Bisnis Pelabuhan Masuk Era Otomatisasi, SDM Bersertifikat Jadi Kunci Daya Saing - Media Reformasi Indonesia (MRI)

19 September 2026

Bisnis Pelabuhan Masuk Era Otomatisasi, SDM Bersertifikat Jadi Kunci Daya Saing



Media Reformasi, JAKARTA — Transformasi bisnis pelabuhan Indonesia tidak lagi hanya bergantung pada investasi infrastruktur dan kecanggihan teknologi. Di tengah percepatan digitalisasi dan otomatisasi, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) justru menjadi faktor penting yang menentukan seberapa optimal teknologi tersebut dapat digunakan.

Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) menilai penguatan SDM kepelabuhanan berbasis kompetensi dan sertifikasi profesi berstandar global perlu menjadi bagian dari strategi pengembangan bisnis pelabuhan nasional.

Wakil Ketua Umum III ABUPI Bidang Pengembangan SDM Kepelabuhanan, Sakiman, mengatakan pendidikan formal tetap penting, namun kebutuhan industri menuntut SDM memiliki kompetensi yang lebih spesifik dan terukur.



Menurutnya, teknologi canggih tidak akan menghasilkan produktivitas maksimal apabila tidak ditopang tenaga kerja yang kompeten, profesional, disiplin, serta mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi.

“Dunia kepelabuhanan sedang bergerak menuju digitalisasi dan otomatisasi. Karena itu, pengembangan SDM harus dilakukan melalui pelatihan, sertifikasi profesi, pengalaman kerja, serta penguasaan teknologi terbaru,” ujar Sakiman.

Kebutuhan tersebut semakin relevan karena transformasi digital mengubah pola kerja dan kompetensi yang dibutuhkan di lingkungan pelabuhan. Pengoperasian sistem digital, otomatisasi proses, hingga pemanfaatan teknologi baru menuntut tenaga kerja yang tidak hanya berpengalaman, tetapi juga memiliki kompetensi yang dapat diukur dan diakui.

Karena itu, ABUPI berkomitmen mendorong program pelatihan dan sertifikasi yang link and match dengan kebutuhan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) di berbagai daerah.

Bagi industri, penguatan kompetensi tersebut bukan semata agenda pengembangan SDM. Ketersediaan tenaga kerja yang memiliki standar kompetensi dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas operasional sekaligus menghadapi persaingan bisnis pelabuhan yang semakin terintegrasi dengan rantai logistik global.

Dengan SDM yang memiliki sertifikasi berstandar global, pelabuhan Indonesia diharapkan semakin siap menghadapi perubahan teknologi dan meningkatkan daya saing di tingkat internasional.

Penguatan kualitas SDM tersebut juga sejalan dengan upaya membangun ekosistem logistik nasional yang lebih efisien dan berdaya saing, sekaligus mendukung visi Indonesia untuk memperkuat peran sebagai poros maritim dunia.***




Comments