Media Reformasi Indonesia (MRI)

21 Agustus 2026

Kasrem 044/Gapo Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kodam II/Sriwijaya


REFORMASI-ID | Palembang —Kasrem 044/Gapo Kolonel Inf Gus Andi Wulandri menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi yang digelar Kodam II/Sriwijaya di Masjid Raudhatul Ulum Makodam II/Sriwijaya, Palembang, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan keagamaan tersebut dihadiri Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, para pejabat utama Kodam II/Sriwijaya, pengurus Persit Kartika Chandra Kirana PD II/Sriwijaya, prajurit dan PNS Kodam II/Sriwijaya. Hadir pula Ustadz Kgs. H. Hasan Basri, yang menyampaikan tausiah dan hikmah Maulid Nabi.

Pada kesempatan tersebut Kasrem Kolonel Inf Gus Andi Wulandri, menyampaikan. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini mengangkat tema “Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Kita Mantapkan Tekad Bersama Rakyat.

”Tema tersebut menjadi pengingat bagi seluruh prajurit dan PNS TNI AD untuk menjadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai landasan dalam melaksanakan tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara," ungkap Kasrem Gus Andi Wulandri.


Menurutnya. Keteladanan Rasulullah SAW, khususnya dalam hal kejujuran, integritas, kepemimpinan, kepedulian, serta semangat persaudaraan, dinilai relevan untuk diterapkan oleh setiap prajurit dalam menjalankan tugas. 

"Nilai-nilai tersebut juga menjadi landasan penting dalam memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat," pungkasnya.

Kehadiran Kasrem 044/Gapo Kolonel Inf Gus Andi Wulandri dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Korem 044/Gapo untuk terus memperkuat pembinaan mental dan spiritual prajurit, sehingga nilai-nilai keagamaan dapat sejalan dengan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas.

Melalui peringatan ini, diharapkan seluruh prajurit dan PNS TNI AD semakin meningkatkan keimanan, memperkuat moral dan integritas, serta senantiasa hadir bersama rakyat dalam melaksanakan pengabdian demi menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI. (Mdn) 

Wakapolri Pimpin Upacara di Lapangan Bhayangkara, Hadirkan Potret Perjalanan Polri Lintas Generasi



REFORMASI-ID | Jakarta - Ada pemandangan istimewa dalam Peringatan Hari Juang Polri Tahun 2026 di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta, Jumat (21/8/2026). Para mantan Kapolri dan Wakapolri dari berbagai masa hadir bersama jajaran pimpinan serta personel Polri saat ini dalam satu momentum untuk mengenang perjalanan panjang pengabdian Kepolisian.

Upacara dipimpin Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. Kehadiran para senior Polri menjadikan peringatan Hari Juang di Mabes Polri terasa berbeda. Para tokoh yang pernah mengemban amanah memimpin institusi pada masanya kembali hadir di tengah keluarga besar Bhayangkara.

Hari Juang Polri yang diperingati setiap 21 Agustus merupakan momentum untuk mengenang perjuangan Polisi Istimewa dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Peringatan ini merujuk pada peristiwa Proklamasi Polisi di Surabaya pada 21 Agustus 1945, ketika Inspektur Polisi Kelas I Moehammad Jasin bersama anggota Polisi Istimewa menyatakan kesetiaan kepada Republik Indonesia dan mengambil sikap untuk berdiri bersama rakyat mempertahankan kemerdekaan. Semangat keberanian, kesetiaan, dan pengabdian yang ditunjukkan para pendahulu tersebut menjadi nilai yang terus diwariskan dan diwujudkan Polri sesuai tantangan pada setiap zaman.

Salah satu pemandangan yang menarik perhatian adalah kehadiran sejumlah mantan Kapolri. Jenderal Polisi (Purn) Drs. Roesmanhadi, S.H., M.M., M.H.; Jenderal Polisi (Purn) Drs. H. Bambang Hendarso Danuri, M.M.; Komjen Pol (Purn) Drs. Adang Daradjatun; Komjen Pol (Purn) Drs. R. Makbul Padmanagara; dan Komjen Pol (Purn) Drs. Oegroseno, S.H., hadir dalam upacara tersebut.

Dari unsur PP Polri dan PKBB turut hadir sejumlah purnawirawan perwira tinggi Polri. Mereka yang pernah mengemban amanah dalam berbagai periode kepemimpinan hadir bersama generasi Polri yang saat ini menjalankan tugas.

Kehadiran para senior tersebut membuat Lapangan Bhayangkara seolah menjadi ruang yang mempertemukan perjalanan panjang Polri dalam satu momentum. Para pemimpin dari berbagai masa berdiri bersama jajaran pimpinan dan personel Polri saat ini.

Momen itu bukan sekadar pertemuan para purnawirawan dengan generasi aktif. Lebih dari itu, kehadiran mereka menjadi gambaran bahwa perjalanan Polri dibangun melalui pengabdian banyak generasi.

Para mantan pimpinan Polri pernah menghadapi tantangan sesuai zamannya. Kini, generasi Polri saat ini menghadapi tantangan yang berbeda, mulai dari dinamika keamanan, perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga tuntutan masyarakat terhadap pelayanan Kepolisian yang semakin baik.

Namun, nilai dasar pengabdian tetap sama: menjaga keamanan, melindungi masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan pelayanan terbaik kepada bangsa dan negara.

Purnatugas Bukan Akhir dari Pengabdian

Kehadiran para senior juga memperlihatkan bahwa purnatugas bukan akhir dari hubungan dengan institusi.

Pengalaman, keteladanan, dan kepedulian terhadap Polri tetap menjadi bagian dari perjalanan keluarga besar Bhayangkara. Para senior yang pernah memimpin institusi kini hadir sebagai saksi perjalanan Polri sekaligus bagian dari sejarah yang terus dikenang.

Suasana tersebut terasa semakin kuat ketika seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan khidmat. Para senior dan personel aktif berada dalam satu lapangan, membawa pengalaman dari masa yang berbeda tetapi dipertemukan oleh institusi dan semangat pengabdian yang sama.

Hari Juang Polri menjadi momentum untuk melihat bahwa sebuah institusi tidak dibangun dalam satu masa. Ada perjalanan panjang, ada pengabdian banyak generasi, dan ada nilai-nilai yang terus dijaga.

Kapolri di Surabaya, Wakapolri di Jakarta

Pada waktu yang sama, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., memimpin Upacara Hari Juang Polri di Monumen Polisi Istimewa, Surabaya, Jawa Timur.

Surabaya memiliki makna historis karena menjadi tempat Proklamasi Polisi pada 21 Agustus 1945. Jika Surabaya mengajak seluruh insan Bhayangkara menengok kembali akar sejarah perjuangan Polisi, maka Jakarta menghadirkan wajah perjalanan panjang institusi melalui pertemuan para pemimpin dan senior Polri lintas generasi.

Dua lokasi tersebut memiliki pesan yang saling melengkapi: sejarah menjadi sumber nilai, sementara pengabdian hari ini menjadi wujud nyata untuk meneruskan nilai tersebut.

Seluruh Polda Kobarkan Semangat Hari Juang

Semangat Hari Juang Polri Tahun 2026 juga dilaksanakan oleh seluruh jajaran Polda di Indonesia.

Upacara dan berbagai kegiatan digelar di wilayah masing-masing sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pendahulu sekaligus momentum memperkuat komitmen memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.

Dari pusat hingga daerah, seluruh keluarga besar Polri kembali mengingat bahwa tantangan Kepolisian akan terus berubah. Namun, keberanian, integritas, loyalitas, profesionalisme dan semangat melayani masyarakat harus tetap menjadi bagian dari karakter setiap insan Bhayangkara.

Peringatan di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri akhirnya menghadirkan pesan yang sederhana namun kuat.

Para pemimpin boleh datang dari masa yang berbeda. Tantangan boleh berubah. Tetapi semuanya dipertemukan oleh satu sejarah dan satu pengabdian: Polri untuk bangsa dan negara.

Perkuat Mitigasi Karhutla, Kapolda Sumsel: Minta 31 Hotspot Segera Diverifikasi


REFORMASI-ID | PALEMBANG — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. menginstruksikan seluruh Polres jajaran untuk memperkuat deteksi dini, pencegahan, mitigasi, dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menyusul meningkatnya potensi kebakaran akibat kondisi cuaca kering di sejumlah wilayah Sumatera Selatan, Jumat (21/8/2026).

Arahan tersebut disampaikan Kapolda Sumsel sebagai tindak lanjut evaluasi penanganan Karhutla bersama Wakapolri melalui Zoom Meeting. Dalam pertemuan tersebut, Kapolda melaporkan langkah-langkah yang telah dilakukan Polda Sumsel bersama TNI, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, serta seluruh pemangku kepentingan terkait dalam mengantisipasi ancaman Karhutla.

Kapolda menegaskan bahwa penanganan Karhutla di Sumatera Selatan tidak boleh hanya berorientasi pada pemadaman setelah kebakaran terjadi. Deteksi dini, edukasi masyarakat, mitigasi, kesiapan sarana dan respons cepat harus menjadi satu rangkaian yang berjalan secara berkelanjutan.

“Memang titik api tidak bisa kita tolak, tetapi bisa kita cegah dan kita mitigasi. Upaya-upaya yang dilaksanakan selama ini sudah berjalan cukup bagus, tinggal dijaga dan ditingkatkan pelaksanaannya,” tegas Kapolda Sumsel.

Kapolda meminta setiap informasi titik panas yang diperoleh melalui sistem pemantauan seperti SiPongi maupun Lancang Kuning segera diteruskan ke command center masing-masing Polres untuk diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh tim maupun Satgas yang telah dibentuk.

Berdasarkan informasi yang diterima dalam arahan tersebut, sebanyak 31 hotspot terpantau berada di wilayah Sumatera Selatan, dengan konsentrasi antara lain di Kabupaten Musi Banyuasin dan Kabupaten Ogan Komering Ilir. Kapolda menekankan agar setiap titik panas segera diverifikasi sehingga potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

“Langkah konkret apabila ada titik api itu yang perlu kita jadikan tolok ukur. Tim yang sudah dibentuk harus segera merespons dan menindaklanjuti,” ujarnya.

Selain memperkuat kesiapan personel, Kapolda menginstruksikan jajaran untuk kembali mengecek kondisi embung, sekat kanal, sumber air, serta ketersediaan sumur bor yang dapat digunakan untuk mendukung pemadaman apabila terjadi kebakaran.

Kewaspadaan tersebut perlu ditingkatkan karena kondisi kekeringan mulai terlihat di sejumlah wilayah. Dalam evaluasi yang disampaikan, permukaan Sungai Musi disebut telah mengalami penurunan sekitar dua meter dan Sumatera Selatan telah hampir satu bulan tidak mendapatkan hujan.

Pada tingkat provinsi, penanganan Karhutla dilaksanakan secara terpadu melalui Satgas yang melibatkan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, TNI-Polri dan instansi terkait. Kapolda Sumsel bertindak sebagai Wakil Ketua Satgas, sementara Pangdam II/Sriwijaya sebagai Ketua Satgas.

Polda Sumsel juga telah mendukung langkah mitigasi melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Sebanyak 43 sorti penerbangan telah dilaksanakan. Dalam dialog bersama Wakapolri, Kapolda turut menyampaikan kebutuhan dukungan lanjutan untuk operasi modifikasi cuaca serta sarana udara guna mempercepat proses verifikasi dan mitigasi, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Wakapolri mengapresiasi langkah yang telah dilakukan Polda Sumsel dalam menangani Karhutla. Pola penanganan yang diterapkan dinilai telah mencakup upaya pencegahan hingga penanganan secara menyeluruh dari hulu sampai hilir. Mabes Polri juga akan mengomunikasikan kebutuhan dukungan Operasi Modifikasi Cuaca dan helikopter untuk Sumatera Selatan.

Kapolda selanjutnya memastikan Polda Sumsel siap memberikan dukungan kekuatan kepada satuan kewilayahan yang membutuhkan tambahan personel, khususnya apabila muncul titik panas baru yang memerlukan respons cepat.

“Kalau memang ada, kita jangan mundur. Sama-sama kita tindak lanjuti. Jangan pernah lelah untuk tetap berupaya semaksimal mungkin, karena upaya tidak akan menipu hasil,” pesan Kapolda Sumsel.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa penguatan mitigasi merupakan bagian penting dalam menekan risiko Karhutla sekaligus mencegah kebakaran berkembang semakin luas.

“Pencegahan harus dilakukan sejak dini. Setiap informasi hotspot harus segera diverifikasi dan ditindaklanjuti di lapangan. Sinergi seluruh unsur menjadi kunci agar potensi Karhutla dapat ditekan dan dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan dapat diminimalkan,” tegas Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Menurutnya, keberhasilan penanganan Karhutla tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pemadaman, tetapi juga oleh kecepatan mendeteksi potensi kebakaran, kesiapan personel dan sarana, serta koordinasi seluruh unsur sejak munculnya indikasi awal. Melalui penguatan deteksi dini, kesiapan personel dan sarana pemadaman, pemanfaatan teknologi pemantauan, Operasi Modifikasi Cuaca, serta kolaborasi lintas instansi, Polda Sumsel terus mengoptimalkan penanganan Karhutla secara terpadu. 

"Langkah tersebut diarahkan agar setiap potensi kebakaran dapat direspons sedini mungkin sekaligus melindungi masyarakat, lingkungan, dan ekosistem di wilayah Sumatera Selatan," tandasnya. (Mdn) 

HPN 2027 dan Arah Baru Pers Lampung: Menagih Kebijakan di Era Disrupsi


REFORMASI-ID | LAMPUNG - ​Penunjukan Provinsi Lampung sebagai tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 tiba pada momen yang sangat krusial. Di tengah kepungan disrupsi digital, banjir informasi media sosial, dan erosi kepercayaan publik terhadap karya jurnalistik, gelaran skala nasional ini tidak boleh sekadar menjadi seremonial megah atau ajang kumpul-kumpul rutin insan pers. HPN 2027 di tanah Sai Bumi Ruwa Jurai harus dijadikan momentum reaktualisasi dan pemaknaan ulang peran pers bagi masyarakat. Jumat, 21/08/2026.

​Dunia jurnalistik hari ini diuji oleh kecepatan yang sering kali mengorbankan akurasi, serta komersialisasi yang mengikis fungsi kontrol sosial. Dalam konteks ini, narasi rekam jejak tokoh pers senior Lampung seperti (Alm.) Kgs. Achmad Effendi (Bang Fendi)—sebagaimana dipaparkan oleh Kgs. Dedi Miryanto (asn Lamsel,putra almr.bang Fendi) dan Dr. Erry Setianegara(pakar hukum & ahli hukum pidana) menjadi cermin penting. 

Filosofi mendalam “Tidak selesai dunia ini, dengan kita sendiri” menyentuh akar terdalam fungsi pers: jurnalisme bukanlah panggung ego personal atau kelompok, melainkan kerja kolaboratif untuk kepentingan publik yang lebih luas.

​Menjadi tuan rumah HPN dan Porwanas 2027 memberi Lampung dua peluang strategis sekaligus:

​Etalase Budaya dan Identitas Daerah: Pers memiliki kekuatan naratif untuk memperkenalkan kekayaan tradisi, kearifan lokal, dan kehangatan masyarakat Lampung ke panggung nasional hingga internasional, melampaui stigma lama yang kerap melekat.

​Katalis Transparansi Pembangunan: Pers tidak hanya bertindak sebagai pemandu sorak (cheerleader) pembangunan daerah, tetapi juga sebagai pengawas yang kritis dan konstruktif (watchdog) guna memastikan akselerasi infrastruktur dan peningkatan kualitas SDM benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

​Sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers memang dibutuhkan untuk menciptakan kondusivitas wilayah. Namun, sinergi yang sehat tidak boleh membungkam daya kritis. Pers yang ideal di era kekinian adalah pers yang mampu mengemong, merangkul kemitraan strategis, tetapi tetap teguh berdiri di atas independensi dan kode etik kewartawanan.

​Gelaran HPN 2027 kelak harus meninggalkan warisan yang konkret: lahirnya ekosistem pers daerah yang lebih profesional, bermartabat, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Lampung tidak hanya siap menjadi tuan rumah yang ramah, tetapi juga siap menjadi percontohan bagaimana nilai-nilai luhur jurnalisme masa lalu mampu membimbing arah baru pers masa kini. (DM/MDN) 

Brimob Operasikan Ransus Water Treatment dan Watergen, Sediakan Air Bersih bagi Pengungsi di Manggarai



REFORMASI-ID | Manggarai, NTT - Korps Brimob Polri terus memperkuat pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Salah satunya melalui pengoperasian kendaraan khusus (Ransus) Water Treatment dan Watergen untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga pengungsi.

Sebanyak lima personel Brimob dipimpin Ipda Martino Tilman mengoperasikan Ransus Water Treatment dan Watergen di Posko Utama Barangkolong, Desa Mata Air, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Jumat (21/8/2026).

Ransus tersebut dimanfaatkan sebagai fasilitas penyediaan air bersih bagi warga yang berada di lokasi pengungsian. Kehadiran sarana ini menjadi bagian dari upaya Korps Brimob membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa penanganan pascagempa.

Pengoperasian Ransus Water Treatment dan Watergen melengkapi berbagai langkah penanganan yang dilakukan personel Brimob di lapangan. Selain mendukung kebutuhan air bersih, kehadiran personel di posko juga menjadi bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat yang masih berada dalam situasi tanggap darurat.

Personel Brimob terus berkoordinasi dan bersinergi dengan unsur terkait untuk memastikan pelayanan kemanusiaan berjalan secara optimal. Pemanfaatan kendaraan khusus tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih sekaligus meringankan beban warga selama berada di lokasi pengungsian.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Korps Brimob Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak bencana serta mendukung proses pemulihan pascagempa di wilayah Manggarai.

Kombes Pol. Hasripuddin Dampingi Wapres RI dan Perkuat Gerakan Kemanusiaan Brimob Pascagempa NTT


REFORMASI-ID | Manggarai, NTT  – Kehadiran Brimob di tengah masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur terus diperkuat. Di bawah pimpinan Perwira Pengendali (Pamendal) Satgas SAR Korbrimob Polri, Kombes Pol. Hasripuddin, personel menjalankan berbagai tugas kemanusiaan, mulai dari mendampingi kegiatan Wakil Presiden Republik Indonesia hingga memenuhi kebutuhan warga di lokasi pengungsian.

Pada Jumat (21/8/2026), sebanyak 25 personel Brimob melaksanakan salat Jumat bersama Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka di Masjid Al-Huda, Desa Reo, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai. Dalam kegiatan tersebut, Kombes Pol. Hasripuddin turut mengisi khutbah dengan menyampaikan pesan semangat, motivasi, serta penguatan ukhuwah islamiyah kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kehadiran personel Brimob bersama unsur pemerintah dalam memberikan dukungan moril kepada masyarakat yang masih berada dalam situasi pascagempa.

Di sisi lain, pelayanan kebutuhan dasar warga terus dilakukan di Posko Pengungsian Barangkolong, Desa Mata Air, Kecamatan Reo. Sebanyak 10 personel Korbrimob Polri BKO Polda NTT di bawah pimpinan Danki Penugasan AKP Roy Ronaldo mengoperasikan kendaraan dapur lapangan Polri untuk menyediakan makanan bagi para pengungsi.

Dukungan operasional Satgas SAR Korbrimob Polri juga bertambah dengan kedatangan satu unit kendaraan taktis Randurlap dan satu unit kendaraan taktis Water Treatment dari Satbrimob Polda Jawa Timur di Posko Pengungsian Barangkolong sekitar pukul 12.30 WITA.

Kedua kendaraan tersebut akan digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan operasional, termasuk penyaluran bantuan kepada warga terdampak, mobilisasi personel, serta pemantauan situasi keamanan di sekitar posko pengungsian.

Sementara itu, di Kabupaten Manggarai Timur, 10 personel Korbrimob Polri BKO Polda NTT yang dipimpin Ipda Hariri melaksanakan evakuasi barang berharga milik warga sekaligus membersihkan material runtuhan bangunan pascagempa di Dusun Rana Pandang, RT 008/RW 007, Kecamatan Lamba Leda Utara.

Kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana gerakan kemanusiaan Brimob dilakukan secara menyeluruh, baik melalui pendampingan kegiatan bersama pemerintah, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, maupun penanganan langsung di wilayah terdampak.

Satgas SAR Korbrimob Polri akan terus mengerahkan personel dan peralatan sesuai kebutuhan di lapangan guna membantu masyarakat, menjaga keamanan, dan mendukung percepatan pemulihan pascagempa di Nusa Tenggara Timur.

Tertimpa Batu Saat Gempa, Warga Dievakuasi Tim Kesehatan Taktis Korbrimob Polri



REFORMASI-ID | Manggarai, NTT - Tim Kesehatan Taktis Korbrimob Polri bergerak cepat memberikan pertolongan kepada warga terdampak gempa bumi di Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Seorang warga yang mengalami kesulitan berjalan setelah tertimpa batu saat gempa dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.

Pada Jumat (21/8/2026) pukul 07.38 WITA, Tim Kesehatan Taktis Korbrimob mengevakuasi warga tersebut dari Posko Paguyuban Jawa, Kecamatan Reo, menuju Posko Kesehatan Barangkolong.

Warga yang mengalami kesulitan berjalan akibat tertimpa batu saat gempa tersebut kemudian mendapatkan penanganan dari Tim Kesehatan Brimob. Evakuasi dilakukan untuk memastikan warga memperoleh pemeriksaan dan perawatan sesuai kondisi yang dialaminya.

Selain memberikan pelayanan kesehatan, personel Satgas SAR Korbrimob Polri juga terus membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang berada di posko pengungsian.

Pada pukul 09.05 WITA, personel Satgas SAR Korps Brimob Polri dengan membagikan sarapan pagi kepada masyarakat di Posko Pengungsian Barangkolong, Jalan Barangkolong, RT 03/04, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Korps Brimob Polri hadir dalam memberikan pelayanan kemanusiaan secara menyeluruh kepada masyarakat terdampak gempa, mulai dari penanganan kesehatan hingga pemenuhan kebutuhan dasar selama berada di pengungsian.

Melalui kehadiran Tim Kesehatan Taktis dan Satgas SAR di lapangan, Korps Brimob Polri terus memastikan warga terdampak mendapatkan pertolongan dan pelayanan yang dibutuhkan selama masa penanganan pascagempa.

Sambut Hari Jadi ke-78 Polwan, Polwan Polda Sumsel Gelar Aksi Bersih Lingkungan


REFORMASI-ID | PALEMBANG — Menyambut Hari Jadi ke-78 Polisi Wanita (Polwan), Pakor Polwan bersama senior Pamen/Pama Polwan dan personel Polwan Polda Sumsel menggelar aksi bersih lingkungan di sejumlah kawasan sekitar Mapolda Sumsel, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-78 Polwan sekaligus wujud nyata kepedulian jajaran Polwan Polda Sumsel terhadap kebersihan, kenyamanan, dan kelestarian lingkungan.

Aksi bersih lingkungan menyasar sejumlah titik, mulai dari Lapangan Apel Polda Sumsel, lingkungan Mapolda Sumsel, kawasan bawah Flyover Simpang Polda, hingga area Kolam Retensi Simpang Polda.

Pakor Polwan bersama para senior Pamen/Pama Polwan dan personel Polwan Polda Sumsel turun langsung membersihkan kawasan yang menjadi sasaran kegiatan. Kebersamaan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat soliditas sekaligus menegaskan bahwa semangat pengabdian Polwan tidak hanya diwujudkan dalam pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Kabid Humas Polda Sumsel  Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan, aksi bersih lingkungan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Polwan Polda Sumsel dalam memaknai Hari Jadi ke-78 Polwan melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan dan masyarakat.

"Momentum Hari Jadi ke-78 Polwan tidak hanya kita maknai sebagai peringatan perjalanan pengabdian Polisi Wanita, tetapi juga sebagai kesempatan untuk terus menghadirkan aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama dan harus dimulai dari kepedulian serta keteladanan," ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga mencerminkan semangat Polwan untuk terus hadir di tengah masyarakat dengan membawa nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan pengabdian.

"Kami berharap semangat yang dibangun melalui kegiatan ini dapat terus berlanjut. Polwan Polda Sumsel akan terus berupaya memberikan kontribusi positif, baik melalui pelaksanaan tugas kepolisian maupun kegiatan sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat," katanya.

Aksi tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Lingkungan yang bersih, tertata, dan nyaman akan mendukung terciptanya ruang publik yang lebih sehat serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Momentum Hari Jadi ke-78 Polwan pun dimaknai jajaran Polwan Polda Sumsel sebagai kesempatan untuk terus memperkuat semangat pengabdian, kepedulian sosial, dan kontribusi positif di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Polwan Polda Sumsel menunjukkan bahwa kehadiran Polisi Wanita tidak hanya berada di ruang-ruang pelayanan dan penegakan hukum, tetapi juga hadir melalui aksi nyata yang menyentuh kebutuhan lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Kegiatan berlangsung dengan tertib hingga selesai dan diikuti oleh personel Polwan yang hadir. Aksi bersih lingkungan ini diharapkan menjadi bagian dari semangat berkelanjutan untuk menjaga kebersihan serta menumbuhkan budaya peduli lingkungan di wilayah Sumatera Selatan. (Mdn) 

Kemarau Melanda, Wakil Ketua DPRD Lampung Maulidah Zauroh Dorong Pemerintah Petakan Wilayah Krisis Air di Tubaba


REFORMASI-ID | TULANG BAWANG BARAT – Musim kemarau mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba). Sejumlah warga dilaporkan mengeluhkan berkurangnya ketersediaan air bersih, sementara debit air pada sejumlah sumur warga mulai menurun.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Wakil Ketua III DPRD Provinsi Lampung, Maulidah Zauroh, yang merupakan anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI meliputi Kabupaten Tulang Bawang Barat, Tulang Bawang, dan Mesuji.

Maulidah menyampaikan hal tersebut melalui sambungan telepon seluler, Jumat (21/8/2026). Ia mengatakan, dirinya menerima sejumlah keluhan masyarakat Tubaba terkait dampak musim kemarau yang mulai semakin terasa.

“Saya menerima keluhan dari masyarakat di Tulang Bawang Barat terkait dampak kemarau yang semakin dirasakan. Air mulai sulit, sumur warga berkurang debitnya, dan masyarakat harus berusaha lebih keras untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari,” kata Maulidah.

Menanggapi keluhan tersebut, Maulidah mendorong pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk segera turun ke lapangan dan melakukan pemetaan wilayah yang mengalami kesulitan air, khususnya tiyuh-tiyuh yang paling terdampak.

Menurutnya, pemetaan penting dilakukan agar pemerintah memiliki data mengenai lokasi dan tingkat kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, langkah penanganan, termasuk pendistribusian bantuan air bersih, dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.

“Kalau masyarakat sudah kesulitan air bersih, jangan menunggu kondisinya semakin parah. Bantuan air bersih harus segera disiapkan dan disalurkan ke titik yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.

Maulidah menilai, penanganan dampak kemarau tidak cukup hanya dengan mendistribusikan air bersih ketika masyarakat sudah mengalami kesulitan. Pemerintah juga perlu menyiapkan strategi jangka panjang untuk mengantisipasi persoalan ketersediaan air yang berpotensi kembali terjadi pada musim kemarau berikutnya.

Ia mendorong pemerintah melakukan pemetaan kebutuhan infrastruktur sumber air di wilayah terdampak, antara lain melalui pembangunan sumur bor, embung, jaringan air bersih, serta optimalisasi dan penguatan sumber-sumber air yang masih tersedia.

“Harus ada solusi yang lebih permanen. Kita perlu melihat wilayah mana yang membutuhkan sumur bor, embung, jaringan air bersih, ataupun penguatan sumber air lainnya,” ujarnya.

Selain penanganan darurat, Maulidah menilai koordinasi antara pemerintah kabupaten, Pemerintah Provinsi Lampung, serta organisasi perangkat daerah dan instansi teknis terkait perlu diperkuat. Hal tersebut dinilai penting agar penanganan kekurangan air dapat dilakukan secara terintegrasi dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Persoalan ini akan kami dorong kepada pemerintah provinsi dan dinas terkait. Yang paling penting, masyarakat jangan dibiarkan menghadapi persoalan ini sendirian,” tegas Maulidah.

Ia berharap pemerintah tidak menunggu sampai kondisi berkembang menjadi krisis untuk mengambil langkah. Menurutnya, upaya mitigasi dan pemetaan wilayah rawan kekurangan air perlu dilakukan sejak awal sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.

“Kemarau mungkin datang setiap tahun, tetapi kesulitan air yang berulang setiap tahun seharusnya bisa kita antisipasi. Karena itu, kita harus mulai memikirkan solusi yang lebih permanen agar masyarakat tidak terus menghadapi persoalan yang sama setiap musim kemarau,” pungkasnya.

Maulidah menegaskan, pemenuhan kebutuhan air bersih merupakan hal penting yang perlu menjadi perhatian pemerintah, terutama bagi masyarakat di wilayah yang mengalami penurunan ketersediaan air selama musim kemarau. (*)

Menelusuri Jejak Perjuangan Polisi Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia


REFORMASI-ID | Lampung – Setiap 21 Agustus, Kepolisian Negara Republik Indonesia memperingati Hari Juang Polri sebagai momentum untuk mengenang sejarah perjuangan polisi dalam mempertahankan kemerdekaan sekaligus meneguhkan kembali semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Sejarah Hari Juang Polri tidak terlepas dari rangkaian peristiwa setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945. 

Dalam sidang kedua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 19 Agustus 1945, dibahas kedudukan kepolisian dalam pemerintahan Indonesia. 

Atas usul Otto Iskandar Dinata, polisi kemudian ditetapkan berada dalam kekuasaan Pemerintah Indonesia.

Sehari kemudian, 20 Agustus 1945, Inspektur Polisi Kelas I Muhammad Jasin selaku Komandan Polisi Istimewa Surabaya bersama sejumlah anggota menggelar rapat untuk membahas kedudukan polisi setelah Indonesia merdeka.

Rapat tersebut melahirkan keputusan bersejarah. Pada 21 Agustus 1945, Polisi Istimewa Surabaya menyatakan kesetiaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan menyusun dan membacakan Proklamasi Polisi.

Muhammad Jasin kemudian memimpin apel pagi di Markas Polisi Istimewa Surabaya dan membacakan teks Proklamasi Polisi yang diikuti seluruh anggota. 

Para anggota juga diperintahkan menyebarluaskan pamflet proklamasi serta bersiap menghadapi berbagai kemungkinan ancaman, termasuk reaksi tentara Jepang.

Semangat perjuangan tersebut kemudian diwujudkan melalui berbagai aksi dalam mempertahankan kemerdekaan. 

Polisi turut mengambil bagian dalam pelucutan gudang-gudang senjata Jepang dan mendistribusikan senjata untuk mendukung perjuangan di berbagai wilayah.

Perjuangan tersebut terus berlanjut dalam berbagai peristiwa, termasuk Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya serta perjuangan menghadapi Agresi Militer Belanda I dan II.

Rangkaian sejarah tersebut menjadi bukti bahwa sejak awal berdirinya Republik Indonesia, polisi tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan, tetapi juga turut berada dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo pada 22 Januari 2024 menerbitkan Keputusan Kapolri Nomor KEP/95/I/2024 yang menetapkan 21 Agustus sebagai Hari Juang Polri.

Hari Juang Polri menjadi pengingat bagi seluruh insan Bhayangkara untuk meneladani keberanian, loyalitas dan semangat pengabdian para pendahulu dalam menjalankan tugas menjaga keamanan serta memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.

Nilai-nilai perjuangan tersebut menjadi landasan bagi Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat dan memberikan pengabdian terbaik demi bangsa dan negara. (Mdn) 

Dekat dengan Masyarakat, Detasemen Perintis Korsabhara Polri Gelar Patroli Dialogis dan Bantuan Sosial



REFORMASI-ID | Pagedangan - Direktorat Samapta Korsabhara Baharkam Polri melalui Personel Detasemen Perintis terus meningkatkan kehadiran Polri di tengah masyarakat. Pada Kamis malam (20/8/2026), 

Ditsamapta menggelar kegiatan Patroli Jalan Kaki Dialogis yang dirangkaikan dengan pembagian bantuan sembako di wilayah Pengadegan, Jakarta Selatan.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, sekaligus menjalin komunikasi langsung dengan warga setempat.

Melalui pendekatan humanis, para personel menyusuri pemukiman warga secara langsung guna mendengarkan aspirasi serta potensi gangguan keamanan di wilayah Pengadegan. 

Di saat yang sama, aksi sosial berupa penyerahan bantuan paket sembako disalurkan secara langsung kepada warga yang membutuhkan.

Direktur Samapta Korsabhara Baharkam Polri menegaskan bahwa kehadiran personel di lapangan bukan sekadar melakukan pengawasan, melainkan bentuk pengayoman dan solidaritas nyata dari kepolisian. 

Langkah aktif ini diharapkan dapat mempererat hubungan sosial antara Polri dan masyarakat demi terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan harmonis.

Distribusi BBM Jadi Perhatian, Kapolres Bitung Cek Keamanan Depo Pertamina



LUGAS | BITUNG — Keamanan distribusi bahan bakar minyak (BBM) menjadi perhatian Kepolisian Resor Bitung. Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.H., S.I.K., M.H., memperkuat koordinasi dengan PT Pertamina Integrated Bitung untuk memastikan distribusi energi bagi masyarakat berjalan aman dan tanpa gangguan.

Koordinasi itu berlangsung melalui silaturahmi di ruang kerja Kapolres Bitung, Kamis, 20 Agustus 2026. Pertemuan tersebut dihadiri Wakapolres Bitung Kompol J.H. Daniel Korompis, S.E., M.H., sejumlah pejabat utama Polres Bitung, Manajer Integrated Bitung Arman Prastiono, serta Junior Officer II Security Kapten CPM Anggi Priatno.

Pembahasan tidak hanya menyangkut pengamanan kawasan operasional Pertamina. Polisi dan pihak perusahaan juga mengantisipasi sejumlah potensi kerawanan dalam rantai distribusi BBM, termasuk penimbunan, penyalahgunaan BBM bersubsidi, serta distribusi yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Bagi kepolisian, pengamanan distribusi BBM memiliki dimensi yang lebih luas. Gangguan pada distribusi energi dapat berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, transportasi, hingga kegiatan ekonomi. Karena itu, komunikasi antara aparat keamanan dan pengelola distribusi energi dinilai perlu berlangsung secara cepat dan berkelanjutan.

“Kami berkomitmen membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan Pertamina. Keamanan objek vital dan kelancaran distribusi BBM merupakan kepentingan bersama karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat,” kata AKBP Arie.

Menurut dia, setiap potensi gangguan harus diantisipasi sejak dini. Polres Bitung, kata Arie, siap mendukung langkah pengamanan yang diperlukan agar pelayanan energi kepada masyarakat tetap berlangsung secara aman, tertib, dan lancar.

“Polres Bitung siap mendukung dan bersinergi dengan Pertamina, khususnya dalam mengantisipasi berbagai potensi kerawanan. Kami ingin pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan aman, tertib dan lancar,” ujarnya.

Setelah pertemuan, Kapolres Bitung bersama rombongan meninjau langsung Depo Pertamina Bitung. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi keamanan di kawasan operasional sekaligus memastikan aktivitas distribusi BBM berlangsung dalam situasi yang kondusif.

Depo Pertamina Bitung merupakan salah satu simpul penting dalam distribusi energi di wilayah tersebut. Karena itu, pengamanan kawasan dan kelancaran distribusi menjadi bagian dari upaya menjaga pelayanan publik tetap berjalan.

Pertemuan dan peninjauan tersebut menegaskan bahwa pengamanan distribusi BBM tidak berhenti pada penjagaan objek fisik. Polres Bitung dan Pertamina membangun pola koordinasi untuk membaca potensi gangguan lebih awal, sehingga kebutuhan energi masyarakat tetap terlayani dan distribusinya tidak tersendat.

Tak Cukup Tangkap Pelaku, Bareskrim Tekankan Profesionalisme Penyidik di Bitung



REFORMASI-ID | BITUNG — Profesionalisme penyidik menjadi salah satu perhatian dalam Asistensi dan Monitoring Evaluasi (Monev) Indeks Penegakan Hukum (Gakkum) Bareskrim Polri di Mapolres Bitung, Rabu, 19 Agustus 2026.

Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.H., S.I.K., M.H., menyambut langsung Tim Asistensi dan Monev yang dipimpin Brigjen Pol Dede Ruhiat Djunaedi, S.I.K., M.H. Kegiatan berlangsung di Aula ED Polres Bitung dan diikuti jajaran Ditpolair Polda Sulawesi Utara, Polres Bitung, serta Polres Minahasa Utara.

Monev tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengukur capaian kinerja. Forum itu juga menjadi ruang evaluasi terhadap sejumlah aspek yang berkaitan langsung dengan kualitas penegakan hukum, mulai dari kompetensi penyidik, penguasaan teknik penyelidikan dan penyidikan, administrasi perkara, supervisi, hingga dukungan sarana dan anggaran.

Arie mengatakan hasil evaluasi harus diterjemahkan menjadi perbaikan konkret di lapangan. Menurut dia, penilaian kinerja tidak semestinya berhenti pada angka dan laporan administratif, tetapi menjadi dasar untuk memperbaiki kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat.

“Evaluasi ini bukan sekadar melihat capaian, tetapi menjadi momentum untuk berbenah. Kita harus terus meningkatkan kemampuan dan profesionalisme penyidik agar setiap proses penegakan hukum dilaksanakan secara cermat, transparan, akuntabel dan sesuai ketentuan,” ujar Arie.

Ia juga mengingatkan personel agar tidak mengabaikan aspek keadilan dalam menangani setiap laporan masyarakat. Penegakan hukum, kata dia, harus dilakukan dengan integritas, tanggung jawab, serta respons cepat terhadap persoalan yang dihadapi warga.

“Laksanakan tugas dengan integritas dan tanggung jawab. Setiap laporan masyarakat harus ditangani secara profesional dan responsif, sehingga kehadiran Polri benar-benar memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan,” tegasnya.

Dalam evaluasi tersebut terungkap, hingga Juli 2026 realisasi Indeks Gakkum Polda Sulawesi Utara berada pada angka 2,48 dari target 3,7, atau mencapai 67,03 persen. Tim Bareskrim Polri kemudian memberikan sejumlah rekomendasi sebagai bahan pembenahan untuk meningkatkan kualitas dan capaian penegakan hukum.

Kegiatan yang berakhir sekitar pukul 19.30 WITA itu berlangsung aman dan lancar. Polres Bitung menyatakan akan menindaklanjuti hasil evaluasi tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat profesionalisme penyidik sekaligus membangun pelayanan penegakan hukum yang humanis, responsif, transparan dan dapat dipercaya masyarakat.

Pinjamkan Identitas untuk Kredit Truk, Warga Waway Karya Berujung Tuntutan Pidana


REFORMASI-ID | LAMPUNG TIMUR — Pengadilan Negeri Sukadana menggelar sidang lanjutan ketiga dengan agenda pembacaan tuntutan terhadap terdakwa kasus pelanggaran Undang-Undang Jaminan Fidusia pada Kamis, 20 Agustus 2026. Terdakwa atas nama Heriyanto Bin Jarkasih, warga Desa Mekar Jaya, Dusun Bucu, Kecamatan Waway Karya, resmi dituntut hukuman penjara selama 5 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

​Kronologi dan Pelanggaran
​Perkara ini bermula dari perjanjian pembiayaan kendaraan truk jenis Mitsubishi Colt Diesel FE 74 HDV Tahun 2012 dengan nomor polisi BE 8573 N. Dalam perjalanannya, debitur atas nama Heriyanto mangkir dari kewajiban pembayaran sejak 12 Mei 2024 atau terhitung sudah menunggak selama 830 hari dari total tenor 48 bulan.

​Kepala Cabang True Finance Bandar Lampung, Jefri, menyatakan pihaknya telah menempuh berbagai langkah persuasif dan mediasi sejak awal masa kredit macet. Namun, karena tidak adanya iktikad baik dari debitur, pihak finance akhirnya menempuh jalur hukum.

​"Tujuan awal True Finance hadir untuk membantu masyarakat, namun kami mengharapkan agar debitur lebih bertanggung jawab atas apa yang sudah menjadi kesepakatan antara dua pihak, sehingga tidak ada yang dirugikan," ujar Jefri.

​Ketegasan Majelis Hakim
​Dalam persidangan, Jarkasih selaku ayah terdakwa mengakui bahwa identitas dan pinjaman tersebut atas nama anaknya. Ia berdalih bahwa dana serta kendaraan digunakan oleh Nurul Huda, yang merupakan adik ipar terdakwa.

​Menanggapi hal tersebut, Hakim Ketua Wahyu Setia Ningrum menegaskan bahwa data identitas, tanda tangan, hingga dokumen yang tertera dalam akad kredit merupakan tanggung jawab mutlak pemilik data resmi.

​"Semua data mulai dari tanda tangan hingga foto KTP sesuai dengan identitas saudara. Saudara Heriyanto tidak mau disalahkan, tetapi hukum tetap berlaku atas data tersebut," tegas Wahyu.

​Ancaman Pasal dan Tuntutan
​Terdakwa dijerat dengan Pasal 36 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, yang melarang pemberi fidusia mengalihkan, menggadaikan, atau menyewakan benda yang menjadi objek jaminan fidusia tanpa izin tertulis terlebih dahulu dari kreditur. Ancaman hukuman dalam pasal ini mencapai dua tahun penjara dan denda maksimal Rp50.000.000.

​Berdasarkan fakta persidangan yang digelar pukul 14.00 WIB, JPU menuntut terdakwa dengan hukuman 5 bulan penjara dan denda Rp10.000.000. Majelis hakim menambahkan, apabila denda tersebut tidak dibayarkan, maka masa pidana penjara terdakwa akan ditambah menjadi 5 bulan 10 hari.

​Kasus ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar tidak sembarangan meminjamkan identitas, memindahtangankan, atau mengalihkan kendaraan berstatus fidusia tanpa prosedur hukum yang sah. (*** )

20 Agustus 2026

Gelar Lomba Tingkat Dusun, Camat Bakauheni: Wujudkan Desa HELAU


REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN, AKAUHENI – Pemerintah Kecamatan Bakauheni menggelar lomba tingkat Dusun sekaligus penilaian kategori juara dalam rangka menuju Desa HELAU yang dilaksanakan di Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan pada Kamis, 20/08/2026.

HELAU sendiri merupakan singkatan dari Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul. Lomba ini bertujuan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam menciptakan dusun yang bersih, sehat, dan pariwisatanya, serta memiliki kegiatan ekonomi produktif.


"Dimana diketahui Kecamatan Bakauheni sangat populer dengan Pariwisatanya," kata Camat Bakauheni Sidik. SH. MM. 

Camat Bakauheni, Sidik SH. MM, dalam keterangan Persnya menyampaikan bahwa lomba pada hari ini tingkat Dusun Desa Bakauheni bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sebagai pemicu semangat gotong royong warga. Apalagi suasana kemerdekaan HUT ke 81 RI saat ini masih terasa membakar semangat juang para pahlawan yang berjuang merebut Kemerdekaan. 

"Kemerdekaan sejati itu adalah berbuat untuk bangsa dan negara, semangat membangun tingkat desa maupun kabupaten," sebut Camat Bakauheni. 


"HELAU ini kita jadikan semangat bersama. Dari tingkat dusun dulu, kalau dusunnya bagus, desanya ikut maju. Saya minta masyarakat terus jaga kebersihan, tingkatkan kegiatan kebersamaan, dan kembangkan pariwisata di lingkungan masing-masing. Sehingga dapat mengundang para wisatawan diluar Lampung untuk berkunjung ke Lampung Selatan, Khususnya Desa Bakauheni," ujar Camat Bakauheni. 

Adapun indikator penilaian dalam Lomba Desa HELAU meliputi Asri, Bersih, Rapih dan Indah (ABRI) tak hanya itu kekompakan, kebersamaan dari setiap Dusun yang ikut perlombaan dan seiring dengan program Bupati Lampung Selatan yang mana diketahui sedang melakukan juga Lomba Desa HELAU, sekabupaten Lampung Selatan. 

"Lomba ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh 18 dusun se-Kecamatan Bakauheni. Tim penilai terdiri dari unsur Kecamatan Bakauheni," jelas Sidik.

Selain itu ungkapnya. Antusiasme warga terlihat dari berbagai kegiatan yang ditampilkan dan uniknya tahun ini berbarengan dengan HUT Ke-81 RI, mulai dari kerja bakti massal, lomba kebersihan rumah, hingga Toga dibeberapa dusun. 


"Juara itu bonus. Yang penting setelah lomba, semangat HELAU nya jangan berhenti," pungkasnya. 

Dilain pihak Tokoh masyarakat Punyimbang Bakauheni Bung Saftoni menambahkan, sangat senang dan mendukung dengan adanya kegiatan seperti ini karena bisa membantu pemerintahan dan memupuk semangat gotong royong dilingkungan masyarakat Bakauheni.

"Saya mengapresiasi sekali kegiatan seperti ini. Kalau bisa diadakan kembali, agar bisa membangun rasa  kebersamaan sesama masyarakat baik dari anak muda hingga orang tua," tutup Bung Saftoni

Di akhir rangkaian acara, Camat Bakauheni berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi budaya di setiap dusun yang berada diwilayah Kecamatan Bakauheni. (Mudian) 

K-9 SAR Polri Perkuat Operasi Kemanusiaan Pascagempa NTT



REFORMASI-ID | Manggarai, NTT - Tim K-9 SAR Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri terus bergerak membantu pencarian korban pascagempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur. Setelah diterjunkan sejak 16 Agustus 2026, tim bersama anjing pelacak K-9 melakukan pencarian di sejumlah wilayah terdampak, termasuk Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pengerahan Unit K-9 SAR merupakan bagian dari upaya Polri untuk mendukung proses pencarian dan penanganan korban bencana secara maksimal.

“Polri terus mengerahkan kemampuan terbaik untuk membantu masyarakat terdampak gempa di NTT. Tim K-9 SAR memiliki kemampuan khusus untuk mendeteksi keberadaan korban, baik yang masih hidup maupun korban meninggal dunia, sehingga diharapkan dapat membantu mempercepat proses pencarian di lapangan,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo, Kamis (20/8/2026).

Sejak tiba di Flores pada Minggu (16/8/2026), tim K-9 SAR yang terdiri dari 21 personel dan diperkuat 10 ekor anjing K-9 dengan kemampuan cadaver dan canine search and rescue (CSAR) melakukan konsolidasi serta koordinasi dengan jajaran kepolisian setempat. Tim juga melakukan persiapan, perawatan satwa, hingga pergeseran dari Polres Manggarai Timur menuju Polres Manggarai dan selanjutnya ke wilayah Polsek Reo.

Selain melaksanakan tugas pencarian, tim K-9 SAR juga memberikan trauma healing kepada anak-anak terdampak bencana menggunakan K-9 Rubin bersama handler Briptu Gabriella dan Aipda M. Sahid.

Pada Rabu (19/8/2026), Tim K-9 SAR melaksanakan pencarian di dua lokasi di wilayah Reo. Kanit K-9 SAR Iptu Erasmus melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan personel Polsek Reo serta masyarakat di sekitar lokasi. Tim kemudian melakukan briefing dan mensterilkan area pencarian dari benda-benda berbahaya seperti seng, paku, pecahan kaca, dan material lainnya yang dapat membahayakan satwa maupun personel.

K-9 Rubin dan Gizi kemudian melakukan pencarian di site A mulai pukul 10.20 WITA. Selanjutnya, K-9 Kyara dan Dasa melakukan pencarian di site berikutnya mulai pukul 14.00 WITA.

Setelah pencarian selesai pada pukul 15.00 WITA, seluruh satwa kembali menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim Rumah Sakit Hewan Polri Presisi. Hasil pencarian menunjukkan tidak ditemukan korban, baik dalam kondisi hidup maupun meninggal dunia, di kedua lokasi tersebut. Berdasarkan hasil pencarian, site A dan site B kemudian dinyatakan clear. Hasil tersebut juga telah diterima oleh masyarakat, khususnya pihak keluarga.

“Setiap proses pencarian dilakukan secara terukur dengan memperhatikan keselamatan personel dan satwa. Sebelum pencarian, lokasi terlebih dahulu disterilkan dan setelah kegiatan selesai kondisi kesehatan K-9 kembali diperiksa. Ini menjadi bagian dari standar penanganan agar seluruh proses berjalan aman dan optimal,” jelas Trunoyudo.

Trunoyudo menegaskan, keberadaan Tim K-9 SAR di wilayah terdampak merupakan wujud komitmen Polri untuk terus mendukung seluruh proses penanganan bencana bersama unsur terkait.

“Polri tidak hanya hadir dalam proses evakuasi dan pencarian, tetapi juga memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Basarnas, TNI, relawan, dan seluruh unsur terkait agar penanganan pascabencana dapat berjalan secara terpadu,” tuturnya.

Polri memastikan dukungan personel dan kemampuan khusus, termasuk K-9 SAR, akan terus dikerahkan sesuai kebutuhan di lapangan untuk membantu masyarakat dalam menghadapi masa tanggap darurat dan pemulihan pascagempa di Flores, NTT.

Korem 044/Gapo Gelar Rakor Lomba Bidar Tradisional HUT ke-81 TNI


REFORMASI-ID | Palembang – Kasrem 044/Gapo Kolonel Inf Andi Gus Wulandri menekankan pentingnya sinergi, koordinasi dan kesiapan seluruh unsur dalam mempersiapkan Lomba Bidar Tradisional dalam rangka HUT ke-81 TNI Tahun 2026, Kamis (20/8/2026). 

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Persiapan Lomba Bidar Tradisional yang melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah, organisasi olahraga dan instansi terkait. Lomba dijadwalkan berlangsung pada 10 Oktober 2026 di Danau Jakabaring Sport City, Palembang.

Kasrem juga menekankan agar seluruh panitia dan unsur pendukung memahami tugas masing-masing serta memastikan kesiapan teknis, pengamanan dan keselamatan. 

"Mengingat perlombaan berlangsung di atas air, faktor keselamatan peserta, official, panitia, juri dan masyarakat menjadi prioritas utama," ujar Kasrem.

Dalam pada itu imbuh Kasrem. Selain menjadi ajang kompetisi, Lomba Bidar Tradisional diharapkan menjadi momentum melestarikan budaya Sumatera Selatan, mempererat silaturahmi, menumbuhkan sportivitas serta memperkuat sinergi TNI dengan seluruh komponen masyarakat.

"Dengan koordinasi dan kolaborasi yang baik, Lomba Bidar Tradisional HUT ke-81 TNI diharapkan dapat berlangsung aman, sukses dan meriah sekaligus memperkenalkan kembali olahraga tradisional kepada generasi muda," tandasnya. (Mdn) 

Polri Berikan Konseling dan Trauma Healing bagi Korban Gempa di Manggarai Barat



REFORMASI-ID | Labuan Bajo - Kepolisian terus memberikan perhatian dan pendampingan kepada masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur. Salah satunya dilakukan melalui kunjungan dan konseling terhadap korban gempa yang saat ini menempati tempat tinggal sementara di Rumah Bhabinkamtibmas Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 15.45 Wita tersebut dipimpin langsung Kapolsek Komodo Ipda Adhar, S.H., bersama Psikolog Kepolisian Polda Jawa Tengah Ipda Putri Agustina, S.Psi., M.M.

Kedua korban merupakan warga Kampung Sambi Dampek, Desa Satar Padut, Kecamatan Lambaleda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, yang mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa bumi terjadi.

Korban tersebut yakni Martina Nina (76), yang mengalami patah tulang belakang, serta Margareta Mandarin (5), yang mengalami patah tulang pada tangan sebelah kiri. Keduanya sebelumnya dirujuk dari Puskesmas Dampek menuju RSUD Pratama Komodo menggunakan helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 11.00 Wita.

Dalam kunjungan tersebut, tim memberikan konseling dan trauma healing kepada korban, khususnya untuk membantu mengurangi dampak psikologis akibat pengalaman bencana yang dialami.

Pendampingan dilakukan dengan memberikan penguatan, membangun rasa aman dan nyaman, serta memberikan motivasi agar korban dan keluarga tetap memiliki semangat dalam menghadapi situasi pascabencana.

Kapolsek Komodo Ipda Adhar, S.H., mengatakan bahwa kehadiran Polri tidak hanya dalam bentuk bantuan fisik, tetapi juga memberikan dukungan moril dan pendampingan psikologis kepada masyarakat yang terdampak bencana.

“Kami ingin memastikan korban tidak merasa sendiri dalam menghadapi situasi pascabencana. Polri hadir untuk memberikan pendampingan, rasa aman, sekaligus dukungan moril agar korban dapat melalui masa pemulihan dengan lebih kuat,” ujar Ipda Adhar.»

Sementara itu, Psikolog Kepolisian Polda Jawa Tengah Ipda Putri Agustina, S.Psi., M.M., mengatakan trauma healing diberikan sebagai bagian dari upaya membantu korban, terutama anak-anak, dalam mengelola rasa takut dan trauma setelah mengalami bencana.

“Pendampingan psikologis ini kami lakukan untuk membantu korban merasa lebih aman, nyaman, dan mendapatkan penguatan setelah mengalami peristiwa gempa. Kami berharap dukungan ini dapat membantu proses pemulihan psikologis korban secara bertahap,” ungkap Ipda Putri.»

Selain memberikan konseling dan trauma healing, tim juga menyerahkan bantuan kepada korban sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

Kegiatan kunjungan dan konseling tersebut berlangsung hingga pukul 16.15 Wita. Pendampingan ini menjadi bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan dukungan selama masa tanggap dan pemulihan pascabencana.

Marindo Kurniawan Perkuat Tata Organisasi Wujudkan Efektifitas dan Integritas


REFORMASI-ID | Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat tata kelola organisasi dan kinerja pemerintahan guna memastikan seluruh perangkat daerah bekerja secara efektif, adaptif, terukur, serta sesuai dengan regulasi.

Upaya tersebut dibahas dalam rapat terkait Tata Organisasi Pemerintah Provinsi Lampung yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan di Ruang Kerja Sekda, Rabu (19/08/2026).

Rapat tersebut diikuti Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Lampung Marzuqi Sayuti beserta jajaran.

Dalam arahannya, Marindo menegaskan pentingnya peran Biro Organisasi dalam memastikan tata kelola pemerintahan berjalan pada jalur yang tepat. Menurutnya, sebagai organisasi besar, Pemerintah Provinsi Lampung membutuhkan pengelolaan organisasi yang baik agar seluruh perangkat daerah mampu mencapai tujuan pemerintahan secara optimal.

"Saya menganggap penting Biro Organisasi ini karena kita ini sebuah organisasi. Pemerintah daerah secara rumah besarnya, lalu dinas-dinas itu namanya OPD, Organisasi Perangkat Daerah. Lalu siapa yang mengurusi organisasi itu? Ya Biro Organisasi," ujar Marindo.

Ia menyebut Biro Organisasi sebagai 'jantung organisasi' di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. Karena itu, Biro Organisasi diharapkan mampu bergerak lebih modern, cepat, adaptif, dan agile dalam menjalankan tugasnya.

"Saya ingin Biro Organisasi berjalan di atas rel dengan teknologi yang modern, sehingga cepat, adaptif, agile. Yang ingin saya sampaikan adalah bagaimana kita semua mencapai tujuan bersama yang akan diraih oleh Biro Organisasi," katanya.

Salah satu fokus utama yang disoroti Marindo adalah peningkatan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Ia mengapresiasi peningkatan predikat SAKIP Pemerintah Provinsi Lampung dari B menjadi BB pada penilaian sebelumnya.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari proses dan kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah. Namun, capaian BB tidak boleh menjadi titik akhir. Marindo menetapkan target yang lebih tinggi, yakni meraih predikat A.

"Targetnya tetap A. Kalau targetnya tetap mempertahankan BB, rasanya bukan target namanya. Tapi itu semua adalah buah dari proses yang benar. Seperti ketika kita naik menjadi BB, kita menjalani proses itu dengan benar," tegasnya.

Untuk mencapai target tersebut, Marindo meminta Biro Organisasi memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah terkait, khususnya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Inspektorat. Menurutnya, peningkatan SAKIP tidak dapat dilakukan oleh Biro Organisasi seorang diri karena keberhasilannya merupakan hasil dari seluruh siklus penyelenggaraan pemerintahan.

Ia menekankan bahwa perencanaan menjadi fondasi utama dalam membangun kinerja pemerintahan yang akuntabel. Karena itu, pohon kinerja harus disusun secara jelas dan selaras dengan RPJMD maupun RPJMN.

"Semua diawali dari perencanaan. Kalau perencanaannya sudah benar sesuai dengan syarat-syarat LAKIP, sekarang kita fokus ke penilaian. Yang diminta oleh penilaian itu apa? Kita to the point saja," ujarnya.

Selain aspek perencanaan, sisi pengawasan juga menjadi perhatian. Marindo meminta agar tindak lanjut atas temuan, kesalahan, maupun rekomendasi pengawasan dilakukan secara nyata dan sesuai ketentuan.

Ia menjelaskan, capaian SAKIP pada dasarnya bukan semata-mata persoalan menyusun laporan yang baik. Laporan akuntabilitas harus menggambarkan kinerja nyata yang telah dilaksanakan oleh seluruh perangkat daerah.

"Yang namanya laporan itu adalah laporan yang ditulis berdasarkan kisah nyata yang terjadi. Jadi, yang harus dilakukan adalah OPD-OPD benar dulu kerjanya, sesuai dengan aktivitasnya," jelasnya.

Marindo juga mengaitkan penguatan SAKIP dengan reformasi birokrasi (RB) dan pembangunan Zona Integritas (ZI). Menurutnya, ketiganya merupakan bagian penting dalam membangun pemerintahan yang berintegritas dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Ia menilai, keberhasilan tata kelola pemerintahan pada akhirnya tidak hanya tercermin dalam capaian administratif, tetapi juga berdampak pada tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

"SAKIP dan RB itu menjadi modal bagi kita untuk meyakinkan masyarakat bahwa pemerintah daerah layak dipercayai oleh masyarakat," katanya.

Kepercayaan tersebut, lanjutnya, akan mendorong masyarakat untuk semakin yakin bahwa pajak dan berbagai kewajiban yang dibayarkan kepada pemerintah dikelola secara baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Ketika mereka melihat pemerintah daerah ini SAKIP-nya sudah A, sudah berintegritas, mereka yakin uang yang mereka serahkan kepada pemerintah ini dikelola dengan baik oleh pemerintah," jelas Marindo.

Selain SAKIP, Marindo meminta Biro Organisasi memperkuat upaya peningkatan kualitas pelayanan publik, termasuk melalui penguatan Indeks Pelayanan Publik (IPP), Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), serta Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP).

Ia juga menyoroti capaian Pemerintah Provinsi Lampung yang masuk tiga besar nasional dalam penilaian Ombudsman. Namun, capaian tersebut diharapkan tidak membuat pemerintah daerah berpuas diri.

Menurut Marindo, tujuan utama bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan memastikan seluruh perangkat daerah menjalankan tugas sesuai regulasi dan memberikan pelayanan yang bebas dari maladministrasi.

Untuk itu, ia meminta Biro Organisasi bersama perangkat daerah terkait mendorong budaya pelayanan yang cepat, transparan, mudah, responsif, dan sesuai standar pelayanan.

Marindo juga mendorong pemanfaatan kanal pengaduan Lampung-in sebagai media pelaporan dan pengaduan masyarakat yang perlu disosialisasikan secara lebih luas kepada perangkat daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Marindo juga menekankan pentingnya digitalisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Menurutnya, digitalisasi tidak sekadar ditandai dengan penggunaan aplikasi, tetapi harus dibangun sebagai pola pikir dalam bekerja dengan memanfaatkan data yang terintegrasi.

"Yang namanya digitalisasi itu adalah pola pikir bagaimana bekerja menggunakan database yang terintegrasi sehingga data itu menjadi sebuah instrumen pengambilan keputusan dan kebijakan," jelasnya.

Dengan data yang terintegrasi, pemerintah dapat mengambil keputusan secara lebih tepat dan menghadirkan kebijakan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, prinsip tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

Marindo mengibaratkan jajaran Biro Organisasi sebagai dokter yang bertugas mendiagnosis berbagai persoalan organisasi pemerintahan, kemudian mencari solusi agar seluruh perangkat daerah mampu bekerja sesuai dengan ketentuan.

Ia menegaskan, ukuran keberhasilan bukan hanya terletak pada hasil akhir berupa nilai atau penghargaan, tetapi pada proses kerja yang dilakukan secara benar dan konsisten.

Marindo berharap penguatan tata organisasi dapat membangun pola pikir baru di kalangan aparatur sipil negara (ASN), bahwa menjadi ASN bukan sekadar pilihan pekerjaan, melainkan bagian dari tanggung jawab dalam menjalankan roda pemerintahan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Melalui penguatan tata organisasi, peningkatan akuntabilitas kinerja, reformasi birokrasi, pembangunan Zona Integritas, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta digitalisasi berbasis data, Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen membangun pemerintahan yang semakin efektif, berintegritas, adaptif, dan dipercaya masyarakat. (**)

Polres Lamtim: Nenek Sakdiyah Meninggal Bukan saat Penggerebekan


REFORMASI-ID | ‎LAMPUNG TIMUR – Beredar kabar mengenai seorang nenek di Desa Negeri Saka, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur yang meninggal saat penggerebekan oleh Polres Lampung Timur. 

‎Informasi resmi diberikan Kapolres Lampung Timur (Lamtim) AKBP Yuliansyah melalui Kasat Reskrim Iptu Muhamad Iksir pada Kamis (20/8/2026) terkait meninggalnya seorang warga bernama Sakdiyah pascapenangkapan terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor yang dilakukan pada Rabu, 19 Agustus 2026.

‎Polisi menegaskan bahwa kematian perempuan lanjut usia tersebut tidak terjadi saat proses penggerebekan berlangsung, melainkan beberapa saat setelah petugas meninggalkan lokasi.

‎Pihaknya menjelaskan bahwa tim gabungan Resmob, Intel, dan Polsek setempat melaksanakan operasi penindakan pada pukul 13.00 WIB.

‎Operasi tersebut menyasar tersangka RP (22) yang berada di kediamannya. Iksir mengklaim seluruh proses penangkapan telah mengikuti prosedur standar operasi (SOP) yang berlaku.

‎"Penggerebekan berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif, pelaku berhasil ditangkap," ujar Iptu Muhammad Iksir dalam keterangannya.

‎Ia pun secara spesifik membantah adanya tindakan represif terhadap anggota keluarga tersangka yang berada di rumah tersebut.

‎"Saat penggerebekan, nenek pelaku masih hidup dan tidak ada sentuhan fisik apa pun dengan nenek pelaku serta tidak ada bunyi tembakan apa pun saat penggerebekan," tegas Iksir menekankan kondisi di lapangan saat itu.

‎Iksir menuturkan kabar duka mengenai wafatnya Sakdiyah justru diterima cukup lama setelah tim membawa tersangka untuk pengembangan kasus.

‎Ia menyebutkan terdapat jeda waktu sekitar 90 menit antara berakhirnya operasi dengan laporan kematian yang diterima petugas.

‎"Di saat tim membawa pelaku ke mako untuk diamankan, sekitar setelah 1,5 jam dari penggerebekan pukul 14.30 WIB, tim ditelepon oleh salah satu warga bahwa nenek pelaku meninggal," kata Iksir.

‎Ia kembali menggarisbawahi bahwa fatalitas tersebut terjadi di luar rangkaian tindakan langsung kepolisian.

‎"Nenek pelaku tersebut diketahui meninggal sesaat setelah tim pergi melaksanakan pengembangan, bukan saat penggerebekan," tambah Iksir.

‎Pernyataan Kasatreskrim ini mengemuka di tengah sorotan tajam dari pihak keluarga dan warga Desa Negara Saka.

‎Sebelumnya, kerabat almarhum mengklaim bahwa aparat masuk secara paksa tanpa menunjukkan surat tugas resmi, yang memicu guncangan jiwa hebat pada korban hingga jatuh pingsan dan meninggal dunia. Warga pun sempat menuntut adanya penyelidikan terbuka atas insiden ini.

‎Menanggapi keberatan tersebut, Iptu Iksir memastikan bahwa personelnya tidak melampaui wewenang dalam menjalankan tugas di Negara Saka.

‎"Langkah-langkah yang telah dilaksanakan adalah melaksanakan penangkapan sesuai SOP," singkat dia.

‎Guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polsek Jabung bersama perangkat desa segera menyambangi kediaman keluarga pelaku.

‎Langkah ini diambil untuk memberikan penjelasan langsung kepada ahli waris untuk meredam suasana yang sempat memanas.

‎"Kami melaksanakan cooling system dan penggalangan kepada keluarga pelaku agar permasalahan tidak berkembang," tutup Iksir. 

‎Hingga berita ini diturunkan, Polres Lampung Timur melaporkan bahwa situasi di Desa Negara Saka telah kembali aman dan kondusif. (*) 

Dari Berbagai Penjuru, Satuan Brimob Polda Berdatangan Perkuat Pemulihan Pascagempa NTT



REFORMASI-ID | NTT - Korbrimob Polri bersama sejumlah Satuan Brimob Polda terus memperkuat penanganan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8/2026) silam.

Hingga hari kelima pascagempa, Dankorbrimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat menerjunkan jajarannya untuk memperkuat Satuan Brimob Polda NTT dalam upaya melakukan pemulihan pascabencana. Dukungan datang di antaranya dari *Satbrimob Polda Bali* yang pada Selasa (18/8/2026) memberangkatkan 10 personel untuk melaksanakan BKO ke Polda NTT. Dansatbrimob Polda Bali Kombes Pol. Febryanto Siagian memimpin apel sekaligus memberikan arahan kepada personel yang akan melaksanakan tugas BKO. Selanjutnya personel melaksanakan Serpas menuju Pelabuhan Padang Bai untuk selanjutnya menyeberang menuju wilayah Polda NTT. Satbrimob Polda Bali menerjunkan 1 unit Kendaraan Dapur Lapangan, 1 Unit Kendaraan Water Treatment dan 1 Unit kendaraan Double Cabin.

Sementara itu, *Satbrimob Polda Jawa Timur* bersama jajaran Polda Jatim turut mengirimkan personel dan bantuan kemanusiaan ke NTT pada Senin (17/8/2026). Bantuan tersebut meliputi bahan pangan, sekitar 23.429 liter air bersih dalam kemasan dan 853 kodi kebutuhan pengungsi, serta sarana pendukung berupa dua Kendaraan Khusus Dapur Lapangan, Kendaraan Penyedia Listrik Mandiri, dan dua unit Kendaraan Khusus Water Treatment untuk membantu menyediakan air bersih bagi masyarakat.

Solidaritas juga datang dari wilayah tetangga, *Satbrimob Polda Nusa Tenggara Barat* yang turut mendukung pelepasan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur. Dansatbrimob Polda NTB Kombes Pol. Nadi Chaidir hadir mendampingi Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja dalam kegiatan pelepasan bantuan yang berlangsung di Tribun Lapangan Bhara Daksa Polda NTB pada Senin (17/8/2026).

Bantuan yang diberangkatkan berupa bahan kebutuhan pokok dan bantuan dasar untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak. Sebanyak delapan kendaraan truk dilepas untuk membawa bantuan menuju Nusa Tenggara Timur.

Disamping itu, *Polda Metro Jaya* juga mengirimkan 12 truk bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur, Senin (17/8/2026). Kebutuhan yang dikirim merupakan sejumlah kebutuhan dasar yang diperlukan para korban. Pengiriman bantuan dilepas Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri. Logistik yang dikirim terdiri atas berbagai kebutuhan dasar, seperti air mineral, makanan siap saji untuk dewasa dan balita, mi instan, ikan sarden, bubur bayi, dan makanan ringan. Selain itu, ada selimut dan sarung, alas tidur, serta terpal plastik berbagai ukuran.

Memasuki hari kelima pascagempa, Rabu (19/8/2026), Tim SAR dari *Pasukan Pelopor Korbrimob Polri* tidak hanya berfokus pada penanganan kedaruratan, tetapi juga memperkuat trauma healing dan pendampingan psikososial bagi masyarakat terdampak di Kabupaten Manggarai.

Pendekatan humanis yang dipimpin oleh Kombes Pol. Hasripuddin selaku Pamendal Korbrimob Polri dilakukan melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga, mulai dari tausiah dan pendampingan spiritual, cukur rambut gratis, penyediaan Wi-Fi gratis, pelayanan kesehatan hingga pembagian makanan siap saji. Kehadiran personel di tengah pengungsian diharapkan mampu memberikan dukungan moril sekaligus membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi masyarakat selama masa pemulihan.

Di bidang kesehatan, Tim Kesehatan Korbrimob Polri memberikan pelayanan medis kepada warga sekaligus melakukan pemantauan lanjutan terhadap pasien di posko pengungsian. Korbrimob juga menyiapkan pembangunan toilet darurat sebagai upaya memenuhi kebutuhan sanitasi dan menjaga kesehatan masyarakat selama masa tanggap darurat.

Rangkaian pelayanan tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana yang dilakukan Korps Brimob Polri tidak hanya berorientasi pada penyelamatan fisik, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis dan sosial masyarakat. Dari perkuatan personel, bantuan logistik, dukungan sarana dan prasarana hingga pelayanan kesehatan serta trauma healing, jajaran Brimob dari berbagai penjuru hadir bersama masyarakat NTT untuk membantu memulihkan kondisi sekaligus menumbuhkan kembali semangat warga untuk bangkit.

Gerakan kemanusiaan tersebut menjadi wujud nyata semangat Brimob untuk hadir di tengah masyarakat dalam situasi sulit. Perbedaan wilayah dan jarak bukan menjadi penghalang untuk bergerak bersama, karena dalam menghadapi bencana, solidaritas, kepedulian, dan kemanusiaan menjadi kekuatan untuk membantu NTT bangkit kembali.

Perkuat Pengamanan Objek Vital Nasional, Baharkam Polri Evaluasi Penerapan Sistem Manajemen Pengamanan di JCC Gandul



GEN-ID | Depok - Guna memastikan keandalan serta keamanan sistem pasokan listrik nasional yang tergolong sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas), Korps Sabhara (Korsabhara) Baharkam Polri menggelar Wasdal I Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) di Ruang Rapat Jawa Control Center (JCC) dan GITET & GI Gandul – PT PLN (Persero) UIP2B Jamali dan UIT JBB, Rabu (19/08/2026).

Kegiatan Wasdal I yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 18.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Tim Wasdal I Kombes Pol. Sigit Widagdo, S.I.K., didampingi jajaran tim auditor internal Polri.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pembukaan, dilanjutkan wawancara mendalam antara Tim Wasdal dengan manajemen puncak JCC GITET Gandul, pendalaman paparan materi hasil audit internal/eksternal SMP, hingga peninjauan dan observasi lapangan secara menyeluruh di area vital fasilitas transmisi dan pengaturan beban listrik tersebut.

Hadir mendampingi dari jajaran eksternal PT PLN (Persero) di antaranya Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum UIT JBB Ayuningtyas, Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum UIP2B Jamali Harfry Jack, Manager UPT Gandul Ahmad Fauzan, serta jajaran Manager K3L/Keamanan PLN Nopi Riansyah dan Maful Abas Sayuti.

Ketua Tim Wasdal I Kombes Pol. Sigit Widagdo, S.I.K., menyampaikan bahwa pelaksanaan pengawasan dan pengendalian implementasi SMP hari pertama berjalan dengan tertib, aman, dan lancar.

"Pelaksanaan Wasdal I SMP Obvitnas di lingkungan Jawa Control Center (JCC) serta GITET & GI Gandul PT PLN (Persero) UIP2B Jamali dan UIT JBB pada hari pertama ini berjalan dengan sangat baik dan lancar. Langkah ini penting untuk menjamin standar pengamanan fisik dan operasional energi nasional," terangnya.

Sinergi berkelanjutan antara Baharkam Polri dan PT PLN (Persero) ini diharapkan dapat terus meningkatkan kesiapsiagaan pengamanan infrastruktur kelistrikan sebagai tulang punggung perekonomian dan kehidupan masyarakat di pulau Jawa, Madura, dan Bali.