REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Lampung Selatan Erdiansyah tinjau poskamling wisata Desa Kelawi dan mengapresiasi inovasi kreatif digagas masyarakat Dusun Minang Rua Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni yang dihadiri oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, Forkopimda Lampung Selatan, Forkpimcam Bakauheni, Unsur TNI Kodim 421/Ls, Unsur Polri Polres Lampung Selatan, Rektor UIM dan tamu undangan. Minggu, 31/08/2025.
Mengawali sambutannya Bupati Lampung Selatan Egi, mengucapkan rasa berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulangnya Alm. Afan Kurniawan Kerahmatullah yang mana almarhum mengalami musibah saat terjadinya aksi demontrasi di Jakarta.
"Semoga almarhum Afan Kurniawan diterima disisi Tuhan yang Maha Esa, dan keluarga diberikan ketabahan," ucap Bupati Lampung Selatan Egi.
Selain itu sambung Bupati Lampung Selatan dalam sambutannya menindak lanjut kunjungan ke Dusun Minang Rua Desa Kelawi, menyampaikan program prioritas Pemerintah dan melihat inovasi, kreatifitas dari warga Dusun Minang Rua Desa Kelawi yang sangat menarik untuk dikembangkan lebih baik lagi dalam menunjang memajukan pembangunan khususnya Dusun Minang Rua yang sudah meraih juara wisata 50 besar nasional dan menjadi icon Destinasi Desa wisata di Kabupaten Lampung Selatan.
"Saya lihat miniatur poskamling wisata ini sudah memenuhi tiga unsur, karena ada Agronya, ada pos edukasi bacanya yang di inisiasi oleh komunitas perahu Pustaka bergerak dan pariwisatanya," ujarnya.
Sementara itu pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Lampung Selatan, Erdiansyah mengatakan. Poskamling wisata Desa Kelawi sebagai embrio untuk Kolaborasi Pentahelix yaitu terutama dalam pembangunan daerah, pariwisata, ekonomi, hingga inovasi.
"Dengan adanya Poskamling wisata Desa Kelawi ini akan membawa perubahan baik itu sektor wisata, UMKM, Kamtibmas dan menciptakan rasa aman bagi pelancong/turis yang akan berkunjung ke destinasi wisata," jelang Kadis PMD Lampung Selatan Erdiansyah.
Menurut Erdiansyah memaparkan, Disinilah peran pemerintah sebagai pembuat kebijakan, regulasi, dan fasilitator, berkolaborasi dengan Akademisi sebagai penyedia riset, kajian ilmiah, dan rekomendasi berbasis data, Para Pelaku Usaha/Business penyedia modal, investasi, serta penggerak ekonomi, Komunitas/Masyarakat pelaku langsung, pengguna, serta pengawas program dan peran Media sebagai sarana informasi, publikasi, edukasi, dan kontrol sosial.
"Intinya, konsep Pentahelix menekankan bahwa pembangunan tidak bisa hanya dijalankan Pemerintah sendirian, tetapi perlu kolaborasi lintas sektor agar hasilnya lebih berkelanjutan, tepat sasaran, dan inklusif," ungkap Kadis PMD Lampung Selatan Erdiansyah. (Mudian)


