21 Januari 2026
20 Januari 2026
Buku Rasa Bhayangkara Nusantara Terbit dalam Bahasa Inggris, Diberikan pada Dubes
Wapres Bertolak ke Tasikmalaya: Kunjungi Pasar Rakyat hingga Pesantren Berbasis AI
Mahkamah Konstitusi Tolak Permohonan Uji Materi Terkait Rangkap Jabatan Anggota Polri
Polri “All Out” Evakuasi, Hadirkan Randurlap dan Patroli Kesehatan Door to Door untuk Korban Banjir Karawang
Polri Hadir di Tengah Masyarakat Saat Musibah Banjir Karawang Melanda
Dugaan Pengerahan Preman Saat Aksi IPPM di KPK, Nama Anggota DPR RI Mencuat dalam Proyek Pengaman Pantai Rp28 Miliar
REFORMASI-ID | Jakarta —Nama Anggota DPR RI daerah pemilihan Sulawesi Tenggara, Ridwan Bae (RB) mencuat setelah Ikatan Pemuda Pelajar Muna (IPPM) Indonesia melaporkan dugaan penyimpangan proyek pengaman pantai Raha, Kabupaten Muna senilai Rp28 miliar ke KPK. Ridwan diduga mengerahkan sekelompok preman untuk mengintimidasi peserta aksi saat akan melakukan penyerahan berkas ke Gedung Merah Putih KPK, Senin (19/1/2026).
Menurut IPPM, saat massa aksi sedang berorasi, sekelompok orang tak dikenal mendekat, merampas spanduk, membentak peserta, dan memaksa agar orasi dihentikan. “Atribut kami dirampas dan kami diancam jika tidak bubar, padahal aksi ini tertib dan sudah diberitahukan ke Intelkam,” kata salah satu peserta aksi yang enggan disebut namanya. IPPM menyebut salah satu pelaku berinisial E, yang menurut keterangan massa memiliki hubungan keluarga dengan RB.
Sekretaris Jenderal IPPM, Muhamad Ramadan Sawal (Pitra), mengatakan organisasi menyerahkan rekaman, foto, dan dokumen lapangan kepada KPK. “Selain bukti dugaan penyimpangan teknis dan anggaran, mulai dari ketidaksesuaian dengan DED hingga indikasi penggunaan BBM subsidi, kami juga akan menyerahkan rekaman yang diduga memperlihatkan keterlibatan pihak eksternal saat pembubaran aksi,” ujar Pitra.
IPPM menilai pembubaran yang dilakukan oleh pihak non-aparat mengindikasikan upaya membungkam suara publik. Karena itu mereka mendesak KPK menindaklanjuti dua hal: penyelidikan substansi dugaan korupsi proyek dan pemeriksaan atas dugaan pengerahan pihak ketiga untuk mengintimidasi demonstran. IPPM juga meminta KPK memeriksa Kepala Satker BWS Wilayah IV Kendari (MA) dan Direktur PT Pinar Jaya Perkasa (M) terkait proyek tersebut.
“Indikasi yang kami temukan mengarah pada dugaan praktik pungli dan suap yang melibatkan lebih dari satu pihak. Karena itu, KPK perlu segera melakukan klarifikasi dan pemeriksaan secara menyeluruh,” ujarnya lagi.
“Rekaman dan dokumen ini bukan klaim kosong. Ada bukti verbal dan visual yang menunjukkan E mengaku ‘ditopang’ oleh RB,” kata Pitra menirukan salah satu pernyataan yang terekam “Saya ini setengah hidupku saya serahkan untuk RB, dia yang biayai saya di Jakarta sini,” tambahnya.
Awak media sedang mengupayakan konfirmasi resmi dari RB dan pihak lain yang disebutkan, termaksud oknum E, Kepala Satker BWS Wilayah IV Kendari, dan manajemen PT Pinar Jaya Perkasa. Hingga berita ini dipublikasikan, konfirmasi resmi belum diperoleh; upaya klarifikasi masih berlangsung.
IPPM menegaskan akan terus mengawal kasus ini dan menuntut jaminan keamanan bagi peserta aksi. Mereka memperingatkan akan kembali memobilisasi massa bila aparat penegak hukum tidak segera menindaklanjuti laporan atau tidak menjamin keselamatan publik yang menyampaikan aspirasi.
Laporan ini akan diperbarui setelah konfirmasi resmi diterima dari pihak terkait atau ada perkembangan dari KPK. (*)
19 Januari 2026
Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 10,63 Kg Sabu Asal Aceh Tujuan Pulau Jawa
REFORMASI-ID | Lampung – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 10,63 kilogram yang berasal dari Provinsi Aceh dan diduga akan diedarkan ke Pulau Jawa.
Kabidhumas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari mengatakan, pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada Kamis, 15 Januari 2026, di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka) KM 228, Kabupaten Mesuji.
“Petugas berhasil mengamankan satu unit truk yang membawa narkotika jenis sabu seberat 10,63 kilogram. Sabu tersebut disembunyikan dengan modus ditutupi muatan durian untuk mengelabui petugas,” ujar Kombes Yuni Iswandari, Senin (19/1/2026).
Ia menjelaskan, dalam pengungkapan ini polisi mengamankan tiga orang tersangka dengan peran berbeda. Tersangka berinisial YD (33) berperan sebagai kurir, sedangkan YT (28) dan MR (42) bertindak sebagai pendamping selama perjalanan.
“Dari hasil pemeriksaan awal, narkotika bernilai Rp 15 miliar tersebut diketahui berasal dari Aceh dan rencananya akan dikirim ke Pulau Jawa. Ketiganya kini telah diamankan dan menjalani proses hukum di Mapolda Lampung,” jelasnya.
Kombes Yuni menambahkan, pengungkapan ini merupakan hasil penyelidikan intensif yang dilakukan aparat kepolisian selama sekitar satu pekan.
Saat ini, penyidik masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika lintas provinsi yang terlibat dalam kasus tersebut.
"Dengan terungkapnya sabu tersebut, maka sebanyak kurang lebih 40 ribu jiwa terselamatkan. Polda Lampung berkomitmen untuk terus memberantas peredaran narkoba dan mengungkap jaringan yang lebih luas demi menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat,” pungkasnya. (Hms/Mdn)
Walikota Bekasi Resmikan Sisi Barat Jl Perjuangan, Akses Jalan Semakin Lebar dan Lancar
Pemkot Cilegon Terapkan Sistem Kabel Bawah Tanah, Walikota: Prioritaskan Kualitas dan Keselamatan Masyarakat
REFORMASI-ID | Banten – Wali Kota Cilegon, Provinsi Banten, Robinsar, melakukan peninjauan langsung terhadap penerapan sistem kabel fiber optic bawah tanah, sebagai bagian dari kebijakan Pemerintah Kota Cilegon dalam menata infrastruktur jaringan telekomunikasi, Senin (19/1/2026).
Didampingi Kepala Diskominfo Kota Cilegon Agus Zulkarnain dan Kabid Aptika TB. Sofat, Wali Kota meninjau proses pemotongan kabel udara serta pemindahan kabel FO ke dalam tanah di kawasan jalan protokol Kota Cilegon.
Wali Kota Robinsar menyampaikan, bahwa penerapan sistem kabel bawah tanah merupakan langkah penting dalam meningkatkan keselamatan masyarakat, mengurangi potensi kecelakaan, serta memperindah wajah kota.
"Selain itu, kebijakan ini juga, diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi bagi masyarakat," ujar Robinsar.
Dilain pihak Kepala Diskominfo Kota Cilegon Agus Zulkarnain menjelaskan, bahwa Diskominfo Kota Cilegon akan terus mengawal pelaksanaan kebijakan ini melalui koordinasi dengan para provider telekomunikasi, agar seluruh jaringan dapat terintegrasi secara tertib dan sesuai standar teknis.
"Melalui kebijakan ini, Pemkot Cilegon menargetkan terwujudnya tata kelola infrastruktur kota yang lebih aman, modern, dan ramah lingkungan," tutupnya. (Daeng Yusvin/Mdn)
Pulihkan Sekolah Pascabanjir Bandang, Polres Bireuen Gotong Royong Bersihkan SD Negeri 11 Kutablang
Pimpinan Media Beritapolri dan Penajurnalist Silaturahmi dengan Kombes Pol. Edy Sumardi di Baharkam Polri
Pimpin Sertijab Kaden Perintis, Brigjen Pol Mokhamad Ngajib Tekankan Profesionalisme Samapta Polri
Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional, Kapolda Lampung Anugerahkan Satya Lencana Pengabdian Pada 459 Personel
REFORMASI-ID | LAMPUNG – Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf dan Wakapolda Lampung Brigjen Pol Sumarto pimpin pelaksanaan Upacara Hari Kesadaran Nasional serta Penganugerahan Tanda Kehormatan Satya Lencana Pengabdian bagi personel Polda Lampung. Kegiatan berlangsung di Lapangan Apel Mapolda Lampung pada Senin (19/1/2026) dan diikuti seluruh Pejabat Utama serta peserta upacara.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Lampung selaku Inspektur Upacara menganugerahkan Satya Lencana Pengabdian kepada 459 personel Polda Lampung dan Polres jajaran yang terdiri dari Satya Lencana 32 Tahun, 24 Tahun, 16 Tahun, dan 8 Tahun.
Usai upacara, Kapolda juga melakukan pengecekan kesiapan kendaraan roda dua (randis) operasional sebanyak 38 unit yang digunakan personel dalam mendukung tugas lapangan.
Dalam amanatnya, Kapolda Lampung menegaskan pentingnya transformasi dan reformasi Polri yang berkelanjutan, serta apresiasi atas dedikasi personel dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di Lampung.
Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf menyampaikan, Polisi dalam pemolisiannya harus mampu menunjukkan kualitas kerja yang presisi, menegakkan hukum bukan sekadar menghukum, tetapi juga membangun peradaban dan penyelesaian konflik secara beradab.
“Selain itu terimakasih atas dedikasi dan loyalitas serta penghargaan tertinggi atas pengabdian tulus 459 personel kita. Satya Lencana ini adalah bentuk apresiasi negara atas kesetiaan, dedikasi, dan kontribusi nyata mereka dalam menjaga keamanan dan ketertiban di bumi Lampung.” Lanjutnya
“Polri sedang berada dalam era transformasi Polri yang menyeluruh, sebagaimana ditegaskan oleh Kalemdikpol Polri. Transformasi ini bukan hanya perubahan struktural, tetapi terlebih lagi perubahan nilai, moral, etika, dan orientasi pelayanan yang berpusat pada masyarakat. Polri harus semakin adaptif, humanis, terbuka, dan profesional dalam menjawab dinamika zaman.”
“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh penerima Satya Lencana. Terima kasih atas loyalitas dan kerja keras yang telah membuat Lampung tetap aman dan kondusif sepanjang tahun 2025. Mari terus kita tingkatkan kualitas pengabdian, jaga integritas, dan wujudkan Polri yang melayani dengan hati, hadir untuk keadilan, dan menjadi sandaran bagi masyarakat.” Tutupnya.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen, motivasi, dan semangat pengabdian personel Polda Lampung di tengah agenda transformasi Polri menuju institusi yang lebih modern, akuntabel, dan dicintai masyarakat. (Mdn)
Polri Bergerak Tangani Banjir Cakung, Kerahkan 132 Personel, Perahu Taktis, Kendaraan 4x4, dan Dapur Lapangan Brimob
18 Januari 2026
Polda Sulsel Maksimalkan Pencarian Pesawat ATR 400 yang Hilang Kontak di Maros–Pangkep
Hari Ke 2 Pencarian Korban, Tim SAR Polri Temukan Puing Pesawat ATR 42-500 di Gunung Saraung
Dukungan Pendidikan Pulih Cepat Pascabanjir, Polres Pidie Jaya Bersihkan Sekolah MIN 1
TNWK Memperdaya Rakyat! Surat Kesepakatan Hanya Sampah, Warga Bersiap Kepung Way Kambas dengan Massa Lebih Besar
REFORMASI-ID | LAMPUNG TIMUR – Kemarahan warga di desa penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK) berada di titik didih. Surat pernyataan yang ditandatangani pada 13 Januari lalu dituding sebagai skenario busuk untuk meredam amarah massa sementara. Faktanya, dokumen tersebut hanyalah "isapan jempol" dan taktik pengecut pihak Balai TNWK untuk mengelabui rakyat yang tengah berduka dan menderita. Minggu, 18 Januari 2026
Pengkhianatan dalam Secarik Kertas
Masyarakat mencium aroma amis di balik hilangnya poin tuntutan paling krusial, yakni pengusutan perusakan hutan di zona inti, dalam dokumen yang ditandatangani Kepala Balai TNWK. Patut diduga, para koordinator aksi "13 Januari" telah masuk angin dan tergiur "angin segar" dari pihak TNWK sehingga tega menggadaikan nasib ribuan warga.
"Kami mencium ada aroma culas. Kami merasa dikhianati oleh koordinator kami sendiri, Budi. Bagaimana mungkin poin paling vital hilang begitu saja? Ini bukan kesepakatan, ini penipuan terstruktur!" tegas salah seorang warga Braja Asri dengan nada geram.
Sawah Hancur, Nyawa Terancam, TNWK Berpangku Tangan
Janji TNWK untuk menjaga perbatasan agar gajah tidak merusak lahan warga terbukti omong kosong. Pada malam 17 Januari, Desa Braja Yekti kembali luluh lantak diterjang belasan gajah liar. Puluhan hektar sawah dan ladang yang menjadi tumpuan hidup warga hancur tak bersisa.
Warga harus bertaruh nyawa menghalau gajah hanya dengan alat seadanya, sementara pihak TNWK yang digaji negara untuk mengelola konflik ini justru hilang bak ditelan bumi. Luka masyarakat makin menganga mengingat Desa Braja Asri telah kehilangan nyawa Kepala Desanya yang menjadi "tumbal" konflik ini, namun pihak Balai seolah mati rasa dan enggan bertindak.
"Hampir tiap malam gajah masuk. Kami tidak bisa tidur, kami hidup dalam ketakutan yang mencekam. Sementara mereka (TNWK) duduk manis di kantornya," ujar sumber warga lainnya.
Genderang Perang: Aksi Jilid II Harga Mati
Merasa dipermainkan secara intelektual dan dirugikan secara materil, para tokoh masyarakat dan warga Desa Braja Yekti serta Braja Asri menyatakan telah memutus kepercayaan terhadap dialog-dialog formal yang berakhir buntu.
Saat ini, warga tengah melakukan konsolidasi besar-besaran untuk menggerakkan Aksi Jilid II. Kali ini, massa yang turun dipastikan akan jauh lebih besar, lebih beringas, dan tidak akan pulang sebelum ada jaminan nyata, bukan sekadar tanda tangan di atas meterai yang dianggap tak lebih dari sampah.
"Jika mereka pikir bisa menjinakkan kami dengan kertas tak berguna itu, mereka salah besar. Kami akan datang dengan massa yang lebih besar. Jangan salahkan rakyat jika amarah ini tidak lagi bisa dibendung!" ungkap salah satu tokoh masyarakat setempat.
Rakyat kini bersatu melawan kezaliman birokrasi dan dugaan konspirasi antara oknum koordinator dengan pihak Balai TNWK yang telah membiarkan rakyat mati perlahan di ladang mereka sendiri. (*)
Manfaatkan Libur Panjang, Polda Lampung Ingatkan Warga Tetap Waspada
REFORMASI-ID | LAMPUNG - Kepolisian Daerah (Polda) Lampung mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama libur panjang dan akhir pekan peringatan Isra Mi’raj yang jatuh pada Jumat (16/1/2026) lalu.
Lonjakan aktivitas wisata dan perjalanan jarak jauh diprediksi masih terjadi hingga akhir pekan.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, masyarakat diharapkan lebih berhati-hati, khususnya saat berkunjung ke tempat wisata dan melakukan perjalanan di tengah kondisi cuaca hujan yang berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan.
“Kami mengimbau masyarakat yang memanfaatkan libur panjang untuk berwisata agar selalu memperhatikan faktor keselamatan, terutama karena saat ini cuaca hujan masih sering terjadi dan jalan menjadi licin,” kata Yuni, Minggu (18/1/2026).
Yuni menyebut, sejumlah lokasi wisata alam seperti pantai, air terjun, dan kawasan perbukitan perlu diwaspadai karena rawan gelombang tinggi, longsor, serta arus air yang tiba-tiba meningkat.
“Pastikan memilih tempat wisata yang aman, ikuti arahan petugas di lapangan, dan jangan memaksakan diri apabila kondisi cuaca tidak mendukung,” ujarnya.
Selain itu, Polda Lampung juga mengingatkan masyarakat yang meninggalkan rumah dalam waktu lama agar memastikan keamanan lingkungan tempat tinggal sebelum bepergian.
“Sebelum berangkat, pastikan rumah dalam kondisi terkunci, matikan listrik dan kompor, serta titipkan kepada tetangga atau aparat lingkungan setempat untuk mengantisipasi tindak kejahatan,” jelas Yuni.
Terkait keselamatan berkendara, Yuni menekankan pentingnya memeriksa kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan jauh, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Kami mengingatkan pengendara untuk mengecek kelayakan kendaraan, rem, ban, dan lampu, serta tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah atau mengantuk,” tegasnya.
Ia juga mengimbau pengendara agar mematuhi aturan lalu lintas, menjaga jarak aman, serta menyesuaikan kecepatan kendaraan, terutama saat melintas di jalur rawan kecelakaan dan genangan air.
“Utamakan keselamatan daripada kecepatan, patuhi rambu lalu lintas, dan segera menepi jika kondisi cuaca memburuk,” kata Yuni.
Polda Lampung dan seluruh Polres yang memiliki tempat wisata telah menyiagakan personel di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan wisata dan jalur utama, untuk memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat selama masa libur.
“Kami siap memberikan bantuan kepada masyarakat. Jika membutuhkan pertolongan atau informasi, silakan menghubungi layanan kepolisian terdekat,” pungkasnya. (Mdn)
Natal Penuh Makna, ASDP Hadir Menyemai Harapan Anak Panti
REFORMASI-ID | Jakarta, 17 Januari 2026 — Natal selalu menghadirkan cerita tentang harapan, kehangatan, dan kebersamaan. Di tengah semangat itulah, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memilih untuk tidak sekadar merayakan, tetapi juga hadir dan berbagi makna bersama mereka yang membutuhkan perhatian lebih—anak-anak panti asuhan.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), ASDP mengunjungi Panti Asuhan Griya Asih pada Jumat (13/1). Kunjungan ini bukan hanya tentang menyerahkan bantuan, melainkan tentang menyapa, mendengar, dan merasakan kebahagiaan sederhana yang tumbuh dari kebersamaan. Bagi anak-anak panti, kehadiran tersebut menjadi momen spesial yang menghadirkan rasa diperhatikan dan dikuatkan, terlebih dalam suasana Natal yang sarat kasih.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa nilai kepedulian sosial merupakan fondasi yang melekat dalam perjalanan perusahaan. Menurutnya, keberadaan ASDP di tengah masyarakat tidak boleh berhenti pada layanan transportasi, tetapi juga harus menyentuh sisi kemanusiaan.
“Kami percaya bahwa berbagi adalah cara sederhana untuk menumbuhkan harapan. Natal mengingatkan kita bahwa kehadiran dan perhatian sering kali lebih bermakna daripada sekadar materi. Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak panti merasakan kebersamaan dan semangat untuk terus bermimpi,” ujar Heru.
Dalam kesempatan tersebut, ASDP menyalurkan bantuan dana yang diperuntukkan bagi kebutuhan pendidikan dan operasional panti asuhan. Selain itu, berbagai kebutuhan penunjang aktivitas anak-anak turut diberikan, mulai dari pakaian dan sepatu layak pakai, peralatan makan, mainan edukatif, buku bacaan, hingga alat tulis. Bantuan ini diharapkan dapat menemani keseharian anak-anak—belajar, bermain, dan tumbuh dengan lebih nyaman.
Kehangatan acara semakin terasa ketika anak-anak panti asuhan menampilkan pentas tarian sederhana. Tawa, tepuk tangan, dan senyum yang terukir menjadi gambaran bahwa kebahagiaan kerap hadir dari momen-momen kecil yang dibangun bersama.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menuturkan bahwa rangkaian kegiatan dirancang untuk menciptakan ruang kebersamaan yang hangat dan inklusif. “Kami ingin anak-anak tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga merasakan kegembiraan dan perhatian. Interaksi dan kebersamaan inilah yang kami harapkan dapat meninggalkan kesan mendalam,” jelasnya.
Program TJSL ini selaras dengan komitmen ASDP dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan tersebut berkontribusi pada upaya pengentasan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, mendukung kehidupan sehat dan sejahtera, serta membantu akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak panti asuhan.
Bagi ASDP, berbagi bukanlah agenda sesaat, melainkan perjalanan berkelanjutan. Melalui kehadiran yang tulus dan kepedulian yang konsisten, ASDP berkomitmen untuk terus menyemai harapan, memperkuat ikatan dengan masyarakat, dan menjadikan nilai kemanusiaan sebagai bagian dari setiap langkah perusahaan. (Hms/Mdn)




















