Media Reformasi Indonesia (MRI)

28 Agustus 2026

Diduga Curi Emas Senilai Rp150 Juta, Pria di Pagar Alam Digulung Polisi


REFORMASI-ID | TANJUNG TEBAT — Polsek Kota Agung, Polres Lahat, berhasil mengungkap dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang terjadi di Desa Tanjung Kurung Ulu, Kecamatan Tanjung Tebat, Kabupaten Lahat. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap P (33), warga wilayah Dempo Selatan, Kota Pagar Alam, yang diduga terlibat dalam pencurian dengan kerugian korban sekitar Rp150 juta.

Pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan polisi LPB/04/VIII/2026/SPKT/Polsek Kota Agung/Polres Lahat/Polda Sumsel tertanggal 22 Agustus 2026. Kapolsek Kota Agung Iptu Armansa, S.H., bersama personel kemudian melakukan penyelidikan setelah menerima laporan dari korban.

Peristiwa terjadi pada Sabtu, 22 Agustus 2026 sekitar pukul 13.00 WIB. Korban berinisial M (55) meninggalkan rumah bersama istrinya untuk melayat dan saat kembali mendapati kondisi rumah sudah berantakan.

Korban kemudian memeriksa bagian dalam rumah dan menemukan pintu kamar yang sebelumnya terkunci telah terbuka. Sejumlah perhiasan emas yang disimpan di dalam kamar diketahui hilang sehingga korban mengalami kerugian sekitar Rp150 juta.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Kota Agung meminta keterangan korban dan sejumlah saksi serta melakukan penyelidikan di sekitar lokasi kejadian. Dari hasil penyelidikan, polisi memperoleh informasi mengenai seseorang yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Petugas kemudian mengembangkan informasi tersebut hingga diketahui bahwa terduga pelaku berada di wilayah Kota Pagar Alam. Kapolsek Kota Agung bersama Kanit Reskrim dan personel selanjutnya melakukan penyelidikan terhadap keberadaan terduga pelaku.

Dalam proses tersebut, polisi memperoleh informasi bahwa P sedang menggunakan kendaraan roda empat yang disewa. Petugas kemudian berkoordinasi dengan pihak rental dan melakukan pelacakan kendaraan menggunakan sistem GPS.

Pelacakan mengarah ke kawasan Perkebunan Teh Gunung Dempo, Kota Pagar Alam. Kapolsek bersama anggota bergerak ke lokasi dan berhasil mengamankan P tanpa perlawanan.

Saat pemeriksaan awal, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa perhiasan emas yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Dalam interogasi awal, P juga mengakui perbuatannya dan menyampaikan bahwa aksi tersebut dilakukan seorang diri.

Berdasarkan keterangan awal, P diduga masuk ke rumah korban dengan cara memanjat menuju lantai dua. P kemudian masuk melalui jendela yang tidak terkunci dan mengambil sejumlah barang berharga milik korban.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu tas selempang warna cokelat merek SINGJAZZ, dua kalung emas 24 karat berbentuk padi dengan berat masing-masing tiga dan empat suku, satu cincin emas 24 karat seberat 25 gram, serta satu unit telepon genggam Vivo Y05E warna biru.

Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto, S.I.K., M.I.K. menegaskan bahwa pengungkapan tersebut merupakan bentuk komitmen Polres Lahat dan jajaran dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menindak setiap tindak pidana yang terjadi di wilayah hukumnya.

“Setiap laporan masyarakat akan kami tindak lanjuti secara profesional. Kami juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memastikan rumah dalam keadaan aman ketika ditinggalkan,” tegas Novi.

Perkara tersebut saat ini ditangani Polsek Kota Agung. P bersama barang bukti telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku terkait dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan/atau pencurian berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa jajaran Polda Sumsel akan terus memperkuat respons cepat terhadap laporan masyarakat dan memastikan setiap perkara ditangani secara profesional.

“Kami akan menindak tegas setiap bentuk kejahatan yang mengganggu keamanan dan meresahkan masyarakat. Pengungkapan ini menunjukkan bahwa jajaran Polda Sumsel bersama Polres Lahat terus bekerja cepat dan profesional dalam memberikan perlindungan serta rasa aman kepada masyarakat,” ujar Nandang.

Nandang juga mengajak masyarakat memperkuat kewaspadaan lingkungan, terutama ketika meninggalkan rumah dalam keadaan kosong. Pastikan pintu, jendela dan seluruh akses masuk rumah terkunci dengan baik. 

"Jika menemukan aktivitas yang mencurigakan, segera laporkan kepada kepolisian agar dapat ditindaklanjuti,” katanya.

Keberhasilan pengungkapan ini sekaligus menegaskan komitmen jajaran Polda Sumsel dalam menjaga keamanan wilayah, merespons laporan masyarakat secara cepat, serta memastikan proses penegakan hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. (Hms/Mdn) 

Danbrigif 4 Mar/BS resmi menutup Latihan Bersama PLATEX 2026


REFORMASI-ID | LAMPUNG - Brigif 4 Mar/BS Pesawaran. Latihan Bersama Platoon Exchange (Latma PLATEX) 2026 antara Korps Marinir TNI Angkatan Laut dan United State Marines Corps (USMC) resmi ditutup oleh Komandan Brigif 4 Mar/BS Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo, M.Tr. Hanla., CHRMP., melalui upacara yang dilaksanakan di Lapangan Apel Batalyon Infanteri 7 Marinir, Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Jumat (28/8/2026).

Upacara penutupan dihadiri oleh Komandan Batalyon Infanteri 7 Marinir (Danyonif 7 Mar), Perwira Seksi Operasi (Pasops) Brigif 4 Marinir/BS dan Perwira Seksi Intelijen (Pasintel) Brigif 4 Marinir/BS, serta Tamu undangan lainnya.

Latma PLATEX 2026 merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemampuan, profesionalisme, dan kesiapsiagaan prajurit dalam melaksanakan tugas. Melalui latihan ini, prajurit mengasah kemampuan teknis dan taktis, kedisiplinan, serta koordinasi dan kerja sama antar unsur yang terlibat.

Seluruh rangkaian latihan telah dilaksanakan aman dan lancar, sesuai prosedur yang telah ditetapkan dengan hasil memuaskan. Selanjutnya hasil pelaksanaan latihan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan prajurit dalam menghadapi tugas selanjutnya.

Dalam Amanatnya Komandan Brigade Infanteri 4 Mar/BS menyampaikan "Kegiatan Latihan Bersama Platex 2026 merupakan bentuk diplomasi militer dan  kerjasama antar dua negara dalam menjaga stabilitas keamanan regional".

Dengan berakhirnya Latma PLATEX 2026, diharapkan seluruh prajurit mampu mempertahankan dan meningkatkan kemampuan yang telah diperoleh selama latihan serta mengimplementasikannya dalam pelaksanaan tugas di satuan. (Mdn) 

Ketua SENKOM Lampung Selatan Hadiri Rakor Lintas Sektoral Antisipasi Karhutla dan Bencana


REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN – Polres Lampung Selatan menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka kesiapsiagaan dan penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan serta bencana lainnya di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

Kegiatan berlangsung di Aula Raden Intan Polres Lampung Selatan pada Jumat, 28 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB.

Rakor dipimpin oleh *Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, S.T.,M.Pd.* dan *Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan, S.H., S.I.K., M.M., M.Si.* Hadir dalam kegiatan Forkopimda, PJU Polres, para Kapolsek, Kepala BPBD, Kadis Damkar, TNI, Basarnas, BMKG, PMI, Kwarcab Pramuka, Senkom Mitra Polri dan Balakar Lampung Selatan.

Dalam sambutannya, Kapolres Lampung Selatan menyampaikan bahwa rakor ini merupakan tindak lanjut perintah Kapolda Lampung untuk meningkatkan sinergitas antar instansi. Berdasarkan pemantauan Januari s.d Agustus 2026 terdapat lebih dari 3.000 titik panas yang terindikasi di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

“Penanganan Karhutla, banjir, tsunami dan bencana lainnya merupakan tanggung jawab bersama. Diperlukan koordinasi antara Pemkab, TNI-Polri, instansi terkait, perusahaan dan masyarakat,” tegas Kapolres.

Kapolres juga menginstruksikan Polsek jajaran melalui Bhabinkamtibmas agar terus melakukan sosialisasi dan pemasangan spanduk. Jika ditemukan pembakaran sengaja maupun karena kelalaian, maka akan dilakukan penegakan hukum sesuai peraturan perundang-undangan.

Sementara itu Wakil Bupati Lampung Selatan menyampaikan data 121 kejadian kebakaran selama Januari s.d Agustus 2026, terdiri dari 49 kejadian kebakaran lahan dan 41 kejadian kebakaran rumah. Kecamatan Kalianda tercatat sebagai wilayah tertinggi dengan 32 kasus.

“Himbauan pencegahan agar dilaksanakan secara masif melalui online dan offline. Seluruh unsur sampai tingkat desa harus meningkatkan kesiapsiagaan dan mengaktifkan relawan, Tagana, Pramuka, dan unsur masyarakat dalam deteksi dini,” ujarnya.

Dalam rakor tersebut juga disampaikan paparan dari Kadis Damkar, BPBD, KPHP Way Pisang dan Satpol PP. Hasilnya disepakati pembentukan tim terpadu, penguatan time response, penyediaan tandon air di wilayah rawan, serta pembentukan posko gabungan penanganan bencana tingkat Kabupaten.

*Kesimpulan Rakor:*

1.  Meningkatkan sinergitas dan menghilangkan ego sektoral antar instansi

2.  Melaksanakan edukasi dan himbauan pencegahan secara masif dan rutin

3.  Mengaktifkan kesiapsiagaan di tingkat desa melalui Destana, Linmas, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas

4.  Memverifikasi dan menindaklanjuti setiap laporan hotspot dan titik api

5.  Memperkuat sarana prasarana dan penyediaan sumber air

6.  Mengaktifkan posko gabungan sebagai pusat koordinasi

7.  Menindak tegas pelaku pembakaran sesuai hukum

8.  Memperbarui rambu dan jalur evakuasi khususnya wilayah pesisir

Masyarakat diimbau segera melaporkan jika melihat titik api atau kejadian kebakaran melalui Call Center 110. (Mdn)

Tindaklanjuti Pergub, Satgas Pangan Putar Balik Gabah Tanpa Dokumen di Pelabuhan Bakauheni



REFORMASI-ID | Lampung Selatan –  Satgas Pangan TNI AD Kodim 0421 Lampung Selatan bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Provinsi Lampung memperketat pengawasan terhadap kendaraan bermuatan gabah yang hendak keluar dari Lampung menuju Pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Jumat, 28/08/2026.

Penyekatan dan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan distribusi gabah berjalan sesuai ketentuan serta setiap kendaraan pengangkut komoditas tersebut dilengkapi dokumen yang dipersyaratkan.

"Alhamdulillah, dalam kegiatan tersebut tim Satgas pangan menemukan kendaraan truk besar bermuatan 25 ton Gabah dari Mesuji hendak dibawa ke Karawang dan tim memutar balik kendaraan tersebut ke daerah asalnya," ungkap Irfan. 

Dalam keterangan Persnya Dantim Satgas Pangan TNI AD Kodim 0421/LS, Irfan menyampaikan Langkah ini mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) Lampung Nomor 7 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Pergub Lampung Nomor 71 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pengawasan dan Pengendalian Distribusi Gabah. Serta menindaklanjuti perintah Pangdam Radin Inten XXI, Danrem Garam melalui Dandim 0421/LS.

Dantim TNI AD Satgas Pangan Kawasan Pelabuhan Bakauheni, Irfan, mengatakan pemeriksaan menyasar kendaraan, khususnya mobil yang mengangkut gabah, guna memastikan kelengkapan dokumen sesuai aturan.

“Untuk Satgas Pangan di Pelabuhan Bakauheni, sesuai arahan dan SOP, kami melakukan pemeriksaan kendaraan, khususnya yang bermuatan gabah, agar melengkapi dokumen-dokumen yang sesuai dengan Pergub,” kata Irfan.

Menurut Irfan, kendaraan pengangkut gabah yang tidak dapat menunjukkan dokumen yang dipersyaratkan tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan menuju Pulau Jawa.

“Apabila ada mobil bermuatan gabah yang tidak dilengkapi dokumen, akan kami putar balik dan dikembalikan ke kota asal untuk melengkapi dokumennya terlebih dahulu,” ujarnya.


Ia menegaskan, penyekatan dan pengawasan akan dilaksanakan secara berkelanjutan sesuai perintah komando. Dalam pelaksanaannya, Satgas Pangan TNI AD juga akan berkoordinasi dengan Satpol-PP Provinsi Lampung.

“Untuk penyekatan dan pengawasan akan dilaksanakan sesuai dengan perintah komando dan kami akan bekerja sama dengan Satpol-PP Provinsi Lampung,” katanya.

Tak hanya di Pelabuhan Bakauheni, pengawasan distribusi gabah juga akan diperluas. Satgas Pangan bersama Satpol-PP Provinsi Lampung akan membentuk dua tim untuk meningkatkan pengawasan di sejumlah titik pelabuhan.

“Tim Satgas juga akan membentuk dua tim bersama Satpol-PP Provinsi Lampung untuk meningkatkan pengawasan di pelabuhan BBJ yang akan melakukan bongkar muat di Pelabuhan Bojonegara (Cilegon),” jelas Irfan.

Selain itu sebut Irfan. Pengawasan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mengendalikan distribusi gabah dari Lampung agar berjalan sesuai ketentuan, sekaligus memastikan arus keluar komoditas pangan dilakukan secara tertib dan dilengkapi dokumen resmi.

"Penerapan aturan ini juga diarahkan untuk menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga beras di wilayah Provinsi Lampung. Dengan pengawasan distribusi, pemerintah berupaya memastikan pasokan gabah lokal tetap tersedia dan tidak terkuras akibat pengiriman ke luar daerah," pungkasnya.

Dengan demikian, setiap kendaraan yang membawa gabah keluar Lampung diwajibkan memenuhi ketentuan administrasi dan dokumen yang berlaku sebelum melanjutkan perjalanan menuju Pulau jawa. (Mudian)

Satlinmas Didorong Perkuat Peran Hadapi Bencana dan Gangguan Ketertiban


REFORMASI-ID | PALEMBANG -  Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) didorong bertransformasi menjadi organisasi yang profesional, solid, dan responsif dalam menghadapi berbagai situasi kebencanaan maupun dinamika ketertiban di daerah.

Dorongan tersebut disampaikan dalam Apel Akbar Satlinmas dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang dirangkaikan dengan Deklarasi Pengukuhan serta Pelantikan DPP dan DPD Satlinmas Indonesia.

Ketua Pembina Satlinmas sekaligus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, menegaskan bahwa keberadaan Satlinmas harus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan dan sinergi dengan berbagai unsur pemerintahan serta masyarakat.

“Satlinmas tidak perlu berlomba menjadi besar dalam nama. Yang terpenting adalah kuat dalam pengabdian, tertib dalam organisasi, dan nyata dalam karya. Jaga keamanan masyarakat, jaga persatuan, dan jangan pernah menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan bangsa dan negara,” tegas Maruli.

Sementara itu, Mewakili Koordinator Satlinmas, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menilai Satlinmas memiliki posisi strategis karena berada paling dekat dengan masyarakat.

Dalam penanganan bencana, Satlinmas dapat berperan sebagai penghubung antara masyarakat dengan pemerintah dan unsur terkait. Perannya mencakup penyampaian informasi, dukungan kesiapsiagaan, hingga membantu masyarakat saat terjadi bencana sesuai tugas dan kewenangannya.

“Dalam setiap tahapan penanganan bencana, Satlinmas dapat membantu menyampaikan informasi, mendukung kesiapsiagaan, serta membantu masyarakat sesuai kemampuan dan kewenangannya. Penanganan bencana tidak berhenti pada evakuasi, tetapi juga mencakup pemulihan kehidupan masyarakat,” ujar Tito.

Selain bencana alam, Satlinmas juga diminta berperan dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), terutama melalui deteksi dini, pemantauan kondisi lingkungan, serta edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Di tingkat daerah, peran tersebut turut dijalankan oleh Linmas Kota Bandar Lampung. Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan Linmas memiliki peran penting dalam membantu masyarakat, baik ketika terjadi bencana, kegiatan sosial, maupun dalam mendukung edukasi pembangunan daerah.

“Alhamdulillah, untuk Linmas kita selalu siap membantu masyarakat saat ada bencana, kegiatan sosial, dan edukasi terkait pembangunan Kota Bandar Lampung. Linmas kita juga selalu berkoordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas terkait dinamika yang terjadi di lapangan,” ungkap Eva Dwiana.

Penguatan peran Satlinmas diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, mempercepat penyampaian informasi dari lapangan, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, dan unsur terkait lainnya dalam menghadapi berbagai situasi darurat. (*)

Danrem 044/Gapo Sambut Kehadiran Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Palembang


REFORMASI-ID | Palembang – Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.I.P., M.M., mendampingi Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., menyambut kedatangan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Jumat (28/8/2026).

Kedatangan orang nomor satu di jajaran TNI Angkatan Darat tersebut disambut langsung oleh Pangdam II/Sriwijaya bersama Danrem 044/Gapo dan pejabat terkait sebagai bentuk penghormatan sekaligus kesiapan jajaran dalam mendukung rangkaian agenda Kasad selama berada di wilayah Sumatera Selatan.

Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak hadir di Kota Palembang dalam rangka menghadiri Apel Akbar Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas). Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kasad juga diagendakan mengikuti deklarasi, pengukuhan dan pelantikan sebagai Ketua Pembina Teknis DPP Aslinmas.

Kehadiran Kasad dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat pembinaan dan sinergi antara TNI AD dengan berbagai komponen masyarakat, khususnya Satlinmas, dalam mendukung terciptanya ketenteraman, ketertiban serta kesiapsiagaan masyarakat.

Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud menyampaikan bahwa jajaran Korem 044/Gapo siap mendukung rangkaian kunjungan dan kegiatan Kasad di wilayah Sumatera Selatan.

“Jajaran Korem 044/Gapo siap mendukung seluruh rangkaian kegiatan Bapak Kasad selama berada di Palembang. Kehadiran beliau tentunya menjadi kehormatan sekaligus memberikan motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pengabdian dan memperkuat sinergi bersama seluruh komponen masyarakat,” ujar Danrem.

Selanjutnya, Kasad beserta rombongan melanjutkan rangkaian agenda yang telah dijadwalkan selama kunjungan di Kota Palembang. (Mdn) 

Lagi Liputan, Diduga Wartawan Dianiaya Di UIN Radin Intan Hingga Lebam Lalu Disekap 1 Jam


REFORMASI-ID | Lampung - Dua wartawan Media Akurat Lampung, Ade dan Zul, diduga menjadi korban penganiayaan serta penyekapan di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Radin Intan Lampung, mendatangi Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung. pada Kamis (27/8/2026).

Kedatangan mereka bersama sejumlah puluhan jurnalis Kota Bandar Lampung bertujuan untuk meminta dukungan moral dan pengawalan hukum agar aparat kepolisian mengusut tuntas kasus penganiayaan dan penyekapan yang dialami kedua wartawan Ade dan Zul.

Kedatangan para jurnalis ini diterima langsung oleh Sekretaris PWI Lampung, Andi Panjaitan, didampingi Ketua Lembaga Advokasi dan Konsultasi Hukum (LAKH) PWI Lampung, Kusmawati Fatahong.

Adapun kronologi kejadian bermula saat Ade dan Zul hendak melakukan peliputan terkait proyek pembangunan gapura di UIN Radin Intan Lampung yang dinilai mangkrak sejak tahun 2024. 

Korban menegaskan bahwa mereka telah mengikuti prosedur penulisan berita yang benar dengan melakukan konfirmasi terlebih dahulu ke Humas.

"Kami sebelum datang ke UIN terlebih dahulu menghubungi Pak Fahmi selaku Humas UIN, dan sudah diperbolehkan untuk datang meliput. Makanya kami datang. Kami datang baik-baik mau meliput dengan mengambil foto dan video pembangunan gapura UIN yang menurut kami lama pengerjaannya sejak 2024 sampai sekarang," ujar Zul saat memberikan keterangan di Kantor PWI.

Zul menambahkan, saat tiba di lokasi, pihak satuan pengamanan (Satpam) kampus juga sempat menelepon pihak Humas untuk memastikan izin tersebut. Humas UIN pun membenarkan bahwa kedua jurnalis telah mengantongi izin peliputan. Namun, situasi mendadak berubah menjadi anarkis ketika pengawas proyek gerbang mendatangi mereka.

"Ada sejumlah laki-laki datang secara  tiba-tiba kami dipukuli, lalu handphone mau dirampas. Tapi saya keburu lari mencari pertolongan, sedangkan teman saya, Ade, ditarik sama mereka. Tragisnya, para Satpam UIN hanya membiarkan dan menonton saat saya berteriak-teriak meminta tolong. Saya akhirnya menghubungi kawan-kawan di Forwako," lanjut Zul.

Merespons aduan tersebut, PWI Lampung melalui Lembaga Advokasi dan Konsultasi Hukum menyatakan sikap tegas untuk mengawal kasus kekerasan pers ini. PWI Lampung mendesak pihak kepolisian untuk segera menangkap para pelaku penganiayaan dan penyekapan, serta mendesak pihak kampus UIN Radin Intan mengevaluasi kinerja oknum Satpam yang melakukan pembiaran terhadap tindak pidana di area kampus. (*) 

27 Agustus 2026

Perkuat Pencegahan Karhutla di Sumsel, Danrem 044/Gapo Gencarkan Penyuluhan


REFORMASI-ID | Palembang – Upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Sumatera Selatan terus diperkuat. Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud lakukan penyuluhan Karhutla sebagai langkah meningkatkan kesadaran dan peran aktif masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan penyuluhan tersebut menjadi bagian dari langkah Korem 044/Gapo dalam meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat upaya pencegahan Karhutla sejak dini. Edukasi kepada masyarakat dinilai menjadi salah satu langkah penting, mengingat sebagian besar potensi kebakaran dapat ditekan apabila masyarakat memahami bahaya dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran.

Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak boleh hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Pencegahan, deteksi dini, pemantauan wilayah rawan dan respons cepat harus berjalan secara berkesinambungan.

“Pencegahan harus menjadi prioritas. Jangan sampai kita menunggu api membesar baru melakukan tindakan. Dengan deteksi dini, kepedulian dan partisipasi masyarakat, potensi Karhutla dapat kita tekan sejak awal,” tegas Brigjen TNI Khabib Mahfud.

Menurut Danrem, jajaran Korem 044/Gapo melalui Kodim dan Babinsa akan terus berada di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi, melakukan pemantauan wilayah rawan serta membangun komunikasi dengan masyarakat apabila ditemukan indikasi terjadinya Karhutla.

Tak hanya itu paparnya. Penyuluhan juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dampak Karhutla, baik terhadap kesehatan, lingkungan maupun aktivitas sosial dan ekonomi. Masyarakat diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. 

"Laporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap diwilayahnya," pungkas Danrem 044/Gapo. (Mdn) 

Perkuat Jati Diri dan Sejarah Kepolisian, Kapolda Sumsel Bangun Monumen Juang


REFORMASI-ID | PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan memulai pembangunan Monumen Juang Polisi Sumatera Selatan melalui peletakan batu pertama di lingkungan Mapolda Sumsel, Kamis (27/8/2026). 

Pembangunan monumen yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Juang Polri tersebut merupakan upaya merawat sejarah, menghormati pengabdian para pendahulu, sekaligus mewariskan nilai-nilai perjuangan kepada generasi penerus Polri.

Peletakan batu pertama dilaksanakan Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Sumatera Selatan Ny. Eka Sandi Nugroho, Wakapolda Sumsel, serta jajaran Pejabat Utama Polda Sumsel.

Monumen Juang Polisi Sumatera Selatan dirancang bukan sekadar sebagai bangunan monumental, tetapi sebagai ruang ingatan yang menggambarkan perjalanan panjang kepolisian di Sumatera Selatan, mulai dari masa perjuangan kemerdekaan hingga pengabdian Polri kepada masyarakat pada era Presisi.

Relief monumen akan memuat lima tema besar perjalanan kepolisian, yakni masa penjajahan Belanda dan Jepang, pengibaran Merah Putih pada 1945, perjuangan mempertahankan kemerdekaan 1945–1949, pembentukan dan perkembangan Polda Sumsel, serta pengabdian Polda Sumsel kepada masyarakat pada masa kini.

Salah satu peristiwa yang diabadikan adalah pengibaran Bendera Merah Putih di Kantor Polisi 10 Ulu Palembang pada akhir Agustus 1945. Sekitar 100 anggota polisi ketika itu mengikuti upacara yang dilanjutkan dengan sumpah kesetiaan kepada Pemerintah Republik Indonesia. Peristiwa tersebut menjadi salah satu penanda keberpihakan anggota kepolisian kepada Republik pada masa awal kemerdekaan.

Jejak perjuangan polisi bersama tentara, laskar, dan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan juga menjadi bagian penting dari relief. Termasuk perjuangan dalam Pertempuran Lima Hari Lima Malam di Palembang pada 1–5 Januari 1947 serta kiprah sejumlah tokoh kepolisian dalam mempertahankan kemerdekaan hingga 1949.

Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol. Sudrajat Hariwibowo, S.I.K., M.Si., selaku Ketua Pelaksana Pembangunan Monumen menegaskan komitmen untuk menggali dan mendokumentasikan sejarah perjuangan polisi di Sumatera Selatan.

“Materi sejarah disusun dengan mengacu pada arsip dan dokumen kepolisian, literatur sejarah, dokumentasi foto dan media, serta keterangan keluarga maupun ahli waris pelaku sejarah. Salah satunya diperkuat melalui keterangan keluarga almarhum AKBP Agoestjik Bakri, yang telah dikunjungi secara langsung oleh Bapak Kapolda dalam kegiatan anjangsana,” ujar Kombes Pol. Sudrajat Hariwibowo, S.I.K., M.Si.


Terkait material relief, Karo SDM menjelaskan bahwa pengerjaan akan dilakukan oleh pengrajin dari Boyolali menggunakan plat tembaga premium dengan berat keseluruhan kurang lebih 360 kilogram. Material tersebut dipilih untuk menghasilkan ukiran yang lebih timbul, detail relief yang maksimal, sekaligus mendukung kekuatan dan daya tahan monumen dalam jangka panjang.

"Keseluruhan pembangunan Monumen Juang Polisi Sumatera Selatan ditargetkan selesai pada Oktober 2026," jelasnya.

Selain merekam sejarah masa lalu, bagian relief juga akan menggambarkan wajah Polda Sumsel pada era Presisi melalui berbagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, antara lain pelayanan publik, ketahanan pangan, tata kelola sumur minyak masyarakat, Command Center, bantuan sosial, penyediaan air bersih, pembangunan infrastruktur, hingga sinergi Forkopimda sebagai Super Team.

"Kehadiran berbagai tema tersebut menjadikan monumen sebagai penghubung antara sejarah perjuangan dan wajah pengabdian kepolisian pada masa kini. Nilai perjuangan para pendahulu diharapkan tidak berhenti sebagai catatan sejarah, tetapi menjadi inspirasi dalam menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin dekat dengan masyarakat," tuturnya.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan pembangunan monumen tersebut diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus pengingat bagi seluruh personel bahwa pengabdian Polri saat ini merupakan kelanjutan dari perjuangan para pendahulu.

“Monumen ini bukan hanya untuk mengenang perjalanan sejarah, tetapi juga untuk menghidupkan nilai perjuangan itu dalam setiap pelaksanaan tugas. Generasi Polri saat ini harus menjaga warisan tersebut melalui integritas, profesionalisme, prestasi, dan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Monumen yang mengusung semangat “Merawat Ingatan, Menghormati Pengabdian, dan Mewariskan Nilai Perjuangan” tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi personel Polri, generasi muda, dan masyarakat mengenai perjalanan kepolisian di Bumi Sriwijaya.

Menurut Nandang. Melalui pembangunan Monumen Juang Polisi Sumatera Selatan, Polda Sumsel ingin memastikan sejarah perjuangan tidak berhenti sebagai cerita masa lalu. Nilai keberanian, pengorbanan, kesetiaan kepada NKRI, serta pengabdian kepada masyarakat diharapkan terus hidup.

"Menjadi semangat bagi setiap personel untuk tidak hanya menjadi pewaris sejarah, tetapi turut menciptakan sejarah melalui pengabdian terbaiknya," pungkas kabidhumas Polda Sumsel. (Mdn) 

26 Agustus 2026

Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri Tinjau Langsung Obvitnas Ketenagalistrikan PT PLN UP2D Jateng



REFORMASI-ID | Semarang - Guna memastikan keamanan dan keandalan pasokan energi listrik sebagai salah satu Objek Vital Nasional (Obvitnas), Tim Audit Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri melaksanakan kegiatan Audit Implementasi SMP di lingkungan PT PLN (Persero) UP2D – UID Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan audit yang berpusat di Ruang Borobudur Kantor PT PLN UID Jateng dan PT PLN UP2D Jateng ini difokuskan pada pengamanan instalasi vital ketenagalistrikan, khususnya area Distribution Control Center (DCC) dan Ruang Server SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition).

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan resmi (Opening Meeting) yang dihadiri langsung oleh Penanggung Jawab Tim Audit, Brigjen Pol Dr. Drs. Ignatius Agung Prasetyoko, S.H., M.H., Ketua Tim Audit Kombes Pol Joseph Febriano Hartono Mandagi, S.I.K., serta General Manager PT PLN UID Jateng, Bramantyo Anggun Pambudi. Turut hadir jajaran pejabat struktural PLN UID Jateng, Tenaga Ahli SMP Ir. Mangasa Ritonga, M.M., serta tim audit internal Polri.

Dalam sambutannya, Penanggung Jawab Tim Audit, Brigjen Pol Dr. Drs. Ignatius Agung Prasetyoko, S.H., M.H., menegaskan pentingnya penerapan standar pengamanan yang ketat dan terintegrasi pada objek vital nasional. Menurutnya, keandalan infrastruktur sistem kontrol dan server kelistrikan PLN berdampak langsung terhadap stabilitas pelayanan publik dan perekonomian masyarakat.

Senada dengan hal tersebut, General Manager PT PLN UID Jateng, Bramantyo Anggun Pambudi, menyambut baik pelaksanaan audit ini sebagai wujud komitmen PLN dalam meningkatkan kepatuhan tata kelola pengamanan serta mitigasi risiko terhadap potensi gangguan fisik maupun operasional.

Pada hari pertama pelaksanaan audit, tim gabungan Ditpamobvit Polri melakukan serangkaian tinjauan lapangan secara mendalam ke berbagai titik perimeter dan objek penting di area PT PLN UP2D Jateng, meliputi, Pos Pengamanan Utama (Pos Jaga), Ruang Dispatcher (Distribution Control Center)Ruang Server SCADA;
Area Genset Cadangan dan Rumah Pompa Hydrant (Sistem Proteksi Kebakaran)

Selain verifikasi lapangan, Tim Audit juga melaksanakan sesi wawancara dan telaah dokumen teknis terkait Elemen 1: Komitmen dan Kebijakan Manajemen bersama jajaran manajemen dan Tim SMP PLN UP2D Jateng.

Ketua Tim Audit, Kombes Pol Joseph Febriano Hartono Mandagi, S.I.K., menyampaikan bahwa audit implementasi ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepatuhan serta memastikan kesiapan sistem proteksi pengamanan PLN berjalan sesuai standar Perpol No. 7 Tahun 2019 tentang Sistem Manajemen Pengamanan Obvitnas. Kegiatan audit akan berlangsung secara bertahap guna memastikan seluruh aspek pengamanan fisik, personel, informasi, hingga penanganan kedaruratan terpenuhi secara optimal.

Sabet Medali Emas, Prajurit YONIF 7 MARINIR Juarai Kejuaraan Pencak Silat PDM Kota Bandar Lampung


REFORMASI-ID | LAMPUNG - Prajurit Muda Batalyon Infanteri 7 Marinir raih juara 1 dan juara 2 dalam Kejuaran Pencak Silat PDM Kota Bandar Lampung. Selasa (25/08/2026).

Dalam kejuaraan kali ini, Pratu Mar Agung Dwi Kurniawan Kembali berhasil meraih Juara 1 dan mengusung medali emas berturut turut dalam kejuaraan Gubernur Cup Kelas G Putra Dewasa 75-80 Kg. Sedangkan Prajurit Pratu Mar Risandi prajurit Batalyon Infanteri 7 marinir mendapatkan juara 2 dan meraih perak dalam kejuaraan Gubernur Cup di kelas D Putra 60 - 65 kg. Atlit muda Ajabra tersebut menjadi yang terbaik di kelasnya dan memperoleh Medali Emas dan medali perak.

Komandan Batalyon Infanteri 7 Marinir Letkol Mar M. Kristian Widiantoro, M.Tr.Opsla. menyampaikan. Diharapkan dengan keberhasilan tersebut dapat menambah pengalaman dan motivasi yang tinggi bagi prajurit untuk menghadapi ajang kejuaraan yang lebih bergengsi kedepannya serta dapat mengharumkan nama satuan dan TNI AL.

"Selamat atas prestasinya, tetap berlatih dengan penuh semangat sehingga selalu siap dalam kejuaraan dan pertandingan berikutnya," ungkapnya. (Mdn) 

Police Expo 2026 Jadi Ruang Edukasi Generasi Muda tentang Kamtibmas


REFORMASI-ID | BANYUASIN — Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho menegaskan pentingnya kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Rabu, 26/08/2026.

Pesan tersebut disampaikan Kapolda saat membuka Banyuasin Police Expo 2026 yang mengusung semangat Proklamasi dan Hari Juang Polri.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, Wakil Bupati Banyuasin Ir. Netta Indian, S.P., Ketua DPRD Kabupaten Banyuasin Abdul Rais, S.M., unsur Forkopimda, serta masyarakat.

Dalam sambutannya, Kapolda mengatakan semangat perjuangan kepolisian dalam perjalanan sejarah bangsa perlu terus dihidupkan dan diwujudkan melalui kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan saat ini.

"Keberadaan polisi dari sejarah telah terbukti bahwa sejak empat hari setelah Indonesia merdeka, Polisi Istimewa sudah ada dan mendukung pemerintahan hingga saat ini. Semangat Proklamasi 17 Agustus yang masih menyala, ditambah bensin lagi dengan Hari Juang Polri tanggal 21 Agustus ini," ujar Kapolda.

Menurutnya, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga situasi keamanan. Dukungan pemerintah daerah, DPRD, TNI, Forkopimda, serta seluruh lapisan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan kondisi yang aman dan tertib.

"Kepolisian tidak mampu bekerja sendiri. Tanpa dukungan pemerintah daerah, tanpa dukungan dari Pak Ketua Dewan, dari teman-teman TNI, semua Forkopimda, dan masyarakat sekalian, kepolisian tidak akan bisa bekerja dengan baik," tegasnya.

Karena itu, Kapolda mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mengambil peran dalam menjaga keamanan dan ketertiban, dimulai dari lingkungan masing-masing.

"Mari kita jaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kita secara bersama-sama, karena kita menyadari dan kita yakin bahwa keamanan adalah milik kita bersama," ajaknya.

Banyuasin Police Expo 2026 juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Selain menghadirkan informasi mengenai rekrutmen Polri, kegiatan tersebut memberikan literasi tentang bahaya narkoba, pencegahan bullying, serta antisipasi penyalahgunaan teknologi, termasuk perkembangan dan potensi penyalahgunaan Artificial Intelligence (AI).

Kapolda turut mengingatkan para pelajar dan generasi muda agar memanfaatkan masa muda dengan berbagai kegiatan positif sebagai bekal untuk menghadapi masa depan.

"Anak muda, organisasi masyarakat maupun para pelajar sekalian tentunya menjadi harapan orang tua untuk bisa menjadi permata-permata pemimpin yang akan datang. Maka dari itu, pada saat sekarang perlu diisi dengan hal-hal yang positif yang bisa menjadikan modal untuk ke depan," pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya mengatakan, Police Expo menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan Polri dengan masyarakat sekaligus meneruskan semangat perjuangan melalui kolaborasi.

"Semangat juang pahlawan kepolisian di masa lampau kini bertransformasi menjadi semangat kolaborasi. Lewat sinergi yang kokoh antara aparat dan seluruh lapisan warga, kita pastikan keamanan bukan sekadar tugas polisi, melainkan milik bersama. Sesuai dengan tekad yang terus kita gaungkan: Nyago Bumi Sriwijaya, Aman Bae!" tegas Kombes Pol Nandang.

Melalui Banyuasin Police Expo 2026, Polda Sumsel terus mendorong penguatan sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Sumatera Selatan. (Mdn) 

Pastikan Tak Ada Api Kembali, Brimob Kalbar Patroli Karhutla di Bekas Lokasi Karhutla



REFORMASI-ID | Kalbar - Patroli Tim Siaga Karhutla Satbrimob Polda Kalbar merupakan salah satu langkah deteksi dini Polri dalam mencegah kemunculan api di lokasi yang rawan akan terjadinya Karhutla di Provinsi Kalbar, Selasa (25/08/26).

Dansatbrimob Polda Kalbar Kombes Pol. Dede Rojudin, S.I.K., M.H., M.Han. terus memerintahkan kepada jajarannya untuk melaksanakan patroli kebeberapa titik yang rawan akan terjadinya Karhutla di Provinsi Kalbar. 

Lokasi yang menjadi sasaran kegiatan patroli jajaran Satbrimob Polda Kalbar hari ini adalah Desa Sungai Bening, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas yang beberapa hari yang lalu lokasi tersebut telah terjadi karhutla.

Pada patroli hari ini personel melakukan pemantauan lahan yang sebelumnya terbakar seperti memastikan lokasi tersebut benar-benar sudah tidak ada titik api mengingat sebagian besar lahan Kota dan Kabupaten di Provinsi Kalbar adalah lahan gambut yang apabila sudah terbakar akan sulit untuk dipadamkan. 

Iptu Heru Suwoko selaku Dantim pada pelaksanaan kegiatan patroli hari ini mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya Satbrimob Polda Kalbar untuk mencegah terjadinya karhutla di Provinsi Kalbar. Pada pelaksanaan patroli hari ini mereka juga menghimbau masyarakat yang berada dilokasi karhutla untuk selalu waspada dan meminta mereka untuk melaporkan kepada pihak berwajid apabila menemukan oknum masyarakat yang melakukan pembakaran dilokasi tersebut.

”Patroli ini merupakan upaya yang kami lakukan untuk mencegah kembali terjadinya karhutla di Desa Sungai Bening yang beberapa waktu yang lalu terbakar. Kami bersama personel Polsek Sajingan Besar dan personel Koramil 1208-02/Sejangkung  juga melakukan pengecekan dilokasi karhutla seperti menggali tanah lokasi bekas terjadinya karhutla dengan tujuan untuk memastikan lokasi tersebut sudah benar-benar tidak ada api", ujarnya.

"Kami juga berterimakasih kepada masyarakat karena telah melaporkan kemunculan api sehingga kami cepat bergerak melakukan upaya pemadaman sehingga api tidak meluas ke pemukiman mereka”, lanjut Iptu Heru Suwoko.

Tiga Laporan Masuk, Brimob Langsung Bergerak Evakuasi Barang Warga di Maki



REFORMASI-ID | Manggarai, NTT - Tiga laporan warga terkait rumah terdampak gempa bumi di wilayah Maki, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, langsung ditindaklanjuti Satuan Tugas SAR Korps Brimob Polri, Rabu (26/8/2026).

Sebanyak 15 personel Satgas SAR Brimob Polri yang ditempatkan di Sektor Lamba Leda Utara, di bawah pimpinan Ipda Alfonsius Anselmus S, bergerak menuju lokasi untuk membantu warga mengevakuasi barang dari rumah terdampak.

Laporan pertama diterima dari Ibu Ermelinda Ivoni Sale. Pada pukul 08.10 WITA, personel bergerak menuju lokasi di RT 007/RW 004 untuk melaksanakan evakuasi barang.

Tak berselang lama, pada pukul 08.30 WITA, personel kembali bergerak menindaklanjuti laporan dari Ibu Maria di lokasi yang sama. Evakuasi kemudian dilanjutkan pada pukul 08.50 WITA setelah laporan dari Bapak Alfian diterima. Kali ini, personel menuju rumah terdampak di RT 002/RW 004.

Dalam rentang waktu kurang dari satu jam, tiga laporan warga ditindaklanjuti oleh personel di lapangan. Barang-barang yang masih dapat diselamatkan dievakuasi dari rumah terdampak menuju tempat yang lebih aman.

Gerak cepat tersebut menjadi bagian dari upaya Satgas SAR Korps Brimob Polri BKO Polda NTT dalam memberikan perlindungan dan bantuan langsung kepada masyarakat terdampak gempa. Kehadiran personel tidak hanya berfokus pada penanganan korban, tetapi juga membantu warga mengamankan barang yang masih dapat diselamatkan dari rumah terdampak bencana.

Bantu Warga Selamatkan Harta Benda, Personel SAR Korbrimob Bergerak ke Satar Padut



REFORMASI-ID | Manggarai, NTT - Di tengah rumah-rumah warga yang masih terdampak bencana gempa bumi, upaya menyelamatkan barang berharga menjadi perhatian penting. Satuan Tugas SAR Korps Brimob Polri BKO Polda NTT bergerak membantu warga mengevakuasi barang dari rumah terdampak gempa di Kampung Nanga Lirang, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Rabu (26/8/2026).

Sebanyak 15 personel Satgas SAR yang ditempatkan di Sektor Lamba Leda Utara, di bawah pimpinan Ipda Alfonsius Anselmus S, bergerak menuju lokasi pada pukul 07.45 WITA. Kehadiran personel difokuskan untuk membantu warga mengamankan barang-barang berharga dari rumah yang terdampak bencana.

Proses evakuasi dilakukan dengan memperhatikan kondisi bangunan serta keselamatan warga dan personel. Barang-barang yang masih dapat diselamatkan dipindahkan dari rumah terdampak ke lokasi yang lebih aman.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari respons kemanusiaan Korps Brimob Polri dalam mendampingi masyarakat terdampak gempa. Selain penanganan kedaruratan, upaya membantu warga mengamankan harta benda menjadi langkah penting untuk mengurangi kerugian akibat bencana.

Melalui kehadiran personel di lapangan, Brimob terus berupaya memberikan bantuan secara langsung kepada masyarakat di wilayah terdampak, sekaligus memastikan warga mendapatkan pendampingan dalam menghadapi situasi pascabencana.

Remaja Kampung Penggilingan Sukses Selenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw



REFORMASI-ID | Bekasi - Para remaja Kampung Penggilingan Tengah RT 02/06, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan menggelar peringatan Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriyah, Selasa (25/8/26) malam.

Meski mereka (Para remaja-red) baru pertama kali menggelar peringatan Maulid Nabi tersebut, namun terbilang sukses. 

Ditambah bisa menghadirkan penceramah kondang dari Kampung Ujung Malang, Kelurahan Bahagia yakni KH Nur Anwar Amin, Lc, MA.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut, para tokoh masyarakat di antaranya: Ketua Yayasan Al Furqaan Kebalen Achmad Ferdiansyah dan jajaran, serta Dewan Penasehat Yayasan Al Furqaan H Sihabudin.

Selain itu, Ketua DKM Al Furqaan Musfiri, Dewan Penasehat DKM Al Furqaan H Ismail Soleh serta tokoh pemuda yang telah mensupport kegiatan tersebut yaitu Sudarlim 

Ketua Panitia Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Adam Aldrian Tri Budiarto dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah mensupport berlangsungnya acara tersebut.

"Atas nama panitia mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada bapak/ibu yang telah mensupport acara ini. Juga para donatur yang telah membantu demi lancarnya acara ini," ucapnya.

Ketua RT 02/06 Kampung Penggilingan Tengah, Kelurahan Kebalen, Musfiri dalam sambutannya mengapresiasi atas kerja keras seluruh panitia yang telah mensukseskan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut.

"Kami mengapresiasi segenap panitia yang menurut saya sukses menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini," ujarnya.

Tak lupa dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada para warga RT 02/06 Kelurahan Kebalen dan donatur yang telah mensupport acara tersebut. 

Sebelumnya, panitia juga menggelar sejumlah perlombaan di antaranya fashion show, lomba mewarnai untuk usia 4-6 tahun, lomba kaligrafi, sambung Ayat Alquran dan lomba adzan.

Untuk diketahui, para peserta yang mengikuti lomba tersebut merupakan santriwan/santriwati yang menimba ilmu di TPQ Al Furqaan 

Sementara itu, Supandi selaku Ketua RW 06 dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah mensukseskan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Dia juga mengapresiasi para warga Kampung Penggilingan Tengah RT 02/06 Kelurahan Kebalen yang telah mensupport suksesnya peringatan Maulid Nabi Muhammad tersebut.

Supandi tak lupa mengajak kepada para orang tua yang memiliki anak usia dini agar menuntut ilmu di TPQ Al Furqaan.

Dalam tausiahnya, KH Nur Anwar Amin, Lc, MA berharap agar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW digelar setiap tahun, untuk mengingat akhlak Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang jatuh tiap 12 Rabiul Awal.

Dikatakan, tujuannya adalah mengingat dan meneladani akhlak Rasulullah SAW. Selain itu, belajar dari sifat Nabi yang jujur, amanah, sabar, penyayang dan dermawan. 

Di samping itu, memperkuat cinta kepada Rasulullah SAW. 

"Dengan membaca sholawat, sirah nabi, ceramah agar iman kita makin kuat dan rasa cinta kepada beliau semakin bertambah," imbuhnya. √

Polda Lampung Perkuat Sinergi Mitigasi Hoaks dan Ujaran Kebencian di Media Sosial


REFORMASI-ID | LAMPUNG – Polda Lampung terus memperkuat langkah pencegahan penyebaran berita bohong (hoaks) dan ujaran kebencian di ruang digital sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di Provinsi Lampung.

Upaya tersebut dilakukan Direktorat Pembinaan Masyarakat (Dit Binmas) Polda Lampung melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Mitigasi Hoaks dan Ujaran Kebencian di Media Sosial Guna Mewujudkan Kamtibmas yang Kondusif di Provinsi Lampung”, yang digelar di Ballroom Hotel Golden Tulip, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Direktur Binmas Polda Lampung yang diwakili Wakil Direktur Binmas Polda Lampung AKBP Abdul Rahman Napitupulu, S.H., M.M.

FGD menjadi wadah untuk memperkuat sinergi sekaligus meningkatkan pemahaman berbagai pihak dalam menghadapi dinamika penyebaran informasi di media sosial, khususnya konten hoaks, provokasi, maupun ujaran kebencian yang berpotensi mengganggu stabilitas Kamtibmas.

AKBP Abdul Rahman menekankan pentingnya membangun kesadaran bersama dalam menggunakan media sosial secara bijak. Masyarakat diharapkan tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum diketahui kebenarannya.

Menurutnya, ruang digital memiliki peran besar dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, pemanfaatannya harus diiringi dengan tanggung jawab, kehati-hatian, serta kemampuan untuk memilah dan memverifikasi setiap informasi sebelum dibagikan.

“Setiap informasi yang diterima perlu disaring dan diverifikasi terlebih dahulu. Jangan sampai media sosial justru menjadi ruang penyebaran hoaks, provokasi dan ujaran kebencian yang dapat memicu gangguan Kamtibmas,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan ruang digital yang sehat, aman dan damai dengan mengedepankan etika serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang bersifat memecah belah.

Polda Lampung melalui Dit Binmas juga terus mendorong edukasi dan komunikasi kepada masyarakat agar semakin cerdas dalam bermedia sosial. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah potensi konflik sejak dini sekaligus menjaga situasi Kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Mari bersama-sama bijak bermedia sosial. Saring sebelum sharing, pastikan informasi yang diterima benar dan tidak mengandung unsur provokasi maupun ujaran kebencian,” pungkasnya.

Melalui kegiatan FGD ini, Polda Lampung berharap terbangun kesadaran kolektif di tengah masyarakat untuk menjadikan media sosial sebagai sarana komunikasi yang positif, sekaligus memperkuat persatuan dan menjaga kondusivitas di Provinsi Lampung. (Mdn) 

25 Agustus 2026

Ikuti Shalat Istisqa, Kapolda Doakan Hujan Turun di Sumatera Selatan


REFORMASI-ID | PALEMBANG — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., bersama unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga mengikuti Shalat Istisqa berjamaah di Halaman Griya Agung Palembang, Selasa (25/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun di wilayah Sumatera Selatan.

Shalat Istisqa dilaksanakan di tengah kondisi musim kemarau yang berpotensi menimbulkan kekeringan sekaligus meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Ikhtiar spiritual tersebut menjadi bagian dari kepedulian bersama menghadapi dampak kondisi cuaca yang terjadi.

Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dengan pembukaan dan sambutan Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M., kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan Shalat Istisqa berjamaah, ceramah agama, dan doa bersama agar Sumatera Selatan segera memperoleh hujan yang bermanfaat.

Kapolda Sumsel hadir bersama sejumlah Pejabat Utama Polda Sumsel, di antaranya Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol. Sudrajad Hariwibowo, S.I.K., M.Si., Dir Samapta Polda Sumsel Kombes Pol. Ridwan Raja Dewa, S.I.K., Dir Polairud Polda Sumsel Kombes Pol. Heru Agung Nugroho, S.I.K., Kabid Propam Polda Sumsel Kombes Pol. Raden Azis Safiri, S.I.K., CPHR., Kabid Kum Polda Sumsel Kombes Pol. Sigit Adiwuryanto, S.I.K., serta perwakilan personel Polda Sumsel.


Shalat Istisqa tersebut diikuti unsur pemerintah daerah, kepolisian, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga sekitar. Seluruh peserta bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun sehingga kondisi kemarau dan berbagai dampaknya dapat segera teratasi.

Sejumlah pejabat daerah turut hadir, di antaranya Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M., perwakilan Pangdam II/Sriwijaya, Kajati Sumsel Nurcahyo, J.M., S.H., M.H., Sekda Prov. Sumsel Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H., Danlanal Palembang Kolonel Laut (P) Arry Hendrawan, M.Tr.Opsla., Danlanud SMH Palembang Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya, M.M.S., Wali Kota Palembang Drs. H. Ratu Dewa, M.Si., para Kepala OPD Provinsi Sumsel, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.

Kebersamaan tersebut mencerminkan kepedulian lintas elemen dalam menghadapi tantangan kekeringan, cuaca ekstrem, dan potensi karhutla. Selain ikhtiar spiritual melalui doa bersama, sinergi seluruh unsur tetap menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai dampak musim kemarau di Sumatera Selatan.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan keikutsertaan Kapolda Sumsel beserta jajaran dalam Shalat Istisqa merupakan wujud kepedulian Polri terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat. Polri tidak hanya hadir dalam menjaga kamtibmas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar bersama ketika masyarakat menghadapi kondisi seperti musim kemarau dan ancaman karhutla. 

"Semoga doa yang dipanjatkan bersama menjadi ikhtiar agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa manfaat bagi masyarakat Sumatera Selatan,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Menurutnya, kebersamaan antara ulama, umara, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam menghadapi berbagai tantangan di daerah. Ikhtiar spiritual tersebut diharapkan berjalan seiring dengan langkah nyata pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengantisipasi dampak musim kemarau.

Dalam pada itu ungkap Kabid Humas Polda Sumsel. Melalui Shalat Istisqa di Griya Agung, jajaran Polda Sumsel bersama Forkopimda dan masyarakat meneguhkan semangat kebersamaan dalam menghadapi kondisi kemarau. 

"Doa bersama tersebut menjadi ikhtiar untuk memohon turunnya hujan yang membawa keberkahan, kesuburan, serta kesejukan bagi Sumatera Selatan dan sekitarnya," tutupnya. (Mdn) 

Mendalami Dialektika Keadilan: Mengapa Buku "Filsafat Hukum" Karya Dr. Ery Setyanegara Menjadi Oasis Akademik


REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN - ​Hukum tidak pernah lahir dalam ruang hampa. Ia tumbuh, bergeser, dan bertransformasi seiring dengan dinamika kebudayaan serta peradaban manusia. Memahami hukum secara dogmatis belaka tanpa menyelami dasar ontologis dan epistemologisnya kerap menjebak praktisi maupun akademisi ke dalam positivisme kaku—sebuah kondisi di mana hukum sering kali dipraktekkan secara teknokratis tanpa jiwa keadilan. Selasa, 25/08/2026.

​Di tengah kehausan literatur yang membedah keadilan dari akar sejarahnya, hadirnya draf karya monumental bertajuk "Filsafat Hukum: Sejarah Perkembangan Hukum dari Zaman Klasik Sampai Modern" karya Dr. Ery Setyanegara, S.H., M.H. menjadi oasis akademik yang amat berharga.

​Secara pribadi, selaku mahasiswa yang kini tengah merampungkan tugas akhir (skripsi) strata satu di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Kalianda (UMK), menerima draf tulisan buku ini secara langsung dari penulisnya menghadirkan kebanggaan sekaligus suntikan intelektual yang luar biasa. Buku ini bukan sekadar deretan lembaran teori, melainkan kompas rasional bagi siapa saja yang ingin memahami mengapa hukum melekat erat dalam setiap ranah aktivitas kehidupan—baik sebagai individu, warga negara, maupun profesional.

​Napas Pragmatis dan Teoretis dalam Satu Diskursus

​Mengamati rekam jejak Dr. Ery Setyanegara, S.H., M.H., karya ini memancarkan kedalaman analisis yang matang. Sebagai dosen di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Kotabumi yang juga aktif dalam dunia advokasi dan kepenulisan, beliau berhasil menjembatani jurang antara teori normatif di ruang perkuliahan dan fakta empiris di lapangan litigasi.

​Buku ini secara komprehensif memetakan evolusi pemikiran hukum:

​Zaman Klasik: Menggali rasionalitas hukum alam dan keadilan substantif era filsuf era Yunani-Romawi.

​Era Transisi hingga Modern: Mengurai perkembangan positivisme, sosiologi hukum, hingga gagasan hukum progresif dan keadilan berperspektif Pancasila.

​Kehadiran kata sambutan dari Dr. Leonard Eben Ezer Simanjuntak, S.H., M.H. (Jaksa Agung Muda Pidana Umum) makin mempertegas bahwasanya kajian filsafat hukum dalam buku ini sangat relevan sebagai tolak ukur analisis bagi penegak hukum dan praktisi litigasi di Indonesia.

​Inspirasi Dalam Penyusunan Karya Ilmiah

​Bagi penstudi hukum yang sedang menyelesaikan tugas akhir, literatur berbobot adalah kunci pembentuk kerangka berpikir ilmiah. Diskursus filsafat yang disajikan Dr. Ery Setyanegara menjadi referensi pembanding yang tajam untuk membedah problematik normatif maupun empiris dalam skripsi.

​Proses akademik ini tentu tidak lepas dari bimbingan konsisten para akademisi UMK yang tak kenal lelah mengarahkan dan menguji kerangka ilmiah saya:

​Dosen Pembimbing I: Pak Syamsul Efendi, S.H., M.H., M.Kn.

​Dosen Pembimbing II: Pak Rudi Hartono, S.H., M.Kn.

​Dosen Penguji: Pak Burhanuddin, S.H., M.H.

​Melalui bimbingan beliau-beliau serta ditopang oleh literatur fundamental seperti karya Dr. Ery Setyanegara, nalar hukum mahasiswa diasah agar tidak sekadar menghafal pasal, melainkan mampu mengkritisi keberlakuan hukum secara etis dan filosofis.

​Refleksi Akhir

​Hukum akan terus berkembang dan menuntut adaptasi tanpa henti. Terbitnya buku "Filsafat Hukum: Sejarah Perkembangan Hukum dari Zaman Klasik Sampai Modern" diharapkan dapat segera menyapa ruang-ruang perpustakaan, meja praktisi, serta khalayak luas.

​Apresiasi setinggi-tingginya disampaikan kepada Dr. Ery Setyanegara, S.H., M.H. atas dedikasi tanpa hentinya dalam memperkaya khazanah keilmuan hukum Indonesia. 

Doa dan harapan terbaik menyertai dedikasi beliau, agar dalam waktu dekat gelar Profesor Hukum (Guru Besar) segera disandang sebagai puncak pengabdian akademik bagi bangsa dan negara.

Oleh: Zahra Nabila DM, (Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Kalianda, Lampung Selatan)

Puluhan Wartawan, Aktivis, dan LSM Tempuh Jalur Hukum Terkait Unggahan Akun TikTok “Abah 80”


REFORMASI-ID | LEBAK, BANTEN — Puluhan wartawan, aktivis, dan pegiat lembaga swadaya masyarakat (LSM) dari berbagai elemen dan daerah berkumpul di Aula Multatuli, Kabupaten Lebak, Selasa (25/8/2026), untuk membahas polemik yang muncul akibat sejumlah unggahan di media sosial TikTok dari akun bernama “Abah 80”.

Pertemuan tersebut membahas konten yang dinilai mendiskreditkan profesi wartawan, jurnalis, dan LSM. Dalam unggahannya, akun tersebut diduga mencibir profesi jurnalis dan LSM dengan menyebut adanya oknum yang hanya datang ke sekolah-sekolah untuk mencari-cari kesalahan serta melakukan tindakan yang dinilai merendahkan profesi.

Pernyataan dalam unggahan tersebut kemudian menuai keberatan dari sejumlah komunitas wartawan, aktivis, dan organisasi masyarakat sipil. Mereka menilai kritik terhadap kinerja individu atau oknum merupakan hal yang sah dalam ruang publik. Namun, penyampaian kritik semestinya tidak digeneralisasi hingga berpotensi merendahkan profesi atau kelompok tertentu.

Sabrudi: Kritik Silakan, Tetapi Jangan Menggeneralisasi Profesi

Koordinator Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Cendekiawan Banten (AMMCB), Sabrudi, mengatakan pihaknya menghormati kebebasan setiap orang untuk menyampaikan pendapat dan kritik di ruang publik.

Namun, menurutnya, kebebasan tersebut tetap harus disertai tanggung jawab, terlebih ketika pernyataan yang disampaikan menyangkut profesi dan kelompok masyarakat tertentu.

«“Kami tidak alergi terhadap kritik. Kalau memang ada wartawan atau LSM yang bekerja tidak sesuai aturan, silakan dikritik dan dilaporkan. Tetapi jangan kemudian perilaku oknum digeneralisasi seolah-olah seluruh wartawan dan LSM seperti itu,” ujar Sabrudi.»

Ia menilai profesi wartawan memiliki fungsi penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat dan melakukan kontrol sosial. Demikian pula keberadaan organisasi masyarakat sipil yang menjalankan fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan maupun pelayanan publik.

“Kalau ada persoalan dengan oknum, sebut oknumnya dan buktikan perbuatannya. Jangan sampai narasi yang dibangun justru mendiskreditkan profesi secara keseluruhan. Ini yang kami persoalkan,” tegasnya.

Sabrudi juga mengatakan bahwa pihaknya memilih menempuh jalur hukum agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat.

“Kami ingin semuanya terang. Karena itu kami serahkan kepada aparat penegak hukum untuk melihat secara objektif, apakah dalam konten tersebut terdapat unsur pelanggaran atau tidak. Jangan masyarakat yang mengambil kesimpulan sendiri,” katanya.

Abdul Kabir: Jangan Jadikan Oknum sebagai Gambaran Seluruh Wartawan

Sementara itu, Ketua Persatuan Pewarta Wartawan Indonesia (PWI), Abdul Kabir, menilai persoalan tersebut perlu disikapi secara proporsional dan tidak emosional.

Menurutnya, jika memang terdapat wartawan yang melakukan tindakan tidak profesional, meminta sesuatu kepada pihak tertentu, atau menjalankan tugas di luar koridor jurnalistik, hal tersebut dapat disampaikan secara terbuka dan dilaporkan kepada organisasi profesi maupun pihak yang berwenang.

“Kalau ada oknum wartawan yang melakukan kesalahan, silakan tunjukkan siapa orangnya, apa perbuatannya, kapan dilakukan, dan apa buktinya. Jangan karena ada oknum, kemudian seluruh wartawan dicap buruk. Itu tidak fair,” kata Abdul Kabir.

Ia menegaskan bahwa wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik memiliki tanggung jawab untuk mencari, memperoleh, mengolah, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat berdasarkan fakta.

“Wartawan memang bekerja melakukan kontrol sosial. Ketika ada persoalan di sekolah, pemerintahan, perusahaan, atau lembaga lainnya, sepanjang memiliki kepentingan publik, wartawan berhak melakukan tugas jurnalistik sesuai aturan dan kode etik,” ujarnya.

Abdul Kabir juga menilai kritik terhadap pers merupakan sesuatu yang wajar dalam negara demokrasi. Namun, kritik harus dibedakan dengan pernyataan yang berpotensi merendahkan atau menggeneralisasi profesi.

“Kami tidak meminta masyarakat untuk membela wartawan secara membabi buta. Kami justru meminta semua pihak menghormati proses hukum dan mekanisme yang ada. Kalau ada wartawan yang salah, proses. Kalau ada pihak yang merasa dirugikan oleh pemberitaan, gunakan hak jawab, hak koreksi, atau mekanisme hukum yang tersedia,” tuturnya.

Ia berharap persoalan unggahan akun TikTok “Abah 80” dapat segera mendapatkan kejelasan melalui pemeriksaan APH.

“Kami tidak ingin persoalan ini menjadi konflik antara wartawan dengan masyarakat. Karena itu, biarkan aparat memeriksa kontennya secara objektif. Kalau memang tidak ada pelanggaran, tentu semua pihak harus menghormati hasilnya. Tetapi kalau ada dugaan pelanggaran, tentu harus diproses sesuai ketentuan,” kata Abdul Kabir.

Sepakat Tempuh Jalur Hukum

Dalam forum yang dihadiri puluhan peserta tersebut, para wartawan, aktivis, dan perwakilan LSM mendiskusikan substansi unggahan, dampaknya terhadap profesi, serta langkah yang akan ditempuh secara hukum.

Hasil pertemuan akhirnya menyepakati untuk membawa persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum (APH) melalui laporan atau pengaduan resmi.

Langkah tersebut dimaksudkan agar materi unggahan dan konteks pernyataan dalam video dapat diperiksa secara objektif sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Para peserta juga menegaskan bahwa langkah hukum tersebut bukan dimaksudkan untuk membungkam kritik. Sebaliknya, mereka meminta agar persoalan tersebut ditempatkan dalam koridor hukum sehingga dapat diketahui apakah terdapat unsur pelanggaran dalam konten yang diunggah akun TikTok “Abah 80”.

Kritik Boleh, Tetapi Harus Berbasis Fakta

Sejumlah peserta dalam pertemuan menilai profesi wartawan dan LSM memiliki fungsi kontrol sosial dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, kritik terhadap kerja wartawan maupun LSM merupakan bagian dari dinamika demokrasi.

Namun, kritik tersebut diharapkan disampaikan berdasarkan fakta, ditujukan kepada individu atau pihak yang memang melakukan kesalahan, dan tidak menggeneralisasi seluruh profesi.

Sabrudi menambahkan bahwa persoalan tersebut seharusnya menjadi momentum bagi semua pihak untuk membangun ruang publik yang sehat.

“Persoalannya bukan siapa yang paling benar atau siapa yang paling kuat. Kalau ada tuduhan, mari dibuktikan. Kalau ada kritik, mari disampaikan dengan data. Kalau ada dugaan pelanggaran hukum, biarkan APH yang memeriksa,” ujarnya.

Senada dengan itu, Abdul Kabir menegaskan bahwa pers dan masyarakat memiliki ruang masing-masing dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.

“Jangan kita saling berhadap-hadapan. Wartawan punya tugas jurnalistik, masyarakat punya hak menyampaikan kritik, dan aparat punya kewenangan untuk menegakkan hukum. Semua harus berjalan sesuai koridor masing-masing,” katanya.

Menunggu Pemeriksaan APH

Dengan adanya kesepakatan tersebut, puluhan wartawan, aktivis, dan LSM yang hadir menyatakan akan menyerahkan persoalan tersebut kepada APH untuk ditelaah lebih lanjut.

Mereka berharap aparat dapat memeriksa secara menyeluruh materi unggahan, konteks pernyataan, serta pihak-pihak yang terkait sehingga persoalan tidak berkembang menjadi konflik antarkelompok.

Para peserta menegaskan, langkah tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap mekanisme hukum sekaligus upaya menjaga marwah profesi jurnalistik dan kerja-kerja masyarakat sipil.

Kini, publik menunggu bagaimana APH menilai dan memproses materi unggahan akun TikTok “Abah 80” tersebut berdasarkan fakta dan ketentuan hukum yang berlaku. (Nang) 

Satbrimob Kalsel Hadir Dukung Tim siaga Karhutla



REFORMASI-ID | Senin, 24 Agustus 2026, Selain aktif menurunkan personel dalam penanganan Karhutla, Satbrimob Polda Kalsel juga menurunkan Kendaraan Dapur Lapangan (Randurlap) dan Mobile Water Treatment di Posko Guntung Damar Kota Banjarbaru.

Dukungan ini untuk menyediakan makanan siap saji dan air minum bagi personel serta para relawan yang terus bekerja tanpa kenal lelah dalam upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan.

Bukan hanya memadamkan api, tetapi juga memastikan para pejuang Karhutla tetap mendapatkan dukungan dan kebutuhan selama bertugas.

Dansat Brimob Kalsel Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Guntung Damar Banjarbaru



REFORMASI-ID | Banjarbaru - Keseriusan Satbrimob Polda Kalimantan Selatan dalam menangani Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali ditunjukkan secara langsung. 

Dansat Brimob Polda Kalsel Kombes Pol. Boy Sutan Binanga Siregar, S.I.K., M.H., bersama Plt. Wadansat dan para PJU kembali turun langsung bergabung dengan Tim Siaga Karhutla untuk berjibaku bersama TNI, instansi terkait, dan para relawan memadamkan kebakaran lahan di kawasan Guntung Damar, Kelurahan Syamsudin Noor, Kota Banjarbaru, Senin (24/8/2026).

Kehadiran langsung pucuk pimpinan Satbrimob Polda Kalsel di tengah upaya pemadaman menjadi bukti nyata komitmen dan keseriusan dalam menghadapi ancaman Karhutla, khususnya di wilayah hukum Polda Kalimantan Selatan.

Dengan semangat dan kerja sama seluruh personel, upaya pemadaman terus dilakukan untuk mengendalikan api sekaligus mencegah kebakaran meluas dan mengancam lingkungan maupun permukiman warga di sekitar lokasi. 

Dalam kegiatan tersebut, personel Brimob bersama tim gabungan menggunakan peralatan water cannon, pompa portable, dan peralatan manual untuk memadamkan titik api serta melakukan pendinginan di area yang rawan terbakar kembali.

Dansat Brimob Polda Kalsel menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengerahkan seluruh kemampuan dan personelnya dalam mendukung upaya penanggulangan Karhutla. 

“Kami tidak akan berhenti sampai api benar-benar padam. Brimob hadir untuk masyarakat. Sinergi dengan TNI, BPBD, dan relawan adalah kunci agar Karhutla tidak meluas,” tegas Kombes Pol. Boy.

Satbrimob Polda Kalsel juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melapor jika menemukan titik api di wilayahnya.

Hadirnya Kendaraan Watergen Brimob, Pelepas Dahaga Warga Pengungsian di Manggarai



REFORMASI-ID | Manggarai - Bagi warga yang masih bertahan di pengungsian pascagempa, sebotol air minum bukan sekadar pelepas dahaga. Di tengah keterbatasan, air bersih menjadi kebutuhan sederhana yang begitu berarti untuk menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Suasana itulah yang terlihat di Posko Pengungsian Barangkolong, Desa Mata Air, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Senin (24/8/2026) sore. Korps Brimob Polri melalui Satgas SAR BKO Polda NTT hadir membawa kendaraan khusus Watergen untuk membantu memenuhi kebutuhan air minum warga.

Sejak pukul 17.00 hingga 18.45 WITA, sebanyak 10 personel Satgas SAR Korbrimob yang dipimpin Komandan Kontingen Tugas (Dankigas) AKP Roy Ronaldo Dansu menyalurkan air minum kepada warga pengungsi.

Menggunakan kendaraan khusus (ransus) Watergen, personel berhasil menghasilkan dan mendistribusikan 200 liter air siap minum. Sebanyak 150 warga menerima manfaat dari layanan tersebut, dengan masing-masing memperoleh sekitar 1 hingga 1,5 liter air untuk memenuhi kebutuhan konsumsi selama berada di pengungsian.

AKP Roy Ronaldo Dansu mengatakan, penyaluran air minum tersebut merupakan bentuk kepedulian dan respons cepat personel Brimob dalam memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.

"Kami berupaya hadir di tengah masyarakat untuk memastikan kebutuhan paling vital, khususnya air minum yang higienis dan layak konsumsi, senantiasa tersedia," ungkap AKP Roy di lokasi pengungsian.

Senada dengan itu, Komandan Satgas SAR Korbrimob Polri BKO Polda NTT Kombes Pol Hasripuddin menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi salah satu perhatian utama personel selama berada di wilayah terdampak gempa.

"Di tengah situasi seperti ini, kami tidak hanya fokus pada evakuasi, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Air minum merupakan kebutuhan utama yang harus tersedia bagi warga selama berada di pengungsian," ujar Kombes Pol Hasripuddin.

Menurutnya, keberadaan kendaraan Watergen menjadi salah satu upaya Brimob untuk memberikan pelayanan yang cepat dan tepat sasaran kepada masyarakat.

"Kami akan terus bergerak dan berkoordinasi dengan seluruh pihak untuk memberikan bantuan sesuai kebutuhan warga. Prinsipnya, selama masyarakat masih membutuhkan, personel akan terus hadir dan memberikan pelayanan terbaik," tambahnya.

Kehadiran personel Brimob bersama kendaraan Watergen disambut antusias oleh warga. Senyum dan ucapan terima kasih menjadi bentuk apresiasi atas kepedulian yang diberikan di tengah kondisi pengungsian.

Lewat Slackline, Brimob Hadirkan Keceriaan bagi Anak-Anak Pengungsi Barangkolong



REFORMASI-ID | Manggarai, NTT - Di tengah kondisi warga yang masih menjalani masa pemulihan pascagempa, Korps Brimob Polri melalui Satgas SAR BKO Polda Nusa Tenggara Timur terus memberikan pendampingan kepada masyarakat, termasuk anak-anak yang berada di lokasi pengungsian.

Senin (24/8/2026) pukul 09.00 WITA, dipimpin langsung oleh Kombes Pol. Hasripuddin melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak pengungsi di Posko Pengungsian Barangkolong, Desa Mata Air, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan dikemas secara interaktif melalui slackline, yakni aktivitas berjalan di atas tali karmantel yang direntangkan secara horizontal. Aktivitas tersebut melatih keseimbangan dan konsentrasi sekaligus menciptakan suasana bermain yang menyenangkan bagi anak-anak.

“Kegiatan trauma healing ini merupakan bentuk kepedulian Brimob kepada anak-anak terdampak gempa. Kami ingin memberikan ruang bagi mereka untuk bermain, kembali ceria, serta membangun semangat di tengah situasi yang masih dalam proses pemulihan,” ujar Kombes Pol. Hasripuddin.

Antusiasme terlihat dari anak-anak yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Mereka tampak menikmati aktivitas yang diberikan personel Brimob, sehingga suasana di lokasi pengungsian menjadi lebih ceria dan penuh kebersamaan.

Kegiatan tersebut juga mendapat tanggapan positif dari sejumlah orang tua. Kehadiran personel Brimob dinilai memberikan perhatian dan pendampingan yang berarti bagi anak-anak selama berada di pengungsian.

Kegiatan trauma healing ini, Korps Brimob Polri tidak hanya hadir dalam penanganan kedaruratan, tetapi juga berupaya memberikan ruang bagi anak-anak terdampak bencana untuk bermain, berinteraksi, dan membangun kembali semangat serta rasa percaya diri di tengah proses pemulihan.