REFORMASI-ID | Bekasi - Warga RT 04 RW 03, Kampung Ciketing Sumurbatu, Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, menggelar aksi spontan, Minggu (11/10/2026). Mereka memprotes sumur artesis yang rusak lebih dari satu bulan dan belum juga diperbaiki.
Dalam aksi tersebut, warga memasang sejumlah spanduk bertuliskan tuntutan dan sindiran. Di antaranya “Satu bulan lebih sumur artesis tak berfungsi”, “Air bersih tak ada, Pemkot Bekasi tutup mata”, dan “Bapak Aing urang butuh cai”.
Spanduk lain bertuliskan “TPST Bantargebang di mana tanggung jawabmu”, “Kami hanya butuh air bersih! Bukan janji-janji manis”, serta “Pak KDM, warga Bantargebang menderita, kami butuh air”.
Salah satu perwakilan warga, Rahmat mengatakan bahwa warga memiliki dua tuntutan. Pertama, sumur artesis segera diperbaiki. Kedua, selama sumur belum berfungsi, warga meminta disediakan bantuan air bersih secara rutin.
Menurut dia, sumur itu sudah rusak lebih dari sebulan, sementara bantuan air bersih hanya datang satu kali. “Warga menuntut perbaikan sumur artesis. Sudah rusak lebih dari sebulan, dan bantuan air bersih hanya datang sekali. Itu pun cuma satu setengah tangki. Karena itu, selama sumur belum berfungsi, kami minta ada bantuan air bersih yang rutin,” kata Rahmat.
Dia menjelaskan, ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari sangat vital bagi warga yang bermukim di sekitar Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sumurbatu ini.
“Kami tinggal di sekitar tempat pembuangan sampah. Air bersih ini kebutuhan paling dasar. Kalau tidak ada air, bagaimana kami mau memasak, mandi, dan mencuci? Kami hanya minta sumur segera diperbaiki dan bantuan air bersih segera dikirim,” tutup Rahmat.
(Red)
