Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Update

8/recent/ticker-posts

Bangkit Kukuh : Co.Founder Anxiety Care Indonesia Hadir Memulihkan Mental Pengungsi Erupsi Semeru



REFORMASI-ID 🇮🇩 | Daerah - Yayasan Anxiety Care Indonesia (ACI) hadir membantu pemulihan mental bagi korban bencana alam erupsi Gunung Semeru di Lumajang. Bencana alam ini selain menyebabkan kerugian material, para korban bencana alam juga akan dirundung kesedihan mendalam akibat kehilangan keluarga atau kerabat, shock, hingga trauma yang berujung pada gangguan mental yang berpengaruh terhadap keadaan psikososial.

Menurut Bangkit Kukuh, Founder dari Yayasan ACI, bencana alam ini berdampak juga pada masalah kesehatan mental pasca bencana di antaranya yaitu depresi, kecemasan (anxiety), stress dan somatisasi (sakit fisik yang disebabkan oleh pola pikir kecemasan) terlebih pada anak-anak. 

"Oleh karena itu, Yayasan ACI  bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Lumajang membantu trauma healing akibat bencana ini pada anak-anak, dengan mendirikan posko trauma healing oleh relawan dari Yayasan ACI dan profesional psikologi," jelas Bangkit saat berada di lokasi pengungsian bencana erupsi Gunung Semeru di di SMPN 1 Candipuro, Lumajang, Sabtu, 11/12/2021.

Dalam proses trauma healing tersebut didatangkan badut yang menghibur anak-anak yang membagikan es krim dan mainan. Anak-anak korban bencana merasa terhibur dan senang saat itu, sehingga mereka sedikit melupakan rasa sedih dan trauma saat bencana erupsi terjadi.

"Saya berharap anak-anak ini bisa kembali semangat menghadapi kehidupan mereka," tambah Bangkit, yang juga Ketua Team Tanggap Darurat Gunung Semeru.

Para relawan dari Yayasan ACI telah dibekali Psychological First Aid (PFA) agar bisa mencegah terjadinya gangguan kesehatan mental kepada penyintas bencana. Rizky Firdausi, salah satu relawan Yayasan ACI dari Regional Jawa Timur mengatakan korban erupsi rata-rata mengalami kecemasan akan kematian dan khawatir muncul ada bencana susulan. 

"Selain itu di kamp-kamp pengungsian mereka juga mengalami kesepian dan kebosanan yang secara tidak langsung berdampak kepada kesehatan fisik seperti pusing, sakit kepala, sakit perut dan nyeri," lanjut Rizky.

Ketua Yayasan Anxiety Care Indonesia Gede Sandhi mengenalkan Yayasan Anxiety Care Indonesia.

Yayasan Anxiety Care Indonesia dibentuk di Jakarta pada tanggal 20-02-2020 atas surat keputusan menteri AHU-0004260.AH.01.02. Tahun 2020. Bertujuan untuk membantu penderita gangguan kecemasan (yang disertai dengan gangguan lambung atau depresi-Red), serta bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang bagaimana cara agar penderita maupun masyarakat dapat membantu kesembuhan para penderita.

Ia juga menambahkan, ketidakpahaman penderita, juga memperburuk keadaan kecemasan mereka. Terlebih lagi jika pasangan, keluarga, atau orang terdekat penderita tidak mengetahui perihal gangguan anxiety disorder ini. Hal ini dapat membuat sang penderita mengalami depresi, merasa berbeda, memberatkan keluarga, atau menjadi sulit bangkit dari keadaan kecemasan.

(Bung Top)