Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Update

8/recent/ticker-posts

Rusaknya Pantai Muara Gembong Akibat Sampah dan Limbah




REFORMASI-ID | Bekasi - Azis (40 tahun) merupakan seorang relawan lokal yang mendedikasikan hidupnya untuk merawat lingkungan dan menjaga hutan mangrove di sekitar pesisir Pantai Muara Gembong. 

Selain menjadi nelayan, di sela hari-harinya Azis juga melakukan penanaman mangrove secara swadaya bersama warga untuk menjaga dan merawat kelestarian alam sebagai tempat tinggal habitat ikan, kepiting, burung dll. 

Dia juga membuat bagang-bagang sebagai bagian dari usahanya dalam memfasilitasi wisatawan yang hobby memancing liar di sela-sela hutan mangrove. 

Kini Azis dan kawan-kawan merasakan usahanya kian redup karena gempuran sampah dan limbah yang masuk ke perairan Muara Gembong. 

Air laut mulai tercemar, ikan semakin sulit di dapat sehingga daya tarik wisatawan dalam memancing kini berkurang drastis. Pesisir pun menjadi kotor penuh sampah dan banyak pepohonan mangrove pun mati terkena dampaknya.

Dirinya menyampaikan, sejak 4 tahun terakhir kondisi pesisir Muara Gembong sudah mulai tercemar. 

"Sampah dan limbah kiriman dari sungai-sungai yang bermuara di Pantai Muara Gembong seperti Kali CBL dan sampah kiriman dari Jakarta memadati pesisir dan muara," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, disela-sela hutan Mangrove tempat hidup ikan kini tertutup sampah Styrofoam dan berbagai plastik kemasan. 

"Belum lagi limbah cair yang masuk ke area tambak bandeng warga menyebabkan sering matinya ribuan ikan bandeng yang belum waktunya di panen," jelasnya.

"Kemajuan industrialisasi diwilayah Kabupaten Bekasi berbanding terbalik dengan kondisi nyata diwilayah pesisir Muara Gembong. Seolah warga pesisir hanya menerima dampak negatif dari  limbah dan sampah kawasan industri maupun kawasan perumahan yang hanyut begitu saja bersama dengan aliran air dari hulu," pungkasnya.

(**)