05 Juni 2026
JMSI Lampung Akan Selenggarakan Festival Keris Pusaka Nusantara
REFORMASI-ID | PRINGSEWU - Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Lampung berinisiatif untuk menyelenggarakan kegiatan Festival Keris Pusaka Nusantara yang akan di laksanakan di Kabupaten Pringsewu sebagai salah satu upaya pelestarian benda pusaka dan kekayaan seni budaya Nusantara.
Kegiatan ini nantinya merupakan salah satu tangkai kegiatan dalam rangkaian Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2027 sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-7 JMSI yang akan digelar di Lampung pada Februari 2027.
Hal ini diungkapkan Ketua JMSI Provinsi Lampung Ahmad Novriwan saat bersama jajaran pengurus JMSI Provinsi Lampung dan JMSI Kabupaten Pringsewu melakukan audiensi dengan Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, Kamis (4/6/2026).
Pada pertemuan ini, Ahmad Novriwan yang didampingi Wakil Ketua Adi Pranoto, Sekretaris Anton Kurniawan, dan Ketua JMSI Kabupaten Pringsewu Syaifullah serta jajaran pengurus, mengatakan gagasan penyelanggaraan Festival Keris Nusantara ini muncul atas keprihatinan JMSI Pusat terhadap makin tergerusnya khasanah benda pusaka di Indonesia, termasuk Lampung.
"Organisasi JMSI ini merupakan organisasi pemilik perusahaan media, bukan organisasi wartawan. Di dalam organisasi ini anggotanya ada beragam kesibukan, di antaranya ada yang menggeluti dunia benda pusaka dan tergabung dalam Paguyuban Panjisewu. Bahkan menjabat ketua umumnya," ungkap Novriwan.
"Berangkat dari realita tersebut, JMSI berinisiatif menyelenggarakan Festival Keris Pusaka Nusantara. Ini sekaligus merupakan upaya pelestarian benda pusaka dan adat budaya yang ada di Lampung," imbuhnya.
Ketua Paguyuban Panjisewu, yang juga merupakan salah satu Pengurus JMSI Provinsi Lampung, Donny Estavian, dalam kesempatan ini menjelaskan JMSI Pusat dan Kementerian Kebudayaan telah sepakat berkolaborasi dalam pelestarian budaya serta khasanah pusaka nusantara.
Menurutnya, hal ini layak diapresiasi. Ia juga menilai kerja sama antara organisasi media dan pemerintah menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen pelestarian warisan budaya bangsa.
"Paguyuban Panjisewu siap mendukung gagasan dan cita-cita yang diusung Menteri Kebudayaan bersama JMSI dalam menjaga keberlangsungan budaya dan benda pusaka," ujar Donny.
Menurutnya, pertemuan Ketua Umum JMSI dan Menteri Kebudayaan merupakan kabar gembira di tengah makin tergerusnya khasanah budaya saat ini. Ia menilai, menjaga eksistensi khasanah budaya memerlukan dukungan energi besar serta kolaborasi berkelanjutan.
"Kehadiran Kementerian Kebudayaan memberi suntikan semangat baru bagi para pegiat budaya di daerah."
Paguyuban Panjisewu ini telah berdiri enam tahun. Selama itu pula, organisasi ini aktif berkontribusi dalam kegiatan pelestarian budaya meskipun dukungan pemerintah masih terbatas," pungkasnya.
Menanggapi rencana ini, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas, menyatakan mendukung agenda tersebut. Namun, dia menilai perlu adanya konsep dan narasi yang kuat berkaitan dengan keris Lampung.
"Ini positif, dan tentu kita dukung. Namun, perlu dibangun redaksional yang menggambarkan detail keris Lampung ini. Selain itu, juga perlu dibangun narasi. Ini penting untuk membangun imej sehingga kegiatan Festival Keris Pusaka Nusantara ini menarik minat masyarakat Lampung," kata Bupati.
Selain itu, Bupati juga mengungkapkan terkait desain keris Lampung sudah ada yang menghadap Gubernur Rahmat Mirzani Djausal untuk mengajukan desain. "Untuk desain keris Lampung, sudah ada yang mengajukan desain kepada Bapak Gubernur. Namun, seperti apa hasilnya saya belum tahu," tandasnya. (*)
Jaga Kebugaran dan Soliditas, Korsabhara Baharkam Polri Gelar Olahraga Rutin Bersama
Pemkot Bandar Lampung Biayai Full Pemindahan Siswa SMA Siger ke Sekolah Swasta
REFORMASI-ID | Lampung - Ketua Yayasan SMA Siger Prakarsa Bunda Khaidarmansyah, memastikan 102 Siswa/siswi SMA Siger 1 dan SMA Siger 2 yang dipindahkan ke sejumlah SMA Swasta di kota Bandar Lampung menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung. Proses pemindahan ini dilakukan oleh Yayasan Siger Prakarsa Bunda dengan difasilitasi dan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan provinsi Lampung
"Biaya sekolah anak-anak tersebut yang telah pindah ke SMA yang dituju, tetap menjadi tanggung jawab pemkot Bandar Lampung. Upaya ini dilakukan agar para siswa mendapatkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik)," kata Khaidarmansyah kamis 4 Juni 2026.
Khaidarmansyah menjelaskan Yayasan SMA Siger tetap akan mengurus izin operasional sekolah untuk menampung anak belum mampu agar mendapatkan akses pendidikan SMA, apabila Yayasan Siger Prakarsa Bunda telah memiliki Asset tanah dan Bangunan Sekolah atas nama Yayasan sendiri.
"Dari 30 persyaratan, kami hanya belum ada aset berupa tanah dan gedung sekolah sendiri atas nama yayasan. Insaallah akan segera terwujud," tambah Khaidarmansyah.
Khaidarmansyah menambahkan SMA Siger Prakarsa Bunda dibangun untuk mewujudkan keadilan sosial di bidang pendidikan.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Bandar Lampung berupaya memastikan anak sekolah di jenjang SMA bisa menempuh pendidikan secara gratis.
"Selain meningkatkan angka partisipasi sekolah, program ini juga diharapkan mampu menekan kesenjangan pendidikan antara masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi," tutup Khaidarmansyah. (*)
Terpeleset dari Buritan Kapal, Nopianto Bertahan Semalaman hingga Diselamatkan Warga
REFORMASI-ID | Lampung Selatan – Seorang pria asal Kabupaten Lampung Utara ditemukan dalam kondisi selamat di Pulau Penjurit, Kabupaten Lampung Selatan, setelah diduga terjatuh dari kapal penyeberangan rute Bakauheni-Merak saat berada di tengah pelayaran, Jumat (5/6/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Nopianto bin Tejo Santoso, warga Desa Mulyorejo I, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Lampung Utara. Keberadaannya pertama kali diketahui sekitar pukul 06.30 WIB oleh warga pesisir yang sedang memancing di sekitar perairan Pulau Penjurit.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sehari sebelumnya atau Kamis (4/6/2026), korban berangkat dari Bandar Jaya menggunakan Bus Sari Indah dengan tujuan Yogyakarta. Sekitar pukul 20.00 WIB, kendaraan yang ditumpanginya masuk ke kapal penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni untuk menyeberang menuju Pelabuhan Merak.
Saat kapal tengah berlayar, korban berada di bagian buritan kapal. Ketika melihat ke arah laut, korban diduga terpeleset hingga jatuh ke perairan Selat Sunda. Dalam kondisi tersebut, korban berusaha meminta pertolongan, namun tidak ada yang mengetahui kejadian itu.
Korban kemudian berjuang menyelamatkan diri dengan berenang menuju daratan terdekat hingga akhirnya mencapai Pulau Penjurit. Ia bertahan di lokasi tersebut hingga ditemukan oleh warga yang sedang memancing pada keesokan harinya.
Kasat Polair Polres Lampung Selatan IPTU Panpan Hermayadi mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait penemuan seorang laki-laki di Pulau Penjurit dan langsung melakukan pengecekan.
"Korban ditemukan oleh warga yang sedang memancing di sekitar Pulau Penjurit pada Jumat pagi dalam kondisi selamat, kemudian langsung dibawa dan diserahkan kepada petugas untuk penanganan lebih lanjut," kata Panpan.
Setelah menerima laporan tersebut, Sat Polair Polres Lampung Selatan segera melakukan pendataan dan memastikan kondisi korban. Dari hasil keterangan awal yang diperoleh petugas, korban mengaku terjatuh dari kapal saat pelayaran menuju Merak.
"Berdasarkan keterangan sementara, korban diduga terjatuh dari kapal penyeberangan rute Bakauheni-Merak saat kapal sedang berlayar dan kemudian berusaha berenang hingga mencapai Pulau Penjurit," ujarnya.
Polisi selanjutnya melakukan koordinasi dengan Ditpolairud Polda Lampung, Polsek Kawasan Pelabuhan Bakauheni, serta pihak terkait lainnya untuk menelusuri perjalanan korban dan memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi.
"Saat ini kami masih berkoordinasi dengan Ditpolairud Polda Lampung, Polsek Kawasan Pelabuhan Bakauheni, serta pihak terkait lainnya untuk melengkapi data dan memastikan rangkaian kejadian yang dialami korban," tambah Panpan.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena korban berhasil bertahan hidup setelah diduga terjatuh ke laut pada malam hari. Berkat bantuan dan kepedulian warga pesisir yang menemukan serta melaporkan kejadian tersebut, korban akhirnya dapat dievakuasi dengan selamat dan memperoleh penanganan dari petugas. (Hms/Mudian)
04 Juni 2026
Perkuat Mitigasi Bencana, Ditpolsatwa Polri Luluskan 72 Pawang K-9 Pelacak dan Aswasada Baru
Bukan Sekadar Naik Pangkat, 1.848 Perwira Baru Disiapkan Jadi Penggerak Transformasi Polri
Mayoritas Kembali ke Polres, 1.848 Perwira Baru Disiapkan Perkuat Garda Terdepan Pelayanan Polri
03 Juni 2026
Polres Lampung Selatan Raih Penghargaan IKPA Sempurna, Bukti Pengelolaan Anggaran yang Akuntabel dan Profesional
REFORMASI-ID | Lampung Selatan – Polres Lampung Selatan kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pengelolaan keuangan. Dalam pelaksanaan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Keuangan Polda Lampung yang berlangsung di Ballroom Emersia Hotel Bandar Lampung, Polres Lampung Selatan menerima penghargaan atas capaian kinerja pengelolaan anggaran terbaik. Rabu, 3/6/2026
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kedisiplinan, akuntabilitas, serta efektivitas dalam pengelolaan anggaran negara di lingkungan Polri. Penghargaan diterima langsung oleh Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri bersama Kasikeu Polres Lampung Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Polres Lampung Selatan menerima Piagam Penghargaan dari Kapolri sebagai satuan kerja yang memperoleh Nilai Capaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Sempurna 100 pada Tahun Anggaran 2025. Selain itu, Polres Lampung Selatan juga menerima penghargaan dari Kapolda Lampung sebagai satuan kerja tingkat Polres dengan capaian IKPA terbaik di jajaran Polda Lampung.
Tak hanya itu, penghargaan individu turut diraih oleh Ps. Kasikeu Polres Lampung Selatan Rohman Efendi, S.H., M.Pd., sebagai bendahara satuan kerja yang berhasil memperoleh nilai capaian IKPA sempurna 100 pada Tahun Anggaran 2025.
Rakernis Fungsi Keuangan Polda Lampung tersebut dihadiri oleh Kapolda Lampung, Wakapolda Lampung, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Lampung, Pejabat Utama Polda Lampung, para Kapolres jajaran, Kabag Ren, Kabag SDM, Kasikeu, Bendahara, serta operator keuangan dari seluruh satuan kerja jajaran Polda Lampung.
Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh personel yang terlibat dalam pengelolaan dan pengawasan anggaran di lingkungan Polres Lampung Selatan.
"Penghargaan ini bukan hanya milik saya atau bagian keuangan semata, tetapi merupakan hasil kerja kolektif seluruh personel Polres Lampung Selatan yang berkomitmen menjaga tata kelola anggaran secara transparan, akuntabel, dan sesuai aturan yang berlaku," ujar AKBP Toni Kasmiri.
Menurutnya, capaian IKPA sempurna menjadi indikator bahwa setiap anggaran negara yang dipercayakan kepada Polres Lampung Selatan telah dikelola secara efektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Kami berupaya memastikan setiap rupiah anggaran digunakan secara tepat sasaran untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian dan pelayanan kepada masyarakat. Prestasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan ke depan," katanya.
AKBP Toni Kasmiri juga menegaskan bahwa penghargaan tersebut akan menjadi pemacu semangat bagi seluruh personel untuk mempertahankan budaya kerja yang profesional dan berintegritas.
"Keberhasilan ini menunjukkan bahwa disiplin administrasi dan pengelolaan anggaran yang baik akan menghasilkan kinerja organisasi yang lebih optimal. Kami akan terus menjaga kepercayaan ini dengan mempertahankan standar yang telah dicapai dan berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat Lampung Selatan," tegasnya.
Raihan penghargaan tersebut semakin mengukuhkan Polres Lampung Selatan sebagai salah satu satuan kerja berprestasi di lingkungan Polda Lampung, khususnya dalam mewujudkan tata kelola keuangan negara yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. (Hms/Mudian)
Amankan Ketahanan Pangan Nasional, Ditpamobvit Baharkam Polri Gelar Wasdal II SMP di PT Petrokimia Gresik
Kapolda dan Wakapolda Lampung Hadiri Rakernis Gabungan Bid Humas dan Bid TIK
REFORMASI-ID | LAMPUNG — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, didampingi Wakapolda Lampung Brigjen Pol Drs Sumarto, menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Gabungan Bidang Hubungan Masyarakat (Bid Humas) dan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Bid TIK) Polda Lampung Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan ini diselenggarakan di Ballroom Emersia Hotel & Resort, Bandar Lampung, dengan mengusung tema penting: “Optimalisasi Media Policing dan Manajemen Media, Humas Polri Presisi Siap Menyukseskan Rencana Kerja Polri dan Pemerintah dalam Rangka Mewujudkan Program Asta Cita Presiden RI Tahun 2026.” Selasa (2/6/2026).
Acara ini turut dihadiri oleh para Pejabat Utama (PJU) Polda Lampung, para Kasi Humas, Kasi TIK, operator Sihumas, dan perwakilan Bhabinkamtibmas dari seluruh Polres dan Polresta jajaran Polda Lampung.
Dalam sambutannya, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf menegaskan bahwa di era digital saat ini, peran media policing dan manajemen media sangat krusial dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif. Sinergitas antara fungsi Humas sebagai pengelola informasi dan fungsi TIK sebagai penyedia infrastruktur teknologi adalah kunci utama keberhasilan Polri.
"Tema Rakernis tahun ini sangat jelas, kita harus mengoptimalkan media policing dan manajemen media. Seluruh jajaran Humas dan TIK harus bersinergi untuk mendukung penuh rencana kerja Polri serta menyukseskan program Asta Cita Presiden RI. Kita harus mampu menyajikan informasi yang cepat, akurat, dan mengedukasi masyarakat," ujar Helfi.
Melalui Rakernis ini, diharapkan seluruh jajaran Polda Lampung memiliki kesamaan visi, misi, dan strategi taktis dalam menghadapi tantangan komunikasi publik sepanjang tahun 2026, demi terwujudnya Polri yang Presisi. (Hms/Mudian)
Dua Anggota Brimob Polda Banten Dibacok Komplotan Debt Collector
REFORMASI-ID | Serang, Banten - Dua anggota Satuan Brimob Polda Banten, yakni Bripda Fajar Dwi dan Bripda Ahmad Yani, mengalami luka-luka setelah menjadi korban pengeroyokan yang diduga kuat dilakukan oleh sekelompok debt collector atau mata elang (matel). Informasi yang diperoleh, kasus tersebut terjadi di Jalan Raya Serang – Cilegon KM. 3,5, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Provinsi Banten, pada Selasa (2/6/2026) malam, sekira pukul 22.00 WIB.
Kapolresta Serang Kota, Kombes Pol Yudha Satria menjelaskan, peristiwa itu bermula dari upaya penarikan kendaraan milik salah seorang anggota Brimob yang kemudian memicu cekcok antara kedua belah pihak.
"Telah terjadi keributan antara personel Satbrimob Polda Banten dan kelompok debt collector yang berujung pada aksi pengeroyokan dan pembacokan menggunakan senjata tajam," terang Yudha, Rabu (3/6/2026).
Diketahui korban pertama, Bripda Fajar Dwi, anggota Satbrimob Polda Banten, mengalami luka bacok di bagian kepala dan tangannya dan saat ini menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara.
Sementara Bripda Ahmad Yani, mengalami pendarahan pada bagian hidung dan kaki serta bahu kiri. Korban dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Dradjat Prawiranegara, Serang.
Dalam kejadian penarikan tersebut, terjadi cekcok antara kedua belah pihak. Dalam situasi yang memanas, salah satu pelaku mengambil senjata tajam (sajam) membacokkanya kepada kepada korban Bripda Fajar.
Sebelumnya, terjadi adu argumen di lokasi penarikan kendaraan. Dalam keributan itu, salah seorang debt collector diduga mengambil kapak dari dalam mobil Toyota Fortuner milik kelompok mereka.
"Pelaku kemudian melakukan pembacokan terhadap personel Satbrimob yang berada di lokasi, sehingga korban mengalami luka serius," jelasnya.
Pasca kejadian, sekitar 30 personel Satbrimob Polda Banten mendatangi lokasi dan melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang melarikan diri menggunakan dua unit Toyota Fortuner warna hitam menuju gerbang tol Serang Barat.
Dengan begitu, polisi telah mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut, yakni FN dan YSB.
Keduanya disebut berasal dari Flores dan saat ini menjalani perawatan di RSUD Dradjat Prawiranegara.
"Penyidikan kasus tersebut, kini ditangani Tim Resmob Polda Banten. Polisi masih memburu sejumlah anggota kelompok debt collector lainnya yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat," terangnya.
Hingga Rabu siang, personel Satbrimob Polda Banten masih melakukan penyisiran di sejumlah wilayah Kota Serang guna mencari anggota kelompok debt collector yang belum tertangkap. (*)
Sosialisasi Desa HELAU, Kadis PMD: Ajak Kembangkan Potensi dan Semangat Gotong Royong
REFORMASI-ID | Lampung Selatan – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) terus menggalakkan Program Desa Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul (HELAU) sebagai upaya mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mengembangkan potensi desa. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Lomba Desa HELAU yang digelar di Kantor Kecamatan Penengahan. Selasa, 02/06/2026.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas PMD Kabupaten Lampung Selatan Erdyansyah beserta jajaran, Plt Kepala BRIDA, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah (LHD), Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Camat Penengahan Hermawan, Camat Ketapang Sri Mahendra KD, Camat Bakauheni Sidik, serta seluruh kepala Desa kecamatan Penengahan, Ketapang dan Bakauheni serta para operator Desa dari wilayah yang mengikuti sosialisasi.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas PMD Kabupaten Lampung Selatan, Erdiansyah. SH. MM, menegaskan bahwa Program Desa HELAU merupakan salah satu program strategis yang diinisiasi oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, untuk mendorong kemajuan desa melalui kolaborasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat.
“Melalui sosialisasi ini kami berharap Program Desa HELAU benar-benar bergerak dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya mengatakan.
Tak hanya itu sebut Kadis PMD Erdiansyah. Pemerintah kecamatan bersama pemerintah Desa harus mampu menggerakkan kembali budaya gotong royong dan semangat menjaga kebersihan lingkungan di wilayah masing-masing.
"Konsep HELAU memiliki lima indikator utama yang menjadi fokus penilaian dalam lomba tersebut. Aspek Hijau menitikberatkan pada kelestarian dan penghijauan lingkungan Desa. Elok berkaitan dengan penataan kawasan permukiman yang tertib, bersih, dan nyaman. Lestari menyoroti upaya pelestarian seni, budaya, dan kearifan lokal yang menjadi identitas desa," terangnya.
Sementara itu, aspek Aman mencakup keamanan lingkungan, pencegahan kriminalitas, pemberantasan narkoba, pemberdayaan perempuan, serta peningkatan peran generasi muda dalam pembangunan desa. Sedangkan aspek Unggul menilai kemampuan desa dalam mengembangkan potensi unggulan, baik melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sektor pertanian, pariwisata, maupun usaha ekonomi produktif lainnya.
Erdiansyah juga mengingatkan para Kepala Desa agar menjadikan Lomba Desa HELAU sebagai momentum untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat pedesaan.
“Semangat kebersamaan dan gotong royong harus terus dipupuk. Melalui Program Desa HELAU, kita ingin membangun desa yang bersih, aman, maju, dan memiliki daya saing sesuai dengan visi pembangunan Kabupaten Lampung Selatan,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Hermawan Camat Penengahan sebagai tuan rumah, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap pelaksanaan Program Desa HELAU yang digagas Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang lebih baik.
“Kami mendukung penuh Program Desa HELAU. Saya berharap seluruh pemerintah desa terus meningkatkan kekompakan, kebersamaan, dan sinergi dengan masyarakat sehingga tercipta desa yang bersih, aman, nyaman, dan semakin maju, khususnya di wilayah Kecamatan Penengahan,” kata Hermawan.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap seluruh desa dapat berpartisipasi aktif dalam Lomba Desa HELAU sekaligus menjadikannya sebagai gerakan bersama untuk mewujudkan desa yang hijau, tertata, lestari, aman, serta memiliki keunggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Herman/Mudian)
02 Juni 2026
Pembangunan IPAL TPA Burangkeng Jadi Sorotan Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi
Brimob Metro Jaya Kerahkan 2 Unit Kendaraan Dapur Lapangan (Randurlap), Bagikan Bantuan Makanan untuk Korban Kebakaran Pasar Jiung
Jelang Akhir Musim Haji, Satgas Haji Perkuat Perlindungan Jemaah Indonesia
Gencarkan Patroli Dialogis di Cikuda dan Wanaherang, Korps Sabhara Baharkam Polri Pastikan Kamtibmas Kondusif
01 Juni 2026
Monster Pabrik Rambut Tayang di Bioskop Mulai 4 Juni 2026
MRI, JAKARTA, 1 Juni 2026 — Film horor fantasi retro Monster Pabrik Rambut karya sutradara Edwin akan tayang di bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026. Film produksi Palari Films ini dibintangi Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, Sal Priadi, dan Kev.
Mengambil latar sebuah pabrik rambut, film ini mengisahkan kehidupan para pekerja yang menghadapi tekanan kerja, kurang tidur, serta berbagai kejadian misterius di lingkungan pabrik. Sosok Bos Maryati yang diperankan Didik Nini Thowok menjadi salah satu karakter sentral dalam cerita.
Edwin mengatakan film tersebut menghadirkan bentuk horor yang berbeda dari film horor spiritual yang umum ditemui di Indonesia. Menurutnya, ketegangan dalam Monster Pabrik Rambut dibangun dari situasi kerja sehari-hari dan atmosfer lingkungan pabrik.
“Ketegangan dan teror horor di Monster Pabrik Rambut tercipta dari situasi kita bekerja sehari-hari yang kita hadapi, tanpa harus bersinggungan dengan setan. Ada bentuk lain yang menjadi sumber teror,” ujar Edwin.
Film ini juga mengangkat isu budaya kerja berlebihan atau hustle culture yang dinilai kerap dinormalisasi. Melalui cerita para pekerja pabrik, film tersebut menyoroti dampak lembur dan kurangnya waktu istirahat terhadap kehidupan pekerja.
Dari sisi visual, Edwin menggunakan pendekatan practical effect tanpa CGI untuk menciptakan nuansa horor fantasi retro. Untuk mendukung kebutuhan produksi, tim film menyulap Studio PFN menjadi set pabrik rambut dengan menggunakan berbagai properti, termasuk rambut asli, manekin, dan perlengkapan produksi wig.
Penata artistik Menfo Tantono terlibat sebagai desainer produksi dalam proyek ini. Menfo sebelumnya meraih Piala Citra Festival Film Indonesia 2024 untuk kategori Penata Artistik Terbaik.
Diproduseri Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy, Monster Pabrik Rambut merupakan ko-produksi lima negara, yakni Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Prancis. Film ini telah melakukan pemutaran perdana dunia di Berlin International Film Festival 2026 dan turut diputar di sejumlah festival internasional, termasuk Brussels Fantastic Film Festival serta Hong Kong International Film Festival 2026.
Produser Meiske Taurisia mengatakan ide film berangkat dari gagasan bahwa lingkungan kerja dapat menjadi sumber ketegangan yang tidak kalah menakutkan dibandingkan cerita horor pada umumnya.
Sementara itu, Rachel Amanda yang memerankan karakter Putri menilai tema yang diangkat film tersebut dekat dengan pengalaman banyak pekerja.
“Cerita dan para karakter di film ini memperlihatkan betapa horornya dunia kerja yang terkadang bahkan dinormalisasi. Sakit dianggap kerja keras, tapi apakah sistem kerjanya itu benar?” kata Rachel Amanda.
Reporter: Muhammad Rafly Haikal
Hari Pancasila, Pemkot Balam Jaga Kebersamaan dan Semangat Gotong Royong
REFORMASI-ID | LAMPUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung (Balam) menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di lingkungan Pemkot Bandar Lampung, Senin (1/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Eva Dwiana, nilai Pancasila harus hadir dalam bentuk pelayanan publik yang berkeadilan, transparan, dan berpihak kepada rakyat.
Selain itu, setiap kebijakan dan program pemerintah harus mencerminkan semangat kemanusiaan serta keadilan sosial, bukan kepentingan kelompok tertentu.
"Nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam bentuk pelayanan publik yang berkeadilan, transparan, dan berpihak kepada rakyat. Setiap kebijakan dan program harus mencerminkan semangat kemanusiaan dan keadilan sosial,” ujar Eva Dwiana.
Pada peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini, Eva juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan demi kemajuan Kota Bandar Lampung.
Menurutnya, kekompakan antara pemerintah, Forkopimda, dan masyarakat menjadi modal utama dalam menjaga keamanan, kebersihan, dan pembangunan daerah.
"Yang bisa menjaga daerah kita adalah kita sendiri. Bagusnya, bersih dan cemerlangnya Kota Bandar Lampung karena kita semua," katanya.
Eva menambahkan, semangat gotong royong dan kolaborasi harus terus diperkuat dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk upaya mencegah kenakalan remaja dan aksi tawuran yang belakangan marak terjadi di sejumlah daerah.
Ia berharap momentum Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk semakin mempererat persatuan dan bersama-sama membangun Kota Bandarlampung.
"Dengan Hari Pancasila ini, ayo kita semakin erat, semakin kompak, gotong royong, kebersamaan, dan kolaborasi harus terus kita jaga,” tandasnya. (*)
Jadikan Pancasila Ideologi Hidup, BNNK Lampung Selatan Ajak Generasi Muda Jauhi Narkoba
REFORMASI-ID | Lampung Selatan - Peringati hari lahir Pancasila, BNN Kabupaten Lampung Selatan laksanakan upacara dan ajak generasi muda implementasikan nilai-nilai luhur Pancasila serta jauhi penyalahgunaan, peredaran gelap narkoba. Senin, 01/06/2026.
Kepala BNN Lampung Selatan AKBP. Rahmad Hidayat. SE.MM,. Menyampaikan tema yang diusung pada peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Yang mana menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi landasan dalam mewujudkan perdamaian dunia yang abadi.
"Peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ucapnya.
Menurutnya, mengatakan Pancasila merupakan bintang penuntun yang telah terbukti mampu menyatukan keberagaman bangsa Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dan ratusan etnis dalam satu ikatan kebangsaan. Di tengah berbagai tantangan global, Pancasila tetap menjadi jangkar moral bangsa Indonesia.
Pada kesempatan itu sebut AKBP Rahmad Hidayat, BNN Kabupaten Lampung Selatan mengajak seluruh elemen, instansi pemerintah, maupun swasta dan masyarakat dengan semangat Persatuan Indonesia yang tertuang dalam sila Ke-3 Pancasila. Mari bersatu padu untuk memerangi segala macam bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
"Khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) dan mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar menjadi simbol atau tulisan semata," tuturnya.
Selain itu ungkapnya. Dengan berpegang teguh pada Pancasila dapat melindungi, menyayangi diri dan keluarga dalam mewujudkan Indonesia bersih narkoba (Bersinar) seiring program BNN RI, yaitu aksi nasional anti narkotika dimulai dari anak bersih narkoba (Ananda Bersinar).
"BNN Kabupaten Lampung Selatan. Ucapkan selamat memperingati hari lahirnya Pancasila. Pancasila sakti, Indonesia Jaya," pungkasnya. (Mudian)
Dari Bumi Sriwijaya, Korem 044/Gapo Kobarkan Semangat Pancasila untuk Indonesia
REFORMASI-ID | Palembang - Komando Resor Militer 044/Garuda Dempo menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Makorem 044/Gapo, Senin (1/6/2026). Upacara berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh prajurit TNI, PNS, serta seluruh personel Korem 044/Gapo. Senin, 01/06/2026.
Bertindak selaku Inspektur Upacara, Kepala Seksi Operasi Kasrem 044/Gapo Letkol Inf Andi Ariyanto membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi.
Dalam amanatnya disampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Tema yang diusung pada peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, yang menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi landasan dalam mewujudkan perdamaian dunia yang abadi.
“Pancasila merupakan bintang penuntun yang telah terbukti mampu menyatukan keberagaman bangsa Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dan ratusan etnis dalam satu ikatan kebangsaan. Di tengah berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik, Pancasila tetap menjadi jangkar moral bangsa Indonesia,” ucap Letkol Andi membacakan pidato.
“Selain itu, Indonesia juga memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Nilai-nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila menjadi instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dalam menjembatani perbedaan dan mendorong penyelesaian konflik secara damai,” lanjutnya.
Melalui momentum Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) dan mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar menjadi simbol atau tulisan semata.
Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Korem 044/Gapo ini menjadi wujud komitmen seluruh prajurit dan aparatur negara untuk terus meneguhkan semangat persatuan, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila sebagai dasar negara. (Mudian)
31 Mei 2026
Diduga Nekat Jual Beli Sabu, Dua Remaja Terancam 6 Tahun Penjara
REFORMASI-ID | Serang Banten - Akibat nekat berbisnis jual beli narkotika jenis sabu, HF (25) dan RA (26), diringkus petugas Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Serang Polda Banten.
Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, kedua pemuda warga Desa Dahu, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Provinsi Banten tersebut, diamankan berawal dari informasi masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas peredaran narkoba di wilayah Kecamatan Cikeusal.
"Kedua pemuda asal Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, berinisial HF 25 tahun, dan RA, 26 tahun, warga Desa Dahu, Kecamatan Cikeusal, ditangkap saat berada di rumah salah satu pelaku, pada Sabtu (23/5/2026), sekitar pukul 10.00 WIB," ungkap Kapolres, Minggu (31/5/2026).
Dikatakan, kedua pelaku nekat terjun ke bisnis haram peredaran narkotika jenis sabu, karena alasan ekonomi.
Pengungkapan kasus ini, setelah Tim Satresnarkoba dipimpin Iptu Gilang Erlangga bergerak ke lokasi dan melakukan penggerebekan di rumah HF.
"Dari hasil penggerebekan, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang diduga kuat terkait peredaran narkotika jenis sabu," terang Kapolres.
Dari hasil penggerebekan, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang diduga kuat terkait peredaran narkotika jenis sabu.
Saat dilakukan penggeledahan di kamar HF, petugas menemukan tas yang disimpan di lantai dekat tempat duduk pelaku.
Di dalam tas tersebut, terdapat dua paket sabu serta satu unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk menunjang aktivitas transaksi narkoba.
"Dari hasil penggeledahan awal, petugas menemukan dua paket sabu di dalam tas warna hitam yang berada di dekat pelaku. Selanjutnya, dilakukan pengembangan dengan menggeledah seluruh ruangan," Kasatresnarkoba AKP Bondan Rahadiansyah menambahkan.
Penggeledahan, kemudian dilanjutkan ke dalam lemari pakaian di kamar pelaku. Dari lokasi tersebut, petugas menemukan 24 paket kecil sabu siap edar, empat paket sabu ukuran sedang, satu unit timbangan digital, serta satu pak plastik klip yang biasa digunakan untuk mengemas narkotika.
Secara keseluruhan, polisi berhasil mengamankan 30 paket sabu yang diduga akan diedarkan di wilayah Kabupaten Serang dan sekitarnya.
"Seluruh barang bukti beserta kedua pelaku, kemudian dibawa ke Mapolres Serang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," ujar Bondan Rahadiansyah.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, HF mengaku memperoleh narkotika jenis sabu dari seseorang berinisial IA yang berada di daerah Jakarta Barat. Namun, pelaku mengaku tidak mengetahui alamat pasti pemasok tersebut karena transaksi dilakukan tanpa pertemuan langsung.
"Pengakuan tersangka, barang haram itu diperoleh dari seseorang berinisial IA di daerah Jakarta Barat. Saat ini, identitas dan keberadaan pemasok masih kami dalami dan lakukan pengembangan," jelas Bondan.
Lebih lanjut disampaikan Bondan, bahwa motif kedua pelaku terjun ke bisnis narkoba didorong faktor ekonomi dan kesulitan mendapatkan pekerjaan setelah lulus sekolah.
"Atas perbuatannya, kedua tersangka kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum dan terancam hukuman berat sesuai Pasal 114 Ayat (2), Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara," tandasnya. (Daeng Yusvin/Mudian)
Ads 970x90






















