11 Agustus 2026
Kapolri Tutup E-sports Kapolri Cup 2026, Ajak Generasi Muda Jadi Duta Kamtibmas dan Aktif Laporkan Gangguan Ke 110
10 Agustus 2026
Jelang HUT Ke-81 RI, Korem 044/Gapo Perkuat Sinergi dan Kesiapan Peringatan
REFORMASI-ID | Palembang – Kasrem044/Gapo Kolonel Inf Andi Gus Wulandri mengikuti Rapat Pemantapan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Bina Praja Lantai 2 Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Senin (10/8/2026).
Rapat tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan dan pemantapan rangkaian kegiatan peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Provinsi Sumatera Selatan, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan tertib, aman, lancar, dan khidmat.
Dalam kegiatan tersebut, Korem 044/Gapo turut berperan dalam penyelenggaraan pengibaran dan penurunan Sang Merah Putih dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI.
Turut mendampingi Kasrem 044/Gapo, Kasipers Kasrem 044/Gapo, Kasiintel Kasrem 044/Gapo, Kasiops Kasrem 044/Gapo, Dandenpom II/4 Palembang, Pasibinpers Sipersrem 044/Gapo, dan Dandenmarem 044/Gapo.
Melalui rapat pemantapan ini, diharapkan seluruh unsur yang terlibat memiliki pemahaman dan kesiapan yang sama dalam melaksanakan tugas sesuai bidang masing-masing. Koordinasi dan komunikasi lintas instansi menjadi bagian penting guna memastikan seluruh rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026 berjalan dengan baik.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder dalam menyukseskan peringatan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme, persatuan, dan cinta tanah air.
#tniprima
#profesional
#responsif
#integratif
#modern
#adaptif
#danremgapo
#korem044gapo
#penremgapo
Melalui Polres Lubuk Linggau, Polda Sumatera Selatan Gencarkan Satgas BEKAWAN
REFORMASI-ID | LUBUK LINGGAU – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Polres Lubuk Linggau memperkuat langkah preventif dalam melindungi generasi muda dari ancaman tawuran, perundungan, dan penyalahgunaan media sosial melalui Satuan Tugas BEKAWAN (Bersekolah Tanpa Tawuran dan Perundungan).
Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan penyuluhan dan pembinaan di SMP Negeri 1 Lubuk Linggau, Senin (10/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polri untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, kondusif, dan bebas dari kekerasan sekaligus membentuk pelajar yang cerdas, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kesadaran hukum.
Penyuluhan dan pembinaan dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Lubuk Linggau Utara IPTU BENI KURNIAWAN, didampingi Kanit Kamsel Satlantas AIPTU KGS. M. YAMIN serta AIPTU IWAN INPRESI dari Satbinmas Polres Lubuk Linggau.
Kehadiran personel kepolisian di lingkungan sekolah merupakan bentuk nyata pendekatan preventif Polri dengan membangun komunikasi langsung bersama para pelajar. Edukasi diberikan agar potensi kenakalan remaja dapat dicegah sejak dini sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat maupun persoalan hukum.
Dalam kegiatan tersebut, Satgas BEKAWAN menyampaikan tiga materi utama yang sangat dekat dengan kehidupan pelajar saat ini, yakni bijak bermedia sosial, menolak tawuran antarpelajar, serta mencegah perundungan atau bullying.
Para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya etika dan tanggung jawab dalam menggunakan media sosial. Pelajar diingatkan agar tidak menyebarkan ujaran kebencian, fitnah, konten perundungan daring, maupun informasi yang belum terverifikasi.
Pemahaman mengenai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik juga diberikan agar para pelajar memahami bahwa aktivitas di ruang digital memiliki konsekuensi hukum dan setiap konten yang dibuat maupun disebarkan harus dipertanggungjawabkan.
Selain itu, para pelajar diajak untuk menolak segala bentuk tawuran dan kekerasan. Tawuran tidak hanya membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain, tetapi juga dapat mengganggu ketertiban umum serta membawa konsekuensi hukum bagi pelakunya.
Hal yang sama berlaku terhadap bullying. Para siswa didorong untuk membangun budaya saling menghormati, tidak merendahkan teman, tidak melakukan kekerasan, serta berani mencegah dan melaporkan apabila menemukan tindakan perundungan di lingkungan sekolah.
Kapolres Lubuk Linggau AKBP ADITHIA BAGUS ARJUNADI, S.H., S.I.K., M.I.K. menegaskan bahwa pencegahan kenakalan remaja harus dilakukan secara bersama-sama dan dimulai dari lingkungan pendidikan. Pencegahan tawuran dan perundungan tidak cukup hanya dengan penegakan hukum setelah kejadian. Yang lebih penting adalah membangun kesadaran sejak dini agar para pelajar memahami bahwa setiap tindakan memiliki dampak dan konsekuensi.
"Kami ingin anak-anak di Kota Lubuk Linggau tumbuh dalam lingkungan sekolah yang aman, saling menghargai, dan mampu menggunakan media sosial secara bertanggung jawab,” tegas Kapolres Lubuk Linggau AKBP ADITHIA BAGUS ARJUNADI, S.H., S.I.K., M.I.K.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial membawa manfaat besar bagi generasi muda, namun juga menghadirkan tantangan apabila tidak digunakan secara bijak. Karena itu, pembinaan kepada pelajar harus terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan kepolisian, sekolah, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat.
“Kami mengajak para pelajar untuk fokus belajar, mengejar cita-cita, dan menggunakan energi mereka untuk kegiatan yang positif. Jangan sampai masa depan dirusak oleh tawuran, bullying, narkoba, maupun penyalahgunaan media sosial. Polres Lubuk Linggau akan terus hadir bersama sekolah untuk melakukan edukasi dan pencegahan,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu Kanit Reskrim Polsek Lubuk Linggau Utara IPTU BENI KURNIAWAN saat penyuluhan menekankan bahwa media sosial merupakan ruang publik yang harus digunakan secara bertanggung jawab.
“Media sosial adalah cermin karakter diri. Apa yang Anda sebarkan mencerminkan siapa Anda. Jadilah pelajar yang bijak, menyebarkan kebaikan, bukan kebencian; membangun persahabatan, bukan perpecahan,” tegas Kanit Reskrim Polsek Lubuk Linggau Utara IPTU BENI KURNIAWAN.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Lubuk Linggau tidak hanya memberikan pemahaman mengenai aturan hukum, tetapi juga membangun kesadaran bahwa keamanan dan kenyamanan lingkungan sekolah merupakan tanggung jawab bersama.
Pembinaan pelajar menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ketahanan sosial dari lingkungan pendidikan. Ketika pelajar memiliki karakter yang kuat, kesadaran hukum, serta kemampuan memilah informasi di ruang digital, potensi terjadinya tawuran, perundungan, dan berbagai bentuk kenakalan remaja dapat ditekan sejak awal.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan Satgas BEKAWAN dan mengapresiasi kepedulian kepolisian dalam menciptakan suasana belajar yang aman, damai, dan bermartabat.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan KOMBES POL. NANDANG MU’MIN WIJAYA, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa pembinaan generasi muda merupakan bagian penting dari strategi preventif Polda Sumsel dan seluruh jajaran dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Polda Sumsel dan seluruh jajaran berkomitmen mendukung penuh program pemerintah dalam perlindungan anak dan pembangunan sumber daya manusia melalui pembinaan yang berkelanjutan di dunia pendidikan. Pencegahan harus dilakukan sejak dini agar generasi muda tumbuh dalam lingkungan yang aman, memiliki kesadaran hukum, serta mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab,” ujar Kabid Humas Polda Sumatera Selatan KOMBES POL. NANDANG MU’MIN WIJAYA, S.I.K., M.H.
Ia menambahkan, sekolah memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Karena itu, sinergi antara kepolisian, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar berbagai bentuk kekerasan dan kenakalan remaja dapat dicegah secara bersama-sama.
“Sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi setiap anak untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita. Karena itu, seluruh elemen harus bersama-sama mencegah tawuran, perundungan, maupun penyalahgunaan media sosial yang dapat mengganggu masa depan generasi muda,” tambah KOMBES POL. NANDANG MU’MIN WIJAYA, S.I.K., M.H.
Melalui Satgas BEKAWAN, Polres Lubuk Linggau berkomitmen melanjutkan pembinaan secara berkesinambungan di lingkungan pendidikan sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi muda yang cerdas, disiplin, taat hukum, berkarakter, dan saling menghargai.
Kehadiran Polri di sekolah sekaligus menegaskan bahwa upaya menjaga keamanan tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui edukasi dan pencegahan. Dengan membangun kesadaran sejak bangku sekolah, Polri bersama dunia pendidikan ikut meletakkan fondasi bagi terciptanya generasi penerus bangsa yang tangguh, produktif, dan mampu menghadapi tantangan era digital. (Hms/Mdn)
Gerak Cepat Polsek Bekasi Selatan Tindak Lanjuti Laporan Call Center 110, Pelaku Ancaman dan Kekerasan Berhasil Diamankan
REFORMASI ID | Kota Bekasi - Respon cepat terhadap laporan masyarakat kembali dilakukan Polsek Bekasi Selatan setelah menerima pengaduan melalui Pelayanan dan Pengaduan (Yanduan) 110 terkait dugaan ancaman dan kekerasan yang terjadi di sebuah rumah di wilayah Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Sabtu malam (8/8/2026).
Laporan tersebut diterima sekitar pukul 19.10 WIB. Petugas piket KSPKT bersama piket Reskrim Polsek Bekasi Selatan kemudian mendatangi lokasi kejadian di kawasan Taman Villa Baru Blok I, Kelurahan Pekayon Jaya, untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) serta memastikan kondisi keamanan di lokasi.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, kejadian bermula ketika pihak leasing mendatangi rumah korban untuk menagih tunggakan angsuran kendaraan yang disebut telah berlangsung selama sembilan bulan. Kedatangan tersebut kemudian berkembang menjadi perselisihan setelah kedua pihak tidak menemukan kesepakatan terkait keberadaan unit kendaraan yang dipersoalkan.
Perselisihan tersebut diduga berujung pada ancaman dan tindakan kekerasan terhadap korban. Dalam kejadian itu, korban disebut mengalami pemukulan menggunakan kursi berbahan besi. Korban selanjutnya melaporkan kejadian tersebut melalui Pelayanan dan Pengaduan (Yanduan) 110 Polres Metro Bekasi Kota.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Polsek Bekasi Selatan melakukan pengecekan TKP, dokumentasi, menerima laporan serta mengamankan terduga pelaku untuk dibawa ke Polsek Bekasi Selatan.
Selanjutnya, perkara tersebut ditangani dan diproses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Langkah cepat tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam memastikan setiap laporan masyarakat mendapat respons, sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif.
Kamabigus SMPN 2 Kalianda Lepas Salsabila Oktavia Alesha untuk Ikuti Jambore Nasional XII
REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN – Kamabigus SMP Negeri 2 Kalianda, Yulinda, S.Pd., M.Pd., secara resmi melepas salah satu peserta didiknya, Salsabila Oktavia Alesha, siswi kelas 8A, untuk mengikuti Jambore Nasional (JAMNAS) XII.
Pelepasan tersebut dilaksanakan pada Senin, 10 Agustus 2026, bertepatan dengan pelaksanaan upacara bendera Merah Putih di lingkungan SMP Negeri 2 Kalianda.
Salsabila Oktavia Alesha menjadi perwakilan SMP Negeri 2 Kalianda dalam ajang Jambore Nasional XII. Keikutsertaannya menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah, sekaligus menjadi kesempatan untuk menambah pengalaman, wawasan, serta memperluas persahabatan dengan anggota Pramuka dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Kamabigus SMPN 2 Kalianda, Yulinda, S.Pd., M.Pd., menyampaikan pesan dan motivasi kepada Salsabila agar dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
“Ananda Salsabila, peserta Jambore Nasional yang kami banggakan. Hari ini Ananda berangkat membawa satu amanah besar, membawa nama baik sekolah, keluarga dan daerah. Nikmati setiap prosesnya,” pesan Yulinda.
Ia juga berpesan agar Salsabila menjadikan kegiatan Jambore Nasional sebagai momentum untuk belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri, disiplin, berani, peduli dan mampu bekerja sama.
“Belajarlah menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, berani, peduli dan mampu bekerja sama. Jalin persahabatan dengan peserta dari berbagai daerah dan tunjukkan bahwa Ananda adalah generasi muda Indonesia yang hebat,” lanjutnya.
Selain itu, Yulinda mengingatkan agar Salsabila senantiasa menjaga sikap, kesehatan serta mematuhi seluruh aturan selama mengikuti kegiatan Jambore Nasional.
“Jangan lupa jaga sikap, jaga kesehatan, patuhi aturan dan selalu rendah hati. Berangkatlah dengan doa dan semangat, kemudian kembalilah dengan pengalaman dan cerita yang membanggakan,” ujarnya.
Yulinda berharap keikutsertaan Salsabila dalam Jambore Nasional XII tidak hanya menjadi sebuah pengalaman berharga bagi dirinya, tetapi juga dapat memberikan inspirasi bagi siswa-siswi SMPN 2 Kalianda lainnya untuk terus berprestasi dan aktif dalam kegiatan kepramukaan.
“Selamat mengikuti Jambore Nasional. Salam Pramuka!” pungkas Yulinda.
Keberangkatan Salsabila sebagai perwakilan SMPN 2 Kalianda diharapkan dapat menjadi momentum untuk mengharumkan nama sekolah sekaligus membawa semangat Pramuka dari Lampung Selatan ke tingkat Nasional. (*)
TIM SATGAS BKO TNI AL Lampung Gagalkan Peredaran Ribuan Liter Miras Ilegal Dipelabuhan Bakauheni
REFORMASI-ID | TNI AL, Jala Wira Saburai, Tim Satgas BKO Lanal Lampung berhasil menggagalkan upaya penyelundupan minuman keras (miras) ilegal yang diduga tidak dilengkapi dokumen sah saat melaksanakan penyekatan dan pemeriksaan di Dermaga 3 Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. Senin, 10/08/2026.
Dalam operasi tersebut, personel Lanal Lampung menghentikan dan memeriksa satu unit kendaraan pick up dan satu unit minibus yang dicurigai mengangkut barang ilegal dari Pulau Jawa menuju Provinsi Lampung. Hasil pemeriksaan menemukan ratusan karton minuman beralkohol berbagai merek yang diangkut tanpa dokumen pengangkutan maupun surat jalan yang sah.
Selanjutnya, kedua kendaraan beserta pengemudi dan seluruh barang bukti diamankan ke Mako Lanal Lampung untuk dilakukan pendalaman. Lanal Lampung kemudian berkoordinasi dengan Bea Cukai Provinsi Lampung guna melaksanakan pemeriksaan bersama terhadap dokumen serta keaslian pita cukai yang melekat pada botol minuman beralkohol tersebut.
Dari hasil pemeriksaan awal ditemukan indikasi penggunaan pita cukai palsu atau hasil fotokopi, tidak adanya surat angkut barang, serta tidak dilengkapi surat jalan dari pihak ekspedisi. Pemeriksaan fisik juga mencatat total barang bukti sebanyak 187 karton dengan volume sekitar 1.437 liter minuman beralkohol yang terdiri dari Golongan B sekitar 1.224 liter dan Golongan C sekitar 213 liter.
Komandan Lanal Lampung Letkol Laut (P) Irianto Kurniawan, B.Eng., M.S.S., M.Tr.Opsla., CRMP. menyampaikan akan terus berkoordinasi dengan Bea Cukai untuk pemeriksaan lanjutan, termasuk pengujian keaslian pita cukai melalui konsorsium produsen pita cukai. Selanjutnya, barang bukti diserahkan kepada Bea Cukai Provinsi Lampung.
"Keberhasilan ini merupakan wujud komitmen TNI Angkatan Laut, khususnya Lanal Lampung, dalam menjaga keamanan wilayah perairan dan pintu masuk Pulau Sumatera serta mendukung penegakan hukum terhadap peredaran barang ilegal yang berpotensi merugikan negara dan masyarakat," pungkasnya. (Mdn)
Goes To School, AKBP Rahmad Hidayat Kukuhkan Sobat Ananda Bersinar
REFORMASI-ID | Lampung Selatan – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lampung Selatan kembali menggelar program BNNK Lampung Selatan Goes To School sebagai upaya memperkuat edukasi dan pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di MAN 1 Lampung Selatan pada Senin (10/8/2026) dan diikuti oleh sekitar 450 peserta yang terdiri atas siswa, guru, serta tenaga kependidikan.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala BNNK Lampung Selatan AKBP Rahmad Hidayat, SE., MM. bertindak sebagai Pembina Upacara pada pelaksanaan upacara bendera di halaman MAN 1 Lampung Selatan. Dalam amanatnya, AKBP Rahmad Hidayat menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai garda terdepan dalam menjaga diri, keluarga, dan lingkungan sekolah dari ancaman penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN).
Ia mengajak seluruh peserta didik untuk berani mengatakan tidak terhadap narkoba, membangun karakter yang kuat, serta aktif dalam kegiatan-kegiatan positif yang dapat mendukung prestasi akademik maupun nonakademik.
“Sekolah harus menjadi ruang yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba. Melalui program BNNK Lampung Selatan Goes To School, kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini agar para pelajar mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba,” ujar AKBP Rahmad Hidayat.
Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pengukuhan SOBAT Ananda Bersinar yang melibatkan siswa dan guru MAN 1 Lampung Selatan. Pengukuhan tersebut merupakan bentuk komitmen bersama antara BNNK Lampung Selatan dan pihak sekolah dalam membangun jejaring relawan anti narkoba di lingkungan pendidikan.
Dikatakannya. SOBAT Ananda Bersinar diharapkan menjadi pelopor, penggerak, dan penyebar informasi positif mengenai bahaya narkoba serta mampu mengajak teman sebaya untuk menerapkan gaya hidup sehat dan menjauhi penyalahgunaan narkotika.
Menurutnya. Melalui kolaborasi ini, BNNK Lampung Selatan bersama keluarga besar MAN 1 Lampung Selatan berkomitmen untuk mewujudkan sekolah yang bersih dari narkoba (Bersinar).
"Sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuhnya generasi muda yang unggul serta berkarakter," pungkasnya. (Mudian)
Nazyra C. Noer Warnai Agensi Rumah Tangga di Layar dan Balik Layar
MRI, Jakarta, 6 Agustus 2026 – Peluncuran official trailer dan poster film Agensi Rumah Tangga di Studio 2 Epicentrum XXI, Jakarta, Rabu (5/8/2026), berlangsung meriah. Gelak tawa memenuhi ruang bioskop ketika deretan komika perempuan memperkenalkan karakter masing-masing dengan gaya khas yang penuh improvisasi.
Di balik kemeriahan itu, hadir sosok Nazyra C. Noer yang menjalani peran ganda sebagai salah satu pemain sekaligus publisis yang mengawal promosi film produksi Starvision, Legacy Pictures, dan Vortera Studios tersebut.
Pada konferensi pers, pembawa acara bahkan menyinggung peran gandanya sebagai pemain dan publisis. Di atas panggung, Nazyra tampil membawakan karakter manajer Kafka, tokoh penyanyi terkenal yang diperankan Afgan. Di balik layar, ia turut mengoordinasikan rangkaian promosi serta menjembatani komunikasi antara rumah produksi dan awak media.
Nazyra mengaku langsung menerima tawaran bermain ketika dihubungi sutradara Naya Anindita, meski saat itu belum mengetahui karakter yang akan diperankannya.
"Waktu Naya menelepon lewat video call, saya langsung berpikir, 'Ini saatnya saya tampil. Ini momen saya muncul di film box office, tampil di layar lebar.' Jadi saya langsung bilang iya," ujar Nazyra.
Ia mengatakan, setelah mengetahui dirinya dipercaya memerankan manajer Kafka, antusiasmenya semakin besar.
"Pada saat itu saya belum dikasih tahu akan memerankan siapa. Begitu tahu saya menjadi manajernya Kafka, saya langsung bilang, 'Let's go!'," katanya.
Bagi Nazyra, kesempatan tampil di depan kamera menjadi pengalaman yang berbeda dibandingkan pekerjaannya selama ini yang lebih banyak berada di balik layar sebagai publisis.
"Biasanya saya lebih sering berada di belakang layar. Di film ini saya bisa merasakan bermain bersama teman-teman. Rasanya kami sudah seperti keluarga besar. Naya kembali mengumpulkan sahabat-sahabatnya dalam satu film bersama Starvision. Buat saya semuanya terasa seperti everything meant to be in the most perfect timing," ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pemain yang menurutnya menjadi kekuatan utama film tersebut.
"Melihat jajaran pemain di samping saya ini, kalian luar biasa. Kalian adalah bintang-bintang yang sesungguhnya," kata Nazyra.
Suasana peluncuran trailer semakin hidup ketika satu per satu karakter pekerja rumah tangga diperkenalkan. Tike Priatnakusumah, Ummi Quary, Musdalifah Basri, Neneng Wulandari, Boah Sartika, serta pemain lainnya bergantian memperkenalkan karakter mereka dengan candaan dan improvisasi yang berkali-kali memancing gelak tawa para tamu undangan dan awak media.
Di balik balutan komedi tersebut, sutradara Naya Anindita menegaskan bahwa Agensi Rumah Tangga membawa pesan penting mengenai penghargaan terhadap pekerja rumah tangga.
"Sering kali kita melihat ART hanya sebagai bagian dari fasilitas rumah. Padahal mereka adalah pekerja seperti kita yang memiliki hak dan harus diperlakukan secara manusiawi," ujar Naya.
Menurutnya, film adaptasi novel karya Almira Bastari ini ingin mengajak penonton melihat kehidupan pekerja rumah tangga dari sudut pandang yang berbeda. Melalui kisah yang ringan dan menghibur, film tersebut mengangkat persoalan hak, kesejahteraan, dan penghormatan terhadap profesi pekerja domestik.
Film Agensi Rumah Tangga dibintangi Enzy Storia, Afgan, Fita Anggriani, Ardit Erwandha, Yunita Siregar, Unique Priscilla, serta sederet komika perempuan yang menjadi kekuatan utama film ini.
Selain memperkenalkan dua poster resmi dan official trailer, acara juga menghadirkan sesi pemutaran eksklusif lagu Langit Merah Muda yang dibawakan Afgan sebagai original soundtrack film.
Agensi Rumah Tangga dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 10 September 2026, menawarkan perpaduan komedi, drama, dan kritik sosial tentang kehidupan pekerja rumah tangga yang dikemas hangat sekaligus menghibur.
09 Agustus 2026
Harlah ke-28, PKB Lampung Tegaskan Komitmen Tebar Kebermanfaatan bagi Masyarakat
REFORMASI-ID | LAMPUNG – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan dalam rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) PKB ke-28 yang berlangsung selama dua hari, Sabtu (8/8/2026) hingga Minggu (9/8/2026).
Ketua DPW PKB Lampung, Chusnunia Chalim, mengatakan keberadaan partai politik tidak semestinya hanya berorientasi pada perolehan suara atau kepentingan politik elektoral, tetapi juga harus mampu hadir dan berkontribusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Politik pada akhirnya harus bicara kebermanfaatan. Bukan hanya bagaimana mendapatkan kepercayaan masyarakat, tetapi apa yang kemudian kita kerjakan setelah kepercayaan itu diberikan,” ujar Chusnunia, yang akrab disapa Nunik, dalam pernyataannya, Minggu (9/8/2026).
Menurutnya, semangat tersebut diwujudkan melalui sejumlah kegiatan Harlah PKB yang menyentuh berbagai bidang, mulai dari ekonomi kerakyatan, kebudayaan, kuliner, hingga kepedulian terhadap lingkungan.
Sejumlah agenda yang digelar antara lain festival kuliner seruit, sarasehan budaya, workshop jamu, lomba memasak nasi goreng, serta Festival Musik Kebangkitan.
Chusnunia menjelaskan, keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang lokal menjadi salah satu bagian dari rangkaian kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan yang melibatkan masyarakat diharapkan dapat turut menggerakkan aktivitas ekonomi lokal.
“Ketika ada kegiatan, orang datang, produk dibeli, dan kuliner dinikmati. Di situ ada roda ekonomi yang ikut bergerak. Kita ingin setiap kegiatan sebisa mungkin memberikan manfaat nyata kepada masyarakat,” katanya.
Memasuki hari kedua, Minggu (9/8/2026), rangkaian Harlah dilanjutkan dengan aksi bersih pantai dan penanaman mangrove. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan, khususnya kawasan pesisir.
Chusnunia menilai pengembangan ekonomi masyarakat pesisir perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan. Menurutnya, kawasan pantai yang terawat dapat mendukung aktivitas pariwisata sekaligus memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Kalau pantainya bersih dan terawat, orang akan nyaman berkunjung. Saat kunjungan meningkat, yang mendapatkan manfaat bukan hanya tempat wisatanya, melainkan juga pedagang, UMKM, dan masyarakat sekitar. Kita tidak bisa bicara ekonomi pesisir jika lingkungannya diabaikan. Alamnya tetap dijaga, masyarakat sekitar pun mendapatkan manfaat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Chusnunia juga menyoroti potensi pariwisata di Lampung Timur. Ia berharap kawasan tersebut semakin ramah bagi wisatawan dan didukung dengan ketersediaan fasilitas penunjang, termasuk akomodasi.
“Di Lampung Timur masih cukup sulit mencari penginapan. Anggota dewan perlu berinvestasi di sini supaya perekonomian daerah semakin hidup,” tambahnya.
Ia menegaskan, peringatan Harlah PKB tidak hanya menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi dan persatuan internal, tetapi juga mendorong kader agar memberikan kontribusi positif sesuai bidang masing-masing.
“Semua kader dan warga PKB harus membawa manfaat di sektornya masing-masing. Ke depan, kita juga berencana menggelar festival band agar makin banyak lahir grup musik berbakat dari Lampung, serta berbagai program pembinaan di sektor lainnya,” pungkas Chusnunia.
Rangkaian kegiatan Harlah tersebut sekaligus menjadi momentum bagi DPW PKB Lampung untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam kegiatan sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan, dengan menempatkan kebermanfaatan sebagai salah satu pesan utama peringatan Harlah ke-28 PKB. (**)
Patroli Udara Karhutla, Danrem 044/Gapo Pastikan Kondisi Wilayah Sumsel
REFORMASI-ID | Palembang – Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud, melaksanakan patroli udara dalam rangka pemantauan dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Sumatera Selatan dengan menggunakan Helikopter Patroli AS365-N2 PK-RTY milik Satgas Udara BNPB, Minggu (9/8/2026).
Sebelum pelaksanaan patroli udara, Danrem 044/Gapo menerima paparan terkait situasi dan kondisi Karhutla di wilayah Provinsi Sumatera Selatan yang disampaikan oleh Mayor Lek Edy Susanto. Dalam paparannya, dijelaskan perkembangan titik panas, kondisi cuaca, wilayah rawan Karhutla, serta langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan oleh Satgas Karhutla di lapangan.
Usai menerima paparan, Danrem 044/Gapo beserta rombongan melaksanakan patroli udara dengan titik keberangkatan dari Apron Alpha Lanud Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang. Adapun rute patroli meliputi Palembang – Talang Kelapa – Tulung Selapan – Tulung Selapan 2 – Tulung Selapan 3 – Pangkalan Lampam – Muara Kuang – Jejawi – Indralaya – Gelumbang – Rantau Bayur – kembali ke Palembang.
Patroli udara tersebut bertujuan untuk memantau secara langsung kondisi wilayah yang berpotensi terjadi Karhutla, mengidentifikasi titik-titik rawan, serta memastikan kesiapsiagaan personel dan sarana penanggulangan yang telah disiagakan di lapangan.
Dari hasil pemantauan udara, terpantau Satgas Darat Karhutla yang terdiri dari personel TNI, Babinsa, Manggala Agni, BPBD, Polri, serta instansi terkait lainnya terus melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di sejumlah wilayah di Sumatera Selatan. Selain itu, kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat juga terus digencarkan guna mencegah terjadinya pembakaran lahan.
Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud menegaskan bahwa pencegahan merupakan langkah utama dalam mengatasi Karhutla dan memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Patroli udara ini kita laksanakan untuk memastikan kondisi wilayah secara langsung, memetakan daerah rawan, sekaligus melihat kesiapsiagaan Satgas Karhutla di lapangan. Saya mengapresiasi seluruh personel yang terus bekerja tanpa mengenal waktu dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan Karhutla di Sumatera Selatan,” ujar Danrem.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Sumatera Selatan untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membuka lahan menggunakan api. Pencegahan Karhutla bukan hanya tugas pemerintah dan aparat, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama demi menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian alam,” tegas Brigjen Khabib.
Melalui sinergi seluruh unsur Satgas Karhutla, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta partisipasi aktif masyarakat, diharapkan potensi terjadinya Karhutla di wilayah Sumatera Selatan dapat diminimalisir sehingga situasi tetap aman, kondusif, dan terkendali. (Mdn)
Aksi Humanis Polantas Banyuasin, Bekali Pengendara Terjebak Macet Makanan dan Air Mineral Gratis
REFORMASI-ID | BANYUASIN – Polda Sumatera Selatan melalui jajaran Polres Banyuasin menunjukkan respons cepat dan humanis dalam meluruskan informasi yang beredar di ruang digital sekaligus menghadirkan pelayanan langsung bagi masyarakat pengguna jalan. Aksi anggota Satlantas Polres Banyuasin yang membawa kardus di tengah kemacetan Jalintim Palembang-Betung dipastikan merupakan kegiatan sosial berupa pembagian makanan dan air mineral secara gratis kepada pengendara.
Aksi tersebut menjadi perhatian setelah videonya beredar di media sosial dan menimbulkan beragam persepsi. Untuk memastikan informasi yang diterima masyarakat tidak keliru, jajaran Satlantas Polres Banyuasin memberikan klarifikasi bahwa kardus yang dibawa personel berisi makanan ringan dan air mineral yang diperuntukkan bagi para pengemudi dan pengguna jalan yang terjebak dalam kemacetan panjang.
Kegiatan berlangsung di kawasan Simpang Talang Buluh/Semuntul Km 18, Kelurahan Sukomoro, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Selasa (4/8/2026), mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai.
Di tengah kondisi arus lalu lintas yang padat, personel Satlantas tidak hanya melakukan pengaturan untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas), tetapi juga memberikan perhatian terhadap kondisi para pengendara yang harus menunggu dalam waktu cukup lama.
Makanan dan air mineral tersebut dibagikan secara cuma-cuma sebagai bentuk kepedulian kepada para sopir angkutan barang maupun pengguna jalan lainnya. Kehadiran personel di tengah kemacetan sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana yang lebih aman, tertib dan humanis di jalur lintas yang menjadi salah satu akses penting pergerakan masyarakat dan distribusi barang.
Kasat Lantas Polres Banyuasin, AKP Sayyid Malik Ibrahim, S.Tr.K., S.I.K., M.I.K., mengatakan aksi tersebut murni merupakan bentuk kepedulian personel kepada masyarakat dan tidak berkaitan dengan pungutan dalam bentuk apa pun.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak salah paham terhadap video yang beredar di media sosial. Kardus yang dibawa anggota kami berisi makanan dan air mineral gratis untuk dibagikan kepada pengemudi yang kelelahan akibat macet panjang. Ini merupakan bentuk kepedulian tulus kami dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar AKP Sayyid Malik Ibrahim, S.Tr.K., S.I.K., M.I.K.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Banyuasin, AKP Sayyid Malik Ibrahim, S.Tr.K., S.I.K., M.I.K., didampingi KBO Satlantas Polres Banyuasin, Iptu Eko Susilo, S.H., M.M., beserta personel Satlantas Polres Banyuasin.
Kapolres Banyuasin, AKBP Risnan Aldino, S.I.K., M.Si., mengapresiasi langkah cepat dan humanis personelnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sekaligus meluruskan informasi yang berkembang di media sosial.
“Polres Banyuasin senantiasa berkomitmen untuk hadir secara aktif di tengah masyarakat. Kehadiran Polri tidak hanya diwujudkan melalui pengaturan lalu lintas dan penegakan hukum, tetapi juga melalui kepedulian, empati dan upaya memberikan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jalan,” tegas AKBP Risnan Aldino, S.I.K., M.Si.
Menurutnya, pelayanan kepolisian harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung, khususnya dalam situasi lalu lintas yang membutuhkan kehadiran dan respons cepat personel di lapangan.
Aksi tersebut juga menjadi gambaran pendekatan pelayanan Polri yang mengedepankan sisi humanis. Di tengah kepadatan lalu lintas, personel tetap menjalankan tugas utama menjaga kamseltibcarlantas sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., memberikan apresiasi terhadap respons jajaran Polres Banyuasin serta mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi yang beredar di media sosial.
“Kami mendukung penuh setiap langkah jajaran dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Apa yang dilakukan personel Satlantas Polres Banyuasin merupakan bentuk kehadiran Polri yang humanis di tengah masyarakat. Kami juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyaring informasi di media sosial sehingga tidak terjadi kesalahpahaman terhadap berbagai bentuk pelayanan positif yang dilakukan anggota di lapangan,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.
Polda Sumatera Selatan menegaskan bahwa kehadiran Polri di ruang publik tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga menyentuh kebutuhan kemanusiaan masyarakat. Respons cepat terhadap informasi viral dan pelayanan langsung di lapangan menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi publik yang transparan, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta memastikan setiap tugas kepolisian memberikan manfaat nyata.
Aksi sosial yang dilakukan jajaran polres Banyuasin tersebut mendapat sambutan positif dari para pengguna jalan yang menerima bantuan di tengah kondisi kemacetan. (Hms/Mdn)
08 Agustus 2026
Sambut Hari Kemerdekaan Eva Dwiana Bagikan 10 Ribu Bendera Merah Putih ke Warga
REFORMASI-ID | BANDAR LAMPUNG - Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kota Bandar Lampung membagikan sebanyak 10 ribu bendera Merah Putih kepada masyarakat.
Kegiatan pembagian bendera tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana bersama jajaran Pemerintah Kota Bandar Lampung, di sejumlah titik, yakni Bundaran Tugu Adipura dan Jalan Yos Sudarso, tepatnya di pertigaan Kecamatan Bumi Waras.
Pantauan di lokasi, pengendara maupun masyarakat antusias menerima Bendera Merah Putih yang dibagikan Bunda Eva dan Kepala OPD.
Pembagian ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengajak masyarakat untuk ikut memeriahkan HUT Kemerdekaan RI dengan mengibarkan bendera Merah Putih di lingkungan masing-masing.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, pembagian 10 ribu bendera tersebut merupakan bentuk ajakan kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menumbuhkan semangat nasionalisme dan rasa cinta terhadap Tanah Air.
Menurut Eva, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI harus menjadi kesempatan untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
“Ini merupakan bentuk kecintaan kita kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kami mengajak seluruh masyarakat Bandar Lampung untuk bersama-sama memasang dan mengibarkan bendera Merah Putih di rumah, lingkungan, maupun tempat usaha masing-masing,” ujar Eva.
Eva juga mengajak masyarakat untuk menyambut peringatan HUT RI dengan penuh semangat dan tetap menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan masing-masing.
“Semoga semangat kemerdekaan ini bisa terus kita jaga. Mari kita isi kemerdekaan dengan hal-hal positif, menjaga kerukunan, gotong royong, dan bersama-sama membangun Kota Bandar Lampung menjadi lebih baik,” katanya. (**)
Tampil Memukau, Band Three Sixty Awali Keseruan Harbour Fest Bakauheni
REFORMASI-ID | BAKAUHENI, LAMPUNG SELATAN — Bakauheni Harbour City kembali menghadirkan gelaran hiburan bertajuk Harbour Fest, dengan rangkaian acara yang memadukan musik, hiburan interaktif, serta penampilan sejumlah musisi dan band. Sabtu, 08/08/2026.
Dalam rangkaian kemeriahan acara tersebut tampil mengawali keseruan Band Three sixty. Dan terpantau awak media dilapangan hadir Dirut Teknik Asdp Nana Sutisna, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Wakil Bupati Lampung Selatan Syaiful Anwar beserta jajarannya, Forkopimda, Forkopimcam dan Kepala Desa Bakauheni.
Tak hanya itu ada salah satu yang menarik, para pengunjung disuguhi dengan kuliner UMKM Bakauheni, hal tersebut disampaikan oleh pengunjung dari Sidomulyo Mbak Fani dan Mas Ajis, event seperti ini sangat menyenangkan dan bagus sekali untuk mendorong kemajuan pariwisata juga ekonomi masyarakat di Lampung Selatan.
"Semoga kedepannya lebih sering diselenggarakan acara acara besar seperti ini," ujar mereka berdua.
Selain itu. Panggung utama semakin semarak pada malam hari. Mulai pukul 19.00 WIB, Threesixty yang tampil memukau, kemudian dilanjutkan Gilga Sahid pada pukul 20.00 WIB.
Masih ditempat yang sama pengunjung Harbour Fest Hasan dari Bandar Lampung penggemar Band Kotak. Berharap agar Band Band yang tampil agar lebih banyak lagi agar lebih meriah dan seru.
"Sudah sangat bagus dengan adanya event Harbour Fest, yang sudah memberikan hiburan dengan penampilan artis artis ibukota. Yang salah satu band favorit kami Band Kotak," ungkapnya.
Tak berhenti di situ, penonton juga akan dihibur oleh Guyon Waton pada pukul 21.00 WIB dan ditutup dengan penampilan Kotak Band pada pukul 22.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB.
Setelah seluruh rangkaian pertunjukan selesai, acara akan ditutup dengan sesi “Thanks To – Closing” pada pukul 23.00 WIB.
Dengan komposisi penampil yang beragam, Harbour Fest diharapkan menjadi salah satu pilihan hiburan masyarakat sekaligus menambah semarak aktivitas di kawasan Bakauheni Harbour City. (Tim)
Ketua IESPA Ibnu Riza Apresiasi Kapolri Cup 2026: Wadah Luar Biasa, dari Polres hingga Panggung Nasional
Satu Rangkaian, Dua Laporan Pidana: Pakar Soroti Potensi Conflict of Interest di Polres Bogor
MRI, Bogor - Penanganan perkara di Polres Bogor menjadi sorotan setelah seorang warga yang mengaku sebagai korban dugaan penculikan justru menerima undangan klarifikasi sebagai saksi dalam perkara berbeda yang dilaporkan oleh pihak yang disebutnya berkaitan dengan perkara tersebut.
Surat undangan klarifikasi itu diterbitkan Satreskrim Polres Bogor dengan Nomor B/407/VII/RES.1.11./2026/Reskrim, tertanggal 22 Juli 2026. Dalam surat tersebut, Muhamad Riski diminta memberikan keterangan sebagai saksi dalam penyelidikan dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan.
Penyelidikan itu disebut berdasarkan laporan polisi yang diterima pada 10 Juni 2026.
Persoalannya bukan semata-mata mengenai adanya laporan baru. Titik krusialnya adalah relasi antara laporan tersebut dengan perkara dugaan penculikan yang sebelumnya dilaporkan, serta bagaimana aparat memastikan kedua perkara yang diduga melibatkan pihak-pihak yang sama ditangani secara objektif.
Riski sebelumnya mengaku sebagai korban dalam perkara dugaan penculikan. Dalam perkembangan berikutnya, pihak yang disebut berkaitan dengan perkara tersebut membuat laporan dugaan penipuan dan/atau penggelapan yang kemudian menempatkan Riski sebagai pihak yang dimintai klarifikasi.
Situasi ini memunculkan pertanyaan mendasar: apakah dua perkara tersebut benar-benar berdiri sendiri, atau merupakan rangkaian peristiwa yang saling berkaitan?
Pertanyaan berikutnya menjadi lebih penting: bagaimana penyidik memastikan proses hukum terhadap masing-masing laporan tidak saling memengaruhi?
Bukan Sekadar Soal "Laporan Balik"
Secara hukum, setiap orang mempunyai hak untuk melaporkan dugaan tindak pidana. Kepolisian juga memiliki kewajiban menerima laporan masyarakat dan melakukan penanganan sesuai ketentuan hukum.
Namun, persoalan menjadi berbeda ketika sebuah laporan baru muncul dalam konteks perkara yang sebelumnya sedang dipersoalkan oleh para pihak yang sama.
Laporan yang dibuat kemudian tidak otomatis dapat disebut sebagai laporan palsu, laporan balik yang direkayasa, ataupun kriminalisasi. Sebaliknya, laporan tersebut juga tidak boleh dipandang sebagai fakta yang berdiri sendiri tanpa melihat rangkaian peristiwa secara utuh.
Di sinilah profesionalisme penyidik diuji.
Penyidik perlu menjawab secara objektif: apa peristiwa awalnya, siapa melakukan apa, kapan peristiwa terjadi, apa hubungan antara para pihak, serta apakah dugaan penipuan dan/atau penggelapan tersebut memiliki hubungan kausal dengan perkara dugaan penculikan?
Tanpa konstruksi perkara yang utuh, penanganan secara parsial berpotensi menimbulkan persepsi bahwa hukum hanya melihat satu sisi dari sebuah rangkaian peristiwa.
![]() |
| Dosen Universitas Pancasila, Dr. Andi Muhammad Anwar, S.H., M.H, |
Pakar: Integritas Penyidik Menjadi Kunci
Doktor Hukum Universitas Pancasila, Dr. Andi Muhammad Anwar, S.H., M.H, menilai persoalan penegakan hukum tidak hanya menyangkut keberadaan aturan, tetapi juga kualitas aparat yang menjalankannya.
Menurutnya, dalam teori pembentukan hukum dikenal konsep legal structure. Struktur hukum di Indonesia pada dasarnya telah tersedia. Persoalannya adalah bagaimana struktur tersebut dijalankan oleh aparat yang memiliki integritas, moralitas, dan kesadaran untuk menjaga fairness dalam setiap proses hukum.
"Apakah pelaksana hukum itu memiliki integritas, memiliki moralitas, dalam proses itu fairness atau tidak, terhindar dari conflict of interest, punya kesadaran yang tinggi terkait dengan perkara itu?"tanya dia.
Menurut Dosen Unas ini, pola saling melapor dalam satu rangkaian persoalan justru dapat berdampak terhadap kepercayaan masyarakat kepada institusi penegak hukum.
Andi menilai perkara yang memiliki keterkaitan harus ditangani dengan kehati-hatian agar proses hukum tidak berkembang menjadi persoalan baru di tengah masyarakat.
"Ini kan lucu, saling melapor. Mestinya kasus itu singkat," ujarnya.
Ia mengingatkan, apabila masyarakat melihat proses hukum tidak berjalan secara fair, dampaknya bukan hanya terhadap para pihak yang sedang berperkara, tetapi juga terhadap institusi penegak hukum.
"Akibatnya masyarakat apriori kepada hukum dan penegak hukum. Ini berbahaya," katanya.
Perlukah Penanganan Dipisahkan?
Dalam konteks perkara Bogor ini, Andi menyoroti pentingnya mencegah potensi conflict of interest apabila dua laporan memiliki keterkaitan erat dan melibatkan pelapor maupun terlapor yang sama.
Menurut dia, secara ideal perlu dipertimbangkan mekanisme penanganan yang dapat menjaga independensi pemeriksaan.
"Harusnya setidaknya sebagai aparat penegak hukum, penyidik punya integritas dan moralitas. Dia menyadari bahwa laporan ini mestinya tidak boleh ditangani oleh penyidik yang sama," kata Andi.
Ia bahkan memberikan contoh, apabila satu laporan ditangani di Polres Bogor, laporan lain yang berkaitan setidaknya dapat dipertimbangkan untuk ditangani oleh satuan atau wilayah berbeda agar terdapat jarak pemeriksaan.
"Pelapornya sama, terlapornya sama, jangan di satu unit yang sama. Dipisah saja," ujarnya.
Menurutnya, pemisahan tersebut bukan berarti salah satu laporan harus dihentikan. Tujuannya adalah menjaga proses pemeriksaan tetap fair dan mengurangi potensi konflik kepentingan.
"Ini soal value seorang penegak hukum. Harus sadar betul. Itu yang dimaksud dengan integritas," tegasnya.
Pertanyaan yang Belum Terjawab
Dari dokumen undangan klarifikasi yang diterima Riski, setidaknya terdapat sejumlah pertanyaan yang membutuhkan penjelasan resmi dari kepolisian.
Pertama, apa hubungan antara laporan dugaan penipuan dan/atau penggelapan dengan perkara dugaan penculikan yang sebelumnya dilaporkan?
Kedua, apakah penyidik telah memeriksa kronologi kedua perkara secara bersamaan untuk melihat kemungkinan adanya keterkaitan peristiwa?
Ketiga, apakah pihak-pihak yang terlibat dalam kedua laporan merupakan orang yang sama atau memiliki hubungan langsung dalam rangkaian peristiwa?
Keempat, bagaimana mekanisme Polres Bogor mencegah potensi conflict of interest apabila kedua perkara ditangani dalam lingkungan penyidikan yang sama?
Kelima, apakah telah dilakukan gelar perkara atau evaluasi internal untuk memastikan masing-masing laporan memiliki dasar peristiwa dan alat bukti yang berdiri sendiri?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting dijawab bukan untuk menghakimi salah satu pihak, melainkan untuk memastikan bahwa proses hukum berjalan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Polisi Belum Memberikan Penjelasan
Redaksi Inpopedia telah menghubungi pihak Polres Bogor untuk meminta penjelasan mengenai hubungan kedua perkara, mekanisme penanganannya, serta langkah kepolisian dalam memastikan proses pemeriksaan berlangsung objektif.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh penjelasan resmi dari Polres Bogor.
Kasus ini pada akhirnya bukan sekadar tentang siapa yang melapor dan siapa yang dilaporkan.
Yang jauh lebih penting adalah memastikan bahwa setiap laporan diperiksa secara objektif, setiap bukti diuji secara proporsional, dan setiap warga memperoleh perlakuan yang sama di hadapan hukum.
Sebab ketika satu perkara melahirkan perkara lain dan para pihak yang sama kembali berhadapan melalui laporan pidana, publik berhak memperoleh jawaban: apakah hukum sedang mencari kebenaran materiil, atau justru sedang terseret ke dalam rangkaian konflik para pihak?
Jawaban atas pertanyaan itu sepenuhnya harus dibuktikan melalui proses hukum yang profesional, transparan, dan dapat diawasi.***
Musisi Papan Atas dan Hiburan Meriahkan Harbour Fest Bakauheni, Ini Rundown Acaranya
REFORMASI-ID | BAKAUHENI, LAMPUNG SELATAN — Bakauheni Harbour City kembali menghadirkan gelaran hiburan bertajuk Harbour Fest, dengan rangkaian acara yang memadukan musik, hiburan interaktif, serta penampilan sejumlah musisi dan band. Sabtu, 08/08/2026.
Berdasarkan rundown yang dirilis panitia, acara akan dimulai pada pukul 14.00 WIB dengan pembukaan gerbang atau open gate.
Selanjutnya, pengunjung akan disuguhi penampilan Pascal Harmony dan Morning Joy, kemudian dilanjutkan dengan game interactive.
Memasuki sore hari, suasana semakin meriah dengan penampilan Koplo Dadakan Remaja pada pukul 16.00 WIB, disusul Hanaya Band pada pukul 17.00 WIB.
Acara kemudian memasuki waktu istirahat Magrib pada pukul 18.00 WIB. Setelah itu, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dan Opening Lighting Show.
Panggung utama semakin semarak pada malam hari. Mulai pukul 19.00 WIB, Threesixty dijadwalkan tampil, kemudian dilanjutkan Gilga Sahid pada pukul 20.00 WIB.
Tak berhenti di situ, penonton juga akan dihibur oleh Guyon Waton pada pukul 21.00 WIB dan ditutup dengan penampilan Kotak Band pada pukul 22.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB.
Setelah seluruh rangkaian pertunjukan selesai, acara akan ditutup dengan sesi “Thanks To – Closing” pada pukul 23.00 WIB.
Dengan komposisi penampil yang beragam, Harbour Fest diharapkan menjadi salah satu pilihan hiburan masyarakat sekaligus menambah semarak aktivitas di kawasan Bakauheni Harbour City. (Tim)
07 Agustus 2026
Hotnews, Harbour Fest 2026 Tampilkan Artis Ibu Kota di Menara Siger
REFORMASI-ID | Lampung Selatan - Gelaran Harbour Fest 2026 tinggal menghitung jam. Festival musik yang dinantikan masyarakat Lampung ini akan digelar Sabtu, 8 Agustus 2026, di Amphitheatre Menara Siger, kawasan Bakauheni Harbour City (BHC), Lampung Selatan. Jumat, 07/08/2026.
Mengusung perpaduan musik dan wisata, Harbour Fest 2026 menawarkan pengalaman berbeda bagi para penonton. Selain menikmati penampilan sejumlah musisi papan atas, pengunjung juga dapat merasakan atmosfer kawasan Bakauheni Harbour City dengan latar ikon Menara Siger.
Sejumlah nama besar siap memeriahkan panggung Harbour Fest 2026. Mereka di antaranya KOTAK, Guyon Waton, Gilga Sahid, Threesixty, dan KOPDAR.
Penampilan para musisi tersebut diprediksi menjadi magnet utama bagi pencinta musik dari Lampung dan daerah sekitarnya.
Penyelenggaraan Harbour Fest 2026 dijadwalkan dimulai dengan open gate pada pukul 16.00 WIB. Penonton diimbau datang lebih awal agar dapat mengikuti rangkaian acara dengan nyaman.
Detail acara:
Hari/Tanggal: Sabtu, 8 Agustus 2026
Open Gate: 16.00 WIB
Lokasi: Amphitheatre Menara Siger, Bakauheni Harbour City, Lampung Selatan
H-1, Penonton Diimbau Segera Amankan Tiket
Memasuki H-1 pelaksanaan, antusiasme terhadap Harbour Fest 2026 terus meningkat. Calon penonton yang belum mendapatkan tiket diimbau segera melakukan pembelian melalui kanal resmi.
Tiket resmi Harbour Fest 2026 tersedia secara online melalui YesPlis. Masyarakat juga diminta berhati-hati terhadap penjualan tiket dari sumber tidak resmi untuk menghindari penipuan.
Harbour Fest 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga turut memperkuat daya tarik Bakauheni Harbour City sebagai salah satu destinasi wisata dan pusat kegiatan di Lampung Selatan.
Besok, panggung Amphitheatre Menara Siger akan menjadi titik berkumpulnya para pencinta musik untuk menikmati penampilan musisi favorit sekaligus merasakan kemeriahan festival musik di kawasan Bakauheni. Jangan sampai terlewat. Harbour Fest 2026, Sabtu (8/8/2026), di Amphitheatre Menara Siger. (Tim)
Perkuat Pengamanan Distribusi Energi, Tim Audit Korsabhara Baharkam Polri Rampungkan Bintek "SMP" di Pertamina Jabar
Langkah Nyata Menuju Indonesia Hijau, Korem 044/Gapo Hadiri Peresmian Persemaian Sriwijaya Kemampo
REFORMASI-ID | Banyuasin – Kasrem 044/Garuda Dempo mewakili Danrem 044/Gapo menghadiri kegiatan Peresmian Persemaian Sriwijaya Kemampo yang berlangsung di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kemampo, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Jumat (7/8/2026).
Peresmian Persemaian Sriwijaya Kemampo menjadi tonggak penting rehabilitasi hutan dan lahan. Persemaian seluas 60.000 m² ini ditargetkan memproduksi 10 juta bibit pohon berkualitas per tahun untuk mendukung pemulihan lingkungan secara berkelanjutan.
Kegiatan peresmian dihadiri oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, unsur pemerintah pusat dan daerah, serta para pemangku kepentingan yang berkomitmen dalam pelestarian lingkungan hidup.
Persemaian Sriwijaya Kemampo diharapkan menjadi pusat penyediaan bibit unggul untuk mendukung program penghijauan, restorasi hutan, reklamasi lahan kritis, dan peningkatan tutupan vegetasi. Persemaian ini akan memproduksi bibit tanaman hutan, tanaman endemik, tanaman estetika, serta Multi Purpose Tree Species (MPTS) yang bermanfaat bagi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Persemaian Sriwijaya Kemampo menjadi pusat penyediaan bibit unggul untuk mendukung penghijauan, restorasi hutan, dan reklamasi lahan kritis. Persemaian ini memproduksi bibit tanaman hutan, tanaman endemik, tanaman estetika, serta Multi Purpose Tree Species (MPTS) guna mendukung kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui sinergi pemerintah, TNI, dunia usaha, dan masyarakat, Persemaian Sriwijaya Kemampo diharapkan menjadi pusat pembibitan modern yang berkontribusi dalam pelestarian hutan, peningkatan kualitas lingkungan, serta keberlanjutan ekosistem bagi generasi mendatang. (Mdn)
Ungkap Komplotan Curanmor dengan Delapan TKP, Polisi: Korban dan Pelaku Bertetangga
REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN – Polsek Candipuro membongkar komplotan spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang beraksi di wilayah Lampung Selatan. Ironisnya, para pelaku diketahui masih satu desa dengan korbannya di Desa Batuliman Indah, Kecamatan Candipuro. Dari pengembangan penyidikan, polisi juga mengungkap keterlibatan komplotan tersebut dalam delapan lokasi kejadian perkara (TKP).
Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan mengatakan, salah satu fakta yang cukup mengejutkan dalam pengungkapan kasus ini adalah para pelaku ternyata tinggal di lingkungan yang sama dengan korban.
"Ketiga pelaku memiliki alamat yang sama dengan korban di desa batu liman, jadi memang masih bertetangga," ujar Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan, S.H., S.I.K., M.M., M.Si. saat konferensi pers.
Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi berhasil menangkap Y.S. (21) di Bandar Sribhawono, Lampung Timur, yang kemudian mengarah pada penangkapan R.A. (22) dan K.S. (21) sebagai pelaku utama. Saat akan diamankan, K.S. berusaha melawan sehingga petugas memberikan tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur.
"Berdasarkan pengembangan keterangan pelaku, mereka sudah melakukan pencurian di delapan TKP di wilayah Candipuro sendiri," tegas AKBP Deddy Kurniawan.
Dari hasil pemeriksaan, R.A. dan K.S. mengakui telah melakukan pencurian kendaraan bermotor di delapan TKP di wilayah Kecamatan Candipuro dan sekitarnya, yakni dua kali di Desa Way Gelam, masing-masing di Desa Sidoasri, Desa KMS, Desa Banyumas, kawasan Bulog Kalianda, serta dua kali di Desa Batuliman, termasuk aksi pencurian pada 31 Juli 2026 yang menjadi dasar pengungkapan kasus ini.
Pada kesempatan tersebut Kapolres Lampung Selatan juga menyerahkan kembali dua unit sepeda motor milik korban kepada Zainuri. Zainuri mengaku bersyukur karena kedua kendaraan miliknya telah kembali dan para pelaku berhasil ditangkap.
"Terima kasih pak polisi sudah menangkap pelakunya dan mengembalikan dua kendaraan saya. Sekarang sudah tenang istri saya bisa kembali berjualan ke pasar, dan anak saya juga bisa kembali berangkat ke sekolah menggunakan motor" ujar Zainuri.
"Para tersangka kami kenakan Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman pidana penjara paling lama sembilan tahun," kata AKBP Deddy Kurniawan.
Kapolres menegaskan pihaknya akan terus menindak tegas pelaku kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat.
"Kami berkomitmen mengungkap seluruh kasus curat, curas, maupun tindak pidana konvensional lainnya. Apabila pelaku melawan petugas, kami akan melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur. Ini adalah komitmen saya sebagai Kapolres Lampung Selatan," tegasnya. (Hms/Mdn)
Lancarkan Aksi Pencurian Berkedok Polisi, Pelaku Digulung Jatanras Polda Sumsel
REFORMASI-ID | SUMSEL - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang dilakukan menggunakan modus menyamar sebagai anggota kepolisian.
Seorang pria berinisial JK (40) berhasil diamankan personel Subdirektorat III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel setelah tepergok melakukan aksi pencurian di salah satu minimarket di Jalan Dekranas Jakabaring, Kota Palembang, Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Pengungkapan kasus ini menjadi perhatian serius karena pelaku memanfaatkan atribut kepolisian untuk memperoleh kepercayaan masyarakat sekaligus mempermudah menjalankan aksi kejahatannya. Modus tersebut dinilai dapat mencederai kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian apabila tidak segera ditindak secara tegas.
Dalam menjalankan aksinya, tersangka mengenakan atribut menyerupai anggota Polri lengkap sehingga tidak menimbulkan kecurigaan pegawai minimarket. Pelaku kemudian berpura-pura membeli satu botol minuman sebagai pengalih perhatian. Saat situasi dianggap aman, tersangka memasukkan sejumlah produk susu berbagai merek ke dalam tas gendong yang dibawanya.
Namun aksi tersebut berhasil diketahui oleh pegawai minimarket yang kemudian mengamankan pelaku sebelum akhirnya diserahkan kepada personel kepolisian. Selanjutnya, tersangka beserta barang bukti dibawa ke Mapolda Sumatera Selatan guna menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, diketahui bahwa JK bukan pertama kali melakukan aksi pencurian. Pelaku mengaku telah menjalankan modus serupa di enam lokasi berbeda di Kota Palembang.
Enam lokasi tersebut meliputi minimarket di Jalan Inspektur Marzuki, Jalan Demang Lebar Daun, Jalan Dekranas Jakabaring, kawasan Bukit, serta dua toko atau warung yang berada di wilayah Kertapati dan Sekip. Fakta tersebut menunjukkan bahwa pelaku secara berulang menggunakan atribut kepolisian sebagai alat untuk mengelabui korban.
Dalam pengungkapan kasus ini, penyidik berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, yakni lima box susu Bebelac, satu box susu Nutri Baby Royal, satu box susu SGM, satu buah pistol korek, satu tas gendong berwarna hijau, serta satu kartu tanda anggota (KTA) Polri palsu atas nama Indra Saputra yang digunakan pelaku untuk memperkuat penyamarannya.
Seluruh barang bukti kini telah diamankan sebagai bagian dari proses penyidikan guna mengungkap kemungkinan adanya tindak pidana lain maupun jaringan yang berkaitan dengan penggunaan atribut kepolisian secara ilegal.
Atas perbuatannya, tersangka dipersangkakan melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan saat ini masih menjalani proses penyidikan di Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Johannes Bangun, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kepolisian tidak akan memberikan ruang bagi siapa pun yang melakukan tindak pidana dengan mencatut nama maupun atribut institusi Polri.
"Penggunaan atribut kepolisian secara ilegal untuk melakukan tindak pidana merupakan tindakan yang sangat meresahkan masyarakat sekaligus mencoreng nama baik institusi. Kami memastikan setiap pelaku akan diproses secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Polda Sumsel berkomitmen memberikan perlindungan kepada masyarakat serta menjaga kepercayaan publik terhadap Polri," tegas Kombes Pol. Johannes Bangun, S.Sos., S.I.K., M.H.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K., M.H., mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap berbagai modus kejahatan yang memanfaatkan atribut maupun identitas aparat penegak hukum.
"Masyarakat diharapkan tidak mudah percaya terhadap seseorang yang mengaku sebagai anggota Polri tanpa identitas yang jelas. Apabila menemukan tindakan mencurigakan atau dugaan penyalahgunaan atribut kepolisian, segera laporkan kepada kantor polisi terdekat atau melalui layanan kepolisian. Sinergi masyarakat dan kepolisian menjadi kunci dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," ujar Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K., M.H.
Pengungkapan kasus ini menjadi bukti nyata komitmen Polda Sumatera Selatan dalam memberantas seluruh bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat, termasuk penyalahgunaan identitas institusi negara. Kepolisian memastikan setiap pelaku tindak pidana akan diproses secara tegas demi menjaga rasa aman, kepastian hukum, serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. (Hms/Mdn)
Ads 970x90






















