REFORMASI-ID | Jakarta - Korps Sabhara (Korsabhara) Baharkam Polri secara resmi membuka Pelatihan Auditor Internal Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) bagi Objek Vital Nasional (Obvitnas) dan Objek Tertentu (Obter) Gelombang I Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama lima hari, yakni 16-20 April 2026, ini dipusatkan di Hotel Royal Palm Cengkareng, Jakarta Barat.
Langkah strategis ini diambil Polri untuk memastikan seluruh aset vital negara—mulai dari sektor energi, industri, hingga infrastruktur penting—memiliki standar pengamanan kelas wahid yang mampu beradaptasi dengan ancaman modern.
Kakorsabhara Baharkam Polri, Irjen Pol Drs. M. H. Ritonga, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa pengamanan objek vital bukan sekadar soal penjagaan fisik di lapangan.ganggua
"Pengamanan hari ini adalah soal manajemen risiko yang terukur. Para auditor internal yang dilatih ini merupakan garda terdepan. Mereka dibentuk untuk mendeteksi celah keamanan sekecil apa pun sebelum berubah menjadi gangguan nyata yang dapat melumpuhkan stabilitas ekonomi nasional," tegas Irjen Pol M. H. Ritonga saat membuka acara, Kamis (16/4).
Ketua Pelaksana Kegiatan, Kombes Pol Hamam Wahyudi, S.H., S.I.K., M.H., melaporkan bahwa pelatihan ini diikuti oleh personel gabungan dari pengelola Obvitnas, Obter, hingga Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP). Sinergi ini dianggap krusial mengingat dampak domino yang ditimbulkan jika terjadi gangguan pada objek strategis, baik dari aspek ekonomi, politik, maupun sosial.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PT TSSI, Bapak Drs. Basuki Suko, M.M., menyatakan bahwa standardisasi kompetensi ini adalah kunci. "Kolaborasi antara Polri dan sektor swasta menciptakan iklim operasional yang aman. Jika sistem manajemen pengamanan handal, maka proses produksi dan investasi di Indonesia akan terus terjaga," ujarnya.
Membangun Budaya 'Security Awareness'Selain aspek teknis audit, pelatihan ini menekankan pentingnya Security Awareness atau kesadaran keamanan di seluruh level organisasi. Polri mendorong setiap instansi untuk menumbuhkan sikap peduli keamanan mulai dari level staf terendah hingga manajemen puncak melalui tindakan terstruktur, mulai dari rekrutmen hingga sistem pengawasan internal yang optimal.
Acara pembukaan ditandai secara simbolis dengan penyematan tanda peserta oleh pimpinan acara. Turut hadir jajaran Pejabat Utama Baharkam Polri dari Direktorat Samapta, Direktorat Polsatwa, serta para pakar dan Auditor Utama Sispamobvitnas.
Melalui pelatihan intensif hingga 20 April mendatang, Polri berkomitmen melahirkan auditor profesional yang mampu menjamin kelancaran operasional objek strategis demi kepentingan hajat hidup orang banyak.
