Media Reformasi Indonesia (MRI)

09 Juni 2026

Perkuat Keamanan Objek Vital Nasional, Tim Baharkam Polri Gelar Audit Resertifikasi SMP di Pertamina Patra Niaga RU VI Balongan



REFORMASI-ID | Indramayu - Langkah strategis untuk memperkuat sistem pengamanan komoditas energi nasional terus ditingkatkan. Tim Audit Korsabhara Baharkam Polri secara resmi membuka agenda Audit Resertifikasi Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) di PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Refinery Unit (RU) VI Balongan, Jawa Barat, pada Selasa (9/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat I Gedung Administrasi RU VI Balongan ini bertujuan untuk memastikan seluruh instrumen pengamanan di salah satu kilang minyak paling krusial di Indonesia tersebut telah memenuhi standar regulasi terbaru dan berjalan optimal.

Ketua Tim Audit Resertifikasi, Kombes Pol. Hadianur, S.I.K., M.H., menegaskan pentingnya sinergi antara kepolisian dan badan usaha dalam menjaga keberlangsungan Objek Vital Nasional (Obvitnas).

"Audit ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan instrumen penting untuk memetakan, mengevaluasi, dan memperkuat sistem proteksi aset negara. Kami ingin memastikan aspek pengamanan di RU VI Balongan mampu mengantisipasi segala bentuk potensi gangguan secara dinamis," ujar Kombes Pol. Hadianur dalam paparan pembukanya, Selasa (9/6).

Gayung bersambut, Executive General Manager RU VI Balongan, Yulianto Triwibowo, menyambut baik pelaksanaan audit ini. Menurutnya, kepatuhan terhadap Sistem Manajemen Pengamanan merupakan prioritas utama perusahaan dalam menjaga kelancaran operasional dan distribusi energi.

"Kami berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan standar keamanan di lingkungan RU VI Balongan. Melalui audit resertifikasi ini, kami berharap mendapat masukan objektif dan strategis dari Tim Baharkam Polri demi menyempurnakan sistem yang sudah berjalan," kata Yulianto.

Rangkaian acara pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan HSSE Induction & Plan Visitor sebagai prosedur wajib keselamatan kerja. Acara kemudian diisi dengan pemaparan Overview kondisi eksisting kilang oleh manajemen RU VI Balongan, serta pemaparan teknis audit oleh Tim Baharkam Polri, sebelum ditutup dengan sesi foto bersama.

Agenda ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat teras dari kedua instansi. Dari pihak Polri, hadir AKBP Dr. Bohari, S.H., M.H. (Observer Polda Jabar), Ipda Imam Safei, S.H. (Sekretaris Tim), serta tim ahli Ir. Dedi Murdiana dan Dra. Yoyoh Indayah selaku anggota.

Sementara dari pihak eksternal/Pertamina, hadir Head of Operation & Manufacturing Eko Nurcahyo, Manager HSSE Moch. Arifin, jajaran Tim Manajemen RU Balongan, serta para penanggung jawab (Person in Charge/PIC) SMP dari masing-masing fungsi kerja.

Proses audit lapangan dan pendalaman dokumen dijadwalkan akan berlangsung selama beberapa hari ke depan guna memastikan seluruh elemen pengamanan fisik, sistem informasi, hingga prosedur personel di PT Pertamina Patra Niaga RU VI Balongan berjalan tanpa celah.

Audit Resertifikasi SMP di Kilang Balongan: Ini 5 Manfaat Nyata untuk Ketahanan Energi Nasional



REFORMASI-ID | Indramayu - Kilang Balongan menyuplai 12% kebutuhan BBM nasional. Artinya, jika pengamanannya jebol, dampaknya ke seluruh Indonesia. Untuk pastikan standar pengamanan tidak kendor, Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri menggelar _Audit Resertifikasi Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan Obvitnas_ di PT Pertamina Patra Niaga RU VI Balongan, Selasa 9/6/2026.

Katim Audit Kombes Pol Hadianur, S.I.K., M.H. menegaskan, resertifikasi bukan sekadar stempel. “Ini _medical check-up_ total. Kami pastikan 5 Elemen SMP tetap hidup dan sesuai Perpol No. 7 Tahun 2019. Kalau ada yang turun, harus diperbaiki. Taruhannya ketahanan energi,” ujarnya saat pembukaan di RR-I ADM Building.

*Lalu Apa Manfaat Resertifikasi SMP Bagi Negara & Masyarakat?*

1. *Jaminan Pasokan BBM Tetap Aman*  
   Kilang Balongan Obvitnas strategis. Resertifikasi memastikan sistem pengamanan dari perimeter, HSSE, hingga siber tetap berlapis. Hasilnya: risiko gangguan suplai BBM karena sabotase, teror, atau kelalaian bisa ditekan maksimal.

2. *Upgrade Standar Sesuai Ancaman Terbaru*  
   Ancaman ke Obvitnas terus berkembang: drone, siber, orang dalam. Audit resertifikasi wajib evaluasi dan _upgrade_ Pola Pengamanan, SOP, dan teknologi. Yang dulu aman, belum tentu aman sekarang.

3. *Pastikan SDM Security Kompeten, Bukan Sekadar Jaga*  
   SMP mewajibkan personel security terlatih Gada Pratama-Madya-Utama. Resertifikasi cek langsung: apakah personel paham SOP darurat, bisa pakai APAR, kuasai _access control_? Bukan cuma berdiri di pos.

4. *Kepastian Hukum & Kepercayaan Investor*  
   Sertifikat SMP dari Polri adalah bukti RU VI Balongan _comply_ terhadap regulasi negara. Ini penting untuk audit internasional, asuransi, dan kepercayaan investor. Obvitnas yang aman = ekonomi stabil.

5. *Cegah Kerugian Triliunan Rupiah*  
   Executive GM RU VI Balongan Yulianto Triwibowo menyebut, 1 hari kilang _shutdown_ bisa rugikan negara triliunan. “Resertifikasi SMP ini investasi. Biaya audit tidak ada apa-apanya dibanding biaya jika insiden terjadi,” tegasnya.

Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Pol. Dr. M. Syahduddi, S.I.K., M.Si. menutup, “Polri tidak audit untuk cari salah. Kami audit untuk pastikan Obvitnas kuat. SMP yang tersertifikasi ulang adalah jaminan bahwa energi Indonesia dijaga 24 jam. Itu wujud _Polri Siap Terlihat dan Bermanfaat_.”

Audit resertifikasi akan berlangsung beberapa hari dengan metode cek dokumen, observasi lapangan, simulasi, dan wawancara di seluruh departemen terkait di obvitnas ini.

*Narahubung:* Humas Korsabhara Baharkam Polri

Kilang Balongan Obvitnas Strategis: Polri Mulai Audit Resertifikasi SMP, Pastikan Standar Pengamanan Tak Kendor



REFORMASI-ID | Indramayu - Kilang Balongan bukan kilang biasa. Sebagai salah satu pemasok utama BBM nasional, gangguannya bisa berdampak ke ekonomi se-Indonesia. Untuk pastikan pengamanannya tetap berstandar, Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri resmi memulai _Audit Resertifikasi Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan_ di PT Pertamina Patra Niaga RU VI Balongan, Selasa 9/6/2026.

Dibuka di RR-I ADM Building, audit dipimpin langsung Katim Kombes Pol Hadianur, S.I.K., M.H. bersama tim auditor dan Observer Polda Jabar AKBP Dr. Bohari, S.H., M.H. “Audit resertifikasi ini wajib. Bukan formalitas, tapi pembuktian bahwa 5 Elemen SMP:
Komitmen dan Kebijakan, Pola Pengamanan, Konfigurasi Pengamanan, Standar Pelaksanaan Pengamanan, Monitor dan evaluasi,” tegas Kombes Hadianur.

*Kenapa Audit SMP Itu Wajib?*  
1. *Kilang = Objek Vital Nasional*. Ancaman nyata: sabotase, teror, kebakaran, hingga serangan siber.  
2. *SMP = Tameng Hukum*. Perpol No. 7 Tahun 2019 mewajibkan Obvitnas punya sistem pengamanan berlapis.  
3. *Resertifikasi = Jaminan Mutu*. Standar bisa turun jika tidak diaudit rutin. Audit ini memastikan tidak ada celah.  

Executive GM RU VI Balongan Yulianto Triwibowo menegaskan komitmennya. “Kilang Balongan menyuplai 12% kebutuhan BBM nasional. Pengamanan adalah harga mati. Kami terbuka diaudit agar sistem makin kuat,” ujarnya. Hadir pula Head of Operation & Manufacturing Eko Nurcahyo dan Manager HSSE Moch. Arifin bersama seluruh PIC SMP.

Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Pol. Dr. M. Syahduddi, S.I.K., http://M.Si. menyebut, Polri tidak kompromi soal Obvitnas. “Energi adalah urat nadi negara. SMP memastikan urat nadi itu aman 24 jam. Ini wujud _Polri Siap Terlihat dan Bermanfaat_ menjaga ketahanan energi,” tegasnya.

Audit akan berlangsung selama tiga hari, dengan mengecek kelengkapan dokumen, tinjauan lapangan, membahana tindaklanjut temuan audit hingga penyempurnaan implementasi Sistem Manajemen Pengamanan.

*Narahubung:* Humas Korsabhara Baharkam Polri  
🇮🇩 _Siap Terlihat dan Bermanfaat_

Polda Lampung Imbau Pengguna Jalan Tetap Tertib Pasca Kecelakaan Tol Bakter


REFORMASI-ID | LAMPUNG - Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter), tepatnya di KM 102 Jalur B wilayah hukum Polres Lampung Selatan, Minggu (7/6/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Insiden tersebut melibatkan sebuah Toyota Avanza bernomor polisi BE 1856 ANN dan truk Toyota Colt Diesel bernomor polisi D 8390 XJ.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), Toyota Avanza yang dikemudikan Doni Febriano (51) melaju dari arah Terbanggi Besar menuju Bandar Lampung melalui lajur cepat. 

Saat berada di KM 102 Jalur B, kendaraan berpindah dari lajur cepat ke lajur lambat dan menabrak bagian belakang truk Colt Diesel yang berada di depannya.

Benturan keras menyebabkan kendaraan Avanza mengalami kerusakan parah dan terbalik di lokasi kejadian. Sementara truk Colt Diesel tetap berada di jalur lambat. Petugas kepolisian bersama pengelola tol segera melakukan penanganan, evakuasi korban, serta pengamanan arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Akibat kecelakaan tersebut, tiga penumpang Toyota Avanza dinyatakan meninggal dunia di lokasi maupun setelah mendapatkan penanganan medis. Selain itu, empat orang mengalami luka berat dan empat lainnya mengalami luka ringan.

Korban meninggal dunia masing-masing atas nama Surminadi (43), Joko Widodo (27), dan Parjo (41). Seluruh korban diketahui merupakan warga Jalan Nusantara, Gang Murni, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman guna memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.

"Kami turut berduka cita atas meninggalnya para korban dalam peristiwa kecelakaan ini. Saat ini Satlantas Polres Lampung Selatan masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap seluruh fakta di lapangan," ujar Kombes Pol Yuni.

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan awal yang diperoleh petugas, kecelakaan terjadi setelah kendaraan Avanza berpindah lajur dan kemudian menabrak kendaraan truk yang berada di depannya.

"Petugas telah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti kendaraan, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi dan pihak terkait untuk kepentingan penyelidikan," katanya.

Menurut Yuni, kondisi jalan saat kejadian terpantau lurus, berpermukaan cor rigid, cuaca cerah, serta tidak ditemukan kerusakan fasilitas jalan tol akibat kecelakaan tersebut.

"Kami mengimbau seluruh pengguna jalan tol agar selalu menjaga konsentrasi, mematuhi batas kecepatan, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, serta memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan," tegasnya.

Yuni juga mengingatkan bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga setiap saat.

"Meskipun Operasi Patuh ditunda sampai menunggu arahan dari Korlantas Polri, tetapi kepatuhan pengguna jalan harus tetap dijaga dalam berlalu lintas di jalan raya. Keselamatan adalah kebutuhan bersama dan tidak boleh menunggu adanya operasi kepolisian," ujarnya.

Ia menambahkan, Polda Lampung terus mengajak masyarakat untuk membangun budaya tertib berlalu lintas guna menekan angka kecelakaan dan fatalitas korban di jalan raya.

"Kami berharap masyarakat semakin disiplin dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap perjalanan, baik di jalan arteri maupun jalan tol," pungkasnya. (Hms/Mudian) 

Korem 044/Gapo, Gelar Coffee Morning Wujudkan Kolaborasi Penanggulangan Karhutla di Sumsel


REFORMASI-ID | Palembang – Korem 044/Garuda Dempo menggelar kegiatan Coffee Morning dalam rangka Penanggulangan dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan yang berlangsung di Aula Makorem 044/Gapo, Palembang, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan instansi terkait, unsur pemerintah daerah, BPBD, serta pimpinan perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan, kehutanan, dan sektor terkait lainnya di wilayah Provinsi Sumatera Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud memaparkan berbagai upaya yang telah dan akan terus dilakukan oleh Korem 044/Garuda Dempo bersama instansi terkait dalam menghadapi potensi Karhutla, khususnya menjelang musim kemarau. Upaya tersebut meliputi peningkatan patroli terpadu, deteksi dini titik rawan kebakaran, pemantauan wilayah rentan, sosialisasi kepada masyarakat, serta penguatan koordinasi antar instansi yang tergabung dalam Satgas Karhutla.

Selain paparan dari Danrem, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif antara para peserta, instansi terkait, dan pimpinan perusahaan. Forum ini menjadi wadah untuk menyampaikan berbagai masukan, pengalaman lapangan, serta langkah-langkah strategis guna meningkatkan efektivitas penanggulangan dan pengendalian Karhutla di Sumatera Selatan.


Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud menegaskan bahwa kegiatan Coffee Morning ini merupakan momentum penting untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang hampir setiap tahun menjadi tantangan bersama di wilayah Sumatera Selatan.

“Pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya mengajarkan kepada kita bahwa keberhasilan penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat. Pencegahan yang dilakukan secara dini akan jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan upaya pemadaman ketika kebakaran telah meluas,” tegas Danrem.

Danrem juga menyampaikan bahwa Korem 044/Garuda Dempo beserta seluruh satuan jajaran siap mendukung penuh kebijakan dan langkah pemerintah dalam penanggulangan Karhutla. Melalui Kodim dan Babinsa yang tersebar di seluruh wilayah Sumatera Selatan, Korem akan terus meningkatkan patroli, pemantauan wilayah rawan, sosialisasi kepada masyarakat, serta memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur yang tergabung dalam Satgas Karhutla.

“Mari kita jaga lingkungan dan warisan alam ini demi generasi yang akan datang. Melalui forum Coffee Morning ini saya berharap akan lahir berbagai gagasan, masukan, dan langkah konkret yang dapat semakin memperkuat kesiapsiagaan kita dalam menghadapi musim kemarau. Semoga sinergi yang telah terjalin dengan baik selama ini dapat terus ditingkatkan demi mewujudkan Sumatera Selatan yang bebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan,” pesannya. (Mudian)

Polri Libatkan Ary Ginanjar dalam Assessment Jenderal, Perkuat Meritokrasi dan Keterbukaan



REFORMASI-ID | Jakarta - Polri terus memperkuat reformasi internal melalui penguatan sistem meritokrasi dan manajemen talenta sebagai tindak lanjut rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP). Salah satu langkah yang dilakukan adalah melibatkan Founder ESQ Corp., Ary Ginanjar, dalam pelaksanaan Assessment Center Perwira Tinggi Polri pada Kepangkatan Brigadir Jenderal Polisi Tahun Anggaran 2026 yang dibuka Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Selasa (9/6).

Keterlibatan pihak eksternal tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri untuk membangun tata kelola sumber daya manusia yang semakin transparan, objektif, dan berbasis kompetensi. Langkah ini sekaligus menjawab salah satu rekomendasi KPRP terkait penguatan sistem merit dalam kaderisasi dan pengisian jabatan strategis di lingkungan Polri.

Dalam arahannya, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa tantangan Polri ke depan semakin kompleks, mulai dari dinamika geopolitik global, ancaman siber, kejahatan transnasional, hingga meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik. Karena itu, Polri membutuhkan pemimpin yang adaptif, berintegritas, humanis, dan mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat melalui sistem kaderisasi yang objektif, transparan, dan berbasis meritokrasi.

Sementara itu, As SDM Kapolri Irjen Pol. Dr. Anwar menjelaskan bahwa Assessment Center Polri merupakan instrumen strategis dalam membangun sistem manajemen talenta yang modern dan berkelanjutan.

Menurutnya, perkembangan assessment center di berbagai institusi dunia saat ini tidak lagi sekadar digunakan untuk menilai kompetensi individu, tetapi telah berkembang menjadi instrumen untuk memetakan potensi kepemimpinan, kemampuan adaptasi, kapasitas kolaborasi, pengambilan keputusan, hingga kesiapan menghadapi perubahan yang dipicu perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.

"Assessment Center Polri dibangun untuk memastikan bahwa pembinaan karier personel berjalan secara objektif dan berbasis data. Tujuannya bukan sekadar menilai seseorang layak atau tidak menduduki jabatan tertentu, tetapi menemukan potensi terbaik yang dimiliki setiap personel agar dapat dikembangkan secara optimal," ujar Anwar.

Ia mengatakan keberadaan Assessment Center menjadi salah satu fondasi penting dalam penerapan sistem merit dan manajemen talenta di lingkungan Polri.

"Melalui assessment, kita dapat memetakan kompetensi, potensi, kesiapan, serta karakter kepemimpinan personel secara lebih komprehensif. Hasilnya menjadi dasar dalam pengembangan karier, pendidikan, promosi jabatan, maupun penyiapan kader-kader pimpinan Polri di masa depan," katanya.

Menurut Anwar, penguatan Assessment Center juga menjadi bagian dari upaya transformasi SDM Polri yang sejalan dengan Grand Strategy Polri 2025–2045 serta berbagai rekomendasi reformasi kelembagaan yang mendorong tata kelola SDM yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap personel memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang berdasarkan kompetensi, integritas, dan potensi yang dimiliki. Inilah esensi meritokrasi yang terus diperkuat di lingkungan Polri," tegasnya.

Sementara itu, Ary Ginanjar mengatakan dunia saat ini tengah memasuki era "Talentism", yaitu periode ketika keunggulan organisasi semakin ditentukan oleh kemampuannya mengelola dan mengembangkan talenta manusia.

Mengacu pada berbagai kajian global, termasuk World Economic Forum (WEF), Ary menjelaskan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan robotika akan mengubah banyak pola kerja konvensional. Karena itu, kemampuan yang tidak dapat digantikan teknologi seperti kepemimpinan, kreativitas, kemampuan beradaptasi, pengaruh sosial, integritas, dan pengambilan keputusan akan menjadi faktor pembeda utama.

"Di masa depan, organisasi tidak lagi bersaing berdasarkan siapa yang memiliki sumber daya terbesar, tetapi siapa yang paling mampu menemukan, mengembangkan, dan menempatkan talenta terbaiknya secara tepat," kata Ary.

Menurutnya, organisasi modern di berbagai negara kini mulai beralih dari pendekatan penilaian berbasis jabatan menuju pendekatan berbasis talenta dan potensi. Assessment tidak lagi dipandang sebagai alat evaluasi semata, tetapi menjadi instrumen strategis untuk memetakan kekuatan individu dan menyiapkan kepemimpinan masa depan.

Ary mengapresiasi langkah Polri yang mulai membangun Big Data talenta untuk memetakan potensi personel secara lebih akurat sebagai dasar pengembangan karier dan penempatan jabatan.

"Saya melihat Polri menjadi salah satu institusi pionir yang mulai membangun Big Data talenta untuk mengidentifikasi profil keunggulan setiap personel secara lebih presisi. Ini merupakan fondasi penting bagi sistem meritokrasi yang objektif dan terukur," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa asesmen modern tidak lagi berfokus pada pencarian kelemahan individu, melainkan mengungkap potensi autentik yang selama ini belum terpetakan.

"Assessment bukan tentang mencari siapa yang paling hebat, tetapi menemukan di mana seseorang dapat memberikan kontribusi terbaiknya. Ketika talenta ditempatkan secara tepat, organisasi akan bergerak lebih efektif dan manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat," kata Ary.

Menurut Ary, penempatan berbasis talenta akan menghasilkan personel yang lebih memahami makna tugasnya, lebih mandiri dalam bekerja, lebih cepat berkembang kompetensinya, dan mampu memberikan dampak yang lebih besar bagi organisasi maupun masyarakat.

"Tujuan akhirnya bukan sekadar menghasilkan pemimpin yang sukses secara individu, tetapi membangun organisasi yang mampu berkembang secara berkelanjutan melalui sistem yang berjalan berdasarkan kompetensi, talenta, dan integritas," tutupnya.

Assessment Center Perwira Tinggi Polri Tahun Anggaran 2026 diikuti 100 peserta dan menjadi bagian dari langkah konkret Polri menindaklanjuti rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) dalam memperkuat sistem meritokrasi, manajemen talenta, dan tata kelola SDM yang profesional. Melalui proses yang objektif serta keterlibatan perspektif eksternal, Polri berupaya memastikan kaderisasi kepemimpinan berjalan berdasarkan kompetensi, integritas, dan potensi terbaik setiap personel. Pada akhirnya, penguatan kualitas pemimpin Polri diharapkan mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin profesional, humanis, transparan, dan semakin dipercaya masyarakat.

Ungkap Kasus Narkoba Melalui Call Center 110, Kapolres Serang Apresiasi Masyarakat Dalam Membantu Kinerja Polri


REFORMASI-ID | Serang, Banten - Unit Satresnarkoba Polres Serang Polda Banten, berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu dan mengamankan seorang terduga pengedar, berinisial IM (24), di kediamannya di Desa Cikande Permai, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Penangkapan tersebut, merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang disampaikan melalui layanan call center 110 Polri. 

Informasi yang diterima, kemudian ditindaklanjuti oleh Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Serang dengan melakukan serangkaian penyelidikan.

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan menjelaskan, bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini, tidak terlepas dari peran aktif masyarakat yang berani memberikan informasi terkait dugaan peredaran narkoba di lingkungan tempat tinggalnya.

"Pengungkapan kasus ini, merupakan tindak lanjut dari informasi masyarakat yang disampaikan melalui call center 110. Setiap informasi yang masuk akan kami tindak lanjuti secara profesional dan cepat," kata Andri Kurniawan, Selasa (9/6/2026).

Berbekal informasi tersebut, Tim Opsnal Satresnarkoba yang dipimpin Ipda Ricky Handani diterjunkan untuk melakukan penyelidikan di lokasi yang dicurigai sebagai tempat transaksi maupun penyimpanan narkotika.

Setelah memastikan kebenaran informasi, petugas kemudian melakukan penggerebekan, pada Kamis (4/6/2026) dinihari, sekitar pukul 00.30 WIB. Dalam operasi tersebut, IM berhasil diamankan tanpa perlawanan di rumahnya.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan enam paket narkotika jenis sabu yang disembunyikan di area dapur rumah pelaku. 

Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti lain yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas peredaran narkoba.

Barang bukti yang berhasil diamankan, antara lain timbangan digital, telepon genggam yang digunakan sebagai sarana komunikasi transaksi, lakban serta plastik klip bening yang biasa digunakan untuk mengemas narkotika sebelum diedarkan.

"Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan enam paket sabu berikut peralatan yang diduga digunakan untuk kegiatan peredaran narkoba. Seluruh barang bukti telah diamankan untuk kepentingan penyidikan," ujar Kapolres.

Pelaku berikut barang bukti, kemudian dibawa ke Mapolres Serang guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik juga terus mendalami jaringan yang memasok narkotika kepada tersangka.

Sementara Kasatresnarkoba AKP Bondan Rahadiansyah menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tersangka mengaku memperoleh sabu tersebut dari seorang pria berinisial NT, yang saat ini telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

"Pengakuan tersangka, sabu tersebut diperoleh dari saudara NT yang berada di wilayah Jakarta Barat. Saat ini, kasusnya masih kami kembangkan untuk mengungkap jaringan di atasnya sekaligus melakukan pengejaran terhadap NT," jelas Bondan.

Kapolres Serang kembali mengapresiasi peran masyarakat dalam membantu upaya pemberantasan narkoba. 

Ia mengimbau, warga untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan melalui call center 110 maupun langsung ke kantor kepolisian terdekat. 

"Sekecil apa pun informasi yang disampaikan masyarakat, akan kami tindak lanjuti. Sinergi antara masyarakat dan kepolisian sangat penting dalam memutus mata rantai peredaran narkoba," tegas alumnus Akpol 2006. (*) 

Hari Peringatan Lingkungan Hidup Sedunia, Pemulung Masih Hidup Merana



REFORMASI-ID | Bekasi - Setiap tahun diperingati World Environment Day, jatuh pada 6 Juni. Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 fokus pada Aksi Iklim (Climate Action). Merupakan sinyal serius akibat terjadinya perubahan iklim dan menyerukan semua orang untuk memulihkan lingkungan. Selasa, 09 Juni 2026

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menyelenggarakan Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 dan Peluncuran Gerakan Indonesia ASRI dilaksanakan di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka Cibubur Jakarta Timur, 6 Juni 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pukul 06.00 sampai 11.00 WIB. 

Peluncuran Gerakan ASRI dalam arus histori dan heroik. Makna ASRI (Aman, Sehat, Resik/Rapi, dan Indah) adalah inisiatif nasional yang dicanangkan oleh Presiden untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, tertata, dan nyaman di seluruh Indonesia. Program ini berfokus pada dua pilar utama: pengelolaan sampah terpadu dan penataan permukiman. Gerakan ini disampaikan Presiden pada Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, 13 Februari 2026.

Peringatan tersebut mengusung tema: Saatnya Bekerja untuk Iklim. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 15.000 orang, terdiri petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU), pelajar, mahasiswa, pramuka, pegiat bank sampah, komunitas lingkungan, masyarakat umum, pemerintah daerah, BUMN, corporate, pelapak, pemulung, jurnalis dan lainnya. 

Sejumlah pejabat yang hadir diantaranya Menteri LH/Kepala BPLH Jumhur Hidayat, Wakil Menteri LH Diaz Hendropriyono, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Sestama Menteri LH Rosa Vivien Ratnawati, Plt Deputi PSLB3 KLH Melda Mardalina, Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular KLH Agus Rusly, dan sejumlah pejabat penting lainnya.

Partisipasi Pemulung dan Pelapak

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 melibatkan multi-stakeholder. Pemulung, pelapak, tukang sortir dan pekerja sektor persampahan dilibatkan dalam momen tersebut, yang diorganisir oleh Asosiasi Pelapak dan Pemulung Indonesia (APPI). 

Anggota dan networking APPI yang berpartisipasi diantaranya Komunitas Pemulung Bantargebang Sejahtera (KPBS), Komunitas TPS3R Sumurbatu, PRABU Peduli Lingkungan, Komunitas Pemulung dan TPS3R Ciketingudik, Koalisi Persampahan Nasional (KPNas), Yayasan Al-Muhajirin Bantargebang (YAB), Padepokan Padasan, Komunitas Warga sekitar TPST Bantargebang dan TPA Sumurbatu, Komunitas Sekolah Pelangi Semesta Alam, Komunitas Pemulung dan Pilah Sampah Burangkeng (KP3B), Komunitas Pemulung Kampung Serang Desa Tamanrahayu Kabupaten Bekasi, dan elemen lainnya. 

Kondisi mereka cukup variatif dan jumlahnya ribuan. KLH/BPLH meminta sebanyak 1.000 anggota dan networking APPI berpartisipasi dalam acara tersebut. Hal ini merupakan bentuk perhatian KLH/BPLH terhadap sektor informal persampahan. 

Peserta diberikan kaos, gelang, dan uang pengganti upah kerja dan disediakan 16 unit bus. Semua dalam rombongan APPI mendapatkan uang pengganti upah kerja. Salah satu acara pemberian 60 orang pengganti upah kerja dilakukan di sekretariat Komunitas Pemulung dan Pilah Sampah Burangkeng (KP3B) dan PRABU Peduli Lingkungan pada 5 Juni 2026.

Fakta Kehidupan Pemulung

Bacaan beban berat yang dipikul pemulung dan tukang sortir sampah di Hari Peringatan Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Pertama, pemulung tergantung pada bos. Pemulung berada paling bawah struktur ekonomi persampahan dan sangat tergantung pada pelapak (bos) serta rawan dieksploitasi. 

Kedua, mereka terjerat sistem ijon dan ekonomi rente, bunga pinjaman sangat tinggi, 10-12% per bulan, bahkan lebih. Bank Emok, bank rente, bank mingguan, judi online sangat marak. Akibatnya banyak yang terjerat hutang dan hidup sangat menderita.

Ketiga, kasus stunting (malnutrisi) melanda anak-anak pemulung. Keempat, kasus kawin muda akibat kecelakaan pergaulan atau dipaksa orang tua. Kelima, ketika pemulung meninggal dunia kesulitan mencari biaya untuk bayar lahan kuburan, kain kafan, dan biaya lainnya. Apalagi kalau mayatnya harus diantara pakai mobil ambulance ke kampung halaman, seperti Indramayu, Cirebon, Semarang, Madura, dll. Biasanya mencari bantuan, istilahnya “kecrekan” ke gubuk-gubuk. 

Keenam, pemulung sering jadi korban sampah longsor. Seperti kasus gunung sampah TPST Bantargebang longsor pada 8 Maret 2026, menelan 13 korban, tujuh diantaranya meninggal dunia. Tragedi tersebut akibat TPST dikelola secara open dumping. Mayoritas TPA/TPST di Indonesia dikelola secara open dumping, sangat berbahaya bagi ekologi dan kemanusiaan. 

Ketujuh, masih ada anak kecil diajak mengais sampah di TPST/TPA (pencemaran udara: debu, gas metana (CH4), CO2, dll). Setiap hari pemulung dan mereka yang bekerja di TPST Bantargebang terpapar berbagai gas sampah, terutama gas metana (CH4), karbondioksida (CO2) dan lainnya. Gas-gas sampah ini sangat berbahaya ditambah debu yang menggangu pernafasan. Merupakan sumber utama penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), radang paru-paru, TBC, dan lainnya. 

Belakangan laporan menghebohkan bertajuk “Spotlight on the Top 25 Methane Plume in 2025: Landfills”, diliris UCLA School of Law pada 20 April 2026, Bantargebang dinobatkan sebagai penyumbang emis gas metana terbesar kedua di dunia. Bantargebang hanya kalah dari TPA Campo de Mayo di Buenos Aires, Argentina. 

Sepuluh TPA dengan metana terbesar di dunia; 1. TPA Compo de Mayo, Provinsi Buenor Aires, Argentina dengan laju emisi 7,6 ton/jam. 2. TPA Bantargebang Bekasi, Jawa Barat, Indoneisa dengan laju emisi 6,3 ton/jam. 3. TPA Jeram Selangor, Malaysia dengan laju emisi 6,0 ton/jam. 4. TPA Secunderabad, Telangana, India dengan laju 5,9 ton/jam. 5. Tiltil, Cile dengan laju emisi 5,5 ton/jam.

Tingkat persistensinya mencapai 100 persen. Emisinya terdeteksi tiap kali satelit melintas. Bahkan pada pertengahan 2025, lonjakan emisi menembus lebih dari 12 ton per jam. Posisi ini menjadikan Bantargebang sebagai lokasi terburuk di Asia, mengalahkan Malaysia, India, hingga Tailand. Sementara itu, Fairatmos mengutip IPCC, metana memiliki potensi pemanasan global (GWP) 27 hingga 29,8 kali lebih kuat dibanding karbon dioksida. 

Kedelapan, belum mendapat pengakuan secara penuh dari Pemerintah Pusat dan daerah. Kesembilan, tidak ada dukungan permodalan, teknologi, pasar dan informasi daur ulang dari pemerintah. Kesepuluh, keamanan kerja belum terjamin. Kesebelas, jaminan kesehatan bila terjadi kecelakaan bagi pemulung baru sebagian kecil yang diberi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kesembilan, harga pungutan sampah sering turun draktis dan tidak stabil (harus ada standar harga).  

Harapan Pemulung 

Mereka berharap dilibatkan dari berbagai acara yang diselenggarakan KLH/BPLH dan pemerintah. Salah satu pencetus KP3B, Rido Satriyo meminta agar pemulung dan pelapak tidak hanya dilibatkan dalam aktivitas seremonial saja, melainkan juga dalam program-program pengelolaan sampah.

Lanjutnya, selama ini mereka bergerak sendiri tanpa kekuatan, tanpa modal, tanpa dukungan pemerintan pusat dan daerah. “Mestinya pemerintah memberikan dukungan permodalan, teknologi, akses pasar dan informasi”, ujar Rido.

“Mereka adalah pelaku circular economy aras bawah yang selama ini peran dan kontribusinya sangat besar dalam pengumpulan bahan baku daur ulang, seperti plastik, kertas dan lainnya. Namun, pemerintah pusat dan daerah tampak membiarkan mereka’, tambahnya.

Berdasarkan pengalaman dan fakta lapangan yang dialami para pelaku circular eeconomy aras bawah betapa beratnya menghadapi situasi buruk, akibat harga-harga sampah pungutan dalam negeri terus anjlok, tanpa adanya pertolongan dari institusi resmi. Sebagian modalnya terus susut dan bangkrut. Negara dan dunia usaha harus hadir menolong. 

Oleh karena itu Komunitas pemulung, pelapak dan pencacahan plastik menuntut pada pemerintah dan dunia usaha sebagai berikut: Pertama, melakukan advokasi/ pendampingan berkelanjutan. Kedua, pemerintah harus menstabilkan harga-harga berbagai sampah pungutan dalam negeri. Ketiga, pemerintah harus melayani, melindungi keberadaan sektor informal persampahan, dan menfasilitasi teknologi, permodalan, pasar daur ulang, serta informasi secara cepat dan tepat. 

Selanjutnya; Keempat, pemerintah dan dunia usaha memfokuskan sampah dalam negeri sebagai bahan baku industri daur ulang. Kelima, Pemerintah dan dunia usaha daur ulang mesti mengurangi impor bahan baku, setidaknya 25% bahan baku impor dan 75% bahan baku dalam negeri. Lebih bijaksana melakukan stop impor bahan baku dan sampah dari luar negeri. Hal ini akan menjadi benteng utama terhadap kekuatan sosial, ekonomi, politik dan lingkungan hidup Indonesia. 

Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Undang-Undang No. 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah dan peraturan terakait. Keenam, Pemerintah harus memberikan insentif kepada sektor informal pengelola sampah sebagai bagian dari pelaku circular economy (mandat Pasal 21 ayat (1) Undang-Undang No. 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah.  

Ketujuh, dunia usaha sebagai produsen kemasan plastik dan lainnya harus memberikan dukungan dana program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Extended Producer Responsibility pada pemulung, pelapak dan pencacahan plastik bagian dari rantai circular economy. Kedelapan, pemerintah perlu memikirkan perbaikan pemukiman pemulung, buruh sortir dan memfasilitasi serta menyediakan rumah tumbuh sehat demi kelangsungan hidup pemulung dan keluarganya. Kesembilan, memberikan jaminan dan perlindungan kesehatan dan pengobatan gratis.

Harapan dan tuntutan tersebut bisa terwujud jika pemerintah pusat dan daerah serta dunia usaha peduli terhadap sektor informal persampahan. Jika tidak peduli, maka Nasib mereka akan merana dan tetap miskin sepanjang masa!!?

Sumber : Bagong Suyoto
Ketua Asosiasi Pelapak dan Pemulung Indonesia (APPI) dan Koalisi Persampahan Nasional (KPNas) 

Gerak Cepat, GOLKAR Tanggamus Siap Gelar MUSDA


REFORMASI-ID | Lampung - Politisi senior Partai Golkar H. Tony Eka Candra yang juga Bendahara DPD Partai GOLKAR Provinsi Lampung bergerak cepat usai ditunjuk menjadi Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tanggamus pada 6 Juni 2026 yang lalu.

Dibawah kepemimpinanya, DPD Partai Golkar Tanggamus langsung menggelar gelar rapat pleno yang dihadiri sekretaris DPD Partai Golkar Tanggamus Refki,SH beserta jajaran pengurus DPD Partai GOLKAR Kabupaten Tanggamus serta dihadiri unsur organisasi sayap, dan hasta karya se-Kabupaten Tanggamus yang dipusatkan di aula DPD Partai Golkar Provinsi Lampung, Senin (8/6/2026).

Dalam Rapat Pleno yang dipimpin oleh Plt Ketua Golkar Tanggamus H. Tony Eka Candra turut dihadiri langsung Ketua Harian DPD Partai Golkar Provinsi Lampung H.Riza Mirhadi beserta para Wakil ketua yakni : Bambang Purwanto, Subhan Effendi, Yusronida Suralaga, Yuhadi, Yusro Hendra Perbasya, Helida Heliyanti, Benson Werta, dan Para Wakil Sekretaris : Suwardi Bojes, Yanada Jaya Putra, Muhidin, dan Suprianto Erwandi.

Dalam paparannya dihadapan para pengurus Partai GOLKAR Kabupaten Tanggamus H.Tony Eka Candra menjelaskan, dirinya mendapat tugas menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tanggamus untuk melaksanakan Konsolidasi internal, menggerakan roda organisasi dan mempersiapkan penyelenggaraan Musda DPD Partai GOLKAR Kabupaten Tanggamus agar berjalan dengan Tertib, Lancar, Aman, dan Sukses.

Dalam rapat pleno juga membahas secara detail penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) 15 Pimpinan Kecamatan (PK) Partai GOLKAR, karena masa jabatan seluruh Pimpinan Kecamatan tersebut sudah berakhir.

"Sedangkan untuk 5 Pimpinan Kecamatan (PK) Partai GOLKAR diperpanjang masa jabatannya sampai dengan terlaksananya Musda Kabupaten Tanggamus, karena dinilai memiliki Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela (PDLT) yang baik dalam menjalankan amanah organisasi Partai GOLKAR," ujar Tony.

Sementara dalam arahannya, Ketua Harian DPD Partai GOLKAR Provinsi Lampung H.Riza Mirhadi menegaskan setiap kader partai Golkar harus memiliki Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak tercela (PDLT), sebagai instrumen penilaian Partai Golkar dalam menentukan suatu keputusan.

"Target Partai GOLKAR di DPRD Kabupaten Tanggamus kedepan adalah menaikan kursi DPRD dari 4 (Empat) Kursi, minimal naik menjadi 9 (Sembilan) Kursi."

"Jaga kekompakan dan soliditas, mari kita sama-sama kawal dan sukseskan Musda Partai GOLKAR Kabupaten Tanggamus," pungkas Riza. (*) 

Babinsa Koramil 05/Bantar Gebang Gencarkan Patroli Malam, Wujud Kepedulian Terhadap Keamanan Warga


LUGAS | Kodam Jaya - Kota Bekasi - 8/6/2026 Sebagai bentuk kepedulian terhadap keamanan dan kenyamanan masyarakat, personel Babinsa Koramil 05/Bantar Gebang Kodim 0507/Bekasi terus menggencarkan patroli malam di wilayah binaan. Kegiatan ini dilakukan dengan menyusuri sejumlah titik rawan, kawasan permukiman warga, fasilitas umum, serta lokasi yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Patroli malam yang dilaksanakan secara rutin tersebut bertujuan untuk menciptakan situasi wilayah yang aman, tertib, dan kondusif, sekaligus memberikan rasa tenang kepada masyarakat yang sedang beristirahat maupun beraktivitas pada malam hari.

Dalam pelaksanaannya, para Babinsa juga melakukan komunikasi sosial dengan warga yang ditemui di lapangan, memberikan imbauan agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.

Danramil 05/Bantar Gebang, Mayor Inf Suranto, S.A.P., mengatakan bahwa patroli malam merupakan salah satu upaya preventif yang dilakukan aparat kewilayahan guna mengantisipasi berbagai bentuk gangguan keamanan.

“Patroli malam ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat. Kehadiran Babinsa di tengah warga diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus mencegah terjadinya tindak kriminalitas maupun gangguan Kamtibmas lainnya. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing,” ujar Mayor Inf Suranto, S.A.P.

Melalui kegiatan patroli yang dilakukan secara berkesinambungan, Koramil 05/Bantar Gebang berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah serta mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

(Kodim 0507/Bekasi)

08 Juni 2026

Korsabhara Baharkam Polri dan PT. PLN Gelar Bintek "SMP" di DCC & Server Scada Semarang



REFORMASI-ID | Semarang - Untuk memastikan “otak kelistrikan” itu aman, Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri bersama PT PLN (Persero) menggelar _Bimbingan Teknis Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan Objek Vital Nasional_ di DCC dan Server Scada UP2D Jateng, Senin 8/6/2026.

Kegiatan yang dibuka pukul 14.00 WIB di Ruang Borobudur Kantor PLN UID Jateng, Jl. Teuku Umar No. 47 Semarang ini diawali dengan tinjauan langsung ke lapangan sejak pagi.

*Turun ke Lapangan: Cek Perimeter hingga Ruang Server*  
Dipimpin Ketua Tim Bintek Kombes Pol Ronald Ardiyanto Purba, S.I.K., http://M.Si., tim gabungan Polri dan PLN menyisir satu per satu titik vital di UP2D Jateng, Jl. Gatot Subroto No. 5. Mulai dari perimeter, pos pengamanan, pintu keluar masuk, Command Center, Ruang Display DCC, Ruang Server, Ruang Genset, hingga Rumah Pompa Hydrant tak luput dari observasi.

“DCC dan Server Scada ini jantung kelistrikan Jateng-DIY. Kalau terganggu, dampaknya luas. Karena itu SMP-nya harus sesuai Perpol No. 7 Tahun 2019, nggak boleh ada celah,” tegas Kombes Ronald usai paparkan rencana Bintek.

*Sinergi Kunci Jaga Aset Negara*  
_Opening Ceremony_ dihadiri langsung Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Pol. Dr. M. Syahduddi, S.I.K., http://M.Si., Dirpamobvit Polda Jateng Kombes Pol Anuardi, S.I.K., CPHR, GM PLN UID Jateng Bramantyo Agung Pambudi, dan VP Keamanan Korporat PT PLN (Persero) Detty Elviany.

“Keandalan listrik berbanding lurus dengan keamanan objeknya. Bintek ini bentuk komitmen PLN bersama Polri untuk samakan persepsi dan tingkatkan standar pengamanan,” ujar Detty Elviany.

Sementara Brigjen Pol. Dr. M. Syahduddi menegaskan, Polri siap mengawal. “Tugas kami pastikan Sistem Manajemen Pengamanan berjalan. Bukan cuma pasang personel, tapi sistem, SOP, dan SDM-nya harus siap. Ini bagian dari _Polri Siap Terlihat dan Bermanfaat_ untuk ketahanan energi nasional,” jelasnya.

*Hari Pertama Lancar, Fokus Samakan Persepsi*  
General Manager UP2D Jateng Moh Khozain yang memaparkan _company profile_ menyebut kolaborasi ini penting. “Kami operator, Polri regulator pengamanan. Dengan Bintek ini, harapannya semua elemen pengamanan di DCC dan Server Scada makin solid.”

Kegiatan hari pertama ditutup dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama. Bintek akan berlanjut dengan pendalaman 5 elemen SMP: Komitmen & Kebijakan, Pola Pengamanan, Konfigurasi Standar, Kemampuan Pelaksana, serta Monev.

70 Personel Detasemen Perintis Turun ke Jalan, Jaga Jakarta Sejak Subuh: “Polisi Bukan Hanya Menjaga, Tapi Juga Menolong



REFORMASI-ID | Jakarta - Langit Jakarta masih gelap ketika 70 personel Detasemen Perintis Korsabhara Baharkam Polri sudah bersiap di tiga titik jantung Ibu Kota: Bundaran HI, Monas, dan Kota Tua, Senin 8/6/2026. 

Sejak pukul 05.00 WIB, mereka menggelar _Strong Point_ dan _Patroli Dialogis_ bukan sekadar untuk mengatur lalu lintas, tapi memastikan warga memulai aktivitas dengan rasa aman.

*Hadir, Menyapa, Mengingatkan dengan Humanis*

Di bawah kendali AKBP Ricky Pranata Vivaldy, S.P., S.I.K., M.H. selaku Penanggung Jawab dan Ipda Eko Hermanto sebagai Danton, personel tak hanya berdiri tegak di titik ploting. Mereka aktif menyapa. 

Di Kota Tua, polisi berdialog dengan pedagang asongan yang baru gelar lapak. Di Monas, petugas mengingatkan pesepeda yang lupa pakai helm dengan senyum. Di Bundaran HI, driver ojol yang menepi diajak ngobrol soal pentingnya istirahat agar tidak kelelahan di jalan.

“Tadi saya ditegur karena sein mati. Tapi cara negurnya enak, nggak bikin takut. Malah diingetin, ‘Hati-hati ya Pak, demi keselamatan Bapak juga’,” tutur Budi, pengendara motor yang melintas di kawasan Monas.

*Hasil Nyata: Lalin Lancar, Warga Nyaman*

Hingga pukul 10.00 WIB, situasi di tiga lokasi dilaporkan kondusif. Arus lalu lintas tertib, nihil kemacetan dan kecelakaan menonjol. Yang tak kalah penting, komunikasi hangat antara petugas dan masyarakat terbangun lewat patroli dialogis.

Direktur Samapta Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Pol. Mokhamad Ngajib, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pendekatan humanis adalah kunci. 

“Polisi harus _Siap Terlihat dan Bermanfaat_. Tugas kami mendeteksi potensi gangguan sejak dini, mencegah, sekaligus menolong. Kalau ada warga kebingungan, kita arahkan. Kalau ada yang butuh pertolongan pertama, kita bantu. Itu esensi _Strong Point_,” tegasnya.

*Cuaca Ekstrem Tak Jadi Halangan*

Meski dihadapkan pada cuaca yang berubah-ubah dan lonjakan volume kendaraan di jam sibuk, seluruh personel yang terdiri dari 20 pers di HI, 20 pers di Monas, 12 pers di Kota Tua, serta tim driver, provost, dan PID tetap siaga penuh.

“Prinsip kami sederhana: pastikan warga selamat sampai tujuan. Kalau Jakarta aman di pagi hari, aktivitas seharian akan lebih produktif,” ujar AKBP Ricky.

Kegiatan _Strong Point_ dan _Patroli Dialogis_ akan terus digiatkan secara rutin sebagai komitmen Polri untuk hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

---

*Keterangan Foto:*  
Personel Detasemen Perintis Korsabhara Baharkam Polri berdialog dengan warga saat Patroli Dialogis di kawasan Kota Tua, Jakarta, Senin 8/6/2026. _[Dok. Humas Korsabhara Baharkam Polri]_

*Narahubung:*  
Humas Korsabhara Baharkam Polri  
🇮🇩 _Siap Terlihat dan Bermanfaat_ 🇮🇩

07 Juni 2026

Tanamkan Jiwa Bahari dan Bela Negara Lanal Lampung Gelar Persami KKRI Gelombang V TW II Tahun 2026


REFORMASI-ID | LAMPUNG - TNI AL, Jala Wira Saburai. Dalam rangka membentuk generasi muda yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, serta memiliki jiwa bahari yang kuat, Pangkalan TNI AL (Lanal) Lampung melaksanakan kegiatan Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Gelombang V Triwulan II Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Pantai Klara Lanal Lampung, Desa Batu Menyan, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran. (7/6/2026)

Persami KKRI ini diikuti oleh siswa SMA Qur'an Darul Fatah yang mendapatkan berbagai materi pembinaan dan pelatihan guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta jiwa kepemimpinan. Materi yang diberikan meliputi Bela Negara, Peraturan Baris Berbaris (PBB), Wawasan Nusantara, Bantuan Hidup Dasar (BHD), Pionir, Survival, Kebaharian, pengenalan alat selam, bijak bermedia sosial, bahaya narkoba, serta psikologi lapangan.

Melalui kegiatan ini, Lanal Lampung berupaya menanamkan nilai-nilai patriotisme, disiplin, kemandirian, dan kepedulian terhadap lingkungan maritim kepada generasi muda. Selain itu, para peserta juga dibekali keterampilan dasar yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kemampuan menghadapi situasi darurat dan tantangan di lapangan.

Kegiatan Persami KKRI Gelombang V TW II Tahun 2026 ini menjadi salah satu wujud komitmen Lanal Lampung dalam mendukung pembinaan generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa yang tangguh, berintegritas, serta memiliki semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap laut sebagai identitas bangsa Indonesia. (Mudian) 

Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Motor di Natar, Kendaraan Korban Diamankan


REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN — Jajaran Polsek Natar berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian sepeda motor yang terjadi di wilayah Desa Haduyang, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Seorang pria berinisial S.Y. berhasil diamankan sehari setelah kejadian, sementara sepeda motor milik korban turut berhasil ditemukan sebagai barang bukti.

Pelaku diketahui berinisial S.Y., seorang petani berusia 19 tahun yang berdomisili di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Ia ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Natar pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 15.30 WIB di wilayah Tegal Bungur, Desa Banjar Negeri, Kecamatan Natar.

Kapolsek Natar AKP Setio Budi Howo, S.H. membenarkan keberhasilan pengungkapan kasus tersebut.

"Benar, Unit Reskrim Polsek Natar telah mengamankan seorang terduga pelaku pencurian sepeda motor berinisial S.Y. pada Minggu sore sekitar pukul 15.30 WIB. Pelaku diamankan setelah anggota melakukan serangkaian penyelidikan berdasarkan laporan korban dan keterangan para saksi," ujar Setio Budi Howo.

Kasus tersebut bermula pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 19.00 WIB di Dusun Padmosari II, Desa Haduyang, Kecamatan Natar. Korban, M. Wardana (20), datang bersama dua rekannya untuk menemui pelaku guna menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Namun setibanya di lokasi, situasi justru berubah menjadi tegang. Berdasarkan keterangan korban, pelaku diduga melakukan tindakan agresif dan sempat mengancam menggunakan senjata tajam sehingga korban bersama rekannya berupaya menyelamatkan diri. Dalam kondisi panik, sepeda motor yang mereka gunakan tertinggal di lokasi.

Beberapa menit kemudian korban kembali ke rumah pelaku untuk mengambil kendaraannya. Namun sepeda motor Honda Beat warna hijau dengan nomor polisi BE 2939 DBT tersebut sudah tidak berada di tempat semula.

"Modus yang dilakukan pelaku adalah memanfaatkan situasi ketika korban dan rekan-rekannya meninggalkan lokasi karena merasa terancam. Saat korban kembali, sepeda motor miliknya sudah tidak ada dan kemudian diketahui telah dikuasai oleh pelaku," kata Kapolsek.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp10 juta dan melaporkan peristiwa itu ke Polsek Natar. Setelah menerima laporan, Unit Reskrim Polsek Natar yang dipimpin Kanit Reskrim IPTU Ade Candra bersama Panit Reskrim IPDA Adek Suci Pebrianto melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengetahui keberadaan pelaku. Saat diamankan, pelaku mengakui perbuatannya.

Dari hasil pengungkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat warna hijau nomor polisi BE 2939 DBT milik korban.

"Atas perbuatannya, pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 476 KUHP sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. Saat ini tersangka telah diamankan dan menjalani proses penyidikan lebih lanjut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum," tegas AKP Setio Budi Howo.

Polsek Natar mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga keamanan kendaraan dan segera melapor kepada pihak kepolisian apabila mengetahui atau mengalami tindak pidana. Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan darurat Polri 110 yang aktif 24 jam untuk pengaduan maupun permintaan bantuan kepolisian. (Mudian) 

Pastikan Situasi Kondusif, Den K-9 Ditpolsatwa Laksanakan Patroli Dialogis di CFD Margonda



REFORMASI-ID | Depok - Guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, Detasemen K-9 Subditcakkal Ditpolsatwa Korpsabhara Baharkam Polri melaksanakan patroli dialogis di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Margonda, Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat, pada Minggu pagi (7/6/26).

Kegiatan patroli yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB ini dipimpin langsung oleh AKP Nuryani, dengan diperkuat oleh empat personel tangguh lainnya, yaitu Aipda A. Turmudi, Briptu T. Gilbert, Briptu Komang Pariase, dan Bripda Ricky Hadi. Tidak hanya personel kepolisian, dalam patroli kali ini Ditpolsatwa juga menerjunkan dua ekor satwa K-9 andalan bernama Lara dan Sara.

Kehadiran tim patroli K-9 di tengah-tengah masyarakat yang sedang berolahraga tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang efektif. 

Selain menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi kejahatan, para personel juga aktif memberikan sosialisasi mengenai tugas pokok, peran, dan fungsi dari Ditpolsatwa, khususnya dalam pemanfaatan bantuan satwa K-9 untuk menjaga keamanan publik.

"Kegiatan ini merupakan bentuk pendekatan humanis kepolisian kepada masyarakat. Kami hadir untuk memastikan warga dapat menikmati aktivitas Car Free Day dengan aman dan nyaman, sekaligus mengedukasi mereka tentang bagaimana satwa K-9 membantu tugas-tugas Polri," ujar AKP Nuryani selaku perwira pengendali di lapangan.

Hingga kegiatan selesai, seluruh rangkaian patroli berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Antusiasme masyarakat yang hadir di CFD Margonda terpantau sangat baik, khususnya saat berinteraksi dengan satwa K-9. Sepanjang pelaksanaan tugas, situasi di lokasi dilaporkan kondusif dan tidak ditemukan adanya hal-hal menonjol yang mengganggu keamanan.

Polri Perkuat Pembinaan Generasi Muda Melalui E-Sport Kapolri Cup 2026



REFORMASI-ID | Jakarta - Polri memperkuat pendekatannya kepada generasi muda melalui ruang digital. Salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan E-Sport Kapolri Cup 2026 yang resmi dibuka dalam rangkaian Munas IESPA 2026 Symphony of Victory di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Pembukaan E-Sport Kapolri Cup 2026 dilakukan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Jhonny Eddizon Isir bersama Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Pol. Adex Yudiswan, serta disaksikan para pemangku kepentingan e-sport nasional dan komunitas digital.

Ketua Pelaksana E-Sport Kapolri Cup 2026 Brigjen Pol. Adex Yudiswan mengatakan, kompetisi ini menjadi bagian dari upaya Polri untuk mendorong lahirnya generasi muda yang berprestasi, kreatif, dan bertanggung jawab di era digital.

“Melalui E-Sport Kapolri Cup 2026, kami ingin menghadirkan wadah yang positif bagi anak-anak muda untuk mengembangkan bakat dan kemampuan mereka. E-sport saat ini telah menjadi bagian dari perkembangan teknologi dan kreativitas generasi muda yang perlu didukung secara konstruktif,” ujar Brigjen Pol. Adex Yudiswan kepada wartawan.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga membawa berbagai pesan edukatif terkait bahaya penyalahgunaan narkoba, pencegahan perundungan siber, serta pentingnya menjaga keamanan data pribadi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Menurut Brigjen Pol. Adex, Polri ingin memastikan bahwa ruang digital tidak hanya menjadi tempat berekspresi, tetapi juga ruang yang aman, sehat, dan produktif bagi generasi muda.

“Kami berharap kompetisi ini dapat menjadi sarana membangun karakter, sportivitas, dan kesadaran digital yang baik. Pada saat yang sama, kami ingin menjaring talenta-talenta terbaik yang nantinya mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah e-sport nasional maupun internasional,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Polri juga memperkenalkan logo serta tema resmi E-Sport Kapolri Cup 2026, yakni ‘Dream to Become’, yang menggambarkan semangat generasi muda untuk berani bermimpi dan mewujudkan passion menjadi prestasi.

Kompetisi ini akan berlangsung secara berjenjang mulai dari tingkat Polres, Polda, hingga tingkat pusat di Mabes Polri pada Juli 2026. Adapun kategori yang dipertandingkan meliputi Mobile Legends: Bang Bang, lomba defile dan cosplay, serta kompetisi Key Opinion Leader (KOL) dan influencer.

Dengan hadirnya E-Sport Kapolri Cup 2026, Polri menegaskan komitmennya untuk terus hadir di ruang digital, mendukung perkembangan industri e-sport nasional, serta memperkuat peran generasi muda sebagai bagian penting dalam pembangunan ekosistem digital Indonesia yang sehat dan berdaya saing.

06 Juni 2026

Perdana UIMandiri Gelar Wisuda 2026, Cetak Generasi Berintegritas, Inovatif, dan Siap Bersaing Global


REFORMASI-ID | Lampung Selatan – Universitas Indonesia Mandiri (UIMandiri) mencatat sejarah penting dengan menyelenggarakan Wisuda Perdana Tahun 2026 di Auditorium Universitas Indonesia Mandiri, Sabtu (6/6/2026). Mengusung tema “Menguatkan Integritas, Inovasi, dan Kolaborasi dalam Era Global”, momen bersejarah ini menjadi tonggak awal perjalanan UIMandiri dalam mencetak lulusan unggul yang siap menghadapi tantangan dunia modern.

Sebanyak 81 wisudawan dan wisudawati mengikuti prosesi wisuda dari total 96 lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan pada berbagai program studi. Para lulusan tersebut berasal dari Program Studi Administrasi Bisnis sebanyak 24 orang, Administrasi Publik 23 orang, Informatika 17 orang, Perpajakan 13 orang, Desain Komunikasi Visual 10 orang, serta Teknik Industri 9 orang.

Jumlah lulusan tersebut menjadi cerminan keberhasilan UIMandiri dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan. Acara ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan dari tingkat nasional hingga daerah, di antaranya perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Ir. Toto Priyana selaku (BPH) yayasan, akademisi, Civitas akademika UIMandiri, para dosen UIMandiri, mitra industri.

Hadir juga perwakilan dari Polres Lampung Selatan, perwakilan dari Dandim Lampung Selatan, Camat Penengahan, Koramil Penengahan, Polsek Penengahan, kades Pisang, tokoh masyarakat, dan keluarga wisudawan, serta para tamu undangan lainnya.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan nyata terhadap pengembangan pendidikan tinggi di Provinsi Lampung sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan sektor industri.

Dalam sambutannya, Rektor UIMandiri, Dr. Rustono Farady Marta, S.Sos., M.Med.Kom., menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan awal dari pengabdian kepada masyarakat dan bangsa.

“Para lulusan harus mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai integritas, inovasi, dan kolaborasi dalam setiap langkah kehidupan dan profesi yang dijalani,” ujarnya.


Menurutnya, tema wisuda tahun ini dipilih sebagai refleksi atas berbagai tantangan global yang semakin kompleks. Perkembangan teknologi, transformasi digital, perubahan sosial, hingga tuntutan pembangunan berkelanjutan. 

"Lulusan perguruan tinggi memiliki kemampuan akademik yang kuat sekaligus karakter yang tangguh dan adaptif," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Harian Yayasan Battuta Bangun Negeri menyampaikan bahwa UIMandiri terus memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

"Berbagai program strategis terus dikembangkan, mulai dari penguatan riset terapan, kolaborasi dengan dunia industri, pengembangan kewirausahaan mahasiswa, transformasi digital kampus, hingga pengelolaan kawasan pendidikan dan penelitian yang mendukung pembangunan berkelanjutan," jelasnya.

Ditempat yang sama Ketua Panitia Wisuda Perdana, Dr. Tokit Masditok, menambahkan bahwa wisuda pertama ini menjadi simbol keberhasilan transformasi UIMandiri dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang mampu menjawab kebutuhan zaman.

“Lulusan UIMandiri diharapkan menjadi generasi pemimpin masa depan yang kreatif, adaptif, berdaya saing global, sekaligus memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Tak hanya itu sebutnya. Melalui momentum bersejarah ini, UIMandiri mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Dengan semangat integritas, inovasi, dan kolaborasi, Universitas Indonesia Mandiri optimistis mampu memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.

“Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Universitas Indonesia Mandiri. Jadilah pembelajar sepanjang hayat yang senantiasa menjaga integritas, melahirkan inovasi, serta membangun kolaborasi demi kemajuan bangsa.” pungkasnya. (Herman/Mudian) 

Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Lampung Gelar Bakti Kesehatan untuk 7.600 Warga dan Luncurkan Layanan Modern


REFORMASI-ID | Lampung - Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menggelar aksi nyata kepedulian sosial melalui kegiatan Bhakti Kesehatan berskala besar. Program ini ditargetkan menyentuh sebanyak 7.600 peserta yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Lampung.

Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata kepedulian Polri sekaligus upaya memperkuat kemitraan yang solid dengan masyarakat, khususnya di Bumi Ruwa Jurai.

"Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wujud nyata kepedulian Polri kepada masyarakat sekaligus untuk memperkuat kemitraan yang solid antara Polri dan masyarakat, khususnya di wilayah Lampung. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan," ujarnya, Sabtu (6/6/2026).

Layanan Spesialistik hingga Operasi Gratis

Pusat kegiatan bakti kesehatan ini salah satunya dipusatkan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Tk. III Biddokkes Polda Lampung dengan melayani 600 peserta. Berbagai penanganan medis gratis diberikan meliputi operasi mata katarak dan pterigium untuk 250 pasien, pengobatan spesialistik untuk 300 pasien, pelayanan penanganan stunting bagi 25 anak, senam lansia (geriatri) yang diikuti oleh 25 peserta.

Tidak hanya di pusat kota, gerakan ini juga menyasar masyarakat di berbagai daerah melalui Polresta dan Polres jajaran. Di tingkat wilayah, Polri menyediakan pelayanan cek kesehatan gratis bagi 3.850 orang, aksi donor darah yang diikuti oleh 3.000 peserta, serta khitanan massal untuk 150 anak.

Ada yang berbeda pada peringatan Hari Bhayangkara kali ini. Polda Lampung memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kualitas fasilitas medisnya dengan meluncurkan dua layanan kesehatan baru berteknologi modern di RS Bhayangkara.

Layanan inovatif tersebut adalah Klinik Stem Cell, serta fasilitas operasi batu ginjal dengan metode Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS).

"Kami meluncurkan dua layanan kesehatan baru dengan teknologi modern, yaitu pelayanan Klinik Stem Cell, serta operasi batu ginjal dengan metode RIRS, sebagai bentuk komitmen kami dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat," tutur Kapolda.

Kesuksesan program masif ini didukung penuh oleh sinergi lintas sektor. Tercatat, sebanyak 459 tenaga kesehatan dan personel Polri dikerahkan.

Tim medis tersebut merupakan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari tim Himpunan Bersatu Teguh, Perdami Lampung, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Dinas Kesehatan Kota dan Kabupaten, Biddokkes Polda Lampung, RS Bhayangkara Tk. III, Satuan Kerja Polda Lampung, hingga Sidokkes Polres dan Polresta jajaran.

Helfi turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap momentum ini dapat membuat hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat, sembari bersama-sama menjaga kondusivitas keamanan di Lampung.

"Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang telah disediakan, menjaga kesehatan diri dan keluarga, serta terus bersama-sama mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di Provinsi Lampung," tandas jenderal polisi bintang dua tersebut. (Mudian) 

DLH Kabupaten Bekasi Sambut Baik Hadirnya Bank Sampah Wan 17



REFORMASI-ID | Bekasi - Bank Sampah Wan 17 yang berlokasi di Perum Mustika Grande, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi audiensi ke Kepala UPTD Tempat Pemprosesan Akhir Sampah (TPAS) Burangkeng, yang menjadi perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi untuk membahas program penguraian sampah berbasis masyarakat.

Kehadiran pengurus Bank Sampah Wan 17 ke kantor TPAS Burangkeng disambut baik Samsuro Mandiansah Kepala UPTD TPAS Burangkeng.

Dalam kesempatannya, Wisnu Wicaksana Ketua Bank Sampah Wan 17 menyampaikan aspirasi warga kepada Kepala UPTD TPAS Burangkeng sebagai perwakilan DLH Kabupaten Bekasi.

"Kami sebagai warga yang terdampak dengan adanya TPAS Burangkeng berinisiatif membentuk Bank Sampah dengan tujuan mengurangi volume sampah dan menjadikan sampah lebih bermanfaat," ujarnya.

Selain itu, terbentuknya Bank Sampah bisa memberikan edukasi kepada masyarakat betapa pentingnya menjaga lingkungan.

"Kehadiran kami ke kantor UPTD TPAS Burangkeng meminta support pemerintah kepada masyarakat yang sudah peduli mengurangi dan mengurai sampah," jelasnya.

"Jika hanya masyarakat yang bergerak tetapi tidak ada support dari pemerintah semua program penguraian sampah berbasis masyarakat tidak akan berjalan," tegasnya.

"Untuk itu kami meminta pemerintah lebih peduli terhadap masyarakat atau pelaku sampah yang sudah banyak berbuat bagi lingkungan," imbuhnya.

Sementara itu, Samsuro menyambut positif hadirnya Bank Sampah dilingkungan perumahan.

"Saya mewakili DLH Kabupaten Bekasi menyambut baik dengan terbentuknya Bank Sampah Wan 17 dilingkungan Perumahan Mustika Grande," ucapnya.

Memang, Bank Sampah menjadi program pemerintah untuk mengurai dan mengurangi sampah berbasis masyarakat.

"DLH Kabupaten Bekasi siap mensupport segala bentuk positif dari masyarakat khususnya untuk penanggulangan permasalahan sampah," paparnya.

"Kalaupun ada permasalahan mekanisme dilapangan silakan ajukan, DLH akan memfasilitasi dengan mengedepankan prosedural," katanya.

"Untuk itu mari kita bergandengan tangan mengatasi permasalahan sampah yang ada di Kabupaten Bekasi ini," pungkasnya.

(Red)

Lanal Lampung Tingkatkan Kesadaran Keselamatan Melalui Pelatihan Bantuan Hidup Dasar di Kawasan Pesisir


REFORMASI-ID | Lampung - TNI AL, Jala Wira Saburai. Dalam upaya mendukung peningkatan keselamatan para pengguna pantai dan pesisir, Pangkalan TNI AL (Lanal) Lampung melalui Tim Kesehatan Balai Pengobatan (BP) Lanal Lampung melaksanakan sosialisasi dan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) kepada peserta Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) di Pantai Klara Lanal Lampung, Teluk Ratai, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran. (6/6/2026)

Kegiatan yang berlangsung di Pantai Klara tersebut diikuti oleh sekitar 200 peserta KKRI yang merupakan siswa Sekolah Quran Darul Fatah. Selain itu, para penjaga pantai dan pengunjung Pantai Klara juga turut mendapatkan materi BHD sebagai bekal dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan yang dapat terjadi di lingkungan pantai dan pesisir.

Dalam pelatihan tersebut, Tim Kesehatan Lanal Lampung memberikan pemahaman mengenai teknik pertolongan pertama, penanganan korban henti napas dan henti jantung, serta langkah-langkah penyelamatan awal yang dapat dilakukan sebelum korban mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Komandan Lanal Lampung Letkol Laut (P) Irianto Kurniawan, B.Eng., M.S.S., M.Tr.Opsla., CRMP. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dan kontribusi nyata Lanal Lampung dalam meningkatkan kesadaran serta kemampuan masyarakat terhadap aspek keselamatan di wilayah pesisir. Dengan adanya pelatihan BHD, diharapkan masyarakat yang beraktivitas di kawasan pantai memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar untuk memberikan pertolongan secara cepat dan tepat pada saat terjadi keadaan darurat.

Melalui kegiatan pembinaan masyarakat maritim seperti ini, Lanal Lampung terus berkomitmen mendukung terciptanya lingkungan pantai dan pesisir yang aman, serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat guna meminimalisir risiko kecelakaan dan korban jiwa di wilayah perairan. (Mudian) 

Rampungkan Wasdal II, Tim Baharkam Polri Beri Nilai Kategori Emas untuk PT Petrokimia Gresik



REFORMASI-ID | Gresik - Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Korsabhara Baharkam Polri sukses menuntaskan rangkaian kegiatan Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) II implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) di Objek Vital Nasional (Obvitnas) PT Petrokimia Gresik. Pada audit hari ketiga yang berlangsung di Hall Phonska Gedung Utama PT Petrokimia Gresik, Jumat (5/6/2026), perusahaan produsen pupuk terbesar di Indonesia ini berhasil meraih skor impresif sebesar 95,50 persen dengan kategori Emas.

Ketua Tim Wasdal II Baharkam Polri, Kombes Pol Hamam Wahyudi, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa capaian luar biasa ini merupakan bukti komitmen kuat dari manajemen PT Petrokimia Gresik dalam menjaga keamanan aset negara yang bersifat strategis.

"Pelaksanaan Wasdal II berjalan dengan sangat baik, aman, dan lancar sesuai rencana kegiatan. Skor 95,50 persen dengan predikat Emas ini menunjukkan bahwa sistem pengamanan di PT Petrokimia Gresik telah memenuhi standar ketat yang ditetapkan oleh regulasi Polri," ujar Kombes Pol Hamam Wahyudi saat memberikan keterangan pers usai acara penutupan, Jumat malam.

Rangkaian kegiatan hari terakhir ini diawali dengan wawancara mendalam serta pemeriksaan dokumen secara rigor terhadap elemen IV dan elemen V pada pagi hari. Memasuki siang hari, Tim Wasdal II melakukan peninjauan ulang menyeluruh terhadap dokumen Elemen I hingga Elemen V untuk memastikan seluruh indikator pengamanan terpenuhi secara konsisten.

Acara resmi ditutup pada pukul 15.30 hingga 18.00 WIB dengan agenda utama penyampaian hasil audit, penandatanganan hasil penilaian (scoring), serta penandatanganan dan penyerahan Berita Acara (BA) resmi dari Tim Ditpamobvit Baharkam Polri kepada manajemen PT Petrokimia Gresik.

Hadir dalam agenda penutupan tersebut perwakilan dari internal Polri, antara lain Ipda Arief Wahyudi Wibowo, S.H. (Sekretaris), Drs. Zuhdi B Arrasuli, S.H. (Anggota), Dra. Minarti (Anggota), dan AKP Fidiyah Wahyuni, S.H. (Observer). Sementara dari pihak eksternal, hadir VP Pengamanan PT Petrokimia Gresik Syamsu Rizal, Direktur Utama BUJP PT Fokus Jasa Mitra Solekhan, jajaran Departemen Keamanan, serta Tim SMP Internal perusahaan.

Melalui raihan predikat Emas ini, PT Petrokimia Gresik diharapkan dapat terus mempertahankan dan meningkatkan keandalan sistem pengamanannya guna mendukung keberlanjutan operasional industri pupuk nasional dan menjaga ketahanan pangan logistik nasional secara aman dan kondusif.

05 Juni 2026

Indonesia 2030: Mengapa Narasi Kehancuran Sulit Dibuktikan oleh Sejarah

Foto: ilustrasi 


REFORMASI-ID | Editorial - Prediksi bahwa Indonesia akan hancur pada tahun 2030 sesungguhnya lebih menyerupai ramalan yang lahir dari kecemasan ketimbang kesimpulan yang ditopang oleh pembacaan sejarah. Berbagai tantangan memang nyata, mulai dari kualitas sumber daya manusia, korupsi, ketimpangan ekonomi, hingga disrupsi teknologi. Namun sejarah Indonesia menunjukkan bahwa bangsa ini memiliki kemampuan yang tidak selalu dimiliki bangsa lain: kemampuan bertahan, belajar, dan bangkit setelah mengalami krisis besar. Jum'at, 05 Juni 2026.

Masa depan sebuah bangsa tidak dapat diukur hanya dari masalah yang sedang dihadapinya hari ini. Sejarah justru mengajarkan bahwa banyak negara besar lahir dari masa-masa sulit yang berhasil mereka lewati dengan kerja keras dan kemampuan beradaptasi.

Akan tetapi, dalam diskursus publik, narasi pesimistis sering kali terdengar lebih menarik daripada analisis yang berbasis fakta sejarah. Padahal, rekam jejak Indonesia memperlihatkan pola yang berulang: setiap kali diprediksi gagal, bangsa ini justru menemukan jalan untuk bertahan.

Hampir tidak ada generasi Indonesia yang hidup tanpa menghadapi tantangan besar. Dari kolonialisme, perang kemerdekaan, pergolakan politik, krisis ekonomi, hingga pandemi, semuanya menjadi ujian yang membentuk karakter nasional.

Adaptasi merupakan salah satu kekuatan utama bangsa Indonesia. Kemampuan menyerap perubahan tanpa kehilangan identitas telah menjadi ciri masyarakat Nusantara selama berabad-abad.

Resiliensi atau daya lenting sosial itulah yang membuat Indonesia tidak mudah runtuh. Ketika menghadapi tekanan, masyarakat cenderung membangun solidaritas dan menemukan mekanisme baru untuk bertahan hidup.

Pendidikan memiliki peran besar dalam membentuk karakter tersebut. Jauh sebelum negara modern berdiri, Nusantara telah mengenal jaringan pembelajaran melalui pesantren, surau, madrasah, padepokan, dan berbagai sistem pendidikan tradisional lainnya.

Rantai sejarah memperlihatkan bahwa masyarakat Indonesia bukan hanya mampu menerima ilmu dari luar, tetapi juga mengolahnya menjadi bentuk yang sesuai dengan kebutuhan lokal.

Aspek ini terlihat sejak masa masuknya pengaruh India, Arab, Tiongkok, hingga Barat yang kemudian berasimilasi dengan budaya lokal dan menghasilkan identitas Indonesia yang khas.

Salah satu kekuatan Indonesia saat ini adalah kemampuannya bergerak dari ekonomi berbasis komoditas menuju ekonomi bernilai tambah melalui kebijakan hilirisasi.

Tidak berlebihan jika hilirisasi disebut sebagai salah satu strategi terpenting dalam pembangunan ekonomi nasional beberapa dekade terakhir. Tujuannya bukan hanya menjual bahan mentah, tetapi menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

Oleh sebab itu, posisi Indonesia dalam rantai pasok global semakin penting, terutama dalam industri berbasis mineral strategis seperti nikel, timah, dan bauksit yang dibutuhkan untuk transisi energi dunia.

Walaupun masih terdapat berbagai tantangan dalam pelaksanaannya, arah kebijakan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia tidak lagi sekadar menjadi penonton dalam perubahan ekonomi global.

Optimisme terhadap masa depan Indonesia bukanlah sikap naif, melainkan kesimpulan yang lahir dari pembacaan sejarah panjang bangsa yang berkali-kali berhasil melewati masa-masa paling sulit.

Karakter pertama yang membuat Indonesia berpotensi terus berkembang adalah kemampuan belajar yang luar biasa. Bangsa ini memiliki tradisi panjang dalam menyerap ilmu pengetahuan dan keterampilan dari berbagai sumber. 

Dalam sejarah dunia, negara yang mampu belajar lebih cepat daripada perubahan zaman biasanya memiliki peluang besar untuk maju. Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok menjadi contoh bagaimana kapasitas belajar dapat mengubah nasib sebuah bangsa. Indonesia memiliki modal yang sama.

Karakter kedua adalah kemampuan mengadopsi sekaligus menyempurnakan teknologi. Sejarah kemajuan bangsa-bangsa besar menunjukkan bahwa tidak ada negara yang langsung menjadi inovator sejak awal. Hampir semuanya memulai dengan belajar, meniru, memperbaiki, lalu menciptakan keunggulan baru. 

Dalam konteks Indonesia, hilirisasi merupakan bentuk modern dari proses tersebut. Indonesia tidak lagi ingin hanya mengekspor bahan mentah, melainkan mengembangkan industri yang menghasilkan nilai tambah lebih tinggi.

Posisi Indonesia menjadi semakin strategis karena memiliki cadangan nikel terbesar di dunia dan termasuk produsen utama berbagai mineral penting lainnya. Di tengah perlombaan global menuju kendaraan listrik dan energi hijau, keberadaan sumber daya tersebut menjadi keunggulan yang tidak bisa diabaikan. Namun keunggulan itu hanya akan bermakna jika diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, riset, dan inovasi.

Karakter ketiga adalah daya tahan kolektif. Bangsa ini memiliki kemampuan luar biasa untuk bangkit setelah mengalami krisis. Tsunami Aceh tahun 2004 menjadi salah satu contoh paling nyata. Kehancuran yang terjadi saat itu begitu besar hingga banyak pihak meragukan kemampuan daerah tersebut untuk pulih. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Solidaritas masyarakat, dukungan nasional, dan semangat gotong royong mampu mempercepat proses pemulihan.

Hal yang sama terlihat pada krisis moneter 1998. Saat nilai rupiah terpuruk, perbankan runtuh, dan stabilitas politik terguncang, banyak pengamat memperkirakan Indonesia akan terpecah atau mengalami kemunduran berkepanjangan. Faktanya, Indonesia tetap berdiri dan berhasil menjalani proses reformasi politik yang kemudian menjadi fondasi demokrasi hingga saat ini.

Jika menengok lebih jauh ke belakang, kemampuan bertahan hidup itu sudah terlihat sejak masa kolonial. Kehadiran VOC bukan sekadar aktivitas perdagangan biasa. Pada masanya, VOC merupakan entitas ekonomi dan militer yang kekuatannya melampaui banyak negara. Namun masyarakat Nusantara tidak lenyap. Mereka beradaptasi, bertahan, dan pada akhirnya menjadi bagian dari proses panjang yang melahirkan Indonesia modern.

Perang kemerdekaan juga menunjukkan karakter serupa. Indonesia tidak memiliki persenjataan canggih dan tidak memiliki sumber daya yang sebanding dengan kekuatan kolonial saat itu. Namun bangsa ini memiliki sesuatu yang lebih penting: kemauan untuk bertahan dan keyakinan bahwa kemerdekaan harus diperjuangkan.

Dalam perspektif sejarah panjang, Indonesia sesungguhnya merupakan negara yang ditempa oleh krisis. Sebagian negara menjadi kuat karena stabilitas. Indonesia justru menjadi kuat karena pengalaman menghadapi ketidakstabilan. Krisis demi krisis telah menjadi proses seleksi sosial yang melatih kemampuan masyarakat untuk beradaptasi terhadap perubahan.

Di samping itu, Indonesia juga memiliki modal budaya yang sering diremehkan. Wayang, batik, tenun, arsitektur tradisional, sistem irigasi, hingga teknologi maritim Nusantara bukan sekadar produk seni dan budaya. Di dalamnya terdapat pengetahuan, keterampilan teknis, disiplin kerja, serta kemampuan organisasi yang diwariskan lintas generasi. Modal budaya semacam ini sering kali menjadi fondasi yang tidak terlihat tetapi sangat menentukan dalam pembangunan jangka panjang.

Tentu saja optimisme tidak boleh berubah menjadi euforia. Indonesia masih menghadapi pekerjaan rumah yang besar. Bonus demografi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pendidikan. Hilirisasi harus menghasilkan pemerataan kesejahteraan. Reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi harus terus diperkuat. Tanpa itu semua, peluang yang dimiliki Indonesia bisa saja terbuang.

Namun jika sejarah dijadikan panduan, sulit untuk menyimpulkan bahwa Indonesia sedang menuju kehancuran. Sebaliknya, sejarah menunjukkan bahwa bangsa ini memiliki kemampuan belajar yang tinggi, kapasitas adaptasi yang kuat, dan daya tahan kolektif yang luar biasa. Tiga karakteristik tersebut telah berkali-kali menyelamatkan Indonesia dari berbagai prediksi suram.

Karena itu, pertanyaan yang lebih tepat bukanlah apakah Indonesia akan hancur pada 2030. Pertanyaan yang layak diajukan adalah apakah Indonesia mampu memanfaatkan seluruh modal sejarahnya untuk melompat menjadi salah satu kekuatan ekonomi dan peradaban penting dunia pada abad ke-21. Sejarah sejauh ini memberi alasan yang cukup kuat untuk menjawab: peluang itu ada, dan tidak kecil.

(Wisnu/Mahar)