Tingkatkan Soliditas dan Nilai Dharma, Personel Hindu Mabes Polri Gelar Pembinaan Rohani di Pura Aditya Jaya - Media Reformasi Indonesia (MRI)

22 Mei 2026

Tingkatkan Soliditas dan Nilai Dharma, Personel Hindu Mabes Polri Gelar Pembinaan Rohani di Pura Aditya Jaya



REFORMASI-ID | Jakarta - Personel Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang beragama Hindu menggelar kegiatan Pembinaan Rohani (Binroh) di Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (21/5/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kualitas spiritual, meningkatkan soliditas, serta menanamkan nilai-nilai Dharma dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Acara keagamaan ini dihadiri oleh sekitar 250 personel dari berbagai satuan kerja (Satker) di lingkungan Mabes Polri. Beberapa satker yang hadir di antaranya SSDM Polri, Baharkam Polri, Korsabhara, Korpolairud, Korbinmas, Yanma Polri, Sepolwan Lemdiklat Polri, hingga Slog Polri.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan ibadah persembahyangan bersama yang berlangsung khidmat. Prosesi ini menjadi momentum penting bagi para personel untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa/Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Ketua Banjar Pura Rawamangun Jakarta Timur, Ir. I Putu Maharta Adijadnja, menyambut hangat kehadiran ratusan abdi negara tersebut. Ia mengingatkan bahwa sebagian besar personel Hindu Polri merupakan perantau, sehingga pura harus menjadi rumah kedua.

"Kami berharap rekan-rekan personel tidak sungkan untuk sering berkunjung dan bersembahyang di Pura Rawamangun. Tempat ini senantiasa terbuka untuk mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan umat Hindu," ujar I Putu Maharta.

Sementara itu, Brigjen Pol. I Bagus Rai Elryanto, S.H., S.I.K., M.H., dalam arahan strategisnya menekankan pentingnya tradisi bersimakrama (bersilaturahmi) di antara sesama anggota Hindu Mabes Polri. Menurutnya, hubungan yang harmonis internal instansi akan berdampak langsung pada pelayanan publik.

"Dengan hubungan yang kuat dan harmonis, kita dapat mendukung terwujudnya Polri yang Presisi. Anggota harus mampu mengaplikasikan ajaran-ajaran Dharma dalam tugas sehari-hari agar menjadi polisi yang humanis," tegas Brigjen Pol. I Bagus Rai.

Acara inti diisi dengan pemaparan Dharma Wacana (ceramah keagamaan) oleh Dewa Ketut Suratnaya, S.Ag., M.M.Pd. Ia mengangkat tema khusus, yaitu “Kepemimpinan Polri dalam Konsep Tri Murti serta Tri Kaya Parisudha Hindu”.

Dalam ceramahnya, Dewa Ketut menggarisbawahi pentingnya aspek moralitas kepolisian yang seimbang dan bijaksana. Ia berpesan agar seluruh personel menerapkan prinsip Tri Kaya Parisudha—yakni berpikir yang baik (Manacika), berkata yang baik (Wacika), dan berbuat yang baik (Kayika). Nilai ini dinilai menjadi pedoman moral krusial dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Rangkaian pembinaan rohani ini diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol soliditas, dilanjutkan dengan acara ramah tamah yang berlangsung hangat penuh rasa kekeluargaan.

Melalui agenda rutin ini, Mabes Polri berharap dapat terus mencetak karakter personel yang tidak hanya profesional secara teknis, tetapi juga memiliki mental spiritual yang kuat dalam mengayomi masyarakat.

Comments