30 Oktober 2026
Baharkam Polri Tuntaskan Klarifikasi Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan di PT Asmin Bara Bronang
Unik dan Humanis! Polisi Berkuda Ditpolsatwa Bagikan Jumat Berkah di Depok Libatkan Kuda Wulinda dan Silke
Kelanjutan Aksi Solidaritas Wartawan, Bupati Asep Janji Copot Kadis LH Donny Sirait
1. Dalam hal tuntutan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi dan lakukan pemeriksaan menyeluruh akan ditindaklanjuti terlebih dahulu sesuai dengan disiplin Pegawai Negeri Sipil dan memperhatikan batasan kewenangan Plt. Bupati peraturan perundang-undangan sebagaimana ketentuan yang mengatur tentang Bekasi yang ditetapkan oleh Kementerian Dalam Negeri.2. Dalam hal tuntutan permintaan maaf resmi dan jaminan tidak ada lagi penghinaan atau intimidasi terhadap wartawan, kami Pemerintah Kabupaten Bekasi menghormati dan mendukung kemerdekaan pers sebagai salah satu pilar demokrasi dengan menjunjung tinggi prinsip kesetaraan saling menghormati satu sama lain. Sehingga kesalapahaman ini tidak terjadi kembali.3. Dalam hal tuntutan kawal proses hukum sampai tuntas dan tegakkan akuntabilitas pejabat publik, kami Pemerintah Kabupaten Bekasi menghormati proses hukum yang sedang belangsung sesuai dengan tahapan dan mekanisme prosedur yang berlaku.
Brigif Marinir 4/BS Resmi Buka Kejuaraan Karate Pangkormar CUP Peringati HUT Ke-81 Korps Marinir
REFORMASI-ID | LAMPUNG - TNI AL, Korps Marinir, Brigif 4 Marinir/BS. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Korps Marinir Tahun 2026, Kejuaraan Karate Piala Pangkormar resmi dibuka oleh Asisten Perencanaan dan Anggaran Panglima Korps Marinir (Asrena Pangkormar) Brigjen TNI (Mar) Umar Farouq, S.A.P., CHRMP., M.Tr.Opsla., M.Han., bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung (Unila), Gedong Meneng, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung. Jumat (30/10/2026)
Komandan Brigif 4 Marinir/BS Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo, M.Tr.Hanla., CHRMP., turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai Ketua Panitia penyelenggara. Kejuaraan ini diikuti lebih dari 1.000 atlet dari berbagai daerah di seluruh penjuru Tanah Air, yang terbagi dalam tiga kategori perlombaan, yaitu kategori TNI/Polri, Open Turnamen, dan Festival Pelajar.
Kegiatan pembukaan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Lampung, unsur TNI-Polri, instansi pemerintah, serta organisasi olahraga. Di antaranya Gubernur Lampung yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Dr. Drs. Muhammad Firsada, M.Si., CACP., Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, S.E., M.B.A., Pangdam XXI yang diwakili Asintel Kasdam Kolonel Inf. A.A. Gede Rama Cahyana Putra, S.Sos., M.Tr.(Han)., Kapolda Lampung yang diwakili Karo Rena Kombes Pol. Suratno, S.I.K., M.Si., Kabinda Lampung Suryono, S.S., serta Kajati Lampung yang diwakili Asisten Pengawasan Agus Widodo, S.H., M.H.
Turut hadir Wali Kota Bandar Lampung yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Ariyawan, S.H., M.H., Danlanud yang diwakili Kadisops Lanud Letkol Pas Ady Anistika, Danlanal Lampung Kolonel Laut (P) Irianto Kurniawan, B.Eng., M.S.S., M.Tr.Opsla., CRMP., Danrem yang diwakili Kasiren Kolonel Inf. Yogi Bahtiar, S.Kom., M.B.A., serta Direktur Polairud Polda Lampung Kombes Pol. Boby Pa’ludin Tambunan, S.I.K., M.H.
Selain itu, hadir Kadispora yang diwakili Kabid Prestasi Ibu Indah, Ketua KONI Provinsi Lampung yang diwakili Wakil Ketua Umum II Riagus Ria, Ketua dan Pengurus Cabang 7 PG Kormar, serta para Perwira Staf Brigif 4 Marinir/BS.
Dalam sambutannya, Asrena Pangkormar menyampaikan bahwa melalui Kejuaraan Turnamen Karate tahun ini, Korps Marinir ingin mengambil peran aktif dalam pembinaan prestasi olahraga nasional, khususnya cabang olahraga karate. Kami ingin mencari dan menempa bibit-bibit muda berbakat yang kelak dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
"Selain aspek prestasi, esensi utama dari kejuaraan ini adalah memperkuat nilai-nilai kedisiplinan, jiwa korsa, dan sportivitas di kalangan generasi muda, sekaligus mempererat kebersamaan antara TNI dan masyarakat," ujarnya.
Kepada seluruh peserta, Asrena Pangkormar berpesan agar senantiasa menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan setiap pertandingan sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik.
"Kepada seluruh Karateka, bertandinglah secara sportif dan tunjukkan kemampuan terbaik kalian," demikian pesan Askormar dalam sambutannya.
Dalam pada itu lanjutnya. Penyelenggaraan Kejuaraan Karate Piala Pangkormar ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi Korps Marinir dalam mendukung kemajuan olahraga nasional sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.
"Melalui momentum HUT Ke-81 Korps Marinir Tahun 2026, diharapkan lahir atlet-atlet karate berprestasi yang mampu membawa nama harum Indonesia, serta generasi muda yang memiliki karakter disiplin, tangguh, dan menjunjung tinggi sportivitas," pungkasnya. (Mdn)
Tak Cukup Razia, Kapolda Sumsel Siapkan Program Terpadu Berantas Narkoba
REFORMASI-ID | PALEMBANG — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P. menyiapkan penanganan terpadu dan berkelanjutan untuk memberantas peredaran narkoba di Lorong Manggar, Palembang. Program tersebut akan melibatkan pemerintah daerah, alim ulama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda untuk menata kawasan agar lebih terang, manusiawi, dan layak huni.
Komitmen tersebut disampaikan Kapolda usai melaksanakan Sholat Jumat Keliling di Masjid Lawang Kidul Boom Baru, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, Jumat (30/10/2026). Usai sholat berjamaah, Kapolda melaksanakan doorstop bersama awak media dan menyampaikan sejumlah arahan terkait program Jumat Keliling serta penanganan peredaran narkoba.
Kapolda menginstruksikan seluruh Kapolres dan Kapolsek jajaran untuk menyukseskan program Jumat Keliling. Kegiatan ini menjadi sarana silaturahmi, menyerap aspirasi masyarakat, sekaligus menyampaikan program kerja kepolisian sesuai karakteristik wilayah masing-masing.
Dalam doorstop tersebut, Kapolda juga menyoroti pemberantasan narkoba di Lorong Manggar. Pekan lalu, Polda Sumsel bersama BNN telah melakukan penegakan hukum di kawasan yang selama ini identik dengan aktivitas peredaran narkoba tersebut.
Kapolda menegaskan, Lorong Manggar telah bertahun-tahun menjadi pekerjaan rumah. Penindakan selama ini kerap membuat aktivitas berhenti sekitar dua bulan, tetapi kemudian kembali muncul.
Karena itu, Polda Sumsel menyiapkan program penanganan yang berkesinambungan. Pendekatan ini tidak hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga melibatkan berbagai elemen untuk memperbaiki kondisi lingkungan.
Program tersebut akan merangkul Pemkot Palembang, alim ulama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda. Mereka akan bersama-sama menata Lorong Manggar dari kawasan gelap menjadi terang, sehingga tidak lagi nyaman untuk transaksi narkoba.
Penataan juga diarahkan untuk menjadikan kawasan tersebut lebih manusiawi dan layak huni. Kapolda menyebut program itu telah dikoordinasikan dengan Wali Kota Palembang dan mendapat persetujuan.
Selain itu, Kapolda mengingatkan masyarakat tentang bahaya narkoba bagi generasi muda, bangsa, dan negara. Ia meminta dukungan serta peran aktif warga karena pemberantasan narkoba tidak akan berjalan maksimal tanpa keterlibatan masyarakat.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa Sholat Jumat Keliling merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui pendekatan humanis dan spiritual.
"Kegiatan Sholat Jumat Keliling Bapak Kapolda Sumsel di Masjid Lawang Kidul Boom Baru ini adalah wujud nyata komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam tugas penegakan hukum tetapi juga membangun kedekatan secara humanis dan spiritual."
Terkait Lorong Manggar, Kabid Humas menjelaskan bahwa Polda Sumsel mengedepankan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan sesuai arahan Kapolda.
"Kita ubah kawasan yang tadinya gelap menjadi terang, kita tata menjadi kawasan yang lebih manusiawi. Ini sudah kita koordinasikan dengan Pemkot Palembang. Kami dari Polda Sumsel memohon dukungan seluruh elemen masyarakat, alim ulama dan tokoh pemuda untuk bersama-sama menjaga Palembang agar bersih dari narkoba. Situasi selama kegiatan tadi berjalan aman, tertib dan kondusif," tutup Kabid Humas.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Dirbinmas Polda Sumsel Kombes Pol. Hari Purnomo, Dirreskrimsus, Kabid Dokkes, Kapolsek Ilir Timur II, pengurus masjid, serta warga sekitar Masjid Lawang Kidul Boom Baru.
Melalui kegiatan Jumat Keliling, Polda Sumsel terus memperkuat komunikasi langsung dengan masyarakat. Selain mendekatkan pelayanan kepolisian, kegiatan ini menjadi ruang untuk menyerap aspirasi dan membangun kolaborasi dalam menjaga keamanan serta memberantas peredaran narkoba di Palembang. (Hms/Mdn)
Soroti Proses Jual Beli Tanah Warisan di Natar, Kuasa Hukum: Sudahkah Cek Status dan Objek Tanah
REFORMASI–ID | LAMPUNG SELATAN – Kuasa hukum penggugat, Meriantony, S.H., kembali menyoroti proses jual beli objek tanah yang menjadi pokok sengketa warisan di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.
Dalam keterangannya pada Jumat (30/10/2026), Meriantony mempertanyakan proses transaksi jual beli antara para tergugat dengan Turut Tergugat I melalui Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Ia menekankan pentingnya pembuktian apakah pembeli benar-benar telah menjalankan prinsip kehati-hatian sebelum melakukan transaksi.
Menurutnya, seseorang yang mengaku sebagai pembeli beriktikad baik tidak cukup hanya menunjukkan bahwa transaksi dilakukan melalui PPAT. Namun, perlu dibuktikan pula apakah sebelum transaksi dilakukan, pembeli telah memeriksa secara menyeluruh objek tanah yang dibeli, termasuk status hukum, riwayat kepemilikan, serta kondisi fisik tanah tersebut.
"Sebagai pembeli yang beriktikad baik, apakah sebelum melakukan transaksi di hadapan PPAT sudah terlebih dahulu mengecek objek jual beli dan memastikan status hukumnya? Kemudian, pada saat pengukuran objek tanah, apakah melibatkan RT, kepala lingkungan, serta kepala desa setempat?" demikian pokok pertanyaan yang disampaikan Meriantony.
Ia juga kembali mempertanyakan mekanisme proses jual beli yang dilakukan para tergugat dengan Turut Tergugat I melalui Turut Tergugat II, yang kemudian diproses oleh Turut Tergugat III.
Menurutnya, rangkaian proses tersebut perlu dijelaskan secara terbuka, terutama untuk memastikan apakah seluruh tahapan administrasi dan prosedur pertanahan telah dilaksanakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Meriantony menduga terdapat sejumlah hal dalam proses jual beli tersebut yang perlu diuji kesesuaiannya dengan mekanisme hukum pertanahan. Karena itu, ia meminta pihak-pihak terkait memberikan penjelasan mengenai asal-usul tanah, dasar penguasaan, riwayat peralihan hak, hingga proses penerbitan dokumen pertanahan.
"Perlu ada penjelasan secara terang benderang mengenai bagaimana awal mula proses tanah tersebut, bagaimana riwayatnya, siapa yang menguasai, siapa yang melakukan transaksi, serta bagaimana proses administrasi hingga akhirnya terjadi jual beli," tegasnya.
Sorotan terhadap Aturan Hukum
Dalam persoalan ini, terdapat sejumlah ketentuan hukum yang relevan untuk menjadi bahan pengujian dalam persidangan.
Pertama, Pasal 1338 ayat (3) Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) yang mengatur bahwa suatu perjanjian harus dilaksanakan dengan iktikad baik.
Kedua, Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 4 Tahun 2016, yang memberikan pedoman mengenai kriteria pembeli beriktikad baik. Salah satu prinsipnya adalah pembeli wajib melakukan kehati-hatian dengan meneliti hak penjual, status objek tanah, serta riwayat hubungan hukum tanah dengan pemegang sertifikat.
Ketiga, Pasal 37 ayat (1) PP Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, yang mengatur bahwa peralihan hak atas tanah melalui jual beli pada prinsipnya hanya dapat didaftarkan apabila dibuktikan dengan akta yang dibuat oleh PPAT.
Keempat, Pasal 39 ayat (1) huruf f PP Nomor 24 Tahun 1997, yang mengatur kewajiban PPAT menolak membuat akta apabila objek perbuatan hukum sedang dalam sengketa mengenai data fisik dan/atau data yuridisnya.
Selain itu, apabila ditemukan adanya perbuatan melawan hukum yang menimbulkan kerugian, Pasal 1365 KUHPerdata juga dapat menjadi dasar pengujian gugatan perdata, sepanjang unsur-unsurnya dapat dibuktikan.
Ketentuan-ketentuan tersebut bukan berarti telah terbukti terjadi pelanggaran hukum. Namun, menjadi dasar untuk menguji apakah proses jual beli dan administrasi pertanahan dalam perkara ini telah memenuhi ketentuan yang berlaku.
Sepuluh Tahapan Mekanisme Jual Beli Tanah hingga Pendaftaran di BPN
Dalam proses jual beli tanah melalui PPAT, terdapat sejumlah tahapan administrasi dan pemeriksaan yang perlu diperhatikan. Tahapan tersebut meliputi:
1. Pengecekan sertifikat di BPN. Pengecekan sertifikat merupakan kewenangan Kantor BPN sesuai dengan lokasi objek tanah yang akan diperjualbelikan. Pemeriksaan ini bertujuan mengetahui kesesuaian data sertifikat dengan data yang tercatat pada kantor pertanahan.
2. Permohonan informasi atau SKPT. Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) dapat dimohonkan untuk memperoleh informasi mengenai status tanah. Namun, SKPT umumnya digunakan dalam kebutuhan tertentu, seperti sertifikat yang menjadi jaminan atau objek yang akan dilelang.
3. Pemeriksaan data dan warkah. Setelah memperoleh informasi mengenai kesesuaian data pertanahan, termasuk warkah dan dokumen terkait, pemeriksaan dilakukan berdasarkan data yang tersedia di BPN. Dalam sistem yang telah terdigitalisasi, pengecekan sertifikat dapat dilakukan secara elektronik atau online.
4. Pengecekan online sebelum akad. Apabila hasil pengecekan menunjukkan kesesuaian data, proses dapat dilanjutkan ke tahap akad atau penandatanganan Akta Jual Beli (AJB), dengan tetap memenuhi persyaratan lainnya.
5. Pemeriksaan kondisi fisik dan tata batas. Apabila terdapat ketidaksesuaian tata batas atau letak antara data yuridis dan data fisik bidang tanah, para pihak perlu turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya sesuai dengan data pertanahan.
6. Pengurusan BPHTB dan pembayaran PPh. PPAT menunggu proses permohonan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) sesuai ketentuan yang berlaku.
7. Penomoran dan persiapan AJB. Akta jual beli dapat dipersiapkan untuk diberikan nomor setelah persyaratan terpenuhi, termasuk pengecekan sertifikat, BPHTB, PPh, dan PBB dalam kondisi lunas, serta validasi BPHTB dan PPh telah diselesaikan pada instansi yang berwenang.
8. Pendaftaran peralihan hak. Setelah tahapan administrasi dan perpajakan diselesaikan, proses dilanjutkan dengan mendaftarkan peralihan hak atas tanah ke Kantor BPN sesuai lokasi objek tanah.
9. Penerbitan dokumen pendaftaran. Dalam proses administrasi tersebut, pemohon memperoleh Surat Pendaftaran Akta (SPA) serta dokumen terkait pendaftaran setoran negara atau Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
10. Proses administrasi dilaksanakan. Setelah seluruh persyaratan dan tahapan dipenuhi, proses pendaftaran peralihan hak dilaksanakan sesuai prosedur dan ketentuan pertanahan yang berlaku.
Sepuluh tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk melihat bagaimana suatu transaksi jual beli tanah diproses. Namun, terpenuhinya administrasi formal tidak dengan sendirinya menjawab seluruh persoalan mengenai riwayat kepemilikan, penguasaan, batas fisik, maupun kemungkinan adanya hak pihak lain atas tanah tersebut.
Minta BPN Kabupaten Lampung Selatan dan Pihak Terkait Buka Riwayat Tanah
Meriantony berharap pihak-pihak yang terlibat dalam proses transaksi maupun administrasi pertanahan dapat memberikan penjelasan secara menyeluruh, termasuk mengenai dokumen dasar penerbitan sertifikat, warkah, proses pengukuran, serta riwayat peralihan hak.
Menurutnya, keterbukaan informasi tersebut penting agar majelis hakim memperoleh gambaran yang utuh mengenai asal-usul dan proses hukum objek tanah yang kini menjadi sengketa.
Persoalan ini pun menjadi perhatian dalam proses pembuktian di Pengadilan Negeri Kalianda. Sebab, yang perlu diuji bukan hanya keberadaan sertifikat, melainkan juga rangkaian peristiwa dan dokumen yang menjadi dasar penerbitan serta peralihan hak atas tanah tersebut.
Dengan demikian, muncul pertanyaan mendasar: apakah sebelum transaksi dilakukan, pembeli telah memastikan kesesuaian data yuridis dan data fisik tanah, menelusuri riwayat kepemilikan, serta memastikan tidak terdapat hak pihak lain yang perlu diperhatikan?
Hingga berita ini diterbitkan, seluruh dugaan ketidaksesuaian prosedur maupun keabsahan transaksi tetap harus ditempatkan sebagai persoalan yang memerlukan pembuktian hukum. Keputusan mengenai sah atau tidaknya transaksi dan hak atas objek sengketa menjadi kewenangan majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut. (*)
Hari Ke-4 Operasi Patuh Krakatau 2026, Polda Lampung Gencarkan Edukasi dan Pencegahan Pelanggaran Lalu Lintas
REFORMASI-ID | LAMPUNG – Memasuki hari keempat pelaksanaan Operasi Patuh Krakatau 2026, Polda Lampung terus mengintensifkan upaya edukasi, pencegahan, dan penegakan hukum guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari menyampaikan, berdasarkan laporan harian Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung pada Kamis (29/10/2026), pelaksanaan operasi menunjukkan peningkatan sejumlah kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat dibandingkan dengan Operasi Patuh Krakatau tahun 2025.
Pada bidang preemtif, kegiatan penyuluhan tertib berlalu lintas tercatat sebanyak 945 kegiatan, pembinaan dan penyuluhan publik 769 kegiatan, keselamatan transportasi 427 kegiatan, pelatihan berkendara 125 kegiatan, serta kampanye keselamatan sebanyak 490 kegiatan. Sementara itu, publikasi jalur mencapai 1.327 kegiatan dan klarifikasi informasi sebanyak 130 kegiatan.
Selain itu, edukasi publik tercatat sebanyak 7.662 kegiatan dan edukasi melalui media sebanyak 1.875 kegiatan.
Menurut Kombes Pol Yuni Iswandari, upaya pencegahan juga terus dilakukan melalui kegiatan preventif. Tercatat sebanyak 4.029 kegiatan patroli terpadu telah dilaksanakan, disertai penempatan personel sebanyak 395 kegiatan, skrining pengemudi 55 kegiatan, pemeriksaan kendaraan 47 kegiatan, serta pemeriksaan kelaikan kendaraan sebanyak 48 kegiatan.
Berbagai kegiatan lainnya juga dilaksanakan, mulai dari pelatihan operator, survei lokasi dan infrastruktur, penanganan hambatan, rekayasa arus lalu lintas, pemberian peringatan bahaya, hingga penanganan gangguan lalu lintas.
Di bidang penegakan hukum, tercatat sebanyak 35 penindakan melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), 13 penindakan tilang non-ETLE, serta 2.161 teguran kepada pengguna jalan. Dengan demikian, total penindakan dan teguran mencapai 2.209.
Jika dibandingkan dengan pelaksanaan operasi tahun 2025, jumlah penindakan dan teguran secara keseluruhan mengalami penurunan sebesar 26,29 persen. Penindakan tilang non-ETLE juga turun sebesar 97,25 persen, sedangkan penindakan melalui ETLE mengalami peningkatan sebesar 34,62 persen.
Namun demikian, angka kecelakaan lalu lintas masih menjadi perhatian. Selama pelaksanaan operasi pada hari keempat, tercatat sebanyak 14 kejadian kecelakaan lalu lintas yang tersebar di delapan wilayah hukum kepolisian.
Rinciannya, Polresta Bandar Lampung sebanyak lima kejadian, Polres Lampung Selatan dua kejadian, Polres Lampung Tengah dua kejadian, serta masing-masing satu kejadian di wilayah hukum Polres Metro, Lampung Utara, Lampung Timur, Way Kanan, dan Mesuji.
Dari keseluruhan kejadian tersebut, tercatat satu orang meninggal dunia, sembilan orang mengalami luka berat, dan sepuluh orang mengalami luka ringan. Sementara kerugian material akibat kecelakaan lalu lintas mencapai Rp12.400.000.
Kabid Humas Polda Lampung menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Patuh Krakatau 2026 terus mengedepankan pendekatan edukatif, preventif, dan represif secara humanis serta profesional.
Ia juga mengimbau masyarakat agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, serta mengutamakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Melalui pelaksanaan Operasi Patuh Krakatau 2026, Polda Lampung berharap kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat, sehingga angka pelanggaran maupun kecelakaan dapat ditekan serta tercipta situasi Kamseltibcarlantas yang aman, tertib, dan kondusif di seluruh wilayah Provinsi Lampung. (Hms/Mdn)
29 Oktober 2026
Sidang ke-27 Sengketa Tanah Warisan di Natar, Penggugat Serahkan Dua Bukti Tambahan, Status Warkah BPN Kembali Dipertanyakan
REFORMASI-ID | - LAMPUNG SELATAN — Persidangan ke-27 perkara sengketa tanah warisan di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, yang digelar pada Kamis (29/10/2026), kembali menyoroti keberadaan dan status warkah yang menjadi dasar penerbitan dua Sertifikat Hak Milik (SHM).
Dalam persidangan tersebut, pihak penggugat menyerahkan dua alat bukti tambahan. Selain itu, kuasa hukum penggugat, Meriantony, S.H., kembali mempertanyakan kepada Tergugat III, yakni Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Lampung Selatan, mengenai keberadaan serta status warkah penerbitan kedua sertifikat yang menjadi bagian dari objek sengketa.
Meriantony juga kembali mengangkat persoalan warkah yang sebelumnya telah dipertanyakan dalam persidangan pekan lalu. Saat itu, menurut keterangan yang disampaikan pihak penggugat, Tergugat III menyatakan bahwa alat bukti yang dimiliki sudah cukup dan tidak ada lagi bukti tambahan yang akan diajukan.
Persoalan tersebut kembali menjadi perhatian karena warkah merupakan dokumen yang berkaitan dengan proses dan dasar penerbitan sertifikat tanah. Kejelasan mengenai keberadaan serta status dokumen tersebut menjadi hal penting dalam mengungkap riwayat administrasi pertanahan atas objek yang disengketakan.
Pihak penggugat pun kembali meminta kejelasan terkait warkah yang menjadi dasar penerbitan kedua SHM tersebut dalam proses persidangan.
Sementara itu, persidangan selanjutnya dijadwalkan pada 4 November 2026 dengan agenda penyampaian kesimpulan dari masing-masing pihak melalui sistem e-Court.
Dengan agenda kesimpulan tersebut, para pihak akan menyampaikan pandangan akhir berdasarkan fakta persidangan dan alat bukti yang telah diajukan sebelum perkara memasuki tahapan berikutnya sesuai proses hukum yang berlaku.
Kuasa hukum penggugat, Meriantony, S.H., menegaskan kembali persoalan warkah sebagai salah satu hal yang menjadi perhatian pihaknya dalam perkara sengketa tanah warisan di Natar tersebut. (*)
Polda Sumsel Perkuat Sinergi dengan SMSI untuk Jaga Stabilitas Kamtibmas
REFORMASI-ID | PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan memperkuat kemitraan dengan insan pers melalui kehadiran Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., yang mewakili Kapolda Sumsel dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) dan Pelantikan Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumsel di Hotel The Zuri, Palembang, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut juga diisi dengan peluncuran program SMSI Jaga Desa. Agenda ini menjadi bagian penting dari pertemuan yang mempertemukan unsur pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi media, dan sejumlah pemangku kepentingan di Sumatera Selatan.
Sejumlah pejabat dan tokoh menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Gubernur Sumatera Selatan, Kapuspenkum Kejati Sumsel, Ketua SMSI Pusat Firdaus, Ketua SMSI Sumsel Jon Heri, S.Sos., serta Bupati Empat Lawang. Perwakilan Pertamina, PLN, dan Bank Indonesia juga hadir.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan laporan ketua panitia. Setelah itu, kegiatan berlanjut dengan peluncuran SMSI Jaga Desa, sambutan Gubernur Sumatera Selatan, serta penyerahan plakat Sahabat SMSI kepada Gubernur Sumsel.
Kehadiran Polda Sumsel dalam agenda tersebut menegaskan pentingnya hubungan kemitraan antara kepolisian dan media siber. Polda Sumsel memandang media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat dan edukatif, mengawal pembangunan daerah, serta membantu menangkal penyebaran hoaks.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan pentingnya kolaborasi antara aparat penegak hukum dan insan pers dalam menjaga situasi daerah tetap kondusif.
"Media siber memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun peradaban informasi yang sehat serta mengawal stabilitas keamanan di Sumatera Selatan. Polda Sumsel senantiasa membuka ruang sinergi yang seluas-luasnya dengan insan pers demi mewujudkan pelayanan informasi yang edukatif, akurat, serta mendinginkan suasana di tengah masyarakat," ujar Kombes Pol Nandang.
Sinergi tersebut menjadi penting untuk memperkuat ekosistem informasi yang sehat di tengah masyarakat. Melalui komunikasi publik yang akurat dan bertanggung jawab, kepolisian dan media dapat mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sekaligus menjaga kepercayaan publik.
Polda Sumsel berkomitmen melanjutkan hubungan yang harmonis, transparan, dan kolaboratif dengan insan pers. Kemitraan ini diharapkan dapat memperkuat penyampaian informasi kepada masyarakat sekaligus mendukung stabilitas keamanan dan pembangunan di Sumatera Selatan. (Mdn)
Audit SMP Obvitnas Hari Ke-2, PetroChina Jabung Raih Skor 93,67% dari Baharkam Polri
Kapolri Suyudi Perkuat Silaturahmi dan Sinergi dengan PP Muhammadiyah
REFORMASI-ID | JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memperkuat sinergi dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), mencegah berbagai tindak kejahatan, serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat. Komitmen tersebut dibahas dalam silaturahmi Kapolri bersama jajaran pejabat utama Polri dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026).
Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (28/10/2026), Kapolri menyampaikan apresiasi atas dukungan Muhammadiyah yang selama ini turut bersinergi dengan Polri dalam kegiatan dakwah dan kemasyarakatan, termasuk hingga tingkat daerah.
“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi atas dukungan PP Muhammadiyah dan jajaran sampai ke pelosok-pelosok Nusantara bersama anggota Polri. Selama ini kita bisa bersinergi dan berkolaborasi dalam kegiatan dakwah maupun kegiatan umat di Indonesia,” ujar Suyudi.
Kapolri menegaskan, kerja sama tersebut akan terus dilanjutkan dengan semangat amar makruf nahi mungkar, yakni mengajak kepada kebaikan dan mencegah terjadinya kejahatan. Menurutnya, Polri dan Muhammadiyah memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan sejahtera.
Salah satu fokus kolaborasi adalah memperkuat edukasi dan literasi masyarakat untuk mencegah penyalahgunaan narkotika, judi daring, penipuan, kejahatan jalanan, aksi geng, hingga balap liar. Edukasi akan diperluas melalui tempat ibadah, sekolah, kampus, pesantren, dan berbagai lingkungan masyarakat agar pencegahan dapat dilakukan sejak dini.
“Kami dan Muhammadiyah sudah sepakat akan bahu-membahu bersinergi di lapangan, bagaimana kita memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat, baik di tempat-tempat ibadah, sekolah-sekolah, kampus-kampus, maupun pesantren-pesantren,” tegasnya.
Kapolri juga menyampaikan bahwa kegiatan kemasyarakatan akan diperkuat melalui salat Subuh berjemaah, salat Subuh keliling, salat Jumat keliling, program Minggu Kasih, serta kegiatan di tempat ibadah agama lainnya. Langkah tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan Polri dengan masyarakat, membangun toleransi antarumat beragama, sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas dari lingkungan terkecil.
Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir menyambut baik silaturahmi tersebut. Ia menilai Polri dan Muhammadiyah memiliki titik temu yang kuat karena sama-sama berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memiliki kepentingan dalam menjaga ketertiban serta kehidupan kebangsaan.
“Apalagi Polri sekarang kan Polri untuk masyarakat, dan Muhammadiyah berada di masyarakat,” ujar Haedar.
Haedar menjelaskan, pertemuan tersebut turut membahas persoalan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, seperti narkoba, judi daring, perjudian, dan praktik pinjaman yang merugikan warga. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut tidak cukup hanya melalui penindakan, tetapi juga perlu disertai penguatan daya tahan masyarakat agar tidak mudah terjerumus.
“Kami tadi bersepakat untuk meningkatkan daya tahan masyarakat agar tidak terjebak pada narkoba, pada judi online, maupun perjudian lain, bahkan lintah darat dan hal-hal lain yang merugikan hidup masyarakat,” katanya.
Selain itu, Haedar mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dalam kehidupan demokrasi. Masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Namun, kebebasan tersebut diharapkan tetap disertai tanggung jawab untuk menjaga martabat bangsa dan menghindari konflik maupun kerusakan.
Ia menekankan bahwa berbagai persoalan kebangsaan perlu dihadapi melalui dialog dan kerja sama antarelemen masyarakat, bukan dengan tindakan yang berpotensi memperbesar konflik.
“Yang diperlukan sekarang adalah kebersamaan. Sehingga masalah-masalah yang timbul bisa kita dialogkan bersama, diskusikan bersama, dan cari solusi bersama,” tutur Haedar.
Melalui pertemuan ini, Polri dan Muhammadiyah berkomitmen melanjutkan serta meningkatkan kolaborasi dalam edukasi masyarakat, pencegahan kejahatan, pemeliharaan kamtibmas, dan penguatan toleransi. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan yang aman dan damai, sekaligus mendukung kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkemajuan. (Mdn)
Kawal Sektor Tambang Kalteng, Baharkam Polri dan PT. Asmin Bara Bronang Kolaborasi Terapkan "SMP" Obvitnas
Pimpin Tim Klarifikasi, Kombes Pol Edy Sumardi Cek Pos Sekuriti hingga Ruang Handak PT Asmin Bara Brona
Wujudkan Tambang yang aman, PT. Asmin Bara Bronang Kerjasama dengan Baharkam Polri perkuat Sistem Manajemen Pengamanan Obvitnas
Prabu PL Peringati HUT ke -7 dengan Tema "Bermunajat Menjaga Alam Nusantara" di Makam Keramat Mbah Raden Kebluk
Rayakan HUT Ke-8, CEO Media Patroli Bins Tekankan Pentingnya Integritas dan Etika
REFORMASI-ID | BEKASI — CEO Media Patroli Bins, Binsar Manurung, menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 Media Patroli Bins di Hotel Grand Arsyilla. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen terhadap integritas, etika, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Acara anniversary tersebut diisi dengan tausiah oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, Drs. KH. Saifudin Siroj, yang mengangkat tema “Senjata Makan Tuan”. Tema ini mengandung pesan moral bahwa setiap perbuatan memiliki konsekuensi, sehingga setiap orang hendaknya senantiasa menjaga perilaku dan mengedepankan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam tausiahnya, KH. Saifudin Siroj mengingatkan pentingnya kesadaran moral dalam setiap tindakan.
“Setiap kejahatan pasti akan menuai perbuatannya. Maka, berbuatlah baik dengan apa yang kita kerjakan,” ungkap Siroj.
Pesan tersebut relevan dengan tugas insan pers yang dituntut untuk bekerja secara bertanggung jawab, mengedepankan fakta, serta menjaga kepercayaan masyarakat melalui pemberitaan yang berlandaskan kode etik jurnalistik.
Dihadiri Unsur Pemerintah, Kejaksaan, dan Organisasi Pers
Perayaan HUT ke-8 Media Patroli Bins turut dihadiri sejumlah undangan dari unsur pemerintah daerah, kejaksaan, tokoh agama, dan organisasi pers. Hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Kominfo Kota Bekasi Hanafi, Kabid Dinas Sosial Ester, serta Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Bekasi Ryan Anugrah, S.H., M.H.
Selain itu, hadir pula perwakilan Sekretaris Umum FORSIMEMA-RI Ali Hanafiah, Bendahara PWI Raya Nina Melani Paradewi, perwakilan SMSI Kota Bekasi, serta Ricky Jelly CR.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari silaturahmi antara insan pers, lembaga pemerintah, aparat penegak hukum, dan organisasi kewartawanan. Hubungan yang terjalin diharapkan dapat mendukung komunikasi yang terbuka sekaligus memperkuat pemahaman mengenai pentingnya pers yang profesional dan bertanggung jawab.
Dalam sambutannya, Pembina Media Patroli Bins, Dr. Helix Wirawan, S.E., S.H., M.H., menyampaikan terima kasih kepada seluruh undangan yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri perayaan HUT ke-8 tersebut.
Ia berharap momentum anniversary dapat mempererat kebersamaan dan menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran Media Patroli Bins untuk terus berkembang dalam menjalankan tugas jurnalistik.
"Peringatan hari jadi ini juga menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi terhadap peran media dalam menyampaikan informasi kepada publik. Di tengah derasnya arus informasi, media dituntut tidak hanya cepat dalam menyampaikan berita, tetapi juga cermat melakukan verifikasi dan memastikan informasi yang dipublikasikan dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.
Sementara itu Kabid Kominfo Kota Bekasi, Hanafi, dalam sambutannya berharap Media Patroli Bins dapat terus membangun sinergi dengan instansi Pemerintah Kota Bekasi, tokoh agama, dan berbagai elemen masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya penyajian informasi yang berkualitas serta berpegang pada prinsip-prinsip jurnalistik.
Hanafi berharap Media Patroli Bins senantiasa menghadirkan berita yang aktual, faktual, independen, akurat, dan berimbang, serta menjunjung tinggi integritas jurnalistik.
"Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa sinergi antara media dan pemerintah perlu dibangun secara profesional dengan tetap menghormati independensi pers. Kemitraan yang sehat tidak menghilangkan fungsi media untuk melakukan kontrol sosial, menyampaikan kritik berdasarkan fakta, serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar," tutur Kabid Kominfo Kota Bekasi Hanafi.
Ditempat yang sama, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Ryan Anugrah, S.H., M.H., turut menyampaikan harapan agar insan pers senantiasa menjaga integritas dan mengedepankan prinsip pemberitaan yang berimbang.
Menurutnya menyampaikan, integritas merupakan aspek penting dalam menjalankan profesi, termasuk dalam kegiatan jurnalistik yang berkaitan langsung dengan kepentingan publik.
"Pemberitaan yang berimbang perlu didukung proses verifikasi, penggunaan sumber yang jelas, serta pemberian kesempatan kepada pihak-pihak terkait untuk menyampaikan klarifikasi, terutama ketika berita menyangkut dugaan pelanggaran atau persoalan hukum," imbuhnya.
Dengan demikian, media dapat menjalankan perannya sebagai penyampai informasi sekaligus pengawas sosial secara profesional, tanpa mengabaikan asas praduga tak bersalah dan hak jawab. Delapan Tahun Perjalanan, Momentum Memperkuat Kepercayaan Publik
"Perayaan HUT ke-8 Media Patroli Bins tidak sekadar menjadi acara seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen terhadap etika dan tanggung jawab pers," tegas Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Ryan Anugrah, S.H., M.H.
Pada kesempatan itu ulasnya menerangkan. Tema tausiah “Senjata Makan Tuan” memberikan pesan bahwa setiap tindakan harus dipertimbangkan secara matang karena memiliki konsekuensi. Dalam dunia jurnalistik, prinsip tersebut dapat dimaknai sebagai ajakan untuk menghindari informasi yang tidak terverifikasi, tidak menyebarkan fitnah, serta tidak mengabaikan hak dan kehormatan pihak lain.
"Kepercayaan publik terhadap media dibangun melalui konsistensi dalam menyajikan fakta, keberanian mengungkap persoalan berdasarkan bukti, keterbukaan terhadap koreksi, dan kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik," katanya.
Selain itu tambah Ryan. Memasuki usia delapan tahun, Media Patroli Bins diharapkan terus meningkatkan kualitas pemberitaan, menjaga independensi redaksi, dan memperkuat profesionalisme dalam menjalankan fungsi pers.
"Semangat tersebut sejalan dengan pentingnya pers yang bebas dan bertanggung jawab, yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong transparansi, akuntabilitas, serta kehidupan masyarakat yang lebih baik," pungkasnya. (*)
28 Oktober 2026
Tim Baharkam Polri Buka Klarifikasi SMP Obvitnas di PT LBE Serang
Tanamkan Empati Sejak Dini, Dikmas Satwa Polri Ajak Siswa SLB Negeri Depok Berinteraksi dengan Hewan
Amin Muslim Pimpin PERSINAS ASAD Manado, Nyoto Tekankan Pembinaan Berkelanjutan
Nyoto menekankan pentingnya komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan pemerintah. Menurut dia, organisasi membutuhkan pengelolaan yang solid agar program pembinaan berjalan konsisten.
“Pengurus yang dilantik harus terus membangun komunikasi, berkolaborasi, dan berkoordinasi dengan baik, baik antarpengurus maupun lintas sektoral, termasuk dengan IPSI dan pemerintah,” ujar Nyoto.
Ia juga mendorong program latihan yang menjangkau berbagai kelompok usia, mulai dari usia dini hingga kelompok usia yang lebih matang. Pembinaan berkesinambungan diperlukan untuk menjaga regenerasi pesilat dan membuka peluang peningkatan prestasi.
Sementara itu, Amin menegaskan bahwa pencak silat tidak semata-mata mengajarkan teknik bela diri. Olahraga tersebut juga menjadi sarana membentuk kedisiplinan, mental tangguh, pengendalian diri, dan budi pekerti luhur.
“Persinas ASAD bukan hanya tempat untuk belajar dan mengembangkan kemampuan pencak silat, tetapi juga wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, mental yang tangguh, dan budi pekerti luhur,” kata Amin.
Menurut Amin, kemampuan teknik harus diimbangi dengan sportivitas dan penghormatan kepada sesama. Nilai-nilai tersebut, kata dia, perlu diterapkan pesilat dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Kepengurusan baru juga berkomitmen memperkuat kerja sama antara pengurus, pelatih, dan anggota. Peningkatan prestasi atlet, menurut Amin, harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan tanggung jawab.
Ia mengingatkan pengurus agar mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi.
“Amanah ini bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab untuk membawa organisasi menjadi lebih maju, solid, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Pelantikan yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum bagi Persinas ASAD Kota Manado untuk memperkuat persaudaraan dan peran generasi muda. Organisasi ini mengusung slogan, “Pemuda Berkarakter, Pencak Silat Berjaya Mendunia, Indonesia Maju.”
Dikmas Satwa Korsbhara Polri Hadirkan Kebahagiaan Bersama Sahabat Baru di SLB Bogor, Tanamkan Empati Sejak Dini
Pemkab Lampung Selatan Siapkan Strategi Optimalisasi PAD 2027, Perkuat Pengawasan dan Digitalisasi Pajak
REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menyiapkan sejumlah strategi untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun Anggaran 2027. Upaya tersebut dilakukan melalui perluasan basis pajak, peningkatan kepatuhan wajib pajak, penguatan pengawasan, evaluasi target retribusi, serta digitalisasi administrasi dan pemungutan pajak.
Strategi tersebut dibahas dalam rapat penyusunan proyeksi target PAD Kabupaten Lampung Selatan Tahun Anggaran 2027 sekaligus pembahasan perubahan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Rapat berlangsung di Kantor Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Lampung Selatan, Selasa (27/10/2026).
Asisten Administrasi Umum Pemkab Lampung Selatan, Edy Firnandi, M.Si., menegaskan bahwa optimalisasi penerimaan daerah tidak harus dilakukan dengan menaikkan tarif pajak dan retribusi. Kebijakan fiskal daerah harus tetap mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat, daya beli, serta keberlangsungan dunia usaha.
“Optimalisasi penerimaan daerah tidak semata-mata dilakukan melalui kenaikan tarif,” kata Edy dalam rapat tersebut.
Rapat dipimpin Kepala BPPRD Lampung Selatan, Iwan Chandra Gautama, S.E., M.M., dan dihadiri perwakilan 14 organisasi perangkat daerah (OPD) pengelola retribusi.
Iwan menjelaskan, perubahan Perda Nomor 1 Tahun 2024 mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah serta Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2023.
Penyusunan perubahan regulasi tersebut meliputi pengkajian materi, penyelarasan kebijakan, penyusunan naskah akademik, serta koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri.
Menurutnya, proyeksi tambahan PAD harus disusun berdasarkan potensi riil daerah, tingkat kepatuhan wajib pajak, kondisi perekonomian masyarakat, serta evaluasi penerimaan setiap jenis pajak dan retribusi.
Realisasi Pajak Daerah Capai 86,76 Persen
Dalam Perubahan APBD (P-APBD) 2026, target PAD Kabupaten Lampung Selatan ditetapkan sebesar Rp274 miliar. Hingga 27 Oktober 2026, realisasi pajak daerah tercatat mencapai Rp238,2 miliar atau sekitar 86,76 persen dari target tersebut.
Untuk meningkatkan penerimaan hingga akhir tahun, BPPRD menyiapkan strategi ekstensifikasi dan intensifikasi pajak.
Ekstensifikasi dilakukan dengan memperluas basis wajib pajak melalui pendataan potensi penerimaan yang belum tergarap secara optimal. Salah satu sasaran yang dibahas adalah usaha kafe di gerai minimarket serta pengenaan pajak atas tenaga listrik bagi perusahaan yang menggunakan batu bara sebagai sumber energi, sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, intensifikasi dilakukan melalui optimalisasi pengawasan dan pemungutan pajak dari objek yang telah terdaftar.
Langkah tersebut antara lain menyasar Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas makanan dan minuman dari instansi vertikal atau instansi pemerintah di luar Pemkab Lampung Selatan yang melakukan pengadaan konsumsi. Selain itu, dilakukan evaluasi dan penilaian kembali objek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
BPPRD juga mencatat perkembangan penerimaan dari opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
Hingga 27 Oktober 2026, realisasi opsen PKB mencapai Rp30,2 miliar atau sekitar 82 persen dari target Rp36,7 miliar. Sementara itu, realisasi opsen BBNKB mencapai Rp31,4 miliar atau 88,5 persen dari target Rp33,5 miliar.
Iwan menegaskan bahwa kebijakan pajak dan retribusi harus tetap memperhatikan kemampuan masyarakat, daya beli, kondisi perekonomian, perkembangan dunia usaha, dan iklim investasi.
“Peningkatan PAD bukan satu-satunya indikator keberhasilan, tetapi harus seimbang dengan pertumbuhan ekonomi, kualitas pelayanan publik, dan keberlangsungan aktivitas usaha,” tegasnya.
Evaluasi Retribusi dan Kemudahan Pelayanan Pajak
Dalam pembahasan perubahan Perda, Pemkab Lampung Selatan turut meninjau sejumlah ketentuan mengenai jenis dan tarif retribusi daerah.
Salah satu materi yang disempurnakan berkaitan dengan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), termasuk pencantuman Standar Harga Satuan Tertinggi (SHST) dan penyesuaian tabel indeks sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021.
BPPRD juga mengumpulkan OPD pengelola retribusi untuk mengevaluasi target penerimaan yang diusulkan agar lebih sesuai dengan potensi dan kondisi riil di lapangan.
Selain mengoptimalkan penerimaan, Pemkab Lampung Selatan berupaya meningkatkan kemudahan pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor melalui pembangunan layanan Samsat Drive Thru di Kecamatan Natar.
Kepala Bidang Pengembangan dan Penetapan BPPRD Lampung Selatan, Doni Oktora, mengatakan layanan tersebut direncanakan diluncurkan pada awal November 2026.
Menurutnya, keberadaan Samsat Drive Thru diharapkan memudahkan masyarakat Kecamatan Natar dan wilayah sekitarnya dalam membayar pajak kendaraan tanpa harus menempuh perjalanan ke Kalianda.
“Drive Thru yang dibangun di Natar direncanakan launching awal November 2026. Tujuannya memudahkan masyarakat Natar dan sekitarnya membayar pajak kendaraan, sekaligus memangkas jarak dan biaya perjalanan,” ujar Doni.
Ia menambahkan, pembangunan layanan tersebut merupakan inisiatif Pemkab Lampung Selatan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung.
Melalui perluasan basis pajak, peningkatan kepatuhan wajib pajak, evaluasi target retribusi, penguatan pengawasan, serta pengembangan layanan yang lebih mudah diakses masyarakat, Pemkab Lampung Selatan berharap penerimaan daerah dapat semakin optimal.
Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian fiskal daerah sekaligus menjaga keseimbangan antara peningkatan PAD, pertumbuhan ekonomi, kualitas pelayanan publik, dan keberlangsungan dunia usaha. (*)
Ads 970x90




























