Media Reformasi Indonesia (MRI)

12 Agustus 2026

Tingkatkan Standar Keamanan, PT. Pertamina Patra Niaga RU VI Balongan Gandeng Baharkam Polri



REFORMASI-ID | Indramayu - Tim Klarifikasi Baharkam Polri resmi memulai rangkaian kegiatan verifikasi dan klarifikasi implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) Objek Vital Nasional (Obvitnas) di PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) VI Balongan, Jawa Barat, pada Selasa (11/8/2026).

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung intensif ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Klarifikasi, Kombes Pol Ananta Giarinto, S.H., dengan didampingi oleh Kasubdit Audit Ditpamobvit Polda Jabar AKBP Dr. Bohari, S.H., M.H., dan tim Auditor Tenaga Profesional lainnya.

Rangkaian hari pertama diawali dengan acara pembukaan resmi yang digelar di Ruang Rapat Puskodal Gedung Amanah RU VI Balongan. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, penyampaian HSSE Induction & Plan Visitor, serta sambutan hangat dari Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga RU VI Balongan, Yulianto Triwibowo, yang didampingi oleh GHOM RU Balongan, Eko Nurcahyono, beserta jajaran manajemen dan staf HSSE.

Dalam sambutannya, Executive GM RU VI Balongan memaparkan gambaran umum (Overview Company Profile) kilang Balongan sebagai salah satu tulang punggung energi nasional yang wajib dijaga ketat keamanannya. Sementara itu, Kombes Pol Ananta Giarinto selaku Ketua Tim memberikan paparan mengenai parameter krusial dalam penilaian SMP Obvitnas guna memastikan seluruh sistem pengamanan di area kilang berjalan optimal dan sesuai regulasi.

"Kilang Pertamina Balongan merupakan aset strategis nasional yang memiliki peran vital dalam menjaga ketahanan energi negara. Melalui klarifikasi implementasi SMP ini, kami dari Baharkam Polri ingin memastikan bahwa sistem proteksi yang diterapkan di sini tidak hanya kuat di atas kertas, tetapi benar-benar adaptif dan tangguh dalam menghadapi segala bentuk potensi gangguan keamanan di lapangan," ujar Ketua Tim Klarifikasi, Kombes Pol Ananta Giarinto, S.H.

Usai seremoni pembukaan dan foto bersama, Tim Baharkam Polri langsung bergerak melakukan observasi lapangan dan peninjauan fisik ke sejumlah titik perimeter krusial. Beberapa area vital yang diperiksa secara ketat antara lain Pos 3 area zona merah kilang, Area Kilang, Control Center Oil Movement, Area Command Center, Pos 1 Utama, hingga area Pos Jetty.

Memasuki sesi sore, tim beralih ke agenda interogatif berupa wawancara mendalam serta pemeriksaan dokumen SMP Elemen I yang berfokus pada Komitmen dan Kebijakan Manajemen terhadap aspek pengamanan perusahaan.

Berdasarkan hasil evaluasi hari pertama, proses wawancara dan pemeriksaan dokumen berjalan lancar. Tim penilai telah merumuskan sejumlah catatan strategis serta rekomendasi yang langsung dimasukkan ke dalam matriks penilaian skoring formal.

Secara keseluruhan, seluruh rangkaian kegiatan hari pertama yang berlangsung dari pukul 09.00 WIB hingga 18.00 WIB ini berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai dengan rencana kegiatan yang telah diagendakan. Kegiatan klarifikasi ini diharapkan dapat memperkuat sistem proteksi berlapis kilang Balongan dari berbagai potensi ancaman fisik maupun non-fisik.

Peresmian Ponpes dan SMP IT Muhammad Al-Fatih Berbarengan Walimatul Khitan Putra Pendiri


REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN – Sebuah langkah besar untuk pendidikan Islam di Lampung Selatan resmi dimulai. Yayasan Al Fatih Citra Bangsa akan meresmikan Pondok Pesantren dan SMP IT Muhammad Al Fatih pada Minggu (16/8/2026) mendatang.

Peresmian ini menjadi kado istimewa di bulan kemerdekaan. Momennya dibuat semakin khusyuk karena bertepatan dengan Walimatul Khitan Muhammad Ammar Al Fatih, putra kedua dari pendiri yayasan Al-Fatih Citra Bangsa, Aipda Alex Budi Santoso dan Ny. Marissa Dwi Saputri, A.Md.Keb.

Acara sakral ini akan dipusatkan di halaman Ponpes Muhammad Al Fatih, Jl. Raya Suak, Gang Pelopor, Desa Budidaya, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Lembaga Pendidikan dengan Visi mencetak generasi Qur’ani, Berkarakter dan Berprestasi. Ponpes dan SMP IT Muhammad Al Fatih adalah lembaga pendidikan yang menargetkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat iman, berakhlak mulia, dan cinta tanah air.

"Kami ingin menghadirkan pendidikan yang utuh. Anak-anak tidak hanya pandai di kelas, tapi juga punya adab, hafalan Al-Qur’an, dan siap menghadapi tantangan zaman," ujar Ny. Marissa Dwi Saputri, A.Md.Keb, selaku Ketua Yayasan Al Fatih Citra Bangsa. Rabu (12/8/2026).

Yang membuat acara ini istimewa adalah digabungnya dua agenda mulia sekaligus. Selain peresmian lembaga, keluarga besar Yayasan Al Fatih Citra Bangsa juga menggelar Walimatul Khitan Muhammad Ammar Al Fatih.

Syukuran khitan ini menjadi simbol doa dan harapan orang tua agar putranya tumbuh menjadi anak sholeh, penghafal Qur’an, dan penerus perjuangan pendidikan Islam.

“Semoga dengan momentum ini, Ponpes - SMP IT Muhammad Al Fatih bisa langsung diselimuti keberkahan dan menjadi tempat menimba ilmu yang diridhoi Allah SWT,” tambah Ny. Marissa.

Berdiri di Desa Budidaya, Sidomulyo, Ponpes dan SMP IT Muhammad Al Fatih diharapkan menjadi pusat peradaban baru. Menjadi tempat lahirnya para santri penghafal Qur’an, ilmuwan, dan pemimpin masa depan dari "Beranda Sumatra".

Dengan semangat kemerdekaan ke-81 RI, Yayasan al-Fatih Citra Bangsa berharap lembaga ini bisa ikut mencerdaskan anak bangsa, menguatkan iman, dan turut serta dapat mengharumkan nama Lampung Selatan.

Warga Desa Budidaya dan sekitarnya pun diundang untuk dapat menghadiri, mendoakan, dan menyaksikan bersama lahirnya lembaga pendidikan Islam terpadu ini. (*)

Polda Sumsel Harumkan Sumatera Selatan di Awarding Day 2026, Kapolda: Ini Prestasi Rakyat, Bukan Sekadar Polri


REFORMASI-ID | JAKARTA — Polda Sumatera Selatan mengharumkan nama Bumi Sriwijaya di panggung nasional setelah meraih tiga penghargaan dalam Awarding Day 2026 Apresiasi Polri untuk Masyarakat, rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Gedung The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026).

Tiga penghargaan tersebut masing-masing Juara 3 kategori Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Polda Terbaik, Juara 2 kategori Satkamling Teladan, serta Juara 3 kategori Inovasi Ketahanan Pangan Tingkat Polres yang diraih Polres Ogan Komering Ulu Timur.

Capaian tersebut menjadi pengakuan tingkat nasional terhadap kerja nyata Polda Sumsel bersama jajaran, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung program prioritas nasional, khususnya ketahanan pangan, pemenuhan gizi masyarakat, serta penguatan keamanan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.

Kegiatan Awarding Day 2026 yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Wakapolri Komjen Polisi Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., Irwasum Polri, jajaran Pejabat Utama Mabes Polri, para Kapolda peraih penghargaan, Wakil Menteri Pertanian, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kapuspen TNI, Wakil Jaksa Agung, Ketua KPAI, serta tamu undangan lainnya.

Awarding Day 2026 menjadi bentuk apresiasi terhadap berbagai karya dan inovasi terbaik Polri sekaligus ruang untuk menampilkan kontribusi kepolisian dalam mendukung pembangunan nasional. Puluhan kategori diperlombakan, mulai dari karya kreatif, komunikasi publik, dan multimedia hingga kategori kelembagaan strategis seperti Satkamling Teladan, inovasi ketahanan pangan, serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis.

Bagi Polda Sumsel, tiga penghargaan yang diraih memiliki makna lebih dari sekadar capaian kompetisi. Penghargaan tersebut menunjukkan bahwa program yang dibangun dari tingkat daerah bersama masyarakat mampu memberikan dampak dan memperoleh apresiasi di tingkat nasional.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama dan tidak boleh dipandang sebagai prestasi institusi semata.

“Penghargaan ini adalah bukti nyata bahwa program ketahanan pangan dan penguatan Siskamling yang kita jalankan bersama masyarakat memberikan dampak hingga tingkat nasional. Ini bukan prestasi Polri semata, tetapi prestasi seluruh elemen masyarakat yang telah bahu-membahu mendukung program pemerintah di Bumi Sriwijaya,” tegas Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Menurut Kapolda, capaian tersebut harus menjadi energi baru bagi seluruh jajaran untuk mempertahankan konsistensi pengabdian sekaligus memperluas program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.

“Prestasi ini jangan berhenti pada penghargaan. Jadikan sebagai motivasi untuk terus berbuat, berinovasi, dan memastikan setiap program benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” lanjut Kapolda Sumsel.

Penghargaan Juara 3 Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Polda Terbaik menjadi representasi keterlibatan Polda Sumsel dalam mendukung program pemenuhan gizi masyarakat. Sementara Juara 2 Satkamling Teladan menunjukkan kuatnya partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.

Adapun Juara 3 Inovasi Ketahanan Pangan Tingkat Polres yang diraih Polres Ogan Komering Ulu Timur memperlihatkan kontribusi satuan kewilayahan Polda Sumsel dalam mengembangkan program ketahanan pangan hingga tingkat daerah.

Ketiga capaian tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pendekatan Polri Presisi tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas kepolisian konvensional, tetapi juga melalui kolaborasi dengan masyarakat dalam menjawab persoalan sosial dan mendukung agenda pembangunan nasional.

Kegiatan Awarding Day 2026 turut diisi dengan pemutaran video testimoni juri dan kepala satuan kerja, pembacaan para pemenang, sesi foto bersama, serta hiburan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar hingga selesai.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih jajaran Polda Sumsel sekaligus menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi tanggung jawab untuk mempertahankan kualitas pengabdian.

“Prestasi ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh jajaran bersama masyarakat. Penghargaan di tingkat nasional ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan, pemenuhan gizi, dan keamanan lingkungan,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan tersebut sejalan dengan semangat yang terus digelorakan Kapolda Sumsel kepada seluruh personel melalui tagline, “Sudahkah Anda Berbuat Baik Hari Ini?”.

“Semangat tersebut mengingatkan seluruh personel bahwa ukuran keberhasilan pengabdian bukan hanya penghargaan, tetapi seberapa besar keberadaan Polri mampu memberikan manfaat dan menjawab kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Tiga penghargaan nasional dalam Awarding Day 2026 menjadi momentum bagi Polda Sumatera Selatan untuk terus memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dari ketahanan pangan, pemenuhan gizi hingga keamanan lingkungan, capaian tersebut menegaskan bahwa Presisi Polri dapat diwujudkan melalui kerja kolaboratif yang berdampak langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Prestasi Polda Sumsel di tingkat nasional tersebut sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan serta motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus memperluas inovasi, memperkuat partisipasi masyarakat, dan menghadirkan pengabdian yang semakin nyata bagi bangsa. (Mdn) 

Gerak-gerik Mencurigakan Berujung Penangkapan, Polisi Bongkar Curanmor di Candipuro


REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN – Gerak-gerik seorang pria yang mencurigakan di wilayah Desa Karya Mulya Sari, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, berujung pada pengungkapan kasus pencurian sepeda motor. Polisi mengamankan S (21), warga Kecamatan Waway Karya, Lampung Timur. Rabu, 12/08/2026.

Kapolsek Candipuro IPTU Ali Humaini, S.H., M.M., mewakili Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan, S.H., S.I.K., M.M., M.Si., membenarkan penangkapan tersebut. S diamankan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, setelah polisi menerima informasi masyarakat mengenai keberadaan seorang pria yang mencurigakan di sekitar Dusun Trimulyo, Desa Karya Mulya Sari, Kecamatan Candipuro.

"Benar, kami telah mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam pencurian sepeda motor di wilayah Desa Karya Mulya Sari di kawasan Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin." ujar Ali.

Saat pertama kali diamankan, pelaku belum mengakui telah melakukan tindak pidana. Untuk menghindari konsentrasi massa yang semakin banyak, petugas kemudian membawa pelaku ke Mapolsek Candipuro untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah menjalani pemeriksaan secara intensif, pelaku akhirnya mengakui bahwa dirinya merupakan pelaku pencurian sepeda motor yang terjadi pada Minggu, 28 Juni 2026 sekitar pukul 19.45 WIB di depan Musholla Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin, Desa Karya Mulya Sari, Kecamatan Candipuro.

"Sepeda motor Honda Beat warna silver tahun 2023 nomor polisi BE 2032 DBC milik korban saat itu diparkir di depan musholla diambil dengan cara menjebol kunci kontak. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp15 juta." kata Ali.

"Polisi menggeledah ke rumah S dan menemukan kunci letter T yang diduga digunakan saat beraksi serta lemari etalase yang dibeli dari uang hasil penjualan motor curian.dan sejumlah barang lain yang diduga berkaitan dengan tindak pidana lain, di antaranya enam pasang bekas dudukan pelat sepeda motor dan 13 pasang kaca spion sepeda motor." jelas Ali.

Selain itu, polisi mengamankan satu unit Honda Beat warna hitam kombinasi putih tahun 2025 nomor polisi BE 2072 NFE yang digunakan pelaku menuju lokasi kejadian, satu bilah pisau jenis badik berikut sarung kayu, serta satu set kunci kontak sepeda motor dalam kondisi rusak.

"Atas perbuatannya, Pelaku S  diproses dalam perkara dugaan pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun," pungkasnya. (Hms/Mdn) 

Polda Lampung Tangkap 41 Pelaku C3 dalam Sehari, Ada Buronan hingga Napi


REFORMASI-ID | Lampung - Polda Lampung bersama jajaran polres menangkap 41 pelaku kejahatan dalam pengungkapan 40 perkara pidana selama sehari. Mayoritas kasus yang diungkap berkaitan dengan pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Pengungkapan tersebut dilakukan di sejumlah wilayah hukum Polda Lampung pada Minggu (9/8/2026) hingga Senin (10/8/2026). Puluhan pelaku yang ditangkap terdiri dari berbagai kasus kejahatan, termasuk pelaku yang sebelumnya masuk dalam daftar pencarian polisi.

Kabidhumas Polda Lampung Kombes Yuni Iswandari mengatakan pengungkapan tersebut merupakan hasil penindakan Polda Lampung dan jajaran terhadap berbagai tindak pidana yang terjadi di wilayah Lampung.

"Pengungkapan ini dilakukan oleh Polda Lampung dan Polres jajaran terhadap para pelaku tindak kejahatan yang terjadi di wilayah hukum Provinsi Lampung," kata Yuni, Selasa (11/8/2026).

Dari 40 perkara yang diungkap, kasus pencurian dengan pemberatan menjadi perkara yang paling banyak ditangani. Selain curat, polisi juga mengungkap sejumlah kasus curas dan curanmor yang terjadi di sejumlah daerah.

"Sebanyak 41 pelaku diamankan dalam rangkaian pengungkapan tersebut. Polisi juga mencatat 86 lokasi kejadian perkara yang berhasil diungkap," ujar Kombes Yuni.

Tak hanya menangkap pelaku, polisi turut mengamankan barang bukti dari rangkaian pengungkapan kasus tersebut. Barang bukti itu berkaitan dengan berbagai perkara kejahatan yang ditangani Polda Lampung dan polres jajaran.

Yuni menegaskan pengungkapan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian menekan angka kriminalitas, khususnya kejahatan jalanan dan pencurian yang meresahkan masyarakat.

"Polisi masih melakukan proses penyidikan terhadap para pelaku yang telah diamankan. Pengungkapan kasus juga terus dilakukan untuk mengejar pelaku kejahatan lainnya yang masih berkeliaran di wilayah Lampung," tutupnya. (Hms/Mdn) 

Wali Kota Bekasi Gandeng IROPIN Gelar Bakti Sosial Mata untuk Siswa SMPN 54


REFORMASI ID | Kota Bekasi -  Ikatan Profesi Optometris Indonesia (IROPIN) aktif mengadakan berbagai kegiatan bakti sosial (baksos) penyuluhan kesehatan mata, pemeriksaan kesehatan mata dan penyaluran kacamata gratis.

Seperti halnya Kegiatan bakti sosial IROPIN yang disinergikan dengan menyambut peringatan hari Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan berlangsung di SMP Negeri 54 Kota Bekasi, Selasa (11/8/2026).

Dengan mengambil tema"Melihat Lebih Jelas, Berpikir Lebih Luas Menuju Bekasi Lebih Cerdas" 

Acra Bakti Sosial IROPIN  Kota Bekasi  dihadiri, Dr. H. Tri Adhianto Tjahyono, SE, MM Wali Kota Bekasi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi  Chondro Wibowo, S.E., M.M., Camat Bekasi Barat Andi Kristanto Puryandaru, S.STP., M.M., Muhammad Wildan Nuky Fahmi, S.S.T., Lurah Jakasampurna, Dra. Setyastuti Kepala Sekolah SMP Negeri 54 Kota Bekasi beserta jajaran guru, Sari Manurung, MM Kepala Puskesmas Rawa Tembaga, Ketua RW 07 Yahya Yohatma, Komite M. Nasier dan para tokoh .

Tampak hadir Ketua IROPIN Cabang Kota Bekasi Daeng Karna A. Md. RO. Beserta para pengurus, dan Junaedi, A.Md. R.O. Ketua Gapopin Pengurus Cabang (Pengcab) Bekasi. 



Iya Julaeha A.Md. Kes., Ketua Panitia Bakti Sosial Iropin Cabang Kota Bekasi, menyampaikan bahwa Iropin sebagai wadah organisasi bagi refraksionis optisi yang merupakan salah satu nakes di bidang kesehatan mata.

"Kami aktif dalam dalam kegiatan sosial, selain pemberian kacamata gratis, juga memberikan mutu pelayanan kesehatan mata, khususnya di optical dan klinik mata, jadi kami lakukan pelayanan kesehatan mata," jelasnya. 

Menurut Iya Julaeha, Iropin memberikan penyuluhan dan membagikan kacamata gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. 

“Hari ini kami lakukan pemeriksaan mata kepada 821 siswa kelas 7 sampai dengan kelas 9. Nantinya Kacamata yang kita bagikan ini tentunya disesuaikan untuk penderita kelainan refraksi setelah kita  melakukan pemeriksaan dulu, biasanya perkiraan yang mengalami kelainan  refraksi itu 30 persen," ucap Iya Julaeha.



Kartono, A.Md.RO tenaga ahli Madya Refraksionis Optisien (Optometris) yang menjabat sebagai anggota Divisi Humas Iropin  Kota Bekasi, menjelaskan bahwa proses pemberian kacamata diawali dengan screening kesehatan mata pelajar, kemudian hasilnya dikirim ke laboratorium  untuk diproduksi lensa sesuai ukuran. “Setelah lensa selesai, dikirim kembali untuk dirakit menjadi kacamata yang dibagikan kepada pelajar,” terangnya.

Dijelaskan Kartono tentang refraksi mata dihadapan pelajar dan guru SMP Negeri 54 Kota Bekasi. Kelainan refraksi adalah gangguan pada mata untuk beradaptasi dengan objek dan cahaya. Akibatnya, penglihatan pun menjadi buram, baik dalam jarak dekat maupun jauh. 

"Kelainan refraksi merupakan gangguan penglihatan yang sangat umum terjadi dan tidak boleh diremehkan. Jika dibiarkan sampai parah, kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya kesulitan untuk melihat sehingga tidak bisa beraktivitas," kata Kartono.



Bakti sosial yang dilakukan IROPIN Cabang Kota Bekasi mendapat apresiasi Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono, yang  menuturkan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan edukasi tentang kesehatan dan perawatan mata serta siswa siswi mendapat kaca mata yang tepat sehingga dapat belajar lebih nyaman dan efektif 

"Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan edukasi tentang kesehatan mata. Program ini sangat bermanfaat, terutama bagi anak-anak yang kesulitan melihat jelas di kelas. Dengan adanya bantuan kacamata, mereka bisa belajar lebih fokus. Tentunya kami sangat apresiasi kepada Iropin Cabang Kota Bekasi Pengda Jawa Barat di bawah pimpinan Daeng Karna. Semoga kegiatan ini berkelanjutan,” kata Tri Adhianto.

Tri Adhianto mengapresiasi kolaborasi bersama IROPIN yang secara langsung memberikan manfaat kepada para pelajar. Menurutnya, kesehatan mata tidak boleh dianggap sebagai persoalan sederhana karena kemampuan melihat dengan baik sangat berkaitan dengan aktivitas belajar anak di sekolah.

“Kita ingin memastikan anak-anak kita dapat belajar dengan nyaman dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Ketika penglihatannya jelas, mereka akan lebih mudah menerima pelajaran, membaca, menulis, dan mengikuti berbagai aktivitas di sekolah,” ujar Tri.

Ia menambahkan, kegiatan sosial seperti ini menjadi contoh bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya dilakukan melalui pembangunan sarana dan prasarana sekolah, tetapi juga melalui perhatian terhadap kebutuhan kesehatan peserta didik.

“Kolaborasi seperti ini harus terus kita dorong. Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri. Dengan keterlibatan organisasi profesi dan masyarakat, kita bisa memberikan pelayanan yang lebih dekat dan manfaat yang langsung dirasakan oleh masyarakat Kota Bekasi,” katanya.


Ketua IROPIN Cabang Kota Bekasi, Daeng Karna A.Md.RO., menegaskan bahwa pembagian kacamata merupakan bagian dari pengabdian profesi sekaligus tanggung jawab sosial untuk mendukung dunia pendidikan.

“Masih banyak siswa yang kesulitan membaca buku atau melihat papan tulis. Melalui program ini, kami ingin meringankan beban orang tua sekaligus mendukung pendidikan di Kota Bekasi,” tutur Daeng.

Abah Daeng berharap masyarakat semakin mengenal peran optometris sebagai tenaga kesehatan yang berkompeten dalam pemeriksaan kelainan refraksi mata. Ia juga menekankan pentingnya memilih optik berizin agar hasil pemeriksaan lebih akurat dan nyaman.

“Kami juga siap bekerja sama dengan dinas kesehatan untuk melakukan skrining mata di sekolah maupun masyarakat, agar masalah serius bisa terdeteksi sejak dini,” jelasnya.



Dra. Setyastuti Kepala SMP Negeri 54 Kota Bekasi, menyampaikan apresiasi dan harapannya atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kesehatan mata anak-anak usia sekolah. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya membantu secara langsung anak-anak yang mengalami gangguan penglihatan, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya peningkatan kualitas pendidikan. 

"Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi program ini. Kepada IROPIN yang Bapak Daeng pimpin  kami sangat berterima kasih. Harapan kami, melalui pemeriksaan kesehatan mata dan pembagian kacamata gratis ini, anak-anak yang sebelumnya mengalami kesulitan dalam melihat tulisan di papan atau membaca buku kini bisa belajar dengan lebih nyaman dan maksimal," ujarnya.

Kepala Sekolah menekankan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mata, khususnya bagi peserta didik. Dengan adanya bantuan kacamata gratis ini ia berharap siswa yang mengalami gangguan penglihatan bisa lebih fokus menerima pelajaran di sekolah.

"Aksi ini sangat membantu. Semoga program serupa dapat terus berlanjut, dan sukses selalu untuk Iropin,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, rasa syukur juga disampaikan para siswa penerima manfaat. Salah satunya, Maudi Airi Rizky, kelas 7.1

“Terima kasih atas pemeriksaan mata gratis dan bantuan kacamata gratis yang dilakukan IROPIN, Saya sangat bersyukur, semoga IROPIN dapat terus membantu lebih banyak orang,” ujarnya.

Program sosial ini mendapat sambutan hangat dari siswa, guru, dan orang tua. Selain membantu kesehatan mata, kegiatan tersebut menjadi bukti sinergi antara dunia pendidikan, profesi kesehatan, dan pemerintah dalam mewujudkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkualitas.









11 Agustus 2026

Danbrigif 4 Mar/BS Perkuat Pembinaan Teritorial Maritim di Lima Kecamatan Pesisir Pesawaran


REFORMASI-ID | TNI AL, Korps Marinir, Brigif 4 Mar/BS (Lampung) -  Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 4 Marinir/BS Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo, M.Tr. Hanla., menggelar Sosialisasi Pembinaan Teritorial Maritim kepada para Kepala Desa di lima kecamatan pesisir Kabupaten Pesawaran, bertempat di Mako Brigif 4 Mar/BS, Piabung, Desa Sanggi, Kecamatan Padang Cermin, Selasa (11/8/2026). Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Pesawaran Bpk. Antonius Muhammad Ali.

Lima kecamatan yang menjadi sasaran kegiatan meliputi Padang Cermin, Way Ratai, Marga Punduh, Punduh Pidada dan Teluk Pandan. Kegiatan tersebut menjadi upaya Brigif 4 Mar/BS memperkuat silaturahmi dan sinergi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, serta masyarakat dalam mendukung pertahanan sekaligus pembangunan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Danbrigif 4 Mar/BS menegaskan, keberadaan Marinir tidak hanya berorientasi pada tugas pertahanan, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Keberadaan Brigif 4 Marinir/BS di wilayah Pesawaran tidak hanya sebagai satuan pertahanan, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. 

"Kami ingin membangun sinergi melalui berbagai program yang memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi kemajuan Kabupaten Pesawaran,” ujarnya.

Sinergi tersebut diwujudkan melalui berbagai program, antara lain pemberdayaan masyarakat, ketahanan pangan, pengembangan budidaya melon berbasis green house, serta rencana TMMD Mandiri untuk membantu pembangunan fasilitas umum yang dibutuhkan masyarakat melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha.

Sementara itu, Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali mengapresiasi kegiatan tersebut dan menilai sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat penting untuk mengoptimalkan potensi wilayah pesisir. 

“Pesawaran memiliki potensi pesisir dan laut yang luar biasa. Potensi tersebut harus kita maksimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kolaborasi seluruh pihak, termasuk Brigif 4 Marinir/BS,” ujarnya. (Mdn) 

HPN dan Porwanas 2027 di Lampung, Danbrigif 4 Marinir Siap Bersinergi dengan PWI


REFORMASI-ID | Pesawaran - Persiapan Provinsi Lampung menyambut Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 terus mendapat dukungan dari berbagai elemen. Salah satunya datang dari Brigade Infanteri 4 Marinir/BS (Brigif 4 Mar/BS) Lampung yang menyatakan kesiapan untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut.

Komandan Brigif 4 Marinir/BS Lampung, Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo, M.Tr.Hanla, menyampaikan dukungan tersebut saat menerima audiensi jajaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung di Markas Brigif 4 Marinir/BS, Selasa (11/8/2026).

Rombongan PWI Lampung dipimpin langsung Ketua PWI Lampung H. Wirahadikusumah bersama jajaran pengurus. Mereka diterima Komandan Brigif 4 Marinir/BS Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo beserta jajaran.

Dalam pertemuan tersebut, Kanang menyambut positif rencana pelaksanaan HPN dan Porwanas 2027 di Provinsi Lampung. Ia bahkan membuka ruang kolaborasi untuk menyukseskan agenda kick off yang dijadwalkan berlangsung pada 29 November 2026.

Menurut Kanang, momentum kick off tersebut dapat dikemas secara menarik dengan melibatkan berbagai kegiatan yang mampu menggerakkan masyarakat sekaligus memperkenalkan Lampung sebagai tuan rumah HPN dan Porwanas 2027.

Ia menyebut, waktu pelaksanaan kick off berdekatan dengan sejumlah agenda lainnya di Lampung, termasuk Jambore Nasional Komunitas Pajero. Sementara pada 15 November 2026, Korps Marinir juga akan memperingati hari ulang tahunnya.

"Jadi kegiatan-kegiatan ini bisa kita sinkronisasi dan kolaborasikan. Insyaallah saya akan back up dalam kepanitiaan kick off HPN," ujar Kanang.

Kanang menegaskan, Brigif 4 Marinir/BS siap memberikan dukungan sesuai kapasitasnya agar rangkaian kegiatan berlangsung meriah, tertib, dan mampu menarik perhatian masyarakat.

Ia bahkan membuka peluang adanya berbagai kegiatan pendukung, termasuk hiburan dan kegiatan olahraga yang dapat menjadi bagian dari rangkaian kick off.

"Pada intinya saya akan support dan ikut meramaikan kegiatan ini. Saya berharap konsepnya nanti benar-benar dipersiapkan dengan baik sehingga pelaksanaannya bisa maksimal," katanya.

Bagi Kanang, dukungan terhadap insan pers bukan sesuatu yang asing. Sebelum bertugas sebagai Komandan Brigif 4 Marinir/BS, dirinya pernah berkecimpung di bidang hubungan masyarakat sehingga memahami eratnya hubungan antara institusi dengan media.

"Wartawan merupakan mitra. Kita saling terikat dan saling membutuhkan, bukan musuh," tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal positif bagi PWI Lampung yang tengah mempersiapkan berbagai agenda menuju pelaksanaan HPN dan Porwanas 2027.

Ketua PWI Lampung H. Wirahadikusumah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan serta keterbukaan Brigif 4 Marinir/BS untuk berkolaborasi dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Menurut Wirahadikusumah, menjadi tuan rumah HPN dan Porwanas 2027 merupakan kehormatan sekaligus tantangan besar bagi Provinsi Lampung.

"Ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus tantangan besar. Karena itu, diperlukan dukungan dan kolaborasi dari seluruh elemen, baik pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, masyarakat maupun organisasi lainnya," ujar Wirahadikusumah.

Ia mengatakan keberhasilan HPN dan Porwanas 2027 bukan semata-mata menjadi tanggung jawab PWI. Kesuksesan agenda tersebut juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkenalkan potensi Lampung sekaligus mengangkat nama dan citra daerah di tingkat nasional.

Menurutnya, kedatangan ribuan insan pers dari berbagai daerah nantinya dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, kuliner, budaya, hingga berbagai destinasi unggulan yang dimiliki Lampung.

"Karena itu, PWI Lampung membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai institusi. Kami ingin seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman, tertib, sukses, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan daerah," pungkasnya.

Dengan dukungan berbagai elemen, termasuk Brigif 4 Marinir/BS, PWI Lampung berharap persiapan menuju kick off HPN dan Porwanas 2027 dapat semakin matang. Kolaborasi lintas institusi tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat untuk menjadikan Lampung sebagai tuan rumah yang tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga meninggalkan kesan positif bagi seluruh peserta dari berbagai penjuru Indonesia. (*)

Juara 1 Youth Movement Piala Kapolri, SMAN 1 Setu Jadi Inspirasi Pelajar Berprestasi



REFORMASI-ID | Bekasi - Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah, SH, MH, menghadiri kegiatan Police Go To School di SMAN 1 Setu, Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMAN 1 Setu tersebut menjadi momentum bagi jajaran Polsek Setu untuk memberikan apresiasi kepada para siswa yang berhasil mengharumkan nama sekolah dengan meraih Juara 1 Youth Movement Piala Kapolri 2026.

Dalam kesempatan tersebut, AKP Usep Aramsyah menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh siswa SMAN 1 Setu atas semangat, kerja keras, kekompakan, serta partisipasi mereka dalam mengikuti ajang Youth Movement.

“Prestasi ini merupakan hasil dari semangat, kerja keras dan kekompakan seluruh siswa. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan meraih prestasi positif lainnya,” pesan Kapolsek Setu.

Selain memberikan apresiasi, Kapolsek Setu juga mengajak para pelajar untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya di momentum Bulan Kemerdekaan Agustus 2026.

Para siswa diimbau tidak mudah terprovokasi oleh ajakan maupun informasi yang dapat mengarah pada tindakan anarkis atau menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

AKP Usep juga mengajak generasi muda mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif serta menyalurkan semangat dan kreativitas melalui berbagai prestasi.

“Apabila menemukan ajakan atau informasi yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, jangan ikut menyebarkan. Segera koordinasikan dengan pihak sekolah maupun kepolisian,” imbaunya.

Kegiatan Police Go To School tersebut turut dihadiri Wakasek SMAN 1 Setu H. Kusnedi, S.Pd., Kanit Binmas Polsek Setu Iptu Budi Setiawan, Bhabinkamtibmas Aipda Andri Purwanto, dewan guru serta para siswa baru SMAN 1 Setu.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan kondusif. 

Melalui kegiatan tersebut, Polsek Setu berharap komunikasi antara kepolisian, pihak sekolah dan pelajar semakin erat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman sekaligus mendorong lahirnya generasi berprestasi.

Kakorsabhara Baharkam Polri Pimpin Apel Serentak Se-Indonesia, 107 Ribu Hektare Lahan Terbakar Jadi Kesiapsiagaan Mutlak



REFORMASI-ID | Depok - Menghadapi ancaman nyata kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang mulai mengepung berbagai wilayah Indonesia, Korps Sabhara Baharkam Polri mengambil langkah taktis dan respons cepat. Di bawah terik matahari yang membakar semangat, Korps Sabhara Polri menggelar Apel Gelar Pasukan Penanganan Karhutla Tahun Anggaran 2026 secara serentak di seluruh Polda jajaran se-Indonesia, pada Selasa (11/8/2026).

Berpusat di Lapangan Apel Mako Korps Sabhara Baharkam Polri, Depok, Jawa Barat, upacara krusial ini dipimpin langsung oleh Kakorsabhara Baharkam Polri, Irjen Pol Dr. M. Nazly Harahap, S.I.K., M.H., M.M. Apel ini menjadi bukti nyata kesiapsiagaan absolut dan komitmen tanpa batas Korps Bhayangkara dalam melindungi paru-paru bangsa dan ruang hidup masyarakat dari petaka asap, dengan Motto Siap, Solid dan Berhasil.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sepanjang Januari hingga Juni 2026, amukan api telah melahap lebih dari 107 ribu hektare lahan di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan wilayah lainnya. Kondisi cuaca panas ekstrem, kekeringan, angin kencang, serta kelalaian manusia dalam membuka lahan dengan cara membakar menjadi pemicu utama melonjaknya titik api dalam beberapa pekan terakhir.

Merespons kedaruratan nasional ini, Irjen Pol M. Nazly Harahap menegaskan bahwa Polri tidak akan membiarkan bencana ini melumpuhkan aktivitas masyarakat.

"Penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial. Ini adalah perang bersama melawan perusak lingkungan. Kita butuh sinergi yang kokoh antara Polri, TNI, Pemerintah Daerah, dinas pemadam kebakaran, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha, serta partisipasi aktif masyarakat. Deteksi dini harus tajam, dan respons harus secepat kilat di lapangan," tegas Irjen Nazly Harahap dalam arahannya di depan ratusan personel.

Dalam apel terpusat di Mako Korsabhara Depok, kekuatan penuh lintas instansi dikerahkan. Sebanyak 360 personel elite Polri berdiri bahu-membahu dalam satu barisan bersama 20 personel Basarnas, 20 petugas Damkar Kota Depok, dan 20 personel BPBD. Mereka menjadi representasi dari ribuan personel gabungan di seluruh penjuru negeri yang siap diterjunkan ke titik-titik api paling ekstrem.

Bukan sekadar seremonial, apel gelar pasukan serentak ini bertujuan menyatukan persepsi, menguji kesiapan operasional Alutsista modern, dan memompa semangat pengabdian tertinggi. Seluruh personel yang terlibat telah membulatkan tekad untuk memberikan perlindungan total kepada masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan dari ancaman Karhutla.

Melalui momentum ini, Polri juga mengetuk kesadaran seluruh elemen masyarakat dan korporasi untuk menghentikan praktik membuka lahan dengan cara membakar. Korps Sabhara Baharkam Polri bersama seluruh instansi terkait kini telah merapatkan barisan, bersiaga penuh di garda terdepan untuk menghalau bencana.

Korsabhara Baharkam Polri Bedah Aturan Hukum dan Tahapan Risk Assessment Pengamanan Sepak Bola



REFORMASI | Tangerang - Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Korsabhara Baharkam Polri mengambil langkah strategis dalam mengawal kesiapan kompetisi sepak bola Championship 2026/2027. Melalui Subdit Audit Sispamobvitnas, Polri memberikan pembekalan mendalam mengenai Risk Assessment (penilaian risiko) pengamanan pertandingan dalam agenda Club Match Organizing Committee Workshop yang digelar di Vega Hotel Gading Serpong, Tangerang, Selasa (11/8/2026).

Hadir sebagai narasumber utama, Kasubdit Audit Sispamobvitnas Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri, Kombes Pol. Hamam Wahyudi, S.H., S.I.K., M.H., membedah regulasi dan teknis pengamanan dalam dua sesi komprehensif. Sesi pertama ditujukan khusus bagi para Security Officer, sementara sesi kedua menyasar para Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Kompetisi Sepak Bola Indonesia.

Dalam pemaparannya, Kombes Pol. Hamam Wahyudi menekankan bahwa penilaian risiko pengamanan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus dilakukan secara sinergis dan kolaboratif antara jajaran Pamobvit Polri dan pihak pengelola atau panitia pelaksana.

"Penilaian risiko yang matang wajib mempertimbangkan kondisi sosial di lapangan, karakter sosiologis para suporter, pemetaan potensi gangguan, hingga kalkulasi mendalam terkait kemungkinan dan dampak risiko yang dapat terjadi selama pertandingan berlangsung," ujar Kombes Pol. Hamam Wahyudi di Tangerang.

Workshop ini juga menjadi wadah penguatan regulasi di mana para peserta dibekali pemahaman ketat mengenai ketentuan hukum yang berlaku dalam penyelenggaraan event olahraga nasional maupun internasional. Materi yang diulas mencakup implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 10 Tahun 2022, serta sinkronisasi dengan aturan statuta FIFA dan PSSI.

Selain aspek hukum, para Ketua Panpel dan Security Officer juga diberikan pemahaman berbasis koridor operasional pra-pertandingan. Tahapan krusial pra-event dijabarkan secara runut, mulai dari mekanisme surat pemberitahuan, pelaksanaan Rapat Koordinasi Pengamanan (Rakor Pam), proses Risk Assessment (RA), prosedur perizinan, pengajuan bantuan pengamanan, hingga penilaian akhir kesiapan pengamanan di stadion.

Kegiatan workshop ini turut dihadiri oleh Ipda Taruli Napitupulu, S.H., beserta seluruh perwakilan Panpel dan Security Officer klub sepak bola Indonesia. Melalui pembekalan intensif ini, Baharkam Polri berharap kompetisi Championship musim 2026/2027 dapat bergulir dengan standar keamanan yang tinggi, aman, tertib, dan humanis serta kenyamanan maksimal bagi para pencinta sepak bola tanah air.

PWI Bekasi Raya Gelar Dialog Interaktif, Bedah Sinergi Pengawasan Orang Asing di Bekasi



REFORMASI-ID | Bekasi - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya kembali membuka ruang dialog publik dengan mengangkat isu strategis terkait pelayanan dan pengawasan orang asing di wilayah Bekasi.

Melalui Dialog Interaktif PWI Bekasi Raya yang digelar Selasa, 11 Agustus 2026, di Ruang Aula PWI Bekasi Raya, forum tersebut mengusung tema “Harmonisasi Pelayanan dan Pengawasan Orang Asing: Peran Imigrasi, Pengawas Tenaga Kerja, dan Disdukcapil.”

Ketua PWI Bekasi Raya Ade Muksin, S.H., dalam pembukaan acara menegaskan bahwa isu keberadaan orang asing perlu dibahas secara objektif, komprehensif, dan tidak hanya dilihat dari satu sisi.

Menurutnya, perkembangan investasi, dunia usaha, industri, serta mobilitas masyarakat membuat keberadaan warga negara asing (WNA) di wilayah Bekasi menjadi bagian dari dinamika pembangunan yang harus dikelola secara baik.

“Kita tidak ingin melihat persoalan orang asing hanya dari satu perspektif. Ada aspek pelayanan, ada aspek pengawasan, ada ketenagakerjaan, keimigrasian, dan administrasi kependudukan. Karena itu, diperlukan sinergi antarlembaga agar semuanya berjalan dalam koridor aturan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Ade dalam pembukaan dialog.

Ade mengatakan, PWI sebagai bagian dari elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan ruang diskusi yang dapat mempertemukan pemerintah, aparat, dunia usaha, masyarakat, dan insan pers.

“Pers bukan hanya memberitakan apa yang terjadi, tetapi juga dapat menjadi jembatan dialog. Kami ingin forum ini menghasilkan pemahaman yang lebih utuh sekaligus mendorong kolaborasi antarinstansi dalam memberikan pelayanan dan melakukan pengawasan,” katanya.

Tiga Perspektif dalam Satu Forum
Dialog tersebut menghadirkan tiga narasumber yang memiliki kewenangan dan perspektif berbeda namun saling berkaitan.

Helmy H Halim, SE, SH, Pejabat Fungsional Pengawas Ketenagakerjaan Madya, membahas persoalan legalitas penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA), kepatuhan perusahaan terhadap kewajiban alih teknologi, serta perlindungan tenaga kerja lokal.

Sementara Anggi Wicaksono, A.Md.Im., S.H., M.A.P., Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bekasi, mengupas prosedur izin tinggal KITAS/KITAP, pemantauan keberadaan WNA, hingga pengawasan dan penindakan keimigrasian melalui TIMPORA.

Dari perspektif pemerintah daerah, Dr. Taufiq Rachmat Hidayat, AP., M.Si., Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bekasi yang diwakilkan oleh Kepala Bidang Fredi, memberikan penjelasan mengenai administrasi kependudukan WNA serta pentingnya integrasi data kependudukan daerah.

Kehadiran tiga perspektif tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai bagaimana keberadaan orang asing dikelola, mulai dari legalitas bekerja, izin tinggal, pendataan, hingga pengawasan di lapangan.


*Pelayanan Harus Berjalan, Pengawasan Tetap Diperkuat*

PWI Bekasi Raya menilai harmonisasi antarlembaga menjadi salah satu kunci dalam membangun sistem pelayanan dan pengawasan orang asing yang efektif.

Keberadaan WNA maupun TKA di Bekasi tidak dapat dilepaskan dari perkembangan investasi, industri, perdagangan, pendidikan, maupun aktivitas ekonomi lainnya. Namun, pada saat yang sama, pemerintah tetap memiliki kewajiban memastikan seluruh aktivitas tersebut berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku.

Karena itu, pelayanan dan pengawasan harus berjalan beriringan.
Pelayanan kepada dunia usaha dan WNA harus dilakukan secara transparan dan profesional. Sementara pengawasan harus memastikan aspek legalitas, kepatuhan, perlindungan tenaga kerja lokal, administrasi kependudukan, serta izin tinggal benar-benar terpenuhi.

Dalam konteks tersebut, integrasi data dan koordinasi lintas instansi menjadi hal penting agar tidak terjadi kesenjangan informasi antara satu lembaga dengan lembaga lainnya.

Terlebih Bekasi merupakan salah satu kawasan strategis dengan aktivitas industri, investasi, perdagangan, dan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi.

PWI Dorong Diskusi Berujung Kolaborasi
Melalui dialog interaktif ini, PWI Bekasi Raya tidak ingin isu orang asing hanya menjadi konsumsi pemberitaan ketika muncul persoalan.
Sebaliknya, forum ini diharapkan menjadi ruang untuk membangun pemahaman, edukasi, transparansi, sekaligus kolaborasi antara pemerintah, aparat, dunia usaha, masyarakat, dan media.

Ade Muksin menambahkan, PWI Bekasi Raya akan terus mendorong kegiatan-kegiatan yang memiliki nilai edukasi dan kepentingan publik.

“Harapan kami, dialog ini tidak berhenti sebagai forum diskusi. Ada pemahaman yang bisa dibawa pulang, ada koordinasi yang semakin kuat, dan kalau memungkinkan ada rekomendasi yang dapat menjadi masukan bagi peningkatan pelayanan serta pengawasan di wilayah Bekasi,” tegasnya.

Dengan demikian, Dialog Interaktif PWI Bekasi Raya diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun Bekasi yang terbuka terhadap investasi dan mobilitas global, namun tetap kuat dalam penegakan aturan, perlindungan tenaga kerja, tertib administrasi, dan pengawasan orang asing.

PWI Bekasi Raya terus mengambil peran sebagai ruang bertemunya informasi, gagasan, dan kepentingan publik—karena pers bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga ikut membuka jalan bagi terciptanya solusi.()

Bukan Sekadar Jaga Kamtibmas, Sumur Bor Kapolda Sumsel Jadi Sumber Air bagi 250 KK di Palembang


REFORMASI-ID | PALEMBANG – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan terus memperkuat komitmen untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya melalui pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga dengan merespons kebutuhan dasar warga.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembangunan sumur bor atas inisiatif Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., yang berada di lingkungan Masjid Baiturakhim, RT 42 Soak Permai, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarame, Kota Palembang.

Fasilitas tersebut kini mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih saat musim kemarau. Diperkirakan sekitar 250 kepala keluarga di wilayah tersebut terdampak keterbatasan pasokan air, sehingga keberadaan sumur bor menjadi solusi yang sangat berarti bagi pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Kapolsek Sukarame Kompol Alex Andriyan mengatakan, pembangunan sumur bor tersebut merupakan bentuk kepedulian Kapolda Sumsel terhadap kondisi masyarakat sekaligus tindak lanjut untuk membantu warga menghadapi keterbatasan air pada musim kemarau.

“Sumur bor ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kurang lebih 250 kepala keluarga di sekitar sini mengalami kesulitan air pada musim kemarau. Dengan adanya sumur bor ini, kebutuhan air warga dapat terbantu untuk keperluan sehari-hari,” ujar Kompol Alex Andriyan.

Manfaat fasilitas tersebut terlihat dari antusiasme warga yang datang membawa jeriken maupun berbagai wadah untuk mengambil air dari sumur bor yang berada di lingkungan Masjid Baiturakhim. Air yang tersedia kemudian dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Menurut Kapolsek Sukarame, keberadaan sumur bor tersebut menunjukkan bahwa fasilitas air memang menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat di kawasan Soak Permai dan sekitarnya. Selain dapat dimanfaatkan oleh jamaah masjid, sumber air tersebut juga terbuka untuk membantu warga yang membutuhkan, khususnya ketika ketersediaan air mulai terbatas akibat musim kemarau.

Kehadiran fasilitas tersebut pun mendapat apresiasi dari masyarakat. Warga menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Sumsel dan jajaran kepolisian karena telah menghadirkan sarana yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung, terutama di tengah kondisi kemarau yang menyebabkan keterbatasan sumber air.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan, pembangunan sumur bor tersebut merupakan bagian dari upaya Polda Sumsel untuk terus menghadirkan Polri yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Bapak Kapolda Sumsel terus mendorong jajaran agar kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga melalui langkah nyata yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat. Sumur bor ini diharapkan dapat membantu warga memperoleh akses air untuk kebutuhan sehari-hari, khususnya pada musim kemarau,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K., M.H.

Ia menambahkan, semangat kepedulian tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan Polri dengan masyarakat melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung.

“Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas ini agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Dengan demikian, manfaatnya dapat terus dirasakan oleh warga yang membutuhkan,” tambahnya.

Kehadiran sumur bor di Sukajaya menjadi gambaran bahwa pelayanan Polri kepada masyarakat memiliki dimensi yang luas. Di tengah tantangan musim kemarau dan keterbatasan air yang dialami ratusan keluarga, Polda Sumsel berupaya hadir dengan solusi yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat semangat Polri untuk terus membangun hubungan yang semakin dekat dengan masyarakat melalui kepedulian, pelayanan, dan aksi nyata yang manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan. (Mdn) 

Danrem 044/Gapo Panen Hasil Urban Farming Gapo Farm, Wujud Nyata Ketahanan Pangan Berkelanjutan


REFORMASI-ID | Palembang — Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.I.P., M.M., didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 044 PD II/Sriwijaya Ibu Vera Khabib Mahfud, bersama para Pejabat Utama (PJU) Korem 044/Gapo melaksanakan kegiatan panen hasil urban farming di kawasan Gapo Farm, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan panen ini merupakan wujud dukungan Korem 044/Gapo terhadap program ketahanan pangan, dengan memanfaatkan lahan yang ada di lingkungan Makorem 044/Gapo.

Pada panen kali ini, berhasil dipanen sayur caisim dan pakcoy sebanyak 20 kilogram serta 30 kilogram kangkung yang dipasarkan di Diamond Social Market. 

Selain sektor pertanian, Gapo Farm juga mengembangkan peternakan ayam petelur dengan produksi rata-rata 20 butir telur per hari serta budidaya ayam kampung untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya menciptakan sumber pangan yang beragam dan bernilai ekonomis.

Sementara itu, sektor perikanan di Gapo Farm turut menunjukkan perkembangan yang positif melalui budidaya ikan gurami dan ikan nila yang menjadi salah satu komoditas unggulan dalam mendukung ketahanan pangan terpadu.

Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud menyampaikan bahwa keberadaan Gapo Farm merupakan langkah konkret Korem 044/Gapo dalam mengoptimalkan lahan yang tersedia untuk menghasilkan manfaat nyata bagi satuan maupun masyarakat.

"Program urban farming ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan inspirasi bagi masyarakat dalam memanfaatkan lahan secara produktif. Dengan pengelolaan yang baik, lahan terbatas pun dapat menghasilkan nilai ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan," ujarnya.

Lebih lanjut, Danrem berharap pengembangan Gapo Farm dapat terus ditingkatkan dengan mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan sehingga menjadi contoh pertanian perkotaan yang modern, mandiri, dan berkelanjutan.

"Gapo Farm diharapkan mampu menjadi model urban farming yang tidak hanya menghasilkan produk pangan berkualitas, tetapi juga mendukung program strategis pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (Mdn) 

Pastikan Kesiapan Opersional, Kombes Hamam Kasubdit Audit Ditpamobvit Polri Cek Kendaraan Dinas dan Almatsus



REFORMASI-ID | Jakarta - Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Korsabhara Baharkam Polri melaksanakan kegiatan pengecekan rutin terhadap kendaraan dinas dan alat material khusus (almatsus). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Subdirektorat Audit Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri Kombes Pol Hamam Wahyudi, S.IK, pada Selasa, 11 Agustus 2026 pagi.

Pemeriksaan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB ini bertujuan untuk memastikan seluruh aset kelengkapan dinas dalam kondisi prima. Hal ini krusial guna mendukung kelancaran tugas-tugas pengamanan objek vital nasional di lapangan.

Kombes Hamam Selaku Kasubdit Audit Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri,  menyampaikan bahwa pemeliharaan aset negara merupakan prioritas utama demi mendukung mobilitas personel.

"Pengecekan ini kami lakukan secara berkala atas petunjuk dan arahan Dirpamobvit. Kami harus memastikan bahwa seluruh sarana prasarana, khususnya kendaraan dinas dan almatsus, selalu dalam performa terbaik dan siap pakai tanpa ada kendala teknis saat bertugas," ujarnya setelah kegiatan.

Dari hasil pengecekan berkala tersebut, sebanyak 4 unit kendaraan almatsus diperiksa secara menyeluruh. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh unit kendaraan berada dalam kondisi yang sangat baik, terawat, dan bersih, serta siap diturunkan kapan pun dibutuhkan dalam tugas operasional.

"Alhamdulillah, dari 4 unit kendaraan almatsus yang kami periksa hari ini, semuanya dalam kondisi yang sangat baik dan bersih. Personel di lapangan merawatnya dengan sangat bertanggung jawab," tambahnya.

Kegiatan pengecekan ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Seluruh rangkaian dokumentasi pemeriksaan juga telah diarsipkan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kinerja kesatuan kepada pimpinan.

Polri: Sertifikat Prestasi Nasional Hingga Internasional Tetap Ikuti Tahapan Seleksi Rekrutmen Polri



REFORMASI-ID | Jakarta - Polri menyampaikan proses penerimaan anggota Polri dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Kepemilikan sertifikat atau piagam prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional, termasuk Sertifikat Pramuka Garuda, dapat menjadi dokumen pendukung dalam proses seleksi, namun tidak serta-merta membuat pemiliknya diterima sebagai anggota Polri tanpa mengikuti tahapan seleksi.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, proses rekrutmen anggota Polri dilaksanakan berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penerimaan Anggota Polri.

“Rekrutmen Polri dilaksanakan sesuai ketentuan dalam Perkap Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penerimaan Anggota Polri,” kata Isir di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Isir menjelaskan, dalam proses penerimaan anggota Polri, peserta tetap harus memenuhi persyaratan dan mengikuti seluruh tahapan seleksi yang telah ditetapkan. Kepemilikan sertifikat atau piagam prestasi tidak menggantikan tahapan seleksi tersebut.

“Prestasi yang dibuktikan dengan sertifikat atau piagam, baik nasional maupun internasional, termasuk Sertifikat Pramuka Garuda, merupakan dokumen prestasi pendukung yang dapat dilampirkan oleh peserta. Namun, kepemilikan dokumen tersebut tidak serta-merta membuat peserta diterima tanpa mengikuti proses seleksi,” ujarnya.

Menurutnya, setiap peserta tetap diproses berdasarkan ketentuan penerimaan anggota Polri yang berlaku. Seluruh persyaratan dan tahapan seleksi harus dipenuhi sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

“Jadi, siapa pun pesertanya, tetap harus mengikuti ketentuan dan tahapan seleksi yang berlaku. Sertifikat atau piagam prestasi merupakan bagian dari dokumen pendukung dan tidak menjadi pengganti proses seleksi,” tutur Isir.

Polri, lanjutnya, berkomitmen menjaga proses penerimaan anggota Polri agar berjalan secara objektif, transparan, akuntabel, serta berdasarkan kemampuan dan kompetensi peserta sesuai ketentuan. Prinsip tersebut sejalan dengan filosofi BETAH yang menjadi prinsip dalam proses rekrutmen Polri, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.

Penerapan prinsip transparansi juga diwujudkan melalui pelibatan pihak eksternal dalam mengawasi proses dan tahapan seleksi. Dalam pelaksanaannya, Polri bersama Kompolnas menggandeng sejumlah pihak, antara lain Ikatan Dokter Indonesia (IDI), perhimpunan psikologi, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kementerian Pendidikan, serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Pelibatan berbagai unsur tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengawasan untuk memastikan setiap tahapan seleksi berjalan sesuai ketentuan serta dapat dipertanggungjawabkan. Dengan adanya pengawasan internal dan eksternal, proses penerimaan diharapkan semakin terbuka dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta.

Dengan demikian, kepemilikan sertifikat prestasi nasional maupun internasional, termasuk Sertifikat Pramuka Garuda, tidak menjadi jaminan seseorang dapat langsung diterima sebagai anggota Polri. Peserta tetap wajib memenuhi persyaratan dan mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai aturan yang berlaku, dengan proses yang mengedepankan prinsip BETAH serta pengawasan yang transparan dan akuntabel.

Kapolri Tutup E-sports Kapolri Cup 2026, Ajak Generasi Muda Jadi Duta Kamtibmas dan Aktif Laporkan Gangguan Ke 110



REFORMASI-ID | Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. resmi menutup E-Sports Kapolri Cup 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (9/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menerima tiga penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sekaligus mengajak generasi muda menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Tiga Rekor MURI tersebut yakni Defile Cosplay Peserta Generasi Z Terbanyak dengan 117 peserta, Kompetisi Keamanan Siber Peserta Generasi Z Terbanyak dengan 734 peserta, serta Pengukuhan Duta Kamtibmas Siber kepada Peserta Generasi Z Terbanyak dengan 27.686 peserta.

Kapolri mengapresiasi antusiasme para peserta yang mencapai 35.936 orang dari 34 Polda dan 403 Polres. Menurutnya, perkembangan e-sports saat ini tidak lagi sekadar permainan, tetapi telah berkembang menjadi olahraga dengan potensi prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Saya melihat bahwa perkembangan dari esport ini sangat luar biasa. Dulu yang kita anggap ini sebagai suatu permainan, namun ternyata perlahan namun pasti ini tidak hanya berkembang menjadi suatu olahraga nasional, bahkan juga sudah beranjak kepada olahraga internasional. Dan pesertanya pun ternyata sangat-sangat besar,” ujar Kapolri.

Kapolri berharap kompetisi tersebut terus dikembangkan hingga mampu melahirkan lebih banyak talenta baru. Ia bahkan mendorong agar jumlah peserta pada tahun depan dapat meningkat hingga sepuluh kali lipat dengan menggelar kompetisi secara rutin di tingkat kewilayahan.

“Saya sampaikan dengan jumlah penggemar yang sangat luar biasa ini, pertanyaannya: bisa enggak tahun ini 35.936, tahun depan kali 10?” kata Kapolri.

Selain menjadi atlet dan talenta e-sports, Kapolri mengajak para peserta menjadi agen perubahan dan Duta Kamtibmas yang ikut mengajak generasi muda meninggalkan aktivitas kontraproduktif seperti tawuran, balap liar, dan vandalisme, serta mendorong kegiatan positif dan berprestasi.

Kapolri juga menitipkan pesan agar para Duta Kamtibmas ikut mencegah berbagai ancaman di ruang digital, seperti hoaks, ujaran kebencian, radikalisme, perundungan, judi online, hingga penyalahgunaan narkoba.

“Saya menitip pesan karena di dunia maya ini banyak sekali disalahgunakan. Baik untuk kegiatan-kegiatan negatif, apakah itu judi online, apakah itu game-game yang kemudian membahayakan generasi muda, dan juga model-model penipuan. Tolong bantu para Duta Kamtibmas ini untuk menginformasikan kepada teman-temannya yang ini berbahaya. Bila perlu, laporkan ke Pak Polisi,” tegas Kapolri.

Kapolri mendorong kolaborasi antara Polri, komunitas e-sports, dan platform digital dalam melakukan pencegahan kejahatan siber.

Masyarakat juga diimbau tidak ragu melaporkan gangguan keamanan maupun indikasi kejahatan melalui kanal pengaduan Polri, termasuk layanan 110 dan kanal Patroli Siber.

E-Sports Kapolri Cup 2026 sendiri menghadirkan berbagai kompetisi, mulai dari Mobile Legends, Capture The Flag (CTF), Cosplay, Influencer Hunt, Trading Card Game hingga Youth Movement.

Kapolri menilai kegiatan tersebut menjadi ruang positif untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, sportivitas, sekaligus literasi dan kesadaran keamanan digital generasi muda.

“Dengan melihat pertunjukan-pertunjukan yang ada, bagaimana tadi ditampilkan robotik, kemudian IoT, AI, saya yakin bahwa generasi-generasi kita betul-betul siap untuk mengisi dan menunjukkan bahwa kalian semua mampu untuk mengantarkan Indonesia ini menjadi generasi-generasi terbaik menuju visi Indonesia Emas 2045,” ujar Kapolri.

Rangkaian E-Sports Kapolri Cup 2026 kemudian secara resmi ditutup oleh Kapolri pada Minggu (9/8/2026) malam.

10 Agustus 2026

Jelang HUT Ke-81 RI, Korem 044/Gapo Perkuat Sinergi dan Kesiapan Peringatan


REFORMASI-ID | Palembang – Kasrem044/Gapo Kolonel Inf Andi Gus Wulandri mengikuti Rapat Pemantapan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Bina Praja Lantai 2 Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Senin (10/8/2026).

Rapat tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan dan pemantapan rangkaian kegiatan peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Provinsi Sumatera Selatan, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan tertib, aman, lancar, dan khidmat.

Dalam kegiatan tersebut, Korem 044/Gapo turut berperan dalam penyelenggaraan pengibaran dan penurunan Sang Merah Putih dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Turut mendampingi Kasrem 044/Gapo, Kasipers Kasrem 044/Gapo, Kasiintel Kasrem 044/Gapo, Kasiops Kasrem 044/Gapo, Dandenpom II/4 Palembang, Pasibinpers Sipersrem 044/Gapo, dan Dandenmarem 044/Gapo.

Melalui rapat pemantapan ini, diharapkan seluruh unsur yang terlibat memiliki pemahaman dan kesiapan yang sama dalam melaksanakan tugas sesuai bidang masing-masing. Koordinasi dan komunikasi lintas instansi menjadi bagian penting guna memastikan seluruh rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026 berjalan dengan baik.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder dalam menyukseskan peringatan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme, persatuan, dan cinta tanah air.

#tniprima

#profesional

#responsif

#integratif

#modern

#adaptif

#danremgapo

#korem044gapo

#penremgapo

Melalui Polres Lubuk Linggau, Polda Sumatera Selatan Gencarkan Satgas BEKAWAN


REFORMASI-ID | LUBUK LINGGAU – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Polres Lubuk Linggau memperkuat langkah preventif dalam melindungi generasi muda dari ancaman tawuran, perundungan, dan penyalahgunaan media sosial melalui Satuan Tugas BEKAWAN (Bersekolah Tanpa Tawuran dan Perundungan).

Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan penyuluhan dan pembinaan di SMP Negeri 1 Lubuk Linggau, Senin (10/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polri untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, kondusif, dan bebas dari kekerasan sekaligus membentuk pelajar yang cerdas, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kesadaran hukum.

Penyuluhan dan pembinaan dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Lubuk Linggau Utara IPTU BENI KURNIAWAN, didampingi Kanit Kamsel Satlantas AIPTU KGS. M. YAMIN serta AIPTU IWAN INPRESI dari Satbinmas Polres Lubuk Linggau.

Kehadiran personel kepolisian di lingkungan sekolah merupakan bentuk nyata pendekatan preventif Polri dengan membangun komunikasi langsung bersama para pelajar. Edukasi diberikan agar potensi kenakalan remaja dapat dicegah sejak dini sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat maupun persoalan hukum.

Dalam kegiatan tersebut, Satgas BEKAWAN menyampaikan tiga materi utama yang sangat dekat dengan kehidupan pelajar saat ini, yakni bijak bermedia sosial, menolak tawuran antarpelajar, serta mencegah perundungan atau bullying.

Para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya etika dan tanggung jawab dalam menggunakan media sosial. Pelajar diingatkan agar tidak menyebarkan ujaran kebencian, fitnah, konten perundungan daring, maupun informasi yang belum terverifikasi.

Pemahaman mengenai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik juga diberikan agar para pelajar memahami bahwa aktivitas di ruang digital memiliki konsekuensi hukum dan setiap konten yang dibuat maupun disebarkan harus dipertanggungjawabkan.

Selain itu, para pelajar diajak untuk menolak segala bentuk tawuran dan kekerasan. Tawuran tidak hanya membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain, tetapi juga dapat mengganggu ketertiban umum serta membawa konsekuensi hukum bagi pelakunya.

Hal yang sama berlaku terhadap bullying. Para siswa didorong untuk membangun budaya saling menghormati, tidak merendahkan teman, tidak melakukan kekerasan, serta berani mencegah dan melaporkan apabila menemukan tindakan perundungan di lingkungan sekolah.

Kapolres Lubuk Linggau AKBP ADITHIA BAGUS ARJUNADI, S.H., S.I.K., M.I.K. menegaskan bahwa pencegahan kenakalan remaja harus dilakukan secara bersama-sama dan dimulai dari lingkungan pendidikan. Pencegahan tawuran dan perundungan tidak cukup hanya dengan penegakan hukum setelah kejadian. Yang lebih penting adalah membangun kesadaran sejak dini agar para pelajar memahami bahwa setiap tindakan memiliki dampak dan konsekuensi. 


"Kami ingin anak-anak di Kota Lubuk Linggau tumbuh dalam lingkungan sekolah yang aman, saling menghargai, dan mampu menggunakan media sosial secara bertanggung jawab,” tegas Kapolres Lubuk Linggau AKBP ADITHIA BAGUS ARJUNADI, S.H., S.I.K., M.I.K.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial membawa manfaat besar bagi generasi muda, namun juga menghadirkan tantangan apabila tidak digunakan secara bijak. Karena itu, pembinaan kepada pelajar harus terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan kepolisian, sekolah, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat.

“Kami mengajak para pelajar untuk fokus belajar, mengejar cita-cita, dan menggunakan energi mereka untuk kegiatan yang positif. Jangan sampai masa depan dirusak oleh tawuran, bullying, narkoba, maupun penyalahgunaan media sosial. Polres Lubuk Linggau akan terus hadir bersama sekolah untuk melakukan edukasi dan pencegahan,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu Kanit Reskrim Polsek Lubuk Linggau Utara IPTU BENI KURNIAWAN saat penyuluhan menekankan bahwa media sosial merupakan ruang publik yang harus digunakan secara bertanggung jawab.

“Media sosial adalah cermin karakter diri. Apa yang Anda sebarkan mencerminkan siapa Anda. Jadilah pelajar yang bijak, menyebarkan kebaikan, bukan kebencian; membangun persahabatan, bukan perpecahan,” tegas Kanit Reskrim Polsek Lubuk Linggau Utara IPTU BENI KURNIAWAN.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Lubuk Linggau tidak hanya memberikan pemahaman mengenai aturan hukum, tetapi juga membangun kesadaran bahwa keamanan dan kenyamanan lingkungan sekolah merupakan tanggung jawab bersama.

Pembinaan pelajar menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ketahanan sosial dari lingkungan pendidikan. Ketika pelajar memiliki karakter yang kuat, kesadaran hukum, serta kemampuan memilah informasi di ruang digital, potensi terjadinya tawuran, perundungan, dan berbagai bentuk kenakalan remaja dapat ditekan sejak awal.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan Satgas BEKAWAN dan mengapresiasi kepedulian kepolisian dalam menciptakan suasana belajar yang aman, damai, dan bermartabat.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan KOMBES POL. NANDANG MU’MIN WIJAYA, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa pembinaan generasi muda merupakan bagian penting dari strategi preventif Polda Sumsel dan seluruh jajaran dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Polda Sumsel dan seluruh jajaran berkomitmen mendukung penuh program pemerintah dalam perlindungan anak dan pembangunan sumber daya manusia melalui pembinaan yang berkelanjutan di dunia pendidikan. Pencegahan harus dilakukan sejak dini agar generasi muda tumbuh dalam lingkungan yang aman, memiliki kesadaran hukum, serta mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab,” ujar Kabid Humas Polda Sumatera Selatan KOMBES POL. NANDANG MU’MIN WIJAYA, S.I.K., M.H.

Ia menambahkan, sekolah memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Karena itu, sinergi antara kepolisian, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar berbagai bentuk kekerasan dan kenakalan remaja dapat dicegah secara bersama-sama.

“Sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi setiap anak untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita. Karena itu, seluruh elemen harus bersama-sama mencegah tawuran, perundungan, maupun penyalahgunaan media sosial yang dapat mengganggu masa depan generasi muda,” tambah KOMBES POL. NANDANG MU’MIN WIJAYA, S.I.K., M.H.

Melalui Satgas BEKAWAN, Polres Lubuk Linggau berkomitmen melanjutkan pembinaan secara berkesinambungan di lingkungan pendidikan sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi muda yang cerdas, disiplin, taat hukum, berkarakter, dan saling menghargai.

Kehadiran Polri di sekolah sekaligus menegaskan bahwa upaya menjaga keamanan tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui edukasi dan pencegahan. Dengan membangun kesadaran sejak bangku sekolah, Polri bersama dunia pendidikan ikut meletakkan fondasi bagi terciptanya generasi penerus bangsa yang tangguh, produktif, dan mampu menghadapi tantangan era digital. (Hms/Mdn) 

Gerak Cepat Polsek Bekasi Selatan Tindak Lanjuti Laporan Call Center 110, Pelaku Ancaman dan Kekerasan Berhasil Diamankan

REFORMASI ID  | Kota Bekasi - Respon cepat terhadap laporan masyarakat kembali dilakukan Polsek Bekasi Selatan setelah menerima pengaduan melalui Pelayanan dan Pengaduan (Yanduan) 110 terkait dugaan ancaman dan kekerasan yang terjadi di sebuah rumah di wilayah Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Sabtu malam (8/8/2026).

Laporan tersebut diterima sekitar pukul 19.10 WIB. Petugas piket KSPKT bersama piket Reskrim Polsek Bekasi Selatan kemudian mendatangi lokasi kejadian di kawasan Taman Villa Baru Blok I, Kelurahan Pekayon Jaya, untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) serta memastikan kondisi keamanan di lokasi.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, kejadian bermula ketika pihak leasing mendatangi rumah korban untuk menagih tunggakan angsuran kendaraan yang disebut telah berlangsung selama sembilan bulan. Kedatangan tersebut kemudian berkembang menjadi perselisihan setelah kedua pihak tidak menemukan kesepakatan terkait keberadaan unit kendaraan yang dipersoalkan.

Perselisihan tersebut diduga berujung pada ancaman dan tindakan kekerasan terhadap korban. Dalam kejadian itu, korban disebut mengalami pemukulan menggunakan kursi berbahan besi. Korban selanjutnya melaporkan kejadian tersebut melalui Pelayanan dan Pengaduan (Yanduan) 110 Polres Metro Bekasi Kota.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Polsek Bekasi Selatan melakukan pengecekan TKP, dokumentasi, menerima laporan serta mengamankan terduga pelaku untuk dibawa ke Polsek Bekasi Selatan.

Selanjutnya, perkara tersebut ditangani dan diproses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Langkah cepat tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam memastikan setiap laporan masyarakat mendapat respons, sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif.