langkah preventif melalui edukasi hukum yang berkelanjutan.

“Kesadaran hukum harus dibangun sejak dini. Kita tidak bisa hanya mengandalkan penindakan. Edukasi, kolaborasi lintas sektor, serta peran aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah tawuran dan menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan damai,” tegasnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama seluruh elemen di Kecamatan Pademangan dalam menciptakan lingkungan yang kondusif. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, praktisi hukum, dan organisasi masyarakat, diharapkan angka tawuran dapat ditekan secara signifikan serta terbentuk budaya sadar hukum di tengah masyarakat.***

28 April 2026

Tegaskan Komitmen Tangani Banjir, Ini Kata Walikota dalam Forum FGD


REFORMASI-ID | Lampung - Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana menegaskan komitmen serius Pemerintah Kota dalam menangani persoalan banjir yang selama ini menjadi pekerjaan rumah besar di ibu kota Provinsi Lampung.

Hal tersebut disampaikan Walikota Eva Dwiana dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Roadmap Penanganan Banjir Bandar Lampung: Solusi Infrastruktur, Lingkungan, dan Kebijakan” yang digelar di kampus Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya, dengan melibatkan berbagai pihak mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga akademisi, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan FGD dibuka secara resmi oleh Gubernur Lampung yang diwakili oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung.

Dalam sambutan pembukaan, disampaikan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Lampung terhadap langkah kolaboratif penanganan banjir di Kota Bandar Lampung sebagai ibu kota provinsi. Rektor IIB Darmajaya turut memberikan sambutan selaku tuan rumah kegiatan.

FGD ini menghadirkan akademisi, pakar lingkungan, praktisi tata kota, perwakilan OPD terkait, unsur Forkopimda, camat, lurah, komunitas peduli lingkungan, serta mahasiswa untuk bersama merumuskan peta jalan penanganan banjir secara komprehensif. Pembahasan mencakup normalisasi sungai, drainase perkotaan, daerah resapan air, tata ruang, hingga penguatan regulasi dan partisipasi masyarakat.

Deklarasi ini berisi komitmen bersama untuk Mendukung implementasi Roadmap Penanganan Banjir berbasis data dan kajian ilmiah, memperkuat sinergi program infrastruktur, lingkungan, kebijakan lintas sektor, dan partisipasi aktif masyarakat dalam mitigasi banjir.

Dalam forum tersebut, Eva Dwiana menekankan bahwa penanganan banjir tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi semua pihak.

“Banjir ini bukan hanya masalah pemerintah, tapi tanggung jawab kita bersama. Semua yang ada di sini harus ikut terlibat dalam penanganannya,” ujar Eva dalam pemaparannya. 

Ia mengungkapkan, kondisi geografis Bandar Lampung dengan puluhan aliran sungai menjadi tantangan tersendiri.

Tercatat, terdapat 6 sungai besar dan sekitar 33 pintu sungai kecil yang melintasi wilayah kota, sementara sebagian di antaranya mengalami penyempitan akibat bangunan liar.

“Banyak bangunan yang berdiri di atas aliran sungai, bahkan menutup saluran air. Termasuk kampus ini yang membuat aliran tidak normal dan memicu banjir,” jelasnya.

Eva menegaskan, penertiban bangunan di atas sungai akan tetap dilakukan, namun dengan pendekatan. 

Pemerintah, kata dia, tidak ingin menimbulkan konflik sosial dalam proses penanganan.

“Kita harus manusiawi. Tapi kalau ini tidak ditangani, Bandar Lampung bisa terus tenggelam saat hujan deras,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah kota, provinsi, terutama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung dalam menyelesaikan persoalan banjir secara menyeluruh.

“Kalau kita diamkan, banjir akan terus berulang. Maka harus ada kerja bersama, dari hulu sampai hilir,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Eva turut mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk akademisi dan organisasi lingkungan yang telah memberikan masukan dalam penyusunan roadmap penanganan banjir.

Ia berharap, melalui forum ini akan lahir langkah konkret dan terintegrasi agar ke depan Bandar Lampung dapat terbebas dari banjir.

“Kita ingin ke depan tidak ada lagi banjir di Bandar Lampung. Itu harapan kita bersama,” pungkasnya. (*) 

Baharkam Polri Gelar Awareness Sistem Pengamanan Obvitnas, di PT Pupuk Kaltim Sesuai Perpol No. 7 Tahun 2019



REFORMASI-ID | Bontang - Sebagai upaya menjaga keberlangsungan operasional Objek Vital Nasional (Obvitnas), PT Pupuk Kaltim (PKT) menggelar kegiatan Awareness Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) berdasarkan Perpol No. 7 Tahun 2019. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Mahoni, Kantor Pusat PT Pupuk Kaltim, Bontang ini dimulai pada Selasa (28/4/2026).

Acara ini menghadirkan tim narasumber ahli dari Mabes Polri yang dipimpin oleh Kombes Pol Alan Gerrit Abast, S.I.K., didampingi Ipda Arief Wahyudi Wibowo, S.H., dan Auditor Profesional, Angelo M. Turang, S.E., M.Si.

Dalam sambutannya, Kombes Pol Alan Gerrit Abast menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian PT Pupuk Kaltim yang berhasil meraih nilai 91,02% dengan predikat kategori Emas pada audit tahun 2024. Namun, ia mengingatkan agar seluruh jajaran tidak lengah.

"Dinamika ancaman terhadap Obvitnas terus berkembang. Tantangan terberat setelah meraih kesuksesan adalah bagaimana kita mempertahankan dan terus meningkatkan standar tersebut. Keamanan adalah fondasi utama keberlangsungan perusahaan," tegas Kombes Pol Alan. Beliau juga merujuk pada insiden kecelakaan transportasi baru-baru ini sebagai pengingat krusialnya manajemen keamanan yang ketat.

Senada dengan hal tersebut, Vice President Keamanan PT Pupuk Kaltim, KBP I Made Darmadi Giri, menekankan bahwa implementasi SMP bukan hanya tugas personel keamanan, melainkan tanggung jawab seluruh elemen pegawai di setiap departemen.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun pemahaman yang utuh agar setiap insan di PT Pupuk Kaltim mampu menerapkan standar SMP sesuai Perpol 7 Tahun 2019 secara sempurna di lingkup kerja masing-masing," ujar I Made Darmadi Giri.

Kegiatan hari pertama berlangsung produktif dari pukul 08.00 hingga 16.00 WITA, meliputi:

Pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta.

Pemaparan materi Good Corporate Governance (GCG) dan ruang lingkup audit SMP berbasis Enterprise Risk Management (ERM) oleh Angelo M. Turang.

Bedah kebijakan prosedur SMP serta diskusi kelompok.

Paparan mengenai contoh temuan audit sebagai panduan praktis implementasi di lapangan oleh Kombes Pol Alan Gerrit Abast.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh departemen di lingkungan PT Pupuk Kaltim. Dengan pemahaman yang lebih dalam mengenai manajemen risiko dan prosedur keamanan, PT Pupuk Kaltim berkomitmen untuk terus menjadi pelopor dalam standar pengamanan industri di Indonesia.

Acara akan dilanjutkan pada hari berikutnya dengan agenda pendalaman materi dan presentasi kelompok diskusi.

Perkuat Pengamanan Objek Vital Nasional, Tim Baharkam Polri Gelar Bintek Sistem Manajemen Pengamanan di PT Antam Maluku Utara



REFORMASI-ID | Ternate - Tim Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Korsabhara Baharkam Polri melaksanakan asistensi dan Bimbingan Teknis (Bintek) Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) di PT Antam (Persero) Tbk UBPN Maluku Utara. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (28/4) ini bertujuan untuk memastikan standar keamanan di salah satu aset strategis negara tersebut berjalan optimal sesuai regulasi terbaru.

Dipimpin langsung oleh Kombes Pol Mirzal Alwi, S.I.K., tim melakukan peninjauan intensif di berbagai titik krusial, mulai dari Area Pulau Pakal hingga kawasan Smelter. Peninjauan ini mencakup evaluasi fisik pada pos keamanan, pusat operasi jarak jauh (Remote Operations Center), area bahan bakar, hingga dermaga jetty.

“Keamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) adalah prioritas. Kami hadir untuk memastikan bahwa seluruh instrumen pengamanan, baik sistem maupun infrastruktur di PT Antam UBPN Maluku Utara, benar-benar memenuhi standar operasional yang ditetapkan pemerintah,” ujar Kombes Pol Mirzal Alwi dalam keterangannya setelah tiba di Ternate, Selasa malam.

Dalam rangkaian tinjauan lapangan tersebut, tim menemukan beberapa poin penting yang menjadi catatan untuk segera ditindaklanjuti oleh manajemen PT Antam. Beberapa di antaranya meliputi pembaruan regulasi pada papan informasi Obvitnas sesuai Kepmen ESDM Nomor 385 Tahun 2025, penguatan zonasi area di Pulau Pakal dan Smelter, serta standarisasi ketinggian pagar parameter.

Selain aspek fisik, tim juga menyoroti pentingnya sinkronisasi kualifikasi personel pengamanan di lapangan agar sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku.

Kegiatan hari pertama ini diakhiri dengan evaluasi bersama yang dihadiri oleh jajaran pimpinan unit kerja (Bureau Head & Work Unit Head) PT Antam UBPN Maluku Utara serta perwakilan Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) dari PT Transdana Profitri.

Sinergi antara Polri dan PT Antam ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem kerja yang aman, kondusif, dan tangguh terhadap segala bentuk gangguan keamanan, mengingat peran krusial perusahaan dalam menjaga kedaulatan industri pertambangan nasional.

Setelah menempuh perjalanan darat dan laut dari Buli menuju Sofifi hingga tiba di Ternate pada pukul 19.15 WIT, tim dijadwalkan akan melanjutkan agenda pembinaan teknis pada hari berikutnya guna memastikan seluruh rekomendasi dapat diimplementasikan dengan tepat sasaran.

Hadir di Titik Vital Jakarta, Detasemen Perintis Korsabhara Polri Pastikan Aktifitas Pagi Warga Aman dan Nyaman



REFORMASI-ID | Jakarta - Guna memastikan denyut nadi ibu kota tetap berjalan tertib dan aman, jajaran Detasemen Perintis Korsabhara Baharkam Polri menggelar pengamanan Strong Point dan Patroli Dialogis di sejumlah wilayah strategis Polda Metro Jaya, Selasa (28/4/2026).

Sebanyak 70 personel diterjunkan sejak pukul 05.00 WIB untuk mengawal kawasan Bundaran HI, Monas, hingga Kota Tua.Di bawah komando Penanggung Jawab AKBP Ricky Pranata Vivaldy, S.P., S.I.K., M.H., dan Danton Ipda Eko Hermanto, kehadiran petugas berseragam ini bertujuan menciptakan situasi Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) yang kondusif bagi masyarakat.

Bukan sekadar berdiri mengatur arus kendaraan, personel Detasemen Perintis juga mengedepankan sisi humanis melalui Patroli Dialogis. Petugas tampak menyapa dan berinteraksi langsung dengan warga serta pengguna jalan.

"Kami ingin menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat. Lewat dialog ini, kami memberikan imbauan Kamtibmas secara langsung agar warga selalu tertib dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan," ujar AKBP Ricky Pranata Vivaldy dalam laporannya.

Meskipun menghadapi tantangan cuaca yang berubah-ubah serta lonjakan volume kendaraan di jam sibuk pagi hari, seluruh personel tetap siaga di plotingan masing-masing. Hingga kegiatan berakhir pada pukul 10.00 WIB, situasi dilaporkan tetap terkendali tanpa ada kejadian menonjol.

Hasilnya pun nyata: arus lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan terpantau lancar, dan potensi gangguan keamanan dapat dideteksi serta dicegah sejak dini.

Kegiatan rutin ini merupakan bentuk komitmen Korps Sabhara Baharkam Polri dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat Jakarta yang memulai aktivitasnya.Dengan kehadiran polisi di tengah-tengah masyarakat, diharapkan tercipta sinergi yang kuat untuk mewujudkan ketertiban umum yang berkelanjutan.

Tanggap!! Ditsamapta Korsabhara Baharkam Polri Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur



REFORMASI-ID | Bekasi - Aksi heroik penyelamatan berlangsung di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Selasa (28/4/2026). Tim Korps Sabhara Baharkam Polri, dipimpin langsung oleh Kaden Perintis Direktorat Samapta (Ditsamapta) Baharkam Polri Kombes Pol Budhi, Personil berjibaku mengevakuasi para penumpang yang terjepit menyusul insiden kecelakaan kereta api yang terjadi pagi ini.

Hingga laporan ini diturunkan, tercatat ada enam korban yang sempat terjebak di dalam ringsekan gerbong. Dari jumlah tersebut, personel Detasemen Perintis bersama satuan gabungan lainnya telah berhasil mengeluarkan dua orang: satu korban dinyatakan selamat dan langsung mendapatkan perawatan medis, sementara satu korban lainnya dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.

"Saat ini, fokus utama kami adalah menyelamatkan empat korban lainnya yang terdeteksi masih dalam keadaan hidup namun terjepit di struktur gerbong," lapor Kaden Perintis kepada Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri. 

Untuk mempercepat proses evakuasi yang krusial ini, kepolisian mengerahkan armada khusus pendukung logistik dan penyelamatan, di antaranya:

1.1Unit Rantis Rescue (Kendaraan Taktis Penyelamatan) dengan peralatan pemotong besi.

2.2 Unit Double Cabin untuk mobilitas cepat personel.

3.3 Unit Bis Medium untuk mobilisasi tambahan.

Kondisi di lapangan saat ini masih cukup menantang karena struktur gerbong yang mengalami kerusakan berat, namun petugas terus berupaya semaksimal mungkin dengan prinsip Golden Hour guna menyelamatkan nyawa korban yang masih tersisa.

Evakuasi masih berlangsung hingga detik ini. Masyarakat diimbau untuk memberikan ruang bagi kendaraan darurat yang melintas di sekitar area Bekasi Timur demi kelancaran proses penanganan korban.

Buka Lomba Gaple Sabuk Kamtibmas, Kapolres: Ajak Warga ‘Jaga Lamban, Jaga Lampung Selatan’


REFORMASI-ID | Lampung Selatan - Suasana halaman Mapolres Lampung Selatan mendadak riuh, Kamis, (27/4/26) Bukan karena ada kejadian, melainkan ratusan warga asyik beradu strategi di atas meja domino. 

Kapolres Lampung Selatan, AKBP Toni Kasmiri, resmi membuka Lomba Gaple Sabuk Kamtibmas dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke-80.

Dengan mengenakan pakaian bebas layaknya masyarakat dan didampingi PJU Polres, Kapolres melempar batu gaple pertama sebagai tanda dimulainya lomba. 

“Gaple ini bukan sekadar mainan. Ini budaya kita. Lewat gaple, kita ngobrol, ketawa bareng, dan yang paling penting silaturahmi makin erat,” ujar AKBP Toni Kasmiri dalam sambutannya.

Lomba bertajuk ‘Sabuk Kamtibmas’ ini mengusung tema ‘Jaga Lamban, Jaga Lampung Selatan’. Kapolres menegaskan, keamanan bukan hanya tugas polisi. 

“Lamban itu rumah. Kalau rumah kita aman, rukun, warganya guyub, otomatis Lampung Selatan juga aman. Sabuk Kamtibmas artinya kita semua jadi sabuk pengaman bagi lingkungan masing-masing,” tegasnya.

Peserta lomba datang dari berbagai kalangan tokoh masyarakat, pemuda karang taruna, perwakilan desa, Media, hingga anggota TNI-Polri. Total 80 pasang peserta ikut ambil bagian, sesuai angka HUT Bhayangkara tahun ini. 

Para peserta memperebutkan juara 1, 2 dan 3 karena banyak hadiah menarik yakni uang pembinaan, hadiah menarik dari panitia, doorprize dan hadiah utama 3 unit Sepeda Listrik.

Warga sekitar sangat antusias untuk berdatangan ke Mapolres Lampung selatan.

“Seru, Pak. Biasa main di pos ronda, sekarang bisa tanding di Polres. Sekalian kenal sama Pak Kapolres,” kata Suryanto, peserta asal Kalianda.

Lomba Gaple Sabuk Kamtibmas akan berlangsung selama tiga hari yakni mulai tanggal 27, 28, 29 April 2026. 

Kapolres berharap, semangat kebersamaan dari meja gaple ini menular ke kehidupan sehari-hari. 

“Menang kalah biasa. Yang utama, kita kumpul, kita guyub rukun. Kalau warga kompak, pelaku kejahatan mikir dua kali masuk Lampung Selatan. Inilah makna ‘Jaga Lamban, Jaga Lampung Selatan’,” tutupnya. (Mdn) 

Lapas Kalianda Gelar Tasyakuran HBP ke-62, Serahkan Bantuan Gerobak UMKM untuk Keluarga WBP


REFORMASI-ID | Lampung – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kalianda melaksanakan kegiatan tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 yang digelar di lingkungan Lapas Kalianda. Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus momentum memperkuat semangat pengabdian seluruh jajaran pemasyarakatan (27/4).

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Lapas Kalianda juga melaksanakan penyerahan bantuan gerobak usaha kepada keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi dan keberlanjutan kehidupan sosial keluarga WBP.

Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lapas Kalianda. Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga WBP.

Kepala Lapas Kalianda, Beni Nurrahman menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian nyata pemasyarakatan terhadap kesejahteraan keluarga warga binaan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pemasyarakatan hadir tidak hanya dalam proses pembinaan di dalam Lapas, tetapi juga memberikan dampak positif bagi keluarga warga binaan. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi awal kemandirian ekonomi yang berkelanjutan,” tutup Kalapas. (*l)

27 April 2026

Resmikan Jembatan Gantung Garuda, Danrem 044/Gapo: Bukti Nyata Sinergi untuk Rakyat


REFORMASI-ID | Sumsel, OKU – Komandan Korem 044/Gapo, Brigjen TNI Khabib Mahfud, mendampingi Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis dalam peresmian Jembatan Gantung Garuda yang berlokasi di Desa Pusar, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Senin (27/4/2026).

Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti serta pemotongan pita secara simbolis oleh Pangdam II/Swj beserta Forkopimda sebagai tanda resmi difungsikannya jembatan tersebut untuk masyarakat.

Jembatan Gantung Garuda secara fisik menghubungkan Dusun VI dengan pusat Desa Pusar. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mampu memangkas jarak tempuh warga serta mempermudah akses masyarakat yang sebelumnya mengalami kendala transportasi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah, Dandim 0403/OKU Letkol Arh Yusuf Winarno, Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo, Ketua Pengadilan Negeri Baturaja Elvin Adrian, unsur Forkopimda, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis menyampaikan bahwa kehadiran infrastruktur tersebut merupakan manifestasi nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Kehadiran infrastruktur ini merupakan manifestasi nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Saya berharap jembatan ini tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi juga menjadi penggerak roda ekonomi masyarakat,” ujar Pangdam.

“Mudah-mudahan jembatan yang diresmikan ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan dapat mempercepat mobilitas serta aktivitas ekonomi sehari-hari,” tegasnya.

Sementara itu, Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak dalam mewujudkan pembangunan jembatan tersebut.

“Jembatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan warga. Semoga keberadaan Jembatan Gantung Garuda membawa manfaat besar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ungkap Brigjen TNI Khabib Mahfud. (Mdn) 

Bintek SMP Obvitnas: Langkah PT Antam UBPN Maluku Utara Menuju Operasional yang Lebih Aman



REFORMASI-ID | Halmahera - PT Antam (Persero) Tbk UBPN Maluku Utara secara resmi memulai kegiatan Bimbingan Teknis (Bintek) Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) Objek Vital Nasional (Obvitnas). Acara pembukaan berlangsung khidmat di Ruang Rapat Buli 2, UBPN Maluku Utara, pada Senin (27/4/2026) sore.

Kegiatan ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam memperkuat standar keamanan operasional sesuai dengan Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 7 Tahun 2019. Bintek ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan Korps Sabhara Baharkam Polri dan Polda Maluku Utara.

Dalam sambutannya, Plh. General Manager UBPN Maluku Utara, Kamrul Bakti Sitorus, menegaskan komitmen penuh perusahaan terhadap aspek keamanan. "UBPN Maluku Utara siap menerapkan SMP secara menyeluruh sesuai regulasi yang berlaku. Kami memahami bahwa keamanan adalah fondasi utama dalam keberlangsungan operasional pertambangan," ujarnya.

Ketua Tim Bintek, Kombes Pol Mirzal Alwi, S.I.K., dalam paparannya menekankan bahwa pengelolaan keamanan bukan hanya tanggung jawab satuan pengamanan (security), melainkan komitmen kolektif.

“Sistem Manajemen Pengamanan adalah tugas dan tanggung jawab semua pihak, mulai dari jajaran top manajemen hingga seluruh karyawan. Bintek ini bertujuan untuk mengarahkan, membimbing, dan memastikan bahwa standar pengamanan telah terinternalisasi dengan baik sebelum memasuki tahap audit,” jelas Kombes Pol Mirzal Alwi.

Beliau juga mengingatkan agar seluruh peserta tidak hanya berfokus pada pencapaian skor atau nilai, melainkan pada esensi perbaikan administrasi dan efektivitas implementasi di lapangan.

Rangkaian kegiatan Bintek ini direncanakan berlangsung selama lima hari. Setelah sesi pembukaan, tim dijadwalkan melakukan observasi lapangan ke lokasi strategis, yaitu Pulau Pakal dan Pulau Gea pada Selasa pagi, sebelum melanjutkan sisa rangkaian kegiatan di Ternate hingga penutupan.

Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh Dirpamobvit Polda Maluku Utara, Kombes Pol Heru Budiharto, S.I.K., M.I.K., jajaran biro internal PT Antam, serta perwakilan Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) PT Transdana Profitri. Sesi diakhiri dengan pengisian form security induction dan foto bersama sebagai simbol sinergi antara Polri dan PT Antam dalam menjaga aset negara.

Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung Sangat Geram dengan Management Karoke Venos yang Baru Tidak Hadir Hearing RDP


REFORMASI-ID | LAMPUNG - Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung mengaku sangat geram atas ketidak hadiran management baru Venos Karaoke and lounge pada hearing rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar bersama DM PTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Kota Bandarlampung dan juga management lama. 

Hearing dipimipin Wakil Ketua Komisi I Romi Husin, Anggota Endang Asnawi, Edison Hadjar, dan juga Indrawan, RDP dilakukan di ruang sidang kantor DPRD kota Bandarlampung pada Senin, (27/04/2026). 

Menurut Romi Husin pihaknya juga merasa sangat geram atas ketidakhadiran dari management Karaoke Venos yang baru. "Ya mereka memang menghubungi staf dan beralasan masih di Jakarta dan akan mengutus perwakilan, tetapi mereka tidak kunjung juga hadir. Ini seolah mereka tidak menghargai dan melecehkan lembaga yang terhormat DPRD dalam hal ini Komisi I, maka kami akan undang kembali mereka, kenapa mereka sampai tidak hadir, ini ada apa," tegas Romi Husin. 

Terungkap dalam hearing RDP bahwa Kepala DM PTSP Febriana menjelaskan bahwa dalam OSS yang ada terdapat dua alamat dengan nama perusahaan yang sama yakni PT. Faza Satria Gianny dengan direktur Jaka Eryadi Gunawan. Dan dua alamat ini hanya beda nomor. 

"Ya kami sejauh ini belum ada menerima perubahan nama perusahaan itu, kami instansi sifatnya hanya menerima jika ada pengajuan. Tapi sejauh ini belum ada pengajuan baru," ujarnya. 

Selanjutnya, Kuasa hukum management Venos Dirut Jaka Eryadi Gunawan yaitu Edi Samsuri, SH., menjelaskan bahwa kliennya merasa keberatan dan tidak ingin jika management masih menggunakan nama perusahaan yang lama. 

"Kami disini hanya ingin memastikan bahwa management Venos yang baru tidak menggunakan nama perusahaan klien kami. Janji jika masih menggunakan nama yang lama maka kami akan ambil langkah hukum," tegasnya. 

Nah, menyimak keterangan dari beberapa pihak tersebut, Komisi I menarik kesimpulan bahwa management Venos belum merubah perizinannya dan masih menggunakan izin lama. 

"Nah karena ini ada dualisme makanya kita mau luruskan dan ini kan pihak satunya tidak hadir, kita akan undang kembali agar kita bisa ada langkah dan tindakan. Yang jelas kami pada prinsipnya tidak melarang investor untuk menanam kan modal, akan tetapi taati undang undang dan patuhi apa yang menjadi aturan," tandas Romi Husin. (*)

Korsabhara Baharkam Polri Gelar Apel Kesiapsiagaan Operasional Dalam rangka Harkamtibmas



REFORMASI-ID | Depok -  Dalam rangka mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan memelihara ketertiban masyarakat (Hakamtibmas) di berbagai wilayah Indonesia, Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Pol. Drs. Mulia Hasudungan Ritonga, M.Si. menggelar Apel Kesiapsiagaan Gelar Operasional sebagai bentuk pengecekan kekuatan personel dan sarana prasarana pendukung operasional, guna memastikan kesiapan menghadapi berbagai potensi kerawanan. Bertempat di lapangan Apel Mako Korsabhara Baharkam Polri pada hari Senin, 27/4/2026.

Kegiatan apel yang dipimpin oleh Irjen Pol. Drs. Mulia Hasudungan Ritonga, M.Si. Kakorsabhara Baharkam Polri tersebut menjadi wujud komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional melalui langkah preventif, responsif, dan humanis. Dalam apel tersebut dilakukan pengecekan personel, peralatan taktis, kendaraan operasional, serta kesiapan satuan-satuan fungsi pendukung dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

Dalam amanatnya, Irjen Ritonga menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh personel dalam menghadapi dinamika situasi kamtibmas yang berkembang, termasuk potensi gangguan sosial, kejahatan konvensional, bencana alam, maupun kontinjensi lainnya yang membutuhkan respons cepat dan terukur.
“Gelar operasional ini merupakan bentuk kesiapan nyata Korsabhara Baharkam Polri dalam menjaga situasi keamanan tetap kondusif, sekaligus memastikan seluruh personel siap bergerak setiap saat dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas di wilayah Indonesia,” tegasnya.

Melalui apel kesiapsiagaan ini, Irjen Ritonga juga menegaskan kesiapan memperkuat sinergi dengan jajaran kewilayahan serta instansi terkait guna menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif bagi masyarakat.

Dalam Kegiatan ini Irjen Ritonga Di dampingi oleg Dirpolsatwa, Dirpamobvit, Dirsamapta, Auditor Utama Sispamobvitnas, Para Kasubdit, Auditor Madya san ratusan personil lainnya. Apel ini menjadi bagian dari upaya preventif Polri dalam mewujudkan kehadiran negara di tengah masyarakat, sekaligus memastikan stabilitas keamanan nasional tetap terjaga melalui kesiapan operasional yang optimal. 

Dengan semangat Siap, Terlihat dan Bermanfaat, Korsabhara Baharkam Polri berkomitmen terus hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh Indonesia.

Tingkatkan Pelayanan dan Keamanan Masyarakat, Kakorsabhara Irjen Pol. M.H. Ritonga Pimpin Apel Kesiapan Personil dan Sarpras



REFORMASI-ID | Depok - DEPOK – Korps Sabhara (Korsabhara) Baharkam Polri menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan nasional melalui gelaran Apel Kesiapsiagaan Gelar Operasional yang dilaksanakan di Lapangan Apel Mako Korsabhara Baharkam Polri, Senin (27/4/2026).

Dipimpin langsung oleh Kakorsabhara Baharkam Polri, Irjen Pol. Drs. Mulia Hasudungan Ritonga, M.Si., sebanyak 625 personel gabungan hadir dalam formasi lengkap. Apel ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) serta memperkuat upaya Pemeliharaan Kamtibmas (Harkamtibmas) di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam arahannya, Irjen Pol. M.H. Ritonga menekankan bahwa kehadiran polisi di lapangan bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk jaminan keamanan nyata bagi warga.

"Kehadiran kita di lapangan adalah representasi negara. Saya minta seluruh personel tidak hanya sekadar hadir, tapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pelayanan yang humanis namun tetap tegas dalam menjaga keamanan adalah kunci utama kita saat ini," ujar Irjen Pol. M.H. Ritonga di hadapan ratusan personel.

Ia juga menginstruksikan transformasi pelayanan Kepolisian yang lebih responsif terhadap dinamika di lapangan.

"Personel Korsabhara harus memegang teguh prinsip Siap, Terlihat, dan Bermanfaat. Jangan beri ruang bagi gangguan Kamtibmas sekecil apa pun yang dapat meresahkan warga," tambahnya.

Tak hanya kesiapan personel, pengecekan intensif juga dilakukan terhadap sarana dan prasarana penunjang operasional. Irjen Pol. M.H. Ritonga meninjau langsung kondisi kendaraan dinas roda dua (R2), roda empat (R4), hingga roda enam (R6). Selain itu, kendaraan taktis (Rantis), persenjataan, serta Alat Material Khusus (Almatsus) dipastikan dalam kondisi prima untuk mendukung tugas preventif di seluruh wilayah Indonesia.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi Coffee Morning bersama jajaran pejabat utama, termasuk para Direktur, Auditor Utama, Analis Kebijakan Utama, hingga para Kasubdit. Dalam diskusi strategis tersebut, Kakorsabhara kembali mengingatkan pentingnya kesatuan komando.

"Kesiapan alutsista harus dibarengi dengan kesiapan mental dan manajerial yang matang. Mari kita sinergikan seluruh kekuatan untuk memastikan Indonesia tetap aman dan kondusif," pungkas jenderal bintang dua tersebut.

Polri Ukir Prestasi Dunia: Tim Taekwondo Garbha Presisi Juara Umum di Jepang



REFORMASI-ID | Osaka Jepang - Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menegaskan bahwa sejak diresmikannya Komite Olahraga Polri (KOP) pada tahun 2024, pembinaan atlet Polri semakin terarah dan berkelanjutan.

Peresmian KOP dilakukan oleh Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. pada Mei 2024, sebagai wadah bagi personel Polri yang memiliki bakat dan prestasi di bidang olahraga.

“Pembentukan Komite Olahraga Polri sejak 2024 sebagai wadah dan sistem guna memastikan pembinaan dan penjaminan hak-hak atlet Polri yang berprestasi,” ujar Wakapolri.

Dalam implementasinya, kebijakan tersebut terbukti memberikan dampak positif. Tim Taekwondo Garbha Presisi Polri berhasil meraih Juara Umum dalam ajang The 22nd WATA Open International Taekwondo Championship 2026 yang berlangsung di Ohama Arena Sakai, Osaka, Minggu (27/4/2026).

Kontingen Polri yang diperkuat oleh 15 atlet terbaik tampil dominan sejak hari pertama hingga hari kedua pertandingan dengan perolehan total 21 medali, terdiri dari 14 medali emas, 5 medali perak, dan 2 medali perunggu. Raihan tersebut menempatkan Tim Taekwondo Garbha Presisi Polri di puncak klasemen akhir, mengungguli peserta dari berbagai negara.

DAFTAR PERAIH MEDALI

Medali Emas:

1. Bripda Rizky Irma Suryani – Juara 1 Poomsae Individu Putri
2. Bripda M. Rizky Prasetya – Juara 1 Poomsae Individu Putra
3. Brigadir Ihya Ainizahra – Juara 1 Poomsae Individu Putri
4. Bripda Gabriel Simorangkir – Juara 1 Poomsae Individu Putra
5. Bripda Muhammad Rizky Prasetia dan Bripda Rizky Irma Suryani – Juara 1 Poomsae Pair
6. Briptu Johansen Vicenzo, Bripda Gabriel Simorangkir, dan Bripda Muhammad Rizky Prasetia – Juara 1 Poomsae Beregu Putra
7. Bripda Dinda Putri Lestari – Juara 1 Kyorugi Prestasi U-73 Putri
8. Bripda Nyoman Aing Keysa Nanda – Juara 1 Kyorugi Prestasi U-57 Putri
9. Bripda Abi Nidya Ira Wati – Juara 1 Kyorugi Prestasi U-49 Putri
10. Bripda Adrian Kaiser Hakiki – Juara 1 Kyorugi Prestasi U-87 Putra
11. Bripda Gigih Adhiyodha – Juara 1 Kyorugi Prestasi U-63 Putra
12. Bripda Edgar Afazhar Agus Sastama – Juara 1 Kyorugi Prestasi U-80 Putra
13. Bripda Muhamad Hafidz Rifqy Al Qorny – Juara 1 Kyorugi Prestasi U-68 Putra
14. Brigadir Ressya Folingga – Juara 1 Kyorugi Prestasi U+68 Putri

Medali Perak:

1. Brigadir Ihya Ainizahra dan Briptu Johansen Vicenzo – Juara 2 Poomsae Pair
2. Brigadir Ihya Ainizahra, Bripda Rizky Irma Suryani, dan Bripda Hazra Ayundha Putri – Juara 2 Poomsae Beregu Putri
3. Briptu Hazra Ayundha Putri – Juara 2 Poomsae Individu Putri
4. Brigadir Ressya Folingga – Juara 2 Kyorugi Prestasi O-73 Putri
5. Bripda Abi Nidya Ira Wati – Juara 2 Kyorugi Prestasi U-49 Putri

Medali Perunggu:

1. Briptu Johansen Vicenzo – Juara 3 Freestyle Poomsae
2. Bripda Bagas Adyatma – Juara 3 Kyorugi Prestasi U-74 Putra

Dominasi Tim Taekwondo Garbha Presisi Polri terlihat di berbagai nomor pertandingan, baik kategori poomsae maupun kyorugi prestasi, yang menunjukkan kesiapan teknik, fisik, dan mental bertanding para atlet.

Official Tim Taekwondo Polri, M. Rustam Febrianzah, S.H., S.I.K., menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, serta persiapan matang seluruh atlet dan tim pelatih.

Ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya disampaikan kepada Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. atas dukungan, perhatian, dan komitmen yang konsisten dalam membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh personel Polri untuk berprestasi di bidang olahraga.

Dukungan tersebut menjadi motivasi kuat bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi terbaik di tingkat internasional, khususnya cabang taekwondo.

Wakapolri juga menyampaikan selamat kepada seluruh atlet atas prestasi yang diraih dalam cabang olahraga taekwondo dan olahraga prestasi lainnya. Ia menegaskan bahwa Komite Olahraga Polri akan terus mendukung pengembangan bakat dan pembinaan atlet guna mendorong peningkatan prestasi di tingkat internasional serta memperkuat dukungan masyarakat terhadap Polri.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi institusi Polri, tetapi juga mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia serta memperkuat posisi Indonesia dalam olahraga taekwondo internasional.

Polri akan terus mendorong pembinaan atlet secara berkelanjutan guna melahirkan prestasi-prestasi membanggakan di masa mendatang.

Berprestasi di Dunia, Mengharumkan Nama Indonesia.

26 April 2026

Pastikan Kelancaran Arus Balik Akhir Pekan, Detasemen Perintis Baharkam Polri Siaga di Titik Rawan Kemacetan



REFORMASI-ID | Depok -  Guna menjamin kenyamanan masyarakat dan menjaga kondusifitas situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Personel Detasemen Perintis Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri melaksanakan siaga dan pengaturan arus lalu lintas intensif pada Minggu sore (26/04/2026).

Langkah proaktif ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang biasa terjadi pada puncak libur akhir pekan di sejumlah titik strategis perbatasan dan akses utama transportasi.

Dimulai pukul 15.00 WIB, personel disebar ke enam titik krusial yang menjadi urat nadi pergerakan kendaraan, di antaranya Simpang PAL, Perempatan Gunadarma, Simpang Universitas Indonesia (UI), Stasiun Cawang, Simpang Leuwinanggung, hingga Perempatan Cikeas.

Di lapangan, personel tidak hanya fokus pada pengaturan roda dua dan roda empat, tetapi juga aktif membantu penyeberangan pejalan kaki. Petugas juga memberikan imbauan secara langsung kepada pengguna jalan agar tetap tertib berkendara meskipun dalam kondisi kepadatan tinggi.

"Kehadiran personel di titik-titik rawan ini adalah bentuk pelayanan nyata Polri kepada masyarakat. Kami mengedepankan pendekatan yang humanis dan responsif untuk memastikan arus lalu lintas tetap terkendali dan masyarakat merasa aman," ungkap perwakilan Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri dalam laporannya.

Meskipun sempat terjadi hambatan berupa meningkatnya volume kendaraan pada jam sibuk dan masih ditemukannya beberapa pelanggaran tata tertib, upaya intensif personel berhasil membuat arus lalu lintas berangsur lancar. Situasi keamanan di seluruh titik pemantauan dilaporkan kondusif tanpa adanya kejadian menonjol.

Melalui moto "Siap Terlihat dan Bermanfaat", Korsabhara Baharkam Polri berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan ketertiban berlalu lintas meningkat, dan menciptakan rasa aman di ruang publik.

Dugaan Keracunan Massal MBG SMAN 6 Kota Balam, PWRI Lampung Soroti Pengawasan Gizi dan Keamanan Pangan


REFORMASI-ID | Lampung - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirancang Pemerintah dengan tujuan memperbaiki status gizi siswa kini lagi-lagi menjadi sorotan publik setelah munculnya kasus keracunan massal di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN 6) di Kota Bandar Lampung baru-baru ini. Minggu, 26/04/2026.

Para siswa dan juga guru pada sekolah tersebut mengalami gejala mual dan diare, setelah mengonsumsi MBG. Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan besar, yaitu "Apakah pelaksanaan MBG benar-benar memperhatikan pengawasan gizi dan keamanan pangan sebagaimana tujuannya?"

Menanggapi hal tersebut, salah satu pengurus Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPD PWRI) Provinsi Lampung, yang juga merupakan Pimpinan Redaksi (Pimred) Media RadarCyberNusantara.Id, Pinnur Selalau, menegaskan bahwa pengawasan terhadap gizi dan keamanan pangan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG. 

Peningkatan Gizi Tidak Bisa Hanya Mengandalkan Satu Kali Makan Siang

Tujuan utama program MBG adalah memperbaiki status gizi siswa melalui pemberian makanan sehat dan bernutrisi setiap hari. Namun, efektivitas program ini tidak dapat diukur hanya dari berjalannya distribusi makanan semata. 

Menurut Pinnur Selalau, keberhasilan MBG baru dapat tercapai jika penyajian makanan benar-benar memperhatikan keseimbangan zat gizi sesuai dengan standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. 

"Bila dilakukan dalam komposisi zat gizi yang sesuai dengan kelompok usia, jumlah energi yang cukup, dan memenuhi prinsip keamanan pangan, maka status gizi anak dapat meningkat," ujar Pinnur Selalau. 

Namun, ia menegaskan bahwa peningkatan status gizi tidak bisa hanya bergantung pada satu kali makan siang saja. Faktor lain seperti penyakit yang diderita siswa atau jumlah makanan yang dimakan diluar sekolah, serta pola makan dirumah juga memiliki peran penting. 

Pinnur Selalau juga menilai bahwa, salah satu persoalan dalam pelaksanaan MBG terletak pada lemahnya pengawasan ditahap awal penyiapan makanan. Dalam penyelenggaraan massal, resiko penyimpangan kualitas gizi sangat besar apabila tidak ada kontrol ketat terhadap bahan, proses masak hingga penyajian. Ketidaktepatan dalam satu tahapan, dapat menurunkan nilai gizi dan bahkan dapat menimbulkan resiko kesehatan. 

"Indikator keberhasilan pelaksanaan MBG dapat dilihat dari dua sisi, yaitu proses dan hasil. Dari sisi proses, harus dipastikan bahwa makanan disiapkan sesuai panduan gizi seimbang dan prinsip keamanan pangan," tegas Pinnur Selalau. 

Keamanan Pangan Jadi Titik Lemah Pelaksanaan MBG. 

Kasus keracunan massal yang terjadi di SMAN 6 Kota Bandar Lampung, menunjukkan bahwa keamanan pangan masih menjadi titik lemah dalam pelaksanaan MBG. Banyak informasi yang menyebutkan bahwa makanan yang didistribusikan ke sekolah-sekolah sering kali sudah dalam kondisi tidak segar, bahkan beberapa disiapkan jauh sebelum jam makan siang. Kondisi tersebut menjadi celah bagi bakteri berbahaya untuk tumbuh, terutama jika suhu penyimpanan tidak terjaga. 

"Keracunan bisa terjadi karena kontaminasi dengan zat atau bahan berbahaya lainnya, atau kontaminasi dengan bahan atau alat yang sudah mengandung bakteri berbahaya. Selain itu penyimpanan bahan makanan yang sudah matang ataupun belum juga sangat krusial," kata Pinnur Selalau. 

Proses distribusi makanan yang berjarak jauh dengan sekolah juga menjadi tantangan tersendiri. Untuk menjaga keamanan pangan, makanan sebaiknya dimasak pada hari yang sama, dan disajikan dalam keadaan hangat. Menu mentah seperti karedok atau lalapan sebaiknya dihindari dalam catering massal karena beresiko membawa bakteri. 

Menurut Pinnur Selalau, Solusi paling ideal adalah dengan melibatkan kantin sekolah dalam proses penyediaan makanan. Dengan begitu, makanan bisa langsung disajikan tanpa harus melalui perjalanan panjang yang beresiko menurunkan kualitas dan keamanannya. Atau dengan solusi lainnya yaitu mengurangi jatah setiap dapur SPPG dalam menyiapkan porsi makanan, contoh dari jatah 3000 porsi untuk satu SPPG dikurangi hanya menyiapkan paling banyak 1000-1500 porsi untuk setiap satu SPPG. 

Pemilihan Dan Pemanfaatan Bahan Pangan. 

Selain proses pengolahan, pemilihan bahan pangan juga menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas gizi dari keamanan makanan. Pinnur Selalau menegaskan bahwa, penggunaan bahan lokal yang segar serta mudah dijangkau merupakan langkah strategis untuk memastikan nilai gizi tetap terjaga. Dengan bahan lokal, selain lebih hemat biaya, menu juga dapat disesuaikan dengan kebiasaan konsumsi anak-anak di wilayah masing-masing. 

Sinergi Sekolah Dan Orang Tua Diperlukan Dalam Pengawasan. 

Pinnur Selalau memaparkan bahwa, keberhasilan program MBG tidak hanya tergantung pada Pemerintah atau penyedia Catering, tetapi juga pada sinergi antara sekolah dengan orang tua. Sekolah berperan dalam memastikan proses distribusi dan penyajian makanan sesuai dengan standar kebersihan, sementara orang tua bertugas mendukung pola makan sehat dirumah. 

Sekolah juga dapat berperan aktif dengan memberikan laporan rutin terkait kondisi makanan dan respon siswa terhadap menu MBG. Dengan adanya umpan balik langsung dari sekolah dan orang tua, pemerintah dapat melakukan evaluasi dan perbaikan  berkelanjutan terhadap kualitas makanan yang disajikan. Pemerintah juga diharapkan dapat memastikan adanya pedoman/standar yang sudah disosialisasikan agar pengelola Catering nya bekerja sesuai standar. 

Kolaborasi antara Pemerintah, Sekolah dan Masyarakat, diharapkan dapat memperkuat sistem pengawasan program MBG agar benar-benar berjalan sesuai dengan tujuan awalnya, yaitu memperbaiki status gizi siswa tanpa mengorbankan keamanan pangan. (*)