Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Update

8/recent/ticker-posts

Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk di Kelurahan Jatibening Baru, Upaya Menekan Kasus DBD


REFORMASI-ID 🇮🇩 | Kota Bekasi -  Musim penghujan telah datang dari beberapa pekan lalu. Selain waspada dengan kondisi cuaca yang berubah, beberapa hal lain juga perlu kita waspadai salah satunya berkaitan dengan Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyakit DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus.  

Dalam rangka pencegahan  peningkatan kasus DBD dan penanggulangan vektor penular DBD, seluruh jajaran Kecamatan Pondokgede bersama masyarakat melaksanakan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Seperti hari ini dilaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di RW 02,03,04,06,08 dan 11 Kelurahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (28/3/2024). 

Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serentak di  kelurahan Jatibening baru dihadiri, Camat Pondokgede zainal Abidin Syah, Lurah Jatibening Baru Badru Tamam dan Jajaran, UPTD Puskesmas, Ketua FKRW Kelurahan Jatibening Baru Suharto, Para ketua RW, LPM, Bimaspol, Babinsa, Satlinmas, Kader Jumantik, Jetua RT, Pamor, Kader Posyandu dan warga masyarakat. 

Menurut Badru Tamam Lurah Jatibening Baru dengan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk tersebut, diharapkan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari pencegahan penyebaran DBD di Kota Bekasi Khususnya Pondokgede Kelurahan Jatibening Baru. 

"Melalui kegiatan PSN di masyarakat serta penggerakan kembali program Jumatik di lingkungan, diharapkan menjadi upaya bersama menekan kasus DBD di Jatibening Baru," kata Lurah. 

Menurut Lurah, Kewaspadaan memang perlu ditingkatkan dikarenakan kemungkinan perkembangbiakan nyamuk akan meningkat terutama di musim hujan, sehingga sering menyebabkan kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah Dengue (DBD) pada saat musim penghujan. 

"Mari kita sama-sama lakukan 3M  Plus, Menguras, Menutup, Menimbun dan Memantau agar lingkungan dan keluarga kita bisa terhindar bahaya DBD," pungkas Badru Tamam. (Agus W)