REFORMASI-ID | Jakarta - Langit Jakarta masih gelap ketika 70 personel Detasemen Perintis Korsabhara Baharkam Polri sudah bersiap di tiga titik jantung Ibu Kota: Bundaran HI, Monas, dan Kota Tua, Senin 8/6/2026.
Sejak pukul 05.00 WIB, mereka menggelar _Strong Point_ dan _Patroli Dialogis_ bukan sekadar untuk mengatur lalu lintas, tapi memastikan warga memulai aktivitas dengan rasa aman.
*Hadir, Menyapa, Mengingatkan dengan Humanis*
Di bawah kendali AKBP Ricky Pranata Vivaldy, S.P., S.I.K., M.H. selaku Penanggung Jawab dan Ipda Eko Hermanto sebagai Danton, personel tak hanya berdiri tegak di titik ploting. Mereka aktif menyapa.
Di Kota Tua, polisi berdialog dengan pedagang asongan yang baru gelar lapak. Di Monas, petugas mengingatkan pesepeda yang lupa pakai helm dengan senyum. Di Bundaran HI, driver ojol yang menepi diajak ngobrol soal pentingnya istirahat agar tidak kelelahan di jalan.
“Tadi saya ditegur karena sein mati. Tapi cara negurnya enak, nggak bikin takut. Malah diingetin, ‘Hati-hati ya Pak, demi keselamatan Bapak juga’,” tutur Budi, pengendara motor yang melintas di kawasan Monas.
*Hasil Nyata: Lalin Lancar, Warga Nyaman*
Hingga pukul 10.00 WIB, situasi di tiga lokasi dilaporkan kondusif. Arus lalu lintas tertib, nihil kemacetan dan kecelakaan menonjol. Yang tak kalah penting, komunikasi hangat antara petugas dan masyarakat terbangun lewat patroli dialogis.
Direktur Samapta Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Pol. Mokhamad Ngajib, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pendekatan humanis adalah kunci.
“Polisi harus _Siap Terlihat dan Bermanfaat_. Tugas kami mendeteksi potensi gangguan sejak dini, mencegah, sekaligus menolong. Kalau ada warga kebingungan, kita arahkan. Kalau ada yang butuh pertolongan pertama, kita bantu. Itu esensi _Strong Point_,” tegasnya.
*Cuaca Ekstrem Tak Jadi Halangan*
Meski dihadapkan pada cuaca yang berubah-ubah dan lonjakan volume kendaraan di jam sibuk, seluruh personel yang terdiri dari 20 pers di HI, 20 pers di Monas, 12 pers di Kota Tua, serta tim driver, provost, dan PID tetap siaga penuh.
“Prinsip kami sederhana: pastikan warga selamat sampai tujuan. Kalau Jakarta aman di pagi hari, aktivitas seharian akan lebih produktif,” ujar AKBP Ricky.
Kegiatan _Strong Point_ dan _Patroli Dialogis_ akan terus digiatkan secara rutin sebagai komitmen Polri untuk hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
---
*Keterangan Foto:*
Personel Detasemen Perintis Korsabhara Baharkam Polri berdialog dengan warga saat Patroli Dialogis di kawasan Kota Tua, Jakarta, Senin 8/6/2026. _[Dok. Humas Korsabhara Baharkam Polri]_
*Narahubung:*
Humas Korsabhara Baharkam Polri
🇮🇩 _Siap Terlihat dan Bermanfaat_ 🇮🇩
