Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Update

8/recent/ticker-posts

Aliansi Aktivis Nasional Tolak Kampus Jadi Ajang Politik Praktis




REFORMASI-ID | Jakarta - Aliansi aktivis nasional yang terdiri dari berbagai organisasi mahasiswa dan pemuda menegaskan penolakan mereka terhadap kampus yang menjadi partisan politik praktis. Mereka menyatakan bahwa pendidikan tinggi seharusnya menjadi wadah untuk pembelajaran dan perkembangan ide, bukan tempat untuk kepentingan politik praktis, tapi politik kebangsaan. 

Dalam pertemuan yang diadakan di Mug Coffee Tebet, Minggu (3/2/2024) Natsir Sahib sebagai perwakilan dari Aliansi aktivis nasional menyampaikan keprihatinan mereka terhadap fenomena politisasi kampus yang dianggap dapat menghambat kebebasan akademis dan mengarah pada polarisasi di kalangan mahasiswa. Natsir menilai bahwa kampus seharusnya menjadi ruang yang objektif, memungkinkan berbagai pandangan untuk diajukan dan didiskusikan tanpa adanya tekanan politik tertentu.

Lebih lanjut, Natsir mengungkapkan bahwa tujuan utama kampus seharusnya adalah mencetak generasi yang kritis, mandiri, dan berpikiran terbuka. "Dengan politisasi kampus, potensi tersebut dianggap terancam, dan mahasiswa mungkin merasa terbebani oleh tekanan politik yang dapat memengaruhi proses pembelajaran," ungkap Natsir dalam acara konferensi pers. 

Aliansi ini berencana untuk mengadakan sosialisasi untuk memperjuangkan kampus yang netral secara politis. 

"Kami mengajak semua pihak, terutama mahasiswa, untuk bersatu dalam mendukung pendidikan tinggi yang bebas dari intervensi politik praktis, sehingga kampus tetap menjadi tempat yang kondusif untuk pengembangan intelektual dan karakterkarakter,  serta memperjuangkan kaedah akademik yang sesuai fakta, bukan fakta belaka," tutup Natsir.
(**)