Media Reformasi Indonesia (MRI)

24 Maret 2026

Antisipasi Kejahatan dan Gangguan Kamtibmas, Koramil 04/Jatiasih Gelar Patroli Malam

 



REFORMASI-ID| Kodam Jaya - Kota Bekasi - 24/03/2026 Dalam upaya mengantisipasi tindakan kejahatan serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, Koramil 04/Jati Asih melaksanakan kegiatan patroli wilayah dengan menggunakan kendaraan serta berjalan kaki di sejumlah titik rawan.

Patroli dilakukan dengan menyusuri kawasan permukiman warga, jalan-jalan sepi, serta lokasi yang dianggap berpotensi terjadi gangguan keamanan. Selain itu, personel juga активно memberikan imbauan kepada masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan serta turut berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat dalam menciptakan rasa aman dan nyaman, sekaligus mempererat sinergi antara aparat dan warga.

Danramil 04/Jati Asih, Mayor Inf Sanusi Deski, menyampaikan bahwa patroli ini dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas di wilayah binaan.

“Kami terus meningkatkan kegiatan patroli baik menggunakan kendaraan maupun berjalan kaki guna memantau langsung situasi di lapangan. Selain itu, kami juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan agar tetap aman dan kondusif,” ujar Mayor Inf Sanusi Deski.

Dengan adanya patroli rutin ini, diharapkan situasi wilayah Jati Asih tetap terjaga dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

(Kodim 0507/Bekasi)

Terima Aduan 110, Polisi Sigap Beri Bantuan Pemudik Alami Kunci Mobil Terkunci


REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN   – Respons cepat kembali ditunjukkan jajaran kepolisian dalam menindaklanjuti laporan masyarakat melalui layanan 110. Seorang pemudik mengalami kendala kunci mobil tertinggal di dalam kendaraan di kawasan Bakauheni, Lampung Selatan.  Selasa, 24/3/2026.

Pelapor, Riza Ramadhan, melaporkan kejadian tersebut sekitar pukul 08.30 WIB di depan Krakatau Park. Ia tidak dapat membuka kendaraannya karena kunci tertinggal di dalam mobil.

Sebelum menghubungi layanan 110, Riza sempat mencoba berbagai cara untuk membuka pintu mobilnya. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya ia meminta bantuan kepolisian.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Pos Pelayanan (Pos Yan) Bakauheni yang dipimpin oleh AKP Ferdo Elfianto langsung menuju lokasi dan memberikan bantuan.

Di lokasi, personel kepolisian bertindak cepat dengan memanfaatkan peralatan sederhana yang tersedia. Salah satu anggota, Brigpol Sani, menggunakan ranting kayu yang dipadukan dengan penjepit kertas untuk menjangkau kunci dari dalam mobil. Dengan ketelitian dan kesabaran, upaya tersebut akhirnya berhasil membuka pintu kendaraan tanpa merusaknya.

Kepala KSKP Bakauheni, AKP Ferdo Elfianto, menegaskan komitmen pelayanan kepada masyarakat, untuk memberikan respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat yang masuk melalui layanan 110, terutama dalam situasi darurat di jalur mudik.

“Personel kami langsung bergerak ke lokasi begitu menerima laporan, guna memastikan permasalahan dapat segera ditangani dengan cepat dan tepat. Dalam kejadian ini, Brigpol Sani menggunakan ranting kayu dan penjepit kertas untuk membuka pintu kendaraan dan alhamdulillah berhasil tanpa merusak kendaraan,” katanya.

“Dengan peralatan sederhana dan kemampuan yang dimiliki anggota, kami berupaya menyelesaikan kendala di lapangan secara efektif dan humanis,” ucapnya.

Sementara itu, Riza Ramadhan menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan oleh petugas kepolisian.

"Terima kasih pelayanan dari 110 sudah cepat tanggap. Dan KSKP Bakauheni sudah membantu, mobil saya ketinggalan kunci di dalam karena pintunya terkunci. Jadi terima kasih banyak buat semuanya dan pelayanannya the best,” ujar Riza.

Setelah permasalahan berhasil diselesaikan, pelapor melanjutkan kembali perjalanan serta tugasnya. Kejadian ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman dan pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya di momen arus mudik Lebaran. (Mdn)

H+3 Ramai Lancar, ASDP Himbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik Dipelabuhan Bakauheni


REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN - Dirut ASDP Heru Widodo didampingi Dirjen Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, S.T., M.T., Dirut Teknik ASDP Nana Sutisna, KSOP kelas IV Bakauheni Capt. Suratno beserta stakeholder terkait dalam konferensi pers yang berlangsung di dermaga eksekutif pelabuhan ASDP Bakauheni menyampaikan skema antisipasi penumpukan pada saat arus balik lebaran Idhul Fitri tahun 2026. Selasa, 24/03/2026.

Dirut PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo mengatakan, Arus Balik dari H+1 hingga H+2 jika diakumulasikan ASDP mencatat volume kendaraan naik 48, 1 persen dengan rincian 37. 634 unit kendaraan roda dua, empat dan bus dibandingkan tahun lalu naik 15 persen.

Sementara itu sambungnya, jumlah penumpang 756,576 orang dan 202,126 kendaraan yang belum balik ke pulau Jawa pada arus balik lebaran tahun ini. Kemudian ASDP memberikan kebijakan singel tarif tiket di lintasan pelabuhan Bakauheni Merak agar tidak terjadi penumpukan di dermaga eksekutif sehingga terurai lancar terbagi di dermaga reguler untuk antisipasi juga TBB jika terjadi situasi krodit akan diberlakukan.

"Kami memprediksi arus balik akan terjadi pada tanggal 24 kemungkinan 28 hingga 29 nanti. Alhamdulillah 44 ribu jumlah reservasi tahun ini mengalir tanpa penumpukan," ujar Dirut ASDP Heru Widodo.


"Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat dan para pemudik untuk sebisa mungkin mengatur jadwal keberangkatan agar terhindar dari puncak arus balik lebaran di pelabuhan Bakauheni demi kelancaran dan kenyamanan bersama," ungkap Heru Widodo dalam keterangan persnya.

Dirjen Perhubungan laut Muhammad Masyhud, S.T., M.T., menambahkan mengucapkan selamat hari raya Idhul Fitri 1447, "Minal aidzin walfaizin Mohon maaf lahir dan batin. Serta mengapresiasi langkah langkah stakeholder terkait dalam upaya mensukseskan pelayanan angkutan lebaran Idhul Fitri tahun ini baik dari unsur TNI maupun Polri. 

Selain itu sebutnya bersama stakeholder meneruskan Himbauan Pak Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi kepada seluruh Pemudik agar mengutamakan keselamatan saat perjalanan selama arus balik lebaran, sebisa mungkin hindari puncak arus balik yang sudah disampaikan oleh Pak Dirut PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo.

"Kami memantau titik-titik potensi terjadinya kepadatan arus balik selama 24 jam untuk menguraikan kepadatan," pungkasnya. (Mdn)

Jaga Kondusivitas Jakarta Selatan, Detasemen Perintis Polri Intensifkan Patroli Dialogis di Titik Rawan



REFORMASI-ID | Jakarta - Guna memelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) serta mengantisipasi tindak kriminalitas, Detasemen Perintis Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri melaksanakan kegiatan patroli rutin di sejumlah titik strategis wilayah Jakarta Selatan pada Selasa, 24 Maret 2026.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB ini melibatkan 12 personel terlatih. Fokus utama patroli meliputi area publik dengan mobilitas tinggi, yakni Pasar Minggu, Stasiun Pasar Minggu, dan kawasan Lenteng Agung.

Sepanjang pelaksanaan tugas, personel di lapangan tidak hanya melakukan pengawasan fisik, tetapi juga mengedepankan pendekatan dialogis kepada masyarakat:
Keamanan Transportasi: Di Stasiun Pasar Minggu, petugas mengimbau penumpang dan pengunjung untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap barang bawaan guna mencegah aksi pencopetan atau tindak kejahatan lainnya.

Menanggapi isu kemacetan, petugas memberikan edukasi kepada pengendara di Lenteng Agung untuk mematuhi peraturan lalu lintas dan tidak parkir sembarangan di bahu jalan yang kerap menjadi penyebab penumpukan kendaraan.

Petugas berkoordinasi langsung dengan pihak pengamanan internal (Security) stasiun dan mengarahkan masyarakat untuk segera melapor melalui Call Center 110 jika menemukan indikasi tindak kejahatan atau premanisme.

Berdasarkan laporan di lapangan, tim patroli mengidentifikasi adanya keresahan warga terkait praktik pemalakan dan parkir liar di titik-titik tertentu. Kehadiran personel Detasemen Perintis di tengah masyarakat terbukti memberikan rasa aman dan mendapatkan respon positif.

"Kami hadir untuk memastikan masyarakat merasa nyaman dalam menjalankan aktivitasnya. Selain pengamanan, kami juga menyerap aspirasi warga yang mengharapkan adanya peningkatan intensitas patroli, terutama pada malam hari untuk meminimalisir kerawanan," ujar Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Pol M. Ngajib S.IK.

Hingga apel konsolidasi pada pukul 16.00 WIB, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar (TKA). Komitmen Polri melalui semangat "Siap Terlihat dan Bermanfaat" akan terus diwujudkan melalui kehadiran polisi di titik-titik nadi kegiatan masyarakat.

Aksi Heroik Personel Detasemen Perintis Baharkam Polri Selamatkan Lansia Muntah Darah di Jalur Puncak



REFORMASI-ID | Bogor - Kesigapan personel kepolisian kembali membuahkan hasil positif di tengah padatnya arus lalu lintas Operasi Ketupat 2026. Empat personel Detasemen Perintis Samapta Baharkam Polri yang diperbantukan (back up) di wilayah Polres Bogor berhasil melakukan aksi penyelamatan darurat terhadap seorang pengendara lansia yang kritis di kawasan Gunung Mas, Bogor, Senin (23/03/2026).

Peristiwa ini bermula sekitar pukul 16.40 WIB saat arus lalu lintas di kawasan wisata Puncak sedang padat. Di tengah tugas pengaturan lalu lintas (Gatur Lalin), tim Detasemen Perintis menerima laporan mendesak mengenai seorang pengendara lansia bernama Hari Supari yang tiba-tiba pingsan dan mengalami muntah darah di dalam kendaraannya.

Merespons situasi golden hour tersebut, empat personel Detasemen Perintis bergerak cepat berkolaborasi dengan Anggota Satlantas Polres Bogor. Petugas langsung memberikan pengawalan ketat membelah kemacetan menuju rumah sakit terdekat.

"Kejadiannya sangat cepat. Begitu menerima laporan warga, anggota langsung berkoordinasi untuk melakukan pengawalan prioritas agar pasien segera mendapatkan penanganan medis," ujar perwakilan tim di lapangan.

Berkat respons cepat tersebut, Bapak Hari Sumari berhasil dievakuasi ke RS Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo. Setibanya di rumah sakit, tim medis langsung melakukan tindakan darurat. Saat ini, kondisi beliau dilaporkan telah stabil dan membaik.

Dalam sela masa pemulihannya, Hari Sumari menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam kepada para petugas.

"Saya sangat berterima kasih kepada bapak-bapak polisi yang sudah sangat cepat menolong saya. Kalau tidak ada bantuan pengawalan tadi, mungkin ceritanya akan lain karena jalanan sangat macet. Terima kasih sudah menyelamatkan nyawa saya," ungkap Hari Sumari dengan penuh haru.

Aksi heroik ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam memberikan pelayanan prima dan perlindungan kepada masyarakat, melampaui tugas pokok pengaturan jalan, khususnya dalam situasi darurat di tengah pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

23 Maret 2026

Arus Balik Sumatera–Jawa Mulai Menguat, Layanan Penyeberangan Tetap Tertib Lancar


REFORMASI-ID | Lampung Selatan, Bakauheni, 23 Maret 2026 – Pergerakan arus balik Lebaran 2026 dari Sumatera menuju Jawa mulai terbentuk dan menunjukkan tren peningkatan signifikan. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memproyeksikan puncak arus balik akan terjadi pada Selasa (24/3) dan Rabu (25/3), seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pasca libur Lebaran.

Sejak Hari H, Minggu (22/3), trafik di Pelabuhan Bakauheni terpantau mulai bergeliat, baik penumpang pejalan kaki maupun kendaraan. Meski terjadi lonjakan, layanan penyeberangan tetap berlangsung lancar, tertib, dan terkendali berkat kesiapan operasional yang matang dan koordinasi lintas stakeholder.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa peningkatan trafik saat ini menjadi indikator awal dimulainya fase arus balik. *Pergerakan yang mulai meningkat ini menandakan tren arus balik sudah berjalan. Kami terus memastikan kesiapan layanan, baik dari sisi operasional maupun fasilitas, untuk mengantisipasi lonjakan pada periode puncak,” ujarnya.

Dari sisi lapangan, General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, memastikan operasional berjalan optimal dengan skenario pengendalian yang adaptif. Adapun skema pengalihan kendaraan pada arus balik telah mulai diterapkan. Arus menuju Jawa dilayani melalui Pelabuhan Bakauheni untuk penumpang pejalan kaki serta kendaraan golongan I, II, III, IVA, VA, dan VIA.

Sementara itu, kendaraan golongan IVB, VB, dan VIB yang dikecualikan dari pembatasan operasional dialihkan melalui Pelabuhan BBJ Muara Pilu. Adapun truk golongan VIB tiga sumbu, VII, VIII, dan IX yang masih dalam masa pembatasan diarahkan untuk menunggu di buffer zone maupun sejumlah rest area tol guna menjaga kelancaran arus lalu lintas.

"Arus kendaraan masih dalam batas kapasitas layanan. Pola kedatangan cukup merata sehingga proses bongkar muat kapal berlangsung cepat tanpa hambatan berarti,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengelolaan layanan dermaga dilakukan secara fleksibel melalui skema multi-dermaga, baik untuk penumpang pejalan kaki maupun kendaraan, guna menjaga distribusi tetap merata dan ritme layanan stabil di tengah peningkatan volume.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menambahkan bahwa pengguna jasa diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan tidak menumpuk pada periode puncak.


“Pastikan telah membeli tiket melalui Ferizy sebelum tiba di pelabuhan. Saat ini tidak ada penjualan tiket di pelabuhan, sehingga seluruh pengguna jasa wajib melakukan pembelian secara mandiri melalui kanal resmi,” tegasnya.

*Trafik Meningkat, Layanan Tetap Terkendali*

Berdasarkan data Posko Bakauheni selama 24 jam pada HH, tercatat 146 trip kapal dengan total penumpang mencapai 51.751 orang atau meningkat 30,5% dibandingkan tahun lalu. Total kendaraan mencapai 14.094 unit atau naik signifikan 45,3%.

Kenaikan paling mencolok terjadi pada sepeda motor yang mencapai 5.248 unit atau meningkat 59,4%, diikuti kendaraan roda empat sebanyak 7.407 unit atau naik 27,9%. Sementara itu, kendaraan logistik tercatat 1.202 unit atau melonjak 189,6%, serta bus sebanyak 237 unit atau meningkat 19,7%.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga HH, jumlah penumpang dari Sumatera ke Jawa mencapai 480.613 orang atau meningkat 5,8%, dengan total kendaraan 102.031 unit atau tumbuh 11,5%.

Sebaliknya, trafik dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara pada Hari H tercatat 53.594 penumpang atau turun 4,3%, dengan total kendaraan 13.383 unit atau turun 5,7%. Namun secara kumulatif, pergerakan tetap menunjukkan tren positif dengan total penumpang mencapai 952.458 orang atau naik 1%, serta kendaraan sebanyak 253.049 unit atau meningkat 5,6%.

Di sisi lain, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pengelolaan arus balik harus dilakukan secara adaptif dan responsif terhadap dinamika di lapangan, termasuk optimalisasi kapasitas layanan dan penguatan buffer zone.

Dengan kesiapan operasional, penguatan digitalisasi layanan melalui Ferizy, serta sinergi seluruh pihak, layanan penyeberangan di lintasan Sumatera–Jawa diyakini akan terus mengalir lancar, aman, dan terkendali hingga periode puncak terlewati. (Hms/Mdn)

Ketika Berita Jadi Komoditas: Antara Dibayar untuk Menulis dan Dibayar untuk Diam


REFORMASI-ID | EDITORIALKasus dugaan pemerasan yang melibatkan oknum wartawan di Pekanbaru bukan sekadar peristiwa kriminal biasa. Ia adalah cermin retak yang memantulkan wajah jurnalisme kita—sebuah profesi yang idealnya berdiri di atas kebenaran, tetapi dalam praktiknya kerap tergelincir di antara kepentingan, tekanan, dan transaksi.

Peristiwa itu bermula dari sesuatu yang sebenarnya sangat mendasar dalam kerja jurnalistik: informasi. Dugaan adanya jaringan narkoba di dalam lapas adalah isu serius, menyangkut keamanan publik, integritas lembaga negara, dan nasib para warga binaan. Namun alih-alih berkembang menjadi kerja investigatif yang mendalam, informasi itu justru berubah menjadi alat tawar-menawar. Dari klarifikasi ke negosiasi. Dari fakta ke transaksi.

Di titik inilah kita dihadapkan pada dua wajah jurnalisme yang saling bertolak belakang: wartawan yang dibayar untuk menulis, dan wartawan yang dibayar untuk tidak menulis. 


Dibayar untuk Menulis: Ketika Informasi Menjadi Pesanan


Dalam praktik yang sehat, wartawan memang dibayar untuk menulis. Ia menerima gaji dari perusahaan pers untuk melakukan peliputan, verifikasi, dan publikasi informasi. Namun di luar itu, ada praktik yang lebih gelap: berita pesanan. 

Fenomena ini sering muncul dalam bentuk advertorial terselubung, pencitraan tokoh, atau bahkan “serangan” terhadap pihak tertentu. Dalam kasus-kasus politik lokal, misalnya, tidak jarang media digunakan untuk membangun citra kandidat atau menjatuhkan lawan. Wartawan—atau lebih tepatnya oknum—dibayar untuk menulis narasi tertentu, bukan berdasarkan fakta, melainkan kepentingan.   

Contoh lain bisa ditemukan dalam dunia bisnis. Perusahaan yang sedang bermasalah dengan produk atau layanan bisa “mengamankan” pemberitaan dengan cara membayar media atau wartawan agar hanya sisi positif yang ditampilkan. Kritik dibungkam, investigasi dihentikan sebelum dimulai.  

Di sinilah garis etika mulai kabur. Ketika berita tidak lagi lahir dari kepentingan publik, melainkan dari siapa yang membayar, maka jurnalisme kehilangan ruhnya.


Dibayar untuk Tidak Menulis: Diam yang Dibeli 


Jika “dibayar untuk menulis” adalah penyimpangan aktif, maka “dibayar untuk tidak menulis” adalah penyimpangan pasif yang tak kalah berbahaya. 

Kasus Pekanbaru memperlihatkan pola ini dengan gamblang. Dugaan bahwa uang Rp5 juta diberikan untuk menghapus atau menahan pemberitaan menunjukkan bahwa informasi bisa dinegosiasikan. Kebenaran bisa ditunda. Bahkan bisa dihilangkan. 

Praktik ini sering disebut sebagai “main berita” atau “hold berita”. Modusnya beragam:
Wartawan menemukan kasus dugaan korupsi, lalu mendekati pihak terkait dengan sinyal bahwa berita bisa “diamankan”.

Media menerima dokumen pelanggaran perusahaan, tetapi memilih tidak mempublikasikan setelah ada “komunikasi”.

Pihak tertentu secara proaktif menawarkan uang agar isu sensitif tidak muncul ke publik.

Dalam banyak kasus, yang hilang bukan hanya berita, tetapi juga kesempatan publik untuk mengetahui kebenaran.


Ruang Abu-Abu yang Dipelihara Sistem


Pertanyaan penting yang muncul dari kasus ini bukan hanya soal siapa yang salah, tetapi mengapa praktik seperti ini terus berulang. 

Ada beberapa faktor yang membuat ruang abu-abu ini tetap hidup:

1. Kesejahteraan Wartawan yang Tidak Merata
Tidak semua wartawan bekerja dalam sistem yang sehat. Banyak yang digaji rendah, bahkan tidak digaji sama sekali, hanya mengandalkan “iklan” atau “kerja sama”. Dalam kondisi ini, godaan untuk melakukan transaksi menjadi lebih besar. 

2. Lemahnya Pengawasan Internal Media
Perusahaan pers yang tidak memiliki standar etik yang kuat cenderung membiarkan praktik-praktik menyimpang. Bahkan dalam beberapa kasus, manajemen justru ikut menikmati hasilnya. 

3. Budaya Transaksional di Luar Pers
Masalah ini tidak berdiri sendiri. Banyak institusi—baik pemerintah maupun swasta—lebih memilih “menyelesaikan” masalah dengan uang daripada membuka diri terhadap kritik. Ini menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan dalam diam. 

4. Minimnya Literasi Publik tentang Hak Jawab
Seperti dalam kasus lapas, jika pemberitaan dianggap tidak benar, mekanisme yang tersedia sebenarnya jelas: hak jawab, klarifikasi, atau bahkan gugatan hukum. Namun jalur ini sering diabaikan karena dianggap lebih rumit dibanding “penyelesaian langsung”.


Ketika Kebenaran Menjadi Taruhan


Yang paling mengkhawatirkan dari semua ini adalah hilangnya fokus pada substansi. Dalam kasus Pekanbaru, perhatian publik tersedot pada dugaan pemerasan, sementara isu awal—jaringan narkoba di dalam lapas—justru mengabur. 

Padahal, jika informasi itu benar, maka ada masalah besar yang harus segera diungkap. Jika tidak benar, publik berhak tahu bahwa itu adalah hoaks. Namun ketika semuanya berhenti pada transaksi dan penangkapan, kebenaran menjadi korban kedua setelah integritas.

Refleksi: Mengembalikan Jurnalisme ke Khitahnya


Jurnalisme seharusnya tidak berada di pasar gelap informasi. Ia bukan alat tekanan, bukan pula alat perlindungan bagi kepentingan tertentu. Ia adalah jembatan antara fakta dan publik.

Kasus ini mengajarkan bahwa perbaikan tidak bisa hanya menyasar individu. Oknum wartawan yang menyalahgunakan profesinya memang harus diproses hukum. Tetapi sistem yang memungkinkan praktik itu terjadi juga harus dibenahi. 

Perusahaan pers perlu memperkuat standar etik dan kesejahteraan wartawan. Institusi publik harus berani transparan dan menggunakan mekanisme resmi dalam menghadapi pemberitaan. Dan masyarakat perlu lebih kritis dalam menyikapi informasi. 

Pada akhirnya, pertanyaan terbesar dari kasus ini tetap menggantung: 
apakah yang sedang dibungkam adalah pemerasan, atau justru kebenaran? 

Jika jawabannya yang kedua, maka yang kita hadapi bukan sekadar pelanggaran hukum—melainkan krisis kepercayaan. Dan dalam dunia jurnalisme, kehilangan kepercayaan adalah kematian yang paling sunyi.





Mahar Prastowo
Anggota Dewan Redaksi Media Reformasi Indonesia (MRI)

Jaga Kamtibmas, Den Perintis Korsabhara Baharkam Polri, Gelar Patroli Dialogis di Wanaherang Bogor



REFORMASI-ID | Bogor - Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Korps Sabhara Baharkam Polri melalui Ditsamapta terus mengintensifkan kehadiran personel di tengah publik. Pada hari ini, Senin (23/3/26).

Detasemen Perintis melaksanakan kegiatan Patroli Dialogis di kawasan Pasar Wanaherang, Kabupaten Bogor.

Berbeda dengan patroli biasa, kegiatan ini dilakukan dengan metode Patroli Kendaraan Roda Dua (KR2) dan Jalan Kaki. 

Pendekatan ini dipilih agar personel dapat menjangkau titik-titik keramaian yang sempit serta berinteraksi langsung secara lebih humanis dengan pedagang maupun pengunjung pasar.

Selama kegiatan berlangsung, petugas aktif berdialog dengan warga setempat untuk menggali informasi terkait situasi keamanan di lingkungan pasar. Langkah ini bertujuan untuk memetakan potensi gangguan keamanan serta menampung keluhan masyarakat mengenai kejadian-kejadian yang meresahkan.

"Kami hadir bukan hanya untuk memantau, tetapi untuk mendengar. Interaksi langsung ini penting agar Polri mengetahui secara presisi apa yang menjadi keresahan masyarakat di lapangan," ujar Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri 

Selain menyerap aspirasi, personel di lapangan juga memberikan imbauan tegas namun santun terkait kewaspadaan terhadap tindak kriminalitas. 

Masyarakat diingatkan untuk:
Tetap waspada terhadap potensi tindak pidana seperti pencurian atau penipuan di area pasar. Segera melaporkan kepada pihak Kepolisian terdekat apabila menemukan gerak-gerik orang atau hal-hal yang mencurigakan.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini merupakan wujud nyata slogan "Siap Terlihat dan Bermanfaat", di mana Polri berkomitmen untuk hadir secara fisik guna memberikan rasa aman dan manfaat langsung bagi kenyamanan aktivitas ekonomi masyarakat.

Situasi di Pasar Wanaherang terpantau aman dan kondusif hingga kegiatan berakhir.

Jaga Kelancaran Arus Pagi, Personel Detasemen Perintis Korsabhara Baharkam Polri Tebar Personel di Titik Rawan Kemacetan



REFORMASI-ID | Depok - Guna memastikan kelancaran aktivitas masyarakat di pagi hari, Personel Subden C Detasemen Perintis Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri melaksanakan kegiatan penjagaan dan pengaturan (Gatur) lalu lintas di sejumlah titik strategis wilayah Depok dan sekitarnya pada Senin (23/03/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.30 WIB ini menyasar enam titik krusial yang menjadi pusat pertemuan arus kendaraan dan aktivitas publik. Adapun lokasi ploting personel meliputi Simpang PAL, Simpang Perempatan Gunadarma, Simpang Universitas Indonesia, Depan Gerbang Korsabhara, Simpang Resimen III, hingga Simpang Leuwinanggung.

Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk pelayanan prima kepolisian untuk memberikan rasa aman bagi pengguna jalan, khususnya pada jam sibuk saat masyarakat berangkat bekerja dan memulai aktivitas pendidikan.

"Kehadiran personel di lapangan bukan sekadar mengatur roda kendaraan, tetapi untuk memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Ini adalah wujud nyata dari komitmen kami: Siap Terlihat dan Bermanfaat," tegas perwakilan Dirsamapta dalam laporannya kepada Kakorsabhara Baharkam Polri.

Di lapangan, para personel tampak sigap membantu penyeberang jalan dan mengurai simpul-simpul kemacetan yang kerap terjadi di area pendidikan seperti kawasan Universitas Indonesia dan Gunadarma. Hingga berita ini diturunkan, situasi arus lalu lintas di seluruh titik ploting terpantau ramai namun tetap tertib dan terkendali.

Langkah preventif ini diharapkan dapat meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan kedisiplinan para pengendara di jalan raya.

22 Maret 2026

Mudik Lebaran Terkendali, ASDP Jaga Layanan Penyeberangan Tetap Prima

REFORMASI-ID | Jakarta, 22 Maret 2026 – Di tengah tingginya mobilitas masyarakat pada Angkutan Lebaran 2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan prima di 15 lintasan pantauan nasional. Dinamika arus mudik yang terus bergerak mampu dikelola secara terkendali melalui kesiapan operasional dan koordinasi lintas stakeholder yang solid.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga hari H, total penumpang mencapai 2.596.597 orang atau naik 5,4% dibandingkan tahun lalu sebanyak 2.463.910 orang. Total kendaraan tercatat 667.526 unit atau meningkat 7,2% dibandingkan 622.604 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada periode harian (H) tanggal 21 Maret 2026, total penumpang tercatat 156.838 orang atau naik 1,7% dari 154.237 orang tahun lalu. Sementara kendaraan mencapai 40.066 unit atau meningkat 0,6% dibandingkan 39.811 unit.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan layanan penyeberangan selama arus mudik berjalan lancar dan tetap terkendali, meskipun terjadi peningkatan signifikan mobilitas masyarakat.

“Di tengah tingginya volume pergerakan pemudik, kami memastikan layanan tetap prima melalui peningkatan kapasitas operasional, penguatan layanan, serta koordinasi intensif lintas stakeholder, dengan tetap mengedepankan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa,” ujarnya.

Lintasan Jawa–Sumatera–Bali tetap menjadi koridor tersibuk dan vital nasional. Untuk menjaga kelancaran, ASDP menerapkan penyesuaian pola operasi kapal, kesiapan personel, hingga rekayasa lalu lintas berupa pengalihan kendaraan dan delaying system di sejumlah buffer zone.

*Pengalihan Layanan*
Dalam rangka distribusi arus balik, ASDP juga mengoptimalkan pengalihan layanan melalui Pelabuhan BBJ Bojonegara untuk kendaraan golongan VIB, VII, VIII, dan IX mulai 23–29 Maret 2026. Sementara kendaraan lain, termasuk sepeda motor, tetap dilayani melalui Pelabuhan Merak.

Pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) diterapkan secara dinamis untuk mempercepat bongkar muat dan menjaga rotasi kapal. Selain itu, optimalisasi Port Operational Control Center di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk memperkuat kendali operasional berbasis real time.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menyampaikan kesiapan arus balik terus diperkuat. Hingga H sampai H+10, ketersediaan tiket di lintasan Jawa–Sumatera dan Jawa–Bali masih mencapai 98,66%.

“Masyarakat diimbau merencanakan perjalanan lebih awal dan membeli tiket melalui Ferizy sejak H-60, serta memastikan data penumpang sesuai dan datang ke pelabuhan tepat waktu,” jelasnya.

ASDP juga mengimbau masyarakat memanfaatkan program stimulus diskon tarif yang masih tersedia luas. Sejak 12 Maret 2026, program ini telah dimanfaatkan lebih dari 1,06 juta pengguna jasa, dengan potongan hingga 100% tarif jasa pelabuhan atau sekitar 21,9% dari total tarif.

Hingga 21 Maret 2026 pukul 23.59 WIB, realisasi penyerapan stimulus mencapai Rp14,5 miliar atau 40,84% dari target, dengan jumlah pengguna jasa mencapai 62,36%. Perbedaan persentase dipengaruhi variasi jenis kendaraan dan lintasan.

Program ini berlaku di 7 lintasan dan 14 pelabuhan, yakni Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, Lembar–Padangbai, Kupang–Rote, Kupang–Kalabahi, Kupang–Hansisi, serta Galala–Namlea.
Selain itu, kebijakan single tarif di Pelabuhan Bakauheni diberlakukan mulai 23 hingga 31 Maret 2026 guna menjaga kelancaran arus balik.

Dengan tingginya antusiasme masyarakat, ASDP menegaskan komitmennya menjaga layanan penyeberangan tetap lancar, aman, dan nyaman, khususnya pada periode arus balik Lebaran. (Hms/Mdn)

HUT Ke-24 BNN RI, Kepala BNNK: Spirit Akselerasi War on Drugs Menuju Indonesia Bersinar


REFORMASI-ID | Lampung Selatan - Kepala BNNK Lampung Selatan AKBP Rahmat Hidayat.SE. MM., mengucapkan selamat hari jadi Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) yang ke-24 jatuh pada tanggal 22 Maret 2026. Dengan tema "Akselerasi War on Drugs Menuju Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba)",. Minggu, 22/03/2026.

AKBP Rahmat Hidayat, mengatakan dihari ulang tahun BNN RI ke-4 menegaskan kembali komitmen BNNK Lampung Selatan sesuai dengan program Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi., BNNK Lampung Selatan telah melaksanakan program nasional BNN RI Ananda Bersinar. Ananda Bersinar (aksi nasional anti narkotika dimulai dari anak bersih narkoba) adalah Edukasi Anti Narkoba terintegrasi dalam kurikulum anti narkoba di sekolah untuk membentuk karakter dan meningkatkan pengetahuan siswa tentang bahaya narkoba. 

"BNNK Lampung Selatan mengucapkan selamat HUT BNN RI ke-24 tahun, ini jadi spirit BNNK Lampung Selatan gencar dengan kampanye masif di media Pers dan media sosial yang menyasar Gen Z dan Alpha. Kami menyadari bahwa edukasi preventif jauh lebih efektif daripada penindakan. Pesan utamanya jelas Narkotika adalah penghambat utama kreativitas dan masa depan bangsa," ucap AKBP Rahmat Hidayat.

Selain itu sebutnya, beberapa poin pencapaian yang sudah dilaksanakan BNNK Lampung Selatan yakni mulai dari "Penguatan Ketahanan Keluarga, Rehabilitasi, bahkan meraih prestasi terbaik. Kunjungan Edukatif, Kerja Sama Lintas Sektoral untuk mendukung gerakan Ananda Bersinar.

"Program-program ini bertujuan untuk membangun generasi yang bersih dari narkoba dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba," tutup AKBP Rahmat Hidayat menegaskan. (Mdn)

Satu Token untuk Crypto, Saham, dan Komoditas: $ILVER Tawarkan Akses Terintegrasi ke Pasar Global



REFORMASI-ID | Jakarta - Perkembangan teknologi finansial terus mendorong integrasi berbagai instrumen investasi dalam satu ekosistem. Namun, hingga saat ini, akses terhadap aset global seperti cryptocurrency, saham internasional, dan komoditas masih terfragmentasi di berbagai platform.

Kondisi ini dinilai menjadi salah satu hambatan utama bagi masyarakat, khususnya investor ritel, untuk berpartisipasi secara optimal dalam pasar global.

Fragmentasi Platform Masih Jadi Tantangan

Untuk mengakses berbagai jenis aset, pengguna saat ini dihadapkan pada kebutuhan untuk menggunakan beberapa aplikasi berbeda.
Crypto diperdagangkan di satu platform, saham global di platform lain, sementara komoditas memiliki sistem tersendiri.

Selain itu, kompleksitas teknis serta keterbatasan akses di beberapa wilayah membuat sebagian masyarakat belum sepenuhnya dapat menjangkau peluang tersebut. Akibatnya, proses diversifikasi menjadi tidak efisien dan cenderung memakan waktu.

Dampak: Peluang Tidak Termanfaatkan Secara Maksimal

Keterbatasan akses ini berdampak pada rendahnya partisipasi masyarakat dalam pergerakan pasar global. Banyak investor hanya dapat mengamati peluang tanpa memiliki fleksibilitas untuk berpindah antar aset secara cepat.
Hal ini menyebabkan potensi keuntungan yang seharusnya dapat dioptimalkan justru terlewatkan.

$ILVER Hadir sebagai Solusi Terintegrasi

Menjawab tantangan tersebut, ekosistem PSNCHAIN memperkenalkan token $ILVER sebagai pendekatan baru dalam mengakses berbagai aset global.
Token ini dirancang untuk menjadi penghubung utama dalam ekosistem Lumadex, yang memungkinkan pengguna mengakses berbagai instrumen investasi melalui satu pintu.

Dengan menggunakan $ILVER, pengguna dapat terhubung ke:
Cryptocurrency seperti Bitcoin dan Ethereum
Saham global
Komoditas seperti emas, perak, dan energi.

Satu Token, Multi Aset

Dalam implementasinya, $ILVER berfungsi sebagai:
Gateway (pintu masuk) ke ekosistem global

Media pertukaran antar aset
Pusat likuiditas dalam sistem.
Pendekatan ini memungkinkan pengguna untuk berpindah antar aset dengan lebih efisien tanpa harus keluar masuk berbagai platform.


Pendekatan Aktif dalam Mengelola Aset

Berbeda dengan investasi konvensional yang cenderung pasif, model ini mendorong pendekatan yang lebih dinamis. Dengan banyaknya pilihan aset, peluang pergerakan harga selalu muncul setiap hari.

Pengguna dapat memanfaatkan momentum tersebut dengan melakukan perpindahan aset setelah mengambil keuntungan, sehingga dana tetap aktif mengikuti dinamika pasar.

Mendorong Inklusi Finansial Global

Teungku Raju ( Founder PSNCHAIN) menyatakan bahwa tujuan utama dari $ILVER adalah memperluas akses masyarakat terhadap sistem keuangan global.

Melalui integrasi berbagai instrumen dalam satu ekosistem, diharapkan masyarakat tidak lagi menghadapi hambatan teknis maupun akses dalam berinvestasi.
Langkah ini juga dinilai sebagai upaya untuk meningkatkan inklusi finansial, khususnya bagi masyarakat yang sebelumnya belum memiliki akses langsung ke pasar global.

Penutup

Dengan konsep yang menggabungkan berbagai aset dalam satu sistem terintegrasi, token $ILVER menjadi salah satu inovasi yang menarik untuk diperhatikan dalam industri keuangan digital.

Jika implementasinya berjalan sesuai rencana, pendekatan ini berpotensi menyederhanakan akses masyarakat terhadap pasar global sekaligus membuka peluang baru dalam pengelolaan aset secara lebih fleksibel dan efisien serta akan melahirkan orang-orang sukses baru. 

Tetap lakukan riset secara mandiri.

Pantauan Arus Mudik Hari H Angkutan Lebaran 2026, Asdp 83 Trip Layani Lintas Selat Sunda


REFORMASI-ID | Bakauheni, Lampung Selatan - Jawa-Sumatera Berdasarkan data Posko Merak (Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara) selama 24 jam (periode 21 Maret 2026 pukul 00.00 hingga pukul 23.59 WIB) atau H tercatat jumlah trip yang beroperasi sebanyak 79 trip. Minggu, 22/03/2026.

Adapun realisasi total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara pada H mencapai 50.353 orang atau turun 7,3% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 54.323 orang.

Tercatat realisasi kendaraan roda dua yang telah menyeberang pada H mencapai 5.580 unit atau naik 7,5% dibandingkan realisasi tahun lalu yaitu 5.192 unit. Kendaraan roda empat mencapai 7.699 unit atau turun 13,1% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 8.861 unit.

Kemudian, total truk yang menyeberang mencapai 155 unit atau turun 25,8% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 209 unit. Sedangkan, total bus yang menyeberang mencapai 172 unit atau naik 6,8 % dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 161 unit.

Total seluruh kendaraan tercatat 13.606 unit yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera dari Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara pada H atau turun 5,7% dibandingkan realisasi periode dengan tahun lalu sebanyak 14.423 unit.

Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera dari Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara mulai dari H-10 sampai H tercatat 898.864 orang atau naik 1,3% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 887.461 orang. Dan untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 239.608 unit atau naik 6,3% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 225.448 unit.

Sebaliknya, berdasarkan data Posko Bakauheni selama 24 jam (periode 21 Maret 2026 pukul 00.00 hingga pukul 23.59 WIB) atau H tercatat jumlah trip yang beroperasi di Pelabuhan Bakauheni sebanyak 83 trip.

Adapun realisasi total penumpang di Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H mencapai 25.934 orang atau naik 5,9% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 24.478 orang.

Tercatat realisasi kendaraan roda dua yang telah menyeberang pada H mencapai 1.673 unit atau naik 20,4% dibandingkan realisasi tahun lalu mencapai 1.390 unit. Kendaraan roda empat mencapai 3.896 unit atau naik 8,3%  dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 3.597 unit.

Kemudian, total truk yang menyeberang mencapai 0 unit atau turun 100% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 460 unit. Sedangkan, total bus yang menyeberang mencapai 206 unit atau naik 11,4% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 185 unit.

Total seluruh kendaraan tercatat 5.775 unit yang telah menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H  atau naik 2,5% dibandingkan realisasi periode dengan tahun lalu sebanyak 5.632 unit.

Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa (Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu) pada H-10 sampai H tercatat 428.862 orang atau naik 3,4% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 414.605 orang. Dan untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 87.937 unit atau naik 7,5% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 81.803 unit. (Hms/Mdn)

Polres Lampung Selatan Terapkan Screening Tiket dan Sistem Stiker bagi Pemudik Menuju Pelabuhan


REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN – Polres Lampung Selatan menerapkan sistem screening tiket serta pemberian stiker penanda bagi kendaraan pemudik di sejumlah titik selama pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026.

Pemeriksaan dilakukan di Pos Pengamanan Km 67 B, Km 49 B, dan Km 20 B ruas Tol Trans Sumatera, Pos Pengamanan Expo Kalianda, Pos Pengamanan Gayam, serta di jalur lintas timur tepatnya di sekitar Rumah Makan Tiga Saudara.

Kabag Ops Polres Lampung Selatan Kompol Deprison mengatakan, langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh kendaraan yang menuju pelabuhan telah memiliki tiket, sekaligus mengatur distribusi arus kendaraan agar lebih tertib.

“Screening ini bertujuan untuk mengurai kepadatan di pelabuhan. Kendaraan yang sudah memiliki tiket akan kami tandai dengan stiker sesuai tujuan pelabuhannya,” ujar Deprison, Minggu (22/3/2026).

Ia menjelaskan, petugas akan memberikan stiker berwarna hijau kepada kendaraan yang telah memiliki tiket dan akan menyeberang melalui Pelabuhan ASDP Bakauheni. Sementara itu, stiker merah diberikan kepada kendaraan yang masuk ke area pelabuhan hanya untuk keperluan penjemputan di terminal.

Adapun stiker berwarna kuning diberikan kepada kendaraan yang telah memiliki tiket dan akan menuju Pelabuhan BBJ (Bandar Bakau Jaya).

“Dengan adanya penandaan ini, petugas di lapangan dapat dengan mudah mengidentifikasi tujuan kendaraan sehingga pengaturan arus menjadi lebih efektif,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, petugas juga akan memeriksa bukti tiket, baik dalam bentuk digital maupun cetak. Kendaraan yang sudah bertiket dipersilakan melanjutkan perjalanan sesuai dengan jalur yang telah ditentukan.

Sementara itu, bagi pemudik yang belum memiliki tiket saat dilakukan pemeriksaan di pos screening, petugas akan mengarahkan secara humanis untuk membeli tiket terlebih dahulu melalui gerai resmi atau loket yang tersedia di sekitar lokasi.

“Kami mengimbau agar masyarakat sudah memiliki tiket sebelum memasuki kawasan pelabuhan. Jika belum, silakan membeli di loket resmi agar tidak terjadi kendala saat di pelabuhan,” ujar Deprison.

Ia menambahkan, sistem ini juga menjadi bagian dari manajemen rekayasa lalu lintas untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran.

Polres Lampung Selatan juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi arahan petugas serta membeli tiket melalui kanal resmi guna menghindari kendala di lapangan.

Dalam kondisi darurat atau membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi layanan call center 110 yang aktif selama 24 jam.

Dengan penerapan sistem screening dan stiker ini, diharapkan arus kendaraan menuju pelabuhan dapat berjalan lebih tertib, lancar, dan kondusif selama Operasi Ketupat Krakatau 2026. (Mdn)

Polisi Imbau Wisatawan Waspada Arus Laut Saat Libur Lebaran di Pantai Lampung Selatan


REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN  – Kepolisian mengimbau masyarakat yang berlibur ke kawasan pantai di Lampung Selatan selama libur Hari Raya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya arus laut.

Kasat Polairud Polres Lampung Selatan IPTU Panpan Hermayadi, S.H., mengingatkan bahwa sebagian besar pantai di wilayah tersebut memiliki karakter ombak tinggi serta arus balik (rip current) yang berbahaya bagi pengunjung.

“Kami mengimbau kepada seluruh wisatawan agar tidak berenang di area pantai selatan. Risiko terseret arus dan tenggelam sangat tinggi,” ujar Panpan, Minggu (22/3/2026).

Ia menjelaskan, kondisi gelombang laut yang tidak stabil kerap menjadi penyebab utama kecelakaan laut, terutama saat terjadi lonjakan jumlah pengunjung pada masa libur panjang seperti Lebaran.

Menurut Panpan, pihak kepolisian bersama instansi terkait telah memasang sejumlah rambu peringatan di titik-titik rawan serta menyiagakan personel untuk melakukan pengawasan di lokasi wisata.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi tanggung jawab bersama, sehingga pengunjung diharapkan mematuhi seluruh aturan dan imbauan yang telah disampaikan.

“Kami juga meminta orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya, jangan sampai bermain terlalu dekat dengan ombak tanpa pengawasan,” katanya.

Selain itu, pengunjung diminta tidak memaksakan diri untuk berenang atau bermain air di luar batas aman, serta selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di sekitar pantai.

Panpan menambahkan, pihaknya akan terus melakukan patroli dan edukasi kepada masyarakat guna meminimalkan risiko kecelakaan selama masa libur berlangsung.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar segera menghubungi layanan darurat apabila terjadi kondisi membahayakan di lokasi wisata.

“Jika terjadi keadaan darurat atau membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat segera menghubungi call center 110 yang aktif selama 24 jam,” ujarnya.

Dengan meningkatnya kesadaran pengunjung terhadap potensi bahaya, diharapkan aktivitas wisata di kawasan pantai Lampung Selatan dapat berjalan aman dan kondusif.

“Kami berharap masyarakat dapat menikmati liburan dengan aman bersama keluarga, tanpa mengabaikan faktor keselamatan,” pungkasnya. (Mdn)

21 Maret 2026

Momentum Idul Fitri 1447 H, Kapolda: Ajak Personel Perkuat Persaudaraan dan Semangat Pengabdian


REFORMASI-ID | Lampung — Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf melaksanakan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah bersama Wakapolda Lampung, Pejabat Utama (PJU) Polda Lampung, personel, Bhayangkari, dan masyarakat di Lapangan Mini Soccer Mapolda Lampung. Sabtu, 21/03/2026.

Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperkuat soliditas internal, serta menumbuhkan semangat pengabdian kepada masyarakat. Pelaksanaan Sholat Idul Fitri berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. 

Kebersamaan antara pimpinan, personel, Bhayangkari, dan masyarakat mencerminkan kekompakan keluarga besar Polda Lampung dalam merayakan hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa Ramadan.

Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf mengatakan, Sholat Idul Fitri yang dilaksanakan bersama di Mapolda Lampung tidak hanya bermakna sebagai ibadah.

"Tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan, memperkuat sinergi, dan meneguhkan soliditas antarpersonel Polda Lampung," tutur Kapolda. 

Menurut Kapolda, nilai-nilai Idul Fitri harus menjadi energi moral untuk menjaga kekompakan, meningkatkan profesionalisme, dan memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat. Melalui momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Polda Lampung menegaskan komitmennya untuk terus menjaga soliditas internal, memperkuat sinergi, serta meningkatkan kualitas pengabdian.

" Dalam mewujudkan pelayanan kepolisian yang Presisi, humanis, dan semakin dekat dengan masyarakat," pungkasnya.

Usai pelaksanaan Sholat Idul Fitri, kegiatan dilanjutkan dengan halal bihalal di Mapolda Lampung. 

Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan tampak mewarnai kegiatan tersebut saat pimpinan, personel, Bhayangkari, dan masyarakat saling bersalaman serta bermaafan dalam nuansa Hari Raya Idul Fitri.  (Mdn)

Korem 044/Gapo Gelar Shalat Idul Fitri 1447 H di Masjid Al Ikhlas Makorem


REFORMASI-ID | Palembang – Dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Korem 044/Gapo menggelar Shalat Ied yang berlangsung khidmat di Masjid Al Ikhlas Makorem 044/Gapo, Jalan Jenderal Sudirman Km. 4, Kota Palembang, Sabtu (21/3/2026)

Pelaksanaan Shalat Ied tersebut dihadiri langsung oleh Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud, para Pejabat Utama Korem, prajurit, Pegawai Negeri Sipil, serta Persit Kartika Chandra Kirana Korem 044/Gapo. Seluruh jamaah tampak memenuhi area masjid dengan penuh kekhusyukan dalam menjalankan ibadah.

Shalat Idul Fitri dimulai sejak pagi hari dan berlangsung dengan tertib serta lancar. Momentum Hari Raya Idul Fitri ini menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus mempererat tali silaturahmi antar sesama anggota Korem 044/Gapo beserta keluarga besar.

Dalam suasana penuh kebersamaan, usai pelaksanaan Shalat Ied, kegiatan dilanjutkan dengan saling bersalam-salaman, saling memaafkan di hari yang fitri. Hal ini mencerminkan nilai-nilai kebersamaan, kekeluargaan, serta semangat persatuan yang terus dijaga di lingkungan Korem 044/Gapo.

Sementara itu, Danrem 044/Gapo melalui Kapenrem 044/Gapo Mayor Inf Jauhari menyampaikan bahwa pelaksanaan Shalat Idul Fitri ini merupakan momentum penting untuk memperkuat keimanan sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan Korem.

“Melalui Shalat Ied (Hari Raya Idul Fitri) ini, kita semua berharap seluruh prajurit, PNS, dan keluarga besar Korem 044/Gapo dapat semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta memperkuat soliditas dan kebersamaan dalam mendukung pelaksanaan tugas ke depan,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan, nilai-nilai yang terkandung dalam Idul Fitri seperti keikhlasan, kebersamaan, dan saling memaafkan, diharapkan dapat terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas sebagai aparat teritorial. (Mdn)

Malam Takbiran Berjalan Kondusif, Wali Kota : Selamat Hari Raya Idul Fitri

REFORMASI-ID | Lampung - Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah, serta mengajak masyarakat membuka pintu maaf dan menjaga kebersamaan. 

"Bulan Ramadhan telah melatih kita untuk menjadi kepribadian yang lebih baik, bunda mengajak semua masyarakat untuk membuka pintu maaf, " ungkapnya di sela-sela meninjau malam perayaan hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah, di Bandar Lampung, Sabtu (21/3). 

Dia mengatakan pada  kegiatan malam takbiran untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijrah di Kota Tapis Berseri berjalan kondusif dan lancar. 

"Alhamdulillah malam takbir di Bandar Lampung berjalan aman dan kondusif," kata wali kota yang biasa disapa Bunda Eva 

Ia mengungkapkan,  dari hasil pengawasan dan peninjauan yang dilakukan hingga tengah malam di sejumlah ruas jalan dan masjid di Kota Bandarlampung, kegiatan malam takbiran berjalan dengan baik tanpa ada insiden. 

"Kami melakukan peninjauan malam takbiran di sejumlah ruas jalan raya, masjid, serta lima posko mudik dalam rangka memastikan keamanan dan kelancaran menjelang Hari Raya Idul Fitri," kata dia. 

Disisi lain dirinya menghimbau, kepada pemudik dari pulau Jawa dapat memanfaatkan posko-posko mudik yang ada di Kota Bandar Lampung guna beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. 

"Kami harap posko ini dimanfaatkan oleh pemudik, karena selain bisa beristirahat juga pemudik bisa meminta informasi terkini kepada petugas," kata dia. (*)

Kisah Slamet Gundul: Lampu yang Tak Pernah Padam di Pandansimping

Slamet Gundul (dok. Tempo)

 

Essai Mahar Prastowo


Malam di Pandansimping tidak pernah benar-benar gelap. Lampu-lampu SPBU itu, seperti mata yang tak mau terpejam, menatap jalan raya yang lengang dengan kesabaran yang tua. Di bawah cahaya yang kekuningan itu, sebuah mini bus Daihatsu berhenti, napas mesinnya masih hangat, seperti dada yang baru saja menahan gelisah panjang.

Jarot turun tanpa tergesa. Ia lelaki yang sudah terlalu sering berhadapan dengan kemungkinan buruk, hingga ketenangan menjadi semacam kebiasaan, bukan lagi keberanian. Tangannya merogoh saku, membayar bensin, seperti siapa saja yang singgah sekadar untuk melanjutkan perjalanan.

Namun malam itu bukan milik orang-orang biasa.

Dari arah jalan raya, kendaraan lain meluncur. Tidak cepat, tapi cukup untuk menyimpan niat. Dan niat, seperti yang kerap terjadi dalam sejarah manusia, selalu datang lebih dahulu daripada peluru.

Benturan itu singkat. Bunyi logam bertemu logam, seperti peringatan yang terlambat.

Seorang lelaki meloncat keluar. “Saya dari Polda!” serunya, tetapi suara itu lebih terdengar seperti aba-aba bagi sesuatu yang lebih tua dari hukum: naluri untuk hidup atau mati.

Dua letusan memecah malam.

Jarot tidak menunggu penjelasan. Ia berlari. Kakinya seperti tahu arah sebelum pikirannya sempat memutuskan. Ia menembus pintu timur, meninggalkan mobil, meninggalkan lima nama yang tak sempat dipanggil satu per satu: Slamet Gundul, Waluyo, Kentut, Bagyo, Sugeng.

Di dalam mobil, kepanikan berjejal seperti penumpang tanpa tiket. Pintu tak bisa dibuka. Kaca menjadi satu-satunya jalan keluar, dan dari situlah peluru-peluru mulai berbicara, saling menjawab tanpa bahasa.

Jarak sepuluh meter, kata orang. Tapi dalam jarak sedekat itu, hidup dan mati seringkali hanya dipisahkan oleh sepersekian detik dan sepotong keberuntungan.

Peluru mendenging. Udara menjadi padat oleh ketakutan.

Empat orang berhasil keluar. Waluyo dan Kentut melompat, menyeberangi tembok, seperti melompati batas nasib. Slamet dan Sugeng berlari ke jalan raya, sementara Bagyo memilih diam—merunduk, menunggu, berharap dunia berhenti sejenak.

Tapi dunia tidak pernah berhenti bagi orang-orang seperti mereka.

Petugas mendekat. Revolver kosong. Waktu terasa lebih panjang dari biasanya. Lalu bantuan datang—seperti harapan yang terlambat tapi masih sempat.

Bagyo mencoba lari. Dua peluru menghentikannya. Paha kiri dan kanan—tubuhnya seperti dipaku pada tanah yang tak pernah ia miliki.

Pertempuran bergeser. Seperti bayangan yang pindah mengikuti cahaya, tembak-menembak itu menjalar ke depan puskesmas. Jalan raya yang biasanya hanya dilewati orang pulang menjadi saksi sesuatu yang lebih tua dari peradaban: manusia memburu manusia.

Jarot, dalam kepanikannya, mencari perlindungan pada truk yang diam. Ia naik, bersembunyi, berharap mesin yang tak ia kenal bisa menyelamatkannya. Tapi mesin itu punya rahasia sendiri. Ia menolak hidup, seperti menolak terlibat dalam urusan manusia.

Seorang kernet melihat. Teriakan itu melahirkan keputusan.

Dan keputusan, sekali lagi, berakhir dengan peluru.

Jarot tewas di tempat. Namanya berhenti di sana, di antara bau bensin dan suara malam yang pecah.

Sugeng berlari ke sawah. Pematang menjadi jalur terakhir bagi orang-orang yang tak lagi punya arah. Seorang warga, Sudrisno, melihat—dan memilih. Ia mengejar. Ia tidak membawa senjata, hanya keyakinan bahwa ada yang harus dihentikan.

Sugeng dilumpuhkan. Tubuhnya jatuh bukan oleh peluru pertama, tapi oleh pukulan. Seolah hidupnya memang harus berakhir dengan cara yang lebih dekat dengan tanah.

Sementara itu, Slamet Gundul masih bertahan.

Ia tidak benar-benar gundul, kata orang. Tapi keberaniannya telanjang—tanpa sisa. Ia menembak dan ditembak, jarak begitu dekat hingga napas bisa saling terasa. Peluru menembus lengan petugas, lalu pahanya sendiri. Namun ia tetap memilih lari.

Ke utara. Ke desa. Ke gelap yang lebih dalam dari malam.

Ia merampas sepeda seorang bocah. Lalu Vespa. Dan kemudian—ia menghilang.

Sejak saat itu, namanya menjadi bayangan yang berjalan di banyak kota. Bukan hanya di Jawa Tengah atau Yogyakarta, tetapi juga di Jakarta dan Jawa Barat. Seperti cerita lama yang selalu menemukan cara untuk diulang.

Petugas memburunya bukan hanya dengan senjata, tetapi dengan ingatan—mencari pola, membaca jejak, menafsirkan ulang setiap kejahatan seperti membaca ulang sejarah yang sama dengan tokoh berbeda.

Hingga akhirnya, informasi datang. Rencana perampokan. Waktu. Tempat.

Dan seperti malam di Pandansimping, semuanya kembali ke satu titik: pertemuan antara niat dan kesempatan.

Mereka bertemu lagi di pompa bensin itu.

Bukan karena kebetulan, tetapi karena takdir seringkali memilih tempat yang sama untuk mengulang cerita yang belum selesai.

Kontak senjata tak terhindarkan.

Satu tewas. Dua luka berat. Tiga lolos.

Dan Slamet—sekali lagi—hilang.

Namun dunia, betapapun luasnya, selalu punya batas bagi pelarian. Orang-orang seperti Slamet tidak pernah benar-benar pergi. Mereka hanya menunda pertemuan terakhir.

Konon, ia akhirnya ditemukan di Surabaya. Mati, seperti semua cerita yang terlalu lama hidup di antara peluru dan ketakutan.

Dan SPBU di Pandansimping itu?

Ia tetap berdiri. Lampunya tetap menyala. Menunggu—mungkin bukan untuk kendaraan berikutnya, tetapi untuk cerita lain yang suatu hari akan kembali pecah di bawah cahaya yang sama.

Karena sejarah, seperti malam, tidak pernah benar-benar usai.


20 Maret 2026

Sambut Idul Fitri 1447 H, Ketua DPD Jawa Timur FRJRI Bang Moka: Tegaskan Komitmen Jurnalisme Berintegritas


REFORMASI-ID | Sidoarjo – Dewan Pimpinan Daerah Jawa Timur Forum Reporter dan Jurnalis Republik Indonesia (DPD Jatim FRJRI) menyampaikan ucapan Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh umat Muslim di Indonesia dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Momentum Idul Fitri dinilai sebagai waktu yang tepat untuk kembali kepada fitrah, mempererat silaturahmi, serta memperkuat nilai-nilai kejujuran, integritas, dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat, Jumat (20/3/2026).

Ketua DPD Jawa Timur FRJRI, M.A. Kaligis, SH, yang akrab disapa Bang Moka, menegaskan bahwa Idul Fitri tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan semata, tetapi juga sebagai refleksi moral bagi insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Menurutnya, peran jurnalis sangat penting dalam menjaga kualitas informasi yang beredar di tengah masyarakat, terlebih di era digital yang sarat dengan arus informasi yang begitu cepat dan masif.

“Idul Fitri adalah momentum untuk memperkuat komitmen moral dan profesionalisme insan pers. Kejujuran, keberimbangan, dan tanggung jawab harus menjadi fondasi utama dalam menyampaikan informasi kepada publik,” ujar Bang Moka.

Ia juga menekankan bahwa kepercayaan publik terhadap media sangat bergantung pada integritas dan konsistensi jurnalis dalam menjalankan kode etik jurnalistik.

Lebih lanjut, DPD Jatim FRJRI mengajak seluruh jurnalis dan reporter di Indonesia untuk terus menjaga independensi dalam setiap pemberitaan yang disajikan kepada masyarakat.

Selain itu, para insan pers juga diimbau untuk tetap menjunjung tinggi prinsip akurasi, keberimbangan, dan tidak terpengaruh oleh kepentingan tertentu yang dapat merusak objektivitas berita.

DPD Jatim FRJRI menilai bahwa pers memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi, terutama melalui penyajian informasi yang kredibel, edukatif, dan berimbang.

Melalui momentum Idul Fitri ini, diharapkan seluruh insan pers dapat semakin memperkuat komitmen dalam menghadirkan jurnalisme yang berkualitas, berintegritas, serta mampu menjadi pilar yang kokoh dalam kehidupan demokrasi di Indonesia. (*)

Ketua KAWAT Bandar Lampung Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Ajak Perkuat Silaturahmi


REFORMASI-ID | LAMPUNG – Ketua Komunitas Wartawan Kota (KAWAT) Bandar Lampung, Hadransyah, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada seluruh masyarakat, khususnya insan pers di Kota Bandar Lampung.

Ucapan tersebut disampaikan langsung di Kantor Sekretariat KAWAT pada Jumat (20/03/2026), didampingi Sekretaris KAWAT, Suryanto.

Dalam keterangannya, Hadransyah yang akrab disapa Ardan menyampaikan bahwa momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 H merupakan waktu yang tepat untuk saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi.

“Kami segenap keluarga besar Komunitas Wartawan Kota Bandar Lampung mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ujar Ardan.

Ia juga menambahkan bahwa Idul Fitri bukan hanya sekadar perayaan, namun menjadi momentum refleksi diri bagi seluruh insan pers untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas, serta menyajikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris KAWAT Suryanto turut menyampaikan harapannya agar semangat kebersamaan dan kekeluargaan yang terjalin selama ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan ke depannya.

“Semoga di hari yang fitri ini, kita semua kembali kepada kesucian, serta semakin solid dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai kontrol sosial di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Dengan penuh kebersamaan, jajaran pengurus KAWAT Bandar Lampung berharap Hari Raya Idul Fitri 1447 H membawa keberkahan, kedamaian, serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat. (kwt/mdn)

Mudik Jangan Nekat! Polisi Ingatkan Rumus 4-30-8 Agar Perjalanan Aman


REFORMASI-ID | LAMPUNG - Arus mudik yang mulai padat tak hanya menuntut kesiapan kendaraan, tapi juga kondisi fisik pengendara. Polda Lampung mengingatkan pemudik agar tak memaksakan diri di jalan dengan menerapkan rumus 4-30-8 demi keselamatan. 

Rumus ini sederhana namun krusial. Setiap 4 jam berkendara, pemudik diminta berhenti untuk beristirahat. Waktu istirahat minimal 30 menit, dan total waktu berkendara dalam sehari tidak lebih dari 8 jam.

Imbauan ini bukan tanpa alasan. Kelelahan dan kantuk masih menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan di jalur mudik, terutama di jalur panjang seperti lintas Sumatera.

Kabid Humas Polda Lampung menegaskan, keselamatan harus menjadi prioritas utama, bukan kecepatan sampai tujuan.

“Rumus 4-30-8 ini kami sosialisasikan agar pemudik lebih sadar pentingnya menjaga kondisi tubuh saat berkendara,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).

Ia menyebut, banyak pengendara yang merasa mampu terus melaju, padahal tubuh sudah memberi sinyal kelelahan.

“Sering kali pengemudi memaksakan diri. Padahal kelelahan bisa menurunkan konsentrasi dan berujung kecelakaan,” katanya.

Polda Lampung juga mengimbau pemudik untuk memanfaatkan rest area, SPBU, maupun pos pelayanan yang telah disediakan di sepanjang jalur mudik.

“Silakan gunakan fasilitas yang ada untuk beristirahat. Jangan abaikan rasa lelah atau kantuk,” tegasnya.

Selain itu, pengendara diingatkan untuk tidak berkendara lebih dari 8 jam dalam sehari, terutama bagi pengguna sepeda motor yang lebih rentan kelelahan.

“Lebih baik berhenti sejenak daripada mengambil risiko. Keselamatan Anda jauh lebih penting,” pungkasnya. (Mdn)