Media Reformasi Indonesia (MRI)

30 September 2026

MK Pertegas Pasal 272 Ayat (2) KUHAP: Gunakan Ijazah Palsu Tak Otomatis Dipidana



REFORMASI-ID | Jakarta - Mahkamah Konsitusi (MK) mempertegas penggunaan ijazah palsu tak optimis dipidana. Hal tersebut disampaikan MK saat sidang pengucapan putusan atau ketetapan. Selasa, 29 September 2026.

Dalam putusan tersebut Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan uji materil Pasal 272 ayat (2) UU Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP Baru) terkait norma penggunaan ijazah palsu yang diajukan oleh Wakil Gubernur Bangka Belitung, Hellyana.

Meski gugatan ditolak, MK menegaskan pertimbangan hukum penting, seseorang tidak bisa dipidana hanya karena ijazahnya terbukti palsu tanpa dibuktikan adanya niat jahat (mens rea) atau kesengajaan.

Zainul Arifin, Kuasa Hukum Hellyana, menyampaikan bahwa berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 308/PUU-XXIV/2026, khususnya pertimbangan hukum pada poin (3.12) sampai dengan (3.14) penerapan Pasal 272 ayat (2) UU Nomor 1 Tahun 2023 tidak dapat semata-mata didasarkan pada terbuktinya keadaan objektif bahwa ijazah, sertifikat kompetensi, gelar akademik, profesi, atau vokasi adalah palsu. 

Dalam putusan tersebut Mahkamah menegaskan bahwa ketentuan tersebut harus dibaca dalam kesatuan dengan Pasal 36 UU Nomor 1 Tahun 2023 mengenai kesalahan dan pertanggungjawaban pidana. 

Dengan demikian, ucap Zainul, selain membuktikan kepalsuan objek dan perbuatan menggunakan, harus pula dibuktikan adanya niat atau kesadaran serta unsur kesalahan pada diri pelaku. 

"Tidak dicantumkannya secara eksplisit frasa “diketahuinya palsu” dalam Pasal 272 ayat (2) tidak berarti unsur kesengajaan sebagai bagian dari kesalahan menjadi hilang," tegasnya.

Oleh karena itu, sambung Zainul, terbuktinya suatu ijazah sebagai palsu tidak serta-merta membuktikan bahwa orang yang menggunakannya melakukan tindak pidana. 

"Pertanggungjawaban pidana tetap mensyaratkan pembuktian mengenai keadaan batin dan kesalahan pelaku pada saat perbuatan dilakukan, sesuai dengan prinsip '"geen straf zonder schuld" atau tiada pidana tanpa kesalahan," jelasnya.

"Dalam konteks perkara Wagub Babel, Jaksa  karenanya tidak cukup hanya membuktikan bahwa ijazah yang digunakan terbukti palsu, tetapi juga harus membuktikan secara meyakinkan adanya kesengajaan atau kesalahan Wagub yang berkaitan dengan kepalsuan tersebut, mengetahui niat batin penggunaan ijazah tersebut palsu, dan berdampak langsung," pungkasnya.

(Red)

29 September 2026

“Perang tak lagi selalu bersenjata, Senkom Sulut pelajari ancaman kognitif”

 



REFORMASI-ID | TOMOHON — Senkom Mitra Polri Sulawesi Utara memperkuat kapasitas 30 personelnya menghadapi perang kognitif dan derasnya arus informasi digital. Mereka mengikuti Latihan Kader Bela Negara 2026 yang digelar Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kementerian Pertahanan RI di Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) XIII/Merdeka, Tomohon, 29 September–1 Oktober 2026.

Materi perang kognitif menjadi salah satu pembekalan utama dalam latihan yang diikuti 310 peserta dari berbagai unsur masyarakat, termasuk aparatur sipil negara, buruh, dan sektor swasta.


Ketua Provinsi Senkom Mitra Polri Sulawesi Utara, M. Amin Muslim, S.Kom., mengatakan materi tersebut penting bagi personel Senkom karena aktivitas organisasi bersentuhan langsung dengan masyarakat dan perkembangan informasi di ruang digital.

> “Personel Senkom harus memiliki kemampuan menyaring informasi, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, dan tidak ikut menyebarkan disinformasi. Ini bagian dari tanggung jawab kita dalam menjaga kondusivitas masyarakat,” kata M. Amin.

Menurut M. Amin, kemampuan menghadapi perubahan teknologi tidak cukup hanya dengan menguasai perangkat digital. Anggota juga perlu memahami bagaimana informasi dapat memengaruhi cara berpikir dan perilaku masyarakat.


Karena itu, kata dia, pembekalan tentang perang kognitif dan literasi digital akan menjadi bekal bagi personel Senkom dalam menjalankan peran sosial kemasyarakatan.

> “Materi tentang perang kognitif dan literasi digital menjadi bekal penting bagi personel Senkom. Kami berharap anggota dapat menerapkan pengetahuan ini dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan peran organisasi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Kepala Pusat Bela Negara Bacadnas Kementerian Pertahanan RI, Brigjen TNI Luhut Marpaung, S.I.P., M.Han., mengatakan Latihan Kader Bela Negara merupakan bagian dari program Kementerian Pertahanan untuk menginternalisasikan dan menyebarluaskan nilai-nilai bela negara kepada masyarakat.


“Latihan Kader Bela Negara ini merupakan program Kementerian Pertahanan yang bertujuan untuk menginternalisasikan dan menyebarkan nilai-nilai Bela Negara. Nilai Bela Negara memiliki nilai strategis dalam rangka mewujudkan Indonesia menuju Indonesia Emas Tahun 2045,” ujar Brigjen Luhut saat membuka kegiatan.

Ia mengatakan nilai bela negara mencakup kecintaan terhadap tanah air, kesediaan berkorban, kesetiaan kepada Pancasila, kesadaran berbangsa dan bernegara, serta kemampuan awal bela negara.

Para peserta, menurut dia, diharapkan tidak berhenti pada pemahaman materi. Mereka juga diharapkan dapat menjadi panutan dan menyebarkan nilai-nilai tersebut di lingkungan masing-masing.

“Melalui latihan kader Bela Negara, para tokoh menjadi bagian dari duta Kementerian Pertahanan dalam menyebarkan nilai-nilai Bela Negara,” katanya.

Dalam pembahasan perang kognitif, Brigjen Luhut menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan media sosial membuka ruang bagi berbagai informasi untuk memengaruhi pola pikir masyarakat. Mekanisme tersebut antara lain berlangsung melalui algoritma yang bekerja di ruang digital.


Digitalisasi, kata dia, memberikan manfaat sekaligus membawa risiko. Salah satunya berkaitan dengan rendahnya kemampuan sebagian masyarakat dalam memilah informasi.

“Literasi digital perlu ditingkatkan agar masyarakat memahami serta memiliki ketahanan di dunia digital,” ujar Brigjen Luhut.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menerima setiap informasi secara mentah. Informasi perlu diperiksa kebenaran dan manfaatnya sebelum dipercaya ataupun disebarluaskan.


Bagi Senkom Sulawesi Utara, pembekalan tersebut melengkapi materi kesadaran bela negara yang diberikan selama latihan, termasuk pemahaman mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara.

M. Amin mengatakan peningkatan kompetensi personel akan terus dilakukan agar anggota Senkom memiliki wawasan kebangsaan sekaligus kemampuan menghadapi dinamika masyarakat.

“Bela negara adalah tanggung jawab bersama. Senkom Mitra Polri akan terus mendorong personel untuk meningkatkan kompetensi, menjaga persatuan, membantu menciptakan situasi yang kondusif, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” pungkasnya.

Latihan Kader Bela Negara 2026 berlangsung selama tiga hari, 29 September hingga 1 Oktober 2026, di Rindam XIII/Merdeka, Tomohon.

Polda Sumsel Hadir di Tengah Kemarau, Warga Balai Agung Sekayu Terima Bantuan Air Bersih


REFORMASI-ID | MUSI BANYUASIN — Polda Sumatera Selatan melalui Polres Musi Banyuasin dan Polsek Sekayu menyalurkan 4.000 liter air bersih kepada 75 kepala keluarga di RT 024 RW 007, Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami keterbatasan air bersih akibat musim kemarau dan kekeringan. Kapolsek Sekayu AKP Dedy Kurniawan, S.H., M.H., memimpin langsung penyaluran bantuan tersebut mewakili Kapolres Muba AKBP Adik Listiyono, S.I.K., M.H. Kegiatan melibatkan personel Binmas, Bhabinkamtibmas Kelurahan Balai Agung, serta Ketua RT setempat, Yulius. Selasa, 29/9/2026.

Kapolsek Sekayu AKP Dedy Kurniawan menyampaikan. Distribusi air bersih dilakukan setelah jajaran kepolisian menerima informasi mengenai kesulitan warga memperoleh sumber air untuk kebutuhan sehari-hari. 

"Sebanyak 4.000 liter air disalurkan kepada masyarakat sebagai bentuk respons langsung kepolisian terhadap kondisi yang dihadapi warga selama periode kemarau," ucap AKP Dedy Kurniawan.

Lebih lanjut Kapolsek mengatakan. Program bantuan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bakti sosial yang digagas Kapolres Musi Banyuasin (Muba) sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat. Melalui jajaran kewilayahan, Polres Muba berupaya memberikan pelayanan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara kepolisian dan warga.

Lanjutnya lagi. Kondisi kekeringan dapat berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, khususnya pemenuhan kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari. 


"Penyaluran bantuan air bersih di Balai Agung diharapkan dapat meringankan beban 75 kepala keluarga yang terdampak keterbatasan sumber air selama musim kemarau," ujar AKP Dedy Kurniawan.

Menurutnya. Kegiatan ini juga mencerminkan pendekatan pelayanan kepolisian yang responsif terhadap persoalan sosial di wilayah hukum Polda Sumsel. 

"Kehadiran Bhabinkamtibmas dan personel Binmas dalam penyaluran bantuan sekaligus memperkuat fungsi kepolisian dalam membangun komunikasi serta kedekatan dengan masyarakat," tegas Kapolsek Sekayu.

Terpisah Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan kehadiran Polri di tengah masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan yang memberikan manfaat secara langsung.

“Polri untuk Masyarakat berarti hadir, mendengar, dan membantu menjawab kebutuhan warga. Ketika masyarakat kesulitan memperoleh air bersih, jajaran Polda Sumsel hadir memberikan bantuan untuk meringankan beban mereka. Kepedulian seperti inilah yang terus kita kedepankan dalam melayani masyarakat,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Menurut Nandang, pelayanan kepolisian tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga kepedulian terhadap kondisi sosial yang dihadapi warga. Respons jajaran di tingkat kewilayahan menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang humanis dan responsif.

"Penyaluran air bersih tersebut sekaligus memperkuat semangat “Polri untuk Masyarakat” dan implementasi “Nyago Bumi Sriwijaya 24/7” melalui kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat. Polda Sumsel bersama jajaran kewilayahan terus mendorong pelayanan yang cepat dan tepat terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk dalam menghadapi dampak musim kemarau dan kekeringan," pungkas Nandang. (Mdn) 

Jaga Jakarta On The Spot, Kapolsek Bekasi Barat Sambangi Camat Perkuat Sinergitas 3 Pilar


 REFORMASI-ID | Kota Bekasi — Upaya memperkuat sinergitas tiga pilar sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat terus dilakukan Polsek Bekasi Barat. Kapolsek Bekasi Barat AKP Diaman Saragih, SH., MH., bersama Waka Polsek melaksanakan silaturahmi kamtibmas ke Kantor Kecamatan Bekasi Barat, Jalan Bintara Raya, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Selasa (29/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kapolsek Bekasi Barat diterima langsung Camat Bekasi Barat Andi Kristanto Puryandaru, S.STP., MM. Pertemuan berlangsung dalam suasana santai sembari makan siang, namun tetap diisi dengan pembahasan terkait perkembangan situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Kecamatan Bekasi Barat.

Kapolsek bersama Camat berdiskusi mengenai langkah-langkah bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Kondisi wilayah yang terjaga diharapkan dapat memberikan rasa tenang dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, AKP Diaman Saragih juga mengajak jajaran Kecamatan Bekasi Barat untuk kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) di tengah masyarakat. Selain itu, patroli bersama juga akan terus didorong sebagai bentuk sinergi dan kehadiran tiga pilar di tengah masyarakat.

“Sinergitas dan komunikasi yang baik antara Polri, pemerintah kecamatan, TNI serta seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk menjaga keamanan wilayah. Dengan Siskamling dan patroli bersama yang aktif, diharapkan potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini,” ujar Kapolsek.

Kegiatan silaturahmi tersebut menjadi bagian dari upaya Polsek Bekasi Barat dalam memperkuat koordinasi dengan unsur pemerintahan sekaligus memastikan pelayanan keamanan kepada masyarakat berjalan secara optimal.

Melalui sinergitas yang solid, Polsek Bekasi Barat bersama Kecamatan dan unsur terkait berkomitmen menjaga wilayah tetap aman, tertib dan kondusif, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman serta merasa nyaman tinggal di wilayah Bekasi Barat.

Deni Ribowo Apresiasi Kapolda Lampung Ungkap 379 Kasus Narkoba dalam Operasi Antik Krakatau 2026


REFORMASI-ID | Lampung – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Deni Ribowo, memberikan apresiasi kepada Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf beserta jajaran atas keberhasilan mengungkap 379 kasus penyalahgunaan dan peredaran narkotika dalam Operasi Antik Krakatau 2026, Senin (28/9/2026)

Deni menilai keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen kuat Polda Lampung dalam memberantas peredaran narkoba sekaligus melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

“Keberhasilan Polda Lampung mengungkap ratusan kasus narkotika dengan jumlah barang bukti yang sangat besar patut diapresiasi. Saya memberikan penghargaan kepada Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf beserta seluruh jajaran yang telah bekerja keras dalam memutus mata rantai peredaran narkoba di Provinsi Lampung,” ujar Deni Ribowo.

Dalam Operasi Antik Krakatau 2026, jajaran Polda Lampung berhasil mengamankan sejumlah barang bukti narkotika dalam jumlah besar. Barang bukti tersebut di antaranya sabu-sabu sebanyak 85.916,71 gram atau sekitar 85,9 kilogram, ganja, ekstasi, obat-obatan terlarang, tembakau sintetis, serta berbagai barang bukti lainnya.

Dari seluruh barang bukti yang berhasil diamankan, total nilai ekonomisnya mencapai sekitar Rp158,8 miliar.

Menurut Deni, keberhasilan operasi tersebut bukan hanya dilihat dari jumlah kasus yang berhasil diungkap, tetapi juga dari dampak besar terhadap upaya penyelamatan masyarakat Lampung dari bahaya narkotika.

“Pengungkapan ini menjadi langkah penting dalam melindungi masyarakat Lampung dari ancaman narkoba. Namun, pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan hanya oleh aparat penegak hukum. Perlu dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, pemberantasan narkoba membutuhkan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, DPRD, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, serta keluarga. Menurutnya, upaya pencegahan harus berjalan beriringan dengan penegakan hukum.

Deni juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif membantu aparat dengan melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkotika di lingkungan sekitar.

“Jika masyarakat mengetahui adanya aktivitas peredaran narkoba, segera laporkan melalui layanan kepolisian 110. Informasi dari masyarakat sangat penting agar aparat dapat bergerak cepat melakukan pencegahan dan penindakan,” ujarnya.

Ia berharap keberhasilan Operasi Antik Krakatau 2026 menjadi momentum untuk memperkuat gerakan bersama dalam menciptakan Provinsi Lampung yang lebih aman dan terbebas dari ancaman narkoba.

“Pencegahan harus terus dilakukan bersama-sama. Edukasi kepada masyarakat, terutama generasi muda, harus diperkuat agar mereka memahami bahaya narkoba dan memiliki kesadaran untuk menjauhinya,” pungkas Deni. (Mdn)

Tingkatkan Kualitas Keamanan, PT Timah Tbk Jalani Bimtek SMP Bersama Baharkam Polri



REFORMASI-ID | Pangkalpinang - Korps Sabhara (Korsabhara) Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) di PT Timah (Persero) Tbk. Kegiatan hari pertama ini resmi dibuka di Ruang Rapat Utama Kantor Pusat PT Timah (Persero) Tbk, Pangkalpinang, pada Senin (28/9/2026), sebagai langkah strategis memperkuat pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas).

Acara pembukaan dihadiri oleh Wakapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol Murry Miranda, S.I.K., M.H., CIAS, Wadir Pamobvit Polda Babel AKBP Didik Subiyakto, S.H., M.M., serta Direktur Operasi PT Timah (Persero) Tbk Handy Geniardy. Pelaksanaan Bimtek ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Baharkam Polri Kombes Pol Norul Hidayat, S.I.K., beserta tim auditor dan tenaga profesional.

Direktur Operasi PT Timah (Persero) Tbk, Handy Geniardi, dalam sambutannya menyampaikan komitmen perusahaan untuk mendongkrak standar operasional pengamanan, dengan menargetkan pencapaian hasil audit SMP pada kategori Gold (Emas). Target ini menjadi evaluasi penting mengingat capaian audit internal perusahaan pada tahun 2025 berada di angka 60,43 persen.

Wakapolda Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen Pol Murry Miranda, S.I.K., M.H., CIAS, dalam arahannya menekankan bahwa ruang lingkup pengamanan aset vital PT Timah mencakup empat pilar utama, yakni aset wilayah/IUP pertambangan, aset produksi, aset pengolahan, serta infrastruktur pendukung. Ia juga menyoroti pentingnya optimalisasi lahan produktif untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat sekitar.

Sementara itu, Ketua Tim Bimtek Kombes Pol Norul Hidayat, S.I.K., menegaskan bahwa kehadiran Tim Baharkam Polri selama lima hari ke depan bertindak sebagai pendamping dan fasilitator berdasarkan Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 7 Tahun 2019. Tujuannya adalah menyamakan persepsi dan membantu perusahaan memenuhi 5 elemen serta 118 kriteria SMP guna mencapai kategori Gold secara objektif.

Auditor SMP Tenaga Profesional, Budi Purwoto, S.E., turut mengingatkan agar seluruh jajaran manajemen dan divisi di PT Timah mengedepankan keterbukaan serta akurasi dokumen eviden. Kelengkapan dan validitas data ini dinilai esensial guna mencegah celah pengamanan yang berpotensi memicu gangguan operasional maupun kerugian perusahaan.

Rangkaian kegiatan hari pertama dilanjutkan dengan peninjauan dan observasi lapangan secara maraton di sejumlah titik vital, antara lain Pos Utama Kantor Pusat PT Timah, Divisi Pengamanan, Command Center, Stasiun Pengumpulan Timah Kijang Bangka Tengah, Tin Ore Warehouse Cambai, serta area laboratorium. Seluruh rangkaian kegiatan hari pertama berjalan dengan tertib, aman, dan lancar.

28 September 2026

Lima Hari Operasi Sikat I Musi 2026, Polda Sumsel Ungkap 322 Kasus


REFORMASI-ID | PALEMBANG — Memasuki hari kelima Operasi Sikat I Musi 2026, Polda Sumatera Selatan bersama Polres jajaran telah mengungkap 322 kasus tindak pidana 3C (Curat, Curas, Curanmor) dan premanisme. Senin, 28/09/2026.

Pengungkapan tersebut terdiri atas 131 kasus 3C dengan 129 tersangka serta 191 kasus premanisme dengan 185 tersangka. Secara keseluruhan, polisi mengamankan 314 tersangka dari kedua sasaran tersebut.

Jumlah pengungkapan itu setara sekitar 213,25 persen dari 151 Target Operasi (TO) yang ditetapkan untuk kedua sasaran. Artinya, jumlah perkara yang diungkap telah lebih dari dua kali lipat dibandingkan keseluruhan target operasi.

Karo Ops Polda Sumsel sekaligus Karendal Ops Sikat I Musi 2026, Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio Santoso, S.I.K., M.Si., mengatakan capaian tersebut menunjukkan produktivitas jajaran dalam melaksanakan Operasi Sikat I Musi 2026 sejak operasi dimulai.

“Capaian selama lima hari ini menunjukkan bahwa jajaran Polda Sumsel dan Polres telah bekerja secara optimal dalam mengungkap perkara 3C dan premanisme. Namun operasi masih berjalan, sehingga kegiatan akan terus ditingkatkan dengan tetap mengedepankan profesionalitas, prosedur hukum dan situasi keamanan di lapangan,” ujar Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio Santoso.

Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Sikat I Musi Polda Sumsel, Kompol I Putu Suryawan, S.H., S.I.K., mengatakan pengungkapan selama lima hari tidak hanya mencakup sasaran yang telah ditentukan dalam operasi, tetapi juga perkara yang ditemukan jajaran selama pelaksanaan kegiatan di lapangan.

“Sebanyak 322 kasus berhasil diungkap dalam lima hari pelaksanaan operasi. Ini merupakan hasil kerja jajaran Polda Sumsel bersama seluruh Polres, dan kami akan terus menyampaikan perkembangan pelaksanaan operasi secara transparan kepada masyarakat,” kata Kompol I Putu Suryawan.

Selain itu tutur Kompol I Putu. Operasi Sikat I Musi 2026 masih berlangsung hingga 9 Oktober 2026. Dengan waktu pelaksanaan yang masih tersisa, Polda Sumsel bersama Polres jajaran akan terus mengoptimalkan kegiatan operasional untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menekan gangguan kamtibmas, khususnya tindak pidana 3C dan aksi premanisme.

"Capaian selama lima hari pertama menjadi bagian dari pelaksanaan Operasi Sikat I Musi 2026 dalam menanggulangi kejahatan yang meresahkan masyarakat di wilayah Sumatera Selatan," tuturnya. (Mdn) 

Gelar Bimtek dan Launching Kurikulum Anti Narkoba, BNNK: Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati


REFORMASI-ID | Lampung Selatan — Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lampung Selatan menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) serasi berjaya sinari sekolah bagi SMKN 1 Kalianda. Kegiatan yang berlangsung di Kantor BNNK Lampung Selatan tersebut diikuti oleh tiga orang guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMKN 1 Kalianda, yang berlangsung di Klinik Pratama BNNK Lampung Selatan dan launching integrasi kurikulum anti narkoba di SDN 2 Merak Belantung Kalianda. Senin (28/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri sekaligus dibuka langsung oleh Kepala BNNK Lampung Selatan, AKBP Rahmad Hidayat, S.E., M.M. Turut hadir Katim Rehabilitasi Ferdiansyah, S.H., M.H., bersama Tim Rehabilitasi BNNK Lampung Selatan.

Pada kesempatan tersebut Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lampung Selatan mengatakan. Kegiatan Bimtek ini merupakan salah satu upaya BNNK Lampung Selatan dalam meningkatkan kapasitas guru bimbingan dan konseling (BK) dalam mengenali, mencegah, dan menangani permasalahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekolah.

Lebih lanjut AKBP Rahmad Hidayat menuturkan. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat memperoleh pemahaman dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam memberikan pendampingan kepada siswa.

"Sekaligus memperkuat peran sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bersih dari penyalahgunaan narkotika," ucap Kepala BNNK Lampung Selatan AKBP Rahmad Hidayat.


Selain itu jelasnya menegaskan. BNNK Lampung Selatan terus mendorong sinergi dengan satuan pendidikan sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkotika. 

"Khususnya di kalangan pelajar. Ingat mencegah lebih baik daripada mengobati," ujarnya. 

Sementara itu saat launching kurikulum anti Narkoba di SDN 2 Merak Belantung Kepala BNNK Lampung Selatan AKBP Rahmad Hidayat, menyampaikan. Mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, dan pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif, serta keberanian untuk menolak segala bentuk ajakan yang dapat menjerumuskan kepada penyalahgunaan narkoba.

Dalam pada itu sebut AKBP Rahmad menambahkan. Dengan berbagai aktivitas edukatif dan kreatif yang melibatkan para siswa, di antaranya Drama "Aku Berani Berkata TIDAK", Senam Anti Narkoba, serta Lomba Poster sebagai wadah bagi siswa untuk menuangkan kreativitas. 

"Hal-hal seperti ini sekaligus untuk menyampaikan pesan-pesan positif tentang bahaya narkoba kepada Generasi muda penerus Bangsa," pungkasnya. (Mdn)

Hadapi Karhutla di Lahan Gambut, Polda Sumsel dan SLOG Polri Perkuat Pemadaman Berbasis Teknologi


REFORMASI-ID | (OKI) OGAN KOMERING ILIR — Polda Sumatera Selatan bersama Staf Logistik (SLOG) Polri mengoptimalkan penggunaan teknologi drone udara dan Formula X-Fire dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Dukungan tersebut dilakukan sebagai langkah taktis untuk menangani Karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah OKI, khususnya kawasan lahan gambut yang memiliki karakteristik sulit dijangkau dan membutuhkan penanganan ekstra.

Tim SLOG Polri yang dipimpin Karo Pengadaan Barang dan Jasa SLOG Polri Brigjen Pol. Hery Santoso, S.I.K., M.H., turun langsung memberikan dukungan pemadaman sejak Sabtu (26/9/2026) hingga Minggu (27/9/2026).

Penanganan difokuskan di kawasan lahan gambut Desa Sungai Bungin, Kecamatan Pangkalan Lampam, serta area sekitar ruas Jalan Tol Trans Sumatera (Kapal Betung).

Pemanfaatan drone memberikan dukungan dari udara untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses personel darat maupun wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air. Teknologi tersebut dipadukan dengan penggunaan Formula X-Fire dalam upaya mempercepat penanganan titik Karhutla.

Brigjen Pol. Hery Santoso, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa karakteristik lahan gambut di OKI menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan Karhutla.

“Kawasan OKI memiliki lahan gambut yang cukup luas, sangat rentan terbakar, dan kondisinya sulit dijangkau serta minim air sehingga memerlukan penanganan ekstra. Inovasi penyemprotan cairan X-Fire dari udara ini jauh lebih praktis, ekonomis, serta meminimalisasi risiko bagi personel di lapangan,” jelas Brigjen Pol. Hery Santoso.

Sebelum diterapkan di wilayah OKI, teknologi tersebut juga telah digunakan dalam serangkaian uji coba penanganan Karhutla di wilayah Kabupaten Ogan Ilir.

Selain melakukan dukungan pemadaman, Brigjen Pol. Hery Santoso mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan menghentikan praktik membuka lahan dengan cara membakar.

“Ayo kita jaga alam sekitar kita, alam tetap lestari tanpa terbakar dan bebas asap,” serunya.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa optimalisasi teknologi dalam penanganan Karhutla merupakan bagian dari upaya Polda Sumsel memperkuat respons terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan.

“Sesuai arahan Bapak Kapolda, pencegahan Karhutla bukan hanya tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama untuk melindungi ekosistem dan kesehatan masyarakat Sumsel. Pemanfaatan drone dan cairan X-Fire ini adalah wujud nyata optimalisasi penanganan agar titik api tidak meluas. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar,” tegas Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya.

Sinergi Polda Sumsel dan SLOG Polri melalui pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari penguatan penanganan Karhutla di wilayah Sumatera Selatan, khususnya pada lokasi yang memiliki tantangan akses dan kondisi lahan gambut.

Polda Sumsel terus mengedepankan langkah pencegahan, respons cepat, pemadaman, serta edukasi kepada masyarakat untuk mencegah munculnya titik api baru. Kolaborasi antara personel di lapangan, dukungan teknologi, dan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan dan melindungi masyarakat dari dampak Karhutla.

“Nyago Bumi Sriwijaya, Aman Bae!” (Hms/Mdn)

Ops Antik Krakatau 2026, Polda Lampung Ungkap 379 Kasus Narkoba dan Sita 85,9 Kilogram Sabu


REFORMASI-ID | Lampung Selatan – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Lampung bersama jajaran Polres berhasil mengungkap ratusan kasus penyalahgunaan narkotika dalam pelaksanaan Operasi Antik Krakatau 2026 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 14 hingga 27 September 2026.

Dalam operasi tersebut, sebanyak 779 personel dilibatkan, terdiri dari 160 personel Satgas Polda Lampung dan 619 personel Satgas Polres jajaran.

Berdasarkan hasil konferensi pers Polda Lampung, Senin (28/9/2026), tercatat sebanyak 379 kasus narkotika berhasil diungkap dengan jumlah 530 tersangka yang diamankan.

Dari jumlah tersebut, petugas berhasil mengungkap 81 target operasi (TO) orang atau mencapai 100 persen dari target yang ditetapkan, serta mengungkap 449 orang non-target operasi. Selain itu, polisi juga berhasil mengungkap 81 TO tempat dan 298 tempat non-TO.

Dalam operasi ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti narkotika dan barang terkait lainnya, dengan rincian:

Sabu-sabu: 85.916,71 gram atau sekitar 85,9 kilogram

Ganja: 49,34 gram serta 8 batang pohon ganja

Ekstasi: 274 butir dan 2,37 gram

Obat-obatan: 309 butir

Tembakau sintetis: 463,6 gram

Etomadate: 1.309 pcs

Uang tunai: Rp67.781.000

Kendaraan roda dua: 27 unit

Kendaraan roda empat: 9 unit

Total nilai ekonomis dari seluruh barang bukti yang berhasil disita mencapai Rp158.838.252.000.

Polda Lampung memperkirakan hasil pengungkapan tersebut dapat menyelamatkan sekitar 432.356 jiwa dari dampak penyalahgunaan narkotika.

Para tersangka dijerat dengan sejumlah ketentuan hukum sesuai peran dan barang bukti yang ditemukan, di antaranya Pasal 609 ayat (2) huruf A dan huruf B UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, serta Pasal 612 UU RI Nomor 1 Tahun 2023 jo Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Antik Krakatau 2026 atas keberhasilan mengungkap ratusan kasus narkotika di wilayah hukum Polda Lampung.

Menurut Kapolda, pemberantasan peredaran narkotika membutuhkan kerja sama dan sinergi seluruh pihak, baik aparat penegak hukum maupun masyarakat.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah dan memberantas peredaran narkotika. Keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama," ujar  Helfi.

Kapolda Lampung juga mengimbau masyarakat Lampung untuk tidak ragu memanfaatkan layanan kepolisian apabila membutuhkan bantuan atau penanganan cepat dari petugas.

"Masyarakat Lampung dapat menggunakan layanan Polisi 110 dan Siger Presisi Lampung apabila membutuhkan layanan kepolisian yang cepat. Kami berharap kehadiran layanan ini dapat semakin memudahkan masyarakat dalam mendapatkan bantuan dan pelayanan kepolisian," ujar Kapolda.

Helfi menambahkan, partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta membantu kepolisian dalam mencegah berbagai bentuk gangguan kamtibmas, termasuk peredaran narkotika. (Hms/Mdn)

Jaga Pelajar, Kapolsek Bekasi Barat Melakukan Pemasangan Banner Maklumat di SMK Bina Siswa Utama


REFORMASI-ID - Kota Bekasi – Upaya mencegah keterlibatan pelajar dalam aksi unjuk rasa yang berpotensi mengandung unsur kekerasan terus dilakukan Polsek Bekasi Barat. Kapolsek Bekasi Barat AKP Diaman Saragih, SH., MH., turun langsung memonitor pemasangan banner Maklumat Kapolres Metro Bekasi Kota tentang perlindungan anak-anak pelajar.

Kegiatan tersebut berlangsung di SMK Bina Siswa Utama, Perum Harapan Baru 2 No.15 RT.06/RW.08, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Senin (28/9/2026). Dalam kegiatan itu, Kapolsek didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Kotabaru.

Pemasangan banner tersebut menjadi bagian dari program Jaga Pelajar, sebagai langkah preventif untuk memberikan pemahaman kepada lingkungan sekolah dan para pelajar agar tidak mudah terprovokasi maupun terlibat dalam kegiatan yang dapat membahayakan keselamatan diri dan mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat.

Kapolsek Bekasi Barat AKP Diaman Saragih menyampaikan bahwa pemasangan Banner ini dilakukan serentak di semua SMK yang ada di wilayah Bekasi Barat langkah tersebut merupakan program pimpinan yang bertujuan memberikan perlindungan kepada anak-anak pelajar.

“Ini merupakan program pimpinan untuk melindungi anak-anak pelajar agar tidak terprovokasi melakukan aksi unjuk rasa yang tidak jelas dan tidak terlibat tawuran,” ujar Kapolsek.

Ia juga mengimbau para pelajar agar lebih fokus pada kegiatan pendidikan serta menjauhi berbagai bentuk tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Polsek Bekasi Barat akan terus meningkatkan kegiatan edukasi dan pencegahan melalui pendekatan kepada sekolah, pelajar, orang tua, serta masyarakat guna menjaga generasi muda tetap berada dalam lingkungan yang aman dan kondusif.

Dengan sinergi antara kepolisian dan pihak sekolah, diharapkan pesan perlindungan terhadap pelajar dapat terus disampaikan secara konsisten sehingga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Bekasi Barat tetap aman, tertib, dan kondusif.

Gelar Ziarah Nasional HUT ke-81 TNI, Kasrem: Momentum Mengenang Jasa Para Pahlawan


REFORMASI-ID | Palembang – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Tentara Nasional Indonesia, Korem 044/Gapo melaksanakan Ziarah Nasional di Taman Makam Pahlawan Ksatria Ksetra Sigungtang sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Senin, 28/09/2026.

Kegiatan ziarah berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh jajaran TNI serta unsur terkait. Hadir dalam kegiatan tersebut Kasrem 044/Gapo Kolonel Inf Andi Gus Wulandri bersama para pejabat dan prajurit jajaran Korem 044/Gapo.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga, serta tabur bunga di makam para pahlawan.

Kasrem 044/Gapo Kolonel Inf Andi Gus Wulandri bersama seluruh peserta ziarah turut memberikan penghormatan dan melakukan tabur bunga sebagai wujud penghargaan atas jasa, perjuangan dan pengorbanan para pahlawan dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.


"Ziarah Nasional tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang kembali nilai-nilai perjuangan, patriotisme, rela berkorban dan semangat pengabdian yang telah diwariskan oleh para pendahulu bangsa," ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan seluruh prajurit TNI semakin menyadari bahwa tugas dan pengabdian yang dilaksanakan saat ini merupakan bagian dari estafet perjuangan dalam menjaga kedaulatan negara serta memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara.

“Dengan mengenang jasa para pahlawan, kita tidak hanya menghormati sejarah, tetapi juga meneguhkan kembali tekad untuk melanjutkan perjuangan melalui pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara,” demikian pesan yang dapat ditekankan dalam kegiatan tersebut ungkap Kasrem. (Mdn) 

Penilaian Anugerah Gapura Sri Baduga, RW 14 Pekayon Tunjukkan Inovasi Pemanfaatan Lahan dan Kekompakan Warga

REFORMASI - ID |  KOTA BEKASI — Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto bersama Wakil Ketua TP PKK Kota Bekasi dan tim penilai dari TP PKK Kota Bekasi serta Dinas Tata Pemerintahan melakukan kunjungan lapangan dalam rangka verifikasi Lomba Anugerah Gapura Sri Baduga, Rabu (23/9/2025), di Kelurahan Pekayon, Kecamatan Bekasi Selatan.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari tahapan verifikasi lapangan untuk melihat secara langsung berbagai program dan inovasi yang sebelumnya telah dipresentasikan oleh wilayah peserta. Dalam kunjungan ini, tim penilai melihat berbagai potensi masyarakat, mulai dari pengembangan UMKM, ketahanan pangan, pemanfaatan lingkungan, pengelolaan sampah, hingga kekompakan warga dalam membangun lingkungan.

Di Kelurahan Pekayon, tim penilai mengunjungi sejumlah UMKM hasil kreativitas masyarakat yang telah menghasilkan berbagai produk, di antaranya batik, kaos dengan motif hasil jahitan, aksesoris, hingga produk tas berbahan rotan.


Dalam kesempatan tersebut, Wiwiek Hargono juga mendorong agar potensi pelaku UMKM di tingkat kelurahan dapat terus dikembangkan. Bersama lurah dan camat setempat, masyarakat diajak untuk mengidentifikasi dan mengajak para pelaku usaha yang memiliki potensi agar dapat mendaftarkan produknya sebagai binaan Dekranasda Kota Bekasi.

Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi para pelaku usaha untuk mendapatkan pendampingan sekaligus memperluas pengembangan produk kerajinan dan usaha kreatif masyarakat.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke salah satu posko RW yang turut dimanfaatkan sebagai lokasi kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT). Di lokasi tersebut terdapat sebanyak 57 tanaman, yang terdiri dari tanaman konsumsi dan tanaman obat.

Semangat ketahanan pangan juga diterapkan melalui gerakan di lingkungan RW 14 yang mendorong setiap rumah warga untuk menanam sedikitnya lima tanaman. Selain untuk memperindah lingkungan, gerakan tersebut bertujuan agar masyarakat memiliki sumber pangan dan tanaman obat yang dapat dimanfaatkan dari lingkungan rumah masing-masing.

KWT di wilayah tersebut juga telah menjalin kerja sama dengan Pandan Wangi dalam menyuplai hasil tanaman, baik tanaman konsumsi maupun tanaman obat yang dihasilkan oleh masyarakat.

Selanjutnya, tim penilai mengunjungi salah satu rumah percontohan rumah sehat yang menerapkan pemanfaatan lingkungan secara produktif. Sampah organik diolah menjadi eco-enzyme, sementara lahan di sekitar rumah dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis tanaman.

Beragam tanaman telah berhasil dibudidayakan dan beberapa di antaranya telah berulang kali dipanen, seperti mangga, pisang, jeruk bali, duku, kacang panjang, terong, pare, serta berbagai jenis rempah-rempah. Pemilik rumah juga memanfaatkan area yang tersedia untuk memelihara ikan lele yang sebagian hasilnya dikonsumsi sendiri.

Kunjungan juga melihat kekompakan warga RW 14 dalam menciptakan ruang publik yang dapat dimanfaatkan bersama. Salah satunya dengan memanfaatkan area gang sebagai perpustakaan warga yang dibuka setiap hari dan menjadi tempat berkumpul masyarakat.

Lingkungan tersebut juga dipercantik dengan mural yang dibuat oleh warga pada dinding-dinding sekitar. Kreativitas warga, termasuk para bapak-bapak dan hansip, turut terlihat dalam membuat serta mempercantik fasilitas lingkungan melalui pemanfaatan barang-barang bekas.

Keterampilan tersebut kemudian turut dibagikan kepada para ibu sebagai salah satu upaya mengembangkan kreativitas sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi dari barang-barang yang sebelumnya tidak terpakai.


Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto mengapresiasi kekompakan masyarakat Kelurahan Pekayon, khususnya warga RW 14 yang mampu mengembangkan berbagai kegiatan secara bersama-sama.

"Yang menarik dari Pekayon adalah bagaimana warga bisa bergerak bersama. Tidak hanya menanam tanaman konsumsi dan tanaman obat, tetapi juga memanfaatkan lahan yang ada, mengelola lingkungan, membuat ruang untuk berkumpul, sampai mengembangkan kreativitas dari barang-barang yang sudah tidak terpakai,” ujar Wiwiek.

Menurut Wiwiek, kekompakan masyarakat menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat, produktif dan memiliki nilai ekonomi.

"Ketika warga kompak, hal-hal sederhana bisa menjadi sesuatu yang memberikan manfaat besar. Lima tanaman dari setiap rumah kalau dilakukan bersama-sama tentu bisa menjadi kekuatan untuk ketahanan pangan lingkungan. Begitu juga dengan UMKM dan kreativitas warga, tinggal bagaimana kita terus dampingi dan membuka akses agar potensinya bisa berkembang,” tambahnya.

Wiwiek juga mendorong agar berbagai potensi UMKM yang ditemukan dalam kunjungan tersebut dapat terus didata dan dikembangkan sehingga memiliki kesempatan menjadi bagian dari binaan Dekranasda Kota Bekasi. (Agus W) 











Pengukuhan dan Pelantikan Karang Taruna Pemuda RW 007 Harapan Baru Periode 2026–2029


REFORMASI-ID | Kota Bekasi- Semangat kepemudaan dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang aktif, solid, dan berdaya. Semangat tersebut tercermin dalam kegiatan pengukuhan dan pelantikan Karang Taruna Pemuda Unit RW 007, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, untuk periode 2026–2029. Minggu malam 27/9/2026.

Kegiatan ini menjadi momentum bagi jajaran kepengurusan baru untuk mengemban amanah sekaligus memperkuat peran pemuda di tengah masyarakat.

Dengan kepengurusan yang baru, Karang Taruna Pemuda Unit RW 007 diharapkan mampu menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, kreativitas, kepedulian sosial, serta berbagai kegiatan positif di lingkungan RW 007.

Pengukuhan dan pelantikan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga menandai dimulainya masa bakti kepengurusan periode 2026–2029. Amanah tersebut diharapkan dijalankan dengan semangat kebersamaan, tanggung jawab, transparansi, serta mengedepankan kepentingan masyarakat.

Karang Taruna sebagai organisasi sosial kepemudaan memiliki ruang yang luas untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Mulai dari kegiatan sosial, olahraga, kepemudaan, kebudayaan, lingkungan, hingga kegiatan yang dapat meningkatkan keterampilan dan kemandirian pemuda.

Di tingkat lingkungan RW, keberadaan Karang Taruna juga dapat menjadi jembatan komunikasi antara pemuda dengan masyarakat serta berbagai unsur pemerintahan dan lembaga kemasyarakatan. Karena itu, sinergi dan komunikasi menjadi hal penting agar setiap program yang dirancang dapat disesuaikan dengan kebutuhan warga.

Kepengurusan Karang Taruna Pemuda Unit RW 007 periode 2026–2029 diharapkan mampu menghadirkan program-program yang konstruktif dan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.

Terlebih, dinamika kehidupan di lingkungan perkotaan membutuhkan keterlibatan generasi muda yang tidak hanya aktif, tetapi juga mampu beradaptasi terhadap berbagai perubahan.

Dalam menjalankan tugasnya, kepengurusan Karang Taruna juga perlu membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi pemuda. Perbedaan latar belakang, gagasan, dan kemampuan dapat menjadi kekuatan apabila dikelola melalui komunikasi dan kerja sama yang baik.

Momentum pelantikan ini sekaligus menjadi awal bagi para pengurus untuk membuktikan komitmen melalui kerja nyata. Keberhasilan organisasi bukan hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, melainkan dari sejauh mana kegiatan tersebut mampu memberikan manfaat, mempererat persaudaraan, dan mendorong tumbuhnya kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Ketua RW 007 Harapan Baru Bekasi Utara, Nur Hafidz Hambia menegaskan, dengan semangat kebersamaan, Karang Taruna Pemuda Unit RW 007 Kelurahan Harapan Baru diharapkan dapat menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda sekaligus mitra masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aktif, produktif, harmonis, dan peduli terhadap persoalan sosial, ucapnya.

Ia menambahkan, kepengurusan ini menjadi kesempatan untuk membangun fondasi organisasi yang lebih kuat. Konsistensi, keterbukaan, serta kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan program kerja yang berkelanjutan, tegasnya.

Pengukuhan dan pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian atau penetapan kepengurusan, melainkan sebuah awal dari tanggung jawab baru. Semangat pemuda diharapkan terus tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, serta Kota Bekasi secara lebih luas, ungkap Hafidz.

27 September 2026

Dua Utusan Senkom Sulut Ikuti Diklat Keahlian Digital, Dibuka Kapolda Sulsel

 



REFORMASI-ID | MAKASSAR — Senkom Mitra Polri Sulawesi Utara memperkuat kapasitas anggotanya di bidang teknologi informasi, telematika, publikasi, dan kehumasan. Upaya itu dilakukan melalui keikutsertaan jajaran Senkom Sulawesi Utara dalam Diklat IT & PHMAL Senkom Mitra Polri di Aula Mappaodang Polda Sulawesi Selatan, Makassar, Sabtu, 26 September 2026.

Diklat mengusung tema “Transformasi Digital Senkom Mitra Polri melalui Penguatan Kompetensi Telematika dan PHMAL Menuju Organisasi yang Prima.” Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan anggota dalam mengelola teknologi informasi sekaligus membangun komunikasi organisasi dan hubungan kelembagaan yang lebih efektif.



Dari Sulawesi Utara, kegiatan diikuti Ketua Provinsi Senkom Mitra Polri Sulawesi Utara M. Amin Muslim, S.Kom.; Sekretaris Provinsi Apt. Ridwan Dawud Kristanto, S.Farm.; serta dua peserta diklat, Roy Dumbi dan A. Sodikin Hidayatullah.

Ketua Provinsi Senkom Mitra Polri Sulawesi Selatan, Ir. H. Sutopo, S.T., dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan kapasitas anggota seiring perkembangan teknologi dan kebutuhan organisasi.


Ketua Umum Senkom Mitra Polri, Prof. Dr. KP H. Katno Hadi, S.E., M.M., M.H., mengatakan transformasi digital tidak berhenti pada penggunaan perangkat teknologi. Menurut dia, teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuat organisasi, mempercepat komunikasi, serta mendukung kemitraan Senkom dengan Polri.

“Transformasi digital bukan hanya tentang penggunaan teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat organisasi, mempercepat komunikasi, dan mendukung kemitraan Senkom dengan Polri. Karena itu, peningkatan kompetensi IT dan PHMAL harus menjadi perhatian bersama,” ujar Katno Hadi.

Diklat kemudian dibuka secara resmi oleh Kapolda Sulawesi Selatan. Dalam sambutannya, Kapolda menyoroti pentingnya kemitraan antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.


Menurut Kapolda Sulawesi Selatan, perkembangan teknologi informasi membuat kemampuan komunikasi dan pengelolaan informasi menjadi bagian penting dalam mendukung kemitraan tersebut.

> “Kemitraan Polri dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Di tengah perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat, kemampuan komunikasi dan pengelolaan informasi menjadi semakin penting,” katanya.

Kapolda berharap Senkom terus meningkatkan kapasitas anggotanya dan menjaga komunikasi serta kolaborasi dengan Polri.

Bagi Senkom Sulawesi Utara, keikutsertaan dalam diklat tersebut tidak semata-mata menjadi agenda peningkatan keterampilan. Ketua Provinsi Senkom Mitra Polri Sulawesi Utara M. Amin Muslim mengatakan pengetahuan yang diperoleh peserta akan menjadi bekal untuk memperkuat kemampuan organisasi di daerah.


“Keikutsertaan Senkom Sulawesi Utara dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami untuk terus meningkatkan kapasitas anggota. Kemampuan di bidang IT, publikasi dan kehumasan sangat diperlukan agar Senkom semakin efektif dalam menjalankan peran sebagai mitra Polri,” ujar M. Amin Muslim.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dari diklat dapat diterapkan dan ditularkan kepada jajaran Senkom di Sulawesi Utara.

Menurut Amin, perkembangan teknologi menuntut organisasi memiliki sumber daya manusia yang mampu mengelola informasi dan komunikasi secara tepat. Karena itu, peserta dari Sulawesi Utara diharapkan tidak hanya membawa pulang pengetahuan baru, tetapi juga mampu melakukan transfer pengetahuan kepada anggota lainnya.

Dua peserta dari Sulawesi Utara, Roy Dumbi dan A. Sodikin Hidayatullah, mengikuti rangkaian diklat yang berfokus pada penguatan kemampuan IT, publikasi, kehumasan, telematika, serta hubungan kelembagaan.

Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari langkah Senkom Mitra Polri Sulawesi Utara menyesuaikan kapasitas organisasinya dengan perkembangan teknologi informasi. Penguatan kompetensi itu sekaligus diarahkan untuk memperbaiki komunikasi internal dan memperkuat koordinasi dengan kepolisian.

Senkom Sulawesi Utara menyatakan komitmennya untuk membawa hasil diklat tersebut ke tingkat organisasi daerah dan mengembangkan kemampuan anggota secara berkelanjutan.

Dorong Mahasiswa Jadi Agen Perubahan, Danlanal: Kekuatan Ketahanan Bangsa di Era Digital


REFORMASI-ID | LAMPUNG - TNI AL, Jala Wira Saburai. Komandan Lanal Lampung Letkol Laut (P) Irianto Kurniawan, B.Eng., M.S.S., M.Tr.Opsla., CRMP., menghadiri Studium General STISA ABM, Minggu (27/9/2026), di Balai Keratun, Bandar Lampung. Minggu, 27/09/2026.

Mengusung tema “Mahasiswa sebagai Agent of Change & Agent of National Resilience”, kegiatan yang diikuti sekitar 150 mahasiswa dan menghadirkan Narasumber Panglima Koarmada RI yang diwakili oleh Kepala Staf Koarmada RI Laksda TNI Heri Triwibowo, S.E., M.Si., Wakil Gubernur Lampung yang diwakili Kesbangpol Provinsi Lampung Herza Kurniawan, SH., MIP., serta Dosen STISA ABM Online Rd. Roro Atmim Nurona, M.Pd. Hadir pula dalam kegiatan itu Ketua MUI Provinsi Lampung KH. Suryani M. Nur serta Pembina Utama STISA ABM Online Dr. KH. Yakhsyallah Mansur, M.A. 

Komandan Lanal Lampung Letkol Laut (P) Irianto Kurniawan, B.Eng., M.S.S., M.Tr.Opsla., CRMP., menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan sekaligus bagian dari kekuatan ketahanan nasional.

Menurut Danlanal Lampung. Di era digital, mahasiswa memiliki peran strategis dalam menghadirkan perubahan positif melalui pemikiran kritis, inovasi, kepedulian sosial. 

"Semangat bela negara, sekaligus menjadi generasi yang mampu menjaga persatuan dan memperkuat ketahanan bangsa," pungkasnya.

Kehadiran Danlanal Lampung memperkuat sinergi TNI Angkatan Laut dengan dunia pendidikan dalam membangun generasi muda yang berkarakter, adaptif, berwawasan kebangsaan dan siap berkontribusi bagi bangsa. (Mdn) 

Ranting PDI Perjuangan Kelurahan Pejuang Gelar Fogging dan Serap Aspirasi Bersama Warga RT 001/RW 001


REFORMASI-ID | Kota Bekasi - Kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat menjadi perhatian Pengurus Ranting PDI Perjuangan Kelurahan Pejuang melalui kegiatan penyemprotan atau fogging di wilayah RT 001/RW 001, Kelurahan Pejuang, Kota Bekasi. Minggu, 27/9/2026.

Kegiatan tersebut tidak hanya difokuskan pada upaya pencegahan potensi berkembangnya nyamuk penyebab penyakit demam berdarah, dan menjadi ruang bagi pengurus partai untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi berbagai kebutuhan lingkungan yang disampaikan warga.

Pelaksanaan kegiatan turut dihadiri perwakilan Pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi bersama jajaran pengurus Ranting PDI Perjuangan Kelurahan Pejuang serta unsur masyarakat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, warga diberikan ruang untuk menyampaikan berbagai kebutuhan dan persoalan yang berkaitan dengan lingkungan maupun kehidupan sosial di wilayahnya.

Dialog yang berlangsung dalam suasana terbuka, dengan menempatkan aspirasi warga sebagai bagian penting dalam kegiatan kemasyarakatan.

Kegiatan fogging dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan, khususnya dalam mengantisipasi keberadaan nyamuk yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.

Meski demikian, upaya pemberantasan sarang nyamuk tetap membutuhkan peran aktif masyarakat melalui pola hidup bersih dan menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Ketua Ranting PDI Perjuangan Kelurahan Pejuang, Abdul Rachman mengatakan, pentingnya keberadaan organisasi politik di tengah masyarakat tidak hanya dalam momentum politik, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.

Jajaran pengurus Ranting PDI Perjuangan Kelurahan Pejuang juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat di tingkat lingkungan.

Selain pelaksanaan fogging, proses penyerapan aspirasi menjadi salah satu bagian utama kegiatan. Berbagai masukan warga menjadi bahan untuk diperhatikan dan diteruskan sesuai kewenangan serta mekanisme yang berlaku.

Bagi warga, kegiatan ini  menjadi momentum untuk menyampaikan secara langsung kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang muncul diharapkan dapat menjadi bahan perhatian dalam mendorong penyelesaian persoalan masyarakat secara bertahap dan sesuai skala prioritas.

Melalui kegiatan sosial dan dialog bersama warga, kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan diharapkan dapat berjalan beriringan dengan penguatan komunikasi masyarakat, sehingga persoalan di tingkat lingkungan dapat lebih cepat diatasi.  (Daeng Haris)



 

MTQ Ke-55 Bandar Lampung, Eva Dwiana Tekankan Pentingnya Akhlak


REFORMASI-ID | Bandar Lampung — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung resmi dibuka, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi bidang Al-Qur’an, tetapi juga sarana menanamkan nilai agama dan akhlak kepada generasi muda.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, pelaksanaan MTQ diharapkan mampu mencerminkan sekaligus menanamkan akhlak yang baik kepada anak-anak bangsa. Menurutnya, kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an perlu berjalan seiring dengan pembentukan karakter dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang paling penting itu akhlak. Kita ingin anak-anak kita mempunyai akhlak yang baik, bisa saling menghormati di mana pun mereka berada,” ujar Eva saat ditemui usai pembukaan MTQ ke-55.

Eva mengatakan, nilai akhlak tersebut penting diterapkan dalam berbagai lingkungan kehidupan anak. Mulai dari ketika belajar, berkomunikasi dengan teman maupun guru di sekolah, hingga saat bermain bersama.

“Jadi bukan hanya saat mereka mengikuti MTQ, tetapi bagaimana nilai-nilai agama itu bisa menjadi landasan mereka dalam kehidupan sehari-hari, baik saat belajar, berkomunikasi di sekolah maupun saat bermain,” katanya.

MTQ ke-55 Kota Bandar Lampung tahun ini mengangkat tema “Dengan Semangat MTQ Kita Wujudkan Masyarakat yang Berilmu, Berakhlak dan Cinta Al-Qur’an dalam Kehidupan Sehari-hari.” Tema tersebut menekankan pentingnya membangun generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga akhlak dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Eva berharap pelaksanaan MTQ dapat melahirkan peserta-peserta berprestasi yang nantinya mampu membawa nama Kota Bandar Lampung ke tingkat yang lebih tinggi. Para peserta diharapkan dapat mewakili Kota Bandar Lampung dalam MTQ tingkat Provinsi Lampung hingga tingkat nasional.

“Kita berharap anak-anak yang ikut MTQ ini bisa terus berprestasi, sehingga nantinya dapat mewakili Kota Bandar Lampung ke tingkat provinsi dan mudah-mudahan sampai ke tingkat nasional,” ungkapnya.

Selain mengejar prestasi, Eva berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti perlombaan dengan semangat dan menjunjung tinggi sportivitas. Menurutnya, keberhasilan MTQ tidak hanya dilihat dari perolehan juara, tetapi juga dari kemampuan peserta dalam menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

"Dengan pelaksanaan MTQ ke-55, Pemerintah Kota Bandar Lampung berharap semakin banyak generasi muda yang mencintai Al-Qur’an, memiliki landasan agama yang kuat, serta mampu menerapkan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan bermasyarakat," pungkasnya. (*) 

26 September 2026

Aksi Cepat Unit Jatanras Polda Sumsel Ringkus Pelaku Curas di Jakabaring


REFORMASI-ID | PALEMBANG — Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi di kawasan Jakabaring, Kota Palembang. Unit III Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel mengamankan satu orang pelaku berinisial MZ dalam rangkaian Target Operasi (TO) Operasi Sikat I Musi 2026. Sabtu, 26/09/2026.

Kasus tersebut bermula dari laporan korban berinisial DA (36) ke Polrestabes Palembang pada 2 Oktober 2024. Peristiwa terjadi ketika korban sedang membersihkan tempat usahanya di kawasan Opi Raya, Jakabaring, pada dini hari. Dua orang pelaku diduga masuk secara paksa, kemudian melakukan kekerasan terhadap korban dan mengambil uang tunai.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit III Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi serta melacak keberadaan para pelaku.

Setelah memperoleh informasi mengenai keberadaan salah satu pelaku, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Muhammad Sofwan Rosyidi, S.I.K., M.H., memerintahkan Kanit III Jatanras AKP Iman Falucky, S.T.K., S.I.K., bersama Panit Opsnal Unit 3 IPTU I Gede Putu Surya Wibawa Putra dan personel untuk melakukan penangkapan.

Pada Sabtu, 26 September 2026, tim opsnal berhasil mengamankan MZ di kediamannya tanpa perlawanan. Sementara itu, satu pelaku lainnya berinisial D diketahui telah lebih dahulu diamankan dalam perkara berbeda.

Dalam penangkapan tersebut, penyidik turut mengamankan barang bukti berupa senjata tajam yang diduga digunakan untuk melukai korban, rekaman video kejadian serta pakaian korban yang berkaitan dengan perkara.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Johannes Bangun, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pengungkapan perkara tersebut merupakan bagian dari komitmen Ditreskrimum dalam menindaklanjuti laporan masyarakat dan mengungkap tindak pidana yang meresahkan.

“Kami tidak memberi ruang bagi pelaku kejahatan jalanan untuk merasa aman. Setiap laporan masyarakat akan kami tindaklanjuti hingga tuntas,” ujar Kombes Pol. Johannes Bangun.

Ia menambahkan bahwa proses hukum terhadap pelaku akan dilanjutkan sesuai prosedur yang berlaku, termasuk koordinasi dengan pihak kejaksaan untuk memastikan kelengkapan berkas perkara dan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.

Sementara itu Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi terhadap kinerja jajaran Ditreskrimum dalam mengungkap perkara tersebut.

“Kami memastikan seluruh proses penyidikan berjalan transparan dan akuntabel. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor apabila menemukan indikasi tindak kejahatan di lingkungan sekitar,” ujar Kombes Pol. Nandang.

Tak hanya itu tuturnya. Polda Sumsel mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas pada waktu dini hari, serta segera melaporkan situasi mencurigakan kepada kepolisian.

"Penyidikan perkara masih berlanjut melalui pemeriksaan saksi, pemeriksaan tersangka, pendalaman alat bukti serta koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum untuk proses hukum selanjutnya," tandas Kabidhumas. (Hms/Mdn) 

Penyidikan Dugaan Pemalsuan Saham BBMP Dihentikan, Kuasa Hukum Pelapor Soroti Prosedur


REFORMASI-ID | SUKABUMI – Penyidikan perkara dugaan pemalsuan dokumen peralihan saham PT Boy Bahtera Mandiri Pelayaran (BBMP) yang ditangani Polres Sukabumi berlanjut ke proses banding setelah Pengadilan Negeri (PN) Cibadak menolak permohonan praperadilan yang diajukan pihak pelapor. Sabtu, 26/09/2026.

Perkara tersebut bermula dari laporan polisi Nomor LP/864/VII/2022/SPKT/Polres Sukabumi/Polda Jawa Barat tertanggal 25 Agustus 2022 yang dilaporkan oleh Kirana Kwee terkait dugaan pemalsuan dokumen yang berkaitan dengan peralihan kepemilikan saham BBMP.

Dalam perkara tersebut, Budiman Damanik telah ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik sebelumnya juga melakukan penyitaan terhadap Akta Nomor 4 tanggal 16 Mei 2016 yang dibuat Notaris Kabupaten Sukabumi Josephine Hutagaol, SH., MKn.

Menurut pihak pelapor, perkara berkaitan dengan Keputusan Sirkuler Pengganti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) BBMP yang disebut mengakibatkan perubahan kepemilikan saham.

Pihak pelapor menyatakan dirinya merupakan Komisaris Utama sekaligus pemegang saham BBMP sejak perusahaan didirikan pada 2012.

Pelapor mengaku tidak pernah menerima pemberitahuan mengenai rencana RUPS dan tidak pernah menandatangani dokumen jual beli saham kepada pihak lain.

Menurut keterangan pelapor, perubahan kepemilikan saham tersebut baru diketahui sekitar awal 2017 ketika dirinya menanyakan status pinjaman yang sebelumnya diajukan Budiman Damanik selaku Direktur Utama BBMP.

Setelah proses penyidikan berlangsung selama beberapa tahun, penyidikan perkara tersebut dihentikan pada 10 Juli 2026.

Pihak pelapor mempersoalkan proses penghentian tersebut. Menurut kuasa hukum pelapor, penghentian dilakukan setelah adanya permintaan dari kuasa hukum Budiman Damanik tertanggal 22 Juni 2026 yang meminta kepastian hukum kepada Kasat Reskrim Polres Sukabumi.

Permintaan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan permohonan gelar perkara di Polda Jawa Barat yang disebut dilaksanakan pada 3 Juli 2026.

Kuasa hukum pelapor menilai penghentian penyidikan tersebut perlu dipertanyakan karena pada saat proses penghentian, penyidik disebut masih melakukan pemeriksaan tambahan.

Di antaranya pemeriksaan saksi tambahan dari pihak pelapor pada 19 Juni 2026, pengiriman kembali SPDP kepada Kejaksaan pada 22 Juni 2026, serta pemeriksaan terhadap Notaris Josephine Hutagaol pada 2 Juli 2026.

Atas penghentian penyidikan tersebut, pihak pelapor kemudian mengajukan praperadilan ke PN Cibadak.

Dalam persidangan pembuktian pada 14 September 2026, pihak pemohon melalui kuasa hukumnya, Azikin, SH & Partners, menghadirkan empat saksi fakta dan satu ahli pidana, yakni Komjen Pol. (Purn.) Drs. Oegroseno, S.Ik.,

Sementara itu, pihak termohon, yakni Kapolres Sukabumi dan Kapolda Jawa Barat, disebut tidak menghadirkan saksi maupun ahli.

INFO

REKOMENDASI:

Hari Kedua Petisi 26

Salah satu kuasa hukum pemohon, Charles Mardani Panjaitan, SH, menyatakan pihaknya mempersoalkan prosedur penghentian penyidikan.

Menurut Charles, penyidik seharusnya mengarahkan pihak tersangka untuk menempuh mekanisme praperadilan apabila terdapat keberatan terhadap proses penyidikan, bukan melalui gelar perkara untuk menghentikan penyidikan.

Kuasa hukum juga berpendapat bahwa penyidik masih melakukan pemeriksaan untuk memenuhi petunjuk Jaksa Penuntut Umum. Karena itu, menurutnya, penghentian penyidikan melalui gelar perkara yang tidak melibatkan pihak kejaksaan perlu diuji secara hukum.

"Namun, PN Cibadak pada 16 September 2026 menolak permohonan praperadilan yang diajukan pihak pemohon," ujar Charles.

Pihak kuasa hukum kemudian menyatakan telah mengajukan permohonan banding beserta memori banding ke Pengadilan Tinggi Jawa Barat.

Dalam argumentasinya, pihak pemohon juga mempersoalkan penggunaan hasil koordinasi tanggal 21 April 2026 sebagai dasar dalam gelar perkara khusus pada 3 Juli 2026.

Menurut kuasa hukum, setelah koordinasi tersebut terdapat sejumlah perkembangan baru dalam penyidikan, termasuk pemeriksaan saksi tambahan dan pemeriksaan Notaris Josephine Hutagaol.

Pihak pemohon berpendapat fakta-fakta baru tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi penyidik sebelum mengambil keputusan mengenai kelanjutan perkara.

Selain itu, kuasa hukum menyebut terdapat keterangan yang dinilai saling bertentangan dalam proses penyidikan.

Menurut mereka, perbedaan keterangan tersebut semestinya didalami melalui tindakan penyidikan tambahan untuk memperoleh konstruksi fakta yang lebih lengkap.

Pernyataan tersebut merupakan argumentasi pihak pemohon dan kuasa hukumnya dalam proses hukum yang sedang berjalan dan masih menjadi materi yang dipersoalkan melalui upaya banding.

Melalui banding tersebut, pihak pemohon berharap Pengadilan Tinggi Jawa Barat membatalkan putusan PN Cibadak dan memerintahkan penyidik melanjutkan penyidikan perkara LP Nomor 864/VII/2022/SPKT/Polres Sukabumi/Polda Jawa Barat serta melimpahkan berkas perkara kepada Jaksa Penuntut Umum.

Kuasa hukum menyatakan langkah tersebut ditempuh untuk memperoleh kepastian hukum bagi kliennya terkait penghentian penyidikan yang mereka nilai masih menyisakan persoalan prosedural dan materiil. (*) 

Wadah Silaturahmi Akbar, Festival Kuda Kepang Kreasi Se-Lampung Resmi Digelar di Bakauheni Harbour City


REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN – Kawasan pariwisata terintegrasi Bakauheni Harbour City (BHC), Lampung Selatan, resmi menjadi tuan rumah penyelenggaraan Festival Kuda Kepang Kreasi Se-Lampung. Acara yang berlangsung mulai hari ini, 26 September, hingga 28 September 2026 tersebut hadir sebagai wadah silaturahmi akbar sekaligus ajang kompetisi seni bergengsi bagi komunitas pelestari budaya.Sabtu, 26/09/2026

Dalam sambutannya Project member operasional Bakauheni Harbour City (BHC) Ibnu Akbar menyampaikan, Mempertemukan 16 peserta grup Kuda Kepang dan menampilkan kesenian jaranan dan kuda kepang kreasi dari seluruh Kabupaten dan Kota di wilayah Provinsi Lampung. Selain menjadi ruang unjuk kreatifitas dalam mengolah gerak tari tradisional menjadi aransemen kreasi yang dinamis juga mempererat tali silaturahmi. 

"Ajang ini juga bertujuan untuk memperkuat sinergi antar-pekerja seni dalam menjaga kelestarian warisan budaya nusantara di tanah Lampung," ucapnya.

Menurutnya. Pilihan lokasi di Bakauheni Harbour City dinilai sangat strategis untuk menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara. Dan berharap kepada seluruh panitia yang terlibat pada hari ini kedepannya berjalan lancar, mungkin beberapa hari lagi akan digelar kembali event event dilaksanakan di Bakauheni Harbour City. 


"Sekaligus menegaskan peran BHC sebagai pusat kegiatan kreatif dan destinasi wisata budaya unggulan di gerbang pulau Sumatera," ujar Ibnu Akbar. 

Sementara itu Ketua Umum Paguyuban Jaranan Lampung Joni Iswandi mengatakan kegiatan ini merupakan silaturahmi kelompok seni Jaranan Lampung dan untuk menghidupkan rasa cinta terhadap kesenian tradisional dan budaya lokal. 

"Kami berharap kepada Pemerintah Daerah mendukung dan peduli agar kesenian tradisional tetap hidup juga berkembang. Karena kebudayaan, kesenian tradisional adalah jati diri bangsa," tuturnya. 


Ditempat yang sama Ketua Grup Kuda Kepang Pelita Nusantara Purnomo menambahkan. Masyarakat dan pengunjung dapat menyaksikan langsung keindahan visual, kekompakan formasi, serta magisnya musik pengiring dari berbagai melodi kreasi khas masing-masing daerah selama tiga hari ke depan. 

"Jika bukan kita sendiri yang mencintai seni dan budaya kita. Siapa lagi," tegas Purnomo. 

Dilain pihak sebagai Penari seni dari grup Kuda Kepang Pelita Nusantara Nadya mengungkapkan. Melalui festival ini, diharapkan seni pertunjukan Kuda Kepang Kreasi dapat terus tumbuh menjadi motivasi bagi generasi muda, bisa terus dilestarikan dan beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai luhurnya. 

"Alhamdulillah, saya sudah belajar selama 5 tahun tari dalam grup kuda kepang Pelita Nusantara. Saya juga berharap Festival Kuda Kepang ini mampu menggerakkan roda ekonomi kreatif berbasis budaya bagi masyarakat sekitar," pungkas Nadya. (Mdn)