Media Reformasi Indonesia (MRI)

04 Mei 2026

Denda Gantikan Pidana, JATAM: Tambang Ilegal Dilegalkan Lewat Uang



REFORMASI-ID | Bekasi - Pergeseran penanganan kasus tambang ilegal dari sanksi pidana ke denda administratif oleh pemerintah menuai sorotan. Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) menilai kebijakan itu justru melemahkan penegakan hukum dan membuka jalan bagi pemutihan pelanggaran lingkungan.

Dilansir dari Mongabay, pemerintah kini lebih memilih penyelesaian administratif untuk perusahaan tambang yang beroperasi di luar wilayah izin atau masuk kawasan hutan tanpa Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH). Alih-alih diproses pidana, korporasi cukup membayar denda untuk kembali beroperasi.

*JATAM: Bayar Denda, Lalu Nambang Lagi*  
Koordinator Nasional JATAM, Melky Nahar, menyebut denda administratif tidak akan pernah memberantas tambang ilegal. Menurutnya, skema ini hanya membuat pelanggaran lingkungan selesai di meja kasir.

“Setelah bayar denda, perusahaan bisa langsung balik nambang di lokasi yang sama. Ini bukan penegakan hukum, tapi pemutihan kesalahan. Keadilan ekologis dan hak warga yang terdampak diabaikan,” tegas Melky, Senin (4/5/2026).

Melky menilai penertiban yang berjalan sekarang hanya fokus pada kelengkapan dokumen. Dampak kerusakan lingkungan dan konflik sosial yang ditimbulkan justru tidak disentuh. Alhasil, aktivitas ilegal berpeluang dilegalkan tanpa proses pengadilan.

*Nilai Denda Triliunan, Rumusnya Tak Transparan*  
JATAM mencatat, puluhan izin tambang bermasalah masih aktif di Kalimantan dan Sumatera. Ironisnya, besaran denda yang disebut mencapai triliunan rupiah tidak memiliki rumus perhitungan yang jelas dan terbuka untuk publik.

“Standar untuk menghitung kerugian lingkungan dan sosialnya apa? Belum lagi tiap instansi penegak hukum beda tafsir aturannya. Ini celah besar penyalahgunaan wewenang,” kata Melky.

JATAM juga menyoroti pemulihan lingkungan yang terabaikan. Di Kalimantan Barat, lubang bekas galian bauksit dibiarkan menganga. Debu tambang mencemari udara dan mengganggu kesehatan warga, tapi belum ada perbaikan berarti.

“Pemerintah harus pastikan lingkungan dipulihkan dulu sampai tuntas. Jangan kasih izin operasi lagi sebelum lubang ditutup dan warga aman,” tegasnya.

*Tambang Penyumbang Konflik Lahan Terbesar*  
Persoalan tambang juga menyangkut penguasaan lahan. Ratusan ribu hektar wilayah dikuasai korporasi, memicu konflik dengan masyarakat adat dan petani.

Data Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) menunjukkan, sepanjang 2024 sektor pertambangan jadi penyebab utama konflik lahan di Indonesia.

“Aturan lunak ke korporasi pelanggar, tapi warga yang nanggung dampaknya. Lingkungan rusak, sosial berantakan,” tulis laporan itu.

Karena itu, JATAM mendesak Satgas Penertiban Kawasan Hutan untuk kembali ke jalur pidana. Bagi JATAM, hanya sanksi pidana yang bisa memberi efek jera dan menjamin keadilan bagi lingkungan dan masyarakat.

*(Red)*

Keren!!! Pemulung Dapat Bantuan APD dari KP3B



REFORMASI-ID | Bekasi - Komunitas Pemulung & Pelapak Pilah Burangkeng (KP3B) menggelar kegiatan pembagian alat pelindung diri (APD) kepada para pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Senin (4/5/2026). 

Kegiatan ini digelar bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) TPA Burangkeng dan Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Setu.

Ketua KP3B, Narta Nurhata, mengatakan bahwa pihaknya membagikan APD berupa puluhan pasang sepatu boot kepada para pemulung.

"Karena keterbatasan kami, hari ini kami baru bisa memberikan sepatu boot. Ke depannya, selain sepatu boot, kami juga akan membagikan topi dan peralatan kerja bagi para pemulung," kata Konang, sapaan akrabnya.

Konang menegaskan, program pembagian APD akan dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali. Tak hanya itu, KP3B juga telah merancang program pengobatan gratis setiap bulan dengan menggandeng pihak puskesmas setempat.

"Rencananya, dalam pengobatan gratis itu kami juga akan membagikan susu, roti, ataupun snack sehat untuk para pemulung," ujar Konang.

Dia berharap seluruh program tersebut dapat mendorong penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara nyata di lapangan, serta meningkatkan taraf kesehatan para pemulung yang selama ini bekerja di lingkungan berisiko tinggi.

Sementara itu, Kepala UPTD TPA Burangkeng, Samsuro Mandiansyah, turut memberikan pengarahan kepada para pemulung dalam kegiatan tersebut. Dia menegaskan bahwa pemulung merupakan ujung tombak dalam upaya pengurangan volume sampah di TPA.

"Pemulung adalah garda terdepan dalam mengurangi sampah. Namun, ketika melakukan aktivitas di sini, harus selalu berhati-hati. Gunakan alat pelindung diri yang telah diberikan dan segera melapor jika menemukan kondisi berbahaya di lapangan," kata dia.

Samsuro juga mengingatkan pentingnya kesadaran diri dalam menjaga keselamatan kerja, mengingat kondisi TPA yang sewaktu-waktu dapat menimbulkan bahaya bagi para pekerja di dalamnya.

Adapun Ketua Pokja Wartawan Setu, Andi Saddam, mengapresiasi langkah KP3B tersebut. Dia menilai, kegiatan seperti ini penting karena pemulung merupakan kelompok yang kerap terlupakan dalam program kesehatan dan keselamatan kerja.

"Kami dari Pokja Wartawan Setu siap bersinergi dengan KP3B dalam mendukung program-program sosial yang bermanfaat bagi para pemulung di TPA Burangkeng ini," pungkas Saddam.

Atasi Permasalahan Sampah, Pemkab Bekasi Siapkan Dua Skema Besar



REFORMASI-ID | Bekasi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi sudah siapkan langkah-langkah kongkret atasi permasalahan sampah di Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Burangkeng. Senin, 04 Mei 2026.

Perlu kita ketahui, beberapa tahun belakangan ini TPA Burangkeng sudah dinyatakan overload dan perlu perhatian khusus agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat.

Menyikapi hal tersebut Pemkab Bekasi mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi berbagai masalah yang terjadi.

Saat dikonfirmasi awak media di kantor UPTD TPA Burangkeng, H. Samsuro Mandiansah, SIP,  Kepala UPTD TPA Burangkeng menyampaikan bahwa ditahun 2026 Pemkab Bekasi sudah menyiapkan dua skema untuk pengelolaan sampah di TPA Burangkeng.

"Alhamdulillah di tahun 2026 Pemkab Bekasi sudah menyiapkan dua skema untuk pengelolaan sampah di TPA Burangkeng," ujarnya.

Skema pertama, sambungnya, mengelola sampah yang lama menjadi bahan RDF ataupun turunannya yang nanti akan dikelola oleh PT. Asiana.

Lanjutnya, skema kedua program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang dilaksanakan oleh Danantara.

"Hari ini dari tim Danantara yang diwakili oleh Sucofindo sudah cek lokasi untuk melakukan sondir tanah yang akan dibangun Danantara dan dari informasi dari tim Danantara, Kabupaten Bekasi salah satu yang prioritas untuk pembangunan PSEL," paparnya.

"Agar terlaksananya program tersebut, Pemkab Bekasi sendiri menyiapkan lahan seluas 5 hektar untuk Danantara dan sudah dibebaskan sejak bulan Januari kemarin," tegasnya.

Sedangkan, untuk pihak swasta PT. Asiana, Pemkab Bekasi sudah menyiapkan lahan 5000 meter untuk lokasi pengelolaan sampah lama yang nantinya akan mereka olah  dengan kapasitas 1000 ton sampah/perhari.

"Saya mewakili Pemkab Bekasi mohon doanya agar program ini segera terlaksana supaya pengelolaan sampah di Kabupaten Bekasi bisa lebih baik lagi," pungkasnya.

(Red)

Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Lampung Selatan Gelar MHQ


REFORMASI-ID | Lampung Selatan – Polres Lampung Selatan menggelar kegiatan Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Kegiatan tersebut dibuka di Lapangan Mapolres Lampung Selatan, Senin (4/5/2026), dan diikuti sebanyak 657 peserta dari kalangan santri dan pelajar di berbagai wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri mengatakan, kegiatan MHQ merupakan bagian dari upaya Polri untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat melalui kegiatan yang bersifat religius dan edukatif.

“Melalui kegiatan Musabaqah Hifdzil Qur’an ini, kami ingin menghadirkan ruang positif bagi generasi muda untuk mencintai Al-Qur’an sekaligus memperkuat karakter spiritual mereka. Ini bukan sekadar lomba, tetapi juga bagian dari pembinaan moral dan akhlak,” ujar Toni saat membuka acara.

Ia menambahkan, MHQ diharapkan dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi antarpeserta sekaligus menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat di kalangan generasi muda.

“Kami berharap kegiatan ini mampu mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam hafalan, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar  dalam sambutannya menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan fisik dan penguatan nilai moral dalam kehidupan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur, ekonomi, dan pelayanan publik, tetapi juga harus diiringi dengan penanaman nilai-nilai spiritual.

“Dalam konteks pembangunan daerah, kita membutuhkan keseimbangan. Kita membangun infrastruktur, memperkuat ekonomi, dan meningkatkan pelayanan publik. Namun, pada saat yang sama, kita juga harus menanamkan nilai,” ujar Wakil Bupati.

Kegiatan MHQ ini mempertandingkan sejumlah kategori, mulai dari hafalan Juz 30 hingga 30 juz, serta kategori khusus bagi anggota Polri dan Bhayangkari. Panitia pelaksana menyebutkan, kegiatan tersebut akan berlangsung selama empat hari dan ditutup dengan pengumuman pemenang serta penyerahan hadiah kepada peserta terbaik.

Melalui kegiatan ini, Polres Lampung Selatan berharap dapat terus berkontribusi dalam pembinaan generasi muda yang berakhlak mulia sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat. (Mdn) 

Siap Terlihat dan Bermanfaat: Patroli Presisi Polri Hadir di Akses Tol Cimanggis



REFORMASI-ID| Cikeas - Dalam upaya memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat serta memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif, Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri melaksanakan kegiatan Patroli Dialogis pada Senin (04/05/2026).

Kegiatan yang dimulai pada pukul 14.00 WIB ini melibatkan personel dari Subden C Detasemen Perintis. Para petugas melakukan penyisiran menggunakan kendaraan roda dua (KR2) serta patroli jalan kaki di sepanjang Jl. SHI Cikeas Udik hingga area strategis di Jl. Akses Tol Cimanggis.

Berbeda dengan patroli biasa, Patroli Dialogis ini mengedepankan interaksi langsung dengan warga. Petugas aktif menyambangi masyarakat untuk mendengarkan aspirasi, keluhan, maupun informasi terkait potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar.

Selain menyerap informasi, personel Polri di lapangan juga memberikan imbauan Kamtibmas agar warga tetap waspada terhadap tindak kriminalitas. Masyarakat diminta tidak ragu untuk segera melapor ke pihak Kepolisian apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan. 

Di sela-sela kegiatan, petugas juga tampak sigap memberikan bantuan kepada pengguna jalan yang mengalami kendala teknis.

Kegiatan ini merupakan implementasi dari semangat "Siap Terlihat dan Bermanfaat", sebagai wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman.

Hadir di Tengah Masyarakat, Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri Intensifkan Patroli Dialogis di Titik Keramaian



REFORMASI-ID| Jakarta - Guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri menggelar aksi Patroli Dialogis di sejumlah titik strategis pada Senin (4/5/2026). Dengan mengombinasikan kendaraan roda dua (KR2) dan patroli jalan kaki, petugas terjun langsung menyapa warga mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Personel Subden C Detasemen Perintis ini menyasar tiga lokasi utama yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, yakni Pasar Wanaherang, Pangkalan Ojek Transyogi Cibubur, serta wilayah Pangadegan. Langkah ini diambil untuk menjalin kedekatan antara Polri dan masyarakat sekaligus memantau dinamika keamanan di lapangan secara real-time.

Dalam pelaksanaannya, petugas mengedepankan sisi humanis melalui interaksi dua arah. Tidak hanya sekadar memantau, personel Polri aktif mendengarkan keluhan serta menyerap informasi dari warga terkait potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar.

"Kami hadir untuk memastikan masyarakat merasa aman dalam beraktivitas. Petugas di lapangan juga memberikan imbauan Kamtibmas agar warga tetap waspada terhadap tindak kriminalitas dan tidak ragu untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat jika menemukan hal yang mencurigakan," ujar perwakilan Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri dalam laporannya.

Selain fokus pada pengawasan keamanan, aksi heroik kecil juga ditunjukkan petugas dengan membantu warga yang mengalami kendala teknis saat berada di jalan raya. Hal ini selaras dengan semangat Polri yang ingin selalu "Terlihat dan Bermanfaat" bagi khalayak luas.

Melalui patroli rutin ini, diharapkan ruang gerak bagi pelaku tindak kejahatan semakin sempit, sehingga stabilitas keamanan di wilayah hukum tetap terjaga dengan baik.

Hasil Hearing Komisi I DPRD : Venos Karaoke Belum Kantongi Izin dan Ilegal


REFORMASI-ID | LAMPUNG — Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung menggelar rapat dengar pendapat (hearing) terkait operasional Venos Karaoke yang menjadi sorotan publik lataran mengunakan izin lama dalam operasional usaha.

Dalam hering tersebut di pimpin langsung oleh ketua Komisi I DPRD Misgustini Wakil ketua komisi Romi Husin, Sekertaris Endang Asnawi dan Anggota Hendra Mukri serta Yuni Karnelis, Juga di hadiri oleh Pihak PTSP, kuasa hukum Jaka Eryadi Gunawan yakni Beny HN Mansyur, Edi Samsuri dan Rekan serta hadir juga wakil management Venos Wahyu dan Desri.

Dari hasil hearing tersebut, terungkap bahwa pihak Venos Karaoke saat ini  masih menggunakan izin lama dibawah naungan PT. Faza Satria Gianny selaku Direktur Utama Jaka Eryadi Gunawan.

Menurut wakil ketua Komisi I Romi Husin menyampaikan bahwa berdasarkan hasil klarifikasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk perwakilan manajemen Venos Karaoke dan instansi teknis, ditemukan adanya pelanggaran perizinan yang seharusnya ditaati oleh pihak Venos Karoke saat ini.

“Dari hasil hearing, kami menemukan bahwa perizinan Venos Karaoke menyalahi aturan. Ini tentu menjadi perhatian serius karena menyangkut kepatuhan terhadap aturan yang berlaku,”kata Romi Husin dalam hearing yang di gelar di ruang Komisi 1 DPRD Bandar Lampung pada Senin (04/05/2026).

Romi Husin menjelaskan keberadaan tempat hiburan malam yang ada di Bilangan Jalan Yos sudarso ini kuat menjalankan usahanya dengan menggunakan izin manajemen lama meski telah terjadi perubahan pengelolaan.

"Kita tau ada konflik internal antara manajemen lama dan baru ini jadi kita sarankan untuk segera di selesaikan sebelum kami rekomendasi penutupan kegiatan sementara tersebut ,"tegas Romi Husin.

Ditambahkan Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung, Endang Asnawi, menegaskan bahwa manajemen baru Venos Karaoke dalam pelaksanaannya telah menyalahi aturan yang berlaku.

“Manajemen Venos Karaoke yang baru ini memang dalam pelaksanaannya sudah menyalahi aturan. Saya katakan ini ilegal,” tegasnya.

Lebih lanjut ketua fraksi PDIP juga memberikan analogi sederhana untuk menggambarkan kondisi tersebut. Menurutnya, pengelolaan usaha tanpa dasar izin yang sah sama halnya seperti pihak lain yang mengelola properti tanpa persetujuan pemilik.

“Kita contohkan, kita punya rumah, lalu ada orang lain yang mau mengelola rumah kita. Itu tentunya tidak benar,” ujarnya.

Sementara Wahyu dan Desri selaku wakil management Venos karoke baru mengakui bahwa selama ini memang terjadi konflik internal dalam tubuh manajemen. Namun demikian, ia membantah jika operasional yang berjalan sepenuhnya tanpa dasar, dengan menyebut adanya kesepakatan dari pihak perusahaan.

Wahyu  juga  menjelaskan bahwa pihaknya telah mendapatkan persetujuan dari Direktur PT Faza Satria Gianny, Jaka Eryadi Gunawan, terkait kelanjutan pengelolaan usaha dengan menggunakan izin yang lama.

“Memang ada konflik internal, tapi kami berdalih sudah ada kesepakatan dari direktur untuk melanjutkan pengelolaan izin yang lama,”ujar Wahyu.

Lebih lanjut, Wahyu menegaskan bahwa pihaknya memiliki bukti atas kesepakatan tersebut dan siap menunjukkannya dalam proses hukum apabila diperlukan.

“Saya akan tunjukkan buktinya nanti setelah ada di persidangan,” tantang Wahyu.

Menanggapi pernyataan pihak manajemen Venos Karaoke, kuasa hukum Direktur PT Faza Satria Gianny, Jaka Eryadi Gunawan, yakni Benny HN Mansyur, SH dan Edi Samsuri, S.H & Rekan, memberikan tanggapan tegas.

Pihak kuasa hukum menilai bahwa apa yang disampaikan oleh Humas Wakil management Venos Karaoke, Wahyu dan desri merupakan bentuk alibi semata dalam menghadapi persoalan yang sedang berlangsung.

“Apa yang disampaikan itu merupakan alibi Alibi itu sah-sah saja dilakukan,” ujar Edi Samsuri usai hearing tersebut.

Meski demikian, pihaknya memilih untuk tidak berspekulasi lebih jauh dan menyerahkan sepenuhnya proses ini pada langkah hukum yang akan ditempuh masing-masing pihak.

“Intinya kita lihat saja nanti seperti apa langkah mereka ke depan,” tambahnya. (**)

Simpan Sabu Dalam Baju, Warga Kagungan Serang Digelandang Polisi


REFORMASI-ID | Serang, Banten - Satresnarkoba Polres Serang Polda Banten, berhasil ungkap kasus peredaran narkotika. Sebanyak 112 paket sabu, berhasil diamankan dari sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Kagungan, Kecamatan Serang, Kota Serang, Provinsi Banten.

Dalam operasi itu, petugas juga berhasil mengamankan seorang pria, berinisial AP (22), yang diduga sebagai pemilik barang haram tersebut.

Kapolres Serang Andri Kurniawan menjelaskan, bahwa pengungkapan kasus ini, merupakan tindak lanjut dari informasi masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas peredaran narkoba di lokasi tersebut.

"Penangkapan atau penggerebekan dilakukan, pada Rabu (29/4/2026) sore, sekira pukul 15.30 WIB. Berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas mencurigakan di lingkungan tersebut. Kami langsung menindaklanjuti dengan penyelidikan," ujar Kapolres didampingi Kasatresnarkoba AKP Bondan Rahadiansyah, Senin (4/5/2026).

Berbekal informasi itu, Tim Satresnarkoba yang dipimpin Iptu Wawan Setiawan, langsung bergerak cepat melakukan pendalaman dan observasi di lokasi yang dimaksud.

Setelah memastikan target, petugas kemudian melakukan penggerebekan di rumah kontrakan yang ditempati tersangka pada sore hari. Saat digerebek, tersangka AP diketahui sedang berada di dalam kamar dan tengah bermain game online menggunakan handphone.

“Ktika dilakukan penggerebekan, tersangka tidak melakukan perlawanan. Ia diamankan saat berada di dalam kamar kontrakan,” ungkap Kapolres.

Selanjutnya, petugas melakukan penggeledahan di dalam rumah tersebut. Dari hasil penggeledahan, ditemukan ratusan paket sabu yang disembunyikan secara rapi. 

"Sebanyak 112 paket sabu ditemukan disimpan dalam lempitan baju yang berada di dalam lemari pakaian milik tersangka, tepatnya di sela-sela pakaian. Ini merupakan modus untuk mengelabui petugas," jelas Kapolres.

Selain sabu, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti lain, berupa timbangan digital, dua pack plastik klip bening, serta satu unit handphone yang diduga digunakan untuk transaksi.

Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seorang bandar berinisial MO yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Transaksi dilakukan di wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Tersangka mengaku sudah lima kali menerima suplai dari bandar tersebut,” terang Kapolres.

Kapolres menambahkan, motif tersangka terlibat dalam peredaran narkoba, diduga karena tekanan ekonomi, mengingat yang bersangkutan tidak memiliki pekerjaan tetap dan harus menghidupi keluarga.

“Alasan tersangka karena faktor ekonomi. Ia memiliki seorang anak yang masih bayi dan tidak memiliki pekerjaan tetap,” katanya.

Atas perbuatannya, tersangka AP dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara.

Kapolres menegaskan, pihaknya akan terus memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Serang dan mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas serupa. (Daeng Yusvin/Mdn) 

Peringati Hardiknas, Kasrem 044/ Gapo: Pendidikan Fondasi Utama Pembentukan Karakter Bangsa


REFORMASI-ID | Palembang – Kepala Staf Korem 044/Garuda Dempo, Kolonel Inf Andi Gus Wulandri, mewakili Danrem 044/Gapo, menghadiri Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, Senin (4/5/2026).

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri pula unsur Forkopimda, pejabat pemerintah daerah, tokoh pendidikan, serta pelajar dari berbagai sekolah di wilayah Sumatera Selatan.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini mengusung tema, "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua". Semangat tersebut memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang inklusif, berkarakter, dan berdaya saing global. 

Dalam kesempatan tersebut melalui Penrem 044/Gapo, Kasrem 044/Gapo menyampaikan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang tangguh, berintegritas, serta cinta tanah air.

“Korem 044/Gapo mendukung setiap upaya pemerintah dalam memajukan sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan bangsa. Generasi muda yang terdidik dengan baik akan menjadi kekuatan besar bagi kemajuan Indonesia di masa depan,” ujar Kolonel Inf Andi Gus Wulandri.

Lebih lanjut disampaikan, melalui momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional ini, diharapkan terwujud sinergitas yang semakin kuat antara seluruh komponen bangsa dalam upaya menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas, merata, dan berdaya saing.

Selain pelaksanaan upacara, kegiatan juga diisi dengan penampilan seni dari pelajar serta penyerahan penghargaan kepada insan pendidikan yang berprestasi di Provinsi Sumatera Selatan. (Mdn) 

Wujudkan Kamseltibcarlantas, Subden C Detasemen Perintis Laksanakan Gatur Lalin di Kawasan Gunung Putri



REFORMASI-ID | Jakarta - Personel Subden C Detasemen Perintis Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri kembali menunjukkan komitmennya dalam melayani masyarakat melalui aksi nyata di lapangan. Pada Senin pagi (04/05/2026), sejumlah personel diterjunkan untuk melaksanakan pengaturan lalu lintas (Gatur Lalin) di beberapa titik krusial guna memastikan kelancaran aktivitas warga.

Kegiatan rutin yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB ini difokuskan pada dua lokasi strategis yang kerap mengalami peningkatan volume kendaraan, yakni Simpang Gunung Putri dan Simpang Leuwinanggung. Kehadiran petugas di lokasi tersebut bertujuan untuk mengurai potensi kemacetan serta memberikan rasa aman bagi para pengguna jalan yang memulai aktivitas di awal pekan.

Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri menyampaikan bahwa penempatan personel di ploting yang telah ditentukan merupakan bagian dari implementasi semboyan "Siap Terlihat dan Bermanfaat". Tidak hanya mengatur arus kendaraan, personel di lapangan juga sigap membantu penyeberang jalan dan memastikan ketertiban berlalu lintas tetap terjaga.

Langkah preventif ini diharapkan dapat menekan angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas, sekaligus memastikan distribusi logistik dan mobilitas masyarakat berjalan tanpa hambatan. Hingga kegiatan berakhir, arus lalu lintas di kedua wilayah tersebut terpantau ramai lancar dan kondusif.

03 Mei 2026

Sah!!! Bambang Iswahyudi Nahkodai Pokdarkamtibmas Bhayangkara Sektor Setu



REFORMASI-ID | Bekasi - Bambang Iswahyudi secara sah terpilih menjadi Ketua Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Pokdarkamtibmas) Bhayangkara Sektor Setu periode 2026-2030 melalui pemilihan langsung yang diselenggarakan di aula Mapolsek Setu, Jl. Raya Letjen R. Suprapto No.3, Desa Cijengkol, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Sabtu, 02 Mei 2026.

Pesta demokrasi pemilihan Ketua Pokdarkamtibmas Bhayangkara Sektor Setu diikuti empat calon pemimpin, serta dihadiri langsung oleh Kapolsek Setu, AKP Usep Aramsyah, berjalan aman dan kondusif.

"Alhamdulillah, saya ucapkan banyak terimakasih kepada seluruh jajaran Pokdarkamtibmas Bhayangkara yang telah mensukseskan pesta demokrasi pemilihan Ketua Pokdarkamtibmas Bhayangkara Sektor Setu," ucap Bambang.

"Tak luput salam hormat saya kepada Kapolsek Setu dan seluruh jajaran personil Polsek Setu yang telah membina dan sebagai motivator untuk Pokdarkamtibmas Bhayangkara Sektor Setu agar bisa terus berkembang dan bermanfaat untuk masyarakat," jelasnya.

Ia juga menyampaikan visi misi Pokdarkamtibmas Bhayangkara Sektor Setu dibawah kepemimpinannya.

"Saya sebagai Ketua Pokdarkamtibmas yang baru akan membawa perubahan yang lebih baik lagi untuk masyarakat Setu dengan menjalankan visi seperti membantu menanggulangi kejahatan, memberikan informasi Kamtibmas dan menjaga hubungan baik dengan Kepolisian serta aparat pemerintahan," ujarnya 

Lebih lanjut, menjadikan Pokdarkamtibmas Sektor Setu exsis dan aktif dikewilayahan adalah misi kami.

Selain itu, saya juga mempunyai program kerja 90 hari kedepan seperti, menggiatkan program OKJ dengan team yang solid secara bergantian, membentuk kepengurusan subsektor di 11 Desa wilayah Setu.

"Serta mengaktifkan semua pospol di wilayah hukum Polsek Setu, mengadakan kegiatan besar tahunan yang dimotori oleh Pokdar sektor Setu di hari Bhayangkara Polri dan membuat ketahanan pangan bagi anggota yang punya usaha atau/UMKM untuk bisa mengajukan program pembiayaan usaha," pungkasnya.

(Red)

02 Mei 2026

Desk Ketenagakerjaan Polri Tunjukkan Kinerja Nyata, Sejalan dengan Arahan Presiden pada May Day 2026



REFORMASI-ID | Jakarta, 2 Mei 2026 — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri secara langsung Perayaan Hari Buruh Internasional (May Day) bersama ribuan pekerja di kawasan Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Jumat (1/5/2026). Kehadiran Kepala Negara tersebut menjadi momentum bersejarah sekaligus penegasan kuat bahwa negara hadir dalam melindungi dan memperjuangkan kesejahteraan pekerja dan buruh Indonesia.

Menindaklanjuti arahan Presiden tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengoptimalkan peran Desk Ketenagakerjaan Polri yang telah dibentuk pada 20 Januari 2026 sebagai pusat pelayanan terpadu dalam penanganan permasalahan ketenagakerjaan.

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Dedi Prasetyo, menegaskan bahwa Desk Ketenagakerjaan merupakan langkah konkret Polri dalam memastikan perlindungan terhadap pekerja berjalan efektif dan berkeadilan.

“Arahan Bapak Presiden pada Perayaan May Day 2026 menjadi penegasan bahwa negara hadir untuk melindungi pekerja dan buruh. Polri melalui Desk Ketenagakerjaan memastikan perlindungan tersebut diwujudkan melalui pelayanan konsultasi, pengaduan, hingga penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan,” ujar Wakapolri.

Lebih lanjut, Wakapolri menekankan bahwa kehadiran Desk Ketenagakerjaan juga merupakan implementasi Asta Cita Presiden, khususnya dalam meningkatkan kualitas lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif.

“Desk ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas sosial, budaya, dan keamanan, sekaligus memastikan hak-hak pekerja terlindungi secara optimal,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Irhamni, menjelaskan bahwa secara teknis Desk Ketenagakerjaan dirancang sebagai pusat layanan terpadu berbasis kolaborasi antar stakeholder.

“Desk Ketenagakerjaan Polri melayani konsultasi, pengaduan, dan pelaporan tindak pidana ketenagakerjaan secara terintegrasi. Kami memastikan setiap laporan ditangani secara cepat, transparan, dan akuntabel, dengan mengedepankan sinergi lintas sektor,” jelas Brigjen Pol. Irhamni.

Sejak dibentuk, Desk Ketenagakerjaan Polri telah menunjukkan kinerja nyata melalui berbagai capaian sepanjang tahun 2025, antara lain:

* Apresiasi Presiden RI dan pimpinan konfederasi buruh pada May Day di Monas
* Penyusunan Standar Kompetensi Kerja Khusus (SK3) petugas Desk Ketenagakerjaan
* Penghargaan internasional dari ITUC Asia Pacific kepada Kapolri
* Penyelamatan dan pemulangan pekerja migran korban TPPO
* Penanganan perkara ketenagakerjaan secara profesional dan humanis

Dalam aspek penegakan hukum, tercatat 144 laporan pengaduan tindak pidana ketenagakerjaan, dengan 35 perkara telah diselesaikan (P21: 1, Restorative Justice: 34) dan 109 perkara masih dalam proses. Kasus yang ditangani meliputi PHK/pesangon, sengketa upah, pemberangusan serikat pekerja, BPJS, hingga perlindungan keselamatan kerja.

Polri menegaskan bahwa Desk Ketenagakerjaan akan terus diperkuat sebagai garda terdepan dalam memberikan perlindungan hukum kepada pekerja dan buruh Indonesia.

“Polri berkomitmen untuk terus hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, termasuk pekerja dan buruh, guna mewujudkan keadilan sosial serta mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan,” tutup Wakapolri.

Baharkam Polri Tuntaskan Bintek Penerapan Sistem Manajemen Pengamanan di PT. Antam Ternate



REFORMASI-ID | Ternate - Guna memastikan standar keamanan tertinggi pada Objek Vital Nasional (Obvitnas), PT Antam (Persero) Tbk UBPN Maluku Utara resmi menuntaskan kegiatan Bimbingan Teknis (Bintek) Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP). Kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini ditutup secara resmi di Hotel Bela Ternate, Sabtu (2/5/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Bintek Baharkam Polri, Kombes Pol Mirzal Alwi, S.I.K., dan dihadiri oleh jajaran auditor profesional serta manajemen senior PT Antam. Berdasarkan evaluasi komprehensif terhadap Elemen I hingga Elemen V, PT Antam UBPN Maluku Utara berhasil meraih skor implementasi sebesar 84,95%.

Dalam rangkaian penutupan, Auditor Profesional Drs. Sutrisno Dewo Gonomurti, M.M., menekankan pentingnya implementasi SMP yang mengacu pada Perpol Nomor 7 Tahun 2019. Senada dengan hal tersebut, Auditor Drs. Sukarto mengingatkan agar penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) di lingkungan tambang harus selalu selaras dengan kaidah perundang-undangan yang berlaku.

"Penerapan SMP bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan mendasar untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ancaman lainnya secara dini," ujar Mining & Operation Support Senior Manager PT Antam UBPN Maluku Utara, Kamrul Bakti Sitorus, S.T.

Meski meraih skor tinggi, tim auditor memberikan catatan berupa 37 kriteria temuan dokumen (kategori warna kuning) yang harus segera ditindaklanjuti. Pihak manajemen PT Antam berkomitmen melakukan perbaikan cepat sebagai langkah persiapan menghadapi audit resmi di masa mendatang.

"Kami mengapresiasi kerja keras tim. Temuan baik di dokumen maupun lapangan akan segera kami tindaklanjuti demi memperkokoh sistem pengamanan perusahaan," tambah Kamrul Bakti Sitorus.

Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara hasil Bintek dan penyerahan hasil skoring secara simbolis, disaksikan oleh perwakilan Ditpamobvit Polda Maluku Utara dan mitra BUJP PT Transdana Profitri.

Polisi Dekatkan Diri dengan Gen Z Lewat Turnamen E-Sport Mobile Legends Kapolres Cilegon Cup 2026


REFORMASI-ID | Cilegon, Banten - Kapolres Cilegon Polda Banten AKBP Dr Martua Raja Taripar Laut Silitonga, secara resmi membuka Turnamen Mobile Legends Bang Bang (MLBB) Kapolres Cilegon Cup 2026, pada Sabtu (2/5/2026).

Dalam sambutannya, Martua Silitonga menyampaikan, bahwa kegiatan Turnamen E Sports Mobile Legends Bang Bang (MLBB) Kapolres Cilegon Cup 2026, dalam rangka memberikan ruang edukasi positif dan kreatif bagi generasi muda Kota Cilegon, khususnya bagi para pelajar serta sebagai bentuk penyaringan bibit unggul potensial dalam bidang E Sports.

Turut hadir dalam kegiatan yang berlangsung  di Aula Wicaksana Leghawa Polres Cilegon, Kapolres Cilegon Polda Banten AKBP Dr Martua Raja Taripar Laut Silitonga, Wakapolres Cilegon KOMPOL M. Ridzky Salatun, Kabagops Polres Cilegon AKP Choirul Anam, Kasat Samapta Polres Cilegon AKP Agus Hendratno, Kasie Propam Polres Cilegon AKP Herry Susanto, Kasie Humas Polres Cilegon AKP Sigit Darmawan, dan Kasie Keu Polres Cilegon IPTU TB. Tatang Taftazany.

Martua Silitonga menegaskan, bahwa kegiatan positif seperti Turnamen E Sports Mobile Legends Bang Bang (MLBB) Kapolres Cilegon Cup 2026 ini, diharapkan dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat sekaligus menjauhkan diri dari aktivitas negatif.

"Saya ucapkan, selamat datang kepada adik adik pelajar seluruh peserta turnamen E Sports MLBB Kapolres Cilegon Cup 2026," ujar Kapolres dalam sambutan pembukanya, Sabtu (2/5/2026).

Kapolres juga menyampaikan, bahwa kegiatan Turnamen E Sports Mobile Legends Bang Bang (MLBB) Kapolres Cilegon Cup 2026 tersebut, diikuti oleh 150 orang tergabung kedalam 30 tim yang berasal dari kalangan pelajar SLTP & SLTA di Kota Cilegon dengan menggunakan format kompetisi sistem gugur.

"Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pada hari ini, adalah tidak lain untuk membangun generasi muda yang positif dan kreatif dengan memiliki nilai sportifitas. Kegiatan ini, juga diharapkan menjadi salah satu sarana untuk menanamkan nilai kejujuran serta kedisiplinan," ujar Kapolres.

Dikatakan, perkembangan teknologi dan dunia digital, telah membawa perubahan besar, khususnya bagi generasi muda. 

E-sports, kini bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana membangun kreativitas, kerja sama tim, dan semangat kompetisi yang sehat. 

"Melalui kegiatan ini, Polres Cilegon ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda, dengan menyediakan wadah yang positif, produktif, dan kompetitif," terang Kapolres.

"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Turnamen Mobile Legends Kapolres Cilegon Cup 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka. Terima kasih atas perhatian dan partisipasinya," tutup Kapolres, pada kata sambutannya. (Daeng Yusvin/Mdn) 

“Kartini Tubaba” Maulidah Zauroh Pimpin PW Fatayat NU Lampung 2026–2031


REFORMASI-ID | LAMPUNG — Maulidah Zauroh, M.A.Pd., sosok perempuan asal Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) yang dijuluki “Kartini Tubaba”, resmi terpilih sebagai Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Lampung masa khidmat 2026–2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) yang berlangsung di Hotel Horison Bandar Lampung, Kamis (30/04/2026) hingga Jumat (01/05/2026).

Konferwil berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan dihadiri oleh jajaran pengurus serta perwakilan daerah. Turut hadir Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU, Ela Siti Nuryamah, yang memberikan arahan strategis kepada peserta terkait penguatan organisasi dan peran perempuan muda.

Dalam sambutannya, Ketua demisioner, Wirda, menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh kader selama masa kepemimpinannya. Ia berharap kepengurusan yang baru mampu melanjutkan dan meningkatkan capaian organisasi.

“Saya berharap kepemimpinan yang baru dapat membawa Fatayat NU Lampung semakin maju, solid, dan berkontribusi lebih luas,” ujarnya.

Sementara itu, dalam pidato perdananya, Maulidah Zauroh menegaskan komitmennya untuk menghadirkan semangat pembaruan dalam tubuh organisasi. Ia menekankan pentingnya peran Fatayat NU sebagai wadah pemberdayaan perempuan muda di berbagai sektor.

“Fatayat NU harus menjadi ruang pemberdayaan perempuan, baik dalam bidang sosial, pendidikan, maupun ekonomi. Kita perlu memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperluas kontribusi nyata di tengah masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga nilai Ahlussunnah wal Jamaah sebagai landasan gerakan organisasi, dengan tetap adaptif terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, Konferwil ini menjadi momentum strategis dalam merumuskan arah kebijakan serta program kerja organisasi ke depan, termasuk penguatan struktur hingga tingkat akar rumput dan sinergi dengan berbagai pihak.

Maulidah Zauroh lahir di Dayamurni, Kabupaten Tulang Bawang Barat, pada 11 September 1986. Ia menempuh pendidikan di SDN 1 Dayamurni, MTs MHM Dayamurni, dan MAN Denanyar Jombang, Jawa Timur. Pendidikan sarjana diselesaikan di STAI Ma’arif Metro, Lampung, sementara pendidikan magister hingga doktoral ditempuh di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang dimilikinya, Maulidah diharapkan mampu membawa PW Fatayat NU Lampung menjadi organisasi yang lebih progresif, inklusif, dan berdaya guna, khususnya dalam memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah. (**)

Ungkap Kasus Curat, Polisi: Pelaku Dibekuk di Katibung


REFORMASI-ID | Lampung Selatan - Tim Tekab 308 Polres Lampung Selatan bersama Unit Reskrim Polsek Katibung berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (curat). Pelaku diamankan di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan.

Kapolsek Katibung Iptu Dita Hidayatullah, S.H., M.H. mengatakan, pelaku berinisial NS  als Dayat (28), warga Karang Anyar, Kecamatan Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan, telah diamankan setelah dilakukan serangkaian penyelidikan. 

“Pengungkapan ini berdasarkan laporan polisi yang masuk, kemudian tim melakukan penyelidikan hingga pelaku berhasil diamankan,” kata Dita.

Ia menjelaskan, penangkapan dilakukan pada Rabu, 29 April 2026 sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, tim gabungan Tekab 308 Polres Lampung Selatan dan Unit Reskrim Polsek Katibung memperoleh informasi terkait keberadaan pelaku di wilayah Desa Tanjung Agung.

Setelah memastikan informasi tersebut, petugas langsung bergerak ke lokasi dan mengamankan pelaku tanpa perlawanan. Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui perbuatannya melakukan pencurian bersama rekannya berinisial JUN yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO).

Kasus ini bermula pada Minggu, 18 Januari 2026 sekitar pukul 09.00 WIB di Dusun Tanjung Agung RT 002/003 Desa Tanjung Agung, Kecamatan Katibung. Pelaku diduga memanfaatkan kelengahan korban dengan masuk ke area dapur rumah dan mengambil barang berharga.

Barang yang diambil berupa satu unit sepeda motor Honda Beat BE 3274 AR warna hitam, satu unit handphone Oppo A9, serta dompet berisi uang tunai Rp1.000.000. Akibat kejadian tersebut, korban Mariza Aseptiana mengalami kerugian sekitar Rp10.000.000 dan melaporkannya ke Polsek Katibung.

“Pelaku melakukan pencurian dengan memanfaatkan situasi sepi dan kelengahan korban. Saat ini kami masih melakukan pengembangan untuk menangkap pelaku lainnya,” ujar Dita.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit handphone Oppo warna biru yang diduga hasil kejahatan. Sementara itu, pelaku telah diamankan di Mapolsek Katibung untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman penjara. Polisi menegaskan akan menuntaskan kasus ini hingga ke proses hukum serta memburu pelaku lain yang masih buron. (*) 

Edukasi dan Aksi K-9 Serta Turangga Pukau Pengunjung PetFest 2026 di ICE BSD



REFORMASI-ID | Tangerang Selatan  - Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri hadir memeriahkan gelaran festival hewan peliharaan terbesar, PetFest 2026, yang berlangsung di Hall 8-10 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan, Jumat (01/05/2026).

Kehadiran tim Ditpolsatwa yang dipimpin langsung oleh Kasubditcakkal bersama personel Den K-9 dan Den Turangga ini sukses mencuri perhatian ribuan pengunjung. Tidak hanya memamerkan ketangkasan satwa, Polri juga memanfaatkan momentum ini sebagai sarana sosialisasi dan edukasi mengenai tugas pokok serta fungsi Polisi Satwa kepada masyarakat luas.

Dalam giat yang dimulai pukul 14.00 WIB ini, Ditpolsatwa menurunkan kekuatan penuh yang terdiri dari 27 personel ahli. Turut serta dalam barisan, delapan ekor anjing K-9 dengan kemampuan khusus yakni Doben, Rubin, Art, Scoby, Cleo, Jack, Russo, dan Bruno. Tak ketinggalan, dua ekor kuda andalan dari Den Turangga, Kywest dan Margoce, juga hadir menyapa pengunjung.

Direktur Polisi Satwa Korsabhara Baharkam Polri menyatakan bahwa partisipasi dalam PetFest merupakan langkah strategis untuk mendekatkan Polri kepada masyarakat melalui pendekatan yang humanis.

"Kami ingin masyarakat, khususnya para pencinta satwa, lebih mengenal bagaimana peran strategis satwa K-9 dan Turangga dalam mendukung tugas kepolisian, mulai dari pengamanan hingga pelacakan," ungkap perwakilan Ditpolsatwa dalam laporan kegiatannya. 

Sepanjang acara, stan Polisi Satwa dipadati pengunjung yang antusias berinteraksi dan berfoto bersama satwa-satwa terlatih milik Polri. Selain demonstrasi ketangkasan, para personel di lapangan secara aktif memberikan edukasi mengenai cara penanganan satwa dan bagaimana Polri melatih mereka menjadi mitra kerja yang andal.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Dengan hadirnya Polri di tengah komunitas seperti ini, diharapkan kepercayaan masyarakat semakin meningkat serta tercipta pemahaman yang lebih baik mengenai dedikasi Polri dalam menjaga keamanan melalui berbagai unit spesialis, termasuk Ditpolsatwa.

01 Mei 2026

Tanah yang Dipertahankan, Negara yang Dinantikan

iIustrasi


REFORMASI-IDEDITORIAL

Di sebuah lapangan, di Jalan Usman Harun, siang itu tidak ada yang benar-benar santai. Matahari tertutup awan hitam yang menggantung, sisa hujan yang merimis, dan udara sejuk meski terasa lebih berat. Seolah-olah setiap orang yang duduk di kursi plastik, berdiri di pinggir lapangan, atau sekadar menyandarkan tubuh di tembok, sedang memikul satu pertanyaan yang sama: “Sampai kapan kami di sini?”

Itulah suasana Halal Bihalal yang dirangkai dengan reses anggota DPRD DKI Jakarta, Ir. Manuara Siahaan, di RW 05 Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Jumat, 1 Mei 2026.

Acara itu tampak seperti pertemuan biasa. Ada tausiyah. Ada salam-salaman. Ada doa. Tapi yang tidak biasa adalah isi kepala para hadirin. Mereka tidak datang hanya untuk bersilaturahmi. Mereka datang membawa keresahan yang sudah menahun.


Tanah yang Tidak Pernah Benar-Benar Pergi

Tanah itu punya sejarah panjang. Dulu, orang menyebutnya bagian dari perusahaan pelayaran haji_eks PT Arafat Pelayaran Haji, di mana para jamaah haji juga diwajibkan “membeli saham”. Sehingga ada yang percaya tanah itu milik umat. Ada yang tidak peduli lagi pada cerita lama. 

Yang pasti, perusahaan itu sudah lama runtuh. Pailit. Menghilang dari percakapan publik.

Yang tersisa adalah tanahnya.

Dan manusia-manusia yang kemudian datang, membangun rumah, membesarkan anak, dan perlahan menganggap tanah itu sebagai miliknya_meski tanpa kepastian.

Lebih dari dua puluh tahun.

Di Indonesia, dua puluh tahun itu bukan angka kecil. Itu sudah satu generasi.



Negara Datang Terlambat?

Warga sudah lama hidup di sana. Tapi negara baru terasa hadir ketika masalah muncul.

Beberapa tahun lalu, sempat hilang, dan beberapa bulan terakhir, suhu naik lagi.

Ada kabar tentang klaim kepemilikan. Ada isu perusahaan. Ada nama PT yang disebut-sebut. Ada surat yang beredar. Ada pengurus lingkungan yang dicopot. Ada yang merasa dibela, ada yang merasa ditinggalkan.

Dan yang paling terasa: ketidakpastian.

Di situlah peran Bhabinkamtibmas, Babinsa, Pol PP, Satlinmas, FKDM dan unsur kewilayahan mulai intens memantau. Laporan demi laporan dibuat. Bahasanya dingin. Tapi isinya panas:
potensi konflik sosial laten, menuju terbuka.

-

Sebelum acara dimulai, Manuara tidak langsung duduk di kursi depan. Ia berjalan lebih dulu, berkeliling ke lokasi tanah. Melihat. Mengamati. Mungkin menghitung dalam kepala di tanah itu ada berapa rumah, berapa jiwa.

Di forum, ia bicara dengan gaya yang tidak terlalu birokratis. Tentang soliditas warga. Tentang dirinya yang akan memperjuangkan.

Dengan kalimat sederhana yang di telinga warga, itu adalah janji.

Atau harapan.

Atau bahkan bahan bakar.

Ia lalu masuk ke wilayah yang lebih teknis: reforma agraria.
Ia menyebut angka: sekitar 6,8 hektare.
Ia menyebut kemungkinan: tanah negara, tanah terlantar, yang sedang dikuasai dan diduduki warga itu, bisa masuk objek TORA (Tanah Obyek Reforma Agraria).

Di titik itu, forum berubah. Dari sekadar pertemuan warga, menjadi ruang politik yang hidup.

Meski di sini sempat keceplosan dan mempreteli kepercayaan warga ke pemerintah. Seperti aktifnya kembali ketua RT 016/09 yang dicopot, sebagai hasil perjuangannya. Menurut informasi resmi, karena memang prosedur dijalankan dengan adanya pemilihan, supaya tidak ada kekosongan kepengurusan di lingkup RT.

Begitu juga soal digesernya lurah kelurahan Kebon Pala ke Makasar, dikatakan hasil perjuangannya. Digesernya camat kecamatan Makasar ke Kramatjati, hasil perjuangannya. Faktanya, kala itu memang sedang terjadi rotasi lebih dari 2.700 pejabat eselon 3 dan 4 di DKI Jakarta.


Di titik ini, adzan berkumandang dari Masjid Ar-Rahmah di kompleks TNI AL Usman-Harun, acara dipause sejenak, suasana yang sedang mau naik suhunya, seketika turun.

Sebelumnya, suasana juga sempat dilunakkan oleh hujan, kemudian oleh tausiyah.

Ustaz Ahmad Fahmi mengingatkan bahwa halal bihalal adalah tradisi pemersatu. Bahwa ini bukan hanya milik umat Islam. Warisan walisongo yang dihidupkan kembali ulama NU untuk mempersatukan beragam fraksi di lingkungan istana zaman orde lama. Halal bihalal sebagai pesan saling mengikhlaskan, saling memaafkan.

Kalimatnya bagus. Menenangkan.

Tapi realitas di lapangan tidak sesederhana itu. Karena tidak semua merasa sedang berdiri sejajar. Mereka bahkan justru saling curiga, karena ada yang tetap bertahan, dan ada yang melepas penguasaan lahan dengan menerima pembayaran dari perusahaan.

Warga juga merasa pemerintah tidak sepenuhnya hadir.
Pemerintah sendiri merasa terikat aturan.
Pengusaha, PT, atau pihak yang dianggap pengusaha, dipandang sebagai ancaman.

Dan tokoh masyarakat berusaha menjahit semuanya, kadang dengan benang yang sudah mulai rapuh.


Yang Paling Ditakuti: Bukan Orang Luar

Satu kalimat dari warga RT 016/09 terdengar paling jujur:

“Kami tidak takut serangan dari luar. Kami takut serangan (penghianatan) dari dalam.”

Kalimat itu tidak dramatis. Tapi sangat dalam.

Konflik "tanah perjuangan" di Kebon Pala bukan hanya soal siapa pemilik tanah. Tapi juga soal siapa yang tetap bertahan, siapa yang mulai goyah, siapa yang diam-diam berbeda arah.

Ada yang sudah mengembalikan dan menerima pembayaran kerohiman.
Ada yang menyesal.
Ada yang tetap bertahan, meski tidak pasti.

Soliditas, ternyata tidak otomatis ada. Ia harus dijaga. Dirawat. Dan itu tidak mudah.


Pemerintah yang Tidak Hadir?

Ada satu hal yang menurut warga, justru paling terasa, karena tidak terlihat.

Camat tidak hadir.
Lurah tidak hadir.
Nama mereka disebut. Undangan dikirim. Tapi kursinya kosong.
Meski secara administratif ada alasan. Secara sosial, penerimaannya bisa berbeda.

Adapun ketua RW tidak hadir.
Bahwa LMK tidak hadir.
Karena memang tidak diundang.

Tapi warga membaca itu sebagai jarak.
Sebagian membaca sebagai ketidakpedulian.
Sebagian lagi sebagai tanda bahwa mereka harus berjuang sendiri.

Dan di ruang kosong itulah, aktor lain masuk.

Politisi. Tokoh masyarakat. Penggerak warga.



Antara Harapan dan Risiko

Bagi warga, kehadiran Manuara adalah harapan.
Bagi pengamat sosial, itu juga bisa menjadi titik kritis.

Karena harapan yang terlalu tinggi, kalau tidak segera mendapat hasil, bisa berubah menjadi kekecewaan kolektif.

Dan kekecewaan kolektif, dalam banyak kasus di kota besar, sering menjadi pintu masuk konflik terbuka.

Apalagi jika:

- status tanah tetap tidak jelas 
- klaim pihak lain menguat
- atau ada langkah penertiban



Negara, Tanah, dan Waktu

Di akhir acara, orang-orang pulang perlahan. Kursi dilipat. Tenda dibongkar. Tapi persoalan tidak ikut bubar.

Tanah itu tetap di sana.

Rumah-rumah tetap berdiri.

Anak-anak tetap bermain di gang sempit.

Dan orang tua tetap memikirkan satu hal:
apakah besok mereka masih di tempat yang sama?

Di Indonesia, tanah bukan sekadar aset. Ia adalah identitas. Tempat berpijak. Tempat berharap.

Di Kebon Pala, tanah itu belum selesai bercerita.

Dan seperti banyak kisah tanah lainnya, yang paling menentukan bukan siapa yang paling lama tinggal,  tetapi siapa yang akhirnya diakui oleh negara.

Sementara itu, warga hanya bisa melakukan dua hal:
bertahan… dan berharap.




Tampil Memikat di Persit Bisa 2, Benang Kain Embroidery Angkat Wastra Lokal Berkelas


REFORMASI-ID | Bandung - Nuansa klasik berpadu dengan sentuhan modern hadir memikat dalam ajang Persit Bisa 2 yang digelar pada 7, 8, dan 9 Mei 2026 di Balai Kartini, Jakarta. Di antara deretan pelaku UMKM yang ambil bagian, nama Benang Kain Embroidery mencuri perhatian lewat karya-karya wastra lokal yang elegan dan berkarakter.

Di balik brand tersebut, sosok Ny. Ayu Triyadi tampil sebagai motor kreatif yang konsisten menghadirkan produk berbasis bordir dengan kualitas tinggi. Mengusung filosofi memadukan tradisi dan tren masa kini, Benang Kain Embroidery menghadirkan beragam koleksi seperti kebaya bordir, kain bordir, vest, hingga gamis bordir yang dirancang dengan detail presisi.

Kehadiran UMKM ini dalam pameran Persit Bisa 2 tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga bentuk nyata dukungan terhadap pelestarian wastra Nusantara. Produk-produk yang ditampilkan memperlihatkan bagaimana kain tradisional dapat dikemas secara modern tanpa kehilangan identitas budaya.

Salah satu produk yang paling diminati pasar adalah bahan kebaya bordir, yang dinilai memiliki daya tarik kuat baik dari segi estetika maupun fleksibilitas desain. Kain ini banyak dipilih karena mampu menghadirkan kesan anggun sekaligus eksklusif, cocok untuk berbagai kesempatan formal maupun semi-formal.

Partisipasi Benang Kain Embroidery juga mendapat dukungan dari jajaran Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXI Pussiberad PG Mabesad. Pembina Persit, Brigjen TNI Dr. Fransiscus Ari Susetio, S.E., M.Han., bersama Ketua Persit, Ny. Theresa Ari Susetio, terus mendorong para pelaku UMKM binaan untuk berkembang dan berdaya saing di pasar yang lebih luas.

Tak hanya aktif dalam pameran, Benang Kain Embroidery juga telah memiliki basis usaha yang representatif. UMKM ini berlokasi di Ruko Burgundy No. RAL 33, Summarecon Bekasi, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat 17123, yang menjadi pusat produksi sekaligus etalase karya-karya unggulan mereka.

Melalui ajang Persit Bisa 2 ini, Benang Kain Embroidery tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga pengalaman estetika—mengajak pengunjung menikmati harmoni antara seni, kualitas, dan profesionalitas dalam satu ruang. Sebuah bukti bahwa wastra lokal, dengan sentuhan inovasi, mampu tampil sebagai ikon gaya yang tak lekang oleh waktu. (TJ)





30 April 2026

HUT ke-29 Kota Bekasi, Kecamatan Pondokgede Gelar Tasyakuran dan Halal Bihalal


REFORMASI-ID  | Kota Bekasi Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kota Bekasi menjadi momentum refleksi bagi Pemerintah Kota Bekasi dalam melihat perjalanan pembangunan yang telah dilalui sekaligus merumuskan langkah ke depan. 

Seperti halnya peringatan Hari Ulang Tahun  (HUT) ke-29 Kota Bekasi yang digelar kecamatan Pondokgede di Pendopo dan Halaman Kecamatan Pondokgede, Kota  Bekasi, kamis (30/4/2026).

Dalam sambutannya, Camat Pondokgede  Zainal Abidin Syah menyampaikan  bahwa berbagai capaian telah diraih Kota Bekasi. Namun demikian, ia menegaskan bahwa masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan bersama demi mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan.



Camat Pondokgede, Zainal Abidin Syah menyampaikan bahwa Kota Bekasi saat ini meraih  Penghargaan Indeks Kota Toleran (IKT)  yang ke-5. 

"Tentu sudah banyak capaian yang diraih dan bisa kita persembahkan, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama,” ujar Zainal. 

Camat juga menyinggung asta cita dan Indonesia Emas 2045 untuk menjadi negara maju, modern, dan berdaya saing global. Fokus utamanya adalah memanfaatkan bonus demografi dengan membangun SDM unggul, berkualitas, berpendidikan, serta sehat, terutama melalui peran generasi muda. Pembangunan SDM Unggul dengan malakukan  penanganan stunting, peningkatan gizi melalui makan bergizi gratis, dan peningkatan kualitas pendidikan dengan Optimalisasi Generasi Muda. 

Camat mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan, gotong royong, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. 

Menurutnya, keberhasilan pembangunan Kota Bekasi tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat.

“Ini hanya bisa dilakukan apabila masyarakatnya bersatu, mau bergotong royong, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungannya. Pemerintah tentu hanya menggelorakan semangatnya, tetapi masyarakatlah yang bergerak bersama, Semoga tercapai Kota Bekasi yang nyaman dan sejahtera ," ucapnya.


Salah satu tokoh yang juga pengurus FBR yang dikenal dengan panggilan  bang Jalu memberikan harapan dan ucapan Selamat HUT ke-29 Kota Bekasi.

"Semoga kota patriot ini semakin keren, maju, sejahtera, dan nyaman bagi warganya.  Harapannya Bekasi terus berkembang dengan pembangunan yang berkelanjutan," Ucapnya.

HUT Kota Bekasi ke-29 di kecamatan Pondokgede dimeriahkan dengan gebyar UMKM dan layanan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) gratis. (Agus W) 























Perkuat Kompetensi Personel 36 Polda, Ditpamobvit Fokus pada Reformasi Polri dan Pengamanan Strategis



REFORMASI-ID | Jakarta - Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Korsabhara Baharkam Polri sukses menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengamanan Pengawasan Tertentu (Pamwaster) Tahun Anggaran 2026. 

Acara yang berlangsung pada Rabu (29/4) di Ballroom Hotel Fave PGC, Jakarta Timur ini menjadi ajang penguatan kompetensi bagi personel Polri di seluruh Indonesia.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit), BJP. Syahduddi, S.I.K., M.Si. Dalam pembukaannya, beliau menekankan pentingnya profesionalisme personel dalam menjaga stabilitas keamanan di berbagai sektor strategis nasional.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari 36 Polda se-Indonesia, yang terdiri dari 12 perwira menengah (Pamen) dan 24 perwira pertama (Pama). Kehadiran para peserta dari seluruh penjuru tanah air menunjukkan komitmen kuat Polri dalam menyeragamkan standar pengamanan di seluruh wilayah hukum Indonesia.

Guna memberikan wawasan yang komprehensif, Bimtek ini menghadirkan sejumlah narasumber ahli dari berbagai kementerian kunci, antara lain:

Kementerian ESDM: Bapak Sumarto, S.E., S.H., M.T. (Kepala Pusat Pengelolaan BMN) memberikan pembekalan terkait manajemen aset negara.

Kementerian Perindustrian: Ibu Binoni (Direktur Ketahanan Iklim Usaha Industri) memaparkan materi seputar iklim usaha industri yang aman.

Kementerian Perhubungan: Bapak Yuserizal, S.Si.T., M.M., Tr (Dirjen Perhubungan Laut) yang memberikan pendalaman mengenai pengamanan di sektor transportasi laut.

Sesi sore hari diisi oleh Kasubdit Pamwaster, KBP Waluya, S.I.K., yang memberikan pemaparan krusial mengenai Indikator Kinerja Utama (IKU) dan peran Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) khususnya di bidang Pamobvit. Sesi ini ditutup dengan diskusi interaktif dan tanya jawab yang melibatkan para peserta secara aktif.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 17.30 WIB ini berjalan dengan tertib dan lancar. Melalui Bimtek ini, diharapkan seluruh jajaran Pamwaster di tingkat Polda mampu mengimplementasikan strategi pengamanan yang lebih adaptif, modern, dan sejalan dengan semangat reformasi birokrasi Polri.

29 April 2026

Perkuat Keamanan Aset Negara, Baharkam Polri dan Kemenko Polkam Evaluasi Pengamanan Obvitnas



REFORMASI-ID | Bekasi - Dalam upaya memperkuat sistem proteksi aset strategis bangsa, Korps Sabhara Baharkam Polri mengikuti Rapat Koordinasi Evaluasi Pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) yang diselenggarakan oleh Kemenko Polkam di Hotel Avanzel, Cibubur, Bekasi, Rabu (29/4/2026).

Rapat krusial ini dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Kamtibmas Kemenko Polkam, Irjen Pol S. Tarigan, didampingi Asdep 1 Brigjen TNI Muhamad Sujono. Pertemuan ini menjadi wadah sinergi antara Polri dengan berbagai kementerian teknis, termasuk Kementerian Perindustrian, Pariwisata, Perhubungan, PUPR, dan ESDM.

Salah satu poin utama yang dibahas adalah urgensi penerapan Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) di seluruh sektor Obvitnas. Data menunjukkan bahwa saat ini masih terdapat banyak pengelola Obvitnas yang belum menjalin kerja sama resmi melalui MoU maupun Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Polri terkait penerapan standar keamanan tersebut.

Kasubdit Pamwaster Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri, KBP Waluya, S.I.K., memaparkan data komprehensif mengenai jumlah Obvitnas dan Objek Tertentu (Obter) di Indonesia. Beliau menyoroti perlunya pemutakhiran regulasi untuk mewajibkan penerapan SMP guna menghadapi dinamika ancaman yang kian kompleks.

Evaluasi Total dan Kesiapan May DaySelain membahas legalitas kerja sama, rapat ini juga menghasilkan beberapa poin kesimpulan strategis:

1.Revitalisasi Regulasi: Kementerian terkait didorong untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian (wasdal) terhadap kepatuhan penerapan SMP. Regulasi lama perlu diperbarui agar relevan dengan ancaman keamanan masa kini.

2.Validasi Data: Akan dilakukan evaluasi ulang terhadap jumlah Obvitnas di tiap kementerian, terutama bagi sektor Perhubungan (regulasi tahun 2004) dan Pariwisata (regulasi tahun 2016) yang dinilai perlu segera direvisi.

3.Pengamanan Hari Buruh: Menjelang peringatan May Day, diskusi intensif juga dilakukan untuk memastikan kesiapan pengamanan internal dan koordinasi dengan Polri guna menjamin situasi tetap kondusif di area Obvitnas.

"Evaluasi ini penting agar pengamanan aset negara tidak hanya bersifat rutinitas, tetapi benar-benar berbasis pada manajemen risiko yang standar dan terukur di seluruh sektor," ujar perwakilan pimpinan rapat.

Melalui langkah proaktif ini, Polri bersama Kemenko Polkam berkomitmen menciptakan ekosistem investasi dan operasional industri yang aman, nyaman, dan terlindungi bagi kemajuan ekonomi nasional.