REFORMASI-ID | LAMPUNG — Operasi pencarian rombongan jurnalis dan kru speedboat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda pada Senin (14/9/2026) kian diintensifkan.
Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) Wilayah Lampung resmi memberangkatkan tiga personel relawan spesialis pencarian laut untuk bergabung dengan Tim SAR Gabungan di Posko Koordinasi Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung.
Ketiga rescuer berpengalaman yang diterjunkan meliputi Nurhadis, Sukimang, dan Mustofa. Mereka langsung digeser ke garis depan untuk memperkuat armada penyisiran laut yang difokuskan pada sektor koordinat hilangnya kapal peliputan di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.
Ketua UAR Korwil Lampung, Sulaiman Abdullah, menegaskan bahwa pengerahan armada dan personel ini adalah respons cepat kemanusiaan untuk mendobrak efektivitas pencarian di tengah medan perairan Selat Sunda yang dikenal ekstrem.
Sinergi Lintas Instansi: Menggabungkan kekuatan Basarnas, TNI-Polri, BPBD, Polairud, nelayan, dan relawan.
Fokus Penyisiran: Mengandalkan titik koordinat terakhir kapal korban di sekitar sektor Gunung Anak Krakatau.
Prinsip Operasi:
Menjunjung tinggi koordinasi ketat di bawah satu komando Mission Coordinator (MC) Basarnas.
Pimpinan Umum UAR turut menyampaikan duka mendalam bagi keluarga korban serta apresiasi tinggi kepada seluruh elemen yang berjibaku di lapangan.
Pihak UAR menginstruksikan seluruh relawan di garis depan agar tetap mengutamakan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan di tengah tantangan gelombang tinggi.
Musibah ini menjadi pengingat nyata atas tingginya risiko di balik dedikasi jurnalistik dan misi kemanusiaan. Publik diimbau untuk terus memantau informasi resmi serta mendoakan keselamatan seluruh korban agar segera ditemukan. (***)
