REFORMASI-ID 🇲🇨| BANTUL, DIY – Penguatan tata kelola organisasi dan peningkatan kualitas pembinaan atlet menjadi pekerjaan penting bagi perguruan pencak silat dalam menghadapi tantangan olahraga dan pelestarian budaya. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) III PERSINAS ASAD Kabupaten Bantul, Minggu (1/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Padepokan Pencak Silat PERSINAS ASAD Bantul itu dibuka secara resmi oleh Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Bantul, Sri Harijanto, S.Pd.
Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong yang disaksikan jajaran pengurus IPSI Bantul, pengurus PERSINAS ASAD DIY dan Kabupaten Bantul, perwakilan perguruan pencak silat, ketua pengurus kapanewon, sesepuh perguruan, serta para pesilat.
Dalam sambutannya, Sri Harijanto menekankan pentingnya keberadaan perguruan pencak silat sebagai bagian dari ekosistem pembinaan olahraga daerah.
Menurutnya, PERSINAS ASAD memiliki kontribusi dalam membangun generasi muda melalui pembinaan olahraga yang berorientasi pada prestasi sekaligus pembentukan akhlak dan karakter.
"PERSINAS ASAD merupakan salah satu perguruan besar yang menjadi pilar pembinaan pencak silat di Bantul. Muskab ini menjadi momentum penting untuk konsolidasi organisasi, regenerasi kepemimpinan, dan peningkatan prestasi atlet di tingkat daerah maupun nasional," ujarnya.
Ia berharap kepengurusan periode mendatang dapat memperkuat koordinasi dan sinergi dengan IPSI Bantul, terutama dalam menyusun program pembinaan atlet, menjaga keberlanjutan pencak silat sebagai warisan budaya, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Lima tahun ke depan menjadi periode strategis
Ketua Panitia Muskab III, Abdurrohman Hashi, menjelaskan bahwa forum tersebut mengagendakan tiga pembahasan utama, yakni laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya, pemilihan Ketua PERSINAS ASAD Kabupaten Bantul periode 2026–2031, dan penyusunan program kerja lima tahun mendatang.
Ia menegaskan komitmen organisasi untuk terus melahirkan pesilat yang memiliki prestasi, berbudi luhur, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Dalam konteks pengembangan olahraga daerah, agenda tersebut memiliki arti strategis. Organisasi perguruan perlu memastikan bahwa regenerasi kepemimpinan berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas kelembagaan.
Ke depan, program pembinaan idealnya tidak hanya berorientasi pada pencapaian medali, tetapi juga mencakup pembinaan atlet usia dini, peningkatan kompetensi pelatih, penguatan manajemen organisasi, dan perluasan partisipasi masyarakat.
Sinergi dengan IPSI dan pemangku kepentingan lainnya juga menjadi faktor penting agar potensi atlet Bantul dapat berkembang secara optimal.
Muskab III PERSINAS ASAD Kabupaten Bantul diharapkan menghasilkan kepengurusan yang solid, transparan, dan mampu menjalankan program kerja secara terukur.
Dengan demikian, keberadaan perguruan pencak silat tidak hanya memperkuat prestasi olahraga, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan karakter generasi muda dan pelestarian budaya bangsa.
Laporan: Wisnu Jatmiko | Editor: Mahar Prastowo
