Media Reformasi Indonesia (MRI)

29 Oktober 2026

Rayakan HUT Ke-8, CEO Media Patroli Bins Tekankan Pentingnya Integritas dan Etika


REFORMASI-ID | BEKASI — CEO Media Patroli Bins, Binsar Manurung, menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 Media Patroli Bins di Hotel Grand Arsyilla. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen terhadap integritas, etika, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Acara anniversary tersebut diisi dengan tausiah oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, Drs. KH. Saifudin Siroj, yang mengangkat tema “Senjata Makan Tuan”. Tema ini mengandung pesan moral bahwa setiap perbuatan memiliki konsekuensi, sehingga setiap orang hendaknya senantiasa menjaga perilaku dan mengedepankan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam tausiahnya, KH. Saifudin Siroj mengingatkan pentingnya kesadaran moral dalam setiap tindakan.

“Setiap kejahatan pasti akan menuai perbuatannya. Maka, berbuatlah baik dengan apa yang kita kerjakan,” ungkap Siroj.

Pesan tersebut relevan dengan tugas insan pers yang dituntut untuk bekerja secara bertanggung jawab, mengedepankan fakta, serta menjaga kepercayaan masyarakat melalui pemberitaan yang berlandaskan kode etik jurnalistik.

Dihadiri Unsur Pemerintah, Kejaksaan, dan Organisasi Pers

Perayaan HUT ke-8 Media Patroli Bins turut dihadiri sejumlah undangan dari unsur pemerintah daerah, kejaksaan, tokoh agama, dan organisasi pers. Hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Kominfo Kota Bekasi Hanafi, Kabid Dinas Sosial Ester, serta Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Bekasi Ryan Anugrah, S.H., M.H.

Selain itu, hadir pula perwakilan Sekretaris Umum FORSIMEMA-RI Ali Hanafiah, Bendahara PWI Raya Nina Melani Paradewi, perwakilan SMSI Kota Bekasi, serta Ricky Jelly CR.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari silaturahmi antara insan pers, lembaga pemerintah, aparat penegak hukum, dan organisasi kewartawanan. Hubungan yang terjalin diharapkan dapat mendukung komunikasi yang terbuka sekaligus memperkuat pemahaman mengenai pentingnya pers yang profesional dan bertanggung jawab.

Dalam sambutannya, Pembina Media Patroli Bins, Dr. Helix Wirawan, S.E., S.H., M.H., menyampaikan terima kasih kepada seluruh undangan yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri perayaan HUT ke-8 tersebut.

Ia berharap momentum anniversary dapat mempererat kebersamaan dan menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran Media Patroli Bins untuk terus berkembang dalam menjalankan tugas jurnalistik.

"Peringatan hari jadi ini juga menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi terhadap peran media dalam menyampaikan informasi kepada publik. Di tengah derasnya arus informasi, media dituntut tidak hanya cepat dalam menyampaikan berita, tetapi juga cermat melakukan verifikasi dan memastikan informasi yang dipublikasikan dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Sementara itu Kabid Kominfo Kota Bekasi, Hanafi, dalam sambutannya berharap Media Patroli Bins dapat terus membangun sinergi dengan instansi Pemerintah Kota Bekasi, tokoh agama, dan berbagai elemen masyarakat.


Ia juga menekankan pentingnya penyajian informasi yang berkualitas serta berpegang pada prinsip-prinsip jurnalistik.

Hanafi berharap Media Patroli Bins senantiasa menghadirkan berita yang aktual, faktual, independen, akurat, dan berimbang, serta menjunjung tinggi integritas jurnalistik.

"Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa sinergi antara media dan pemerintah perlu dibangun secara profesional dengan tetap menghormati independensi pers. Kemitraan yang sehat tidak menghilangkan fungsi media untuk melakukan kontrol sosial, menyampaikan kritik berdasarkan fakta, serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar," tutur Kabid Kominfo Kota Bekasi Hanafi.

Ditempat yang sama, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Ryan Anugrah, S.H., M.H., turut menyampaikan harapan agar insan pers senantiasa menjaga integritas dan mengedepankan prinsip pemberitaan yang berimbang.

Menurutnya menyampaikan, integritas merupakan aspek penting dalam menjalankan profesi, termasuk dalam kegiatan jurnalistik yang berkaitan langsung dengan kepentingan publik.

"Pemberitaan yang berimbang perlu didukung proses verifikasi, penggunaan sumber yang jelas, serta pemberian kesempatan kepada pihak-pihak terkait untuk menyampaikan klarifikasi, terutama ketika berita menyangkut dugaan pelanggaran atau persoalan hukum," imbuhnya.

Dengan demikian, media dapat menjalankan perannya sebagai penyampai informasi sekaligus pengawas sosial secara profesional, tanpa mengabaikan asas praduga tak bersalah dan hak jawab. Delapan Tahun Perjalanan, Momentum Memperkuat Kepercayaan Publik

"Perayaan HUT ke-8 Media Patroli Bins tidak sekadar menjadi acara seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen terhadap etika dan tanggung jawab pers," tegas Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Ryan Anugrah, S.H., M.H.

Pada kesempatan itu ulasnya menerangkan. Tema tausiah “Senjata Makan Tuan” memberikan pesan bahwa setiap tindakan harus dipertimbangkan secara matang karena memiliki konsekuensi. Dalam dunia jurnalistik, prinsip tersebut dapat dimaknai sebagai ajakan untuk menghindari informasi yang tidak terverifikasi, tidak menyebarkan fitnah, serta tidak mengabaikan hak dan kehormatan pihak lain.

"Kepercayaan publik terhadap media dibangun melalui konsistensi dalam menyajikan fakta, keberanian mengungkap persoalan berdasarkan bukti, keterbukaan terhadap koreksi, dan kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik," katanya.

Selain itu tambah Ryan. Memasuki usia delapan tahun, Media Patroli Bins diharapkan terus meningkatkan kualitas pemberitaan, menjaga independensi redaksi, dan memperkuat profesionalisme dalam menjalankan fungsi pers.

"Semangat tersebut sejalan dengan pentingnya pers yang bebas dan bertanggung jawab, yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong transparansi, akuntabilitas, serta kehidupan masyarakat yang lebih baik," pungkasnya. (*) 

28 Oktober 2026

Tim Baharkam Polri Buka Klarifikasi SMP Obvitnas di PT LBE Serang



REFORMASI-ID | Serang - Tim Klarifikasi Korsabhara Baharkam Polri resmi membuka kegiatan Klarifikasi Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) Objek Vital Nasional (Obvitnas) di PT Lestari Banten Energi (LBE), Kabupaten Serang, Banten, pada Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini dilakukan guna memastikan standar pengamanan di lingkungan industri strategis nasional berjalan dengan optimal, aman, dan berkelanjutan.

Acara pembukaan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 09.00 WIB ini bertempat di area PT Lestari Banten Energi, Jalan Raya Salira Indah, Desa Salira, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang. Seluruh rangkaian kegiatan pembukaan berjalan dengan khidmat, diawali dengan prosedur safety induction keselamatan kerja, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta penayangan profil perusahaan (company profile) PT LBE.

Dalam sambutannya, Station Manager PT Lestari Banten Energi, Joko Sampurno, menyambut baik kedatangan tim dari Baharkam Polri. Pihak manajemen menegaskan komitmen penuh perusahaan untuk terus bersinergi dengan kepolisian dalam menerapkan sistem pengamanan terbaik demi menjaga kelancaran operasional Obvitnas.

Ketua Tim Klarifikasi Korsabhara Baharkam Polri, Kombes Pol Imam Sadar Budidono, S.I.K., S.H., dalam opening meeting menyampaikan bahwa verifikasi lapangan ini penting dilakukan untuk mengevaluasi sekaligus menguatkan sistem pengamanan yang ada. Langkah ini diharapkan mampu meminimalisir segala bentuk potensi gangguan keamanan di lingkungan perusahaan.

Selain Kombes Pol Imam Sadar Budidono, Tim Klarifikasi Korsabhara Baharkam Polri yang turun ke lapangan beranggotakan AKP Deden Darmanto, S.H., Drs. Yoyok Sri Nurcahyo, M.Si., dan R. Lucky Sulaksana, S.H., M.H.

Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh jajaran manajemen dan pengamanan PT LBE, antara lain Deputy Station Manager Alvin Tau Wey Ren, OHSS Manager I Gede Sumantra, Operation Shift Leader Jonny Marantika, Safety Engineering A. Kharis, serta jajaran Head of Department dan staf administrasi. Turut mendampingi dari kewilayahan, P.S. Kasubdit Audit Ditpamobvit Polda Banten Kompol Firman Hamid dan Panit 1 Subdit Audit Ditpamobvit Polda Banten Ipda Supriyati.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama antara Tim Korsabhara Baharkam Polri, perwakilan Ditpamobvit Polda Banten, dan jajaran manajemen PT Lestari Banten Energi. Hingga selesainya acara pembukaan, situasi dan kondisi di lokasi dilaporkan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan klarifikasi implementasi SMP ini akan dilanjutkan dengan pemeriksaan dokumen teknis serta peninjauan langsung ke sejumlah titik pengamanan di area pabrik.

Tanamkan Empati Sejak Dini, Dikmas Satwa Polri Ajak Siswa SLB Negeri Depok Berinteraksi dengan Hewan



REFORMASI-ID | Depok - Suasana penuh keceriaan menyelimuti Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Depok pada Rabu (28/10/2026). Program Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Unit Satwa K-9 Korsabhara Baharkam Polri menggelar kegiatan bertajuk "Bersama Sahabat Baru" untuk mengajak siswa-siswi berkebutuhan khusus mengenal dan berinteraksi langsung dengan berbagai satwa ramah anak.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan siswa SLB Negeri Depok, guru pendamping, serta personel Dikmas Satwa. Beberapa satwa yang dihadirkan di antaranya kelinci, kucing domestik, kura-kura, dan burung.

Melalui interaksi ini, anak-anak diajak belajar beberapa hal dasar, yaitu:

• Cara memberi makan hewan yang benar.

• Cara mengelus satwa dengan lembut dan penuh kasih sayang.

• Pentingnya menjaga kebersihan tangan setelah berinteraksi dengan hewan.

Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Pol. Jossy Kusumo menyatakan bahwa kegiatan Dikmas Unit Satwa ini bukan sekadar pengenalan hewan, melainkan sarana terapi sekaligus pendidikan karakter.

“Kami ingin anak-anak merasakan bahwa kasih sayang itu universal. Melalui satwa, mereka belajar empati, tanggung jawab, dan keberanian. Kami melihat sendiri bagaimana sahabat-sahabat baru di SLB Negeri Depok ini sangat antusias dan penuh kasih saat berinteraksi,” ujar Irjen Pol. Jossy Kusumo.

Apresiasi senada juga disampaikan oleh pihak sekolah. Kepala SLB Negeri Depok menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang.

"Kegiatan seperti ini sangat positif untuk perkembangan sosial-emosional anak-anak kami. Interaksi dengan hewan membantu melatih fokus, kesabaran, dan rasa percaya diri. Terima kasih kepada Dikmas Satwa Korsabhara Polri yang sudah menghadirkan pengalaman baru yang menyenangkan,” ungkapnya.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama, pemberian pakan satwa, serta penyerahan paket edukasi tentang cara merawat hewan kepada pihak sekolah.

Pelaksana Program Dikmas Satwa, Brigadir Wayan, menegaskan komitmen Polri untuk terus melanjutkan edukasi cinta satwa ke sekolah-sekolah inklusi di wilayah Depok dan sekitarnya. Langkah ini menjadi bagian dari gerakan pendidikan karakter untuk menanamkan rasa peduli terhadap sesama makhluk hidup sejak dini.

Dikmas Satwa Korsbhara Polri Hadirkan Kebahagiaan Bersama Sahabat Baru di SLB Bogor, Tanamkan Empati Sejak Dini



REFORMASI-ID | Bogor, 28 Oktober 2026 -Suasana penuh keceriaan menyelimuti SLB di Kota Bogor pada Selasa (28/10). Program Edukasi Masyarakat (Dikmas) Unit Satwa K-9 Korsabhara Baharkam Polri menggelar kegiatan bertajuk “Bersama Sahabat Baru” yang mengajak siswa-siswi berkebutuhan khusus untuk mengenal dan berinteraksi langsung dengan berbagai satwa ramah anak.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan siswa SLB, guru pendamping, dan relawan Dikmas Satwa. Beberapa satwa yang dihadirkan antara lain kelinci, kucing domestik, kura-kura, dan burung. Anak-anak diajak belajar cara memberi makan yang benar, cara mengelus dengan lembut, serta pentingnya menjaga kebersihan setelah berinteraksi dengan hewan.

Kakorsabhara Kabaharkam Polri Irjen Pol Jossy Kusumo menyatakan bahwa kegiatan Dikmas Unit K-9 Satwa ini bukan sekadar pengenalan hewan, melainkan sarana terapi dan pendidikan karakter.

“Kami ingin anak-anak merasakan bahwa kasih sayang itu universal. Melalui satwa, mereka belajar empati, tanggung jawab, dan keberanian. Kami melihat sendiri bagaimana sahabat-sahabat baru di SLB Bogor ini sangat antusias dan penuh kasih saat berinteraksi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SLB Bogor menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap kolaborasi dapat terus berlanjut.

“Kegiatan seperti ini sangat positif untuk perkembangan sosial-emosional anak-anak kami. Interaksi dengan hewan membantu melatih fokus, kesabaran, dan rasa percaya diri. Terima kasih kepada Dikmas Satwa yang sudah menghadirkan pengalaman baru yang menyenangkan,” ungkapnya.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama, pemberian pakan, dan penyerahan paket edukasi tentang cara merawat hewan kepada pihak sekolah. Tawa dan senyum anak-anak menjadi penutup manis kegiatan hari ini.

Brigadir Wayan Salah seorang Polwan yang melaksanakan Program Dikmas Satwa ini berkomitmen untuk terus melanjutkan edukasi cinta satwa ke sekolah-sekolah inklusi di wilayah Bogor dan Depok sebagai bagian dari gerakan pendidikan karakter peduli makhluk hidup.

Pemkab Lampung Selatan Siapkan Strategi Optimalisasi PAD 2027, Perkuat Pengawasan dan Digitalisasi Pajak


REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menyiapkan sejumlah strategi untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun Anggaran 2027. Upaya tersebut dilakukan melalui perluasan basis pajak, peningkatan kepatuhan wajib pajak, penguatan pengawasan, evaluasi target retribusi, serta digitalisasi administrasi dan pemungutan pajak.

Strategi tersebut dibahas dalam rapat penyusunan proyeksi target PAD Kabupaten Lampung Selatan Tahun Anggaran 2027 sekaligus pembahasan perubahan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Rapat berlangsung di Kantor Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Lampung Selatan, Selasa (27/10/2026).

Asisten Administrasi Umum Pemkab Lampung Selatan, Edy Firnandi, M.Si., menegaskan bahwa optimalisasi penerimaan daerah tidak harus dilakukan dengan menaikkan tarif pajak dan retribusi. Kebijakan fiskal daerah harus tetap mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat, daya beli, serta keberlangsungan dunia usaha.

“Optimalisasi penerimaan daerah tidak semata-mata dilakukan melalui kenaikan tarif,” kata Edy dalam rapat tersebut.

Rapat dipimpin Kepala BPPRD Lampung Selatan, Iwan Chandra Gautama, S.E., M.M., dan dihadiri perwakilan 14 organisasi perangkat daerah (OPD) pengelola retribusi.

Iwan menjelaskan, perubahan Perda Nomor 1 Tahun 2024 mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah serta Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2023.

Penyusunan perubahan regulasi tersebut meliputi pengkajian materi, penyelarasan kebijakan, penyusunan naskah akademik, serta koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri.

Menurutnya, proyeksi tambahan PAD harus disusun berdasarkan potensi riil daerah, tingkat kepatuhan wajib pajak, kondisi perekonomian masyarakat, serta evaluasi penerimaan setiap jenis pajak dan retribusi.

Realisasi Pajak Daerah Capai 86,76 Persen

Dalam Perubahan APBD (P-APBD) 2026, target PAD Kabupaten Lampung Selatan ditetapkan sebesar Rp274 miliar. Hingga 27 Oktober 2026, realisasi pajak daerah tercatat mencapai Rp238,2 miliar atau sekitar 86,76 persen dari target tersebut.

Untuk meningkatkan penerimaan hingga akhir tahun, BPPRD menyiapkan strategi ekstensifikasi dan intensifikasi pajak.

Ekstensifikasi dilakukan dengan memperluas basis wajib pajak melalui pendataan potensi penerimaan yang belum tergarap secara optimal. Salah satu sasaran yang dibahas adalah usaha kafe di gerai minimarket serta pengenaan pajak atas tenaga listrik bagi perusahaan yang menggunakan batu bara sebagai sumber energi, sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, intensifikasi dilakukan melalui optimalisasi pengawasan dan pemungutan pajak dari objek yang telah terdaftar.

Langkah tersebut antara lain menyasar Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas makanan dan minuman dari instansi vertikal atau instansi pemerintah di luar Pemkab Lampung Selatan yang melakukan pengadaan konsumsi. Selain itu, dilakukan evaluasi dan penilaian kembali objek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

BPPRD juga mencatat perkembangan penerimaan dari opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Hingga 27 Oktober 2026, realisasi opsen PKB mencapai Rp30,2 miliar atau sekitar 82 persen dari target Rp36,7 miliar. Sementara itu, realisasi opsen BBNKB mencapai Rp31,4 miliar atau 88,5 persen dari target Rp33,5 miliar.

Iwan menegaskan bahwa kebijakan pajak dan retribusi harus tetap memperhatikan kemampuan masyarakat, daya beli, kondisi perekonomian, perkembangan dunia usaha, dan iklim investasi.

“Peningkatan PAD bukan satu-satunya indikator keberhasilan, tetapi harus seimbang dengan pertumbuhan ekonomi, kualitas pelayanan publik, dan keberlangsungan aktivitas usaha,” tegasnya.

Evaluasi Retribusi dan Kemudahan Pelayanan Pajak

Dalam pembahasan perubahan Perda, Pemkab Lampung Selatan turut meninjau sejumlah ketentuan mengenai jenis dan tarif retribusi daerah.

Salah satu materi yang disempurnakan berkaitan dengan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), termasuk pencantuman Standar Harga Satuan Tertinggi (SHST) dan penyesuaian tabel indeks sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021.

BPPRD juga mengumpulkan OPD pengelola retribusi untuk mengevaluasi target penerimaan yang diusulkan agar lebih sesuai dengan potensi dan kondisi riil di lapangan.

Selain mengoptimalkan penerimaan, Pemkab Lampung Selatan berupaya meningkatkan kemudahan pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor melalui pembangunan layanan Samsat Drive Thru di Kecamatan Natar.

Kepala Bidang Pengembangan dan Penetapan BPPRD Lampung Selatan, Doni Oktora, mengatakan layanan tersebut direncanakan diluncurkan pada awal November 2026.

Menurutnya, keberadaan Samsat Drive Thru diharapkan memudahkan masyarakat Kecamatan Natar dan wilayah sekitarnya dalam membayar pajak kendaraan tanpa harus menempuh perjalanan ke Kalianda.

“Drive Thru yang dibangun di Natar direncanakan launching awal November 2026. Tujuannya memudahkan masyarakat Natar dan sekitarnya membayar pajak kendaraan, sekaligus memangkas jarak dan biaya perjalanan,” ujar Doni.

Ia menambahkan, pembangunan layanan tersebut merupakan inisiatif Pemkab Lampung Selatan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung.

Melalui perluasan basis pajak, peningkatan kepatuhan wajib pajak, evaluasi target retribusi, penguatan pengawasan, serta pengembangan layanan yang lebih mudah diakses masyarakat, Pemkab Lampung Selatan berharap penerimaan daerah dapat semakin optimal.

Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian fiskal daerah sekaligus menjaga keseimbangan antara peningkatan PAD, pertumbuhan ekonomi, kualitas pelayanan publik, dan keberlangsungan dunia usaha. (*) 

Peringati Hari Sumpah Pemuda, BNNKLS Jaga Semangat Nasionalisme Jauhi Narkoba


REFORMASI-ID | Lampung Selatan - Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Lampung Selatan (BNNKLS) AKBP.Rahmad Hidayat., Menjadi Pembina Upacara diikuti seluruh jajaran dan staf BNNK-LS melaksanakan kegiatan Upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman kantor BNNK Lampung Selatan. Rabu, 28/10/2026.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh Personel BNNK Lampung Selatan, Siswa PKL SMK PGRI Palas dan SMK Yaditama Sidomulyo. Dengan Pembaca Teks Sumpah Pemuda, Staf Umum Lucky Putri., Staf P2M Arizal sebagai pembaca doa dan pembawa acara Penyuluh Narkoba Ahli Muda -Mutiah Fahmi H,, S.I.Kom.

Selaku Inspektur Upacara AKBP. Rahmad Hidayat, S.E., M.M. Dalam amanatnya, AKBP. Rahmad Hidayat, S.E., M.M., menyampaikan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun ini menjadi momentum penting untuk mengenang semangat persatuan para pemuda 1928 lalu, yang telah mengikrarkan Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa Indonesia.

Lebih lanjut Kepala BNNKLS mengatakan. Tema tahun ini menegaskan bahwa Pemuda adalah penggerak utama pembangunan bangsa. Pemuda hari ini harus bersatu melawan ancaman nyata bangsa, salah satunya adalah bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.


"BNN Kabupaten Lampung Selatan. Mengajak seluruh personel dan generasi muda di Lampung Selatan untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif, kreatif, inovatif dan menjauhi narkoba," ujar AKBP Rahmad Hidayat.

Selain itu lanjutnya. BNNK Lampung Selatan mengajak Pemuda Kabupaten Lampung Selatan untuk menjadi Penggiat dan Duta Anti Narkoba, dalam upaya mewujudkan Pemuda Lampung Selatan BERSINAR (Bersih Narkoba).

"Semangat Sumpah Pemuda harus kita aktualisasikan dalam pelaksanaan tugas P4GN demi menyelamatkan generasi emas Indonesia 2045," tegasnya menandaskan.

Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-98 Tahun 2026 di BNNK Lampung Selatan berjalan dengan khidmat, tertib, aman dan lancar. Melalui upacara ini diharapkan dapat menumbuhkan kembali semangat nasionalisme, persatuan dan jiwa patriotisme pemuda dalam memerangi narkoba. (Mdn) 

Polda Sumsel Bersama Kementerian dan Jamintel Koordinasikan Penanganan Dampak Sosial Pembangunan Tol


REFORMASI-ID | PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan dampak sosial kemasyarakatan terkait pelepasan kawasan hutan untuk pembangunan Proyek Strategis Nasional Jalan Tol Trans Sumatera ruas Betung–Tempino. Langkah ini dilakukan untuk mendukung kelancaran pembangunan sekaligus memastikan kepentingan dan hak masyarakat terdampak menjadi perhatian dalam setiap tahapan pelaksanaannya.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., memimpin langsung rapat koordinasi dan diskusi yang berlangsung di Ruang Delegasi Lantai 2 Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Rabu (28/10/2026), pukul 10.00 WIB.

Kegiatan tersebut melibatkan jajaran Polda Sumsel, perwakilan Asisten Deputi Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Tim Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, PT Hutama Karya (Persero), Kantor Wilayah BPN/ATR Provinsi Sumatera Selatan, serta perwakilan Tim Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan (PDSK) Kabupaten Musi Banyuasin.

Pembahasan difokuskan pada penyelarasan pelaksanaan PDSK dalam proses pelepasan kawasan hutan, termasuk koordinasi data dan verifikasi lapangan, agar pelaksanaannya berlangsung transparan, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Pendekatan dialog dan musyawarah juga menjadi perhatian untuk mengantisipasi potensi perselisihan serta memastikan persoalan masyarakat terdampak ditangani melalui mekanisme yang tepat.

Sinergi lintas sektor tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur strategis nasional. Selain memperkuat konektivitas dan mendukung aktivitas ekonomi, pembangunan jalan tol diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, pelaksanaan pembangunan perlu disertai koordinasi yang baik, kepastian prosedur, dan perhatian terhadap dampak sosial yang timbul.

Dalam rapat tersebut, para pemangku kepentingan membahas perlunya penyelarasan langkah dan pemeriksaan lapangan secara terpadu. Koordinasi ini diharapkan membantu memastikan data yang digunakan akurat serta proses penyelesaian persoalan sosial dilaksanakan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai kewenangan masing-masing instansi.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., menegaskan bahwa Polri mendukung pembangunan nasional dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis, kepastian hukum, dan perlindungan terhadap kepentingan masyarakat.

“Semangat Polisi Bersama Masyarakat bukan sekadar slogan, tetapi merupakan komitmen kami untuk memastikan suara dan hak masyarakat didengar. Kami mendukung Proyek Strategis Nasional Tol Betung–Tempino, namun penanganan dampak sosial dalam proses pelepasan kawasan hutan harus dilaksanakan secara humanis, transparan, dan sesuai ketentuan hukum agar kepentingan masyarakat tetap diperhatikan,” tegas Kapolda Sumsel.

Perwakilan Tim Jamintel Kejaksaan Agung RI melalui Kasubdit IV.A Direktorat Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS), Imran Yusuf, turut menekankan pentingnya keterbukaan dan kepatuhan terhadap ketentuan hukum dalam mengawal pembangunan strategis.

“Pengamanan pembangunan strategis bertujuan memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai prosedur dan ketentuan hukum. Koordinasi bersama Polda Sumsel dan seluruh pemangku kepentingan diperlukan agar proses penanganan dampak sosial dilaksanakan secara akuntabel serta memperhatikan hak masyarakat sesuai peraturan yang berlaku,” ujar Imran Yusuf.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa komunikasi terbuka dengan masyarakat terdampak menjadi bagian penting dalam mencegah kesalahpahaman dan menjaga situasi keamanan tetap kondusif.

“Polda Sumsel berkomitmen mendukung pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, kami mendorong koordinasi dan komunikasi yang terbuka dengan seluruh pihak agar persoalan di lapangan dapat ditangani secara tepat, transparan, dan sesuai ketentuan,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi dan menyelaraskan data di lapangan sebagai bagian dari pelaksanaan penanganan dampak sosial kemasyarakatan pada proyek Tol Betung–Tempino.

Melalui sinergi antara kepolisian, kementerian, lembaga terkait, dan pelaksana pembangunan, Polda Sumsel berharap proses pembangunan dapat berjalan tertib dengan tetap memperhatikan kepastian hukum serta kepentingan masyarakat. Komitmen ini sejalan dengan semangat “Polisi Bersama Masyarakat” dalam menjaga stabilitas kamtibmas sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan di Sumatera Selatan. (Mdn) 

Polisi Ungkap Penyalahgunaan Solar Subsidi 8.400 Liter di Katibung, Tiga Orang Jadi Tersangka


REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN — Polres Lampung Selatan mengungkap penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di Jalan Lintas Sumatera, Desa Tanjung Ratu, Kecamatan Katibung, Selasa (27/10/2026) dini hari.

Dalam pengungkapan tersebut, Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan, S.H., S.I.K., M.M., M.Si mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi. 

“Kami menemukan dua unit truk Hino berwarna hijau di Jalan Lintas Sumatera, Desa Tanjung Ratu, Kecamatan Katibung. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan 240 jeriken berisi sekitar 8.400 liter solar subsidi dan mengamankan delapan orang untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Deddy.

Dari delapan orang yang diamankan, polisi menetapkan tiga orang berinisial P (40), warga Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan; S (44), warga Kota Cilegon, Banten; dan MN (26), warga Kota Sukabumi, Jawa Barat, sebagai tersangka. 

Pengungkapan kasus ini berawal dari penyelidikan yang dilakukan petugas pada Selasa (27/10/2026) sekitar pukul 00.30 WIB di Jalan Lintas Sumatera, Desa Tanjung Ratu, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan. Di lokasi tersebut, petugas memeriksa dua unit truk Hino bernomor polisi B 9228 BEV dan B 9376 BEV. Dari pemeriksaan itu, polisi menemukan 240 jeriken berkapasitas masing-masing 35 liter yang berisi solar subsidi, dengan total volume sekitar 8.400 liter.

“Selain BBM dan kedua truk tersebut, polisi menyita satu unit mobil pikap Suzuki Carry berwarna putih bernomor polisi 8733 TT, satu mesin penyedot, serta uang tunai Rp 4.436.000 diduga berkaitan dengan aktivitas pengangkutan solar subsidi tersebut” lanjut AKBP Deddy

Atas perbuatannya, para tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah. Pasal tersebut mengatur penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga BBM yang disubsidi pemerintah, dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling tinggi Rp 60 miliar. (Hms/Mdn)

27 Oktober 2026

Polisi Sahabat Anak: Ditpolsatwa Korsabhara Polri Sambut Hangat Kunjungan Edukasi TK Islam Amaryllis




REFORMASI-ID | Jakarta - Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri membuka pintu markasnya dengan penuh kehangatan untuk menyambut kunjungan belajar dari anak-anak TK Islam Amaryllis, Jakarta Timur, pada Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, sekaligus mengenalkan profesi kepolisian sejak dini lewat pendekatan yang humanis dan bersahabat.

Sejak pukul 08.30 WIB, suasana Mako Korsabhara Baharkam Polri mendadak ramai oleh celoteh ceria dan tawa riang 68 siswa-siswi TK. Didampingi oleh 8 orang guru dan 12 anggota komite wali murid, rombongan kecil ini disambut langsung oleh para personel gabungan dari Staf Urmin Cakkal, Detasemen K-9, Detasemen Turangga, serta tim PID Ditpolsatwa.

Di bawah bimbingan para instruktur polisi yang ramah, anak-anak diajak berinteraksi langsung dengan satwa-satwa hebat milik Polri. Mereka diperkenalkan dengan keahlian luar biasa dari anakan K-9 serta kegagahan kuda-kuda Turangga yang sehari-hari bertugas menjaga keamanan negara. Rasa takut anak-anak seketika mencair menjadi sorot mata penuh kagum saat melihat satwa-satwa tersebut beraksi dan patuh pada aba-aba petugas.

Kakorsabhara Baharkam Polri, Irjen Pol Jossy Kusumo, S.H., M.Han., menyampaikan bahwa kegiatan edukasi wisata ini sengaja dikemas dengan santai dan menyenangkan agar anak-anak merasa nyaman. Hal ini sejalan dengan moto Kapolri yang mengedepankan sinergi kedekatan antara polisi dan masyarakat di segala usia.

"Kami ingin anak-anak tahu bahwa polisi adalah sahabat mereka. Lewat pengenalan profesi Polisi Satwa ini, kami berharap bisa menanamkan rasa cinta anak-anak kepada kepolisian sekaligus mengedukasi mereka tentang bagaimana satwa bisa membantu tugas-tugas kemanusiaan," ujar Irjen Pol Jossy Kusumo.

Kesan mendalam dirasakan langsung oleh pihak sekolah. Perwakilan guru yang mendampingi mengungkapkan rasa bahagia dan terima kasihnya atas sambutan luar biasa dari para personel kepolisian. Menurutnya, kunjungan ini berhasil mematahkan rasa tegang anak-anak saat pertama kali masuk ke markas polisi. Pendekatan personel yang sabar dan ramah membuat anak-anak tidak hanya belajar menyayangi hewan, melainkan juga melihat langsung sisi humanis dari kepolisian.

Kegembiraan yang sama juga terpancar dari celoteh polos para murid. Salah satu siswa dengan mata berbinar mengaku sangat senang karena akhirnya berani memberikan makan dan mengelus langsung kuda poni milik Detasemen Turangga. Meskipun awalnya sempat takut melihat ukuran satwa yang besar, keramahan para petugas yang memandu berhasil menumbuhkan keberaniannya, bahkan memicu cita-cita anak tersebut untuk menjadi polisi satwa di masa depan.

Antusiasme peserta begitu luar biasa. Tidak hanya siswa-siswi yang berebut ingin mengelus satwa, para guru dan wali murid pun tampak sangat bersemangat mendampingi jalannya kegiatan hingga selesai pada pukul 11.00 WIB. Pihak sekolah TK Islam Amaryllis pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Ditpolsatwa atas kesempatan emas dan edukasi luar biasa yang telah diberikan kepada anak didik mereka.

Melalui momen kedekatan ini, Polri kembali membuktikan bahwa ketegasan dalam menjaga keamanan bisa berjalan beriringan dengan kelembutan rasa cinta kepada masyarakat dan generasi penerus bangsa.

Polisi Bersama Masyarakat, Polsek Katibung Temukan Tanaman Diduga Ganja di Ladang Warga


REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN — Sinergi polisi dan masyarakat mengungkap temuan satu batang tanaman yang diduga ganja setinggi sekitar satu meter di sebuah ladang warga di Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (26/10/2026). Temuan tersebut berawal dari informasi warga yang ditindaklanjuti oleh personel Polsek Katibung.

Kapolsek Katibung IPTU Dita Hidayatullah, S.H., M.H., mewakili Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan, S.H., S.I.K., M.M., M.Si., menjelaskan bahwa tanaman tersebut ditemukan saat petugas melakukan pengecekan ke lokasi bersama perangkat desa.

“Petugas menemukan satu batang tanaman berwarna hijau yang diduga ganja, dengan tinggi sekitar satu meter, ditanam dalam pot plastik berwarna hitam. Tanaman tersebut ditemukan di ladang milik warga” ujar IPTU Dita.

Pengecekan dilakukan setelah polisi menerima informasi masyarakat mengenai dugaan tanaman ganja di ladang milik seorang warga berinisial R. Kapolsek Katibung IPTU Dita Hidayatullah turun langsung bersama personel untuk mengecek lokasi, didampingi Kepala Dusun Sebalang, Nur Alim.

"Polisi akan melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan meminta keterangan pemilik lahan serta mencari saksi-saksi lainnya untuk mendalami asal-usul tanaman tersebut. Petugas juga berkoordinasi dengan Satresnarkoba Polres Lampung Selatan guna memastikan jenis tanaman dan menentukan langkah penanganan sesuai ketentuan hukum," ungkapnya.

IPTU Dita mengimbau masyarakat agar segera melaporkan aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk dugaan penyalahgunaan narkotika, melalui layanan Call Center Polri 110 atau Bhabinkamtibmas setempat. 

"Partisipasi masyarakat diharapkan dapat mempercepat penanganan dan memperkuat sinergi antara polisi dan warga dalam menjaga keamanan lingkungan," himbau Iptu Dita menegaskan. (Mdn) 

26 Oktober 2026

Diduga Cabuli Gadis Penyandang Disabilitas, Oknum Marbot Digulung Polisi


REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN - Seorang oknum Marbot Masjid berusia 75 tahun di Kabupaten Lampung Selatan ditangkap Polisi atas dugaan Pencabulan dan Persetubuhan terhadap gadis penyandang Disabilitas mental berusia 23 tahun, pelaku diduga telah berulang kali melakukan aksinya digudang Masjid hingga akhirnya dipergoki warga. Senin, 26/10/2026.

Seorang Pria lanjut usia berinisial JS, 75 tahun diamankan Polisi atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap Gadis penyandang Disabilitas Mental berinisial CW usia 23 tahun. 

Peristiwa tersebut disampaikan oleh Kanit PPA Satreskrim Polres Lampung Selatan Ipda Sigit Ponco. Tersangka yang diketahui merupakan Marbot Masjid ini diduga melakukan pencabulan dan persetubuhan terhadap korban di gudang Masjid di Kecamatan Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan

"Kasus ini terungkap setelah warga memergoki tersangka saat melakukan aksinya pada 1 Oktober lalu," ujar Kanit PPA Satreskrim Polres Lampung Selatan. 

Lebih lanjut jelasnya. Terduga pelaku sempat melarikan diri ke Bandar Lampung, kemudian tersangka akhirnya ditangkap di kediamannya pada Rabu dini hari, 21 Oktober 2026. Berdasarkan hasil pemeriksaan Polisi tersangka mengakui telah melakukan perbuatan tersebut sebanyak Lima Kali dilokasi yang sama. 

Tak hanya itu lanjut Ipda Sigit Ponco. Bejatnya tersangka mengenal korban dan bertetangga dengannya serta mengetahui kondisi DISABILITAS MENTAL yang dialami korban. 

"Kini tersangka kami tahan dirumah tahanan Polres Lampung Selatan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut," ungkap Kanit PPA Satreskrim Polres Lampung Selatan IPDA Sigit Ponco Winarno

Polisi menjerat tersangka dengan Pasal Enam huruf C Undang-undang nomor Dua Belas Tahun 2022 tentang tindak Pidana kekerasan seksual / JUNCTO Pasal 473. Ayat 1 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. 

Polisi mengimbau masyarakat terutama orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak agar terhindar dari kekerasan seksual. (*)

Dukung MTQ ke-53 Tingkat Provinsi Lampung, Lampung Selatan Siapkan 9 Lokasi Pertandingan


REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN – Kabupaten Lampung Selatan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-53 Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026. Rangkaian perlombaan berlangsung pada 26–29 Oktober 2026 dengan sembilan lokasi pertandingan yang tersebar di wilayah Kalianda.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Lampung Selatan, Qorinilawan, S.H., M.A., mengatakan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan MTQ tersebut.

Sembilan lokasi yang digunakan terdiri atas GOR Way Handak sebagai pusat perlombaan serta delapan lokasi lainnya, yakni Aula Bappeda, Dinas Kesehatan, Kesbangpol, PKK, Dinas Pendidikan, SMAN 2 Kalianda, SMPN 1 Kalianda, dan Aula MAN 1 Kalianda.

“Penyelenggaraan MTQ tahun ini mencakup berbagai cabang perlombaan, mulai dari seni membaca Al-Qur’an, hafalan Al-Qur’an, tafsir, kaligrafi, karya tulis ilmiah Al-Qur’an, hingga hafalan hadis,” jelas Qorinilawan, Senin (26/10/2026).

Pelaksanaan perlombaan dibagi menjadi tiga sesi setiap hari, yakni pukul 08.00–11.30 WIB, 13.30–17.30 WIB, dan 19.30–22.30 WIB. Pembagian jadwal tersebut dilakukan agar berbagai cabang lomba dapat berlangsung secara bersamaan di lokasi yang telah ditentukan.

Pada hari pertama, Senin (26/10/2026), sejumlah cabang yang diperlombakan meliputi tartil Al-Qur’an, golongan tunanetra, hafalan Al-Qur’an, Fahm Al-Qur’an, Syarh Al-Qur’an, seni kaligrafi, karya tulis ilmiah Al-Qur’an, serta hafalan hadis.

Perlombaan berlanjut pada Selasa dan Rabu melalui sejumlah tahapan penyisihan dan penilaian. Sementara itu, Kamis (29/10/2026) dijadwalkan menjadi puncak kompetisi dengan pelaksanaan berbagai babak final.

Pada sesi pagi, babak final mencakup tartil dan golongan anak-anak, hafalan Al-Qur’an, Fahm Al-Qur’an, Syarh Al-Qur’an, kaligrafi, karya tulis ilmiah Al-Qur’an, serta hafalan hadis.

Sesi siang dijadwalkan untuk final golongan remaja, qiraat murottal dewasa, hafalan Al-Qur’an, tafsir bahasa Inggris dan Indonesia, serta hafalan hadis. Adapun sesi malam akan mempertandingkan final golongan dewasa dan qiraat mujawwad dewasa.

Melalui persiapan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berupaya memastikan seluruh rangkaian MTQ ke-53 Tingkat Provinsi Lampung berjalan tertib dan lancar, sekaligus menjadi wadah untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an serta mendorong lahirnya generasi Qur’ani yang berprestasi. (*)

Operasi Patuh Musi 2026 Resmi Dimulai, Polda Sumsel Fokus Tekan Risiko Kecelakaan di Jalan Raya


REFORMASI-ID | PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Musi 2026 di Lapangan Apel Mapolda Sumsel, Palembang, Senin (26/10/2026). Dipimpin Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Irwansyah, S.I.K., M.H., C.L.A., kegiatan ini menegaskan komitmen kepolisian untuk membangun budaya tertib berlalu lintas dengan mengutamakan keselamatan pengguna jalan melalui pendekatan humanis, persuasif, dan edukatif.

Apel tersebut dihadiri jajaran pejabat utama Polda Sumsel serta perwakilan instansi lintas sektoral, meliputi Pomdam II/Sriwijaya, Satpomau, Denpom Lanal Palembang, BPTD Kelas I Sumsel, Dinas Perhubungan Sumatera Selatan, Satpol PP Sumsel, Bapenda Sumsel, dan PT Jasa Raharja Cabang Sumsel. Keterlibatan berbagai instansi ini menjadi wujud sinergi dalam mendukung keselamatan dan ketertiban berlalu lintas di wilayah Sumatera Selatan.

Operasi Patuh Musi 2026 dilaksanakan selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Operasi kepolisian kewilayahan ini diarahkan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas sekaligus menekan risiko kecelakaan dan fatalitas korban di jalan raya.

Dalam pelaksanaannya, Polda Sumsel mengedepankan edukasi dan pencegahan, disertai penegakan hukum secara profesional dan proporsional. Orientasi operasi bukan semata-mata pada jumlah penindakan, melainkan pada tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan dalam setiap aktivitas berkendara.

Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Irwansyah, S.I.K., M.H., C.L.A., menegaskan bahwa seluruh personel harus mengedepankan sikap santun, profesional, dan humanis saat menjalankan tugas di lapangan.


“Tujuan utama Operasi Patuh adalah membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat, bukan mengejar target jumlah tilang. Setiap personel yang bertugas di lapangan wajib mengutamakan sikap santun, melayani dengan profesional, serta memprioritaskan pencegahan pada potensi pelanggaran yang berisiko fatal,” ujar Brigjen Pol Irwansyah.

Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Robertho Pardede, S.I.K., M.I.K., menjelaskan bahwa pengawasan selama operasi difokuskan pada pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Sasaran tersebut meliputi penggunaan ponsel saat berkendara, pengendara di bawah umur, melawan arus, pelanggaran rambu dan lampu lalu lintas, serta tidak menggunakan helm berstandar SNI atau sabuk pengaman.

“Kami mengedepankan sinergi lintas sektoral bersama instansi perhubungan dan aparat TNI agar keselamatan di jalan raya menjadi kebutuhan bersama. Penegakan hukum tetap dilakukan secara selektif, proporsional, serta mengutamakan sistem penindakan modern yang transparan demi mewujudkan lalu lintas yang aman dan berkeselamatan,” kata Kombes Pol Robertho Pardede.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif mendukung keberhasilan operasi dengan mematuhi peraturan dan mengutamakan keselamatan saat berkendara.

“Polda Sumsel mengajak segenap elemen masyarakat menjadikan tertib berlalu lintas sebagai cerminan budaya bangsa yang maju dan beradab. Polri senantiasa hadir memberikan pengayoman dan pelayanan terbaik demi menjaga keselamatan generasi bangsa di jalan raya,” tutur Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.

Melalui Operasi Patuh Musi 2026, Polda Sumsel bersama seluruh pemangku kepentingan berupaya memperkuat kesadaran hukum, meningkatkan disiplin pengendara, serta menekan risiko kecelakaan lalu lintas. Partisipasi masyarakat dan keteladanan personel di lapangan menjadi bagian penting dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Sumatera Selatan. (Mdn) 

25 Oktober 2026

Polda Lampung Kerahkan 702 Personel dalam Operasi Patuh Krakatau 2026, Melawan Arus Jadi Target Utama


REFORMASI-ID | LAMPUNG – Polda Lampung mengerahkan 702 personel untuk menggelar Operasi Patuh Krakatau 2026 selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Pelanggaran melawan arus menjadi salah satu sasaran utama operasi tersebut.

Operasi ini digelar untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan dan fatalitas korban di jalan raya.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, operasi tersebut tidak semata-mata berorientasi pada banyaknya pengendara yang ditilang, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat dalam berlalu lintas.

“Keberhasilan operasi harus dilihat dari meningkatnya kesadaran masyarakat, perubahan perilaku berkendara, menurunnya angka kecelakaan, serta berkurangnya fatalitas korban kecelakaan lalu lintas,” kata Yuni, Minggu (25/10/2026).

*Melawan arus menjadi perhatian utama*

Menurut Yuni, salah satu perhatian utama dalam Operasi Patuh Krakatau 2026 adalah pelanggaran melawan arus yang berpotensi membahayakan pengendara maupun pengguna jalan lainnya.

Polda Lampung bersama jajaran akan meningkatkan pengawasan dan pencegahan di lokasi-lokasi rawan pelanggaran. Upaya tersebut diarahkan untuk menekan perilaku berkendara yang membahayakan keselamatan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mengambil jalan pintas dengan melawan arus karena tindakan tersebut sangat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” ujar Yuni.

Selain melawan arus, petugas juga menyasar pengendara yang menggunakan telepon genggam saat berkendara, tidak memakai helm atau sabuk keselamatan, menerobos lampu merah, serta melebihi batas kecepatan.

Yuni menegaskan, pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis tetap dikedepankan dalam pelaksanaan operasi. Polisi akan memberikan sosialisasi, pendidikan masyarakat, serta edukasi keselamatan berkendara melalui kegiatan safety riding dan safety driving.

“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa kehadiran polisi lalu lintas adalah untuk melindungi, melayani, dan menjaga keselamatan mereka,” kata Yuni.

*702 personel dikerahkan, penindakan diawasi Provos*

Operasi Patuh Krakatau 2026 melibatkan 702 personel, terdiri dari 94 personel satuan tugas Polda Lampung dan 608 personel satuan tugas Polres atau Polresta jajaran.

Penegakan hukum akan mengoptimalkan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau penindakan berbasis elektronik. Petugas juga dapat melakukan penindakan langsung dan memberikan teguran simpatik sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk mencegah penyimpangan selama operasi, Polda Lampung menegaskan bahwa setiap pelaksanaan penilangan harus didampingi personel Provos sebagai bagian dari pengawasan internal.

Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan penegakan hukum berjalan profesional, transparan, dan akuntabel.

Sementara itu, Dirlantas Polda Lampung Kombes Pol M. Reza Chairul Akbar Sidiq menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Patuh Krakatau 2026 harus memberikan dampak nyata terhadap keselamatan pengguna jalan.

“Operasi ini bukan sekadar penindakan, tetapi upaya membangun budaya tertib berlalu lintas agar masyarakat semakin sadar bahwa keselamatan merupakan kebutuhan bersama,” ujar Reza.

Ia menekankan, personel lalu lintas juga harus hadir membantu masyarakat, mengurai kemacetan, memberikan edukasi, serta menolong pengguna jalan yang mengalami kesulitan.

Polda Lampung turut mengajak media massa dan masyarakat menyebarluaskan pesan keselamatan berlalu lintas, terutama kepada pelajar, mahasiswa, komunitas kendaraan bermotor, dan pengemudi angkutan.

Melalui operasi ini, Polda Lampung berharap kepatuhan berlalu lintas tumbuh dari kesadaran masyarakat, bukan semata-mata karena takut terhadap sanksi.

Masyarakat diimbau tidak melawan arus, tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara, memakai helm dan sabuk keselamatan, serta mematuhi rambu dan batas kecepatan.

“Jangan melawan arus, jangan menggunakan HP saat berkendara, gunakan helm dan sabuk keselamatan, serta patuhi seluruh aturan lalu lintas. Ingat, keluarga menunggu kita pulang dengan selamat,” demikian imbauan Polda Lampung. (Hms/Mdn) 

Tindaklanjuti Aduan Masyarakat, Polisi: 8 Orang Diamankan Saat Penggerebekan Narkoba


REFORMASI-ID | PALEMBANG — Polsek Plaju, Polrestabes Palembang, mengamankan delapan orang dalam penggerebekan di dua lokasi yang diduga menjadi tempat penyalahgunaan narkotika jenis sabu di kawasan Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Plaju, Kota Palembang, pada Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WIB. Operasi yang dipimpin Kapolsek Plaju AKP Sutioso, S.H., M.H., M.Si., bersama Kanit Reskrim Ipda Feby Julian Pratama, S.H., M.M., tersebut menindaklanjuti aduan masyarakat mengenai dugaan aktivitas penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

Pada lokasi pertama, yakni kawasan permukiman di Jalan Talang Karet, petugas mengamankan tiga pria berinisial WN (24), WA (48), dan AM (33). Ketiganya diduga sedang mengonsumsi sabu dan berdasarkan hasil pemeriksaan urine dinyatakan positif mengandung methamphetamine.

Petugas kemudian mengembangkan operasi ke lokasi kedua, yakni area bekas reruntuhan PT Hoktong. Di lokasi tersebut, polisi mengamankan lima orang, terdiri atas empat pria berinisial AK (52), T (51), R (45), dan M (43), serta seorang perempuan berinisial SW (45) yang diduga menyediakan tempat dan alat untuk mengonsumsi sabu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan urine di lokasi kedua, empat orang, termasuk SW, dinyatakan positif mengandung methamphetamine. Sementara itu, dua orang lainnya dinyatakan negatif, tetapi tetap diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dari penggerebekan di kedua lokasi, petugas menyita empat alat isap sabu atau bong, 41 korek api, tujuh klip plastik bekas pakai narkotika, enam pirek kaca, sejumlah telepon seluler, serta dua sepeda motor, yakni Yamaha Mio S dan Yamaha Vega R.

Seluruh orang yang diamankan beserta barang bukti dibawa ke Mapolsek Plaju untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Polisi juga terus menyelidiki asal-usul barang yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pemilik atau pemasok.

Dalam penanganan perkara ini, kepolisian menyebut Pasal 612 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 dan Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 sebagai ketentuan hukum yang akan diterapkan sesuai hasil pemeriksaan. Penyidik juga berkoordinasi dengan Bidang Laboratorium Forensik Polda Sumsel dan pihak lembaga rehabilitasi untuk mendukung proses penanganan lebih lanjut.

Pengungkapan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian menindaklanjuti informasi masyarakat sekaligus menekan aktivitas penyalahgunaan narkotika di lingkungan permukiman. Polsek Plaju mengimbau masyarakat agar terus berperan aktif melaporkan dugaan peredaran maupun penyalahgunaan narkotika melalui saluran pengaduan kepolisian.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen menindaklanjuti setiap laporan masyarakat terkait dugaan tindak pidana narkotika.

“Kami berkomitmen melakukan penegakan hukum secara profesional dan sesuai ketentuan yang berlaku. Setiap dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika akan ditindaklanjuti secara tegas berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti yang ditemukan. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta segera melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas narkotika di lingkungannya,” ujar Nandang.

Polda Sumsel melalui jajaran Polrestabes Palembang akan terus mendorong penanganan dugaan penyalahgunaan narkotika secara terukur, profesional, dan berkelanjutan guna menjaga keamanan lingkungan serta melindungi masyarakat dari dampak buruk narkotika. (Hms/Mdn)

Jungle Sea Luncurkan Harga Tiket Baru Mulai Rp25.000, Liburan ke Lampung Selatan Makin Asyik dan Seru

REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN - Menjelang libur akhir tahun, Jungle Sea Kalianda membuat gebrakan di sektor pariwisata Lampung. Destinasi wisata keluarga terbesar di Lampung Selatan itu resmi meluncurkan harga tiket masuk terbaru yang jauh lebih terjangkau, mulai dari *Rp25.000 untuk weekdays dan Rp30.000 untuk weekend.*

Langkah strategis ini diambil sebagai komitmen Jungle Sea untuk memperluas akses wisata keluarga berkualitas, sekaligus mendongkrak kunjungan wisatawan ke Lampung Selatan di momentum libur akhir tahun 2026.

Sapa Warga Lewat CFD Tugu Adipura

Untuk memperkenalkan harga baru tersebut, Jungle Sea turun langsung menyapa warga di *Car Free Day (CFD) Tugu Adipura, Bandar Lampung, Minggu (25/10/2026).*

Aktivitas promosinya pun tidak biasa. Jungle Sea menghadirkan *Gala dan Tala*, maskot ikoniknya, bersama tim promosi yang mengenakan *kostum dinosaurus yang unik dan menggemaskan*. Aksi flyering interaktif ini sukses mencuri perhatian warga, terutama keluarga dan anak-anak yang memadati kawasan CFD.

Kostum dinosaurus tersebut sekaligus menjadi representasi salah satu daya tarik utama Jungle Sea, yakni *Dino Land*, wahana tematik dinosaurus yang menjadi favorit pengunjung.

"Melalui harga tiket baru ini, kami ingin memberikan lebih banyak kesempatan kepada masyarakat untuk menikmati liburan bersama keluarga di Jungle Sea. Kami berharap harga yang lebih terjangkau dapat meningkatkan minat kunjungan, sekaligus menjadikan Jungle Sea sebagai salah satu pilihan destinasi wisata favorit masyarakat Lampung, khususnya menjelang libur akhir tahun," ujar Rahmad Budi Yuwono, General Manager Jungle Sea.

Menurut Rahmad, strategi harga baru ini juga diharapkan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan pariwisata di Kalianda dan Lampung Selatan secara umum, dengan mendorong masyarakat untuk berwisata lokal tanpa harus bepergian jauh.

Tiket Sudah Termasuk 6 Wahana Favorit

Dengan harga mulai Rp25.000, pengunjung sudah bisa menikmati berbagai fasilitas unggulan Jungle Sea, meliputi:
*Thematic Photospot, Dino Land, Beach Playground, Mini Zoo, Obstacle Beach, dan area Pantai.*

Selain itu, tersedia berbagai wahana tambahan dengan sistem Pay Per Play yang bisa dinikmati sesuai pilihan pengunjung.

Antusiasme warga di CFD menjadi sinyal positif. Ke depan, informasi harga tiket terbaru ini akan terus diperkuat melalui kanal komunikasi digital Jungle Sea agar semakin mudah dijangkau calon pengunjung.

Menjelang akhir tahun, Jungle Sea optimistis kunjungan akan meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya. Kombinasi harga terjangkau, wahana lengkap, dan pengalaman liburan keluarga yang berkesan menjadi modal utama Jungle Sea untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi liburan pilihan di Lampung Selatan.

Jungle Sea merupakan destinasi wisata keluarga di Kalianda, Lampung Selatan yang menggabungkan konsep taman bermain, edukasi, dan wisata pantai dalam satu kawasan. (*)

Kapolsek Pondok Gede AKP Wahyudi Tegaskan Tak Kenal Sinaga, Anggota Terbukti Terlibat BBM Ilegal Bakal Ditindak


REFORMASI -ID | KOTA BEKASI — Kapolsek Pondok Gede, Polres Metro Bekasi Kota, AKP Wahyudi menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap anggota kepolisian yang terbukti terlibat dalam praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ataupun menerima imbalan dari pihak tertentu.

Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya dugaan aktivitas penampungan solar bersubsidi di area parkir armada transportir BBM di Jalan Bhinneka, Kelurahan Jatimelati, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.

AKP Wahyudi menegaskan dirinya tidak mengenal Sinaga, pemilik usaha transportir BBM yang dimaksud. Ia juga memastikan tidak akan melindungi anggotanya apabila terbukti melakukan pelanggaran hukum.

“Jika ada anggota saya yang menerima, akan ditindak tegas,” tegas AKP Wahyudi.

AKP Wahyudi diketahui baru menjabat sebagai Kapolsek Pondok Gede sekitar satu bulan tiga minggu. Dalam masa awal kepemimpinannya, ia menekankan pentingnya menjaga integritas, profesionalitas, dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Menurutnya, setiap dugaan pelanggaran yang melibatkan anggota kepolisian harus ditangani secara serius. Namun, penanganannya tetap harus mengacu pada fakta, bukti, dan ketentuan hukum yang berlaku.

Komitmen tersebut menjadi penting agar pengawasan terhadap dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi berjalan secara objektif tanpa membedakan siapa pun yang terlibat.

Menindaklanjuti informasi yang beredar, Unit Reskrim Polsek Pondok Gede melakukan pengecekan langsung ke lokasi pada Senin, 19 Oktober 2026.

Dalam kegiatan tersebut, petugas bertemu dengan Sinaga selaku pemilik usaha untuk meminta klarifikasi mengenai aktivitas di area parkir armada transportir BBM tersebut.

Berdasarkan laporan hasil klarifikasi kepolisian, petugas menyatakan tidak menemukan aktivitas penimbunan BBM maupun penyimpanan BBM dalam drum dan jeriken di lokasi saat pengecekan berlangsung.

Tim Opsnal Polsek Pondok Gede juga memperoleh keterangan bahwa mobil tangki BBM yang tiba di lokasi berada dalam keadaan kosong. Menurut keterangan pemilik usaha, kendaraan baru keluar untuk menjalankan kegiatan angkutan apabila terdapat delivery order (DO) atau pesanan.

Meski demikian, temuan tersebut merupakan hasil pengecekan awal pada waktu pemeriksaan. Apabila ditemukan bukti baru, penyelidikan lebih lanjut tetap dapat dilakukan sesuai ketentuan hukum.

Dalam proses klarifikasi, pihak perusahaan memperlihatkan dokumen perizinan berusaha atas nama PT DEFOUR NAGA JAYA, termasuk dokumen yang mencantumkan KBLI 49432 tentang Angkutan Bermotor untuk Barang Khusus.

Selain dokumen tersebut, pemilik usaha menyampaikan bahwa lahan yang digunakan sebagai area parkir kendaraan merupakan tanah milik pribadi dan bukan lahan sewaan.

Dokumen perizinan menjadi bagian dari bahan klarifikasi petugas. Namun, kepemilikan izin usaha tidak serta-merta membuktikan bahwa seluruh aktivitas operasional telah sesuai dengan ketentuan. Hal tersebut tetap perlu dinilai berdasarkan dokumen, kegiatan usaha sebenarnya, dan fakta di lapangan.

Dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi merupakan persoalan yang perlu ditangani secara cermat karena menyangkut distribusi energi yang diperuntukkan bagi masyarakat dan pihak yang berhak.

Masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan informasi apabila menemukan dugaan pelanggaran. Pada saat yang sama, setiap pihak yang disebut dalam suatu pemberitaan juga berhak memperoleh ruang klarifikasi, sementara dugaan yang ada harus diuji berdasarkan bukti.

Polsek Pondok Gede menyatakan tetap melakukan pemantauan dan pendalaman apabila muncul informasi baru yang memerlukan tindak lanjut.

Penegasan AKP Wahyudi mengenai tindakan tegas terhadap anggota yang terbukti terlibat diharapkan diwujudkan melalui penegakan aturan secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu.





Koramil 03/Teluk Pucung Perkuat Keamanan Lingkungan Melalui Patroli Malam Rutin


REFORMASI-ID| Kodam Jaya - Kota Bekasi - Dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif, Koramil 03/Teluk Pucung secara rutin melaksanakan patroli malam bersama unsur aparat keamanan di wilayah binaannya, Sabtu 25/10/2026.

Kegiatan patroli tersebut dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan tindakan kejahatan yang dapat terjadi pada malam hari. Personel menyusuri sejumlah titik yang dianggap rawan serta melakukan pemantauan terhadap situasi lingkungan dan aktivitas masyarakat.

Selain melaksanakan pemantauan, personel juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Kehadiran aparat di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hari.

Danramil 03/Teluk Pucung Mayor Arh Niko Kantohe mengatakan bahwa patroli malam merupakan bagian dari upaya Koramil dalam menjaga kondusivitas wilayah sekaligus mencegah terjadinya gangguan kamtibmas.

Ia menambahkan, sinergi antara TNI, Polri, aparat pemerintah serta masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

Dengan dilaksanakannya patroli secara rutin dan berkesinambungan, Koramil 03/Teluk Pucung berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat serta menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah binaan.


(Kodim 0507/Bekasi)





24 Oktober 2026

Aksi Heroik Prajurit Jawara Brigif 4 Marinir/BS, Selamatkan Seorang Anak Saat Kebakaran KMP Batu Mandi


REFORMASI-ID | Lampung - TNI AL, KORPS MARINIR, BRIGIF 4 MARINIR/BS. Kepedulian terhadap keselamatan sesama ditunjukkan oleh Sertu Mar Rico Sumantri, prajurit Batalyon Infanteri 9 Marinir, Brigif 4 Marinir/BS, saat membantu evakuasi penumpang dalam insiden kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi di perairan Merak, Banten. Aksi tersebut menarik perhatian masyarakat setelah videonya beredar luas di media sosial, Sabtu (24/10/2026).

Insiden kebakaran itu terjadi pada Selasa (20/10/2026), sekitar pukul 16.15 WIB, di perairan belakang Pulau Kecil Merak, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Banten. Kapal tersebut diketahui sedang menempuh perjalanan dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, menuju Pelabuhan Merak, Banten, ketika situasi darurat terjadi.

Di tengah kondisi yang membahayakan keselamatan penumpang, Sertu Mar Rico Sumantri turut mengambil peran dalam upaya penyelamatan. Salah satu momen yang menjadi perhatian adalah ketika dirinya membantu mengevakuasi seorang anak yang dikabarkan terpisah dari orang tuanya. Dengan penuh kehati-hatian, ia menggendong anak tersebut saat menuruni tali untuk menuju tempat yang lebih aman.

Keberanian dan kepedulian tersebut menjadi gambaran nyata pengabdian prajurit Korps Marinir yang tidak hanya dituntut memiliki kemampuan dan ketangguhan dalam menjalankan tugas, tetapi juga senantiasa menjunjung tinggi nilai kemanusiaan serta kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.

Komandan Brigif 4 Marinir/BS, Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo, M.Tr.Hanla., CHRMP., menyampaikan apresiasi atas tindakan yang dilakukan prajuritnya. Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat merupakan bagian penting dari karakter dan tanggung jawab seorang prajurit dalam setiap situasi.

“Keberanian Sertu Mar Rico Sumantri dalam membantu proses evakuasi penumpang KMP Batumandi, khususnya seorang anak yang membutuhkan pertolongan, merupakan tindakan yang patut diapresiasi. Di tengah situasi darurat, dibutuhkan ketenangan, keberanian, serta kepedulian untuk mengutamakan keselamatan orang lain,” ungkap Danbrigif 4 Marinir/BS.

Lebih lanjut, Danbrigif 4 Marinir/BS menegaskan bahwa prajurit Korps Marinir harus senantiasa memegang teguh nilai-nilai pengabdian, disiplin, dan kemanusiaan dalam setiap pelaksanaan tugas.

Menurut Danbrigif menegaskan. Aksi Sertu Mar Rico Sumantri menjadi pengingat bahwa semangat pengabdian prajurit JAWARA Brigif 4 Marinir/BS diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk keberanian dalam membantu masyarakat yang menghadapi keadaan darurat. 

"Nilai kemanusiaan dan kepedulian tersebut diharapkan terus menjadi landasan setiap prajurit dalam mengemban tugas kepada bangsa dan negara," pungkasnya. (Mdn) 

Bambang Hartono C.BJ.E.BJ Siapkan Langkah Hukum melalui Tim Kuasa Hukum di PN Kota Agung


REFORMASI-ID | PRINGSEWU - Langkah hukum Bambang Hartono, C.BJ.E.BJ, selaku Tergugat II dalam perkara perdata di Pengadilan Negeri Kota Agung, mulai dipersiapkan melalui penunjukan tim kuasa hukum. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperjuangkan hak dan kepentingan hukumnya dalam proses peradilan. Sabtu 24/10/2026

Berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 24 Oktober 2026, Bambang Hartono menunjuk dua advokat untuk mendampingi dan mewakilinya dalam menghadapi perkara tersebut. Keduanya adalah Dr. (Can.) Nurul Hidayah, S.H., M.H., CPM., dan Marojahan Hutabarat, S.H., M.H., dari Kantor Advokat dan Penasihat Hukum Nurul Hidayah, S.H., M.H. dan Rekan.

Siapkan Strategi Pembelaan

Dalam dokumen surat kuasa, tim advokat diberikan kewenangan untuk mendampingi klien dalam proses mediasi, menghadiri agenda persidangan, menyampaikan jawaban, mengajukan bukti surat dan saksi, menyampaikan kesimpulan, serta melakukan upaya hukum lain sesuai kewenangan yang diberikan dan ketentuan perundang-undangan.

Penunjukan kuasa hukum tersebut menunjukkan bahwa Tergugat II menyiapkan pendampingan profesional untuk menghadapi proses hukum yang berjalan. Melalui tim advokat, kepentingan hukumnya diharapkan dapat disampaikan secara terstruktur berdasarkan fakta, bukti, dan argumentasi hukum yang relevan.

Dalam proses peradilan, setiap pihak memiliki hak untuk memberikan keterangan, menyampaikan bantahan terhadap dalil gugatan, serta mengajukan bukti yang dinilai mendukung posisinya di hadapan majelis hakim.

Fokus pada Posisi Tergugat II

Media UngkapKasus.id secara khusus menyoroti langkah hukum Bambang Hartono sebagai Tergugat II berdasarkan dokumen yang diperoleh redaksi. Pemberitaan ini tidak dimaksudkan untuk mendahului penilaian majelis hakim ataupun menyimpulkan siapa yang benar dan salah dalam perkara tersebut.

Adapun substansi gugatan, pokok perselisihan, dan tanggapan terhadap dalil pihak penggugat masih memerlukan verifikasi melalui dokumen perkara dan keterangan resmi pihak terkait. Oleh karena itu, penilaian mengenai pokok sengketa tetap menjadi kewenangan pengadilan.

Redaksi mengedepankan prinsip akurasi, keberimbangan, serta praduga tak bersalah. Hak jawab dan klarifikasi bagi pihak-pihak terkait tetap terbuka demi menjaga kualitas informasi yang disampaikan kepada masyarakat.

Perkembangan selanjutnya akan menjadi perhatian sesuai dengan dokumen dan fakta persidangan yang dapat diverifikasi. (*)

23 Oktober 2026

Polrestabes Palembang Amankan Dua Tersangka Curanmor, Motor Korban Jadi Barang Bukti


REFORMASI-ID | PALEMBANG — Tim Opsnal Unit Ranmor Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Palembang mengungkap kasus dugaan pencurian dengan pemberatan terhadap kendaraan bermotor roda dua di kawasan Sukarami, Kota Palembang. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap dua orang tersangka dan mengamankan sepeda motor milik korban sebagai barang bukti. Jumat, 23/10/2026.

Pengungkapan ini bermula dari laporan korban berinisial MK (30), yang kehilangan sepeda motor saat kendaraannya terparkir di kawasan Sukarami. Korban baru mengetahui kendaraannya hilang setelah beraktivitas selama kurang lebih dua jam. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp23,4 juta.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Opsnal Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengidentifikasi dan melacak keberadaan para pelaku. Berdasarkan hasil penyelidikan dan informasi yang diperoleh di lapangan, petugas kemudian berhasil mengamankan dua orang tersangka berinisial R alias O (29) dan RD (27).

Dari pengungkapan kasus ini, polisi menyita satu unit sepeda motor Honda Beat berwarna hijau milik korban serta satu unit Honda Beat berwarna biru-hitam yang diduga digunakan sebagai sarana melakukan kejahatan. Petugas juga mengamankan pakaian dan perlengkapan yang diduga berkaitan dengan aksi tersebut.

Kedua tersangka selanjutnya menjalani pemeriksaan di Mapolrestabes Palembang untuk proses penyidikan lebih lanjut. Dalam perkara ini, keduanya dipersangkakan melanggar Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Musa Jedi P., S.I.K., menegaskan bahwa jajarannya berkomitmen menindaklanjuti laporan masyarakat secara profesional dan melakukan penegakan hukum terhadap tindak kriminalitas yang meresahkan warga.

"Pengungkapan ini merupakan bagian dari upaya Polrestabes Palembang dalam menjaga keamanan lingkungan serta memberikan perlindungan kepada masyarakat. Respons terhadap laporan warga dan penyelidikan secara berkelanjutan menjadi langkah penting dalam mengungkap tindak pidana dan menindak pelakunya sesuai ketentuan hukum," ujarnya.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Masyarakat juga diharapkan segera melapor kepada pihak kepolisian apabila mengetahui atau mengalami tindak pidana maupun menemukan potensi gangguan kamtibmas.

Polda Sumsel turut mengingatkan pemilik kendaraan bermotor agar meningkatkan kewaspadaan saat memarkirkan kendaraan, menggunakan kunci pengaman tambahan, serta memilih lokasi parkir yang aman untuk mengurangi risiko pencurian.

"Melalui pengungkapan ini, Polrestabes Palembang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan upaya penegakan hukum dan pelayanan kepada masyarakat demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kota Palembang," pungkasnya. (Hms/Mdn) 

#Polisi Bersama Masyarakat.

Green Policing di Batu Perahu Krakatoa, AKBP Deddy Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan


REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN –  Polres Lampung Selatan melaksanakan kegiatan Green Policing melalui penanaman pohon di kawasan Grand Elty Krakatoa, Desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan dipimpin Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan, S.H., S.I.K., M.M., M.Si., didampingi Wakapolres Kompol Made Silpa Yudiawan, S.H., S.I.K., M.H., serta diikuti Kepala Desa Merak Belantung, pimpinan PT KTLD, masyarakat setempat, dan siswa SISPALA SMK Negeri 2 Kalianda.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan mengatakan, kegiatan Green Policing merupakan wujud kepedulian Polri terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga alam secara berkelanjutan.

“Menjaga lingkungan adalah menjadi tanggung jawab kita bersama. Mari kita rawat dan kembangkan upaya penghijauan ini agar manfaatnya dapat dirasakan oleh anak cucu kita di masa mendatang,” ujar Deddy dalam sambutannya.

Ia menegaskan, Polres Lampung Selatan akan terus mendukung kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Menurutnya, sinergi antara kepolisian, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan yang hijau dan lestari.

Sementara itu, Joni Arizon Kepala Desa Merak Belantung menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polri dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut. Ia menilai pelestarian lingkungan menjadi hal penting bagi desa yang memiliki potensi wisata.

“kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Polri. Kami mengajak masyarakat untuk ikut merawat pohon yang telah ditanam dan menjaga lingkungan agar tetap lestari,” ungkapnya.

Pihak PT KTLD juga berharap kolaborasi antara Polri, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan untuk mendukung kelestarian lingkungan di Kabupaten Lampung Selatan.

Melalui kegiatan ini, Polres Lampung Selatan mendorong penguatan kepedulian lingkungan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Keberlanjutan program diharapkan tidak hanya diwujudkan melalui penanaman, tetapi juga melalui pemeliharaan pohon agar manfaat penghijauan dapat dirasakan dalam jangka panjang. (Mdn) 

Dua Paket Diduga Sabu Disita di Aertembaga, Polisi Telusuri Pemasok

 


REFORMASI-ID | BITUNG — Satuan Reserse Narkoba Polres Bitung menyita dua paket yang diduga berisi sabu dengan berat bruto 0,9 gram dari seorang pria berinisial FF alias FEN di Perumahan Puncak, Kelurahan Aertembaga Dua, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, Selasa (20/10/2026). Polisi kini menelusuri informasi mengenai pihak yang diduga memasok narkotika tersebut.

Pria itu diamankan sekitar pukul 13.00 WITA setelah polisi menindaklanjuti informasi masyarakat melalui penyelidikan. Operasi dipimpin Kepala Satresnarkoba Polres Bitung, IPTU Dr. Jefri Duabay, S.H., M.H., bersama tim operasional.

Dalam penggeledahan yang dilakukan dengan disaksikan pihak terkait, petugas menemukan dua paket diduga sabu. Polisi juga menyita alat hisap, plastik bening, sedotan, korek api gas, selotip pembungkus, serta dua unit telepon genggam.

Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh petugas, FF diduga mendapatkan narkotika tersebut dari seseorang berinisial AIN. Polisi menyatakan upaya penelusuran telah dilakukan, tetapi nomor kontak orang yang disebut itu dilaporkan sudah tidak aktif.

FF bersama barang bukti kemudian dibawa ke Mapolres Bitung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik juga merencanakan pemeriksaan urine, pengujian laboratorium terhadap barang bukti, dan gelar perkara sesuai kebutuhan penyidikan.

Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., melalui Kasat Resnarkoba IPTU Jefri Duabay, mengatakan pengungkapan tersebut merupakan tindak lanjut informasi masyarakat mengenai dugaan aktivitas narkotika.

“Setiap informasi masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika akan kami tindak lanjuti secara profesional sesuai prosedur hukum,” kata Jefri.

Ia mengimbau masyarakat melaporkan dugaan peredaran narkotika di lingkungan masing-masing kepada kepolisian. Menurut dia, keterlibatan warga diperlukan untuk membantu upaya pencegahan dan penindakan terhadap penyalahgunaan narkotika.

Jefri menegaskan, penanganan perkara akan dilakukan berdasarkan alat bukti dan hasil pemeriksaan yang sah. Masyarakat juga diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai perkara tersebut.

Polres Bitung menyatakan upaya pemberantasan narkotika akan dilakukan melalui penegakan hukum dan edukasi masyarakat. Kepolisian juga menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam mencegah penyalahgunaan narkotika, terutama di kalangan generasi muda.

Hingga proses penyidikan berjalan, dugaan keterlibatan pihak lain masih perlu didalami. Status hukum pihak-pihak yang terkait akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti yang diperoleh penyidik.