REFORMASI-ID | Lampung Selatan - Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti Aula PKK Lampung Selatan saat TK IT Al Mumtaza Kalianda menggelar acara Pelepasan Murid Angkatan VIII Tahun Ajaran 2025/2026, Rabu (10/6/2026).
Puluhan murid yang selama ini menempuh pendidikan di TK IT Al Mumtaza resmi dilepas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Acara tersebut menjadi momen istimewa bagi para siswa, guru, maupun orang tua yang hadir.
Berbagai penampilan seni turut memeriahkan kegiatan, mulai dari tari tradisional, modern dance, hafalan Asmaul Husna, drama musikal, dai cilik hingga permainan angklung. Penampilan para murid mendapat apresiasi dan tepuk tangan meriah dari para tamu undangan.
Kegiatan tersebut dihadiri Bunda PAUD Kecamatan Kalianda Evi Utami, Pengawas TK Hardita, M.Pd, Korwil Pendidikan Kecamatan Kalianda Susmiati, SE, serta Ketua Yayasan Al Mumtaza Zahirah Kalianda Abiriandi Alghifari, S.Pd.
Kepala TK IT Al Mumtaza, Andriani, S.Pd, mengatakan pelepasan murid merupakan puncak dari proses belajar dan bermain yang telah dilalui anak-anak selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
"Hari ini adalah puncak dari bermainnya anak-anak selama mereka di TK Al Mumtaza. Alhamdulillah kita semua bisa berkumpul di sini dan menyaksikan perjalanan mereka sampai pada tahap ini," kata Andriani dalam sambutannya.
Andriani menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada TK IT Al Mumtaza. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pembelajaran terdapat kekhilafan dari para guru.
Menurutnya, seluruh bentuk bimbingan, nasihat, maupun teguran yang diberikan selama ini merupakan bagian dari upaya mendidik dan membentuk karakter anak agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan membanggakan keluarga.
"Semua yang kami lakukan bukan karena kami tidak sayang kepada anak-anak. Justru karena kami ingin menjalankan amanah dari ayah dan bunda agar mereka tumbuh menjadi kebanggaan keluarga," ujarnya.
Ia juga berpesan agar kebiasaan baik yang telah ditanamkan selama di sekolah dapat terus dilanjutkan di lingkungan keluarga. Dukungan orang tua dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan pendidikan anak pada jenjang berikutnya.
Menjelang akhir kegiatan, suasana haru semakin terasa saat prosesi serah terima murid dari pihak sekolah kepada orang tua. Sejumlah orang tua tampak menitikkan air mata saat menyaksikan putra-putrinya menuntaskan pendidikan usia dini dan bersiap memasuki fase baru dalam perjalanan pendidikan mereka.
Pelepasan tersebut tidak hanya menjadi penanda berakhirnya masa belajar di taman kanak-kanak, tetapi juga menjadi awal langkah baru bagi para murid untuk meraih cita-cita dan masa depan yang lebih cerah. (*)
