REFORMASI-ID | PALEMBANG – Danrem 044/Garuda Dempo, Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.I.P., M.M., melaksanakan patroli dan pemantauan langsung titik-titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Tanjung Api-Api dan Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Minggu (4/10/2026).
Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menyikapi peningkatan jumlah titik api (hotspot) dalam satu minggu terakhir, khususnya di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, dan Musi Banyuasin (Muba).
“Pemantauan hari ini difokuskan pada sejumlah titik rawan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Banyuasin. Dalam sepekan terakhir, terpantau adanya peningkatan titik api yang cukup signifikan, terutama di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, dan Musi Banyuasin (Muba),” ungkap Brigjen TNI Khabib Mahfud saat memberikan keterangan di lokasi pemantauan.
Kegiatan patroli ini bertujuan untuk memantau kondisi wilayah rawan kebakaran, memastikan situasi di lapangan tetap terkendali, serta mengoptimalkan langkah pencegahan terhadap potensi munculnya titik api. Dalam pelaksanaannya, pemantauan dilakukan dengan memperhatikan kondisi lahan, potensi penyebaran api, serta kesiapsiagaan personel yang terlibat dalam penanganan karhutla.
Danrem menyampaikan bahwa pemantauan secara langsung sangat penting untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam penanganan karhutla.
“Dihari Minggu ini kita perlu cek juga, karena saya lihat tren dalam satu bulan ini setiap Sabtu dan Minggu titik api itu semakin banyak,” ungkap Brigjen TNI Khabib Mahfud.
Melalui patroli ini, Danrem menekankan pentingnya pengawasan intensif, respons cepat, serta koordinasi yang optimal antara Satgas darat dan udara dalam menangani titik api agar kebakaran tidak meluas.
"Korem 044/Gapo terus berkomitmen mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla melalui patroli terpadu dan sinergi bersama seluruh instansi terkait demi menjaga keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan di wilayah Sumatera Selatan," pungkasnya. (Mdn)

