REFORMASI-ID | Lampung Selatan – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Utama Bakauheni resmi mengimplementasikan Pengendalian Akses Terintegrasi (go live) di Pelabuhan Bakauheni, Rabu (5/8/2026). Sistem baru tersebut menjadi bagian dari transformasi layanan untuk menciptakan kawasan pelabuhan yang lebih tertib, aman, modern, dan berstandar keselamatan.
Peresmian implementasi sistem ini dihadiri General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Utama Bakauheni Capt. Partogi Tamba, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Gapasdap, BPTD, KSKP Bakauheni, serta jajaran instansi maritim terkait.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Utama Bakauheni, Capt. Partogi Tamba mengatakan, Pelabuhan Bakauheni sebagai pintu gerbang utama penghubung Pulau Sumatra dan Jawa memiliki peran vital dalam mendukung konektivitas nasional, mobilitas masyarakat, dan distribusi logistik.
Menurutnya, seiring meningkatnya volume pengguna jasa, penguatan sistem keselamatan, keamanan, dan ketertiban pelabuhan menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar.
“Hari ini merupakan tonggak sejarah penting dalam transformasi pelayanan pelabuhan. Melalui go live implementasi sterilisasi kawasan ini, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Utama Bakauheni berkomitmen menghadirkan operasional pelabuhan yang lebih aman, tertib, modern, dan efisien,” ujar Partogi.
Dalam implementasi tersebut, ASDP telah membangun sejumlah fasilitas pendukung, di antaranya area parkir kendaraan roda dua yang terintegrasi, jalur khusus akses kawasan steril, registrasi ulang seluruh pemegang akses, serta pemasangan boom gate dan teknologi face recognition untuk memperkuat sistem pengawasan secara digital dan real time.
Partogi menjelaskan, seluruh pengembangan infrastruktur dan teknologi tersebut bertujuan menciptakan operasional pelabuhan yang lebih efektif, tertata, serta memenuhi standar pelayanan internasional.
Ia juga mengapresiasi dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari regulator, aparat keamanan, mitra usaha hingga pengguna jasa yang telah berkolaborasi menyukseskan implementasi sistem baru tersebut.
Penerapan Pengendalian Akses Terintegrasi ini menjadi bagian dari transformasi digital ASDP yang berfokus pada tiga aspek utama, yakni ketertiban, keamanan, dan keselamatan. Sistem ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan kendaraan menuju dermaga, memperketat proses verifikasi akses, serta memastikan seluruh kendaraan dan penumpang terdokumentasi secara akurat sesuai standar keselamatan pelayaran.
Dengan penerapan sistem tersebut, ASDP optimistis Pelabuhan Bakauheni akan semakin siap memberikan pelayanan yang lebih cepat, aman, nyaman, dan efisien bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan. (*)
