Media Reformasi Indonesia (MRI): reformasi indonesia
Tampilkan postingan dengan label reformasi indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label reformasi indonesia. Tampilkan semua postingan

09 September 2026

Kebaikan yang Tak Berisik, Kepedulian Dua Personel Polres Bitung Berbuah Penghargaan”




REFORMASI-ID🇮🇩 | BITUNG — Pengabdian kepada masyarakat tidak selalu hadir dalam bentuk seragam, kewenangan, atau tugas penegakan hukum. Di Kota Bitung, dua anggota Polri memilih cara yang lebih sunyi: memberikan apa yang mereka miliki untuk orang lain.

Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., memberikan penghargaan kepada dua personelnya yang dinilai menunjukkan kepedulian kemanusiaan dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Penghargaan diberikan kepada Iptu Iskandar Abdul, Kasi Hukum Polres Bitung, dan Aiptu Soeyadi Duhe, S.Sos., anggota Polsek Maesa, dalam apel di Lapangan Apel Polres Bitung, Senin (7/9/2026).

Keduanya melakukan aksi kemanusiaan dalam bentuk berbeda. Namun, ada satu hal yang mempertemukannya: keikhlasan berbagi tanpa menunggu balasan.

Iptu Iskandar Abdul mengikhlaskan sebidang tanah miliknya seluas kurang lebih 1.700 meter persegi di Kelurahan Winenet Dua, Kecamatan Aertembaga, untuk dimanfaatkan sebagai tanah pekuburan umum.

Tanah itu kini digunakan masyarakat sebagai lokasi pemakaman tanpa dipungut biaya. Hingga kini, sekitar 50 warga yang telah meninggal dunia dimakamkan di tempat tersebut. Salah seorang anggota Polri juga telah dimakamkan di lokasi itu.

Keputusan tersebut mungkin terlihat sederhana. Tetapi bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya dan tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk menyediakan lahan pemakaman, keberadaan tanah itu berarti jauh lebih besar.

Ada ruang bagi mereka untuk mengantarkan orang terkasih ke tempat peristirahatan terakhir tanpa harus memikirkan biaya lahan.

Sementara Aiptu Soeyadi Duhe bersama istrinya memilih membantu dari sisi yang berbeda. Mereka menyisihkan dana pribadi untuk memberikan perlengkapan sekolah kepada seorang anak dari keluarga kurang mampu di Girian Bawah.

Bantuan itu bukan sekadar buku, seragam, atau perlengkapan belajar. Ada pesan yang lebih besar di baliknya: seorang anak yang berada dalam keterbatasan ekonomi tetap berhak memiliki kesempatan untuk belajar dan menggantungkan cita-cita setinggi mungkin.

Bagi anak tersebut, bantuan itu mungkin kecil bagi sebagian orang. Tetapi perhatian yang diberikan pada saat yang tepat dapat menjadi alasan bagi seorang anak untuk tetap percaya bahwa masa depannya layak diperjuangkan.

Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi pimpinan kepada personel yang telah melakukan tindakan positif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Penghargaan ini kami berikan sebagai bentuk apresiasi dan kebanggaan kepada anggota yang telah melakukan sesuatu yang luar biasa. Apa yang dilakukan oleh Iptu Iskandar Abdul dan Aiptu Soeyadi Duhe bukan hanya membawa manfaat bagi masyarakat, tetapi juga telah mengharumkan nama baik Polres Bitung dan institusi Polri,” ujar Arie.

Menurut dia, tugas seorang anggota Polri tidak berhenti pada menjaga keamanan dan menegakkan hukum. Kehadiran polisi juga harus dirasakan melalui kepedulian terhadap persoalan-persoalan kemanusiaan di tengah masyarakat.

“Tidak semua orang mampu melakukan apa yang telah mereka lakukan. Karena itu, kami berharap tindakan positif ini dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi seluruh personel Polres Bitung untuk terus menumbuhkan kepedulian, keikhlasan dan semangat membantu sesama,” katanya.

Penghargaan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar.

Ada orang yang berbagi tanah. Ada yang berbagi sebagian penghasilannya. Ada pula yang sekadar memberikan perhatian ketika orang lain sedang membutuhkan.

Nilainya bukan semata pada besar kecilnya pemberian, melainkan pada manfaat yang ditinggalkan bagi orang lain.

Apa yang dilakukan kedua personel Polres Bitung tersebut memperlihatkan sisi lain dari pengabdian seorang anggota kepolisian. Di tengah tuntutan profesionalitas dan penegakan hukum, masih ada ruang bagi kemanusiaan—ruang untuk melihat kesulitan orang lain dan memilih untuk membantu.

Kapolres menegaskan penghargaan tersebut bukan hanya bentuk pengakuan atas perbuatan dua personel, tetapi juga diharapkan menjadi motivasi bagi anggota lainnya.

“Sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan dengan tulus akan memberikan arti bagi orang lain. Mari kita jadikan kepedulian sebagai bagian dari pengabdian dan terus berbuat baik untuk masyarakat,” tegasnya.

Pada akhirnya, penghargaan itu bukan hanya tentang dua anggota Polri yang menerima piagam atau apresiasi dari pimpinan. Lebih dari itu, penghargaan tersebut menjadi pesan tentang arti berbagi.

Bahwa menjadi berguna bagi orang lain tidak selalu menunggu kaya, memiliki jabatan tinggi, atau mempunyai banyak kelebihan.

Kadang, kebaikan dimulai dari kesediaan memberikan sebagian kecil dari apa yang kita punya.

Iptu Iskandar Abdul memberikan tanah agar orang lain memiliki tempat untuk beristirahat dengan layak. Aiptu Soeyadi Duhe dan istrinya memberikan perlengkapan sekolah agar seorang anak tetap memiliki kesempatan mengejar cita-cita.

Dua tindakan sederhana itu menyampaikan pesan yang sama: manusia akan selalu memiliki alasan untuk berbagi, dan kebaikan yang diberikan dengan tulus dapat hidup jauh lebih lama daripada pemberinya.

Polres Bitung berharap semangat tersebut tumbuh di kalangan personel dan masyarakat luas—bahwa pengabdian tidak hanya diukur dari seberapa besar pekerjaan yang diselesaikan, tetapi juga dari seberapa banyak manfaat yang dapat diberikan kepada sesama.

Karena pada akhirnya, keamanan membuat masyarakat merasa terlindungi. Tetapi kepedulian membuat mereka merasa tidak sendirian.

08 September 2026

GM Davidt James Hukom Tegaskan K3 Harga Mati, Pelindo Bitung Kejar Zero Accident




REFORMASI-ID | BITUNG — Keselamatan kerja tidak boleh baru menjadi perhatian setelah kecelakaan terjadi. Di tengah aktivitas bongkar muat dan pergerakan alat berat yang terus berlangsung di Pelabuhan Bitung, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Bitung kembali mempertegas budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Komitmen itu ditegaskan melalui Apel Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang digelar di area Pelabuhan Bitung, Senin (7/9/2026). Apel diikuti insan pelabuhan dari berbagai unsur sebagai bagian dari upaya memperkuat kesadaran bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab seluruh pekerja.

General Manager Pelindo Regional 4 Bitung  James David Hukom menempatkan keselamatan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan operasional pelabuhan.

Pesan yang dibangun bukan sekadar penggunaan helm, rompi keselamatan, atau kelengkapan alat pelindung diri. Lebih jauh, budaya K3 menuntut setiap pekerja mampu mengenali potensi bahaya, mematuhi prosedur dan mengambil tindakan sebelum risiko berubah menjadi kecelakaan.

Pelabuhan merupakan lingkungan kerja dengan tingkat dinamika tinggi. Aktivitas bongkar muat, pergerakan kendaraan dan alat berat, pelayanan kapal serta mobilitas pekerja berlangsung dalam ruang yang sama. Kondisi tersebut membuat disiplin terhadap prosedur keselamatan menjadi kebutuhan mutlak.

Manajemen Pelindo Regional 4 Bitung karena itu menekankan sejumlah standar yang wajib dijalankan secara konsisten. Penggunaan APD secara lengkap, pemeriksaan berkala terhadap kondisi peralatan kerja, pelaporan segera terhadap potensi bahaya, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), serta kepedulian antarrekan kerja menjadi bagian penting dalam sistem pencegahan kecelakaan.

Keselamatan, dalam konteks ini, bukan perkara keberuntungan. Ia merupakan hasil dari disiplin yang dilakukan terus-menerus.

Target yang hendak dicapai adalah zero accident atau nihil kecelakaan kerja. Namun, target tersebut tidak akan tercapai hanya melalui slogan atau apel keselamatan. Dibutuhkan kepatuhan setiap individu, pengawasan yang konsisten, peralatan yang laik digunakan, serta keberanian menghentikan atau melaporkan pekerjaan ketika ditemukan kondisi yang berpotensi membahayakan.

Penerapan K3 juga memiliki kaitan langsung dengan keandalan operasional pelabuhan. Lingkungan kerja yang aman akan mendukung produktivitas pekerja sekaligus menjaga kelancaran pelayanan kepada pengguna jasa dan arus logistik.

Karena itu, pesan “Bekerja Aman, Pulang dengan Selamat” kembali ditegaskan sebagai prinsip yang harus melekat dalam setiap aktivitas di kawasan Pelabuhan Bitung.

Bagi Pelindo, keselamatan bukan sekadar urusan pekerja yang berada di lapangan. Keselamatan merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menjaga keberlangsungan operasional pelabuhan.

Sebab pelabuhan tidak hanya berbicara mengenai kapal yang datang dan pergi atau barang yang dibongkar dan dimuat. Di balik seluruh aktivitas tersebut terdapat manusia yang bekerja dengan risiko masing-masing.

Dan ukuran keberhasilan sebuah operasi pada akhirnya bukan hanya seberapa cepat pekerjaan diselesaikan, melainkan berapa banyak pekerja yang dapat menyelesaikan tugasnya dan kembali ke rumah dengan selamat.

19 Juli 2026

Bangun Soliditas Kader, Partai Berkarya Nusantara (PBN) Gelar Silaturahmi



REFORMASI-ID | Jakarta - Di tengah dinamika politik nasional yang terus bergerak, Partai Berkarya Nusantara (PBN) memilih memperkuat fondasi organisasinya melalui silaturahmi. Seperti tampak pada Minggu (19/07/2026) di Mangkuluhur Artotel, Semanggi. Bagi partai yang dipimpin Neneng A. Tuty, S.H., kebersamaan bukan sekadar tradisi organisasi, melainkan modal utama membangun kepercayaan publik sekaligus melahirkan kader yang mampu mengabdi kepada bangsa.

Dalam acara Silaturahmi Pengurus Partai Berkarya Nusantara yang dihadiri pengurus DPP, DPW, DPC, tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, organisasi kemasyarakatan, serta tamu undangan, Ketua Umum PBN menegaskan bahwa kekuatan sebuah partai tidak ditentukan oleh banyaknya struktur kepengurusan, melainkan oleh eratnya persaudaraan dan soliditas seluruh kader. 

Menurut Neneng, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam organisasi. Namun, silaturahmi harus menjadi perekat yang menyatukan seluruh kader untuk terus membesarkan partai demi kemaslahatan rakyat dan bangsa.

Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran pengurus dari tingkat pusat hingga daerah untuk memperkuat konsolidasi internal, meningkatkan kaderisasi, mendekatkan partai kepada masyarakat, serta menjaga integritas dan kekompakan. Menurutnya, kepercayaan masyarakat hanya dapat diraih melalui kerja nyata, bukan sekadar slogan politik. 

Pandangan tersebut mendapat penguatan dari Irjen Pol. (Purn.) Ahmad NurwahidStaf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), yang hadir sebagai narasumber. Berbekal pengalaman panjang di BNPT, ia mengingatkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara paling majemuk di dunia, dengan sekitar 1.340 kelompok etnis, lebih dari 17 ribu pulau, enam agama yang diakui negara, serta ribuan komunitas adat dan kepercayaan lokal.

Menurut Nurwahid, banyak negara mempertanyakan mengapa Indonesia tidak terpecah meski memiliki tingkat kemajemukan yang sangat tinggi.

"Saya selalu menjawab, Indonesia tidak akan mudah terpecah karena memiliki Pancasila sebagai ideologi pemersatu. Selain itu, bangsa ini memiliki budaya silaturahmi dan gotong royong yang menjadi perekat kehidupan masyarakat."Ia menambahkan, tradisi kebersamaan yang hidup di tengah masyarakat Indonesia menjadi kekuatan sosial yang tidak dimiliki banyak negara. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga Pancasila dari berbagai pengaruh ideologi transnasional yang berpotensi mengganggu persatuan bangsa.

Nurwahid juga mengapresiasi nama Partai Berkarya Nusantara. Menurutnya, kata berkarya mencerminkan semangat untuk terus menghasilkan manfaat melalui filosofi lima olah: yaitu olah raga, olah jiwa, olah rasa, olah karsa, dan olah karya. Baginya, berkarya adalah kata kerja yang menunjukkan komitmen untuk terus memberi manfaat bagi bangsa dan negara.

Komitmen tersebut diperkuat oleh Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPP Partai Berkarya Nusantara, H. Muhammad Sirot, S.H., M.H. Menurutnya, semangat silaturahmi yang dibangun Ketua Umum serta penguatan wawasan kebangsaan yang disampaikan Irjen Pol. (Purn.) Ahmad Nurwahid menjadi landasan utama dalam penyusunan program kaderisasi partai.

"Kaderisasi PBN tidak hanya bertujuan membangun organisasi yang kuat, tetapi juga membentuk kader yang berkarakter, berintegritas, memiliki jiwa kepemimpinan, serta kokoh dalam nilai-nilai kebangsaan yang berlandaskan Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika, " ujar Sirot.

Menurutnya, pendidikan politik yang berkesinambungan akan menjadi instrumen utama untuk melahirkan kader yang mampu menjadi perekat di tengah kemajemukan masyarakat, mengedepankan gotong royong, dan menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. "Politik harus menjadi jalan pengabdian, bukan semata-mata perebutan kekuasaan," katanya.

Selain menjadi ajang konsolidasi nasional, kegiatan tersebut juga dihadiri berbagai elemen masyarakat, termasuk jajaran KOMPAKDESI (Komunitas Purnabakti Kepala Desa dan Lurah Seluruh Indonesia) yang beranggotakan para pensiunan atau mantan kepala desa dan lurah dari berbagai daerah. Kehadiran mereka dinilai memperkuat semangat kolaborasi antara partai politik dengan para tokoh masyarakat yang memiliki pengalaman panjang dalam tata kelola pemerintahan di tingkat akar rumput.

Pada kesempatan yang sama, DPP Partai Berkarya Nusantara juga melaksanakan penyerahan formatur kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Berkarya Nusantara Provinsi Banten secara simbolis. Penyerahan tersebut menjadi penanda dimulainya proses konsolidasi organisasi di tingkat provinsi sebagai bagian dari penguatan struktur partai menuju terbentuknya kepengurusan yang solid hingga ke daerah.

Silaturahmi itu pada akhirnya tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga menghadirkan pesan bahwa politik dapat dibangun di atas nilai-nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan kebangsaan. Melalui kaderisasi yang berkarakter, penguatan Pancasila, serta semangat gotong royong, Partai Berkarya Nusantara berharap dapat menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan kesejahteraan rakyat. 

(*)





10 Juni 2026

Dipimpin AKP Tuegeh D. Darus, Pelaku Panah Wayer di Bitung Dibekuk Hanya dalam Satu Jam


 REFORMASI-ID | BITUNG — Respons cepat ditunjukkan jajaran Polsek Maesa dalam mengungkap kasus penganiayaan menggunakan panah wayer yang menimpa seorang remaja di Kota Bitung. Dipimpin langsung Kapolsek Maesa AKP Tuegeh D. Darus, S.Sos., pelaku berhasil diamankan hanya dalam waktu sekitar satu jam setelah laporan diterima polisi.

Pelaku yang diketahui bernama Ardiansyah Yanto diamankan Tim Resmob Polsek Maesa di Kelurahan Wangurer Barat, Kecamatan Madidir, tanpa perlawanan. Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan dari keluarga korban yang saat itu masih menjalani perawatan medis akibat luka panah wayer.

Kapolsek Maesa AKP Tuegeh D. Darus segera menginstruksikan Tim Resmob yang dipimpin Katim Resmob AIPTU Janny Tumbuan untuk bergerak cepat melakukan penyelidikan, mengumpulkan keterangan saksi, mendatangi korban, serta melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Hasilnya, kurang dari satu jam sejak laporan diterima, keberadaan pelaku berhasil diketahui dan langsung diamankan petugas.

Kasus ini bermula dari perselisihan yang diduga terjadi melalui media sosial. Berdasarkan keterangan yang diperoleh penyidik, korban Okniel Noveristo Makasenda (17) sebelumnya berkomunikasi dengan salah satu pihak yang terlibat dan sepakat bertemu di kawasan depan SMA Negeri 2 Bitung.

Korban yang datang bersama rekannya diduga mengira pertemuan tersebut hanya akan berujung pada perkelahian biasa. Namun situasi berubah ketika pelaku diduga telah mempersiapkan panah wayer.

Saat korban berusaha meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor, pelaku diduga melakukan pengejaran dan melepaskan panah yang mengenai bagian belakang tubuh korban. Akibatnya korban terjatuh dan harus mendapatkan perawatan di RS Budi Mulia.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut meminta keterangan sejumlah saksi yakni Revan Darise (17), Muhammad Ramdani Tahili (16), Rizal Afrizal Baco (20), dan Ever Lengkung (16).

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa satu buah pelontar panah wayer, satu buah anak panah wayer, serta dua unit sepeda motor yang digunakan pelaku dan rekan-rekannya, yakni Honda Scoopy DB 6701 VN dan Honda Vario DB 6432 VM.

Meski pelaku telah diamankan, kasus ini kembali menjadi alarm keras bagi masyarakat Kota Bitung. Perselisihan yang bermula dari media sosial kembali berujung pada tindak kekerasan yang melibatkan remaja dan penggunaan senjata berbahaya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pengawasan terhadap anak-anak tidak lagi cukup dilakukan di lingkungan rumah semata. Aktivitas pergaulan di media sosial yang kerap menjadi pemicu konflik juga membutuhkan perhatian serius dari orang tua.

Pertanyaan yang patut menjadi perhatian bersama adalah bagaimana remaja dapat dengan mudah mengatur pertemuan untuk berkelahi, menyiapkan senjata rakitan berupa panah wayer, hingga terlibat dalam aksi yang dapat menghilangkan nyawa orang lain.

Keberhasilan Polsek Maesa mengamankan pelaku dalam waktu singkat patut diapresiasi. Namun upaya pencegahan agar kasus serupa tidak terus berulang membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari keluarga, sekolah, tokoh masyarakat hingga pemerintah.

Saat ini pelaku telah diamankan di Polsek Maesa untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, sementara korban masih dalam pemantauan medis akibat luka yang dideritanya.

21 Mei 2026

Danpusterad Pimpin Upacara Penutupan TMMD ke-128 di Kota Bekasi


LUGAS | Kodam Jaya - Kota Bekasi Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Tahun Anggaran 2026 resmi ditutup di Lapangan Bola Eraska, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Kamis (21/5/2026).

‎Upacara penutupan dipimpin oleh Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad), Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno, yang sekaligus membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

‎Turut hadir dalam upacara tersebut Gubernur Jawa Barat H. Dedy Mulyadi, Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi , S.I.P., M.S.i , Danrem 051/Wkt Brigjen TNI Nugroho Imam Santoso, S.E., M.M , Wakil Wali Kota Bekasi Dr. Abdul Harris Bobihoe, Kapolres Metro Bekasi Kota,  Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bekasi. Hadir pula unsur pemerintah daerah seperti Camat beserta jajaran, Lurah dan para tamu undangan lainnya beserta  warga masyarakat setempat.

‎Dikesempatan itu, Dansatgas TMMD 128 Dandim 0507/Bekasi Kolonel Arm Krisrantau Hermawan, S.H., M.I.Pol menyampaikan laporan tentang pelaksanaan TMMD Reg Ke 128 capaian 100% baik program Infrastruktur dan non fisik serta program unggulan Kasad. 

‎Program TMMD Ke-128 di Kota Bekasi berlangsung sejak 22 April hingga 21 Mei 2026 selama 30 hari penuh. Seluruh kegiatan dilaksanakan oleh Kodim Kota Bekasi dengan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp2,5 miliar.

‎Dalam amanat Kasad yang dibacakan Danpusterad, program ini dinyatakan berhasil mencapai seluruh target sasaran secara tepat waktu, baik fisik maupun nonfisik, sesuai perencanaan yang telah ditetapkan.

Di bidang infrastruktur, TMMD Ke-128 Kota Bekasi mencatatkan realisasi fisik berupa pengecoran jalan sepanjang 823,3 meter serta pembangunan saluran drainase sepanjang 913 meter. Sasaran fisik tersebut disinergikan dengan program TNI lainnya, mencakup pembuatan titik air bersih, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan sarana sanitasi dan mandi cuci kakus (MCK), serta program percepatan penurunan angka stunting.

‎‎TMMD Ke-128 diselenggarakan dengan mengusung tema "Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa." Tema ini mencerminkan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat dalam mendorong percepatan pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan, daerah terpencil, dan kawasan perbatasan.

‎‎Kasad dalam amanatnya menegaskan, program TMMD senantiasa dinantikan masyarakat karena menyentuh aspek fundamental kehidupan dan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan warga di wilayah pedesaan maupun kelurahan.

‎Penyelenggaraan TMMD Ke-128 tidak hanya berlangsung di Kota Bekasi, melainkan juga dilaksanakan secara simultan di 46 kabupaten/kota lain di seluruh Indonesia. Hal ini merupakan wujud nyata dukungan penuh TNI terhadap percepatan pembangunan nasional.

‎Kasad berpesan agar semangat gotong royong yang telah tumbuh selama pelaksanaan TMMD tidak berhenti setelah penutupan. Seluruh infrastruktur dan fasilitas yang telah dibangun diharapkan dapat dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan bersama oleh masyarakat secara berkelanjutan demi generasi mendatang.

‎Rangkaian upacara penutupan juga diisi dengan pelepasan tanda pita peserta TMMD, penandatanganan berita acara, serta penyerahan bantuan berupa paket sembako, bola, dan kaki palsu kepada warga yang membutuhkan. Keberhasilan program ini merupakan buah dari kemanunggalan dan sinergi antara prajurit TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat. 

‎(Kodim 0507/Bekasi)


18 Mei 2026

Mantan Kanit Harda Polda Sulut Tegaskan Lahan Makawidey-Kasawari Tak Masuk Sitaan Negara

  


REFORMASI -ID | BITUNG — Polemik lahan garapan masyarakat keturunan petani penggarap di wilayah Tokambahu yang kini terbagi dalam Kelurahan Makawidey dan Kasawari kembali memanas. Di tengah klaim sejumlah pihak yang menyebut lahan tersebut telah menjadi agunan hingga sitaan negara melalui PT Awani Modern Indonesia, mantan Kanit Harda Polda Sulawesi Utara, Anthony Wenoh, angkat bicara. Senin (18/05.)

Anthony Wenoh yang kini berprofesi sebagai advokat dan tergabung dalam Kongres Advokat Indonesia menegaskan lokasi lahan garapan masyarakat di Makawidey dan Kasawari tidak termasuk dalam objek barang bukti maupun sita negara dalam putusan pengadilan terkait perkara PT Awani Modern Indonesia.

“Untuk lokasi tersebut tidak masuk dalam putusan PN untuk dijadikan barang bukti,” ujar Anthony Wenoh saat dimintai tanggapan oleh pers.

Ia juga membantah anggapan bahwa lahan garapan masyarakat itu telah menjadi sita jaminan atau sitaan negara.

“Lokasi tersebut juga tidak masuk dalam sita jaminan atau sita negara. Tolong dibaca dalam putusan Mahkamah Agung,” tegasnya.

Anthony Wenoh turut meluruskan informasi yang menurutnya kerap disalahpahami masyarakat terkait hubungan PT Awani Modern Indonesia dengan Modern Group.

“Perlu diluruskan di sini bahwa AMI sama sekali tidak memiliki hubungan hukum dalam bentuk apa pun juga dengan Modern Group, di mana AMI dilepaskan kepemilikannya oleh Modern Group kepada PT Cakrawala Gita Pratama saat krisis moneter melanda negara ini,” jelasnya.

Menurut Anthony, setelah proses tersebut berlangsung, kepemilikan perusahaan kemudian berpindah tangan melalui mekanisme penjualan aset.

“CGP dan Badan Penyehatan Perbankan Nasional kemudian telah menjual kepemilikan tersebut kepada investor yang menjadi pemilik baru AMI sekitar tahun 2003,” tambahnya.

Anthony Wenoh juga menegaskan dirinya memahami secara langsung perjalanan perkara PT Awani Modern Indonesia karena kasus tersebut pernah ditanganinya saat masih aktif berdinas sebagai Kanit Harda Polda Sulawesi Utara. Pengalaman itu, menurutnya, membuat ia mengetahui kronologi maupun objek-objek yang masuk dalam proses hukum perusahaan tersebut.

Pernyataan itu menjadi sorotan di tengah kekhawatiran masyarakat keturunan ahli waris petani penggarap Tokambahu yang mengaku mulai menghadapi tekanan dari oknum-oknum yang mengatasnamakan negara setelah berakhirnya Hak Guna Bangunan (HGB) PT Awani Modern Indonesia pada September 2024 lalu.

Masyarakat menilai ada upaya pengambilalihan ruang hidup mereka dengan dalih tanah tersebut merupakan agunan negara melalui PT Awani Modern Indonesia. Padahal menurut warga, lahan itu telah digarap turun-temurun jauh sebelum Indonesia merdeka.

Para ahli waris penggarap menyebut leluhur mereka mulai membuka hutan dan mengelola lahan sejak sekitar tahun 1936 tanpa bantuan negara maupun korporasi. Mereka hidup dari hasil perkebunan, kelapa, hingga aktivitas melaut yang dilakukan secara mandiri di wilayah pesisir tersebut.

Yang dipersoalkan warga ialah status penguasaan PT Awani Modern Indonesia yang disebut awalnya masuk melalui Hak Pakai pada tahun 1995, kemudian berubah menjadi Hak Guna Bangunan (HGB) pada 1996.

Warga mempertanyakan perubahan status tersebut karena menurut mereka di lokasi itu tidak pernah ada pembangunan fisik sebagaimana lazimnya pemanfaatan HGB.

“Selama puluhan tahun mereka hanya mengambil hasil kelapa milik masyarakat penggarap. Tidak ada pembangunan atau aktivitas lain di situ,” ujar salah satu keturunan ahli waris penggarap.

Warga menilai apabila HGB digunakan tidak sesuai peruntukan, maka hal itu patut diaudit secara menyeluruh oleh pemerintah maupun aparat penegak hukum.

Di tengah polemik tersebut, aktivis senior Kota Bitung, Darma Baginda, turut menyoroti aspek tata ruang wilayah di lokasi sengketa tersebut. Menurutnya, berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), kawasan Tokambahu, Makawidey dan Kasawari diperuntukkan sebagai kawasan pemukiman dan pariwisata yang juga menjadi ruang hidup masyarakat pesisir.

“Wilayah itu dalam RTRW merupakan kawasan pemukiman dan pariwisata. Di situ juga menjadi tempat masyarakat nelayan mencari nafkah sejak lama. Jadi negara harus melihat aspek sosial dan historis masyarakat yang hidup di kawasan tersebut,” ujar Darma Baginda.

Ia menilai para petani penggarap dan masyarakat nelayan layak mendapat perhatian karena telah menjaga kawasan tersebut selama puluhan tahun tanpa campur tangan korporasi.

“Saya dan kita semua memberikan apresiasi kepada para petani penggarap. Mereka menjaga lahan itu sejak lama dan menggantungkan hidup di sana,” tegasnya.

Karena itu, masyarakat meminta perhatian Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden RI, Komnas HAM, DPR RI, ATR/BPN RI, Panglima TNI, Kapolda Sulut, Gubernur Sulut hingga Pemerintah Kota Bitung, DPRD Kota  Bitung, Kapolres Bitung agar melakukan audit terhadap legalitas penguasaan lahan oleh PT Awani Modern Indonesia sekaligus memberikan perlindungan hukum terhadap masyarakat penggarap yang telah hidup turun-temurun di wilayah tersebut.

Di tengah meningkatnya ketegangan agraria itu, masyarakat berharap negara hadir untuk melindungi hak rakyat kecil, bukan justru membiarkan dugaan perampasan ruang hidup atas nama investasi maupun kepentingan korporasi.

14 Mei 2026

Ketika Papua Terus Menjerit, Negara Tak Bisa Lagi Menutup Mata Terhadap Konflit Serupa di Daerah Lain



REFORMASI-ID | HALBAR — Sekitar 400 warga memadati Desa Sasur, Kecamatan Sahu Timur, Kabupaten Halmahera Barat, dalam agenda nonton bareng film dokumenter Pesta Babi dan diskusi publik bertema geothermal “Barang Panas di Telaga Rano”. Kegiatan yang melibatkan masyarakat adat Suku Wayoli dan Suku Sahu itu berubah menjadi ruang konsolidasi penolakan terhadap rencana pengembangan panas bumi di kawasan hutan adat Telaga Rano.

Warga yang hadir berasal dari berbagai elemen, mulai dari pemuda, mahasiswa, pegiat lingkungan, tokoh adat, hingga jurnalis. Mereka mengikuti pemutaran film sekaligus diskusi yang menyoroti potensi dampak eksploitasi geothermal terhadap kawasan hutan, sumber air, dan ruang hidup masyarakat adat.

Koordinator kegiatan, Tiklas Pileser Babua, mengatakan agenda tersebut bukan sekadar pemutaran film, melainkan upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat adat menghadapi rencana operasional PT Ormat Geothermal Indonesia di wilayah Telaga Rano.

“Lewat diskusi dan nobar ini kami berharap masyarakat adat tetap menanamkan konsistensi perlawanan terhadap PT Ormat Geothermal Indonesia. Ini bukan hanya soal proyek, tetapi soal ruang hidup masyarakat adat,” kata Tiklas.

Film dokumenter Pesta Babi dipilih karena dinilai merepresentasikan ketimpangan relasi antara negara, korporasi, dan masyarakat adat dalam penguasaan wilayah hutan dan tanah adat. Sejumlah peserta diskusi menyebut situasi yang tergambar dalam film memiliki kemiripan dengan kondisi yang kini dihadapi masyarakat adat di Telaga Rano.

Dalam forum itu, sejumlah tokoh perempuan adat dan pegiat lingkungan turut menyampaikan kekhawatiran atas potensi kerusakan ekologis apabila eksploitasi panas bumi dilakukan tanpa persetujuan dan keterlibatan penuh masyarakat adat.

Mereka menilai kawasan Telaga Rano bukan sekadar wilayah proyek energi, melainkan ruang hidup yang selama ini menopang kebutuhan air, hutan, dan keberlangsungan budaya masyarakat Sahu dan Wayoli.

Kegiatan tersebut, sebagaimana dilansir akun Malut Info, menjadi salah satu konsolidasi warga terbesar di kawasan Sahu Timur dalam merespons isu geothermal yang belakangan memicu perdebatan di tengah masyarakat Halmahera Barat.

Rilis ini bersumber dari akun media sosial Malut Info.(Azaqhi07) 

12 Mei 2026

Khidmat Penuh Semangat, Pengukuhan Pengprov dan Pengcab PSM Kodam Jaya Jadi Momentum Kebangkitan Pencak Silat Militer


 REFORMASI ID | Kodam Jaya - Kota Bekasi -  12/05/2026 Acara Pengukuhan Pengurus Provinsi (Pengprov) dan Pengurus Cabang (Pengcab) serta Penyematan Sabuk Hitam Kehormatan Pencak Silat Militer (PSM) wilayah Kodam Jaya/Jayakarta berlangsung khidmat dan penuh semangat di GOR Bang Yan Komplek Stadion Chandrabaga, Kota Bekasi, pada siang hari.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Jasmani Angkatan Darat (Kadisjasad) Brigjen TNI Andri Amijaya Kusumah, S.Sos., M.H., M.Han. yang sekaligus melaksanakan prosesi pengukuhan kepengurusan PSM wilayah Kodam Jaya/Jayakarta.

Dalam momen penuh kebanggaan tersebut, Pangdam Jaya/Jayakarta Letjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si., selaku Ketua Dewan Pembina Pengprov DKI Jakarta menerima penyematan Sabuk Hitam Kehormatan Pencak Silat Militer yang disematkan langsung oleh Kadisjasad Brigjen TNI Andri Amijaya Kusumah.

Acara berlangsung dengan suasana penuh khidmat, semangat kebersamaan, serta kemeriahan dari para peserta dan tamu undangan yang hadir. Pengukuhan ini menjadi simbol kuatnya komitmen dalam melestarikan sekaligus mengembangkan seni bela diri Pencak Silat Militer sebagai bagian dari pembinaan karakter, disiplin, dan jiwa patriotisme prajurit maupun generasi muda.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Putra Widyawinaya, S.H., M.P.M., selaku Wakil Ketua Dewan Pembina Pengprov DKI Jakarta, beserta sejumlah pejabat TNI AD, pengurus PSM, dan tamu undangan lainnya.

Sementara itu, Dandim 0507/Bekasi Kolonel Arm Krisrantau Hermawan, S.H., M.I.Pol., selaku penanggung jawab acara dan juga sekaligus perwakilan penerima lambang bendera PSM sebagai simbol Pengurus Cabang Pencak Silat Militer. Penyerahan lambang tersebut menjadi simbol resmi terbentuk dan dikukuhkannya kepengurusan cabang PSM di wilayah Kota Bekasi.

Kolonel Arm Krisrantau Hermawan, S.H.,M.I.Pol Komandan Kodim (Dandim) 0507/Bekasi

Kolonel Arm Krisrantau Hermawan, S.H., M.I.Pol menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya menjadi momentum pengukuhan organisasi, namun juga sebagai sarana mempererat soliditas, melestarikan budaya bangsa, serta membangun karakter disiplin, loyalitas, dan jiwa nasionalisme melalui olahraga bela diri Pencak Silat Militer.

“Pencak Silat Militer bukan hanya sekadar bela diri, tetapi juga bagian dari pembinaan mental, karakter, serta semangat persatuan yang harus terus dijaga dan dikembangkan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan Pencak Silat Militer semakin berkembang dan mampu menjadi wadah pembinaan prestasi serta pelestarian budaya bangsa yang berlandaskan semangat patriotisme dan jiwa korsa. (Agus W) 


















21 April 2026

Momen Hari Kartini, Tanti Herawati Anggota DPRD Kota Bekasi Bicara Emansipasi


Tanti Herawati, S.H., M.H. Anggota DPRD Kota Bekasi  Fraksi Golkar Solidaritas (Foto: Dok Pribadi) 

REFORMASI-ID | Kota Bekasi -  Hari kelahiran R.A. Kartini pada 21 April selalu diperingati sebagai momentum emansipasi perempuan. Politisi Partai Solidaritas Indonesia yang saat ini sebagai anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi Golkar Solidaritas Tanti Herawati, S.H.,M.H bicara tentang emansipasi perempuan. 

Bagi Hera (sapaan akrab) Anggota DPRD  Fraksi Golkar Solidaritas, Hari Kartini bukan sekadar perayaan tahunan dengan kebaya dan sanggul. 

Semangat emansipasi yang diwariskan terus relevan, tak lekang oleh waktu, dan menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki hak yang sama untuk bermimpi, berkarya, dan berdaya.

Menurutnya, memaknai momentum 21 April sebagai pengingat perjuangan Raden Ajeng (RA) Kartini dalam membuka jalan bagi perempuan Indonesia. emansipasi bukan sekadar soal kesetaraan, tetapi juga kesempatan. 

“Inti dari emansipasi itu sederhana, perempuan diberi kesempatan yang sama untuk berkembang dan memberi manfaat,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Hera menegaskan Kartini adalah sosok inspirasi emansipasi perempuan. Ia menyebut Kartini itu pembuka jalan.

Sebab, kalau hari ini perempuan bisa sekolah, bekerja, bahkan memimpin. Itu karena ada Kartini yang dulu berani berpikir berbeda.

Menurut Hera  semangat perjuangan Kartini harus terus dihidupkan sebagai inspirasi dalam mendorong peran aktif perempuan di berbagai bidang.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mewujudkan kesetaraan gender. Perempuan masa kini adalah Kartini-Kartini modern yang memiliki potensi besar sebagai penggerak perubahan menuju Kota Bekasi  yang lebih maju,” ujarnya. 

Lebih lanjut disampaikan, momentum Hari Kartini hendaknya dimaknai sebagai penguat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya perempuan melalui pendidikan, pelatihan, serta pemberian ruang yang lebih luas dalam berbagai sektor strategis, termasuk pembangunan ekonomi dan kepemimpinan.

Hera pun bicara tentang perempuan era modern, diantaranya Pemimpin daerah yang perempuan.  Menurutnya, pemimpin  daerah perempuan  adalah contoh nyata perempuan pemimpin yang tangguh. 

"Ini penting, karena kepemimpinan perempuan sering kali lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat," pungkasnya. (Agus W)






11 April 2026

Terpilih Aklamasi di Munas X, Dody Taufiq Wijaya Ketua Umum 2026-2031

 

REFORMASI-ID | Jakarta (10/4/2026) - Rapat paripurna Musyawarah Nasional (Munas) X LDII memutuskan secara aklamasi mengangkat Dody Taufiq Wijaya pada Kamis (9/4/2026). Ia menggantikan KH Chriswanto Santoso sebagai Ketua Umum DPP LDII, yang sebelumnya tak ingin dicalonkan lagi karena alasan kesehatan.

Dody mengungkapkan, langkah awal kepengurusan baru adalah konsolidasi internal DPP. Hal ini untuk memastikan di masa transisi keberlanjutan dan kesinambungan karya dan kontribusi LDII tetap berjalan demi kemaslahatan umat, “Seperti pesan Bapak KH Chriswanto untuk terus beramal saleh di masa transisi sebelum kepengurusan definitif terbentuk,” ujarnya.

Langkah selanjutnya, memastikan gerbong organisasi di daerah berjalan sinkron, sejalan dan searah mulai dari DPW, DPD, PC hingga PAC. Sehingga karya dan kontribusi LDII betul-betul bisa terasa hingga akar rumput. “Harapannya, LDII dengan karakter luhurnya bisa diterima dengan tulus oleh masyarakat di segala lapisan,” ungkapnya.

Dody mendorong pengurus organisasi melanjutkan dan memperkuat komunikasi intens dengan para pemangku kepentingan. Setiap program dan rencana kerja LDII sedapat mungkin dikerjasamakan dengan instansi pemerintah terkait, “Jika program tersebut sifatnya mendukung kelancaran program pemerintah pusat dan daerah,” katanya.

Selain itu, silakan melakukan kerja bareng dengan sesama ormas atau organisasi lain yang terkait dengan bidang atau area program kerja tertentu. Serta dengan pihak-pihak lain yang saling mendukung untuk memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Dody menekankan, organisasi ini merupakan tanggung jawab dan amanah yang besar dan berat.

“Mari kita bersama-sama bekerja sama, bahu-membahu dalam mengeksekusi dan mengejawantahkan itu semua,” ajaknya.

Dody mengucapkan terima kasih untuk Ketua Umum DPP LDII periode 2021-2026, KH Chriswanto Santoso beserta semua jajaran. Ia mengatakan, dedikasi dan komitmennya terhadap LDII demikian banyak bahkan jejaknya bisa kita saksikan dan kita rasakan, “Juga terima kasih atas arahan dan bimbingan beliau selama ini. Leaders don’t create followers, they create more leaders, itulah yang dilakukan oleh Pak Chris terhadap kami,” ungkapnya.

Sebagai penutup, Dody menegaskan akan berupaya semaksimal mungkin untuk membawa LDII ke puncak performa LDII.

Sebelum pengukuhan kepengurusan, Munas X LDII menghadirkan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak untuk memberikan pembekalan. Ia menegaskan bahwa LDII merupakan organisasi yang rapi, bersih, dan kompak.

Dalam pandangan Dahnil, watak organisasi LDII dan jamaahnya yang bersih dan tertib mencerminkan karakter “asri” yang menjadi kekuatan organisasi di tengah masyarakat. Nilai ini menurutnya menjadi kekuatan spiritual yang selaras dengan nilai-nilai Islam dan agenda kebangsaan. “LDII itu dikenal selalu rapi, bersih, dan kompak. Watak ini bisa disinergikan dengan agenda besar pemerintah, seperti program Indonesia Bersih dan Indonesia Indah,” ujarnya.

Dahnil menekankan pentingnya peran LDII dalam sektor perhajian. Ia menyoroti disiplin dan jumlah jamaah LDII yang signifikan.

Menurutnya, dukungan LDII dalam hal ini akan memperkuat efektivitas program haji, selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin mendorong pelaksanaan ibadah yang lebih tertib dan bermartabat, “Jamaah LDII yang tertib dan disiplin bisa menjadi contoh praktik ibadah haji yang selaras dengan nilai perdamaian, persaudaraan, dan keberlanjutan lingkungan,” tambah Dahnil.

09 April 2026

Meriahkan HUT Kota Bekasi Ke-29, Kecamatan Pondokgede Gelar Turnamen Sepak Bola


REFORMASI-ID | Kota Bekasi  - Kecamatan Pondokgede menggelar turnamen Sepak Bola antar Kelurahan, UPTD dan OPD dalam rangka memeriahkan HUT Kota Bekasi Ke-29 di Stadion Mini Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Minggu (04/08/2024).

Camat Pondokgede Zainal Abidin Syah mengatakan, dalam rangka memeriahkan HUT Kota Bekasi Ke-29 Pemerintah Kecamatan Pondokgede menyelengarakan turnamen Sepak Bola antar kelurahan, kecamatan , OPD dan UPTD. Kegiatan  ini juga untuk menjalin silaturahmi antar warga, antar kelurahan, Kecamatan, UPTD dan OPD terkait. 

"Kegiatan turnamen sepak bola ini sebagai ajang silaturahmi untuk memeriahkak HUT Kota Bekasi ke-29," Kata Camat.

Turnamen ini digelar selama 2 hari diikuti aparatur, staf dan Karang Taruna di lingkup Kecamatan Pondokgede. 


Menurut Camat, Sepak Bola memilik manfaat yang relevan dalam  pelaksanaan tugas antara lain:  

1.Manfaat fisik untuk menggerakkan tubuh ,otot paha betis sehingga lebih rilek dan tidak kaku

2.manfaat sosial dgn menjalin kerjasama tim

3.manfaat mental dgn melatih disiplin terhadap aturan permaina

4.manfaat karakter siap kalah siap menang dan sportivitas

5.manfaat jangka panjang untuk menjaga kesehatan mencegah  diabetes maupun sakit jantung

" Turnamen dilaksanakan selama 2 hari, semoga peserta  turnamen dapat manjalin silaturahmi, menjalin kekompakan  dan sinergi untuk terus bersemangat meraih juara dan di implementasikan dalam memberikan palayanan kepada masyarakat," pungkas Camat.












05 April 2026

Halal Bihalal DMI Bekasi Selatan, Ketua DMI Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kerukunan

REFORMASI ID | Kota Bekasi - Dewan Masjid Indonesia (DMI) Bekasi Selatan menggelar acara Halal BIhalal. Acara tersebut berjalan lancar dan penuh dengan khidmat. Ketua DMI Bekasi Selatan KH. Muhammad Sodik, mengungkapkan kegiatan ini sebagai upaya untuk mempererat tali silaturahmi dan jaga Kerukunan antar Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI), Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), tokoh masyarakat dan Pemerintah.

“Melalui Halal Bihalal ini kita kumpul dan menyatu kembali. Terlebih lagi, setelah Hari Raya Idul Fitri. Kita terus melakukan beragam kegiatan  bagi masjid di Wilayah Bekasi Selatan sepert Pelatihan Manajemen Masjid, Pelatihan Pengurusan Jenazah/ Dauroh Janaiz, Pelatihan Penyembelihan Hewan Qurban, Pelatihan Media Sosial Masjid. Di tahun 2026 ini Kami merencanakan Pelatihan Manajemen Masjid dan Pembentukan Pemuda dan Remaja Masjid kami juga melakukan kegiatan sosial seperti santunan anak yatim dan duafa," ungkap KH. Muhammad Sodik. 

Dalam kesempatan itu, Karya Sukmajaya Camat Bekasi Selatan yang hadir berharap momentum halal bihalal ini menjadikan kelapangan hati untuk saling memaafkan dan dapat menjalin kebersamaan juga kekeluargaan antara Pemerintah dan masyarakat .

"Mari saling memaafkan, karena kegiatan silahturahmi dan halal bi halal  ini bertujuan untuk mengeratkan keakraban antar sesama dan menjalin komunikasi yang baik." ujar Karya Sukmajaya.

Camat pun mengajak para hadirin untuk bersama bergerak membangun Kota Bekasi yang lebih baik, dan peduli sesama karena Islam mengajarkan kepedulian sosial untuk menebarkan manfaat sebanyak-banyaknya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Agung Al-Barkah ustadz H. Nachrawi Subandi, dalam Tausiyahnya menjelaskan Hikmah Syawalan (halalbihalal) yang merupakan momen penguatan silaturahmi, saling memaafkan, dan kembali ke fitrah suci. Tradisi ini mempererat ukhuwah Islamiyah, mencairkan hubungan renggang, menyebarkan kebaikan, serta sebagai wujud syukur atas keberhasilan ibadah Ramadan dalam meraih kemenangan. 

Dalam penyampaiannya, Ustadz Nachrawi menegaskan bahwa halal bihalal tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, tetapi memiliki makna yang mendalam sebagai momentum untuk saling memaafkan dan membersihkan hati dari segala bentuk kesalahan.

"Halal bihalal harus kita jadikan sebagai sarana memperbaiki hubungan, menghapus dendam, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan jamaah agar tetap menjaga nilai-nilai kebaikan yang telah dibangun selama Ramadan, seperti keikhlasan, kesabaran, serta kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.

03 April 2026

Sinergi Koramil 03/Teluk Pucung dan Polri Patroli Wilayah, Tekankan Kamtibmas kepada Warga


REFORMASI-ID - Kodam Jaya - Kota Bekasi - 02/04/2026 Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, personel Koramil 03/Teluk Pucung bersama jajaran Polri melaksanakan patroli gabungan di wilayah binaan, khususnya pada titik-titik yang dianggap rawan, baik pemukiman warga maupun area fasilitas umum.

Kegiatan patroli ini dilakukan secara dialogis dengan menyambangi warga secara langsung guna memberikan imbauan agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan, seperti pencurian, tawuran, maupun tindakan kriminal lainnya. Selain itu, petugas juga mengajak masyarakat untuk turut aktif berperan dalam menjaga lingkungan masing-masing.

Danramil 03/Teluk Pucung Mayor Inf Fatwanul dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan patroli sinergi ini merupakan bentuk komitmen TNI-Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Patroli gabungan ini merupakan upaya preventif untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas. Kami juga mengimbau kepada seluruh warga agar selalu peduli terhadap lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.

Dengan adanya patroli sinergi ini, diharapkan situasi wilayah Teluk Pucung tetap aman, tertib, dan kondusif, serta terjalin hubungan yang harmonis antara aparat keamanan dengan masyarakat.


(Sumber Kodim 0507/Bekasi)

24 Maret 2026

Antisipasi Kejahatan dan Gangguan Kamtibmas, Koramil 04/Jatiasih Gelar Patroli Malam

 



REFORMASI-ID| Kodam Jaya - Kota Bekasi - 24/03/2026 Dalam upaya mengantisipasi tindakan kejahatan serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, Koramil 04/Jati Asih melaksanakan kegiatan patroli wilayah dengan menggunakan kendaraan serta berjalan kaki di sejumlah titik rawan.

Patroli dilakukan dengan menyusuri kawasan permukiman warga, jalan-jalan sepi, serta lokasi yang dianggap berpotensi terjadi gangguan keamanan. Selain itu, personel juga активно memberikan imbauan kepada masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan serta turut berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat dalam menciptakan rasa aman dan nyaman, sekaligus mempererat sinergi antara aparat dan warga.

Danramil 04/Jati Asih, Mayor Inf Sanusi Deski, menyampaikan bahwa patroli ini dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas di wilayah binaan.

“Kami terus meningkatkan kegiatan patroli baik menggunakan kendaraan maupun berjalan kaki guna memantau langsung situasi di lapangan. Selain itu, kami juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan agar tetap aman dan kondusif,” ujar Mayor Inf Sanusi Deski.

Dengan adanya patroli rutin ini, diharapkan situasi wilayah Jati Asih tetap terjaga dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

(Kodim 0507/Bekasi)

09 Maret 2026

Ibu Rumah Tangga Gagalkan Pencurian Motor, Kapolsek Bekasi Barat Berikan Penghargaan


REFORMASI-ID  🇮🇩 | Kota Bekasi — Kapolsek Bekasi Barat AKP Dr. H. Wahyudi, SH., MH. memberikan piagam penghargaan, cenderamata, serta tali kasih kepada seorang ibu rumah tangga yang berhasil menggagalkan aksi pencurian sepeda motor di lingkungan tempat tinggalnya.

Pemberian penghargaan tersebut dilaksanakan dalam kegiatan apel pagi anggota Polsek Bekasi Barat pada Senin (9/3/2026).

Aksi keberanian ibu rumah tangga tersebut terjadi pada Jumat (6/3/2026) di kawasan Kampung Setu RT 01 RW 02, Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat. Saat itu, ia memergoki seorang pelaku yang diduga hendak melakukan pencurian sepeda motor di lingkungan rumahnya.

Dengan sigap, ibu tersebut berteriak meminta pertolongan warga sekitar sehingga pelaku gagal melancarkan aksinya dan melarikan diri dari lokasi kejadian. Tindakan cepat tersebut dinilai mampu mencegah terjadinya tindak kejahatan di lingkungan permukiman.

Kapolsek Bekasi Barat AKP Dr. H. Wahyudi menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepolisian terhadap keberanian dan kepedulian masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Kami memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi kepada warga yang berani dan peduli terhadap keamanan di lingkungannya. Kami berharap tindakan ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya untuk bersama-sama menjaga kamtibmas,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada pihak kepolisian atau aparat setempat guna mencegah terjadinya tindak kriminalitas di lingkungan tempat tinggal.

Dengan adanya peran aktif masyarakat, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Bekasi Barat dapat terus terjaga dengan baik.




01 Maret 2026

Patroli Gabungan Koramil 05/Bantar Gebang dan Linmas Ajak Warga Aktif Jaga Keamanan Lingkungan


REFORMASI-ID 🇮🇩  | Kodam Jaya - Bekasi - 28/02/2026 Personil Koramil 05/Bantar Gebang bersama Linmas melaksanakan patroli gabungan sekaligus memberikan himbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga keamanan di lingkungan masing-masing. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif guna mencegah berbagai potensi tindak kejahatan serta menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi seluruh warga.

Patroli menyasar sejumlah titik yang dinilai rawan serta permukiman warga, dengan pendekatan humanis dan komunikasi langsung kepada masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, personel gabungan mengingatkan pentingnya peran aktif warga dalam menjaga ketertiban, seperti mengaktifkan kembali ronda malam dan segera melaporkan apabila terdapat hal-hal yang mencurigakan.

Danramil 05/Bantar Gebang, Mayor Inf Suranto, S.A.P, menyampaikan bahwa kegiatan patroli gabungan ini merupakan bentuk sinergi aparat kewilayahan bersama komponen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan.

“Kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga keamanan di lingkungannya masing-masing. Keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab kita bersama. Dengan kepedulian dan kebersamaan, kita dapat mencegah terjadinya tindak kejahatan serta menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif,” ujar Mayor Inf Suranto.

Melalui kegiatan patroli rutin dan himbauan secara langsung ini, diharapkan terjalin komunikasi yang baik antara aparat dan masyarakat sehingga tercipta situasi kamtibmas yang tetap terjaga dan kondusif di wilayah Bantar Gebang.


(Kodim 0507/Bekasi)