Media Reformasi Indonesia (MRI): #Presiden Prabowo
Tampilkan postingan dengan label #Presiden Prabowo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #Presiden Prabowo. Tampilkan semua postingan

05 Oktober 2026

“Kejutan HUT TNI ke-81, Kapolres dan Jajaran Polsek Sambangi Markas TNI: TNI Kuat Bersama Rakyat”




LUGAS | BITUNG — Pagi 5 Oktober 2026, sejumlah markas TNI di Kota Bitung mendapat kejutan dari jajaran Polres Bitung. Membawa kue ulang tahun, Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., bersama pejabat utama dan jajaran Kapolsek menyambangi sejumlah satuan TNI untuk menyampaikan ucapan HUT ke-81 TNI sekaligus menegaskan pesan tentang soliditas TNI-Polri.

Kejutan tersebut menyasar sejumlah markas TNI, mulai dari Mako Kodim 1310/Bitung, Satrol Kodaeral VIII Bitung, Subdenpom XIII/1-2 Bitung, Koramil 1310/01 Bitung hingga Koramil 1310-02/Lembeh.



Bagi Polres Bitung, kunjungan itu bukan sekadar seremoni ulang tahun. Penyerahan kue, pemasangan dan peniupan lilin hingga foto bersama menjadi simbol penghormatan sekaligus pesan bahwa komunikasi dan kebersamaan TNI-Polri perlu terus dirawat di tengah pelaksanaan tugas menjaga keamanan wilayah.

“Selamat Hari Ulang Tahun TNI ke-81. Semoga TNI semakin profesional, semakin solid dan semakin dicintai rakyat. Surprise sederhana ini merupakan bentuk rasa hormat dan persaudaraan kami dari keluarga besar Polres Bitung kepada keluarga besar TNI,” kata AKBP Arie.


Kapolres menegaskan, TNI dan Polri memang memiliki tugas serta tanggung jawab masing-masing. Namun, di lapangan keduanya dituntut mampu bersinergi dan saling mendukung, terutama dalam menjaga keamanan, ketertiban dan kondusivitas masyarakat.

“Ketika TNI dan Polri solid, masyarakat akan merasakan langsung manfaatnya melalui situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujarnya.

Sambangi Kodim hingga Satrol

Di Mako Kodim 1310/Bitung, Kapolres bersama PJU Polres Bitung tiba sekitar pukul 07.50 WITA. Kue ulang tahun diserahkan langsung kepada Kasdim 1310/Bitung Mayor CPM Samsuri Usman bersama personel Kodim.


Setelah prosesi ucapan HUT, Kapolres dan jajaran bersilaturahmi serta berfoto bersama personel Kodim. Suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

Kejutan serupa dilakukan di Markas Satrol Kodaeral VIII Bitung. Kegiatan dipimpin Wakapolres Bitung Kompol Bartholomeus Junov Dambe, S.H., bersama PJU Polres Bitung.

Kue dan ucapan HUT TNI ke-81 diterima Kapten Laut (P) Imam, selaku Dankal Tedung Selar VIII-26, mewakili Dansatrol Kodaeral VIII bersama personel Satrol Kodaeral VIII Bitung.

Sementara di Mako Subdenpom XIII/1-2 Bitung, kejutan dipimpin Kasi Propam IPTU Iwan Setiyabudi, S.Sos., bersama personel Propam dan Sat Lantas.

Sinergitas Menjangkau Lembeh

Semangat yang sama juga dilakukan jajaran Polsek.

Di Koramil 1310/01 Bitung, Kapolsek Maesa AKP Tuegeh Darus, S.Sos., bersama personel Polsek Maesa membawa kue ulang tahun dan menyampaikan ucapan selamat HUT TNI ke-81.


Pemasangan dan peniupan lilin bersama kemudian dilanjutkan dengan foto bersama. Sederhana, tetapi pesan yang dibawa jelas: TNI-Polri harus tetap dekat, saling menghormati dan bekerja bersama dalam menjalankan tugas.

Di wilayah kepulauan, Kapolsek Lembeh Selatan AKP Demron Talolang, S.IP., bersama personel mendatangi Koramil 1310-02/Lembeh.

Kue ulang tahun diserahkan kepada Plh. Batuud PELTU R. Mamile bersama personel Koramil. Jajaran Polsek Lembeh Selatan juga menyampaikan ucapan HUT TNI ke-81 serta pesan agar sinergitas kedua institusi terus diperkuat demi memberikan rasa aman kepada masyarakat.


Kapolres Bitung mengatakan, soliditas TNI-Polri tidak boleh berhenti pada seremoni peringatan hari ulang tahun. Menurut dia, sinergi harus hadir dalam komunikasi dan pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Semoga sinergitas yang sudah terjalin dengan baik di Kota Bitung dapat terus diperkuat demi kepentingan masyarakat, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata AKBP Arie.

Rangkaian kunjungan tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 10.00 WITA dalam suasana aman, lancar dan kondusif.

Di balik kue ulang tahun dan tiupan lilin pagi itu, ada pesan yang lebih besar: soliditas TNI-Polri tidak cukup diucapkan. Ia harus terlihat dalam kebersamaan, komunikasi dan kerja nyata ketika negara dan masyarakat membutuhkan.

29 September 2026

“Perang tak lagi selalu bersenjata, Senkom Sulut pelajari ancaman kognitif”

 



REFORMASI-ID | TOMOHON — Senkom Mitra Polri Sulawesi Utara memperkuat kapasitas 30 personelnya menghadapi perang kognitif dan derasnya arus informasi digital. Mereka mengikuti Latihan Kader Bela Negara 2026 yang digelar Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kementerian Pertahanan RI di Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) XIII/Merdeka, Tomohon, 29 September–1 Oktober 2026.

Materi perang kognitif menjadi salah satu pembekalan utama dalam latihan yang diikuti 310 peserta dari berbagai unsur masyarakat, termasuk aparatur sipil negara, buruh, dan sektor swasta.


Ketua Provinsi Senkom Mitra Polri Sulawesi Utara, M. Amin Muslim, S.Kom., mengatakan materi tersebut penting bagi personel Senkom karena aktivitas organisasi bersentuhan langsung dengan masyarakat dan perkembangan informasi di ruang digital.

> “Personel Senkom harus memiliki kemampuan menyaring informasi, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, dan tidak ikut menyebarkan disinformasi. Ini bagian dari tanggung jawab kita dalam menjaga kondusivitas masyarakat,” kata M. Amin.

Menurut M. Amin, kemampuan menghadapi perubahan teknologi tidak cukup hanya dengan menguasai perangkat digital. Anggota juga perlu memahami bagaimana informasi dapat memengaruhi cara berpikir dan perilaku masyarakat.


Karena itu, kata dia, pembekalan tentang perang kognitif dan literasi digital akan menjadi bekal bagi personel Senkom dalam menjalankan peran sosial kemasyarakatan.

> “Materi tentang perang kognitif dan literasi digital menjadi bekal penting bagi personel Senkom. Kami berharap anggota dapat menerapkan pengetahuan ini dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan peran organisasi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Kepala Pusat Bela Negara Bacadnas Kementerian Pertahanan RI, Brigjen TNI Luhut Marpaung, S.I.P., M.Han., mengatakan Latihan Kader Bela Negara merupakan bagian dari program Kementerian Pertahanan untuk menginternalisasikan dan menyebarluaskan nilai-nilai bela negara kepada masyarakat.


“Latihan Kader Bela Negara ini merupakan program Kementerian Pertahanan yang bertujuan untuk menginternalisasikan dan menyebarkan nilai-nilai Bela Negara. Nilai Bela Negara memiliki nilai strategis dalam rangka mewujudkan Indonesia menuju Indonesia Emas Tahun 2045,” ujar Brigjen Luhut saat membuka kegiatan.

Ia mengatakan nilai bela negara mencakup kecintaan terhadap tanah air, kesediaan berkorban, kesetiaan kepada Pancasila, kesadaran berbangsa dan bernegara, serta kemampuan awal bela negara.

Para peserta, menurut dia, diharapkan tidak berhenti pada pemahaman materi. Mereka juga diharapkan dapat menjadi panutan dan menyebarkan nilai-nilai tersebut di lingkungan masing-masing.

“Melalui latihan kader Bela Negara, para tokoh menjadi bagian dari duta Kementerian Pertahanan dalam menyebarkan nilai-nilai Bela Negara,” katanya.

Dalam pembahasan perang kognitif, Brigjen Luhut menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan media sosial membuka ruang bagi berbagai informasi untuk memengaruhi pola pikir masyarakat. Mekanisme tersebut antara lain berlangsung melalui algoritma yang bekerja di ruang digital.


Digitalisasi, kata dia, memberikan manfaat sekaligus membawa risiko. Salah satunya berkaitan dengan rendahnya kemampuan sebagian masyarakat dalam memilah informasi.

“Literasi digital perlu ditingkatkan agar masyarakat memahami serta memiliki ketahanan di dunia digital,” ujar Brigjen Luhut.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menerima setiap informasi secara mentah. Informasi perlu diperiksa kebenaran dan manfaatnya sebelum dipercaya ataupun disebarluaskan.


Bagi Senkom Sulawesi Utara, pembekalan tersebut melengkapi materi kesadaran bela negara yang diberikan selama latihan, termasuk pemahaman mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara.

M. Amin mengatakan peningkatan kompetensi personel akan terus dilakukan agar anggota Senkom memiliki wawasan kebangsaan sekaligus kemampuan menghadapi dinamika masyarakat.

“Bela negara adalah tanggung jawab bersama. Senkom Mitra Polri akan terus mendorong personel untuk meningkatkan kompetensi, menjaga persatuan, membantu menciptakan situasi yang kondusif, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” pungkasnya.

Latihan Kader Bela Negara 2026 berlangsung selama tiga hari, 29 September hingga 1 Oktober 2026, di Rindam XIII/Merdeka, Tomohon.

27 September 2026

Dua Utusan Senkom Sulut Ikuti Diklat Keahlian Digital, Dibuka Kapolda Sulsel

 



REFORMASI-ID | MAKASSAR — Senkom Mitra Polri Sulawesi Utara memperkuat kapasitas anggotanya di bidang teknologi informasi, telematika, publikasi, dan kehumasan. Upaya itu dilakukan melalui keikutsertaan jajaran Senkom Sulawesi Utara dalam Diklat IT & PHMAL Senkom Mitra Polri di Aula Mappaodang Polda Sulawesi Selatan, Makassar, Sabtu, 26 September 2026.

Diklat mengusung tema “Transformasi Digital Senkom Mitra Polri melalui Penguatan Kompetensi Telematika dan PHMAL Menuju Organisasi yang Prima.” Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan anggota dalam mengelola teknologi informasi sekaligus membangun komunikasi organisasi dan hubungan kelembagaan yang lebih efektif.



Dari Sulawesi Utara, kegiatan diikuti Ketua Provinsi Senkom Mitra Polri Sulawesi Utara M. Amin Muslim, S.Kom.; Sekretaris Provinsi Apt. Ridwan Dawud Kristanto, S.Farm.; serta dua peserta diklat, Roy Dumbi dan A. Sodikin Hidayatullah.

Ketua Provinsi Senkom Mitra Polri Sulawesi Selatan, Ir. H. Sutopo, S.T., dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan kapasitas anggota seiring perkembangan teknologi dan kebutuhan organisasi.


Ketua Umum Senkom Mitra Polri, Prof. Dr. KP H. Katno Hadi, S.E., M.M., M.H., mengatakan transformasi digital tidak berhenti pada penggunaan perangkat teknologi. Menurut dia, teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuat organisasi, mempercepat komunikasi, serta mendukung kemitraan Senkom dengan Polri.

“Transformasi digital bukan hanya tentang penggunaan teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat organisasi, mempercepat komunikasi, dan mendukung kemitraan Senkom dengan Polri. Karena itu, peningkatan kompetensi IT dan PHMAL harus menjadi perhatian bersama,” ujar Katno Hadi.

Diklat kemudian dibuka secara resmi oleh Kapolda Sulawesi Selatan. Dalam sambutannya, Kapolda menyoroti pentingnya kemitraan antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.


Menurut Kapolda Sulawesi Selatan, perkembangan teknologi informasi membuat kemampuan komunikasi dan pengelolaan informasi menjadi bagian penting dalam mendukung kemitraan tersebut.

> “Kemitraan Polri dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Di tengah perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat, kemampuan komunikasi dan pengelolaan informasi menjadi semakin penting,” katanya.

Kapolda berharap Senkom terus meningkatkan kapasitas anggotanya dan menjaga komunikasi serta kolaborasi dengan Polri.

Bagi Senkom Sulawesi Utara, keikutsertaan dalam diklat tersebut tidak semata-mata menjadi agenda peningkatan keterampilan. Ketua Provinsi Senkom Mitra Polri Sulawesi Utara M. Amin Muslim mengatakan pengetahuan yang diperoleh peserta akan menjadi bekal untuk memperkuat kemampuan organisasi di daerah.


“Keikutsertaan Senkom Sulawesi Utara dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami untuk terus meningkatkan kapasitas anggota. Kemampuan di bidang IT, publikasi dan kehumasan sangat diperlukan agar Senkom semakin efektif dalam menjalankan peran sebagai mitra Polri,” ujar M. Amin Muslim.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dari diklat dapat diterapkan dan ditularkan kepada jajaran Senkom di Sulawesi Utara.

Menurut Amin, perkembangan teknologi menuntut organisasi memiliki sumber daya manusia yang mampu mengelola informasi dan komunikasi secara tepat. Karena itu, peserta dari Sulawesi Utara diharapkan tidak hanya membawa pulang pengetahuan baru, tetapi juga mampu melakukan transfer pengetahuan kepada anggota lainnya.

Dua peserta dari Sulawesi Utara, Roy Dumbi dan A. Sodikin Hidayatullah, mengikuti rangkaian diklat yang berfokus pada penguatan kemampuan IT, publikasi, kehumasan, telematika, serta hubungan kelembagaan.

Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari langkah Senkom Mitra Polri Sulawesi Utara menyesuaikan kapasitas organisasinya dengan perkembangan teknologi informasi. Penguatan kompetensi itu sekaligus diarahkan untuk memperbaiki komunikasi internal dan memperkuat koordinasi dengan kepolisian.

Senkom Sulawesi Utara menyatakan komitmennya untuk membawa hasil diklat tersebut ke tingkat organisasi daerah dan mengembangkan kemampuan anggota secara berkelanjutan.

21 September 2026

“3 Ton Sianida dari Filipina Nyaris Mendarat di Gorontalo, Lanal Gagalkan di Kwandang”

 



REFORMASI-ID | GORONTALO — Jalur laut kembali menjadi pintu masuk yang coba dimanfaatkan untuk mengirim bahan kimia dari luar negeri ke wilayah Indonesia. Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Gorontalo menggagalkan dugaan penyelundupan sekitar 3 ton sianida (CN) asal Filipina yang hendak dibawa masuk ke wilayah Gorontalo melalui perairan Kabupaten Gorontalo Utara.

Penggagalan tersebut berlangsung Senin, 21 September 2026, sekitar pukul 02.30 WITA di wilayah perairan Kwandang. Operasi dilakukan personel Pos TNI AL Kwandang berdasarkan informasi intelijen dan dibantu Kantor Bea Cukai Gorontalo.

Informasi awal menyebutkan adanya rencana pengiriman CN dari Filipina menuju Indonesia melalui jalur perairan Sulawesi. Menindaklanjuti informasi itu, personel Pos TNI AL Kwandang melakukan pengamatan di sekitar perairan Pulau Bugisa dan Pulau Lampu, Kabupaten Gorontalo Utara.

Dari pemantauan tersebut, petugas menemukan sebuah long boat yang dicurigai membawa muatan bahan kimia. Kapal kemudian diamankan dan diarahkan menuju Pelabuhan Kwandang untuk pemeriksaan.

Hasil pemeriksaan menemukan 60 karung CN, masing-masing dengan berat sekitar 50 kilogram. Total muatan diperkirakan mencapai 3.000 kilogram atau tiga ton.

Menurut data awal aparat, nilai potensi penerimaan negara dari kewajiban pajak atas barang tersebut mencapai sekitar Rp249,135 juta.

Barang bukti kemudian dibongkar dan diamankan di Pos TNI AL Kwandang. Sekitar pukul 06.30 WITA, barang bukti bersama enam awak kapal dibawa menggunakan kendaraan TNI AL menuju Lanal Gorontalo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Diduga Dipindahkan di Tengah Laut

Dalam laporan awal, pengiriman barang tersebut diduga menggunakan pola ship to ship di sekitar Pulau Bugisa.

Muatan disebut dibawa dari Filipina menggunakan sebuah pamboat berwarna biru dengan tiga orang awak. Setelah memasuki wilayah perairan Indonesia, muatan diduga dipindahkan ke long boat Indonesia sebelum bergerak menuju wilayah Gorontalo.

Pola tersebut kini menjadi bagian yang perlu didalami aparat untuk mengungkap keseluruhan rantai pengiriman, termasuk asal barang, pengirim, penerima, hingga pihak yang diduga mengatur proses pemindahan muatan.

Selain 60 karung CN, petugas juga menemukan empat botol minuman asal Filipina jenis Tanduay Rhum.

Enam awak kapal yang diamankan masing-masing berinisial atau bernama Ramtiar Dunggio, Yusuf Ismail alias Nunu, Haidir Yasin, Mahmud Kantu, Bakrie Ayuba, dan Firman Lengata.

Mereka selanjutnya menjalani pemeriksaan di Lanal Gorontalo.

Bukan Sekadar Soal Tiga Ton Barang

Pengungkapan tersebut menyisakan sejumlah pertanyaan yang kini berada dalam kewenangan penyidik untuk dijawab.

Bagaimana tiga ton bahan kimia tersebut bisa bergerak dari Filipina menuju perairan Gorontalo? Siapa yang memesan dan membiayai pengiriman? Siapa penerima barang di Gorontalo? Dan mengapa proses pemindahan dilakukan melalui pola ship to ship di tengah perairan?

Dalam laporan awal, penerima atau pemilik barang disebut merupakan warga Kecamatan Telaga, Kota Gorontalo. Namun, status kepemilikan tersebut masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan dan proses hukum yang dilakukan aparat.

Karena itu, pemeriksaan terhadap enam awak kapal menjadi penting bukan hanya untuk mengetahui siapa yang membawa barang, tetapi juga untuk mengurai kemungkinan adanya pihak lain di balik pengiriman tersebut.

Lanal Gorontalo bersama instansi terkait masih melakukan proses penyidikan dan pendalaman terhadap barang bukti maupun keterangan para awak kapal.

Reformasi Indonesia mencatat, penggagalan ini baru merupakan pintu masuk. Pertanyaan yang lebih besar kini berada pada siapa pengendali pengiriman tiga ton CN tersebut dan untuk kepentingan apa bahan kimia itu hendak dibawa masuk ke Gorontalo.

20 September 2026

103 Tahun Aertembaga: Sejarah Tak Boleh Berhenti dI Panggung Perayaan



REFORMASI-ID | BITUNG — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-103 Negeri Aertembaga ditutup, Sabtu malam, 19 September 2026. Perayaan tahun ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi dijadikan momentum untuk merawat sejarah, budaya, persaudaraan, dan semangat gotong royong masyarakat Aertembaga.

Penutupan rangkaian kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana kebersamaan dan dihadiri jajaran Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII, Pemerintah Kota Bitung, TNI-Polri, Bank Indonesia Sulawesi Utara, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, pelaku UMKM, seniman, budayawan, serta masyarakat Negeri Aertembaga.

Ketua Panitia HUT ke-103 Negeri Aertembaga, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits, E.D., S.E., M.Tr.Hanla., CRMP, mengatakan peringatan hari jadi negeri merupakan kesempatan untuk kembali melihat nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu.


Menurut dia, tema “Maesa-esaan wa Tombo-tomboan Umbanua” menggambarkan semangat persatuan, saling menopang, dan bekerja bersama untuk kepentingan negeri.

“Peringatan hari ulang tahun Negeri Aertembaga menjadi momentum untuk merefleksikan kembali nilai-nilai budaya lokal, mempererat tali persaudaraan antarwarga, serta mengobarkan semangat gotong royong demi kemajuan masyarakat Negeri Aertembaga,” kata Marvill dalam sambutannya.

Ia mengatakan rangkaian HUT ke-103 telah melibatkan berbagai unsur masyarakat. Pelajar tingkat SD hingga SMA/SMK, sanggar seni, komunitas budaya, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, generasi muda, serta unsur TNI, Polri dan ASN ikut mengambil bagian dalam berbagai kegiatan dan perlombaan.


Keterlibatan banyak unsur tersebut, kata Marvill, menunjukkan bahwa perayaan HUT tidak hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga ruang perjumpaan antarwarga.

“Semangat kebersamaan inilah yang harus terus dijaga. Aertembaga bukan hanya memiliki sejarah yang panjang, tetapi juga memiliki masyarakat yang menjadi bagian penting dalam menjaga identitas negeri ini,” ujarnya.

Marvill menyampaikan penghargaan kepada Komandan Kodaeral VIII, Pemerintah Kota Bitung, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, serta berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan rangkaian kegiatan.

Ia juga mengapresiasi kerja panitia dan masyarakat yang ikut menjaga keamanan dan ketertiban selama seluruh rangkaian acara berlangsung.

Dalam sambutan Komandan Kodaeral VIII Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla., yang dibacakan Wakil Komandan Kodaeral VIII Laksamana Pertama TNI Tony Herdijanto, S.E., M.Sc., disebutkan bahwa HUT ke-103 Negeri Aertembaga harus dimaknai lebih jauh daripada sekadar perayaan tahunan.


Peringatan tersebut, menurut Dery, merupakan momentum untuk mengenang perjalanan sejarah dan menghargai jasa para pendahulu sekaligus mempererat persaudaraan masyarakat.

Sebagai bagian dari masyarakat maritim Sulawesi Utara, Aertembaga juga memiliki hubungan erat dengan kehidupan pesisir dan kemaritiman. Karena itu, masyarakat diajak menjaga lingkungan, melestarikan budaya dan kearifan lokal, serta membentuk generasi muda yang disiplin dan memiliki kecintaan terhadap daerah, bangsa, dan negara.

Sementara itu, Pemerintah Kota Bitung melalui Camat Aertembaga Stenly Tatipang, S.Sos., yang membacakan sambutan Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E., menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan panitia yang telah menyukseskan perayaan tersebut.


Pemerintah Kota Bitung menilai berbagai kegiatan yang digelar selama HUT bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang untuk mempererat persaudaraan sekaligus menjaga identitas budaya Negeri Aertembaga.

Wali Kota juga mengajak masyarakat menjadikan peringatan ke-103 sebagai titik untuk melihat masa depan tanpa meninggalkan akar sejarah.

“Jangan hanya mengenang perjalanan sejarah Negeri Aertembaga, tetapi jadikan momentum ini untuk membangun masa depan yang lebih baik,” demikian pesan Wali Kota dalam sambutan yang dibacakan Camat Aertembaga.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup secara resmi. Penutupan ditandai dengan pesan agar semangat persatuan yang tumbuh selama perayaan tidak berhenti setelah panggung diturunkan dan perlombaan berakhir.

Bagi masyarakat Aertembaga, peringatan 103 tahun bukan sekadar angka. Ia menjadi pengingat bahwa sejarah, budaya, persaudaraan, dan gotong royong merupakan modal sosial yang harus terus dirawat.

“Dirgahayu Negeri Aertembaga ke-103. Semoga Aertembaga senantiasa maju, lestari dan diberkahi Tuhan Yang Maha Esa,” demikian pesan yang disampaikan dalam penutupan perayaan.

19 September 2026

Ayla Hilang Tengah Malam, Jejak Pelaku Terbaca CCTV



REFORMASI-ID | BITUNG — Polisi tak membutuhkan waktu 24 jam untuk menemukan mobil Daihatsu Ayla putih bernomor polisi DB 1504 FC yang dilaporkan hilang dari rumah pemiliknya di Kelurahan Girian Bawah, Kecamatan Girian, Kota Bitung.

Seorang pria berinisial FB ditangkap jajaran Polres Bitung setelah polisi menelusuri pergerakan kendaraan melalui rekaman kamera pengawas atau CCTV.

Tersangka diketahui merupakan residivis perkara pencurian dan sebelumnya pernah diamankan dalam perkara kepemilikan senjata tajam serta penganiayaan.

Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., mengatakan pengungkapan perkara tersebut merupakan hasil gerak cepat jajaran Reserse Kriminal setelah laporan diterima.

“Begitu laporan diterima, anggota langsung bergerak melakukan penyelidikan. Salah satu petunjuk penting berasal dari rekaman CCTV yang kemudian kami kembangkan untuk merunut pergerakan kendaraan sampai akhirnya berhasil ditemukan,” kata Arie.

Menurut dia, pengungkapan perkara tidak berhenti pada ditemukannya kendaraan. Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

“Kami masih melakukan pendalaman. Untuk sementara pelaku mengaku melakukan sendiri, tetapi penyidik tetap akan memastikan apakah ada pihak lain yang terlibat dalam perkara ini,” ujarnya.

Kasus tersebut bermula ketika korban, Mardiana Rasyid, melaporkan kehilangan Daihatsu Ayla putih dengan nomor polisi DB 1504 FC. Kendaraan tersebut ditaksir bernilai sekitar Rp65 juta.

Laporan polisi tercatat dengan LP/618/IX/2026/Polres Bitung, tertanggal 17 September 2026.

Setelah laporan diterima, Unit URC bersama jajaran Satuan Reserse Kriminal melakukan penyelidikan. Rekaman CCTV di sekitar Pelabuhan Bitung menjadi salah satu petunjuk untuk merunut keberadaan kendaraan.

Sekitar pukul 11.00 Wita, tim URC menemukan kendaraan tersebut di sekitar kawasan tempat pemancingan. Penyelidikan kemudian mengarah kepada FB.

Tersangka ditangkap di tempat kosnya. Dari pemeriksaan awal, FB mengakui perbuatannya dan menunjukkan lokasi kendaraan tersebut disimpan, yakni di kawasan sekitar hotel dekat PT Bimoli.

Kasat Reskrim Polres Bitung AKP Ahmad Anugrah Ari Pratama, S.Tr.K., S.I.K., M.H., mengatakan pencurian terjadi sekitar pukul 23.45 Wita.

“Pelaku awalnya membawa sebuah obeng yang sebelumnya dipinjam oleh temannya. Ketika melintas di sekitar rumah korban, muncul niat untuk mengambil kendaraan,” kata Ahmad.

Tersangka kemudian masuk melalui bagian dapur dengan cara merusak pintu. Setelah berada di dalam rumah, ia mengambil kunci Daihatsu Ayla yang berada di atas meja dapur.

“Setelah mendapatkan kunci, pelaku mengambil kendaraan yang diparkir di depan rumah korban. Dari pemeriksaan sementara, pelaku mengetahui situasi rumah karena sebelumnya sering makan di tempat usaha korban,” ujarnya.

Polisi menyebut tidak terdapat hubungan keluarga antara tersangka dan korban. Namun, kebiasaan tersangka datang ke tempat usaha korban membuatnya mengetahui situasi lingkungan dan kondisi rumah.

Ahmad mengatakan motif sementara pencurian adalah keinginan memiliki kendaraan yang didorong persoalan ekonomi.

Atas perbuatannya, tersangka disangkakan Pasal 477 ayat (1) huruf e dan huruf f KUHP, dengan ancaman pidana paling lama tujuh tahun serta denda paling banyak kategori V. Polisi juga menyiapkan sangkaan alternatif sebagaimana Pasal 476 KUHP, sesuai hasil pendalaman penyidikan.

“Untuk sementara yang bersangkutan mengaku melakukan seorang diri. Namun kami masih melakukan pendalaman, termasuk melihat kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dan bagaimana rencana pelaku terhadap kendaraan tersebut,” kata Ahmad.

Pengungkapan dalam waktu kurang dari sehari memang mengembalikan kendaraan kepada pemiliknya. Namun, penyidikan masih menyisakan pertanyaan yang harus dijawab polisi: apakah pencurian tersebut benar-benar dilakukan seorang diri atau terdapat pihak lain yang turut berperan.

Polres Bitung menyatakan penyelidikan masih berlanjut.