Media Reformasi Indonesia (MRI)

09 September 2026

Gunakan KRI Lepu-861, Lanal Lampung dan Forkopimda Pantau Aktivitas Gunung Anak Krakatau


REFORMASI-ID | Lampung - TNI AL, Jala Wira Saburai. Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Lampung bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) menggunakan KRI Lepu-861, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai langkah pemantauan dan kewaspadaan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, sekaligus memastikan kondisi perairan di sekitar kawasan tetap aman dan terkendali.

Komandan Lanal Lampung Letkol Laut (P) Irianto Kurniawan, B.Eng., M.S.S., M.Tr.Opsla., CRMP., menjelaskan. Dalam pelaksanaan pemantauan, unsur Lanal Lampung bersama unsur Forkopimda, Badan Kesbangpol Provinsi Lampung, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, BPBD Provinsi Lampung, Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Basarnas Provinsi Lampung, Kabid Kesbangpol, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung, dan Lembaga Penjamin Mutu ITERA melakukan observasi secara langsung terhadap kondisi Gunung Anak Krakatau dari wilayah perairan. 

"Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antarlembaga dalam menghadapi potensi dampak erupsi, khususnya terhadap keselamatan masyarakat dan aktivitas pelayaran di perairan sekitar Selat Sunda," jelas Danlanal Lampung.

selain itu Komandan Lanal Lampung Letkol Laut (P) Irianto Kurniawan, B.Eng., M.S.S., M.Tr.Opsla., CRMP. menegaskan bahwa TNI Angkatan Laut bersama Forkopimda akan terus meningkatkan kesiapsiagaan, pemantauan, serta koordinasi dengan instansi terkait guna mendukung aspek keamanan dan keselamatan masyarakat maupun pengguna jasa pelayaran. 

"Dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat dan pengguna perairan di wilayah Lampung dan sekitarnya," pungkas Danlanal Lampung. (Mdn) 

Keselamatan Anak Didik Jadi Prioritas, PJJ di Provinsi Lampung Berlanjut hingga 10 September


REFORMASI-ID | BANDAR LAMPUNG - Pemerintah Provinsi Lampung memutuskan untuk menerapkan kembali Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring bagi seluruh satuan pendidikan pada 9–10 September 2026. Keputusan tersebut diambil menyusul peningkatan durasi erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) pada Selasa sore serta arah pergerakan angin yang membawa potensi sebaran abu vulkanik ke wilayah daratan Lampung.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Jihan Nurlela didampingi Sekdaprov Marindo Kurniawan dan jajaran saat menggelar konferensi pers di Ruang Command Center BPBD Provinsi Lampung, Selasa malam (8/9/2026).

Wagub Jihan memaparkan, berdasarkan data pemantauan hingga pukul 18.00 WIB, status Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III (Siaga). Meski sejak pagi tercatat empat kali erupsi dengan durasi di bawah 20 detik, aktivitas vulkanik susulan kembali melonjak pada pukul 17.56 WIB dengan durasi mencapai 31 detik dan amplitudo seismogram 54 mm.

"Namun ini yang menjadi stressing point kami adalah adanya erupsi susulan yang kemudian durasinya lebih panjang, kemudian arah anginnya menuju wilayah Provinsi Lampung," ungkap Wagub Jihan.

Menyikapi perkembangan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung membatalkan rencana penyesuaian pembelajaran tatap muka terbatas yang sempat diwacanakan siang harinya, guna melindungi keselamatan anak didik dari ancaman paparan abu vulkanik.

"Kami memutuskan untuk menyesuaikan kembali kebijakan tersebut di mana kegiatan belajar mengajar pada Rabu dan juga Kamis, yaitu 9 dan 10 September 2026, tetap dilaksanakan secara daring atau pembelajaran jarak jauh," jelasnya.

Selain sektor pendidikan, Pemerintah Provinsi Lampung bergerak cepat mengoptimalkan langkah penanganan darurat. Koordinasi intensif dilakukan bersama BNPB, BMKG, dan PVMBG, termasuk penyiapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang saat ini tengah dievaluasi bergantung pada pertumbuhan awan potensial di atas wilayah Lampung. Distribusi masker, penyiraman jalur transportasi darat untuk mereduksi debu, serta uji laboratorium sampel abu vulkanik juga terus berjalan.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub turut menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa hilangnya satu unit speedboat yang membawa 5 orang jurnalis dan 3 awak kapal (ABK) di perairan perbatasan Selat Sunda saat bertugas meliput aktivitas vulkanik.

"Kami turut mendoakan dan berharap seluruh jurnalis dan juga awak kapal ditemukan secara selamat dengan keadaan sehat dan selamat, dan kami juga menyampaikan penghiburan kepada keluarga yang saat ini senantiasa menantikan kabar dari orang-orang yang mereka cintai tentunya. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi kita bersama bahwa aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau memiliki risiko yang harus benar-benar diperhitungkan. Keselamatan harus menjadi prioritas kita bersama, termasuk bagi rekan-rekan media sekalian menjalankan tugas jurnalistik di lapangan," tegas Wagub.

Masyarakat kembali diingatkan untuk mematuhi radius bahaya 3 kilometer dari kawah aktif GAK serta tidak mudah terpengaruh hoaks. Warga juga diimbau selalu menggunakan masker, menutup ventilasi rumah saat paparan abu turun, serta menyiapkan tas siaga bencana.

Menindaklanjuti taujihat Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pemerintah Provinsi Lampung juga mengajak seluruh elemen masyarakat menggelar doa bersama dan Salat Istisqa memohon hujan pada Kamis, 10 September 2026, pukul 09.00 WIB bertempat di Lapangan Korpri, Komplek Kantor Gubernur Lampung.

"Tetap tenang masyarakat sekalian, tetap waspada, saling menjaga, dan pastikan informasi yang kita terima berasal dari sumber resmi," pungkas Wagub. (**)

Perkuat Kamtibmas Nasional, Baharkam Polri Gelar Monitoring dan Asistensi di Sumsel


REFORMASI-ID | PALEMBANG — Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polri memperkuat pemeliharaan keamanan di wilayah Sumatera Selatan melalui kegiatan monitoring dan asistensi optimalisasi tugas fungsi jajaran Baharkam Polri di wilayah rawan gangguan kamtibmas. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Lantai 7 Gedung Presisi Polda Sumsel, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya Baharkam Polri memastikan pelaksanaan fungsi Sabhara, Binmas dan Polairud di tingkat kewilayahan berjalan optimal, khususnya dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan di wilayah yang menjadi perhatian.

Tim monitoring dan asistensi dari Mabes Polri dipimpin Karobinopsnal Baharkam Polri Brigjen Pol. Dr. Erwin Kurniawan, S.I.K., M.Hum. selaku Ketua Tim, didampingi Kabagbinlat Robinopsnal Baharkam Polri Kombes Pol. Ferdinan Pirma Toho Pasaribu, S.H., S.I.K., M.H. selaku koordinator tim.

Kehadiran tim Baharkam Polri di Polda Sumsel menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus mengoptimalkan pelaksanaan tugas pemeliharaan keamanan di tingkat kewilayahan. Asistensi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kesamaan pola dan strategi dalam mengantisipasi gangguan kamtibmas sesuai dengan karakteristik wilayah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa. Sambutan Karobinopsnal Baharkam Polri Brigjen Pol. Dr. Erwin Kurniawan, S.I.K., M.Hum. kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kapolda Sumsel yang dibacakan oleh Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P.

Setelah sesi foto bersama, kegiatan dilanjutkan dengan paparan dari tiga narasumber Baharkam Polri. Materi masing-masing disampaikan Kombes Pol. Yully Kurniawan, S.I.K., M.H. mewakili Korps Sabhara, Kombes Pol. Dr. Pitoyo Agung Yuwono, S.I.K., M.Hum. mewakili Korps Polairud dan Kombes Pol. Daru Cahyono, S.I.K. mewakili Korps Binmas. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pembulatan oleh Kombes Pol. Ferdinan Pirma Toho Pasaribu.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pejabat utama Polda Sumsel, di antaranya Dirsamapta Kombes Pol. Ridwan, S.I.K., Dirpamobvit Kombes Pol. Michael Ken Lingga, S.I.K., M.H., Dirbinmas Kombes Pol. Hari Purnomo, S.I.K., S.H., M.H., M.Han. serta Dirpolairud Kombes Pol. Heru Agung Nugroho, S.I.K. Turut hadir para Kasat Samapta, Kasat Polairud dan Kasat Binmas jajaran Polres se-Sumatera Selatan.

Melalui kegiatan monitoring dan asistensi tersebut, jajaran Polda Sumsel mendapatkan penguatan dalam pelaksanaan tugas pemeliharaan keamanan, khususnya pada fungsi Sabhara, Binmas dan Polairud. Penguatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan personel sekaligus mempercepat respons terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas.

Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P. menegaskan bahwa asistensi dari Baharkam Polri menjadi momentum penting bagi Polda Sumsel untuk terus menyempurnakan strategi pengamanan wilayah.

“Asistensi dari Baharkam Polri ini menjadi bekal penting bagi kami untuk mengoptimalkan fungsi Sabhara, Binmas, dan Polairud, khususnya di wilayah-wilayah yang rawan gangguan kamtibmas,” katanya.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menambahkan bahwa kegiatan tersebut mencerminkan sinergi antara Mabes Polri dan kepolisian daerah dalam memperkuat stabilitas keamanan.

“Kami berkomitmen mendukung penuh arahan dan asistensi dari Baharkam Polri demi optimalisasi tugas pemeliharaan keamanan bagi masyarakat Sumatera Selatan,” ujar Nandang.

Kegiatan monitoring dan asistensi Baharkam Polri di Polda Sumsel berlangsung tertib dan lancar. Penguatan koordinasi dan standardisasi pelaksanaan tugas tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri dalam menghadirkan pemeliharaan keamanan yang responsif, terukur dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.

Polda Sumatera Selatan bersama jajaran akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh fungsi pemeliharaan keamanan serta Mabes Polri dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat rasa aman masyarakat dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah Sumatera Selatan. (Mdn) 

Polda Lampung Perkuat Pencarian 5 Wartawan dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda


REFORMASI-ID | LAMPUNG – Kepolisian memperkuat operasi pencarian terhadap delapan orang yang dilaporkan hilang kontak saat berlayar dari Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK), Selat Sunda.

Delapan orang tersebut terdiri dari lima wartawan dan tiga kru kapal. Mereka sebelumnya berangkat menggunakan speedboat untuk mengambil dokumentasi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Memasuki hari kedua pencarian, Rabu (9/9/2026), personel Kepolisian dari KP.XXV-1001 dan KP.XXV-2009 Pelabuhan Panjang bersama dua personel KP HAYABUSA 3008 Ditpolairud Baharkam Polri serta Basarnas Lampung diterjunkan dalam operasi SAR gabungan.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Isawandari Yuyun mengatakan, kepolisian bersama unsur terkait terus melakukan pencarian dengan mengedepankan keselamatan personel dan efektivitas penyisiran wilayah perairan.

"Polri bersama Basarnas dan unsur terkait terus melakukan upaya pencarian. Personel dan sarana yang ada kami siagakan untuk mendukung operasi SAR ini," ujar Yuni, Rabu (9/9/2026).

Dirpolairud Polda Lampung Kombes Pol Erick Sartani Marbun menambahkan, pihaknya telah mengerahkan personel dan kapal patroli untuk memperluas penyisiran di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur pelayaran speedboat tersebut.

"Kami terus memperluas area pencarian dengan memperhatikan kondisi cuaca, arus, serta titik terakhir komunikasi. Seluruh personel di lapangan kami minta tetap mengutamakan keselamatan dan melaporkan setiap perkembangan secara berkala," kata Erick.

*Komunikasi Terputus Setelah Berangkat dari Carita*

Berdasarkan informasi awal, rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi terakhir sekitar pukul 14.42 WIB. Namun, komunikasi dengan rombongan kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB.

Sejak saat itu, keberadaan mereka belum diketahui. Tim SAR kemudian melakukan pencarian berdasarkan titik komunikasi dan lokasi terakhir yang diketahui.

Lima wartawan yang telah teridentifikasi yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.

Selain kelima wartawan tersebut, terdapat tiga kru kapal yang juga berada dalam speedboat.

Yuni mengatakan, pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan Basarnas dan seluruh unsur yang terlibat agar wilayah pencarian dapat disisir secara maksimal.

"Koordinasi dan sinergi terus dilakukan. Fokus kami saat ini adalah menemukan dan memberikan pertolongan kepada seluruh korban yang masih dalam pencarian," katanya.

Hari Kedua, Pencarian Diperluas

Pada Rabu pagi, operasi SAR memasuki hari kedua. Apel kesiapan penebalan operasi SAR gabungan dipimpin Kasi Operasi Basarnas Lampung Agus Mujiono.

Tim kemudian disiapkan untuk menyisir sejumlah wilayah perairan yang dinilai menjadi bagian dari jalur atau lokasi yang berkaitan dengan keberadaan rombongan.

Pencarian meliputi perairan Pulau Legundi, perairan Pulau Sebesi hingga kawasan perairan Gunung Anak Krakatau.

Dari unsur kepolisian, dua personel KP.XXV-1001 dan KP.XXV-2009 Pelabuhan Panjang serta dua personel KP HAYABUSA 3008 Ditpolairud Baharkam Polri turut dilibatkan.

Sementara Basarnas Lampung menurunkan empat personel dalam operasi tersebut.

"Kami berharap seluruh proses pencarian berjalan lancar dan rombongan dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Seluruh unsur di lapangan akan terus bekerja sesuai tugas dan kewenangannya," tutur Yuni.

Yuni juga mengimbau masyarakat maupun pihak-pihak yang memiliki informasi mengenai keberadaan rombongan untuk segera menyampaikannya kepada petugas.

"Kami mengajak semua pihak untuk membantu memberikan informasi sekecil apa pun yang dapat mendukung proses pencarian," ujarnya.

Operasi pencarian masih berlangsung dengan menyisir wilayah perairan menggunakan sarana yang telah disiapkan. 

Polisi bersama Basarnas dan unsur SAR lainnya akan terus melakukan pemantauan hingga keberadaan delapan orang tersebut berhasil ditemukan. (Mdn) 

Kebaikan yang Tak Berisik, Kepedulian Dua Personel Polres Bitung Berbuah Penghargaan”




REFORMASI-ID🇮🇩 | BITUNG — Pengabdian kepada masyarakat tidak selalu hadir dalam bentuk seragam, kewenangan, atau tugas penegakan hukum. Di Kota Bitung, dua anggota Polri memilih cara yang lebih sunyi: memberikan apa yang mereka miliki untuk orang lain.

Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., memberikan penghargaan kepada dua personelnya yang dinilai menunjukkan kepedulian kemanusiaan dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Penghargaan diberikan kepada Iptu Iskandar Abdul, Kasi Hukum Polres Bitung, dan Aiptu Soeyadi Duhe, S.Sos., anggota Polsek Maesa, dalam apel di Lapangan Apel Polres Bitung, Senin (7/9/2026).

Keduanya melakukan aksi kemanusiaan dalam bentuk berbeda. Namun, ada satu hal yang mempertemukannya: keikhlasan berbagi tanpa menunggu balasan.

Iptu Iskandar Abdul mengikhlaskan sebidang tanah miliknya seluas kurang lebih 1.700 meter persegi di Kelurahan Winenet Dua, Kecamatan Aertembaga, untuk dimanfaatkan sebagai tanah pekuburan umum.

Tanah itu kini digunakan masyarakat sebagai lokasi pemakaman tanpa dipungut biaya. Hingga kini, sekitar 50 warga yang telah meninggal dunia dimakamkan di tempat tersebut. Salah seorang anggota Polri juga telah dimakamkan di lokasi itu.

Keputusan tersebut mungkin terlihat sederhana. Tetapi bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya dan tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk menyediakan lahan pemakaman, keberadaan tanah itu berarti jauh lebih besar.

Ada ruang bagi mereka untuk mengantarkan orang terkasih ke tempat peristirahatan terakhir tanpa harus memikirkan biaya lahan.

Sementara Aiptu Soeyadi Duhe bersama istrinya memilih membantu dari sisi yang berbeda. Mereka menyisihkan dana pribadi untuk memberikan perlengkapan sekolah kepada seorang anak dari keluarga kurang mampu di Girian Bawah.

Bantuan itu bukan sekadar buku, seragam, atau perlengkapan belajar. Ada pesan yang lebih besar di baliknya: seorang anak yang berada dalam keterbatasan ekonomi tetap berhak memiliki kesempatan untuk belajar dan menggantungkan cita-cita setinggi mungkin.

Bagi anak tersebut, bantuan itu mungkin kecil bagi sebagian orang. Tetapi perhatian yang diberikan pada saat yang tepat dapat menjadi alasan bagi seorang anak untuk tetap percaya bahwa masa depannya layak diperjuangkan.

Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi pimpinan kepada personel yang telah melakukan tindakan positif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Penghargaan ini kami berikan sebagai bentuk apresiasi dan kebanggaan kepada anggota yang telah melakukan sesuatu yang luar biasa. Apa yang dilakukan oleh Iptu Iskandar Abdul dan Aiptu Soeyadi Duhe bukan hanya membawa manfaat bagi masyarakat, tetapi juga telah mengharumkan nama baik Polres Bitung dan institusi Polri,” ujar Arie.

Menurut dia, tugas seorang anggota Polri tidak berhenti pada menjaga keamanan dan menegakkan hukum. Kehadiran polisi juga harus dirasakan melalui kepedulian terhadap persoalan-persoalan kemanusiaan di tengah masyarakat.

“Tidak semua orang mampu melakukan apa yang telah mereka lakukan. Karena itu, kami berharap tindakan positif ini dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi seluruh personel Polres Bitung untuk terus menumbuhkan kepedulian, keikhlasan dan semangat membantu sesama,” katanya.

Penghargaan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar.

Ada orang yang berbagi tanah. Ada yang berbagi sebagian penghasilannya. Ada pula yang sekadar memberikan perhatian ketika orang lain sedang membutuhkan.

Nilainya bukan semata pada besar kecilnya pemberian, melainkan pada manfaat yang ditinggalkan bagi orang lain.

Apa yang dilakukan kedua personel Polres Bitung tersebut memperlihatkan sisi lain dari pengabdian seorang anggota kepolisian. Di tengah tuntutan profesionalitas dan penegakan hukum, masih ada ruang bagi kemanusiaan—ruang untuk melihat kesulitan orang lain dan memilih untuk membantu.

Kapolres menegaskan penghargaan tersebut bukan hanya bentuk pengakuan atas perbuatan dua personel, tetapi juga diharapkan menjadi motivasi bagi anggota lainnya.

“Sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan dengan tulus akan memberikan arti bagi orang lain. Mari kita jadikan kepedulian sebagai bagian dari pengabdian dan terus berbuat baik untuk masyarakat,” tegasnya.

Pada akhirnya, penghargaan itu bukan hanya tentang dua anggota Polri yang menerima piagam atau apresiasi dari pimpinan. Lebih dari itu, penghargaan tersebut menjadi pesan tentang arti berbagi.

Bahwa menjadi berguna bagi orang lain tidak selalu menunggu kaya, memiliki jabatan tinggi, atau mempunyai banyak kelebihan.

Kadang, kebaikan dimulai dari kesediaan memberikan sebagian kecil dari apa yang kita punya.

Iptu Iskandar Abdul memberikan tanah agar orang lain memiliki tempat untuk beristirahat dengan layak. Aiptu Soeyadi Duhe dan istrinya memberikan perlengkapan sekolah agar seorang anak tetap memiliki kesempatan mengejar cita-cita.

Dua tindakan sederhana itu menyampaikan pesan yang sama: manusia akan selalu memiliki alasan untuk berbagi, dan kebaikan yang diberikan dengan tulus dapat hidup jauh lebih lama daripada pemberinya.

Polres Bitung berharap semangat tersebut tumbuh di kalangan personel dan masyarakat luas—bahwa pengabdian tidak hanya diukur dari seberapa besar pekerjaan yang diselesaikan, tetapi juga dari seberapa banyak manfaat yang dapat diberikan kepada sesama.

Karena pada akhirnya, keamanan membuat masyarakat merasa terlindungi. Tetapi kepedulian membuat mereka merasa tidak sendirian.

08 September 2026

Mantap Maju Menjadi Calon Wakil Bupati Waykanan Periode 2025/2030 Ini Biografi Soni Setiawan ST, MH


REFORMASI-ID | WAY KANAN — Sosok Soni Setiawan, S.T., M.H. dikenal sebagai salah satu putra daerah yang memiliki pengalaman panjang dalam organisasi politik, pemerintahan, serta pelayanan sosial kemasyarakatan. Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman organisasi yang cukup luas, ia dipercaya maju sebagai calon Wakil Bupati Way Kanan untuk periode 2025–2030.

Soni Setiawan lahir di Cempaka pada 24 Februari 1980. Ia beragama Islam, telah menikah, dan berdomisili di wilayah Way Kanan, Provinsi Lampung. Dalam kiprahnya, ia dikenal memiliki perhatian terhadap persoalan masyarakat serta aktif membangun komunikasi dengan berbagai elemen pemerintahan dan organisasi kemasyarakatan.

Riwayat pendidikan Soni Setiawan dimulai dari:
Lulus SD Cempaka pada 1994.
Lulus SLTP Kotabumi II pada 1997.
Lulus SMK Nasional Kotabumi pada 2000.
Menyelesaikan pendidikan S-1 di Universitas Bandar Lampung pada 2007.
Menyelesaikan pendidikan S-2 di Universitas Bandar Lampung pada 2013.
Bekal pendidikan tersebut menjadi salah satu modal dalam memahami berbagai persoalan administrasi, hukum, pemerintahan, serta kebutuhan pembangunan daerah.

Pengalaman Organisasi
Soni Setiawan memiliki pengalaman organisasi yang cukup panjang. Pada 2001–2021, ia tercatat sebagai pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Ia juga pernah menjabat sebagai Mabinkom PMII Komisariat UBL pada 2022–2023.

Di tingkat organisasi politik dan kemasyarakatan, Soni Setiawan pernah dipercaya menduduki sejumlah posisi, di antaranya:
Wakil Ketua KNPI Kabupaten Way Kanan pada 2019–2020.
Wakil Ketua Pemuda Ansor Kabupaten Way Kanan pada 2019–2020.
Wakil Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Way Kanan pada 2019–2020.
Sekretaris DPC PKB Kabupaten Way Kanan pada 2018–2020.
Sekretaris DPC PKB Kabupaten Way Kanan pada 2022–2023.
Ketua DPC PKB Kabupaten Way Kanan Utara pada 2018–2020.
Bendahara Garda Bangsa Provinsi Lampung pada 2019–2020.
Wakil Bendahara DPP PKB Provinsi Lampung pada 2019–2020.
Wakil Ketua Garda Bangsa PKB Provinsi Lampung pada 2026–2031.
Wakil Sekretaris DPW PKB Provinsi Lampung pada 2026–2031.

Rangkaian pengalaman tersebut memperlihatkan keterlibatan Soni Setiawan dalam penguatan kaderisasi, kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, serta kegiatan politik yang berorientasi pada pelayanan publik.

Selain aktif dalam organisasi, Soni Setiawan juga memiliki pengalaman kerja di bidang pembangunan daerah. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Yayasan DCC Baradatu pada 2009–2018.
Ia juga tercatat sebagai Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi PKB untuk periode 2019–2024.

Dalam kapasitas tersebut, ia berperan dalam menyerap aspirasi masyarakat, mengawal kebijakan daerah, serta memperjuangkan kepentingan pembangunan di tingkat provinsi.
Pengalaman sebagai anggota legislatif menjadi bekal penting bagi Soni Setiawan dalam memahami proses penyusunan kebijakan, penganggaran, pengawasan, dan hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat.

Komitmen untuk Way Kanan
Dengan latar belakang pendidikan, pengalaman organisasi, dan rekam jejak di bidang politik serta pelayanan masyarakat, Soni Setiawan membawa semangat untuk berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Way Kanan.

Slogan hidup yang dipegangnya adalah “Jalani, Nikmati, Syukuri.” Prinsip tersebut mencerminkan sikap untuk menjalankan setiap amanah dengan penuh tanggung jawab, menikmati proses perjuangan bersama masyarakat, serta senantiasa mensyukuri setiap capaian yang diperoleh.

Sebagai calon Wakil Bupati Way Kanan periode 2025–2030, Soni Setiawan diharapkan dapat menjadi figur yang mampu memperkuat pemerintahan daerah, memperluas partisipasi masyarakat, serta mendorong pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan. (**)

Wakapolda Sumsel: Rakernis Reskrim Jadi Bukti Konsistensi Dukung Kebijakan Kapolri


REFORMASI-ID | PALEMBANG — Di tengah tuntutan penegakan hukum yang semakin kompleks, Polda Sumatera Selatan memperkuat konsolidasi seluruh fungsi reserse kriminal melalui Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Gabungan Fungsi Reskrim Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang digelar di Ballroom Lantai 3 Hotel The Zuri Palembang, Selasa (8/9/2026), tersebut dibuka oleh Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., mewakili Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Rakernis dimulai sekitar pukul 08.30 WIB dengan menghadirkan unsur fungsi reserse kriminal, meliputi Reskrimum, Reskrimnarkoba, Reskrimsus serta Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan, Anak dan Perlindungan Orang (PPA dan PPO).

Forum tersebut menjadi wadah konsolidasi untuk menyamakan langkah kerja teknis, memperkuat koordinasi antarfungsi serta menyelaraskan pelaksanaan tugas penegakan hukum di lingkungan Polda Sumsel dan jajaran.

Penyatuan seluruh fungsi Reskrim dalam satu forum kerja teknis juga menjadi bagian dari upaya menerjemahkan kebijakan pimpinan Polri di tingkat kewilayahan. Melalui konsolidasi tersebut, setiap fungsi diharapkan memiliki pemahaman dan arah kerja yang selaras dalam memberikan pelayanan penegakan hukum kepada masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa dan penayangan video selayang pandang. Sambutan Ketua Pelaksana yang dijabat Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel disampaikan oleh Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumsel Kombes Pol. Andes Purwanti, S.E., M.M. selaku perwakilan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta fungsi oleh Wakapolda Sumsel sebagai simbol dimulainya Rakernis Gabungan Fungsi Reskrim. Wakapolda selanjutnya menyampaikan sambutan Kapolda Sumsel sekaligus secara resmi membuka kegiatan.

Rakernis tersebut dihadiri jajaran pejabat utama Polda Sumsel, para Wadir dan Kasubdit dari fungsi Reskrimum, Reskrimnarkoba, Reskrimsus serta Res PPA dan PPO. Turut hadir para Kasat Reskrimum, Resnarkoba, Reskrimsus, Res PPA dan PPO serta Kasat Tahti jajaran Polda Sumsel beserta personel dari masing-masing satuan fungsi.

Konsolidasi lintas fungsi tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam penanganan perkara, meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas serta mendukung kepastian hukum dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P. menegaskan pentingnya kekompakan seluruh fungsi Reskrim dalam mendukung kebijakan Kapolri.

“Rakernis ini menjadi momentum bagi seluruh fungsi Reskrim untuk menyamakan langkah kerja, memperkuat sinergi, dan mewujudkan penegakan hukum yang profesional serta berkeadilan bagi masyarakat,” katanya.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menambahkan bahwa penguatan sinergi antarfungsi Reskrim merupakan bagian dari komitmen Polda Sumsel dalam menghadirkan pelayanan penegakan hukum yang semakin baik.

“Kami berkomitmen mendukung penuh penguatan sinergi fungsi Reskrim demi pelayanan penegakan hukum yang lebih baik bagi masyarakat Sumatera Selatan,” ujar Nandang.

Rakernis Gabungan Fungsi Reskrim Polda Sumsel Tahun Anggaran 2026 berlangsung tertib dan lancar serta ditutup dengan sesi foto bersama dan coffee break.

Melalui forum tersebut, Polda Sumatera Selatan terus memperkuat konsolidasi dan sinergi seluruh fungsi Reskrim sebagai bagian dari upaya mewujudkan penegakan hukum yang profesional, transparan, berkeadilan dan Presisi, sekaligus memberikan kepastian serta perlindungan hukum bagi masyarakat di wilayah Sumatera Selatan. (Mdn) 

Gunung Anak Krakatau Masih Fluktuatif, Pemprov Lampung Belum Terapkan WFH bagi ASN


REFORMASI-ID | Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung belum memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) meski aktivitas Gunung Anak Krakatau masih fluktuatif dan abu vulkanik berdampak ke sejumlah wilayah. Kebijakan WFH baru akan dipertimbangkan apabila erupsi kembali terjadi dan kondisi kualitas udara serta lingkungan memburuk.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan mengatakan ASN tetap bekerja sesuai jam kerja yang berlaku, dengan penyesuaian di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) apabila pekerjaan memungkinkan dilakukan dari rumah. "Tidak secara resmi kita deklarasikan kita WFH, karena kita masih menunggu status siaga dari BMKG, PVMBG, dan BNPB," kata Sekda Marindo.

Pernyataan itu disampaikan Sekda Marindo dalam konferensi pers mengenai perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau di Ruang Pusdalops BPBD Provinsi Lampung, Senin (7/9/2026). Pemprov Lampung memilih mempertahankan aktivitas pemerintahan sambil memantau perkembangan kondisi gunung dan kualitas udara.

Sekda Marindo memastikan pelayanan pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan meskipun terjadi paparan abu vulkanik. Koordinasi antara Pemprov Lampung, pemerintah kabupaten/kota, kementerian, serta lembaga terkait juga terus dilakukan sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

Menurut Sekda, keputusan mengenai pola kerja ASN akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan. Apabila terjadi erupsi kembali yang menyebabkan kualitas udara dan lingkungan terdampak parah, Pemprov Lampung akan mempertimbangkan penerapan WFH dengan mengacu pada arahan pemerintah pusat.

"Kalau terjadi erupsi kembali dan ini berdampak parah terhadap kadar udara, kualitas lingkungan, nah ini akan kita pertimbangkan untuk mengikuti apa yang disampaikan oleh pemerintah pusat untuk melaksanakan work from home," ujar Sekda.

Meski demikian, Marindo menekankan bahwa penerapan WFH nantinya tidak berarti pelayanan kepada masyarakat dihentikan. Mekanisme kerja akan diatur oleh masing-masing OPD teknis sesuai ketentuan agar fungsi pemerintahan tetap berjalan.

"Walaupun kebijakan work from home dilakukan, proses pelayanan publik, pelayanan kepada masyarakat tidak akan terganggu, semua tetap berjalan," ucap Sekda. Menurut Sekdaprov, yang berubah hanya mekanisme pengaturan kerja ASN, bukan penghentian pelayanan pemerintahan.

Pertimbangan keselamatan ASN menjadi salah satu dasar Pemprov Lampung dalam menentukan pola kerja. Marindo mengatakan keselamatan dan kesehatan ASN tetap menjadi prioritas meskipun pelayanan publik harus terus dikedepankan.

Untuk mencegah munculnya informasi yang simpang siur, Pemprov Lampung menjadikan Pusdalops BPBD sebagai pusat informasi dan pemantauan. Posko tersebut disiagakan selama 24 jam untuk memantau perkembangan Gunung Anak Krakatau dan menyampaikan informasi yang telah terverifikasi kepada masyarakat.

Sekda mengatakan pemerintah akan terus memantau perkembangan bersama BMKG, PVMBG, BNPB, pemerintah kabupaten/kota, dan instansi terkait. Keputusan untuk menerapkan WFH akan diambil berdasarkan perkembangan kondisi dan arahan resmi, dengan tetap menempatkan keselamatan ASN serta keberlangsungan pelayanan publik sebagai pertimbangan utama. (**)

Pastikan Kesiapsiagaan Bencana, Lanal Lampung Bagikan Bantuan dan Edukasi Warga Pesisir Kalianda Lampung Selatan


REFORMASI-ID | LAMPUNG - TNI AL, Jala Wira Saburai. Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Lampung Letkol Laut (P) Irianto Kurniawan, B.Eng., M.S., M.Tr.Opsla., CRMP melaksanakan pengecekan sirine tanda bahaya bencana tsunami sekaligus kegiatan sosial dan edukasi kebencanaan kepada masyarakat di Pesisir Kalianda, Lampung Selatan, Selasa (8/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Danlanal Lampung Letkol Laut (P) Irianto Kurniawan, B.Eng., M.S., M.Tr.Opsla., CRMP, menjelaskan Lanal Lampung bersama personel melaksanakan pengecekan fungsi sirine sebagai salah satu sarana peringatan dini bencana tsunami. 

"Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan sarana peringatan dini serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat yang berada di wilayah pesisir terhadap potensi bencana," jelasnya.

Selain pengecekan sirine, Danlanal Lanal Lampung juga melaksanakan pembagian swimfase, sembako dan masker kepada masyarakat. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI Angkatan Laut dalam membantu masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dan kedekatan antara TNI AL dengan warga di wilayah pesisir.

Pada kesempatan yang sama, Danlanal Lampung menyampaikan imbauan mengenai pentingnya menjaga keselamatan fisik dan kesehatan, khususnya dalam menghadapi potensi bahaya abu vulkanik. Masyarakat diimbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta mengikuti arahan dari instansi terkait apabila terjadi peningkatan aktivitas bencana.

"Kegiatan juga diisi dengan sosialisasi pelatihan BHD (Bantuan Hidup Dasar) sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memberikan pertolongan awal pada kondisi darurat sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut," ungkap Danlanal Lampung.

Melalui kegiatan tersebut, Lanal Lampung menunjukkan komitmen untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung kesiapsiagaan menghadapi bencana, meningkatkan kesadaran keselamatan serta memberikan perlindungan dan bantuan kepada masyarakat di wilayah pesisir. (Mdn) 

Kebakaran Lahan di Samping Tol Terpeka KM 233 Padam, Lalu Lintas Aman


REFORMASI-ID | LAMPUNG — Kebakaran lahan di sisi Jalan Tol Terpeka KM 233.000 B berhasil dipadamkan setelah petugas gabungan melakukan penanganan selama sekitar satu jam, Minggu (6/9/2026).

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari mengatakan, api pertama kali diketahui sekitar pukul 09.45 WIB.

Setelah menerima informasi, personel Patroli Jalan Raya (PJR) Induk 5 Simpang Pematang langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal.

“Informasi kebakaran diterima sekitar pukul 09.45 WIB. Personel PJR kemudian menuju lokasi dan selanjutnya dilakukan pemadaman dengan mengerahkan tim water tank,” kata Yuni, Senin (7/9/2026).

Proses pemadaman dilakukan sekitar pukul 10.20 WIB oleh personel PJR Induk 5 Simpang Pematang bersama personel Bravo Ranting 1 Ruas Tol Terpeka dan Tim Water Tank Tol Terpeka.

Petugas tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga mengamankan area sekitar lokasi untuk mencegah api meluas. Pada pukul 11.20 WIB, api dinyatakan berhasil dipadamkan.

“Setelah api padam, petugas melakukan pengecekan kembali untuk memastikan tidak ada sisa api maupun potensi kebakaran susulan,” ujarnya.

Yuni menambahkan, kebakaran lahan tersebut tidak berdampak terhadap arus lalu lintas di ruas tol.

Tidak terjadi kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas selama proses penanganan berlangsung.

“Situasi di lokasi setelah pemadaman aman dan terkendali. Kebakaran juga tidak menyebabkan kemacetan ataupun kecelakaan lalu lintas,” katanya. (Mdn)

GM Davidt James Hukom Tegaskan K3 Harga Mati, Pelindo Bitung Kejar Zero Accident




REFORMASI-ID | BITUNG — Keselamatan kerja tidak boleh baru menjadi perhatian setelah kecelakaan terjadi. Di tengah aktivitas bongkar muat dan pergerakan alat berat yang terus berlangsung di Pelabuhan Bitung, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Bitung kembali mempertegas budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Komitmen itu ditegaskan melalui Apel Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang digelar di area Pelabuhan Bitung, Senin (7/9/2026). Apel diikuti insan pelabuhan dari berbagai unsur sebagai bagian dari upaya memperkuat kesadaran bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab seluruh pekerja.

General Manager Pelindo Regional 4 Bitung  James David Hukom menempatkan keselamatan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan operasional pelabuhan.

Pesan yang dibangun bukan sekadar penggunaan helm, rompi keselamatan, atau kelengkapan alat pelindung diri. Lebih jauh, budaya K3 menuntut setiap pekerja mampu mengenali potensi bahaya, mematuhi prosedur dan mengambil tindakan sebelum risiko berubah menjadi kecelakaan.

Pelabuhan merupakan lingkungan kerja dengan tingkat dinamika tinggi. Aktivitas bongkar muat, pergerakan kendaraan dan alat berat, pelayanan kapal serta mobilitas pekerja berlangsung dalam ruang yang sama. Kondisi tersebut membuat disiplin terhadap prosedur keselamatan menjadi kebutuhan mutlak.

Manajemen Pelindo Regional 4 Bitung karena itu menekankan sejumlah standar yang wajib dijalankan secara konsisten. Penggunaan APD secara lengkap, pemeriksaan berkala terhadap kondisi peralatan kerja, pelaporan segera terhadap potensi bahaya, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), serta kepedulian antarrekan kerja menjadi bagian penting dalam sistem pencegahan kecelakaan.

Keselamatan, dalam konteks ini, bukan perkara keberuntungan. Ia merupakan hasil dari disiplin yang dilakukan terus-menerus.

Target yang hendak dicapai adalah zero accident atau nihil kecelakaan kerja. Namun, target tersebut tidak akan tercapai hanya melalui slogan atau apel keselamatan. Dibutuhkan kepatuhan setiap individu, pengawasan yang konsisten, peralatan yang laik digunakan, serta keberanian menghentikan atau melaporkan pekerjaan ketika ditemukan kondisi yang berpotensi membahayakan.

Penerapan K3 juga memiliki kaitan langsung dengan keandalan operasional pelabuhan. Lingkungan kerja yang aman akan mendukung produktivitas pekerja sekaligus menjaga kelancaran pelayanan kepada pengguna jasa dan arus logistik.

Karena itu, pesan “Bekerja Aman, Pulang dengan Selamat” kembali ditegaskan sebagai prinsip yang harus melekat dalam setiap aktivitas di kawasan Pelabuhan Bitung.

Bagi Pelindo, keselamatan bukan sekadar urusan pekerja yang berada di lapangan. Keselamatan merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menjaga keberlangsungan operasional pelabuhan.

Sebab pelabuhan tidak hanya berbicara mengenai kapal yang datang dan pergi atau barang yang dibongkar dan dimuat. Di balik seluruh aktivitas tersebut terdapat manusia yang bekerja dengan risiko masing-masing.

Dan ukuran keberhasilan sebuah operasi pada akhirnya bukan hanya seberapa cepat pekerjaan diselesaikan, melainkan berapa banyak pekerja yang dapat menyelesaikan tugasnya dan kembali ke rumah dengan selamat.

07 September 2026

Polisi Selidiki Wanita Tertabrak Kereta Api di Perlintasan KM 8 Prabumulih


REFORMASI-ID | SUMSEL - Polda Sumatera Selatan melalui Polres Prabumulih menyampaikan penanganan peristiwa seorang perempuan yang meninggal dunia setelah tertabrak kereta api batubara di jalur rel KM 8, Desa Pangkul, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih.

Korban diketahui Seorang perempuan Berinisial E (52), merupakan warga, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih. Peristiwa tersebut melibatkan kereta api batubara jenis Barapati dengan rute Kertapati-Tanjung Enim.

Kapolres Prabumulih AKBP Gunarto, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil. menjelaskan, kejadian pertama kali diketahui pada Minggu (06/09/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat itu, petugas Polsuska M. Runzul Fahmi menerima informasi dari masinis bernama Panca bahwa kereta api Barapati telah menabrak seorang perempuan di jalur rel KM 8 Desa Pangkul, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih.

Mendapat informasi tersebut, petugas Polsuska langsung melakukan penyisiran di sepanjang jalur rel untuk mencari korban. Namun, pada malam itu korban belum ditemukan sehingga petugas kembali.

Informasi mengenai keberadaan korban kemudian diterima pada Senin (07/09/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Petugas Polsuska M. Runzul Fahmi mendapat kabar dari Kaur JR Rama Fajri bahwa ditemukan seorang perempuan tidak dikenal dalam kondisi meninggal dunia di sekitar lokasi.

Petugas selanjutnya menghubungi anggota Polres Prabumulih. Polisi kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), melakukan penanganan dan pemeriksaan awal, mengevakuasi korban ke RSUD Kota Prabumulih, meminta keterangan saksi, serta mengamankan sejumlah barang bukti.

Berdasarkan pemeriksaan dokter, korban mengalami sejumlah luka berat, antara lain patah kaki kanan, patah lengan kiri, luka remuk pada tangan kanan, cedera parah pada bagian kepala, luka robek pada paha kanan, serta luka pada bagian wajah.

Pihak keluarga korban telah mengetahui kejadian tersebut. Keluarga juga menolak dilakukan visum et repertum lanjutan maupun autopsi terhadap jenazah korban dan memilih untuk langsung memakamkannya.

Dari hasil penanganan awal dan catatan penyelidikan, peristiwa tersebut diduga terjadi ketika korban berjalan di jalur atau perlintasan kereta api dan tidak menyadari kedatangan kereta api Barapati rute Kertapati-Tanjung Enim.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa kepolisian telah melakukan langkah penanganan sesuai prosedur, mulai dari mendatangi TKP, mengevakuasi korban, mengumpulkan keterangan saksi, mengamankan barang bukti hingga berkoordinasi dengan pihak keluarga.

"Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan tidak berjalan maupun beraktivitas di jalur rel kereta api karena sangat membahayakan keselamatan," ujar Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K., M.H.

Kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan jalur rel sebagai tempat beraktivitas maupun berjalan kaki, terutama karena kedatangan kereta api dapat terjadi sewaktu-waktu dan memiliki jarak pengereman yang panjang. (Hms/Mdn) 

Puluhan Karyawan PT. Yutu Leports Jaya Keluhkan Keterlambatan Pembayaran Gaji



REFORMASI-ID | Bekasi - 7 September 2026, Puluhan karyawan PT Yutu Leports Jaya mengeluhkan belum dibayarkannya sejumlah hak mereka, mulai dari gaji, Tunjangan Hari Raya (THR), hingga hak-hak ketenagakerjaan lainnya.

Keluhan tersebut disampaikan sejumlah karyawan saat ditemui tim redaksi. Mereka berharap pihak perusahaan segera memberikan kepastian dan menyelesaikan pembayaran hak yang masih tertunggak.

Salah seorang karyawan, Dayat, mengaku telah bekerja di PT Yutu Leports Jaya selama sekitar 20 tahun. Ia bekerja sebagai operator produksi.

Menurut Dayat, keterlambatan pembayaran gaji mulai terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Jika sebelumnya pembayaran gaji berjalan tepat waktu, belakangan pembayaran disebut mengalami keterlambatan hingga berbulan-bulan.

“Awal-awal dulu iya dibayar tepat waktu. Tapi sekarang mulai mungkin karena penurunan produksi atau bagaimana, akhirnya seperti ini. Kadang telat tiga hari, kadang sampai sebulan, malah ke sininya makin parah,” ujar Dayat.

Ia juga mengungkapkan bahwa jam kerja karyawan dapat mencapai 12 hingga 14 jam ketika terdapat pekerjaan lembur. Namun, menurutnya, tidak seluruh lembur tersebut dibayarkan.

Dayat mengatakan, persoalan yang dihadapi karyawan bukan hanya mengenai gaji. Ia juga menyebut adanya persoalan pembayaran THR yang menurut keterangannya belum diselesaikan sepenuhnya.

“Harapan kami teman-teman semua dibereskan, masalah gaji yang tidak dibayarkan, kemudian THR yang hampir dua tahun belum dibayar. Kalau memang perusahaan sudah tidak sanggup, ya seharusnya pesangon diselesaikan,” katanya.


Karyawan lainnya, Yuni, mengatakan dirinya hingga kini masih berstatus sebagai karyawan PT Yutu Leports Jaya. Namun, ia menyebut karyawan sempat diliburkan tanpa kepastian mengenai kapan kembali bekerja.

Menurut Yuni, seharusnya karyawan mulai kembali bekerja pada 3 September. Namun, karena persoalan pembayaran gaji belum terselesaikan, sejumlah karyawan memilih tidak kembali bekerja sebelum hak mereka mendapatkan kepastian.

“Awalnya diliburkan sampai kapannya masuk tidak tahu. Dari tanggal 3 September seharusnya karyawan sudah masuk semua. Karena pembayaran bulan April sampai saat ini tidak ada, makanya kami tidak mau masuk atau bekerja lagi sebelum pembayaran selesai,” ujar Yuni.

Ia menuturkan, pembayaran yang diterima karyawan baru sebagian dari tunggakan. Bahkan, menurut Yuni, pembayaran tersebut hanya sekitar 60 hingga 80 persen dari sisa gaji bulan April.

“Terakhir kita hanya dibayar sekitar 60 atau 80 persen dari sisa gaji bulan April. Sampai saat ini belum ada itikad baik dari perusahaan untuk memberitahukan kapan pembayaran selanjutnya,” katanya.

Yuni berharap perusahaan segera memberikan kepastian mengenai pembayaran seluruh hak karyawan.

“Harapan saya ke depannya pembayaran karyawan segera dibayar. Hak-hak karyawan yang masih ada di PT Yutu segera diselesaikan. Jangan hanya menunggu, sementara hak kami tidak jelas kapan dibayarnya,” ujarnya.

Terkait persoalan tersebut, Dayat mengatakan bahwa di perusahaan masih terdapat serikat pekerja. Ia mengaku telah berkomunikasi dengan pihak serikat terkait permasalahan yang dialami karyawan.

Namun menurut Dayat, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai penyelesaian pembayaran dari perusahaan.

Sementara itu, terkait informasi adanya kedatangan pihak Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) ke perusahaan, Dayat mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan petugas tersebut datang. Ia juga mengatakan tidak pernah mendapatkan pemberitahuan atau undangan dari pihak Disnaker terkait kedatangan tersebut.

Karyawan juga mengaku belum pernah mendapatkan penjelasan yang jelas dari perusahaan mengenai hak pesangon maupun kompensasi apabila hubungan kerja berakhir.

Awak media kemudian mendatangi PT Yutu Leports Jaya untuk meminta konfirmasi dan tanggapan perusahaan terkait keluhan para karyawan, termasuk mengenai keterlambatan pembayaran gaji, THR, lembur, serta hak-hak ketenagakerjaan lainnya.

Namun, saat awak media datang ke lokasi perusahaan, tidak ada pihak perusahaan yang dapat ditemui untuk memberikan keterangan maupun tanggapan.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh penjelasan resmi dari pihak manajemen PT Yutu Leports Jaya mengenai berbagai keluhan yang disampaikan karyawan.

Erupsi Menerus Anak Krakatau Berhenti, Polisi Tetap Waspadai Aktivitas Vulkanik


REFORMASI-ID | Lampung Selatan - Erupsi menerus Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, berhenti pada Minggu (6/9/2026) dini hari. Meski demikian, aktivitas kegempaan gunung api tersebut masih terekam hingga pagi.

Berdasarkan hasil monitoring Polres Lampung Selatan yang mengacu pada laporan MAGMA-VAR Kementerian ESDM melalui PVMBG, erupsi menerus GAK berhenti pada pukul 00.04 WIB.

Dalam periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB, aktivitas vulkanik masih tercatat. Kondisi ini menunjukkan sistem vulkanik Gunung Anak Krakatau masih aktif.

PVMBG mencatat satu kali gempa letusan dengan amplitudo 46 milimeter dan durasi 30 detik. Selain itu, terjadi dua kali gempa hembusan, 14 kali gempa low frequency, sembilan kali gempa hybrid/fase banyak, serta satu kali gempa vulkanik dangkal.

Tremor menerus atau microtremor juga masih terekam dengan amplitudo 8-45 milimeter dan dominan pada 15 milimeter.

Kondisi visual Gunung Anak Krakatau pada periode tersebut belum dapat dipantau secara optimal karena tertutup kabut dengan tingkat 0-III. Asap kawah tidak teramati, sedangkan CCTV visual di lapangan dalam kondisi tidak aktif.

Cuaca di sekitar gunung terpantau berawan hingga mendung. Angin bertiup lemah ke arah barat laut, dengan suhu udara 26-27 derajat Celsius dan kelembapan 78-80 persen.

Meski erupsi menerus berhenti, status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat, wisatawan, pengunjung maupun pendaki diminta tidak mendekati gunung dan melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, mengatakan kepolisian terus melakukan pemantauan dan patroli di kawasan perairan Gunung Anak Krakatau.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat, nelayan maupun wisatawan tidak memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya.

"Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami mengingatkan nelayan maupun wisatawan agar tidak memaksakan diri mendekati Anak Krakatau dan mematuhi radius aman yang telah ditetapkan," ujar Yuni.

Polda Lampung juga meminta pengelola kapal wisata, nelayan dan masyarakat tidak membawa atau mengarahkan wisatawan ke kawasan yang dilarang.

"Personel di lapangan akan terus melakukan patroli untuk mencegah masyarakat maupun wisatawan memasuki zona berbahaya," katanya.

Selain potensi erupsi susulan, paparan abu vulkanik juga menjadi perhatian. Abu dalam konsentrasi tinggi dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta memakai pelindung mata ketika kondisi udara berdebu.

Warga juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah saat terjadi hujan abu, menutup pintu, jendela dan ventilasi rumah serta melindungi makanan dan sumber air dari paparan abu vulkanik.

Pengendara kendaraan diminta lebih berhati-hati karena abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang dan membuat permukaan jalan menjadi licin.

"Polda Lampung mengingatkan masyarakat agar tidak panik dan mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau hanya melalui informasi resmi pemerintah maupun instansi terkait," tandas Kabid Humas. (Mdn) 

Wali Kota Bandar Lampung Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan, Warga Diminta Waspada Abu Vulkanik


REFORMASI-ID | BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Kota Bandar Lampung bergerak cepat merespons dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah kota.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, turun langsung ke lapangan dengan membagikan masker kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan yang beraktivitas di luar ruangan. Minggu, 06/09/2026.

Pembagian masker dilakukan mulai dari kawasan Jalan Dr. Susilo hingga menuju Jalan Teuku Umar. Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota juga mengunjungi sejumlah titik keramaian yang menjadi tempat masyarakat berkumpul.

Eva Dwiana mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak abu vulkanik.

"Untuk masyarakat Kota Bandar Lampung, tetap waspada dan berhati-hati. Kalau keluar rumah, gunakan masker, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan," ujar Eva Dwiana.

Wali Kota juga meminta masyarakat memperhatikan kebersihan makanan, terutama makanan yang dijual di tempat terbuka, agar terlindungi dari paparan abu vulkanik.

"Kalau membeli makanan di luar, tolong diperhatikan kebersihannya. Makanan harus ditutup supaya tidak terkena debu atau abu vulkanik," katanya.

Pemkot Bandar Lampung bersama jajaran terkait terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di lapangan serta menyiapkan langkah antisipasi untuk meminimalkan dampak abu vulkanik terhadap masyarakat.

Eva Dwiana memastikan pemerintah daerah akan terus hadir dan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi masyarakat selama kondisi akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung. (*) 

Keragaman Budaya Nusantara Tampil Dalam Puncak Peringatan HUT ke-81 RI di Mustika Grande



REFORMASI-ID | Bekasi - Warga Perum Mustika Grande Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi kembali menunjukkan kreativitasnya dalam karnaval budaya, puncak peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia (RI). Minggu, 06 Agustus 2026.

Karnaval budaya yang diselenggarakan pengurus lingkungan Mustika Grande bertujuan untuk memeriahkan HUT ke-81 RI dan sarana edukasi budaya Nusantara.

Saat dikonfirmasi media, Mulyana Ketua RW. 013 Mustika Grande mengatakan karnaval budaya dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI sebagai panggung bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas.

“Kami ingin memberikan panggung bagi masyarakat agar dapat menampilkan karya terbaik mereka tentang budaya Nusantara. Kegiatan ini bukan sekadar parade kostum, tetapi juga sarana edukasi dan pelestarian nilai budaya," ujarnya.


Dari sini, pesannya, kita bisa mengambil hikmah tentang budaya yang ada di Nusantara, walaupun kita beda suku, agama dan budaya tetapi kita tetap satu.

"Gotong royong dan kebersamaan menjadi pedoman berlangsungnya acara karnaval tersebut," imbuhnya.

Sementara, Ferry Priadany Ketua panitia kegiatan mengapresiasi antusias warga dalam mengikuti karnaval.

"Saya mewakili panitia dan pengurus lingkungan mengapresiasi antusias warga dalam mendukung acara karnaval dan pentas seni tersebut," jelasnya.

Selain itu, kami juga mengucapkan banyak terimakasih kepada pengurus RT yang secara totalitas memberikan dukungannya sehingga acara karnaval ini bisa berjalan dengan sukses.

"Tetap jaga kekompakan dan kondusifitas lingkungan, apa lagi saat ini memasuki ajang pesta demokrasi Pilkades, jangan mudah terprovokasi oleh oknum yang ingin memecah belah dan membuat lingkungan tidak nyaman," pungkasnya.

(Red)

Subuh Berdarah di Madidir Unet, Pengendara Motor Tewas Tabrak Truk Terparkir

 

REFORMASI-ID | BITUNG — Jalan Raya Sam Ratulangi, Madidir Unet, Kota Bitung, menjadi lokasi kecelakaan maut pada Minggu dini hari, 6 September 2026. Sekitar pukul 05.00 WITA, sebuah sepeda motor Honda Beat menabrak bagian belakang truk Isuzu Box yang berada di badan jalan. Pengendara motor meninggal dunia di lokasi.

Kecelakaan itu melibatkan truk Isuzu Box bernomor polisi B 9628 FXR yang dikemudikan JE dan sepeda motor Honda Beat DB 3809 RQ yang dikendarai SA.

Informasi awal dari penanganan kepolisian di tempat kejadian menunjukkan kedua kendaraan bergerak dari arah yang sama, yakni dari Barat atau Girian menuju Timur atau pusat Kota Bitung. Truk berada dalam posisi terparkir di badan jalan. Motor yang datang dari arah belakang kemudian menghantam bagian belakang sebelah kanan truk.

Benturan tersebut berakibat fatal bagi SA. Nyawanya tak tertolong dan korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Kerugian material dari kecelakaan itu diperkirakan sekitar Rp5 juta.

Peristiwa tersebut segera ditangani personel Piket Lalu Lintas dan Pamapta Polres Bitung. Polisi mengamankan lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara, membuat sketsa kecelakaan, mengamankan barang bukti, serta mengumpulkan informasi untuk kepentingan penyelidikan.

Namun, satu hal belum terjawab: apa yang menjadi penyebab pasti kecelakaan itu?

Polisi belum menyimpulkan apakah kecelakaan semata-mata disebabkan faktor pengendara, kondisi kendaraan, situasi jalan, pencahayaan pada waktu subuh, posisi kendaraan yang terparkir, atau kombinasi sejumlah faktor.

Kasat Lantas Polres Bitung AKP Dwi Dea Anggraini, S.Tr.K., S.I.K., M.H., mengatakan Unit Gakkum Satlantas masih menyelidiki rangkaian peristiwa tersebut.

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara menyeluruh faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan ini,” ujar Dwi Dea.

Menurut dia, masyarakat diminta tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum penyelidikan kepolisian selesai. Informasi yang belum terverifikasi juga diharapkan tidak disebarluaskan.

Sikap itu penting karena kecelakaan lalu lintas bukan hanya soal benturan dua kendaraan. Posisi kendaraan sebelum kecelakaan, kondisi jalan, jarak pandang, kecepatan, kondisi pengemudi maupun faktor lain di sekitar lokasi menjadi bagian yang perlu diperiksa untuk mengetahui rangkaian peristiwa secara utuh.

Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., melalui Kasat Lantas, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika berkendara, terutama pada waktu subuh.

“Kami mengajak masyarakat menjadikan setiap kecelakaan sebagai pengingat pentingnya disiplin berlalu lintas. Gunakan helm, lengkapi diri dengan SIM, patuhi rambu dan marka jalan, serta selalu tingkatkan kewaspadaan,” kata Dwi Dea.

Ia juga mengingatkan pengendara memastikan kondisi kendaraan dan konsentrasi sebelum perjalanan. Berkendara dalam kondisi terpengaruh alkohol maupun dalam keadaan tidak fit dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Hingga kini, Unit Gakkum Satlantas Polres Bitung masih mendalami kecelakaan maut tersebut. Polisi belum mengeluarkan kesimpulan akhir mengenai penyebab kecelakaan.

Peristiwa di Madidir Unet kembali menunjukkan bahwa beberapa detik di jalan dapat menentukan antara keselamatan dan kehilangan nyawa. Karena itu, selain menunggu hasil penyelidikan, kepolisian meminta pengguna jalan meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan.

06 September 2026

Lanal Lampung Bersama Masyarakat, Wujudkan Semangat “Aku Cinta Laut”


REFORMASI-ID | LAMPUNG - TNI AL, Jala Wira Saburai. Dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI AL Tahun 2026, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Lampung menggelar kegiatan bersih-bersih pantai bertema “Aku Cinta Laut” Dengan semangat Jalesveva Jayamahe, TNI Angkatan Laut Siap Mewujudkan Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur." di Pantai Kunyit, Kota Bandar Lampung. Minggu (6/9/2026).

Komandan Lanal Lampung Letkol Laut (P) Irianto Kurniawan, B.Eng., M.S.S., M.Tr.Opsla., CRMP. Menyampaikan kegiatan diisi dengan aksi bersih-bersih pantai, bakti kesehatan, bakti sosial, makan gratis, penyuluhan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Heimlich Manuver, serta launching Program Remala Tangguh (Remaja Maritim Bandar Lampung Tanggap Aktif Nyata Aksi Gotong Royong Generasi Unggul Hebat Inovasi) hasil kolaborasi Lanal Lampung bersama Pemerintah Kota Bandar Lampung.

"Melalui aksi bersih pantai, personel Lanal Lampung bersama seluruh unsur yang terlibat bahu-membahu membersihkan sampah sekaligus mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir," ujarnya.

Selain itu lanjutnya, penyuluhan BHD dan Heimlich Manuver diberikan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama pada kondisi darurat. Mengusung semangat “Aku Cinta Laut”,.

"Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergitas TNI Angkatan Laut, pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga laut serta meningkatkan kepedulian terhadap wilayah pesisir," ungkap Danlanal Lampung.

Komandan Lanal Lampung Letkol Laut (P) Irianto Kurniawan, B.Eng., M.S.S., M.Tr.Opsla., CRMP. menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjaga laut sebagai warisan bagi generasi mendatang. (Mdn)

Peduli Dampak Erupsi Krakatau, Laskar Lampung dan Karang Taruna Bakauheni Bagikan 5000 Masker


REFORMASI-ID | Lampung Selatan - Wujud peduli kemanusiaan Laskar Lampung DPC khusus Bakauheni bersama Karang Taruna Bakauheni lakukan kolaborasi sekaligus berikan himbauan pada masyarakat jaga kesehatan dan tetap waspada dampak erupsi gunung anak Krakatau (GAK), dengan membagikan 5.000 pcs masker. 

Kegiatan tersebut berlangsung pada sore hari dipimipin oleh Ketua Laskar Lampung DPC khusus Bakauheni Bung Saptoni didampingi Ketua Karang Taruna Bakauheni Bung Seno, dijalan lintas timur Sumatera tepatnya depan objek wisata Bakauheni Harbour City (BHC). Minggu, 06/09/2026.

Dalam keterangan persnya. Ketua Laskar Lampung DPC khusus Bakauheni Bung Saptoni menyampaikan, sebagaimana diketahui bahwa saat ini telah terjadi erupsi gunung anak Krakatau yang melanda wilayah Lampung Ormas DPC Laskar Lampung khusus Bakauheni dan Karang Taruna Bakauheni hadir ditengah-tengah masyarakat membagikan masker kepada masyarakat sekitar Bakauheni dan para pengguna jalan yang melintas jalan lintas Sumatera. 

"Alhamdulillah, 5000 pcs telah habis kami bagikan kepada masyarakat. Semoga bermanfaat bagi kita semua warga Lampung. Khususnya masyarakat Desa Bakauheni," ujar Ketua DPC Laskar Lampung khusus Bakauheni Bung Saptoni. 


Selain itu lanjut Bung Toni sapaan akrabnya menegaskan, tetap waspada dan jangan panik selalu menggunakan masker jika keluar rumah dan jaga kesehatan. Kedepannya mudah-mudahan giat kolaborasi Ormas DPC Laskar Lampung khusus Bakauheni bersama Karang Taruna Bakauheni bisa memberikan manfaat dan tetap solid. 

"Ingat selalu gunakan masker, utamakan kesehatan yang mana kita ketahui dampak erupsi gunung anak Krakatau," ungkap Bung Toni.

Dilain pihak salah satu pengguna jalan Herry yang hendak bertolak melakukan perjalanan dari Bakauheni tujuan Pringsewu menyampaikan. Selama perjalanan dari Pringsewu hingga Tanggamus masih aman aman saja, cuma abu erupsi gunung anak Krakatau sampai kesana. 

"Alhamdulillah, dapat masker gratis supaya aman dan nyaman diperjalanan. Terimakasih Laskar Lampung dan Karang Taruna Bakauheni," sebut Herry. 

Sementara itu ditempat yang sama  mewakili Ketua Karang Taruna Bakauheni Bung Seno menambahkan, sebagai kepedulian pemuda Karang Taruna Bakauheni bersama Laskar Lampung DPC khusus Bakauheni giat ini merupakan wujud bakti sosial. 

"Artinya ini kepedulian kami atas musibah yang kita rasakan bersama dampaknya," pungkas Bung Seno. (Mdn) 

“Aku Cinta Laut”, Kodaeral VIII Teguhkan Komitmen Jaga Laut Indonesia


REFORMASI-ID | MANADO — Kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian laut menjadi pesan utama dalam kegiatan video conference (Vicon) “Aku Cinta Laut” yang diikuti jajaran Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII di Manado, Minggu, 6 September 2026.

Kegiatan yang dipimpin langsung Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla. dari Muara Angke, Jakarta, itu diikuti jajaran Kodaeral VIII dari Pos TNI AL Kawasan Mega Mas, Manado.



Komandan Kodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla. diwakili Wakil Komandan Kodaeral VIII Laksamana Pertama TNI Tony Herdijanto, S.E., M.Sc.

Vicon tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI Angkatan Laut sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga laut bukan semata tugas institusi pertahanan laut, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, termasuk personel TNI AL, keluarga dan masyarakat.


Pesan itu diterjemahkan melalui kegiatan yang mendorong peningkatan kesadaran terhadap kebersihan serta kelestarian ekosistem laut. Laut dipandang bukan hanya sebagai ruang pertahanan dan ekonomi, tetapi juga lingkungan yang keberlangsungannya bergantung pada perilaku manusia.

Dari kawasan Mega Mas, Manado, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian bantuan sembako kepada masyarakat nelayan. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial TNI AL terhadap masyarakat yang kehidupannya memiliki keterkaitan langsung dengan laut.


Kegiatan ditutup dengan foto bersama
.

Jajaran yang hadir antara lain Ir Kodaeral VIII beserta istri, Kapok Sahli Kodaeral VIII beserta istri, seluruh Asisten Dankodaeral VIII beserta istri, para Dan/Kadis/Kasatker Kodaeral VIII dan Satker Bitung, serta seluruh pengurus Jalasenastri Daerah VIII GJK RI.


Hadir pula Ketua Cabang 1, 2 dan 3, bersama seluruh personel Mako Kodaeral VIII dan Satker Bitung.

Melalui momentum “Aku Cinta Laut”, TNI AL kembali menegaskan pentingnya membangun budaya menjaga laut melalui tindakan sederhana dan berkelanjutan. Pesannya sederhana: mencintai laut tidak cukup diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku menjaga kebersihan dan kelestariannya.

Ahmad Saepudin dan Kepala UPTD TPA Burangkeng Hadiri Ngaji Bareng Dalam Rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad



REFORMASI-ID | Bekasi - Ngaji bareng dalam rangka memperingati hari lahir Baginda Muhammad SAW 1448 H di Mushola Al Muttaqin RT. 017, RW. 013, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi dihadiri Ahmad Saepudin anggota komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi dan Samsuro Mandiansah Kepala UPTD TPA Burangkeng. Sabtu, 05 September 2026.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Rabiul Awal menjadi tradisi penting yang dilaksanakan oleh umat Islam diseluruh dunia.

Untuk diketahui, tradisi memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW mulai dikenal pada masa Dinasti Fatimiyah di Mesir pada abad ke-11 M.

Para ulama seperti Imam Jalaluddin al-Suyuti dan Imam Ibnu Hajar al-Asqalani memandang perayaan Maulid sebagai ekspresi cinta umat kepada Rasulullah.

Sedangkan di Indonesia sendiri penyebaran tradisi Maulid dilakukan oleh Wali Songo sekitar tahun 1404 Masehi sebagai metode dakwah dan adaptasi dengan budaya lokal.

Kali ini peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah (H) di Mushola Al Muttaqin diisi dengan Ngaji Bareng memaknai Tauladan Rasullah SAW.

Kehadiran Ahmad Saepudin dan Samsuro Mandiansah menambah semarak suasana.

Dalam ceramahnya Kiayi Ainul Yaqin Al Hafidz menceritakan sejarah kelahiran Rasulullah SAW dan mengajak jama'ah untuk mengikuti suri tauladan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara, Ahmad Saepudin menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW maknanya harus diterapkan.

"Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan untuk sekedar dihadiri tapi maknanya harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Selain itu, silaturahmi yang terjalin harus tetap dijaga seperti ajaran Rasulullah tentang pentngnya menjaga tali silaturahmi.

Dikesempatannya Samsuro mengatakan menjaga kebersihan adalah sebagian dari iman.

"An-nazhafatu minal iman" kebersihan adalah sebagian dari iman, mulai dari sekarang dimoment yang bermakna ini, mari kita jaga kebersihan, karena Rasulullah SAW cinta akan kebersihan," pesannya.

Bukan itu saja, Samsuro Mandiansah juga menyampaikan program Pemerintah Daerah (Pemda) Bekasi dalam mengatasi permasalahan sampah.

"Alhamdulillah Pemda Bekasi sudah siapkan dua skema yaitu RDF dam PSEL yang semuanya bertujuan untuk mengatasi permasalahan sampah yang ada di Kabupaten Bekasi," pungkasnya.

Turut hadir dalam acara, Ahmad Saepudin Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Samsuro Mandiansah Kepala UPTD TPA Burangkeng, Mulyana Ketua RW. 013 Mustika Grande, Suriyanto Ketua RT. 017 Mustika Grande, Ustad Nur Kharis Misbah Ketua DKM Mushola Al Muttaqin, Ketua Forsil MG, Perwakilan DKM se-Mustika Grande, perwakilan tokoh PBNU MWC Setu, tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga sekitar.

SENKOM LAMPUNG SELATAN BERSINERGI DENGAN DAMKAR TINJAU POS PENGAMATAN GUNUNG ANAK KRAKATAU


REFORMASI-ID | Lampung Selatan – Dalam rangka mendukung kesiapsiagaan menghadapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK), Senkom Mitra Polri Kabupaten Lampung Selatan bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) melaksanakan kunjungan dan pemantauan ke Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau, pada Sabtu  [05/09/2026] malam.

Kegiatan ini juga dihadiri unsur BPBD, POL-PP, Polri, dan Tokoh Masyarakat setempat. Kedatangan tim disambut langsung oleh petugas jaga pos pengamatan.

Wakil Ketua Senkom Lampung Selatan, Richo Arbi, menyampaikan bahwa kehadiran Senkom di pos vital ini adalah bentuk dukungan kepada pemerintah dan Polri dalam menjaga keamanan serta memberikan informasi cepat kepada masyarakat.

"Kami dari Senkom bersama Damkar dan instansi terkait siap bersinergi 24 jam. Tugas kami memantau, mengedukasi warga, dan meneruskan informasi resmi agar tidak terjadi kepanikan di 9 kecamatan terdampak abu vulkanik," ujarnya di lokasi.

Dari pantauan di lapangan, situasi di wilayah Kabupaten Lampung Selatan saat ini *aman, tenang dan kondusif*. Petugas BPBD bersama PMI juga telah melakukan pembagian masker kepada warga.

Kabid Damkar Lamsel, Ruly Fikriyansah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, menggunakan masker dan kacamata pelindung, menutup penampungan air, serta tidak mudah percaya informasi hoaks.

Untuk informasi dan laporan darurat, masyarakat dapat menghubungi Call Center Pusdalops BPBD Lampung Selatan. (Mdn) 

05 September 2026

Diduga Peras dan Ancam Karyawan Perusahaan, Oknum Kades di Musi Rawas Diciduk


REFORMASI-ID | MUSI RAWAS — Polda Sumatera Selatan melalui Tim Opsnal Pidum Satreskrim Polres Musi Rawas menangkap seorang oknum kepala desa berinisial A (48) yang diduga melakukan tindak pidana pemerasan disertai ancaman kekerasan terhadap seorang karyawan perusahaan. Polisi menangkap tersangka di sebuah rumah kos di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Senin (31/8/2026), setelah melakukan pengejaran lintas provinsi.

Kasus tersebut bermula pada Rabu (4/3/2026) di Jalan Lintas Desa Trijaya, Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas. Saat itu, korban berinisial B (34) bersama seorang saksi melintas menggunakan kendaraan roda empat operasional perusahaan.

Tersangka A yang saat itu menjabat sebagai kepala desa diduga menyalip, menghadang, dan memepet kendaraan korban. Tersangka kemudian mengambil kunci kontak kendaraan dari luar melalui kaca mobil yang terbuka dan mengancam korban ketika mempertanyakan tindakan tersebut.

Dalam kondisi tertekan, korban bersama saksi akhirnya menyerahkan kendali kendaraan kepada pihak tersangka. Kendaraan operasional perusahaan tersebut kemudian dibawa ke kediaman tersangka dan ditahan.

Korban selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Musi Rawas. Menindaklanjuti laporan itu, Tim Opsnal Pidum Satreskrim Polres Musi Rawas melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengetahui keberadaan tersangka.

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi memperoleh informasi bahwa tersangka berada di wilayah Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Kasat Reskrim Polres Musi Rawas AKP Redho Agus Suhendra, S.Tr.K., S.I.K., M.Si. kemudian memerintahkan Kanit Pidum Ipda Nofrianto, S.IP. bersama tim opsnal melakukan pengejaran.

Pada Senin (31/8/2026), tim bergerak menuju Kabupaten Deli Serdang dan melakukan penyelidikan di sekitar lokasi keberadaan tersangka. Petugas kemudian menggerebek sebuah rumah kos dan menangkap A tanpa perlawanan berarti.

Setelah ditangkap, tersangka dibawa ke Mapolres Musi Rawas untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil operasional perusahaan, satu lembar STNK, serta satu buah kunci kendaraan yang diduga sebelumnya diambil secara paksa dari korban.

Atas perbuatannya, tersangka diproses dalam perkara dugaan tindak pidana pemerasan disertai ancaman kekerasan. Ketentuan pasal yang diterapkan terhadap tersangka akan diproses sesuai hasil penyidikan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pengungkapan ini menunjukkan komitmen jajaran Polda Sumatera Selatan dalam menindak dugaan aksi pemerasan, intimidasi, dan premanisme yang dapat meresahkan masyarakat serta mengganggu aktivitas dunia usaha. Penegakan hukum tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menciptakan iklim usaha yang kondusif di wilayah Sumatera Selatan.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa kepolisian tidak akan memberikan ruang bagi setiap bentuk kejahatan yang merugikan masyarakat maupun mengganggu ketertiban umum.

“Kami berkomitmen untuk menindak tegas setiap bentuk kejahatan, premanisme, maupun pemerasan yang merugikan masyarakat dan mencederai ketertiban umum,” ujar Nandang.

Ia juga mengimbau masyarakat agar turut menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif serta segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui atau mengalami tindakan kriminal, pemerasan, maupun intimidasi. Kepolisian memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Hms/Mdn)