Media Reformasi Indonesia (MRI): Ekonomi
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

06 Juni 2026

DLH Kabupaten Bekasi Sambut Baik Hadirnya Bank Sampah Wan 17



REFORMASI-ID | Bekasi - Bank Sampah Wan 17 yang berlokasi di Perum Mustika Grande, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi audiensi ke Kepala UPTD Tempat Pemprosesan Akhir Sampah (TPAS) Burangkeng, yang menjadi perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi untuk membahas program penguraian sampah berbasis masyarakat.

Kehadiran pengurus Bank Sampah Wan 17 ke kantor TPAS Burangkeng disambut baik Samsuro Mandiansah Kepala UPTD TPAS Burangkeng.

Dalam kesempatannya, Wisnu Wicaksana Ketua Bank Sampah Wan 17 menyampaikan aspirasi warga kepada Kepala UPTD TPAS Burangkeng sebagai perwakilan DLH Kabupaten Bekasi.

"Kami sebagai warga yang terdampak dengan adanya TPAS Burangkeng berinisiatif membentuk Bank Sampah dengan tujuan mengurangi volume sampah dan menjadikan sampah lebih bermanfaat," ujarnya.

Selain itu, terbentuknya Bank Sampah bisa memberikan edukasi kepada masyarakat betapa pentingnya menjaga lingkungan.

"Kehadiran kami ke kantor UPTD TPAS Burangkeng meminta support pemerintah kepada masyarakat yang sudah peduli mengurangi dan mengurai sampah," jelasnya.

"Jika hanya masyarakat yang bergerak tetapi tidak ada support dari pemerintah semua program penguraian sampah berbasis masyarakat tidak akan berjalan," tegasnya.

"Untuk itu kami meminta pemerintah lebih peduli terhadap masyarakat atau pelaku sampah yang sudah banyak berbuat bagi lingkungan," imbuhnya.

Sementara itu, Samsuro menyambut positif hadirnya Bank Sampah dilingkungan perumahan.

"Saya mewakili DLH Kabupaten Bekasi menyambut baik dengan terbentuknya Bank Sampah Wan 17 dilingkungan Perumahan Mustika Grande," ucapnya.

Memang, Bank Sampah menjadi program pemerintah untuk mengurai dan mengurangi sampah berbasis masyarakat.

"DLH Kabupaten Bekasi siap mensupport segala bentuk positif dari masyarakat khususnya untuk penanggulangan permasalahan sampah," paparnya.

"Kalaupun ada permasalahan mekanisme dilapangan silakan ajukan, DLH akan memfasilitasi dengan mengedepankan prosedural," katanya.

"Untuk itu mari kita bergandengan tangan mengatasi permasalahan sampah yang ada di Kabupaten Bekasi ini," pungkasnya.

(Red)

04 Maret 2026

Hadiri Ramadhan Fair dan Buka Puasa Bersama di Kebon Jeruk, BGN Pastikan Manfaat MBG Penting Untuk SDM Indonesia



REFORMASI-ID | Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan manfaat penting program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan Ramadhan Fair 2026 yang dilaksanakan oleh Kalangan Remaja Masjid Kebon Jeruk Jakarta Barat pada Selasa (3/3/2026).

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya mengatakan pentingnya untuk mempersiapkan gizi untuk anak-anak sebagai modal dasar kemajuan SDM Indonesia.

"Bagaimana kita mau menghasilkan anak didik yang baik apabila mereka gizi nya kurang, jadi menurut saya itu adalah yang paling mendasar disana, sebelum mereka berkembang diisi otaknya dengan ilmu pengetahuan, gizi nya dulu harus bagus," ujar Sony Sonjaya.

Ia menyebutkan apabila para pelajar dalam kondisi kurang gizi, maka akan kurang optimal atau kurang konsentrasi bagaimana saat mendapatkan ilmu atau mata pelajaran di sekolah.

Dijelaskan Sony bahwa program MBG secara tidak langsung sudah membuat masyarakat untuk lebih peduli akan kesehatan dan gizi yang diperoleh dalam sebuah porsi makanan.

"Yang jelas saya bandingkan dengan masa kecil saya, yang rata-rata kita tidak pernah berbicara makanan nya apa yang penting masuk ke dalam perut," katanya.

Tapi kehadiran program MBG dijelaskan Sony telah merubah mindset anak-anak dari Aceh sampai Papua dari desa sampai di kota metropolitan.

"Pagi-pagi yang dilihat makanan bergizi seimbang, mereka melihat karbohidrat nya apa, protein nya apa, seratnya apa, vitaminnya apa, padahal dulu itu tidak pernah dibicarakan, sekarang semua orang membicarakan," jelas Sony.

"Artinya apa, ada perubahan mindset, ini yang harus terus menerus gelorakan, dengan mendukung program MBG ini, karena perubahan mindset ini menjadi modal dasar bagi generasi kita kedepannya," pungkasnya.

Tenaga Ahli Utama Badan Gizi Nasional (BGN), Florencio Mario Vieira dalam kegiatan podcast bersama pelajar SMPN 229 Kebon Jeruk menjawab pertanyaan tentang anggaran MBG yang disebut-sebut mengurangi anggaran pendidikan nasional.

"Tidak ada anggaran pendidikan yang berkurang. Kalau anggaran pemerintah dari tahun ke tahun tetap. Tidak ada pemotongan anggaran di lingkungan sekolah. Kalau ada pengurangan maka dana BOS tidak ada. Justru anggaran untuk pendidikan dari tahun ke tahun meningkat, bahkan tahun 2026 meningkat 20-26 persen. Program jalan dari pemerintahan ke pemerintahan tetap berjalan bahkan ditambah," ujar Florencio.

MBG disebut Florencio merupakan investasi sumber daya manusia, bukan program tahunan. Pasalnya dari golden age ibu hamil dan balita kemudian para pelajar bisa mendapatkan MBG. Program tersebut kata dia sangat bermanfaat dan penting dalam jangka panjang untuk menciptakan manusia Indonesia yang kuat cerdas dan sehat.

"Pernah dengar ada sekolah Garuda dan SekolahbRakyat? bahkan mendapatkan fasilitas luar biasa. Ada sekolah mendapatkan smart tv, laptop, sampai ke peralatan sekolahnya, itu membuktikan anggaran nya tidak dikurangi malah justru ditambah. Artinya sudah melebihi Undang Undang 20 persen," papar Florencio.

Terkait sumber anggaran MBG, Florencio melihat Presiden RI Prabowo Subianto melakukan efisiensi anggaran dari berbagai kegiatan yang tidak efisien.

"Saya dulu juga birokrat dan kementerian, dulu kita suka jalan-jalan, SPPD banyak, rapat di hotel, tapi diada-adakan. Sekarang dengan Presiden kita tahu banyak tidak efisien dijadikan dikumpulkan jadi satu untuk prioritas, salah satunya adalah MBG," jelas dia.

Meskipun demikian ia meminta para mitra dan SPPG untuk meningkatkan kualitas makanan yang disajikan baik dalam proses bahan baku, pemasakan, hingga sampai untuk disajikan ke penerima manfaat.

"Sebelum keluar dari dapur ada rapid tes terlebih dahulu. Sampai di sekolah nanti dicek ulang lagi apakah layak dikonsumsi, jadi kontrolnya semakin ketat. Jadi terkadang ada (penerima manfaat atau keluarganya) yang viralin hanya beberapa bagian sajian makanan tidak seluruhnya. Jadi kita harus cross cek yang di media sosial, BGN tidak anti kritik," tambahnya.

Pendiri Yayasan Masjid Miftahussalam Riftah, Yusuf Maulana menyebutkan di SPPG yang ia kelola memiliki ahli gizi dan chef profesional bersertifikat.

"Kita variasi menu MBG berganti ganti setiap hari, ada chicken katsu, nasi kuning, nasi goreng, bahkan pernah woku, jadi variasi setiap hari," ujar Yusuf.

Di SPPG Yayasan Mifrahuhssalam Riftah juga dikatakan Yusuf telah dipasang CCTV oleh BGN Pusat sebagai media pengawasan yang di monitor langsung oleh BGN Pusat.

"Perangkat CCTV itu di distribusikan ke masing-masing SPPG. Jadi seluruh kegiatan kami baik pengantaran, sortir makanan, pencucian, pemasakan, sampai keluar di distribusikan itu terekam. Jadi itu bagian dari sistem pengawasan," terangnya. 
(**)

08 September 2025

Miarlan Bate’e: MBG Bukan Hanya Infrastruktur, Tapi Jalan Bagi UMKM Untuk Naik Kelas



REFORMASI-ID | Bekasi - Pembangunan Program MBG yang menjadi salah satu agenda strategis Presiden Republik Indonesia tidak hanya difokuskan pada infrastruktur fisik, tetapi juga membuka peluang besar untuk memperkuat ekonomi masyarakat. 

Peluang ini dimanfaatkan oleh Yayasan Setya Kawan Bersatu Indonesia (YSKBI) dibawah kepemimpinan Miarlan Bate’e, putra asli Nias yang dikenal memiliki komitmen pada pemberdayaan UMKM.

Miarlan memandang MBG bukan sekadar proyek besar negara, melainkan momentum untuk mengangkat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu berkembang dan bersaing.

“Sebagai anak Nias, saya sangat paham tantangan membangun ekonomi dari bawah," ujarnya Senin, 8 September 2025.

Di kampung, lanjutnya, banyak yang memiliki kemampuan dan semangat, tapi terhalang modal, akses pasar, dan pendampingan. Karena itu, bagi saya MBG bukan hanya tentang gedung dan jalan, tapi bagaimana proyek ini menjadi jalan bagi UMKM untuk naik kelas.

"Melalui YSKBI, kami membuat program yang benar-benar menyentuh kebutuhan pelaku usaha kecil: pelatihan keterampilan, pendampingan manajemen usaha, akses permodalan yang terjangkau, hingga strategi pemasaran berbasis teknologi. Kami ingin mereka bukan hanya bertahan, tapi bisa memperluas pasar hingga ke luar daerah bahkan luar negeri," paparnya.

"Keberhasilan MBG tidak akan sempurna jika masyarakat sekitar hanya menjadi penonton. Mereka harus menjadi pelaku, bagian dari perubahan, dan penerima manfaat nyata. Itulah misi kami,” tambahnya.

Dalam menjalankan misi tersebut, Miarlan dibantu jajaran pengurus YSKBI, antara lain:

Nurzani Nduru sebagai Pembina Yayasan, yang menekankan pentingnya sinergi antara pembangunan nasional dan penguatan ekonomi rakyat. 

“Kami memastikan setiap langkah program ini tetap berpihak pada masyarakat kecil,” tuturnya.

Hayati Luahambowo sebagai Bendahara Yayasan, yang memastikan pengelolaan dana dilakukan secara transparan dan tepat sasaran. 

“Kami ingin semua bantuan benar-benar sampai ke yang membutuhkan, bukan berhenti di atas kertas,” katanya.

Beneditus Sarumaha sebagai penggerak lapangan yang fokus pada jaringan dan informasi untuk memperkuat konektivitas UMKM dengan pasar dan sumber daya. 

“Peran saya adalah membangun jaringan dan memastikan informasi yang dibutuhkan pelaku UMKM tersedia dan dapat dimanfaatkan,” ucapnya.

Oktoberius Duha sebagai Tim Audit, yang bertugas memastikan setiap penggunaan dana dan program YSKBI sesuai prosedur dan akuntabel.

"Audit internal adalah bentuk tanggung jawab kami kepada publik. Kami ingin membangun kepercayaan penuh bahwa setiap rupiah dikelola dengan benar,” tegasnya.

Beneditus Sarumaha menambahkan bahwa beberapa UMKM binaan sudah mampu memasarkan produknya hingga ke luar pulau. 

“Pendampingan yang tepat dan jaringan informasi yang kuat bisa menghasilkan perubahan besar,” ungkapnya.

Miarlan menutup dengan keyakinan bahwa keberhasilan MBG dan UMKM saling berkaitan. 

“Kami ingin semua pihak merasakan bahwa MBG adalah milik bersama. Ketika kita saling menguatkan, kita akan tumbuh bersama,” pungkasnya.

(Red)

22 Agustus 2025

Resmi Beroperasi, SPPG Kebon Jeruk Siap Sajikan MBG Seusai Standar ISO



REFORMASI-ID | Jakarta - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kebon Jeruk yang dikelola Yayasan Masjid Miftahussalam Riftah, Jalan Musyawarah 57, Kebon Jeruk Jakarta Barat resmi beroperasi Jumat (22/8/2025).

SPPG Kebon Jeruk merupakan mitra Badan Gizi Nasional (BGN) yang melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penasihat Khusus Presiden Bidang Polhukam, Brigjen Pol (Purn) Erwin Chahara Rusmana menjelaskan, peresmian SPPG untuk dapur MBG di Jakarta Barat ini merupakan salah satu yang diunggulkan karena fasilitasnya sangat lengkap. 

"Kemudian perencanaannya juga cukup matang. Kami ikut sedikit mengarahkan kepada owner maupun kepada masyarakat serta kepada para karyawan yang akan bertugas di sini khususnya SPPG ini," ujar Erwin.

Ia berharap agar pelaksanaan operasional SPPG dapat disinergikan menu-menunya dengan keberagaman para penerima manfaat.

"Kita komunikasikan yang baik agar menu itu sangat disukai. Karena di sini ada spesifik daerah perkotaan, di daerah perkotaan itu, pemilihan menu sangat selektif. Harus sesuai dengan selera mereka," kata Erwin.

"Makanya kita siapkan angket rutin disebarkan kepada seluruh pelajar. Pelajar SMA, SMP, SD maupun TK agar nanti pemanfaatan anggaran negara ini bisa optimal diterima oleh penerima sehingga mendapatkan gizi yang maksimal juga," tambahnya.

Erwin menjelaskan Yayasan Masjid Miftahussalam Riftah nantinya akan melayani minimal sampai 4000 minimal 3500 penerima manfaat. Namun kemungkinan besar akan konstan di 4000 untuk di daerah sekitar kecamatan Kebon Jeruk Jakarta Barat.

"Untuk menjaga agar makanan berkualitas higienis dan mempunyai daya tarik bagi para pelajar seperti saya katakan tadi di daerah perkotaan itu harus lebih selektif, lebih spesifik, harus sesuai dengan selera mereka. Jangan sampai kita ego menentukan menu tetapi tidak selaras dengan keinginan para pelajar itu yang penting," papar Erwin.

Lebih lanjut Erwin menerangkan secara manajerial SPPG tersebut harus betul betul sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) yang ditetapkan dari BGN. Pasalnya jika tidak melaksanakan SOP dengan baik nanti ada beberapa hal yang bisa sangat merugikan. 

"Contoh, umpamanya kami barusan mengecek tentang saluran gas, SOP penggunaan gas itu jangan disepelekan, sekecil apapun bisa menjadi riskan. Kemudian SPPG ini kebanyakan baru, tetapi mempunyai pelatihan yang sangat praktis teknis, sehingga mereka adaptasinya cepat. Kami mewawancarai sekitar 30 menit, pengelolanya sudah sangat menguasai meskipun baru 5 hari di sini," ungkapnya.

Erwin menyebutkan pihak pemerintah akan terus menambah keberadaan SPPG di seluruh Indonesia termasuk di Jakarta.

"Untuk di Jakarta keberadaan SPPG akan masih terus ditambah karena masih kurang sekali, masih kurang. Karena kita tidak mengejar kuantitas tetapi kualitas. Jadi kami membuat video video SPPG yang terbaik sehingga menjadikan rujukan kepada tempat-tempat yang lain. Itu strategi yang dibuat oleh penyelenggara demikian," pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Rany Mauliani berharap SPPG Yayasan Masjid Miftahussalam bisa dijadikan percontohan untuk SPPG lainnya yang akan beroperasional di wilayah Kecamatan Kebon Jeruk Jakarta Barat.

"Secara operasional SPPG Kecamatan Kebon Jeruk ini sudah sangat baik, bahan makanan yang digunakan adalah bahan yang segar. Intinya kita sangat bangga haru dan senang atas beroperasionalnya SPPG Yayasan Masjid Miftahussalam Riftah di Kecamatan Kebon Jeruk ini," kata Rany.

Rany juga menekankan agar SPPG Kebon Jeruk dapat menyiapkan MBG dengan sepenuh hati.

"Penyiapan makanan harus menggunakan hati. Karena saya membayangkan para petugas di sini khususnya yang perempuan sebagai seorang ibu meninggalkan anak dan keluarga untuk membuat 3.500 porsi makanan setiap hari itu bukan hal yang mudah dan butuh semangat kebersamaan," tambah Rany.

Kepala SPPG Yayasan Masjid Miftahussalam Riftah, Siti Rahma Mpd menerangkan SPPG Yayasan Masjid Miftahussalam Riftah berlandaskan pada nilai nilai keislaman sehingga selalu menjaga makanan halal dan higienis sesuai syariat Islam.

"Kami di bawah naungan masjid Yayasan Masjid Miftahussalam Riftah. Jadi sejarahnya pun memang islami harus kami terapkan. Jumlah relawannya nanti ada 47 orang. Sedangkan tim intinya ada Kepala SPPG, analisis gizi, dan akuntan itu 3 orang sehingga totalnya 50 orang," kata Siti Rahma.

Ia menyebutkan pihaknya melakukan proses memasak berbagai menu sajian MBG selalu segar dan lezat sehingga dapat diterima oleh para penerima yakni para pelajar.

"Mulai masak, kami tergantung menu kalau misalnya menunya tidak terlalu banyak menggunakan kompor kami mulai jam 1 dini hari. Namun kalau menunya agak crowded kami mulai di jam 23.00 WIB, perkiraan hidangan sudah selesai jam 4 atau 5 pagi. Setelah selesai memasak lalu mendinginkan makanan, lalu baru masuk ke bagian pemorsian. Dalam prosesnya kami selalu menjaga higienitas. Menu menunya setiap hari harus bervariasi agar tidak monoton," tambah Siti Rahma.

Sementara itu, Ketua Yayasan Masjid Miftahussalam Riftah, Yusuf Maulana menjelaskan perihal peresmian SPPG Yayasan Masjid Miftahussalam Riftah memang direncanakan dan ditentukan pada hari Jumat karena kita pilih hari yang baik, Jumat berkah. 

Yusuf mengungkapkan SPPG di Jalan Musyawarah 57 memiliki dua armada pengantaran MBG. SPPG ini memiliki luas sekitar 600 meter persegi dengan 47 petugas operasional terdiri dari bagian persiapan, bagian pengolahan dan produksi makanan, bagian pencucian perlengkapan makanan dan perlengkapan masak.

"Pengambilan bahan baku sendiri kita ada yang koperasi karena pemerintah sedang menggalakkan inline dapur SPPG dengan koperasi merah putih. Kita ada yang mengambil dari koperasi sekunder dan ada yang dari UMKM. Pekerja pekerja kita juga memang ada yang anggota UMKM juga," jelas Yusuf Maulana.

Ia mengungkapkan untuk saat ini ada lima sekolah yang menjadi penerima manfaat dan kemungkinan akan terus bertambah kedepannya. Lima sekolah tersebut diantaranya adalah SMP 229, SMP 75, SMP 127, SMA 65, SMK Al Huda, dan SMP Al Huda.

"Dalam sehari beroperasi yang sudah berjalan itu bisa menghasilkan 3.547 porsi. Ini baru penerima manfaat siswa+siswa sekolah, SMP ada 3, SMA nya ada 2. Nah kemudian nanti ketika kita sudah berjalan ke 3B, bumil, ibu menyusui sama balita itu akan genap menjadi 4 ribu porsi per hari," paparnya.

SPPG Yayasan Masjid Miftahussalam Riftah telah memiliki sertifikasi Standart Kualitas Internasional Teraudit, beberapa diantaranya yakni

ISO 45001 adalah standar internasional pertama untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang bertujuan menyediakan kerangka kerja bagi organisasi untuk mengelola risiko dan peluang terkait K3.

ISO 140001 yakni standar sistem manajemen lingkungan (SML) internasional yang memberikan kerangka kerja bagi organisasi untuk mengelola dampak lingkungan mereka secara proaktif.

ISO 9001 adalah standar internasional untuk Sistem Manajemen Mutu (SMM) yang menetapkan persyaratan bagi organisasi untuk memastikan produk dan jasa mereka secara konsisten memenuhi kebutuhan pelanggan dan persyaratan hukum. Dengan menerapkan ISO 9001, organisasi dapat meningkatkan efisiensi proses, kepercayaan pelanggan, daya saing, dan kredibilitas di pasar global. Standar ini dikeluarkan oleh International. ISO 22000 adalah standar manajemen keamanan pangan (Food Safety Management System/FSMS) internasional yang menetapkan persyaratan agar organisasi di seluruh rantai pasokan makanan dapat mengendalikan dan memastikan keamanan pangan.

Selain itu SPPG Kebon Jeruk juga telah memiliki Sertifikat GMP, Sertifikat Food Safety, Sertifikat HACCP sehingga segala Operasional dan Kualitas Proses, Produksi, sampai distribusi dapat dipastikan berjalan sesuai standart dan aman.

"SPPG ini sudah memiliki tiga standar sertifikasi, yang pertama tentang K3 keselamatan bekerja, yang kedua tentang food safety, yang ketiga tentang standar manajemen mutunya. Ini merupakan SPPG pertama yang beroperasi di Kelurahan Kebon Jeruk," pungkas Yusuf Maulana. 

Hadir pula dalam kegiatan peresmian tersebut sejumlah pejabat dan stakeholder terkait diantaranya yakni Kabaglog Polres Metro Jakarta Barat Jakbar AKBP Tedjo, Dandim 0503/JB diwakili Mayor Inf Abdul Kholik, Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Bur Aqsha Ferdianto, S.E diwakili Kanit Intelkam AKP Bachroni, Koramil 05/KJ Mayor Inf Irwan Triono, Wakil Camat Agus Mulyadi, Lurah Kebon Jeruk Tubagus Masarul Iman, Anggota Intelkam Aiptu Wahyu P, serta Bhabinkamtibmas Kebon Jeruk Bripka Julkarnain dan anggota Babinsa. [*]

14 Juni 2025

Ahmad Saepudin: Indonesia Emas 2045 Dapat Terwujud Dengan Mengantisipasi Stunting Sejak Dini





REFORMASI-ID | Bekasi - Politisi partai Gerindra drg. Putih Sari yang juga anggota komisi IX DPR RI dan Ahmad Saepudin anggota DPRD Kabupaten Bekasi bersama BKKBN menggelar kegiatan Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) yang berlangsung di gedung SKB, Desa Ciledug, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Kegiatan Program Bangga Kencana yang bertujuan untuk membentuk generasi penerus bangsa yang berkualitas melalui keluarga sejahtera, dihadiri langsung drg. Putih Sari anggota komisi IX DPR RI, Ahmad Saepudin anggota komisi IV DPRD Kab. Bekasi, S. Teguh Santoso Deputi Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Arip R beserta Rini mewakili BKKBN Provinsi Jabar, perwakilan staff Desa, Babinsa, Binmaspol dan ratusan warga Kabupaten Bekasi.

Dalam sambutannya, drg Putih Sari mengajak warga Kabupaten Bekasi untuk mensuksekan Progran Bangga Kencana.

"Warga Kabupaten Bekasi harus turut mensukseskan Program Bangga Kencana untuk mencetak generasi penerus Kabupaten Bekasi lebih berkualitas," ujarnya Jum'at, 13 Juni 2025.

ia juga menegaskan bahwa anak yang berkualitas terlahir dari keluarga sejahtera yang menjalankan program-program pembangunan keluarga.

"Anak-anak yang berkualitas tentunya terlahir dari keluarga sejahtera yang menjalankan program-program pembangunan keluarga untuk perencanaan masa depan anak-anaknya," imbuhnya.

Sementara itu, S Teguh Santoso menambahkan, untuk mencetak generasi penurus yang berkualitas dengan cara melahirkan anak yang sehat dan cerdas.

"Melahirkan anak yang sehat dan cerdas berawal dari perhatian keluarga, kasih sayang, dan asupan nutrisi yang cukup," ucapnya.

jika, sambungnya, anak terlahir sehat secara otomatis perkembangan otaknya akan tumbuh, kita dapat mencegah stunting atau gagal tumbuh dengan cara, pastikan anak-anak mendapatkan gizi yang cukup, pemberian ASI eksklusif, aktif dalam Program Keluarga Berencana (KB), serta konsisten mengikuti program Posyandu.

Dikesempatannya, Ahmad Saepudin mengapresiasi kegiatan Program Bangga Kencana.

"Saya sangat mengapresiasi dan mendukung penuh Program Bamgga Kencana yang diadakan oleh BKKBN dan drg. Putih Sari," tuturnya.

Selain itu, pungkasnya, saya mengajak warga Kabupaten Bekasi untuk mensukseskan Program Bangga Kencana agar kedepannya anak-anak Kabupaten Bekasi memiliki kualitas dan daya saing tinggi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

(Red)

29 Maret 2025

Peduli Sesama, Pertamina Hulu Indonesia Santuni Lebih dari 600 Anak Yatim



REFORMASI-ID | Jakarta - Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian di bulan suci Ramadan, PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melalui anak perusahaan dan afiliasi yang bernaung di Zona 8, 9, dan 10 kembali menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim yang berada di sekitar wilayah kerjanya di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara. Jum'at, 28 Maret 2025.

Melalui inisiatif ini, lebih dari 600 anak yatim dari 23 panti asuhan menerima manfaat dari program berbagi ini. Total santunan yang disalurkan selama bulan suci ini mencapai hampir 300 juta rupiah, disertai paket sembako senilai lebih dari 200 juta rupiah. Program ini merupakan wujud nyata komitmen PHI untuk terus berkontribusi kepada masyarakat, khususnya di wilayah operasi perusahaan.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia, Sunaryanto, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan serta upaya untuk menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan. 

“Kami percaya bahwa kebersamaan dan kepedulian adalah nilai-nilai utama yang harus terus kita jaga, terutama di bulan Ramadan. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi anak-anak yatim dan membantu mereka merayakan Idul Fitri dengan penuh sukacita,” ujarnya.
.
Lebih dari sekadar aksi sosial, kebersamaan yang terjalin melalui program ini juga mencerminkan nilai-nilai fundamental dalam industri energi nasional. PHI menyadari bahwa ketahanan energi yang berkelanjutan tidak hanya bergantung pada operasional perusahaan, tetapi juga pada sinergi antara perusahaan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. 

Menurut Anto, sapaan akrab Sunaryanto, dalam menjalankan tugasnya sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, PHI terus mengedepankan semangat kolaborasi demi memastikan pasokan energi yang andal untuk negeri.

”Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, mitra bisnis, dan masyarakat, sangat penting dalam memastikan keberlanjutan operasional migas yang aman, efisien, dan ramah lingkungan,” imbuhnya.

Manager Communication Relations & CID PHI Dony Indrawan menyampaikan bahwa perusahaan menyelenggarakan beragam program kepedulian dan berbagi melalui kolaborasi dengan pekerja dan para pemangku kepentingan eksternal. 

”Kami meyakini keberhasilan progam seperti ini hanya bisa diraih dengan dukungan semua pihak,” jelasnya.

Menurut Dony, melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan, PHI berupaya untuk tidak hanya menjadi penggerak utama dalam memenuhi kebutuhan energi nasional, tetapi juga menjadi mitra yang dapat diandalkan dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar.

Sunaryanto menambahkan bahwa seluruh inisiatif yang dilakukan PHI juga sejalan dengan tata nilai utama AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) yang menjadi landasan budaya kerja di lingkungan Pertamina Group.

”Nilai-nilai ini mendorong PHI untuk terus bekerja dengan integritas, mengedepankan profesionalisme, mempererat kebersamaan dengan masyarakat, serta beradaptasi dengan tantangan industri guna menciptakan dampak positif yang berkelanjutan,” ujarnya.

Program santunan Ramadan ini juga mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang selalu dijunjung tinggi oleh PHI dan seluruh anak perusahaannya. 

”Dengan semangat berbagi, PHI berharap dapat terus memberikan dampak positif bagi masyarakat serta mempererat hubungan antara perusahaan dan komunitas di sekitarnya,” pungkasnya.

PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) merupakan bagian Subholding Upstream Pertamina yang mengelola operasi dan bisnis hulu migas di Regional 3 Kalimantan sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam mencapai visinya menjadi perusahaan migas kelas dunia. Melalui anak perusahaan dan afiliasinya yang bekerja sama dengan SKK Migas, PHI menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang inovatif di bidang Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, Infrastruktur dan Tanggap Bencana guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan mewujudkan #EnergiKalimantanUntukIndonesia.
(**)

18 Februari 2025

Program Adhi Green 2025 Bentuk Komitment PT. Adhi Acset Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan




REFORMASI-ID | Bekasi - Dalam rangka memperingati HUT ke-65, PT. Adhi-Acset gelar program Adhi Green 2025 yang berlangsung di Simpang Susun, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Selasa, 18 Februari 2025.

Program Adhi Green 2025 merupakan komitment PT. Adhi-Acset wujudkan  implementasi tujuan pembangunan berkelanjutan dan ESG pada aspek pengelolaan limbah dan pelestarian keanekaragaman hayati.

Adhi Green 2025 dilaksanakan dengan menanam 1000 pohon, bersih-bersih dilingkungan proyek dan mengimplementasikan pengelolaan limbah kontruksi serta limbah domestik (pemilahan sampah).

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Komite Manajemen Adhi-Acset, KSO, Manager QHSE, Edy Adang, serta perwakilan karyawan PT. Adhi Acset KSO.

Dalam keterangannya, Edy menyampaikan bahwa program Adhi Green 2025 dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Adhi.

"Adhi Green 2025 merupakan program komintment PT. Adhi-Acset, KSO, wujudkan  implementasi tujuan pembangunan berkelanjutan dan ESG pada aspek pengelolaan limbah dan pelestarian keanekaragaman hayati di HUT ke-65 Adhi," ujarnya.

"Dalam pelaksanaan kegiatan. Kami (PT. Adhi-Acset KSO-red) melaksanakan penanaman 1000 pohon diwilayah proyek disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi," jelasnya.

Selain itu, sambung Edy mengatakan, kami juga melakukan bersih-bersih dilingkungan proyek yang meliputi direksi keet, area konstruksi, mess, barak pekerja dan lingkungan sekitar proyek.

"Pelaksanaan kegiatan ini wajib mengimplementasikan Petunjuk Kerja SP 014 ES W03 tentang Pengelolaan Limbah Konstruksi dan Limbah Domestik Edisi 2 (Pemilahan Sampah)," tambahnya.

"Semoga apa yang kita lakukan dapat bermanfaat untuk masyarakat banyak dan menjadi bentuk pembangunan berkelanjutan seperti apa yang dicanangkan pemerintah," pungkasnya.

(Red)

23 Januari 2025

Wilayah Jakarta Selatan Gas Elpiji 3 Kg Bak Ditelan Bumi




REFORMASI-ID | Jakarta - Kelangkaan Gas bersubsidi 3 kilogram (kg), di Setiabudi, Jakarta Selatan, membuat resah warga dan para pedagang kecil yang bergantung dari gas subsidi tersebut.

Yang terjadi di kawasan Setiabudi, Kecamatan Setiabudi. Sudah sepekan terakhir, banyak kios dan warung yang kehabisan stok elpiji 3 kg. Kamis, 23 Januari 2025.

Bahkan pasokan gas elpiji 3 kg baru datang pada pukul 08:00 WIB, langsung abis ludes terjual dan pedagang masih banyak yang tidak kebagian gas subsidi.

Kondisi ini banyak menimbulkan keresahan dan kekhawatiran masyarakat dan pedagang setempat, yang notabene mereka sangat membutuhkan gas untuk kehidupan sehari-harinya.

Tarmuji pedagang gorengan sangat mengeluhkan kelangkaan gas 3 kg.

"Sudah hampir 2 hari saya cari ke warung, tetapi semuanya abis, dan saya ke Agen gas pun juga kosong," jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, sementara saya  harus jualan untuk menafkahi keluarga, kalau tidak ada gas begini gimana saya mau berjualan.

"Saya ini pedagang gorengan kebutuhan yang paling utama gas sama minyak gorengnya, kalau pemerintah tiba-tiba menaikkan harga atau hilang seperti ini, saya juga ikut kebingungan," tambahnya.

Dari pantauan awak Media Reformasi Indonesia dilapangan, pada saat mobil gas datang sudah banyak pedagang kelontong menunggu untuk mendapatkan gas.

Salah satu pedagang kelontong yang enggan disebut namanya, mengeluhkan karena bagiannya yang seharusnya dapat 20 tabung kini hanya di kasih 10 tabung.

Kelangkaan gas subsidi 3 kg menjadi perhatian masyarakat luas, pedagang dan warga, mereka berharap agar pemerintah dan pihak terkait segera menanggapi keluhan ini.

Selain itu, mereka juga berharap kebutuhan bahan bakar sehari-hari kembali normal dan tidak mengalami kelangkaan sehingga aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan lancar.

(Jos)

12 September 2024

Medical Roadshow 2024, Jalin Hubungan Bilateral Indonesia-Korea Untuk Industri Medis




REFORMASI-ID | Jakarta - Seminar dan Diskusi Kerjasama Industri Kesehatan Indonesia Korea Selatan, Medical Roadshow 2024 kembali digelar di Jakarta, pada 11-12 September 2024.

Forum tahunan yang ke 6 ini, merupakan event bilateral yang dihadiri perwakilan Kementerian Perdagangan Industri dan Energi Korea Selatan, Kementerian Keamanan Makanan dan Obat - obatan Korea Selatan, Kedutaan Besar Republik Korea Selatan untuk Indonesia, Korea Pharmaceutical and Bio-Pharma Manufacturers Association (KPBMA), Korea Health Industry Development Institute (KHIDI) berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan RI, dan BPOM.

Mereka duduk bersama berdiskusi menjalin komitmen dan peluang serta pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan antar dua negara.

Lebih dari 200 instansi pemerintah dan pemimpin bisnis dari Indonesia dan Korea Selatan hadir di event yang sudah berlangsung selama 6 tahun ini.

Hasilnya pihak Korea Selatan berkomitmen membantu pengembangan industri bio medis di Indonesia.

Diketahui, di Indonesia terjadi peningkatan populasi usia lanjut dan meningkatknta penyakit yang sulit disembuhkan, karenanya membutuhkan penanganan medis dan peningkatan industri kesehatan diikuti perbaikan sistem regulasi standar pengamanan makanan dan obat-obatan.

Terdapat 33 perusahaan terdiri dari 14 perusahaan farmasi besar Korea Selatan dan 19 perusahaan alat kesehatan berpartisipasi di forum ini bertemu dengan 70 pengusaha Indonesia.

Pihak Korea Selatan menilai pasar medis Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang meningkatkan pendapatan nasional dengan perkiraan pertumbuhan pasar alat kesehatan dan farmasi rata-rata 4.6 dari  6.4 persen persen pertahun selama lima tahun ke depan sejak 2023.

Karena itu, Indonesia menjadi pasar potensi bagi Korea Selatan dalam bidang kerjasama makanan, obat obatan dan peralatan medis dan bio teknologi.

Wakil Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Mr Park, Soo-deok mengaku saat ini adalah momentum bagi pemerintah Indonesia untuk meningkatkan sistem pelayanan kesehatan dengan pertemuan dan sinergi kedua negara.

"Melalui kerja sama kesehatan yang terus berkembang antara dua negara (Indonesia -Korea), kami akan bisa memperbaiki kehidupan masyarakat kedua negara dengan hasil  pertumbuhan bersama," katanya.

Sementara itu, perwakilan Korea Trade Investment Promotion Agency (KOTRA), Oi Young Jeong mengatakan bahwa kegiatan yang berlangsung bisa menjadi platform dalam pasar medis.

"Saya berharap kegiatan ini bisa menjadi platform terbaik dalam memahami kecenderungan pasar medis dan meletakkan pondasi bagi kesuksesan perusahaan Korea yang masuk ke Indonesia," katanya.

Dia menambahkan, KOTRA akan mengembangkan program promosi dalam industri bio medis dan melanjutkan dukungan perusahaan Korea dalam mendorong perluasan ke pasar global.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengatakan, pertemuan tersebut menjadi ajang pembelajaran bagi Indonesia dalam hal food and drug safety.

"Kita mau belajar dari sistem dia bagaimana supaya BPOM bisa mengglobal sehingga banyak manfaatnya yakni produk-produk kita dipercaya masyarakat global sehingga bisa ekspor kemana-mana," kata Taruna.

Pihak Korea, kata Taruna telah banyak berinvestasi dalam bio teknologi medis di Indonesia khususnya dalam terapi sel dan transfer teknologi.

"Teknologi dan ekonomi Korea sangat bagus kita berharap produk-produk Korea bisa dipasarkan di Indonesia dan sebaliknya," tutur dia.

Taruna menambahkan, Korea berkomitmen membantu Indonesia memperoleh level pengakuan sebagai otoritas regulator obat dan makanan kelas dunia melalui status WHO Listed Authority (WLA).

Selain itu, sistem dan regulasi safety pangan dan obat-obatan  serta kemudahan pemasaran produk pangan Indonesia ke Korea Selatan dan sebaliknya.

"Kita berharap ini bisa memperkuat hubungan kerjasama kita antara masyarakat Indonesia dengan Korea Selatan," dia mengakhiri.

Saat yang sama, perwakilan Korea Pharmaceutical and Bio-Pharma Manufacturers Association (KPBMA), Lee Jaekook mengatakan, perusahaan besar Korea Selatan siap kerjasama dengan Indonesia dalam bidang bio medis.

"Melalui dukungan pihak BPOM, Kementerian Kesehatan Indonesia dan pihak lainnya, kami akan bersama-sama memajukan dunia medis Indonesia," katanya.

Dia berharap perusahaan medis Indonesia bisa ke Korea dan melakukan kerjasama di sana.

One Dream One Asia menjadi tagline bersama kata Lee Jaekook.

(**)

12 Juli 2024

Mulai Hari Ini Sayuran Karya Warga Binaan Lapas Kelas I Bandar Lampung Bisa Dibeli di Mall Transmart




REFORMASI-ID | Lampung - Kalapas Kelas I Bandar Lampung, Saiful Sahri didampingi Kabid Kegiatan Kerja, Muda Husni dan Jajaran laksanakan penyerahan sayuran hidroponik Sawi Pakcoy untuk penuhi Pasar Mall Transmart, Jumat, 12 Juli 2024.

Pada panen kali ini sebanyak 30 pcs sayuran Pakcoy secara langsung diserah terimakan oleh Saiful Sahri dengan pihak Transmart yang diwakili oleh Manager FreshMart Choky Pudra.

"Alhamdulillah hari ini kami distribusikan 30 pcs sayuran hidroponik Sawi Pakcoy kepada Transmart sebagai bentuk tindaklanjut pertemuan sebelumnya," tutur Saiful Sahri.

"Semoga kegiatan ini dapat memberikan kemanfaatan bagi kami serta masyarakat dan dapat terus terjalin dengan baik," jelasnya.

Choky mengatakan bahwa produk sayuran hidroponik Lapas Kelas I Bandar Lampung termasuk golongan Grade A sehingga kriteria tersebut dapat didistribusikan ke Freshmarket Transmart. 

"Memang kami sangat mencari produk sayuran hidroponik untuk dipasarkan pada Freshmarket kami, kebetulan Lapas Kelas I Bandar Lampung melalui ibu Ririn selaku Ketua Paksi menawarkan Produk Raja Hidro dan sayuran yang ditawarkan kualitas Grade A jadi bisa kami terima untuk dipasarkan," ujar Choky.

Dikesempatannya, Muda Husni menjelaskan bahwa pendistribusian sayuran Hidroponik akan dilakukan 2 kali dalam seminggu.

"Terima kasih untuk pak Choky Pudra karena sudah menjadikan kami sebagai salah satu distributor, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk penuhi komoditi Freshmarket Transmart," ucap Muda Husni.

Kegiatan ini merupakan sinergitas dengan Stakeholder terkait dan juga melibatkan pihak Transmart ikut andil dalam pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan untuk mewujudkan Lapas Kelas I Bandar Lampung yang semakin PASTI untuk kinerja yang BERDAMPAK.

Kegiatan diakhir dengan foto bersama sekaligus serah terima sayuran hidroponik Sawi Pakcoy secara simbolis.

(**)

10 Juli 2024

Panen Raya Warga Binaan di SAE Bentuk Keberhasilan Lapas Kelas I Bandar Lampung dalam Pelaksanaan Program




REFORMASI-ID | Lampung - Lapas Kelas I Bandar Lampung lakukan panen raya Jagung Manis dan Terong Ungu hasil karya Warga Binaan di area Sarana Asimilasi Edukasi (SAE), Rabu, 10 Juli 2024.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Lampung Sorta Delima Lumban Tobing.

Panen ini merupakan suatu bentuk keberhasilan Lapas Kelas I Bandar Lampung dalam pelaksanaan program Pembinaan Kemandirian bidang pertanian bagi Warga Binaan. 

Sorta meyakini bahwa hasil panen yang diperoleh Lapas Kelas I Bandar Lampung merupakan wujud kerja keras petugas yang mengawal dalam membimbing dan mengarahkan Warga Binaan yang di pekerjakan pada area SAE.

"Saya mengapresiasi kepada Warga Binaan yang dipekerjakan mengelola area SAE tersebut, bekerja secara maksimal serta patuh terhadap petugas yang mengawal. Panen yang dihasilkan pun cukup memuaskan," ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, saya berharap program ini dapat memberikan kemanfaatan bagi warga binaan kedepannya.

Dikesempatannya, Kalapas Saiful Sahri menghimbau kepada Warga Binaan asimilasi agar dapat mengikuti proses pembinaan kemandirian di bidang pertanian secara maksimal. 

Menurutnya, kegiatan pembinaan kemandirian tersebut sangat bermanfaat bagi peningkatan kualitas keterampilan dan kemampuan mereka di bidang pertanian. 

"Kami akan terus berikan pelayanan terbaik kepada Warga Binaan dalam hal pembinaan kemandirian jadi ketika nanti mereka kembali ke masyarakat ilmu yang diberikan dapat dimanfaatkan untuk kelangsungan hidup," jelas Saiful Sahri.

Panen yang dihasilkan untuk jagung manis sebanyak 150kg dan terong ungu 30kg. Saiful Sahri mengatakan untuk kedepannya akan ditingkatkan lagi untuk mewujudkan Lapas Kelas I Bandar Lampung yang semakin PASTI untuk kinerja yang BERDAMPAK.

(**)

02 Juli 2024

Gerai MPP Memberikan Kemudahan Akses Pelayanan Bagi Masyarakat Kota Metro dan sekitarnya




REFORMASI-ID | Lampung - Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Provinsi Lampung, Sorta Delima Lumban Tobing Hadiri Peresmian Gerai Mal Pelayanan Publik Kota Metro.  

Acara ini juga ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Wakil Wali kota Metro dengan berbagai instansi terkait. Selasa, (02/07/2024).

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi Lampung, Sorta, didampingi oleh Kepala Divisi Keimigrasian, Tato Juliadin Hidayawan, dan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandar Lampung, John P Fillino, bersama pejabat vertikal   dari instansi terkait, seperti Bursa Efek Indonesia, Badan POM, BPJS Ketenagakerjaan, Real Estate Indonesia, dan Metro Command Center menyaksikan dan mengadakan kesepakatan kerja sama dengan pemerintah kota Metro.

Dalam sambutannya, Kakanwil Sorta menyampaikan pentingnya kolaborasi antara berbagai instansi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik. 

"Peresmian gerai ini merupakan langkah konkret dalam memberikan kemudahan akses pelayanan bagi masyarakat Kota Metro dan sekitarnya. Kami berharap dengan adanya gerai imigrasi ini, masyarakat dapat merasakan manfaat dari berbagai layanan yang disediakan secara terpadu di satu tempat," ujarnya.

Gerai Kemenkumham di Mal Pelayanan Publik Kota Metro ini diharapkan dapat menjadi solusi atas berbagai kebutuhan masyarakat kota metro, Kakanwil Sorta mengapresiasi  terkhusus hadirnya pembuatan paspor yang ada di MPP Kota Metro, dimana semenjak turunnya pandemi covid menjadi endemic, animo masyarakat dalam pembuatan paspor cukup tinggi.
 
Oleh karena itu dengan adanya layanan pembuatan paspor di MPP Kota Metro akan berdampak luas kepada masyarakat di Metro maupun kabupaten sekitarnya menjadi lebih mudah dan cepat.

Mengingat jarak tempuh dari kota Metro dan kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Timur mencapai 1-2 jam dan jumlah penduduk yang cukup padat dengan tingkat kegiatan ekonomi yang cukup tinggi.

Acara ini juga menjadi momen penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan berbagai sektor swasta dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. 

Dengan adanya MoU dan Perjanjian Kerja Sama ini, diharapkan terjalin kerjasama yang lebih erat dan berkelanjutan antara berbagai pihak.

Peresmian Gerai pada MPP Kota Metro ini diakhiri dengan pemotongan Pita Oleh Wakil Wali Kota Metro, Qomaru Zaman, ini mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan yang hadir, termasuk masyarakat yang merasakan langsung manfaat dari berbagai layanan yang tersedia di Mal Pelayanan Publik Kota Metro. 

Kehadiran gerai ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendukung pembangunan daerah yang lebih maju.

(**)

07 April 2024

Kabupaten Bekasi Termasuk Daerah Industri Terbesar di Asia, Namun Ribuan Warganya Alami Kemiskinan Extrim dan Darurat Stunting



REFORMASI-ID | BEKASI ~ Sebanyak 3.961 jiwa warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat masuk kategori penduduk miskin ekstrim berdasarkan hasil pencocokan data lapangan yang dilakukan Dinas Sosial Kabupaten Bekasi. 

Data tersebut berdasarkan indikator pengeluaran warga setiap harinya di bawah 1,9 Dolar Amerika PPP (Purchasing Power Parity) atau setara Rp 11.941,1.

Kemiskinan ekstrim di Kabupaten Bekasi tersebut diakui Kepala Dinsos Kabupaten Bekasi saat masih dijabat Endin Samsudin. 

"Warga kategori miskin sudah masuk ke dalam data sasaran program penanggulangan kemiskinan ekstrim," ungkap Endin kepada wartawan di penghujung 2023.

Sementara itu, angka stunting di Kabupaten Bekasi mencapai 13,8 persen pada 2023, dari sebelumnya 17,8 persen di tahun 2022.

Untuk mengatasi kemiskinan ekstrim dan stunting di Kabupaten Bekasi, Kepala Disperkimtan Kabupaten Bekasi, Nur Chaidir mengatakan Pemerintah Kabupaten Bekasi telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 51,1 miliar.

Anggaran program tahun 2024 itu dialokasikan pada program perbaikan rutilahu atau rumah tidak layak huni dan pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) dikenal jamban atau WC di masing-masing rumah penduduk.

"Adanya jamban di rumah atau tempat tinggal warga ini jadi tidak buang air besar sembarangan, tidak rusak lingkungan dan kita pun jadi sehat," kata Nur Chaidir kepada wartawan, seperti diberitakan Wartakota.com, (https://wartakota.tribunnews.com/2024/03/07/pemkab-bekasi-alokasikananggaran-rp-511-miliar-atasi-kemiskinan-ekstrem-dan-stunting belum lama ini).

Sementara itu dalam acara buka puasa bersama SMSI Kabupaten Bekasi dengan legislator Jawa Barat asal Kabupaten Bekasi, Faizal Hafan Farid, Sabtu (6/4/2024), terjadinya kemiskinan ekstrim dan tingginya di Kabupaten Bekasi merupakan terbesar di Jawa Barat. 

"Iya ini kemiskinan ekstrim di Kabupaten Bekasi tertinggi di Jawa Barat, mungkin ada ya, orang yang setiap harinya hanya makan nasi aking," ungkap Faizal Hafan Farid.

Hal tersebut, kata Faizal Hafan Farid sangat memprihatinkan. Terlebih, Kabupaten Bekasi selama ini dikenal sebagai daerah metro dollar.

"Prihatin ya, padahal Kabupaten Bekasi selama ini dikenal sebagai daerah metro dollar. Kita punya banyak kawasan, bahkan penyumbang PDRP dan PPNBH terbesar di Jawa Barat untuk ke pusat sebesar 50 triliunan per tahun," ungkapnya.

Faizal berharap ke depan Kabupaten Bekasi bisa menurunkan kemiskinan ekstrim dan berhasil menekan angka stunting. 

"Kita lihat ya tahun depan, semoga bisa seperti itu," pungkasnya.

(CP/red)

28 Maret 2024

Petani Penggarap Diskusi Permasalahan Petani Bersama Law Firm Riki Kelly, SH & Partner




REFORMASI-ID | Bekasi - Forum Petani Penggarap Bekasi Fajar gelar diskusi permasalahan petani bersama Law Firm Riki Kelly, SH & Partner yang berlokasi di Kebun Kita Oi Tani, Desa Cikarageman, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, pada hari Selasa, 26 Maret 2024.

Dalam diskusi tersebut turut hadir Narman perwakilan kelompok tani Desa Burangkeng, Dego Bongkar Oi Tani, Ridho pemerhati pertanian, Riki Kelly, SH yang didampingi Azka Alhamdi, SH dari Law Firm Riki Kelly & Partner, serta beberapa perwakilan petani setempat.

Dego Bongkar pada kesempatannya menyampaikan permasalahan yang banyak dialami petani terkait kelangkaan bantuan pupuk.

"Permasalahan yang sering dialami petani disini adalah susahnya mendapatkan pupuk," ujarnya.

Selain itu, Dego juga mengatakan banyak petani pribumi yang bertani dilahan perusahaan.

"Petani asli pribumi banyak yang bertani dilahan perusahaan, contoh seperti lahan yang saat ini kita garap," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan, kita tau lahan garap ini bukan milik kita, tetapi kita memanfaatkan lahan tidur yang ada diwilayah agar dapat berguna untuk orang banyak.

"Ada satu permasalahan yang masih belum kita pahami, diwilayah kita ini di Desa Cikarageman ada zona hijau yang tanahnya tidak dapat dimiliki oleh perusahaan, tetapi pada pelaksanaannya ada perusahaan yang memiliki tanah di area zona hijau," paparnya.

"Bisa dibayangkan, bagaimana nasib petani pribumi jika lahan pertanian dialih fungsikan menjadi lahan komersil, mau kemana petani ini mengais rejeki, sedangkan petani adalah ujung tombak ketahanan pangan," tambahnya.

Tetapi, lanjutnya mengatakan, kita tetap berterima kasih kepada Bekasi Fajar, yang sudah memberikan kesempatan kepada kita (petani-red) untuk menggarap lahannya.

"Kita juga berharap ada kesepakatan antara petani penggarap dengan pemilik lahan, agar satu sama lain tidak ada yang saling dirugikan dan sama-sama mendapatkan haknya," ucapnya.

"Untuk itu kita mengadakan diskusi dengan Law Frim Riki Kelly, untuk bisa mendampingi kami (petani-red) agar bisa bertemu dengan pihak pemilik lahan (Bekasi Fajar-red)," imbuhnya.

Menanggapi permasalahan yang ada pada petani, Riki Kelly, SH. akan berusaha membantu petani.

"Kami dari Law Firm Riki Kelly, SH & Partner akan berusaha membantu permasalahan para petani yang ada disini," tutur Riki.

"Langkah awal dari pemasalahan lahan garap, tentu saja penggarap harus kulonuwun terlebih dahulu kepada pemerintah setempat dan pemilik lahan," ucapnya.

Kami, sambungnya menutup pembicaraan, akan mendampingi perwakilan petani untuk bisa bertemu dengan pemilik lahan, agar ada perjanjian dari kedua belah pihak (petani penggarap dan pemilik lahan-red) yang saling menguntungkan untuk sama-sama mendapatkan haknya.

(Red)

10 Maret 2024

Ormas Oi Jabar : Masih Kompleksnya Permasalahan Petani di Wilayah Setu, Kabupaten Bekasi




REFORMASI-ID | Bekasi - Pendampingan masyarakat akar rumput dengan pendekatan sosial dan kultural, ormas Oi menemukan berbagai permasalahan terkait pertanian khususnya di wilayah Kecamatan Setu, Kab Bekasi. Minggu, 10 Maret 2024.

Ketua ormas Oi Jawa Barat, Dego Bongkar dan tim dalam melakukan pendampingan pertanian & lingkungan hidup berbasis akar rumput banyak menemukan banyak permasalan.

Saat dikonfirmasi awak media, Dego Bongkar menyampaikan, pertanian diwilayah Kecamatan Setu banyak yang tidak tergali secara optimal.

"Potensi wilayah Kab. Bekasi khususnya Kecamatan Setu seperti hasil bumi, dan kreatifitas masyarakat lokal itu yang menjadi sorotan," ujarnya.

"Hasil bumi yang ada di wilayah Kec. Setu seperti rempah-rempah (sereh, lengkuas, kencur dll), buah-buahan musiman (rambutan & kecapi) dan juga pisang, daun salam, melinjo, singkong hingga tanaman padi tersebut belum juga menjadi komoditi primadona yang nyata di wilayah yang terkenal subur itu," tegasnya.

Menurut pantauan kami, lanjutnya, petani lokal di Setu mayoritas masih konvensional dan bahkan nyaris tidak ada modernisasi dan regenerasi. Rata-rata petani lokal sudah lanjut dari usia produktif. 

Dikesempatan yang sama, Emid (55) salah satu petani lokal menerangkan, dia khawatir masa depan anak-anaknya jika meneruskan menjadi petani seperti dirinya. 

"Saya sebagai petani sangat khawatir akan masa depan anak-anak jika mereka meneruskan pekerjaan saya sebagai petani," tutur petani yang pernah menjadi juara klompencapir dimasa orde baru.

Lebih lanjut, ia mengatakan, petani saat ini sering gagal panen, harga jual tak menentu serta harga pupuk tinggi dan sulit didapat, itu menjadi kekhawatiran masa depan usaha pertanian diwilayah kami.

Hal senada diungkapkan Danton (50) petani padi dilahan garapan, ia juga mengeluhkan harga pupuk yang tinggi dan sulit sekali memperoleh pupuk untuk tanaman padinya.

Kembali Dego mengatakan, dengan kurang tertariknya akan dunia pertanian dan minimnya perhatian serta regenerasi, maka konsep-konsep pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan yang sedang disosialisasikan Pemerintah Pusat saat ini akan sulit teraplikasi. Ini beresiko bagi survivenya ketahanan pangan wilayah jika terus dibiarkan.

"Seperti konsep Pertanian berkelanjutan (Sustainable Agriculture) yang merupakan implementasi dari konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development) pada sektor pertanian masih sangat asing di telinga para petani," terangnya.

Masih ucapnya, konsep pertanian berkelanjutan yang bertumpu pada tiga pilar yaitu ekonomi, sosial, dan ekologi ini seolah tabu bagi para petani lokal. 

"Padahal konsep ini sudah di aplikasikan sejak jaman nenek moyang kita dahulu karena pola tersebut sesuai dengan kultur budaya kearifan lokal, ramah lingkungan dan efisien," tambahnya.

"Yang kita lihat saat ini, justru petani lokal seperti kehilangan induknya. Ketergantungan pupuk kimia, obat-obatan kimia yang semakin lama semakin mahal dan langka terus terjadi tanpa ada pendekatan solutif," papar Dego.

Selain itu, sambungnya menjelaskan, hasil dari petani lokal dilepas begitu saja di pasar. Dipermainkan harganya oleh para tengkulak, sering terjun bebas dan akhirnya mereka putus asa. 

"Fenomena lahan-lahan pertanian dijual ke pengembang kawasan perumahan dan industri menjadi hal jamak yang akhirnya terus dilakukan oleh para petani desa," paparnya.

"Melihat hal tersebut kami dari gerakan advokasi petani Marjinal Ormas Oi mengharapkan kepada Pemerintah pusat, daerah hingga ke pemerintah desa adanya bimbingan yang intens dan langsung screening di lapangan," katanya.

"Dengan program tepat sasaran ke petani sampai ke pelosok desa dan terpantau, menjadikan petani bukan hanya menjadi obyek serapan anggaran," jelasnya.

"Program tersebut seharusnya bisa merubah status sosial dan ekonomi mereka kelak dikemudian hari. Petani pedesaan adalah pilar utama ketahanan pangan lokal sehingga mereka wajib diperjuangkan supaya dapat memperbaiki tatanan kehidupan dan kemandirian di lingkungan," imbuhnya.

Oleh sebab itu, Dego menegaskan, kami menekankan disini bahwa Pemerintah harus lebih concern dan peduli petani lokal akar rumput. Monitoring secara independen langsung ke stakeholder yang membawahi bidang pertanian dan ketahanan pangan harus terus dilakukan. Hal tersebut bertujuan agar tidak ada penyelewengan anggaran program serta terjadinya penelantaran para petani lokal. 

"Petani di desa-desa saat ini tidak butuh ceremonial, publikasi dan retorika yang terus saja berulang-ulang namun setelah itu ditinggal. Mereka butuh diperhatikan, didampingi dilapangan, dibantu program yang tepat sasaran dan dimudahkan permodalan guna peningkatan hasil pertanian dan perbaikan ekonominya, juga bisa survive untuk bersaing dalam peradaban kemajuan jaman," pungkasnya.

(Red)

06 Maret 2024

Antisipasi Kecelakaan Akibat Jalan Licin, PT. Adhi Acset KSO Bersihkan Jalan Umum




REFORMASI-ID | Bekasi - PT. Adhi Acset KSO lakukan giat bersih-bersih di Jalan Raya Serang Baru-Cibarusah, Sukaragam, Serang Baru. Kab. Bekasi, Pada sore hari tanggal 06/03/2024.

Robert Humas dari Pt. Adhi Acset KSO, kepada awak media menyampaikan, bahwa kegiatan ini untuk menetralisir terjadinya kecalakaan pada kendaraan bermotor, dan hal ini dilakukan sewaktu-waktu untuk kenyamanan kendaraan dalam melintas di Jalan Raya Serang Baru, yang memang sedang ada kegiatan pekerjaan untuk jalan tol.

"Selain kegiatan tersebut kami juga sudah meberikan rambu-rambu untuk berhati-hati dalam melintas di jalan ini dan kami dari pihak PT yang bekerjasama dalam pembangunan proyek jalan tol ini sangat memperhatikan lingkungan dan masyarakat yang melintas di jalan raya," ujarnya.

Budi pengguna jalan menerangkan,
saya sangat mengapresiasi dan mendukung dalam kegiatan ini, dan saya selaku pengguna jalan sangat berterimaksih kepada pihak-pihak yang sudah melakukan kegiatan pembersihan jalan ini.

"Klo bisa sih kegiatan ini slalu ada dan rutin pak agar tidak ada yang jatuh karna jalan licin, intinya saya sangat berterimakasih untuk kegiatan ini,' pungkasnya.

(Red)

02 Maret 2024

Sambut Bulan Suci Ramadhan, Warga Perum Mustika Grande RT. 017, Renovasi Halaman Mushola




REFORMASI-ID | Bekasi - Bulan Suci Ramadhan yang sebentar lagi tiba membuat warga Perum Mustika Grande, RT. 017, RW. 013, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, antusias memperbaiki halaman Mushola. Sabtu, 02 Maret 2024.

Warga RT. 017 yang dipimpin Surianto menyambut bulan suci Ramadhan dengan memperbaiki halaman depan Mushola demi kenyamanan warga saat menjalankan ibadah puasa.

Saat dikonfirmasi awak media, Surianto menyampaikan, perbaikan halaman Mushola Al-Muttaqin sudah menjadi program kerja.

"Alhamdulillah perbaikan halaman Mushola Al-Muttaqin sedang terlaksana, ini merupakan program kerja awal di tahun 2024," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, sengaja pelaksanaannya kita adakan diawal bulan Maret, karena untuk menyambut bulan suci Ramadhan yang sebentar lagi tiba.

"Renovasi halaman Mushola saat ini perbaiki halaman Mushola yang semula tanah dan kita ganti menggunakan paving blok," jelasnya.

Masih ungkapnya, selain menyambut bulan suci Ramadhan, renovasi halaman depan Mushola Al-Muttaqin untuk kenyamanan warga dalam menjalankan ibadah.

"Kita tau saat ini musim hujan, halaman yang masih tanah merah sangat mengganggu jamaah Mushola yang akan ibadah, selain kotor, tanah juga licin," tambahnya.

"Semua ini kita kerjakan secara swadaya dan gotong royong," imbuhnya.

Dikesempatan yang sama Limbong, salah satu warga RT. 017 memberikan apresiasi atas perbaikan halaman Mushola yang sedang berjalan.

"Saya sangat apresiasi dengan perbaikan halaman Mushola yang sedang dilaksanakan warga RT. 017," tuturnya.

Lebih lanjut Limbong menuturkan, sungguh sangat bermanfaat, bukan saja untuk Mushola, tapi manfaatnya bisa kita rasakan untuk lingkungan.

"Bisa menjadi tempat parkir kendaraan, dan kenyamanan warga saat ingin menggunakan fasos/fasum yang ada," tegasnya.

Setelah perbaikan halaman Mushola, ucapnya menutup pembicaraan, pembangunan selanjutnya akan dibuat taman bermain.

Diketahui Limbong merupakan warga non muslim, terpantau dilokasi sangat antusias membantu pembangunan halaman Mushola, terlihat jelas toleransi antar umat beragama dilingkungan Perum Mustika Grande, RT. 017, RW. 013 terjalin sangat harmonis.

(Red)

10 Februari 2024

Swiss-Belhotel International Kunjungi Pokja Wartawan Humas Kota Bekasi




REFORMASI-ID | JAKARTA – Swiss-Belhotel International baru saja melakukan kunjungan dan audiensi media dengan rekan-rekan media yang tergabung dalam Pokja Wartawan Humas Kota Bekasi pada hari Selasa, 6 Februari 2024 di Media Center Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat.

Kunjungan tersebut diterima dihadiri oleh Widya Hapsari sebagai Regional Marketing Communication Manager Swiss-Belhotel International untuk Indonesia, Ilham Said, Senior Sales and Marketing Manager Swiss-Belinn Cibitung, Muhammad Sakum selaku Senior Sales and Marketing Manager Swiss-Belinn Cikarang serta Zaskia selaku Senior Sales and Marketing Manager Swiss-Belinn Karawang.

Kesempatan audiensi dan silaturahmi ini diterima oleh Ketua Pokja Wartawan Humas Kota Bekasi, Michael Lengkong, didampingi Sekretaris, Ainsyam, Bendahara, Hasmudin Asmor beserta sejumlah pengurus lainnya.

Kesempatan ini merupakan bentuk perkenalan dari rekan-rekan Swiss-Belhotel International, terutama bagi Swiss-Belhotel International yang berlokasi di Cikarang, Cibitung dan Karawang kepada rekan-rekan media di Pokja Wartawan Humas Kota Bekasi.

“Kegiatan kunjungan media ini adalah salah satu bentuk kegiatan kami dalam menjalin hubungan baik dan kerjasama dengan rekan-rekan media. Dalam kesempatan ini kami sangat berterima kasih mendapatkan kesempatan untuk dapat melakukan kunjungan ke Pokja Wartawan Humas Kota Bekasi. Kedepannya kami harapkan akan banyak kolaborasi yang akan memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak. Dari Swiss-Belhotel International sendiri siap memberikan dukungan penuh kepada Pokja Wartawan Humas Bekasi,“ ujar Widya Hapsari.

Dalam kunjungan ini juga, dibahas mengenai kerjasama antara kedua belah pihak dan diharapkan akan terjalin kerjasama yang bersinergi positif antara Swiss-Belhotel International dan Pokja Wartawan Humas Kota Bekasi kedepannya, salah satunya adalah kegiatan dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional yang rencananya akan diselenggarakan pada 28 Februari 2024 mendatang.

Swiss-Belhotel International sudah hadir di Industri perhotelan di Indonesia sejak 31 tahun yang lalu dengan portofolio 82 hotel yang tersebar mulai dari Pulau Sumatera hingga Pulau Papua. Mulai dari budget hotel, middle upscale hotel, upscale hotel, upper upscale hotel hingga luxury hotel. Di 2024 sendiri Swiss-Belhotel International Indonesia telah bersiap untuk melebarkan sayap di berbagai kota di Indonesia antara lain di Bali, Labuan Bajo, Yogyakarta dan Ambon. (*)

19 Januari 2024

RUTA 2024 ALISHTER: Penggunaan Herbisida Parakuat Diklorida Mendukung Ketahanan Pangan Nasional




REFORMASI -ID | Jakarta - Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (ALISHTER) menyelenggarakan Rapat Umum Tahunan Anggota (RUTA) tahun 2024 di Arosa Hotel Jakarta pada 18 Januari 2024.

Pelaksanaan RUTA ini bertujuan untuk mempelajari pertanggungjawaban, mengevaluasi, dan memutuskan hal-hal yang disampaikan dalam laporan pertanggungjawaban Dewan Pengurus tahun 2023. 

Selain itu, dalam RUTA ini, ALISHTER 
juga memaparkan program kerja untuk tahun 2024 dan membahas Laporan Hasil Pengawasan Dewan Pengawas. RUTA 2024 ini dihadiri oleh Budi Hanafi, S.T (Koordinator Kelompok Substansi Pengawasan Pupuk dan Pestisida), Ir. Ewin Suib, MM (Ketua Kelompok Perizinan Pertanian) mewakili Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian, Ketua Umum Asosiasi Crop Care Indonesia, Direktur dan Ketua Umum CropLife Indonesia, Ketua Umum Masyarakat Produsen Pestisida Rumah Tangga, serta para Pimpinan Perusahaan anggota ALISHTER. Hadir pula secara daring Ir. Triyani, S.T., M.SE. (Ketua Tim Kerja Industri Kimia Anorganik).

Dalam kata sambutan dari Direktorat Industri Kimia Hulu, Triyani menyampaikan apresiasinya terhadap peran ALISHTER yang selama ini aktif membantu pemerintah memastikan pengelolaan sumber daya untuk menggunakan pestisida atau produk perlindungan tanaman (prolintan) secara tepat dan aman.

Sementara itu mewakili sambutan dari Direktorat Pupuk dan Pestisida, Budi menegaskan bahwa pengguna pestisida terbatas harus mengikuti pelatihan. 

Ia juga menyampaikan, dalam hal ini pemerintah sangat mendukung ALISHTER yang berupaya meningkatkan kapasitas petani melalui pelatihan untuk meminimalkan dampak parakuat terhadap petani dan lingkungan. 

Masih katanya, kedepan diharapkan semakin ada kolaborasi yang baik antara ALISHTER dan Dinas Pertanian ditingkat provinsi terkait pelatihan penggunaan serta peredaran herbisida terbatas parakuat. Sejak berdiri pada tahun 2015, ALISHTER telah berhasil melatih petani di hampir seluruh provinsi di Indonesia. 

Pelatihan ini, ucapnya, bertujuan agar petani dapat mengaplikasikan herbisida terbatas parakuat dengan aman, bertanggung jawab, dan sesuai petunjuk penggunaan, sehingga dapat memberikan hasil pertanian yang optimal. 

"Sepanjang tahun 2016 – 2023, ALISHTER telah melatih 31.044 petani di 313 kabupaten/kota dalam 28 provinsi, dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai herbisida terbatas parakuat dan melengkapi petani dengan sertifikat pelatihan," jelasnya.

"ALISHTER juga telah melakukan dan terlibat dalam beberapa kegiatan advokasi ditahun 2023 yang bertujuan untuk mempromosikan peran penting parakuat bagi petani dan ketahanan pangan Indonesia. Kegiatan tersebut termasuk Gelar Teknologi Closed Loop Knapsack System di Kabupaten Siak, mengikuti perkembangan sidang Conference of Parties (COP) Rotterdam Convention ke-11 tahun 2023, dan Pekan Nasional Kelompok Tani dan Nelayan Andalan di Kota Padang," tuturnya.

"Dalam perencanaan tahun 2024, ALISHTER menargetkan pelatihan di 42 kabupaten/kota dalam 22 provinsi. Secara rinci pelatihan akan dilaksanakan di Provinsi: Aceh, Sumatra Utara, Riau, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara/Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, dan Bali," paparnya.

Selain, sambungnya, kegiatan pelatihan herbisida terbatas parakuat, di tahun 2024 ini ALISHTER akan tetap mendukung pemerintah Indonesia dalam mempertahankan parakuat di sidang COP ke-12 Rotterdam Convention di Jenewa, Swiss pada tahun 2025. 

Upaya ini dilakukan karena dari hasil studi dan jajak pendapat yang dilakukan oleh ALISHTER, parakuat tetap dibutuhkan oleh para petani untuk penyiapan lahan dan pengendalian gulma. Sekitar 90% 
petani telah merasakan manfaat nyata parakuat yaitu mudah digunakan, mengurangi penggunaan tenaga kerja, dan harganya terjangkau. 

Pelatihan yang dilakukan oleh ALISHTER juga membuahkan hasil, terbukti dari hasil jajak pendapat lebih dari 70% petani telah melakukan pembilasan sprayer setelah melakukan aplikasi dan merusak kemasan bekas prolintan.

Menurut Ketua ALISHTER, Mulyadi Benteng, kegiatan pelatihan ini difokuskan di kabupaten-kabupaten yang frekuensi penggunaan parakuatnya cukup tinggi. Berbagai data dan studi menunjukkan bahwa parakuat relatif aman terhadap manusia dan lingkungan jika digunakan sesuai dengan rekomendasi. 

Oleh karena itu, tegas Mulyadi sangat penting bagi para pengguna untuk memahami cara penggunaan prolintan termasuk parakuat secara tepat dan aman.

Selanjutnya, parakuat diklorida masih harus diperjuangkan kembali di COP-12 Rotterdam Convention di tahun 2025. Pemerintah Indonesia harus memberikan posisi di Konferensi tersebut untuk mempertahankan penggunaan parakuat diklorida oleh petani Indonesia.
 
"Dalam mendukung pemerintah untuk membentuk posisi tersebut, ALISHTER akan memberikan data dan informasi terkait mengenai pentingnya peran parakuat diklorida bagi ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani di Indonesia," ujarnya.

"Data dan informasi terkait yang akan diberikan termasuk mengenai pelatihan bagi petani di berbagai wilayah diseluruh Indonesia dalam menggunakan parakuat, serta pengembangan alat aplikasi inovatif
‘Closed Loop Knapsack System (CLKS)’ yang lebih aman bagi petani dalam menggunakan parakuat," imbuhnya.

Ia menjelaskan, ALISHTER akan memperkenalkan teknologi CLKS ini di tahun 2024, dimana teknologi ini memungkinkan petani terhindar dari paparan parakuat diklorida. 

"CLKS adalah solusi praktis dan aman, karena tangki sprayer hanya berisi air dan petani dapat menghindari proses menyampur dan menuang prolintan," katanys.

"ALISHTER memberikan dukungan untuk produksi lokal dan komersialisasi CLKS agar petani dapat mengakses teknologi ini dengan harga terjangkau dengan harapan, CLKS dapat digunakan untuk semua jenis prolintan guna menjamin keamanan petani saat pengaplikasian di lahan," tutur.

"ALISHTER dan seluruh anggotanya berkomitmen untuk konsisten dalam mendukung petani dan pertanian Indonesia yang maju, aman, berkualitas, dan berkelanjutan," pungkasnya.

Sekilas tentang ALISHTER:
ALISTHER dibentuk oleh para produsen dan distributor herbisida berbahan aktif parakuat diklorida pada tahun 2015. 

Tujuannya adalah menghimpun semua potensi pengusaha herbisida parakuat
sebagai sumber daya pembangunan nasional, untuk mengoptimalkan manfaat herbisida parakuat bagi pembangunan pertanian, menjadi mitra petani dan pemerintah dalam hal pengelolaan herbisida parakuat, serta sebagai wadah komunikasi dan penyedia informasi tentang herbisida terbatas bagi para anggota dan pemangku kepentingan lainnya di Indonesia. Saat ini ALISHTER beranggotakan 64 perusahaan baik itu PMA maupun PMDN.

(Red)

15 Desember 2023

Kemenkopukm Berkolaborasi Bersama Mitra Korea, Dukung Start-Up Indonesia




REFORMASI-ID | Jakarta - Kementrian Koperasi dan UKM (KUKM), KOTRA (Korea Trade-Investment and Promotion Agency) Jakarta, dan KOMIPO (Korea Midland Power Co.Ltd) Menyelenggarakan acara 'Korea-Indonesia Start-Up Day' Boosting the Future Leaders of Indonesia' pada selasa 12 Desember 2023 yang bertempat di Hotel Sheraton Gandaria City, Jakarta Selatan.

Acara dimulai pada pukul 09.15 WIB, yang hadiri oleh Kementrian Koperasi dan UKM, Mr. Han Jong Ho (Commercial Counsellor of Korea), Mr. Kim Dong Jun (Executive Vice Presiden of KOMIPO), Mr. Lee Jang Hee (Director General of KOTRA jakarta).

Pembukaan acara diawali dengan lagu kebanngsaan kedua negara, lalu sambutan dari Bapak Menteri Koperasi dan UKM melalui" teleconfrence daring".

Dalam sambutannya, Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM meyampaikan ucapan terima kasih setinggi-setingginya terhadap Pengusaha-pengusaha dari Korea Selatan yang telah berkenan untuk berinvestasi di Republik Indonesia.

Pada "Korea-Indonesia Stsrt-up Day, Indonesia diberi pendanaan hibah masing-masing USD 7.000, ke 5 Perusahaan start-up dipilih melalui seleksi 'pitch deck Competition' yang diselengarakan pada 24 November program dari 'Cerita Nusantara 2023 yang diadakan oleh Kementrian Koperasi dan UKM. 

Kelima Perusahaan yang lolos dan mendapatkan nominasinya ialah:
E.Has, Roomansa , Dif. Marketer, Henbuk , Biopener. Dengan total USD 35.000 untuk meningkatkan bisnis mereka oleh Perusahaan pembangkit listrik asal Korea,(KOMIPO).

KOMIPO salah satu Perusahaan Pembangkit utama di Korea dan telah mengoperasikan sejumlah proyek pembangkit listrik di Indonesia selama lebih dari satu dekade yang dimulai dari proyek pembangkit listrik Cirebon pada tahun 2005 dan proyek O&M Tanjung-Jati pada tahun 2010.

KOMIPO juga turut serta menjalankan berbagai kontribusi sosial di Indonesia. tahun 2023 menandai peringatan 50 tahun hubungan harmonis diplomatik antara Korea-Indonesia .

(Juntak/Condra)