REFORMASI-ID | Bitung, 28 Mei 2026 — Gelak tawa murid-murid Taman Kanak-Kanak Hang Tuah Manado dan Bitung pecah di geladak KRI Teluk Calang-524 yang bersandar di Dermaga Pelindo 4 Bitung, Kamis, 28 Mei 2026. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pelabuhan, Komando Daerah Maritim (Kodaeral) VIII TNI Angkatan Laut memperkenalkan dunia kemaritiman kepada anak-anak melalui edukasi bahari interaktif.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi pembinaan karakter generasi muda yang digagas TNI AL dengan menanamkan semangat cinta laut sejak usia dini. Anak-anak diajak melihat langsung kehidupan prajurit di kapal perang, mengenal fungsi kapal, hingga memahami pentingnya menjaga kedaulatan laut Indonesia.
Laksda TNI Derry Trisnanto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla., yang diwakili Wakil Komandan Kodaeral VIII mengatakan pengenalan dunia bahari kepada anak-anak dinilai penting di tengah tantangan menurunnya minat generasi muda terhadap sektor kemaritiman.
“Indonesia adalah negara maritim. Anak-anak perlu diperkenalkan sejak dini bahwa laut bukan hanya ruang geografis, tetapi bagian dari identitas bangsa,” ujarnya di sela kegiatan.
Di atas kapal perang jenis landing ship tank tersebut, para murid tampak antusias saat prajurit memperlihatkan berbagai fasilitas kapal, mulai dari anjungan, perlengkapan keselamatan, hingga area operasional. Sejumlah siswa terlihat berebut mengajukan pertanyaan kepada personel TNI AL yang mendampingi.
Metode pembelajaran dibuat santai dan komunikatif. Prajurit kapal menjelaskan tugas TNI AL dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami anak-anak. Sesekali terdengar sorak gembira ketika para siswa diperbolehkan mencoba perlengkapan tertentu dan berfoto bersama awak kapal.
Komandan KRI Teluk Calang-524 menilai kegiatan semacam ini bukan sekadar kunjungan edukatif, melainkan bagian dari membangun kedekatan emosional masyarakat dengan dunia kemaritiman dan pertahanan negara.
“Anak-anak harus tumbuh dengan pemahaman bahwa laut adalah masa depan bangsa. Dari sinilah rasa bangga terhadap Indonesia sebagai negara maritim mulai dibangun,” katanya.
Kegiatan edukasi bahari tersebut turut dihadiri Asops Kodaeral VIII, Satril Kodaeral VIII, Irben It Kodaeral VIII, Kavas Harkan Kodaeral VIII, pengurus daerah Yayasan Hang Tuah Manado, personel KRI Teluk Calang-524, Gabungan Jalasenastri Korps Marinir Wilayah Barat RI, serta para guru TK Hang Tuah Manado dan Bitung.
Melalui program edukasi semacam ini, Kodaeral VIII berharap lahir generasi muda yang tidak hanya mengenal laut sebagai ruang ekonomi, tetapi juga memiliki kesadaran menjaga kedaulatan maritim Indonesia di masa mendatang.
