Media Reformasi Indonesia (MRI): organisasi
Tampilkan postingan dengan label organisasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label organisasi. Tampilkan semua postingan

11 Agustus 2026

PWI Bekasi Raya Gelar Dialog Interaktif, Bedah Sinergi Pengawasan Orang Asing di Bekasi



REFORMASI-ID | Bekasi - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya kembali membuka ruang dialog publik dengan mengangkat isu strategis terkait pelayanan dan pengawasan orang asing di wilayah Bekasi.

Melalui Dialog Interaktif PWI Bekasi Raya yang digelar Selasa, 11 Agustus 2026, di Ruang Aula PWI Bekasi Raya, forum tersebut mengusung tema “Harmonisasi Pelayanan dan Pengawasan Orang Asing: Peran Imigrasi, Pengawas Tenaga Kerja, dan Disdukcapil.”

Ketua PWI Bekasi Raya Ade Muksin, S.H., dalam pembukaan acara menegaskan bahwa isu keberadaan orang asing perlu dibahas secara objektif, komprehensif, dan tidak hanya dilihat dari satu sisi.

Menurutnya, perkembangan investasi, dunia usaha, industri, serta mobilitas masyarakat membuat keberadaan warga negara asing (WNA) di wilayah Bekasi menjadi bagian dari dinamika pembangunan yang harus dikelola secara baik.

“Kita tidak ingin melihat persoalan orang asing hanya dari satu perspektif. Ada aspek pelayanan, ada aspek pengawasan, ada ketenagakerjaan, keimigrasian, dan administrasi kependudukan. Karena itu, diperlukan sinergi antarlembaga agar semuanya berjalan dalam koridor aturan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Ade dalam pembukaan dialog.

Ade mengatakan, PWI sebagai bagian dari elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan ruang diskusi yang dapat mempertemukan pemerintah, aparat, dunia usaha, masyarakat, dan insan pers.

“Pers bukan hanya memberitakan apa yang terjadi, tetapi juga dapat menjadi jembatan dialog. Kami ingin forum ini menghasilkan pemahaman yang lebih utuh sekaligus mendorong kolaborasi antarinstansi dalam memberikan pelayanan dan melakukan pengawasan,” katanya.

Tiga Perspektif dalam Satu Forum
Dialog tersebut menghadirkan tiga narasumber yang memiliki kewenangan dan perspektif berbeda namun saling berkaitan.

Helmy H Halim, SE, SH, Pejabat Fungsional Pengawas Ketenagakerjaan Madya, membahas persoalan legalitas penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA), kepatuhan perusahaan terhadap kewajiban alih teknologi, serta perlindungan tenaga kerja lokal.

Sementara Anggi Wicaksono, A.Md.Im., S.H., M.A.P., Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bekasi, mengupas prosedur izin tinggal KITAS/KITAP, pemantauan keberadaan WNA, hingga pengawasan dan penindakan keimigrasian melalui TIMPORA.

Dari perspektif pemerintah daerah, Dr. Taufiq Rachmat Hidayat, AP., M.Si., Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bekasi yang diwakilkan oleh Kepala Bidang Fredi, memberikan penjelasan mengenai administrasi kependudukan WNA serta pentingnya integrasi data kependudukan daerah.

Kehadiran tiga perspektif tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai bagaimana keberadaan orang asing dikelola, mulai dari legalitas bekerja, izin tinggal, pendataan, hingga pengawasan di lapangan.


*Pelayanan Harus Berjalan, Pengawasan Tetap Diperkuat*

PWI Bekasi Raya menilai harmonisasi antarlembaga menjadi salah satu kunci dalam membangun sistem pelayanan dan pengawasan orang asing yang efektif.

Keberadaan WNA maupun TKA di Bekasi tidak dapat dilepaskan dari perkembangan investasi, industri, perdagangan, pendidikan, maupun aktivitas ekonomi lainnya. Namun, pada saat yang sama, pemerintah tetap memiliki kewajiban memastikan seluruh aktivitas tersebut berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku.

Karena itu, pelayanan dan pengawasan harus berjalan beriringan.
Pelayanan kepada dunia usaha dan WNA harus dilakukan secara transparan dan profesional. Sementara pengawasan harus memastikan aspek legalitas, kepatuhan, perlindungan tenaga kerja lokal, administrasi kependudukan, serta izin tinggal benar-benar terpenuhi.

Dalam konteks tersebut, integrasi data dan koordinasi lintas instansi menjadi hal penting agar tidak terjadi kesenjangan informasi antara satu lembaga dengan lembaga lainnya.

Terlebih Bekasi merupakan salah satu kawasan strategis dengan aktivitas industri, investasi, perdagangan, dan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi.

PWI Dorong Diskusi Berujung Kolaborasi
Melalui dialog interaktif ini, PWI Bekasi Raya tidak ingin isu orang asing hanya menjadi konsumsi pemberitaan ketika muncul persoalan.
Sebaliknya, forum ini diharapkan menjadi ruang untuk membangun pemahaman, edukasi, transparansi, sekaligus kolaborasi antara pemerintah, aparat, dunia usaha, masyarakat, dan media.

Ade Muksin menambahkan, PWI Bekasi Raya akan terus mendorong kegiatan-kegiatan yang memiliki nilai edukasi dan kepentingan publik.

“Harapan kami, dialog ini tidak berhenti sebagai forum diskusi. Ada pemahaman yang bisa dibawa pulang, ada koordinasi yang semakin kuat, dan kalau memungkinkan ada rekomendasi yang dapat menjadi masukan bagi peningkatan pelayanan serta pengawasan di wilayah Bekasi,” tegasnya.

Dengan demikian, Dialog Interaktif PWI Bekasi Raya diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun Bekasi yang terbuka terhadap investasi dan mobilitas global, namun tetap kuat dalam penegakan aturan, perlindungan tenaga kerja, tertib administrasi, dan pengawasan orang asing.

PWI Bekasi Raya terus mengambil peran sebagai ruang bertemunya informasi, gagasan, dan kepentingan publik—karena pers bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga ikut membuka jalan bagi terciptanya solusi.()

14 Juni 2026

Ratusan Wartawan Deklarasikan Pers Bekasi Raya 2026, Tegaskan Komitmen Profesionalisme dan Persatuan



REFORMASI-ID | Bekasi - Semangat persatuan dan komitmen menjaga marwah jurnalistik mewarnai puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Bekasi Raya 2026 dan Hari Kebebasan Pers Sedunia yang digelar di Gedung Creative Center (GCC), Bekasi Timur, Kota Bekasi, Sabtu (13/6/2026).

Ratusan wartawan dari berbagai organisasi profesi, kelompok kerja (Pokja), komunitas, paguyuban wartawan, hingga perusahaan media se-Bekasi Raya memadati area panggung utama untuk membacakan Deklarasi Pers Bekasi Raya 2026 secara bersama-sama.

Pembacaan deklarasi dipimpin oleh wartawati Mega dan diikuti serentak oleh seluruh insan pers yang hadir. Dalam suasana khidmat namun penuh semangat kebersamaan, para wartawan mengangkat Kartu Tanda Anggota (KTA) maupun identitas pers masing-masing sebagai simbol komitmen terhadap profesionalisme, integritas, independensi, dan kebebasan pers yang bertanggung jawab.

Ketua Panitia HPN Bekasi Raya 2026, Ade Muksin, mengajak seluruh insan pers untuk berdiri bersama di atas panggung sebagai bentuk nyata persatuan tanpa sekat organisasi. Menurutnya, deklarasi tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat solidaritas sekaligus menjaga kehormatan profesi jurnalistik di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia pers saat ini.

“Deklarasi ini merupakan wujud komitmen bersama insan pers Bekasi Raya untuk tetap menjaga independensi, profesionalisme, serta menjalankan fungsi kontrol sosial demi kepentingan masyarakat,” ujar Ade Muksin.

Dalam deklarasi yang mengusung tema “Pers Bersatu, Bekasi Raya Maju”, para insan pers menyatakan enam komitmen utama, yaitu:

1. Menjaga kemerdekaan pers sebagai pilar demokrasi serta menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, independen, dan bertanggung jawab.
2. Menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat.
3. Menolak hoaks, fitnah, ujaran kebencian, serta segala bentuk penyalahgunaan profesi yang mencederai marwah pers.
4. Memperkuat persatuan dan solidaritas insan pers Bekasi Raya tanpa sekat organisasi demi kepentingan profesi dan masyarakat.
5. Mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang transparan, bersih, dan akuntabel melalui fungsi kontrol sosial yang konstruktif.
6. Membangun sinergi dengan pemerintah, dunia usaha, aparat penegak hukum, dan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan Bekasi Raya yang maju, aman, dan sejahtera.

Deklarasi diawali dengan seruan bersama, “Bismillahirrahmanirrahim. Deklarasi HPN Bekasi Raya 2026 dan Hari Kebebasan Pers Sedunia.” Suara lantang ratusan wartawan kemudian menggema saat menyampaikan komitmen bersama untuk menjaga kebebasan pers yang bertanggung jawab dan bermartabat.

Melalui deklarasi tersebut, insan pers Bekasi Raya menegaskan tekad untuk terus menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, independen, dan berintegritas, sekaligus menjadi mitra kritis yang konstruktif dalam mengawal pembangunan daerah.

Peringatan HPN Bekasi Raya 2026 dan Hari Kebebasan Pers Sedunia menjadi momentum penting untuk mempererat soliditas insan pers sekaligus memperkuat peran media sebagai pilar demokrasi dalam mewujudkan masyarakat yang cerdas, kritis, dan berkeadaban.

Dengan semangat yang sama, deklarasi ditutup dengan seruan bersama:

“Pers Bersatu, Bekasi Raya Maju! Tegak, Kritis, dan Bermartabat!”

04 Mei 2026

Keren!!! Pemulung Dapat Bantuan APD dari KP3B



REFORMASI-ID | Bekasi - Komunitas Pemulung & Pelapak Pilah Burangkeng (KP3B) menggelar kegiatan pembagian alat pelindung diri (APD) kepada para pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Senin (4/5/2026). 

Kegiatan ini digelar bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) TPA Burangkeng dan Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Setu.

Ketua KP3B, Narta Nurhata, mengatakan bahwa pihaknya membagikan APD berupa puluhan pasang sepatu boot kepada para pemulung.

"Karena keterbatasan kami, hari ini kami baru bisa memberikan sepatu boot. Ke depannya, selain sepatu boot, kami juga akan membagikan topi dan peralatan kerja bagi para pemulung," kata Konang, sapaan akrabnya.

Konang menegaskan, program pembagian APD akan dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali. Tak hanya itu, KP3B juga telah merancang program pengobatan gratis setiap bulan dengan menggandeng pihak puskesmas setempat.

"Rencananya, dalam pengobatan gratis itu kami juga akan membagikan susu, roti, ataupun snack sehat untuk para pemulung," ujar Konang.

Dia berharap seluruh program tersebut dapat mendorong penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara nyata di lapangan, serta meningkatkan taraf kesehatan para pemulung yang selama ini bekerja di lingkungan berisiko tinggi.

Sementara itu, Kepala UPTD TPA Burangkeng, Samsuro Mandiansyah, turut memberikan pengarahan kepada para pemulung dalam kegiatan tersebut. Dia menegaskan bahwa pemulung merupakan ujung tombak dalam upaya pengurangan volume sampah di TPA.

"Pemulung adalah garda terdepan dalam mengurangi sampah. Namun, ketika melakukan aktivitas di sini, harus selalu berhati-hati. Gunakan alat pelindung diri yang telah diberikan dan segera melapor jika menemukan kondisi berbahaya di lapangan," kata dia.

Samsuro juga mengingatkan pentingnya kesadaran diri dalam menjaga keselamatan kerja, mengingat kondisi TPA yang sewaktu-waktu dapat menimbulkan bahaya bagi para pekerja di dalamnya.

Adapun Ketua Pokja Wartawan Setu, Andi Saddam, mengapresiasi langkah KP3B tersebut. Dia menilai, kegiatan seperti ini penting karena pemulung merupakan kelompok yang kerap terlupakan dalam program kesehatan dan keselamatan kerja.

"Kami dari Pokja Wartawan Setu siap bersinergi dengan KP3B dalam mendukung program-program sosial yang bermanfaat bagi para pemulung di TPA Burangkeng ini," pungkas Saddam.

26 April 2026

HPN Bekasi Raya 2026 Digelar 7–9 Mei, Sekaligus Momentum Hari Kebebasan Pers Sedunia



REFORMASI-ID | Bekasi - Penyelenggaraan Hari Pers Nasional (HPN) Bekasi Raya 2026 yang akan digelar pada 7 hingga 9 Mei 2026 di Gedung Creative Center (GCC), Margahayu, Kota Bekasi dipastikan menjadi momentum besar bagi insan pers di Bekasi Raya. 

Dalam keterangan persnya Minggu (26/4/2026), Ketua Panitia HPN Bekasi Raya 2026, Ade Muksin, menyampaikan bahwa selain sebagai ajang silaturahmi lintas organisasi, kegiatan ini juga menjadi rangkaian peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia yang diperingati setiap 3 Mei.

Dia menegaskan bahwa kegiatan tersebut sah secara hukum dan justru memperkuat nilai-nilai kebebasan pers, profesionalisme, serta solidaritas antarwartawan.

“HPN tetap 9 Februari secara nasional. Sementara kegiatan yang kami gelar pada 7–9 Mei ini merupakan rangkaian kegiatan daerah yang sekaligus kami maknai sebagai bagian dari semangat Hari Kebebasan Pers Sedunia. Ini bukan pelanggaran, tetapi penguatan nilai pers yang independen dan bertanggung jawab,” tegas Ade.

*Pers Bersatu Tanpa Sekat, Semangat Kebebasan dan Profesionalisme*

HPN Bekasi Raya 2026 dirancang sebagai wadah besar yang mempertemukan seluruh elemen pers tanpa sekat organisasi, media, maupun komunitas.

Puluhan organisasi wartawan, pokja, komunitas, dan paguyuban dari berbagai platform media akan terlibat aktif dalam kegiatan ini.

“Kami ingin membangun ruang bersama bagi insan pers. Tidak ada sekat organisasi, tidak ada sekat media. Semua punya hak yang sama untuk merayakan HPN dan memperjuangkan kebebasan pers,” ujarnya.

*Rangkaian Kegiatan: Edukasi, Sosial, dan Apresiasi*

Selama tiga hari pelaksanaan, berbagai kegiatan akan digelar sebagai bentuk kontribusi nyata pers kepada masyarakat dan peningkatan kualitas jurnalistik, di antaranya:
1. Seminar Jurnalistik dan Keterbukaan Informasi Publik (KIP)
Santunan anak yatim
2. Donor darah dan cek kesehatan gratis
3. Pemberian penghargaan kepada kepala daerah, Forkopimda, dan tokoh yang peduli terhadap pers

Menurut Ade, rangkaian ini mencerminkan fungsi pers sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999, yaitu sebagai media informasi, pendidikan, dan kontrol sosial.

*Selaras dengan Semangat Hari Kebebasan Pers Sedunia*

Momentum Hari Kebebasan Pers Sedunia yang diperingati setiap 3 Mei, lanjut Ade, menjadi penguat bahwa pers harus tetap independen, profesional, dan berpihak pada kepentingan publik.

“Kebebasan pers bukan sekadar slogan, tapi tanggung jawab. HPN Bekasi Raya ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan bahwa pers harus tetap kritis, independen, dan bermartabat,” katanya.

*Anggaran dan Pelaksanaan Dipastikan Sesuai Aturan*

Terkait penggunaan anggaran, Ade memastikan bahwa seluruh proses berjalan sesuai mekanisme yang berlaku dan dilakukan secara transparan serta akuntabel.

“Kegiatan ini difasilitasi melalui program pemerintah daerah dengan mekanisme yang sah. Tidak ada pelanggaran hukum dalam pelaksanaannya,” tegasnya.

*HPN Milik Semua, Bukan Milik Satu Kelompok*

Menutup pernyataannya, Ade menegaskan bahwa HPN adalah milik seluruh insan pers Indonesia, bukan milik satu organisasi tertentu.

“Justru melalui momentum ini, kita ingin menunjukkan bahwa pers Bekasi Raya bisa bersatu, kuat, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Pers bersatu, Bekasi Raya maju,” pungkasnya.

(Redaksi)

25 April 2026

Gus Sol Resmi Pimpin Lasqi DPD Kota Bekasi



REFORMASI-ID | Bekasi - Lembaga Seni Qasidah Indonesia (Lasqi) DPD Kota Bekasi gelar pelantikan pengurus dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang berlokasi di Graha Hartika, Kota Bekasi. Sabtu, 25 April 2026.

Acara bertajuk "Reposisi Seni Qasidah, Mempererat Ukhuwah, Menguatkan Sinergitas Organisasi dan Mensyi'arkan Seni Islam di Kota Bekasi Melalui Lasqi Nusantara."

Dalam keterangannya, Dr. KH. Maman Imanulhaq, Ketua Lasqi Jawa Barat menitipkan tiga hal kepada Ketua Lasqi DPD Kota Bekasi.

"Pada pelantikan dan Rakerda Lasqi DPD Kota Bekasi, saya menitipkan tiga hal kepada Ketua Lasqi DPD Kota Bekasi," ujarnya.

Lanjutnya, hal pertama yaitu selalu mendakwahkan spririt keislaman, hal kedua selalu mengekspor kearifan-kearifan yang ada di Kota Bekasi dan hal ketiga, saya ingin Kota Bekasi ini menjadi tuan rumah untuk event tingkat Jawa Barat.

"Saya juga sudah bicarakan kepada Kang Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, salah satu yang beliau titipkan adalah agar Lasqi Nusantara bisa menjadi Periuk buat acara musabaqoh bernuansa Sunda," paparnya.

"Saya yakin, Gus Sol (Ketua Lasqi DPD Kota Bekasi-red) akan membawa amanah ini sebaik-baiknya dan kami (DPW Jawa Barat-red) akan support," tambahnya.

Selain itu, saya juga menyakinkan akan banyak talenta-talenta bagus dari Kota Bekasi," imbuhnya.

Sementara, Ketua Lasqi DPD Kota Bekasi, H. Solihin yang akrab disapa Gus Sol menyampaikan puji syukur atas pelantikan dirinya menjadi Ketua Lasqi DPD Kota Bekasi.

"Alhamdulillah saya sudah resmi dilantik menjadi Ketua Lasqi DPDP Kota Bekasi bersama pengurus yang lain," kata Gus Sol.

Setelah ini, lanjutnya, kami akan mengadakan Rakerda untuk meneruskan kerja-kerja lima tahun kedepan.

"Tadi dalam pelantikan saya juga menyampaikan beberapa hal, diantaranya adalah gagasan agar Lasqi bisa masuk ke sekolah-sekolah memberikan edukasi tentang seni budaya Islam melalui qosidah, marawis," jelasnya.

"Saya yakin anak-anak di Kota Bekasi punya talenta yang bagus," tegasnya.

"Saya juga akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah, agar Lasqi dilibatkan dalam event-event di Kota Bekasi," pungkasnya.


03 April 2026

PWI Bekasi Raya - Pemkab Bekasi Bahas Peran Pers dan Keterbukaan Informasi



REFORMASI-ID | Bekasi - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya melakukan audiensi dengan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, Kamis (2/4/2026), dengan fokus pada pembahasan peran pers serta pentingnya keterbukaan informasi publik di Kabupaten Bekasi.

Audiensi tersebut dihadiri oleh Ketua PWI Bekasi Raya Ade Muksin, S.H., Sekretaris Michael Lengkong, dan Anggota Deni Norviansyah.

Pertemuan berlangsung terbuka dan konstruktif, dengan penekanan pada relasi yang sehat antara pers dan pemerintah daerah, khususnya dalam memastikan akses informasi publik yang transparan serta komunikasi kebijakan yang akuntabel.

Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, menegaskan bahwa pers merupakan pilar demokrasi yang tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga menjalankan kontrol sosial terhadap kebijakan publik.

“Kemitraan harus dibangun secara profesional dan proporsional. Pers tetap independen, namun hadir sebagai mitra kritis yang konstruktif dalam mengawal kebijakan publik,” kata Ade Muksin.

Ia menambahkan, PWI Bekasi Raya berkomitmen menjaga standar jurnalistik yang akurat dan berimbang, sekaligus mendorong ekosistem informasi yang sehat di tengah masyarakat.

Sementara itu, Plt. Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, menyatakan bahwa peran media menjadi bagian penting dalam penyampaian informasi publik sekaligus sebagai sarana evaluasi terhadap kinerja pemerintah daerah.

“Kami memandang pers sebagai mitra strategis. Kritik dan masukan dari insan pers menjadi bagian penting dalam perbaikan kinerja pemerintahan,” ungkap Asep.

Dalam audiensi tersebut, turut dibahas sejumlah isu strategis, mulai dari transparansi kebijakan, efektivitas komunikasi publik, hingga pentingnya menjaga profesionalitas dan etika jurnalistik dalam pemberitaan.

PWI Bekasi Raya menilai, hubungan antara pers dan pemerintah harus ditempatkan dalam kerangka saling menghormati fungsi masing-masing, dengan tetap menjunjung prinsip independensi dan kepentingan publik.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya menegaskan komitmennya untuk terus menjaga integritas jurnalistik, memperkuat fungsi kontrol sosial, serta mendorong keterbukaan informasi sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. 

(Rilis resmi PWI Bekasi Raya)