Media Reformasi Indonesia (MRI)

28 Juli 2026

Sinergi Aparat Keamanan, Koramil 05/Bantar Gebang Hadir Pastikan Lingkungan Tetap Aman dan Kondusif


REFORMASI-ID | Kodam Jaya - Kota Bekasi - 28/07/2026 Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), personel Koramil 05/Bantar Gebang terus memperkuat sinergi bersama aparat keamanan dan unsur terkait dengan melaksanakan berbagai langkah antisipatif guna mencegah terjadinya tindakan kriminalitas serta gangguan keamanan di wilayah teritorial Koramil 05/Bantar Gebang.

Kegiatan patroli dan pemantauan wilayah dilakukan secara berkala, khususnya pada jam-jam rawan, sebagai upaya menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Kehadiran aparat di tengah-tengah masyarakat diharapkan mampu mencegah potensi gangguan Kamtibmas sekaligus mempererat komunikasi dan kebersamaan dengan warga.

Danramil 05/Bantar Gebang Mayor Inf Taufik Ismail, S.H., menyampaikan bahwa sinergi dan kerja sama antara TNI, Polri, serta seluruh elemen masyarakat merupakan langkah penting dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.

“Melalui sinergi dan patroli bersama, kami terus berupaya mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan kriminalitas. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan,” ujar Mayor Inf Taufik Ismail, S.H.

Dengan adanya kegiatan tersebut, Koramil 05/Bantar Gebang berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan rasa aman kepada masyarakat serta memastikan situasi wilayah tetap aman, tertib, dan kondusif.


(Kodim 0507/Bekasi)

Cegah Gangguan Kamtibmas, Koramil 04/Jati Asih Perkuat Patroli Malam di Wilayah Binaan



REFORMASI-ID  | Kodam Jaya - Kota Bekasi - 27/07/2026 Guna mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), personel Koramil 04/Jati Asih secara rutin melaksanakan patroli malam di wilayah binaan. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat serta memastikan situasi wilayah tetap aman dan kondusif.

Dalam pelaksanaan patroli, personel menyusuri sejumlah titik yang dianggap rawan dan lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Selain melakukan pemantauan situasi, personel juga memberikan imbauan kepada warga agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan Kamtibmas.

Danramil 04/Jati Asih Mayor Kav Su’ud Mulyadi mengatakan bahwa patroli malam merupakan bagian dari upaya Koramil dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.

“Kami terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan patroli dan pemantauan wilayah secara rutin. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, sehingga tercipta situasi yang aman, nyaman, dan kondusif,” ujar Danramil 04/Jati Asih Mayor Kav Su’ud Mulyadi.


(Kodim 0507/Bekasi)

Mahmud Marhaba dan Rikky Fermana: Perjuangan PJS Baru Dimulai, Mari Wujudkan Organisasi Pers yang Bermartabat


REFORMASI-ID | JAKARTA – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Mahmud Marhaba bersama Sekretaris Jenderal DPP PJS Rikky Fermana, dan Bendahara Umum Sofyan menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh keluarga besar PJS di Indonesia atas dukungan, dedikasi, serta kebersamaan yang telah ditunjukkan selama pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) III PJS.

Hal tersebut disampaikan Mahmud Marhaba dan Rikky Fermana dalam rilis resmi yang dikirimkan kepada seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PJS se-Indonesia pada Senin (27/7/2026).

Dalam pernyataannya, keduanya menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan Munas III PJS yang berlangsung lancar, demokratis, dan penuh semangat persaudaraan. Menurut mereka, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh pengurus dan anggota PJS dari Sabang hingga Merauke.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Ketua DPD, DPC, pengurus, dan anggota PJS yang telah hadir, memberikan dukungan, serta berpartisipasi aktif sehingga seluruh rangkaian Munas III dapat berjalan dengan baik dan sukses," tulis Mahmud Marhaba dan Rikky Fermana.

Mereka juga menyampaikan bahwa amanah yang kembali diberikan untuk memimpin DPP PJS merupakan tanggung jawab besar yang akan dijalankan dengan penuh integritas, dedikasi, dan semangat pengabdian demi kemajuan organisasi.

Selain suksesnya pelaksanaan Munas, Mahmud dan Rikky menegaskan bahwa PJS juga berhasil mencatat sejarah penting dengan resmi menyerahkan dokumen pendaftaran sebagai calon Konstituen Dewan Pers.

Menurut mereka, capaian tersebut merupakan buah dari kerja keras seluruh jajaran organisasi di berbagai daerah yang selama ini telah melengkapi berbagai persyaratan administrasi dan kelembagaan.

"Ini bukan hanya keberhasilan pengurus pusat, tetapi prestasi seluruh keluarga besar PJS. Kita patut bersyukur karena cita-cita besar organisasi mulai terwujud melalui kebersamaan dan semangat gotong royong," ungkapnya.

Namun demikian, keduanya mengingatkan bahwa perjuangan belum selesai. Tahapan berikutnya adalah mempersiapkan organisasi menghadapi proses verifikasi administrasi maupun verifikasi faktual dari Dewan Pers.

Karena itu, seluruh DPD dan DPC diminta segera memperkuat administrasi organisasi, melengkapi legalitas, memastikan keberadaan sekretariat yang aktif, serta membangun kepengurusan yang solid dan profesional.

Mahmud Marhaba dan Rikky Fermana juga mengajak seluruh keluarga besar PJS untuk terus menjaga kekompakan, mempererat komunikasi, dan memperkuat persatuan sebagai modal utama mewujudkan PJS menjadi organisasi profesi wartawan siber yang profesional, berintegritas, bertanggung jawab, serta diakui sebagai konstituen Dewan Pers.

"Mari kita lanjutkan sejarah yang telah kita mulai ini dengan kerja nyata, semangat baru, dan keyakinan bahwa kebersamaan adalah kekuatan terbesar PJS. Bersama, kita songsong masa depan organisasi yang lebih baik demi kemajuan pers Indonesia," tutup mereka. (DPP PJS)




Wow! Bulan Juni 2026, Bank Sampah Mutiara RW 13 Pondok Surya Mandala Bekasi Selatan Terima Setoran Sampah 2,1 Ton

REFORMASI - ID  | Kota Bekasi - Bank Sampah Mutiara RW 13 Pondok Surya Mandala Kelurahan Jakamulya Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, kembali menunjukkan peran aktifnya dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Sepanjang bulan Juni 2026, Bank Sampah Mutiara berhasil menerima setoran sampah dari Masyarakat RW 13 Kelurahan Jakamulya sebanyak 2,1 ton. Berdasarkan estimasi menggunakan pendekatan faktor emisi pengelolaan sampah daur ulang, jumlah tersebut setara dengan potensi pengurangan emisi sekitar 5,9 ton karbon dioksida ekuivalen atau CO₂e, apabila sampah yang terkumpul dapat dialihkan dari tempat pemrosesan akhir dan dimanfaatkan kembali melalui proses pemilahan serta daur ulang.

Capaian ini menunjukkan bahwa kegiatan bank sampah memberikan manfaat ekonomi bagi Masyarakat dan juga berkontribusi terhadap pengurangan sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir, penghematan penggunaan bahan baku baru, dan upaya mitigasi perubahan iklim. Apabila capaian 2,1 ton sampah per bulan dapat dipertahankan, Bank Sampah Mutiara berpotensi mengelola sekitar 25,2 ton sampah per tahun, yang setara dengan potensi pengurangan emisi sekitar 70,8 ton CO₂ ekuivalen per tahun.

Ketua RW 13 Kelurahan  Jakamulya, Dedy Rudyanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi dalam kegiatan Bank Sampah Mutiara.

"Capaian setoran sampah sebanyak 2,1 ton selama bulan Juni menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat RW 13 terhadap kebersihan dan pengelolaan lingkungan terus meningkat. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga, pengurus RT, dan pengelola Bank Sampah Mutiara yang terus bekerja secara konsisten," ujar Dedy Rudyanto, selasa (28/7/2026). 

Ketua RT 05 RW 13 Pondok Surya Mandala, Kelurahan Jakamulya, Setyono, menambahkan bahwa keberadaan Bank Sampah Mutiara telah membantu membangun kebiasaan baru di lingkungan masyarakat, terutama dalam melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah.

"Kami terus mengajak warga agar tidak mencampurkan seluruh sampah rumah tangga. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomi sebaiknya dipilah dan disetorkan ke Bank Sampah Mutiara. Selain menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga," jelas Setyono.

Sementara itu, Ketua Bank Sampah Mutiara, Ambarwati, menjelaskan bahwa capaian 2,1 ton merupakan hasil kerja sama antara pengurus, nasabah, relawan, dan masyarakat RW 13 Pondok Surya Mandala  Kelurahan  Jakamulya.

"Kami sangat bersyukur atas kepercayaan dan partisipasi warga. Setoran sebanyak

2,1 ton ini menjadi penyemangat bagi pengurus untuk terus meningkatkan pelayanan, pencatatan, pemilahan, dan pengelolaan sampah secara lebih profesional. Kami berharap jumlah warga yang menjadi nasabah Bank Sampah Mutiara semakin bertambah," ungkap Ambarwati.

Pengurus Bank Sampah Mutiara juga menyampaikan apresiasi kepada Gentra Waste Management, khususnya kepada ketuanya, Aam Amaningsih Jumhur, yang selama ini memberikan dukungan, pendampingan, serta penguatan kegiatan pengelolaan sampah di masyarakat.

Aam Amaningsih Jumhur merupakan relawan lingkungan sekaligus dosen Universitas Negeri Jakarta yang secara konsisten mendukung pengembangan Bank Sampah Mutiara melalui kegiatan edukasi, pendampingan masyarakat, penerapan teknologi tepat guna, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Gentra Waste Management serta Ibu Aam Amaningsih Jumhur atas perhatian, pendampingan, dan dukungannya kepada Bank Sampah Mutiara. Dukungan tersebut sangat berarti dalam meningkatkan kapasitas pengurus dan menjaga keberlanjutan kegiatan pengelolaan sampah di RW 13 Kelurahan  Jakamulya," kata Ambarwati.

Melalui capaian ini, Bank Sampah Mutiara berkomitmen untuk terus mengembangkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang edukatif, produktif, dan berkelanjutan. Bank Sampah Mutiara juga mengajak seluruh warga untuk semakin disiplin memilah sampah dari rumah serta menjadikan kegiatan menabung sampah sebagai bagian dari budaya hidup bersih dan peduli lingkungan, berharap bergabung dengan Bank Sampah Mutiara RW 13 Kelurahan Jakamulya.

Keberhasilan menerima setoran sampah sebanyak 2,1 ton dalam satu bulan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam membangun kolaborasi antara masyarakat, pengurus lingkungan, akademisi, dan komunitas pengelola sampah.

Tentang Bank Sampah Mutiara

Bank Sampah Mutiara merupakan bank sampah berbasis masyarakat yang berada di Perumahan Pondok Surya Mandala  RW 13 Kelurahan Jakamulya, Kecamatan Bekasi Selatan Kota Bekasi. Bank Sampah Mutiara menjalankan kegiatan pengumpulan, pemilahan, penimbangan, pencatatan tabungan sampah, edukasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat untuk mendukung pengurangan sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir.









Prestasi Jadi Penentu: CAT Berstandar Olimpiade Antar 350 Catar Lolos Akpol 2026



REFORMASI-ID | Semarang - Prestasi menjadi faktor utama dalam Seleksi Penerimaan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026. Melalui sistem Computer Assisted Test (CAT) berstandar olimpiade, nilai yang ditampilkan secara langsung kepada peserta, serta pengawasan dari berbagai lembaga independen, Polri menetapkan 350 calon taruna dan taruni yang berhak mengikuti pendidikan di Akademi Kepolisian.

Sidang Penetapan Kelulusan yang digelar Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri di Auditorium Cendekia Akpol, Semarang, Senin (27/7), menetapkan 320 calon taruna dan 30 calon taruni lulus dari total 404 peserta yang mengikuti seleksi tingkat pusat.

Proses sidang berlangsung dengan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH). Untuk memastikan objektivitas, Polri melibatkan pengawasan eksternal dari Ombudsman RI, Setara Institute, Centra Initiative, Amnesty International Indonesia, hingga Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP).

Asisten Kapolri Bidang SDM Irjen Pol. Dr. Anwar mengatakan, seleksi tahun ini menjadi tonggak penguatan kualitas rekrutmen Polri melalui sistem yang semakin modern dan berbasis merit.

“Penerimaan Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan pada kualitas peserta. Kami terus mendorong sistem seleksi yang objektif, transparan, dan mampu menjaring calon-calon perwira Polri terbaik,” ujar Irjen Pol. Anwar.

Berbeda dari tahun sebelumnya, seleksi Akpol 2026 menghadirkan inovasi melalui CAT dengan materi Tes Potensi Akademik berstandar olimpiade, sehingga mampu mengukur kemampuan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah secara lebih komprehensif.

Hasil seleksi menunjukkan kualitas peserta yang semakin kompetitif. Empat peserta meraih nilai tertinggi Tes Potensi Akademik sebesar 80, sementara empat peserta lainnya memperoleh nilai Bahasa Inggris tertinggi sebesar 82.

Penilaian dilakukan secara proporsional dengan komposisi Tes Potensi Akademik 30 persen, Bahasa Inggris 30 persen, Kesamaptaan Jasmani 30 persen, dan Penampilan 10 persen.

Selain menghadirkan sistem yang lebih modern, transparansi juga menjadi perhatian utama. Nilai ujian ditampilkan secara langsung di komputer masing-masing peserta setelah tes selesai. Selanjutnya, seluruh hasil peserta dicetak dalam satu dokumen dan ditandatangani bersama sehingga dapat diketahui secara terbuka.

Salah seorang calon taruni, Ghyna Islamiati Ramly, mengaku sempat kewalahan menghadapi soal Tes Potensi Akademik dan Bahasa Inggris. Namun, ia menilai seluruh proses seleksi berlangsung objektif dan adil.

“Menurut saya rekrutmen ini adil karena nilai langsung ditampilkan di komputer masing-masing, jadi kami bisa langsung melihat hasil sendiri,” ujar Ghyna.

Ia juga mengapresiasi mekanisme keterbukaan hasil yang diterapkan panitia.

“Semua nilai peserta di-print dalam satu kertas untuk ditandatangani bersama-sama. Jadi kami bisa melihat nilai peserta lain juga,” katanya.

Menurut Ghyna, seluruh peserta diperlakukan sama tanpa membedakan asal daerah maupun latar belakang.

“Saya merasa panitia memperlakukan masing-masing dari kami secara adil, tidak melihat latar belakang kami apa. Aturannya berlaku sama untuk semua peserta,” ungkap alumnus SMA Al-Azhar Mandiri Palu tersebut.

Komitmen membangun SDM Polri yang unggul juga menjadi perhatian Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. saat memberikan pembekalan kepada calon Taruna dan Taruni Akpol di Gedung Serba Guna Akpol, Semarang.

“Masa depan Polri sangat bergantung pada sejauh mana kita mempersiapkan generasi penerusnya. Tugas kita bukan hanya melahirkan sumber daya manusia yang unggul secara intelektual dan profesional, tetapi juga membentuk insan Bhayangkara yang berkarakter kuat, berintegritas, memiliki kepedulian sosial yang tinggi, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berani memimpin perubahan untuk menjawab tantangan keamanan yang semakin kompleks. Pendidikan menjadi fondasi utama dalam melahirkan pemimpin Polri masa depan yang Presisi, humanis, dan dipercaya masyarakat,” ujar Wakapolri.

Melalui sistem seleksi yang semakin modern, transparan, dan berbasis merit, Polri berharap para calon taruna dan taruni yang dinyatakan lulus mampu menjalani pendidikan dengan penuh dedikasi serta tumbuh menjadi pemimpin yang profesional, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan hadir sebagai pelindung, pengayom, serta pelayan masyarakat yang semakin dipercaya publik.

Roadshow FKKS Jakarta Timur Perkuat Sinergi Sekolah, Komite, dan Orang Tua Wujudkan Pendidikan Berkualitas

 


REFORMASI-ID | JAKARTA — Kolaborasi antara sekolah, komite sekolah, orang tua, pemerintah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, transparan, akuntabel, dan berkeadilan. Semangat itu mengemuka dalam Roadshow Forum Komunikasi Komite Sekolah (FKKS) Jakarta Timur yang digelar di SMAN 14 Jakarta, sekaligus menjadi titik ke-9 pelaksanaan roadshow di Jakarta Timur.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Kusmamto, Ketua FKKS Jakarta Timur H. Syamsul Bahri beserta Sekjen Lusiawati, Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sarjoko beserta jajaran Sudin, Wakil Camat Kecamatan Kramat Jati Miftah, jajaran Kesbangpol, serta Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) sebagai mitra baru FKKS Jakarta Timur, kepala sekolah, pengurus komite sekolah, dan para pemangku kepentingan pendidikan.

Dalam sambutannya, Kusmanto mengatakan setiap orang tua tentu menginginkan anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang berhasil. Namun, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini juga semakin kompleks, mulai dari pengaruh pergaulan hingga media sosial yang kerap membawa dampak negatif.

Karena itu, menurut dia, keterbukaan komunikasi antara orang tua dan anak menjadi hal yang sangat penting agar berbagai persoalan dapat diselesaikan sejak dini.

Ia menilai Roadshow FKKS sebelumnya, yang menggandeng Satpol PP, Kesbangpol, dan berbagai instansi telah membangun kesamaan pandangan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman. Sinergi tersebut terbukti mampu menekan angka tawuran pelajar maupun kasus perundungan (bullying).

Kusmanto juga mengingatkan bahwa Jakarta Timur merupakan wilayah dengan jumlah sekolah terbanyak di DKI Jakarta. Potensi tersebut harus menjadi modal besar untuk melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan keberhasilan Jakarta Timur menghimpun dana sosial melalui kolaborasi berbagai pihak. Pengumpulan dana Baznas (Bazis) Jakarta Timur mencapai sekitar Rp90 miliar, sedangkan PMI Jakarta Timur berhasil menghimpun sekitar Rp12 miliar.

"Jakarta Timur memiliki tantangan yang besar, tetapi juga mempunyai sumber daya yang besar. Dengan kolaborasi seluruh unsur masyarakat, tantangan itu dapat diubah menjadi kekuatan," ujarnya.

Selain pendidikan, Kusmanto mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung pelaksanaan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang pemilahan sampah dari sumber. Sosialisasi kebijakan tersebut telah dilakukan hingga tingkat kelurahan sebagai persiapan penerapan mulai 1 Agustus, sehingga volume sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang dapat terus dikurangi.


Komite Sekolah Bukan Pemungut Iuran

Ketua FKKS Jakarta Timur H. Syamsul Bahri mengatakan Roadshow di SMAN 14 merupakan pelaksanaan yang kesembilan. Ia juga menyampaikan bahwa Suku Dinas KPKP Jakarta Timur resmi menjadi mitra baru FKKS Jakarta Timur dalam memperkuat program pendidikan yang terintegrasi dengan kepedulian lingkungan.

Syamsul menegaskan kegiatan sinkronisasi dilaksanakan untuk memperkuat pemahaman mengenai peran kepala sekolah dan komite sekolah sebagaimana diatur dalam Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah.

Menurut dia, kepala sekolah memiliki kewenangan dalam manajemen satuan pendidikan, sedangkan komite sekolah menjalankan fungsi memberikan pertimbangan, menampung aspirasi, membangun partisipasi masyarakat, serta menjadi mitra strategis sekolah.

"Sinkronisasi ini dilakukan untuk membantu sekolah. Mudah-mudahan keberadaan komite sekolah tidak pernah merugikan sekolah," katanya.

Syamsul menegaskan seluruh kegiatan FKKS, termasuk roadshow, tidak pernah memungut dana dari orang tua atau wali murid. Anggota FKKS juga tidak dibebani iuran.

Ia meminta para pengurus komite sekolah tidak ragu menjalankan tugas sesuai aturan.

 

Kemitraan Harus Dibangun dengan Komunikasi

Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sarjoko mengucapkan selamat atas pelantikan kepengurusan FKKS Kecamatan Kramat Jati.

Ia menegaskan pembagian tugas antara kepala sekolah dan komite sekolah telah diatur secara jelas dalam Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016. Kepala sekolah bertanggung jawab terhadap pengelolaan sekolah, sedangkan komite menjadi mitra yang mewadahi aspirasi dan partisipasi masyarakat.

Menurut Sarjoko, komunikasi yang baik menjadi kunci utama keberhasilan kemitraan tersebut.

Komite sekolah, kata dia, berhak memberikan pertimbangan terhadap penyusunan program dan rencana kegiatan sekolah. Dalam aspek pendanaan, komite didorong mengembangkan penggalangan dana secara kreatif melalui kemitraan dengan dunia usaha, program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), dan berbagai pihak lain tanpa melakukan pungutan yang bersifat tetap dan mengikat kepada orang tua.

Selain itu, komite sekolah juga memiliki fungsi pengawasan sekaligus menjadi jembatan aspirasi orang tua kepada sekolah sehingga setiap masukan dapat ditindaklanjuti menjadi perbaikan layanan pendidikan.

Sarjoko berharap hubungan kepala sekolah dan komite dibangun atas dasar saling terbuka, saling percaya, dan saling menghormati. Kepala sekolah juga diharapkan memberikan ruang bagi komite untuk menjalankan perannya sebagai mitra strategis.

Ia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari lahirnya peserta didik yang berakhlak mulia, peduli sesama, serta memiliki jiwa sosial.

Sarjoko turut mengapresiasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Jakarta yang berlangsung secara transparan, akuntabel, tidak diskriminatif, dan berkeadilan.


Sekolah Menjadi Rumah Kedua

Sarjoko juga mengingatkan bahwa sekolah harus mampu menghadirkan suasana yang damai, hangat, aman, dan nyaman sehingga benar-benar menjadi rumah kedua bagi peserta didik.

Menurut dia, kepala sekolah dan guru tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga menjadi figur pengganti orang tua selama anak berada di lingkungan sekolah.

Di sisi lain, orang tua juga tidak boleh sepenuhnya menyerahkan tanggung jawab pendidikan kepada sekolah. Pendidikan karakter merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga dan sekolah.

Ia mendorong sekolah mengembangkan pendidikan berbasis lingkungan melalui program seperti urban farming, pengelolaan sampah, dan pembiasaan memilah sampah sejak dini. Edukasi yang dilakukan di sekolah diharapkan diterapkan pula di lingkungan keluarga sehingga peserta didik tumbuh menjadi duta pengelolaan sampah.

Sarjoko mengajak kepala sekolah, komite sekolah, orang tua, dan pemerintah untuk terus membangun komunikasi yang terbuka dan sinergis. 

Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan sekolah mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia, peduli lingkungan, memiliki jiwa sosial, serta siap menjadi penerus pembangunan bangsa.




Catar Kalteng Catat Jarak Lari Tertinggi pada Seleksi Tingkat Pusat Akpol 2026



REFORMASI-ID | Semarang - Seleksi Tingkat Pusat Calon Taruna (Catar) Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 terus berlangsung di Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah. Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) untuk memastikan setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan dan prestasi.

Salah satu capaian menonjol pada tes kesamaptaan jasmani ditorehkan oleh Jonathan Putra Siregar, calon taruna asal Polda Kalimantan Tengah. Pada tes lari selama 12 menit, Jonathan berhasil menempuh jarak 3.575 meter, menjadi peserta dengan capaian lari tertinggi pada pelaksanaan seleksi tingkat pusat tahun ini.

Selain menunjukkan kemampuan fisik yang prima, Jonathan juga mencatat nilai Tes Potensi Akademik (TPA) sebesar 72 dan Tes Bahasa Inggris sebesar 82. Ia mengaku mempersiapkan diri secara mandiri melalui latihan fisik rutin serta belajar Bahasa Inggris dari berbagai sumber pembelajaran daring.

Jonathan menilai seluruh proses seleksi yang diikutinya berlangsung secara terbuka dan objektif. Menurutnya, setiap tahapan memberikan ruang bagi peserta untuk bersaing secara sehat berdasarkan hasil yang diperoleh.

Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia, Irjen Pol. Dr. Anwar, mengatakan tes kesamaptaan jasmani merupakan salah satu instrumen penting dalam mengukur kesiapan calon taruna untuk mengikuti pendidikan kepolisian.

“Selain kemampuan akademik, kesehatan fisik, kesehatan mental, dan psikologi juga menjadi aspek yang dinilai. Yang tidak kalah penting adalah calon anggota Polri harus memiliki karakter, integritas, dan jiwa melayani masyarakat,” ujar Irjen Pol. Dr. Anwar.

Ia menambahkan, hasil tes kesamaptaan tahun ini menunjukkan peningkatan yang menggembirakan. Sebanyak 20 peserta berhasil menempuh jarak lebih dari 3.200 meter dalam waktu 12 menit, mencerminkan kesiapan fisik para calon taruna yang mengikuti seleksi tingkat pusat.

Polri berkomitmen menyelenggarakan proses rekrutmen yang bersih, transparan, akuntabel, humanis, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, serta nepotisme (KKN). Melalui proses seleksi yang objektif, diharapkan lahir calon-calon perwira Polri yang unggul, berintegritas, profesional, serta siap mengabdi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Jaga Jakarta On The Spot : Polsek Pondok Gede Gencarkan Patroli dan Operasi Kejahatan Jalanan Jaga Situasi Tetap Aman

 

REFORMASI - ID | Kota Bekasi – Polsek Pondok Gede menggelar Apel Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), Jaga Kondusivitas Wilayah  dilanjutkan patroli skala sedang dan razia stasioner yang sejalan dengan Program Jaga Jakarta On The Spot dalam rangka mengantisipasi kejahatan jalanan serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas) di wilayah hukum Polsek Pondok Gede tetap aman kondusife, Minggu (26/7/2026) dini hari.

Kegiatan yang dimulai pukul 01.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Pondok Gede, Kompol Bambang Sugiharto, SH., MH., dan diikuti sebanyak 30 personel.

Dalam arahannya, Kapolsek menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tawuran remaja, balap liar, kejahatan jalanan, serta berbagai gangguan kamtibmas lainnya yang kerap terjadi pada malam akhir pekan. Selain itu, personel juga diinstruksikan untuk menjaga kekompakan, meningkatkan koordinasi, serta mengutamakan keselamatan selama bertugas di lapangan.

“Meski angka tawuran di wilayah Pondok Gede menunjukkan tren penurunan, seluruh personel diminta tetap waspada dan terus meningkatkan langkah-langkah preventif guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” ujar Kompol Bambang dalam arahannya.

Usai apel, sebanyak 15 personel patroli dengan dukungan dua unit kendaraan roda empat diterjunkan untuk menyisir sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas. Patroli dipimpin oleh Iptu Sudaryono selaku Kanit Intelkam.

Selain patroli mobile, petugas juga melaksanakan razia stasioner di Jalan Caman Raya Jatibening Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi. Dalam pemeriksaan tersebut, petugas tidak menemukan senjata tajam, senjata api, bahan peledak, narkotika, maupun barang berbahaya lainnya.

Hingga kegiatan berakhir, situasi wilayah hukum Polsek Pondok Gede terpantau aman dan kondusif. Operasi ini merupakan upaya berkelanjutan kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat serta mencegah terjadinya aksi kriminalitas dan gangguan kamtibmas di wilayah Kota Bekasi, khususnya Kecamatan Pondok Gede dan Pondok Melati.

Polsek Bekasi Selatan Intensifkan Patroli Stasioner Hingga Dini Hari, Wujud Nyata Jaga Jakarta On The Spot

 

REFORMASI | KOTA BEKASI – Dalam rangka mendukung Program Jaga Jakarta On The Spot, Polsek Bekasi Selatan menggelar patroli stasioner pada Minggu malam (27/7/2026) hingga dini hari. Kegiatan dipimpin Panit II Reskrim Polsek Bekasi Selatan, IPDA Ismail Fachri, S.H., selaku Perwira Pengendali.

Sebanyak 10 personel diterjunkan menyisir sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas, meliputi Jalan Pulo Ribung Raya, Jalan Ki Ijo Bin Beih, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalan KH. Noer Ali, dan Jalan Cikunir Raya. Petugas juga melakukan pemeriksaan secara selektif dalam kegiatan Razia Stasioner, dengan sasaran senjata tajam, senjata api ilegal, narkoba, serta mengantisipasi aksi curas, curat, curanmor, tawuran, dan balap liar.

Hasil kegiatan menunjukkan situasi wilayah hukum Polsek Bekasi Selatan tetap aman dan kondusif. Selama razia berlangsung, tidak ditemukan pelanggaran pidana.

IPDA Ismail Fachri, S.H. mengatakan bahwa kehadiran personel di lapangan merupakan komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Melalui Program Jaga Jakarta On The Spot, kami terus meningkatkan patroli preventif untuk mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas. Kehadiran anggota di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan," ujar IPDA Ismail Fachri.

Polsek Bekasi Selatan mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif menjaga keamanan lingkungan serta segera melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas melalui layanan Kepolisian 110 yang dapat diakses secara gratis.

JAGA BEKASI ON THE SPOT : BHABINKAMTIBMAS KELURAHAN JATIRASA SERAP ASPIRASI WARGA


REFORMASI-ID - JATIASIH – Bhabinkamtibmas Kelurahan Jatirasa Polsek Jatiasih, Aiptu M. Mokhsin P, melaksanakan kegiatan Jaga Bekasi On The Spot sekaligus penyerapan aspirasi masyarakat di Perumahan Pondok Gede Permai RW 10, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Babinsa Kelurahan Jatirasa Sertu M. Udin, Ketua RW 10 Bapak Ttiyana, dan warga setempat. Dalam kesempatan itu, Bhabinkamtibmas menyerap aspirasi serta memberikan imbauan kamtibmas terkait pencegahan tawuran, kejahatan jalanan, penyalahgunaan narkoba, dan pentingnya bijak menggunakan media sosial.

Selain itu, masyarakat diajak untuk terus berperan aktif menjaga keamanan lingkungan serta segera melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas kepada Bhabinkamtibmas atau Polsek Jatiasih. Melalui kegiatan ini terjalin komunikasi yang baik antara Polri dan masyarakat, sehingga sinergitas dalam menjaga keamanan lingkungan semakin kuat. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Jatiasih terpantau aman dan kondusif.




27 Juli 2026

Kapolres Bitung Sidak SPKT dan Call Center 110, Tekankan Pelayanan Cepat dan Humanis

 


REFORMASI-ID | BITUNG — Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan ruang operator Call Center 110 di Markas Polres Bitung, Senin, 27 Juli 2026. Sidak itu menjadi bagian dari upaya memastikan pelayanan kepolisian kepada masyarakat berjalan sesuai standar Polri Presisi.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolres tidak hanya memeriksa aktivitas pelayanan di loket SPKT, tetapi juga mengevaluasi kesiapan personel serta fasilitas pendukung yang digunakan dalam menerima laporan masyarakat. Perangkat komputer, jaringan komunikasi, sistem informasi, hingga saluran Call Center 110 menjadi bagian dari pemeriksaan.

Kapolres juga berdialog dengan personel yang bertugas di SPKT dan operator Call Center 110. Ia meminta setiap laporan maupun pengaduan masyarakat ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan mengedepankan pendekatan humanis.

Menurut Arie, SPKT merupakan pintu masuk pelayanan kepolisian sekaligus wajah institusi Polri di mata masyarakat. Karena itu, kualitas pelayanan di unit tersebut dinilai berpengaruh langsung terhadap tingkat kepercayaan publik.

"SPKT merupakan wajah pertama Polri yang menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi. Saya ingin memastikan pelayanan Call Center 110 maupun pelayanan di SPKT berjalan dengan baik sehingga setiap masyarakat yang datang atau menyampaikan laporan merasa dihargai, dilayani dengan cepat, dan mendapatkan pelayanan terbaik. Layanan Polri Presisi adalah hak seluruh masyarakat," kata Arie.

Ia menegaskan bahwa profesionalisme anggota Polri tidak hanya diukur dari kemampuan menegakkan hukum, tetapi juga dari kecepatan dan ketepatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kapolres meminta seluruh personel terus meningkatkan kualitas pelayanan dengan mengedepankan integritas, disiplin, serta sikap yang ramah dalam setiap interaksi dengan masyarakat.

"Mari kita terus wujudkan Polri Presisi yang semakin dicintai, dipercaya, dan dibutuhkan masyarakat. Keberhasilan kita tidak hanya diukur dari penegakan hukum, tetapi juga dari kemampuan memberikan rasa aman, nyaman, serta pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.

Melalui inspeksi tersebut, Polres Bitung menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengawasan internal terhadap pelayanan publik. Kehadiran pimpinan di ruang pelayanan diharapkan menjadi instrumen evaluasi sekaligus memastikan setiap warga yang datang memperoleh pelayanan yang cepat, transparan, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Alumnus IAIN/UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di Lampung Maksimalkan Jejaring dan Potensi Semua Lini


REFORMASI-ID | BANDAR LAMPUNG – Bertempat di Rumah Makan Kayu, Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Bandar Lampung, Ketua Presedium Ikatan Keluarga Alumni IAIN/UIN Sunan Kalijaga (IKASUKA) Yogyakarta, Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si hadir ditengah – tengah seratusan lebih dalam forum silaturahim alumni IAIN/UIN Sunan Kalijaga (IKASUKA) Yogyakarta di Lampung, Minggu (26/7/2026) malam.

Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si sekaligus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menambahkan, alumnus IAIN/UIN Sunan Kalijaga (IKASUKA) Yogyakarta dimanapun berada mempunyai karakter khusus, lebih moderat, dan siap bersaing dengan alumnus lainnya pada semua lini.

“Oleh karena itu, seperti di Provinsi Lampung ini alumnus IAIN/UIN Sunan Kalijaga (IKASUKA) Yogyakarta yang jumlahnya seribu lebih ini, potensi harus dimaksimalkan dan saling sinergi antara satu dengan yang lainnya,” tutupnya.

Dalam forum silaturahim yang penuh kekeluargaan dan kehangatan tersebut, secara aklamasi terpilihlah Prof. Dr. Safari Daud, M.Sos.I, yang juga sekaligus Wakil Rektor 2 UIN Raden Intan Lampung sebagai Ketua IKASUKA Provinsi Lampung periode 2026-2031 didampingi Munir Abdul Haris, S.Sos.I sebagai Sekretaris IKASUKA Provinsi Lampung periode 2026-2031.

Sekretaris IKASUKA Provinsi Lampung periode 2026-2031 sekaligus anggota DPRD Provinsi Lampung periode 2024-2029 ini menambahkan, anggota IKASUKA Provinsi Lampung tersebar dalam lintas bidang profesi pengabdian masyarakat, antaralain; akademisi PTKIN/PTKIS, anggota legislatif, ASN, pengusaha, guru, pengasuh pondok pesantren, pengawas madrasah/sekolah, komisioner KPU, tenaga pendamping profesional, penyuluh agama, jurnalis, peneliti, dan lain-lain. 

"Kita mafhumi bersama IKASUKA Provinsi Lampung periode ini adalah melanjutkan kepengurusan sebelumnya yang dipimpin oleh Prof. Dr. KH. Moh. Mukri, M. Ag.," tutupnya. (**)

Tim Baharkam Polri Gelar Bimbingan Teknis Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan di PT Asmin Bara Bronang



REFORMASI-ID | Kalteng - Tim Bimbingan Teknis (Bintek) dari Korps Sabhara Badan Pemelihara Keamanan Kepolisian Republik Indonesia (Korsabhara Baharkam Polri) resmi memulai agenda hari pertama pelaksanaan Bintek Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP). Kegiatan ini diselenggarakan di Ruang Aplus Meeting Center, PT Asmin Bara Bronang (ABB), Kalimantan Tengah, pada Senin (27/7/2026).

Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Bintek Baharkam Polri, Kombes Pol Hamam Wahyudi, S.H., S.I.K., M.H. Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Ditpamobvit Polda Kalteng, serta manajemen puncak dan kepala departemen dari PT ABB.

Acara dimulai dengan sesi registrasi, pembukaan resmi, safety induction, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Sesi awal ini juga diisi dengan penayangan profil perusahaan PT ABB, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan hangat dari Kepala Teknik Tambang PT ABB, Akhmad Yudi Prawiranegara.

Dalam paparannya, Ketua Tim Bintek Baharkam Polri, Kombes Pol Hamam Wahyudi, S.H., S.I.K., M.H., menekankan bahwa implementasi SMP bukan sekadar formalitas kepatuhan terhadap regulasi, melainkan sebuah kebutuhan strategis untuk melindungi aset negara dan investasi.

"Sistem Manajemen Pengamanan yang tertata dengan baik adalah kunci utama dalam menjamin keberlangsungan operasional perusahaan, khususnya yang bergerak di sektor strategis seperti PT Asmin Bara Bronang. Hari ini kita memulai dari Elemen I, yaitu menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen serta kebijakan manajemen. Tanpa komitmen yang kuat dari level pimpinan tertinggi hingga staf di lapangan, pengamanan yang ideal tidak akan pernah terwujud," tegas Kombes Pol Hamam Wahyudi dalam arahannya.

Usai jeda siang, Tim Baharkam Polri bersama Auditor SMP Profesional yang terdiri dari Pembina Andy Mulyadi, Budi Purwoto, S.E., Drs. Miyanto, M.Si., dan Drs. Rahardy, langsung turun ke lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memetakan kondisi riil teknis pengamanan dan memastikan kesesuaian antara kebijakan tertulis dengan implementasi fisik di area konsesi PT ABB.

Observasi lapangan hari pertama ini dibagi menjadi dua sesi besar:

•Sesi Pertama (Siang): Tim memeriksa langsung infrastruktur vital di Gedung Office A Plus, Control Center, Ruang Server, dan area perkantoran utama.

•Sesi Kedua (Sore): Peninjauan berlanjut ke area operasional sensitif, meliputi Coal Laboratorium, Posko Induk/Pos Gajah, Gudang Bahan Peledak (Handak), serta Office Coal Washing Plant.

Di sela-sela peninjauan gudang bahan peledak dan pusat kontrol, Kombes Pol Hamam Wahyudi kembali memberikan catatan pentingnya.

"Kami mengapresiasi keterbukaan dan kesiapan infrastruktur awal yang ditunjukkan oleh PT ABB hari ini. Dari hasil observasi lapangan pada objek-objek vital perusahaan—mulai dari ruang server hingga gudang handak—kami melihat potensi sinergi yang sangat baik. Evaluasi dan asistensi yang kami berikan sepanjang proses bintek ini bertujuan untuk menutup celah kerawanan (vulnerability gap) sehingga standar keamanan perusahaan benar-benar berada pada level tertinggi," tambahnya.

Kegiatan bintek ini menunjukkan kolaborasi yang solid antara unsur kepolisian, pembina wilayah, dan pelaku industri. Hadir sebagai perwakilan daerah, AKBP Meidianson, S.Hut. (Kasubdit Audit Ditpamobvit Polda Kalteng) beserta jajaran stafnya.

Sementara dari pihak eksternal dan manajemen perusahaan, diskusi teknis ini dikawal langsung oleh jajaran kepala departemen PT ABB, di antaranya Akhmad Yudi Prawiranegara (Pj. KTT), Leonardus Indrianto (EHS Dept. Head), Tonny Tantomo (HCGS Dept. Head), Harin Musin (Engineering Dept. Head), Yulius Nico (CSR Dept. Head), serta Bintang Adityawarman (External Partnership Dept. Head PT Tuah Turangga Agung), bersama staf dan auditor internal perusahaan.

Secara keseluruhan, hari pertama pelaksanaan Bintek Implementasi SMP di PT Asmin Bara Bronang berjalan dengan sangat aman, tertib, dan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun. Hasil observasi dan pendalaman elemen hari ini akan menjadi landasan penting untuk tahapan bintek pada hari berikutnya.

Tim Investigasi Minta APH dan Instansi Terkait Menguji Sejumlah Dugaan Temuan di Lapangan

 


REFORMASI-ID | BITUNG - Temuan yang dihimpun Tim Investigasi selama hampir tiga bulan penelusuran dinilai perlu diuji melalui penyelidikan aparat penegak hukum dan pemeriksaan instansi teknis. Tim menegaskan, seluruh informasi yang diperoleh masih berupa dugaan yang harus diverifikasi berdasarkan alat bukti, pemeriksaan dokumen, hasil uji laboratorium, serta klarifikasi dari seluruh pihak terkait.

Tim Investigasi berencana berkoordinasi dengan Polres Bitung, Polres Minahasa Utara, serta Ditreskrimsus Polda Sulawesi Utara agar dilakukan pendalaman terhadap dugaan pembuangan material yang diduga berasal dari proses produksi industri ke luar kawasan pabrik. Penelusuran tersebut diharapkan dapat menjawab apakah material itu benar merupakan limbah hasil produksi, apakah pengangkutannya dilakukan sesuai ketentuan, siapa pihak yang memerintahkan, siapa vendor yang melaksanakan, serta apakah terdapat dugaan pelanggaran dalam proses pengelolaannya.

Tim Investigasi juga meminta Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Utara, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Minahasa Utara, dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung melakukan pemeriksaan lapangan melalui pengambilan sampel tanah dan material untuk diuji di laboratorium. Pemeriksaan itu penting guna memastikan apakah benar terdapat dugaan pencemaran lingkungan, apakah material yang ditemukan merupakan limbah hasil produksi, serta apakah pengelolaannya telah memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain aspek lingkungan, Tim Investigasi meminta instansi yang membidangi perizinan berusaha melakukan pemeriksaan terhadap dugaan persoalan administrasi dan legalitas operasional perusahaan. Di antaranya, dugaan penggunaan satu dokumen perizinan untuk dua kegiatan produksi yang berbeda, yakni pabrik santan dan pabrik nata de coco, serta dugaan belum terpenuhinya dokumen perizinan bangunan yang dipersyaratkan, apabila ketentuan tersebut memang berlaku terhadap fasilitas operasional perusahaan.

Di bidang ketenagakerjaan, Tim Investigasi juga meminta Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Minahasa Utara dan Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Sulawesi Utara melakukan pemeriksaan atas berbagai dugaan yang disampaikan sejumlah pekerja. Informasi yang diterima tim antara lain menyangkut dugaan pembayaran upah yang belum sesuai ketentuan, dugaan ketidakjelasan status hubungan kerja bagi pekerja yang telah bekerja lebih dari dua tahun, dugaan pemutusan hubungan kerja yang dipersoalkan pekerja, serta dugaan belum dijalankannya sejumlah mekanisme ketenagakerjaan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Seluruh informasi tersebut masih memerlukan verifikasi dan klarifikasi dari perusahaan maupun instansi yang berwenang.

Tim Investigasi juga meminta aparat melakukan pemeriksaan terhadap dokumen pengelolaan limbah perusahaan, legalitas pengangkutan material oleh pihak vendor, serta menelusuri apakah terdapat dugaan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023, dan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021, apabila nantinya ditemukan bukti bahwa pengelolaan, pengangkutan, atau pembuangan limbah dilakukan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bagi Tim Investigasi, perkara ini tidak hanya menyangkut dugaan pembuangan material di sebuah lahan. Yang perlu dipastikan melalui proses hukum adalah apakah terdapat dugaan pelanggaran dalam rantai pengelolaan limbah, kepatuhan terhadap perizinan, serta pemenuhan kewajiban perusahaan di bidang lingkungan hidup dan ketenagakerjaan. Seluruh dugaan tersebut harus dibuktikan melalui pemeriksaan yang objektif, transparan, dan profesional oleh aparat penegak hukum serta instansi teknis yang berwenang.

Bongkar Jaringan Narkoba Medan – Bali, Polda Lampung 6 Kg Ganja Digagalkan


REFORMASI-ID | Lampung – Polda Lampung kembali berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika lintas provinsi dengan menggagalkan penyelundupan 6 kilogram ganja yang diduga merupakan bagian dari jaringan Medan–Bali.

Dalam operasi yang dilakukan Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung bersama Polres Lampung Selatan dan dikembangkan hingga ke Provinsi Bali, polisi berhasil mengamankan dua orang tersangka.

Pengungkapan bermula pada Sabtu (18/7/2026) di Area Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. Petugas mengamankan seorang pria berinisial M.S.P. (26) yang membawa enam bungkus ganja seberat sekitar 6 kilogram di dalam koper saat menumpangi Bus ALS jurusan Medan–Surabaya.
Dari hasil pemeriksaan, penyidik kemudian melakukan pengembangan melalui metode controlled delivery bekerja sama dengan Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali.

Hasilnya, pada Senin (20/7/2026) petugas berhasil menangkap tersangka kedua berinisial AZ FRZ (28) di sebuah rumah kos di Denpasar Utara, Bali. Dari lokasi tersebut, polisi kembali menyita sekitar 500 gram ganja, delapan paket ganja siap edar, timbangan digital, telepon genggam, serta sejumlah barang bukti lainnya.

Hasil penyidikan sementara mengungkap bahwa M.S.P. berperan sebagai pembawa sekaligus pemilik ganja yang akan dipasarkan di Bali, sedangkan AZ FRZ merupakan pemesan yang selanjutnya akan mengedarkan barang haram tersebut di wilayah Provinsi Bali.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Yuni Iswandari Yuyun mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan kuatnya sinergi antarsatuan dalam memutus mata rantai peredaran narkotika lintas provinsi.

"Pengungkapan jaringan narkotika lintas provinsi ini merupakan bukti nyata bahwa sinergi antara Ditresnarkoba Polda Lampung, Polres Lampung Selatan, dan Ditresnarkoba Polda Bali berjalan efektif dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika.

Polda Lampung berkomitmen untuk terus menindak tegas seluruh pelaku, mulai dari kurir hingga pengendali jaringan. Kami juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di lingkungannya. Dukungan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba," ujar Kombes Pol. Yuni Iswandari Yuyun.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana berat sesuai peran masing-masing. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menyita barang bukti dengan nilai ekonomis sekitar Rp42 juta yang diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 24.000 jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika.

Polda Lampung menegaskan akan terus memperkuat upaya pencegahan dan penindakan terhadap jaringan narkotika melalui kolaborasi lintas kewilayahan serta mengoptimalkan peran serta masyarakat dalam mewujudkan Provinsi Lampung yang aman dan bebas dari peredaran gelap narkotika. (Hms/Mdn)

Kejurda Padel Lampung 2026 Resmi Dimulai, Sekdaprov Tekankan Sportivitas dan Dorong Pembinaan Atlet


REFORMASI-ID | Bandar Lampung – Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, secara resmi membuka Kejuaraan Daerah (Kejurda) Padel Provinsi Lampung Tahun 2026 di Dome Sport Arena, Bandar Lampung, Sabtu (25/7/2026).

Dalam sambutannya, Marindo mengapresiasi Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Provinsi Lampung yang menginisiasi penyelenggaraan kejuaraan bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung.

Menurutnya, sinergi antara organisasi olahraga, pemerintah, dunia usaha, dan media menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem olahraga yang maju dan profesional. 

Marindo menegaskan bahwa pembangunan olahraga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan daerah. Kemajuan suatu daerah, tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia, termasuk generasi muda yang sehat, disiplin, produktif, dan berprestasi.

Ia menilai olahraga padel kini menunjukkan perkembangan yang pesat di Lampung. Hal itu ditandai dengan semakin bertambahnya lapangan, berkembangnya komunitas, serta meningkatnya minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap cabang olahraga tersebut.

"Olahraga bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Olahraga membentuk disiplin, karakter, dan kerja sama," ujar Marindo.

Ia menambahkan, Kejurda Padel 2026 diharapkan menjadi wadah pembinaan sekaligus ajang lahirnya atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama Lampung di tingkat nasional maupun internasional, seperti PON, SEA Games, dan kejuaraan lainnya.

Kepada seluruh peserta, Marindo berpesan agar bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas, menghormati lawan, wasit, pelatih, dan menjaga integritas sebagai atlet.

"Saya berharap Kejurda Padel Provinsi Lampung Tahun 2026 dapat berlangsung lancar dan semakin memperkuat posisi Lampung sebagai daerah yang mampu melahirkan atlet-atlet unggul dan berdaya saing," tukasnya. (**)

Polsek Candipuro Kembalikan Motor Curian, Korban: Terimakasih Pak Polisi


REFORMASI-ID | Lampung Selatan – Senyum lega akhirnya kembali menghiasi wajah Indah Lestari, seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari mengelola warung buah di Desa Sidoasri, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan. Sepeda motor miliknya yang sempat dicuri berhasil ditemukan polisi dan diantarkan langsung ke tempat usahanya oleh jajaran Polsek Candipuro, Senin (27/7/2026).

Pengembalian kendaraan dilakukan oleh Kapolsek Candipuro Iptu Ali Humaeni, S.H., M.M., didampingi Kanit Reskrim. Polisi sengaja mengantarkan motor ke warung milik korban karena mengetahui Indah tidak dapat meninggalkan usahanya yang menjadi sumber penghidupan keluarga.

"Kami mengembalikan kendaraan milik Mbak Indah yang beberapa waktu lalu menjadi korban pencurian. Semoga motor ini bisa kembali dipergunakan untuk mendukung usaha dan aktivitas sehari-hari," kata Iptu Ali Humaeni saat menyerahkan kendaraan.

Bagi Indah, motor tersebut bukan sekadar alat transportasi. Kendaraan itu menjadi penunjang utama untuk menjalankan usaha berjualan buah yang setiap hari ia kelola. Karena itu, pengembalian motor di lokasi usahanya menjadi bentuk pelayanan yang memudahkan korban tanpa harus meninggalkan pekerjaannya. Ekspresi bahagia terpancar dari wajah Indah, ia bersyukur motornya bisa kembali dalam kondisi utuh. 

"Terima kasih kepada Polsek Candipuro, khususnya Pak Kapolsek. Motor saya sudah kembali dan tidak dipungut biaya sepeser pun, semuanya gratis," ujar Indah.

Pengembalian kendaraan menunjukan proses penanganan perkara tidak berhenti pada penangkapan pelaku, tetapi juga memastikan hak korban dapat dipulihkan. Kasus ini bermula dari pencurian yang terjadi di ruko buah milik Indah di Dusun Sidoluhur, Desa Sidoasri, Kecamatan Candipuro, pada Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 03.15 WIB. 

Dalam aksi tersebut, pelaku membawa kabur satu unit Honda Beat tahun 2024 beserta sebuah timbangan duduk, sehingga korban mengalami kerugian sekitar Rp19 juta. Pada Selasa (21/7/2026) dini hari di wilayah Candipuro dua tersangka yang diamankan yakni SW alias Tukul (33), warga Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur, dan KMS (43), warga Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur. 

Polisi juga menyebut kedua tersangka merupakan residivis kasus pencurian kendaraan bermotor. Khusus SW telah beberapa kali melakukan aksi pencurian sepeda motor di wilayah hukum Polsek Candipuro.

Berdasarkan Pasal 477  Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional, pelaku kejahatan ini diancam dengan hukuman pidana penjara paling lama sembilan tahun. (Hms/Mdn)

Ngaji Sugih Bersama Biro Peternakan DPW PKB Provinsi Lampung


REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN - Forum Alumni Pon-Pes Al-Ihya Ulumaddin, kesugihan, Cilacap, Jawa Tengah asal Lampung yang tergabung dalam FAILAYA LAMPUNG melaksanakan kegiatan rutin Muntrian dengan membaca bersama sholawat Munjiat 4444x, Khaul Massyayikh Kesugihan, dan sekaligus Ngaji Sugih tentang bagaimana budidaya ayam petelor, dirumah salah satu alumni Imam Subkhi di Natar Lampung Selatan, Minggu 26 juli 2026. Acara ini rutin digelar setiap 3 bulan sekali bergantian dirumah para alumni di provinsi lampung.

Hadir menjadi pembicara Ngaji Sugih dalam acara tersebut adalah H. Nanang Suhendi salah satu alumni yang berhasil secara mandiri melakukan budidaya ayam petelor dan sekaligus pengurus DPW PKB Lampung biro Peternakan periode 2026-2031.

Alhamdulillah dari hanya iseng-iseng dulu saya memelihara 1000 ekor sekarang sudah hampir 80rb ekor, semua bermula dari mimpi, dari keinginan dan niat yang kuat, istiqomah, fokus, belajar managemen yang baik, Insha Allah modal mengikuti", tutur Pak H. Debleng panggilan akrab H. Nanang Suhendi, S. Ag., ini.

H. Debleng menuturkan secara rinci detail cashflow beternak ayam petelor mulai dari 100 ekor sampai 1000 ekor dengan sekian resiko dan keuntungan yang menjanjikan.

Dalam sambutan nya ketua FAILAYA Lampung H. Muslimin dari dono arum lampung tengah menyampaikan, Bismillah dewek alumni istiqomah rutinan, munjiyatan, mendo'akan para masyayikh, berdo'a untuk kita bersama agar alumni FAILAYA Lampung selamat dunia - akhirat, berhasil dunia - akhirat, bahagia dunia - akhirat, sehat, waras, bugar, syukur banyak duit, tutur kang ciming panggilan akrab H. Muslimin ini dengan bergurau.

"Kita semua sudah sugih, sudah cukup, kabeh keturutan Insha Allah, nah biar tambah sugih dan siapa tahu ada gunanya selain munjiyatan kedepan kita akan rutin sinau ngaji sugih berbagi pengalaman kongkrit, bergantian saling tukar pikiran, bila perlu nanti kita panggil mentor yang ahli dibidangnya dari luar, sementara dari alumni dulu ilmunya dihabiskan dulu", tambah ciming.

Acara dihadiri kurang lebih seratusan alumni dari berbagai kabupen di provinsi lampung, dan untuk rutinan 3 bulan kedepan akan dilaksanakan di ndalem Bu Nyai Hj. Muktasimah salah satu alumni yang merupakan istri dari Kyai Ruba'i pengasuh pon-pes Al-Hidayah kalisari, kecamatan kalirejo, kabupaten lampung tengah, 3 bulan nya lagi dirumah Munir Abdul Haris di kemiling, kota bandar lampung, 3 bulan berikutnya di tempat H. Nanang di rawajitu kabupaten tulang bawang. (**)

Konferensi Pers di Kertapati, Polda Sumsel Tegas Tindak Jaringan BBM Ilegal


REFORMASI-ID | PALEMBANG — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui pengungkapan kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) ilegal sepanjang tahun 2026. 

Dalam konferensi pers yang digelar di UPPKB Kertapati (Terminal Timbangan Kramasan), Palembang, Senin (27/7/2026), Polda Sumsel memaparkan capaian penegakan hukum yang berhasil menyelamatkan 1.281.864 liter BBM ilegal sekaligus membongkar jaringan distribusi migas ilegal di berbagai wilayah Sumatera Selatan.

Konferensi pers dipimpin langsung oleh Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., sebagai bentuk transparansi kepada publik atas hasil penegakan hukum yang dilakukan jajaran Ditreskrimsus Polda Sumsel bersama Polres jajaran. Pengungkapan tersebut merupakan bagian dari implementasi Polri Presisi dalam mendukung Program Prioritas Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan energi nasional.

Berdasarkan data yang dipaparkan, sepanjang Januari hingga Juli 2026 jajaran Polda Sumsel berhasil mengungkap 129 kasus tindak pidana penyalahgunaan BBM ilegal. Dari seluruh perkara tersebut, penyidik telah mengamankan dan memproses 140 orang tersangka yang diduga terlibat dalam berbagai bentuk penyalahgunaan distribusi dan perdagangan BBM ilegal di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

Selain itu, Ditreskrimsus Polda Sumsel juga menangani 11 perkara *illegal refinery* atau penyulingan minyak ilegal dengan 13 tersangka. Dari penindakan tersebut, penyidik mengamankan tambahan barang bukti berupa sekitar 125.320 liter minyak hasil aktivitas penyulingan ilegal.

Dalam operasi penegakan hukum tersebut, penyidik berhasil menyita barang bukti berupa 1.281.864 liter minyak bumi dari berbagai lokasi penggerebekan dan operasi di lapangan. Selain itu turut diamankan berbagai sarana operasional yang digunakan dalam aktivitas ilegal, terdiri atas 66 unit kendaraan roda enam, 25 unit kendaraan roda empat, 10 unit truk roda sepuluh, empat unit sepeda motor, tiga unit kapal, serta satu unit ekskavator.


Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap penyalahgunaan BBM ilegal tidak semata-mata berorientasi pada jumlah pengungkapan perkara, tetapi menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mewujudkan tata kelola energi yang legal, tertib, dan berkelanjutan.

“Kami akan lebih bangga apabila masyarakat memiliki pemahaman yang sama untuk mengelola sumber daya alam secara legal melalui BUMN, BUMD, koperasi, maupun UMKM sehingga seluruh hasil produksi dapat disalurkan secara resmi kepada Pertamina. Inilah tujuan utama penegakan hukum yang kami lakukan, yakni menciptakan tata kelola energi yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa seluruh proses penegakan hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Kami memastikan setiap proses penegakan hukum dilaksanakan secara profesional, transparan, dan berkeadilan. Polda Sumsel akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, Pertamina, BPH Migas, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga distribusi BBM agar tepat sasaran dan melindungi kepentingan masyarakat,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Selain itu Kabidhumas Polda Sumatera Selatan juga mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam praktik penyalahgunaan maupun perdagangan BBM ilegal serta tidak mudah tergiur keuntungan sesaat yang bertentangan dengan hukum. Melalui penguatan sinergi bersama pemerintah daerah, SKK Migas, Pertamina, BPH Migas, dan seluruh instansi terkait, 

"Polda Sumsel berkomitmen menjaga ketahanan energi nasional, melindungi aset negara, serta menciptakan stabilitas keamanan dan iklim investasi yang kondusif demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan," tutup Kabidhumas Polda Sumsel. (Hms/Mdn) 

FKDM se-Jakarta Timur Diasah Jadi Garda Terdepan Deteksi Dini Menuju Jakarta Kota Global dan Berbudaya

 


REFORMASI-ID | JAKARTA — Menjadi mata dan telinga pemerintah bukan sekadar slogan bagi anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM). Di tengah derasnya arus informasi, meningkatnya dinamika sosial, hingga ancaman konflik yang kerap bermula dari persoalan kecil, kemampuan membaca "denyut sosial" masyarakat menjadi kompetensi utama yang harus dimiliki setiap anggota FKDM.

Kesadaran itulah yang melatarbelakangi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur melalui Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Suban Kesbangpol) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) FKDM Angkatan I di Ruang Srigunting, Blok A Lantai 2 Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Senin (27/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal memperkuat kapasitas anggota FKDM sebagai garda terdepan dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan, ketenteraman, dan ketertiban masyarakat sejak dini.

Sebanyak 100 anggota FKDM dari berbagai kelurahan mengikuti pelatihan yang diselenggarakan melalui metode tatap muka, ceramah, dan diskusi. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas yang akan dilaksanakan dalam dua angkatan.

Kepala Suku Badan Kesbangpol Kota Administrasi Jakarta Timur, Eliazer Hutapea, SE., MM., menjelaskan penyelenggaraan Bimtek berlandaskan Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta dan Surat Keputusan Wali Kota Jakarta Timur tentang pembentukan FKDM.

Menurutnya, tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas dan kemampuan anggota FKDM sebagai mitra strategis pemerintah dalam penyelenggaraan kewaspadaan dini, meningkatkan akurasi deteksi berbagai potensi ancaman, serta memperkuat sinergi antara masyarakat dan pemerintah.

"Kami berharap momentum ini benar-benar dimanfaatkan sebagai ruang berbagi ilmu, pengalaman, dan penguatan kompetensi anggota FKDM," ujarnya.

Eliazer mengatakan, peningkatan kapasitas anggota FKDM bukan sekadar meningkatkan kemampuan membuat laporan, tetapi juga membangun cara berpikir yang lebih peka terhadap dinamika sosial di wilayah masing-masing. FKDM berada pada posisi strategis karena menjadi unsur masyarakat yang paling dekat dengan berbagai persoalan di lingkungan. Melalui Bimtek ini, peserta diharapkan memiliki kesamaan persepsi mengenai kewaspadaan dini, mekanisme pelaporan, sekaligus mampu membangun jejaring dengan berbagai unsur masyarakat sehingga informasi yang diperoleh semakin akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia menjelaskan, kegiatan deteksi dini idealnya melibatkan berbagai unsur masyarakat. Namun pada tahap awal ini peserta didominasi anggota FKDM agar memiliki fondasi pemahaman yang sama mengenai kewaspadaan dini.

"Dari total 556 anggota FKDM Jakarta Timur, baru sekitar 290 orang yang mengikuti Bimtek. Sisanya akan mengikuti pelatihan pada angkatan berikutnya," katanya.

Ia menambahkan, pelaksanaan Bimtek melibatkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi agar peserta memperoleh perspektif yang lebih luas dalam menghadapi dinamika sosial yang semakin kompleks.

Sementara itu, Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa FKDM memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas wilayah.

Dengan nada berseloroh ia mengatakan, "FKDM bukan akronim Foto Kirim Duit Masuk." Menurutnya, FKDM adalah forum yang bekerja melakukan deteksi dini sekaligus menjadi mitra pemerintah menjaga keamanan dan ketenteraman masyarakat.

Munjirin mengungkapkan, jumlah laporan tawuran di Jakarta Timur menunjukkan tren penurunan. Sepanjang 2025 tercatat sekitar 105 kasus, sedangkan hingga Juli 2026 jumlahnya berkisar 17 hingga 20 kasus.

Menurutnya, penurunan tersebut tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk peran aktif anggota FKDM yang terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak buruk tawuran serta membangun komunikasi dengan para remaja di lingkungan masing-masing.

Ia bahkan menceritakan pengalamannya mengajak sejumlah kelompok remaja yang selama ini dikenal sebagai gangster, termasuk Gang Amerika dan Bajak, berdialog santai di sebuah kafe di kawasan Pondok Bambu.

"Awalnya hanya tiga kelompok yang saya ajak. Lama-kelamaan menjadi sepuluh kelompok. Kami hanya ngobrol dari hati ke hati. Mereka ternyata senang karena merasa diperhatikan," tuturnya.

Dari pendekatan tersebut lahir program Ring Tinju sebagai ruang pembinaan dan penyaluran energi positif bagi remaja. Program yang telah berjalan di Kecamatan Pasar Rebo itu direncanakan diperluas ke kawasan Kampung Melayu melalui kolaborasi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur bersama TNI, Polri, serta unsur masyarakat.

Selain persoalan tawuran, Munjirin juga mengingatkan FKDM agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau yang berpotensi memicu kebakaran. Ia mendorong anggota FKDM aktif menyosialisasikan kepemilikan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) kepada masyarakat. Pemerintah Kota, kata dia, siap menggandeng Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk memberikan pelatihan penggunaan APAR kepada warga.

"Api tidak langsung menjadi besar. Kalau masih kecil dan dapat dipadamkan menggunakan APAR, berarti kita menyelamatkan diri sendiri sekaligus masyarakat sekitar," katanya.

Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah pengelolaan sampah. Menurut Munjirin, sampah bukan hanya persoalan kebersihan, tetapi juga dapat berkembang menjadi konflik sosial apabila tidak dikelola sejak dari sumbernya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat membiasakan memilah sampah sesuai Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5, dimulai dari lingkungan terkecil, termasuk memilah sampah dari kotak makanan ringan di ruang rapat. Kebiasaan sederhana tersebut diyakini mampu mengurangi volume sampah, meningkatkan nilai daur ulang, menjaga lingkungan, sekaligus mencegah potensi gesekan sosial akibat persoalan sampah.

Salah satu narasumber Bimtek, Hartono Priadi Sastra, S.Sos., M.Psi.T., Agen Intelijen Ahli Madya pada Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) DKI Jakarta, mengajak peserta mengubah paradigma mengenai tugas FKDM.

Menurutnya, FKDM bukan sekadar organisasi yang dibentuk melalui regulasi, melainkan mata dan telinga negara di tingkat paling dekat dengan masyarakat. Anggota FKDM merupakan social sensor yang bertugas membaca denyut sosial masyarakat, mengenali perubahan, menganalisis gejala, kemudian menyampaikan informasi secara objektif kepada pemerintah.

"FKDM bukan mencari kesalahan masyarakat. Tugas utamanya adalah membaca dinamika sosial," tegasnya.

Hartono menekankan bahwa anggota FKDM bukan aparat penegak hukum maupun mediator utama konflik. Mereka adalah early warning officer, pengamat yang mampu mengenali gejala sebelum berubah menjadi persoalan besar. Dalam perspektif intelijen, ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG) hampir selalu diawali oleh perubahan-perubahan kecil yang sering diabaikan.

Ia mencontohkan, tawuran remaja tidak pernah muncul secara tiba-tiba. Sebelum bentrokan terjadi biasanya muncul berbagai indikator awal, seperti kelompok remaja yang berkumpul hingga larut malam, konvoi kendaraan, saling ejek di media sosial, munculnya coretan geng, meningkatnya aktivitas kelompok tertentu, hingga peredaran senjata tajam. Semua gejala tersebut merupakan leading indicator yang harus mampu dikenali FKDM sejak dini.

Karena itu, menurut Hartono, anggota FKDM harus membiasakan diri bertanya bukan hanya "apa yang sudah terjadi", tetapi "apa yang sedang berubah" di wilayahnya. Perubahan kecil sering menjadi awal perubahan besar apabila tidak segera dikenali.

Dalam pelatihan tersebut peserta juga dibekali teknik pengumpulan bahan keterangan melalui observasi, mendengar, mencatat, memverifikasi, kemudian melaporkan secara objektif tanpa membangun opini sendiri. Laporan yang baik, menurutnya, harus berbasis fakta sehingga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan pemerintah.

Hartono juga mendorong setiap anggota FKDM memiliki peta karakteristik wilayah yang diperbarui secara berkala. Mulai dari mengenali kondisi geografis, kepadatan penduduk, pusat aktivitas masyarakat, kawasan pendidikan, hingga titik-titik yang memiliki potensi kerawanan seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, banjir, kebakaran, maupun konflik sosial.

Perspektif yang lebih luas disampaikan Staf Gubernur DKI Jakarta Bidang Pemuda dan Olahraga, Dicky Sumarno, yang mengaitkan peran FKDM dengan visi besar Jakarta sebagai Kota Global dan Berbudaya.

Menurut Dicky, kota global bukan hanya diukur dari kemajuan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memenuhi sejumlah prasyarat, yakni aman dan stabil, berdaya saing internasional, ramah investasi, memiliki kualitas hidup tinggi, kaya budaya, serta inklusif dan toleran.

Dalam kerangka itulah, menurutnya, FKDM memiliki peran penting sebagai mata pemerintah di tengah masyarakat, telinga yang mendengar aspirasi sekaligus potensi gangguan, jembatan komunikasi antara warga dan pemerintah, serta garda terdepan deteksi dini konflik sosial.

"Peran FKDM bukan menunggu masalah terjadi, tetapi mencegahnya sejak awal," ujarnya.

Ia menjelaskan, deteksi dini harus diarahkan pada berbagai potensi ancaman seperti konflik sosial, tawuran, intoleransi, penyebaran hoaks, radikalisme, hingga gangguan ketertiban masyarakat. Setelah gejala dikenali, FKDM harus mengedepankan langkah-langkah pencegahan melalui mediasi, edukasi masyarakat, pelaporan cepat, serta koordinasi lintas instansi.

Dicky juga mengingatkan bahwa tantangan sosial saat ini semakin kompleks akibat perkembangan teknologi informasi. Hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, provokasi di media sosial, dan polarisasi masyarakat dapat berkembang menjadi konflik nyata apabila tidak segera diantisipasi.

Karena itu, anggota FKDM dituntut mampu melakukan verifikasi informasi di lapangan, meningkatkan literasi digital masyarakat, membangun narasi positif, dan melaporkan setiap potensi konflik secara cepat, akurat, dan objektif.

Selain menjaga stabilitas, Dicky menegaskan FKDM juga memiliki tanggung jawab menjaga nilai-nilai budaya Jakarta. Menurutnya, budaya tidak hanya berbicara mengenai seni, tetapi juga mencakup gotong royong, toleransi, musyawarah, menghargai perbedaan, dan menjaga ruang publik. Nilai-nilai tersebut merupakan fondasi kehidupan masyarakat yang harus terus dirawat agar Jakarta tetap menjadi kota yang inklusif.

"Tanpa rasa aman, tidak ada kota global," tegasnya.

Menutup paparannya, Dicky mengajak seluruh anggota FKDM melakukan transformasi cara berpikir dan cara bekerja.

Menurutnya, FKDM harus berubah dari reaktif menjadi preventif, yakni tidak lagi menunggu masalah muncul, melainkan mampu membaca gejala sejak dini agar potensi konflik dapat dicegah.

FKDM juga harus bertransformasi dari sekadar pelapor menjadi mitra strategis pemerintah, yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga berkontribusi dalam merumuskan solusi melalui komunikasi, edukasi, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Lebih jauh, ia menegaskan FKDM harus berkembang dari organisasi kewaspadaan menjadi penggerak ketahanan sosial Jakarta. Ketahanan sosial, menurutnya, merupakan modal utama bagi terwujudnya kota global yang aman, harmonis, dan berdaya saing. Masyarakat yang rukun, toleran, menghargai perbedaan, dan menjunjung semangat gotong royong akan menciptakan iklim yang kondusif bagi investasi, pariwisata, industri kreatif, serta penyelenggaraan berbagai agenda internasional.

Melalui transformasi tersebut, FKDM tidak lagi dipandang hanya sebagai forum pelaporan potensi gangguan, melainkan menjadi bagian dari sistem peringatan dini (early warning system) sekaligus penggerak ketahanan sosial yang memperkuat persatuan masyarakat di tengah tantangan era digital dan dinamika perkotaan yang semakin kompleks.

Melalui Bimbingan Teknis ini, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur berharap seluruh anggota FKDM semakin profesional, adaptif, dan responsif dalam menjalankan fungsi kewaspadaan dini. Dengan kemampuan membaca gejala sosial, melakukan analisis awal, memverifikasi informasi, serta menyampaikan laporan yang akurat dan objektif, FKDM diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan harmoni sosial, sekaligus mengantarkan Jakarta menjadi kota global yang tetap berakar kuat pada nilai-nilai budaya Indonesia.