REFORMASI-ID | Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan manfaat penting program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan Ramadhan Fair 2026 yang dilaksanakan oleh Kalangan Remaja Masjid Kebon Jeruk Jakarta Barat pada Selasa (3/3/2026).
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya mengatakan pentingnya untuk mempersiapkan gizi untuk anak-anak sebagai modal dasar kemajuan SDM Indonesia.
"Bagaimana kita mau menghasilkan anak didik yang baik apabila mereka gizi nya kurang, jadi menurut saya itu adalah yang paling mendasar disana, sebelum mereka berkembang diisi otaknya dengan ilmu pengetahuan, gizi nya dulu harus bagus," ujar Sony Sonjaya.
Ia menyebutkan apabila para pelajar dalam kondisi kurang gizi, maka akan kurang optimal atau kurang konsentrasi bagaimana saat mendapatkan ilmu atau mata pelajaran di sekolah.
Dijelaskan Sony bahwa program MBG secara tidak langsung sudah membuat masyarakat untuk lebih peduli akan kesehatan dan gizi yang diperoleh dalam sebuah porsi makanan.
"Yang jelas saya bandingkan dengan masa kecil saya, yang rata-rata kita tidak pernah berbicara makanan nya apa yang penting masuk ke dalam perut," katanya.
Tapi kehadiran program MBG dijelaskan Sony telah merubah mindset anak-anak dari Aceh sampai Papua dari desa sampai di kota metropolitan.
"Pagi-pagi yang dilihat makanan bergizi seimbang, mereka melihat karbohidrat nya apa, protein nya apa, seratnya apa, vitaminnya apa, padahal dulu itu tidak pernah dibicarakan, sekarang semua orang membicarakan," jelas Sony.
"Artinya apa, ada perubahan mindset, ini yang harus terus menerus gelorakan, dengan mendukung program MBG ini, karena perubahan mindset ini menjadi modal dasar bagi generasi kita kedepannya," pungkasnya.
Tenaga Ahli Utama Badan Gizi Nasional (BGN), Florencio Mario Vieira dalam kegiatan podcast bersama pelajar SMPN 229 Kebon Jeruk menjawab pertanyaan tentang anggaran MBG yang disebut-sebut mengurangi anggaran pendidikan nasional.
"Tidak ada anggaran pendidikan yang berkurang. Kalau anggaran pemerintah dari tahun ke tahun tetap. Tidak ada pemotongan anggaran di lingkungan sekolah. Kalau ada pengurangan maka dana BOS tidak ada. Justru anggaran untuk pendidikan dari tahun ke tahun meningkat, bahkan tahun 2026 meningkat 20-26 persen. Program jalan dari pemerintahan ke pemerintahan tetap berjalan bahkan ditambah," ujar Florencio.
MBG disebut Florencio merupakan investasi sumber daya manusia, bukan program tahunan. Pasalnya dari golden age ibu hamil dan balita kemudian para pelajar bisa mendapatkan MBG. Program tersebut kata dia sangat bermanfaat dan penting dalam jangka panjang untuk menciptakan manusia Indonesia yang kuat cerdas dan sehat.
"Pernah dengar ada sekolah Garuda dan SekolahbRakyat? bahkan mendapatkan fasilitas luar biasa. Ada sekolah mendapatkan smart tv, laptop, sampai ke peralatan sekolahnya, itu membuktikan anggaran nya tidak dikurangi malah justru ditambah. Artinya sudah melebihi Undang Undang 20 persen," papar Florencio.
Terkait sumber anggaran MBG, Florencio melihat Presiden RI Prabowo Subianto melakukan efisiensi anggaran dari berbagai kegiatan yang tidak efisien.
"Saya dulu juga birokrat dan kementerian, dulu kita suka jalan-jalan, SPPD banyak, rapat di hotel, tapi diada-adakan. Sekarang dengan Presiden kita tahu banyak tidak efisien dijadikan dikumpulkan jadi satu untuk prioritas, salah satunya adalah MBG," jelas dia.
Meskipun demikian ia meminta para mitra dan SPPG untuk meningkatkan kualitas makanan yang disajikan baik dalam proses bahan baku, pemasakan, hingga sampai untuk disajikan ke penerima manfaat.
"Sebelum keluar dari dapur ada rapid tes terlebih dahulu. Sampai di sekolah nanti dicek ulang lagi apakah layak dikonsumsi, jadi kontrolnya semakin ketat. Jadi terkadang ada (penerima manfaat atau keluarganya) yang viralin hanya beberapa bagian sajian makanan tidak seluruhnya. Jadi kita harus cross cek yang di media sosial, BGN tidak anti kritik," tambahnya.
Pendiri Yayasan Masjid Miftahussalam Riftah, Yusuf Maulana menyebutkan di SPPG yang ia kelola memiliki ahli gizi dan chef profesional bersertifikat.
"Kita variasi menu MBG berganti ganti setiap hari, ada chicken katsu, nasi kuning, nasi goreng, bahkan pernah woku, jadi variasi setiap hari," ujar Yusuf.
Di SPPG Yayasan Mifrahuhssalam Riftah juga dikatakan Yusuf telah dipasang CCTV oleh BGN Pusat sebagai media pengawasan yang di monitor langsung oleh BGN Pusat.
"Perangkat CCTV itu di distribusikan ke masing-masing SPPG. Jadi seluruh kegiatan kami baik pengantaran, sortir makanan, pencucian, pemasakan, sampai keluar di distribusikan itu terekam. Jadi itu bagian dari sistem pengawasan," terangnya.
(**)
