02 Mei 2026
01 Mei 2026
Tanah yang Dipertahankan, Negara yang Dinantikan
Di sebuah lapangan, di Jalan Usman Harun, siang itu tidak ada yang benar-benar santai. Matahari tertutup awan hitam yang menggantung, sisa hujan yang merimis, dan udara sejuk meski terasa lebih berat. Seolah-olah setiap orang yang duduk di kursi plastik, berdiri di pinggir lapangan, atau sekadar menyandarkan tubuh di tembok, sedang memikul satu pertanyaan yang sama: “Sampai kapan kami di sini?”
Begitu juga soal digesernya lurah kelurahan Kebon Pala ke Makasar, dikatakan hasil perjuangannya. Digesernya camat kecamatan Makasar ke Kramatjati, hasil perjuangannya. Faktanya, kala itu memang sedang terjadi rotasi lebih dari 2.700 pejabat eselon 3 dan 4 di DKI Jakarta.
Sebelumnya, suasana juga sempat dilunakkan oleh hujan, kemudian oleh tausiyah.
Konflik "tanah perjuangan" di Kebon Pala bukan hanya soal siapa pemilik tanah. Tapi juga soal siapa yang tetap bertahan, siapa yang mulai goyah, siapa yang diam-diam berbeda arah.
- status tanah tetap tidak jelas- klaim pihak lain menguat- atau ada langkah penertiban
Tampil Memikat di Persit Bisa 2, Benang Kain Embroidery Angkat Wastra Lokal Berkelas
REFORMASI-ID | Bandung - Nuansa klasik berpadu dengan sentuhan modern hadir memikat dalam ajang Persit Bisa 2 yang digelar pada 7, 8, dan 9 Mei 2026 di Balai Kartini, Jakarta. Di antara deretan pelaku UMKM yang ambil bagian, nama Benang Kain Embroidery mencuri perhatian lewat karya-karya wastra lokal yang elegan dan berkarakter.
Di balik brand tersebut, sosok Ny. Ayu Triyadi tampil sebagai motor kreatif yang konsisten menghadirkan produk berbasis bordir dengan kualitas tinggi. Mengusung filosofi memadukan tradisi dan tren masa kini, Benang Kain Embroidery menghadirkan beragam koleksi seperti kebaya bordir, kain bordir, vest, hingga gamis bordir yang dirancang dengan detail presisi.
Kehadiran UMKM ini dalam pameran Persit Bisa 2 tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga bentuk nyata dukungan terhadap pelestarian wastra Nusantara. Produk-produk yang ditampilkan memperlihatkan bagaimana kain tradisional dapat dikemas secara modern tanpa kehilangan identitas budaya.
Salah satu produk yang paling diminati pasar adalah bahan kebaya bordir, yang dinilai memiliki daya tarik kuat baik dari segi estetika maupun fleksibilitas desain. Kain ini banyak dipilih karena mampu menghadirkan kesan anggun sekaligus eksklusif, cocok untuk berbagai kesempatan formal maupun semi-formal.
Partisipasi Benang Kain Embroidery juga mendapat dukungan dari jajaran Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXI Pussiberad PG Mabesad. Pembina Persit, Brigjen TNI Dr. Fransiscus Ari Susetio, S.E., M.Han., bersama Ketua Persit, Ny. Theresa Ari Susetio, terus mendorong para pelaku UMKM binaan untuk berkembang dan berdaya saing di pasar yang lebih luas.
Tak hanya aktif dalam pameran, Benang Kain Embroidery juga telah memiliki basis usaha yang representatif. UMKM ini berlokasi di Ruko Burgundy No. RAL 33, Summarecon Bekasi, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat 17123, yang menjadi pusat produksi sekaligus etalase karya-karya unggulan mereka.
Melalui ajang Persit Bisa 2 ini, Benang Kain Embroidery tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga pengalaman estetika—mengajak pengunjung menikmati harmoni antara seni, kualitas, dan profesionalitas dalam satu ruang. Sebuah bukti bahwa wastra lokal, dengan sentuhan inovasi, mampu tampil sebagai ikon gaya yang tak lekang oleh waktu. (TJ)
30 April 2026
HUT ke-29 Kota Bekasi, Kecamatan Pondokgede Gelar Tasyakuran dan Halal Bihalal
REFORMASI-ID | Kota Bekasi - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kota Bekasi menjadi momentum refleksi bagi Pemerintah Kota Bekasi dalam melihat perjalanan pembangunan yang telah dilalui sekaligus merumuskan langkah ke depan.
Seperti halnya peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kota Bekasi yang digelar kecamatan Pondokgede di Pendopo dan Halaman Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, kamis (30/4/2026).
Dalam sambutannya, Camat Pondokgede Zainal Abidin Syah menyampaikan bahwa berbagai capaian telah diraih Kota Bekasi. Namun demikian, ia menegaskan bahwa masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan bersama demi mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan.
Camat Pondokgede, Zainal Abidin Syah menyampaikan bahwa Kota Bekasi saat ini meraih Penghargaan Indeks Kota Toleran (IKT) yang ke-5.
"Tentu sudah banyak capaian yang diraih dan bisa kita persembahkan, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama,” ujar Zainal.
Camat juga menyinggung asta cita dan Indonesia Emas 2045 untuk menjadi negara maju, modern, dan berdaya saing global. Fokus utamanya adalah memanfaatkan bonus demografi dengan membangun SDM unggul, berkualitas, berpendidikan, serta sehat, terutama melalui peran generasi muda. Pembangunan SDM Unggul dengan malakukan penanganan stunting, peningkatan gizi melalui makan bergizi gratis, dan peningkatan kualitas pendidikan dengan Optimalisasi Generasi Muda.
Camat mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan, gotong royong, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan Kota Bekasi tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat.
“Ini hanya bisa dilakukan apabila masyarakatnya bersatu, mau bergotong royong, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungannya. Pemerintah tentu hanya menggelorakan semangatnya, tetapi masyarakatlah yang bergerak bersama, Semoga tercapai Kota Bekasi yang nyaman dan sejahtera ," ucapnya.
Salah satu tokoh yang juga pengurus FBR yang dikenal dengan panggilan bang Jalu memberikan harapan dan ucapan Selamat HUT ke-29 Kota Bekasi.
"Semoga kota patriot ini semakin keren, maju, sejahtera, dan nyaman bagi warganya. Harapannya Bekasi terus berkembang dengan pembangunan yang berkelanjutan," Ucapnya.
HUT Kota Bekasi ke-29 di kecamatan Pondokgede dimeriahkan dengan gebyar UMKM dan layanan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) gratis. (Agus W)
Perkuat Kompetensi Personel 36 Polda, Ditpamobvit Fokus pada Reformasi Polri dan Pengamanan Strategis
29 April 2026
Perkuat Keamanan Aset Negara, Baharkam Polri dan Kemenko Polkam Evaluasi Pengamanan Obvitnas
Gerakan Sadar Hukum Pademangan Digencarkan, Tawuran Jadi Sorotan Serius
Media Reformasi - Jakarta, 30 April 2026 — Upaya menekan maraknya tawuran di wilayah Jakarta Utara terus diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Gerakan Sadar Hukum yang digelar di Kantor Kecamatan Pademangan, Kamis (30/4). Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam membangun kesadaran hukum masyarakat sekaligus mencegah meningkatnya aksi kekerasan, khususnya di kalangan remaja.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kecamatan Pademangan, Kantor Hukum Handy & Partner Law Office, serta unsur Tiga Pilar Kecamatan Pademangan, dengan dukungan dari GRIB PAC Pademangan.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menghadirkan pendekatan komprehensif, tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga edukasi yang menyentuh langsung masyarakat.
Kegiatan tersebut dijadwalkan dihadiri oleh Camat Pademangan Arief Wibowo, Kapolsek Pademangan AKP Daniel Dirgala, unsur Binmas, tokoh masyarakat, serta praktisi hukum Handy, S.H., M.H. sebagai narasumber utama.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan keseriusan bersama dalam mengatasi persoalan tawuran yang kerap meresahkan warga.
Dalam pemaparannya, Handy menegaskan bahwa tawuran bukan sekadar kenakalan remaja, melainkan bentuk tindak pidana yang memiliki konsekuensi hukum serius. Ia menjelaskan bahwa berbagai tindakan dalam tawuran dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hukum, mulai dari pengeroyokan, penganiayaan, hingga perusakan fasilitas umum yang berpotensi menimbulkan korban jiwa.
“Tawuran merupakan fenomena kekerasan sosial yang menjadi ancaman nyata bagi ketertiban dan keamanan masyarakat. Ini bukan konflik biasa, melainkan sudah masuk dalam ranah pidana dengan konsekuensi hukum yang tegas,” ujar Handy.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa rendahnya tingkat kesadaran hukum di masyarakat menjadi salah satu faktor utama terjadinya tawuran. Banyak pihak, terutama generasi muda, belum memahami bahwa setiap keterlibatan dalam aksi tersebut—baik sebagai pelaku utama, yang turut serta, maupun yang membantu—tetap dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum.
Handy juga mengingatkan bahwa penggunaan senjata tajam atau alat berbahaya dalam tawuran akan memperberat ancaman pidana yang dikenakan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya langkah preventif melalui edukasi hukum yang berkelanjutan.
“Kesadaran hukum harus dibangun sejak dini. Kita tidak bisa hanya mengandalkan penindakan. Edukasi, kolaborasi lintas sektor, serta peran aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah tawuran dan menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan damai,” tegasnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama seluruh elemen di Kecamatan Pademangan dalam menciptakan lingkungan yang kondusif. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, praktisi hukum, dan organisasi masyarakat, diharapkan angka tawuran dapat ditekan secara signifikan serta terbentuk budaya sadar hukum di tengah masyarakat.***
28 April 2026
Tegaskan Komitmen Tangani Banjir, Ini Kata Walikota dalam Forum FGD
REFORMASI-ID | Lampung - Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana menegaskan komitmen serius Pemerintah Kota dalam menangani persoalan banjir yang selama ini menjadi pekerjaan rumah besar di ibu kota Provinsi Lampung.
Hal tersebut disampaikan Walikota Eva Dwiana dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Roadmap Penanganan Banjir Bandar Lampung: Solusi Infrastruktur, Lingkungan, dan Kebijakan” yang digelar di kampus Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya, dengan melibatkan berbagai pihak mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga akademisi, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan FGD dibuka secara resmi oleh Gubernur Lampung yang diwakili oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung.
Dalam sambutan pembukaan, disampaikan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Lampung terhadap langkah kolaboratif penanganan banjir di Kota Bandar Lampung sebagai ibu kota provinsi. Rektor IIB Darmajaya turut memberikan sambutan selaku tuan rumah kegiatan.
FGD ini menghadirkan akademisi, pakar lingkungan, praktisi tata kota, perwakilan OPD terkait, unsur Forkopimda, camat, lurah, komunitas peduli lingkungan, serta mahasiswa untuk bersama merumuskan peta jalan penanganan banjir secara komprehensif. Pembahasan mencakup normalisasi sungai, drainase perkotaan, daerah resapan air, tata ruang, hingga penguatan regulasi dan partisipasi masyarakat.
Deklarasi ini berisi komitmen bersama untuk Mendukung implementasi Roadmap Penanganan Banjir berbasis data dan kajian ilmiah, memperkuat sinergi program infrastruktur, lingkungan, kebijakan lintas sektor, dan partisipasi aktif masyarakat dalam mitigasi banjir.
Dalam forum tersebut, Eva Dwiana menekankan bahwa penanganan banjir tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi semua pihak.
“Banjir ini bukan hanya masalah pemerintah, tapi tanggung jawab kita bersama. Semua yang ada di sini harus ikut terlibat dalam penanganannya,” ujar Eva dalam pemaparannya.
Ia mengungkapkan, kondisi geografis Bandar Lampung dengan puluhan aliran sungai menjadi tantangan tersendiri.
Tercatat, terdapat 6 sungai besar dan sekitar 33 pintu sungai kecil yang melintasi wilayah kota, sementara sebagian di antaranya mengalami penyempitan akibat bangunan liar.
“Banyak bangunan yang berdiri di atas aliran sungai, bahkan menutup saluran air. Termasuk kampus ini yang membuat aliran tidak normal dan memicu banjir,” jelasnya.
Eva menegaskan, penertiban bangunan di atas sungai akan tetap dilakukan, namun dengan pendekatan.
Pemerintah, kata dia, tidak ingin menimbulkan konflik sosial dalam proses penanganan.
“Kita harus manusiawi. Tapi kalau ini tidak ditangani, Bandar Lampung bisa terus tenggelam saat hujan deras,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah kota, provinsi, terutama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung dalam menyelesaikan persoalan banjir secara menyeluruh.
“Kalau kita diamkan, banjir akan terus berulang. Maka harus ada kerja bersama, dari hulu sampai hilir,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Eva turut mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk akademisi dan organisasi lingkungan yang telah memberikan masukan dalam penyusunan roadmap penanganan banjir.
Ia berharap, melalui forum ini akan lahir langkah konkret dan terintegrasi agar ke depan Bandar Lampung dapat terbebas dari banjir.
“Kita ingin ke depan tidak ada lagi banjir di Bandar Lampung. Itu harapan kita bersama,” pungkasnya. (*)
Baharkam Polri Gelar Awareness Sistem Pengamanan Obvitnas, di PT Pupuk Kaltim Sesuai Perpol No. 7 Tahun 2019
Perkuat Pengamanan Objek Vital Nasional, Tim Baharkam Polri Gelar Bintek Sistem Manajemen Pengamanan di PT Antam Maluku Utara
Hadir di Titik Vital Jakarta, Detasemen Perintis Korsabhara Polri Pastikan Aktifitas Pagi Warga Aman dan Nyaman
Tanggap!! Ditsamapta Korsabhara Baharkam Polri Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur
Buka Lomba Gaple Sabuk Kamtibmas, Kapolres: Ajak Warga ‘Jaga Lamban, Jaga Lampung Selatan’
REFORMASI-ID | Lampung Selatan - Suasana halaman Mapolres Lampung Selatan mendadak riuh, Kamis, (27/4/26) Bukan karena ada kejadian, melainkan ratusan warga asyik beradu strategi di atas meja domino.
Kapolres Lampung Selatan, AKBP Toni Kasmiri, resmi membuka Lomba Gaple Sabuk Kamtibmas dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke-80.
Dengan mengenakan pakaian bebas layaknya masyarakat dan didampingi PJU Polres, Kapolres melempar batu gaple pertama sebagai tanda dimulainya lomba.
“Gaple ini bukan sekadar mainan. Ini budaya kita. Lewat gaple, kita ngobrol, ketawa bareng, dan yang paling penting silaturahmi makin erat,” ujar AKBP Toni Kasmiri dalam sambutannya.
Lomba bertajuk ‘Sabuk Kamtibmas’ ini mengusung tema ‘Jaga Lamban, Jaga Lampung Selatan’. Kapolres menegaskan, keamanan bukan hanya tugas polisi.
“Lamban itu rumah. Kalau rumah kita aman, rukun, warganya guyub, otomatis Lampung Selatan juga aman. Sabuk Kamtibmas artinya kita semua jadi sabuk pengaman bagi lingkungan masing-masing,” tegasnya.
Peserta lomba datang dari berbagai kalangan tokoh masyarakat, pemuda karang taruna, perwakilan desa, Media, hingga anggota TNI-Polri. Total 80 pasang peserta ikut ambil bagian, sesuai angka HUT Bhayangkara tahun ini.
Para peserta memperebutkan juara 1, 2 dan 3 karena banyak hadiah menarik yakni uang pembinaan, hadiah menarik dari panitia, doorprize dan hadiah utama 3 unit Sepeda Listrik.
Warga sekitar sangat antusias untuk berdatangan ke Mapolres Lampung selatan.
“Seru, Pak. Biasa main di pos ronda, sekarang bisa tanding di Polres. Sekalian kenal sama Pak Kapolres,” kata Suryanto, peserta asal Kalianda.
Lomba Gaple Sabuk Kamtibmas akan berlangsung selama tiga hari yakni mulai tanggal 27, 28, 29 April 2026.
Kapolres berharap, semangat kebersamaan dari meja gaple ini menular ke kehidupan sehari-hari.
“Menang kalah biasa. Yang utama, kita kumpul, kita guyub rukun. Kalau warga kompak, pelaku kejahatan mikir dua kali masuk Lampung Selatan. Inilah makna ‘Jaga Lamban, Jaga Lampung Selatan’,” tutupnya. (Mdn)
Lapas Kalianda Gelar Tasyakuran HBP ke-62, Serahkan Bantuan Gerobak UMKM untuk Keluarga WBP
REFORMASI-ID | Lampung – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kalianda melaksanakan kegiatan tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 yang digelar di lingkungan Lapas Kalianda. Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus momentum memperkuat semangat pengabdian seluruh jajaran pemasyarakatan (27/4).
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Lapas Kalianda juga melaksanakan penyerahan bantuan gerobak usaha kepada keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi dan keberlanjutan kehidupan sosial keluarga WBP.
Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lapas Kalianda. Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga WBP.
Kepala Lapas Kalianda, Beni Nurrahman menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian nyata pemasyarakatan terhadap kesejahteraan keluarga warga binaan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pemasyarakatan hadir tidak hanya dalam proses pembinaan di dalam Lapas, tetapi juga memberikan dampak positif bagi keluarga warga binaan. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi awal kemandirian ekonomi yang berkelanjutan,” tutup Kalapas. (*l)
27 April 2026
Resmikan Jembatan Gantung Garuda, Danrem 044/Gapo: Bukti Nyata Sinergi untuk Rakyat
REFORMASI-ID | Sumsel, OKU – Komandan Korem 044/Gapo, Brigjen TNI Khabib Mahfud, mendampingi Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis dalam peresmian Jembatan Gantung Garuda yang berlokasi di Desa Pusar, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Senin (27/4/2026).
Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti serta pemotongan pita secara simbolis oleh Pangdam II/Swj beserta Forkopimda sebagai tanda resmi difungsikannya jembatan tersebut untuk masyarakat.
Jembatan Gantung Garuda secara fisik menghubungkan Dusun VI dengan pusat Desa Pusar. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mampu memangkas jarak tempuh warga serta mempermudah akses masyarakat yang sebelumnya mengalami kendala transportasi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah, Dandim 0403/OKU Letkol Arh Yusuf Winarno, Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo, Ketua Pengadilan Negeri Baturaja Elvin Adrian, unsur Forkopimda, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis menyampaikan bahwa kehadiran infrastruktur tersebut merupakan manifestasi nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Kehadiran infrastruktur ini merupakan manifestasi nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Saya berharap jembatan ini tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi juga menjadi penggerak roda ekonomi masyarakat,” ujar Pangdam.
“Mudah-mudahan jembatan yang diresmikan ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan dapat mempercepat mobilitas serta aktivitas ekonomi sehari-hari,” tegasnya.
Sementara itu, Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak dalam mewujudkan pembangunan jembatan tersebut.
“Jembatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan warga. Semoga keberadaan Jembatan Gantung Garuda membawa manfaat besar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ungkap Brigjen TNI Khabib Mahfud. (Mdn)
Bintek SMP Obvitnas: Langkah PT Antam UBPN Maluku Utara Menuju Operasional yang Lebih Aman
Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung Sangat Geram dengan Management Karoke Venos yang Baru Tidak Hadir Hearing RDP
REFORMASI-ID | LAMPUNG - Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung mengaku sangat geram atas ketidak hadiran management baru Venos Karaoke and lounge pada hearing rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar bersama DM PTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Kota Bandarlampung dan juga management lama.
Hearing dipimipin Wakil Ketua Komisi I Romi Husin, Anggota Endang Asnawi, Edison Hadjar, dan juga Indrawan, RDP dilakukan di ruang sidang kantor DPRD kota Bandarlampung pada Senin, (27/04/2026).
Menurut Romi Husin pihaknya juga merasa sangat geram atas ketidakhadiran dari management Karaoke Venos yang baru. "Ya mereka memang menghubungi staf dan beralasan masih di Jakarta dan akan mengutus perwakilan, tetapi mereka tidak kunjung juga hadir. Ini seolah mereka tidak menghargai dan melecehkan lembaga yang terhormat DPRD dalam hal ini Komisi I, maka kami akan undang kembali mereka, kenapa mereka sampai tidak hadir, ini ada apa," tegas Romi Husin.
Terungkap dalam hearing RDP bahwa Kepala DM PTSP Febriana menjelaskan bahwa dalam OSS yang ada terdapat dua alamat dengan nama perusahaan yang sama yakni PT. Faza Satria Gianny dengan direktur Jaka Eryadi Gunawan. Dan dua alamat ini hanya beda nomor.
"Ya kami sejauh ini belum ada menerima perubahan nama perusahaan itu, kami instansi sifatnya hanya menerima jika ada pengajuan. Tapi sejauh ini belum ada pengajuan baru," ujarnya.
Selanjutnya, Kuasa hukum management Venos Dirut Jaka Eryadi Gunawan yaitu Edi Samsuri, SH., menjelaskan bahwa kliennya merasa keberatan dan tidak ingin jika management masih menggunakan nama perusahaan yang lama.
"Kami disini hanya ingin memastikan bahwa management Venos yang baru tidak menggunakan nama perusahaan klien kami. Janji jika masih menggunakan nama yang lama maka kami akan ambil langkah hukum," tegasnya.
Nah, menyimak keterangan dari beberapa pihak tersebut, Komisi I menarik kesimpulan bahwa management Venos belum merubah perizinannya dan masih menggunakan izin lama.
"Nah karena ini ada dualisme makanya kita mau luruskan dan ini kan pihak satunya tidak hadir, kita akan undang kembali agar kita bisa ada langkah dan tindakan. Yang jelas kami pada prinsipnya tidak melarang investor untuk menanam kan modal, akan tetapi taati undang undang dan patuhi apa yang menjadi aturan," tandas Romi Husin. (*)
Korsabhara Baharkam Polri Gelar Apel Kesiapsiagaan Operasional Dalam rangka Harkamtibmas
Tingkatkan Pelayanan dan Keamanan Masyarakat, Kakorsabhara Irjen Pol. M.H. Ritonga Pimpin Apel Kesiapan Personil dan Sarpras
Polri Ukir Prestasi Dunia: Tim Taekwondo Garbha Presisi Juara Umum di Jepang
26 April 2026
Pastikan Kelancaran Arus Balik Akhir Pekan, Detasemen Perintis Baharkam Polri Siaga di Titik Rawan Kemacetan
Dugaan Keracunan Massal MBG SMAN 6 Kota Balam, PWRI Lampung Soroti Pengawasan Gizi dan Keamanan Pangan
REFORMASI-ID | Lampung - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirancang Pemerintah dengan tujuan memperbaiki status gizi siswa kini lagi-lagi menjadi sorotan publik setelah munculnya kasus keracunan massal di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN 6) di Kota Bandar Lampung baru-baru ini. Minggu, 26/04/2026.
Para siswa dan juga guru pada sekolah tersebut mengalami gejala mual dan diare, setelah mengonsumsi MBG. Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan besar, yaitu "Apakah pelaksanaan MBG benar-benar memperhatikan pengawasan gizi dan keamanan pangan sebagaimana tujuannya?"
Menanggapi hal tersebut, salah satu pengurus Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPD PWRI) Provinsi Lampung, yang juga merupakan Pimpinan Redaksi (Pimred) Media RadarCyberNusantara.Id, Pinnur Selalau, menegaskan bahwa pengawasan terhadap gizi dan keamanan pangan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG.
Peningkatan Gizi Tidak Bisa Hanya Mengandalkan Satu Kali Makan Siang
Tujuan utama program MBG adalah memperbaiki status gizi siswa melalui pemberian makanan sehat dan bernutrisi setiap hari. Namun, efektivitas program ini tidak dapat diukur hanya dari berjalannya distribusi makanan semata.
Menurut Pinnur Selalau, keberhasilan MBG baru dapat tercapai jika penyajian makanan benar-benar memperhatikan keseimbangan zat gizi sesuai dengan standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.
"Bila dilakukan dalam komposisi zat gizi yang sesuai dengan kelompok usia, jumlah energi yang cukup, dan memenuhi prinsip keamanan pangan, maka status gizi anak dapat meningkat," ujar Pinnur Selalau.
Namun, ia menegaskan bahwa peningkatan status gizi tidak bisa hanya bergantung pada satu kali makan siang saja. Faktor lain seperti penyakit yang diderita siswa atau jumlah makanan yang dimakan diluar sekolah, serta pola makan dirumah juga memiliki peran penting.
Pinnur Selalau juga menilai bahwa, salah satu persoalan dalam pelaksanaan MBG terletak pada lemahnya pengawasan ditahap awal penyiapan makanan. Dalam penyelenggaraan massal, resiko penyimpangan kualitas gizi sangat besar apabila tidak ada kontrol ketat terhadap bahan, proses masak hingga penyajian. Ketidaktepatan dalam satu tahapan, dapat menurunkan nilai gizi dan bahkan dapat menimbulkan resiko kesehatan.
"Indikator keberhasilan pelaksanaan MBG dapat dilihat dari dua sisi, yaitu proses dan hasil. Dari sisi proses, harus dipastikan bahwa makanan disiapkan sesuai panduan gizi seimbang dan prinsip keamanan pangan," tegas Pinnur Selalau.
Keamanan Pangan Jadi Titik Lemah Pelaksanaan MBG.
Kasus keracunan massal yang terjadi di SMAN 6 Kota Bandar Lampung, menunjukkan bahwa keamanan pangan masih menjadi titik lemah dalam pelaksanaan MBG. Banyak informasi yang menyebutkan bahwa makanan yang didistribusikan ke sekolah-sekolah sering kali sudah dalam kondisi tidak segar, bahkan beberapa disiapkan jauh sebelum jam makan siang. Kondisi tersebut menjadi celah bagi bakteri berbahaya untuk tumbuh, terutama jika suhu penyimpanan tidak terjaga.
"Keracunan bisa terjadi karena kontaminasi dengan zat atau bahan berbahaya lainnya, atau kontaminasi dengan bahan atau alat yang sudah mengandung bakteri berbahaya. Selain itu penyimpanan bahan makanan yang sudah matang ataupun belum juga sangat krusial," kata Pinnur Selalau.
Proses distribusi makanan yang berjarak jauh dengan sekolah juga menjadi tantangan tersendiri. Untuk menjaga keamanan pangan, makanan sebaiknya dimasak pada hari yang sama, dan disajikan dalam keadaan hangat. Menu mentah seperti karedok atau lalapan sebaiknya dihindari dalam catering massal karena beresiko membawa bakteri.
Menurut Pinnur Selalau, Solusi paling ideal adalah dengan melibatkan kantin sekolah dalam proses penyediaan makanan. Dengan begitu, makanan bisa langsung disajikan tanpa harus melalui perjalanan panjang yang beresiko menurunkan kualitas dan keamanannya. Atau dengan solusi lainnya yaitu mengurangi jatah setiap dapur SPPG dalam menyiapkan porsi makanan, contoh dari jatah 3000 porsi untuk satu SPPG dikurangi hanya menyiapkan paling banyak 1000-1500 porsi untuk setiap satu SPPG.
Pemilihan Dan Pemanfaatan Bahan Pangan.
Selain proses pengolahan, pemilihan bahan pangan juga menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas gizi dari keamanan makanan. Pinnur Selalau menegaskan bahwa, penggunaan bahan lokal yang segar serta mudah dijangkau merupakan langkah strategis untuk memastikan nilai gizi tetap terjaga. Dengan bahan lokal, selain lebih hemat biaya, menu juga dapat disesuaikan dengan kebiasaan konsumsi anak-anak di wilayah masing-masing.
Sinergi Sekolah Dan Orang Tua Diperlukan Dalam Pengawasan.
Pinnur Selalau memaparkan bahwa, keberhasilan program MBG tidak hanya tergantung pada Pemerintah atau penyedia Catering, tetapi juga pada sinergi antara sekolah dengan orang tua. Sekolah berperan dalam memastikan proses distribusi dan penyajian makanan sesuai dengan standar kebersihan, sementara orang tua bertugas mendukung pola makan sehat dirumah.
Sekolah juga dapat berperan aktif dengan memberikan laporan rutin terkait kondisi makanan dan respon siswa terhadap menu MBG. Dengan adanya umpan balik langsung dari sekolah dan orang tua, pemerintah dapat melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan terhadap kualitas makanan yang disajikan. Pemerintah juga diharapkan dapat memastikan adanya pedoman/standar yang sudah disosialisasikan agar pengelola Catering nya bekerja sesuai standar.
Kolaborasi antara Pemerintah, Sekolah dan Masyarakat, diharapkan dapat memperkuat sistem pengawasan program MBG agar benar-benar berjalan sesuai dengan tujuan awalnya, yaitu memperbaiki status gizi siswa tanpa mengorbankan keamanan pangan. (*)
Ads 970x90























