Media Reformasi Indonesia (MRI): Ekonomi
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

06 Juni 2026

DLH Kabupaten Bekasi Sambut Baik Hadirnya Bank Sampah Wan 17



REFORMASI-ID | Bekasi - Bank Sampah Wan 17 yang berlokasi di Perum Mustika Grande, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi audiensi ke Kepala UPTD Tempat Pemprosesan Akhir Sampah (TPAS) Burangkeng, yang menjadi perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi untuk membahas program penguraian sampah berbasis masyarakat.

Kehadiran pengurus Bank Sampah Wan 17 ke kantor TPAS Burangkeng disambut baik Samsuro Mandiansah Kepala UPTD TPAS Burangkeng.

Dalam kesempatannya, Wisnu Wicaksana Ketua Bank Sampah Wan 17 menyampaikan aspirasi warga kepada Kepala UPTD TPAS Burangkeng sebagai perwakilan DLH Kabupaten Bekasi.

"Kami sebagai warga yang terdampak dengan adanya TPAS Burangkeng berinisiatif membentuk Bank Sampah dengan tujuan mengurangi volume sampah dan menjadikan sampah lebih bermanfaat," ujarnya.

Selain itu, terbentuknya Bank Sampah bisa memberikan edukasi kepada masyarakat betapa pentingnya menjaga lingkungan.

"Kehadiran kami ke kantor UPTD TPAS Burangkeng meminta support pemerintah kepada masyarakat yang sudah peduli mengurangi dan mengurai sampah," jelasnya.

"Jika hanya masyarakat yang bergerak tetapi tidak ada support dari pemerintah semua program penguraian sampah berbasis masyarakat tidak akan berjalan," tegasnya.

"Untuk itu kami meminta pemerintah lebih peduli terhadap masyarakat atau pelaku sampah yang sudah banyak berbuat bagi lingkungan," imbuhnya.

Sementara itu, Samsuro menyambut positif hadirnya Bank Sampah dilingkungan perumahan.

"Saya mewakili DLH Kabupaten Bekasi menyambut baik dengan terbentuknya Bank Sampah Wan 17 dilingkungan Perumahan Mustika Grande," ucapnya.

Memang, Bank Sampah menjadi program pemerintah untuk mengurai dan mengurangi sampah berbasis masyarakat.

"DLH Kabupaten Bekasi siap mensupport segala bentuk positif dari masyarakat khususnya untuk penanggulangan permasalahan sampah," paparnya.

"Kalaupun ada permasalahan mekanisme dilapangan silakan ajukan, DLH akan memfasilitasi dengan mengedepankan prosedural," katanya.

"Untuk itu mari kita bergandengan tangan mengatasi permasalahan sampah yang ada di Kabupaten Bekasi ini," pungkasnya.

(Red)

04 Maret 2026

Hadiri Ramadhan Fair dan Buka Puasa Bersama di Kebon Jeruk, BGN Pastikan Manfaat MBG Penting Untuk SDM Indonesia



REFORMASI-ID | Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan manfaat penting program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan Ramadhan Fair 2026 yang dilaksanakan oleh Kalangan Remaja Masjid Kebon Jeruk Jakarta Barat pada Selasa (3/3/2026).

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya mengatakan pentingnya untuk mempersiapkan gizi untuk anak-anak sebagai modal dasar kemajuan SDM Indonesia.

"Bagaimana kita mau menghasilkan anak didik yang baik apabila mereka gizi nya kurang, jadi menurut saya itu adalah yang paling mendasar disana, sebelum mereka berkembang diisi otaknya dengan ilmu pengetahuan, gizi nya dulu harus bagus," ujar Sony Sonjaya.

Ia menyebutkan apabila para pelajar dalam kondisi kurang gizi, maka akan kurang optimal atau kurang konsentrasi bagaimana saat mendapatkan ilmu atau mata pelajaran di sekolah.

Dijelaskan Sony bahwa program MBG secara tidak langsung sudah membuat masyarakat untuk lebih peduli akan kesehatan dan gizi yang diperoleh dalam sebuah porsi makanan.

"Yang jelas saya bandingkan dengan masa kecil saya, yang rata-rata kita tidak pernah berbicara makanan nya apa yang penting masuk ke dalam perut," katanya.

Tapi kehadiran program MBG dijelaskan Sony telah merubah mindset anak-anak dari Aceh sampai Papua dari desa sampai di kota metropolitan.

"Pagi-pagi yang dilihat makanan bergizi seimbang, mereka melihat karbohidrat nya apa, protein nya apa, seratnya apa, vitaminnya apa, padahal dulu itu tidak pernah dibicarakan, sekarang semua orang membicarakan," jelas Sony.

"Artinya apa, ada perubahan mindset, ini yang harus terus menerus gelorakan, dengan mendukung program MBG ini, karena perubahan mindset ini menjadi modal dasar bagi generasi kita kedepannya," pungkasnya.

Tenaga Ahli Utama Badan Gizi Nasional (BGN), Florencio Mario Vieira dalam kegiatan podcast bersama pelajar SMPN 229 Kebon Jeruk menjawab pertanyaan tentang anggaran MBG yang disebut-sebut mengurangi anggaran pendidikan nasional.

"Tidak ada anggaran pendidikan yang berkurang. Kalau anggaran pemerintah dari tahun ke tahun tetap. Tidak ada pemotongan anggaran di lingkungan sekolah. Kalau ada pengurangan maka dana BOS tidak ada. Justru anggaran untuk pendidikan dari tahun ke tahun meningkat, bahkan tahun 2026 meningkat 20-26 persen. Program jalan dari pemerintahan ke pemerintahan tetap berjalan bahkan ditambah," ujar Florencio.

MBG disebut Florencio merupakan investasi sumber daya manusia, bukan program tahunan. Pasalnya dari golden age ibu hamil dan balita kemudian para pelajar bisa mendapatkan MBG. Program tersebut kata dia sangat bermanfaat dan penting dalam jangka panjang untuk menciptakan manusia Indonesia yang kuat cerdas dan sehat.

"Pernah dengar ada sekolah Garuda dan SekolahbRakyat? bahkan mendapatkan fasilitas luar biasa. Ada sekolah mendapatkan smart tv, laptop, sampai ke peralatan sekolahnya, itu membuktikan anggaran nya tidak dikurangi malah justru ditambah. Artinya sudah melebihi Undang Undang 20 persen," papar Florencio.

Terkait sumber anggaran MBG, Florencio melihat Presiden RI Prabowo Subianto melakukan efisiensi anggaran dari berbagai kegiatan yang tidak efisien.

"Saya dulu juga birokrat dan kementerian, dulu kita suka jalan-jalan, SPPD banyak, rapat di hotel, tapi diada-adakan. Sekarang dengan Presiden kita tahu banyak tidak efisien dijadikan dikumpulkan jadi satu untuk prioritas, salah satunya adalah MBG," jelas dia.

Meskipun demikian ia meminta para mitra dan SPPG untuk meningkatkan kualitas makanan yang disajikan baik dalam proses bahan baku, pemasakan, hingga sampai untuk disajikan ke penerima manfaat.

"Sebelum keluar dari dapur ada rapid tes terlebih dahulu. Sampai di sekolah nanti dicek ulang lagi apakah layak dikonsumsi, jadi kontrolnya semakin ketat. Jadi terkadang ada (penerima manfaat atau keluarganya) yang viralin hanya beberapa bagian sajian makanan tidak seluruhnya. Jadi kita harus cross cek yang di media sosial, BGN tidak anti kritik," tambahnya.

Pendiri Yayasan Masjid Miftahussalam Riftah, Yusuf Maulana menyebutkan di SPPG yang ia kelola memiliki ahli gizi dan chef profesional bersertifikat.

"Kita variasi menu MBG berganti ganti setiap hari, ada chicken katsu, nasi kuning, nasi goreng, bahkan pernah woku, jadi variasi setiap hari," ujar Yusuf.

Di SPPG Yayasan Mifrahuhssalam Riftah juga dikatakan Yusuf telah dipasang CCTV oleh BGN Pusat sebagai media pengawasan yang di monitor langsung oleh BGN Pusat.

"Perangkat CCTV itu di distribusikan ke masing-masing SPPG. Jadi seluruh kegiatan kami baik pengantaran, sortir makanan, pencucian, pemasakan, sampai keluar di distribusikan itu terekam. Jadi itu bagian dari sistem pengawasan," terangnya. 
(**)

08 September 2025

Miarlan Bate’e: MBG Bukan Hanya Infrastruktur, Tapi Jalan Bagi UMKM Untuk Naik Kelas



REFORMASI-ID | Bekasi - Pembangunan Program MBG yang menjadi salah satu agenda strategis Presiden Republik Indonesia tidak hanya difokuskan pada infrastruktur fisik, tetapi juga membuka peluang besar untuk memperkuat ekonomi masyarakat. 

Peluang ini dimanfaatkan oleh Yayasan Setya Kawan Bersatu Indonesia (YSKBI) dibawah kepemimpinan Miarlan Bate’e, putra asli Nias yang dikenal memiliki komitmen pada pemberdayaan UMKM.

Miarlan memandang MBG bukan sekadar proyek besar negara, melainkan momentum untuk mengangkat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu berkembang dan bersaing.

“Sebagai anak Nias, saya sangat paham tantangan membangun ekonomi dari bawah," ujarnya Senin, 8 September 2025.

Di kampung, lanjutnya, banyak yang memiliki kemampuan dan semangat, tapi terhalang modal, akses pasar, dan pendampingan. Karena itu, bagi saya MBG bukan hanya tentang gedung dan jalan, tapi bagaimana proyek ini menjadi jalan bagi UMKM untuk naik kelas.

"Melalui YSKBI, kami membuat program yang benar-benar menyentuh kebutuhan pelaku usaha kecil: pelatihan keterampilan, pendampingan manajemen usaha, akses permodalan yang terjangkau, hingga strategi pemasaran berbasis teknologi. Kami ingin mereka bukan hanya bertahan, tapi bisa memperluas pasar hingga ke luar daerah bahkan luar negeri," paparnya.

"Keberhasilan MBG tidak akan sempurna jika masyarakat sekitar hanya menjadi penonton. Mereka harus menjadi pelaku, bagian dari perubahan, dan penerima manfaat nyata. Itulah misi kami,” tambahnya.

Dalam menjalankan misi tersebut, Miarlan dibantu jajaran pengurus YSKBI, antara lain:

Nurzani Nduru sebagai Pembina Yayasan, yang menekankan pentingnya sinergi antara pembangunan nasional dan penguatan ekonomi rakyat. 

“Kami memastikan setiap langkah program ini tetap berpihak pada masyarakat kecil,” tuturnya.

Hayati Luahambowo sebagai Bendahara Yayasan, yang memastikan pengelolaan dana dilakukan secara transparan dan tepat sasaran. 

“Kami ingin semua bantuan benar-benar sampai ke yang membutuhkan, bukan berhenti di atas kertas,” katanya.

Beneditus Sarumaha sebagai penggerak lapangan yang fokus pada jaringan dan informasi untuk memperkuat konektivitas UMKM dengan pasar dan sumber daya. 

“Peran saya adalah membangun jaringan dan memastikan informasi yang dibutuhkan pelaku UMKM tersedia dan dapat dimanfaatkan,” ucapnya.

Oktoberius Duha sebagai Tim Audit, yang bertugas memastikan setiap penggunaan dana dan program YSKBI sesuai prosedur dan akuntabel.

"Audit internal adalah bentuk tanggung jawab kami kepada publik. Kami ingin membangun kepercayaan penuh bahwa setiap rupiah dikelola dengan benar,” tegasnya.

Beneditus Sarumaha menambahkan bahwa beberapa UMKM binaan sudah mampu memasarkan produknya hingga ke luar pulau. 

“Pendampingan yang tepat dan jaringan informasi yang kuat bisa menghasilkan perubahan besar,” ungkapnya.

Miarlan menutup dengan keyakinan bahwa keberhasilan MBG dan UMKM saling berkaitan. 

“Kami ingin semua pihak merasakan bahwa MBG adalah milik bersama. Ketika kita saling menguatkan, kita akan tumbuh bersama,” pungkasnya.

(Red)

22 Agustus 2025

Resmi Beroperasi, SPPG Kebon Jeruk Siap Sajikan MBG Seusai Standar ISO



REFORMASI-ID | Jakarta - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kebon Jeruk yang dikelola Yayasan Masjid Miftahussalam Riftah, Jalan Musyawarah 57, Kebon Jeruk Jakarta Barat resmi beroperasi Jumat (22/8/2025).

SPPG Kebon Jeruk merupakan mitra Badan Gizi Nasional (BGN) yang melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penasihat Khusus Presiden Bidang Polhukam, Brigjen Pol (Purn) Erwin Chahara Rusmana menjelaskan, peresmian SPPG untuk dapur MBG di Jakarta Barat ini merupakan salah satu yang diunggulkan karena fasilitasnya sangat lengkap. 

"Kemudian perencanaannya juga cukup matang. Kami ikut sedikit mengarahkan kepada owner maupun kepada masyarakat serta kepada para karyawan yang akan bertugas di sini khususnya SPPG ini," ujar Erwin.

Ia berharap agar pelaksanaan operasional SPPG dapat disinergikan menu-menunya dengan keberagaman para penerima manfaat.

"Kita komunikasikan yang baik agar menu itu sangat disukai. Karena di sini ada spesifik daerah perkotaan, di daerah perkotaan itu, pemilihan menu sangat selektif. Harus sesuai dengan selera mereka," kata Erwin.

"Makanya kita siapkan angket rutin disebarkan kepada seluruh pelajar. Pelajar SMA, SMP, SD maupun TK agar nanti pemanfaatan anggaran negara ini bisa optimal diterima oleh penerima sehingga mendapatkan gizi yang maksimal juga," tambahnya.

Erwin menjelaskan Yayasan Masjid Miftahussalam Riftah nantinya akan melayani minimal sampai 4000 minimal 3500 penerima manfaat. Namun kemungkinan besar akan konstan di 4000 untuk di daerah sekitar kecamatan Kebon Jeruk Jakarta Barat.

"Untuk menjaga agar makanan berkualitas higienis dan mempunyai daya tarik bagi para pelajar seperti saya katakan tadi di daerah perkotaan itu harus lebih selektif, lebih spesifik, harus sesuai dengan selera mereka. Jangan sampai kita ego menentukan menu tetapi tidak selaras dengan keinginan para pelajar itu yang penting," papar Erwin.

Lebih lanjut Erwin menerangkan secara manajerial SPPG tersebut harus betul betul sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) yang ditetapkan dari BGN. Pasalnya jika tidak melaksanakan SOP dengan baik nanti ada beberapa hal yang bisa sangat merugikan. 

"Contoh, umpamanya kami barusan mengecek tentang saluran gas, SOP penggunaan gas itu jangan disepelekan, sekecil apapun bisa menjadi riskan. Kemudian SPPG ini kebanyakan baru, tetapi mempunyai pelatihan yang sangat praktis teknis, sehingga mereka adaptasinya cepat. Kami mewawancarai sekitar 30 menit, pengelolanya sudah sangat menguasai meskipun baru 5 hari di sini," ungkapnya.

Erwin menyebutkan pihak pemerintah akan terus menambah keberadaan SPPG di seluruh Indonesia termasuk di Jakarta.

"Untuk di Jakarta keberadaan SPPG akan masih terus ditambah karena masih kurang sekali, masih kurang. Karena kita tidak mengejar kuantitas tetapi kualitas. Jadi kami membuat video video SPPG yang terbaik sehingga menjadikan rujukan kepada tempat-tempat yang lain. Itu strategi yang dibuat oleh penyelenggara demikian," pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Rany Mauliani berharap SPPG Yayasan Masjid Miftahussalam bisa dijadikan percontohan untuk SPPG lainnya yang akan beroperasional di wilayah Kecamatan Kebon Jeruk Jakarta Barat.

"Secara operasional SPPG Kecamatan Kebon Jeruk ini sudah sangat baik, bahan makanan yang digunakan adalah bahan yang segar. Intinya kita sangat bangga haru dan senang atas beroperasionalnya SPPG Yayasan Masjid Miftahussalam Riftah di Kecamatan Kebon Jeruk ini," kata Rany.

Rany juga menekankan agar SPPG Kebon Jeruk dapat menyiapkan MBG dengan sepenuh hati.

"Penyiapan makanan harus menggunakan hati. Karena saya membayangkan para petugas di sini khususnya yang perempuan sebagai seorang ibu meninggalkan anak dan keluarga untuk membuat 3.500 porsi makanan setiap hari itu bukan hal yang mudah dan butuh semangat kebersamaan," tambah Rany.

Kepala SPPG Yayasan Masjid Miftahussalam Riftah, Siti Rahma Mpd menerangkan SPPG Yayasan Masjid Miftahussalam Riftah berlandaskan pada nilai nilai keislaman sehingga selalu menjaga makanan halal dan higienis sesuai syariat Islam.

"Kami di bawah naungan masjid Yayasan Masjid Miftahussalam Riftah. Jadi sejarahnya pun memang islami harus kami terapkan. Jumlah relawannya nanti ada 47 orang. Sedangkan tim intinya ada Kepala SPPG, analisis gizi, dan akuntan itu 3 orang sehingga totalnya 50 orang," kata Siti Rahma.

Ia menyebutkan pihaknya melakukan proses memasak berbagai menu sajian MBG selalu segar dan lezat sehingga dapat diterima oleh para penerima yakni para pelajar.

"Mulai masak, kami tergantung menu kalau misalnya menunya tidak terlalu banyak menggunakan kompor kami mulai jam 1 dini hari. Namun kalau menunya agak crowded kami mulai di jam 23.00 WIB, perkiraan hidangan sudah selesai jam 4 atau 5 pagi. Setelah selesai memasak lalu mendinginkan makanan, lalu baru masuk ke bagian pemorsian. Dalam prosesnya kami selalu menjaga higienitas. Menu menunya setiap hari harus bervariasi agar tidak monoton," tambah Siti Rahma.

Sementara itu, Ketua Yayasan Masjid Miftahussalam Riftah, Yusuf Maulana menjelaskan perihal peresmian SPPG Yayasan Masjid Miftahussalam Riftah memang direncanakan dan ditentukan pada hari Jumat karena kita pilih hari yang baik, Jumat berkah. 

Yusuf mengungkapkan SPPG di Jalan Musyawarah 57 memiliki dua armada pengantaran MBG. SPPG ini memiliki luas sekitar 600 meter persegi dengan 47 petugas operasional terdiri dari bagian persiapan, bagian pengolahan dan produksi makanan, bagian pencucian perlengkapan makanan dan perlengkapan masak.

"Pengambilan bahan baku sendiri kita ada yang koperasi karena pemerintah sedang menggalakkan inline dapur SPPG dengan koperasi merah putih. Kita ada yang mengambil dari koperasi sekunder dan ada yang dari UMKM. Pekerja pekerja kita juga memang ada yang anggota UMKM juga," jelas Yusuf Maulana.

Ia mengungkapkan untuk saat ini ada lima sekolah yang menjadi penerima manfaat dan kemungkinan akan terus bertambah kedepannya. Lima sekolah tersebut diantaranya adalah SMP 229, SMP 75, SMP 127, SMA 65, SMK Al Huda, dan SMP Al Huda.

"Dalam sehari beroperasi yang sudah berjalan itu bisa menghasilkan 3.547 porsi. Ini baru penerima manfaat siswa+siswa sekolah, SMP ada 3, SMA nya ada 2. Nah kemudian nanti ketika kita sudah berjalan ke 3B, bumil, ibu menyusui sama balita itu akan genap menjadi 4 ribu porsi per hari," paparnya.

SPPG Yayasan Masjid Miftahussalam Riftah telah memiliki sertifikasi Standart Kualitas Internasional Teraudit, beberapa diantaranya yakni

ISO 45001 adalah standar internasional pertama untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang bertujuan menyediakan kerangka kerja bagi organisasi untuk mengelola risiko dan peluang terkait K3.

ISO 140001 yakni standar sistem manajemen lingkungan (SML) internasional yang memberikan kerangka kerja bagi organisasi untuk mengelola dampak lingkungan mereka secara proaktif.

ISO 9001 adalah standar internasional untuk Sistem Manajemen Mutu (SMM) yang menetapkan persyaratan bagi organisasi untuk memastikan produk dan jasa mereka secara konsisten memenuhi kebutuhan pelanggan dan persyaratan hukum. Dengan menerapkan ISO 9001, organisasi dapat meningkatkan efisiensi proses, kepercayaan pelanggan, daya saing, dan kredibilitas di pasar global. Standar ini dikeluarkan oleh International. ISO 22000 adalah standar manajemen keamanan pangan (Food Safety Management System/FSMS) internasional yang menetapkan persyaratan agar organisasi di seluruh rantai pasokan makanan dapat mengendalikan dan memastikan keamanan pangan.

Selain itu SPPG Kebon Jeruk juga telah memiliki Sertifikat GMP, Sertifikat Food Safety, Sertifikat HACCP sehingga segala Operasional dan Kualitas Proses, Produksi, sampai distribusi dapat dipastikan berjalan sesuai standart dan aman.

"SPPG ini sudah memiliki tiga standar sertifikasi, yang pertama tentang K3 keselamatan bekerja, yang kedua tentang food safety, yang ketiga tentang standar manajemen mutunya. Ini merupakan SPPG pertama yang beroperasi di Kelurahan Kebon Jeruk," pungkas Yusuf Maulana. 

Hadir pula dalam kegiatan peresmian tersebut sejumlah pejabat dan stakeholder terkait diantaranya yakni Kabaglog Polres Metro Jakarta Barat Jakbar AKBP Tedjo, Dandim 0503/JB diwakili Mayor Inf Abdul Kholik, Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Bur Aqsha Ferdianto, S.E diwakili Kanit Intelkam AKP Bachroni, Koramil 05/KJ Mayor Inf Irwan Triono, Wakil Camat Agus Mulyadi, Lurah Kebon Jeruk Tubagus Masarul Iman, Anggota Intelkam Aiptu Wahyu P, serta Bhabinkamtibmas Kebon Jeruk Bripka Julkarnain dan anggota Babinsa. [*]

14 Juni 2025

Ahmad Saepudin: Indonesia Emas 2045 Dapat Terwujud Dengan Mengantisipasi Stunting Sejak Dini





REFORMASI-ID | Bekasi - Politisi partai Gerindra drg. Putih Sari yang juga anggota komisi IX DPR RI dan Ahmad Saepudin anggota DPRD Kabupaten Bekasi bersama BKKBN menggelar kegiatan Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) yang berlangsung di gedung SKB, Desa Ciledug, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Kegiatan Program Bangga Kencana yang bertujuan untuk membentuk generasi penerus bangsa yang berkualitas melalui keluarga sejahtera, dihadiri langsung drg. Putih Sari anggota komisi IX DPR RI, Ahmad Saepudin anggota komisi IV DPRD Kab. Bekasi, S. Teguh Santoso Deputi Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Arip R beserta Rini mewakili BKKBN Provinsi Jabar, perwakilan staff Desa, Babinsa, Binmaspol dan ratusan warga Kabupaten Bekasi.

Dalam sambutannya, drg Putih Sari mengajak warga Kabupaten Bekasi untuk mensuksekan Progran Bangga Kencana.

"Warga Kabupaten Bekasi harus turut mensukseskan Program Bangga Kencana untuk mencetak generasi penerus Kabupaten Bekasi lebih berkualitas," ujarnya Jum'at, 13 Juni 2025.

ia juga menegaskan bahwa anak yang berkualitas terlahir dari keluarga sejahtera yang menjalankan program-program pembangunan keluarga.

"Anak-anak yang berkualitas tentunya terlahir dari keluarga sejahtera yang menjalankan program-program pembangunan keluarga untuk perencanaan masa depan anak-anaknya," imbuhnya.

Sementara itu, S Teguh Santoso menambahkan, untuk mencetak generasi penurus yang berkualitas dengan cara melahirkan anak yang sehat dan cerdas.

"Melahirkan anak yang sehat dan cerdas berawal dari perhatian keluarga, kasih sayang, dan asupan nutrisi yang cukup," ucapnya.

jika, sambungnya, anak terlahir sehat secara otomatis perkembangan otaknya akan tumbuh, kita dapat mencegah stunting atau gagal tumbuh dengan cara, pastikan anak-anak mendapatkan gizi yang cukup, pemberian ASI eksklusif, aktif dalam Program Keluarga Berencana (KB), serta konsisten mengikuti program Posyandu.

Dikesempatannya, Ahmad Saepudin mengapresiasi kegiatan Program Bangga Kencana.

"Saya sangat mengapresiasi dan mendukung penuh Program Bamgga Kencana yang diadakan oleh BKKBN dan drg. Putih Sari," tuturnya.

Selain itu, pungkasnya, saya mengajak warga Kabupaten Bekasi untuk mensukseskan Program Bangga Kencana agar kedepannya anak-anak Kabupaten Bekasi memiliki kualitas dan daya saing tinggi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

(Red)

29 Maret 2025

Peduli Sesama, Pertamina Hulu Indonesia Santuni Lebih dari 600 Anak Yatim



REFORMASI-ID | Jakarta - Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian di bulan suci Ramadan, PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melalui anak perusahaan dan afiliasi yang bernaung di Zona 8, 9, dan 10 kembali menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim yang berada di sekitar wilayah kerjanya di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara. Jum'at, 28 Maret 2025.

Melalui inisiatif ini, lebih dari 600 anak yatim dari 23 panti asuhan menerima manfaat dari program berbagi ini. Total santunan yang disalurkan selama bulan suci ini mencapai hampir 300 juta rupiah, disertai paket sembako senilai lebih dari 200 juta rupiah. Program ini merupakan wujud nyata komitmen PHI untuk terus berkontribusi kepada masyarakat, khususnya di wilayah operasi perusahaan.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia, Sunaryanto, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan serta upaya untuk menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan. 

“Kami percaya bahwa kebersamaan dan kepedulian adalah nilai-nilai utama yang harus terus kita jaga, terutama di bulan Ramadan. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi anak-anak yatim dan membantu mereka merayakan Idul Fitri dengan penuh sukacita,” ujarnya.
.
Lebih dari sekadar aksi sosial, kebersamaan yang terjalin melalui program ini juga mencerminkan nilai-nilai fundamental dalam industri energi nasional. PHI menyadari bahwa ketahanan energi yang berkelanjutan tidak hanya bergantung pada operasional perusahaan, tetapi juga pada sinergi antara perusahaan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. 

Menurut Anto, sapaan akrab Sunaryanto, dalam menjalankan tugasnya sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, PHI terus mengedepankan semangat kolaborasi demi memastikan pasokan energi yang andal untuk negeri.

”Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, mitra bisnis, dan masyarakat, sangat penting dalam memastikan keberlanjutan operasional migas yang aman, efisien, dan ramah lingkungan,” imbuhnya.

Manager Communication Relations & CID PHI Dony Indrawan menyampaikan bahwa perusahaan menyelenggarakan beragam program kepedulian dan berbagi melalui kolaborasi dengan pekerja dan para pemangku kepentingan eksternal. 

”Kami meyakini keberhasilan progam seperti ini hanya bisa diraih dengan dukungan semua pihak,” jelasnya.

Menurut Dony, melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan, PHI berupaya untuk tidak hanya menjadi penggerak utama dalam memenuhi kebutuhan energi nasional, tetapi juga menjadi mitra yang dapat diandalkan dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar.

Sunaryanto menambahkan bahwa seluruh inisiatif yang dilakukan PHI juga sejalan dengan tata nilai utama AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) yang menjadi landasan budaya kerja di lingkungan Pertamina Group.

”Nilai-nilai ini mendorong PHI untuk terus bekerja dengan integritas, mengedepankan profesionalisme, mempererat kebersamaan dengan masyarakat, serta beradaptasi dengan tantangan industri guna menciptakan dampak positif yang berkelanjutan,” ujarnya.

Program santunan Ramadan ini juga mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang selalu dijunjung tinggi oleh PHI dan seluruh anak perusahaannya. 

”Dengan semangat berbagi, PHI berharap dapat terus memberikan dampak positif bagi masyarakat serta mempererat hubungan antara perusahaan dan komunitas di sekitarnya,” pungkasnya.

PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) merupakan bagian Subholding Upstream Pertamina yang mengelola operasi dan bisnis hulu migas di Regional 3 Kalimantan sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam mencapai visinya menjadi perusahaan migas kelas dunia. Melalui anak perusahaan dan afiliasinya yang bekerja sama dengan SKK Migas, PHI menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang inovatif di bidang Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, Infrastruktur dan Tanggap Bencana guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan mewujudkan #EnergiKalimantanUntukIndonesia.
(**)

18 Februari 2025

Program Adhi Green 2025 Bentuk Komitment PT. Adhi Acset Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan




REFORMASI-ID | Bekasi - Dalam rangka memperingati HUT ke-65, PT. Adhi-Acset gelar program Adhi Green 2025 yang berlangsung di Simpang Susun, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Selasa, 18 Februari 2025.

Program Adhi Green 2025 merupakan komitment PT. Adhi-Acset wujudkan  implementasi tujuan pembangunan berkelanjutan dan ESG pada aspek pengelolaan limbah dan pelestarian keanekaragaman hayati.

Adhi Green 2025 dilaksanakan dengan menanam 1000 pohon, bersih-bersih dilingkungan proyek dan mengimplementasikan pengelolaan limbah kontruksi serta limbah domestik (pemilahan sampah).

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Komite Manajemen Adhi-Acset, KSO, Manager QHSE, Edy Adang, serta perwakilan karyawan PT. Adhi Acset KSO.

Dalam keterangannya, Edy menyampaikan bahwa program Adhi Green 2025 dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Adhi.

"Adhi Green 2025 merupakan program komintment PT. Adhi-Acset, KSO, wujudkan  implementasi tujuan pembangunan berkelanjutan dan ESG pada aspek pengelolaan limbah dan pelestarian keanekaragaman hayati di HUT ke-65 Adhi," ujarnya.

"Dalam pelaksanaan kegiatan. Kami (PT. Adhi-Acset KSO-red) melaksanakan penanaman 1000 pohon diwilayah proyek disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi," jelasnya.

Selain itu, sambung Edy mengatakan, kami juga melakukan bersih-bersih dilingkungan proyek yang meliputi direksi keet, area konstruksi, mess, barak pekerja dan lingkungan sekitar proyek.

"Pelaksanaan kegiatan ini wajib mengimplementasikan Petunjuk Kerja SP 014 ES W03 tentang Pengelolaan Limbah Konstruksi dan Limbah Domestik Edisi 2 (Pemilahan Sampah)," tambahnya.

"Semoga apa yang kita lakukan dapat bermanfaat untuk masyarakat banyak dan menjadi bentuk pembangunan berkelanjutan seperti apa yang dicanangkan pemerintah," pungkasnya.

(Red)

23 Januari 2025

Wilayah Jakarta Selatan Gas Elpiji 3 Kg Bak Ditelan Bumi




REFORMASI-ID | Jakarta - Kelangkaan Gas bersubsidi 3 kilogram (kg), di Setiabudi, Jakarta Selatan, membuat resah warga dan para pedagang kecil yang bergantung dari gas subsidi tersebut.

Yang terjadi di kawasan Setiabudi, Kecamatan Setiabudi. Sudah sepekan terakhir, banyak kios dan warung yang kehabisan stok elpiji 3 kg. Kamis, 23 Januari 2025.

Bahkan pasokan gas elpiji 3 kg baru datang pada pukul 08:00 WIB, langsung abis ludes terjual dan pedagang masih banyak yang tidak kebagian gas subsidi.

Kondisi ini banyak menimbulkan keresahan dan kekhawatiran masyarakat dan pedagang setempat, yang notabene mereka sangat membutuhkan gas untuk kehidupan sehari-harinya.

Tarmuji pedagang gorengan sangat mengeluhkan kelangkaan gas 3 kg.

"Sudah hampir 2 hari saya cari ke warung, tetapi semuanya abis, dan saya ke Agen gas pun juga kosong," jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, sementara saya  harus jualan untuk menafkahi keluarga, kalau tidak ada gas begini gimana saya mau berjualan.

"Saya ini pedagang gorengan kebutuhan yang paling utama gas sama minyak gorengnya, kalau pemerintah tiba-tiba menaikkan harga atau hilang seperti ini, saya juga ikut kebingungan," tambahnya.

Dari pantauan awak Media Reformasi Indonesia dilapangan, pada saat mobil gas datang sudah banyak pedagang kelontong menunggu untuk mendapatkan gas.

Salah satu pedagang kelontong yang enggan disebut namanya, mengeluhkan karena bagiannya yang seharusnya dapat 20 tabung kini hanya di kasih 10 tabung.

Kelangkaan gas subsidi 3 kg menjadi perhatian masyarakat luas, pedagang dan warga, mereka berharap agar pemerintah dan pihak terkait segera menanggapi keluhan ini.

Selain itu, mereka juga berharap kebutuhan bahan bakar sehari-hari kembali normal dan tidak mengalami kelangkaan sehingga aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan lancar.

(Jos)

12 September 2024

Medical Roadshow 2024, Jalin Hubungan Bilateral Indonesia-Korea Untuk Industri Medis




REFORMASI-ID | Jakarta - Seminar dan Diskusi Kerjasama Industri Kesehatan Indonesia Korea Selatan, Medical Roadshow 2024 kembali digelar di Jakarta, pada 11-12 September 2024.

Forum tahunan yang ke 6 ini, merupakan event bilateral yang dihadiri perwakilan Kementerian Perdagangan Industri dan Energi Korea Selatan, Kementerian Keamanan Makanan dan Obat - obatan Korea Selatan, Kedutaan Besar Republik Korea Selatan untuk Indonesia, Korea Pharmaceutical and Bio-Pharma Manufacturers Association (KPBMA), Korea Health Industry Development Institute (KHIDI) berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan RI, dan BPOM.

Mereka duduk bersama berdiskusi menjalin komitmen dan peluang serta pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan antar dua negara.

Lebih dari 200 instansi pemerintah dan pemimpin bisnis dari Indonesia dan Korea Selatan hadir di event yang sudah berlangsung selama 6 tahun ini.

Hasilnya pihak Korea Selatan berkomitmen membantu pengembangan industri bio medis di Indonesia.

Diketahui, di Indonesia terjadi peningkatan populasi usia lanjut dan meningkatknta penyakit yang sulit disembuhkan, karenanya membutuhkan penanganan medis dan peningkatan industri kesehatan diikuti perbaikan sistem regulasi standar pengamanan makanan dan obat-obatan.

Terdapat 33 perusahaan terdiri dari 14 perusahaan farmasi besar Korea Selatan dan 19 perusahaan alat kesehatan berpartisipasi di forum ini bertemu dengan 70 pengusaha Indonesia.

Pihak Korea Selatan menilai pasar medis Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang meningkatkan pendapatan nasional dengan perkiraan pertumbuhan pasar alat kesehatan dan farmasi rata-rata 4.6 dari  6.4 persen persen pertahun selama lima tahun ke depan sejak 2023.

Karena itu, Indonesia menjadi pasar potensi bagi Korea Selatan dalam bidang kerjasama makanan, obat obatan dan peralatan medis dan bio teknologi.

Wakil Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Mr Park, Soo-deok mengaku saat ini adalah momentum bagi pemerintah Indonesia untuk meningkatkan sistem pelayanan kesehatan dengan pertemuan dan sinergi kedua negara.

"Melalui kerja sama kesehatan yang terus berkembang antara dua negara (Indonesia -Korea), kami akan bisa memperbaiki kehidupan masyarakat kedua negara dengan hasil  pertumbuhan bersama," katanya.

Sementara itu, perwakilan Korea Trade Investment Promotion Agency (KOTRA), Oi Young Jeong mengatakan bahwa kegiatan yang berlangsung bisa menjadi platform dalam pasar medis.

"Saya berharap kegiatan ini bisa menjadi platform terbaik dalam memahami kecenderungan pasar medis dan meletakkan pondasi bagi kesuksesan perusahaan Korea yang masuk ke Indonesia," katanya.

Dia menambahkan, KOTRA akan mengembangkan program promosi dalam industri bio medis dan melanjutkan dukungan perusahaan Korea dalam mendorong perluasan ke pasar global.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengatakan, pertemuan tersebut menjadi ajang pembelajaran bagi Indonesia dalam hal food and drug safety.

"Kita mau belajar dari sistem dia bagaimana supaya BPOM bisa mengglobal sehingga banyak manfaatnya yakni produk-produk kita dipercaya masyarakat global sehingga bisa ekspor kemana-mana," kata Taruna.

Pihak Korea, kata Taruna telah banyak berinvestasi dalam bio teknologi medis di Indonesia khususnya dalam terapi sel dan transfer teknologi.

"Teknologi dan ekonomi Korea sangat bagus kita berharap produk-produk Korea bisa dipasarkan di Indonesia dan sebaliknya," tutur dia.

Taruna menambahkan, Korea berkomitmen membantu Indonesia memperoleh level pengakuan sebagai otoritas regulator obat dan makanan kelas dunia melalui status WHO Listed Authority (WLA).

Selain itu, sistem dan regulasi safety pangan dan obat-obatan  serta kemudahan pemasaran produk pangan Indonesia ke Korea Selatan dan sebaliknya.

"Kita berharap ini bisa memperkuat hubungan kerjasama kita antara masyarakat Indonesia dengan Korea Selatan," dia mengakhiri.

Saat yang sama, perwakilan Korea Pharmaceutical and Bio-Pharma Manufacturers Association (KPBMA), Lee Jaekook mengatakan, perusahaan besar Korea Selatan siap kerjasama dengan Indonesia dalam bidang bio medis.

"Melalui dukungan pihak BPOM, Kementerian Kesehatan Indonesia dan pihak lainnya, kami akan bersama-sama memajukan dunia medis Indonesia," katanya.

Dia berharap perusahaan medis Indonesia bisa ke Korea dan melakukan kerjasama di sana.

One Dream One Asia menjadi tagline bersama kata Lee Jaekook.

(**)