REFORMASI-ID | Jakarta - Di tengah dinamika politik nasional yang terus bergerak, Partai Berkarya Nusantara (PBN) memilih memperkuat fondasi organisasinya melalui silaturahmi. Seperti tampak pada Minggu (19/07/2026) di Mangkuluhur Artotel, Semanggi. Bagi partai yang dipimpin Neneng A. Tuty, S.H., kebersamaan bukan sekadar tradisi organisasi, melainkan modal utama membangun kepercayaan publik sekaligus melahirkan kader yang mampu mengabdi kepada bangsa.
Dalam acara Silaturahmi Pengurus Partai Berkarya Nusantara yang dihadiri pengurus DPP, DPW, DPC, tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, organisasi kemasyarakatan, serta tamu undangan, Ketua Umum PBN menegaskan bahwa kekuatan sebuah partai tidak ditentukan oleh banyaknya struktur kepengurusan, melainkan oleh eratnya persaudaraan dan soliditas seluruh kader.
Menurut Neneng, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam organisasi. Namun, silaturahmi harus menjadi perekat yang menyatukan seluruh kader untuk terus membesarkan partai demi kemaslahatan rakyat dan bangsa.
Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran pengurus dari tingkat pusat hingga daerah untuk memperkuat konsolidasi internal, meningkatkan kaderisasi, mendekatkan partai kepada masyarakat, serta menjaga integritas dan kekompakan. Menurutnya, kepercayaan masyarakat hanya dapat diraih melalui kerja nyata, bukan sekadar slogan politik.
Pandangan tersebut mendapat penguatan dari Irjen Pol. (Purn.) Ahmad Nurwahid, Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), yang hadir sebagai narasumber. Berbekal pengalaman panjang di BNPT, ia mengingatkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara paling majemuk di dunia, dengan sekitar 1.340 kelompok etnis, lebih dari 17 ribu pulau, enam agama yang diakui negara, serta ribuan komunitas adat dan kepercayaan lokal.
Menurut Nurwahid, banyak negara mempertanyakan mengapa Indonesia tidak terpecah meski memiliki tingkat kemajemukan yang sangat tinggi.
"Saya selalu menjawab, Indonesia tidak akan mudah terpecah karena memiliki Pancasila sebagai ideologi pemersatu. Selain itu, bangsa ini memiliki budaya silaturahmi dan gotong royong yang menjadi perekat kehidupan masyarakat."Ia menambahkan, tradisi kebersamaan yang hidup di tengah masyarakat Indonesia menjadi kekuatan sosial yang tidak dimiliki banyak negara. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga Pancasila dari berbagai pengaruh ideologi transnasional yang berpotensi mengganggu persatuan bangsa.
Nurwahid juga mengapresiasi nama Partai Berkarya Nusantara. Menurutnya, kata berkarya mencerminkan semangat untuk terus menghasilkan manfaat melalui filosofi lima olah: yaitu olah raga, olah jiwa, olah rasa, olah karsa, dan olah karya. Baginya, berkarya adalah kata kerja yang menunjukkan komitmen untuk terus memberi manfaat bagi bangsa dan negara.
Komitmen tersebut diperkuat oleh Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPP Partai Berkarya Nusantara, H. Muhammad Sirot, S.H., M.H. Menurutnya, semangat silaturahmi yang dibangun Ketua Umum serta penguatan wawasan kebangsaan yang disampaikan Irjen Pol. (Purn.) Ahmad Nurwahid menjadi landasan utama dalam penyusunan program kaderisasi partai.
"Kaderisasi PBN tidak hanya bertujuan membangun organisasi yang kuat, tetapi juga membentuk kader yang berkarakter, berintegritas, memiliki jiwa kepemimpinan, serta kokoh dalam nilai-nilai kebangsaan yang berlandaskan Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika, " ujar Sirot.
Menurutnya, pendidikan politik yang berkesinambungan akan menjadi instrumen utama untuk melahirkan kader yang mampu menjadi perekat di tengah kemajemukan masyarakat, mengedepankan gotong royong, dan menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. "Politik harus menjadi jalan pengabdian, bukan semata-mata perebutan kekuasaan," katanya.
Selain menjadi ajang konsolidasi nasional, kegiatan tersebut juga dihadiri berbagai elemen masyarakat, termasuk jajaran KOMPAKDESI (Komunitas Purnabakti Kepala Desa dan Lurah Seluruh Indonesia) yang beranggotakan para pensiunan atau mantan kepala desa dan lurah dari berbagai daerah. Kehadiran mereka dinilai memperkuat semangat kolaborasi antara partai politik dengan para tokoh masyarakat yang memiliki pengalaman panjang dalam tata kelola pemerintahan di tingkat akar rumput.
Pada kesempatan yang sama, DPP Partai Berkarya Nusantara juga melaksanakan penyerahan formatur kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Berkarya Nusantara Provinsi Banten secara simbolis. Penyerahan tersebut menjadi penanda dimulainya proses konsolidasi organisasi di tingkat provinsi sebagai bagian dari penguatan struktur partai menuju terbentuknya kepengurusan yang solid hingga ke daerah.
Silaturahmi itu pada akhirnya tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga menghadirkan pesan bahwa politik dapat dibangun di atas nilai-nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan kebangsaan. Melalui kaderisasi yang berkarakter, penguatan Pancasila, serta semangat gotong royong, Partai Berkarya Nusantara berharap dapat menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan kesejahteraan rakyat.
(*)