REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN – Kawasan pariwisata terintegrasi Bakauheni Harbour City (BHC), Lampung Selatan, resmi menjadi tuan rumah penyelenggaraan Festival Kuda Kepang Kreasi Se-Lampung. Acara yang berlangsung mulai hari ini, 26 September, hingga 28 September 2026 tersebut hadir sebagai wadah silaturahmi akbar sekaligus ajang kompetisi seni bergengsi bagi komunitas pelestari budaya.Sabtu, 26/09/2026
Dalam sambutannya Project member operasional Bakauheni Harbour City (BHC) Ibnu Akbar menyampaikan, Mempertemukan 16 peserta grup Kuda Kepang dan menampilkan kesenian jaranan dan kuda kepang kreasi dari seluruh Kabupaten dan Kota di wilayah Provinsi Lampung. Selain menjadi ruang unjuk kreatifitas dalam mengolah gerak tari tradisional menjadi aransemen kreasi yang dinamis juga mempererat tali silaturahmi.
"Ajang ini juga bertujuan untuk memperkuat sinergi antar-pekerja seni dalam menjaga kelestarian warisan budaya nusantara di tanah Lampung," ucapnya.
Menurutnya. Pilihan lokasi di Bakauheni Harbour City dinilai sangat strategis untuk menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara. Dan berharap kepada seluruh panitia yang terlibat pada hari ini kedepannya berjalan lancar, mungkin beberapa hari lagi akan digelar kembali event event dilaksanakan di Bakauheni Harbour City.
"Sekaligus menegaskan peran BHC sebagai pusat kegiatan kreatif dan destinasi wisata budaya unggulan di gerbang pulau Sumatera," ujar Ibnu Akbar.
Sementara itu Ketua Umum Paguyuban Jaranan Lampung Joni Iswandi mengatakan kegiatan ini merupakan silaturahmi kelompok seni Jaranan Lampung dan untuk menghidupkan rasa cinta terhadap kesenian tradisional dan budaya lokal.
"Kami berharap kepada Pemerintah Daerah mendukung dan peduli agar kesenian tradisional tetap hidup juga berkembang. Karena kebudayaan, kesenian tradisional adalah jati diri bangsa," tuturnya.
Ditempat yang sama Ketua Grup Kuda Kepang Pelita Nusantara Purnomo menambahkan. Masyarakat dan pengunjung dapat menyaksikan langsung keindahan visual, kekompakan formasi, serta magisnya musik pengiring dari berbagai melodi kreasi khas masing-masing daerah selama tiga hari ke depan.
"Jika bukan kita sendiri yang mencintai seni dan budaya kita. Siapa lagi," tegas Purnomo.
Dilain pihak sebagai Penari seni dari grup Kuda Kepang Pelita Nusantara Nadya mengungkapkan. Melalui festival ini, diharapkan seni pertunjukan Kuda Kepang Kreasi dapat terus tumbuh menjadi motivasi bagi generasi muda, bisa terus dilestarikan dan beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai luhurnya.
"Alhamdulillah, saya sudah belajar selama 5 tahun tari dalam grup kuda kepang Pelita Nusantara. Saya juga berharap Festival Kuda Kepang ini mampu menggerakkan roda ekonomi kreatif berbasis budaya bagi masyarakat sekitar," pungkas Nadya. (Mdn)


