23 September 2026
22 September 2026
Peringati HUT KE-81 TNI, Brigif 4 MAR/BS Gelar Baksos dan Tanam Mangrove
REFORMASI-ID | Pesawaran — Dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI Tahun 2026, TNI AL Korps Marinir melalui Brigif 4 Mar/BS menggelar kegiatan Bakti Sosial, Bakti Kesehatan dan Penanaman Bibit Mangrove di kawasan Pantai Marine Eco Park (MEP), Pesawaran, Lampung, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Brigif 4 Mar/BS kepada masyarakat sekaligus perhatian terhadap kelestarian lingkungan pesisir. Dalam pelaksanaannya, Brigif 4 Mar/BS berkolaborasi bersama Golden Tulip, InJourney dan Program 100.000 Mangrove.
Kegiatan tersebut dihadiri Danbrigif 4 Mar/BS Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo, M.Tr.Hanla., CHRMP, didampingi Perwira Staf Brigif 4 Mar/BS, Ka Akun Brigif 4 Mar/BS serta Dansatlak Wilayah Lampung.
Turut hadir Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela, M.M., Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M., Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Pasops Lanal Lampung, Kasubdit Polairud Lampung, Owner Golden Tulip, Owner PT. Angkasa Pura Lampung, Manager UP PLN Sebalang, Manager UP PLN Tarahan, Integrated Terminal Manager Pertamina Patra Niaga, Danramil Padang Cermin, Kapolsek Padang Cermin, Camat Padang Cermin, serta para tamu undangan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan bazar murah dan pembagian sembako sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga sekaligus semakin mendekatkan prajurit TNI dengan masyarakat.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah yang melibatkan personel dan masyarakat. Selain memberikan manfaat di bidang kesehatan, kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk berbagi dan membantu sesama.
Tidak hanya kegiatan sosial dan kesehatan, Brigif 4 Mar/BS bersama para mitra juga melaksanakan penanaman bibit mangrove di kawasan Pantai Marine Eco Park. Penanaman ini menjadi langkah bersama untuk menjaga lingkungan pesisir, mengurangi risiko abrasi serta mempertahankan ekosistem mangrove agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.
Danbrigif 4 Mar/BS menyampaikan bahwa menjaga kelestarian mangrove membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. Menurutnya, keberadaan mangrove harus dirawat bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Kita tidak bisa berdiri sendiri. Tentunya perlu berkolaborasi dengan TNI, Polri maupun instansi lain, termasuk Golden Tulip Springhill dan pemerintah daerah, untuk menjaga kelestarian ekosistem mangrove yang telah kita tanam,” ujar Danbrigif 4 Mar/BS.
Melalui kegiatan ini, Brigif 4 Mar/BS bersama Golden Tulip, InJourney dan Program 100.000 Mangrove mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga lingkungan pesisir. Kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dunia usaha, instansi terkait dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan ekosistem mangrove.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud nyata kehadiran TNI AL Korps Marinir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjalankan tugas pertahanan, tetapi juga melalui kepedulian sosial, kesehatan dan lingkungan. (Mdn)
Danrem 044/Gapo Hadiri Bazar TNI di Jasdam II/Sriwijaya
REFORMASI-ID | Palembang – Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud menghadiri kegiatan Bazar TNI yang dipimpin langsung oleh Pangdam II/Swj. Masih dalam rangkaian HUT ke 81 TNI, kegiatan tersebut digelar di Jasdam II/Sriwijaya, Palembang, Selasa (22/9/2026).
"Selain menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 TNI Tahun 2026, kegiatan ini diselenggarakan sebagai sarana untuk menyuburkan UMKM, serta mempererat kebersamaan dan silaturahmi di lingkungan keluarga besar TNI," ungkap Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud.
Dalam kesempatan tersebut, Danrem 044/Gapo bersama rombongan meninjau sejumlah stan bazar yang menyediakan berbagai kebutuhan, mulai dari bahan kebutuhan pokok, makanan dan minuman, hingga berbagai produk lainnya.
Kehadiran para pejabat TNI dalam kegiatan ini turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan bazar serta mendorong semangat kebersamaan, kekeluargaan dan kepedulian di lingkungan keluarga besar TNI.
"Melalui kegiatan bazar, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi prajurit, PNS, keluarga besar TNI maupun masyarakat yang hadir, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI yang dilaksanakan secara sederhana namun penuh makna," pungkasnya. (Mdn)
Wujud Solidaritas, Personel Bidhumas Polda Sumsel Hadiri Takziah di Rumah Duka Ayahanda Dianasari. S.kom. Msi
REFORMASI-ID | Palembang - Keluarga besar bidang hubungan masyarakat (Bidhumas) Polda Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menunjukkan rasa solidaritas dan empati yang mendalam terhadap sesama anggota. Pada selasa (22/9/2026) malam, sejumlah personel Bidhumas Polda Sumsel melaksanakan kegiatan Takziah ke rumah duka almarhum Bapak H. A. Rakhman bin H. Matcik, Almarhum adalah ayah kandung dari Pembina Dianasari. S.Kom. Msi, yang merupakan Kasubbagrenmin Bidhumas Polda Sumsel.
Kehadiran personel Bidhumas Polda Sumsel di rumah duka bukan sekadar menjalankan tradisi, melainkan sebagai wujud nyata kepedulian dan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa hubungan antara anggota Polri sudah selayaknya ikatan kekeluargaan.
"Takziah ini adalah bentuk empati kami. Kami hadir untuk memberikan dukungan langsung kepada Ibu Dianasari. S.Kom.Msi., dan keluarga besar, agar mereka merasa dikuatkan dalam menghadapi masa sulit dan musibah ini," ucap salah satu personel Bidhumas Polda Sumsel.
Dalam suasana yang penuh khidmat dan kekeluargaan tersebut, para personel menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam. Keluarga besar Bidhumas Polda Sumsel bersama-sama memanjatkan doa agar almarhum Bapak H. A. Rakhman bin Matcik diterima segala amal ibadahnya dan mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.
"Kami mendoakan semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan lahir dan batin," tambah salah satu personel di lokasi.
Selain sebagai bentuk duka cita, kegiatan ini juga berfungsi untuk mempererat tali silaturahmi antara anggota lintas unit kerja di lingkungan Satker Bidhumas Polda Sumsel. Kebersamaan dalam momen duka seperti ini dinilai sangat penting untuk menjaga kekompakan dan solidaritas korps.
Hingga kegiatan selesai, situasi di rumah duka terpantau aman dan kondusif. Prosesi takziah berlangsung dengan lancar dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kesantunan dan penghormatan guna menghibur kepada keluarga almarhum yang sedang berduka. (Mdn)
Sambut HUT Lantas Bhayangkara Ke-71, Ditlantas Polda Sumsel Gelar Ziarah dan Baksos
REFORMASI-ID | PALEMBANG — Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan menggelar rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi wujud pengabdian, kepedulian, dan upaya mempererat kedekatan personel Polantas dengan masyarakat Sumatera Selatan. Selasa, 22/09/2026.
Berbagai kegiatan dilaksanakan dalam rangkaian peringatan tersebut, mulai dari bakti kesehatan, anjangsana, ziarah ke Taman Makam Pahlawan, hingga bakti sosial dan doa bersama di lingkungan pesantren.
Bakti kesehatan menjadi salah satu kegiatan pembuka dengan menghadirkan pelayanan kesehatan umum, donor darah, serta sunat massal bagi masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian jajaran Ditlantas Polda Sumsel terhadap kesehatan dan kebutuhan masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan anjangsana kepada keluarga besar Direktorat Lalu Lintas sebagai sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan di lingkungan keluarga besar Lalu Lintas.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan, jajaran Ditlantas Polda Sumsel juga melaksanakan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus menumbuhkan semangat pengabdian dalam menjalankan tugas.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan bakti sosial dan doa bersama di lingkungan pesantren. Dalam kegiatan tersebut, jajaran Ditlantas memberikan bantuan kepada masyarakat sekaligus memanjatkan doa untuk keberkahan dan keselamatan dalam pelaksanaan tugas pengabdian kepada masyarakat.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Robertho Pardede, S.I.K., M.I.K., mengatakan rangkaian kegiatan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 merupakan bagian dari upaya menghadirkan Polantas yang tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga memberikan manfaat melalui pelayanan dan kepedulian sosial.
“Melalui bakti kesehatan, anjangsana, ziarah, hingga bakti sosial ini, kami ingin menegaskan bahwa Polantas tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam pelayanan dan kepedulian sosial kepada masyarakat,” ujar Robertho.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan rangkaian kegiatan tersebut mencerminkan upaya Polri untuk terus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat secara langsung.
“Kami berkomitmen mendukung penuh setiap kegiatan sosial dan kemanusiaan Polantas sebagai wujud kehadiran Polri yang humanis, peduli, dan bermanfaat nyata bagi masyarakat Sumatera Selatan,” ujar Nandang.
Selain itu menurut Kabidhumas. Rangkaian kegiatan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara Polantas dan masyarakat, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dalam mendukung keselamatan dan ketertiban berlalu lintas.
"Ditlantas Polda Sumsel menegaskan akan terus menghadirkan pelayanan yang profesional dan humanis serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan sebagai bagian dari pengabdian Polantas kepada masyarakat," tegas Kabidhumas Polda Sumsel.
Melalui semangat pengabdian dan kepedulian, peringatan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 diharapkan tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga memperkuat kehadiran Polantas yang dekat, peduli, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Mdn)
Bazar TNI dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Meriahkan HUT ke-81 TNI di Lanal Lampung
REFORMASI-ID | LAMPUNG - TNI AL, dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI Tahun 2026, Lanal Lampung menggelar Bazar TNI dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Lapangan Apel Satker Lanal Lampung, Panjang, Bandar Lampung. 22/09/2026.
Kegiatan dihadiri Danlanal Lampung Letkol Laut (P) Irianto Kurniawan, B.Eng., M.S.S., M.Tr.Opsla., CRMP, Asisten II Kota Bandar Lampung Hj. Eka Afriana, S.Pd., serta unsur TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat.
Danlanal Lampung Letkol Laut (P) Irianto Kurniawan, B.Eng., M.S.S., M.Tr.Opsla., CRMP, menyampaikan. Selain pemeriksaan kesehatan gratis, kegiatan juga diisi pembagian sembako dan bazar yang melibatkan puluhan UMKM mitra Lanal Lampung dan Primkopal.
"Kegiatan ini juga menghadirkan beragam produk kuliner, olahan pangan, kerajinan hingga kebutuhan pokok," jelas Danlanal Lampung Letkol Laut (P) Irianto Kurniawan, B.Eng., M.S.S., M.Tr.Opsla., CRMP,.
Menurut Danlanal Lampung, melalui kegiatan ini, Lanal Lampung turut menghadirkan semangat HUT ke-81 TNI yang dekat dengan rakyat, dan mendukung UMKM.
"Serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," pungkasnya. (Mdn)
LGBT di Sekitar Kita, Waspadai Perilakunya Jangan Benci Orangnya
REFORMASI-ID | Opini - Isu mengenai lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di Indonesia terus menjadi perbincangan. Sebagian kalangan melihatnya dari perspektif sosial, agama, kesehatan, hingga ketahanan keluarga dan masyarakat. Di sisi lain, ada pula yang melihat persoalan tersebut dari perspektif hak asasi manusia serta keberagaman orientasi seksual dan identitas gender.
Perbedaan sudut pandang itu membuat isu LGBT menjadi salah satu persoalan yang kerap memunculkan perdebatan di ruang publik. Pro dan kontra berlangsung, baik dalam percakapan sehari-hari maupun melalui media sosial.
Dalam perspektif ajaran Islam yang saya pahami, hubungan seksual sesama jenis tidak dibenarkan. Pandangan tersebut memiliki landasan keagamaan yang kuat dan merupakan bagian dari keyakinan umat Islam mengenai hubungan antara laki-laki dan perempuan, keluarga, serta perkawinan.
Namun, persoalan LGBT tidak semestinya berhenti pada perdebatan mengenai boleh atau tidak boleh. Ada persoalan lain yang juga perlu diperhatikan: bagaimana masyarakat menyikapi individu yang berada dalam persoalan tersebut.
Ketika Persoalan Privat Masuk ke Ruang Publik
Perkembangan media sosial membuat hampir setiap persoalan pribadi dapat dengan mudah menjadi konsumsi publik. Termasuk di dalamnya ekspresi mengenai orientasi seksual dan hubungan sesama jenis.
Ketika sebuah perilaku yang oleh ajaran agama dinilai sebagai sesuatu yang dilarang kemudian ditampilkan secara terbuka dan bahkan dipromosikan melalui ruang publik, persoalannya menjadi berbeda dengan tindakan yang dilakukan secara pribadi.
Apabila hubungan sesama jenis dilakukan secara tertutup dan tidak ada satu orang pun yang tahu, dalam artian hanya si pelaku dan Allah saja, maka pertanggungjawabannya hanya dengan Allah. Tapi kini banyak di akun media sosial yang secara terang-terangan malah mengumbarnya.
Media sosial memiliki daya pengaruh yang besar, terutama terhadap generasi muda. Karena itu, segala bentuk konten yang berhubungan dengan seksualitas perlu ditempatkan secara proporsional, dengan mempertimbangkan norma agama, nilai keluarga, budaya masyarakat, serta perlindungan terhadap anak.
Pada titik inilah diperlukan ruang dialog. Masyarakat tidak boleh kehilangan sikap kritis terhadap suatu perilaku, tetapi pada saat yang sama juga tidak boleh kehilangan kemanusiaan ketika berhadapan dengan orang yang berbeda.
Perbedaan Pandangan Tidak Berarti Kebencian
Saya berpandangan bahwa menolak suatu perilaku berdasarkan keyakinan agama tidak sama dengan membenci orang yang menjalani perilaku tersebut. Di sinilah pentingnya membedakan antara perilaku dan manusia.
Dalam perspektif keagamaan, sesuatu yang dianggap salah tetap dapat disebut salah. Namun orang yang melakukan kesalahan tidak otomatis kehilangan hak untuk dihormati sebagai manusia.
Karena itu, pendekatan sosial terhadap individu LGBT semestinya tidak dilakukan melalui kekerasan, penghinaan, persekusi, atau pengucilan. Jika tujuan yang hendak dicapai adalah perubahan perilaku, maka dialog, edukasi, pendampingan, dan pembinaan jauh lebih konstruktif.
Merangkul, dalam pengertian ini, bukan berarti membenarkan seluruh perilaku. Merangkul berarti tetap membuka pintu komunikasi dan mengajak seseorang berdialog mengenai nilai-nilai agama dan kehidupan yang diyakininya.
Keluarga dan Pendidikan Memegang Peranan
Perdebatan mengenai LGBT juga tidak dapat dilepaskan dari keluarga dan pendidikan.
Keluarga merupakan lingkungan pertama tempat seseorang mengenal nilai, norma, agama, kasih sayang, dan tanggung jawab. Karena itu, pendidikan mengenai relasi sosial, seksualitas, batas-batas pergaulan, serta nilai agama perlu diberikan secara proporsional dan sesuai dengan usia.
Pendekatan yang hanya mengandalkan stigma justru berisiko membuat seseorang semakin tertutup dan menjauh dari lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Sebaliknya, komunikasi yang terbuka memungkinkan persoalan dibicarakan tanpa harus menghakimi seseorang sebagai manusia.
Perspektif Hukum Perkawinan
Dalam konteks hukum Indonesia, perkawinan juga memiliki konstruksi hukum tersendiri.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, mendefinisikan perkawinan sebagai ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga.
Karena itu, dalam kerangka hukum perkawinan Indonesia, perkawinan sesama jenis tidak memperoleh pengaturan sebagai perkawinan yang sah menurut UU Perkawinan.
Namun, pembahasan mengenai LGBT tidak seharusnya diterjemahkan menjadi pembenaran terhadap diskriminasi atau tindakan kekerasan terhadap individu. Hukum harus tetap menjadi instrumen untuk menjaga ketertiban dan melindungi setiap warga negara.
Menjaga Nilai Tanpa Kehilangan Kemanusiaan
Perbedaan pandangan mengenai LGBT kemungkinan akan terus berlangsung. Masyarakat yang mayoritas beragama Islam memiliki nilai dan norma keagamaan yang patut dihormati. Pada saat yang sama, setiap warga negara tetap harus diperlakukan sebagai manusia yang memiliki martabat.
Karena itu, sikap yang perlu dibangun bukanlah kebencian terhadap individu LGBT, melainkan ketegasan terhadap nilai yang diyakini sekaligus pendekatan kemanusiaan terhadap orangnya.
Jika seseorang dianggap berada pada jalan yang keliru, maka tugas masyarakat—terutama keluarga, tokoh agama, dan lingkungan sosial—adalah membuka ruang dialog dan memberikan pembinaan.
Mengajak tidak harus dengan memusuhi. Menasihati tidak harus dengan menghina. Berbeda pandangan tidak harus berujung pada kekerasan.
Pada akhirnya, menjaga nilai agama dan menjaga martabat manusia bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan bersama melalui pendidikan, dialog, keteladanan, dan pendekatan yang penuh tanggung jawab.
Agus Wiebowo (Aktivis Dakwah dan Penulis di Berbagai Media)
Kota Bekasi September 2026
Camat Alang alang Lebar Palembang Inisiasi Forum Silahturahmi Masjid & Mushollah
REFORMASI-ID | Palembang - Dalam upaya mempererat kolaborasi lintas sektor, Camat Alang Alang Lebar Palembang Muhtiar Hijrun ,S.STP menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama Ketua Masjid mushollah tingkat kecamatan Alang Alang lebar bertempat di balai kecamatan Alang Alang lebar kota Palembang pada Senin (21/9/2026), sore dengan dihadiri lebih dari 90 peserta.
Kegiatan ini turut menghadirkan Kepala Kantor Urusan Agama Kemenag kecamatan Alang Alang lebar Palembang Zulfikar Ali Fajri, Lurah wilayah kecamatan Alang Alang lebar, Babinsa, Ketua MUI, Cabang Kecamatan Alang Alang lebar, Ketua dan Pembina forum silaturahmi Masjid Mushollah serta perwakilan dari berbagai masjid dan mushollah wilayah kecamatan Alang Alang lebar Palembang
Dalam sambutannya Camat Alang Alang lebar Palembang menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang komunikasi yang strategis untuk membangun kerja sama yang erat antara unsur keagamaan khususnya ketua masjid dan mushollah dengan unsur pemerintah.
“Silaturahim ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi fondasi untuk membangun sinergi jangka panjang, terutama dalam hal pembinaan masyarakat, pendidikan karakter, serta kegiatan sosial,” ujar Muhtiar Hijrun dalam sambutannya.
Hal senada diungkapkan oleh Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Alang Alang Lebar Palembang Zulfikar Ali Fajri, yang menekankan pentingnya Eco-masjid yang berkonsep manajemen dan gerakan memakmurkan tempat ibadah yang mengintegrasikan prinsip prinsip pelestarian lingkungan hidup kedalam operasional dan dakwah.
“Kami percaya bahwa pembangunan tidak hanya soal fisik, tetapi juga mental dan spiritual," ungkapnya
Sementara itu Ketua Masjid Al-Huda Kampung Sukosari Palembang H. Darul turut mengapresiasi kegiatan silahturahmi yang diinisiasi camat bersama unsur Forkompimda kecamatan Alang Alang lebar Palembang dengan ketua masjid Mushollah wilayah kecamatan Alang Alang lebar Palembang untuk memperkuat koordinasi, menjaga kerukunan umat.
"Serta menyelaraskan program pemerintah daerah dengan kegiatan keagamaan dimasyarakat," tandasnya.
Kegiatan yang diawali pembacaan doa serta diisi sambutan dan penyampaian dari Ketua MUI serta ketua dan pembina forum silaturahmi masjid Mushollah wilayah kecamatan Alang Alang lebar Palembang
Acara ditutup dengan momen saling bermaafan, ramah tamah, dan dialog hangat antar tamu undangan yang hadir serta foto bersama Silaturahmi ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan dalam menciptakan masyarakat yang harmonis, religius, dan berdaya. (Mdn)
Jurnalis Lampung Selatan Gelar 1000 Lilin untuk 5 Jurnalis dan 3 ABK Hilang Kontak di Selat Sunda
REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN — Suasana haru menyelimuti Tugu Bundaran Pancasila, Way Urang, Kalianda, Senin malam (21/9/2026). Di bawah monumen berlogo Khagom Mufakat, ratusan jurnalis gelar aksi solidaritas dengan menyalakan 1000 lilin.
Renungan dan Doa Bersama untuk 5 Jurnalis dan 3 ABK itu digelar sebagai bentuk kepedulian atas hilangnya rombongan kapal Arupadhatu 1 di Perairan Selat Sunda.
Aksi diinisiasi bersama PWI Lampung Selatan, IJTI Korda Krakatau Raya, dan SMSI Lampung Selatan. Peserta hadir dengan dresscode hitam, membawa lilin putih, bunga, dan foto para jurnalis yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Diketahui, 5 jurnalis dan 3 ABK kapal Arupadhatu 1 hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026 saat dalam perjalanan menuju Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas gunung.
Kelima jurnalis tersebut adalah:
1. M. Bagus Khoirunnas (LKBN ANTARA)
2. Ari Basuki (Merdeka.com)
3. Yudistiro Pranoto (iNews)
4. Firdaus Wajidi (Anadolu Agency)
5. Donal Husni (Jurnalis lepas)
Sementara 3 ABK yang turut hilang adalah Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu.
Ketua PWI Lampung Selatan, Edwin Apriandi menyampaikan, aksi 1000 lilin ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah pesan kemanusiaan bahwa rekan-rekan yang hilang tidak dilupakan.
"Setiap lilin yang menyala adalah harapan bahwa mereka akan pulang. Kami di sini, kami tidak melupakan mereka," ujarnya.
Di tengah gelapnya malam, lilin-lilin itu terus menyala. Di antara doa yang dipanjatkan, terselip satu harapan yang sama yakni agar 5 jurnalis dan 3 ABK yang hingga kini belum ditemukan segera mendapat kepastian dan dapat kembali ke keluarga.
"Kami berharap dengan kegiatan ini apapun kemungkinan yang akan terjadi, yang kita gak pernah tahu di hari esok itu seperti apa, harapan itu jangan pernah dipadamkan," tegasnya.
Senada, Kapolres Lampung Selatan, AKBP Deddy Kurniawan menyatakan, bahwa menyalakan lilin merupakan sebuah simbol harapan kepada rekan jurnalis yang hingga kini belum juga ditemukan keberadaannya.
"Kita berharap mudah-mudahan mereka semua dalam keadaan selamat dan untuk keluarga yang menunggu dirumah dapat kabar yang terbaik," harapnya.
AKBP Deddy berpesan, kepada para jurnalis dengan mengemban tugas berat maka agar tetap selalu mengedepankan keselamatan.
"Kepada rekan jurnalis apapun resikonya ini harus menjadi pertimbangan, khususnya untuk masalah keselamatan harus diutamakan," pesannya.
Kapolres menegaskan, atas perintah dari Kapolda Lampung Irjen. Pol. Helfi Assegaf, bahwa pihaknya telah berupaya keras membantu membackup pencarian sejak pertama kali mendapat informasi tersebut.
"Intinya kita berusaha untuk menemukan, baik dari Polairud Polres Lampung Selatan, Basarnas, dan juga dari Banten juga telah melaksanakannya dengan maksimal. Kita tidak boleh patah semangat, masih memiliki harapan mudah-mudahan ada yang terbaik yang terjadi nanti," tutupnya. (Pra/Mdn)
21 September 2026
“3 Ton Sianida dari Filipina Nyaris Mendarat di Gorontalo, Lanal Gagalkan di Kwandang”
REFORMASI-ID | GORONTALO — Jalur laut kembali menjadi pintu masuk yang coba dimanfaatkan untuk mengirim bahan kimia dari luar negeri ke wilayah Indonesia. Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Gorontalo menggagalkan dugaan penyelundupan sekitar 3 ton sianida (CN) asal Filipina yang hendak dibawa masuk ke wilayah Gorontalo melalui perairan Kabupaten Gorontalo Utara.
Penggagalan tersebut berlangsung Senin, 21 September 2026, sekitar pukul 02.30 WITA di wilayah perairan Kwandang. Operasi dilakukan personel Pos TNI AL Kwandang berdasarkan informasi intelijen dan dibantu Kantor Bea Cukai Gorontalo.
Informasi awal menyebutkan adanya rencana pengiriman CN dari Filipina menuju Indonesia melalui jalur perairan Sulawesi. Menindaklanjuti informasi itu, personel Pos TNI AL Kwandang melakukan pengamatan di sekitar perairan Pulau Bugisa dan Pulau Lampu, Kabupaten Gorontalo Utara.
Dari pemantauan tersebut, petugas menemukan sebuah long boat yang dicurigai membawa muatan bahan kimia. Kapal kemudian diamankan dan diarahkan menuju Pelabuhan Kwandang untuk pemeriksaan.
Hasil pemeriksaan menemukan 60 karung CN, masing-masing dengan berat sekitar 50 kilogram. Total muatan diperkirakan mencapai 3.000 kilogram atau tiga ton.
Menurut data awal aparat, nilai potensi penerimaan negara dari kewajiban pajak atas barang tersebut mencapai sekitar Rp249,135 juta.
Barang bukti kemudian dibongkar dan diamankan di Pos TNI AL Kwandang. Sekitar pukul 06.30 WITA, barang bukti bersama enam awak kapal dibawa menggunakan kendaraan TNI AL menuju Lanal Gorontalo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Diduga Dipindahkan di Tengah Laut
Dalam laporan awal, pengiriman barang tersebut diduga menggunakan pola ship to ship di sekitar Pulau Bugisa.
Muatan disebut dibawa dari Filipina menggunakan sebuah pamboat berwarna biru dengan tiga orang awak. Setelah memasuki wilayah perairan Indonesia, muatan diduga dipindahkan ke long boat Indonesia sebelum bergerak menuju wilayah Gorontalo.
Pola tersebut kini menjadi bagian yang perlu didalami aparat untuk mengungkap keseluruhan rantai pengiriman, termasuk asal barang, pengirim, penerima, hingga pihak yang diduga mengatur proses pemindahan muatan.
Selain 60 karung CN, petugas juga menemukan empat botol minuman asal Filipina jenis Tanduay Rhum.
Enam awak kapal yang diamankan masing-masing berinisial atau bernama Ramtiar Dunggio, Yusuf Ismail alias Nunu, Haidir Yasin, Mahmud Kantu, Bakrie Ayuba, dan Firman Lengata.
Mereka selanjutnya menjalani pemeriksaan di Lanal Gorontalo.
Bukan Sekadar Soal Tiga Ton Barang
Pengungkapan tersebut menyisakan sejumlah pertanyaan yang kini berada dalam kewenangan penyidik untuk dijawab.
Bagaimana tiga ton bahan kimia tersebut bisa bergerak dari Filipina menuju perairan Gorontalo? Siapa yang memesan dan membiayai pengiriman? Siapa penerima barang di Gorontalo? Dan mengapa proses pemindahan dilakukan melalui pola ship to ship di tengah perairan?
Dalam laporan awal, penerima atau pemilik barang disebut merupakan warga Kecamatan Telaga, Kota Gorontalo. Namun, status kepemilikan tersebut masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan dan proses hukum yang dilakukan aparat.
Karena itu, pemeriksaan terhadap enam awak kapal menjadi penting bukan hanya untuk mengetahui siapa yang membawa barang, tetapi juga untuk mengurai kemungkinan adanya pihak lain di balik pengiriman tersebut.
Lanal Gorontalo bersama instansi terkait masih melakukan proses penyidikan dan pendalaman terhadap barang bukti maupun keterangan para awak kapal.
Reformasi Indonesia mencatat, penggagalan ini baru merupakan pintu masuk. Pertanyaan yang lebih besar kini berada pada siapa pengendali pengiriman tiga ton CN tersebut dan untuk kepentingan apa bahan kimia itu hendak dibawa masuk ke Gorontalo.
Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Suami oleh Istri di Halaman Kantor Inspektorat OKI
REFORMASI-ID | KAYU AGUNG, OKI — Polda Sumatera Selatan melalui jajaran Satreskrim Polres Ogan Komering Ilir bersama Polsek Kayuagung mengungkap kasus dugaan pembunuhan yang terjadi di halaman depan Masjid At-Taqwa, Kelurahan Sukadana, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Senin, 21 September 2026 sekitar pukul 12.10 WIB.
Dalam perkara tersebut, polisi mengamankan seorang perempuan berinisial DLA yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut dan diketahui merupakan istri korban.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menjelaskan korban merupakan seorang pegawai negeri sipil berinisial A (32). Korban meninggal dunia setelah mengalami sejumlah luka akibat senjata tajam.
Berdasarkan informasi sementara yang diterima penyidik, korban dan terduga pelaku diketahui sedang dalam kondisi pisah ranjang. Peristiwa bermula pada Senin pagi sekitar pukul 09.00 WIB ketika terduga pelaku datang ke Kantor Inspektorat Kabupaten OKI, tempat korban berada, untuk meminta uang yang akan digunakan sebagai biaya pengobatan anak mereka.
Saat keduanya bertemu, terjadi percekcokan. Dalam situasi tersebut, terduga pelaku kemudian mengambil sebilah pisau yang sebelumnya disimpan di dalam tas.
Terduga pelaku selanjutnya menyerang korban menggunakan senjata tajam tersebut hingga korban mengalami luka pada bagian tubuh, wajah, dan dada. Korban kemudian tersungkur dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Setelah peristiwa tersebut, terduga pelaku sempat berupaya meninggalkan lokasi. Namun, personel Polres OKI yang segera mendatangi tempat kejadian berhasil mengamankan terduga pelaku tidak lama setelah kejadian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Dalam penanganan perkara, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu bilah senjata tajam jenis pisau dengan panjang sekitar 30 sentimeter serta pakaian yang dikenakan korban saat kejadian.
Saat ini, penyidik Satreskrim Polres OKI masih melakukan proses penyidikan untuk melengkapi administrasi perkara. Penyidik juga berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum serta mengurus permintaan hasil autopsi terhadap korban melalui Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten OKI.
Kapolres Ogan Komering Ilir AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan jajarannya bergerak cepat setelah menerima informasi mengenai peristiwa tersebut. Terduga pelaku berhasil diamankan sesaat setelah kejadian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
“Kami berkomitmen penuh untuk memproses perkara ini secara tuntas, profesional, dan transparan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kepolisian menangani perkara tersebut secara profesional, transparan, dan akuntabel sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Kami memastikan proses penegakan hukum dilakukan secara profesional dan transparan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Seluruh proses penyidikan akan dilakukan secara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Nandang.
Nandang juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban serta tidak mengambil tindakan di luar ketentuan hukum ketika menghadapi persoalan keluarga maupun permasalahan lainnya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan setiap persoalan secara bijak dan menyerahkan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum,” katanya.
Polda Sumsel bersama jajaran Polres OKI memastikan proses hukum terhadap perkara tersebut terus berjalan. Penyidik masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa untuk mengungkap perkara secara utuh berdasarkan alat bukti dan ketentuan hukum yang berlaku. (Hms/Mdn)
Usut Tuntas Koper Uang Rp106 M, GAAKI Desak KPK Segera Panggil dan Periksa Nusron Wahid
REFORMASI-ID | LAMPUNG - Dugaan temuan uang tunai sekitar Rp106,3 miliar dalam perkara operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Gerakan Aktivis Anti Korupsi (GAAKI) minta harus diusut secara terang, transparan, dan menyeluruh. Senin, 21/09/2026.
KPK sebelumnya menyita uang tunai sekitar Rp106,3 miliar dalam perkara dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) dan menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka. Dalam perkembangan penyidikan, KPK juga menyatakan informasi mengenai dugaan aliran dana yang dikaitkan dengan kegiatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menjadi bagian dari materi yang sedang didalami penyidik.
"Kami (GAAKI) mendesak KPK RI tidak berhenti pada pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka. KPK harus segera memanggil dan memeriksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid," ujar Jermias Wamese.
Pemanggilan dan pemeriksaan tersebut penting untuk menguji secara objektif sejumlah pertanyaan mendasar, dari mana asal uang tersebut, siapa pemilik atau pengendalinya, untuk apa uang itu dihimpun, siapa yang mengelola, ke mana alirannya, serta apakah terdapat hubungan antara uang tersebut dengan dugaan pembiayaan kegiatan tertentu.
"Kami menegaskan, tuntutan pemeriksaan terhadap Nusron Wahid bukan berarti menghakimi atau menyatakan seseorang bersalah sebelum adanya putusan hukum yang berkekuatan tetap. Justru pemeriksaan diperlukan agar seluruh informasi, keterangan saksi, dokumen, komunikasi, serta aliran dana dapat diuji berdasarkan alat bukti dan mekanisme hukum," timpalnya.
KPK sendiri menyatakan bahwa dugaan informasi mengenai aliran dana terkait kegiatan Muktamar menjadi substansi yang akan didalami penyidik. Karena itu, publik berhak mendapatkan penjelasan yang terang mengenai hasil penelusuran tersebut.
"Kami meminta KPK bekerja secara profesional dan independen. Jika terdapat informasi, kesaksian, dokumen, ataupun bukti elektronik yang mengarah kepada keterlibatan pihak tertentu, termasuk Nusron Wahid, maka seluruhnya harus diperiksa secara proporsional sesuai hukum. Tidak boleh ada seseorang yang berada di luar jangkauan pemeriksaan hanya karena memiliki jabatan, kekuasaan, atau kedudukan politik," ungkapnya.
Sebaliknya, jika setelah pemeriksaan KPK menemukan bahwa tidak terdapat keterlibatan Nusron Wahid, maka hal tersebut juga harus dijelaskan secara terbuka berdasarkan hasil penyidikan.
Ada 6 tuntunan kami:
1. Mendesak KPK RI segera memanggil dan memeriksa Nusron Wahid terkait perkara dugaan suap dan temuan uang sekitar Rp106,3 miliar.
2. Mendesak KPK menelusuri secara menyeluruh asal-usul, kepemilikan, peruntukan, dan aliran uang yang disita dalam perkara tersebut.
3. Mendesak KPK menguji secara hukum setiap informasi mengenai dugaan aliran dana yang dikaitkan dengan Muktamar ke-35 NU, berdasarkan bukti dan keterangan yang sah.
4. Mendesak KPK memeriksa seluruh pihak yang diduga mengetahui, menerima, mengelola, memindahkan, atau menggunakan dana tersebut apabila ditemukan keterkaitan berdasarkan alat bukti.
5. Mendesak KPK membuka perkembangan perkara kepada publik secara proporsional agar tidak muncul ruang bagi spekulasi dan polemik.
6. Mendesak seluruh pihak menghormati proses hukum dan tidak melakukan intervensi terhadap penyidikan KPK.
"Jika uang tersebut berasal dari tindak pidana, ungkap siapa sumbernya. Jika ada pihak yang mengendalikan aliran dana, ungkap siapa orangnya. Dan jika terdapat keterlibatan pejabat negara, periksa berdasarkan hukum tanpa pandang bulu", tegas Jermias Wamese Pimpinan Demostrasi. (Josua)
Lampung Begawi x SigerFest 2026 Berakhir, Pemprov Lampung Dorong Hilirisasi Komoditas Jadi Nilai Tambah
REFORMASI-ID | Bandar Lampung - Gubernur Lampung yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan menutup gelaran Lampung Begawi x SigerFest 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, bertempat di Lampung City Mall, Minggu (20/09/2026) malam.
Lampung Begawi x SigerFest 2026 mengusung tema Sai Bumi, Sejuta Nilai: Hilirisasi Komoditas Unggulan Lampung untuk Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif dan Berdaya Saing, telah berlangsung selama tiga hari dan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perbankan, akademisi, komunitas, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam mendorong penguatan ekonomi Lampung melalui hilirisasi dan digitalisasi.
Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam penyelenggaraan Lampung Begawi x SigerFest 2026.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Bank Indonesia beserta seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari ikhtiar ini," ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa Lampung memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi daerah. Karena itu, potensi yang dimiliki Lampung perlu terus didorong agar menghasilkan nilai tambah yang lebih besar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Tiga hari Lampung Begawi x SigerFest 2026 memberikan satu pesan yang sangat jelas kepada kita. Lampung tidak kekurangan potensi. Tantangan kita adalah bagaimana semakin banyak nilai dari potensi itu tinggal di Lampung dan dinikmati oleh masyarakat Lampung," katanya.
Ia menegaskan, Lampung memiliki beragam komoditas unggulan, mulai dari hasil pertanian dan perkebunan, kopi, pangan, wastra, produk UMKM, hingga ekonomi kreatif. Potensi tersebut perlu dikembangkan dari sekadar menghasilkan komoditas menjadi produk bernilai tambah dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
"Lampung tidak boleh berhenti sebagai daerah penghasil. Lampung harus menjadi daerah pencipta nilai tambah. Kopi Lampung jangan berhenti sebagai biji kopi. Hasil pertanian kita jangan berhenti sebagai bahan mentah. Produk UMKM jangan berhenti pada produksi skala kecil," tegasnya.
Gubernur menjelaskan, penguatan nilai tambah dapat dilakukan melalui proses yang berkelanjutan, mulai dari produksi menuju pengolahan, kemudian menjadi produk, membangun merek, hingga memperluas akses pasar.
Di sisi lain, Gubernur juga menekankan pentingnya digitalisasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik.
"Di tengah perubahan dunia yang begitu cepat, digitalisasi bukan lagi pilihan. Digitalisasi adalah sebuah keniscayaan dan kebutuhan," ujarnya.
Ia mengapresiasi perluasan penggunaan QRIS, penguatan sistem pembayaran digital, serta berbagai inovasi yang dikembangkan Bank Indonesia bersama para pemangku kepentingan.
Menurutnya, digitalisasi dapat meningkatkan efisiensi, membangun kepercayaan, serta membuka peluang ekonomi baru. Semangat tersebut juga perlu diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan melalui pelayanan publik yang semakin cepat dan penerimaan daerah yang semakin transparan.
"Teknologi harus menjadi alat untuk mempermudah masyarakat, bukan untuk mempersulit masyarakat. Itulah semangat yang harus kita bawa pulang dari Lampung Begawi x SigerFest 2026," katanya.
Gubernur juga mengajak seluruh pihak untuk menjadikan semangat 'Sai Bumi Sejuta Nilai' bukan sekadar tema festival, tetapi menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun perekonomian Lampung.
"Kita ingin Lampung menjadi tempat yang nyaman untuk berusaha, tempat yang menarik untuk berinvestasi, dan tempat yang memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk berkembang," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi mendukung penyelenggaraan Lampung Begawi x SigerFest 2026.
Ia mengatakan, kegiatan tahun ini mengusung semangat memperkuat hilirisasi dan digitalisasi sebagai pondasi ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berdaya saing.
"Lampung Begawi x SigerFest 2026 dirancang bukan sekadar sebagai sebuah festival atau pameran produk, khususnya UMKM, tetapi merupakan sebuah ruang kolaborasi yang mempertemukan UMKM, dunia usaha, perbankan, pemerintah, komunitas dan masyarakat dalam satu ekosistem yang saling mendukung untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian Lampung," jelasnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan tersebut mendapat antusiasme masyarakat. Berdasarkan data yang disampaikan Bank Indonesia, jumlah pengunjung mencapai sekitar 28.000 orang.
Dari sisi transaksi, realisasi penjualan makanan, minuman, dan wastra tercatat sedikit di atas Rp500 juta. Sementara transaksi wakaf yang berlangsung di Lamban Kupi mencapai 1.248 transaksi.
Selain capaian selama pelaksanaan festival, Bimo juga menyampaikan sejumlah perkembangan penguatan UMKM yang telah dilakukan sejak awal 2026. Realisasi pembiayaan bagi UMKM telah mencapai sekitar Rp10 miliar melalui dukungan dan kolaborasi dengan mitra strategis, termasuk Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Lampung dan lembaga keuangan.
Dari sisi perluasan pasar, nilai ekspor yang berasal dari pelaku UMKM Lampung sejak awal tahun tercatat mencapai sekitar Rp1,92 miliar. Komoditas kopi Lampung telah menjangkau pasar Amerika Serikat, Kanada, Korea Selatan, dan Taiwan.
Sementara itu, produk olahan makanan dan minuman Lampung telah menembus pasar Taiwan, Malaysia, Mesir, Turki, dan Kanada.
Menurut Bimo, capaian tersebut menunjukkan bahwa penguatan kapasitas usaha, hilirisasi, dan perluasan akses pasar dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam rangkaian Lampung Begawi x SigerFest 2026, berbagai kegiatan juga digelar untuk memperkuat ekosistem komoditas unggulan Lampung. Salah satunya melalui kegiatan yang mempertemukan petani, pelaku usaha, barista, komunitas, hingga calon investor dalam pengembangan industri kopi Lampung.
Kegiatan Bar Takeover di Lamban Kupi turut menjadi salah satu agenda yang memperkenalkan kopi Lampung kepada masyarakat dengan menghadirkan standar penyajian dan pengalaman kopi berkelas internasional.
Sementara Lamban Wastra menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya sekaligus potensi ekonomi kreatif Lampung melalui berbagai kegiatan, seperti workshop, talkshow, pameran, dan fashion show.
Bimo menegaskan, penguatan hilirisasi dan digitalisasi membutuhkan kolaborasi erat antar pemangku kepentingan agar potensi daerah dapat diolah menjadi produk yang lebih bernilai dan kompetitif.
"Yang berakhir hari ini adalah rangkaian acaranya, bukan semangat kolaborasinya," katanya.
Ia berharap seluruh rangkaian Lampung Begawi x SigerFest 2026 dapat memberikan inspirasi untuk memperkuat kecintaan terhadap budaya dan produk Lampung sekaligus memberikan dampak nyata bagi kemajuan ekonomi daerah.
Closing Ceremony Lampung Begawi x SigerFest 2026 semakin meriah dengan penampilan penyanyi Yura Yunita yang menghibur masyarakat dan para pengunjung yang hadir. (**)
20 September 2026
Wakapolri Ucapkan Selamat, Personil Polri Antarkan Soft Tennis Indonesia Raih Medali di Asean Games Nagoya
Hadiri Fun Run HUT ke-81 TNI, Danrem: Semangat Kebersamaan TNI dan Rakyat
REFORMASI-ID | Palembang — Danrem 044/Garuda Dempo, Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.I.P., M.M., beserta istri Ibu Vera Khabib Mahfud, menghadiri kegiatan Fun Run dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI Tahun 2026, yang digelar di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring Sport City (JSC), Kota Palembang, Minggu (20/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari tersebut diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, personel TNI/Polri, pelajar, hingga peserta kategori master lari. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI sekaligus sarana mempererat kebersamaan antara TNI dan masyarakat.
Terlihat pula dalam kegiatan tersebut Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A. beserta istri, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P. beserta istri yang mewakili Kapolda Sumsel, Sekda Sumsel Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H. beserta istri yang mewakili Gubernur Sumsel, Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Iwan Ma'ruf Zainudin, S.E., M.M., Irdam II/Sriwijaya Brigjen TNI M. Fachmi Rizal Nasution, Kapok Sahli Pangdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Junaidi M., S.Sos., M.Si., Danlanal Palembang Kolonel Laut (P) Arry Hendrawan, M.Tr.Opsla, Danlanud SMH Palembang Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya, M.M.S., para Asisten Kasdam II/Sriwijaya, para Dansat dan Kabalakdam II/Sriwijaya, serta para peserta Fun Run.
Dalam sambutannya, Pangdam II/Sriwijaya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Fun Run dalam rangka HUT ke-81 TNI. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar aktivitas olahraga, tetapi juga menjadi momentum untuk menunjukkan kedekatan dan kebersamaan antara TNI dengan masyarakat.
“Hari ini kita berkumpul bukan hanya untuk berlari, tetapi untuk menunjukkan bahwa TNI dan rakyat selalu bersama, selalu kompak, dan selalu bersemangat,” ujar Pangdam II/Sriwijaya.
Pangdam juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, tamu undangan, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, Fun Run dapat menjadi momentum untuk menjaga kesehatan, mempererat persaudaraan, sekaligus membangun semangat kebersamaan.
Usai pelaksanaan lari, kegiatan dilanjutkan dengan penerimaan para finisher, pembagian doorprize, pengumuman juara kategori umum dan TNI/Polri, serta penampilan hiburan dari Band Ajendam II/Sriwijaya. (Mdn)
Tongkat Estafet Kepemimpinan Dandim 0507/Bekasi Resmi Diserahterimakan, Pengabdian untuk Masyarakat Terus Berlanjut

REFORMASI ID | Kodam Jaya - Kota Bekasi - 19/09/2026 Tongkat estafet kepemimpinan Komandan Kodim 0507/Bekasi telah resmi diserahterimakan. Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari dinamika organisasi sekaligus momentum untuk melanjutkan pengabdian dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Selama menjalankan tugas sebagai Dandim 0507/Bekasi, Kolonel Arm Krisrantau Hermawan, S.H., M.I.Pol telah memberikan dedikasi dan pengabdian yang penuh bagi masyarakat serta mendukung berbagai program pembangunan dan kegiatan sosial di wilayah Kota Bekasi.
Berbagai kegiatan yang dilaksanakan bersama jajaran Kodim 0507/Bekasi menjadi bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, menjaga kondusivitas wilayah, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Terima kasih, Kolonel Arm Krisrantau Hermawan, S.H., M.I.Pol atas dedikasi, kerja keras, dan pengabdian tanpa lelah selama memimpin Kodim 0507/Bekasi. Semangat pengabdian yang telah ditorehkan akan menjadi bagian dari perjalanan Kodim 0507/Bekasi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selanjutnya, Kolonel Inf Supri Siswanto, S.H., M.I.P resmi mengemban amanah sebagai Dandim 0507/Bekasi yang baru.
Selamat datang dan selamat bertugas kepada Kolonel Inf Supri Siswanto, S.H., M.I.P. Semoga amanah dalam menjalankan tugas, senantiasa diberikan kelancaran dan kekuatan dalam memimpin jajaran Kodim 0507/Bekasi, serta terus mempererat sinergi dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh elemen masyarakat.
Pergantian pemimpin boleh berganti, namun semangat pengabdian kepada masyarakat tidak akan pernah padam. Estafet kepemimpinan menjadi langkah baru untuk melanjutkan pengabdian, menjaga kebersamaan, dan menghadirkan karya nyata bagi masyarakat Kota Bekasi.
Selamat jalan dan sukses dalam pengabdian selanjutnya, Kolonel Arm Krisrantau Hermawan, S.H., M.I.Pol. Selamat datang dan selamat bertugas, Kolonel Inf Supri Siswanto, S.H., M.I.P.
Jaga Jakarta On The Spot, Kapolsek Bekasi Barat Pimpin Razia Stasioner dan Patroli Berikan Rasa Aman Masyarakat
103 Tahun Aertembaga: Sejarah Tak Boleh Berhenti dI Panggung Perayaan
REFORMASI-ID | BITUNG — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-103 Negeri Aertembaga ditutup, Sabtu malam, 19 September 2026. Perayaan tahun ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi dijadikan momentum untuk merawat sejarah, budaya, persaudaraan, dan semangat gotong royong masyarakat Aertembaga.
Penutupan rangkaian kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana kebersamaan dan dihadiri jajaran Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII, Pemerintah Kota Bitung, TNI-Polri, Bank Indonesia Sulawesi Utara, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, pelaku UMKM, seniman, budayawan, serta masyarakat Negeri Aertembaga.
Ketua Panitia HUT ke-103 Negeri Aertembaga, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits, E.D., S.E., M.Tr.Hanla., CRMP, mengatakan peringatan hari jadi negeri merupakan kesempatan untuk kembali melihat nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu.
Menurut dia, tema “Maesa-esaan wa Tombo-tomboan Umbanua” menggambarkan semangat persatuan, saling menopang, dan bekerja bersama untuk kepentingan negeri.
“Peringatan hari ulang tahun Negeri Aertembaga menjadi momentum untuk merefleksikan kembali nilai-nilai budaya lokal, mempererat tali persaudaraan antarwarga, serta mengobarkan semangat gotong royong demi kemajuan masyarakat Negeri Aertembaga,” kata Marvill dalam sambutannya.
Ia mengatakan rangkaian HUT ke-103 telah melibatkan berbagai unsur masyarakat. Pelajar tingkat SD hingga SMA/SMK, sanggar seni, komunitas budaya, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, generasi muda, serta unsur TNI, Polri dan ASN ikut mengambil bagian dalam berbagai kegiatan dan perlombaan.
Keterlibatan banyak unsur tersebut, kata Marvill, menunjukkan bahwa perayaan HUT tidak hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga ruang perjumpaan antarwarga.
“Semangat kebersamaan inilah yang harus terus dijaga. Aertembaga bukan hanya memiliki sejarah yang panjang, tetapi juga memiliki masyarakat yang menjadi bagian penting dalam menjaga identitas negeri ini,” ujarnya.
Marvill menyampaikan penghargaan kepada Komandan Kodaeral VIII, Pemerintah Kota Bitung, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, serta berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan rangkaian kegiatan.
Ia juga mengapresiasi kerja panitia dan masyarakat yang ikut menjaga keamanan dan ketertiban selama seluruh rangkaian acara berlangsung.
Dalam sambutan Komandan Kodaeral VIII Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla., yang dibacakan Wakil Komandan Kodaeral VIII Laksamana Pertama TNI Tony Herdijanto, S.E., M.Sc., disebutkan bahwa HUT ke-103 Negeri Aertembaga harus dimaknai lebih jauh daripada sekadar perayaan tahunan.
Peringatan tersebut, menurut Dery, merupakan momentum untuk mengenang perjalanan sejarah dan menghargai jasa para pendahulu sekaligus mempererat persaudaraan masyarakat.
Sebagai bagian dari masyarakat maritim Sulawesi Utara, Aertembaga juga memiliki hubungan erat dengan kehidupan pesisir dan kemaritiman. Karena itu, masyarakat diajak menjaga lingkungan, melestarikan budaya dan kearifan lokal, serta membentuk generasi muda yang disiplin dan memiliki kecintaan terhadap daerah, bangsa, dan negara.
Sementara itu, Pemerintah Kota Bitung melalui Camat Aertembaga Stenly Tatipang, S.Sos., yang membacakan sambutan Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E., menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan panitia yang telah menyukseskan perayaan tersebut.
Pemerintah Kota Bitung menilai berbagai kegiatan yang digelar selama HUT bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang untuk mempererat persaudaraan sekaligus menjaga identitas budaya Negeri Aertembaga.
Wali Kota juga mengajak masyarakat menjadikan peringatan ke-103 sebagai titik untuk melihat masa depan tanpa meninggalkan akar sejarah.
“Jangan hanya mengenang perjalanan sejarah Negeri Aertembaga, tetapi jadikan momentum ini untuk membangun masa depan yang lebih baik,” demikian pesan Wali Kota dalam sambutan yang dibacakan Camat Aertembaga.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup secara resmi. Penutupan ditandai dengan pesan agar semangat persatuan yang tumbuh selama perayaan tidak berhenti setelah panggung diturunkan dan perlombaan berakhir.
Bagi masyarakat Aertembaga, peringatan 103 tahun bukan sekadar angka. Ia menjadi pengingat bahwa sejarah, budaya, persaudaraan, dan gotong royong merupakan modal sosial yang harus terus dirawat.
“Dirgahayu Negeri Aertembaga ke-103. Semoga Aertembaga senantiasa maju, lestari dan diberkahi Tuhan Yang Maha Esa,” demikian pesan yang disampaikan dalam penutupan perayaan.
19 September 2026
DVI Polri Berhasil Identifikasi 9 Korban KM Virgo Transport 8, Seluruhnya Telah Diserahkan ke Pihak Keluarga
Polda Lampung Raih Penghargaan 5 Besar Terbaik Tingkat Polda dalam Kompolnas Awards 2026
REFORMASI-ID | Jakarta — Kepolisian Daerah (Polda) Lampung berhasil menorehkan prestasi dengan masuk dalam jajaran 5 besar terbaik tingkat Polda pada ajang Kompolnas Awards 2026, yang berlangsung di Sari Pacific Hotel, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf, S.I.K., M.H. sebagai bentuk apresiasi atas capaian kinerja jajaran Polda Lampung dalam pelaksanaan tugas kepolisian, peningkatan pelayanan masyarakat, serta upaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Lampung.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Yuni Iswandari mengatakan, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh personel Polda Lampung untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh personel Polda Lampung yang senantiasa berkomitmen menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Capaian ini juga tidak lepas dari dukungan masyarakat Lampung dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar Yuni.
Ia menambahkan, Polda Lampung akan terus berupaya melakukan berbagai inovasi serta meningkatkan kualitas pelayanan publik sesuai dengan semangat Polri Presisi.
“Ke depan, kami akan terus berbenah, berinovasi, dan meningkatkan kinerja agar kehadiran Polri semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Pencapaian dalam Kompolnas Awards 2026 tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap kinerja Polda Lampung dalam menjalankan fungsi kepolisian serta membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang profesional. (Mdn)
Ayla Hilang Tengah Malam, Jejak Pelaku Terbaca CCTV
REFORMASI-ID | BITUNG — Polisi tak membutuhkan waktu 24 jam untuk menemukan mobil Daihatsu Ayla putih bernomor polisi DB 1504 FC yang dilaporkan hilang dari rumah pemiliknya di Kelurahan Girian Bawah, Kecamatan Girian, Kota Bitung.
Seorang pria berinisial FB ditangkap jajaran Polres Bitung setelah polisi menelusuri pergerakan kendaraan melalui rekaman kamera pengawas atau CCTV.
Tersangka diketahui merupakan residivis perkara pencurian dan sebelumnya pernah diamankan dalam perkara kepemilikan senjata tajam serta penganiayaan.
Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., mengatakan pengungkapan perkara tersebut merupakan hasil gerak cepat jajaran Reserse Kriminal setelah laporan diterima.
“Begitu laporan diterima, anggota langsung bergerak melakukan penyelidikan. Salah satu petunjuk penting berasal dari rekaman CCTV yang kemudian kami kembangkan untuk merunut pergerakan kendaraan sampai akhirnya berhasil ditemukan,” kata Arie.
Menurut dia, pengungkapan perkara tidak berhenti pada ditemukannya kendaraan. Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
“Kami masih melakukan pendalaman. Untuk sementara pelaku mengaku melakukan sendiri, tetapi penyidik tetap akan memastikan apakah ada pihak lain yang terlibat dalam perkara ini,” ujarnya.
Kasus tersebut bermula ketika korban, Mardiana Rasyid, melaporkan kehilangan Daihatsu Ayla putih dengan nomor polisi DB 1504 FC. Kendaraan tersebut ditaksir bernilai sekitar Rp65 juta.
Laporan polisi tercatat dengan LP/618/IX/2026/Polres Bitung, tertanggal 17 September 2026.
Setelah laporan diterima, Unit URC bersama jajaran Satuan Reserse Kriminal melakukan penyelidikan. Rekaman CCTV di sekitar Pelabuhan Bitung menjadi salah satu petunjuk untuk merunut keberadaan kendaraan.
Sekitar pukul 11.00 Wita, tim URC menemukan kendaraan tersebut di sekitar kawasan tempat pemancingan. Penyelidikan kemudian mengarah kepada FB.
Tersangka ditangkap di tempat kosnya. Dari pemeriksaan awal, FB mengakui perbuatannya dan menunjukkan lokasi kendaraan tersebut disimpan, yakni di kawasan sekitar hotel dekat PT Bimoli.
Kasat Reskrim Polres Bitung AKP Ahmad Anugrah Ari Pratama, S.Tr.K., S.I.K., M.H., mengatakan pencurian terjadi sekitar pukul 23.45 Wita.
“Pelaku awalnya membawa sebuah obeng yang sebelumnya dipinjam oleh temannya. Ketika melintas di sekitar rumah korban, muncul niat untuk mengambil kendaraan,” kata Ahmad.
Tersangka kemudian masuk melalui bagian dapur dengan cara merusak pintu. Setelah berada di dalam rumah, ia mengambil kunci Daihatsu Ayla yang berada di atas meja dapur.
“Setelah mendapatkan kunci, pelaku mengambil kendaraan yang diparkir di depan rumah korban. Dari pemeriksaan sementara, pelaku mengetahui situasi rumah karena sebelumnya sering makan di tempat usaha korban,” ujarnya.
Polisi menyebut tidak terdapat hubungan keluarga antara tersangka dan korban. Namun, kebiasaan tersangka datang ke tempat usaha korban membuatnya mengetahui situasi lingkungan dan kondisi rumah.
Ahmad mengatakan motif sementara pencurian adalah keinginan memiliki kendaraan yang didorong persoalan ekonomi.
Atas perbuatannya, tersangka disangkakan Pasal 477 ayat (1) huruf e dan huruf f KUHP, dengan ancaman pidana paling lama tujuh tahun serta denda paling banyak kategori V. Polisi juga menyiapkan sangkaan alternatif sebagaimana Pasal 476 KUHP, sesuai hasil pendalaman penyidikan.
“Untuk sementara yang bersangkutan mengaku melakukan seorang diri. Namun kami masih melakukan pendalaman, termasuk melihat kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dan bagaimana rencana pelaku terhadap kendaraan tersebut,” kata Ahmad.
Pengungkapan dalam waktu kurang dari sehari memang mengembalikan kendaraan kepada pemiliknya. Namun, penyidikan masih menyisakan pertanyaan yang harus dijawab polisi: apakah pencurian tersebut benar-benar dilakukan seorang diri atau terdapat pihak lain yang turut berperan.
Polres Bitung menyatakan penyelidikan masih berlanjut.
Ads 970x90


























