Pengobatan Alternatif Lesbumi, Sekjen Prabu: Pengobatan Alternatif Salah Satu Dampak Positif Kembali ke Alam - Media Reformasi Indonesia (MRI)

16 Agustus 2026

Pengobatan Alternatif Lesbumi, Sekjen Prabu: Pengobatan Alternatif Salah Satu Dampak Positif Kembali ke Alam



REFORMASI-ID| Bekasi - Lesbumi Kabupaten Bekasi bersama Prabu PL gelar kegiatan Bakti Sosial (Baksos) pengobatan alternatif gratis untuk warga. Minggu, 16 Agustus 2026.

Pengobatan alternatif yang diselenggarakan bertujuan untuk membantu masyarakat dan menggaungkan budaya Nusantara yang semakin terkikis oleh jaman.

Dalam keterangannya, Gus Ferry Ketua Lesbumi Kabupaten Bekasi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk menjaga nilai-nilai budaya.

"Ini merupakan salah satu kegiatan yang dijalankan Lesbumi Kabupaten Bekasi, karena Lesbumi terdiri dari beberapa unsur, mulai dari seniman, budayawan dan padepokan-padepokan yang tergabung disini," ujarnya.

Bukan itu saja, bentuk Lesbumi menjaga nilai-nilai budaya, tradisi peninggalan leluhur yaitu pengobatan alternatif dan herbal.



"Kami memiliki berbagai pengobatan alternatif seperti, pengobatan dengan metode silet tanpa bekas, bekam, totok saraf dan lain-lain," jelasnya.

"Kegiatan seperti ini sudah sering kami laksanakan diwilayah Kabupaten Bekasi," tambahnya.

Ia juga menerangkan, bahwa kegiatan hari ini dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI.

"Kegiatan hari ini dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI, bagaimana Lesbumi bisa berbagi memberikan satu manfaat untuk masyarakat," tegasnya.

"Alhamdulillah, kegiatan yang kita selenggarakan hasil kolaborasi dengan Prabu PL dan beberapa padepokan," ungkapnya.

"Kami berharap kedepannya masyarakat bisa menjaga tradisi yang ada di Nusantara salah satunya pengobatan alternatif seperti ini," imbuhnya.

Sementara, Ridho Sekjen Prabu menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan yang diselenggarakan oleh Lesbumi Kabupaten Bekasi.

"Dengan adanya pengobatan alternatif merupakan dampak positif bahwa kita akan kembali ke alam, menghargai alam," ucapnya.

"Karena cara seperti itu yang akan menyembuhkan, dengan semua metode dari alam, seperti pengobatan tradisional, minum-minuman herbal, itu yang sebenarnya bisa menyembuhkan masyarakat Indonesia, jangan terbawa oleh toxic dan zat-zat kimia yang sebenarnya membahayakan," paparnya.

"Kembali lagi ke Prabu, sahabat kearifan lokal, bagaimana kearifan lokal kita angkat, kita kembalikan lagi, bahwa budaya Indonesia adalah budaya yang bermartabat, maju dan modern tanpa meninggalkan esensi budaya kearifan lokal," pungkasnya.

(Red)

Comments