Media Reformasi Indonesia (MRI)

13 September 2026

Tertahan di Semifinal, Jurnalis Bitung Pulang dengan Kepala Tegak; JPK Kotamobagu Angkat Piala Joune Ganda 2026

 



REFORMASI-ID | MINAHASA UTARA — Jurnalis Biro Bitung harus mengakhiri langkahnya di babak semifinal Turnamen Mini Soccer Antarwartawan se-Sulawesi Utara Piala Joune Ganda 2026. Menghadapi Jurnalis Polres Kotamobagu (JPK), Bitung kalah tipis 1-2 dalam pertandingan empat besar yang berlangsung ketat dan bertensi tinggi.

Jurnalis Bitung sebenarnya membuka pertandingan dengan menjanjikan. Pada menit kelima, Jamal Gani berhasil merobek gawang JPK dan membawa timnya unggul 1-0.

Keunggulan itu membuat permainan semakin hidup. JPK yang memiliki materi pemain relatif lebih kuat mulai meningkatkan tekanan. Namun, Jurnalis Bitung mampu bertahan dan beberapa kali mengancam melalui serangan balik.

Memasuki babak kedua, tekanan JPK semakin deras. Hanya beberapa menit setelah permainan dilanjutkan, JPK berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Kedua tim kemudian terlibat jual beli serangan. Pertandingan berubah menjadi duel ketahanan fisik dan konsentrasi. JPK akhirnya menemukan celah dan mencetak gol kedua untuk membalikkan keadaan menjadi 2-1.

Hingga peluit akhir berbunyi, skor tidak berubah. JPK melaju ke final, sedangkan Jurnalis Biro Bitung harus puas mengakhiri turnamen di posisi empat.

Bagi Bitung, kekalahan itu tidak menghapus pencapaian mereka. Dengan komposisi pemain yang relatif terbatas dan sebagian besar pemain tetap menjalankan aktivitas sebagai jurnalis, perjalanan hingga empat besar menjadi catatan tersendiri.

Pelatih Jurnalis Biro Bitung, Coach Rego, mengatakan dirinya tetap bersyukur atas perjuangan tim.

“Kami sangat bersyukur Jurnalis Bitung bisa masuk empat besar. Materi pemain kami seadanya dan mereka semua juga aktif sebagai jurnalis. Jadi, pencapaian ini patut diapresiasi,” ujar Rego.

Di turnamen seperti ini, angka di papan skor memang menentukan siapa yang melaju. Namun, lapangan juga mempertemukan wartawan dari berbagai daerah yang selama ini lebih sering bertemu dalam urusan pekerjaan.

JPK Sempurnakan Perjalanan dengan Gelar Juara

Jurnalis Polres Kotamobagu kemudian menyempurnakan perjalanan mereka dengan merebut gelar juara Piala Joune Ganda 2026.

Pada partai final, JPK kembali menunjukkan ketajamannya. Mereka mengalahkan Jurnalis Biro Sangihe dengan skor 3-1.

Hasil tersebut menempatkan JPK sebagai juara pertama Turnamen Mini Soccer Antarwartawan se-Sulawesi Utara Piala Joune Ganda 2026.

Jurnalis Biro Sangihe harus puas sebagai juara kedua. Sementara TVRI Manado menempati peringkat ketiga dan Jurnalis Biro Bitung berada di posisi keempat.

Daftar Juara Piala Joune Ganda 2026

Juara I: Jurnalis Polres Kotamobagu — piala tetap Bupati Minahasa Utara Joune Ganda dan bonus Rp6 juta.

Juara II: Jurnalis Biro Sangihe — piala tetap dan bonus Rp5 juta.

Juara III: TVRI Manado — piala tetap dan bonus Rp4 juta.

Juara IV: Jurnalis Biro Bitung — piala tetap dan bonus Rp3 juta.

Ketua Panitia Pelaksana, Candra Mateos, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Minahasa Utara Joune Ganda atas dukungan terhadap pelaksanaan turnamen.

“Saya berterima kasih dan mengapresiasi Bapak Joune Ganda yang telah mendukung kegiatan ini hingga terlaksana dengan baik,” kata Candra.

Menurut Candra, turnamen tersebut sejak awal tidak semata-mata dirancang untuk mencari pemenang. Pertandingan menjadi ruang silaturahmi wartawan dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Utara.

Dari Kompetisi Menuju Tradisi

Bupati Minahasa Utara Joune Ganda, melalui Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Minahasa Utara Ruben Lengkong, menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh tim yang ambil bagian.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan sebagai ruang silaturahmi insan pers sekaligus mendorong budaya olahraga di tengah masyarakat.

“Yang paling utama adalah terjalinnya silaturahmi antara wartawan, pemerintah dan masyarakat. Selamat dan sukses untuk kita semua. Salam olahraga, torang Joune Ganda,” ujar Ruben mewakili Bupati Joune Ganda.

Penutupan turnamen berlangsung lancar dan kondusif. Hadir dalam kegiatan tersebut Ruben Lengkong, Camat Airmadidi Olvien Pandean, Kasi Dispora Pemkab Minahasa Utara Yanto Luasunaung, Candra Mateos bersama jajaran panitia, serta tim medis dari Dinas Kesehatan Pemkab Minahasa Utara.

Bagi Jurnalis Biro Bitung, semifinal menjadi batas perjalanan tahun ini. Mereka tidak membawa pulang trofi juara pertama, tetapi membawa catatan bahwa skuad yang dibangun dari para pekerja media mampu bertahan hingga empat besar.

Harapan pun muncul agar turnamen semacam ini tidak berhenti pada Piala Joune Ganda 2026. Kompetisi antarrekan wartawan di Sulawesi Utara diharapkan dapat menjadi agenda tahunan dan, suatu saat, berkembang menjadi turnamen yang mempertemukan jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia.

JPK Kotamobagu membawa pulang piala. Sangihe menjadi runner-up. TVRI Manado merebut tempat ketiga. Jurnalis Bitung tertahan di semifinal dan finis keempat. Tetapi dari lapangan itu, semua pulang membawa sesuatu yang tidak tercatat dalam klasemen: silaturahmi.

Keluarga Besar Media Reformasi Indonesia Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Alm. Ahirin


REFORMASI-ID | JAKARTA – Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Seluruh jajaran dewan redaksi, staf, dan karyawan Media Reformasi Indonesia tengah diselimuti awan duka yang mendalam dan  menyampaikan rasa bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ke rahmatullah, Almarhum Ahirin. Jakarta, Minggu, 13/09/2026.

"Kepergian Almarhum Ahirin yang diketahui saudara Kandung dari Muhammad Mudian (Kaperwil) Kepala Perwakilan Wilayah Sumatera, merupakan sebuah kehilangan yang teramat besar bagi kita semua. Semasa hidupnya, Almarhum dikenal sebagai pribadi yang baik, berdedikasi, serta meninggalkan jejak kebaikan yang akan selalu dikenang oleh keluarga, rekan kerja, dan kerabat yang ditinggalkan," ucap Bung Wisnu Wicaksana.

Dalam keterangan resminya CEO www.reformasiindonesia.com Wisnu Wicaksana, didampingi Dewan Redaksi Mahar Prastowo dan Pimpinan Redaksi Trias Budianto menyampaikan, Semoga segala amal ibadah serta dedikasi yang telah ditorehkan semasa hidupnya diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala kekhilafannya, dan diberikan tempat terbaik di surga-Nya.

"Kami juga mendoakan agar seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, serta kekuatan iman dalam menghadapi ujian dan masa-masa sulit ini. Semoga ketenangan menyertai almarhum dalam peristirahatan terakhirnya," ungkap CEO media Reformasi Indonesia Bung Wisnu Wicaksana. 

"Selamat jalan, Almarhum Ahirin. Hormat Kami, Dewan Redaksi Media Reformasi Indonesia," pungkasnya. (Red)

Jurnalis Bitung di Empat Besar, Pantang Kalah dan Mengincar Trofi Piala Joune Ganda

 



REFORMASI-ID | BITUNG — Turnamen mini soccer antarkomunitas wartawan se-Sulawesi Utara (Sulut) memperebutkan Piala Joune Ganda kini memasuki fase krusial. Empat tim terbaik telah memastikan tiket ke babak semifinal, termasuk Tim Jurnalis Bitung yang tampil konsisten sepanjang fase penyisihan.

Berlaga di Inspire Arena, Kelurahan Sukur, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, Tim Jurnalis Bitung berhasil melangkah ke babak empat besar setelah melewati pertandingan pada fase sebelumnya dengan hasil yang cukup meyakinkan.

Pada Sabtu (12/9/2026), permainan solid dan kekompakan skuad Jurnalis Bitung terlihat saat menghadapi Jurnalis Sangihe dan Doulus. Dua pertandingan tersebut berakhir imbang, namun hasil itu cukup untuk mengantarkan tim asal Kota Bitung melaju ke putaran berikutnya sekaligus mempertahankan catatan belum terkalahkan.

Memasuki babak empat besar, persaingan dipastikan semakin ketat. Sesuai aturan pertandingan yang diberlakukan pada fase semifinal, setiap laga akan dimainkan dalam dua babak, masing-masing berdurasi 10 menit.

Dengan demikian, total waktu pertandingan mencapai 20 menit dan diselingi waktu istirahat selama tiga menit sebelum memasuki babak kedua.

Coach Rego mengatakan, keberhasilan Jurnalis Bitung menembus semifinal merupakan buah dari kerja keras dan kekompakan seluruh pemain.

> “Ini adalah hasil dari kekompakan dan solidnya tim setelah sebelumnya kami berlatih keras,” ujar Coach Rego saat ditemui di Inspire Arena, Sukur, Airmadidi.

Menurutnya, memasuki fase semifinal, seluruh pemain harus menjaga konsentrasi karena setiap pertandingan akan menentukan langkah menuju partai puncak.

Pada pertandingan semifinal pertama, Jurnalis Bitung akan berhadapan dengan Jurnalis Polres Kotamobagu (JPK). Duel tersebut menjadi ujian berikutnya bagi skuad Bitung untuk mengamankan tiket menuju final.

Coach Rego mengaku optimistis anak asuhnya mampu melewati pertandingan tersebut.

“Kami optimistis bisa lolos ke final. Anak-anak sudah siap dan kami akan bermain maksimal. Target kami tentu juara,” katanya.

Empat tim yang berhasil memastikan tempat di babak semifinal Piala Joune Ganda masing-masing adalah:

Jurnalis Polres Kotamobagu (JPK)

Jurnalis Sangihe

Tim TVRI

Jurnalis Bitung

Pertandingan semifinal diprediksi berlangsung sengit. Selain mempertaruhkan tiket ke final, laga tersebut menjadi ajang pembuktian bagi para jurnalis yang selama ini lebih akrab dengan aktivitas peliputan dibandingkan persaingan di lapangan hijau.

Bagi Jurnalis Bitung, perjuangan belum berakhir. Setelah tampil tanpa kekalahan pada fase sebelumnya, skuad ini kini membidik kemenangan atas Jurnalis Kotamobagu untuk memastikan satu tempat di partai final.

Dukungan juga terus mengalir dari para fans. Mereka berharap perjuangan Jurnalis Bitung di Inspire Arena berbuah manis dan tim kebanggaan Kota Bitung dapat kembali ke daerah dengan membawa trofi juara Piala Joune Ganda.

PWI Banten Beri Dukungan Moral bagi Keluarga Lima Wartawan yang Masih Dicari


REFORMASI-ID | PANDEGLANG — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten menggelar doa bersama di kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (12/9/2026).

Doa bersama tersebut digelar sebagai bentuk solidaritas dan dukungan moral terhadap lima wartawan dan tiga kru speedboat yang dilaporkan hilang kontak saat hendak melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda.

Kedelapan orang tersebut hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Jajaran PWI Banten hadir dipimpin Ketua PWI Banten Rian Nopandra, didampingi Sekretaris PWI Banten Fahdi Khalid dan Wakil Ketua Bidang Organisasi Teguh Akbar Idham.

Sejumlah pengurus PWI kabupaten/kota di Banten turut hadir, di antaranya Ketua PWI Cilegon Ahmad Fauzi Chan, Ketua PWI Pandeglang Asep Mujahidin, Ketua PWI Lebak RA Sudrajat, serta Ketua PWI Kabupaten Serang Andrea Nanda Saputra.

Turut hadir Seksi Wartawan Industri dan Lingkungan PWI Banten David Nababan serta Seksi Wartawan Hukum dan HAM PWI Banten Raden Dede.

Ketua PWI Banten Rian Nopandra mengatakan, kehadiran jajaran PWI di lokasi posko pencarian merupakan bentuk dukungan moral kepada keluarga serta rekan-rekan wartawan yang masih dalam pencarian.

“Kami dari PWI Banten bersama jajaran PWI kabupaten/kota hadir sebagai bentuk solidaritas terhadap rekan-rekan wartawan dan tiga kru speedboat yang masih dalam pencarian. Kami berdoa dan berharap semuanya segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Rian Nopandra.

Ia menegaskan bahwa aspek keselamatan harus menjadi perhatian utama wartawan ketika menjalankan tugas jurnalistik, khususnya saat melakukan peliputan di wilayah yang memiliki risiko tinggi.

“Berita memang penting, tetapi keselamatan rekan-rekan di lapangan jauh lebih penting. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua agar selalu memperhatikan keselamatan dalam menjalankan tugas jurnalistik,” katanya.

Selain mendoakan lima wartawan dan tiga kru speedboat yang masih dicari, jajaran PWI Banten juga mendoakan seluruh personel dan unsur yang terlibat dalam operasi pencarian agar diberikan keselamatan serta kemudahan dalam menjalankan tugas.

Ayah M Bagus Khoirunnas Minta Doa

Mansyur Suryana, ayahanda M Bagus Khoirunnas, salah satu wartawan yang dilaporkan hilang kontak, turut menyampaikan harapan dan meminta doa kepada rekan-rekan wartawan serta keluarga besar PWI Banten.

Ia berharap operasi pencarian yang dilakukan tim gabungan dapat segera menemukan keberadaan putranya bersama empat wartawan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, jajaran pengurus PWI se-Banten juga berdialog dengan Kapolda Banten Irjen Pol Hengki di posko pencarian kawasan Carita.

Dalam pertemuan itu, Kapolda Banten menyampaikan perkembangan operasi pencarian yang memasuki hari kelima.

Menurut Kapolda, armada yang dikerahkan dalam operasi pencarian telah bertambah menjadi 14 unit yang tersebar di tujuh lokasi. Operasi tersebut melibatkan sekitar 350 personel dari unsur gabungan.

“Kita akan terus memaksimalkan pencarian rekan-rekan wartawan dan mohon doanya agar dilancarkan,” ujar Kapolda Banten Irjen Pol Hengki.

Operasi pencarian terhadap lima wartawan dan tiga kru speedboat tersebut masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

PWI Banten mengajak seluruh insan pers dan masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar operasi pencarian berjalan lancar dan seluruh orang yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. (Nank)

Kecelakaan Libatkan Dua Polisi di Bandar Lampung, Propam Gerak Cepat Turun Tangan


REFORMASI-ID |  Lampung - Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Lampung dan Seksi Propam Polres Pesawaran menindaklanjuti kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua anggota Polri di Jalan ZA Pagar Alam, Rajabasa, Bandar Lampung, Sabtu (12/9/2026) dini hari.

Kecelakaan tersebut melibatkan mobil Honda Brio, sepeda motor Honda Scoopy, dan mobil Toyota Rush. Dua anggota polisi diketahui berada di balik kemudi Honda Brio dan Toyota Rush.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, penanganan dari sisi disiplin dan kode etik anggota dilakukan oleh Propam.

"Untuk penanganan internal terhadap anggota yang terlibat, Bidpropam Polda Lampung bersama Si Propam Polres Pesawaran melakukan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku," kata Yuni.

Sementara itu, perkara kecelakaan lalu lintasnya ditangani oleh Satlantas Polresta Bandar Lampung.

Berdasarkan laporan Ditlantas Polda Lampung, kecelakaan terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Awalnya, Honda Brio yang dikemudikan anggota Sat Tahti Polres Pesawaran berinisial MI melaju dari arah Kedaton menuju Rajabasa.

Saat berada di depan Ruko Super Indo, mobil tersebut diduga kurang konsentrasi hingga menabrak bagian belakang Honda Scoopy yang melaju di depannya.

Benturan membuat pengendara dan penumpang Scoopy terjatuh. Sepeda motor tersebut juga tersangkut di bagian depan Honda Brio.

Namun, mobil Honda Brio tetap melanjutkan perjalanan. Sekitar dua kilometer dari lokasi pertama, tepatnya di depan Kantor Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Provinsi Lampung, Honda Brio kembali terlibat kecelakaan.

Mobil tersebut menabrak bagian belakang sebelah kanan Toyota Rush yang dikemudikan anggota Ditlantas Polda Lampung berinisial RWS.

Honda Brio kemudian kehilangan kendali dan menabrak trotoar tengah yang berfungsi sebagai pembatas jalan.

Dua Pengendara Scoopy Luka

Dalam kecelakaan tersebut, pengendara dan penumpang Honda Scoopy mengalami luka ringan dan mendapat perawatan jalan.

Sementara pengemudi Honda Brio mengalami luka lecet pada pergelangan tangan kiri dan tidak menjalani perawatan. Adapun pengemudi Toyota Rush tidak mengalami luka.

Kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban meninggal dunia. Kerugian materiel ditaksir mencapai Rp20 juta.

Yuni menegaskan, proses penanganan kecelakaan lalu lintas tetap berjalan melalui Satlantas Polresta Bandar Lampung. Di sisi lain, keterlibatan anggota Polri menjadi perhatian Propam untuk ditindaklanjuti secara internal.

"Penanganan perkara kecelakaan dilakukan oleh Satlantas Polresta Bandar Lampung. Sedangkan aspek yang berkaitan dengan anggota Polri ditindaklanjuti oleh Propam," tandas Kabid Humas. (Mdn) 

12 September 2026

Prosesi Pemakaman Lancar dan Khidmat, Keluarga Besar Alm. Ahirin Ucapkan Terima Kasih


REFORMASI-ID | PALEMBANG – Keluarga Besar Almarhum Bapak Ahirin bin Damer menyampaikan ribuan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, doa, tenaga, dan bantuan selama masa duka hingga prosesi pemakaman selesai dilaksanakan. Jumat, 11/09/2026.

"Innalillahi wainnailaihi rojiun. Telah berpulang kerahmatullah dengan tenang Ahirin bin Damer. Kami yang berdukacita keluarga Besar," ucap Muhammad Mudian alias Bung Budi. (Sabtu, 12/09/2026).

Diketahui Almarhum Bapak Ahirin berpulang ke rahmatullah dirumah sakit umum Mohammad Hoesin Palembang pada Kamis, 10/09/2026, dikarenakan menderita sakit Tumor diarea Paru-paru yang berdasarkan hasil diagnosis dokter dan dimakamkan pada Jum'at, 11/09/2026 dilokasi tempat pemakaman umum (TPU) Kebun Bunga Palembang. Di tengah kesedihan yang mendalam, kehadiran dan kepedulian dari keluarga, sahabat, tetangga, tokoh masyarakat, terkhusus Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Sumatera Selatan H. M Anwar Al Syadat, S.Si., M.Si., dan H. Sobri/Endek yang sudah berkenan hadir tentunya ini menjadi penguat bagi keluarga yang ditinggalkan.


Dalam kesempatan tersebut Bung Budi sapaan akrabnya mewakili keluarga besar Almarhum Ahirin, mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada Para alim ulama, ustaz, dan jemaah yang telah memimpin doa dan tahlil, Tetangga, warga, dan RT/RW setempat yang membantu sejak awal hingga pemakaman. Rekan kerja, sahabat, dan seluruh pelayat yang hadir memberikan penguatan, Pihak-pihak yang membantu secara moril maupun materil dalam kelancaran prosesi pemakaman. 

“Semoga segala amal kebaikan, doa, dan bantuan Bapak/Ibu/Saudara/i semua dibalas oleh Allah SWT dengan pahala yang berlipat ganda. Kami mohon maaf apabila selama proses ini terdapat kekurangan dalam penerimaan dan pelayanan kami,” ujar Bung Budi perwakilan keluarga besar Almarhum Ahirin.

Keluarga juga memohon doa agar almarhum Husnul khatimah, diampuni segala dosa-dosanya, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin Allahumma Aamiin. (Mudian) 

Gerak Cepat Polrestabes Palembang Bekuk Pelaku Pencurian Toko Perak di Plaju


REFORMASI-ID | PALEMBANG — Polrestabes Palembang melalui Tim Opsnal Polsek Plaju mengungkap kasus pencurian perhiasan perak di sebuah toko di Jalan Kapten Abdullah, Kelurahan Plaju Ilir, Kecamatan Plaju, Palembang. Polisi menangkap perempuan berinisial S (55) pada Kamis, 3 September 2026 sekitar pukul 23.00 WIB setelah penyidik menelusuri rekaman CCTV dan informasi masyarakat.

Kasus tersebut bermula ketika korban berinisial F (23) kehilangan sejumlah perhiasan perak dari tokonya pada 14 Agustus 2026. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian material sebesar Rp4.640.000.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan rekaman CCTV, S diduga datang ke toko dengan membawa sebuah batu dan berpura-pura menjadi pembeli. Saat saksi berinisial H (20) melayani dan situasi lengah, pelaku diduga mengambil sejumlah perhiasan dari dalam etalase.

Perhiasan yang hilang berupa dua jenis kalung rantai medan dengan berat total puluhan gram. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian untuk diproses sesuai hukum.

Menindaklanjuti laporan itu, Tim Opsnal Polsek Plaju melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi dan menemukan keberadaan pelaku. Pada 3 September 2026 sekitar pukul 23.00 WIB, polisi memperoleh informasi mengenai lokasi S di kawasan Jalan Putri Dayang Rindu, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati.

Di bawah pimpinan Kanit Reskrim Ipda Feby Julian Pratama, S.H., M.M., petugas mendatangi lokasi tersebut dan mengamankan S tanpa perlawanan. Dalam pemeriksaan awal, S mengakui perbuatannya, sementara polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu unit rekaman video CCTV.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol. Sonny Mahar Budhi Adityawan, S.I.K., M.H., menegaskan jajarannya akan terus menindak setiap aksi kriminalitas yang meresahkan masyarakat.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan yang meresahkan warga, dan setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti secara profesional dan cepat,” ujar Sonny.

"Atas dugaan perbuatannya, S diproses dengan Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana mengenai tindak pidana pencurian biasa," timpal Sonny.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K., M.H., mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam menjaga keamanan tempat usaha.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi tindak kejahatan di sekitar kita serta tidak ragu melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada pihak kepolisian terdekat demi keamanan bersama,” ujar Nandang.

Selain itu lanjut Kabidhumas Pengungkapan ini menunjukkan respons kepolisian terhadap laporan masyarakat sekaligus upaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polrestabes Palembang.

"Kepolisian mengajak masyarakat berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan," tutupnya. (Hms/Mdn)

Bekali Generasi Muda, Danrem 044/Gapo Sampaikan Wawasan Kebangsaan di PKKMB STIKES Abdurahman


REFORMASI-ID | Palembang – Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.I.P., M.M., memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Abdurahman Palembang dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Jumat (11/9/2026).

Kehadiran Danrem 044/Gapo dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru agar memiliki karakter yang kuat, disiplin, berintegritas serta memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Dalam kesempatan tersebut, Danrem memberikan motivasi dan wawasan kepada para mahasiswa mengenai pentingnya wawasan kebangsaan, cinta tanah air, kedisiplinan, serta peran generasi muda dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Danrem menekankan bahwa mahasiswa sebagai generasi penerus memiliki peran strategis dalam menghadapi berbagai tantangan di era perkembangan teknologi dan informasi. Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus memiliki karakter, etika, kepedulian sosial dan tanggung jawab.

“Bela negara bukan hanya tugas TNI dan Polri, tetapi merupakan kewajiban kita semua sebagai warga negara. Mahasiswa juga memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, mengisi kemerdekaan dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa,” ujar Danrem.

Pada kesempatan itu tegas Danrem, Khusus kepada mahasiswa STIKES Abdurahman, Danrem menekankan pentingnya mempersiapkan diri menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan memiliki jiwa pengabdian. Menurutnya, bidang kesehatan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan bangsa melalui pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

"Sebagai mahasiswa di bidang kesehatan, para peserta PKKMB juga diharapkan nantinya mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta menjadi tenaga profesional yang memiliki jiwa pengabdian," pungkasnya. (Mdn) 

Ditlantas Polda Lampung Gelar Jumat Berkah, Bersihkan Masjid dan Salurkan Bantuan Sembako


REFORMASI-ID | LAMPUNG – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Lampung menggelar kegiatan Bhakti Religi Jumat Berkah di Masjid Ar Rasyid, Kemiling, Bandar Lampung, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut diikuti personel Ditlantas Polda Lampung. Selain menjadi bagian dari kepedulian sosial Polri, kegiatan ini juga diisi dengan aksi gotong royong membersihkan lingkungan rumah ibadah.

Personel Ditlantas turut melaksanakan kurve di lingkungan Masjid Ar Rasyid. Mereka membersihkan sejumlah bagian lingkungan masjid agar tetap nyaman digunakan masyarakat untuk beribadah.

Tak hanya melakukan kerja bakti, personel Ditlantas juga menyerahkan bantuan materiil atau tali asih untuk mendukung kebutuhan rumah ibadah. Bantuan tersebut diberikan langsung kepada pengurus Masjid Ar Rasyid.

Bantuan sosial juga diberikan dalam bentuk paket sembako. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pengurus rumah ibadah sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, kegiatan bakti religi merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kepedulian sosial.

“Polri hadir tidak hanya dalam memberikan pelayanan dan menjaga keamanan masyarakat, tetapi juga berupaya memberikan manfaat melalui kegiatan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” kata Yuni.

Menurutnya, kegiatan seperti ini juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antara personel kepolisian dengan masyarakat.

“Semangat gotong royong dan kepedulian harus terus dijaga. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan semakin memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Dirlantas Polda Lampung Kombes Pol N. Dedy Arifianto mengatakan, kegiatan Jumat Berkah merupakan bagian dari upaya membangun kepedulian personel Ditlantas terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi momentum bagi personel Ditlantas untuk berbagi, bergotong royong dan hadir memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya lingkungan rumah ibadah,” kata Dedy.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai wujud pengabdian dan kepedulian sosial jajaran Ditlantas Polda Lampung.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan kepada pengurus Masjid Ar Rasyid. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar. (Mdn) 

11 September 2026

Raih Kategori Gold, PT PLN RCC Makassar Sukses Jalani Audit Sistem Manajemen Pengamanan Ditpamobvit Baharkam Polri



REFORMASI-ID | Makassar - Tim Audit dari Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Korsabhara Baharkam Polri sukses menyelesaikan rangkaian audit implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) hari ketiga di PT PLN RCC – Sistem Makassar pada Jumat (11/9/2026). Audit yang berlangsung di Ruang Manggabarani, Hyatt Makassar ini menempatkan PLN RCC Makassar dalam kategori "Gold" atau "Sangat Baik" dengan capaian nilai memuaskan sebesar 92,24 persen.

Ketua Tim Audit Implementasi SMP Obvitnas PT PLN RCC – Sistem Makassar, Kombes Pol. Choiron El Atiq, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan pemeriksaan berjalan dengan lancar dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan bersama.

"Hari ini merupakan hari ketiga sekaligus penutup dari rangkaian audit. Kami telah merampungkan wawancara mendalam dengan petugas pengamanan internal serta melakukan pemeriksaan dokumen penting seperti laporan pelaksanaan tugas, Analisis Risiko Pengamanan (ARP), Rencana Pengamanan (Renpam), Rencana Kontinjensi (Renkon), hingga Standard Operating Procedure (SOP)," ujar Kombes Pol. Choiron El Atiq dalam keterangan resminya.

Pemeriksaan intensif pada hari terakhir ini berfokus pada tiga elemen krusial, yaitu Elemen III terkait Konfigurasi Pengamanan, Elemen IV mengenai Standar Kemampuan Pelaksana Pengamanan, serta Elemen V tentang Monitoring dan Evaluasi. Tim auditor juga melakukan review menyeluruh terhadap skor implementasi dari Elemen I hingga Elemen V.

Proses penutupan audit diakhiri dengan penandatanganan dan penyerahan Berita Acara (BA) hasil audit secara resmi kepada Manager UP2B Sistem Makassar, Bapak Furqon Idris. Penyerahan tersebut disaksikan langsung oleh jajaran internal tim Ditpamobvit Baharkam Polri yang beranggotakan AKP Juhari, S.H., Ir. M. Dedy Murdiana, SST.MK., dan Widiyanto, S.E., M.H.

Dari pihak eksternal dan perusahaan, hadir pula Senior Manager Operasi Sistem, Ibu Andi Murniawati, yang mewakili General Manager PLN UIP3B Sulawesi Bapak Fermi Trafianto, beserta para staf dan auditi UP2B Sistem Makassar.

Hasil predikat "Gold" ini menegaskan komitmen kuat PT PLN RCC – Sistem Makassar dalam menjaga dan menerapkan standar keamanan objek vital nasional secara konsisten, aman, dan berkelanjutan demi mendukung keandalan sistem ketenagalistrikan di wilayah Sulawesi.

Alumni Akpol 1996 Batalyon Wira Satya Turut Dukung Modernisasi Fasilitas Akpol



REFORMASI-ID | Semarang - Akademi Kepolisian (Akpol) terus memodernisasi fasilitas pendidikan untuk memperkuat kualitas pembentukan calon perwira Polri. Dalam pembenahan tersebut, Alumni Akpol 1996 Batalyon Wira Satya ikut mengambil peran dengan membangun dapur taruna lengkap dengan berbagai perlengkapannya.

Wakapolri Komjen Pol Prof. Dedi Prasetyo menandai rangkaian modernisasi fasilitas pendidikan Akpol melalui peletakan batu pertama renovasi di kampus Akpol, Kota Semarang, Jumat (11/9/2026).

Modernisasi tersebut mencakup renovasi ruang makan taruna, pembenahan fasad Resimen Taruna, hingga peresmian laboratorium komputer. Sejumlah alumni Akpol dari berbagai angkatan juga ikut berkontribusi dalam pembangunan fasilitas tersebut.

Alumni Akpol 1996 Bangun Dapur Taruna

Ketua Alumni Akpol 1996 Batalyon Wira Satya, Brigjen Pol Budhi Herdi Susianto, mengatakan angkatannya memilih mengambil bagian langsung dalam pembenahan fasilitas Akpol.

Alumni Batalyon Wira Satya membangun dapur taruna beserta seluruh perlengkapannya untuk mendukung kebutuhan pendidikan dan kehidupan sehari-hari para taruna.

“Kami ambil bagian bangun dapur dengan segala isinya, seizin dari ketua pembina angkatan kami Bapak Kapolda Jateng (Irjen Pol Ribut Hari Wibowo), kami sepakat untuk membantu membangun Akpol, khususnya dapur Akpol hingga selesai,” kata Brigjen Budhi.

Menurutnya, kontribusi tersebut menjadi bentuk tanggung jawab alumni terhadap almamater. Alumni Akpol 1996 Batalyon Wira Satya ingin terus memberikan dukungan nyata kepada Akpol setelah menyelesaikan pendidikan puluhan tahun lalu.

“Jadi kami tidak akan lari dari tanggungjawab, karena kami diajarkan oleh pengasuh-pengasuh kami yang luar biasa,” tegasnya.

Kontribusi Alumni Akpol 1996 Batalyon Wira Satya itu sekaligus menunjukkan kuatnya hubungan antara almamater dan para lulusan. Alumni tidak hanya mengenang masa pendidikan, tetapi juga ikut memperkuat fasilitas yang digunakan generasi taruna berikutnya.

Renovasi Ruang Makan Tampung 1.000 Taruna

Komjen Dedi mengatakan pengembangan fasilitas Akpol menjadi bagian dari gagasan modernisasi yang semakin kuat sejak 2024. Akpol juga mengambil pembelajaran dari pengelolaan fasilitas di Akademi Militer.

“Pengembangan fasilitas Akpol merupakan bagian dari gagasan modernisasi yang makin diperkuat sejak tahun 2024, termasuk melalui pembelajaran dari pengelolaan fasilitas di Akademi Militer,” kata Komjen Dedi.

Renovasi ruang makan taruna akan menyesuaikan kebutuhan Akpol yang dapat menampung hingga sekitar 1.000 taruna. Akpol juga menyelaraskan desain fasad dan fasilitas lain untuk memperkuat karakter serta identitas lembaga pendidikan calon perwira Polri tersebut.

“Pembenahan dilakukan dengan tetap mempertahankan karakter khas Akpol, mulai dari gerbang, gedung Gubernur, ruang makan, hingga fasilitas taruna,” lanjut Komjen Dedi.

Akpol Dorong Transformasi Pendidikan

Modernisasi Akpol tidak hanya menyasar bangunan dan fasilitas fisik. Akpol juga mengembangkan transformasi pendidikan melalui digitalisasi, kelas tematik, penguatan pendidikan vokasi, serta peningkatan praktik dan pengalaman lapangan.

Transformasi tersebut menargetkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Akpol juga membekali taruna dengan kemampuan analisis, pemecahan masalah, serta pengalaman untuk menjadi pemimpin Polri pada masa mendatang.

Komjen Dedi menekankan pentingnya pengalaman lapangan dalam membentuk calon pemimpin Polri. Taruna perlu memahami persoalan kepolisian secara langsung, terutama pada tingkat kewilayahan.

“Taruna dipersiapkan untuk memahami secara langsung berbagai persoalan kepolisian di tingkat kewilayahan, khususnya di Polsek yang menjadi salah satu ujung tombak pelayanan kepada masyarakat,” tandasnya.

Komjen Dedi juga menekankan meritokrasi, kompetensi, dan pengalaman lapangan sebagai fondasi penting dalam menyiapkan the next leader di lingkungan Polri.

Kontribusi Alumni Lintas Angkatan

Modernisasi fasilitas Akpol dalam kegiatan tersebut juga melibatkan alumni dari sejumlah angkatan. Alumni Akpol 1996 Batalyon Wira Satya membangun dapur taruna beserta perlengkapannya.

Sementara itu, Alumni Akpol 2001 mengambil bagian dalam pembangunan fasilitas kepolisian. Alumni Akpol 2013 turut mendukung transformasi pendidikan melalui penyediaan dan penyempurnaan laboratorium komputer.

Kehadiran kontribusi lintas angkatan itu memperlihatkan kepedulian alumni terhadap keberlanjutan pendidikan di Akpol. Dukungan tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara generasi alumni dengan institusi yang telah membentuk mereka sebagai perwira Polri.

Kegiatan modernisasi tersebut turut dihadiri Kalemdiklat Polri, Gubernur Akpol, para pejabat utama Lemdiklat Polri, pejabat utama Akpol, serta perwakilan Alumni Akpol 1996, Alumni Akpol 2001, dan Alumni Akpol 2013.

Melalui pembenahan fasilitas dan transformasi sistem pendidikan, Akpol menyiapkan lingkungan pendidikan yang semakin adaptif terhadap perkembangan zaman. Di sisi lain, kontribusi Alumni Akpol 1996 Batalyon Wira Satya menjadi bagian penting dari semangat menjaga almamater sekaligus menyiapkan fasilitas terbaik bagi generasi calon perwira Polri berikutnya.

Akpol Lakukan Modernisasi Sarana Pendidikan, Alumni Batalyon Wira Satya 1996 Ambil Bagian Aktif



REFORMASI-ID | Semarang - Akademi Kepolisian (Akpol) terus berbenah dan memodernisasi fasilitas pendidikan serta sarana penunjang di lingkungannya. Langkah strategis ini dilakukan demi meningkatkan kualitas pembentukan karakter, kompetensi, dan profesionalisme para calon perwira Polri di masa depan.

Upaya modernisasi kampus Akpol ini turut mendapat dukungan nyata dari para alumni, salah satunya Batalyon Wira Satya (Alumni Akpol 1996). 

Dukungan tersebut merupakan wujud kepedulian, rasa bangga, dan bakti alumni kepada almamater tercinta yang telah melahirkan serta membentuk mereka sebagai insan Bhayangkara.

Ketua Alumni Akpol 1996 Batalyon Wira Satya, Brigjen Pol Budhi Herdi Susianto, menyampaikan bahwa kontribusi yang diberikan oleh angkatannya merupakan bagian dari komitmen bersama alumni dalam mendukung transformasi pendidikan di lingkungan Akademi Kepolisian.

"Apa yang kami berikan ini adalah bentuk kontribusi aktif sekaligus bakti kami kepada almamater. Kami berharap modernisasi sarana dan fasilitas pendidikan ini dapat dinikmati oleh adik-adik taruna, sehingga proses belajar mengajar serta pelatihan dapat berjalan lebih optimal, modern, dan adaptif terhadap tantangan tugas ke depan," ungkap Brigjen Pol Budhi Herdi.

Modernisasi fasilitas di Akpol ini mencakup penguatan sarana hunian dan penunjang pendidikan, yang dirancang tidak hanya untuk memenuhi standar kenyamanan, tetapi juga memperkuat kedisiplinan dan integrasi ekosistem pendidikan modern.

Dukungan sinergis dari para alumni, seperti Batalyon Wira Satya 1996, menegaskan soliditas keluarga besar Polri dalam mencetak generasi penerus korps Bhayangkara yang berintegritas, berwawasan global, dan siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Dipimpin Brigjen Pol. Benny Ganda Sudjana, Baharkam Polri Mulai Audit Resertifikasi PT MRT Jakarta



REFORMASI-ID | Jakarta - Tim Auditor Sistem Pengamanan Objek Vital Nasional (Sispamobvitnas) Baharkam Polri resmi memulai rangkaian kegiatan Audit Resertifikasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) di PT MRT Jakarta (Perseroda). Kegiatan hari pertama ini dilaksanakan di Ruang Rapat PT MRT Jakarta pada Selasa, 8 September 2026, mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB.

Rangkaian audit ini dipimpin langsung oleh Auditor Sispamobvitnas Utama Tk. II Baharkam Polri, Brigjen Pol. Dr. Benny Ganda Sudjana, S.I.K, M.H., selaku Penanggung Jawab. Hadir pula Kombes Pol. Joseph Febriano Hartono M, S.I.K. sebagai Ketua Tim, didampingi anggota tim Ipda. Tri Panji Yudha, S.H., Dra. Henny J.A. Posumah, M.M., Yuda Varian, S.I. Kom., serta Iptu. Nur Fajar Prasetyo, S.H. selaku Observer dari Polda Metro Jaya (PMJ).

Kedatangan tim auditor dari Mabes Polri ini disambut hangat oleh manajemen PT MRT Jakarta, yang diwakili oleh Kepala Divisi OSSQ Bapak Panji Arum Bismantoko dan Kepala Departemen Security Bapak Roy Nababan, beserta seluruh staf terkait.

Dalam sesi pembukaan, Brigjen Pol. Dr. Benny Ganda Sudjana, S.I.K, M.H. menegaskan pentingnya audit ini untuk memastikan aspek keselamatan dan keamanan di salah satu objek vital nasional transportasi darat tersebut tetap berada pada standar tertinggi.

"PT MRT Jakarta merupakan urat nadi transportasi publik di ibu kota yang melayani ratusan ribu warga setiap harinya. Melalui audit resertifikasi ini, kami dari Baharkam Polri ingin memastikan bahwa Sistem Manajemen Pengamanan yang diterapkan di sini tidak hanya memenuhi standar regulasi, tetapi juga adaptif terhadap potensi gangguan keamanan yang dinamis. Kerja sama yang baik dengan pihak manajemen sangat kami apresiasi guna mewujudkan ruang publik yang aman dan nyaman," ujar Brigjen Pol. Benny dalam sambutannya.

Merespons hal tersebut, Kepala Divisi OSSQ PT MRT Jakarta, Bapak Panji Arum Bismantoko, menyatakan komitmen penuh perusahaan terhadap proses resertifikasi ini sebagai wujud kepatuhan dan upaya peningkatan pelayanan yang berkelanjutan.

"Kami sangat menyambut baik kehadiran Tim Audit dari Baharkam Polri. Bagi MRT Jakarta, keamanan dan keselamatan pengguna jasa adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar. 

Kami berkomitmen untuk bersikap kooperatif dan transparan dalam menyajikan data serta membuka akses observasi lapangan, agar hasil audit ini dapat menjadi panduan bagi kami untuk terus menyempurnakan sistem pengamanan yang ada," tutur Panji.

Setelah acara pembukaan, tim auditor langsung bergerak melakukan observasi lapangan secara menyeluruh di area operasional PT MRT Jakarta guna meninjau implementasi sistem pengamanan fisik di area vital tersebut.

Pada sesi siang hingga sore hari, agenda difokuskan pada wawancara mendalam serta pemeriksaan dokumen yang berkaitan dengan Materi Elemen I SMP. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh standar baku sistem manajemen pengamanan berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Seluruh rangkaian kegiatan audit resertifikasi hari pertama ini dilaporkan berjalan dengan lancar, aman, dan tertib. Pelaksanaan audit ini juga ditembuskan kepada Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri dan Kasubdit Audit Sispamobvitnas Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kinerja kepolisian dalam mengawal objek vital nasional.

10 September 2026

Polemik Tiga Guru PNS Bergulir, Kepsek SMK Muhammadiyah Bitung Soroti Pemberitaan dan Proposal Bantuan

 


REFORMASI-ID BITUNG — Kepala SMK Muhammadiyah Bitung, Arismiaty Soeri, meminta seluruh pihak melihat secara utuh polemik yang berkembang terkait pemberitaan mengenai tiga guru PNS di sekolah tersebut.

Arismiaty menegaskan, pihak sekolah tidak bermaksud menghalangi kerja jurnalistik maupun membatasi kebebasan pers. Namun, sekolah merasa perlu memberikan klarifikasi karena pemberitaan yang beredar dinilai belum sepenuhnya menggambarkan kondisi yang sebenarnya.

Menurut Arismiaty, persoalan bermula dari pemberitaan yang menyebut tiga guru PNS meninggalkan sekolah sebelum jam pulang. Pihak sekolah memiliki penjelasan berbeda mengenai peristiwa tersebut.

Ketiga guru, kata dia, bukan meninggalkan tugas tanpa alasan. Mereka disebut telah menyelesaikan agenda tertentu, meminta izin untuk keperluan sementara dan masih memiliki rencana kembali ke sekolah karena terdapat kegiatan yang harus diikuti.

“Atas pemberitaan itu, kami meminta klarifikasi karena kami merasa ada informasi yang perlu diluruskan. Kami tidak bermaksud menghalangi wartawan menjalankan tugasnya,” kata Arismiaty.

Ia mengatakan, upaya klarifikasi kemudian dilakukan melalui komunikasi WhatsApp dengan pihak yang disebut berkaitan dengan pemberitaan tersebut.

Dalam komunikasi itu, menurut Arismiaty, muncul permintaan uang sebesar Rp3 juta yang disebut berkaitan dengan tiga pemberitaan. Masing-masing pemberitaan disebut bernilai Rp1 juta. Dalam komunikasi berikutnya, angka tersebut menurut pengakuannya sempat berubah menjadi Rp2 juta.

Arismiaty menegaskan bahwa keterangan mengenai permintaan uang tersebut merupakan apa yang dialami dan dipahami pihak sekolah. Karena itu, sekolah menyerahkan pembuktiannya kepada komunikasi yang ada, termasuk percakapan WhatsApp dan identitas pihak yang melakukan komunikasi.

Proposal Bantuan Juga Dipersoalkan

Selain persoalan pemberitaan, Arismiaty juga menjelaskan kedatangan sejumlah orang yang mengaku sebagai wartawan ke SMK Muhammadiyah Bitung.

Mereka datang membawa proposal permohonan dukungan dana untuk kegiatan Rapat Kerja Daerah Media Group Mabes TNI-Polri.

Dalam proposal tersebut tercantum sejumlah nama sekolah beserta nominal bantuan. Arismiaty mengatakan pihaknya hanya mampu memberikan bantuan sebesar Rp500 ribu.

Pemberian tersebut kemudian didokumentasikan bersama proposal sebagai bagian dari administrasi sekolah.

Namun, persoalan muncul setelah pihak sekolah lain yang namanya tercantum dalam proposal dikonfirmasi.

Kepala SMK Negeri 1 Bitung, Drs. Christo A. Lewan, membantah sekolahnya pernah memberikan bantuan sebagaimana nominal yang tercantum dalam proposal.

Bantahan serupa disampaikan Kepala SMK Negeri 3 Bitung, Yessie Pinontoan, S.Th., M.Si. Nama SMK Negeri 3 Bitung tercantum dalam daftar dengan nominal bantuan Rp1 juta

Ketika dikonfirmasi, Yessie membantah pencantuman tersebut.

“Itu tidak benar, dorang itu siapa?” tegas Yessie.

Bagi Arismiaty, bantahan tersebut menjadi alasan penting agar isi proposal tidak hanya dipercaya berdasarkan dokumen yang dibawa kepada sekolah, tetapi juga diverifikasi kepada pihak-pihak yang namanya tercantum di dalamnya

Kepala Sekolah: Kami Tidak Ingin Menuduh

Arismiaty menegaskan, sekolah tidak ingin menarik kesimpulan sepihak mengenai siapa yang membuat proposal ataupun bagaimana data nama sekolah dan nominal bantuan tersebut dicantumkan.

Namun, jika benar terdapat sekolah yang namanya dicantumkan tanpa pernah memberikan bantuan, menurut dia, hal tersebut perlu dijelaskan.

PDM Bitung: Jangan Campuradukkan Persoalan

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bitung, Muhammad Rusdi Baso, S.E., bersama Wakil Ketua PDM Hasan Harun, S.Pd.I., meminta persoalan tersebut diselesaikan berdasarkan fakta.

PDM, menurut mereka, tidak datang untuk membela sekolah secara membabi buta.

Jika benar terdapat pelanggaran disiplin yang dilakukan guru, proses pemeriksaan harus dilakukan sesuai ketentuan.

Namun, pada saat yang sama, pihak yang diberitakan juga memiliki hak untuk memberikan penjelasan.

Kritik terhadap lembaga pendidikan, kata mereka, merupakan bagian dari kontrol publik. Tetapi kontrol publik harus tetap berjalan dengan prinsip akurasi, keberimbangan dan konfirmasi.

Dewan Pers Ingatkan Media Jangan Catut Nama Lembaga Negara

Polemik ini juga relevan dengan peringatan Dewan Pers pada 5 Agustus 2025 mengenai praktik media yang menggunakan atau mencatut nama lembaga negara secara tidak sah.

Dalam pernyataannya, Dewan Pers menegaskan akan menertibkan media yang menggunakan nama lembaga negara seperti KPK, Polri dan institusi resmi lainnya, apabila media tersebut tidak memiliki hubungan atau afiliasi struktural dengan lembaga yang namanya digunakan. Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers, Muhammad Jazuli, menegaskan bahwa penggunaan nama institusi negara dapat menimbulkan kesan seolah-olah media tersebut merupakan bagian dari institusi yang bersangkutan. 

Karena itu, menurut Arismiaty, sekolah maupun masyarakat perlu memiliki ruang untuk melakukan verifikasi terhadap identitas media, perusahaan pers, wartawan, serta lembaga yang mengatasnamakan dirinya ketika datang meminta informasi maupun dukungan.

Sekolah Minta Semua Dibuktikan

Arismiaty kembali menegaskan bahwa SMK Muhammadiyah Bitung terbuka terhadap kritik dan pemberitaan.

Namun, menurut dia, keterbukaan tersebut harus berjalan bersama hak untuk memperoleh klarifikasi.

“Kami tidak anti terhadap kritik. Silakan media menjalankan fungsi kontrol. Tetapi kami juga memiliki hak untuk menjelaskan fakta yang sebenarnya. Kalau ada kesalahan dari pihak sekolah, kami siap diperiksa. Kalau ada informasi yang keliru, kami juga berharap diberikan ruang untuk memberikan klarifikasi,” ujar Arismiaty.


09 September 2026

Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla Korem 044/Gapo Gelar Bimtek Pembuatan APAR PS 08


REFORMASI-ID | Palembang – TNI AD dalam hal ini Korem 044/Gapo terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembuatan APAR Patigeni Suppressant 08 (PS 08), Rabu (9/9/2026). 

Kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan kemampuan personel sekaligus mendorong kemandirian satuan melalui pemanfaatan bahan lokal dan teknologi yang ramah lingkungan dalam penanggulangan kebakaran.

Dalam sambutannya, Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud menekankan agar Bimtek tidak hanya menghasilkan kemampuan membuat PS 08, tetapi juga pemahaman tentang penggunaan, penyimpanan, pemeliharaan, serta penerapannya secara tepat dan aman di lapangan.

"Saya memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Bimtek pembuatan Patigeni Suppressant 08 yang dinilai menjadi salah satu inovasi dalam mendukung upaya penanggulangan kebakaran," ujar Danrem.

Menurutnya, konsep “Cepat, Efektif dan Ramah Lingkungan” harus menjadi semangat bersama dalam mengembangkan kemampuan personel sekaligus menghadirkan solusi yang dapat memberikan manfaat bagi satuan dan masyarakat.

Danrem menekankan, kegiatan Bimtek tidak boleh berhenti pada kemampuan peserta dalam membuat PS 08. Para peserta juga diharapkan memahami tata cara penggunaan, penyimpanan, pemeliharaan, serta penerapannya secara tepat dan aman di lapangan.

“Jangan hanya menjadi peserta yang mendengarkan, tetapi jadilah personel yang mampu memahami, mempraktikkan dan kemudian mentransfer pengetahuan tersebut kepada rekan-rekan di satuannya,” tegasnya

Sementara itu, kepada Serka Adi selaku narasumber, Danrem berharap materi yang diberikan dapat disampaikan secara komprehensif, baik mengenai proses pembuatan maupun penggunaan PS 08. Peserta juga didorong aktif bertanya, berdiskusi dan melaksanakan praktik secara langsung.

Kegiatan tersebut mengusung semangat “Padamkan Api, Lindungi Alam”, sebagai komitmen bersama dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran. (Mdn) 

Jalani Tes DNA, Orang Tua Jurnalis Pewartafoto ANTARA M. Bagus Khoirunas: Terimakasih kepada Semua Pihak yang Sudah Terjun dan Turun Tangan Berjibaku


REFORMASI-ID | Serang, Banten - Kedua orangtua dan keluarga dari pewarta foto ANTARA, bernama Muhammad Bagus Khoirunas, dan merupakan salah satu dari rombongan pewarta foto yang dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda, saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, sejak hari Senin (7/9/2026).

Diketahui, Mansur Suryana yang merupakan orang tua wartawan LKBN ANTARA di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, adalah ayah kandung dari fotografer dan jurnalis Muhammad Bagus Khoirunnas, Rabu (9/9/2026) siang, pukul 14.00 WIB, Mansur menyampaikan, bahwa ia bersama istri atau Ibu Kandung dari M Bagus, saat ini sudah berada di RS Bhayangkara Banten di Jl. Raya Serang - Pandeglang Km 2, Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, Kota Serang, Provinsi Banten.

"Saya bersama keluarga datang ke RS Bhayangkara, setelah dihubungi via telfon oleh anak kami (istri dari Muhammad Bagus Khoirunasl). Disampaikan ke saya, hari ini bersama keluarga agar datang ke RS Bhayangkara untuk dilakukan tes DNA," ungkap Mansur.

Pada kesempatan tersebut Mansur, tidak mau  menyampaikan hal-hal lain dari hari kedua operasi pencarian Tim SAR Gabungan yang saat ini masih melakukan pencarian terhadap speed boat yang dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda, dimana speed boat itu ditumpangi oleh delapan orang, lima diantaranya adalah M Bagus dan 4 orang pewarta foto dari Jakarta.

"Untuk saat ini, saya hanya bisa menyampaikan ucapan sangat berterima kasih kepada semua pihak yang sudah terjun dan turun tangan berjibaku sejak hari Senin (7/9/2026) hingga hari ini Rabu (9/9/206)," ujar Mansur singkat dengan suara serak dan terbata-bata (kutipan Kabar6.com) 

Untuk diketahui, pada pencarian hari kedua, Rabu (9/9/2026), Tim SAR gabungan dari Basarnas dan TNI/Polri memperluas proses pencarian serta penyelamatan terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, sejak hari Senin (7/9/2026).

Sejumlah unsur yang terlibat dalam operasi ini, di antaranya KN SAR Tetuka 247, Rescuer USS Pandeglang, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Polairud Polda Banten, Polairud Mabes Sanjaya, Dipolairud, Polsek Carita, Lanal, Satpol PP, Babinsa, pemerintah kecamatan dan desa, Balawista, nelayan, serta masyarakat.

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten Riski Dwiyanto mengatakan, bahwa dalam operasi kemanusiaan di hari kedua ini, Basarnas Banten mengerahkan kekuatan penuh dari tim gabungan.

"Area pencarian kita perluas, karena hasil dari SAR Map, mengarah ke barat daya dari Pulau Gunung Anak Krakatau. Jika dijumlahkan secara keseluruhan, total luas area pencarian mencapai kurang lebih 271 nautical mile," katanya.

Riski mengungkapkan, saat ini pihaknya fokus melakukan perluasan pencarian berdasarkan analisis data digital, dimana dalam operasi ini dikerahkan total enam unit kapal yang dibagi ke dalam lima Search and Rescue Unit (SRU) dengan peran strategis masing-masing.

"Pada operasi pecarian SAR di hari pertama, Tim Rescue USS Pandeglang bergerak menuju lokasi kejadian sekitar pukul 14.15 WIB. Tim kemudian melanjutkan penyisiran hingga kawasan Krakatau. Sementara KN SAR Tetuka 247 bertolak dari Pelabuhan BBJ menuju lokasi kejadian sekitar pukul 17.26 WIB untuk memperkuat pencarian. Penyisiran juga dilakukan RIB 02 Banten di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang," jelasnya.

Sementara itu, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, sejak menerima informasi tersebut, tim terpadu langsung melakukan upaya pencarian dan hingga hari ini operasi SAR masih terus dilanjutkan.

"Sejak mendapatkan informasi pada hari Selasa, tim sudah melakukan pencarian. Dari kemarin hingga hari ini dilanjutkan, baik Basarnas, Polda, Polairud, Lanal, TNI, BPBD dan unsur terkait lainnya bersama-sama melakukan pencarian," terang Kapolda Banten.

Hengki menegaskan, bahwa keselamatan personel yang terlibat dalam operasi pencarian menjadi perhatian utama. Pihaknya juga memastikan kesiapan sarana, prasarana dan sumber daya manusia yang dikerahkan dalam operasi tersebut.

"Kita akan bekerja keras untuk menemukan rekan-rekan kita yang sampai sekarang belum ditemukan. Namun, keselamatan seluruh tim terpadu yang melakukan pencarian juga harus menjadi perhatian," ujarnya.

Lebih lanjut, Hengki menjelaskan, bahwa pihaknya juga telah menyiapkan pos antemortem dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Banten sebagai bagian dari kesiapan apabila diperlukan dalam proses identifikasi.

"Kami telah menyiapkan posko antemortem sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam mendukung proses identifikasi apabila diperlukan," jelasnya.

Terkait kemungkinan pemantauan melalui udara, Kapolda Banten menyampaikan, bahwa hingga saat ini pencarian masih difokuskan melalui jalur laut. 

Pemantauan udara akan dipertimbangkan dengan melihat perkembangan situasi dan kondisi aktivitas Gunung Anak Krakatau.

"Untuk sampai dengan sekarang, belum. Nanti melihat perkembangan hari ini, saya akan minta petunjuk. Kita bisa juga melakukan pemantauan, tetapi situasi erupsi juga harus menjadi pertimbangan," ujarnya.

Lebih lanjut, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, kembali mengingatkan masyarakat dan para pengguna transportasi laut untuk mematuhi imbauan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau. 

Masyarakat diminta tidak mendekati kawasan gunung dalam radius yang telah ditetapkan.

"Dari Vulkanologi sudah mengimbau semenjak meningkatnya erupsi ini, tidak boleh mendekati dalam radius tiga kilometer. Jadi harus lebih dari tiga kilometer dari Gunung Anak Krakatau," ingatnya.

Diakhir, Kapolda Banten mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, khususnya terkait isu tsunami maupun informasi lain yang beredar di media sosial.

"Yang paling penting masyarakat tetap tenang, jangan cepat percaya dengan berita yang belum dapat dipastikan kebenarannya, khususnya terkait isu tsunami maupun informasi lain yang beredar di media sosial," tutupnya. (Daeng Yusvin/Nang)

UMI dan Unhas Perkuat Ekosistem Ilmu Kepolisian Hadapi Kompleksitas Zaman



REFORMASI-ID | Makassar, 9 September 2026 – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama perguruan tinggi terus membangun ekosistem ilmu kepolisian untuk merespons kompleksitas persoalan masyarakat dan perkembangan zaman. Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Muslim Indonesia (UMI) menjadi bagian dari penguatan ekosistem tersebut melalui pengembangan Pusat Studi Kepolisian dan kerja sama akademik dengan Polri.

Peresmian Pusat Studi Kepolisian Unhas berlangsung di Kampus Universitas Hasanuddin, Makassar, Rabu (9/9/2026). Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo memberikan sambutan secara virtual dari Jakarta.

Dalam sambutannya, Wakapolri menyampaikan penghargaan kepada Unhas dan UMI yang telah membuka ruang kolaborasi antara kepolisian dan dunia akademik.

“Bagi Polri, perguruan tinggi merupakan mitra penting dalam memperkaya perspektif dan mengembangkan ilmu kepolisian. Kami sangat menghargai keterbukaan kampus untuk bersama-sama membangun pengetahuan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Wakapolri.

Wakapolri menilai Pusat Studi Kepolisian perlu dikembangkan sesuai dengan karakter, kompetensi, dan keunggulan masing-masing perguruan tinggi. Dengan demikian, keberagaman fokus kajian justru menjadi kekuatan dalam membangun jejaring keilmuan kepolisian secara nasional.

Unhas: Menghubungkan Ilmu dengan Persoalan Masyarakat

Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa menilai kolaborasi dengan Polri memiliki makna strategis bagi dunia akademik maupun kepolisian.

“Polisi membutuhkan ilmu untuk menghadapi kompleksitas zaman, dan ilmu membutuhkan polisi untuk memastikan bahwa pengetahuan benar-benar hadir di tengah persoalan masyarakat,” ujar Jamaluddin.

Menurutnya, Pusat Studi Kepolisian harus menjadi ruang yang mempertemukan teori, penelitian, dan persoalan nyata di masyarakat.

“Pusat studi ini jangan hanya menjadi lembaga yang dibentuk secara administratif. Kita ingin menjadi ruang yang hidup untuk berdiskusi, melakukan penelitian, dan menghasilkan kajian yang dapat menjawab persoalan nyata di masyarakat,” katanya.

Ia menilai persoalan seperti destructive fishing membutuhkan keterlibatan berbagai bidang ilmu agar dapat dilihat secara komprehensif.

Unhas pun membuka peluang kolaborasi lintas disiplin untuk menghasilkan kajian dan rekomendasi yang dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat dan institusi penegak hukum.

UMI: Kolaborasi yang Saling Menumbuhkan

Sementara itu, Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib diwakili Wakil Rektor II Prof. Dr. Ir. H. Zakir Sabara HW., S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng.

Zakir menegaskan bahwa hubungan Polri dan UMI dibangun dengan semangat kemitraan dan saling memperkuat.

“Polri dan UMI saling menumbuhkan. Polri memiliki pengalaman dan pengetahuan dari berbagai persoalan nyata di lapangan, sedangkan UMI memiliki sumber daya manusia, kapasitas penelitian, teknologi, dan berbagai disiplin ilmu. Keduanya dapat dipertemukan untuk saling memperkuat,” ujar Zakir.

Ia menjelaskan, UMI memiliki kekuatan keilmuan yang beragam, termasuk hukum, teknologi, kecerdasan buatan, keamanan siber, ekonomi, energi, kesehatan, lingkungan, agama, dan ilmu sosial.

Keragaman tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk mengembangkan kajian kepolisian yang lebih komprehensif.

“Kita ingin Pusat Studi Kepolisian menjadi ruang untuk menghasilkan kajian, inovasi, dan rekomendasi. Bukan hanya membicarakan persoalan setelah terjadi, tetapi juga membantu membaca risiko dan menyiapkan berbagai kemungkinan sejak dini,” katanya.

Memperkuat Evidence-Based Policing

Wakapolri menjelaskan bahwa pengembangan jejaring Pusat Studi Kepolisian juga menjadi bagian dari penguatan pendekatan evidence-based policing, yakni pengembangan praktik kepolisian yang didukung oleh data, penelitian, dan pengujian ilmiah.

Melalui pendekatan tersebut, pengalaman praktis kepolisian dapat dipertemukan dengan metodologi dan perspektif akademik untuk menghasilkan pengetahuan yang relevan sekaligus dapat diterapkan.

“Kami berharap pusat studi ini dapat menjadi jembatan yang mempertemukan pengalaman praktis kepolisian dengan kekayaan ilmu pengetahuan di perguruan tinggi. Dari sana kita dapat saling belajar dan bersama-sama mencari solusi yang terbaik,” ungkap Wakapolri.

Menurutnya, mahasiswa juga memiliki posisi penting dalam ekosistem tersebut. Pemikiran kritis, kreativitas, dan perspektif generasi muda dapat menjadi bagian dari proses pengembangan ilmu kepolisian.

Jejaring Nasional Terus Diperluas

Hingga saat ini, Polri telah menjalin 79 MoU dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia, dengan 41 perguruan tinggi telah meresmikan dan mengoperasionalkan Pusat Studi Kepolisian.

Di lingkungan internal Polri juga telah dikembangkan 16 Pusat Studi Kepolisian dengan fokus keilmuan yang beragam, mulai dari Polmas, antikorupsi, terorisme, siber, SDM, teknologi kepolisian, forensik, keamanan nasional, keadilan restoratif dan transformasi konflik, hingga intelijen kepolisian.

Wakapolri berharap jejaring tersebut tidak sekadar menjadi jaringan kelembagaan, tetapi berkembang menjadi jaringan pengetahuan yang saling terhubung.

“Ukuran keberhasilan kita bukan semata-mata berapa banyak kerja sama yang dibuat atau berapa banyak kegiatan yang dilaksanakan. Yang jauh lebih penting adalah seberapa besar pengetahuan, penelitian, dan kolaborasi tersebut dapat memberikan manfaat serta menghadirkan perubahan yang lebih baik bagi masyarakat,” pungkas Wakapolri.

Wakapolri Ajak Kampus dan Mahasiswa Bersama Wujudkan Polri yang Semakin Baik



REFORMASI-ID | Makassar, 9 September 2026 – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo mengajak perguruan tinggi, akademisi, peneliti, dan mahasiswa untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Polri dalam mengembangkan ilmu kepolisian, memperkaya perspektif, serta menghadirkan gagasan dan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan Wakapolri secara virtual dari Jakarta dalam peresmian Pusat Studi Kepolisian Universitas Hasanuddin (Unhas) yang berlangsung di Kampus Universitas Hasanuddin, Makassar, Rabu (9/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Polri juga memperkuat kerja sama dengan Universitas Hasanuddin dan Universitas Muslim Indonesia (UMI) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai bagian dari pengembangan jejaring Pusat Studi Kepolisian di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia.

Wakapolri menyampaikan apresiasi kepada Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa beserta seluruh sivitas akademika Unhas dan Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib beserta seluruh sivitas akademika UMI atas keterbukaan dan komitmen dalam membangun ruang kolaborasi antara Polri dan dunia akademik.

“Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Rektor dan seluruh sivitas akademika atas prakarsa dan komitmen dalam mewujudkan Pusat Studi Kepolisian ini. Keikutsertaan perguruan tinggi merupakan langkah penting untuk memperluas jejaring kolaborasi akademis di bidang ilmu kepolisian, memperkuat Tridharma Perguruan Tinggi, serta mendukung transformasi Polri,” ujar Wakapolri.

Menurut Wakapolri, kolaborasi tersebut merupakan hubungan yang saling melengkapi. Polri memiliki pengalaman dan pengetahuan praktis dari berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan, sementara perguruan tinggi memiliki kekuatan akademik, metodologi penelitian, serta kekayaan perspektif keilmuan.

“Kami mengajak seluruh pengelola Pusat Studi Kepolisian, akademisi, peneliti, mahasiswa, dan jajaran Polri untuk menjadikan pusat studi ini sebagai ruang kolaborasi yang hidup dan produktif. Jangan berhenti pada pembentukan kelembagaan, tetapi mari hadirkan riset, gagasan, pemikiran kritis, dan rekomendasi yang dapat menjawab permasalahan nyata di lapangan,” katanya.

Wakapolri juga mengajak mahasiswa untuk mengambil bagian dalam ekosistem kolaborasi tersebut. Menurutnya, mahasiswa memiliki kreativitas, energi, dan perspektif generasi muda yang dapat memperkaya kajian mengenai kepolisian dan berbagai dinamika sosial.

“Kami sangat menghargai pemikiran, kritik, dan masukan dari lingkungan akademik. Melalui ruang dialog yang terbuka dan konstruktif, kita dapat saling belajar dan bersama-sama mencari pendekatan yang lebih baik untuk kepolisian dan masyarakat,” tutur Wakapolri.

Unhas: Ilmu dan Kepolisian Saling Membutuhkan

Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa menyampaikan apresiasi atas terbangunnya kolaborasi dengan Polri. Menurutnya, hubungan antara kepolisian dan perguruan tinggi memiliki arti penting dalam menghadapi kompleksitas persoalan masyarakat.

“Polisi membutuhkan ilmu untuk menghadapi kompleksitas zaman, dan ilmu membutuhkan polisi untuk memastikan bahwa pengetahuan benar-benar hadir di tengah persoalan masyarakat,” ujar Jamaluddin.

Ia berharap Pusat Studi Kepolisian Unhas menjadi ruang akademik yang hidup, tidak hanya dalam diskusi, tetapi juga melalui penelitian dan kajian yang memberikan manfaat nyata.

Salah satu persoalan yang dapat dikembangkan adalah destructive fishing atau praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak. Menurut Jamaluddin, persoalan tersebut memiliki dimensi hukum, lingkungan, keselamatan masyarakat, dan sosial sehingga membutuhkan pendekatan lintas disiplin.

“Kita perlu mempertemukan berbagai disiplin ilmu agar persoalan yang dihadapi masyarakat dapat dilihat secara lebih utuh dan menghasilkan rekomendasi yang benar-benar bermanfaat,” katanya.

Jamaluddin menegaskan Unhas terbuka menjadi ruang kolaborasi bagi Polri dan berbagai pihak dalam mengembangkan ilmu pengetahuan serta memberikan kontribusi bagi bangsa.

UMI: Polri dan UMI Saling Menumbuhkan

Dalam kegiatan tersebut, Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib diwakili Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Keuangan, dan Pengembangan Ketenagaan UMI, Prof. Dr. Ir. H. Zakir Sabara HW., S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng.

Zakir menyampaikan bahwa kerja sama dengan Polri merupakan bentuk komitmen UMI untuk membuka kekuatan akademik dan sumber daya perguruan tinggi dalam membantu menjawab berbagai persoalan nyata di masyarakat.

“Prinsip kami sederhana, Polri dan UMI saling menumbuhkan. Polri memiliki pengalaman dan pengetahuan dari berbagai persoalan nyata di lapangan, sementara UMI memiliki sumber daya manusia, kapasitas akademik, teknologi, dan berbagai disiplin ilmu. Ketika kedua kekuatan ini dipertemukan, kita berharap lahir pengetahuan dan solusi yang memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat,” ujar Zakir.

Menurutnya, perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, keamanan siber, ekonomi, energi, kesehatan, lingkungan, dan dinamika sosial membutuhkan kajian yang tidak terbatas pada satu disiplin ilmu.

“UMI memiliki kekuatan keilmuan yang beragam. Kekuatan tersebut siap kita kolaborasikan bersama Polri, sehingga Pusat Studi Kepolisian tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga menjadi ruang untuk menghasilkan kajian, inovasi, dan rekomendasi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.

79 MoU dengan Perguruan Tinggi

Saat ini Polri telah menjalin 79 nota kesepahaman (MoU) dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia, dan 41 di antaranya telah meresmikan serta mengoperasionalkan Pusat Studi Kepolisian.

Selain jejaring eksternal tersebut, Polri juga telah mengembangkan 16 Pusat Studi Kepolisian internal dengan berbagai fokus keilmuan, antara lain Polmas, antikorupsi, terorisme, ilmu kepolisian, lalu lintas, siber, SDM, teknologi kepolisian, forensik, keamanan nasional, keadilan restoratif dan transformasi konflik, serta intelijen kepolisian.

Wakapolri berharap jejaring tersebut terus berkembang menjadi ekosistem keilmuan yang terbuka, produktif, dan saling menguatkan.

“Setiap perguruan tinggi memiliki kekuatan dan keunggulan masing-masing. Kami berharap kekuatan tersebut dapat berkembang melalui kolaborasi yang sesuai dengan karakter dan kompetensi masing-masing kampus. Dengan demikian, jejaring ini akan semakin kaya dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pengembangan ilmu kepolisian,” ujarnya.

“Mari kita bangun jejaring keilmuan yang semakin kuat, terbuka, dan berkelanjutan, sehingga setiap pengetahuan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi kebijakan dan praktik kepolisian yang semakin profesional, adaptif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Wakapolri.

Sejak 27 Agustus, 200 Perwira dan Bhabin Bergerak Cegah Karhutla, dari Edukasi hingga Shalat Istisqa



REFORMASI-ID | Jakarta, 31 Agustus 2026 — Polri terus bergerak mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari hulu. Sejak 27 Agustus 2026, 200 peserta didik Polri bersama Bhabinkamtibmas telah diterjunkan ke empat Polda prioritas untuk menjangkau masyarakat secara langsung.

Mereka bergerak dari pintu ke pintu memberikan edukasi, membagikan masker, memberikan bantuan kemanusiaan, memetakan wilayah rawan, berkoordinasi dengan berbagai pihak, hingga membantu penanganan titik api. Di tengah kemarau, pendekatan spiritual juga dilakukan bersama masyarakat melalui Shalat Istisqa dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan.

Kegiatan ini tidak berhenti pada satu lokasi. Para peserta didik bersama Bhabinkamtibmas akan terus bergerak menjangkau warga di wilayah rawan karhutla sesuai kebutuhan dan perkembangan situasi di lapangan.

Kalbar Jadi Salah Satu Contoh Paling Masif

Kalimantan Barat menjadi salah satu gambaran kuat pelaksanaan Satgas Edukasi Polri. Sebanyak 104 peserta didik diterjunkan ke 14 wilayah Polresta dan Polres jajaran.

Terdiri dari 68 mahasiswa S2 PTIK, 7 Serdik Sespimma dan 29 siswa Setukpa, mereka telah melaksanakan 91 kegiatan.

Sebanyak 55 kegiatan di antaranya berupa edukasi, penyuluhan dan sosialisasi dialogis. Kegiatan lainnya meliputi 16 koordinasi lintas sektoral dan pemetaan, 10 kegiatan kemanusiaan dan kesehatan, 7 bantuan fisik lapangan dan pemadaman, serta 3 kegiatan spiritual dan kultural.

Para peserta didik bersama Bhabinkamtibmas mendatangi warga secara door-to-door, memberikan edukasi bahaya pembakaran lahan, membagikan masker, mendistribusikan air bersih, melakukan pemeriksaan kesehatan, hingga membantu penanganan titik api.

Di Kabupaten Melawi, kegiatan tersebut turut mendorong deklarasi komitmen warga dan komponen masyarakat untuk menghentikan pembakaran hutan secara sengaja selama musim kemarau 2026.

Kalteng: Edukasi Berjalan Bersama Pemadaman

Di Kalimantan Tengah, 48 peserta didik diterjunkan ke 14 wilayah Polresta dan Polres jajaran.

Sebanyak 27 kegiatan telah dilakukan, terdiri dari 16 edukasi, penyuluhan dan imbauan, 7 pemetaan hotspot dan koordinasi lintas instansi, serta 4 kegiatan bantuan pemadaman.

Di lapangan, peserta didik bersama jajaran kewilayahan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla, dampak kesehatan dan konsekuensi hukum, sekaligus membantu ketika ditemukan titik api.

Sumsel: Menjangkau Kelompok Tani hingga Rumah Ibadah

Di Sumatera Selatan, 38 peserta didik bergerak di 9 wilayah Polres jajaran dan telah melaksanakan 41 kegiatan.

Sebanyak 19 kegiatan berupa edukasi, penyuluhan dan imbauan langsung. Edukasi dilakukan melalui door-to-door, kelompok tani, rumah ibadah hingga talkshow radio.

Satgas juga membagikan masker, bantuan sembako, memasang poster dan membagikan pamflet, melakukan pengecekan hotspot, mengecek kesiapan peralatan pemadaman serta berkoordinasi dengan BNPB dan TNI.

Kaltim: Edukasi hingga Shalat Istisqa

Di Kalimantan Timur, 10 peserta didik diterjunkan ke empat wilayah, yakni Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Paser dan Berau.

Sebanyak 16 kegiatan telah dilakukan, termasuk 7 edukasi dan penyuluhan, 3 kegiatan kemanusiaan dan kesehatan, 3 kegiatan spiritual dan doa bersama, serta 3 kegiatan sinergitas instansi dan peningkatan kapasitas personel.

Untuk pendekatan spiritual, Satgas bersama unsur pemerintah, TNI dan masyarakat melaksanakan Shalat Istisqa dan doa bersama di Halaman Kantor Bupati Kutai Timur, lingkungan Polres Kutai Kartanegara, dan wilayah Berau.

Selain itu, peserta didik memberikan penguatan kepada Bhabinkamtibmas dan fungsi Samapta mengenai pemetaan wilayah rawan dan langkah mitigasi karhutla.

175 Kegiatan, 97 di Antaranya Edukasi dan Penyuluhan

Secara keseluruhan, rekapitulasi empat Polda mencatat 175 kegiatan lapangan yang telah dilaksanakan.

Dari jumlah tersebut, 97 kegiatan merupakan edukasi, penyuluhan dan sosialisasi langsung kepada masyarakat.

Rinciannya:

* Kalbar: 104 personel — 91 kegiatan — 55 edukasi/penyuluhan;
* Kalteng: 48 personel — 27 kegiatan — 16 edukasi/penyuluhan;
* Sumsel: 38 personel — 41 kegiatan — 19 edukasi/penyuluhan;
* Kaltim: 10 personel — 16 kegiatan — 7 edukasi/penyuluhan.

Karo Penmas: Terus Bergerak Menjangkau Warga

Karo Penmas Polri menegaskan bahwa pengerahan peserta didik merupakan bagian dari upaya Polri merespons ancaman karhutla secara cepat dan menyeluruh.

“Karhutla tidak bisa menunggu. Sejak 27 Agustus, para perwira peserta didik sudah bergerak bersama Bhabinkamtibmas dan masyarakat. Mereka tidak menunggu api membesar, tetapi hadir dari hulu untuk mencegahnya.”

Menurutnya, bentuk kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi wilayah.

“Ada yang bergerak dari pintu ke pintu memberikan edukasi, membagikan masker, membantu masyarakat, melakukan pemetaan, membantu penanganan titik api, sampai bersama masyarakat melaksanakan Shalat Istisqa di Kutai Timur, Kutai Kartanegara dan Berau. Semua dilakukan karena Polri ingin hadir secara nyata di tengah masyarakat.”

Karo Penmas menambahkan, kegiatan tersebut belum berhenti.

“Ini bukan kegiatan yang berhenti setelah satu atau dua kali penyuluhan. Para peserta didik bersama Bhabinkamtibmas akan terus bergerak menjangkau warga, khususnya di wilayah yang memiliki potensi karhutla. Semakin dekat kita dengan masyarakat, semakin cepat kita membangun kesadaran dan mendeteksi potensi kebakaran.”

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat.

“Masyarakat adalah bagian dari garda terdepan pencegahan. Satu warga yang memilih tidak membakar lahan, satu informasi yang cepat disampaikan dan satu titik api yang segera dilaporkan dapat mencegah kebakaran menjadi lebih besar.”

Polri memastikan edukasi dan pembinaan masyarakat berjalan beriringan dengan deteksi dini, pemetaan, koordinasi lintas sektoral, pemadaman dan penegakan hukum.

Polri mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah atau daun kering sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Dari pintu ke pintu hingga rumah ibadah, dari membagikan masker hingga membantu memadamkan api, Polri terus bergerak bersama masyarakat.

Bukan sekadar datang. Tetapi terus menjangkau, mencegah dan menjaga agar karhutla tidak meluas