22 Januari 2026
"Polisi Penolong" Detasemen Perintis Ditsamapta Korsabhara Baharkam Polri, diterjunkan di titik rawan banjir dan bantu urai kemacetan di wilayah jakarta
Deteksi Dini Banjir, Personel Den Perintis Korsabhara Lakukan Monitoring Debit dan Ketinggian Air di Kali Ancol Jakarta Utara
Tingkatkan Kemampuan Personel: Kapolda Lampung Ikuti Latihan Menembak Di Satbrimobda Lampung
REFORMASI-ID | LAMPUNG – Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf bersama Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Sumarto mengikuti kegiatan latihan menembak di Lapangan Tembak Adhi Pradana, Satuan Brimob Polda Lampung pada Kamis (22/1/2026).
Latihan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan kemampuan serta profesionalisme personel Polri dalam penggunaan senjata api.
Selain itu, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana pembinaan kesiapsiagaan dan kedisiplinan, terutama bagi jajaran Polda Lampung khususnya Satbrimob, guna mendukung pelaksanaan tugas di lapangan secara optimal dan terukur.
Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf menyampaikan bahwa latihan ini adalah persiapan awal untuk menunjang pelaksanaan tugas dilapangan, Latihan menembak hari ini bukan sekadar rutinitas, tetapi komitmen nyata dalam menjaga kemampuan teknis dan profesionalisme personel Polri, khususnya jajaran Satbrimob Polda Lampung. Kemampuan menembak yang tepat, cepat, dan akurat merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus terus diasah untuk mendukung pelaksanaan tugas di lapangan dengan penuh tanggung jawab.
“Saya mengapresiasi semangat dan kedisiplinan seluruh peserta latihan. Di tengah dinamika tantangan kamtibmas yang semakin kompleks, kemampuan teknis dan kesiapsiagaan personel menjadi kunci dalam menjalankan tugas perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.” Ucap Kapolda
“Dalam kegiatan ini, kami juga ingin menegaskan bahwa Polri senantiasa berkomitmen untuk meningkatkan kualitas SDM yang unggul, disiplin, dan profesional. Mari kita terus tingkatkan kompetensi, kedisiplinan, dan sinergi agar kepercayaan masyarakat kepada Polri semakin kuat.” Ungkapnya.
Kegiatan diikuti seluruh Pejabat Utama Polda Lampung dan personel Satbrimobda Lampung. Latihan menembak ini akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari program pembinaan dan peningkatan kemampuan personel Polda Lampung. (Mdn)
Presiden Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan, Tegaskan Penertiban Kawasan Hutan Nasional
Ciptakan Kondusifitas Ibu Kota Personel Datasemen Perintis Samapta Polda metro jaya Intensifkan Pengamanan Kawasan Monas
Jasa Raharja Gerak Cepat Pastikan Jaminan Korban Kecelakaan Kereta Api dan Minibus di Tebing Tinggi
Polri soal Penanganan TPPO: Korban Langgar Hukum Karena Paksaan Tak Dipidana
21 Januari 2026
Wakapolri Buka Strategi dan Dinamika Penanganan TPPO Lewat Peluncuran & Bedah Buku
Perkuat Edukasi Publik, Polri dan PT Indaco Finance and Development Jalin Kerja Sama Produksi Film Tematik Kepolisian
Kapolri Launching Direktorat PPA-PPO di 11 Polda dan 22 Polres, Perkuat Pelayanan hingga Perlindungan Kelompok Rentan
Kapolda Lampung Pimpin Refleksi Awal Tahun Satbrimob: Siap Hadapi Tantangan Kamtibmas 2026
REFORMASI-ID | LAMPUNG – Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf pimpin sekaligus membuka kegiatan Refleksi Awal Tahun 2026 Satuan Brimob Polda Lampung yang digelar di Makosat Brimob Polda Lampung pada Rabu (21/1/2026). Kegiatan diikuti oleh Wakapolda Lampung Brigjen Pol Sumarto, Pejabat Utama Polda Lampung serta personel Satbrimob Polda Lampung.
Dalam arahannya, Kapolda menegaskan bahwa refleksi awal tahun merupakan momentum evaluasi dan perencanaan dalam rangka meningkatkan kinerja dan kesiapan operasional untuk menghadapi situasi kamtibmas di tahun 2026.
Kapolda menyampaikan apresiasi terhadap peran vital Brimob sebagai power on hand dalam penanganan gangguan kamtibmas intensitas tinggi, pengamanan unjuk rasa, penanggulangan terorisme, penjinakan bahan peledak, penanganan konflik sosial, serta operasi kemanusiaan dan kebencanaan.
Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf menyampaikan, Refleksi awal tahun ini adalah momentum untuk menata langkah, menguatkan konsistensi, dan meningkatkan kualitas pelayanan kita di tahun 2026. Satuan Brimob Polda Lampung telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam menghadapi kompleksitas kamtibmas sepanjang 2025, dan di tahun ini tantangan akan semakin dinamis.
“Kami mengingatkan seluruh personel Brimob untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, profesionalisme, dan disiplin dalam menjalankan tugas. Potensi konflik sosial, sengketa lahan, gangguan kamtibmas, serta bencana alam harus diantisipasi dengan matang melalui koordinasi yang solid dan penerapan SOP yang tepat.”
“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh personel Brimob Polda Lampung. Terus jaga kekompakan, tingkatkan kemampuan fisik dan mental, dan buktikan bahwa Brimob Lampung siap menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan melayani masyarakat.” Tutup Kapolda
Kegiatan refleksi ini diharapkan dapat memantik semangat dan kesiapan personel Brimob dalam menghadapi dinamika tugas di tahun 2026, sekaligus memperkuat posisinya sebagai satuan andalan Polda Lampung dalam menjaga stabilitas kamtibmas. (Mdn)
BPOM Apresiasi Standar Keamanan Pangan SPPG Polri, Makanan Diuji Setara Hidangan VIP
Pengadaan Sewa Alat Berat Dinas LH Pemkab Bekasi Untuk TPA Burangkeng Diduga Ada Unsur Korupsi
BPOM Apresiasi Standar Keamanan Pangan SPPG Polri, Makanan Diuji Setara Hidangan VIP
REFORMASI-ID | Jakarta — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., memberikan apresiasi tinggi terhadap penerapan standar keamanan pangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri. Hal tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan dan pengecekan langsung terhadap proses pengolahan makanan bergizi gratis yang disiapkan di dapur SPPG Polri Cipinang.
Prof. Taruna menegaskan bahwa penilaian BPOM dilakukan secara objektif, termasuk menilai aspek kebersihan dan tahapan produksi makanan. “Saya melihat penilaian kami secara objektif. Kita saksikan secara objektif, dan teman-teman juga melihat kebersihannya,” ujarnya.
Menurutnya, terdapat satu keunggulan yang melampaui standar yang telah ditetapkan, yakni adanya screening atau pengecekan terakhir sebelum makanan dibagikan. “Ada pengecekan kimiawinya, seperti arsen, formalin, dan sebagainya. Itu nilai plus,” jelas Prof. Taruna.
Lebih lanjut, ia menilai pengetesan makanan yang dilakukan SPPG Polri sebagai nilai tambah yang sangat signifikan. “Kelebihan yang kita temukan adalah adanya pengetesan makanan, meskipun pengetesan tersebut belum diwajibkan dalam standar kami,” katanya. Ia menjelaskan bahwa proses pengujian tersebut membutuhkan biaya besar, mulai dari tes kits, reagen, sampel, hingga tenaga ahli.
“Proses ini setara dengan pengetesan makanan untuk tamu VIP. Biasanya, jika presiden atau tamu VIP datang, makanan akan dites terlebih dahulu. Di sini, sebelum makanan sampai ke anak-anak sebagai penerima manfaat, makanan tersebut diuji layaknya makanan VIP. Anak-anak kita diperlakukan seperti VIP,” tutur Prof. Taruna.
Sementara itu, Kepala Satgas MBG Polri, Irjen. Pol. Nurworo Danang, S.I.K., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan langsung Kepala BPOM RI ke SPPG Polri. “kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak Kepala BPOM Republik Indonesia. Ini menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi kami,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung dan menyukseskan program pemerintah, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sesuai arahan Kapolri, seluruh SPPG Polri diwajibkan menjalankan proses produksi makanan dengan memenuhi standar Badan Gizi Nasional serta prinsip tata kelola yang baik.
“Kami berharap kualitas makanan yang diproduksi oleh SPPG Polri di seluruh Indonesia memiliki kualitas terbaik, sehingga dapat meningkatkan asupan gizi dan kualitas hidup anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” kata Irjen. Danang. Menurutnya, program ini merupakan bagian dari upaya menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045, sekaligus bentuk sinergi seluruh kementerian dan lembaga dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo. (Hms/Mdn)
Warga Lubuk Lestari Keluhkan Selalu Banjir Saat Hujan
REFORMASI-ID | Lampung Selatan - Perumahan lubuk lestari banjir di saat hujan deras, warga mengeluhkan karena normalisasi irigasi pembuangan air yang tidak memadai sehingga air naik di pemukiman warga. Kejadian menjelang sore, 20 Januari 2026. Rabu, 21/01/2026.
Warga setempat Hamz mengatakan lokasi memang kalau sudah hujan deras selalu menggenang banjir ia mengharapkan adanya penanggulangan dampak banjir baik dari pihak Pengembang Perumahan maupun pihak Pemerintah Daerah, setiap kali hujan deras terjadi banjir sampai ke teras rumah dan air masuk lewat di bagian dapur rumah.
"Kami khawatir kedepan ketika hujan deras yang lebih lama lagi debit air naik lebih tinggi lagi," ucap Hamz.
Dilain pihak Lurah Way Lubuk Junaidi saat memantau lokasi mengatakan memang di sini lokasi sangat rendah dan bekas lahan sawah jadi air dari rumah warga turun ke arah lokasi perumahan ini.
"Kami akan berupaya untuk menanggulangi untuk banjir ini yaitu membuat normalisasi saluran air dengan meminta bantuan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum (PU)," kata Junaidi.
Turut hadir pula dari pihak Badan Penanggulangan bencana (BPBD) Lamsel, pihak Polsek Kalianda dan Anggota Polres Lampung Selatan untuk memantau dan memastikan kejadian banjir tersebut, BPBD sempat menurunkan alat mobil damkar untuk menyedot air namun belum bisa dilaksanakan karena masih terkendala tempat pembuangan airnya
Di tengah lirihnya kejadian banjir yang di alami warga datang secara tiba- tiba sapuan angin puting beliung bergemuruh bersama derunya suara hujan, akibatnya selain banjir yang dialami ada beberapa rumah warga yang kanopinya mengalami ringsek. (*)
Brimob Polda Metro Jaya Gerak Cepat Perbaiki Tanggul Jebol Muara Gembong
Isra Mikraj sebagai Momentum Pembentukan Karakter Unggul
Tiba di London, Presiden Prabowo Bangkitkan Semangat Pelajar Perantauan
20 Januari 2026
Buku Rasa Bhayangkara Nusantara Terbit dalam Bahasa Inggris, Diberikan pada Dubes
Wapres Bertolak ke Tasikmalaya: Kunjungi Pasar Rakyat hingga Pesantren Berbasis AI
Mahkamah Konstitusi Tolak Permohonan Uji Materi Terkait Rangkap Jabatan Anggota Polri
Polri “All Out” Evakuasi, Hadirkan Randurlap dan Patroli Kesehatan Door to Door untuk Korban Banjir Karawang
Polri Hadir di Tengah Masyarakat Saat Musibah Banjir Karawang Melanda
Dugaan Pengerahan Preman Saat Aksi IPPM di KPK, Nama Anggota DPR RI Mencuat dalam Proyek Pengaman Pantai Rp28 Miliar
REFORMASI-ID | Jakarta —Nama Anggota DPR RI daerah pemilihan Sulawesi Tenggara, Ridwan Bae (RB) mencuat setelah Ikatan Pemuda Pelajar Muna (IPPM) Indonesia melaporkan dugaan penyimpangan proyek pengaman pantai Raha, Kabupaten Muna senilai Rp28 miliar ke KPK. Ridwan diduga mengerahkan sekelompok preman untuk mengintimidasi peserta aksi saat akan melakukan penyerahan berkas ke Gedung Merah Putih KPK, Senin (19/1/2026).
Menurut IPPM, saat massa aksi sedang berorasi, sekelompok orang tak dikenal mendekat, merampas spanduk, membentak peserta, dan memaksa agar orasi dihentikan. “Atribut kami dirampas dan kami diancam jika tidak bubar, padahal aksi ini tertib dan sudah diberitahukan ke Intelkam,” kata salah satu peserta aksi yang enggan disebut namanya. IPPM menyebut salah satu pelaku berinisial E, yang menurut keterangan massa memiliki hubungan keluarga dengan RB.
Sekretaris Jenderal IPPM, Muhamad Ramadan Sawal (Pitra), mengatakan organisasi menyerahkan rekaman, foto, dan dokumen lapangan kepada KPK. “Selain bukti dugaan penyimpangan teknis dan anggaran, mulai dari ketidaksesuaian dengan DED hingga indikasi penggunaan BBM subsidi, kami juga akan menyerahkan rekaman yang diduga memperlihatkan keterlibatan pihak eksternal saat pembubaran aksi,” ujar Pitra.
IPPM menilai pembubaran yang dilakukan oleh pihak non-aparat mengindikasikan upaya membungkam suara publik. Karena itu mereka mendesak KPK menindaklanjuti dua hal: penyelidikan substansi dugaan korupsi proyek dan pemeriksaan atas dugaan pengerahan pihak ketiga untuk mengintimidasi demonstran. IPPM juga meminta KPK memeriksa Kepala Satker BWS Wilayah IV Kendari (MA) dan Direktur PT Pinar Jaya Perkasa (M) terkait proyek tersebut.
“Indikasi yang kami temukan mengarah pada dugaan praktik pungli dan suap yang melibatkan lebih dari satu pihak. Karena itu, KPK perlu segera melakukan klarifikasi dan pemeriksaan secara menyeluruh,” ujarnya lagi.
“Rekaman dan dokumen ini bukan klaim kosong. Ada bukti verbal dan visual yang menunjukkan E mengaku ‘ditopang’ oleh RB,” kata Pitra menirukan salah satu pernyataan yang terekam “Saya ini setengah hidupku saya serahkan untuk RB, dia yang biayai saya di Jakarta sini,” tambahnya.
Awak media sedang mengupayakan konfirmasi resmi dari RB dan pihak lain yang disebutkan, termaksud oknum E, Kepala Satker BWS Wilayah IV Kendari, dan manajemen PT Pinar Jaya Perkasa. Hingga berita ini dipublikasikan, konfirmasi resmi belum diperoleh; upaya klarifikasi masih berlangsung.
IPPM menegaskan akan terus mengawal kasus ini dan menuntut jaminan keamanan bagi peserta aksi. Mereka memperingatkan akan kembali memobilisasi massa bila aparat penegak hukum tidak segera menindaklanjuti laporan atau tidak menjamin keselamatan publik yang menyampaikan aspirasi.
Laporan ini akan diperbarui setelah konfirmasi resmi diterima dari pihak terkait atau ada perkembangan dari KPK. (*)
19 Januari 2026
Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 10,63 Kg Sabu Asal Aceh Tujuan Pulau Jawa
REFORMASI-ID | Lampung – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 10,63 kilogram yang berasal dari Provinsi Aceh dan diduga akan diedarkan ke Pulau Jawa.
Kabidhumas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari mengatakan, pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada Kamis, 15 Januari 2026, di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka) KM 228, Kabupaten Mesuji.
“Petugas berhasil mengamankan satu unit truk yang membawa narkotika jenis sabu seberat 10,63 kilogram. Sabu tersebut disembunyikan dengan modus ditutupi muatan durian untuk mengelabui petugas,” ujar Kombes Yuni Iswandari, Senin (19/1/2026).
Ia menjelaskan, dalam pengungkapan ini polisi mengamankan tiga orang tersangka dengan peran berbeda. Tersangka berinisial YD (33) berperan sebagai kurir, sedangkan YT (28) dan MR (42) bertindak sebagai pendamping selama perjalanan.
“Dari hasil pemeriksaan awal, narkotika bernilai Rp 15 miliar tersebut diketahui berasal dari Aceh dan rencananya akan dikirim ke Pulau Jawa. Ketiganya kini telah diamankan dan menjalani proses hukum di Mapolda Lampung,” jelasnya.
Kombes Yuni menambahkan, pengungkapan ini merupakan hasil penyelidikan intensif yang dilakukan aparat kepolisian selama sekitar satu pekan.
Saat ini, penyidik masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika lintas provinsi yang terlibat dalam kasus tersebut.
"Dengan terungkapnya sabu tersebut, maka sebanyak kurang lebih 40 ribu jiwa terselamatkan. Polda Lampung berkomitmen untuk terus memberantas peredaran narkoba dan mengungkap jaringan yang lebih luas demi menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat,” pungkasnya. (Hms/Mdn)
















