15 Juli 2026
14 Juli 2026
Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum, Kapolda Lampung Silaturahmi ke Kejaksaan Tinggi
REFORMASI-ID | LAMPUNG – Dalam rangka mempererat hubungan kelembagaan dan memperkuat koordinasi penegakan hukum di wilayah hukum Provinsi Lampung, Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf, didampingi Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Drs. Sumarto, melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung.
Kehadiran pucuk pimpinan Polda Lampung ini juga turut didampingi oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Lampung, yang disambut hangat oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung beserta jajarannya.
Kunjungan ini merupakan bagian dari langkah strategis kedua instansi untuk meningkatkan sinergitas serta memantapkan koordinasi yang selama ini telah berjalan dengan baik, Selasa (14/7/2026).
Hubungan yang harmonis antara Korps Bhayangkara dan Adhyaksa dinilai sangat krusial dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas penegakan hukum di Bumi Ruwa Jurai.
Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban tersebut, kedua institusi membahas berbagai agenda penting.
Fokus utama diskusi tertuju pada pentingnya membangun kolaborasi yang solid demi mewujudkan penegakan hukum yang profesional, transparan, objektif, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Melalui silaturahmi ini, kami berharap komunikasi antara Polda dan Kejati Lampung semakin intens dan berjalan searah. Koordinasi yang efektif adalah kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus memberikan kepastian hukum yang berkeadilan," ujar Helfi.
Dengan adanya pertemuan ini, Polda Lampung dan Kejati Lampung berkomitmen untuk terus berjalan beriringan, saling mendukung, dan memberikan pelayanan hukum terbaik demi menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Provinsi Lampung. (Hms/Mudian)
Atensi Dugaan Pelecehan Seksual di Rumah Sakit, Polda Sumsel: Penyidikan Berjalan Intensif
REFORMASI-ID | PALEMBANG — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan melalui Polres Ogan Komering Ulu Timur bergerak cepat menindaklanjuti laporan dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap seorang pasien perempuan di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Perkara yang menjadi perhatian publik setelah beredar luas di media sosial tersebut kini ditangani secara profesional, transparan, dan berorientasi pada perlindungan korban guna memberikan kepastian hukum kepada seluruh pihak.
Laporan resmi dibuat oleh suami korban berinisial TS pada Senin, 13 Juli 2026, dan tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP/B/141/VII/2026/SPKT/POLRES OGAN KOMERING ULU TIMUR/POLDA SUMATERA SELATAN. Laporan tersebut terkait dugaan tindak pidana kekerasan seksual dan/atau pencabulan yang diduga dilakukan oleh seorang oknum perawat laki-laki yang bertugas di ruang ICU RSUD Martapura.
Sebelumnya, pada Sabtu, 11 Juli 2026, pelapor mendatangi Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres OKU Timur untuk menyampaikan laporan awal secara lisan. Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Unit PPA bersama penyidik segera mendatangi lokasi kejadian guna melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan informasi awal, serta meminta keterangan dari korban yang saat itu masih menjalani perawatan medis di ruang ICU.
Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh penyidik, korban mengaku mengalami dugaan tindakan pelecehan fisik oleh terduga pelaku saat menjalani perawatan. Korban sempat meminta pihak rumah sakit memfasilitasi pertemuan dengan terduga pelaku sebagai upaya klarifikasi. Namun, setelah proses tersebut tidak menghasilkan penyelesaian, pihak keluarga memutuskan menempuh jalur hukum agar perkara dapat diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Saat ini, Satreskrim Polres OKU Timur terus melaksanakan serangkaian penyidikan, mulai dari pemeriksaan pelapor, korban, saksi-saksi, pengumpulan alat bukti, hingga koordinasi dengan instansi terkait. Penyidik juga menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur untuk memberikan pendampingan psikologis dan perlindungan kepada korban selama proses hukum berlangsung.
Kapolres Ogan Komering Ulu Timur AKBP Adik Listiyono, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa seluruh tahapan penyidikan dilaksanakan sesuai prosedur hukum yang berlaku dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta perlindungan terhadap korban.
“Seluruh proses penyidikan kami laksanakan secara profesional, objektif, dan berdasarkan alat bukti yang sah. Penyidik terus melengkapi administrasi penyidikan, memeriksa para saksi, mengumpulkan barang bukti, serta berkoordinasi dengan ahli agar penanganan perkara ini berjalan secara komprehensif dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak,” tegas Kapolres Ogan Komering Ulu Timur AKBP Adik Listiyono, S.I.K., M.H.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Polda Sumsel memberikan perhatian serius terhadap setiap laporan dugaan kekerasan seksual, terlebih apabila korbannya merupakan kelompok yang membutuhkan perlindungan khusus.
“Polda Sumatera Selatan berkomitmen menangani setiap laporan dugaan tindak pidana kekerasan seksual secara profesional, transparan, dan berkeadilan. Perlindungan terhadap korban menjadi prioritas, sementara proses hukum terhadap setiap terlapor tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah sesuai ketentuan yang berlaku. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan mempercayakan sepenuhnya proses penanganan kepada penyidik,” ujar Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.
Menurutnya. Penyidik saat ini masih terus mendalami seluruh fakta hukum melalui pemeriksaan saksi-saksi, pelibatan saksi ahli, serta gelar perkara untuk menentukan langkah hukum berikutnya.
"Apabila terpenuhi alat bukti yang cukup, perkara ini akan diproses sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan peraturan perundang-undangan lainnya yang relevan," jelasnya.
Selain itu sampainya. Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya perempuan dan anak, serta memastikan setiap dugaan tindak pidana ditangani secara profesional, transparan, dan akuntabel.
"Demi mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri," pungkasnya. (hms/mdn)
Marindo Wakili Gubernur Lampung Siapkan Pemimpin Birokrasi Adaptif Lewat PKN Tingkat II Angkatan XXIV
REFORMASI-ID | Lampung - Pemerintah Provinsi Lampung secara resmi membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIV Tahun 2026. Pembukaan dilakukan oleh Sekdaprov Lampung, Marindo Kurniawan, mewakili Gubernur Lampung, di Gedung Pusiban, Selasa (14/07/2026).
Pelaksanaan PKN Tingkat II kali ini mengusung tema "Kepemimpinan Adaptif untuk Mendukung Transformasi Tata Kelola Lingkungan Berkelanjutan". Agenda strategis ini diikuti oleh para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dari lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, serta perwakilan kementerian.
Pelatihan yang akan berlangsung hingga 13 November 2026 mendatang ini, diikuti oleh total 47 orang peserta. Para peserta merupakan jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama berbagai instansi daerah dan pusat.
Materi PKN Tingkat II tahun ini disusun secara komprehensif melalui metode kurikulum dari LAN RI. Struktur pengajaran meliputi kelompok mata pelatihan inti, seperti pengelolaan diri (integritas), kepemimpinan strategis (digitalisasi dan wirausaha), manajemen strategis sektor publik, hingga aktualisasi proyek perubahan. Selain itu, aspek penguatan mindset dan tata kelola pemerintahan digital (e-government) juga menjadi instrumen dasar yang wajib ditempuh seluruh peserta.
Saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Lampung, Sekdaprov Marindo Kurniawan menekankan pentingnya penguatan kapasitas kepemimpinan ASN di tengah dinamika disrupsi global, perubahan iklim, dan tingginya ekspektasi publik. Birokrasi masa kini dituntut tidak hanya piawai dalam menjalankan fungsi administratif semata, tetapi wajib bertransformasi menjadi penggerak perubahan yang inovatif.
"Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan memperoleh manfaat nyata berupa penguatan kapasitas berpikir strategis, kemampuan membangun kolaborasi, ketajaman dalam membaca perubahan, serta keberanian untuk menghadirkan solusi yang adaptif dan berkelanjutan," ujar Sekdaprov Marindo.
Sekdaprov Lampung selanjutnya menegaskan bahwa arah pembangunan daerah saat ini wajib berjalan beriringan dengan visi besar "Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045'. Tolok ukur keberhasilan daerah tidak lagi semata-mata bertumpu pada angka pertumbuhan ekonomi, melainkan sejauh mana aparatur mampu menjaga ekosistem dan memitigasi dampak perubahan iklim secara terpadu.
Tema besar kelestarian lingkungan dalam PKN ini dijabarkan ke dalam tiga pilar strategis, meliputi kepemimpinan adaptif dalam mengakselerasi tata ruang berwawasan lingkungan, perlindungan sumber daya alam dan pengendalian pencemaran, serta peningkatan ketahanan iklim dan mitigasi bencana.
Dalam kesempatan yang sama, Sekdaprov turut menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada LAN RI atas kembalinya kepercayaan yang diberikan kepada Provinsi Lampung sebagai penyelenggara kediklatan tingkat nasional.
Di akhir sambutan, Pemerintah Provinsi Lampung menitipkan lima pesan penting kepada para peserta kualifikasi pimpinan tinggi tersebut. Salah satunya agar proyek perubahan yang digagas selama pelatihan berlangsung dapat langsung diimplementasikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Pastikan setiap aksi perubahan yang Saudara susun tidak berhenti pada tataran administratif, tetapi benar-benar menjadi inovasi yang aplikatif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan, daya saing daerah, serta kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Penjaminan Mutu Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran ASN di Lembaga Administrasi Negara (LAN) Army Winarty menegaskan bahwa isu lingkungan ekologis tidak lagi bisa dipandang sebagai domain dinas teknis atau sektoral semata.
"Lingkungan hidup hari ini adalah sebuah isu pembangunan, isu ekonomi, isu fiskal, isu terkait dengan keamanan manusia, isu kesehatan, isu energi, sekaligus isu tata kelola pemerintahan," tegas Army Winarty.
Berdasarkan data terkini dari Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) serta visualisasi frekuensi bencana alam nasional, Indonesia dihadapkan pada implikasi nyata perubahan iklim global, mulai dari lonjakan suhu cuaca ekstrem, fluktuasi curah hujan, hingga ancaman degradasi wilayah pesisir. Fenomena ini memberikan tekanan masif terhadap rantai ketahanan pangan serta kelompok masyarakat rentan. Oleh karena itu, penanganan bencana tidak boleh lagi ditempatkan sebatas langkah responsif kedaruratan jangka pendek, melainkan wajib masuk ke dalam arsitektur kebijakan strategis nasional berbasiskan data valid (evidence-based policy).
Deputi LAN kemudian menjabarkan esensi penting dari model kepemimpinan adaptif. Ia mencontohkan perbedaan antara penyelesaian masalah teknis taktis, seperti perbaikan drainase, dengan penyelesaian tantangan adaptif yang membutuhkan pendekatan komprehensif atas tata ruang, penyusutan kawasan resapan, koordinasi lintas instansi yang lemah, hingga transformasi budaya kolektif masyarakat.
Melalui orientasi PKN Tingkat II ini, para peserta diuji untuk menggeser paradigma berpikir aparatur negara, dari yang semula bersifat sektoral menjadi kolaboratif, serta dari orientasi reaktif kepatuhan administratif menjadi antisipatif guna menghasilkan dampak nilai publik yang berdaya guna tinggi (public value). Tata ruang pun ditekankan bukan lagi sebatas peta zonasi dan aspek perizinan formal, namun merupakan keputusan politik, teknokratis, dan moral guna menyeimbangkan ekosistem manusia dengan alam.
Menutup arahannya, Deputi LAN mengingatkan tuntutan mutlak bagi birokrasi masa depan yang tidak lagi memberi ruang bagi para pemimpin yang hanya berlindung di zona nyaman rutinitas organisasi.
"Birokrasi masa depan tidak butuh pemimpin yang hanya nyaman dengan rutinitas yang ada. Tetapi pemimpin yang adaptif adalah pemimpin yang berani membuang logika hari kemarin, berani berinovasi, dan siap membentangkan layar transformasi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan kelas dunia demi kesejahteraan," tutupnya. (**)
Pokja Wartawan Setu Harap SMKN 1 Setu Tingkatkan Profesionalisme Pelayanan Publik
Nyago Bumi Sriwijaya, Kapolda Sumsel dan Pangdam II/Sriwijaya Tegaskan Komitmen Bersama untuk Masyarakat
REFORMASI-ID | PALEMBANG — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Markas Kodam II/Sriwijaya, Palembang, Selasa (14/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi, soliditas, dan kolaborasi antara TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan, mendukung pembangunan nasional, serta memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Sumatera Selatan tetap aman dan kondusif.
Kapolda Sumsel hadir didampingi Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., bersama jajaran Pejabat Utama Polda Sumsel. Rombongan disambut langsung Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., beserta jajaran Kodam II/Sriwijaya. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan yang mencerminkan eratnya hubungan kelembagaan antara TNI dan Polri di Bumi Sriwijaya.
Silaturahmi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi strategis antar-pimpinan kedua institusi guna memastikan koordinasi di lapangan berjalan efektif, cepat, dan terpadu dalam menghadapi berbagai dinamika keamanan. Soliditas TNI–Polri dipandang sebagai salah satu pilar utama dalam menjaga stabilitas daerah, melindungi masyarakat, serta menciptakan iklim pembangunan dan investasi yang kondusif.
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa komunikasi dan kebersamaan merupakan fondasi utama dalam menjaga soliditas kedua institusi.
“Silaturahmi seperti ini penting untuk menjaga komunikasi dan kebersamaan. TNI dan Polri di Sumatera Selatan adalah mitra sekaligus saudara dalam pengabdian. Dengan komunikasi yang baik, setiap tugas dan dinamika di lapangan dapat kita hadapi bersama demi terwujudnya situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif,” tegas Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.
Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., menyambut baik kunjungan silaturahmi Kapolda Sumsel beserta jajaran dan menegaskan bahwa hubungan TNI–Polri di Sumatera Selatan selama ini telah terjalin sangat baik serta menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas wilayah.
“Soliditas TNI dan Polri merupakan kekuatan bangsa yang harus terus dipelihara. Dengan komunikasi yang intensif, koordinasi yang baik, dan semangat kebersamaan, saya yakin seluruh tantangan tugas dapat kita hadapi bersama demi menjaga keamanan, mendukung pembangunan, serta memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat Sumatera Selatan,” ujar Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A.
Sinergi yang terus diperkuat antara Polda Sumsel dan Kodam II/Sriwijaya tidak hanya diwujudkan pada tingkat pimpinan, tetapi juga melalui koordinasi yang solid hingga tingkat satuan kewilayahan. Kolaborasi tersebut menjadi modal penting dalam pelaksanaan pengamanan agenda nasional dan daerah, penanggulangan bencana, pemberantasan kejahatan lintas wilayah, penguatan ketahanan pangan, serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan yang membutuhkan kerja sama lintas institusi.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa silaturahmi tersebut menjadi bukti nyata komitmen kedua institusi dalam menjaga komunikasi yang harmonis dan memperkuat kolaborasi demi kepentingan masyarakat.
“Kunjungan ini menegaskan bahwa sinergi TNI dan Polri di Sumatera Selatan terus terjaga dengan sangat baik. Semangat yang dibangun adalah memperkuat komunikasi, mempercepat koordinasi, serta memastikan setiap pelaksanaan tugas dilakukan secara terpadu demi menghadirkan rasa aman, mendukung pembangunan, dan menjaga Sumatera Selatan tetap kondusif,” ujar Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.
Melalui semangat “Nyago Bumi Sriwijaya”, Polda Sumatera Selatan bersama Kodam II/Sriwijaya menegaskan komitmen untuk terus menjaga soliditas sebagai fondasi utama dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, mendukung keberhasilan pembangunan nasional, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi negara. Kebersamaan TNI–Polri bukan sekadar simbol persatuan, melainkan kekuatan nyata dalam menghadirkan keamanan, stabilitas, dan kesejahteraan bagi masyarakat Sumatera Selatan serta mendukung terwujudnya Indonesia yang semakin maju. (Hms/Mdn)
Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri Gelar Pengecekan Berkala Almatsus dan Ranmor Dinas
Gerak Cepat Polsek Bekasi Selatan, Sopir Angkot yang Ngamuk dan Rusak Mobil di Pekayon Diciduk dan Jadi Tersangka
REFORMASI -ID | KOTA BEKASI – Polsek Bekasi Selatan menetapkan seorang pengemudi angkutan kota (angkot) berinisial AA (20) sebagai tersangka dalam kasus perusakan mobil dan percobaan pemukulan terhadap pengendara lain di wilayah Bekasi.
13 Juli 2026
Polda Lampung Berhasil Mengamankan DPO Kasus Narkotika Dari Aceh
REFORMASI-ID | Lampung – Polda Lampung berhasil mengamankan narapidana kasus narkotika yang sebelumnya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) A, dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Lhokseumawe, Aceh.
Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung yang dipimpin langsung oleh AKBP Radius Utama, Kasubdit 3 Dit Resnarkoba Polda Lampung beserta tim pada 8–10 Juli 2026 sebagai bagian dari upaya menuntaskan proses hukum terhadap tersangka yang sempat melarikan diri dari Rumah Tahanan Direktorat Tahti Polda Lampung.
A diketahui melarikan diri dari Rutan Dit Tahti Polda Lampung pada 6 Desember 2023. Sejak saat itu, Polda Lampung melakukan pengejaran dan menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO).
Meski sempat buron, berkas perkara narkotika atas nama A telah dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Kejaksaan Tinggi Lampung sehingga tinggal menunggu pelimpahan tersangka dan barang bukti ke pengadilan.
Dalam pelariannya, A kembali ditangkap oleh Satresnarkoba Polres Aceh Utara pada 26 April 2025 terkait kasus peredaran narkotika dengan barang bukti sekitar satu kilogram sabu.
Selama menjalani pidana di Lapas Kelas IIA Lhokseumawe, yang bersangkutan juga tercatat terlibat dalam perkara lain, yakni penyelundupan senjata api ilegal dan penganiayaan terhadap sesama narapidana.
Tim Ditresnarkoba Polda Lampung selanjutnya melakukan pengejaran ke Aceh dan membawa A melalui jalur udara hingga tiba di Bandara Raden Intan II Lampung pada 10 Juli 2026.
Kemudian tersangka A diserahterimakan secara resmi kepada pihak Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung untuk menjalani penahanan dan proses hukum lebih lanjut.
Kabid Humas menegaskan, keberhasilan menghadirkan kembali narapidana tersebut menjadi bukti sinergi antara Polri, Kejaksaan, serta jajaran Pemasyarakatan dalam memastikan tidak ada perkara pidana yang terhenti akibat pelaku melarikan diri.
"Polda Lampung akan terus mengedepankan penegakan hukum yang tegas, terukur, dan berkeadilan.
Setiap pelaku tindak pidana harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di hadapan hukum sebagai bentuk kepastian hukum bagi masyarakat," tutup mantan Kapolres Metro Lampung. (Hms/Mdn)
Siasat PKB Lampung Kejar Pasar TikTok dan Instagram
REFORMASI-ID | Lampung - Siapa nyana, urusan mengelola jagat maya kini menjadi agenda super serius bagi sebuah partai politik di tingkat wilayah. Hari-hari ini, pertempuran merebut hati publik tak lagi sekadar adu megah baliho di pinggir jalan, melainkan adu kreatif di layar gawai yang berputar tanpa jeda selama 24 jam.
Sadar akan pergeseran angin tersebut, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Lampung memilih bergerak taktis.
Mereka mengumpulkan para operator dari berbagai daerah di Kantor DPW PKB, Bandar Lampung, pada Minggu (12/7/2026) dengan acara bertajuk Pelatihan Pengelolaan Administrasi dan Media Sosial untuk Peningkatan Profesionalisme Kader PKB Lampung.
Namun di balik nama formal itu, ada misi besar untuk merombak total cara partai menyapa warga digital.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Di era di mana arus informasi mengalir secepat kedipan mata, media sosial telah menjelma menjadi jembatan informasi yang sangat krusial. Publik butuh tahu apa yang dikerjakan para wakil rakyat mereka secara riil dan instan.
"Agar medsos kita semakin mengudara dan masif, semua kegiatan kita dapat diterima masyarakat. Oleh karenanya, kita melakukan upgrade kemampuan pada staf DPC kita yang ada di 15 kabupaten/kota se-Lampung," ujar Wakil Sekretaris DPW PKB Lampung, Munir Abdul Haris melalui pernyataan persnya, Senin (13/7/2026).
Dalam pelatihan ini, bidikan utama tidak diarahkan ke platform yang kaku. PKB Lampung justru memfokuskan radar pada tiga raksasa digital yang kini sedang digandrungi lintas generasi berupa TikTok, Facebook, dan Instagram.
Para staf DPC diuji dan diajari cara meracik konten yang renyah, tidak membosankan, namun tetap sarat isi secara struktural.
Tantangannya, sambung Munir, jelas tidak mudah. Mengelola akun di 15 daerah dengan karakteristik geografis dan konstituen yang berbeda membutuhkan napas panjang. Di sinilah kedisiplinan para kader digital itu diuji.
"Target kita, medsos kita masif, konsisten, istiqomah, dan mengudara. Sehingga masyarakat mengetahui apa saja yang dilakukan oleh PKB secara struktural," tutur Munir menekankan pentingnya konsistensi di ruang siber.
Bagi PKB Lampung, urai Munir, konten yang bagus barulah separuh jalan. Paruh berikutnya dan yang paling berat adalah menjaga agar pasokan informasi itu tidak timbul tenggelam.
Munir menggarisbawahi bahwa tanpa adanya fokus dan ketekunan dari para operator di 15 kabupaten/kota, pesan politik partai akan dengan mudah tenggelam oleh riuhnya algoritma media sosial.
“Lewat gemblengan sehari penuh ini, DPW PKB Lampung berharap ada wajah baru yang muncul dari akun-akun resmi partai di daerah,” urai Munir.
Dalam pelatihan tersebut, jelas Munir lagi, para staf DPC dipaksa untuk menerima materi dengan metode teori dan praktik.
“Bahkan tadi ada praktik wawancara langsung ke saya, praktik foto. Pokoknya mereka sudah siap perang,” jelas Munir.
Dalam waktu singkat ini, Munir meyakini, wajah media sosial PKB tidak akan monoton seperti dulu. Ada warna baru di setiap postingan.
“Bukan lagi sekadar memajang foto dokumentasi formal yang kaku, melainkan menyajikan narasi politik yang lebih hidup, segar, dan solutif bagi masyarakat Bumi Ruwa Jurai,” tutup Munir. (*)
Respons Tanggap Darurat! Aksi Heroik Penyelamatan SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel oleh Tim K-9 Khusus Penjinak Bom
Respons Cepat! Tim Patroli Perintis Presisi Evakuasi Korban Kecelakaan di Terowongan UI
Hadirkan Rasa Aman Tanpa Sekat, Personel Ditsamapta Polri Sambangi Pos Ronda Cikeas
Polda Lampung berhasil sabet 10 medali di kejuaraan nasional Taekwondo Kapolri Cup 7 tahun 2026
REFORMASI-ID | Lampung – Tim Taekwondo Polda Lampung mengukir prestasi membanggakan dengan meraih 10 medali pada Kejuaraan Nasional Kapolri Cup 7 Tahun 2026 yang berlangsung di Indoor Stadium, Tangerang, Banten, pada 8–11 Juli 2026. Kontingen Polda Lampung berhasil membawa pulang tujuh medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu, sekaligus menegaskan keberhasilan pembinaan olahraga prestasi di lingkungan Polda Lampung.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, mengungkapkan capaian tersebut merupakan buah dari pembinaan yang berkesinambungan, disiplin latihan, serta semangat juang para atlet dalam mengharumkan nama institusi di tingkat nasional.
"Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Polda Lampung. Keberhasilan para atlet menunjukkan bahwa personel Polri tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan melayani masyarakat, tetapi juga mampu berprestasi di bidang olahraga melalui pembinaan yang terarah dan berkelanjutan," ujar Yuni.
Tujuh medali emas diraih pada nomor Kyorugi Perorangan Putra oleh Brigpol Jaja Prawiro, S.H. dari Satbrimob Polda Lampung, Brigpol Rizky Sutrisno dari Ditintelkam Polda Lampung, Bripda Genlin Nurhuda Lingga dari Satbrimob Polda Lampung, Bripda Rizky Akbar Hidayat dari Polresta Bandar Lampung, Bripda M. Edo Herlando dari Polres Tulang Bawang, Bripda M. Arsyad Dandi Putra dari Satbrimob Polda Lampung, serta Bripda Andri Wisnu Prawobo dari Polres Way Kanan.
Sementara itu, dua medali perak dipersembahkan Bripda M. Rizky Prasetya dari Bidprovost Polda Lampung dan Bripda Anang Maulana dari Satbrimob Polda Lampung pada nomor Kyorugi Perorangan Putra. Bripda M. Rizky Prasetya juga menyumbangkan satu medali perunggu pada nomor Poomsae Perorangan Putra kategori Prestasi Polri.
Yuni menambahkan, prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kompetensi, integritas, dan daya saing, baik dalam pelaksanaan tugas kepolisian maupun pada berbagai ajang olahraga.
Menurutnya, pembinaan olahraga merupakan bagian dari upaya membentuk personel Polri yang sehat, tangguh, disiplin, dan berkarakter.
Keberhasilan Tim Taekwondo Polda Lampung pada Kejuaraan Nasional Kapolri Cup 7 Tahun 2026 menjadi bukti nyata komitmen Polda Lampung dalam mendukung program pembinaan sumber daya manusia Polri yang Presisi serta melahirkan personel berprestasi yang mampu mengharumkan nama institusi di tingkat nasional. (Mudian)
Ribuan Pelari Meriahkan Sumsel Bhayangkara Run 2026, Danrem 044/Gapo Hadir Beri Dukungan
REFORMASI-ID | Palembang – Komandan Korem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.I.P., M.M., didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 044 PD II/Sriwijaya, Ibu Vera Khabib Mahfud, menghadiri sekaligus mengikuti kegiatan Sumsel Bhayangkara Run 2026 yang digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Sport City (JSC), Jalan Gubernur H. Ahmad Bastari Kota Palembang, Minggu (12/7/2026).
Kegiatan olahraga berskala nasional tersebut berlangsung meriah dengan diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah yang berpartisipasi dalam tiga kategori lomba, yakni 21K Half Marathon, 10K Run, dan 5K Fun Run. Pelepasan peserta (flag off) dilaksanakan secara bertahap, dimulai pukul 05.00 WIB untuk kategori 21K Half Marathon, pukul 05.30 WIB untuk kategori 10K Run, serta pukul 06.00 WIB untuk kategori 5K Fun Run.
Kehadiran Danrem 044/Gapo bersama Ketua Persit KCK Koorcab Rem 044 merupakan bentuk dukungan TNI terhadap penyelenggaraan kegiatan olahraga yang tidak hanya mendorong pola hidup sehat, tetapi juga mempererat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Brigjen TNI Khabib Mahfud bersama Ibu Vera Khabib Mahfud turut menyerahkan medali kepada para juara kategori 5K Pelajar Putra dan Putri. Penyerahan medali berlangsung penuh semangat dan menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan, sportivitas, serta prestasi para pelajar yang telah berkompetisi dengan penuh dedikasi.
Danrem 044/Gapo menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Sumsel Bhayangkara Run 2026 yang dinilai mampu menjadi ajang mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan budaya hidup sehat di tengah masyarakat.
"Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya membangun kebugaran jasmani, tetapi juga memperkuat semangat persatuan, kebersamaan, dan sinergitas seluruh komponen bangsa. Semoga Sumsel Bhayangkara Run terus menjadi agenda positif yang mampu menginspirasi masyarakat untuk membiasakan hidup sehat serta mempererat soliditas TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat," ujar Danrem. (Mudian)
Ziarah ke Makam Mbah Raden Singaperbangsa, Leluhur Karawang Keturunan Galuh
12 Juli 2026
Dua Anggota PWI Lampung Selatan Lulus UKW ke-38, Perkuat Barisan Wartawan Berkompetensi
REFORMASI-ID | LAMPUNG – Komitmen meningkatkan profesionalisme wartawan terus ditunjukkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung Selatan. Dua anggotanya, Ahmad Dini Eka Saputra dan Angga Prayoga, berhasil dinyatakan berkompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke-38 yang digelar PWI Lampung pada 9–10 Juli 2026. Keduanya lulus pada jenjang Wartawan Muda setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pengujian yang dipimpin penguji bersertifikat dari Dewan Pers.
Dalam UKW tersebut sebanyak 36 wartawan mengikuti uji kompetensi. 31 diantaranya dinyatakan berkompeten baik dijenjang muda dan madya. Keberhasilan tersebut disambut bangga Ketua PWI Lampung Selatan, Edwin Apriandi. Menurutnya, capaian itu menjadi bukti bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia di tubuh organisasi terus berjalan.
"Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Ahmad Dini Eka Saputra dan Angga Prayoga atas keberhasilannya meraih sertifikat kompetensi. Semoga kompetensi yang telah diperoleh menjadi bekal untuk menghasilkan karya jurnalistik yang profesional, beretika, dan semakin bermanfaat bagi masyarakat," ujar Edwin di Balai Solfian Akhmad, Kantor PWI Lampung, Bandarlampung, Jumat (10/7/2026).
Dengan bertambahnya dua wartawan yang dinyatakan kompeten, jumlah anggota PWI Lampung Selatan yang telah mengantongi sertifikat UKW kini mencapai 46 orang. Rinciannya terdiri atas 5 wartawan utama, 13 wartawan madya, dan 28 wartawan muda.
Edwin yang juga pemegang sertifikat Wartawan Utama mengatakan, pencapaian tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat kualitas organisasi sekaligus menjaga marwah profesi wartawan.
"Alhamdulillah, setiap pelaksanaan UKW selalu ada anggota PWI Lampung Selatan yang berhasil lulus. Ini menunjukkan semangat belajar dan meningkatkan kapasitas profesi terus tumbuh di kalangan anggota," katanya.
Ia menegaskan, peningkatan kompetensi wartawan merupakan amanah organisasi sekaligus kebutuhan profesi di tengah tantangan dunia jurnalistik yang terus berkembang. Karena itu, PWI Lampung Selatan berkomitmen mendorong seluruh anggotanya mengikuti UKW hingga seluruhnya memiliki sertifikat kompetensi.
"Saat ini masih ada belasan anggota yang belum mengikuti atau belum mengantongi sertifikat UKW. Kami berharap dukungan dari pemerintah daerah, mitra, dan seluruh stakeholder agar target seluruh anggota PWI Lampung Selatan berkompetensi dapat segera terwujud," ujarnya.
Edwin juga mengapresiasi konsistensi PWI Lampung yang terus menyelenggarakan UKW meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan.
"Pelaksanaan UKW memang tidak mudah, mulai dari kuota hingga pembiayaan. Namun PWI Lampung membuktikan komitmennya untuk terus menjaga kualitas wartawan. UKW tidak boleh berhenti dengan alasan apa pun karena ini menjadi fondasi profesionalisme pers," tegasnya.
Sementara itu, raut bahagia terlihat dari Ahmad Dini Eka Saputra dan Angga Prayoga usai dinyatakan lulus. Selama dua hari pelaksanaan UKW, keduanya harus menuntaskan 11 mata uji yang mengukur kemampuan jurnalistik, mulai dari etika, teknik peliputan, penulisan berita, hingga pemahaman terhadap regulasi pers.
"Alhamdulillah, seluruh rangkaian ujian bisa kami selesaikan dengan baik. Terima kasih atas doa dan dukungan semua pihak. Semoga ilmu dan sertifikat yang kami peroleh dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas dalam menjalankan profesi wartawan," ujar Angga, diamini Ahmad Dini Eka Saputra.
Sementara itu, Ketua PWI Lampung, H. Wirahadikusumah, mengingatkan bahwa sertifikat kompetensi bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam menjalankan profesi jurnalistik.
Menurutnya, kompetensi harus tercermin dalam praktik jurnalistik sehari-hari melalui penerapan kode etik, disiplin melakukan verifikasi, serta menyajikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
Ia menambahkan, di era digital saat ini proses distribusi informasi tidak lagi sepenuhnya berada di tangan wartawan. Karena itu, insan pers harus memperkuat fungsi sebagai clearing house dengan memastikan setiap informasi telah melalui proses verifikasi yang ketat.
"Berita itu harus fakta sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan jernih," ujarnya. (***)
Kuda Turangga dan K9 Ditpolsatwa Polri Jadi Primadona Warga di CFD Margonda Depok
Pastikan Warga Nyaman Berolahraga, Ditsamapta Korsabhara Baharkam Patroli Humanis di CFD Jakarta
Blusukan ke Pemukiman, Cara Korsabhara Baharkam Polri Jaga Kondusifitas Lingkungan
11 Juli 2026
Jaga Kondusifitas Kamtibmas, Ditsamapta Korsabhara Baharkam Polri Terjunkan Personel Patroli
Patroli Dialogis Jalan Kaki, Detasemen Perintis Korsabhara Polri Jaga Kondusivitas Wilayah Pengadegan
10 Juli 2026
Kombes Pol Edy Sumardi Apresiasi Semangat Tim SMP PT Lestari Banten Energi pada Penutupan Bintek
Anak Kuli Bangunan Raih Predikat Ati Trengginas, Bukti Kesempatan Setara di Akpol
Capaja Polri Diminta Tak Gengsi Belajar dari Anggota Pangkat Lebih Rendah-Senior
Hari Bhayangkara ke-80, Wakapolri Tanamkan Kepedulian Sosial kepada Taruna Akpol Lewat Santunan Anak Yatim
Ads 970x90


























