Media Reformasi Indonesia (MRI)

01 November 2026

Polda Sumsel Amankan Terduga Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak di Banyuasin


REFORMASI-ID | PALEMBANG — Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditreskrim PPA dan PPO) Polda Sumatera Selatan mengamankan seorang pria berinisial IS (31) yang diduga terlibat tindak pidana perkosaan dan pencabulan terhadap anak di wilayah Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin. Minggu, 01/11/2026.

Terduga pelaku yang berprofesi sebagai buruh tersebut diamankan pada Jumat, 30 Oktober 2026, sekitar pukul 13.30 WIB, setelah penyidik menerima informasi mengenai dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap seorang anak berinisial MH (11), yang masih berstatus pelajar.

Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Subdit I Ditreskrim PPA dan PPO Polda Sumsel yang dipimpin Kasubdit I AKBP Andrie bersama anggota Unit I dan II segera melakukan penyelidikan dan mendatangi lokasi keberadaan terduga pelaku. Tim kemudian melakukan pemeriksaan awal dan mengamankan yang bersangkutan untuk proses hukum lebih lanjut.

Dalam penanganan perkara ini, penyidik turut melibatkan orang tua korban. Pada hari yang sama, orang tua korban membuat laporan polisi secara resmi melalui SPKT Polda Sumsel dengan nomor LP/B/1821/X/2026/SPKT/POLDA SUMATERA SELATAN, tanggal 30 Oktober 2026.

Dari penanganan awal perkara, petugas turut mengamankan satu unit telepon seluler yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut. Barang bukti itu akan diperiksa dan didalami lebih lanjut guna mendukung proses penyidikan.

Penyidik juga masih mendalami seluruh informasi yang berkaitan dengan perkara tersebut, termasuk kemungkinan adanya korban lain. Informasi tersebut belum dapat disimpulkan dan masih memerlukan proses verifikasi lebih lanjut.

Atas dugaan perbuatannya, terduga pelaku dijerat Pasal 473 ayat (4) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Proses penyidikan terus dilakukan untuk mengungkap secara menyeluruh perkara tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Andes Purwanti, menegaskan bahwa jajarannya bergerak cepat dalam menindaklanjuti setiap informasi terkait dugaan kekerasan seksual terhadap anak.

“Begitu informasi kami terima, tim langsung bergerak hingga terduga pelaku berhasil diamankan pada hari yang sama. Kami memastikan penanganan perkara ini dilakukan secara profesional dengan tetap mengedepankan perlindungan terhadap korban,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Polda Sumsel berkomitmen menindak tegas setiap bentuk kejahatan terhadap anak.

“Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak. Kami mengajak masyarakat, khususnya para orang tua, untuk terus mengawasi lingkungan anak dan segera melapor apabila menemukan indikasi kekerasan terhadap anak,” tegasnya.

Polda Sumatera Selatan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melindungi anak dari segala bentuk kekerasan. Masyarakat yang mengetahui atau mengalami dugaan tindak pidana serupa dapat segera melapor ke kantor kepolisian terdekat agar mendapatkan penanganan dan perlindungan sesuai ketentuan hukum.

"Melalui langkah penegakan hukum yang profesional serta dukungan masyarakat, Polda Sumsel terus berupaya mewujudkan lingkungan yang aman bagi anak-anak sebagai bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat," pungkasnya. (Hms/Mdn)

Siswa SMA Kebangsaan Borong II Medali Emas di Kejurnas Panglima Korps Marinir, Faddel Raih Gelar Best of the Best


REFORMASI-ID | Lampung - Dua atlet karate SMA Kebangsaan menorehkan prestasi membanggakan dalam Kejuaraan Nasional Panglima Korps Marinir. Keduanya sukses meraih medali emas setelah tampil gemilang dan mengalahkan lawan-lawannya hingga babak final.

Kedua atlet tersebut yakni M. Faddel Qaesar yang meraih medali emas Kumite Junior +76 kg Putra, serta Jesro Gavarsius S. yang berhasil meraih medali emas Kumite -52 kg Cadet Putra.

Prestasi istimewa diraih M. Faddel Qaesar. Selain berhasil meraih medali emas, ia juga dinobatkan sebagai Best of the Best (BOB) Junior Putra dan berhak mendapatkan Piala BOB dari Panglima Korps Marinir (Pangkormar), sekaligus rekomendasi prestasi dari Pangkormar, Minggu (01/11/2026)

Pelatih karate SMA Kebangsaan, Sensei Fajri, mengatakan keberhasilan kedua atlet tersebut merupakan hasil dari perjuangan, kerja keras, disiplin, serta latihan yang konsisten.

Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi prestasi yang patut mendapatkan apresiasi dari pihak sekolah, mengingat perjalanan para atlet hingga meraih podium tertinggi membutuhkan perjuangan yang tidak mudah.

"Ini merupakan prestasi yang luar biasa dan patut diapresiasi oleh pihak sekolah. Anak-anak telah melalui perjuangan yang luar biasa, mulai dari proses latihan hingga akhirnya mampu mencapai prestasi di tingkat nasional," ujar Sensei Fajri.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak SMA Kebangsaan atas dukungan yang telah diberikan kepada para atlet, termasuk memberikan izin dan kesempatan kepada siswa untuk mengikuti latihan secara maksimal di dojo.

"Dukungan sekolah tersebut dinilai sangat penting dalam menunjang perkembangan kemampuan dan prestasi para atlet," imbuhnya.

Lebih lanjut, Sensei Fajri mengungkapkan bahwa kedua atlet karate SMA Kebangsaan tersebut akan kembali mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) pada November 2026.

"Ajang ini sekaligus menjadi kesempatan bagi keduanya untuk mengikuti seleksi menuju Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Nasional (PON)," lanjut Sensei Fajri.

Sensei Fajri yang saat ini menyandang DAN V International Karate-Do berharap prestasi yang telah diraih dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengukir prestasi lebih tinggi.

Keberhasilan M. Faddel Qaesar dan Jesro Gavarsius S. tidak hanya membawa kebanggaan bagi keluarga dan SMA Kebangsaan, tetapi juga menjadi bukti bahwa pembinaan, kedisiplinan, dan kerja keras dapat melahirkan atlet muda berprestasi hingga tingkat nasional. (Mdn) 

Muskab III PERSINAS ASAD Bantul Jadi Momentum Penguatan Tata Kelola dan Pembinaan Atlet

 


REFORMASI-ID 🇲🇨| BANTUL, DIY – Penguatan tata kelola organisasi dan peningkatan kualitas pembinaan atlet menjadi pekerjaan penting bagi perguruan pencak silat dalam menghadapi tantangan olahraga dan pelestarian budaya. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) III PERSINAS ASAD Kabupaten Bantul, Minggu (1/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Padepokan Pencak Silat PERSINAS ASAD Bantul itu dibuka secara resmi oleh Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Bantul, Sri Harijanto, S.Pd.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong yang disaksikan jajaran pengurus IPSI Bantul, pengurus PERSINAS ASAD DIY dan Kabupaten Bantul, perwakilan perguruan pencak silat, ketua pengurus kapanewon, sesepuh perguruan, serta para pesilat.

Dalam sambutannya, Sri Harijanto menekankan pentingnya keberadaan perguruan pencak silat sebagai bagian dari ekosistem pembinaan olahraga daerah.

Menurutnya, PERSINAS ASAD memiliki kontribusi dalam membangun generasi muda melalui pembinaan olahraga yang berorientasi pada prestasi sekaligus pembentukan akhlak dan karakter.

"PERSINAS ASAD merupakan salah satu perguruan besar yang menjadi pilar pembinaan pencak silat di Bantul. Muskab ini menjadi momentum penting untuk konsolidasi organisasi, regenerasi kepemimpinan, dan peningkatan prestasi atlet di tingkat daerah maupun nasional," ujarnya.

Ia berharap kepengurusan periode mendatang dapat memperkuat koordinasi dan sinergi dengan IPSI Bantul, terutama dalam menyusun program pembinaan atlet, menjaga keberlanjutan pencak silat sebagai warisan budaya, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.


Lima tahun ke depan menjadi periode strategis

Ketua Panitia Muskab III, Abdurrohman Hashi, menjelaskan bahwa forum tersebut mengagendakan tiga pembahasan utama, yakni laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya, pemilihan Ketua PERSINAS ASAD Kabupaten Bantul periode 2026–2031, dan penyusunan program kerja lima tahun mendatang.

Ia menegaskan komitmen organisasi untuk terus melahirkan pesilat yang memiliki prestasi, berbudi luhur, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Dalam konteks pengembangan olahraga daerah, agenda tersebut memiliki arti strategis. Organisasi perguruan perlu memastikan bahwa regenerasi kepemimpinan berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas kelembagaan.

Ke depan, program pembinaan idealnya tidak hanya berorientasi pada pencapaian medali, tetapi juga mencakup pembinaan atlet usia dini, peningkatan kompetensi pelatih, penguatan manajemen organisasi, dan perluasan partisipasi masyarakat.

Sinergi dengan IPSI dan pemangku kepentingan lainnya juga menjadi faktor penting agar potensi atlet Bantul dapat berkembang secara optimal.

Muskab III PERSINAS ASAD Kabupaten Bantul diharapkan menghasilkan kepengurusan yang solid, transparan, dan mampu menjalankan program kerja secara terukur.

Dengan demikian, keberadaan perguruan pencak silat tidak hanya memperkuat prestasi olahraga, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan karakter generasi muda dan pelestarian budaya bangsa.



Laporan: Wisnu Jatmiko | Editor: Mahar Prastowo 

Gerak Cepat, Polsek Natar Ringkus Pelaku yang Bawa Kabur Motor Driver Maxim


REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN – Seorang pria berinisial FS (23) diamankan Unit Reskrim Polsek Natar setelah diduga mencuri sepeda motor milik pengemudi ojek online (ojol) Maxim di Jalan Kampung Dusun Tejo Martani, Desa Branti Raya, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.

Kapolsek Natar AKP Setio Budi Howo, S.H., mewakili Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan mengatakan pihaknya telah mengamankan seorang pria berinisial FS yang diduga mencuri sepeda motor milik pengemudi ojol.

“Setelah menerima laporan korban pada Jumat (30/10/2026), kami melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan FS di Dusun Jengkolan, Desa Branti Raya, Kecamatan Natar, berikut barang-barang yang diduga hasil pencurian,” ujar Kapolsek Natar Setio.

Lebih lanjut Kapolsek. Pelaku membawa kabur sepeda motor Honda Beat, telepon genggam, dan dompet milik korban setelah meminta diantar ke sejumlah lokasi. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp 6,06 juta.

"Awalnya Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 19.15 WIB, pelaku memesan jasa antar melalui aplikasi Maxim dari wilayah Kota Bandar Lampung menuju konter OK CELL di bawah Flyover Natar. Setelah sampai, pelaku belum membayar ongkos perjalanan dan kembali meminta korban mengantarkannya ke rumah kakaknya," urai Kapolsek Natar menjelaskan.

Dalam perjalanan selanjutnya, pelaku sempat mandi dan berbincang sebelum kembali meminta korban mengantarkannya pulang. Namun, ketika melintas di jalan sepi kawasan persawahan Dusun Tejo Martani, pelaku meminta kendaraan dihentikan dengan alasan hendak menelepon.

"Korban kemudian diminta turun dari sepeda motor. Karena merasa takut, korban menuruti permintaan tersebut, tetapi pelaku justru membawa kabur kendaraan dan barang-barang miliknya," ungkapnya.

Dalam pada itu imbuh AKP Setio Budi Barang bukti yang diamankan berupa satu unit sepeda motor Honda Beat tahun 2020 warna silver bernomor polisi BE 2567 ZQ, satu unit telepon genggam Infinix X6833B, serta satu dompet berisi SIM C, KTP, STNK sepeda motor, dan uang tunai. Total kerugian korban ditaksir mencapai Rp 6.060.000.

"Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP tentang pencurian. Pelaku terancam hukuman penjara maksimal lima tahun” ujar Setio.

Saat ini, tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Natar untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi masih mendalami perkara tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. (Mdn)

31 Oktober 2026

Astama Ops dan Kabaharkam Polri Pantau Karhutla Sumsel, Jajaran Polda Siap Implementasikan Arahan


REFORMASI-ID | PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk segera menindaklanjuti arahan pimpinan Mabes Polri terkait perkembangan situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera Selatan. Penegasan tersebut disampaikan dalam kunjungan Astama Ops Polri dan Kabaharkam Polri yang memberikan arahan langsung kepada Kapolda Sumsel beserta jajaran, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 17.30 WIB di Lantai 2 Gedung Presisi Polda Sumsel tersebut menjadi bagian dari koordinasi dan penguatan langkah operasional dalam menghadapi perkembangan situasi karhutla di wilayah hukum Polda Sumsel.

Pertemuan dihadiri Kapolda Sumsel Irjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., Wakapolda Sumsel, Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso, S.I.K., M.Si., para pejabat utama Polda Sumsel, serta seluruh Kapolres jajaran. Sementara dari Mabes Polri hadir Astama Ops Polri, Kabaharkam Polri, dan tim pendamping.

Dalam kegiatan tersebut, pimpinan Mabes Polri memberikan arahan terkait perkembangan situasi karhutla di Sumatera Selatan. Arahan tersebut menjadi perhatian jajaran Polda Sumsel untuk memperkuat langkah pencegahan, kesiapsiagaan personel, pengawasan wilayah rawan, serta efektivitas penanganan apabila ditemukan titik api.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa seluruh arahan pimpinan Mabes Polri akan menjadi pedoman bagi jajaran Polda Sumsel dalam meningkatkan pelaksanaan tugas di lapangan.

“Bapak Astama Ops Polri dan Bapak Kabaharkam Polri telah memberikan arahan dan penekanan terkait perkembangan situasi karhutla di wilayah Sumatera Selatan. Arahan pimpinan Mabes Polri ini menjadi perhatian serius kami dan akan segera ditindaklanjuti secara konkret oleh seluruh satuan kerja Polda Sumsel maupun Polres jajaran sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing,” tegas Nandang.

Ia menambahkan, Kapolda Sumsel bersama seluruh pejabat utama dan Kapolres jajaran akan memastikan setiap arahan tersebut diterjemahkan menjadi langkah operasional yang terukur, terkoordinasi, dan berkelanjutan. Pengawasan terhadap wilayah rawan, kesiapan personel dan sarana prasarana, serta kecepatan respons terhadap potensi kebakaran menjadi bagian penting dari tindak lanjut tersebut.

“Tidak boleh ada arahan pimpinan yang berhenti sebatas instruksi. Seluruh jajaran harus memastikan pelaksanaannya berjalan di lapangan, memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan deteksi dini, serta bergerak cepat apabila ditemukan potensi kebakaran. Kami ingin upaya pencegahan dan penanganan karhutla dilaksanakan secara maksimal dan berkesinambungan,” lanjutnya.

Melalui kunjungan dan arahan pimpinan dari Mabes Polri tersebut, Polda Sumsel menegaskan kesiapan seluruh jajaran untuk mengimplementasikan langkah-langkah penanganan karhutla secara konsisten. Sinergi, kesiapsiagaan, dan tindak lanjut nyata di lapangan menjadi komitmen bersama dalam menjaga lingkungan, melindungi masyarakat, serta mempertahankan situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Sumatera Selatan. (Mdn) 

Antisipasi Banjir, Satgas Gabungan Bersihkan dan Keruk Sungai Way Awi dan Way Balau


REFORMASI-ID | BANDAR LAMPUNG – Satgas Gabungan Mitigasi Bencana Kota Bandar Lampung melakukan pembersihan dan pengerukan sungai di sejumlah titik untuk mengantisipasi banjir menjelang musim penghujan. Sabtu, 31/10/2026.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana agar seluruh perangkat daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan, termasuk memastikan sungai dan drainase tetap bersih serta berfungsi optimal.

Penanganan menyasar tumpukan sampah dan sedimentasi yang menghambat aliran air di Sungai Way Awi dan Way Balau.

Pembersihan Sungai Way Awi dilaksanakan pada Kamis (29/10/2026), mulai pukul 04.20 WIB hingga 20.30 WIB. Petugas gabungan membersihkan sampah yang menyumbat aliran sungai agar aliran air kembali lancar.

Kegiatan melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), BPBD, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, serta unsur kelurahan, pamong, RT, Linmas, dan kecamatan.

Kepala Dinas Damkarmat, Camat Kedaton, Camat Tanjung Karang Timur, serta Sekretaris BPBD turut hadir di lokasi untuk memantau pelaksanaan kegiatan. Pembersihan berlangsung aman dan kondusif.

Sementara itu, pengerukan Sungai Way Balau di Jalan Ainan, Kelurahan Kalibalau Kencana, telah selesai dilaksanakan pada Kamis sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Pengerukan dilakukan untuk mengangkat sedimentasi yang menumpuk di dasar sungai. Setelah pengerjaan selesai, kondisi sungai di lokasi tersebut dilaporkan sudah bersih dari sedimentasi yang sebelumnya menghambat aliran air.

Pekerjaan dilanjutkan pada Jumat (30/10/2026) di Jalan Persada, Kelurahan Kalibalau Kencana. Dinas PU Kota Bandar Lampung melakukan pembersihan sisa sedimentasi dan menyiapkan pengangkutan tumpukan lumpur yang tidak lagi tertampung di lahan sekitar lokasi pengerukan.

Pembersihan dan pengerukan sungai merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana untuk menjaga kelancaran aliran air dan mengurangi risiko genangan saat hujan turun.

Pemerintah Kota Bandar Lampung juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran drainase. Partisipasi masyarakat diperlukan agar sungai dan drainase tetap berfungsi optimal, terutama saat memasuki musim penghujan. (*)

Polda Sumsel Perangi Narkoba, 87 Tersangka Terungkap dalam 71 Kasus


REFORMASI-ID | PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan 71 laporan polisi dengan 87 tersangka sepanjang Oktober 2026. Pemusnahan ini menjadi bagian dari upaya memutus peredaran gelap narkotika sekaligus melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan tersebut dilaksanakan Jumat (30/10/2026). Pengungkapan melibatkan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel, Polrestabes Palembang, Polres Ogan Komering Ilir (OKI), dan Polres Banyuasin.

Barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari sabu seberat 36.449,78 gram, Happy Five seberat 116,033 gram, Etomidate sebanyak 450,7 ml, ekstasi sebanyak 365 butir, ganja seberat 21 gram, serta sinte sebanyak 45,5 ml.

Dari keseluruhan barang bukti tersebut, diperkirakan sebanyak 370.818 jiwa dapat diselamatkan dari potensi penyalahgunaan narkotika.. Nilai ekonomis barang bukti itu mencapai Rp21.793.995.600 atau sekitar Rp21,79 miliar.

Capaian tersebut merupakan hasil kerja jajaran Polda Sumsel bersama satuan kewilayahan. Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel menangani 14 laporan polisi dengan 19 tersangka. Sementara itu, Polrestabes Palembang menangani 51 laporan polisi dengan 61 tersangka.

Selanjutnya, Polres OKI menangani dua laporan polisi dengan tiga tersangka. Polres Banyuasin menangani empat laporan polisi dengan empat tersangka.

Pemusnahan dilakukan setelah penyisihan barang bukti untuk kepentingan pemeriksaan laboratorium dan pembuktian di persidangan. Prosedur ini memastikan penanganan barang bukti berjalan sesuai ketentuan sekaligus mencegah narkotika kembali disalahgunakan.

Dalam sambutannya, Kapolda Sumsel Irjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P. menegaskan bahwa pemberantasan narkotika membutuhkan keterlibatan seluruh komponen bangsa. Menurutnya, aparat penegak hukum tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dan media.


“Peredaran narkoba Hanya bisa kita lawan kalau kita bekerja sama. Hanya bisa kita basmi kalau kita semua bergandengan tangan. Bagaimana kita semua komponen negara ini, aparatur, penegak hukum, pemerintahan daerah, unsur pemerintah, kementerian, lembaga, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, teman-teman media yang luar biasa, harus mengambil peran. Karena kalau tidak kita mengambil peran masing-masing, jangan salahkan kalau suatu saat kita akan lost generation. Program ataupun pencanangan Indonesia Emas 2045 itu akan menjadi mimpi semata kalau kita tidak bersama-sama memberantas narkotika. Karena apa? Generasi produktif 2045 itu adalah generasi muda sekarang. Dan sama-sama kita ketahui bahwa, ya, korban peredaran narkotika di Sumatera Selatan paling banyak adalah generasi muda,” tegas Kapolda.

Kapolda menekankan bahwa ancaman narkotika tidak hanya berkaitan dengan tindak pidana, tetapi juga menyangkut masa depan sumber daya manusia. Karena itu, setiap elemen masyarakat perlu mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Senada dengan arahan tersebut, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa pengungkapan kasus dan pemusnahan barang bukti merupakan wujud keseriusan Polda Sumsel dalam memberantas peredaran gelap narkotika.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan penanganan perkara. Masyarakat diharapkan ikut berperan aktif melalui kepedulian terhadap lingkungan serta memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkotika.

Melalui langkah penegakan hukum yang konsisten dan dukungan seluruh elemen masyarakat, Polda Sumsel terus memperkuat upaya pemberantasan narkotika demi melindungi generasi muda dan menjaga masa depan Sumatera Selatan. (Hms/Mdn)

Kapolda Lampung bersama Wakapolda Gelar Subuh Keliling di Masjid Al Barokah, Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian Kamtibmas


REFORMASI-ID | BANDAR LAMPUNG – Kapolda Lampung Brigjen Pol. Yustan Alpiani, bersama Ketua Bhayangkari Daerah Lampung dan Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Sumarto, melaksanakan kegiatan Shalat Subuh Keliling di Masjid Al Barokah, Jalan Belia Gang Bukit 2, Jagabaya III, Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 04.20 WIB tersebut menjadi salah satu upaya Polda Lampung dalam mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat antara Polri dan masyarakat melalui pendekatan keagamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Lampung menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada para jemaah. Masyarakat diajak untuk senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing, meningkatkan kepedulian sosial, serta berperan aktif dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Kapolda juga menekankan pentingnya kebersamaan dan sinergi antara kepolisian dengan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, terciptanya keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.

Selain menyampaikan pesan kamtibmas, dalam kegiatan tersebut Kapolda Lampung turut memberikan vitamin kepada anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) setempat. Pemberian vitamin tersebut merupakan bentuk perhatian dan kepedulian terhadap kesehatan anggota Linmas yang turut berperan membantu menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Yuni Iswandari mengatakan, kegiatan Subuh Keliling merupakan bagian dari komitmen Polda Lampung untuk terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis dan dekat dengan masyarakat.

"Melalui kegiatan Subuh Keliling ini, Kapolda Lampung ingin mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus membangun komunikasi dan kebersamaan dalam menjaga kamtibmas. Kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan dapat semakin meningkatkan kepercayaan serta mendorong partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif," ujar Yuni.

Ia menambahkan, perhatian yang diberikan kepada anggota Linmas juga menjadi wujud apresiasi terhadap peran masyarakat yang selama ini turut membantu kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan.

Polda Lampung mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta tidak ragu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan kepolisian apabila menemukan potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

Melalui kegiatan Subuh Keliling tersebut, diharapkan hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat semakin kuat sehingga tercipta situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Provinsi Lampung. (Mdn) 

Subuh Keliling, Polda Sumsel Ajak Masyarakat Perkuat Kamtibmas dan Lindungi Generasi Muda


REFORMASI-ID | Palembang - Wakapolda Sumsel Brirjen Pol. Irwansyah., S.I.K.M.H,C.L.A , melaksanakan salat Subuh berjamaah bersama masyarakat di Masjid LRVI Mujahidin jalan KH.Azhari lorong jaya laksana Palembang Sabtu (31/10/2026) pukul 04.00 WIB. Kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi langsung antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

‎Kegiatan tersebut turut dihadiri Pejabat Utama Polda Sumsel personel Polda Sumsel, serta para jemaah Masjid Mujahidin LRVI Palembang

‎Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Quick Wins Kapolri Nomor 1 tentang Ruang Publik Aman, melalui pendekatan Kumpul Bersama Masyarakat. Program ini mendorong kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk membangun komunikasi dua arah, menyerap aspirasi, serta meningkatkan partisipasi warga dalam menjaga keamanan lingkungan.

‎Menurut Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya SIK,MH Wakapolda Sumsel mengajak masyarakat menghidupkan kembali budaya ronda malam dan sistem keamanan lingkungan (siskamling). Ia menegaskan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian aktif masyarakat.

Selain itu, masyarakat diimbau melindungi generasi muda dari bahaya narkoba, judi online, dan pinjaman online ilegal, LGBT serta menggunakan media sosial secara bijak, menjaga kerukunan antarumat beragama, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

‎Wakapolda Sumsel  juga mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan Kepolisian 110 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam untuk melaporkan tindak pidana, gangguan keamanan, maupun situasi darurat. Masyarakat juga dapat menyampaikan informasi, kritik, dan saran melalui saluran resmi kepolisian sebagai bentuk partisipasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan Polri.

‎Salah seorang jemaah Masjid Mujahidin LRVI lr jaya laksana Palembang menyambut positif kehadiran Kapolda Sumsel. yang melaksanakan salat Subuh berjamaah bersama masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi warga untuk berinteraksi langsung dengan pimpinan kepolisian sekaligus memperkuat kepedulian terhadap keamanan lingkungan.

‎“Kami merasa senang dan mengapresiasi kehadiran Polda Sumsel yang mau turun langsung bertemu masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kami merasa lebih dekat dengan kepolisian dan semakin memahami pentingnya menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ujarnya.

‎Melalui kegiatan Subuh Keliling, Polda Sumsel mengharapkan dukungan seluruh masyarakat dalam menjaga keamanan dan memperkuat persatuan demi terwujudnya Sumatera selatan yang aman, damai, dan kondusif. Situasi keamanan yang terjaga diharapkan turut mendukung pertumbuhan investasi, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat. (Mdn) 

RSH Polri Dipolsatwa Korsabhara Polri Gelar Sterilisasi Kucing Gratis, 34 Kucing Domestik dan Liar Distreril di Kelapa Dua



REFORMASI-ID | Jakarta -  Rumah Sakit Hewan (RSH) Polri Dipolsatwa Korsabhara Kelapa Dua menggelar kegiatan bakti sosial berupa sterilisasi kucing gratis pada Jumat (30/10/2026).

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Subditharvet Dipolsatwa Korsabhara Baharkam Polri dengan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat.

Sebanyak 34 ekor kucing berhasil disteril dalam kegiatan tersebut. Rinciannya terdiri dari 27 ekor betina dan 7 ekor jantan. Kucing yang mengikuti program ini merupakan kucing domestik milik warga dan _stray cat_ atau kucing liar yang ada di lingkungan sekitar.

Kasubditharvet Dipolsatwa Korsabhara Baharkam Polri Kombes Pol Hadi S.IK menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengendalikan populasi kucing jalanan secara manusiawi.

 “Sterilisasi ini adalah langkah yang paling manusiawi untuk mengendalikan populasi. Selain mengurangi populasi kucing jalanan khususnya di wilayah Jakarta Barat, kegiatan ini juga untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan hewan,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Suku Dinas KPKP Jakarta Barat mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dengan Polri.

“Kami sangat mengapresiasi sinergi ini. Harapannya kegiatan seperti ini dapat meningkatkan kerja sama antar instansi dan menjadi agenda rutin untuk mewujudkan Jakarta Barat yang sehat, baik untuk manusia maupun hewannya,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sterilisasi hewan peliharaan serta mengurangi populasi kucing jalanan secara berkelanjutan.

Polisi Antar Pelajar Ditilang ke Sekolah, Kasat Lantas Bitung: Tegas tapi Humanis

 



REFORMASI-ID | BITUNG — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bitung menampilkan wajah penegakan hukum yang berbeda dalam Operasi Patuh Klabat 2026. Alih-alih membiarkan pelanggar di bawah umur telantar setelah kendaraannya disita, polisi justru mengantarkan dua pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) tersebut hingga ke gerbang sekolah mereka.
Langkah ini diambil setelah petugas menjaring dua siswa SMP yang kedapatan berkendara tanpa helm, belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), serta tidak mengantongi dokumen kendaraan yang sah. Usai memberikan surat tilang dan mengamankan sepeda motor, personel Satlantas berinisiatif mengangkut kedua pelajar tersebut menggunakan mobil dinas menuju SMP Negeri 1 Bitung agar mereka tidak terlambat mengikuti proses belajar.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bitung, Ajun Komisaris Dwi Dea Anggraini, menyatakan tindakan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral korps korps baju cokelat terhadap hak pendidikan generasi muda. "Penindakan tetap kami laksanakan demi keselamatan jiwa anak-anak kita. Namun, kami juga harus memastikan mereka tetap mendapatkan hak pendidikan," kata Dwi Dea mewakili Kapolres Bitung Ajun Komisaris Besar Arie Sulistyo Nugroho, Jumat, 30 Oktober 2026.
Menurut Dwi Dea, Operasi Patuh Klabat tahun ini tidak melulu mengejar angka penindakan, melainkan mengedepankan pendekatan preventif dan edukatif. Selain mengantar siswa, polisi juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memberikan pembinaan singkat kepada guru dan murid di sekolah terkait bahaya berkendara di bawah umur.
Pendekatan humanis kepolisian ini memantik respons positif dari publik. Aktivis 98 sekaligus pengamat kemasyarakatan di Bitung, Roger Wenas, menilai respons cepat Satlantas Polres Bitung dalam mengakomodasi masukan warga patut diapresiasi. "Ini membuktikan Polres Bitung mau mendengar kritik. Pelajar yang ditilang diantar sampai ke pintu masuk sekolah dengan kendaraan dinas. Langkah nyata seperti ini yang menumbuhkan kepercayaan publik," ujar Roger.
Polres Bitung kini mengimbau para orang tua dan pihak sekolah untuk memperketat pengawasan. Polisi mengingatkan bahwa membiarkan anak di bawah umur membawa kendaraan bermotor ke sekolah sama saja dengan mempertaruhkan keselamatan masa depan mereka di jalan raya.

30 Oktober 2026

Dekati Masyarakat, Patroli Polisi Satwa Turangga Bagikan Jumat Berkah dan Edukasi Keselamatan Berkendara



REFORMASI-ID | Jakarta - Detasemen Turangga Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korps Sabhara Baharkam Polri menggelar patroli dialogis yang humanis di tengah masyarakat pada Jumat, 30 Oktober 2026. Memulai kegiatan sejak pukul 07.30 WIB, tim patroli berkuda ini tidak hanya berfokus pada pemantauan keamanan, tetapi juga membawa misi sosial melalui aksi pembagian "Jumat Berkah".

Patroli kewilayahan ini dipimpin oleh Ipda Ramijo dengan menerjunkan kekuatan penuh sebanyak 8 personel Polri, yaitu Aipda Sokip, Briptu Mario, Briptu Orlando, Briptu Fergi, Bripda Raynoso, Binda Dinda, dan Bripda Salma. Menariknya, pergerakan personel di lapangan didampingi oleh dua ekor satwa Turangga (kuda) andalan bernama Silke dan Legro. Kehadiran sepasang kuda patroli ini langsung menarik perhatian dan memicu antusiasme tinggi dari warga sekitar.

Sepanjang jalur patroli, para personel Ditpolsatwa aktif melakukan interaksi dua arah dengan warga. Kesempatan ini dimanfaatkan petugas untuk mengedukasi masyarakat, khususnya mengenai pentingnya selalu menggunakan helm saat berkendara demi keselamatan di jalan raya. Kegiatan berjalan dengan lancar dan kondusif tanpa adanya temuan hal-hal yang mencurigakan, sehingga situasi kamtibmas di area patroli dinyatakan aman terkendali.

Aksi sosial pembagian paket Jumat Berkah yang disisipkan dalam patroli ini terbukti sangat membantu masyarakat bawah yang beraktivitas di jalanan, mulai dari pengemudi ojek online (ojol), tukang parkir, hingga sopir angkutan kota (angkot). Pendekatan humanis menggunakan satwa ini dinilai efektif dalam mencairkan jarak antara aparat penegak hukum dan masyarakat, sekaligus memperkuat pesan kepedulian Polri terhadap keselamatan warga.

Baharkam Polri Tuntaskan Klarifikasi Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan di PT Asmin Bara Bronang



REFORMASI-ID  | Kalteng - Tim Klarifikasi Korps Sabhara Badan Pemelihara Keamanan Kepolisian Republik Indonesia (Korsabhara Baharkam Polri) secara resmi merampungkan seluruh rangkaian verifikasi lapangan terkait implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) di PT Asmin Bara Bronang, Kalimantan Tengah. Agenda hari ketiga yang merupakan fase krusial ini dilaksanakan di Ruang A Plus Center pada Jumat, 30 Oktober 2026.

Rangkaian verifikasi dipimpin langsung oleh Ketua Tim Klarifikasi, Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata, S.I.K., M.H. Di pihak korporasi, delegasi dipimpin oleh Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Asmin Bara Bronang, Akmad Yudi Prawiranegara, bersama jajaran manajemen senior dan penanggung jawab teknis (Person in Charge) dari masing-masing unit fungsi kerja.

Bedah Elemen Strategis dan Finalisasi Penilaian

Agenda kerja yang berlangsung intensif sejak pukul 08.00 WIB ini diawali dengan pendalaman teknis terhadap Elemen IV dan Elemen V dari instrumen kriteria SMP. Dalam sesi tersebut, tim auditor profesional bersama manajemen perusahaan melakukan pengujian validitas serta penambahan bukti dukung (evidence) ke dalam matriks penilaian digital (scoring excel).

Memasuki paruh kedua kegiatan, tim gabungan yang turut didampingi oleh Dr. Drs. Uden Kusumawijaya, S.H., M.H., dan Drs. Karyadi selaku Auditor SMP Tenaga Profesional melakukan tinjauan menyeluruh (review) terhadap totalitas Elemen I hingga Elemen V. Proses ini bertujuan memastikan seluruh aspek pengamanan pada area Objek Vital Nasional (Obvitnas) tersebut telah memenuhi parameter regulasi yang berlaku.

Penutupan Resmi dan Penandatanganan Berita Acara

Setelah kalkulasi penilaian akhir dan perumusan notulensi rampung diselaraskan pada sore hari, kegiatan dilanjutkan dengan upacara penutupan resmi. Acara seremonial diisi dengan pemaparan komprehensif mengenai hasil akhir klarifikasi oleh Ketua Tim Mabes Polri, dilanjutkan dengan sambutan dari pihak manajemen PT Asmin Bara Bronang.

Rangkaian kegiatan resmi berakhir pada pukul 18.00 WIB yang ditandai dengan penandatanganan bersama serta penyerahan dokumen Berita Acara (BA) Klarifikasi Implementasi SMP, diikuti sesi dokumentasi bersama seluruh delegasi yang hadir, termasuk perwakilan Ditpamobvit Polda Kalteng, AKBP Meidianson dan Ipda Nyoman S.

Unik dan Humanis! Polisi Berkuda Ditpolsatwa Bagikan Jumat Berkah di Depok Libatkan Kuda Wulinda dan Silke



REFORMASI-ID | Depok - Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korps Sabhara Baharkam Polri terus berkomitmen mempererat silaturahmi sekaligus berbagi kebaikan dengan masyarakat. Melalui Detasemen Turangga (Den Turangga), Ditpolsatwa secara konsisten menggelar aksi sosial bertajuk "Jumat Berkah" di wilayah Kota Depok, Jawa Barat.

Kegiatan terbaru dilaksanakan pada Jumat, 30 Oktober 2026, di kawasan Depok. Kegiatan dipimpin langsung oleh *Ipda Ramijo, Perwira Unit K-9 Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri*, beserta jajaran perwira dan bintara Ditpolsatwa.

Uniknya, aksi sosial ini juga melibatkan Satwa Turangga (kuda) milik Ditpolsatwa, yaitu Silke, Keywest, Wulinda, dan Nobel, yang menjadi daya tarik sekaligus sarana edukasi bagi warga.

Kegiatan Jumat Berkah ini menyasar masyarakat pekerja sektor informal yang rentan, seperti pengemudi ojek online, ojek pangkalan, pemulung, sopir angkot, dan petugas kebersihan. Personel membagikan paket bantuan berupa makanan, sembako, dan minuman hangat secara humanis sambil berpatroli berkuda di Jalan Raya Bogor.

Ipda Ramijo mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polri dan upaya untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat, khususnya di hari yang penuh berkah.

"Kegiatan Jumat Berkah ini rutin kami laksanakan sebagai komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat dan berbagi kebaikan. Kehadiran Satwa Turangga juga menjadi simbol kedekatan kami dengan warga Depok," ujar Ipda Ramijo.

Aksi humanis berkuda ini pun mendapat antusiasme tinggi dari warga. Selain berbagi, Den Turangga juga mengedukasi masyarakat bahwa Polri memiliki pasukan berkuda yang siap memberikan rasa aman dengan pendekatan humanis.

Kelanjutan Aksi Solidaritas Wartawan, Bupati Asep Janji Copot Kadis LH Donny Sirait



REFORMASI-ID | Bekasi - Pasca pelantikan Asep Surya Atmaja menjadi Bupati Defenitif oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pada Jumat (23/10/2026) lalu di Bandung, Koordinator Aksi Solidaritas Wartawan, Paulus Simalango dan jajarannya datangin Kantor Bupati.

Pada kunjungan hari Senin (26/10/2026) siang itu, disampaikan surat permohonan audensi.

"Tadi sudah kami sampaikan surat permohonan audensi. Dan saya tadi sudah dihubungi pak Bupati Asep, beliau bersedia audensi hari Rabu (28/10/2026) pagi," ujar Paulus, Senin (26/10/2026) sore.

Seperti diketahui, sewaktu Aksi DEMO Solidaritas Wartawan, Kamis (15/10/2026) itu, Asep yang masih Plt Bupati menandatangani:

Pernyataan Pemerintah Daerah

Atas Pernyataan Sikap Tiga Tuntutan Aksi Damai Solidaritas Wartawan Se-Bekasi Raya

Menyikapi 3 (tiga) tuntutan aksi damai Solidaritas Wartawan Se-Bekasi Raya kami selaku pihak Pemerintah Kabupaten Bekasi dengan ini menyampaikan poin-poin pernyataan sebagai berikut:

1. Dalam hal tuntutan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi dan lakukan pemeriksaan menyeluruh akan ditindaklanjuti terlebih dahulu sesuai dengan disiplin Pegawai Negeri Sipil dan memperhatikan batasan kewenangan Plt. Bupati peraturan perundang-undangan sebagaimana ketentuan yang mengatur tentang Bekasi yang ditetapkan oleh Kementerian Dalam Negeri.

2. Dalam hal tuntutan permintaan maaf resmi dan jaminan tidak ada lagi penghinaan atau intimidasi terhadap wartawan, kami Pemerintah Kabupaten Bekasi menghormati dan mendukung kemerdekaan pers sebagai salah satu pilar demokrasi dengan menjunjung tinggi prinsip kesetaraan saling menghormati satu sama lain. Sehingga kesalapahaman ini tidak terjadi kembali.

3. Dalam hal tuntutan kawal proses hukum sampai tuntas dan tegakkan akuntabilitas pejabat publik, kami Pemerintah Kabupaten Bekasi menghormati proses hukum yang sedang belangsung sesuai dengan tahapan dan mekanisme prosedur yang berlaku.

Oleh karena Asep sudah resmi menjadi Bupati, Paulus dan para wartawan kembali mendatangi Kantor Bupati. Yakni meminta kesediaan Bupati Asep untuk Audensi. 

Adapun agenda Audensi, meminta klarifikasi serta penjelasan Asep yang kini resmi menjadi Kepala Pemerintahan Kabupaten Bekasi, terkait progres pernyataan sewaktu Aksi DEMO tersebut.

"Ya sudah, hari Rabu pagi kita sepakati Audensinya ya," terang Paulus mengulangi perkataan Bupati Asep kepada Wartawan. 

Ketemu hari Rabu (28/10/2026) siang, Asep tegas akan mencopot Kadis LH Donny Sirait.

"Saya sebagai Bupati, akan mencopot OPD, baik itu Kepala Dinas dan jajaran pejabat apapun yang tidak punya Etika," pungkasnya.

Brigif Marinir 4/BS Resmi Buka Kejuaraan Karate Pangkormar CUP Peringati HUT Ke-81 Korps Marinir


REFORMASI-ID | LAMPUNG - TNI AL, Korps Marinir, Brigif 4 Marinir/BS. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Korps Marinir Tahun 2026, Kejuaraan Karate Piala Pangkormar resmi dibuka oleh Asisten Perencanaan dan Anggaran Panglima Korps Marinir (Asrena Pangkormar)  Brigjen TNI (Mar) Umar Farouq, S.A.P., CHRMP., M.Tr.Opsla., M.Han., bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung (Unila), Gedong Meneng, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung. Jumat (30/10/2026)

Komandan Brigif 4 Marinir/BS Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo, M.Tr.Hanla., CHRMP., turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai Ketua Panitia penyelenggara. Kejuaraan ini diikuti lebih dari 1.000 atlet dari berbagai daerah di seluruh penjuru Tanah Air, yang terbagi dalam tiga kategori perlombaan, yaitu kategori TNI/Polri, Open Turnamen, dan Festival Pelajar.

Kegiatan pembukaan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Lampung, unsur TNI-Polri, instansi pemerintah, serta organisasi olahraga. Di antaranya Gubernur Lampung yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Dr. Drs. Muhammad Firsada, M.Si., CACP., Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, S.E., M.B.A., Pangdam XXI yang diwakili Asintel Kasdam Kolonel Inf. A.A. Gede Rama Cahyana Putra, S.Sos., M.Tr.(Han)., Kapolda Lampung yang diwakili Karo Rena Kombes Pol. Suratno, S.I.K., M.Si., Kabinda Lampung Suryono, S.S., serta Kajati Lampung yang diwakili Asisten Pengawasan Agus Widodo, S.H., M.H.

Turut hadir Wali Kota Bandar Lampung yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Ariyawan, S.H., M.H., Danlanud yang diwakili Kadisops Lanud Letkol Pas Ady Anistika, Danlanal Lampung Kolonel Laut (P) Irianto Kurniawan, B.Eng., M.S.S., M.Tr.Opsla., CRMP., Danrem yang diwakili Kasiren Kolonel Inf. Yogi Bahtiar, S.Kom., M.B.A., serta Direktur Polairud Polda Lampung Kombes Pol. Boby Pa’ludin Tambunan, S.I.K., M.H.

Selain itu, hadir Kadispora yang diwakili Kabid Prestasi Ibu Indah, Ketua KONI Provinsi Lampung yang diwakili Wakil Ketua Umum II Riagus Ria, Ketua dan Pengurus Cabang 7 PG Kormar, serta para Perwira Staf Brigif 4 Marinir/BS.


Dalam sambutannya, Asrena Pangkormar menyampaikan bahwa melalui Kejuaraan Turnamen Karate tahun ini, Korps Marinir ingin mengambil peran aktif dalam pembinaan prestasi olahraga nasional, khususnya cabang olahraga karate. Kami ingin mencari dan menempa bibit-bibit muda berbakat yang kelak dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

"Selain aspek prestasi, esensi utama dari kejuaraan ini adalah memperkuat nilai-nilai kedisiplinan, jiwa korsa, dan sportivitas di kalangan generasi muda, sekaligus mempererat kebersamaan antara TNI dan masyarakat," ujarnya.

Kepada seluruh peserta, Asrena Pangkormar berpesan agar senantiasa menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan setiap pertandingan sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik. 

"Kepada seluruh Karateka, bertandinglah secara sportif dan tunjukkan kemampuan terbaik kalian," demikian pesan Askormar dalam sambutannya.

Dalam pada itu lanjutnya. Penyelenggaraan Kejuaraan Karate Piala Pangkormar ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi Korps Marinir dalam mendukung kemajuan olahraga nasional sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat. 

"Melalui momentum HUT Ke-81 Korps Marinir Tahun 2026, diharapkan lahir atlet-atlet karate berprestasi yang mampu membawa nama harum Indonesia, serta generasi muda yang memiliki karakter disiplin, tangguh, dan menjunjung tinggi sportivitas," pungkasnya. (Mdn) 

Tak Cukup Razia, Kapolda Sumsel Siapkan Program Terpadu Berantas Narkoba


REFORMASI-ID | PALEMBANG — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P. menyiapkan penanganan terpadu dan berkelanjutan untuk memberantas peredaran narkoba di Lorong Manggar, Palembang. Program tersebut akan melibatkan pemerintah daerah, alim ulama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda untuk menata kawasan agar lebih terang, manusiawi, dan layak huni.

Komitmen tersebut disampaikan Kapolda usai melaksanakan Sholat Jumat Keliling di Masjid Lawang Kidul Boom Baru, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, Jumat (30/10/2026). Usai sholat berjamaah, Kapolda melaksanakan doorstop bersama awak media dan menyampaikan sejumlah arahan terkait program Jumat Keliling serta penanganan peredaran narkoba.

Kapolda menginstruksikan seluruh Kapolres dan Kapolsek jajaran untuk menyukseskan program Jumat Keliling. Kegiatan ini menjadi sarana silaturahmi, menyerap aspirasi masyarakat, sekaligus menyampaikan program kerja kepolisian sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Dalam doorstop tersebut, Kapolda juga menyoroti pemberantasan narkoba di Lorong Manggar. Pekan lalu, Polda Sumsel bersama BNN telah melakukan penegakan hukum di kawasan yang selama ini identik dengan aktivitas peredaran narkoba tersebut.

Kapolda menegaskan, Lorong Manggar telah bertahun-tahun menjadi pekerjaan rumah. Penindakan selama ini kerap membuat aktivitas berhenti sekitar dua bulan, tetapi kemudian kembali muncul.

Karena itu, Polda Sumsel menyiapkan program penanganan yang berkesinambungan. Pendekatan ini tidak hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga melibatkan berbagai elemen untuk memperbaiki kondisi lingkungan.

Program tersebut akan merangkul Pemkot Palembang, alim ulama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda. Mereka akan bersama-sama menata Lorong Manggar dari kawasan gelap menjadi terang, sehingga tidak lagi nyaman untuk transaksi narkoba.

Penataan juga diarahkan untuk menjadikan kawasan tersebut lebih manusiawi dan layak huni. Kapolda menyebut program itu telah dikoordinasikan dengan Wali Kota Palembang dan mendapat persetujuan.

Selain itu, Kapolda mengingatkan masyarakat tentang bahaya narkoba bagi generasi muda, bangsa, dan negara. Ia meminta dukungan serta peran aktif warga karena pemberantasan narkoba tidak akan berjalan maksimal tanpa keterlibatan masyarakat.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa Sholat Jumat Keliling merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui pendekatan humanis dan spiritual.

"Kegiatan Sholat Jumat Keliling Bapak Kapolda Sumsel di Masjid Lawang Kidul Boom Baru ini adalah wujud nyata komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam tugas penegakan hukum tetapi juga membangun kedekatan secara humanis dan spiritual."

Terkait Lorong Manggar, Kabid Humas menjelaskan bahwa Polda Sumsel mengedepankan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan sesuai arahan Kapolda.

"Kita ubah kawasan yang tadinya gelap menjadi terang, kita tata menjadi kawasan yang lebih manusiawi. Ini sudah kita koordinasikan dengan Pemkot Palembang. Kami dari Polda Sumsel memohon dukungan seluruh elemen masyarakat, alim ulama dan tokoh pemuda untuk bersama-sama menjaga Palembang agar bersih dari narkoba. Situasi selama kegiatan tadi berjalan aman, tertib dan kondusif," tutup Kabid Humas.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Dirbinmas Polda Sumsel Kombes Pol. Hari Purnomo, Dirreskrimsus, Kabid Dokkes, Kapolsek Ilir Timur II, pengurus masjid, serta warga sekitar Masjid Lawang Kidul Boom Baru.

Melalui kegiatan Jumat Keliling, Polda Sumsel terus memperkuat komunikasi langsung dengan masyarakat. Selain mendekatkan pelayanan kepolisian, kegiatan ini menjadi ruang untuk menyerap aspirasi dan membangun kolaborasi dalam menjaga keamanan serta memberantas peredaran narkoba di Palembang. (Hms/Mdn) 

Soroti Proses Jual Beli Tanah Warisan di Natar, Kuasa Hukum: Sudahkah Cek Status dan Objek Tanah


REFORMASI–ID | LAMPUNG SELATAN – Kuasa hukum penggugat, Meriantony, S.H., kembali menyoroti proses jual beli objek tanah yang menjadi pokok sengketa warisan di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam keterangannya pada Jumat (30/10/2026), Meriantony mempertanyakan proses transaksi jual beli antara para tergugat dengan Turut Tergugat I melalui Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Ia menekankan pentingnya pembuktian apakah pembeli benar-benar telah menjalankan prinsip kehati-hatian sebelum melakukan transaksi.

Menurutnya, seseorang yang mengaku sebagai pembeli beriktikad baik tidak cukup hanya menunjukkan bahwa transaksi dilakukan melalui PPAT. Namun, perlu dibuktikan pula apakah sebelum transaksi dilakukan, pembeli telah memeriksa secara menyeluruh objek tanah yang dibeli, termasuk status hukum, riwayat kepemilikan, serta kondisi fisik tanah tersebut.

"Sebagai pembeli yang beriktikad baik, apakah sebelum melakukan transaksi di hadapan PPAT sudah terlebih dahulu mengecek objek jual beli dan memastikan status hukumnya? Kemudian, pada saat pengukuran objek tanah, apakah melibatkan RT, kepala lingkungan, serta kepala desa setempat?" demikian pokok pertanyaan yang disampaikan Meriantony.

Ia juga kembali mempertanyakan mekanisme proses jual beli yang dilakukan para tergugat dengan Turut Tergugat I melalui Turut Tergugat II, yang kemudian diproses oleh Turut Tergugat III.

Menurutnya, rangkaian proses tersebut perlu dijelaskan secara terbuka, terutama untuk memastikan apakah seluruh tahapan administrasi dan prosedur pertanahan telah dilaksanakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Meriantony menduga terdapat sejumlah hal dalam proses jual beli tersebut yang perlu diuji kesesuaiannya dengan mekanisme hukum pertanahan. Karena itu, ia meminta pihak-pihak terkait memberikan penjelasan mengenai asal-usul tanah, dasar penguasaan, riwayat peralihan hak, hingga proses penerbitan dokumen pertanahan.

"Perlu ada penjelasan secara terang benderang mengenai bagaimana awal mula proses tanah tersebut, bagaimana riwayatnya, siapa yang menguasai, siapa yang melakukan transaksi, serta bagaimana proses administrasi hingga akhirnya terjadi jual beli," tegasnya.

Sorotan terhadap Aturan Hukum

Dalam persoalan ini, terdapat sejumlah ketentuan hukum yang relevan untuk menjadi bahan pengujian dalam persidangan.

Pertama, Pasal 1338 ayat (3) Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) yang mengatur bahwa suatu perjanjian harus dilaksanakan dengan iktikad baik.

Kedua, Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 4 Tahun 2016, yang memberikan pedoman mengenai kriteria pembeli beriktikad baik. Salah satu prinsipnya adalah pembeli wajib melakukan kehati-hatian dengan meneliti hak penjual, status objek tanah, serta riwayat hubungan hukum tanah dengan pemegang sertifikat.

Ketiga, Pasal 37 ayat (1) PP Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, yang mengatur bahwa peralihan hak atas tanah melalui jual beli pada prinsipnya hanya dapat didaftarkan apabila dibuktikan dengan akta yang dibuat oleh PPAT.

Keempat, Pasal 39 ayat (1) huruf f PP Nomor 24 Tahun 1997, yang mengatur kewajiban PPAT menolak membuat akta apabila objek perbuatan hukum sedang dalam sengketa mengenai data fisik dan/atau data yuridisnya.

Selain itu, apabila ditemukan adanya perbuatan melawan hukum yang menimbulkan kerugian, Pasal 1365 KUHPerdata juga dapat menjadi dasar pengujian gugatan perdata, sepanjang unsur-unsurnya dapat dibuktikan.

Ketentuan-ketentuan tersebut bukan berarti telah terbukti terjadi pelanggaran hukum. Namun, menjadi dasar untuk menguji apakah proses jual beli dan administrasi pertanahan dalam perkara ini telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

Sepuluh Tahapan Mekanisme Jual Beli Tanah hingga Pendaftaran di BPN

Dalam proses jual beli tanah melalui PPAT, terdapat sejumlah tahapan administrasi dan pemeriksaan yang perlu diperhatikan. Tahapan tersebut meliputi:

1. Pengecekan sertifikat di BPN. Pengecekan sertifikat merupakan kewenangan Kantor BPN sesuai dengan lokasi objek tanah yang akan diperjualbelikan. Pemeriksaan ini bertujuan mengetahui kesesuaian data sertifikat dengan data yang tercatat pada kantor pertanahan.

2. Permohonan informasi atau SKPT. Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) dapat dimohonkan untuk memperoleh informasi mengenai status tanah. Namun, SKPT umumnya digunakan dalam kebutuhan tertentu, seperti sertifikat yang menjadi jaminan atau objek yang akan dilelang.

3. Pemeriksaan data dan warkah. Setelah memperoleh informasi mengenai kesesuaian data pertanahan, termasuk warkah dan dokumen terkait, pemeriksaan dilakukan berdasarkan data yang tersedia di BPN. Dalam sistem yang telah terdigitalisasi, pengecekan sertifikat dapat dilakukan secara elektronik atau online.

4. Pengecekan online sebelum akad. Apabila hasil pengecekan menunjukkan kesesuaian data, proses dapat dilanjutkan ke tahap akad atau penandatanganan Akta Jual Beli (AJB), dengan tetap memenuhi persyaratan lainnya.

5. Pemeriksaan kondisi fisik dan tata batas. Apabila terdapat ketidaksesuaian tata batas atau letak antara data yuridis dan data fisik bidang tanah, para pihak perlu turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya sesuai dengan data pertanahan.

6. Pengurusan BPHTB dan pembayaran PPh. PPAT menunggu proses permohonan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) sesuai ketentuan yang berlaku.

7. Penomoran dan persiapan AJB. Akta jual beli dapat dipersiapkan untuk diberikan nomor setelah persyaratan terpenuhi, termasuk pengecekan sertifikat, BPHTB, PPh, dan PBB dalam kondisi lunas, serta validasi BPHTB dan PPh telah diselesaikan pada instansi yang berwenang.

8. Pendaftaran peralihan hak. Setelah tahapan administrasi dan perpajakan diselesaikan, proses dilanjutkan dengan mendaftarkan peralihan hak atas tanah ke Kantor BPN sesuai lokasi objek tanah.

9. Penerbitan dokumen pendaftaran. Dalam proses administrasi tersebut, pemohon memperoleh Surat Pendaftaran Akta (SPA) serta dokumen terkait pendaftaran setoran negara atau Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

10. Proses administrasi dilaksanakan. Setelah seluruh persyaratan dan tahapan dipenuhi, proses pendaftaran peralihan hak dilaksanakan sesuai prosedur dan ketentuan pertanahan yang berlaku.

Sepuluh tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk melihat bagaimana suatu transaksi jual beli tanah diproses. Namun, terpenuhinya administrasi formal tidak dengan sendirinya menjawab seluruh persoalan mengenai riwayat kepemilikan, penguasaan, batas fisik, maupun kemungkinan adanya hak pihak lain atas tanah tersebut.

Minta BPN Kabupaten Lampung Selatan dan Pihak Terkait Buka Riwayat Tanah

Meriantony berharap pihak-pihak yang terlibat dalam proses transaksi maupun administrasi pertanahan dapat memberikan penjelasan secara menyeluruh, termasuk mengenai dokumen dasar penerbitan sertifikat, warkah, proses pengukuran, serta riwayat peralihan hak.

Menurutnya, keterbukaan informasi tersebut penting agar majelis hakim memperoleh gambaran yang utuh mengenai asal-usul dan proses hukum objek tanah yang kini menjadi sengketa.

Persoalan ini pun menjadi perhatian dalam proses pembuktian di Pengadilan Negeri Kalianda. Sebab, yang perlu diuji bukan hanya keberadaan sertifikat, melainkan juga rangkaian peristiwa dan dokumen yang menjadi dasar penerbitan serta peralihan hak atas tanah tersebut.

Dengan demikian, muncul pertanyaan mendasar: apakah sebelum transaksi dilakukan, pembeli telah memastikan kesesuaian data yuridis dan data fisik tanah, menelusuri riwayat kepemilikan, serta memastikan tidak terdapat hak pihak lain yang perlu diperhatikan?

Hingga berita ini diterbitkan, seluruh dugaan ketidaksesuaian prosedur maupun keabsahan transaksi tetap harus ditempatkan sebagai persoalan yang memerlukan pembuktian hukum. Keputusan mengenai sah atau tidaknya transaksi dan hak atas objek sengketa menjadi kewenangan majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut. (*) 

Hari Ke-4 Operasi Patuh Krakatau 2026, Polda Lampung Gencarkan Edukasi dan Pencegahan Pelanggaran Lalu Lintas


REFORMASI-ID | LAMPUNG – Memasuki hari keempat pelaksanaan Operasi Patuh Krakatau 2026, Polda Lampung terus mengintensifkan upaya edukasi, pencegahan, dan penegakan hukum guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari menyampaikan, berdasarkan laporan harian Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung pada Kamis (29/10/2026), pelaksanaan operasi menunjukkan peningkatan sejumlah kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat dibandingkan dengan Operasi Patuh Krakatau tahun 2025.

Pada bidang preemtif, kegiatan penyuluhan tertib berlalu lintas tercatat sebanyak 945 kegiatan, pembinaan dan penyuluhan publik 769 kegiatan, keselamatan transportasi 427 kegiatan, pelatihan berkendara 125 kegiatan, serta kampanye keselamatan sebanyak 490 kegiatan. Sementara itu, publikasi jalur mencapai 1.327 kegiatan dan klarifikasi informasi sebanyak 130 kegiatan.

Selain itu, edukasi publik tercatat sebanyak 7.662 kegiatan dan edukasi melalui media sebanyak 1.875 kegiatan.

Menurut Kombes Pol Yuni Iswandari, upaya pencegahan juga terus dilakukan melalui kegiatan preventif. Tercatat sebanyak 4.029 kegiatan patroli terpadu telah dilaksanakan, disertai penempatan personel sebanyak 395 kegiatan, skrining pengemudi 55 kegiatan, pemeriksaan kendaraan 47 kegiatan, serta pemeriksaan kelaikan kendaraan sebanyak 48 kegiatan.

Berbagai kegiatan lainnya juga dilaksanakan, mulai dari pelatihan operator, survei lokasi dan infrastruktur, penanganan hambatan, rekayasa arus lalu lintas, pemberian peringatan bahaya, hingga penanganan gangguan lalu lintas.

Di bidang penegakan hukum, tercatat sebanyak 35 penindakan melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), 13 penindakan tilang non-ETLE, serta 2.161 teguran kepada pengguna jalan. Dengan demikian, total penindakan dan teguran mencapai 2.209.

Jika dibandingkan dengan pelaksanaan operasi tahun 2025, jumlah penindakan dan teguran secara keseluruhan mengalami penurunan sebesar 26,29 persen. Penindakan tilang non-ETLE juga turun sebesar 97,25 persen, sedangkan penindakan melalui ETLE mengalami peningkatan sebesar 34,62 persen.

Namun demikian, angka kecelakaan lalu lintas masih menjadi perhatian. Selama pelaksanaan operasi pada hari keempat, tercatat sebanyak 14 kejadian kecelakaan lalu lintas yang tersebar di delapan wilayah hukum kepolisian.

Rinciannya, Polresta Bandar Lampung sebanyak lima kejadian, Polres Lampung Selatan dua kejadian, Polres Lampung Tengah dua kejadian, serta masing-masing satu kejadian di wilayah hukum Polres Metro, Lampung Utara, Lampung Timur, Way Kanan, dan Mesuji.

Dari keseluruhan kejadian tersebut, tercatat satu orang meninggal dunia, sembilan orang mengalami luka berat, dan sepuluh orang mengalami luka ringan. Sementara kerugian material akibat kecelakaan lalu lintas mencapai Rp12.400.000.

Kabid Humas Polda Lampung menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Patuh Krakatau 2026 terus mengedepankan pendekatan edukatif, preventif, dan represif secara humanis serta profesional.

Ia juga mengimbau masyarakat agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, serta mengutamakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Melalui pelaksanaan Operasi Patuh Krakatau 2026, Polda Lampung berharap kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat, sehingga angka pelanggaran maupun kecelakaan dapat ditekan serta tercipta situasi Kamseltibcarlantas yang aman, tertib, dan kondusif di seluruh wilayah Provinsi Lampung. (Hms/Mdn)

29 Oktober 2026

Sidang ke-27 Sengketa Tanah Warisan di Natar, Penggugat Serahkan Dua Bukti Tambahan, Status Warkah BPN Kembali Dipertanyakan


REFORMASI-ID | -  LAMPUNG SELATAN — Persidangan ke-27 perkara sengketa tanah warisan di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, yang digelar pada Kamis (29/10/2026), kembali menyoroti keberadaan dan status warkah yang menjadi dasar penerbitan dua Sertifikat Hak Milik (SHM).

Dalam persidangan tersebut, pihak penggugat menyerahkan dua alat bukti tambahan. Selain itu, kuasa hukum penggugat, Meriantony, S.H., kembali mempertanyakan kepada Tergugat III, yakni Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Lampung Selatan, mengenai keberadaan serta status warkah penerbitan kedua sertifikat yang menjadi bagian dari objek sengketa.

Meriantony juga kembali mengangkat persoalan warkah yang sebelumnya telah dipertanyakan dalam persidangan pekan lalu. Saat itu, menurut keterangan yang disampaikan pihak penggugat, Tergugat III menyatakan bahwa alat bukti yang dimiliki sudah cukup dan tidak ada lagi bukti tambahan yang akan diajukan.

Persoalan tersebut kembali menjadi perhatian karena warkah merupakan dokumen yang berkaitan dengan proses dan dasar penerbitan sertifikat tanah. Kejelasan mengenai keberadaan serta status dokumen tersebut menjadi hal penting dalam mengungkap riwayat administrasi pertanahan atas objek yang disengketakan.

Pihak penggugat pun kembali meminta kejelasan terkait warkah yang menjadi dasar penerbitan kedua SHM tersebut dalam proses persidangan.

Sementara itu, persidangan selanjutnya dijadwalkan pada 4 November 2026 dengan agenda penyampaian kesimpulan dari masing-masing pihak melalui sistem e-Court.

Dengan agenda kesimpulan tersebut, para pihak akan menyampaikan pandangan akhir berdasarkan fakta persidangan dan alat bukti yang telah diajukan sebelum perkara memasuki tahapan berikutnya sesuai proses hukum yang berlaku.

Kuasa hukum penggugat, Meriantony, S.H., menegaskan kembali persoalan warkah sebagai salah satu hal yang menjadi perhatian pihaknya dalam perkara sengketa tanah warisan di Natar tersebut. (*) 

Polda Sumsel Perkuat Sinergi dengan SMSI untuk Jaga Stabilitas Kamtibmas



REFORMASI-ID | PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan memperkuat kemitraan dengan insan pers melalui kehadiran Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., yang mewakili Kapolda Sumsel dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) dan Pelantikan Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumsel di Hotel The Zuri, Palembang, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut juga diisi dengan peluncuran program SMSI Jaga Desa. Agenda ini menjadi bagian penting dari pertemuan yang mempertemukan unsur pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi media, dan sejumlah pemangku kepentingan di Sumatera Selatan.

Sejumlah pejabat dan tokoh menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Gubernur Sumatera Selatan, Kapuspenkum Kejati Sumsel, Ketua SMSI Pusat Firdaus, Ketua SMSI Sumsel Jon Heri, S.Sos., serta Bupati Empat Lawang. Perwakilan Pertamina, PLN, dan Bank Indonesia juga hadir.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan laporan ketua panitia. Setelah itu, kegiatan berlanjut dengan peluncuran SMSI Jaga Desa, sambutan Gubernur Sumatera Selatan, serta penyerahan plakat Sahabat SMSI kepada Gubernur Sumsel.


Kehadiran Polda Sumsel dalam agenda tersebut menegaskan pentingnya hubungan kemitraan antara kepolisian dan media siber. Polda Sumsel memandang media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat dan edukatif, mengawal pembangunan daerah, serta membantu menangkal penyebaran hoaks.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan pentingnya kolaborasi antara aparat penegak hukum dan insan pers dalam menjaga situasi daerah tetap kondusif.

"Media siber memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun peradaban informasi yang sehat serta mengawal stabilitas keamanan di Sumatera Selatan. Polda Sumsel senantiasa membuka ruang sinergi yang seluas-luasnya dengan insan pers demi mewujudkan pelayanan informasi yang edukatif, akurat, serta mendinginkan suasana di tengah masyarakat," ujar Kombes Pol Nandang.

Sinergi tersebut menjadi penting untuk memperkuat ekosistem informasi yang sehat di tengah masyarakat. Melalui komunikasi publik yang akurat dan bertanggung jawab, kepolisian dan media dapat mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sekaligus menjaga kepercayaan publik.

Polda Sumsel berkomitmen melanjutkan hubungan yang harmonis, transparan, dan kolaboratif dengan insan pers. Kemitraan ini diharapkan dapat memperkuat penyampaian informasi kepada masyarakat sekaligus mendukung stabilitas keamanan dan pembangunan di Sumatera Selatan. (Mdn) 

Audit SMP Obvitnas Hari Ke-2, PetroChina Jabung Raih Skor 93,67% dari Baharkam Polri



REFORMASI-ID | Jambi - Tim Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) II Mabes Polri melanjutkan rangkaian agenda evaluasi terhadap sistem keamanan objek vital nasional (Obvitnas). Ketua Tim Wasdal II, Kombes Pol Sigit Widagdo, S.I.K., memimpin langsung hari kedua kegiatan Wasdal II implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) di PetroChina International Jabung Ltd yang bertempat di Ruang Rapat Meranti, Lantai 3 Hotel BW Jambi, pada Kamis (29/10/2026). 

Kegiatan intensif yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga 17.45 WIB ini mencatat pencapaian positif dengan skor penilaian sementara menyentuh angka 93,67%.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Ketua Tim Wasdal II, Kombes Pol Sigit Widagdo, S.I.K., yang kemudian dilanjutkan dengan arahan teknis dari Auditor Profesional, Dra. Henny J.A. Posumah, M.M., mengenai mekanisme wawancara dan pemeriksaan dokumen. Pihak manajemen PetroChina International Jabung Ltd yang diwakili oleh Nelson juga turut memberikan pemaparan singkat mengenai situasi operasional terkini perusahaan sebelum proses audit dimulai.

Fokus utama agenda hari kedua ini adalah pendalaman materi komprehensif yang dibagi ke dalam beberapa sesi elemen pengamanan:

• Elemen II (Pola Pengamanan) & Elemen III (Konfigurasi Pengamanan): Pemeriksaan dokumen penunjang serta wawancara mendalam bersama manajemen internal perusahaan.

• Elemen IV (Standar Kemampuan Personel) & Elemen V (Monitoring dan Evaluasi): Pengujian kesiapan performa personel di lapangan serta efektivitas instrumen pengawasan internal.

Melalui proses evaluasi ini, Tim Wasdal II memberikan sejumlah saran strategis dan rekomendasi perbaikan dokumen pada Elemen II hingga Elemen V. Langkah ini diambil guna memastikan standardisasi pengamanan di lingkungan PetroChina International Jabung Ltd benar-benar adaptif dan kokoh dalam memitigasi potensi gangguan keamanan. Acara kemudian ditutup dengan reviu menyeluruh dari Elemen I hingga Elemen V.

Agenda penting ini dihadiri oleh jajaran internal Polri, di antaranya AKBP Dartoniyus, S.J. (Kasubdit Audit Ditpamobvit Polda Jambi), Kompol Yuli Astiti, S.H., M.H. (Sekretaris), Dra. Henny J.A. Posumah, M.M. (Anggota), dan Yuda Varian, S.I.Kom (Anggota). Sementara dari pihak eksternal, hadir Head of Security PetroChina International Jabung Ltd, Arif Atmoko, bersama jajaran Superintendent, Supervisor, serta PIC-TIRAC dari masing-masing departemen terkait. Seluruh rangkaian kegiatan hari kedua berjalan dengan aman, tertib, dan lancar sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.