Siswa SD di Lampung Tengah Diduga Meninggal Dunia Usai Tersedak Kelengkeng, Ini Kronologinya - Media Reformasi Indonesia (MRI)

23 September 2026

Siswa SD di Lampung Tengah Diduga Meninggal Dunia Usai Tersedak Kelengkeng, Ini Kronologinya


REFORMASI-ID | LAMPUNG TENGAH — Seorang siswa kelas 3 SDN 03 Poncowarno, Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah, meninggal dunia setelah mengalami tersedak saat mengonsumsi buah kelengkeng, Selasa (22/9/2026) pagi.

Korban diketahui berinisial RAP (9), warga Kampung Poncowarno, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.40 WIB di ruang kelas 3 SDN 03 Poncowarno.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Berdasarkan laporan yang diterima kepolisian, saat kejadian korban sedang mengonsumsi buah kelengkeng yang menjadi bagian dari menu Makanan Bergizi Gratis (MBG).

“Korban mengalami tersedak saat mengonsumsi buah kelengkeng di ruang kelas. Saat itu korban sempat meminta pertolongan kepada teman dan pihak sekolah,” kata Yuni, Rabu (23/9/2026).

Dalam laporan kepolisian disebutkan, korban sempat meminta pertolongan kepada teman sekelasnya setelah mengalami tersedak.

Korban kemudian keluar kelas sambil memegang leher dan meminta bantuan kepada penjaga sekolah.

Pihak sekolah selanjutnya berupaya memberikan pertolongan. Korban sempat memuntahkan sisa makanan, namun buah kelengkeng yang diduga tertelan tidak berhasil dikeluarkan.

Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Poncowarno untuk mendapatkan pertolongan medis.

Selanjutnya korban dibawa ke RS Kartini. Setelah tiba di ruang IGD dan dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis, korban dinyatakan meninggal dunia.

“Korban telah mendapatkan upaya pertolongan dari pihak sekolah dan kemudian dibawa untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, berdasarkan pemeriksaan di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia,” ujar Yuni.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, personel Polsek Kalirejo mendatangi lokasi, melakukan pengumpulan bahan keterangan serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Polisi juga telah melaporkan perkembangan kejadian tersebut kepada pimpinan.

Pihak keluarga korban, menurut laporan kepolisian, menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.

Kepolisian mengimbau pihak sekolah maupun orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya saat mengonsumsi makanan, guna mencegah kejadian serupa.

Polisi masih melakukan pendalaman terhadap peristiwa tersebut sesuai dengan prosedur yang berlaku. (Hms/Mdn) 


Comments