REFORMASI-ID | Salatiga - Guna memperkuat barisan kemanusiaan dalam penanganan bencana, jajaran Unit K9 Direktorat Samapta Polda Jawa Tengah menggelar pelatihan intensif spesialisasi K9 SAR Cadaver (pelacakan jenazah) di Mapolres Salatiga, Minggu (19/04/2026).
Latihan ini bukan sekadar simulasi rutin. Sebanyak 9 ekor anjing pelacak pilihan dari berbagai penjuru Jawa Tengah dikerahkan untuk mengasah insting deteksi mereka. Satwa-satwa hebat ini berasal dari Unit K9 Polda Jateng (4 ekor), serta Polres jajaran yakni Salatiga, Cilacap, Wonosobo, Karanganyar, dan Wonogiri.
"Kecepatan waktu dalam menemukan korban adalah kunci dalam operasi SAR. Melalui pelatihan ini, kita pastikan sinergi antara handler (pawang) dan anjing K9 berada di level tertinggi," ujar perwakilan instruktur di sela kegiatan.
Pelatihan yang melibatkan 27 personel ahli ini menyimulasikan kondisi medan berat. Para anjing pelacak dilatih untuk membedakan berbagai aroma di lokasi bencana dan fokus menemukan titik koordinat korban yang tertimbun atau sulit dijangkau secara manual.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan progres luar biasa. Anjing-anjing pelacak tersebut mampu menuntaskan misi pencarian dengan akurasi tinggi. Hal ini membuktikan bahwa kesiapsiagaan Polri dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Jawa Tengah semakin matang dan teruji.
"Ini adalah wujud nyata komitmen Polri untuk masyarakat. Kami terus menempa kemampuan agar saat tugas kemanusiaan memanggil, tim SAR K9 sudah siap diterjunkan secara efektif dan efisien," tambahnya.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 07.00 hingga 16.00 WIB ini berakhir dengan hasil yang memuaskan. Dengan penguatan unit Cadaver ini, Polda Jawa Tengah kini memiliki tim tanggap bencana yang semakin solid dan dapat diandalkan dalam situasi krisis apapun.
