Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Pendidikan untuk Keadilan Sosial
REFORMASI-ID | Jakarta Timur — Forum Komunikasi Komite Sekolah (FKKS) Kota Administrasi Jakarta Timur menegaskan peran strategisnya sebagai penggerak kolaborasi pendidikan melalui peringatan Milad ke-14 yang dirangkaikan dengan May Day dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Selasa (5/5/2026), di Aula Gedung C Kantor Wali Kota Jakarta Timur.
Mengusung tema “Silaturahim dan Sinkronisasi Pendidikan: Sinergi Komite Sekolah, Kepala Sekolah, dan Pemerintah”, FKKS tampil sebagai poros konsolidasi yang mempertemukan sekolah, orang tua, pemerintah, dan masyarakat dalam satu barisan menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo beserta Staf Khusus Gubernur Yustinus Prastowo, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin beserta para Askot dan jajaran suku dinas dan camat, serta Ketua FKKS Jakarta Timur Syamsul Bahri beserta jajaran.
Turut hadir jajaran pendidikan daerah, termasuk Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana sebagai pemateri utama, serta Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur Wilayah II Horale yang terlihat mengikuti rangkaian acara.
FKKS: Jembatan yang Menjangkau Persoalan di Luar Sekolah
Dalam forum ini, FKKS kembali ditegaskan sebagai simpul penting yang menjangkau persoalan pendidikan di luar kewenangan sekolah—mulai dari perundungan, tawuran, hingga fenomena sosial seperti keterlibatan pelajar dalam pinjaman online.
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menekankan pentingnya sinergi konkret antara kepala sekolah dan komite sekolah.
“Bagi sekolah yang masih ada bullying, tawuran, dan muridnya mungkin terlibat pinjol, saya mohon segera merapatkan barisan antara kepala sekolah dan komite sekolah,” ujarnya.
Menurutnya, FKKS memiliki keunggulan dalam menjangkau ranah sosial yang tidak bisa disentuh langsung oleh institusi sekolah.
“Ada hal-hal di luar kemampuan kepala sekolah untuk mengintervensi. Di situlah FKKS bisa mengambil peran,” tegasnya.
Ia juga mendukung penuh rencana roadshow FKKS hingga tingkat kecamatan, sebagai upaya memperkuat sinkronisasi program pendidikan secara menyeluruh.
Ia juga mendukung penuh rencana roadshow FKKS hingga tingkat kecamatan, sebagai upaya memperkuat sinkronisasi program pendidikan secara menyeluruh.
Sinkronisasi Pendidikan: Tawuran Tertinggi dan Ruang Kosong Pembinaan
Dalam sesi sinkronisasi yang dipaparkan oleh Nahdiana, terungkap bahwa Jakarta Timur masih menjadi wilayah dengan angka tawuran pelajar tertinggi, yang kerap terjadi di luar jam sekolah.
“Kadang terjadinya bukan di sekolah, bukan di jam sekolah. Ini menunjukkan ada ruang kosong dalam pembinaan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa persoalan seperti perundungan, pelecehan, hingga konflik sosial pelajar tidak bisa ditangani sendiri oleh sekolah.
“Kita tidak bisa kerja sendiri. Kepala sekolah memang memegang kendali, tapi perlu dukungan semua pihak, termasuk FKKS,” katanya.
Gubernur: FKKS Perkuat Jakarta sebagai Kota Global Berbasis Pendidikan
“Memadukan FKKS, May Day, dan Hari Pendidikan ini sesuatu yang istimewa. Silaturahmi seperti ini yang membuat Pemerintah DKI Jakarta menjadi jauh lebih kuat,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa Jakarta kini telah bertransformasi menjadi kota global yang bersaing di tingkat internasional, baik dari sisi keamanan, infrastruktur, maupun pertumbuhan ekonomi.
Namun, ia mengingatkan bahwa kesenjangan sosial masih menjadi tantangan utama.
“Yang masih tinggi adalah ketimpangan antara kaya dan miskin. Di sinilah pendidikan harus hadir sebagai solusi,” tegasnya.
Komitmen Pendidikan: Dari KJP hingga Beasiswa Global
Dalam sambutannya, Pramono juga menegaskan berbagai program pendidikan Pemprov DKI Jakarta, mulai dari Kartu Jakarta Pintar (KJP), program pemutihan ijazah, hingga kebijakan sekolah swasta gratis.
Ia juga menyoroti pengiriman lulusan SMK ke luar negeri serta rencana menghadirkan beasiswa setara LPDP daerah.
“Pendidikan adalah jalan untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat,” ujarnya.
FKKS sebagai Kekuatan Kolektif Masa Depan Pendidikan
Menutup acara, Pramono secara resmi menutup kegiatan Milad ke-14 FKKS Jakarta Timur.
“Dengan mengucapkan hamdalah, acara Forum Komunikasi Komite Sekolah ini secara resmi saya nyatakan ditutup.”
Milad ke-14 ini menandai penguatan posisi FKKS dari sekadar forum komunikasi menjadi kekuatan kolektif dalam membangun masa depan pendidikan.
Di tengah kompleksitas tantangan sosial dan globalisasi, FKKS hadir sebagai pengikat sinergi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah.
Dari Jakarta Timur, FKKS menegaskan satu hal: pendidikan tidak bisa berjalan sendiri—ia harus digerakkan bersama.
(MP)
Galeri:

























