Media Reformasi Indonesia (MRI)

30 Oktober 2026

Dekati Masyarakat, Patroli Polisi Satwa Turangga Bagikan Jumat Berkah dan Edukasi Keselamatan Berkendara



REFORMASI-ID | Jakarta - Detasemen Turangga Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korps Sabhara Baharkam Polri menggelar patroli dialogis yang humanis di tengah masyarakat pada Jumat, 30 Oktober 2026. Memulai kegiatan sejak pukul 07.30 WIB, tim patroli berkuda ini tidak hanya berfokus pada pemantauan keamanan, tetapi juga membawa misi sosial melalui aksi pembagian "Jumat Berkah".

Patroli kewilayahan ini dipimpin oleh Ipda Ramijo dengan menerjunkan kekuatan penuh sebanyak 8 personel Polri, yaitu Aipda Sokip, Briptu Mario, Briptu Orlando, Briptu Fergi, Bripda Raynoso, Binda Dinda, dan Bripda Salma. Menariknya, pergerakan personel di lapangan didampingi oleh dua ekor satwa Turangga (kuda) andalan bernama Silke dan Legro. Kehadiran sepasang kuda patroli ini langsung menarik perhatian dan memicu antusiasme tinggi dari warga sekitar.

Sepanjang jalur patroli, para personel Ditpolsatwa aktif melakukan interaksi dua arah dengan warga. Kesempatan ini dimanfaatkan petugas untuk mengedukasi masyarakat, khususnya mengenai pentingnya selalu menggunakan helm saat berkendara demi keselamatan di jalan raya. Kegiatan berjalan dengan lancar dan kondusif tanpa adanya temuan hal-hal yang mencurigakan, sehingga situasi kamtibmas di area patroli dinyatakan aman terkendali.

Aksi sosial pembagian paket Jumat Berkah yang disisipkan dalam patroli ini terbukti sangat membantu masyarakat bawah yang beraktivitas di jalanan, mulai dari pengemudi ojek online (ojol), tukang parkir, hingga sopir angkutan kota (angkot). Pendekatan humanis menggunakan satwa ini dinilai efektif dalam mencairkan jarak antara aparat penegak hukum dan masyarakat, sekaligus memperkuat pesan kepedulian Polri terhadap keselamatan warga.

Baharkam Polri Tuntaskan Klarifikasi Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan di PT Asmin Bara Bronang



REFORMASI-ID  | Kalteng - Tim Klarifikasi Korps Sabhara Badan Pemelihara Keamanan Kepolisian Republik Indonesia (Korsabhara Baharkam Polri) secara resmi merampungkan seluruh rangkaian verifikasi lapangan terkait implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) di PT Asmin Bara Bronang, Kalimantan Tengah. Agenda hari ketiga yang merupakan fase krusial ini dilaksanakan di Ruang A Plus Center pada Jumat, 30 Oktober 2026.

Rangkaian verifikasi dipimpin langsung oleh Ketua Tim Klarifikasi, Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata, S.I.K., M.H. Di pihak korporasi, delegasi dipimpin oleh Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Asmin Bara Bronang, Akmad Yudi Prawiranegara, bersama jajaran manajemen senior dan penanggung jawab teknis (Person in Charge) dari masing-masing unit fungsi kerja.

Bedah Elemen Strategis dan Finalisasi Penilaian

Agenda kerja yang berlangsung intensif sejak pukul 08.00 WIB ini diawali dengan pendalaman teknis terhadap Elemen IV dan Elemen V dari instrumen kriteria SMP. Dalam sesi tersebut, tim auditor profesional bersama manajemen perusahaan melakukan pengujian validitas serta penambahan bukti dukung (evidence) ke dalam matriks penilaian digital (scoring excel).

Memasuki paruh kedua kegiatan, tim gabungan yang turut didampingi oleh Dr. Drs. Uden Kusumawijaya, S.H., M.H., dan Drs. Karyadi selaku Auditor SMP Tenaga Profesional melakukan tinjauan menyeluruh (review) terhadap totalitas Elemen I hingga Elemen V. Proses ini bertujuan memastikan seluruh aspek pengamanan pada area Objek Vital Nasional (Obvitnas) tersebut telah memenuhi parameter regulasi yang berlaku.

Penutupan Resmi dan Penandatanganan Berita Acara

Setelah kalkulasi penilaian akhir dan perumusan notulensi rampung diselaraskan pada sore hari, kegiatan dilanjutkan dengan upacara penutupan resmi. Acara seremonial diisi dengan pemaparan komprehensif mengenai hasil akhir klarifikasi oleh Ketua Tim Mabes Polri, dilanjutkan dengan sambutan dari pihak manajemen PT Asmin Bara Bronang.

Rangkaian kegiatan resmi berakhir pada pukul 18.00 WIB yang ditandai dengan penandatanganan bersama serta penyerahan dokumen Berita Acara (BA) Klarifikasi Implementasi SMP, diikuti sesi dokumentasi bersama seluruh delegasi yang hadir, termasuk perwakilan Ditpamobvit Polda Kalteng, AKBP Meidianson dan Ipda Nyoman S.

Unik dan Humanis! Polisi Berkuda Ditpolsatwa Bagikan Jumat Berkah di Depok Libatkan Kuda Wulinda dan Silke



REFORMASI-ID | Depok - Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korps Sabhara Baharkam Polri terus berkomitmen mempererat silaturahmi sekaligus berbagi kebaikan dengan masyarakat. Melalui Detasemen Turangga (Den Turangga), Ditpolsatwa secara konsisten menggelar aksi sosial bertajuk "Jumat Berkah" di wilayah Kota Depok, Jawa Barat.

Kegiatan terbaru dilaksanakan pada Jumat, 30 Oktober 2026, di kawasan Depok. Kegiatan dipimpin langsung oleh *Ipda Ramijo, Perwira Unit K-9 Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri*, beserta jajaran perwira dan bintara Ditpolsatwa.

Uniknya, aksi sosial ini juga melibatkan Satwa Turangga (kuda) milik Ditpolsatwa, yaitu Silke, Keywest, Wulinda, dan Nobel, yang menjadi daya tarik sekaligus sarana edukasi bagi warga.

Kegiatan Jumat Berkah ini menyasar masyarakat pekerja sektor informal yang rentan, seperti pengemudi ojek online, ojek pangkalan, pemulung, sopir angkot, dan petugas kebersihan. Personel membagikan paket bantuan berupa makanan, sembako, dan minuman hangat secara humanis sambil berpatroli berkuda di Jalan Raya Bogor.

Ipda Ramijo mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polri dan upaya untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat, khususnya di hari yang penuh berkah.

"Kegiatan Jumat Berkah ini rutin kami laksanakan sebagai komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat dan berbagi kebaikan. Kehadiran Satwa Turangga juga menjadi simbol kedekatan kami dengan warga Depok," ujar Ipda Ramijo.

Aksi humanis berkuda ini pun mendapat antusiasme tinggi dari warga. Selain berbagi, Den Turangga juga mengedukasi masyarakat bahwa Polri memiliki pasukan berkuda yang siap memberikan rasa aman dengan pendekatan humanis.

Kelanjutan Aksi Solidaritas Wartawan, Bupati Asep Janji Copot Kadis LH Donny Sirait



REFORMASI-ID | Bekasi - Pasca pelantikan Asep Surya Atmaja menjadi Bupati Defenitif oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pada Jumat (23/10/2026) lalu di Bandung, Koordinator Aksi Solidaritas Wartawan, Paulus Simalango dan jajarannya datangin Kantor Bupati.

Pada kunjungan hari Senin (26/10/2026) siang itu, disampaikan surat permohonan audensi.

"Tadi sudah kami sampaikan surat permohonan audensi. Dan saya tadi sudah dihubungi pak Bupati Asep, beliau bersedia audensi hari Rabu (28/10/2026) pagi," ujar Paulus, Senin (26/10/2026) sore.

Seperti diketahui, sewaktu Aksi DEMO Solidaritas Wartawan, Kamis (15/10/2026) itu, Asep yang masih Plt Bupati menandatangani:

Pernyataan Pemerintah Daerah

Atas Pernyataan Sikap Tiga Tuntutan Aksi Damai Solidaritas Wartawan Se-Bekasi Raya

Menyikapi 3 (tiga) tuntutan aksi damai Solidaritas Wartawan Se-Bekasi Raya kami selaku pihak Pemerintah Kabupaten Bekasi dengan ini menyampaikan poin-poin pernyataan sebagai berikut:

1. Dalam hal tuntutan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi dan lakukan pemeriksaan menyeluruh akan ditindaklanjuti terlebih dahulu sesuai dengan disiplin Pegawai Negeri Sipil dan memperhatikan batasan kewenangan Plt. Bupati peraturan perundang-undangan sebagaimana ketentuan yang mengatur tentang Bekasi yang ditetapkan oleh Kementerian Dalam Negeri.

2. Dalam hal tuntutan permintaan maaf resmi dan jaminan tidak ada lagi penghinaan atau intimidasi terhadap wartawan, kami Pemerintah Kabupaten Bekasi menghormati dan mendukung kemerdekaan pers sebagai salah satu pilar demokrasi dengan menjunjung tinggi prinsip kesetaraan saling menghormati satu sama lain. Sehingga kesalapahaman ini tidak terjadi kembali.

3. Dalam hal tuntutan kawal proses hukum sampai tuntas dan tegakkan akuntabilitas pejabat publik, kami Pemerintah Kabupaten Bekasi menghormati proses hukum yang sedang belangsung sesuai dengan tahapan dan mekanisme prosedur yang berlaku.

Oleh karena Asep sudah resmi menjadi Bupati, Paulus dan para wartawan kembali mendatangi Kantor Bupati. Yakni meminta kesediaan Bupati Asep untuk Audensi. 

Adapun agenda Audensi, meminta klarifikasi serta penjelasan Asep yang kini resmi menjadi Kepala Pemerintahan Kabupaten Bekasi, terkait progres pernyataan sewaktu Aksi DEMO tersebut.

"Ya sudah, hari Rabu pagi kita sepakati Audensinya ya," terang Paulus mengulangi perkataan Bupati Asep kepada Wartawan. 

Ketemu hari Rabu (28/10/2026) siang, Asep tegas akan mencopot Kadis LH Donny Sirait.

"Saya sebagai Bupati, akan mencopot OPD, baik itu Kepala Dinas dan jajaran pejabat apapun yang tidak punya Etika," pungkasnya.

Brigif Marinir 4/BS Resmi Buka Kejuaraan Karate Pangkormar CUP Peringati HUT Ke-81 Korps Marinir


REFORMASI-ID | LAMPUNG - TNI AL, Korps Marinir, Brigif 4 Marinir/BS. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Korps Marinir Tahun 2026, Kejuaraan Karate Piala Pangkormar resmi dibuka oleh Asisten Perencanaan dan Anggaran Panglima Korps Marinir (Asrena Pangkormar)  Brigjen TNI (Mar) Umar Farouq, S.A.P., CHRMP., M.Tr.Opsla., M.Han., bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung (Unila), Gedong Meneng, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung. Jumat (30/10/2026)

Komandan Brigif 4 Marinir/BS Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo, M.Tr.Hanla., CHRMP., turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai Ketua Panitia penyelenggara. Kejuaraan ini diikuti lebih dari 1.000 atlet dari berbagai daerah di seluruh penjuru Tanah Air, yang terbagi dalam tiga kategori perlombaan, yaitu kategori TNI/Polri, Open Turnamen, dan Festival Pelajar.

Kegiatan pembukaan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Lampung, unsur TNI-Polri, instansi pemerintah, serta organisasi olahraga. Di antaranya Gubernur Lampung yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Dr. Drs. Muhammad Firsada, M.Si., CACP., Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, S.E., M.B.A., Pangdam XXI yang diwakili Asintel Kasdam Kolonel Inf. A.A. Gede Rama Cahyana Putra, S.Sos., M.Tr.(Han)., Kapolda Lampung yang diwakili Karo Rena Kombes Pol. Suratno, S.I.K., M.Si., Kabinda Lampung Suryono, S.S., serta Kajati Lampung yang diwakili Asisten Pengawasan Agus Widodo, S.H., M.H.

Turut hadir Wali Kota Bandar Lampung yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Ariyawan, S.H., M.H., Danlanud yang diwakili Kadisops Lanud Letkol Pas Ady Anistika, Danlanal Lampung Kolonel Laut (P) Irianto Kurniawan, B.Eng., M.S.S., M.Tr.Opsla., CRMP., Danrem yang diwakili Kasiren Kolonel Inf. Yogi Bahtiar, S.Kom., M.B.A., serta Direktur Polairud Polda Lampung Kombes Pol. Boby Pa’ludin Tambunan, S.I.K., M.H.

Selain itu, hadir Kadispora yang diwakili Kabid Prestasi Ibu Indah, Ketua KONI Provinsi Lampung yang diwakili Wakil Ketua Umum II Riagus Ria, Ketua dan Pengurus Cabang 7 PG Kormar, serta para Perwira Staf Brigif 4 Marinir/BS.


Dalam sambutannya, Asrena Pangkormar menyampaikan bahwa melalui Kejuaraan Turnamen Karate tahun ini, Korps Marinir ingin mengambil peran aktif dalam pembinaan prestasi olahraga nasional, khususnya cabang olahraga karate. Kami ingin mencari dan menempa bibit-bibit muda berbakat yang kelak dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

"Selain aspek prestasi, esensi utama dari kejuaraan ini adalah memperkuat nilai-nilai kedisiplinan, jiwa korsa, dan sportivitas di kalangan generasi muda, sekaligus mempererat kebersamaan antara TNI dan masyarakat," ujarnya.

Kepada seluruh peserta, Asrena Pangkormar berpesan agar senantiasa menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan setiap pertandingan sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik. 

"Kepada seluruh Karateka, bertandinglah secara sportif dan tunjukkan kemampuan terbaik kalian," demikian pesan Askormar dalam sambutannya.

Dalam pada itu lanjutnya. Penyelenggaraan Kejuaraan Karate Piala Pangkormar ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi Korps Marinir dalam mendukung kemajuan olahraga nasional sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat. 

"Melalui momentum HUT Ke-81 Korps Marinir Tahun 2026, diharapkan lahir atlet-atlet karate berprestasi yang mampu membawa nama harum Indonesia, serta generasi muda yang memiliki karakter disiplin, tangguh, dan menjunjung tinggi sportivitas," pungkasnya. (Mdn) 

Tak Cukup Razia, Kapolda Sumsel Siapkan Program Terpadu Berantas Narkoba


REFORMASI-ID | PALEMBANG — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P. menyiapkan penanganan terpadu dan berkelanjutan untuk memberantas peredaran narkoba di Lorong Manggar, Palembang. Program tersebut akan melibatkan pemerintah daerah, alim ulama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda untuk menata kawasan agar lebih terang, manusiawi, dan layak huni.

Komitmen tersebut disampaikan Kapolda usai melaksanakan Sholat Jumat Keliling di Masjid Lawang Kidul Boom Baru, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, Jumat (30/10/2026). Usai sholat berjamaah, Kapolda melaksanakan doorstop bersama awak media dan menyampaikan sejumlah arahan terkait program Jumat Keliling serta penanganan peredaran narkoba.

Kapolda menginstruksikan seluruh Kapolres dan Kapolsek jajaran untuk menyukseskan program Jumat Keliling. Kegiatan ini menjadi sarana silaturahmi, menyerap aspirasi masyarakat, sekaligus menyampaikan program kerja kepolisian sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Dalam doorstop tersebut, Kapolda juga menyoroti pemberantasan narkoba di Lorong Manggar. Pekan lalu, Polda Sumsel bersama BNN telah melakukan penegakan hukum di kawasan yang selama ini identik dengan aktivitas peredaran narkoba tersebut.

Kapolda menegaskan, Lorong Manggar telah bertahun-tahun menjadi pekerjaan rumah. Penindakan selama ini kerap membuat aktivitas berhenti sekitar dua bulan, tetapi kemudian kembali muncul.

Karena itu, Polda Sumsel menyiapkan program penanganan yang berkesinambungan. Pendekatan ini tidak hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga melibatkan berbagai elemen untuk memperbaiki kondisi lingkungan.

Program tersebut akan merangkul Pemkot Palembang, alim ulama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda. Mereka akan bersama-sama menata Lorong Manggar dari kawasan gelap menjadi terang, sehingga tidak lagi nyaman untuk transaksi narkoba.

Penataan juga diarahkan untuk menjadikan kawasan tersebut lebih manusiawi dan layak huni. Kapolda menyebut program itu telah dikoordinasikan dengan Wali Kota Palembang dan mendapat persetujuan.

Selain itu, Kapolda mengingatkan masyarakat tentang bahaya narkoba bagi generasi muda, bangsa, dan negara. Ia meminta dukungan serta peran aktif warga karena pemberantasan narkoba tidak akan berjalan maksimal tanpa keterlibatan masyarakat.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa Sholat Jumat Keliling merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui pendekatan humanis dan spiritual.

"Kegiatan Sholat Jumat Keliling Bapak Kapolda Sumsel di Masjid Lawang Kidul Boom Baru ini adalah wujud nyata komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam tugas penegakan hukum tetapi juga membangun kedekatan secara humanis dan spiritual."

Terkait Lorong Manggar, Kabid Humas menjelaskan bahwa Polda Sumsel mengedepankan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan sesuai arahan Kapolda.

"Kita ubah kawasan yang tadinya gelap menjadi terang, kita tata menjadi kawasan yang lebih manusiawi. Ini sudah kita koordinasikan dengan Pemkot Palembang. Kami dari Polda Sumsel memohon dukungan seluruh elemen masyarakat, alim ulama dan tokoh pemuda untuk bersama-sama menjaga Palembang agar bersih dari narkoba. Situasi selama kegiatan tadi berjalan aman, tertib dan kondusif," tutup Kabid Humas.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Dirbinmas Polda Sumsel Kombes Pol. Hari Purnomo, Dirreskrimsus, Kabid Dokkes, Kapolsek Ilir Timur II, pengurus masjid, serta warga sekitar Masjid Lawang Kidul Boom Baru.

Melalui kegiatan Jumat Keliling, Polda Sumsel terus memperkuat komunikasi langsung dengan masyarakat. Selain mendekatkan pelayanan kepolisian, kegiatan ini menjadi ruang untuk menyerap aspirasi dan membangun kolaborasi dalam menjaga keamanan serta memberantas peredaran narkoba di Palembang. (Hms/Mdn) 

Soroti Proses Jual Beli Tanah Warisan di Natar, Kuasa Hukum: Sudahkah Cek Status dan Objek Tanah


REFORMASI–ID | LAMPUNG SELATAN – Kuasa hukum penggugat, Meriantony, S.H., kembali menyoroti proses jual beli objek tanah yang menjadi pokok sengketa warisan di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam keterangannya pada Jumat (30/10/2026), Meriantony mempertanyakan proses transaksi jual beli antara para tergugat dengan Turut Tergugat I melalui Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Ia menekankan pentingnya pembuktian apakah pembeli benar-benar telah menjalankan prinsip kehati-hatian sebelum melakukan transaksi.

Menurutnya, seseorang yang mengaku sebagai pembeli beriktikad baik tidak cukup hanya menunjukkan bahwa transaksi dilakukan melalui PPAT. Namun, perlu dibuktikan pula apakah sebelum transaksi dilakukan, pembeli telah memeriksa secara menyeluruh objek tanah yang dibeli, termasuk status hukum, riwayat kepemilikan, serta kondisi fisik tanah tersebut.

"Sebagai pembeli yang beriktikad baik, apakah sebelum melakukan transaksi di hadapan PPAT sudah terlebih dahulu mengecek objek jual beli dan memastikan status hukumnya? Kemudian, pada saat pengukuran objek tanah, apakah melibatkan RT, kepala lingkungan, serta kepala desa setempat?" demikian pokok pertanyaan yang disampaikan Meriantony.

Ia juga kembali mempertanyakan mekanisme proses jual beli yang dilakukan para tergugat dengan Turut Tergugat I melalui Turut Tergugat II, yang kemudian diproses oleh Turut Tergugat III.

Menurutnya, rangkaian proses tersebut perlu dijelaskan secara terbuka, terutama untuk memastikan apakah seluruh tahapan administrasi dan prosedur pertanahan telah dilaksanakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Meriantony menduga terdapat sejumlah hal dalam proses jual beli tersebut yang perlu diuji kesesuaiannya dengan mekanisme hukum pertanahan. Karena itu, ia meminta pihak-pihak terkait memberikan penjelasan mengenai asal-usul tanah, dasar penguasaan, riwayat peralihan hak, hingga proses penerbitan dokumen pertanahan.

"Perlu ada penjelasan secara terang benderang mengenai bagaimana awal mula proses tanah tersebut, bagaimana riwayatnya, siapa yang menguasai, siapa yang melakukan transaksi, serta bagaimana proses administrasi hingga akhirnya terjadi jual beli," tegasnya.

Sorotan terhadap Aturan Hukum

Dalam persoalan ini, terdapat sejumlah ketentuan hukum yang relevan untuk menjadi bahan pengujian dalam persidangan.

Pertama, Pasal 1338 ayat (3) Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) yang mengatur bahwa suatu perjanjian harus dilaksanakan dengan iktikad baik.

Kedua, Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 4 Tahun 2016, yang memberikan pedoman mengenai kriteria pembeli beriktikad baik. Salah satu prinsipnya adalah pembeli wajib melakukan kehati-hatian dengan meneliti hak penjual, status objek tanah, serta riwayat hubungan hukum tanah dengan pemegang sertifikat.

Ketiga, Pasal 37 ayat (1) PP Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, yang mengatur bahwa peralihan hak atas tanah melalui jual beli pada prinsipnya hanya dapat didaftarkan apabila dibuktikan dengan akta yang dibuat oleh PPAT.

Keempat, Pasal 39 ayat (1) huruf f PP Nomor 24 Tahun 1997, yang mengatur kewajiban PPAT menolak membuat akta apabila objek perbuatan hukum sedang dalam sengketa mengenai data fisik dan/atau data yuridisnya.

Selain itu, apabila ditemukan adanya perbuatan melawan hukum yang menimbulkan kerugian, Pasal 1365 KUHPerdata juga dapat menjadi dasar pengujian gugatan perdata, sepanjang unsur-unsurnya dapat dibuktikan.

Ketentuan-ketentuan tersebut bukan berarti telah terbukti terjadi pelanggaran hukum. Namun, menjadi dasar untuk menguji apakah proses jual beli dan administrasi pertanahan dalam perkara ini telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

Sepuluh Tahapan Mekanisme Jual Beli Tanah hingga Pendaftaran di BPN

Dalam proses jual beli tanah melalui PPAT, terdapat sejumlah tahapan administrasi dan pemeriksaan yang perlu diperhatikan. Tahapan tersebut meliputi:

1. Pengecekan sertifikat di BPN. Pengecekan sertifikat merupakan kewenangan Kantor BPN sesuai dengan lokasi objek tanah yang akan diperjualbelikan. Pemeriksaan ini bertujuan mengetahui kesesuaian data sertifikat dengan data yang tercatat pada kantor pertanahan.

2. Permohonan informasi atau SKPT. Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) dapat dimohonkan untuk memperoleh informasi mengenai status tanah. Namun, SKPT umumnya digunakan dalam kebutuhan tertentu, seperti sertifikat yang menjadi jaminan atau objek yang akan dilelang.

3. Pemeriksaan data dan warkah. Setelah memperoleh informasi mengenai kesesuaian data pertanahan, termasuk warkah dan dokumen terkait, pemeriksaan dilakukan berdasarkan data yang tersedia di BPN. Dalam sistem yang telah terdigitalisasi, pengecekan sertifikat dapat dilakukan secara elektronik atau online.

4. Pengecekan online sebelum akad. Apabila hasil pengecekan menunjukkan kesesuaian data, proses dapat dilanjutkan ke tahap akad atau penandatanganan Akta Jual Beli (AJB), dengan tetap memenuhi persyaratan lainnya.

5. Pemeriksaan kondisi fisik dan tata batas. Apabila terdapat ketidaksesuaian tata batas atau letak antara data yuridis dan data fisik bidang tanah, para pihak perlu turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya sesuai dengan data pertanahan.

6. Pengurusan BPHTB dan pembayaran PPh. PPAT menunggu proses permohonan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) sesuai ketentuan yang berlaku.

7. Penomoran dan persiapan AJB. Akta jual beli dapat dipersiapkan untuk diberikan nomor setelah persyaratan terpenuhi, termasuk pengecekan sertifikat, BPHTB, PPh, dan PBB dalam kondisi lunas, serta validasi BPHTB dan PPh telah diselesaikan pada instansi yang berwenang.

8. Pendaftaran peralihan hak. Setelah tahapan administrasi dan perpajakan diselesaikan, proses dilanjutkan dengan mendaftarkan peralihan hak atas tanah ke Kantor BPN sesuai lokasi objek tanah.

9. Penerbitan dokumen pendaftaran. Dalam proses administrasi tersebut, pemohon memperoleh Surat Pendaftaran Akta (SPA) serta dokumen terkait pendaftaran setoran negara atau Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

10. Proses administrasi dilaksanakan. Setelah seluruh persyaratan dan tahapan dipenuhi, proses pendaftaran peralihan hak dilaksanakan sesuai prosedur dan ketentuan pertanahan yang berlaku.

Sepuluh tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk melihat bagaimana suatu transaksi jual beli tanah diproses. Namun, terpenuhinya administrasi formal tidak dengan sendirinya menjawab seluruh persoalan mengenai riwayat kepemilikan, penguasaan, batas fisik, maupun kemungkinan adanya hak pihak lain atas tanah tersebut.

Minta BPN Kabupaten Lampung Selatan dan Pihak Terkait Buka Riwayat Tanah

Meriantony berharap pihak-pihak yang terlibat dalam proses transaksi maupun administrasi pertanahan dapat memberikan penjelasan secara menyeluruh, termasuk mengenai dokumen dasar penerbitan sertifikat, warkah, proses pengukuran, serta riwayat peralihan hak.

Menurutnya, keterbukaan informasi tersebut penting agar majelis hakim memperoleh gambaran yang utuh mengenai asal-usul dan proses hukum objek tanah yang kini menjadi sengketa.

Persoalan ini pun menjadi perhatian dalam proses pembuktian di Pengadilan Negeri Kalianda. Sebab, yang perlu diuji bukan hanya keberadaan sertifikat, melainkan juga rangkaian peristiwa dan dokumen yang menjadi dasar penerbitan serta peralihan hak atas tanah tersebut.

Dengan demikian, muncul pertanyaan mendasar: apakah sebelum transaksi dilakukan, pembeli telah memastikan kesesuaian data yuridis dan data fisik tanah, menelusuri riwayat kepemilikan, serta memastikan tidak terdapat hak pihak lain yang perlu diperhatikan?

Hingga berita ini diterbitkan, seluruh dugaan ketidaksesuaian prosedur maupun keabsahan transaksi tetap harus ditempatkan sebagai persoalan yang memerlukan pembuktian hukum. Keputusan mengenai sah atau tidaknya transaksi dan hak atas objek sengketa menjadi kewenangan majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut. (*) 

Hari Ke-4 Operasi Patuh Krakatau 2026, Polda Lampung Gencarkan Edukasi dan Pencegahan Pelanggaran Lalu Lintas


REFORMASI-ID | LAMPUNG – Memasuki hari keempat pelaksanaan Operasi Patuh Krakatau 2026, Polda Lampung terus mengintensifkan upaya edukasi, pencegahan, dan penegakan hukum guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari menyampaikan, berdasarkan laporan harian Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung pada Kamis (29/10/2026), pelaksanaan operasi menunjukkan peningkatan sejumlah kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat dibandingkan dengan Operasi Patuh Krakatau tahun 2025.

Pada bidang preemtif, kegiatan penyuluhan tertib berlalu lintas tercatat sebanyak 945 kegiatan, pembinaan dan penyuluhan publik 769 kegiatan, keselamatan transportasi 427 kegiatan, pelatihan berkendara 125 kegiatan, serta kampanye keselamatan sebanyak 490 kegiatan. Sementara itu, publikasi jalur mencapai 1.327 kegiatan dan klarifikasi informasi sebanyak 130 kegiatan.

Selain itu, edukasi publik tercatat sebanyak 7.662 kegiatan dan edukasi melalui media sebanyak 1.875 kegiatan.

Menurut Kombes Pol Yuni Iswandari, upaya pencegahan juga terus dilakukan melalui kegiatan preventif. Tercatat sebanyak 4.029 kegiatan patroli terpadu telah dilaksanakan, disertai penempatan personel sebanyak 395 kegiatan, skrining pengemudi 55 kegiatan, pemeriksaan kendaraan 47 kegiatan, serta pemeriksaan kelaikan kendaraan sebanyak 48 kegiatan.

Berbagai kegiatan lainnya juga dilaksanakan, mulai dari pelatihan operator, survei lokasi dan infrastruktur, penanganan hambatan, rekayasa arus lalu lintas, pemberian peringatan bahaya, hingga penanganan gangguan lalu lintas.

Di bidang penegakan hukum, tercatat sebanyak 35 penindakan melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), 13 penindakan tilang non-ETLE, serta 2.161 teguran kepada pengguna jalan. Dengan demikian, total penindakan dan teguran mencapai 2.209.

Jika dibandingkan dengan pelaksanaan operasi tahun 2025, jumlah penindakan dan teguran secara keseluruhan mengalami penurunan sebesar 26,29 persen. Penindakan tilang non-ETLE juga turun sebesar 97,25 persen, sedangkan penindakan melalui ETLE mengalami peningkatan sebesar 34,62 persen.

Namun demikian, angka kecelakaan lalu lintas masih menjadi perhatian. Selama pelaksanaan operasi pada hari keempat, tercatat sebanyak 14 kejadian kecelakaan lalu lintas yang tersebar di delapan wilayah hukum kepolisian.

Rinciannya, Polresta Bandar Lampung sebanyak lima kejadian, Polres Lampung Selatan dua kejadian, Polres Lampung Tengah dua kejadian, serta masing-masing satu kejadian di wilayah hukum Polres Metro, Lampung Utara, Lampung Timur, Way Kanan, dan Mesuji.

Dari keseluruhan kejadian tersebut, tercatat satu orang meninggal dunia, sembilan orang mengalami luka berat, dan sepuluh orang mengalami luka ringan. Sementara kerugian material akibat kecelakaan lalu lintas mencapai Rp12.400.000.

Kabid Humas Polda Lampung menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Patuh Krakatau 2026 terus mengedepankan pendekatan edukatif, preventif, dan represif secara humanis serta profesional.

Ia juga mengimbau masyarakat agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, serta mengutamakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Melalui pelaksanaan Operasi Patuh Krakatau 2026, Polda Lampung berharap kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat, sehingga angka pelanggaran maupun kecelakaan dapat ditekan serta tercipta situasi Kamseltibcarlantas yang aman, tertib, dan kondusif di seluruh wilayah Provinsi Lampung. (Hms/Mdn)

29 Oktober 2026

Sidang ke-27 Sengketa Tanah Warisan di Natar, Penggugat Serahkan Dua Bukti Tambahan, Status Warkah BPN Kembali Dipertanyakan


REFORMASI-ID | -  LAMPUNG SELATAN — Persidangan ke-27 perkara sengketa tanah warisan di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, yang digelar pada Kamis (29/10/2026), kembali menyoroti keberadaan dan status warkah yang menjadi dasar penerbitan dua Sertifikat Hak Milik (SHM).

Dalam persidangan tersebut, pihak penggugat menyerahkan dua alat bukti tambahan. Selain itu, kuasa hukum penggugat, Meriantony, S.H., kembali mempertanyakan kepada Tergugat III, yakni Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Lampung Selatan, mengenai keberadaan serta status warkah penerbitan kedua sertifikat yang menjadi bagian dari objek sengketa.

Meriantony juga kembali mengangkat persoalan warkah yang sebelumnya telah dipertanyakan dalam persidangan pekan lalu. Saat itu, menurut keterangan yang disampaikan pihak penggugat, Tergugat III menyatakan bahwa alat bukti yang dimiliki sudah cukup dan tidak ada lagi bukti tambahan yang akan diajukan.

Persoalan tersebut kembali menjadi perhatian karena warkah merupakan dokumen yang berkaitan dengan proses dan dasar penerbitan sertifikat tanah. Kejelasan mengenai keberadaan serta status dokumen tersebut menjadi hal penting dalam mengungkap riwayat administrasi pertanahan atas objek yang disengketakan.

Pihak penggugat pun kembali meminta kejelasan terkait warkah yang menjadi dasar penerbitan kedua SHM tersebut dalam proses persidangan.

Sementara itu, persidangan selanjutnya dijadwalkan pada 4 November 2026 dengan agenda penyampaian kesimpulan dari masing-masing pihak melalui sistem e-Court.

Dengan agenda kesimpulan tersebut, para pihak akan menyampaikan pandangan akhir berdasarkan fakta persidangan dan alat bukti yang telah diajukan sebelum perkara memasuki tahapan berikutnya sesuai proses hukum yang berlaku.

Kuasa hukum penggugat, Meriantony, S.H., menegaskan kembali persoalan warkah sebagai salah satu hal yang menjadi perhatian pihaknya dalam perkara sengketa tanah warisan di Natar tersebut. (*) 

Polda Sumsel Perkuat Sinergi dengan SMSI untuk Jaga Stabilitas Kamtibmas



REFORMASI-ID | PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan memperkuat kemitraan dengan insan pers melalui kehadiran Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., yang mewakili Kapolda Sumsel dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) dan Pelantikan Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumsel di Hotel The Zuri, Palembang, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut juga diisi dengan peluncuran program SMSI Jaga Desa. Agenda ini menjadi bagian penting dari pertemuan yang mempertemukan unsur pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi media, dan sejumlah pemangku kepentingan di Sumatera Selatan.

Sejumlah pejabat dan tokoh menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Gubernur Sumatera Selatan, Kapuspenkum Kejati Sumsel, Ketua SMSI Pusat Firdaus, Ketua SMSI Sumsel Jon Heri, S.Sos., serta Bupati Empat Lawang. Perwakilan Pertamina, PLN, dan Bank Indonesia juga hadir.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan laporan ketua panitia. Setelah itu, kegiatan berlanjut dengan peluncuran SMSI Jaga Desa, sambutan Gubernur Sumatera Selatan, serta penyerahan plakat Sahabat SMSI kepada Gubernur Sumsel.


Kehadiran Polda Sumsel dalam agenda tersebut menegaskan pentingnya hubungan kemitraan antara kepolisian dan media siber. Polda Sumsel memandang media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat dan edukatif, mengawal pembangunan daerah, serta membantu menangkal penyebaran hoaks.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan pentingnya kolaborasi antara aparat penegak hukum dan insan pers dalam menjaga situasi daerah tetap kondusif.

"Media siber memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun peradaban informasi yang sehat serta mengawal stabilitas keamanan di Sumatera Selatan. Polda Sumsel senantiasa membuka ruang sinergi yang seluas-luasnya dengan insan pers demi mewujudkan pelayanan informasi yang edukatif, akurat, serta mendinginkan suasana di tengah masyarakat," ujar Kombes Pol Nandang.

Sinergi tersebut menjadi penting untuk memperkuat ekosistem informasi yang sehat di tengah masyarakat. Melalui komunikasi publik yang akurat dan bertanggung jawab, kepolisian dan media dapat mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sekaligus menjaga kepercayaan publik.

Polda Sumsel berkomitmen melanjutkan hubungan yang harmonis, transparan, dan kolaboratif dengan insan pers. Kemitraan ini diharapkan dapat memperkuat penyampaian informasi kepada masyarakat sekaligus mendukung stabilitas keamanan dan pembangunan di Sumatera Selatan. (Mdn) 

Audit SMP Obvitnas Hari Ke-2, PetroChina Jabung Raih Skor 93,67% dari Baharkam Polri



REFORMASI-ID | Jambi - Tim Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) II Mabes Polri melanjutkan rangkaian agenda evaluasi terhadap sistem keamanan objek vital nasional (Obvitnas). Ketua Tim Wasdal II, Kombes Pol Sigit Widagdo, S.I.K., memimpin langsung hari kedua kegiatan Wasdal II implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) di PetroChina International Jabung Ltd yang bertempat di Ruang Rapat Meranti, Lantai 3 Hotel BW Jambi, pada Kamis (29/10/2026). 

Kegiatan intensif yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga 17.45 WIB ini mencatat pencapaian positif dengan skor penilaian sementara menyentuh angka 93,67%.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Ketua Tim Wasdal II, Kombes Pol Sigit Widagdo, S.I.K., yang kemudian dilanjutkan dengan arahan teknis dari Auditor Profesional, Dra. Henny J.A. Posumah, M.M., mengenai mekanisme wawancara dan pemeriksaan dokumen. Pihak manajemen PetroChina International Jabung Ltd yang diwakili oleh Nelson juga turut memberikan pemaparan singkat mengenai situasi operasional terkini perusahaan sebelum proses audit dimulai.

Fokus utama agenda hari kedua ini adalah pendalaman materi komprehensif yang dibagi ke dalam beberapa sesi elemen pengamanan:

• Elemen II (Pola Pengamanan) & Elemen III (Konfigurasi Pengamanan): Pemeriksaan dokumen penunjang serta wawancara mendalam bersama manajemen internal perusahaan.

• Elemen IV (Standar Kemampuan Personel) & Elemen V (Monitoring dan Evaluasi): Pengujian kesiapan performa personel di lapangan serta efektivitas instrumen pengawasan internal.

Melalui proses evaluasi ini, Tim Wasdal II memberikan sejumlah saran strategis dan rekomendasi perbaikan dokumen pada Elemen II hingga Elemen V. Langkah ini diambil guna memastikan standardisasi pengamanan di lingkungan PetroChina International Jabung Ltd benar-benar adaptif dan kokoh dalam memitigasi potensi gangguan keamanan. Acara kemudian ditutup dengan reviu menyeluruh dari Elemen I hingga Elemen V.

Agenda penting ini dihadiri oleh jajaran internal Polri, di antaranya AKBP Dartoniyus, S.J. (Kasubdit Audit Ditpamobvit Polda Jambi), Kompol Yuli Astiti, S.H., M.H. (Sekretaris), Dra. Henny J.A. Posumah, M.M. (Anggota), dan Yuda Varian, S.I.Kom (Anggota). Sementara dari pihak eksternal, hadir Head of Security PetroChina International Jabung Ltd, Arif Atmoko, bersama jajaran Superintendent, Supervisor, serta PIC-TIRAC dari masing-masing departemen terkait. Seluruh rangkaian kegiatan hari kedua berjalan dengan aman, tertib, dan lancar sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Kapolri Suyudi Perkuat Silaturahmi dan Sinergi dengan PP Muhammadiyah


REFORMASI-ID | JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memperkuat sinergi dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), mencegah berbagai tindak kejahatan, serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat. Komitmen tersebut dibahas dalam silaturahmi Kapolri bersama jajaran pejabat utama Polri dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026).

Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (28/10/2026), Kapolri menyampaikan apresiasi atas dukungan Muhammadiyah yang selama ini turut bersinergi dengan Polri dalam kegiatan dakwah dan kemasyarakatan, termasuk hingga tingkat daerah.

“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi atas dukungan PP Muhammadiyah dan jajaran sampai ke pelosok-pelosok Nusantara bersama anggota Polri. Selama ini kita bisa bersinergi dan berkolaborasi dalam kegiatan dakwah maupun kegiatan umat di Indonesia,” ujar Suyudi.

Kapolri menegaskan, kerja sama tersebut akan terus dilanjutkan dengan semangat amar makruf nahi mungkar, yakni mengajak kepada kebaikan dan mencegah terjadinya kejahatan. Menurutnya, Polri dan Muhammadiyah memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan sejahtera.

Salah satu fokus kolaborasi adalah memperkuat edukasi dan literasi masyarakat untuk mencegah penyalahgunaan narkotika, judi daring, penipuan, kejahatan jalanan, aksi geng, hingga balap liar. Edukasi akan diperluas melalui tempat ibadah, sekolah, kampus, pesantren, dan berbagai lingkungan masyarakat agar pencegahan dapat dilakukan sejak dini.

“Kami dan Muhammadiyah sudah sepakat akan bahu-membahu bersinergi di lapangan, bagaimana kita memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat, baik di tempat-tempat ibadah, sekolah-sekolah, kampus-kampus, maupun pesantren-pesantren,” tegasnya.

Kapolri juga menyampaikan bahwa kegiatan kemasyarakatan akan diperkuat melalui salat Subuh berjemaah, salat Subuh keliling, salat Jumat keliling, program Minggu Kasih, serta kegiatan di tempat ibadah agama lainnya. Langkah tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan Polri dengan masyarakat, membangun toleransi antarumat beragama, sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas dari lingkungan terkecil.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir menyambut baik silaturahmi tersebut. Ia menilai Polri dan Muhammadiyah memiliki titik temu yang kuat karena sama-sama berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memiliki kepentingan dalam menjaga ketertiban serta kehidupan kebangsaan.

“Apalagi Polri sekarang kan Polri untuk masyarakat, dan Muhammadiyah berada di masyarakat,” ujar Haedar.

Haedar menjelaskan, pertemuan tersebut turut membahas persoalan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, seperti narkoba, judi daring, perjudian, dan praktik pinjaman yang merugikan warga. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut tidak cukup hanya melalui penindakan, tetapi juga perlu disertai penguatan daya tahan masyarakat agar tidak mudah terjerumus.

“Kami tadi bersepakat untuk meningkatkan daya tahan masyarakat agar tidak terjebak pada narkoba, pada judi online, maupun perjudian lain, bahkan lintah darat dan hal-hal lain yang merugikan hidup masyarakat,” katanya.

Selain itu, Haedar mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dalam kehidupan demokrasi. Masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Namun, kebebasan tersebut diharapkan tetap disertai tanggung jawab untuk menjaga martabat bangsa dan menghindari konflik maupun kerusakan.

Ia menekankan bahwa berbagai persoalan kebangsaan perlu dihadapi melalui dialog dan kerja sama antarelemen masyarakat, bukan dengan tindakan yang berpotensi memperbesar konflik.

“Yang diperlukan sekarang adalah kebersamaan. Sehingga masalah-masalah yang timbul bisa kita dialogkan bersama, diskusikan bersama, dan cari solusi bersama,” tutur Haedar.

Melalui pertemuan ini, Polri dan Muhammadiyah berkomitmen melanjutkan serta meningkatkan kolaborasi dalam edukasi masyarakat, pencegahan kejahatan, pemeliharaan kamtibmas, dan penguatan toleransi. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan yang aman dan damai, sekaligus mendukung kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkemajuan. (Mdn) 

Kawal Sektor Tambang Kalteng, Baharkam Polri dan PT. Asmin Bara Bronang Kolaborasi Terapkan "SMP" Obvitnas



REFORMASI-ID | Kalteng - Tim Klarifikasi Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) dari Korps Sabhara (Korsabhara) Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri melaksanakan Klarifikasi hasil audit dan peninjauan langsung hari kedua di area operasional PT Asmin Bara Bronang, Kalimantan Tengah, pada Kamis (29/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Klarifikasi, Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata, S.I.K., M.H. Peninjauan intensif ini dilakukan untuk memastikan standardisasi pola dan konfigurasi pengamanan di salah satu Objek Vital Nasional (Obvitnas) sektor pertambangan tersebut berjalan sesuai regulasi.

Rangkaian kegiatan hari kedua diawali dengan observasi lapangan ke sejumlah titik vital perusahaan, meliputi area Washing Plant (pencucian batu bara), Warehouse (gudang), pusat kendali (Control Center), Stockfield, hingga View Point tambang, laboratorium batu bara, dan area parkir kendaraan berat (High Dump Truck).

Usai meninjau lapangan, tim yang beranggotakan Sekretaris Tim Pembina Deni Sjaipur, S.Kom., serta dua Auditor SMP Tenaga Profesional—Dr. Drs. Uden Kusumawijaya, S.H., M.H. dan Drs. Karyadi—melanjutkan agenda dengan pemeriksaan dokumen dan wawancara mendalam. Proses klarifikasi ini didampingi oleh AKBP Meidianson dari Ditpamobvit Polda Kalteng beserta jajaran eksternal dari pihak manajemen perusahaan yang dipimpin oleh Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Asmin Bara Bronang, Akmad Yudi Prawiranegara.

Materi evaluasi berfokus pada pemeriksaan kriteria Elemen II mengenai Pola Pengamanan, Elemen III terkait Konfigurasi Pengamanan, serta Elemen IV mengenai Standar Kemampuan Pelaksana Pengamanan. Tim auditor juga melakukan penambahan data bukti (evidence) ke dalam matriks penilaian skoring digital (scoring excel) perusahaan.

Ketua Tim Klarifikasi, Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan pada hari kedua ini berjalan dengan aman dan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun. Tim Polri juga telah memberikan sejumlah saran, masukan, dan rekomendasi perbaikan atas temuan hasil observasi lapangan guna memperkuat sistem keamanan internal PT. Asmin Bara Bronang ke depan. Laporan ini juga ditembuskan langsung kepada Kasubdit Audit Sismpamobvitnas Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri

Pimpin Tim Klarifikasi, Kombes Pol Edy Sumardi Cek Pos Sekuriti hingga Ruang Handak PT Asmin Bara Brona



REFORMASI-ID | Kalteng - Klarifikasi Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan Objek Vital Nasional (SMP Obvitnas) dari Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri melaksanakan peninjauan langsung hari pertama di area operasional PT Asmin Bara Bronang, Kalimantan Tengah, pada Rabu (28/10/2026). Langkah ini diambil guna memastikan standardisasi sistem pengamanan pada salah satu aset strategis nasional tersebut berjalan secara optimal.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 07.30 WIB hingga 18.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Klarifikasi, Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata, S.I.K., M.H., bersama tim auditor profesional dan didampingi perwakilan Ditpamobvit Polda Kalteng. Dari pihak internal perusahaan, hadir Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Asmin Bara Bronang, Akmad Yudi Prawiranegara, beserta jajaran manajemen dan penanggung jawab fungsi terkait.

Rangkaian agenda hari pertama yang berpusat di Ruang A Plus Center ini dibuka dengan prosesi formal, mulai dari menyanyikan lagu Indonesia Raya, safety induction, hingga pemaparan overview perusahaan. Usai pembukaan, Tim Baharkam Polri langsung bergerak melakukan observasi dan peninjauan lapangan yang meliputi sejumlah titik krusial, di antaranya Pos Security, Ruang Monitoring (CCTV), serta Ruang Bahan Peledak (Handak).

"Selain observasi lapangan, pada hari pertama ini kami juga langsung melakukan wawancara dan pemeriksaan dokumen SMP bersama manajemen perusahaan. Fokus awal kami adalah pendalaman materi Elemen I yang mencakup Komitmen dan Kebijakan pengamanan dari pihak perusahaan," ujar Kombes Pol Edy Sumardi dalam keterangannya.

Dari hasil peninjauan hari pertama, Tim Klarifikasi telah memberikan sejumlah saran, masukan, serta poin-poin perbaikan taktis terhadap temuan di lapangan maupun pada struktur dokumen Elemen I. Upaya evaluasi ini dilakukan agar manajemen pengamanan di PT Asmin Bara Bronang dapat terus ditingkatkan sesuai dengan regulasi pengamanan Obvitnas yang berlaku.

Secara keseluruhan, seluruh rangkaian kegiatan klarifikasi pada hari pertama ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar berkat sinergi yang baik antara kepolisian dan manajemen perusahaan.

Wujudkan Tambang yang aman, PT. Asmin Bara Bronang Kerjasama dengan Baharkam Polri perkuat Sistem Manajemen Pengamanan Obvitnas



REFORMASI-ID | Palangkaraya - Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Korps Samapta Bhayangkara (Korsabhara) Baharkam Polri melaksanakan kegiatan Klarifikasi Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) Objek Vital Nasional (Obvitnas) di PT. Asmin Bara Bronang, Kalimantan Tengah, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua Tim Klarifikasi Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata, S.I.K., M.H., Auditor Madya TK. III Sispamobvitnas Baharkam Polri, didampingi oleh Auditor SMP Tenaga Profesional, Dr. Drs. Udeng Kusuma wijaya, Drs. Karyadi, Pembina Deni Sj.ipur.

Kegiatan klarifikasi Dihari pertama ini meliputi observasi lapangan pada Pos Security, Ruang Monitoring, dan Ruang Bahan Peledak (Handak), serta wawancara dan pemeriksaan dokumen Elemen I: Komitmen dan Kebijakan.

Apa Itu SMP Obvitnas dan Mengapa Penting?

Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) Obvitnas adalah sistem standar pengamanan yang wajib diimplementasikan oleh setiap pengelola Objek Vital Nasional sesuai Perpol No. 7 Tahun 2019. PT. Asmin Bara Bronang sebagai perusahaan tambang merupakan Obvitnas sektor Energi dan Sumber Daya Mineral.

Implementasi SMP bukan sekadar untuk mendapatkan sertifikat Gold, tetapi untuk memastikan 4 hal:

1.  *Kepatuhan Hukum (Compliance):* Memenuhi kewajiban hukum pengelolaan Obvitnas.
2.  *Ketahanan Perusahaan (Resilience):* Mampu mencegah, menghadapi, dan pulih cepat dari ancaman baik fisik, siber, maupun insider threat.
3.  *Keberlangsungan Operasi (Business Continuity):* Menjamin operasional tambang tidak terganggu, yang berdampak pada ketahanan energi nasional.
4.  *Kepercayaan Publik (Trust):* Meningkatkan citra dan kepercayaan investor serta masyarakat.

"Klarifikasi ini bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk pendampingan dan pembinaan agar sistem pengamanan di PT. Asmin Bara Bronang semakin tangguh, modern, dan adaptif terhadap ancaman hibrida saat ini," ujar Kombes Edy Sumardi.

Kegiatan berjalan dengan baik, lancar dan mendapat dukungan penuh dari manajemen PT. Asmin Bara Bronang.***ESP.

Prabu PL Peringati HUT ke -7 dengan Tema "Bermunajat Menjaga Alam Nusantara" di Makam Keramat Mbah Raden Kebluk



REFORMASI-ID | Bekasi - Organisasi lingkungan hidup Prabu Peduli Lingkungan memperingati ulang tahun ke-7 di area makam Mbah Raden Kebluk, TPA Sumur Batu, Kota Bekasi, Rabu (28/10/2026).

Peringatan bertema “Bermunajat Menjaga Alam Nusantara” ini diisi dengan doa bersama, santunan anak yatim, dan penanaman pohon. Selain itu, karena hari jadi organisasi ini bertepatan dengan hari sumpah pemuda, rangkaian acara dilengkapi dengan pembacaan ikrar sumpah pemuda.

Ketua Umum Prabu Peduli Lingkungan, Carsa Hamdani, mengatakan, perjalanan tujuh tahun menjaga komitmen di bidang lingkungan bukanlah hal yang mudah.

“Sejak 28 Oktober 2019, kami bergerak lewat edukasi, advokasi, dan aksi lingkungan hidup yang berbasis kearifan lokal dan komunitas. Kami adalah friends of local wisdom (sahabat kearifan lokal) yang terus berupaya menjadi sahabat alam penjaga bumi,” kata Carsa.

Menurutnya, seluruh gerakan itu dijalankan secara mandiri dan swadaya sejak awal. “Bisa bertahan sampai saat ini merupakan pencapaian luar biasa,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum Prabu Peduli Lingkungan, Rido Satriyo, menjelaskan bahwa tema yang diusung merupakan seruan ekologis. Menurut dia, tema tersebut adalah bentuk ikhtiar spiritual sekaligus panggilan jiwa untuk melestarikan bumi Indonesia.

Rido menegaskan, munajat dalam kegiatan ini bukan sekadar doa di atas sajadah. Lebih dari itu, munajat menjadi komitmen mendalam untuk menjaga keseimbangan ekosistem, kekayaan hayati, serta keindahan alam yang diamanahkan kepada manusia.

“Di tengah tantangan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, kami mengajak untuk mengetuk pintu langit yang diiringi aksi nyata sebagai kunci merawat tanah air tempat kita dilahirkan,” ujar Rido

Rayakan HUT Ke-8, CEO Media Patroli Bins Tekankan Pentingnya Integritas dan Etika


REFORMASI-ID | BEKASI — CEO Media Patroli Bins, Binsar Manurung, menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 Media Patroli Bins di Hotel Grand Arsyilla. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen terhadap integritas, etika, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Acara anniversary tersebut diisi dengan tausiah oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, Drs. KH. Saifudin Siroj, yang mengangkat tema “Senjata Makan Tuan”. Tema ini mengandung pesan moral bahwa setiap perbuatan memiliki konsekuensi, sehingga setiap orang hendaknya senantiasa menjaga perilaku dan mengedepankan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam tausiahnya, KH. Saifudin Siroj mengingatkan pentingnya kesadaran moral dalam setiap tindakan.

“Setiap kejahatan pasti akan menuai perbuatannya. Maka, berbuatlah baik dengan apa yang kita kerjakan,” ungkap Siroj.

Pesan tersebut relevan dengan tugas insan pers yang dituntut untuk bekerja secara bertanggung jawab, mengedepankan fakta, serta menjaga kepercayaan masyarakat melalui pemberitaan yang berlandaskan kode etik jurnalistik.

Dihadiri Unsur Pemerintah, Kejaksaan, dan Organisasi Pers

Perayaan HUT ke-8 Media Patroli Bins turut dihadiri sejumlah undangan dari unsur pemerintah daerah, kejaksaan, tokoh agama, dan organisasi pers. Hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Kominfo Kota Bekasi Hanafi, Kabid Dinas Sosial Ester, serta Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Bekasi Ryan Anugrah, S.H., M.H.

Selain itu, hadir pula perwakilan Sekretaris Umum FORSIMEMA-RI Ali Hanafiah, Bendahara PWI Raya Nina Melani Paradewi, perwakilan SMSI Kota Bekasi, serta Ricky Jelly CR.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari silaturahmi antara insan pers, lembaga pemerintah, aparat penegak hukum, dan organisasi kewartawanan. Hubungan yang terjalin diharapkan dapat mendukung komunikasi yang terbuka sekaligus memperkuat pemahaman mengenai pentingnya pers yang profesional dan bertanggung jawab.

Dalam sambutannya, Pembina Media Patroli Bins, Dr. Helix Wirawan, S.E., S.H., M.H., menyampaikan terima kasih kepada seluruh undangan yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri perayaan HUT ke-8 tersebut.

Ia berharap momentum anniversary dapat mempererat kebersamaan dan menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran Media Patroli Bins untuk terus berkembang dalam menjalankan tugas jurnalistik.

"Peringatan hari jadi ini juga menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi terhadap peran media dalam menyampaikan informasi kepada publik. Di tengah derasnya arus informasi, media dituntut tidak hanya cepat dalam menyampaikan berita, tetapi juga cermat melakukan verifikasi dan memastikan informasi yang dipublikasikan dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Sementara itu Kabid Kominfo Kota Bekasi, Hanafi, dalam sambutannya berharap Media Patroli Bins dapat terus membangun sinergi dengan instansi Pemerintah Kota Bekasi, tokoh agama, dan berbagai elemen masyarakat.


Ia juga menekankan pentingnya penyajian informasi yang berkualitas serta berpegang pada prinsip-prinsip jurnalistik.

Hanafi berharap Media Patroli Bins senantiasa menghadirkan berita yang aktual, faktual, independen, akurat, dan berimbang, serta menjunjung tinggi integritas jurnalistik.

"Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa sinergi antara media dan pemerintah perlu dibangun secara profesional dengan tetap menghormati independensi pers. Kemitraan yang sehat tidak menghilangkan fungsi media untuk melakukan kontrol sosial, menyampaikan kritik berdasarkan fakta, serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar," tutur Kabid Kominfo Kota Bekasi Hanafi.

Ditempat yang sama, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Ryan Anugrah, S.H., M.H., turut menyampaikan harapan agar insan pers senantiasa menjaga integritas dan mengedepankan prinsip pemberitaan yang berimbang.

Menurutnya menyampaikan, integritas merupakan aspek penting dalam menjalankan profesi, termasuk dalam kegiatan jurnalistik yang berkaitan langsung dengan kepentingan publik.

"Pemberitaan yang berimbang perlu didukung proses verifikasi, penggunaan sumber yang jelas, serta pemberian kesempatan kepada pihak-pihak terkait untuk menyampaikan klarifikasi, terutama ketika berita menyangkut dugaan pelanggaran atau persoalan hukum," imbuhnya.

Dengan demikian, media dapat menjalankan perannya sebagai penyampai informasi sekaligus pengawas sosial secara profesional, tanpa mengabaikan asas praduga tak bersalah dan hak jawab. Delapan Tahun Perjalanan, Momentum Memperkuat Kepercayaan Publik

"Perayaan HUT ke-8 Media Patroli Bins tidak sekadar menjadi acara seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen terhadap etika dan tanggung jawab pers," tegas Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Ryan Anugrah, S.H., M.H.

Pada kesempatan itu ulasnya menerangkan. Tema tausiah “Senjata Makan Tuan” memberikan pesan bahwa setiap tindakan harus dipertimbangkan secara matang karena memiliki konsekuensi. Dalam dunia jurnalistik, prinsip tersebut dapat dimaknai sebagai ajakan untuk menghindari informasi yang tidak terverifikasi, tidak menyebarkan fitnah, serta tidak mengabaikan hak dan kehormatan pihak lain.

"Kepercayaan publik terhadap media dibangun melalui konsistensi dalam menyajikan fakta, keberanian mengungkap persoalan berdasarkan bukti, keterbukaan terhadap koreksi, dan kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik," katanya.

Selain itu tambah Ryan. Memasuki usia delapan tahun, Media Patroli Bins diharapkan terus meningkatkan kualitas pemberitaan, menjaga independensi redaksi, dan memperkuat profesionalisme dalam menjalankan fungsi pers.

"Semangat tersebut sejalan dengan pentingnya pers yang bebas dan bertanggung jawab, yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong transparansi, akuntabilitas, serta kehidupan masyarakat yang lebih baik," pungkasnya. (*) 

28 Oktober 2026

Tim Baharkam Polri Buka Klarifikasi SMP Obvitnas di PT LBE Serang



REFORMASI-ID | Serang - Tim Klarifikasi Korsabhara Baharkam Polri resmi membuka kegiatan Klarifikasi Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) Objek Vital Nasional (Obvitnas) di PT Lestari Banten Energi (LBE), Kabupaten Serang, Banten, pada Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini dilakukan guna memastikan standar pengamanan di lingkungan industri strategis nasional berjalan dengan optimal, aman, dan berkelanjutan.

Acara pembukaan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 09.00 WIB ini bertempat di area PT Lestari Banten Energi, Jalan Raya Salira Indah, Desa Salira, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang. Seluruh rangkaian kegiatan pembukaan berjalan dengan khidmat, diawali dengan prosedur safety induction keselamatan kerja, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta penayangan profil perusahaan (company profile) PT LBE.

Dalam sambutannya, Station Manager PT Lestari Banten Energi, Joko Sampurno, menyambut baik kedatangan tim dari Baharkam Polri. Pihak manajemen menegaskan komitmen penuh perusahaan untuk terus bersinergi dengan kepolisian dalam menerapkan sistem pengamanan terbaik demi menjaga kelancaran operasional Obvitnas.

Ketua Tim Klarifikasi Korsabhara Baharkam Polri, Kombes Pol Imam Sadar Budidono, S.I.K., S.H., dalam opening meeting menyampaikan bahwa verifikasi lapangan ini penting dilakukan untuk mengevaluasi sekaligus menguatkan sistem pengamanan yang ada. Langkah ini diharapkan mampu meminimalisir segala bentuk potensi gangguan keamanan di lingkungan perusahaan.

Selain Kombes Pol Imam Sadar Budidono, Tim Klarifikasi Korsabhara Baharkam Polri yang turun ke lapangan beranggotakan AKP Deden Darmanto, S.H., Drs. Yoyok Sri Nurcahyo, M.Si., dan R. Lucky Sulaksana, S.H., M.H.

Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh jajaran manajemen dan pengamanan PT LBE, antara lain Deputy Station Manager Alvin Tau Wey Ren, OHSS Manager I Gede Sumantra, Operation Shift Leader Jonny Marantika, Safety Engineering A. Kharis, serta jajaran Head of Department dan staf administrasi. Turut mendampingi dari kewilayahan, P.S. Kasubdit Audit Ditpamobvit Polda Banten Kompol Firman Hamid dan Panit 1 Subdit Audit Ditpamobvit Polda Banten Ipda Supriyati.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama antara Tim Korsabhara Baharkam Polri, perwakilan Ditpamobvit Polda Banten, dan jajaran manajemen PT Lestari Banten Energi. Hingga selesainya acara pembukaan, situasi dan kondisi di lokasi dilaporkan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan klarifikasi implementasi SMP ini akan dilanjutkan dengan pemeriksaan dokumen teknis serta peninjauan langsung ke sejumlah titik pengamanan di area pabrik.

Tanamkan Empati Sejak Dini, Dikmas Satwa Polri Ajak Siswa SLB Negeri Depok Berinteraksi dengan Hewan



REFORMASI-ID | Depok - Suasana penuh keceriaan menyelimuti Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Depok pada Rabu (28/10/2026). Program Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Unit Satwa K-9 Korsabhara Baharkam Polri menggelar kegiatan bertajuk "Bersama Sahabat Baru" untuk mengajak siswa-siswi berkebutuhan khusus mengenal dan berinteraksi langsung dengan berbagai satwa ramah anak.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan siswa SLB Negeri Depok, guru pendamping, serta personel Dikmas Satwa. Beberapa satwa yang dihadirkan di antaranya kelinci, kucing domestik, kura-kura, dan burung.

Melalui interaksi ini, anak-anak diajak belajar beberapa hal dasar, yaitu:

• Cara memberi makan hewan yang benar.

• Cara mengelus satwa dengan lembut dan penuh kasih sayang.

• Pentingnya menjaga kebersihan tangan setelah berinteraksi dengan hewan.

Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Pol. Jossy Kusumo menyatakan bahwa kegiatan Dikmas Unit Satwa ini bukan sekadar pengenalan hewan, melainkan sarana terapi sekaligus pendidikan karakter.

“Kami ingin anak-anak merasakan bahwa kasih sayang itu universal. Melalui satwa, mereka belajar empati, tanggung jawab, dan keberanian. Kami melihat sendiri bagaimana sahabat-sahabat baru di SLB Negeri Depok ini sangat antusias dan penuh kasih saat berinteraksi,” ujar Irjen Pol. Jossy Kusumo.

Apresiasi senada juga disampaikan oleh pihak sekolah. Kepala SLB Negeri Depok menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang.

"Kegiatan seperti ini sangat positif untuk perkembangan sosial-emosional anak-anak kami. Interaksi dengan hewan membantu melatih fokus, kesabaran, dan rasa percaya diri. Terima kasih kepada Dikmas Satwa Korsabhara Polri yang sudah menghadirkan pengalaman baru yang menyenangkan,” ungkapnya.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama, pemberian pakan satwa, serta penyerahan paket edukasi tentang cara merawat hewan kepada pihak sekolah.

Pelaksana Program Dikmas Satwa, Brigadir Wayan, menegaskan komitmen Polri untuk terus melanjutkan edukasi cinta satwa ke sekolah-sekolah inklusi di wilayah Depok dan sekitarnya. Langkah ini menjadi bagian dari gerakan pendidikan karakter untuk menanamkan rasa peduli terhadap sesama makhluk hidup sejak dini.

Amin Muslim Pimpin PERSINAS ASAD Manado, Nyoto Tekankan Pembinaan Berkelanjutan



REFORMASI-ID | MANADO — M. Amin Muslim, S.Kom., memimpin Persinas ASAD Kota Manado periode 2026–2031. Ketua Pengprov Persinas ASAD Sulawesi Utara, AKP H. Nyoto, S.Sos., meminta kepengurusan baru memperkuat koordinasi organisasi dan menjalankan pembinaan pesilat secara rutin dan berkelanjutan.

OPelantikan berlangsung di Padepokan Persinas ASAD Kota Manado, Rabu (28/10/2026), bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Pembinaan karakter, kedisiplinan, dan peningkatan prestasi menjadi bagian dari agenda organisasi.


Nyoto menekankan pentingnya komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan pemerintah. Menurut dia, organisasi membutuhkan pengelolaan yang solid agar program pembinaan berjalan konsisten.

“Pengurus yang dilantik harus terus membangun komunikasi, berkolaborasi, dan berkoordinasi dengan baik, baik antarpengurus maupun lintas sektoral, termasuk dengan IPSI dan pemerintah,” ujar Nyoto.

Ia juga mendorong program latihan yang menjangkau berbagai kelompok usia, mulai dari usia dini hingga kelompok usia yang lebih matang. Pembinaan berkesinambungan diperlukan untuk menjaga regenerasi pesilat dan membuka peluang peningkatan prestasi.


Sementara itu, Amin menegaskan bahwa pencak silat tidak semata-mata mengajarkan teknik bela diri. Olahraga tersebut juga menjadi sarana membentuk kedisiplinan, mental tangguh, pengendalian diri, dan budi pekerti luhur.

“Persinas ASAD bukan hanya tempat untuk belajar dan mengembangkan kemampuan pencak silat, tetapi juga wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, mental yang tangguh, dan budi pekerti luhur,” kata Amin.

Menurut Amin, kemampuan teknik harus diimbangi dengan sportivitas dan penghormatan kepada sesama. Nilai-nilai tersebut, kata dia, perlu diterapkan pesilat dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.


Kepengurusan baru juga berkomitmen memperkuat kerja sama antara pengurus, pelatih, dan anggota. Peningkatan prestasi atlet, menurut Amin, harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan tanggung jawab.

Ia mengingatkan pengurus agar mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi.

“Amanah ini bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab untuk membawa organisasi menjadi lebih maju, solid, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.


Pelantikan yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum bagi Persinas ASAD Kota Manado untuk memperkuat persaudaraan dan peran generasi muda. Organisasi ini mengusung slogan, “Pemuda Berkarakter, Pencak Silat Berjaya Mendunia, Indonesia Maju.”


Dikmas Satwa Korsbhara Polri Hadirkan Kebahagiaan Bersama Sahabat Baru di SLB Bogor, Tanamkan Empati Sejak Dini



REFORMASI-ID | Bogor, 28 Oktober 2026 -Suasana penuh keceriaan menyelimuti SLB di Kota Bogor pada Selasa (28/10). Program Edukasi Masyarakat (Dikmas) Unit Satwa K-9 Korsabhara Baharkam Polri menggelar kegiatan bertajuk “Bersama Sahabat Baru” yang mengajak siswa-siswi berkebutuhan khusus untuk mengenal dan berinteraksi langsung dengan berbagai satwa ramah anak.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan siswa SLB, guru pendamping, dan relawan Dikmas Satwa. Beberapa satwa yang dihadirkan antara lain kelinci, kucing domestik, kura-kura, dan burung. Anak-anak diajak belajar cara memberi makan yang benar, cara mengelus dengan lembut, serta pentingnya menjaga kebersihan setelah berinteraksi dengan hewan.

Kakorsabhara Kabaharkam Polri Irjen Pol Jossy Kusumo menyatakan bahwa kegiatan Dikmas Unit K-9 Satwa ini bukan sekadar pengenalan hewan, melainkan sarana terapi dan pendidikan karakter.

“Kami ingin anak-anak merasakan bahwa kasih sayang itu universal. Melalui satwa, mereka belajar empati, tanggung jawab, dan keberanian. Kami melihat sendiri bagaimana sahabat-sahabat baru di SLB Bogor ini sangat antusias dan penuh kasih saat berinteraksi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SLB Bogor menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap kolaborasi dapat terus berlanjut.

“Kegiatan seperti ini sangat positif untuk perkembangan sosial-emosional anak-anak kami. Interaksi dengan hewan membantu melatih fokus, kesabaran, dan rasa percaya diri. Terima kasih kepada Dikmas Satwa yang sudah menghadirkan pengalaman baru yang menyenangkan,” ungkapnya.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama, pemberian pakan, dan penyerahan paket edukasi tentang cara merawat hewan kepada pihak sekolah. Tawa dan senyum anak-anak menjadi penutup manis kegiatan hari ini.

Brigadir Wayan Salah seorang Polwan yang melaksanakan Program Dikmas Satwa ini berkomitmen untuk terus melanjutkan edukasi cinta satwa ke sekolah-sekolah inklusi di wilayah Bogor dan Depok sebagai bagian dari gerakan pendidikan karakter peduli makhluk hidup.

Pemkab Lampung Selatan Siapkan Strategi Optimalisasi PAD 2027, Perkuat Pengawasan dan Digitalisasi Pajak


REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menyiapkan sejumlah strategi untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun Anggaran 2027. Upaya tersebut dilakukan melalui perluasan basis pajak, peningkatan kepatuhan wajib pajak, penguatan pengawasan, evaluasi target retribusi, serta digitalisasi administrasi dan pemungutan pajak.

Strategi tersebut dibahas dalam rapat penyusunan proyeksi target PAD Kabupaten Lampung Selatan Tahun Anggaran 2027 sekaligus pembahasan perubahan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Rapat berlangsung di Kantor Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Lampung Selatan, Selasa (27/10/2026).

Asisten Administrasi Umum Pemkab Lampung Selatan, Edy Firnandi, M.Si., menegaskan bahwa optimalisasi penerimaan daerah tidak harus dilakukan dengan menaikkan tarif pajak dan retribusi. Kebijakan fiskal daerah harus tetap mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat, daya beli, serta keberlangsungan dunia usaha.

“Optimalisasi penerimaan daerah tidak semata-mata dilakukan melalui kenaikan tarif,” kata Edy dalam rapat tersebut.

Rapat dipimpin Kepala BPPRD Lampung Selatan, Iwan Chandra Gautama, S.E., M.M., dan dihadiri perwakilan 14 organisasi perangkat daerah (OPD) pengelola retribusi.

Iwan menjelaskan, perubahan Perda Nomor 1 Tahun 2024 mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah serta Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2023.

Penyusunan perubahan regulasi tersebut meliputi pengkajian materi, penyelarasan kebijakan, penyusunan naskah akademik, serta koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri.

Menurutnya, proyeksi tambahan PAD harus disusun berdasarkan potensi riil daerah, tingkat kepatuhan wajib pajak, kondisi perekonomian masyarakat, serta evaluasi penerimaan setiap jenis pajak dan retribusi.

Realisasi Pajak Daerah Capai 86,76 Persen

Dalam Perubahan APBD (P-APBD) 2026, target PAD Kabupaten Lampung Selatan ditetapkan sebesar Rp274 miliar. Hingga 27 Oktober 2026, realisasi pajak daerah tercatat mencapai Rp238,2 miliar atau sekitar 86,76 persen dari target tersebut.

Untuk meningkatkan penerimaan hingga akhir tahun, BPPRD menyiapkan strategi ekstensifikasi dan intensifikasi pajak.

Ekstensifikasi dilakukan dengan memperluas basis wajib pajak melalui pendataan potensi penerimaan yang belum tergarap secara optimal. Salah satu sasaran yang dibahas adalah usaha kafe di gerai minimarket serta pengenaan pajak atas tenaga listrik bagi perusahaan yang menggunakan batu bara sebagai sumber energi, sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, intensifikasi dilakukan melalui optimalisasi pengawasan dan pemungutan pajak dari objek yang telah terdaftar.

Langkah tersebut antara lain menyasar Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas makanan dan minuman dari instansi vertikal atau instansi pemerintah di luar Pemkab Lampung Selatan yang melakukan pengadaan konsumsi. Selain itu, dilakukan evaluasi dan penilaian kembali objek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

BPPRD juga mencatat perkembangan penerimaan dari opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Hingga 27 Oktober 2026, realisasi opsen PKB mencapai Rp30,2 miliar atau sekitar 82 persen dari target Rp36,7 miliar. Sementara itu, realisasi opsen BBNKB mencapai Rp31,4 miliar atau 88,5 persen dari target Rp33,5 miliar.

Iwan menegaskan bahwa kebijakan pajak dan retribusi harus tetap memperhatikan kemampuan masyarakat, daya beli, kondisi perekonomian, perkembangan dunia usaha, dan iklim investasi.

“Peningkatan PAD bukan satu-satunya indikator keberhasilan, tetapi harus seimbang dengan pertumbuhan ekonomi, kualitas pelayanan publik, dan keberlangsungan aktivitas usaha,” tegasnya.

Evaluasi Retribusi dan Kemudahan Pelayanan Pajak

Dalam pembahasan perubahan Perda, Pemkab Lampung Selatan turut meninjau sejumlah ketentuan mengenai jenis dan tarif retribusi daerah.

Salah satu materi yang disempurnakan berkaitan dengan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), termasuk pencantuman Standar Harga Satuan Tertinggi (SHST) dan penyesuaian tabel indeks sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021.

BPPRD juga mengumpulkan OPD pengelola retribusi untuk mengevaluasi target penerimaan yang diusulkan agar lebih sesuai dengan potensi dan kondisi riil di lapangan.

Selain mengoptimalkan penerimaan, Pemkab Lampung Selatan berupaya meningkatkan kemudahan pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor melalui pembangunan layanan Samsat Drive Thru di Kecamatan Natar.

Kepala Bidang Pengembangan dan Penetapan BPPRD Lampung Selatan, Doni Oktora, mengatakan layanan tersebut direncanakan diluncurkan pada awal November 2026.

Menurutnya, keberadaan Samsat Drive Thru diharapkan memudahkan masyarakat Kecamatan Natar dan wilayah sekitarnya dalam membayar pajak kendaraan tanpa harus menempuh perjalanan ke Kalianda.

“Drive Thru yang dibangun di Natar direncanakan launching awal November 2026. Tujuannya memudahkan masyarakat Natar dan sekitarnya membayar pajak kendaraan, sekaligus memangkas jarak dan biaya perjalanan,” ujar Doni.

Ia menambahkan, pembangunan layanan tersebut merupakan inisiatif Pemkab Lampung Selatan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung.

Melalui perluasan basis pajak, peningkatan kepatuhan wajib pajak, evaluasi target retribusi, penguatan pengawasan, serta pengembangan layanan yang lebih mudah diakses masyarakat, Pemkab Lampung Selatan berharap penerimaan daerah dapat semakin optimal.

Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian fiskal daerah sekaligus menjaga keseimbangan antara peningkatan PAD, pertumbuhan ekonomi, kualitas pelayanan publik, dan keberlangsungan dunia usaha. (*)