Media Reformasi Indonesia (MRI): Polri
Tampilkan postingan dengan label Polri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Polri. Tampilkan semua postingan

03 Agustus 2026

Wakapolri: Bergabungnya Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo ke UBISA Perkuat Jejaring Nasional Pusat Studi Kepolisian



REFORMASI-ID | Jakarta, 3 Agustus 2026 – Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si., yang juga menjabat sebagai Kasatgas Pembentukan Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK Lemdiklat Polri, resmi bergabung sebagai bagian dari sivitas akademika Universitas Bima Sakapenta (UBISA), Senin (3/8/2026).

Bergabungnya salah satu penggerak pengembangan Pusat Studi Kepolisian tersebut mendapat apresiasi dari Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. Menurutnya, kehadiran Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo di UBISA bukan hanya bentuk kepedulian terhadap pendidikan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi Polri dengan perguruan tinggi.

“Saya mengucapkan selamat kepada Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo atas bergabungnya di Universitas Bima Sakapenta. Kehadiran beliau akan semakin memperkuat kolaborasi antara Polri dan dunia pendidikan tinggi serta memperluas jejaring Pusat Studi Kepolisian yang terus kita bangun bersama perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia,” ujar Wakapolri.

Wakapolri mengatakan, Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo melalui perannya sebagai Kasatgas Pembentukan Pusat Studi Kepolisian telah menjadi salah satu motor penggerak dalam membangun jejaring akademik Polri. Hingga saat ini, pembentukan Pusat Studi Kepolisian telah didorong di 79 perguruan tinggi negeri dan swasta (PTN/PTS) di berbagai daerah di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, 40 Pusat Studi Kepolisian telah beroperasi, 5 dalam tahap penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), dan 34 lainnya dalam proses menuju pembentukan dan kerja sama.

“Ini bukan sekadar soal jumlah. Yang lebih penting adalah bagaimana Pusat Studi Kepolisian menjadi ruang bertemunya pengalaman praktis kepolisian dengan kekuatan akademik kampus. Dari sana kita ingin lahir riset, inovasi dan rekomendasi berbasis ilmu pengetahuan yang dapat menjawab persoalan keamanan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat,” kata Wakapolri.

Menurut Wakapolri, jejaring tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem Police Science yang semakin terbuka dan kolaboratif. Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi mitra pendidikan, tetapi juga menjadi mitra strategis Polri dalam mengembangkan evidence-based policing dan menjawab tantangan keamanan yang semakin kompleks di era digital.

Sementara itu, Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo mengatakan keputusannya bergabung dengan UBISA dilandasi semangat untuk ikut mendukung perguruan tinggi yang sedang tumbuh dan berkembang.

“Mendukung perguruan tinggi yang sedang bertumbuh bukan sekadar membantu sebuah institusi, melainkan ikut menanam benih masa depan bangsa. Perguruan tinggi merupakan salah satu pilar utama dalam membangun peradaban. Di dalamnya lahir sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, inovasi, dan berbagai solusi bagi persoalan bangsa,” ujar Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo.

Menurutnya, perguruan tinggi besar tidak lahir dalam waktu singkat. Dibutuhkan gotong royong, kepercayaan masyarakat, dedikasi para pendidik, dukungan pemerintah, serta kontribusi alumni dan mitra strategis agar sebuah kampus dapat tumbuh menjadi pusat keunggulan.

Kehadiran Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo di UBISA diterima langsung oleh Ketua Yayasan Khafdilah, S.Kom., S.H., M.H., Sekretaris Yayasan Maylane Boni Abdillah, Rektor UBISA Drs. Agus Supriyadi, M.T., Wakil Rektor II Dra. Surtiati, M.Pd., jajaran Program Studi Hukum, serta sivitas akademika UBISA.

Rektor UBISA Drs. Agus Supriyadi, M.T. menyambut kehadiran Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo dan berharap pengalaman serta jejaring akademiknya dapat memberikan energi baru bagi perkembangan universitas.

“Selamat bergabung di Universitas Bima Sakapenta. Semoga kehadiran beliau menginspirasi sekaligus memperkuat langkah UBISA dalam melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, berbudi luhur, dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” ujar Rektor UBISA.

Dengan semangat “Mlesat Mabur Duwur, Nggayuh Adab Luhur”, kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat ekosistem akademik UBISA, tetapi juga membuka ruang yang semakin luas bagi sinergi perguruan tinggi dengan Polri.

Bagi Polri, berkembangnya jejaring Pusat Studi Kepolisian di berbagai kampus menjadi investasi jangka panjang untuk membangun kepolisian yang semakin berbasis ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan kebutuhan masyarakat.

“Polri masa depan harus semakin dekat dengan ilmu pengetahuan. Kampus adalah mitra strategis kita. Semakin kuat kolaborasi Polri dan perguruan tinggi, semakin kuat pula fondasi transformasi Polri untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkas Wakapolri.

Peduli Sesama, Den Turangga Ditpolsatwa Korsabhara Polri Bagikan Sembako untuk Warga Kelapa Dua



REFORMASI-ID | Depok - Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korps Sabhara Baharkam Polri kembali menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial kepada masyarakat. Melalui Detasemen Turangga (Den Turangga), jajaran kepolisian menggelar aksi kemanusiaan dengan membagikan bantuan sembako berupa beras kepada warga di sekitar kawasan Kelapa Dua, Depok, Senin (3/8/2026).

Kegiatan kemanusiaan yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Kompol Kadarman selaku Ketua Tim (Katim), didampingi Iptu Yunus dan Ipda Yayuk, serta melibatkan 10 personel aktif dari Den Turangga Korps Sabhara Baharkam Polri.

Secara terpisah, Komandan Detasemen (Kanden) Turangga menyampaikan bahwa aksi sosial ini merupakan agenda penting untuk mempererat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat, sekaligus sebagai bentuk syukur atas situasi kamtibmas yang terus kondusif.

"Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum dan penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat yang siap membantu dalam segala situasi. Kegiatan berbagi sembako ini adalah salah satu bentuk ikhtiar kami untuk terus hadir membawa manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan," ujar Komandan Den Turangga dalam keterangannya, Senin (3/8).

Beliau juga menambahkan bahwa jajaran Ditpolsatwa akan terus berkomitmen menyelenggarakan aksi kemanusiaan serupa secara berkala di berbagai wilayah penugasan.

Di lapangan, pembagian beras dipimpin oleh Kompol Kadarman. Ia menyebutkan bahwa antusiasme warga sangat tinggi namun proses penyaluran tetap berjalan dengan sangat tertib.

"Kami berharap bantuan beras ini dapat sedikit meringankan pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari warga di sekitar Kelapa Dua. Alhamdulillah, berkat kerja sama tim dan kesadaran warga, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan kondusif," ungkap Kompol Kadarman.

Kehadiran personel Den Turangga di tengah pemukiman warga disambut hangat oleh masyarakat setempat. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Baharkam Polri dalam membangun sinergitas yang kuat bersama masyarakat demi mewujudkan lingkungan yang aman dan sejahtera.

31 Juli 2026

Rampungkan Audit Hari Ketiga, Tim Audit Baharkam Polri Sematkan Predikat GOLD untuk SMP PT TPPI



REFORMASI-ID | Tuban - Tim Audit Resertifikasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) Objek Vital Nasional (Obvitnas) dari Korsabhara Baharkam Polri resmi menyelesaikan rangkaian audit hari ketiga di PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). Seluruh proses evaluasi yang berlangsung di Ruang Rapat PT TPPI ini berjalan dengan lancar dan ditutup dengan capaian hasil yang sangat memuaskan, Kamis (30/7/2026).

Rangkaian kegiatan hari ketiga dimulai sejak pukul 08.00 WIB, berfokus pada wawancara mendalam serta pemeriksaan dokumen berkas Elemen IV terkait Standar Kemampuan Personel Pengamanan. Memasuki siang hari, tim auditor melanjutkan evaluasi pada Elemen V yang meliputi Monitoring dan Evaluasi, disusul dengan peninjauan menyeluruh (review) terhadap dokumen Elemen I hingga Elemen V.

Puncak acara ditandai dengan pelaksanaan Closing Meeting pada pukul 15.30 WIB yang dihadiri langsung oleh jajaran petinggi Polri dan manajemen perusahaan.

Dalam sesi pemaparan hasil audit, Ketua Tim Audit Resertifikasi, Kombes Pol Aditya Surya Dharma, S.I.K., M.H., mengumumkan bahwa PT TPPI berhasil meraih nilai akhir sebesar 92.56% dengan kategori GOLD. Dari total poin penilaian, tercatat hanya ada 19 kriteria yang mendapat catatan nilai 1 (kuning).

"Capaian nilai 92.56% dengan predikat GOLD ini merupakan bukti nyata dari komitmen kuat PT TPPI dalam mengimplementasikan Sistem Manajemen Pengamanan secara konsisten. Meskipun hasilnya sangat baik, kami harap 19 kriteria yang masih mendapat catatan kuning dapat segera ditindaklanjuti dan disempurnakan demi memperkokoh sistem keamanan yang ada," ujar Kombes Pol Aditya Surya Dharma dalam sambutannya.

Merespons hasil tersebut, General Manager PT TPPI, Hendra Kurniawan Wijaya, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas sinergi dan evaluasi objektif yang diberikan oleh tim Baharkam Polri.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tim Audit Baharkam Polri atas bimbingan dan evaluasi komprehensif selama tiga hari ini. Predikat GOLD ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi seluruh manajemen PT TPPI untuk terus meningkatkan standar pengamanan operasional kami sebagai salah satu aset strategis nasional," ungkap Hendra Kurniawan Wijaya.

Apresiasi senada juga disampaikan oleh Management SMP PT Pertamina Patra Niaga, Dedi Sugiri. Ia menekankan pentingnya aspek keamanan dalam mendukung keberlangsungan bisnis energi nasional.

"Sinergi antara Polri, PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Patra Niaga, dan PT TPPI ini membuktikan bahwa aspek pengamanan merupakan pilar utama dalam menjaga kelancaran distribusi pengolahan energi. Kami berkomitmen untuk terus mempertahankan performa terbaik ini," kata Dedi Sugiri.

Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi penandatanganan Berita Acara dan Scoring hasil audit oleh kedua belah pihak. Seluruh rangkaian kegiatan audit resertifikasi ini resmi berakhir pada pukul 18.00 WIB, ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol suksesnya kemitraan strategis antara Polri dan industri hulu migas nasional.

30 Juli 2026

Prof. Yusril dan Wakapolri Serukan Penguatan Kerangka Hukum Global untuk Lindungi Perempuan dan Anak dari TPPO



REFORMASI-ID | Semarang  - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc. dan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. tampil sebagai Pembicara Utama (Keynote Speaker) pada Legal International Conference and Studies (LICS) ke-9 dan Call for Paper bertema “Strengthening the Legal Framework for Combating Human Trafficking and Enhancing the Protection of Women and Children” yang diselenggarakan Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Semarang, Kamis (30/7/2026).

Konferensi internasional tersebut diikuti akademisi, peneliti, praktisi hukum, serta pembuat kebijakan dari 18 negara, antara lain Hanoi Law University (Vietnam), Istanbul University (Turki), UNICAF University (Siprus), Al-Azhar University (Mesir), Nagoya University (Jepang), Ibn Zohr University (Maroko), Thammasat University (Thailand), Applied Science Private University (Yordania), Comillas Pontifical University (Spanyol), University of Sydney (Australia), bersama sivitas akademika UNISSULA.

Sebagai Pembicara Utama, Prof. Yusril Ihza Mahendra menyampaikan materi “Melampaui Ancaman Pidana: Membangun Sistem Hukum yang Memutus Rantai Perdagangan Orang.” Ia menegaskan bahwa pemberantasan TPPO harus dibangun melalui sistem hukum yang terintegrasi, tidak hanya bertumpu pada pemidanaan pelaku, tetapi juga mengedepankan pencegahan, perlindungan korban, serta penguatan kerja sama lintas negara.

“Kita harus melampaui ancaman pidana. Yang harus dibangun adalah sistem hukum yang mampu memutus mata rantai perdagangan orang, mulai dari pencegahan, perlindungan korban, hingga penindakan terhadap seluruh jaringan pelaku,” ujar Prof. Yusril.

Pada kesempatan yang sama, Wakapolri menyampaikan pidato keynote speaker melalui tayangan yang diperdengarkan kepada seluruh peserta konferensi. Dalam paparannya, Wakapolri menegaskan bahwa perdagangan orang telah berkembang menjadi kejahatan transnasional yang memanfaatkan ekosistem digital sehingga membutuhkan transformasi penegakan hukum yang adaptif.

“Perkembangan teknologi telah memperluas modus operandi perdagangan orang. Karena itu, penguatan kerangka hukum harus diikuti transformasi cara kerja aparat penegak hukum, penguatan kerja sama internasional, dan perlindungan korban yang lebih komprehensif,” kata Wakapolri.

Wakapolri menjelaskan bahwa Polri mengimplementasikan penguatan pemberantasan TPPO melalui empat strategi utama, yakni menerapkan pendekatan victim-centric dalam penanganan perkara, memperkuat Direktorat dan Satuan PPA-PPO di seluruh tingkatan, meningkatkan kapasitas penyidik melalui digital forensic dan Scientific Crime Investigation, serta memperluas kerja sama internasional. Hingga saat ini, Polri telah menjalin 14 perjanjian kerja sama dengan kepolisian, kementerian, dan lembaga di dalam maupun luar negeri dalam penanganan TPPO.

Rektor UNISSULA Prof. Dr. H. Gunarto, S.H., M.Hum. mengatakan konferensi ini menjadi wadah kolaborasi global untuk menghasilkan gagasan dan rekomendasi kebijakan yang mampu menjawab tantangan hukum internasional.

“Partisipasi akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara akan memperkaya pertukaran perspektif, memperkuat kerja sama internasional, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu hukum dan kebijakan publik yang berkeadilan,” ujar Prof. Gunarto.

Konferensi ini menegaskan komitmen bersama pemerintah, aparat penegak hukum, perguruan tinggi, dan komunitas internasional untuk memperkuat kerangka hukum global dalam pemberantasan perdagangan orang serta meningkatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak. Sinergi pemikiran yang disampaikan Prof. Yusril mengenai penguatan sistem hukum dan strategi implementatif yang dipaparkan Wakapolri menjadi bagian penting dalam memperkuat respons Indonesia terhadap kejahatan perdagangan orang yang semakin kompleks dan bersifat lintas negara.

Personil Korsabhara Baharkam Polri, Perkuat Timnas Indonesia Mini Soccer Di ajang Interconintal Cup 2026 Di Italia



REFORMASI-ID | Jakarta - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh personel Korps Sabhara Baharkam Polri. Personil Den Perintis Ditsamapta Korsabhara Baharkam Polri, Briptu Waskita Surya Putra, S.H., dipercaya menjadi bagian dari Tim Nasional Indonesia Mini Soccer yang akan berlaga pada ajang Intercontinental Cup 2026 di Roma, Italia.

Briptu Waskita bersama skuad Timnas Indonesia Mini Soccer telah bertolak menuju Roma, Italia, untuk mengikuti rangkaian pertandingan internasional yang mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai negara. Keikutsertaan ini menjadi wujud dedikasi dan prestasi personel Polri yang mampu mengharumkan nama bangsa melalui bidang olahraga.

Sesuai jadwal, Timnas Indonesia Mini Soccer akan menghadapi tuan rumah Italia pada Jum’at, 31 Juli 2026, dalam laga pembuka yang akan digelar di Brilian Stadium. 
Pertandingan tersebut diharapkan menjadi momentum bagi Timnas Indonesia untuk menunjukkan kemampuan terbaik di panggung internasional. 

Keikutsertaan Briptu Waskita Surya Putra, S.H. juga mencatatkan sejarah tersendiri, karena menjadi personel pertama dari Korsabhara Baharkam Polri yang dipercaya memperkuat Tim Nasional Indonesia Mini Soccer pada tahun 2026. 

Pencapaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh personel Polri untuk terus mengembangkan potensi, mengukir prestasi, serta mengharumkan nama institusi di tingkat nasional maupun internasional.

Seluruh keluarga besar Korsabhara Baharkam Polri turut memberikan dukungan dan doa agar Briptu Waskita bersama Timnas Indonesia Mini Soccer mampu menampilkan performa terbaik serta membawa pulang hasil yang membanggakan bagi Indonesia.

Dipimpin Kombes Pol Edy Sumardi, Tim Baharkam Polri Ikuti Kejuaraan Bulutangkis Kapolri Cup 2026



REFORMASI-ID | Jakarta -  Tim Korsabhara Baharkam Polri resmi ikut serta dalam Kejuaraan Bulutangkis Kapolri Cup 2026 yang digelar mulai tanggal 27 Juli hingga 1 Agustus 2026. Turnamen bergengsi ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 dengan mengusung tema besar "Membangun Prestasi Untuk Negeri".

Upacara pembukaan pertandingan telah berlangsung dengan khidmat pada Senin, 27 Juli 2026, pukul 14.00 WIB bertempat di Gedung Olah Raga (GOR) Serba Guna Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Jakarta Timur.

Dalam ajang tahun ini, Tim Korsabhara Baharkam Polri dipimpin langsung oleh Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata, S.I.K., M.H. (Auditor Madya TK III Sispamobvitnas Baharkam Polri). Beliau didampingi oleh Official Tim, Kombes Pol Kadek Budi (Kaden Perintis Ditsamapta Korsabhara Baharkam Polri), serta diperkuat oleh personel gabungan dari Korsabhara, Korpolairud, dan Korbinmas yang melebur ke dalam Tim Baharkam Polri.

Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata menyatakan bahwa keikutsertaan timnya merupakan wujud nyata komitmen Baharkam Polri dalam mendukung penguatan prestasi olahraga nasional sekaligus mempererat soliditas antar-personel dan masyarakat.uja

"Kami hadir membawa semangat 'Membangun Prestasi Untuk Negeri'. Ajang Kapolri Cup 2026 ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang pembinaan bakat dan penguatan sinergi antara Polri, atlet muda, dan kelompok difabel," ujar Kombes Pol Edy Sumardi.

Kejuaraan yang berlangsung selama 6 hari ini diikuti oleh total 1.219 peserta yang terbagi ke dalam tiga kategori utama:

1•Kategori Umum (U-15, U-17, U-19): 591 atlet
2•Kategori Polri: 558 atlet/personel
3•Kategori Para Badminton (Difabel): 70 atlet

Untuk mengakomodasi padatnya jadwal pertandingan yang bergulir setiap hari mulai pukul 13.00 WIB hingga 20.00 WIB, panitia menyelenggarakan pertandingan di tiga venue berbeda di wilayah Jakarta Timur dengan total memanfaatkan 13 lapangan operasional, yaitu:

1•GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ) – Mengoperasikan 9 lapangan (court)
2•GOR Pondok Bambu – Mengoperasikan 4 lapangan (court)
3•GOR Duren Sawit

Melalui partisipasi aktif ini, Tim Baharkam Polri optimis dapat menorehkan hasil terbaik sekaligus menyukseskan rangkaian perayaan Hari Bhayangkara ke-80 dengan semangat sportivitas yang tinggi.

Kombes Hamam Pimpin Bintek Sistem Manajemen pengamanan di PT. Asmin Bara Bronang Kalteng



REFORMASI-ID | Kalteng - Tim Bimbingan Teknis (Bintek) Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) dari Korsabhara Baharkam Polri terus berakselerasi dalam memperkuat standar pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) dan Objek Vital Tertentu (Obvitter), tim secara intensif melaksanakan agenda Bintek hari kedua yang dipusatkan di Ruang Aplus Meeting Center, PT Asmin Bara Bronang (ABB), Selasa (28/7/2026)

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 18.00 WIB tersebut berfokus pada pendalaman evaluasi, wawancara, serta pemeriksaan dokumen krusial terkait komitmen, kebijakan pengamanan, hingga pola pengamanan perusahaan.

Ketua Tim Bintek Korsabhara Baharkam Polri, Kombes Pol Hamam Wahyudi, S.H., S.I.K., M.H., memimpin langsung proses pendampingan ini bersama jajaran auditor SMP profesional, antara lain Pembina Andy Mulyadi (Sekretaris), Budi Purwoto, S.E., Drs. Miyanto, M.Si., dan Drs. Rahardy. Turut mendampingi dari pihak kewilayahan yakni AKBP Meidianson, S.Hut. (Kasubdit Audit Ditpamobvit Polda Kalteng) beserta jajaran staf Ditpamobvit Polda Kalteng.

Sementara dari pihak manajemen perusahaan, hadir secara aktif Yulius Nico (CSR Department Head PT ABB), Bintang Adityawarman (External Partnership Department Head PT Tuah Turangga Agung), serta jajaran tim internal auditor dan staf PT ABB.

Kombes Pol Hamam Wahyudi saat di konfirmasi menjelaskan, bahwa 
Pelaksanaan Bintek hari kedua mencakup beberapa tahap audit dokumen dan wawancara teknis yang sistematis, Pemeriksaan Elemen I (Komitmen & Kebijakan), Tim auditor melakukan penelaahan komprehensif mulai dari Kriteria 1 hingga Kriteria 18 untuk memastikan fondasi kebijakan pengamanan PT ABB selaras dengan standar Perpol No. 7 Tahun 2019 tentang Sistem Manajemen Pengamanan. Ungkapnya,
 
Pemeriksaan Elemen II (Pola Pengamanan), Pendalaman difokuskan pada Kriteria II.B.5 guna menguji keandalan penerapan taktis, prosedur operasional pengamanan, serta kesiapsiagaan di area operasional pertambangan.

Dalam laporannya kepada Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri, Ketua Tim menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Bintek hari kedua berjalan dengan tertib, lancar, dan sesuai dengan Rencana Kegiatan (Rengiat) yang telah ditetapkan. Sinergi yang solid antara tim Mabes Polri, Polda Kalteng, dan manajemen PT ABB menjadi kunci utama suksesnya penjaminan standar pengamanan ini.

Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) secara komprehensif ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan operasional PT Asmin Bara Bronang dalam memitigasi potensi gangguan keamanan serta mendukung kelancaran iklim investasi dan produksi industri pertambangan nasional.

29 Juli 2026

Wakapolri Lantik Pengurus Pusat KBPP Polri 2026–2031, Awali Konsolidasi Organisasi Nasional



REFORMASI-ID | Jakarta - Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., selaku Pembina Harian Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri, melantik Pengurus Pimpinan Pusat KBPP Polri Masa Bakti 2026–2031 di Gedung Bhakti Dharma Waspada, STIK Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/7).

Pelantikan tersebut menjadi momentum konsolidasi nasional KBPP Polri yang diikuti jajaran 36 Polda serta pengurus hingga tingkat Polres secara daring. Momentum ini menandai dimulainya kepemimpinan baru untuk memperkuat soliditas organisasi, menyelaraskan program kerja, serta memperluas kontribusi KBPP Polri sebagai wadah pemersatu keluarga besar Polri dalam mendukung pembangunan nasional dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan, melainkan amanah untuk membawa organisasi semakin profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman. Ia mengajak seluruh pengurus menjadikan momentum ini sebagai awal memperkuat sinergi, menjaga integritas, serta menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi keluarga besar Polri dan masyarakat.

“Jadikan pelantikan ini sebagai awal kerja bersama untuk memperkuat organisasi dan memperbesar kontribusi kepada masyarakat. Bangun kolaborasi, jaga soliditas, dan hadirkan karya nyata yang memberi manfaat bagi bangsa,” tegas Wakapolri.

Sementara itu, Ketua Umum KBPP Polri AH Bimo Suryono, S.E., S.H., menyampaikan bahwa kepengurusan baru telah memperoleh pengesahan dari Kementerian Hukum sehingga memiliki landasan yang kuat dalam menjalankan organisasi secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Menurut Bimo, kepengurusan baru akan memprioritaskan konsolidasi organisasi dari tingkat pusat hingga daerah melalui penguatan tata kelola organisasi, pembaruan basis data keluarga besar Polri, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pelaksanaan program di bidang pendidikan, pemberdayaan UMKM, pembinaan generasi muda, kegiatan sosial, dan kemanusiaan.

Dengan kepengurusan baru yang didukung konsolidasi organisasi secara nasional, KBPP Polri diharapkan semakin solid sebagai organisasi keluarga besar Polri yang modern, inklusif, dan mampu menjadi mitra strategis Polri dalam memperluas pengabdian kepada masyarakat.

28 Juli 2026

Prestasi Jadi Penentu: CAT Berstandar Olimpiade Antar 350 Catar Lolos Akpol 2026



REFORMASI-ID | Semarang - Prestasi menjadi faktor utama dalam Seleksi Penerimaan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026. Melalui sistem Computer Assisted Test (CAT) berstandar olimpiade, nilai yang ditampilkan secara langsung kepada peserta, serta pengawasan dari berbagai lembaga independen, Polri menetapkan 350 calon taruna dan taruni yang berhak mengikuti pendidikan di Akademi Kepolisian.

Sidang Penetapan Kelulusan yang digelar Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri di Auditorium Cendekia Akpol, Semarang, Senin (27/7), menetapkan 320 calon taruna dan 30 calon taruni lulus dari total 404 peserta yang mengikuti seleksi tingkat pusat.

Proses sidang berlangsung dengan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH). Untuk memastikan objektivitas, Polri melibatkan pengawasan eksternal dari Ombudsman RI, Setara Institute, Centra Initiative, Amnesty International Indonesia, hingga Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP).

Asisten Kapolri Bidang SDM Irjen Pol. Dr. Anwar mengatakan, seleksi tahun ini menjadi tonggak penguatan kualitas rekrutmen Polri melalui sistem yang semakin modern dan berbasis merit.

“Penerimaan Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan pada kualitas peserta. Kami terus mendorong sistem seleksi yang objektif, transparan, dan mampu menjaring calon-calon perwira Polri terbaik,” ujar Irjen Pol. Anwar.

Berbeda dari tahun sebelumnya, seleksi Akpol 2026 menghadirkan inovasi melalui CAT dengan materi Tes Potensi Akademik berstandar olimpiade, sehingga mampu mengukur kemampuan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah secara lebih komprehensif.

Hasil seleksi menunjukkan kualitas peserta yang semakin kompetitif. Empat peserta meraih nilai tertinggi Tes Potensi Akademik sebesar 80, sementara empat peserta lainnya memperoleh nilai Bahasa Inggris tertinggi sebesar 82.

Penilaian dilakukan secara proporsional dengan komposisi Tes Potensi Akademik 30 persen, Bahasa Inggris 30 persen, Kesamaptaan Jasmani 30 persen, dan Penampilan 10 persen.

Selain menghadirkan sistem yang lebih modern, transparansi juga menjadi perhatian utama. Nilai ujian ditampilkan secara langsung di komputer masing-masing peserta setelah tes selesai. Selanjutnya, seluruh hasil peserta dicetak dalam satu dokumen dan ditandatangani bersama sehingga dapat diketahui secara terbuka.

Salah seorang calon taruni, Ghyna Islamiati Ramly, mengaku sempat kewalahan menghadapi soal Tes Potensi Akademik dan Bahasa Inggris. Namun, ia menilai seluruh proses seleksi berlangsung objektif dan adil.

“Menurut saya rekrutmen ini adil karena nilai langsung ditampilkan di komputer masing-masing, jadi kami bisa langsung melihat hasil sendiri,” ujar Ghyna.

Ia juga mengapresiasi mekanisme keterbukaan hasil yang diterapkan panitia.

“Semua nilai peserta di-print dalam satu kertas untuk ditandatangani bersama-sama. Jadi kami bisa melihat nilai peserta lain juga,” katanya.

Menurut Ghyna, seluruh peserta diperlakukan sama tanpa membedakan asal daerah maupun latar belakang.

“Saya merasa panitia memperlakukan masing-masing dari kami secara adil, tidak melihat latar belakang kami apa. Aturannya berlaku sama untuk semua peserta,” ungkap alumnus SMA Al-Azhar Mandiri Palu tersebut.

Komitmen membangun SDM Polri yang unggul juga menjadi perhatian Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. saat memberikan pembekalan kepada calon Taruna dan Taruni Akpol di Gedung Serba Guna Akpol, Semarang.

“Masa depan Polri sangat bergantung pada sejauh mana kita mempersiapkan generasi penerusnya. Tugas kita bukan hanya melahirkan sumber daya manusia yang unggul secara intelektual dan profesional, tetapi juga membentuk insan Bhayangkara yang berkarakter kuat, berintegritas, memiliki kepedulian sosial yang tinggi, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berani memimpin perubahan untuk menjawab tantangan keamanan yang semakin kompleks. Pendidikan menjadi fondasi utama dalam melahirkan pemimpin Polri masa depan yang Presisi, humanis, dan dipercaya masyarakat,” ujar Wakapolri.

Melalui sistem seleksi yang semakin modern, transparan, dan berbasis merit, Polri berharap para calon taruna dan taruni yang dinyatakan lulus mampu menjalani pendidikan dengan penuh dedikasi serta tumbuh menjadi pemimpin yang profesional, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan hadir sebagai pelindung, pengayom, serta pelayan masyarakat yang semakin dipercaya publik.

Catar Kalteng Catat Jarak Lari Tertinggi pada Seleksi Tingkat Pusat Akpol 2026



REFORMASI-ID | Semarang - Seleksi Tingkat Pusat Calon Taruna (Catar) Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 terus berlangsung di Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah. Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) untuk memastikan setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan dan prestasi.

Salah satu capaian menonjol pada tes kesamaptaan jasmani ditorehkan oleh Jonathan Putra Siregar, calon taruna asal Polda Kalimantan Tengah. Pada tes lari selama 12 menit, Jonathan berhasil menempuh jarak 3.575 meter, menjadi peserta dengan capaian lari tertinggi pada pelaksanaan seleksi tingkat pusat tahun ini.

Selain menunjukkan kemampuan fisik yang prima, Jonathan juga mencatat nilai Tes Potensi Akademik (TPA) sebesar 72 dan Tes Bahasa Inggris sebesar 82. Ia mengaku mempersiapkan diri secara mandiri melalui latihan fisik rutin serta belajar Bahasa Inggris dari berbagai sumber pembelajaran daring.

Jonathan menilai seluruh proses seleksi yang diikutinya berlangsung secara terbuka dan objektif. Menurutnya, setiap tahapan memberikan ruang bagi peserta untuk bersaing secara sehat berdasarkan hasil yang diperoleh.

Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia, Irjen Pol. Dr. Anwar, mengatakan tes kesamaptaan jasmani merupakan salah satu instrumen penting dalam mengukur kesiapan calon taruna untuk mengikuti pendidikan kepolisian.

“Selain kemampuan akademik, kesehatan fisik, kesehatan mental, dan psikologi juga menjadi aspek yang dinilai. Yang tidak kalah penting adalah calon anggota Polri harus memiliki karakter, integritas, dan jiwa melayani masyarakat,” ujar Irjen Pol. Dr. Anwar.

Ia menambahkan, hasil tes kesamaptaan tahun ini menunjukkan peningkatan yang menggembirakan. Sebanyak 20 peserta berhasil menempuh jarak lebih dari 3.200 meter dalam waktu 12 menit, mencerminkan kesiapan fisik para calon taruna yang mengikuti seleksi tingkat pusat.

Polri berkomitmen menyelenggarakan proses rekrutmen yang bersih, transparan, akuntabel, humanis, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, serta nepotisme (KKN). Melalui proses seleksi yang objektif, diharapkan lahir calon-calon perwira Polri yang unggul, berintegritas, profesional, serta siap mengabdi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

27 Juli 2026

Tim Baharkam Polri Gelar Bimbingan Teknis Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan di PT Asmin Bara Bronang



REFORMASI-ID | Kalteng - Tim Bimbingan Teknis (Bintek) dari Korps Sabhara Badan Pemelihara Keamanan Kepolisian Republik Indonesia (Korsabhara Baharkam Polri) resmi memulai agenda hari pertama pelaksanaan Bintek Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP). Kegiatan ini diselenggarakan di Ruang Aplus Meeting Center, PT Asmin Bara Bronang (ABB), Kalimantan Tengah, pada Senin (27/7/2026).

Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Bintek Baharkam Polri, Kombes Pol Hamam Wahyudi, S.H., S.I.K., M.H. Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Ditpamobvit Polda Kalteng, serta manajemen puncak dan kepala departemen dari PT ABB.

Acara dimulai dengan sesi registrasi, pembukaan resmi, safety induction, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Sesi awal ini juga diisi dengan penayangan profil perusahaan PT ABB, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan hangat dari Kepala Teknik Tambang PT ABB, Akhmad Yudi Prawiranegara.

Dalam paparannya, Ketua Tim Bintek Baharkam Polri, Kombes Pol Hamam Wahyudi, S.H., S.I.K., M.H., menekankan bahwa implementasi SMP bukan sekadar formalitas kepatuhan terhadap regulasi, melainkan sebuah kebutuhan strategis untuk melindungi aset negara dan investasi.

"Sistem Manajemen Pengamanan yang tertata dengan baik adalah kunci utama dalam menjamin keberlangsungan operasional perusahaan, khususnya yang bergerak di sektor strategis seperti PT Asmin Bara Bronang. Hari ini kita memulai dari Elemen I, yaitu menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen serta kebijakan manajemen. Tanpa komitmen yang kuat dari level pimpinan tertinggi hingga staf di lapangan, pengamanan yang ideal tidak akan pernah terwujud," tegas Kombes Pol Hamam Wahyudi dalam arahannya.

Usai jeda siang, Tim Baharkam Polri bersama Auditor SMP Profesional yang terdiri dari Pembina Andy Mulyadi, Budi Purwoto, S.E., Drs. Miyanto, M.Si., dan Drs. Rahardy, langsung turun ke lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memetakan kondisi riil teknis pengamanan dan memastikan kesesuaian antara kebijakan tertulis dengan implementasi fisik di area konsesi PT ABB.

Observasi lapangan hari pertama ini dibagi menjadi dua sesi besar:

•Sesi Pertama (Siang): Tim memeriksa langsung infrastruktur vital di Gedung Office A Plus, Control Center, Ruang Server, dan area perkantoran utama.

•Sesi Kedua (Sore): Peninjauan berlanjut ke area operasional sensitif, meliputi Coal Laboratorium, Posko Induk/Pos Gajah, Gudang Bahan Peledak (Handak), serta Office Coal Washing Plant.

Di sela-sela peninjauan gudang bahan peledak dan pusat kontrol, Kombes Pol Hamam Wahyudi kembali memberikan catatan pentingnya.

"Kami mengapresiasi keterbukaan dan kesiapan infrastruktur awal yang ditunjukkan oleh PT ABB hari ini. Dari hasil observasi lapangan pada objek-objek vital perusahaan—mulai dari ruang server hingga gudang handak—kami melihat potensi sinergi yang sangat baik. Evaluasi dan asistensi yang kami berikan sepanjang proses bintek ini bertujuan untuk menutup celah kerawanan (vulnerability gap) sehingga standar keamanan perusahaan benar-benar berada pada level tertinggi," tambahnya.

Kegiatan bintek ini menunjukkan kolaborasi yang solid antara unsur kepolisian, pembina wilayah, dan pelaku industri. Hadir sebagai perwakilan daerah, AKBP Meidianson, S.Hut. (Kasubdit Audit Ditpamobvit Polda Kalteng) beserta jajaran stafnya.

Sementara dari pihak eksternal dan manajemen perusahaan, diskusi teknis ini dikawal langsung oleh jajaran kepala departemen PT ABB, di antaranya Akhmad Yudi Prawiranegara (Pj. KTT), Leonardus Indrianto (EHS Dept. Head), Tonny Tantomo (HCGS Dept. Head), Harin Musin (Engineering Dept. Head), Yulius Nico (CSR Dept. Head), serta Bintang Adityawarman (External Partnership Dept. Head PT Tuah Turangga Agung), bersama staf dan auditor internal perusahaan.

Secara keseluruhan, hari pertama pelaksanaan Bintek Implementasi SMP di PT Asmin Bara Bronang berjalan dengan sangat aman, tertib, dan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun. Hasil observasi dan pendalaman elemen hari ini akan menjadi landasan penting untuk tahapan bintek pada hari berikutnya.

26 Juli 2026

Gas di Sirkuit, Bukan di Jalan! Open Drag Bike Dhira Brata Cup Championship 2026 Resmi Dibuka di Samarinda dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80



REFORMASI-ID  | Samarinda - Open Drag Bike Akpol 1990 Dhira Brata Cup Championship 2026 resmi dibuka pada Sabtu (25/7/2026) di Lapangan Ex Bandara Temindung, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari, 25–26 Juli 2026, diikuti 506 pembalap dari berbagai daerah dengan mempertandingkan 32 kelas balap, mulai dari kelas utama, supporting, Sunmori Open, kelas lokal Kalimantan Timur, lokal Samarinda-Kutai Kartanegara, hingga kelas Harley dan moge.

Ketua Ikatan Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1990 Dhira Brata yang juga menjabat sebagai Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menyampaikan sambutan melalui tayangan video dari lokasi berbeda karena tengah melaksanakan agenda kedinasan. Dalam sambutannya, ia mengucapkan selamat atas terselenggaranya Open Drag Bike Akpol 1990 Dhira Brata Cup Championship 2026 dan menegaskan bahwa kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi otomotif, tetapi juga sarana membangun budaya keselamatan berlalu lintas, khususnya bagi generasi muda.

“Acara ini tidak hanya menjadi wadah inovatif untuk menguji kemampuan dan memperkuat kolaborasi otomotif nasional, namun juga berperan strategis dalam mengedukasi masyarakat serta generasi muda untuk menjadi pelopor keselamatan lalu lintas dan mewujudkan budaya berkendara yang aman di Indonesia,” ujar Komjen Pol. Dedi Prasetyo.

Ia menegaskan bahwa semangat balap harus diwujudkan di arena yang tepat, bukan di jalan raya. Karena itu, Open Drag Bike Dhira Brata Cup Championship dihadirkan sebagai wadah resmi yang aman, terukur, dan memenuhi standar keselamatan sehingga generasi muda memiliki ruang positif untuk menyalurkan hobi dan adrenalin tanpa harus melakukan balap liar.

“Generasi muda diharapkan memperoleh sarana yang tepat untuk menyalurkan hobi dan adrenalin berkendara secara positif, tanpa melalui aksi balap liar di jalan umum yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” lanjutnya.

Ajang ini menjadi wadah resmi bagi para pecinta otomotif untuk menyalurkan hobi, mengasah kemampuan, sekaligus berkompetisi secara aman, sportif, dan sesuai standar keselamatan. Sebanyak 32 kelas dipertandingkan untuk mengakomodasi berbagai kategori pembalap, mulai dari kelas utama hingga kelas lokal dan Harley maupun moge.

Kegiatan pembukaan dihadiri Komjen Pol. (Purn.) Drs. M.H. Ritonga, M.Si., Irjen Pol. (Purn.) Iman Prijantoro, S.H., Irjen Pol. (Purn.) Mashudi, S.I.K., S.H., M.Hum., Brigjen Pol. (Purn.) Rudi Hartono, S.H., S.I.K., Wakil Gubernur Kalimantan Timur Ir. Seno Aji, M.Si., Wakapolda Kalimantan Timur Brigjen Pol. Adrianto Jossy Kusuma, S.H., M.Han., Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul, S.I.P., M.Si., Kapolresta Samarinda Kombes Pol. Hendry Umar, S.H., S.I.K., M.H., Direktur Lalu Lintas Polda Kalimantan Timur Kombes Pol. Ahmad Yanuari Insan, Ketua IMI Provinsi Kalimantan Timur Narto Bulang, Ketua IMI Samarinda H. Syahrial Saraping, serta unsur pemerintah daerah dan komunitas otomotif.

Komjen Pol. Dedi Prasetyo berharap Open Drag Bike Dhira Brata Cup Championship dapat terus menjadi agenda tahunan yang melahirkan pembalap-pembalap berprestasi sekaligus memperkuat budaya keselamatan berlalu lintas di Indonesia.

Hari ini, suasana dipastikan akan semakin semarak karena memasuki babak final dan perebutan gelar juara di berbagai kelas. Para pembalap terbaik akan kembali turun ke lintasan untuk menentukan siapa yang paling cepat, paling konsisten, dan paling layak menyandang gelar juara Open Drag Bike Dhira Brata Cup Championship 2026.

“Gas di sirkuit, tertib di jalan.” Pesan tersebut menjadi semangat utama kejuaraan ini, bahwa kecepatan memiliki tempatnya sendiri, sedangkan jalan raya adalah ruang bersama yang harus dijaga demi keselamatan seluruh pengguna jalan.

25 Juli 2026

Tes Komputer dan Soal Akademik Berstandar Olimpiade Jadi Kebaruan Seleksi Taruna Akpol 2026



REFORMASI-ID | Semarang - Semarang – Seleksi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 menghadirkan sejumlah pembaruan sebagai bagian dari transformasi rekrutmen Polri yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan organisasi di masa depan. Salah satu kebaruan tersebut adalah penerapan tes komputer serta peningkatan kualitas soal akademik dengan standar setara olimpiade.

Pelaksanaan tahapan akhir seleksi tingkat panitia pusat dipimpin oleh Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. di Gedung Serba Guna Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (24/7).

Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri) Irjen Pol. Dr. Anwar menjelaskan bahwa kemampuan menguasai teknologi kini menjadi kompetensi dasar yang harus dimiliki setiap calon anggota Polri, mulai dari jenjang tamtama, bintara, hingga taruna Akpol.

“Beberapa hal yang baru di rekrutmen anggota Polri, tes komputer,” ujar Irjen Anwar.

Menurutnya, penerapan tes komputer bertujuan memastikan calon anggota Polri memiliki kemampuan dasar dalam mengoperasikan perangkat digital sehingga siap menghadapi tantangan tugas kepolisian yang semakin modern.

“Dari mulai bintara, tamtama, perwira sama, mereka semua Gen Z ini harus mengenal teknologi. Jadi di rekrutmen tamtama, bintara, Akpol ada tes komputernya,” kata Irjen Anwar.

“Kalau mereka tidak ngerti komputer, teknologi, mengoperasikan komputer, gadget, mereka akan ketinggalan,” lanjutnya.

Selain kemampuan teknologi, Polri juga meningkatkan standar kualitas tes akademik. Tahun ini, materi ujian dirancang setara dengan standar olimpiade sehingga tidak lagi berorientasi pada hafalan, melainkan menguji kemampuan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah.

“Polisi itu tesnya ada empat. Terkait intelektualitas tesnya tes akademik, bahasa Inggris, pengetahuan umum, matematika dan sebagainya. Dan sekarang ini sudah standar olimpiade,” ungkap Irjen Anwar.

“Inilah yang paling kita senang, sudah bukan zamannya soal hafalan lagi atau textbook. Sehingga kualitas mereka itu saat melihat ada permasalahan, bisa menganalisa, memecahkan suatu permasalahan. Ini yang diperlukan Polri di masa depan,” tambahnya.

Hingga tahapan akhir seleksi tingkat panitia pusat, sebanyak 404 calon taruna dan taruni mengikuti proses seleksi, terdiri atas 365 calon taruna dan 39 calon taruni. Seluruh peserta sebelumnya telah melalui rangkaian seleksi yang ketat di tingkat panitia daerah dan panitia pusat, meliputi pemeriksaan administrasi, kesehatan, psikologi, akademik, kesamaptaan jasmani, hingga pemeriksaan penampilan (rikpil).

Pada tahapan rikpil tingkat pusat, para peserta dinilai secara langsung oleh enam pejabat utama Polri, yaitu Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., Kalemdiklat Polri Komjen Pol. R.Z. Panca Putra, As SDM Kapolri Irjen Pol. Dr. Anwar, Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Abdul Karim, Wairwasum Polri Irjen Pol. Tomex Korniawan, serta Gubernur Akpol Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga.

Penerapan tes komputer dan peningkatan standar akademik ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk menghasilkan perwira muda yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki kemampuan berpikir kritis, serta siap menghadapi dinamika tantangan tugas kepolisian di era digital.

Polres Metro Bekasi Berhasil Amankan Pelaku Kekerasan Terhadap Seorang Wanita



REFORMASI-ID | Bekasi - Polres Metro Bekasi Kabupaten melalui Tim Gabungan Unit PPA dan Jatanras Satreskrim berhasil mengamankan pelaku penganiayaan seorang wanita.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/1507/VII/2026/SPKT Polres Metro Bekasi tanggal 09 Juli 2026 an pelapor Tika Septiani, tim gabungan unit PPA dan Jatanras Polres Metro Bekasi bergerak cepat dan tepat ungkap kasus tersebut.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi melalui Kanit 4 PPA, AKP. Dr. Malindra Praditiya Gunawan, S.H, M.M, M.H berhasil mengamankan seorang pria berinisial HSLT terduga pelaku penganiayaan ditempat persembunyiannya.

"Alhamdulillah, berdasarkan arahan Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Jericho Alvian Chandra, saya bersama tim berhasil mengamankan pelaku dugaan penganiayaan seorang wanita ditempat persembunyiannya yang berlokasi di Galur Sari 9, Blok L/9, RT. 012, RW. 001, Jakarta Timur," ujar Kanit 4 PPA, AKP Malindra.

Pelaku, jelasnya, diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang wanita berinisial TK dikontrakannya yang beralamat di  Wisma Elang Cijingga, Serang, Cibarusah, Kabupaten Bekasi pada 08 Juli 2026.

"Tim gabungan unit PPA dan Jatanras melakukan pengejaran, observasi dan pengintaian disalah satu tempat yang diduga rumah saudara atau kerabat dari terduga pelaku," paparnya.

"Dari hasil pengintaian dan arahan Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, kami berhasil mengamankan HSLT terduga pelaku berikut barang buktinya sebagaimana dimaksud dalam pasal 466 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan," pungkasnya.

(Red)

24 Juli 2026

Seleksi Taruna Akpol Masuk Tahap Akhir, Wakapolri Pimpin Pemeriksaan Penampilan 404 Catar



REFORMASI-ID | Jateng - Panitia Pusat Seleksi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 menggelar pemeriksaan penampilan peserta calon taruna (catar). Pemeriksaan ini dipimpin langsung Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo.

"Masa depan Polri, akan sangat bergantung pada sejauh mana generasi penerus disiapkan. Bagaimana kita tak hanya menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan hebat, tapi juga karakter kuat, kepedulian sosial, dan keberanian untuk memimpin perubahan," ucap Komjen Dedi di lokasi, Lantai 2 Gedung Serba Guna Akpol, Semarang, Jawa Tengah (Jateng) pada Jumat (24/7/2026).

Pemeriksaan penampilan digelar dua hari, mulai hari ini hingga Sabtu (25/7). Pemeriksan penampilan oleh Komjen Dedi dan sejumlah pejabat Polri bertujuan sebagai evaluasi akhir hasil seleksi panitia daerah dan pusat, serta memberikan penilaian menyeluruh terhadap para catar.

Pemeriksaan penampilan catar merupakan tahap akhir dari rangkaian seleksi, yang digelar Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri selaku panitia pusat. Untuk diketahui rangkaian seleksi diawali pemeriksaan administrasi, tes akademik, tes kesamaptaan, tes psikologi, tes kesehatan, serta pendalaman mental dan kepribadian (PMK) di tingkat panitia daerah yang digelar oleh 36 biro SDM polda.

Peserta seleksi yang lolos di tingkat daerah, dikirim untuk mengikuti seleksi tingkat pusat di Akpol, Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Di Akpol, para catar menjalani lagi serangkaian tes seperti yang dilalui di tingkat polda.

"Rikpil (pemeriksaan penampilan) bukan sekadar melihat penampilan secara fisik, melainkan menjadi evaluasi menyeluruh untuk memastikan hasil seleksi sebelumnya benar-benar mencerminkan kualitas calon taruna yang akan dididik menjadi perwira Polri," tutur Komjen Dedi.

Berdasarkan data SSDM Polri, tahap pemeriksaan penampilan diikuti 404 peserta. Mereka terdiri dari 365 calon taruna (pria) dan 35 calon taruni (wanita).

Selain Komjen Dedi, para pejabat utama Polri yang menjadi penilai adalah Kalemdiklat Polri Komjen R.Z. Panca Putra, Asisten SDM Kapolri Irjen Anwar, Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim, Wairwasum Polri Irjen Tomex Korniawan, dan Gubernur Akpol Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga.

Kadiv Humas Polri: Jejaring 79 Pusat Studi Kepolisian Perkuat Transformasi Polri Berbasis Riset, Riau Hadirkan Terobosan Green Policing



REFORMASI-ID | Jakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., menegaskan transformasi Polri menuju institusi yang modern, adaptif, dan Presisi terus diperkuat melalui pengembangan ekosistem ilmu kepolisian berbasis riset, inovasi, dan kolaborasi dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Momentum tersebut ditandai dengan pembentukan Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan di Polda Riau yang menjadi pengembangan baru dalam jejaring pusat studi Polri.

“Transformasi Polri membutuhkan fondasi ilmu pengetahuan yang kuat. Karena itu, Polri terus memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi negeri dan swasta melalui pengembangan jejaring 79 Pusat Studi Kepolisian, terdiri atas 40 pusat studi yang telah beroperasi, 5 pusat studi dalam tahap penandatanganan perjanjian kerja sama, serta 34 pusat studi yang sedang dalam proses penyusunan perjanjian kerja sama. Di samping itu, PTIK juga telah mengembangkan 16 pusat studi tematik sebagai center of excellence yang mengkaji berbagai disiplin ilmu kepolisian. Ekosistem ini menjadi fondasi penting bagi lahirnya inovasi, pengembangan doktrin, dan kebijakan kepolisian yang berbasis ilmu pengetahuan,” ujar Kadiv Humas Polri.

Menurut Kadiv Humas, pembentukan Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan di Polda Riau menjadi inovasi yang memperluas spektrum kajian kepolisian. Jika sebelumnya pusat-pusat studi mengembangkan berbagai bidang strategis seperti teknologi kepolisian, keamanan nasional, siber, anti-korupsi, forensik, hingga perlindungan perempuan dan anak, maka pusat studi di Riau menghadirkan fokus baru pada Green Policing dan ecological security sebagai bagian dari tantangan keamanan abad ke-21.

“Keamanan masa depan tidak lagi hanya berbicara mengenai gangguan kamtibmas konvensional. Perubahan iklim, kebakaran hutan dan lahan, kerusakan ekosistem, serta kejahatan lingkungan memiliki dampak langsung terhadap stabilitas sosial, ekonomi, dan keamanan nasional. Kehadiran Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan di Riau merupakan langkah strategis agar Polri memiliki basis riset dan kebijakan yang kuat dalam menjawab tantangan tersebut,” kata Kadiv Humas Polri.

Pembentukan pusat studi tersebut dibahas dalam kunjungan Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian PTIK, Komjen Pol. (Purn.) Prof. Dr. Chrysnanda Dwilaksana, M.Si., bersama Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si., ke Polda Riau, Kamis (23/7), sebagai bagian dari penguatan jejaring pusat studi kepolisian di Indonesia.

Dalam paparannya, Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan menjelaskan bahwa Green Policing merupakan paradigma pemolisian yang menempatkan perlindungan lingkungan sebagai bagian integral dari pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, ancaman terhadap lingkungan hidup, seperti kebakaran hutan dan lahan, pembalakan liar, perambahan kawasan hutan, pencemaran, hingga dampak perubahan iklim, tidak hanya berdampak pada ekosistem, tetapi juga berpotensi memicu konflik sosial, mengganggu aktivitas ekonomi, serta mengancam keselamatan masyarakat.

Kapolda Riau menjelaskan implementasi Green Policing dibangun melalui tiga pilar utama, yaitu prevention, law enforcement, dan restoration. Pendekatan tersebut diperkuat dengan pembangunan budaya organisasi melalui Green Leadership, Green Mindset, Green Culture, dan Green Innovation, sehingga kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari karakter dan profesionalisme setiap insan Bhayangkara.

Selain menjadi wadah penelitian, Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan juga diproyeksikan menjadi think tank yang mempertemukan akademisi, praktisi, pemerintah, masyarakat, dan komunitas lingkungan untuk menghasilkan riset, publikasi ilmiah, pengembangan kurikulum pendidikan kepolisian, serta rekomendasi kebijakan berbasis evidence-based policing.

Dengan karakteristik geografis Riau yang memiliki kawasan gambut terluas di Indonesia, hutan tropis yang menjadi paru-paru dunia, serta tantangan kebakaran hutan dan lahan yang kompleks, Polda Riau dinilai memiliki posisi strategis sebagai living laboratory Green Policing. Pengalaman empiris di lapangan akan dipadukan dengan kajian akademik untuk menghasilkan model pemolisian yang adaptif, berkelanjutan, dan dapat direplikasi di berbagai daerah sebagai bagian dari penguatan transformasi Polri menuju institusi yang semakin profesional, modern, dan berbasis ilmu pengetahuan.

20 Juli 2026

Polres Aceh Barat Tinjau Jembatan Darurat Sikundo, Dorong Percepatan Pembangunan Akses Permanen untuk Masyarakat



REFORMASI-ID | Aceh - Kepedulian terhadap keselamatan dan kebutuhan masyarakat kembali ditunjukkan Polres Aceh Barat. Senin (20/7), Kapolres Aceh Barat AKBP Agus Sulistianto, S.H., S.I.K. bersama Wakapolres, Pejabat Utama Polres Aceh Barat, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Aceh Barat, serta aparatur Gampong Sikundo meninjau langsung kondisi jembatan tali baja di Gampong Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen.

Jembatan tali baja tersebut merupakan akses darurat yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat setelah jembatan utama putus akibat banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada November 2025. Hingga kini, jembatan tersebut menjadi satu-satunya penghubung bagi warga, termasuk para guru, pelajar, dan tujuh kepala keluarga yang bermukim di seberang sungai.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolres berdialog langsung dengan masyarakat untuk mendengarkan berbagai kendala yang mereka hadapi setiap hari. Ia juga menyaksikan personel Polri membantu anak-anak sekolah dan warga menyeberangi jembatan yang memiliki tingkat risiko cukup tinggi.

Selain melakukan pengecekan kondisi jembatan, Tim Dokkes Polres Aceh Barat bersama personel Polwan memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat berupa pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan, serta edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan.

Sebagai langkah konkret mencari solusi, Kapolres bersama Dinas Perkim Kabupaten Aceh Barat melakukan survei teknis dengan mengukur lebar sungai serta menentukan titik pondasi yang memungkinkan untuk pembangunan jembatan gantung permanen. Dua alternatif desain disiapkan, yaitu jembatan yang dapat dilalui kendaraan roda dua menggunakan lantai plat besi, serta jembatan khusus pejalan kaki dengan lantai papan kayu. Keduanya dirancang memiliki bentang sekitar 70 meter, termasuk tiang penyangga.

Kapolres Aceh Barat menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga hadir mendengarkan dan membantu mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kami ingin memastikan langsung kondisi di lapangan, mendengar aspirasi masyarakat, sekaligus berkoordinasi dengan instansi terkait agar pembangunan akses yang lebih aman dapat segera diwujudkan. Keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak yang setiap hari melintasi jembatan ini, menjadi perhatian bersama,” ujar AKBP Agus Sulistianto.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mempercepat koordinasi lintas sektor guna merealisasikan pembangunan jembatan permanen yang aman, sehingga mobilitas masyarakat, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, dan aktivitas ekonomi warga Gampong Sikundo dapat kembali berjalan dengan baik.

Bagi masyarakat Sikundo, jembatan bukan sekadar infrastruktur. Jembatan adalah penghubung menuju sekolah, layanan kesehatan, aktivitas ekonomi, serta harapan akan kehidupan yang lebih baik. Melalui sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan harapan tersebut segera terwujud.

Sarapan Berkah Komunitas Bersama Berbagi



REFORMASI-ID  - Bekasi - Komunitas Bersama Berbagi (KBB) dengan program unggulannya Rumanam (Rumah Makan Namribu) resmi meluncurkan program Sarapan Berkah Gratis (SBG) pada Senin (20/7/2026). Kegiatan ini berlangsung di ruko Jalan Pemuda Kranji No.7J, Kranji, Bekasi Barat, dan disambut dengan antusiasme tinggi oleh warga sekitar maupun pengguna jalan yang melintas.
 
 Pada peluncuran perdana ini, ratusan paket nasi kuning hangat dibagikan secara cuma-cuma. Penerima manfaat tidak hanya warga setempat, namun juga para pekerja harian yang beraktivitas di jalan: pengendara ojek online, sopir angkutan kota, hingga warga yang sedang membutuhkan bantuan pangan pagi hari. Senyum dan ucapan terima kasih tampak menghiasi suasana saat paket sarapan berpindah ke tangan penerima.
 
 Sarapan Berkah Gratis (SBG) hanyalah satu dari sekian banyak program sosial berkelanjutan yang dijalankan Komunitas Rumanam untuk meringankan beban ekonomi warga. Rangkaian kegiatan mereka meliputi: - Senin – Kamis: Penjualan nasi dengan harga terjangkau Rp6.000 dari harga normal Rp12.000, selisihnya ditanggung sebagai bentuk subsidi sosial.
- Jumat Berbagi: Penyediaan makan siang gratis serta pembagian paket sembako bagi warga yang membutuhkan.
 
Dalam pernyataannya Ketua KBB Gusti Renita Jobtriana, menyampaikan harapan besar dari hadirnya program-program ini.
 
"Kami mendirikan Rumanam bukan sekadar untuk berdagang, melainkan sebagai rumah bersama untuk saling berbagi. Melalui Sarapan Berkah dan program lainnya, kami ingin memastikan tidak ada warga yang melewatkan makan karena keterbatasan biaya. Semoga kebaikan kecil ini bisa menjadi berkah bagi kami semua, dan mengajak lebih banyak pihak untuk peduli pada sesama."
 
Wakil Ketua Komunitas Rumanam Rini Tri Handayani menambahkan, program ini juga melibatkan partisipasi aktif anggota dan warga agar manfaatnya bisa dirasakan berkelanjutan.
 
"Kami berkomitmen menjaga konsistensi program ini. Seluruh anggota komunitas siap bergotong royong setiap harinya, mulai dari menyiapkan bahan, memasak, hingga membagikan makanan. Semoga kehadiran kami bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan, sekaligus mempererat tali persaudaraan di lingkungan Kranji," ujarnya.

Sementara itu, Penasehat KBB H.Rochmani, S.H,. M.H menyampaikan pesan inspiratif:
 "Kebaikan tidak harus menunggu kaya, kebaikan dimulai dari kemauan untuk berbagi apa yang kita miliki. Semoga langkah kecil KBB bisa menjadi pelita bagi lingkungan sekitar, dan kita semua bisa tumbuh bersama dalam kebersamaan."
 
Hadir pula Binmas Polsek Bekasi Barat Aiptu Syaripulloh menyaksikan warga yang hadir tampak menyambut baik langkah komunitas ini. Banyak yang berharap program berbagi ini dapat terus berjalan konsisten, serta menjadi contoh bagi kelompok CTlain untuk turut peduli pada kesulitan tetangga di sekitarnya.
 
KBB juga membuka pintu bagi siapa saja yang ingin turut berpartisipasi, baik berupa donasi, tenaga, maupun dukungan lainnya demi kelancaran program kebaikan ini ke depannya. (74Y/Topan)

18 Juli 2026

Sinergi Polri dan PT ABB: Implementasikan Sistem Manajemen Pengamanan demi Keberlanjutan Usaha



REFORMASI-ID | Jakarta - Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Korsabhara Baharkam Polri resmi menandatangani Pedoman Kerja Teknis (PKT) Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) bersama PT Asmin Bara Bronang (ABB). Langkah strategis ini dilakukan guna memperkuat struktur pengamanan sekaligus meningkatkan kualitas sistem keamanan di lingkungan operasional perusahaan.

Prosesi penandatanganan berlangsung dengan khidmat pada Jumat, 17 Juli 2026, bertempat di Ruang Happy, Lantai 5, Hotel Harris Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dalam sambutannya, Direktur Operasional PT Asmin Bara Bronang, Erdhani Febriyanto, menegaskan pentingnya kolaborasi ini bagi masa depan perusahaan.

"Kegiatan Penandatanganan PKT ini merupakan langkah penting dalam rangka memperkuat struktur pengamanan dan peningkatan kualitas pengamanan di PT ABB. Sistem Manajemen Pengamanan ini pada akhirnya bertujuan untuk mendukung keberlanjutan usaha kami. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri atas dukungannya dalam penerapan Sistem Manajemen Pengamanan ini," ujar Erdhani.

Sementara itu, Direktur Pamobvit Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Pol Dr. M. Syahduddi, S.I.K., M.Si., memberikan arahan tegas mengenai implementasi SMP di lapangan. Ia menekankan agar kerja sama ini tidak berhenti di atas kertas, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata melalui tiga poin utama.

"Pertama, lakukan komunikasi intensif. Segera koordinasikan setiap perkembangan situasi di lapangan, jangan menunggu potensi gangguan menjadi gangguan nyata. Kedua, tingkatkan kompetensi dengan terus melakukan pelatihan bersama untuk meningkatkan kapasitas personel pengamanan internal (security) agar memiliki kesiapsiagaan yang tinggi. Terakhir, patuhi SOP. Laksanakan seluruh butir yang telah disepakati dalam PKT dengan penuh tanggung jawab, profesional, dan tetap menjunjung tinggi hukum serta Hak Asasi Manusia," tegas Brigjen Pol M. Syahduddi.

Acara yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama ini juga diisi dengan penayangan company profile PT Asmin Bara Bronang. Usai penandatanganan dokumen PKT SMP, agenda dilanjutkan dengan pertukaran cenderamata atau plakat sebagai simbol kemitraan yang kuat, lalu ditutup dengan sesi foto bersama.

Turut hadir menyaksikan momen penting ini, dari jajaran Polri yaitu Kasubdit Audit Sispamobvitnas Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri, Kombes Pol Hamam Wahyudi, S.H., S.I.K., M.H., beserta Kaurmin dan staf. Sedangkan dari pihak eksternal, hadir mendampingi Direktur Operasional PT ABB adalah Division Head External Partnership Tuah Turangga Agung, Muhammad Rum, beserta staf perusahaan.

17 Juli 2026

Dekatkan Diri dengan Masyarakat, Personil Perintis Korsabhara Polri Intensifkan Patroli KR2 dan Jalan Kaki



REFORMASI-ID | Bogor - Dalam rangka menjaga pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), Korps Sabhara (Korsabhara) Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri gencar melaksanakan kegiatan preventif di zona pemukiman warga. Pada Kamis malam (16/07/2026), 

personel Subden C Detasemen Perintis Korsabhara Polri melaksanakan giat Patroli Dialogis yang difokuskan di kawasan Perumahan Asana Residence, Kecamatan Gunung Putri.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 21.00 WIB hingga selesai ini mengombinasikan metode patroli menggunakan Kendaraan Roda Dua (KR2) serta berjalan kaki menyusuri area perumahan. Langkah ini diambil guna memastikan kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat secara langsung dan efektif, terutama pada jam-jam rawan tindak kriminalitas malam hari.

Kaden Perintis Ditsamapta Korsabhara Baharkam Polri, Kombes Pol. Kadek Budi S.I.K., menjelaskan bahwa dalam patroli tersebut petugas di lapangan secara aktif berinteraksi dan berdialog langsung dengan warga setempat. Hal ini bertujuan untuk menyerap informasi, mendengarkan keluhan secara langsung, serta memetakan potensi gangguan kamtibmas yang ada di lingkungan sekitar.

Selain melakukan dialog, personel perintis juga menyampaikan sejumlah imbauan penting terkait Kamtibmas kepada masyarakat. Petugas meminta warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap segala bentuk tindak kriminalitas. 

Warga juga diimbau agar tidak ragu dan segera melaporkan ke pihak Kepolisian terdekat apabila menemukan hal-hal atau gerak-gerik yang mencurigakan di lingkungannya. Tidak hanya berfokus pada pengamanan, petugas di lapangan juga secara sigap memberikan bantuan langsung kepada masyarakat yang kedapatan mengalami kendala saat berada di jalan.

Laporan pelaksanaan kegiatan preventif ini telah diteruskan secara formal kepada Kakorsabhara Baharkam Polri sebagai wujud komitmen kesiapan operasional dengan semangat "Siap Solid Berhasil". Dengan adanya patroli dialogis yang intensif dan humanis seperti ini, diharapkan ruang gerak pelaku kejahatan dapat ditekan dan rasa aman masyarakat di wilayah hukum terkait dapat terus terjaga dengan kondusif.