REFORMASI-ID | Bekasi - Ngaji bareng dalam rangka memperingati hari lahir Baginda Muhammad SAW 1448 H di Mushola Al Muttaqin RT. 017, RW. 013, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi dihadiri Ahmad Saepudin anggota komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi dan Samsuro Mandiansah Kepala UPTD TPA Burangkeng. Sabtu, 05 September 2026.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Rabiul Awal menjadi tradisi penting yang dilaksanakan oleh umat Islam diseluruh dunia.
Untuk diketahui, tradisi memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW mulai dikenal pada masa Dinasti Fatimiyah di Mesir pada abad ke-11 M.
Para ulama seperti Imam Jalaluddin al-Suyuti dan Imam Ibnu Hajar al-Asqalani memandang perayaan Maulid sebagai ekspresi cinta umat kepada Rasulullah.
Sedangkan di Indonesia sendiri penyebaran tradisi Maulid dilakukan oleh Wali Songo sekitar tahun 1404 Masehi sebagai metode dakwah dan adaptasi dengan budaya lokal.
Kali ini peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah (H) di Mushola Al Muttaqin diisi dengan Ngaji Bareng memaknai Tauladan Rasullah SAW.
Kehadiran Ahmad Saepudin dan Samsuro Mandiansah menambah semarak suasana.
Dalam ceramahnya Kiayi Ainul Yaqin Al Hafidz menceritakan sejarah kelahiran Rasulullah SAW dan mengajak jama'ah untuk mengikuti suri tauladan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara, Ahmad Saepudin menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW maknanya harus diterapkan.
"Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan untuk sekedar dihadiri tapi maknanya harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Selain itu, silaturahmi yang terjalin harus tetap dijaga seperti ajaran Rasulullah tentang pentngnya menjaga tali silaturahmi.
Dikesempatannya Samsuro mengatakan menjaga kebersihan adalah sebagian dari iman.
"An-nazhafatu minal iman" kebersihan adalah sebagian dari iman, mulai dari sekarang dimoment yang bermakna ini, mari kita jaga kebersihan, karena Rasulullah SAW cinta akan kebersihan," pesannya.
Bukan itu saja, Samsuro Mandiansah juga menyampaikan program Pemerintah Daerah (Pemda) Bekasi dalam mengatasi permasalahan sampah.
"Alhamdulillah Pemda Bekasi sudah siapkan dua skema yaitu RDF dam PSEL yang semuanya bertujuan untuk mengatasi permasalahan sampah yang ada di Kabupaten Bekasi," pungkasnya.
Turut hadir dalam acara, Ahmad Saepudin Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Samsuro Mandiansah Kepala UPTD TPA Burangkeng, Mulyana Ketua RW. 013 Mustika Grande, Suriyanto Ketua RT. 017 Mustika Grande, Ustad Nur Kharis Misbah Ketua DKM Mushola Al Muttaqin, Ketua Forsil MG, Perwakilan DKM se-Mustika Grande, perwakilan tokoh PBNU MWC Setu, tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga sekitar.
