Dukung Indonesia ASRI, Kapolda Banten dan Wagub Didampingi Kapolres Cilegon Tanam Mangrove - Media Reformasi Indonesia (MRI)

24 April 2026

Dukung Indonesia ASRI, Kapolda Banten dan Wagub Didampingi Kapolres Cilegon Tanam Mangrove


REFORMASI-ID | Cilegon Banten - Dalam rangka mendukung gerakan Indonesia ASRI, Kepolisian Daerah (Polda) Banten bersama Polres Cilegon, melaksanakan kegiatan penanaman 1.000 pohon mangrove jenis bakau di areal seluas 1 hektar di Kota Cilegon, Provinsi Banten, Jumat (24/4/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, Kapolres Cilegon AKBP Dr. Martua Raja Taripar Laut Silitonga, Kabidpropam Polda Banten Kombes Pol Murwoto, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, serta unsur Muspida Kota Cilegon. 

Sebelumnya, Polda Banten bersama Polres Cilegon, pada Jumat (17/4/2026) lalu, juga telah melaksanakan penanaman 1.000 bibit pohon di lahan seluas dua hektare di kawasan Situ Rawa Arum, Kota Cilegon, Banten.

Kapolda Banten, Irjen Pol. Hengki, dalam penanaman 1000 mangrove di pantai kawasan Industri Krakatau Steel yang berada di wilayah Kelurahan Samangraya, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Provinsi Banten mengatakan, aksi penanaman ribuan pohon tersebut merupakan kontribusi kepolisian dalam mendukung program pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang Aman, Sehat, Bersih, dan Indah (ASRI).

"Kegiatan penanaman 1.000 pohon mangrove di pantai kawasan Industri Krakatau Steel, merupakan bagian dari kontribusi dalam mendukung program pemerintah, khususnya Gerakan Indonesia ASRI," kata Hengki.

Kapolda menjelaskan, langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan, bahwa penanganan masalah lingkungan harus dilakukan secara terintegrasi dan berbasis teknologi, menyentuh hingga ke tingkat kelurahan dan kecamatan.

Melalui momentum Gerakan ASRI ini, Hengki mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendorong perubahan perilaku peduli lingkungan. 

Beberapa langkah sederhana yang ditekankan, antara lain tidak membuang sampah sembarangan dan mulai membiasakan memilah sampah organik maupun anorganik karena memiliki nilai ekonomis.

"Kita juga perlu menghidupkan kembali budaya menanam pohon guna menjaga keindahan dan kualitas udara agar tetap sehat," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Banten, juga memberikan peringatan tegas kepada para pengusaha tambang atau galian C, baik yang berizin maupun tidak, untuk mematuhi kewajiban pemulihan lingkungan.

"Pengusaha tambang yang berizin wajib melaksanakan reboisasi setelah memanfaatkan hasil tambang. Penanaman pohon menjadi simbol komitmen menjaga kelestarian lingkungan. Jika kewajiban tersebut tidak dilaksanakan, akan ditindak tegas dan dikenakan sanksi pidana," tegas Hengki.

Masih ditempat yang sama, Kapolres Cilegon AKBP Dr. Martua Raja Taripar Laut Silitonga dalam sambutan menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap pembangunan infrastruktur dan kelestarian lingkungan. 

Penanaman pohon mangrove, menurut Kapolres, merupakan salah satu instruksi pimpinan. Hal ini merupakan bentuk kepedulian Polri dalam mendukung penghijauan pantai.

"Kegiatan ini merupakan inisiasi Polda Banten, Polres Cilegon bersama Polsek jajaran dalam menggerakkan mendukung program pemerintah, khususnya Gerakan Indonesia ASRI melalui penanaman pohon," ujarnya.

Penanaman mangrive, menurut Kapolres Martua Silitonga, merupakan salah satu bagian dari strategi mitigasi abrasi sekaligus upaya jangka panjang dalam memperbaiki kualitas lingkungan pesisir yang tertekan aktivitas industri.

"Kegiatan ini, juga merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia dan Kapolri agar seluruh jajaran aktif mendukung program Pemerintah. 

"Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia dan Kapolri agar seluruh jajaran Polri aktif mendukung program pemerintah, termasuk pembangunan infrastruktur, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Antusiasme masyarakat juga sangat tinggi karena kehadiran Polri bersama pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya," terang Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres Martua menuturkan, keberadaan mangrove juga memiliki fungsi ekonomis bagi masyarakat. Akarnya yang banyak dan kokoh didalam tanah bisa menjadi tempat sarang ikan bertelur dan habitat hewan laut lainnya. 

"Perlu diketahui, magrove memiliki fungsi penting dan memberikan sumbangsih positif bagi masyarakat," ujarnya.

Diakhir sambutan, Kapolres Martua Silitonga, mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan. 

"Kami menghimbau kepada masyarakat, agar membuang sampah pada tempatnya. Penghijauan pesisir merupakan salah satu upaya untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam, gelombang tsunami dan erosi permukaan tanah akibat pengikisan air laut yang terus mengancam," jelas Kapolres.

"Tanaman mangrove memiliki manfaat untuk  mengurangi dampak gelombang laut dan mencegah erosi. Kalau kita tidak bersahabat dengan alam, alamlah yang akan menghabisi kita," terang Kapolres Kapolda.

Harapannya, aksi seperti ini bisa diikuti oleh instansi lain dan masyarakat sekitar pesisir," pinta Kapolres. (Daeng Yusvin/Mdn) 


Comments