Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Update

8/recent/ticker-posts

Luar Biasa, PPKM Diduga telah Menjadi Ajang Pungli Oleh Sebagian Oknum, Cukup dengan Uang 100 Ribu, Beres


REFORMASI-ID | Jakarta - Pemerintah telah berlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai Sabtu 3 Juli 2021 - Selasa 20 Juli 2021.

Diketahui, PPKM Darurat ini mempersempit ruang gerak masyarakat dalam melakukan aktifitas sehari - hari.

Adapun masyarakat yang ingin melakukan aktifitasnya ke daerah lain akan bertemu dengan pos penyekatan yang di jaga ketat oleh Petugas.

Tentunya untuk bisa lolos dari pos penyekatan harus ada syarat yang ditunjukan kepada petugas, salah satunya hasil tes PCR yang menunjukan bahwa orang tersebut bebas dari Covid 19.

Namun peraturan tersebut di manfaatkan oleh beberapa oknum demi lancarnya perjalan keluar kota.

Seperti video yang beredar luas dimedia sosial yang memperlihatkan 2 (Dua) orang pemuda yang sedang ingin melakukan pungli kepada para penumpang Bis Kota yang tidak membawa surat antigen atau hasil negatif tes PCR.

"PPKM menjadi ajang pungli, tanpa tes Covid bisa masuk merak, asal bayar cepe. Luar biasa jahatnya kalian memanfaatkan momen susah seperti ini. Lokasi : Pelabuhan Bakauheuni," Tulis keterangan video yang diunggah cetul22. Kamis, (15/7/2021).

Dalam video yang berdurasi 27 detik itu memperlihatkan seorang penumpang bis yang hendak menyebrang dari Bakauheni menuju merak ditanya satu persatu oleh 2 (Dua) orang pemuda yang diduga sebagai Jasa Pungli.

"Bang., Bang., Yang ga bawa hasil antigen bayar berapa," kata orang yang bertanya kepada 2 orang pemuda itu sambil merekam video lewat ponselnya.

Lalu dengan sigapnya salah satu dari dua orang pemuda itu menjawab, "100 ga usah rapid lagi," jawab pemuda tersebut sambil menarikkan uang penumpang yang tidak membawa antigen.

Dalam rekaman video tersebut, banyak warganet yang mengecam aksi dua orang pemuda itu.

"Mirisnya negeriku," ungkap Z pada komentarnya.

"Jadi cocok kolaborasi sama oknum masyarakat dan oknum pemerintah. Yang jadi korban kita semua," kata Arie Riesnanda pada komentarnya.

Waduh., Kapan kelarnya pandemi kalo banyak manusia macam itu," Tambah ND pada komentarnya.

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui aksi pemuda tersebut sudah dalam penanganan kepolisian atau belum.

[TB]